Bahasa Indonesia

Oleh elylucuimud

1 MAKALAH PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keterampilan Menyimak dan Berbicara Dosen Pengampu : Cicih Wiarsih, S.Pd Disusun Oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Deni Pramitasari Nur Laeli Yulia Uswatun Khasanah Syaeful Anwar Nurina Wulan S. Ujiati Cahyaningsih Teguh Imam N. ( 0901100004 ) ( 0901100006 ) ( 0901100014 ) ( 0901100043 ) ( 0901100055 ) ( 0901100062 ) ( 0901100087 )

PROGRAM STUDI PGSD FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 2010 KATA PENGANTAR

Amien. Dengan terselesaikannya makalah yang berjudul ‚Pemerolehan dan Perkembangan Bahasa Anak‛ ini. Segala puji dan syukur hanya diperuntukkan kepada Sang Maha Pencipta dan Pemilik jiwa dan ruh seluruh makhluk dan telah menjadikan Muhammad. Ibu Cicih Wiarsih. Rasulullah saw sebagai teladan dan anutan bagi seluruh umat manusia di dunia dan akhirat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi termulia. dan umat yang senantiasa memegang teguh ajarannya sampai hari berbangkit. Wb.Pd selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam 2. Wb. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna. LATAR BELAKANG 2. untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penulisan laporan berikutnya. 31 Maret 2010 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu dan teman-teman terimakasih atas kerjasamanya. Semoga Allah SWT senantiasa membalas amal baik yang telah Bapak/Ibu/Saudara berikan. Purwokerto. Penulis doakan semoga kita semua berada dalam rahmat dan rhido-Nya.Assalamu’alaikum Wr.TUJUAN . tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak. Muhammad saw. sehingga tak sedikitpun ruang dan waktu. melainkan memberikan manfaat untuk ummat dalam keseharian kita. dan harapan penulis semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi semua pihak yang telah membaca laporan ini.S. segenap keluarganya. Wassalamu’alaikum Wr. sahabat-sahabat.

BAB II PEMBAHASAN 1. Karakteristik setiap anak tidak sama sehingga dengan mempelajari pemerolehan dan perkembangan bahasa anak guru dapat mengatasi perbedaan perkembangan bahasa pada siswanya. Tujuan Atas dasar latar belakang diatas tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar kita sebagai calon guru dapat memahami pemerolehan dan perkembangan bahasa anak sebagai dasar pembelajaran bahasa di sekolah dasar kelas rendah. PSIKOLUINGISTIK DAN TEORI PEMEROLEHAN BAHASA ANAK 2. Siswa sekolah dasar pada umumnya berlatar belakang dwibahasa bahkan multi bahasa. BAB II . guru dapat benar-benar memahami konteks sosial budaya lingkungan anak didiknya dan menghargai keragaman budaya tersebut. PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA DAN KEDUA 3. sehingga dengan mempelajari materi pemerolehan dan perkembangan bahasa anak. menerangkan pemerolehan bahasa pertama dan kedua. Agar kita sebagai calon pendidik berhasil mempelajari bahan mandiri yang kami susun. 1. maka bacalah materi yang terdapat dalam makalah ini dan simak dengan baik presentasi yang akan kami sampaikan. Latar Belakang Pemerolehan bahasa dan perkembangan bahasa anak mendasari kemampuan mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia kepada siswa di sekolah dasar terutama siswa di kelas rendah. PERKEMBANGAN BAHASA ANAK BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1. Secara khusus kita sebagai calon guru diharapkan dapat:     menjelaskan hubungan psikologilinguistik dengan pemerolehan dan perkembangan bahasa. memahami ragam pemerolehan bahasa dan strategi pemerolehan bahasa memahami perkembangan bahasa anak.

Ada dua cara dalam persepsi dan produksi persepsi bahasa ini. Proses-proses ketika anak sedang memperoleh bahasa ibunya terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran.Dalam produksi bahasa kegiatannya adalah berbicara (auditif) dan menulis (visual). kedua aspek kompetensi. Berdasarkan pengamatan dan kajian para ahli bahasa dapat disimpulkan bahwa manusia telah dilengkapi sesuatu yang khusus dan secara alamiah untuk dapat berbahasa dengan cepat dan mudah. baik perolehan bahasa pertama maupun bahasa kedua. Proses-proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau kemampuan mempersepsikan kalimat-kalimat yang didengar sedangkan proses pelahiran melibatkan kemampuan melahirkan atau mengucapkan kalimat-kalimat sendiri. Psikolinguistik terapan merupakan aplikasi dari teori-teori psikolinguistik dalam kehidupan sehari-hari pada orang dewasa maupun anak-anak. Psikolinguistik perkembangan adalah studi psikologi mengenai perolehan bahasa pada anak-anak dan orang dewasa.Oleh sebab itu masalah-masalah dalam pengajaran bahasa.Miller dan Chomsky (1957) menyebutkan LAD (language acquisition device) yang intinya bahwa setiap anak telah memiliki LAD yang dibawa sejak lahir. Menurut levelt ada 3 bidang kajian utama psikolinguistik. karena fokus atau tumpuan psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa. Persepsi bahasa secara auditif adalah mendengarkan dan persepsi bahasa secara visual adalah membaca. yaitu: Psikolinguistik umum merupakan studi tentang bagaimana pengamatan/persepsi orang dewasa terhadap bahasa dan bagaimana ia memproduksi bahasa. program membaca dan menulis permulaan dan bantuan /pengajaran bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa. kesukaran-kesukaran pengucapan. di samping pembelajaran bahasa dan pengajaran bahasa. 1975). contoh: membahas tentang pengaruh perubahan ejaan terhadap persepsi kita mengenai ciri visual dari kata-kata. .PEMBAHASAN PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK 1. Kedua kemampuan ini apabila telah betul-betul dikuasai seorang anak akan menjadi kemampuan linguistiknya. yakni: secara auditif dan visual. Pemerolehan bahasa adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa bahasa ibunya. Psikolinguistik dan Teori Pemerolehan Bahasa Anak Psikolinguistik adalah suatu studi mengenai penggunaan bahasa dan pemerolehan bahasa oleh manusia (Levelt. Psikolinguistik dan pengajaran bahasa memang tidak dapat dipisahkan. seperti masalah metode serta kesulitan membaca dan menulis permulaan di sekolah dasar telah banyak dicoba untuk dipecahkan dalam kajian-kajian psikolinguistik. Dalam hal ini dibahas persoalan-persoalan apa yang dialami seorang anak yang harus belajar dua bahasa secara bersamaan atau bagaimana seorang anak memperoleh bahasa pertamanya.

Krisanjaya. Untuk perkembangan berikutnya kemampuan anak akan bergerak ke tahap yang melebihi tahap awal tadi. sosial dan kemampuan kognitif pralinguistik. pembicara harus memperoleh ‘kategori-kategori kognitif’ yang mendasari berbagai makna ekspresif bahasa-bahasa alamiah. Kebebasan berbahasa dimulai sekitar satu tahun ketika anak-anak menggunakan kata-kata lepas atau terpisah dari simbol pada kebahasaan untuk mencapai aneka tujuan sosial mereka.Pada masa pemerolehan bahasa tersebut. Pemerolehan Bahasa Pertama dan Kedua 1. jika anak dapat menghasilkan ucapan-ucapan yang berdasar pada tata bahasa yang teratur rapi. sintaksis dan semantik. bahasa anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk ata struktur bahasanya. Pandangan kedua menyatakan bahwa pemerolehan bahasa memiliki suatu permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik. Pematangan otak memungkinkan ide berkembang dan selanjutnya memungkinkan pemerolehan bahasa anak berkembang. . Anak akan mengucapkan kata berikutnya untuk keperluan komunikasinya dengan orang tua atau kerabat dekatnya. memiliki suatu rangkaian kesatuan. Terdapat banyak bukti.Kedua. antara lain: Kemampuan berbahasa sangat erat hubungannya dengan bagian-bagian anatomi dan fisiologi manusia bagian otak tertentu yang mendasari bahasa. Tingkat perkembangan bahasa anak sama bagi semua anak normal. Ada dua pandangan mengenai pemerolehan bahasa (Mc Graw dalam Krisanjaya. 1998) mengatakan bahwa pemerolehan bahasa anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan. Pertama pemerolehan bahasa mempunyai permulaan mendadak atau tiba-tiba. morfologi.1.Persyaratan-persyaratan kognitif terhadap penguasaan bahasa lebih banyak dituntut pada pemerolehan bahasa kedua (PB2) daripada dalam pemerolehan bahasa pertama (PB1). ruang. maka ucapan kata tunggal yang biasanya sangat individual dan kadang aneh seperti: ‚mamam‛ atau ‚maem‛ untuk makan. yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana menuju gabungan kata yang lebih rumit (sintaksis). dan sebagainya. Pengertian Pemerolehan Bahasa Pertama Pemerolehan bahasa pertama (B1) sangat erat hubungannya dengan perkembangan kognitif yakni pertama. modalitas. seperti kata.Kalau kita beranggapan bahwa fungsi tangisan sebagai awal dari kompetensi komunikasi. hal ini menandai tahap pertama perkembangan bahas formal. 1998). manusia memiliki warisan biologis yang sudah ada sejak lahir berupa kesanggupannya untuk berkomunikasi dengan bahasa khusus untuk manusia. tidaklah secara otomatis mengimplikasikan bahwa anak telah menguasai bahasa yang bersangkutan dengan baik. Pemerolehan bahasa pertama terjadi bila anak pada awal kehidupannya tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. kausalitas. yaitu anak akan menghadapi tugas-tugas perkembangan yang berkaitan dengan fonologi. Bukti yang memperkuat pendapatnya itu. Gracia (dalam. Lenneberg seorang ahli teori belajar bahasa yang sangat terkenal (1969) mengatakan bahwa perkembangan bahasa bergantung pada pematangan otak secara biologis.

menjelaskan perihal hubungan bahasa dan pikiran. Lama-kelamaan pikirannya akan terbentuk dengan sempurna. moral. Produktivitas berarti keefektifan dan keefisienan dalam pemerolehan bahasa yang berpegang pada pedoman buatlah sebanyak mungkin dengan bekal yang telah Anda miliki atau Anda peroleh. dan nilai-nilai lain yang hidup di masyarakat.Kelainan hanya sedikit berpengaruh terhadap keterlambatan perkembangan bahasa anak. meskipun ia sudah dapat sempurna melafalkan bunyi. Ada berbagai ragam peniruan atau imitasi. Steinberg (1990) seorang ahli psikolinguistik . Apabila pikiran telah berbentuk dengan sempurna dan apabila masukan bahasa dialami secara serentak dengan benda. agama. Akan tetapi ada banyak pertanyaan yang harus dijawab berkenaan dengan hal ini. Menurutnya sistem pikiran yang terdapat pada anak-anak dibangun sedikit-demi sedikit apabila ada rangsangan lingkungan sekitarnya sebagai masukan atau input. Strategi pertama adalah meniru/imitasi. Pemerolehan bahasa pertama erat kaitannya dengan perkembangan sosial anak dan karenanya erat hubungannya dengan pembentukan identitas sosial. Dengan satu kata seorang anak dapat ‚bercerita atau mengatakan‛ sebanyak mungkin hal. yaitu imitasi spontan atau spontaneous imitation. Strategi kedua dalam pemerolehan bahasa adalah strategi produktivitas. dilihat dan apa yang disentuh anak yang menggambarkan benda. Mungkin ada orang berkata bahwa imitasi adalah mengatakan sesuatu yang sama seperti yang dikatakan orang lain. peristiwa. imitasi pemerolehan atau elicited imitation. peristiwa dan keadaan sekitar anak yang mereka alami. Tiruan akan digunakan anak terus. semantik dan sintaksis yang universal. Bahasa bersifat universal. tetapi kita semua meyakini bahwa bahasa merupakan media yang dapat dipergunakan anak untuk memperoleh nilai-nilai budaya. imitasi terlambat delayed imitation dan imitasi dengan perluasan atau imitation with expansion. Strategi pertama dalam pemerolehan bahasa dengan berpedoman pada: tirulah apa yang dikatakan orang lain. imitasi segera atau immediate imitation. Bahasa tidak dapat diajarkan kepada mahluk lain. . Kata papa misalnya dapat mengandung berbagai makna bergantung pada situasi dan intonasi. Produktivitas adalah ciri utama bahasa. modalitas. setiap bahasa dilandasi unsur fonologi. Strategi Pemerolehan Bahasa Pertama Anak-anak proses pemerolehan bahasa pada umumnya menggunakan 4 strategi. ruang. reduced imitation. dan keadaan maka barulah bahasa mulai dipelajari. sebab akibat yang merupakan bagian penting dalam perkembangan kognitif penguasaan bahasa ibu seorang anak. Input ini berupa apa yang didengar. Agar anak dapat disebut menguasai bahasa pertama ada beberapa unsur penting yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak. yaitu pemahaman tentang waktu. Walaupun masih terdapat perbedaan tentang teori pemerolehan bahasa anak. Ada pendapat yang mengatakan bahwa strategi tiruan atau strategi imitasi ini akan menimbulkan masalah besar.

Pada proses belajar bahasa kedua terdapat ciri-ciri: Belajar bahasa disengaja. ekonomi. Terdapat perbedaan dalam proses belajar bahasa pertama dan bahasa kedua. misalnya karena menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah Berlangsung setelah pelajar berada di sekolah Lingkungan sekolah sangat menentukan Pelajar tidak mempunyai banyak waktu untuk mempraktikan bahasa yang dipelajari. Proses belajar bahasa pertama memiliki ciriciri:       Belajar tidak disengaja Berlangsung sejak lahir Lingkungan keluarga sangat menentukan Motivasi ada karena kebutuhan Banyak waktu untuk mencoba bahasa Banyak kesempatan untuk berkomunikasi. prinsip khusus: seperti kata. berajar menjadi belajar). Strategi keempat adalah apa yang disebut prinsip operasi. Bahasa pertama mempengaruhi proses belajar bahasa kedua Ada orang yang mengorganisasikannya. bahasa asli atau bahasa utama. 1.Strategi ketiga adalah strategi umpan balik antara strategi produksi ujaran (ucapan) dengan responsi. yakni guru dan sekolah. Dalam strategi ini anak dikenalkan dengan pedoman. istilah bahasa pertama atau bahasa ibu. Pemerolehan Bahasa Kedua Pemerolehan bahasa kedua dimaknai saat seseorang memperoleh sebuah bahasa lain setelah terlebih dahulu ia menguasai sampai batas tertentu bahasa pertamanya (bahasa ibu. oleh karenanya bahasa kedua sangat diperlukan untuk kepentingan politik. . Tujuan pengajaran bahasa asing kadang-kadang berbeda dengan pengajaran bahasa kedua. Bahasa kedua biasanya merupakan bahasa resmi di negara tertentu. Ada juga yang menyamakan istilah bahasa kedua sebagai bahasa asing. berwujud dalam bahasa daerah tertentu sedangkan bahasa kedua berwujud dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. dan pendidikan. Khusus bagi kondisi di Indonesia. ‚Gunakan beberapa prinsip operasi umum untuk memikirkan serta menggunakan bahasa‛ (hindarkan kekecualian.

Strategi formal. Strategi internalisasi. motivasi siswa untuk menggunakan bahasa dalam kehidupan nyata meskipun tanpa pantau. tidak hanya di kelas. perlu ditanamkan kepada siswa bahwa proses belajar ini formal/terstruktruktur sebab pendidikan yang sedang ditanamkan adalah pendidikan formal bukan alamiah. Strategi monitor. anda sendiri harus dapat menciptakan situasi yang kondusif di kelas. berikan pertanyaan-pertanyaan atau PR yang memancing mereka bertanya kepada orang lain sehingga strategi ini terpakai. libatkan siswa anda secara aktif dalam belajar bahasa bahkan melalui pelajaran yang lain. Stern (1983) menjelaskan ada sepuluh strategi dalam proses belajar bahasa. siswa dapat saja memonitor sendiri dan mengkritik penggunaan bahasa yang dipakainya. tidak ada salahnya jika anda mencoba-coba sesuatu untuk peningkatan belajar siswa anda. 1983) menyebutkan ciri-ciri pelajar yang baik ketika melakukan proses belajar bahasa: Ia mau dan menjadi seorang penerka yang baik (dapat menerka bentuk yang gramatikal dan yang tidak gramatikal) Suka berkomunikasi Kadang-kadang tidak malu terhadap kesalahan dan siap memperbaikinya. Strategi empatik. Strategi komnikasi. Strategi praktis. Strategi eksperimental. yakni menambah kosakata siswa dengan berbagai cara. pancinglah keinginan siswa untuk mempraktikan apa yang telah didapatkan dalam belajar bahasa. misalnya permainan (contoh teka-teki).Strategi Belajar Bahasa Kedua Dalam kaitannya dengan proses belajar bahasa kedua perlu diperhatikan beberapa strategi yang dapat diterapkan. Strategi semantik. pendekatan aktif dalam tugas belajar. ini demi kemajan mereka. Selanjutnya Rubin (dalam Stern. yaitu: Strategi perencanaan dan belajar positif. ciptakan empatik pada waktu belajar bahasa. belajar setelah berbuat salah . Strategi aktif. permainan dapat meningkatkan keberhasilan belajar bahasa. perlu pengembangan/pembelajaran bahasa kedua yang telah dipelajari secara terusmenerus/berkesinambungan.

Mereka sudah dapat membedakan suara manusia dengan suara lainnya. Pembagian kelompok usia ini sifatnya umum dan tidak berlaku percis seperti anak. seperti (bu) dan (pa).0-0. mendekut. mereka bisa merespon secara berbeda terhadap kualitas emosional suara manusia. 1988). menjerit.5) Pada tahap meraban pertama. seperti bel.Suka mengikuti perkembangan bahasa Praktis. Komprehensi merupakan elemen bahasa yang dikuasai terlebih dahulu oleh anak sebelum anak bisa memproduksi apapun yang bermakna. dan tertawa. seorang bayi telah memiliki sistem pendengaran yang telah berfungsi. selama bulan-bulan awal kehidupan. bunyi gemerutuk. Pada tahap ini mereka mulai meraban (mengoceh) dengan suara melodis. dan peluit. 6 bulan: mereka mulai memperhatikan intonasi dan ritme dalam ucapan. mendenguk. 0-2 minggu: anak sudah dapat menghadapkan muka ke arah suara. Pada tahap ini perkembangan yang mencolok adalah perkembangan comprehension (komprehensi) artinya penggunaan bahasa secara pasif (Marat: 1983).Menurut Altmann (dalam Dardjowidjojo. Pada hakikatnya komprehensi adalah proses . 3-4 bulan: mereka sudah dapat membedakan suara laki-laki dan perempuan. tahap-tahap perkembangan bahasa anak adalah sebagai berikut: 1. Perkembangan Bahasa Anak Menurut Piaget dan Vygotsy (dalam Tarigan. bayi-bayi menangis. 1. ini baik untuk pelafalan Mengikuti perubahan makna sesuai kontes sosial. Berikut adalah rincian tahapan perkembangan anak usia 0-6 bulan berdasaran hasil penelitian beberapa ahli yang dikutip oleh Clark (1977). Tahap Meraban (Pralinguistik) Pertama(0. Mereka akan berhenti menangis jika mendengar orang berbicara. 2000) bahwa sejak bayi berumur 7 bulan dalam kandungan. tidak terlalu teoritis Mengikuti ujarannya dan membandingkan dengan ujaran yang baku. Tahap meraban pertama ini dialami oleh anak berusia 0-5 bulan. 1-2 bulan: mereka dapat membedakan suku kata.

interaktif yang melibatkan berbagai koalisi antara 5 faktor. Berkomunikasi dengan mereka mulai mengasyikan karena mereka mulai aktif memulai komunikasi. Secara fisik ia sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti memegang dan mengangkat benda atau menunjuk. Ciri-ciri lain yang menarik selain yang disebutkan tadi adalah: ocehan. bahkan pengasuh anak sangat diperlukan dalam proses pengembangan bahasa secara optimal. yakni: sintetik. maksudnya adalah agar anak tetap aktif meraban. orangtua harus mengumpan balik auditori untuk memelihara vokalisasi ana. dan sebagainya. Kemampuan anak untuk merespon apa yang dikenalkan secara berulang-ulang pun semakin baik.5-1. Menurut tarigan (1985) tahap ini disebut juga tahap kata omong kosong. lingkungan. bertepu tangan. Hal ini menunjukkan bahwa bayi sudah dapat memahami ujaran orang dewasa. karena ibu ingin menunjukkan sesuatu dan menawarkan sesuatu yang baru dan menarik (Clark. kadang-kadang dengan tekanan menurun yang ada hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan. misal: melambaikan tangan ketika ayahnya pergi. Dalam hal ini sekali lagi peran orang tua. konteks lingkungan. konteks sosial. .Orang dewasa biasanya mulai menggunakan gerakan-gerakan isyarat seperti menunjuk. Tahap Meraban Kedua (0. anak semakin mengerti beberapa makna kata. larangan.0) Tahap ini anak mulai aktif artinya tidak sepasif sewaktu ia berada pada tahap meraban pertama. 5-6 bulan Dari segi komprehensi kemampuan bahasa anak semakin baik dan luas. Pada saat si anak mulai aktif mengoceh orang tua juga harus rajin merespon suara dan gerak isyarat anak. 1997).Gerakan ini dilakukan untuk menarik perhatian anak. Walaupun bahasa itu tidak diturunkan manusia tetapi manusia memiliki kemampuan kognitif dan kapasitas linguistik tertentu dan juga kapasitas untuk belajar (Marat: 1983). tahap kata tanpa makna. perintah dan ajakan. informasi leksikal dan prosodi. Menurut Tarigan (1985). 1. seringkali dihasilkan dengan intonasi. Sebagai langkah awal latihan ialah mengucapkan kata-kata yang bermakna. eluarga. artinya anak sudah bisa mengenal bunyi kata untuk obyek yang sering diajarkan dan dikenalkan oleh orang tuanya secara berulang-ulang. misal: nama. kita lihat apa saja yang dapat mereka lakukan pada tahap ini. 7-8 bulan Pada tahap ini orang tua sudah bisa mengenalkan hal baru bagi anaknya. Disamping itu bayi sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat benda dan secara spontan memperlihatkannya kepada orang lain (Clark: 1997).

Karena kalau orang tua tidak memahami apa yang dimaksud anak. . yaitu: 1.Seperti halnya anak-anak. tetapi ada pula yang sampai umur anak 3 tahun.Para ahli psikolinguistik membagi tahap ini ke dalam lima tahapan. misal: nama-nama keluarga. Semakin pandai si ana.0-2. Menurut Marat (1983) anak pada periode ini dapat mengucapkan beberapa suku kata yang mungkin merupakan reaksi terhadap situasi tertentu atau orang tertentu sebagai awal suatu simbolisasi karena kematangan proses mental (kognitif). Faktor-faktor masukan inilah yang memungkinkan anak memperoleh semantik (makna kata) dan kemudian secara bertahap dapat mengucapkannya.Ia selalu menarik perhatian orang dewasa. makanan. 1. Tahap Linguistik Jika pada tahap pralinguistik pemerolehan bahasa anak belum menyerupai bahasa orang dewasa maka pada tahap ini anak mulai bisa mengucapkan bahasa yang menyerupai ujaran orang dewasa. Misalnya dengan cara menunjuk atau meraih benda-benda. Dengan kata lain kepandaian anak semakin meningkat. Tahap I. binatang. orang tua pun akan merasa puas dan gembira jika segala usaha untuk mengajari anaknya akan mendapat respon. Tahap ini adalah tahap di mana anak sudah mulai mengucapkan satu kata. Ada anak yang lebih cepat mengakhirinya. tahap Holofrastik (Tahap Linguistik pertama. Pada tahap ini peran orang tua masih sangat besar dalam pemerolehan bahasa pertama anak. Menurut Tarigan (1985). Artinya segala usaha orang tua ketika mengatakan sesuatu. pada akhirnya perkembangan meraban kedua telah tercapai. dan sebagainya. 8 bulan s/d 1 tahun Pada tahap ini anak sudah dapat berinisiatif memulai komunikasi. kendaraann. anak akan kecewa dan untuk masa berikutnya anak akan pasif dalam berkomunikasi dengan lingkungannya. 1. Tahap holofrase ini dialami oleh anak normal yang berusia sekitar 1-2 tahun.Anak akan mulai belajar mengucapan kata pada periode berikutnya yang disebut periode/tahap linguistik. Waktu berakhirnya tahap ini tidak sama pada setiap anak. menunjukkan atau memperlihatkan sesuatu pada anaknya.0) Pada usia 1-2 tahun masuan kebahasan berupa pengetahuan anak tentang kehidupan di sekitarnya semakin banyak. mainan. mendapat respon si anak karena anak paham dan perkembangan bahasanya sesuai dengan perkembangan usianya. Ucapan-ucapan satu kata pada periode ini disebut holofrase/holofrastik karena anak-anak menyatakan makna keseluruhan frase atau kalimat dalam satu kata yang diucapkannya itu.orang tua harus lebih aktif merespon ocehan dan gerakan isyarat anak. selain mengoceh ia pun pandai menggunakan bahasa isyarat.

bukan.pergi. Pada periode ini tampak sekali kreativitasznzk. mau. kata pertama yang digunakan bertujuan untuk memberi komentar terhadap objek atau kejadian di dalam lingkungannya. Perbendaharaan kata berkembang.Pada tahap ini gerakan fisik sangat menyentuh. minum. dan minta. penolakan. Selain keterampilan mengucapan dua kata. dan jumlah yang diinginkan mulai muncul. saya) dan kata kerja bantu (tidak.0) Kanak-kanak memasuki tahap ini dengan pertama sekali mengucapkan dua holofrase dalam rangakaian yang cepat (Tarigan. kata ganti (aku. Kata-kata yang digunakan untuk itu semua sama seperti perkembangan awal yaitu: sana. 1. Tahap Linguistik III: Pengembangan Tata Bahasa (3. Dengan kata lain. 1980). Keterampilan tersebut muncul pada anak dikarenakan makin bertambahnya pembendaharaan kata yang diperoleh dari lingkungannya dan juga karena perkembangan kognitif serta fungsi biologis pada anak. beberapa pengertian abstrak seperti: pengertian waktu. sini.5 tahun – 5 tahun. . Mereka mulai dapat membedakan kata kerja (contoh: makan. pertanyaan. Tahap ini pada umumnya dialami oleh anak berusia sekitar 2. masak. kata dan gerak itu itu sama pentingnya bagi anak pada tahap holofrasa ini. dsb). itu. ternyata pada periode ini si anak terampil melontarkan kombinasi antara informasi lama dan baru. mengangkat benda dikombinasikan dengan satu kata. pemberitahuan. Di samping itu menurut Clark (1977) anak berumur 1 tahun menggunakan bahasa isyarat dengan komunikatif. Sedangkan pada tahap ini pergaulan anak makin luas yang berarti menambah pengetahuandan menambah perbendaharaan kata. dan lain-lain. mandi). Seperti halnya gerak isyarat. Menurut Marat (1983) ada beberapa keterampilan mencolok yang dikuasai anak pada tahap ini: Pada akhir periode ini secara garis besar ana telah menguasai bahasa ibunya. Fase sebelumnyasampai tahap perkembangan 2 kata anak lebih banyak bergaul dengan orang tuanya. sudah.0-4. ruang. artinya kaidah-kaidah tata bahasa yang utama dari orang dewasa telah dikuasai. lihat. Anak mulai sudah dapat bercakap-cakap dengan teman sebaya dan mulai aktif memulai percakapan. Marat (1983) menyebutkan perkembangan ini dengan kalimat lebih dari dua kata dan periode diferensiasi. 1.Keterampilan anak pada akhir tahapa ini makin luar biasa. mau. Satu kata itu dapat berupa perintah. Tahap II.0-3. Komunikasi yang ingin ia sampaikan adalah bertanya dan meminta. menunjuk.0) Pada tahap ini perkembangan ana makin luar biasa. Fungsi gerak isyarat dan kata manfaatnya bagi ana itu sebanding. kalimat Dua Kata (2.

Menurut Clark (1977) pada tahap ini anak masih mengalami kesulitan bagaimana memetakan ide ke dalam bahasa. Perkembangan baca tulis anak akan memanjang serta memperluas pengungkapan maksud-maksud pribadi si anak. perbendaharaan katanya masih terbatas tetapi terus berkembang/bertambah dengan kecepatan yang mengagumkan. Tumbuhnya kreativitas anak dalam pembentukan kata-kata baru. 1. Gejala ini merupakan cara anak untuk mempelajari perkataan baru dengan cara bermain-main.Maksudnya adalah si anak mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikirannya ke dalam kata-kata yang bermakna. menyuruh. dan lain-lain.0-5. jadwal . misal melalui penulisan catatan harian. ada kalimat pernyataan/kalimat berita.dengan cara memberian kritik. Persepsi anak dan pengalamannya tentang tentang dunia luar mulai ingin dibaginya dengan orang lain. kalimat majemuk sederhana seperti di bawah ini: mau nonton sambil makan keripi mama beli sayur dan kerupuk ayo nyanyi dan nari Kemampuan menghasilkan kalimat-kalimatnya sudah beragam. Menurut Tarigan (1988) salah satu perluasan bahasa sebagai alat komunikasi yang harus mendapat perhatian khusus di sekolah dasar adalah pengembangan baca tulis (melek huruf). kosa kata dan imbuhan.Fungsi bahasa untuk berkomunikasi betul-betul mulai berfungsi. Tahap Linguistik IV: Tata Bahasa Menjelang Dewasa/Pradewasa (4. anak sudah dapat mengadakan konversasi (percakapan) dengan cara yang dapat dimengerti oleh orang dewasa. Hal ini terjadi karena memang daya fantasi anak pada tahap ini sedang berkembang pesat. 1.0) Pada tahap ini anak sudah mulai menerapkan struktur tata bahasa dan kalimat-kalimat yang agak lebih rumit. kalimat perintah dan kalimat tanya. Walau demikian. Misal. Hal ini karena anak memiliki keterbatasan-keterbatasan seperti: penguasaan struktur tata bahasa. memberi tahu. Kemunculan kalimat-kalimat rumit di atas menandakan adnya peningkatan kemampuan kebebasan anak. bertanya.0-) Sejak usia 5 tahun pada umumnya anak-anak yang perkembangannya normal telah menguasai elemen-elemen sintaksis bahasa ibunya dan telah memiliki kompetensi (pemahaman dan produktivitas bahasa) secara memadai. Tahap Linguistik V : Kompetensi Penuh (5. menulis surat.

2005. Kedua aspek kompetensi (kemampuan linguistik). Hal ini bergantung pada tingkat pendidikan. Pemerolehan bahasa adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa ibunya . Proses pemerolehan terjadi ketika anak sedang memperoleh bahasa terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran. peranan dalam masyarakat dan jenis pekerjaan. Focus kajian psikolingustik yaitu pemerolehan. Terdapat tiga bidang kajian utama psikologi linguistik yaitu psikolinguistik umum. pengajaran dan pembelajaran bahasa.Pemerolehan bahasa anak dimulai dari lingkungannya terutama lingkungan keluarga. yakni pada usia remaja. Psikolinguistik merupakan urat nadi pengajaran bahasa. psikolingustik perkembangan dan psikolinguistik terapan. Ketiga aspek tersebut berkaitan satu sama lain.Psikolingusitik dan pengajaran bahasa tidak dapat dipisahkan. 2006. ini disebut pemerolehan bahasa pertama yang terjadi dalam kehidupan awal anak. Remaja menggunakan gaya bahasa yang khas dalam berbahasa. BAB III KESIMPULAN Psikologi linguistik adalah ilmu yang mempelajari mengenai penggunaan bahasa dan cara pemerolehan bahasa pada manusia. Bandung: UPI Pres Santosa P dkk. Sedangkan pemerolehan bahasa kedua dimaknai saat seseorang memperoleh bahasa lain setelah terlebih dahulu ia menguasai sampai batas tertentu bahasa ibu (bahasa pertama).harian dsb. terjadi perkembangan bahasa yang penting. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta: . Ketiga bagian ini diperoleh anaki secara serettak atau bersamaan. Dengan demikian perkembangan baca tulis di sekolah dasar memberikan cara-cara yang mantap menggunakan bahasa dalam komunikasi dengan orang lain dan juga dengan dirinya sendiri. DAFTAR PUSTAKA Hartati Tatat dkk. Kemampuan bahasa anak terdiri dari tiga bagian yaitu: kemampuan fonologi. karena focus atau tumpuan psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa. Periode ini menurut Gielson (1985) merupakan unsur yang sensitif untuk belajar bahasa. semanti dan kalimat. umpan balik dan prinsip oprasi. produktivitas. Anak-anak dalam proses pemerolehan bahasa pada umumnya menggunakan 4 strategi. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Akhirnya pada usia dewasa terjadi perbedaanperebedaan yang sangat besar antara individu yang satu dengan yang lain dalam hal perkembangan bahasanya. Pemerolehan bahasa adalah proses yang berlaku di dalam otak seseorang anak ketika memperoleh bahasanya. sebagai bagian dari terbentuknya identitas diri. disamping pembelajaran bahasa dan pengajaran bahasa. yaitu imitasi. Pada masa perkembangan selanjutnya.

2006 Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. . Bandung: UPI Pres.Pusat Penerbitan UT. Resmini N dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful