BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar belakang Suatu cita-cita besar yang saat ini menjadi tantangan terbesar kita adalah

mewujudkan sebuah ekologi yang seimbang, selaras, dan seimbang. Sebuah citacita besar yang harus kita wujudkan sebagai penduduk bumi dan juga sebagai mahasiswa ekologi manusia.Sebagai mahasiswa kita dapat ikut berperan aktif untuk mewujudkan sebuah lingkungan yang sehat dan tidak merugikan, salah satunya adalah dengan menyadarkan diri sendiri akan pentingnya menjaga bumi ini dari kepunahan dan setelha itu kita dapat mengajak orang lain dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang arti menjaga lingkungan demi kehidupan kelak. Bukan hanya itu, sebagai mahasiswa ekologi manusia pendekatan yang harus di lakukan adalah memberikan contoh perilaku yang tidak bertentangan dan merugikan ekosistem. Sebagai contoh kecil dari perilaku ini adalah membuang sampah pada tempatnya, mengurangi berkendara dengan kendaraan bermotor sebagai upaya mengurangi polusi udara, dan menggunakan air secara bijaksana sebagai upaya untuk mencegah krisis air bersih. Pada dasarnya peran mahasiswa adalah bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian pada masyarakat ini sebenanya bukan hanya terbatas pada manusia dengan manusia tetapi juga lingkungan sekitar secara luas, merupakan bagian dari pengabdian kita sebagai mahasiswa. Peran mahasiswa dapat menjadi nilai plus apabila dia mampu menciptakan sebuah inovasi terbaru sesuai dengan keilmuannya untuk memberikan kontribusi nyata dalam krisis ekologi ini. Permasalahan ekologi yang paling besar dan mendapatkan perhatian dunia adalah masalah global warming. Krisis ekologi ini ternyata mengancam kehidupan kita di muka bumi ini. Perlahan-lahan tapi pasti air laut terus meningkat, hutan-hutan terus berkurang, dan suhu bumi yang tidak

1

Inilah yang menjadi tantangan terbesar kita sebagai mahasiswa ekologi manusia. Pembaca. makalah ini diharapkan memberikan kegunaan sebagai wadah pembelajaran dan pengetahuan tentang masalah yang dibahas. hasil pembuatan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk para pembaca dan dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran. biologi dan sosial akan menjadi sebuah kesatuan yang saling menguntungkan. maka antara lingkungan fisik. Dengan ekologi seperti itu. Real action untuk mengatasi hal ini mutlak diperlukan. sebagai manusia terdidik tidak akan pernah merubah apapun apabila hanya berdiam diri dan terus melihat kerusakan bumi ini. dan serasi. E. B. C. Kegunaan Makalah Makalah ini disusun dengan harapan dapat memberikan kegunaan bagi : 1. berbagai macam disiplin ilmu pun memikirkan solusinya. apalagi kita sebagai mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia. Mahasiswa Indonesia. Prosedur Makalah 2 . Tujuan Makalah Tujuan penulisan makalah ini adalah : D. selaras. 2.menentu. karena permasalahan ini berdampak kepada semua sektor. Penulis. harus mampu menciptakan sebuah ekologi yang seimbang. Peran serta mahasiswa. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas penulis merumuskan beberapa masalah diantaranya : 1.

3 .

yaitu : 1. hubungan antar keduanya kita sebut sebagai suatu simbiosis. 3. Suatu kehidupan lingkungan sangat tergantung pada ekosistemnya. 2. dan bertanggungjawab. Lingkungan fisik : segala sesuatu yang berada disekitar kita dan merupakan benda mati. Lingkungan sosial bermasyarakat. Dalam kasus ini kita akan membahas hubungan antara lingkungan biologis dengan lingkungan sosial. Hubungan akan terjalin dengan baik ( simbiosis mutualisme ) apabila manusia dan lingkungan disekitar tercipta secara harmonis. Kita tidak akan pernah lepas dari hubungan dengan keduanya.kita bisa membagai ruang lingkup ekologi ini menjadi 3 bagian. therefore int terms that have alresdy been used as the study of from and the development of the community in human population”. hal ini dikarenakan antara manusia dengan lingkungan terjadi timbal balik yang saling membutuhkan dan berinteraksi. Keberadaan lingkungan tersebut pada hakikatnya mesti dijaga dari kerusakan yang parah. manusia hidup di dunia ini berdampingan dengan berbagai macam makhluk hidup (lingkungan biologis) yaitu tumbuhan dan hewan. Dalam hal ini. Dengan keharmonisan tidak akan pernah terjadi sesutau yang merugikan salah satu pihak. hubungan interkasi antara lingkungan biologis dan lingkungan sosial menjadi tereduksi dan : hubungan antar manusia yang hidup secara 4 . Kenyataannya awal-awal dekade pasca revolusi industri. Oleh karena itu. Dalam ekologi. Seperti yang kita ketahui. “human ekology may be defined. masyarakat secara terus-menerus harus didorong untuk mencintai. Lingkungan biologis : segala sesuatu disekitar kita sebagai benda hidup.BAB II PEMBAHASAN A. memelihara. Kajian Teoritis Ekologi manusia menurut Amos H Hawley ( 1950:67 ) mengatakan.

Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan manusia. Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksplorasi sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. tetapi permasalahan ekologi ini harus kita atasi bersama. Kerusakan lingkungan ini telah mengganggu proses alam. bagaimana cara kita menyikapi permasalahan ekologi ini agar tidak semakin parah. Masalah lingkungan yang saling terkait 5 . satu negara. kelompok. sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu. kenapa ? karena krisis ekologi adalah permasalahan global yang tidak dapat diatasi oleh perorangan. Oleh karena itu diperlukanlah tindakan nyata ( real action ) untuk mencegah permasalahan ekologi ini dapat terulangi. sebuah faktor mempunyai pengaruh yang berbeda dan interaksi antar berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan bersifat kumulatif (Soedradjad. B. tetapi selalu saling terkait erat. Keterkaitan antara masalah satu dengan yang lain disebabkan karena sebuah faktor merupakan sebab berbagai masalah. Pembahasan Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. 1999). tetapi aplikasi dalam kehidupan sehari-hari juga sangat diperlukan untuk mengetahui sejauh mana teori itu efektif untuk mengatasi suatu permasalahan. Bidang keilmuan tidak hanya cukup dengan berbagai teori saja di dalam ruang kuliah. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Masalah lingkungan tidak berdiri sendiri.Permaslahan ekologi hendaklah disikapi secara serius. Sebagai mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia. tentu hal ini menjadi kajian yang menarik dan menjadi sebuah pembelajaran.timbullah permasalahan ekologi yang mengkhawatirkan dan lambat laun mungkin saja akan memusnahkan kehidupan di muka bumi ini.

gangguan asap. polusi. terjadi secara alamiah seperti musim kemarau yang panjang. banjir.. sebanyak 7. mikroba). habitat rusak. terganggunya keseimbangan biologis (flora.057. meningkatnya gas-gas rumah kaca. Dampak negatif kebakaran hutan dan lahan antara lain adalah penurunan keanekaragaman hayati (ekosistem. Kerusakan hutan di kabupaten/kota lain di Propinsi Bengkulu lebih parah lagi. Pada tahun 2006 sebagai akibat kemarau yang panjang kebakaran hutan semakin luas yang mengakibatkan tebalnya asap di udara yang dapat menimbulkan berbagai masalah.970. gangguan metabolisme tanaman dan perubahan iklim. erosi. pertanian rakyat.895. perubahan lingkungan global dan perang.erat antara lain adalah populasi manusia yang berlebih. Pada tahun 1997 luas kebakaran hutan seluas 2.41 ha hutan lindung dan 2. pemukiman.777. Penyebab kebakaran hutan dan lahan antara lain adalah adanya peningkatan kegiatan pertanian seperti perkebunan. karet. penurunan jumlah sumberdaya. Kebakaran hutan ini dari tahun ke tahun bertambah luas. Hal ini dapat dibuktikan dengan gundulnya hutan di wilayah TNKS. longsor. transmigrasi dll. perladangan. spesies dan genetik).Perambahan hutan pada umumnya bertujuan untuk keperluan perkebunan seperti kelapa sawit.091 ha dengan 31 titik api. Kerusakan hutan juga disebabkan oleh kebakaran hutan.72 ha berupa hutan konservasi. terbatas jarak pandang. Kondisi kawasan hutan yang telah rusak tersebut disebabkan antara lain oleh adanya ilegal logging dan perambahan hutan. 6 . kopi dll.37 ha cagar alam telah mengalami kerusakan. CO dan hidrokarbon. 1. kecerobohan masyarakat dll. Bahkan TNKS juga tidak luput dari kegiatan ilegal logging. fauna.72 ha yang terdiri dari 20. Sebagai contoh di Kabupaten Lebong yang mempunyai hutan seluas 134.40 ha hutan lindung dan 114.834. Kerusakan Hutan Masalah utama lingkungan adalah masalah kerusakan hutan.

Penurunan Keanekaragaman Hayati Sebagai akibat kerusakan hutan. 5) belum optimalnya penegakan hukum dalam percepatan penyelesaian pelanggaran/kejahatan di bidang kehutanan (al. 4) Dalam jangka menengah dapat dilakukan sosialisasi dan pendidikan lingkungan pada orang dewasa terutama yang tinggal di sekitar hutan lindung dan konservasi. SLTA maupun di perguruan tinggi.Sebab lain kerusakan hutan antara lain: 1) persepsi masyarakat bahwa hutan masih terbatas untuk kepentingan ekonomi. Perambahan hutan. pertanian monokultur dll. 2. pembukaan lahan. yang rela mati demi mencegah penebangan pohon-pohon di desa mereka atas perintah raja. Kegiatan 7 . maka terjadi penurunan keanekaragaman hayati di Propinsi Bengkulu. India. Penghijauan telah dilakukan namun belum efektif memulihkan kondisi hutan.. adalah orang-orang Bishnois di Rajasthan.). praktek pengolahan lahan yang kurang memperhatikan ekologi. Inilah salah satu contoh pertama yang menunjukkan kecintaannya pada lingkungan. 3) laju perusakan hutan tidak sebanding dengan upaya perlindungan. Hal ini sangat penting untuk mencegah praktek-praktek ilegal logging dan perambahan hutan yang semakin luas. ilegal logging dll. Upaya untuk memulihkan hutan yang rusak adalah sebagai berikut: 1) Dalam jangka pendek adalah penegakan hukum. 2) adanya konflik kepentingan. Hal ini seringkali dilanggar oleh pelaksana pembangunan. 2) Hendaknya kegiatan pembangunan memperhatikan aspek lingkungan. 5) Dalam jangka panjang pendidikan lingkungan menjadi salah satu pelajaran muatan lokal baik di SD. SMP. 3) Upaya penanaman kembali hutan yang telah rusak. 4) masih luasnya lahan kritis di luar hutan karena pengelolaan lahan secara tradisional dan praktek perladangan berpindah.

baning coklat. walet hitam. beiyogo. 3) program penangkaran satwa langka. harimau Sumatera. fauna dan mikrobia musnah. tapi belum berhasil. kantong semar yang dahulu sangat banyak dijumpai di Bengkulu sekarang menjadi sedikit jumlah dan jenisnya. Flora langka yang ada di Bengkulu adalah Raflesia arnoldi.203. bunga bangkai dan anggrek pensil. 8 . Luas hutan konservasi di Bengkulu adalah 426. Satwa-satwa tersebut antara lain badak Sumatera. kuao. SMU serta perguruan tinggi. Contohnya. Ada delapan jenis kura-kura yang ada di Bengkulu yaitu kura nanas. 2) konservasi ex-situ: UNIB telah mencoba membiakan Raflesia alnordi dengan menggunakan kultur jaringan. Baning coklat berstatus dilindungi dan sudah terancam punah. napu. labi-labi hutan. rusa sambar.23 ha. Kegiatan pembukaan lahan yang kurang ramah lingkungan seperti lahan disemprot dapat menyebabkan telurtelur dan flora lainnya menjadi tidak berkembang. 6) Peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Upaya untuk mencegah punahnya flora dan fauna langka tersebut antara lain adalah: 1) konservasi in-situ: upaya pelestarian flora dan fauna langka beserta ekosistemnya di kawasan konservasi. kura garis hitam. 8) Memperluas habitat satwa liar. Satwa liar menjadi menurun dan kemudian masuk kriteria dilindungi. siamang. SMP. gajah Sumatera. tapir. beruang madu. penyu belimbing serta kura-kura.monokultur dapat menyebabkan sebagian flora. 5) Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang keanekaragaman hayati dan manfaatnya bagi masyarakat. kura pipi putih dan bulus. 4) Penyuluhan tentang penangkaran satwa secara intensif. 7) Memasukkan keanekaragaman hayati ke dalam kurikulum SD. kura patah dada. rangkong.

adanya sisa-sisa pestisida di DAS. Akibat aktivitas ini terjadi peningkatan senyawa organik pada air. Perkebunan terutama karet dan kelapa sawit. Kerusakan hutan juga disinyalir sebagai salah satu sebab turunnya volume air di danau Dendam. Pengaruh industri batubara antara lain meningkatkan zat padat tersuspensi. Masalah ini dapat dikurangi dengan cara pengolahan limbah yang standard dan minimisasi kebakaran. Aktivitas industri yang paling besar adalah penambangan batubara dan indutri pertanian (perkebunan). Kerusakan hutan juga dapat menurunkan mutu air sebagai akibat peningkatan zat padat terlarut dan zat padat tersuspensi serta kekeruhan. Nilai zat padat tersuspensi dan nilai kekeruhan yang tinggi ini disebabkan oleh aktivitas lain di hulu sungai. DAS yang terkena aktivitas ini adalah DAS Dikit Seblat. Air yang digunakan oleh PDAM juga terindikasi tercemar batubara. Kualitas Air Pengolahan air di PDAM saat ini memerlukan cukup banyak tawas yang berfungsi sebagai pengikat partikel lumpur. peningkatan zat pada tersuspensi dan terlarut. Penambangan batubara mempengaruhi mutu air di DAS Bengkulu-Lemau. pembangunan industri kurang memperhatikan aspek lingkungan. 4. DAS Seluma Atas dan DAS Dikit Seblat. Air sumur di daerah peternakan ayam mengandung banyak Ecoli yang sangat tinggi. peningkatan kadar minyak dan lemak. sulfat dan ion hidrogen dalam air yang dapat menurunkan pH.3. peningkatan kadar amonia. Selama ini. zat padat terlarut. DAS Bengkulu-Lemau. badan sungai 9 . zat besi. mempengaruhi pH dll. sehingga dapat menurunkan kualitas air. kekeruhan. Pengaruh Industri Meskipun industri masih belum banyak tetapi perencanaan pembangunan industri selanjutnya harus memperhatikan aspek lingkungan. Praktek pemotongan liar juga masih marak dilakukan oleh masyarakat.

sampah restoran. plastik. sampah berbahaya Contoh: baterai. dll yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alamai.8 kg/hari atau 288 kg per tahun. Persampahan Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. botol racun nyamuk. 5. sisa sayuran.Pisang (Ipuh). Sampah organik/basah Contoh: sampah dapur. terminal. 6) Kesadaran masyarakat rendah. 10 . 3. Di setiap {rumah tangga menghasilkan limbah kira-kira sebanyak 0. sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu: 1. besi. Secara umum persampahan belum menjadi masalah yang sangat serius. 2. 4) Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA kurang intensif. Masalah sampah antara lain: 1) tempat sampah kurang tersedia cukup di lokasi-lokasi padat aktivitas. kaleng. sungai Simpang Tiga (Tais). 2) Seringnya pencurian tempat-tempat sampah. sungai Betung (Muko-muko). Secara garis besar. 5) Belum ada pengolahan sampah yang representatif. Namun sampah cukup menjadi masalah di lokasi-lokasi tertentu seperti pasar. sampah anorganik/kering Contoh: logam. apalagi untuk mengolahnya. sungai Bengkulu. 3) TPS kurang tersedia cukup. jarum suntik bekas dll. dan sungai Sinaba (Ketahun). rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami. pertokoan dan tempat-tempat lain yang padat penduduknya. botol. karet. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat-tempat tertentu masih rendah.

tingkat pendapatan. kimi dan mikrobia air.TPA masih jauh dari lokasi permukiman. sehingga masalah yang ditimbulkan sampah dapat diminimisasi. Mg2+. Tumpukan sampah di TPA merupakan media perkembangan mikrobia patogen dan non-patogen. K+. jika sampah telah dipisahkan dan diolah langsung di sumber-sumber sampah. 2) Program pengelolaan sampah permukiman. Lindi yang terkena siraman air hujan. TPA sebaiknya diarahkan sepenuhnya ke sanitary landfill. SMA. Tipe TPA pada umumnya open damping setengah mengarah ke sanitary landfill. Open dumping mempercepat proses perombakan sampah oleh mikrobia tanah yang menghasilkan lindi. PO43-. mudah mengalir dan meresap ke lapisan tanah bawah. Bakteri dalam tanah bergerak secara vertikal dan horizontal. Ke depan. Bakteri mampu meresap 30 meter pada tanah berstektur halus dan bergerak horizontal sejauh 830 meter dari sumber kontaminan. SO42-. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah umur. Perombakan sampah secara aerobik menghasilkan lindi yang mengandung zat padat halus (Ca2+. Upaya yang telah dilakukan : a lomba semacam bangunpraja tingkat desa. Solusi permasalahan sampah antara lain sebagai berikut: 1) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pemukiman. 3) Dimasukkan ke dalam kurikulum SD. Adanya bakteri pada air minum merupakan indikator pencemaran air. Akan lebih baik. Fe2+. sehingga mencemari air tanah. 11 . keadaan lingkungan permukimana. air tanah yang berpengaruh terhadap sifat fisik. Zn2+ dan gas H2S. tingkat pendidikan. Open dumping tidak dianjurkan karena sampah berinteraksi langsung dengan udara luar dan hujan. Lindi merupakan sumber utama pencemaran air baik air permukaan. sehingga belum menimbulkan masalah bagi penduduk. Hal ini akan mencemari air sehingga kualitas air menurun. CL-. SPM.

agroforestry.4 – 5.8°C. Pelestarian Lingkungan Faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar masyarakat berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan antara lain: 1) tingkat pendidikan. 2) Peningkatan penghasilan. rorak – tanah yang digali dengan ukuran tertentu yang berfungsi menahan laju aliran permukaan–. Pemanasan Global Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pemanasan global dapat menyebabkan banyak kerusakan. Sejak akhir abad 18 suhu rata-rata global bumi telah meningkat sekitar 0. e Adanya Perda yang mengatur persampahan. Para ilmuwan memperhitungkan bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat menjadi 1. tapi belum dijalankan secara efektif.8°C pada tahun 2100.4 – 0. Para ahli mengkhawatirkan bahwa kehidupan manusia dan ekosistem alam tidak akan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim yang sangat cepat. Nilai peningkatannya menjadi lebih besar dibandingkan dengan nilai-nilai peningkatan yang pernah terjadi sebelumnya. tanaman penutup tanah. olah tanam konservasi – pengolahan yang tidak menimbulkan erosi. Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan. 6. Program adipura. Sayang tidak berlanjut. yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia. Lokakarya tentang pengelolaan sampah kepada kepala desa dan camat.b c d Pilot project pengolahan sampah. Suatu ekosistem adalah terdiri dari lingkungan biotik dan abiotik di wilayah tertentu. 7. pergiliran tanaman. 4) Penerapan sistem pertanian konservasi (terasering. 12 . 3) Pengetahuan tentang kearifan lokal.

BAB III SIMPULAN DAN SARAN 13 .

DAFTAR PUSTAKA file:///F:/Ekologi.html file:///F:/7%20PERMASALAHAN%20DAN%20SOLUSI%20PENGELOLAAN%2 0LINGKUNGAN%20HIDUP%20_%20The%20Directions.htm file:///F:/solusi-permasalahan-ekologi-indonesia.htm 14 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful