P. 1
On the Job Training

On the Job Training

|Views: 245|Likes:
Published by Laila Aritake

More info:

Published by: Laila Aritake on Jun 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2015

pdf

text

original

Mengenal Jenis-jenis Metode Pelatihan (Training Methode) bagi Seorang Karyawan

— DESEMBER

27, 2009

18
Setelah rangkumnya berbagai persyaratan yang harus ditempuh seorang tenaga kerja, yang kemudian mengantarkannya menjadi seorang karyawan baru bagi perusahaannya, tahapan berikut yang cukup esensial ialah proses pelatihan terhadap tenaga kerja baru tersebut. Proses pelatihan akan menjadi titik awal bagi para karyawan dalam mendapatkan gambaran akan tindakan atau pekerjaan yang akan harus ia tempuh dikemudian hari.

Tidak hanya dilakukan pada saat-saat masa orientasi karyawan baru, proses pelatihan yang ditujukan bagi karyawan juga mencakup para karyawan senior yang mengharuskan ia untuk turut serta dalam proses pelatihan guna mengenal sekaligus memahami pekerjaan-pekerjaan baru yang akan pasti ia hadapi nantinya. Berbicara proses pelatiahan secara mendetail dan panjang lebar, tentu akan menyerap waktu yang cukup panjang, untuk itu penulis akan memberikan sedikit point penting mengenai hal-hal yang patut kita ketahui dalam proses pelatihan, yaitu tentang jenis-jenis metode yang umum digunakan dalam proses pelatiahan (Training Methode ), adapun jenis metodenya ialah sebagai berikut :

1) Metode On The Job Training Hampir 90% dari pengetahuan pekerjaan diperoleh melalui metode on the job training. Prosedur metode ini informal, observasi sederhana dan mudah serta praktis. Pegawai mempelajari pekerjaannya dengan mengamati pekerja lain yang sedang bekerja, dan kemudian mengobservasi perilakunya. Aspek-aspek lain dari on the job training adalah lebih formal dalam format. Pegawai senior memberikan contoh cara mengerjakan pekerjaan dan pegawai baru memperhatikannya. Metode ini dapat pula menggunakan peta-peta, gambar-gambar, sample-sampel masalah dan mendemonstrasikan pekerjaan agar pegawai baru dapat memahaminya dengan jelas. Metode ini sangat tepat untuk mengajarkan skill yang dapat dipelajari dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Manfaat dari metode ini adalah peserta belajardengan perlengkapan yang nyata dan dalam limgkungan pekerjaan atau job yang jelas. 2) Metode Vestibule atau balai Vestibule adalah suatu ruangan isolasi atau terpisah yang disunakan untuk tempat pelatihan bagi pegawai baru yang akan menduduki suatu pekerjaan. Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat cocok untuk banyak peserta (pegawai baru) yang dilatih dengan jenis pekerjaan yang sama dan dalam waktu yang sama. Pelaksanaan metode ini biasanya dilakukan dalam waktu beberapa hari sampai beberapa bulan dengan pengawasan instruktur, misalnya pe;atihan pekerjaan, pengetikan klerek, operator mesin.

3) Metode Demonstrasi dan Contoh Suatu demonstrasi menunjukkan dan merencanakan bagaimana suatu pekerjaan atau bagaimana sesuatu itu dikerjakan. Metode ini melibatkan penguraian dan memeragakan sesuatu melalui contoh-contoh. Metode ini sangat mudah bagi manajer dalam mengajarkan pegawai baru mengenai aktivitas nyata melaui suatu tahap perencanaan dari “Bagaimana dan apa sebab” pegawai mengerjakan pekerjaan yang ia kerjakan. Metode ini sangat efektif, kaena lebih mudah menunjukkan kepada peserta cara mengerjakan suatu tugas, karena dikombinasikan dengan alat Bantu belajar seperti : gambar-gambar, teks materi, ceramah, diskusi.

a. 1. On The Job Training. Simulasi ini merupakan pelengkap sebagai tehnik duplikat yang mendekati kondisi nyata pada pekerjaan. Pegawai peserta mendapatkan bimbingan umum dan dapat langsung mengerjakan pekerjaannya. 1. Metode Pelatihan Metode Pelatihan Kerja : Menurut Cherrington (1995:358). Profesionalisme seorang karyawan akan keseriusan menjalankan proses pelatihan sangat dibutuhkan demi tercapainya targettarget organisasi atau perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya. D. begitu juga sebaliknya. 5) Metode Apprenticeship Metode ini adalah suatu cara mengembangkan ketrampilan (skill) pengrajin atau pertukangan. konferensi. Metode simulasi yang popular adalah permainan bisnis (bussiness games). Metode ini tidak mempunyai standar format. dibagi menjadi 6 macam yaitu: . Dan sejatinya dengan cukup tersedianya berbagi pilihan seorang manajer ataupun perusahaan dalam menggunakan metode pelatihan (Training Methode )yang akan dipilihnya. Harus kita akui bahwa kualitas yang lekatkan terhadap seorang tenaga kerja dalam proses pelatihan akan sangat mencerminkan tingkat efektifitas maupun efisiensi dari kinerja suatu perusahaan kedepannya. Metode ruang kelas adalah kuliah. Sedangkan metode off the job training lebih cenderung berfokus pada perkembangan dan pendidikan jangka panjang. Fakultas Ekonomi .4) Metode Simulasi Metode ini merupakan suatu situasi atau peristiwa menciptakan bentuk realitas atau imitasi dari realitas. tetapi sangat bermanfaat dan diperlukan dalam pelatihan. Sumber : “Seri Diktat Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia. setidaknya akan memberikan opsi menguntungkan daripada manajer maupun perusahaan yang bersangkutan dalam mengaplikasikan metode terbaik yang memang layak mereka gunakan. Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat mahal. Tingkat efektifitas dan efisiensi kinerja perusahaan dapat prediksikan akan menjadi buruk jika tingkat kualitas pemahaman akan program pelatihannya pun juga buruk. 6) Metode Ruang Kelas Metode ini merupakan metode training yang dilakukan di dalam kelas walaupun dapat dilakukan di area pekerjaan. On the job training lebih banyak digunakan dibandingkan dengan off the job training. dikatakan bahwa metode dalam pelatihan dibagi menjadi 2 yaitu on the job training dan off the job training. studi kasus. Hal ini disebabkan karena metode on the job training lebih berfokus pada peningkatan produktivitas secara cepat. bermain peran dan pengajaran berprogram (programmed instruction). Universitas Sumatera Utara Medan”.

Job rotation dan transfer adalah proses belajar yang biasanya untuk mengisi kekosongan dalam manajemen dan teknikal. dan penjelasan secara berlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat. Pelatihan ini merupakan aktifitas yang menharapkan timbal balik dalam penampilan kerja. Dan juga menempatkan perserta dalam anggota eksekutif agar memperoleh kesempatan dalam bennteraksi dengan eksekutif yang lain. Dalam pelatihan ini terdapat 2 kerugian   yaitu: peserta pelatihan hanya merasa dipekerjakan sementara dan tidak mempunyai komitmen untuk terlibat dalam pekerjaan dengan sungguh-sungguh. 2. Job instruclion training. dan menunjukan langkah-langkah pelaksanan pekerjaan. dibagi menjadi 13 macam: A. Off the job training. 2. D. Pelatihan dimana dilakukan ditempat tersendiri yang dikondisikan seperti tempat aslinya. Vestibule training. 1. 1. Internship dan assistantships. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan. C. Junior boards dan committee assignment. B. b. yang bekerja bersama dan dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu. .A. B. merupakan alternatif pelatihan dengan memindahkan perserta pelatihan kedalam komite untuk bertanggungjawab dalam pengambilan keputusan administrasi. Pelatihan ini digunakan untuk mengajarkan keahlian kerja yang khusus. Contoh internship training adalah cooperalive education project. Apprenticeship. Tetapi pelatihan ini juga mempunyai keuntungan yaitu: jika pelatihan ini diberikan oleh manajer yang ahli maka peserta akan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai peiaksanaan dan praktek dalam pekerjaan. Pelatihan ini hampir sama dengan pelatihan apprenliceship hanya saja pelatihan ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang lebih tinggi. Lecture merupakan pelatihan dimana menyampaikan berbagai macam informasi kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan. Pelatihan ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru. Couching dan counseling. dukungan dari pelatih. maksudnya adalah pelatihan bagi pelajar yang menerima pendidikan formal di sekolah yang bekerja di suatu perusahan dan diperlakukan sama seperti karyawan dalam perusahaan tetapi tetap dibawah pengawasan praktisi yang ahli. 1. Keefektifan pelatihan ini tergantung pada kemampuan praktisi yang ahli dalam mengawasi proses pelatihan. Pelatihan ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. banyak waktu yang terbuang untuk memberi orientasi pada perserta terhadap kondisi pekerjaan yang baru.

H. K. 11. 12. I. 13. Alasan Pentinya Pelatihan Menurut Hariandja (2002 : 168). 5. Perubahan – perubahan lingkungan kerja dan tenaga kerja. dituntut untuk menemukan prinsip-prinsip dasar dengan menganalisa masalah yang ada. video. Independent self-study. ada beberapa alasan penting untukmengadakan pelatihan. Pelatihan yang mengharapkan peserta untuk melatih diri sendiri misalnya dengan membaca buku. film. Role playing. atau Conferences dan discussion. 4. pelatihan ini digunakan untuk belajar secara teknikal dan motor skill. 7. Laboratory training. majalah profesional. Pelatihan dimana peserta dikondisikan pada suatu permasalahan tertentu. J. Pelatihan yang melibatkan peserta untuk bekerja sama dalam memecahkan suatu permasalahan. dimana peserta diminta untuk merespon secara langsung selama proses belajar. biasanya menggunakan computer. dimana peserta persentasi dengan menggunakan slide. Programmed group exercise. 9. Perubahan dalam tenaga kerja seperti semakin . E. Pelatihan ini biasa digunakan untuk pelatihan Teleconferencing. dimana pelatih dan Case studies. 2. pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar satu dengan yang Iainnya. Karyawan yang baru direkrut sering kali belum memahami secara benar bagaimana melakukan pekerjaan. 8. 10. yaitu: 1. M. Pelatihan dengan mengunakan televisi. Computer-based training merupakan program pelatihan yang diharapkan mempunyai hubungan interaktif antara komputer dan peserta. Pelatihan yang menciptakan kondisi belajar yang sangat sesuai atau mirip dengan kondisi pekerjaan. 6. Pelatihan dengan menggunakan satelit. Simulation.C. Pelatihan yang digunakan dalam kelas bisnis. 1. L. G. peserta harus dapat menyelesaikan permasalahan dimana peserta seolah-olah terlibat langsung. 3. Programmed instruction merupakan aplikasi prinsip dalam kondisi operasional. E. F. perseta dimungkinkan untuk berada di tempat yang berbeda. D. Visual presentations. Pelatihan ini terdiri dari kelompok-kelompok diskusi yang tak beraturan dimana peserta diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka terhadap satu dengan yang lain. Perubahan – perubahan disini meliputi perubahan – perubahan dalam teknologi proses seperti munculnya teknologi baru atau munculnya metode kerja baru. mengambil kursus pada universitas lokal dan mengikuti pertemuan profesional. Tujuan pelatihan ini adalah menciptakan kewaspadaan dan meningkatkan sensitivitas terhadap perilaku dan perasaan orang lain maupun dalam kelompok.

misalnya standar pelaksanaan pekerjaan yang dikeluarkan oleh asosiasi industri dan pemerintah. 4. Meningkatkan daya saing perusahaan dan memperbaiki produktivitas. 3. sikap yang berbeda yang memerlukan pelatihan untuk menyamakan sikap dan perilaku mereka terhadap pekerjaan. Saat ini daya saing perusahaan tidak bisa lagi hanya dengan mengandalkan aset berupa modal yang dimiliki. . untuk menjamin kualitas produksi atau keselamatan dan kesehatan kerja.beragamnya tenaga kerja yang memiliki latar belakang keahlian. Menyesuaikan dengan peraturan – peraturan yang ada. nilai. tetapi juga harus sumber daya manusia yang menjadi elemen paling penting untuk meningkatkan daya saing sebab sumber daya manusia merupakan aspek penentu utama daya saing yang langgeng.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->