ARUS GEOSTROPIK

-DINAMIKA ARUS LAUT-
ARUS GEOSTROPIK
 Terbentuk akibat keseimbangan dari Gaya Gradien
Tekanan dan Gaya Coriolis
 Gradien Tekanan terbentuk
karena adanya slope muka air
laut atau slope isobar yang
terbentuk akibat :
1. Adanya gradien densitas
horizontal.
2. Pengaruh angin yang
mengakibatkan perbedaan
tinggi muka laut (slope muka
laut).
3. Perbedaan tekanan atmosfer
dan permukaan laut

 Gaya Coriolis
timbul akibat dari
rotasi bumi
 Persamaan Arus Geostropik dapat diturunkan dari
persamaan gerak dengan asumsi :

1. Arus tidak dipercepat.


2. Kecepatan vertikal partikel air ω= 0.


3. Gaya-gaya luar di abaikan.





PERSAMAAN GERAK HORIZONTAL
 Dengan menerapkan asumsi di atas, persamaan
(1) menjadi :
(1)
(2)
 Persamaan (2) adalah persamaan arus geostropik.
 Persamaan (2) menyatakan : keseimbangan antara
gradien tekanan dan gaya coriolis .
 Gradien tekanan dalam arah x menimbulkan arus
dalama arah y dan gradien tekanan dalam arah y
menimbulkan arus arah x.
v
u
fu
u
v
V
H

v
H

fv
H

H
P
q c
c
o
y
P
c
c
o
x
P
c
c
o
a
b
c
Hadi, S, 2009
 Persamaan (2) dapat digabung menjadi :

H
H
P
fv o
q
c
=
c
(3)
dimana :

2 2
H
v u v = +
 Dari gambar-gamar diatas dapat dilihat bahwa gaya
coriolis selalu berada di sebelah kanan arus dan gaya
gradien tekanan berada di sebelah kiri arus.

H
H
P
gradientekananhorizontal tegak lurus arahv
q
c
=
c
MEKANISME TERBENTUKNYA ARUS
GEOSTROPIK
 Gradien tekanan terbentuk adanya slope muka air
/slope isobar.
 Air bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.
 Dalam gerakanya dari tekanan tinggi ke tekanan
rendah arus mengalami pengaruh coriolis.
 Pada saat terjadi keseimbangan antara gradien
tekanan dan coriolis, terntuk arus geostropik yang
bergerak dengan kecepatan yang konstan sejajar
isobar.
Gradien tekanan = Coriolis
GRADIEN TEKANAN = CORIOLIS
 Gradien tekanan horizontal persatuan massa
adalah :
 Dimana tan θ adalah slope muka air atau slope
isobar
 Gaya Coriolis :
 Keseimbangan gradien tekanan dan Coriolis
memberikan :

 Kecepatan arus geostropik diberikan oleh :
 Dari persamaan (4), pada hakikatnya kita dapat
menentukan kecepatan arus gestropik dan slope
muka laut atau slope isobar.
 Pada kenyataannya penentuan slope muka air
tidak mudah dilakukan apalagi slope isobar.
(4)
 Sekarang slope muka air sudah dapt ditentukan
dengan ketelitian yang cukup baik dengan
menggunakan satelit altimetri TOPEX/POEIDON,
Jason 1.
 Dari topografi muka laut yang diperoleh dari satelit
altimetri sekarang sudah dapt dipetakan arus
geostropik di permukaan.
 Karena slope isobar dibawah permukaan tidak
dapat ditentukan secara langsung maka ahli
oseanografi menentukan kecepatan geostropik
dibawah permukaan dari medan densitas yang
diperoleh dari penfukuran temperatur, salinitas dan
tekanan (kedalaman)
 Rumus untuk menghitung kecepatan arus geostropik dari
medan densitas diberikan oleh :





dimana :





2 2
1 1
2 1
1
1
p p
B A
p p
B A
v v dP dp
Lf
Lf
o o
| |
(
÷ = ÷ (
(
¸ ¸
= A ÷ A (
¸ ¸
} }
o = anomali volume spesifik dalam cm
3
.
Au = anomali geopotensial.
f = parameter coriolis.
L = jarak kedua stasiun oseanografi.
p = tekanan dalam dbar.
v
1
-v
2
=kecepatan relatif di antara permukaan isobar P
1
dengan
permukaan isobar P
2
yang dirata-ratakan diantara stasiun A dan
statsiun B.
(5)
 θ = lintang tempat
L
A
B
P
1

P
2

x
x
x
V
0

V
1

V
2

θ
1

Θ
2

Hadi, S. 2009
 Persamaan (5) menggunakan satuan internasional
bentuk lain dari persamaan untuk menghitung
kecepatan relatif (arus geostropik) menggunakn satuan
campuran diberikan oleh :
∆D
B
= jarak geopotensial antara permukaan isobar P
1
dan P
2
di
stasiun B
∆D
B
= jarak geopotensial antara permukaan isobar P
1
dan P
2
di
stasiun B

 Penentuan kecepatan absolut membutuhkan salah satu dari kecepatan
v
1
dan v
2
diketahui nilainya.
 Penentuan kcepatan absolut ini dapat dilakukan dengan beberapa cara
:
1. Memilih suatu level referensi di bawah permukaan (1000-2000 m)
dimana kecepatan arus ≈0. Kecepatan arus di lapisan atas
(kecepatan absolut) ditentukan berdasarkan kecepatan di level
referensi (v
2
=0). Level referensi ini sering disebut : Level of No Motion


L
A
B
P
1

P
2

x
x
x
V
0

V
1

V
2

θ
1

Θ
2

Level Of No Motion
(LNM)
Hadi, S. 2009
2. Kecepatan arus geostropik permukaan dapat
ditentukan dan satelit altimetri dengan demikian
kecepatan absolut di bawah permukaan dapat
dientukan berdasarkan nilai kecepatan arus di
permukaan.
3. Kecepatan absolut arus geostropik di suatu selat
yang sempit dapat ditentukan dengan persamaan
kekekalan massa (kontinuitas) dan persamaan
kekekalan garam.
Sta 4 Sta 1
Sta 2
Sta 5
Sta 3
Sta 6
Hadi, S. 2009
PENENTUAN ARAH ARUS GEOSTROPIK
 Di BBU
1. Arah arus geostropik adalah sedemikian sehingga
permukaan air yang tinggi (tekanan tinggi) berada di
sebelah kanan arus.
2. Arah arus geostropik sedemikian sehingga air yang
hangat berada di sebelah kanan arus.
3. Arah arus geostropik dapat ditentukan juga dari
permukaan isopiknal .
4. Arah arus geostropik adalah sedemikian sehingga air
yang ringan berada disebelah kanan arus.
5. Permukaan isopiknal adalah permukaan dengan
densitas yang konstan.
 Slope isopiknal :
Slope isopiknal arahnya berlawanan dengan slope isobar
Slope isopiknal ≈1000 kali slope isobar
 Tanda minus menyatakan slope isopiknal arahnya berlawanan
dengan slope isobar.
 Permukaan isopiknal dapat berupa :
1. Permukaan σ
t
.
2. Permukaan δ, atau
3. Permukaan ∆
s
, t (anomali thermostatic)
DI BBU
 Arus geostropik bergerak menuju pengamat bila permukaan
isopiknal naik ke arah kanan, sebaliknya arus bergerak menjauhi
pengamat bila permukaan isopiknal turun ke kanan
Isopiknal berat
Isobar
Isopiknal ringan hangat
Isobar
PERHITUNGAN ARUS GEOSTROPIK
 Tinjau kembali persamaan geostropik
(1)
 Persamaan (1) menyatakan kecepatan horizontal
arus geostropik timbul akibat adanya gradien
tekanan horizontal.
 Tekanan dinyatakan sebagai :
(2)
Dimana :
p
0
= tekanan atmosfer di z= 0
φ = elevasi muka air
θ = lintang
 Gradien tekanan di permukaan laut diimbangi oleh
permukaan arus permukaan u
s.

 Subsitusi pers (2) ke dalam pers (1) memberikan :

 Gravitasi dan densitas di permukaan dimana (o s/d
φ) dianggap konstan

ARUS GEOSTROPIK

Terbentuk akibat keseimbangan dari Gaya Gradien Tekanan dan Gaya Coriolis
Gradien Tekanan terbentuk karena adanya slope muka air laut atau slope isobar yang terbentuk akibat : Adanya gradien densitas horizontal. Pengaruh angin yang mengakibatkan perbedaan tinggi muka laut (slope muka laut). Perbedaan tekanan atmosfer dan permukaan laut

1. 2.

Gaya Coriolis timbul akibat dari rotasi bumi

3.

. 2. 3. Gaya-gaya luar di abaikan. Kecepatan vertikal partikel air ω= 0. Persamaan Arus Geostropik dapat diturunkan dari persamaan gerak dengan asumsi : Arus tidak dipercepat. 1.

PERSAMAAN GERAK HORIZONTAL (1)  Dengan menerapkan asumsi di atas. . persamaan (1) menjadi : (2)  Persamaan (2) adalah persamaan arus geostropik.

Persamaan (2) menyatakan : keseimbangan antara gradien tekanan dan gaya coriolis . 2009 . S.  Gradien tekanan dalam arah x menimbulkan arus dalama arah y dan gradien tekanan dalam arah y menimbulkan arus arah x.  v  P y a  P x  P  H b u v c V H fu vH u fvH Hadi.

 Persamaan (2) dapat digabung menjadi : P fv H    H (3) dimana : v H  u2  v 2 P  gradien tekanan horizontal tegak lurus arahv H  H  Dari gambar-gamar diatas dapat dilihat bahwa gaya coriolis selalu berada di sebelah kanan arus dan gaya gradien tekanan berada di sebelah kiri arus. .

 Gradien tekanan = Coriolis .  Pada saat terjadi keseimbangan antara gradien tekanan dan coriolis.  Dalam gerakanya dari tekanan tinggi ke tekanan rendah arus mengalami pengaruh coriolis.MEKANISME TERBENTUKNYA ARUS GEOSTROPIK Gradien tekanan terbentuk adanya slope muka air /slope isobar.  Air bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. terntuk arus geostropik yang bergerak dengan kecepatan yang konstan sejajar isobar.

GRADIEN TEKANAN = CORIOLIS  Gradien tekanan horizontal persatuan massa adalah : Dimana tan θ adalah slope muka air atau slope isobar  Gaya Coriolis :  .

 Pada kenyataannya penentuan slope muka air tidak mudah dilakukan apalagi slope isobar. pada hakikatnya kita dapat menentukan kecepatan arus gestropik dan slope muka laut atau slope isobar. Keseimbangan gradien tekanan dan Coriolis memberikan :  Kecepatan arus geostropik diberikan oleh : (4) Dari persamaan (4).  .

Jason 1.Sekarang slope muka air sudah dapt ditentukan dengan ketelitian yang cukup baik dengan menggunakan satelit altimetri TOPEX/POEIDON.  Dari topografi muka laut yang diperoleh dari satelit altimetri sekarang sudah dapt dipetakan arus geostropik di permukaan. salinitas dan tekanan (kedalaman)  .  Karena slope isobar dibawah permukaan tidak dapat ditentukan secara langsung maka ahli oseanografi menentukan kecepatan geostropik dibawah permukaan dari medan densitas yang diperoleh dari penfukuran temperatur.

p = tekanan dalam dbar. . v1-v2 =kecepatan relatif di antara permukaan isobar P1 dengan permukaan isobar P2 yang dirata-ratakan diantara stasiun A dan statsiun B.  = anomali geopotensial. Rumus untuk menghitung kecepatan arus geostropik dari medan densitas diberikan oleh : 1 v 2  v1  Lf  p2    B dP   p1  p2    A dp   p1  (5) 1    B   A   Lf  dimana :  = anomali volume spesifik dalam cm3. f = parameter coriolis. L = jarak kedua stasiun oseanografi.

V0 x B  θ = lintang tempat A V1 x P1 θ1 V2 x P2 Θ2 L Hadi. S. 2009 .

 Persamaan (5) menggunakan satuan internasional bentuk lain dari persamaan untuk menghitung kecepatan relatif (arus geostropik) menggunakn satuan campuran diberikan oleh : ∆DB = jarak geopotensial antara permukaan isobar P1 dan P2 di stasiun B ∆DB = jarak geopotensial antara permukaan isobar P1 dan P2 di stasiun B .

S. Kecepatan arus di lapisan atas (kecepatan absolut) ditentukan berdasarkan kecepatan di level referensi (v2=0).  1. Level referensi ini sering disebut : Level of No Motion V0 x B A Level Of No Motion (LNM) x θ1 V1 P1 V2 x Θ2 L P2 Hadi. 2009 . Penentuan kecepatan absolut membutuhkan salah satu dari kecepatan v1 dan v2 diketahui nilainya. Penentuan kcepatan absolut ini dapat dilakukan dengan beberapa cara : Memilih suatu level referensi di bawah permukaan (1000-2000 m) dimana kecepatan arus ≈0.

S. 2009 . Sta 1 Sta 2 Sta 4 Sta 5 Sta 3 Sta 6 Hadi. Kecepatan absolut arus geostropik di suatu selat yang sempit dapat ditentukan dengan persamaan kekekalan massa (kontinuitas) dan persamaan kekekalan garam. Kecepatan arus geostropik permukaan dapat ditentukan dan satelit altimetri dengan demikian kecepatan absolut di bawah permukaan dapat dientukan berdasarkan nilai kecepatan arus di permukaan. 3.2.

PENENTUAN ARAH ARUS GEOSTROPIK  1. 3. 5. Di BBU Arah arus geostropik adalah sedemikian sehingga permukaan air yang tinggi (tekanan tinggi) berada di sebelah kanan arus. . Arah arus geostropik sedemikian sehingga air yang hangat berada di sebelah kanan arus. 2. Permukaan isopiknal adalah permukaan dengan densitas yang konstan. Arah arus geostropik adalah sedemikian sehingga air yang ringan berada disebelah kanan arus. 4. Arah arus geostropik dapat ditentukan juga dari permukaan isopiknal .

t (anomali thermostatic) . Permukaan δ. Tanda minus menyatakan slope isopiknal arahnya berlawanan dengan slope isobar. atau Permukaan ∆s . 3. 2.Slope isopiknal arahnya berlawanan dengan slope isobar  Slope isopiknal : Slope isopiknal ≈1000 kali slope isobar   1. Permukaan isopiknal dapat berupa : Permukaan σt .

DI BBU  Arus geostropik bergerak menuju pengamat bila permukaan isopiknal naik ke arah kanan. sebaliknya arus bergerak menjauhi pengamat bila permukaan isopiknal turun ke kanan Isobar Isopiknal berat Isobar Isopiknal ringan hangat .

.PERHITUNGAN ARUS GEOSTROPIK  Tinjau kembali persamaan geostropik (1)  Persamaan (1) menyatakan kecepatan horizontal arus geostropik timbul akibat adanya gradien tekanan horizontal.

 Tekanan dinyatakan sebagai : (2) Dimana : p0 = tekanan atmosfer di z= 0 φ = elevasi muka air θ = lintang   Gradien tekanan di permukaan laut diimbangi oleh permukaan arus permukaan us. Subsitusi pers (2) ke dalam pers (1) memberikan : .

 Gravitasi dan densitas di permukaan dimana (o s/d φ) dianggap konstan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful