TUGAS MAKALAH ILMIAH INSTRUMENTASI DAN KENDALI TRANDUSER KAPASITIF

Oleh: Kelompok 3 Nama : 1. Jevi septiawan ( 1001011037 ) 2. Vicky fernandes ( 1001012006 ) 3. Riski Septiadi ( 1001012032 ) 4. Jeka Surya ( 1001011033 )

Kelas Dosen

: 2 C Reguler : Ruzita Sumiati.,ST.MT

JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI PADANG PADANG 2012

penerapan sistem pengendali dalam sistem pengemudi pesawat terbang. baik secara analog maupun digital. Mengetahui serta mengerti aplikasi dari Tranduser kapasitif. 3. adalah agar mahasiswa diharapkan dapat: 1.3 Batasan masalah Pada artikel ini penulis hanya akan membahas tentang defenisi Tranduser kapasitif. prinsip kerja Tranduser kapasitif. .BAB I PENDAHULUAN 1. pesawat satelit. pengendali pesawat ruang angkasa. dan sistem persenjataan peluru kendali. 1. baik pekerjaan yang bersifat menonton dan kontiniu maupun pekerjaan yang bersifat dinamis dan sensitive. Sebagai contoh.1 Latar Belakang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan aplikasi dari Tranduser kapasitif. 1.2 Maksud danTujuan Adapun maksud dan tujuan penulisan artikel ini. Beberapa proses industri yang membutuhkan sistem pengendali multi input-multi output serta permasalahan yang kompleks dapat diatasi dengan kemajuan sistem instrummentasi atau sistem pengendali didukung oleh kemajuan teknologi computer. sistem pengukuran dan pengendalian atau instrummentasi semakin berperan penting dalam kehiduan manusia. Dalam bidang industri. Menjelaskan prinsip kerja Tranduser Kapasitif. Menjelaskan defenisi Tranduser secara umum dan Tranduser Kapasitif. 2. sistem kendali diterapkan sebagai pengendali mesin-mesin produksi dan pengendali proses yang mengubah masukan berupa energi nonlistrik menjadi besaran listrik agar dapat diolah. Tanduser akan mengubah energi nonlistrik menjadi energi listrik sehingga proses pengendalian dapat dilkukan baik secara otomatik maupun manual. Salah satu elemen penting sistem instrummentasi dan pengendali adalah tranduser. Sistem tersebut amat mmbantu pekerjaan manuasia.

akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya”. energi fisika..BAB II TEORI DASAR 1. Dalam dunia industri. Tranducer didefinisikan sebagai piranti yg mengubah suatu bentuk energi lain.1 Defenisi-definisi D Sharon. mengatakan sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik. LDR (light dependent resistance) sebagai sensor cahaya. telinga sebagai sensor pendengaran. William D. Camera sebagai sensor penglihatan. Tranducer adalah elemen dalam sistem instrumentasi dan pengendali elektronik. Input pada kedua sistem instrumentasi dan sistem pengendali elektronik berupa besaran non listrik yg harus diubah dalam besaran listrik tugas dari tranducer. kimia. Transmisi energi ini bisa berupa listrik. pengkondisi sinyal/prosesor dan output. tekanan. (1993). optic (radiasi) atau thermal (panas). Outputnya bisa berupa sistem analog atau digital. motor adalah transduser yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Contoh. intensitas cahaya. . energi mekanik dan sebagainya. energi kimia. mengatakan transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi. kelembaban. Contoh. generator adalah transduser yang merubah energi mekanik menjadi energi listrik.dll. mekanik. tranducer berfungsi mengubah parameter temperatur.C. dan lainnya. Kedua sistem tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu input. dkk (1982). energi biologi. sehingga dapat diproses secara elektronik. derajat tingkat keasaman. dan sebagainya. kulit sebagai sensor peraba.

Gambar 1. optokoler) 5. biasanya dapat diketahui secara tepat bagaimana perubahan keluaran dibandingkan dengan masukannya berupa sebuah grafik.Jenis tranducer menurut prinsip kelistrikan. kepadatan. thermystor. Tranducer resistif (potensiometer resistif. Tranducer photo (photodiode. adalah tak butuh catu daya. Garis lurus pada gambar 1.1 memperlihatkan hubungan dari dua buah sensor panas yang berbeda. sebuah sensor panas dapat menghasilkan tegangan sesuai dengan panas yang dirasakannya. dkk. tetapi dapat menghasilkan perubahan nilai resistif. adalah tanggapan non-linier. . Tranducer kapasitif dan induktif (sensor tinggi cairan. dapat menghasilkan energi listrik (thermokopel dan thermopile. psychometer) 3. ketebalan) 4. Tranducer aktif. Linearitas Ada banyak sensor yang menghasilkan sinyal keluaran yang berubah secara kontinyu sebagai tanggapan terhadap masukan yang berubah secara kontinyu.yaitu: 1. sedangkan pada gambar 1. strain gage. 1982) a. memperlihatkan tanggapan linier.1(b).kapasitif dan induktif bila terjadi perubahan kondisi sekeliling.tekanan. cell photovoltaic) 1.2 Persyaratan Umum Sensor dan Tranduser Dalam memilih peralatan sensor dan transduser yang tepat dan sesuai dengan sistem yang akan disensor maka perlu diperhatikan persyaratan umum sensor berikut ini : (D Sharon. 2. higrometer resistif. LDR. RTD. phototransistor. Tranducer pasif. Sebagai contoh. Dalam kasus seperti ini.1(a).

Sebagai contoh. Sensitivitas sering juga dinyatakan dengan bilangan yang menunjukan “perubahan keluaran dibandingkan unit perubahan masukan”. Keluaran dari transduser panas (D Sharon dkk. c. Linieritas sensor juga mempengaruhi sensitivitas dari sensor. { 1 hertz berarti 1 siklus per detik. Frekuensi adalah jumlah siklus dalam satu detik dan diberikan dalam satuan hertz (Hz). Sensor panas lainnya dapat saja memiliki kepekaan “dua volt per derajat”. Misalkan perubahan temperatur terjadi sedikit demi sedikit dan kontinyu terhadap waktu.1.1(b) akan lebih peka pada temperatur yang tinggi dari pada temperatur yang rendah. instrumen dengan tanggapan frekuensi yang jelek adalah sebuah termometer merkuri. Sensitivitas Sensitivitas akan menunjukan seberapa jauh kepekaan sensor terhadap kuantitas yang diukur. Masukannya adalah temperatur dan keluarannya adalah posisi merkuri. maka sensitivitasnya juga akan sama untuk jangkauan pengukuran keseluruhan. seperti tampak pada gambar 1. Tanggapan Waktu Tanggapan waktu pada sensor menunjukan seberapa cepat tanggapannya terhadap perubahan masukan. Sensor dengan tanggapan paga gambar 1. 1982). 1 kilohertz berarti 1000 siklus per detik]. Apabila tanggapannya linier.2(a). .Temperatur (masukan) 0 Tegangan (keluaran) Temperatur (masukan) 100 1 1 0 100 Tegangan (keluaran) (a) Tangapan linier (b) Tangapan non linier Gambar 1. yang berarti memiliki kepakaan dua kali dari sensor yang pertama. b. Beberepa sensor panas dapat memiliki kepekaan yang dinyatakan dengan “satu volt per derajat”. yang berarti perubahan satu derajat pada masukan akan menghasilkan perubahan satu volt pada keluarannya.

Temperatur Rata-rata Waktu 1 siklus 50 50 40 40 30 30 (a) Perubahan lambat (b) Perubahan cepat Gambar 1. . dkk. Apakah ia akan mempengaruhi kuantitas yang sedang diukur?.Pada frekuensi rendah.2 Temperatur berubah secara kontinyu (D. (1998). Sharon. Yayan I. termometer akan mengikuti perubahan tersebut dengan “setia”. yaitu pada saat temperatur berubah secara lambat.2(b) maka tidak diharapkan akan melihat perubahan besar pada termometer merkuri. Apakah ukuran fisik sensor cukup memenuhi untuk dipasang pada tempat yang diperlukan? b. Misalnya “satu milivolt pada 500 hertz”. Apakah ia cukup akurat? c. Tetapi apabila perubahan temperatur sangat cepat lihat gambar 1.B. yaitu untuk membandingkan daya keluaran pada frekuensi tertentu dengan daya keluaran pada frekuensi referensi. Apakah ia bekerja pada jangkauan yang sesuai? d. Tanggapan frekuensi dapat pula dinyatakan dengan “decibel (db)”. 1982) Ada bermacam cara untuk menyatakan tanggapan frekuensi sebuah sensor. mengatakan ketentuan lain yang perlu diperhatikan dalam memilih sensor yang tepat adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini: a. karena ia bersifat lamban dan hanya akan menunjukan temperatur rata-rata.

Apakah biayanya terlalu mahal? Sesuai dengan fungsi sensor sebagai pendeteksi sinyal dan meng-informasikan sinyal tersebut ke sistem berikutnya. Apakah ia tidak mudah rusak dalam pemakaiannya?. Apakah ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya? g. e. f. bila sebuah sensor panas yang besar dicelupkan kedalam jumlah air air yang kecil. .Sebagai contoh. bukan menyensornya. maka peranan dan fungsi sensor akan dilanjutkan oleh transduser. malah menimbulkan efek memanaskan air tersebut. Karena keterkaitan antara sensor dan transduser begitu erat maka pemilihan transduser yang tepat dan sesuai juga perlu diperhatikan.

maka besarnya kapasitansi akan berkurang. Defenisi Transduser Kapasitif Ide dasar dari transducer perubahan kapasitif adalah besarnya kapasitansi dari dua lempeng adalah sebanding dengan luas area dibagi dengan jarak antara kedua lempeng (C A/d ). Sehingga. jika jarak kedua lempeng semakin dekat maka nilai kapasitansi akan semakin bertambah.2 menunjukkan dua tipe umum dari kapasitif transduser. Nilai kapasitansi ditentukan oleh: (a) luas pelat (b) jarak antara pelat (c) jenis dielektrik antara pelat .BAB III PEMBAHASAN 1. Gambar 5. dan jika luas area dikurangi.

Prinsip Kerja Tranduser Kapasitif Secara umum prinsip kerja dari tranduser kapasitif adalah kapasitas antara dua dielektrik. tekanan ketebalan. komposisis larutan.dan panjang. (b) pergeseran berputar. • Akibat penambahan jarak antara kedua keeping. . kepadatan. C  0.0885 A k d – Cukup sensitif tetapi linieritas buruk. Gambar 3. • Akibat perubahan posisi bahan dielektrik diantara kedua keping.2.8. berubah disebabkan oleh kondisi fisis seperti tingggi cairan. – Rangkaian jembatan seperti pada sensor induktif dapat digunakan dengan kapasitor dihubungkan paralel dengan resistansi (tinggi) untuk memberi jalur DC untuk input Opamp. (c) pergeseran jarak plat – Nilai kapasitansi berbanding lurus dengan area dan berbanding terbaik dengan jarak. Sensor posisi kapasitif: (a) pergeseran media mendatar. aliran. Berikut penjelasan cara kerja dari tranduser kapasitif : – Memanfaatkan perubahan kapasitansi. • Akibat pergeseran posisi salah satu keping dan luas keping yang berhadapan langsung.

9. Pemakaian sensor posisi pada rangkaian elektronik: (a) kapasitansi menjadi frekuensi.10 MHz • Perubahan frekuensi untuk perubahan kapasitansi cukup kecil dibandingkan kapasitansi Co Gambar 3.– Alternatif kedua mengubah perubahan kapasitansi menjadi perubahan frekuensi osilator • Frekuensi tengah 1 . (b) kapasitansi menjadi pulsa – Solusi rangkaian murah dengan osilator relaksasi dual inverter CMOS .

Sensor tekanan c. Contoh dari aplikasi Tranduser kapasitif adalah sebagai berikut : a. Aplikasi Tanduser Kapasitif Pada dasarnya Transducer kapasitif digunakan untuk pengukuran perubahan yaitu perubahan pada kapasitansi. Sensor komposisi larutan . Sensor tinggi cairan b. Sensor kepadatan d. Sensor ketebalan e.3.

2. . Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari artikel ini adalah: 1.BAB IV PENUTUP 1. Tranduser adalah perangkat elektronik didalam instrumentasi dan kendali yang berfungsi mengubah energi nonlistrik menjadi besaran listrik.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful