P. 1
merawat lansia

merawat lansia

|Views: 74|Likes:
Published by driinhendarto

More info:

Published by: driinhendarto on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2012

pdf

text

original

Selasa, 21 Desember 2010ASPEK PERAWATAN PADA LANSIA DIRUMAH.RETNO NURHAYATI ASPEK PERAWATAN PADA LANSIA DIRUMAH.

RETNO NURHAYATI

ASPEK PERAWATAN PADA LANSIA DIRUMAH I. Pengertian lansia

Usia lnjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia (Budi Anna Keliat, 1999). Sedangkan menurut pasal 1 ayat (2), (3), (4) UU No 13 Tahun 1998 tentang kesehatan dikatakan bahwa usia lanjut adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun, II. Klasifikasi lansia

Klasifikasi berikut ini adalah lima klasifiaksi pada lansia 1. Pralansia (prasenilis)

Seseorang yang berusia antara 45-59 tahun 2. Lansia

Seseorang yang berusia antara 60 tahun atau lebih. 3. Lansia resiko tinggi

Seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih/seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan. (Depkes RI, 2003) 4. Lansia potensial

Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan/atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/jasa (Depkes RI, 2003) 5. Lansia tidak potensial

Lansia yang tidak berdaya mencari nafkah, sehingga hidupnya bergantung pada bantuan orang lain (Depkes RI, 2003) III. Karakteristik lansia

3. Tipe lain dari lansia adalah tipe optimis. selektif dalam mencari pekerjaan. . sederhana. Berusia lebih dari 60 tahun (sesuai dengan pasal 1 ayat (2) UU No 13 tentang kesehatan). tipe defensif (bertahan). tipe konstruktif. sulit dilayani. Tipe pasrah Menerima dan menunggu nasib baik. mudah tersinggung. pengalaman. tipe pemarah/frustasi (kecewa akibat kegagalan dalam melakukan sesuatu). tidak sabar. lansia memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Kebutuhan dan masalah yang bervariasi dari rentang sehat sampai sakit. 4. Tipe Lansia Beberapa tipe pada lansia tergantung pada karakter. sosial dan ekonominya (Nugroho. Tipe tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. kondisi fisik. dari kebutuhan biopsikososial sampai spiritual. bergaul dengan teman dan memenuhi undangan. Sedangkan bila dilhat dari tingkat kemandiriannya yang dinilai berdasarkan kemampuan utuk melakukan aktifitas sehari-hari (indeks kemandirian Katz). bersikap ramah. mengikuti kegiatan agama dan melakukan kegiatan apa saja. 2. tipe dependen (kebergantungan). 2. lingkungan. 2000).Menurut Budi Anna Keliat (1999). para lansia dapat digolongkan menjadi beberapa tipe. pasif dan acuh tak acuh. Tipe tidak puas Konflik lahir batin menentang proses penuaan sehingga menjadi pemarah. IV. Lingkungan tempat tinggal yang bervarisai. tipe militan dan serius. minder. 3. dermawan. menyesal. kehilangan kepribadian. serta dari kondisi adaptif hingga kondisi maladatif. serta tipe putus asa (benci pada diri sendiri). Tipe mandiri Mengganti kegiatan yang hilang dengan yang baru. menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. memenuhi undangan dan menjadi panutan. rendah hati. Tipe bingung Kaget. mengasingkan diri. 5. mempunyai kesibukan. mental. pengkritik dan banyak menuntut. Tipe arif dan bijaksana Kaya dengan hikmah. pengalaman hidup.

. Ø Upaya kuratif.yaitu lansia mandiri sepenuhnya. Sasaran 1. keluarga maupun masyarakat. lansia mandiri dengan bantuan langsung keluarganya. V. 2. yaitu upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya komplikasi dari penyakitpenyakit yang disebabkan oleh proses penuaan. Sasaran langsung Ø Kelompok pralansia (45-59 tahun) Ø Kelompok lansia (60 tahun ke atas) Ø Kelompok lansia dengan risiko tinggi (70 tahun ke atas). lansia yang dirawat di rumah sakit dan lansia dengan gangguan mental. Pembinaan kesehatan lansia Tujuan: meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berguna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan eksistensinya dalam masyarakat (Depkes RI. Ø Upaya rehabilitatif. Ø Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut. membutuhkan informasi sebagai berikut: Ø Adanya proses penuaan. Ø Masyarakat. yaitu upaya untuk memulihkan fungsi tubuh yang telah menurun. baik bagi dirinya. 2. Ø Upaya preventif. lansia dengan bantuan badan sosial. Pedoman pelaksanaan 1. lansia mandiri dengan bantuan secara tidak langsung. 2003). Bagi petugas kesehatan Ø Upaya promotif yaitu upaya untuk menggairahkan semangat hidup para lansia agar merasa tetap dihargai dan berguna. Bagi lansia itu sendiri Untuk kelompok pralansia. Lansia di panti wreda. yaitu upaya pengobatan yang penanggulangannya perlu melibatkan multidislipin ilmu kedokteran. Sasaran tidak langsung Ø Keluarga dimana usia lanjut berada.

Ø Pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala Ø Pentingnya melakukan latihan kesegaran jasmani Ø Pentingnya melakukan diet dengan menu seimbang Ø Pentingnya melakukan kegiatan sosial di masyarakat Untuk kelompok lansia. membutukan informasi sebagai berikut: Ø Pemeriksaan kesehatan secara berkala Ø Kegiatan olahraga Ø Pola makan dengan menu seimbang Ø Perlunya alat bantu sesuai dengan kebutuhan Ø Pengembangan kegemaran sesuai dengan kemampuannya Untuk kelompok lansia dengan risiko tinggi. baik didalam maupun di luar rumah Ø Pemeriksaan kesehatan berkala Ø Latihan kesehatan jasmani Ø Pemakaian alat bantu sesuai kebutuhan Ø Perawatan fisioterapi 3. membutuhkan informasi sebagai berikut: Ø Pembinaan diri sendiri dalam hal pemenuhan kebutuhan pribadi dan melakukan aktifitas. Bagi keluarga dan lingkungannya Ø Membantu mewujudkan peran serta kebahagiaan dan kesejahteraan lansia Ø Upaya pencegahan dimulai dalam rumah tangga Ø Membimbing dalam ketakwaan kepada Tuhan YME. Ø Melatih berkarya dan menyalurkan hobi Ø Menghargai dan kasih sayang terhada para lansia VI. . Hal-hal yang perlu diperhatikan lansia Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh lansia berkaitan dengan perilaku yang baik (adaptif) dan tidak baik (maladatif).

1. Perilaku yang baik Ø Mendekatkan diri pada Tuhan YME Ø Mau menerima keadaan. Perilaku yang kurang baik Ø Kurang berserah diri Ø Pemarah. Manfaat perilaku yang baik Ø Lebih takwa dan tenang Ø Tetap ceria dan banyak mengisi waktu luang . memilih makanan yang sesuai serta banyak minum Ø Berhenti merokok dan meminum minuman keras Ø Minumlah obat sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan Ø Mengembangkan hobi sesuai kemampuan Ø Tetap bergairah dan memelihara kehidupan seks Ø Memeriksakan kesehatan secara teratur 3. murung dan putus asa Ø Sering menyendiri Ø Kurang melakukan aktifitas fisik/olah raga/kurang gerak Ø Makan tidak teratur dan kurang minum Ø Kebiasaan merokok dan meminum minuman keras Ø Minum obat penenang dan penghilang rasa sakit tanpa aturan Ø Melakukan kegiatan yang melebihi kemampuan Ø Mengangap kehidupan seks tidak diperlukan lagi Ø Tidak memeriksakan kesehatan secara teratur 2. sabar dan optimis serta meningkatkan rasa percaya diri dengan melakukan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan Ø Menjalin hubungan yang baik dengan keluarga dan masyarakat Ø Melakukan olah raga ringan setiap hari Ø Makan dengan porsi sedikit tapi sering. merasa tidak puas.

3. Mempersiapkan diri untuk kondisi yang menurun Mempersiapkan diri untuk pension Membentuk hubungan baik dengan orang seusianya Mempersiapkan kehidupan baru Melakukan penyesuaian terhadap kehidupan sosial/masyarakat secara santai Mempersiapkan diri untuk kematiannya dan kematian pasangan Peran Anggota Keluarga terhadap Lansia Dalam melakukan perawatan terhadap lansia. yaitu: Ø Melakukan pembicaraan terarah Ø Mempertahankan kehangatan keluarga . kanker dan lain-lain Ø Mencegah keracunan obat dan efek samping lainnya Ø Mengurangi stress dan kecemasan Ø Hubungan harmonis tetap terpelihara Ø Gangguan kesehatan dapat diketahui dan diatasi sedini mungkin VII. Apabila seseorang pada tahap tumbuh kembang sebelumnya melakukan kegiatan sehari-hari dengan teratur yang baik serta membina hubungan yang serasi dengan orang-orang disekitarnya. maka pada usia lanjut ia akan tetap melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan pada tahap perkembangan sebelumnya seperti olah raga. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga dalam melaksanakan perannya terhadap lansia. mengembangkan hobi bercocok tanam dan lain-lain. setiap anggota keluarga memiliki peranan yang sangat penting. 6. paru-paru. kesiapan untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri terhadap tugas perkembangan usia lanjut dipengaruhi oleh proses tumbuh kembang pada tahap selanjutnya. VIII. 2. Tugas perkembangan lansia Menurut Erickson. diabetes. 4. 5. Adapun tugas perkembangan lansia adalah sebagai berikut: 1.Ø Keberadaannya tetap diakui oleh keluarga dan masyarakat Ø Kesegaran dan kebugaran tubuh tetap terpelihara Ø Terhindar dari kegemukan dan kekurusan serta penyakit berbahaya seperti jantung.

baik di dalam maupun di luar rumah. mengantisipasi perubahan sosial ekonomi serta memberikan motivasi dan menfasilatsi kebutuhan spiritual bagi lansia. menyediakan waktu serta perhatian Ø Jangan menganggapnya sebagai beban Ø Memberikan kesempatan untuk tinggal bersama Ø Mintalah nasehatnya dalam peristiwa-peristiwa penting Ø Mengajaknya pada acara-acara keluarga Ø Membantu mencukupi kebutuhannya Ø Memberi dorongan untuk tetap mengikuti kegiatan-kegiatan diluar rumah termasuk pengembangan hobi Ø Membantu mengatur keuangan Ø Mengupayakan sarana transportasi untuk kegiatan mereka termasuk rekreasi Ø Memeriksakan kesehatan secara teratur Ø Memberi dorongan untuk tetap hidup bersih dan sehat Ø Mencegah terjadinya kecelakaan. Ø Pemeliharaan kesehatan usia lanjut adalah tanggung jawab bersama Ø Memberi perhatian yang baik terhadap orang tua yang sudah lanjut. Peranan keluarga dalam perawatan lansia antara lain menjaga atau merawat lansia. Peran Keluarga dalam Perawatan Lansia Keluarga merupakan support system utama bagi lansia dalam mempertahankan kesehatannya. maka anak-anak kita kelak akan bersikap yang sama XVI. mempertahankan dan meningkatkan status mental. .Ø Membantu melakukan persiapan makanan bagi lansia Ø Membantu dalam hal transportasi Ø Membantu memenuhi sumber-sumber keuangan Ø Memberikan kasih saying Ø Menghormati dan menghargai Ø Bersikap sabar dan bijaksana terhadap perilaku lansia Ø Memberikan kasih saying.

Banyak tindakan dengan teknologi tinggi dilakukan oleh perusahaan khusus dan lembaga keperawatan di rumah (home care) yang bekerja bersama pada kasus-kasus tersebut. menurut kebutuhan lansia terhadap pelayanan ini. terapi bicara. Perawat kesehatan rumah berada pada posisi ideal untuk mengkaji kebutuhan lansia secara holistik dan untuk mengkoordinasikan pelayanan yang diperlukan. Banyak prosedur yang sebelumnya dianggap teknologi tinggi sekarang telah menjadi umum dalam perawatan di rumah (misalnya perawatan jalur sentral dan port-a-cath). Peralatan yang diperlukan untuk perawatan lansia disediakan dan dipelihara oleh perusahaan khusus ini. pekerjaan sosial. Perawat dari perusahaan khusus membawahi suatu area geogrfis yang besar. fisioterapi. dan pelayanan bantuan untuk perawatan kesehatan rumah. Terapi intravena dan hiperalimentasi dilaksanakan secara rutin di rumah. Beberapa lansia mungkin menggunakan semua jenis pelayanan. Yang juga memberikan pelatihan awal dan bantuan dalam memecahkan masalah bagi perawat perawatan di rumah setempat.PERAWATAN KESEHATAN LANSIA DIRUMAH Perawatan kesehatan di rumah adalah sektor yang mengalami pertumbuhan paling cepat dalam sistem pelayanan kesehatan. Studi terbaru. Pelayanan yang diberikan termasuk asuhan keperawatan. Kemampuan perawat kesehatan rumah untuk mengkaji klien secara berkelanjutan dan mengidentifikasi berbagai gejala eksaserbasi dari masalah yang ada memungkinkan perawat untuk melakukan intervensi seawal mungkin sebelum gejala bertambah buruk. Lembaga perawatan rumah setempat memberikan perawatan sehari-hari kepada klien. menunjukkan pelayanan kesehatan rumah terhadap lansia untuk mencegah lansia tersebut di rawat kembali di rumah sakit. Layanan perawatan kesehatan rumah dapat berupa perawatan yang berkelanjutan atau hanya kadang-kadang. dan sebagian hanya menggunakan satu jenis pelayanan. kadang-kadnag sampai beberapa negara bagian. PERAWATAN ORANG LANJUT USIA . Semua bentuk asuhan keperawatan dapat diberikan dalam bentuk perawatan kesehatan dirumah. Pelayanan ini diberikan oleh perusahaan swasta untuk provid atau oleh organisasi daerah atau lembaga perawat non provid yang berunjung ke rumah-rumah. terapi okupasi.

Kemungkinan yang diambil tergantung dari keaktifan dan kemandirian orang tua yang bersangkutan. Tempat persemian bunga dapat disesuaikan dengan tinggi mereka sehingga memudahkan mereka bekerja. . misalnya dengan sepatu bersol rendah dan mengunjungi perawatan kaki agar kuku jari kaki tetap baik-semakin tua usia seseorang. KEAKTIFAAN Semakin lama orang lanjut usia dapat tetap bersikap mandiri dan menangani setiap kegiatan mereka. ke bioskop atau teater atau perkumpulan sosial dapat membantu seseorang tetap aktif dan bergairah dalam hidupnya. Ada berbagai macam alat untuk menahan lutut untuk orang tua yang sulit membungkuk. Berkebun Berkebun adalah kegiatan yang banyak disenangi orang lanjut usia. meskipun cukup aktif. Mungkin orang tua merasa sukar untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan untuk mengatasinya seseorang dapat diminta bekerja beberapa kali dalam seminggu untuk menolongnya. Dapat dirumah sewa atau apartemen dengan perawat yang bertanggung jawab mengurus kehidupan orang lanjut usia atau suatu rumah khusus untuk orang-orang tua dimana mereka dapat memiliki kamar sendiri sedangkan makan dan kegiatan sosial dilakukan bersama-sama. merangsang minat dan menimbulkan rasa mandiri serta kepuasan. Biasanya seseorang sangat terikat pada rumahnya dan lebih senang tinggal di rumah sendiri. Perubahan yang terjadi karena usia yang semakin lanjut mrngurangi rasa kemandirian kita. mengunjungi teman. Pergi ke toko. Kaki yang sehat dan kuat penting untuk dapat aktif. berkebun dapat tetap mengaktifkan pikiran dan tubuh. Bila kaki cenderung bengkak harus diusahakan agar digunakan bangku penyangga kaki bila orang tua duduk. Orang lanjut usia harus berpakaian yang rapi dan tepat sesuai dengan kondisinya. peralatan berkebun yang bertangkai panjang juga sangat membantu. Bila mungkin bantu berdiri dan berjalan-jalan untuk untuk beberapa saat dalam setiap jam. Orang lanjut usia. semakin baik. kuku jari kaki biasanya cenderung menjadi lebih tebal dan sukar dirawat. Ini berarti orang lanjut usia yang lemah tak dapat lagi merawat dirinya sendiri dan harus pindah ke tempat keluarga atau rumah perawatan khusus. bila memang demikian keadannya buatlah kehidupan dirumah terasa lebih mudah sehingga ia tetap dapat bersikap mandiri dalam waktu lebih lama. dapat duduk di kursi untuk waktu yang lama. Kemungkinan lain adalah dengan mencari tempat dimana seseorang dapat menjaganya.Proses bertambahnya usia mulai sejak kita dilahirkan tapi kecepatan proses ini sangat berbeda pada tiap orang. Duduk terlalu lama dapat menyebabkan persendian kaku dan semakin sukar berjalan. terutama bila hasilnya sudah dapat dinikmati.

Bila ini merupakan masalah. Letakkan bangku dalam bath – tup untuk memudahkan masuk dan keluar serta letakkan keset atau pengesat kaki di bawahnya untuk mencegah agar jangan tergelincir dan jatuh. sisir. 5. 6. Menjaga keamanan dirumah Orang lanjut usia biasanya mudah tertimpa bencana. 2. Usahakan agar tempat tidur pada ketinggian yang tepat. tempat duduk dengan alat dorong otomatis untuk berdiri bila dalam keadaan darurat dapat dibeli di toko. 1. Meninggikan tempat duduk toilet juga membantu orang lanjut usia untuk lebih mandiri. Pembersih sepatu. 3. gunting kuku lebih mudah digunakan daripada gunting bertangkai panjang. 7. dengan bagian depan. Sekali mereka terjatuh mereka dapat menjadi takut akan terjatuh lagi sehingga cenderung dudu di kursi atau ke tempat tidur.Pedoman praktis Kadang – kadang anda akan merasa lebih mudah dan cepat bila anda mengambil alih segala kebutuhan orang lanjut usia. Anda perlu meyakinkan dan mendorongnya agar dia percaya dan berjalan kembali dengan aman. Atau dapat anda pertimbangkan untuk menggunakan “shower” serta kunci plastik yang diletakkan di bawahnya sehingga orang tua dapat duduk dan mandi tanpa bantuan anda. Kursi harus bersandaran tinggi dan dengan lengan yang kuat untuk mendorong tubuhnya bila berdiri. toilet atau shower dapat dengan mudah dipasang. Susuran atau pegangan tangan di dekat bath – tup. harus memiliki tangkai yang panjang. tapi sebenarnya lebih baik anda hanya membantunya dan tidak mengambil alih semua kegiatan. . Keseimbangan juga merupakan masalah dan kalau orang tua terjatuh mereka sering tak dapat berdiri atau bangkit sendiri. Kursi orang lanjut usia tidak boleh yang terlalu rendah. Jatuh sering terjadi dan meskipun kelihatannya ringan tetapi dapat menimbulkan cidera berat karena tulang orang lanjut usia lebih rapuh sehingga mudah retak atau patah. Agar orang tua dapat berpakaian dengan lebih mudah. 4. sikat. kira – kira 45 – 65 cm (18 – 26 in) dari lantai dan tidak terlalu dalam sehingga menyukarkannya berdiri. bila terlalu tinggi orang lanjut usia harus menjatuhkan diri bila akan berdiri bila akan berdiri dan jalan sedangkan bila terlalu rendah ia harus mengangkat dirinya bila akan tidur. gantilah pakaian dengan kancing dan resleting di bagian belakang. Ada banyak pedoman praktis agar orang lanjut usia dapat tetap bersikap mandiri. Tongkat atau kerangka untuk berjalan membantu siapa saja yang lemah kakinya untuk berjalan.

gas dan kompor minyak harus digunakan dalam ruangan yang cukup udara.. Menjaga agar tetap hangat Tubuh orang tua sudah kurang dapat memperahankan panas tubuh daripada orang muda. Bila biaya untuk pemanasan seluruh rumah terlalu besar atau pemanasan dalam ruang tidur kurang. Mereka dibesarkan pada zaman dimana perampokan. jarang dilakukan terhadap orang tua. · Jalan masuk ke rumah atau tangga harus diberi penerangan yang baik. lebih baik orang lanjut usia menempati suatu ruangan yang hangat dan tempat tidurnya dipindahkan ke ruangan tersebut selama musim penghujan. · Orang lanjut usia dapat langsung pingsan sebelum menyadari apa yang terjadi · Simpan semua obat dalam tempat yang aman dan usahakan agar orang tua dapat membaca label pada kemasan obat. Petugas penindak kejahatan di pos polisi tempat anda juga dapat memberikan nasehat. jendela terbuka. Bereskan mainan anak-anak dan barang-barang lain yang berserakan. Yang menyedihkan adalah bahwa orang tua jaman sekarang mudah mencari sasaran kejahatan. obat tersebut harus disimpan di lemari jangan disamping tempat tidur agar tidak diminum secara berlebihan. terutama dari wol. Aspek keamanan lain yang penting adalah perlindungan baik di dalam rumah maupun di luar. Tindakan ini mungkin terlihat lucu tapi lebih baik tampak aneh atau lucu daripada kedinginan. sehingga banyak yang meremehkan bahaya dan membiarkan pintu tak terkunci. Coba bujuk teman yang mendampingi orang tua atau saudara untuk selalu mengamankan jendela dan pintu dengan menguncinya. · Lantai tidak boleh terlalu licin. Bila tempat tidur tidak digunakan pada siang hari . usahakan agar ruangan dapat dihangatkan terlebih dahulu sebelum tidur. · Api harus ada pengamannya dan alat-alat pemanas dengan minyak harus dalam posisi sedemikian rupa sehingga tidak mudah terjatuh. Sarung tangan dan topi juga juga dapat digunakan di dalam rumah. · Tombol-tombol lampu harus dengan mudah dijangkau. Pada malam hari sebaiknya memakai pakaian ekstra termasuk kaos kaki dan topi wol.· Usahakan agar jangan ada ujung karpet yang sobek atau kabel listrik yang dapat menyebabkan orang tua tersandung. Salah satu bahayanya adalah mereka tak menyadari mereka bahwa kedinginan. Terutama bila orang tua minum obat tidur. · Kelep atau pembuka gas tidak boleh sampai bocor. berbelanja dengan dompet di tas terbuka sehingga menarik perhatian pencuri. Mintalah agar mereka memakai baju hangat. Hangatkan tempat tidur .

· Orang lanjut usia menjadi lamban. · Denyut nadi dan kecepatan pernafasan lebih lambat dari biasa. pusing atau tak sadar ambil temperatur di bawah lengan dan jangan di mulut. Kulit juga terlihat bengkak. Bila mungkin telponlah secara teratur untuk melihat apakah ia dalam keadaan baik-baik saja. Belajarlah utuk mengenal gejala-gejala atau tanda-tanda hipotermia. Alat pemanas apapun yang digunakan harus sering diperiksa dan dilihat secara teratur untuk mencegah timbulnya bencana. semacam lapisan film dapat dipasang pada bagian dalam kosen jendela untuk mengurangi silau. pembuluh darah dikulit melebar dan ini dapat menghentikan kerja jantung dan pusat aliran darah yang lain. tak hanya pada kulit yang terlihat rapi tapi juga pada kulit yang tertutup baju. · Kulit menjadi pucat atau biru dan dingin bila disentuh. pening atau pingsan. Kain lapis listrik untuk dibawah selimut tak boleh digunakan bila penderita cenderung menumpahkan air atau tak dapat menahan buang air kecil ditempat tidur. Hal serupa terjadi bila diberikan . ia mungkin menderita hipotermia atau penurunan temperatur. Bila orang lanjut usia ditinggal sendiri dalam rumah. Kadang-kadang memang sukar untuk merasakan denyut nadi atau mendengarkan pernafasannya. sipakan termos berisi sup atau teh panas dan makanannya. meskipun ia merasa anda cerewet atau terlalu memperhatikan hal-hal yang kecil-kecil. Anda dapat menutupi sela-sela pintu dengan kertas koran. Hipotermia Bila orang lanjut usia menggigil. jadi jangan tergesa-gesa melakukan pernapasan bantu. Bila orang tersebut bernafas maka jantung pasti berdenyut meskipun anda tak bisa merasa atau mendengarkannya. Bila tubuh dipanaskan teralu cepat oleh pemanaan langsung.dengan botol air panas atau selimut listrik tapi ingatlah bahwa botol air panas tak boleh digunakan bersamaan dengan selimut listrik dan selimut listrik harus dimatikan sebelum penderita tidur. Tetapi berhati-hatilah jangan sampai menutup lubang udara yang memang diperlukan. Bila ia mengantuk. · Temperatur mungkin tak tercatat pada ukuran termometer yang sama pada 34 derajat Celsius atau 94 derajat Fahrenheit karena temperatur tubuh dapat mencapai 26 derajat celcius atau 79 derajat Fahrenheit sebelum orang meninggal. Hindarkan aliran angin dari jendela atau dari bawah pintu. Menghangatkan tubuh harus dilakukan secara perlahan untuk mencegah timbulnya serangan jantung.

pelayanan ke rumah dapat berasal dari pemerintah maupun dari swata ataupun rumah sakit dan lembaga pengobatan lainnya. Perawatan kesehatan masyarakat adalah mata rantai yang vital dalam sistem kesehatan masyarakat. sikap pencegahan penyakit dan menyediakan sistem perbaikan fungsi tubuh dan kesehatan.alkohol. · Tidurkan penderita dengan pakaian yang longgar atau beri selimut atau mantel. Jangan berikan minuman panas atau alkohol. physician dan therapis. Perhatian terhadap kebijakan-kebijakan. mereka menyediakan perawatan. Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkususmo/FK Universitas Indonesia Jakarta . · · Hangatkan ruangan sampai sekurang-kurangnya 27 derajat Celsius atau 80 derajat Fahrenheit. Jangan gunakan botol air panas atau selimut listrik. problem yang terpecahkan. lengan atau kaki yang dingin juga jangan menyuruhnya berolah raga atau banyak bergerak. mengukur tandatanda vital dan perawatan yang bersifat teknis. intruksi dari keadaan santai dan kegiatan advokasi sangatlah penting untuk menciptakan efektifnya kesehatan komunitas. Ada badan yang memerlukan program pelatihan yang bersertifikat dalam melancarkan program pelayanan kesehatan rumah. Pelayanan kesehatan rumah merupakan kombinasi pelayanan kesehatan rumah atau institusi lainnya untuk manula yang butuh perawatan pribadi dan aktifitas lainnya dalam hidup dan penyembuhan penyakit kronis. PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH Manula banyak yang memelukan pelayanan kesehatan rumah yang teratur secara profesional dan didukung oleh tujuan kesehatan. Panggil dokter segera atau bawa penderita ke rumah sakit. · Bila penderita sadar. Penting agar anda tak menggosok atau memijat tangan. PERAWATAN USIA LANJUT DI RUMAH (HOME CARE) Kuntjoro Harimurti Divisi Geriatri. Perawat-perawat yang ada bisa dari depertemen kesehatan daerah/ setempat unttuk dari badan lain yang spesifik. Staf-staf itu menentukan kesehatan pribadi seseorang. Badan-badan penyedia kesehatan rumah. pekerja sosial. Sifatnya adalah perawat. berikan beberapa tetes air hangat atau minuman manis.

dengan berbagai kekhususannya. Diperkirakan pada tahun 2025 mendatang. hingga pekerja sosial.Pendahuluan Seperti telah banyak disebut-sebut. Pada beberapa kasus bahkan proses pemulihan ini berjalan sedemikian lambat dan berhenti pada tahap tertentu sehingga sebagian atau . Pasca perawatan di rumah sakit. dan rehabilitasi) untuk pasien usia lanjut yang dilakukan oleh tenaga medik/paramedik di rumah pasien. sektor swasta. Perawatan di rumah secara prinsip dapat dilakukan oleh siapa saja.1% atau sekitar 27 juta jiwa. dengan keterlibatan anggota keluarga lain yang tinggal di rumah. hal ini menjadi semakin nyata karena masalah kesehatan pada mereka yang berusia lanjut. Pasien usia muda yang mengalami perawatan di rumah sakit (akibat suatu penyakit yang seringkali akut) umumnya kemudian akan pulih sepenuhnya dengan cepat tanpa perlu bantuan tambahan. yaitu perawatan di rumah (home care). serta masyarakat pada umumnya. baik jumlah absolutnya maupun proporsinya. kurasi. baik dari pemerintah. prevensi. care-giver. organisasi non-pemerintah. Peningkatan ini tentu membutuhkan perhatian yang lebih. mulai dari tenaga kesehatan profesional (dokter. sistem pelayanan kesehatan untuk usia lanjut secara umum terbagi menjadi 2: yang berbasis rumah-sakit (hospital-based) dan berbasis komunitas (community-based). populasi usia lanjut di Indonesia semakin meningkat. seringkali pada proses pemulihan masih membutuhkan bantuan dan pendampingan sebelum sepenuhnya kembali ke kondisi semula. sedemikian kompleksnya yang membutuhkan perhatian khusus. Di bidang pelayanan kesehatan. mengingat bahwa permasalahan yang dihadapi oleh mereka yang berusia lanjut pada banyak hal berbeda dengan yang dihadapi pada kelompok usia yang lebih muda. Perawatan di rumah: apa dan mengapa? Perawatan di rumah untuk usia lanjut adalah suatu upaya pelayanan kesehatan secara menyeluruh (baik segi promosi. namun data di luar negeri menunjukkan dari seluruh upaya perawatan di rumah yang diberikan oleh tenaga kesehatan profesional. secara kuantitatif dan kualitatif. ahli gizi. perawat. Perawatan di rumah sebenarnya bukan monopoli pasien berusia lanjut. Hal tersebut sering tidak terjadi pada pasien berusia lanjut. Yang penting adalah bahwa untuk melakukan perawatan usia lanjut di rumah siapapun harus dibekali prinsip-prinsip pelayanan kesehatan bagi usia lanjut yang bersifat paripurna dan interdisiplin. proporsi usia lanjut di Indonesia mencapai 13. praktisi kesehatan. Pada makalah ini akan dibahas secara singkat mengenai salah satu pelayanan untuk pasien berusia lanjut yang berbasis komunitas. fisioterapis). Seperti sistem pelayanan kesehatan nasional yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak lain. 85%nya dilakukan terhadap pasien-pasien berusia lanjut. walaupun penyakit akutnya sudah teratasi.

pelayanan kesehatan usia lanjut di rumah harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang sudah dibekali prinsip-prinsip pelayanan yang komprehensif dan interdisiplin. Komponen-komponen yang harus dikaji pada saat melakukan perawatan usia lanjut di rumah adalah: 1. yang karena keterbatasan seringkali datang seorang diri. terlebih lagi mereka yang pasca perawatan di rumah sakit masih membutuhkan bantuan untuk pemulihannya. harus menempatkan dirinya sebagai anggota dan berlaku sebagai wakil dari suatu tim interdisiplin. Status fungsional 4. Mengingat bahwa perawatan usia lanjut di rumah akan menjadi kebutuhan yang besar di masa mendatang. melakukan pengkajian dan memberikan perawatan bagi usia lanjut di rumah ada hal-hal khusus yang harus diperhatikan. Pengkajian status fungsional dan mobilitas harus menjadi komponen penting. Dalam perawatan pasien usila di rumah. Kondisi fisik-medik 2. Dukungan sosial (social support) 7. Pengkajian keselamatan dan keamanan rumah/lingkungan Seperti sudah disebutkan di atas. Penggunaan obat-obatan 6.seluruh aktivitasnya perlu dibantu. tenaga kesehatan. Secara umum. Status nutrisi 5. pasien usia lanjut (geriatri) membutuhkan suatu pengkajian khusus yang meliputi berbagai komponen yang disebut sebagai Comprehensive Geriatric Assessment (CGA) atau Pendekatan Paripurna pada Pasien Geriatri (P3G). serta keamanan rumah dan lingkungan harus diperhatikan. Status mental dan kognitif 3. prinsip P3G/CGA dengan berbagai komponennya harus selalu dilakukan. Bagaimana melakukan perawatan di rumah bagi usia lanjut? Mempertimbangkan karakteristik pasien usia lanjut yang berbeda dengan usia muda. serta perlu dilakukan upaya-upaya khusus untuk membantu proses pemulihan agar pasien sedapat mungkin kembali ke kondisi semula sebelum sakit. . Seorang dokter atau perawat yang melakukan perawatan usia lanjut di rumah. pemerintah) untuk membentuk sistem pelayanan kesehatan bagi usia lanjut di rumah yang komprehensif dan terintegrasi. Penutup Pelayanan kesehatan usia lanjut di rumah sudah menjadi kebutuhan. perlu ada upaya serius dari seluruh komponen (komunitas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->