BAB II PEMBAHASAN 2.

1 Definisi Audit Kecurangan Kecurangan berarti bahwa suatu item tidak dimasukkan sehingga menyebabkan informasi tidak benar, apabila suatu kesalahan adalah disengaja maka kesalahan tersebut merupakan kecurangan (fraudulent). Yang dimaksud dengan kecurangan (fraud) sangat luas dan ini dapat dilihat pada butir mengenai kategori kecurangan. Namun secara umum, unsur-unsur dari kecurangan (keseluruhan unsur harus ada, jika ada yang tidak ada maka dianggap kecurangan tidak terjadi) adalah harus terdapat salah pernyataan (misrepresentation) dari suatu masa lampau (past) atau sekarang (present) fakta bersifat material (material fact) dilakukan secara sengaja atau tanpa perhitungan (make-knowingly or recklessly) dengan maksud (intent) untuk menyebabkan suatu pihak beraksi. Pihak yang dirugikan harus beraksi (acted) terhadap salah pernyataan tersebut (misrepresentation) yang merugikannya (detriment). Kecurangan dalam tulisan ini termasuk (namun tidak terbatas pada) manipulasi, penyalahgunaan jabatan, penggelapan pajak, pencurian aktiva, dan tindakan buruk lainnya yang dilakukan oleh seseorang yang dapat mengakibatkan kerugian bagi organisasi/perusahaan. Fraud Auditing hendaknya disebut dengan istilah Audit atas Kecurangan, yang dapat didefinisikan sebagai Audit Khusus yang dimaksudkan untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya penyimpangan atau keurangan atas transaksi keuangan. Fraud auditing termasuk dalam audit khusus yang berbeda dengan audit umum terutama dalam hal tujuan yaitu fraud auditing mempunyai tujuan yang lebih sempit (khusus) dan cenderung untuk mengungkap suatu kecurangan yang diduga terjadi dalam pengelolaan asset/aktiva. Audit Khusus (Special Audit) Audit khusus adalah audit yang dilakukan atas lingkup audit yang bersifat khusus. Dengan demikian audit khusus yang bertujuan menilai kasus tidak lancarnya pelaksanaan pembangunan dapat digunakan istilah Audit Khusus atas Ketidak Lancaran Pelaksanaan Pembangunan (KTLPP). Audit khusus yang bertujuan mengungkapkan kecurangan adalah Audit Khusus atas kecurangan. 2.2 Gejala Adanya Kecurangan Pelaku kecurangan di atas dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok, yaitu: manajemen dan karyawan. Kecurangan yang dilakukan oleh manajemen umumnya lebih sulit ditemukan dibandingkan dengan yang dilakukan oleh karyawan. Oleh karena itu, perlu diketahui gejala yang menunjukkan adanya kecurangan tersebut. a. Gejala kecurangan manajemen • Ketidakcocokan diantara manajemen puncak • Moral dan motivasi karyawan rendah • Departemen akuntansi kekurangan staf • Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/perusahaan dari pihak • konsumen, pemasok, atau badan otoritas • Kekurangan kas secara tidak teratur dan tidak terantisipasi • Penjualan/laba menurun sementara itu utang dan piutang dagang meningkat

Secara umum manajemen suatu organisasi/perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kecurangan daripada karyawan. dikaitkan dengan lingkungan dan budaya organisasi/perusahaan c. Faktor individu Faktor ini melekat pada diri seseorang dan dibagi dalam dua kategori: • Moral: Faktor ini berhubungan dengan keserakahan (greed). Greed (keserakahan): Merupakan faktor yang berhubungan dengan individu pelaku kecurangan (disebut juga faktor individual). Kesempatan untuk melakukan kecurangan selalu ada pada setiap kedudukan. d. ada yang mempunyai kesempatan besar dan ada yang kecil. pengrusakan dokumen pendukung pembayaran • Kekurangan barang yang diterima • Kemahalan harga barang yang dibeli • Faktur ganda dan penggantian mutu barang Faktor Pendorong Kecurangan dan Pencegahannya Terdapat empat faktor pendorong seseorang untuk melakukan kecurangan. c. Kesempatan (opportunity) untuk melakukan kecurangan tergantung pada kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Gaya manajemen. Oleh karena itu. Need (kebutuhan): Merupakan faktor yang berhubungan dengan individu pelaku kecurangan (disebut juga faktor individual). setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap. yang disebut juga dengan teori GONE. Exposure (pengungkapan): Merupakan faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan (disebut juga faktor generik/umum).• Perusahaan mengambil kredit sampai batas maksimal untuk jangka waktu yang lama • Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan • Terdapat peningkatan jumlah ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun buku b. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengurangi risiko tersebut adalah: a. yaitu: a. ditetapkan dan dicapai dengan melibatkan seluruh pihak (manajemen dan karyawan) b. Pengungkapan (exposure) suatu kecurangan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun oleh pelaku yang lain. penghilangan. Aturan perilaku pegawai. b. Namun. Opportunity (kesempatan): Merupakan faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan (disebut juga faktor generik/umum). memberikan contoh bekerja sesuai dengan misi dan aturan perilaku yang ditetapkan organisasi/perusahaan . Misi/tujuan organisasi/perusahaan. Gejala kecurangan karyawan • Pembuatan ayat jurnal penyesuaian tanpa otorisasi manajemen dan tanpa perincian/penjelasan pendukung • Pengeluaran tanpa dokumen pendukung • Pencatatan yang salah/tidak akurat pada buku jurnal/besar • Penghancuran.

Selanjutnya kecurangan terjadi terus-menerus sampai dihentikan. seperti duplikasi pembayaran yang tercantum pada catatan akuntansi (fraud open on-the-books. b. lebih mudah untuk ditemukan). seperti: kickback (fraud hidden on the-books). Pencurian aset yang tampak pada buku. namun tersembunyi diantara catatan akuntansi yang valid. Bantuan konsultasi pegawai. Misalnya. seperti: pencurian uang pembayaran piutang dagang yang telah dihapusbukukan/di-write-off (fraud off-the books. Proses penerimaan karyawan. dan adanya mekanisme agar setiap keluhan dapat didiskusikan dan diselesaikan b. untuk mengidentifikasi calon karyawan yang berisiko tinggi dan sekaligus mendiskualifikasinya e. misalnya: memperlakukan pegawai secara wajar. berkomunikasi secara terbuka. dan tidak akan dapat dideteksi melalui pengujian transaksi akuntansi “yang dibukukan”. Berdasarkan pencatatan Kecurangan berupa pencurian aset dapat dikelompokkan kedalam tiga kategori: a.d. Dalam kecurangan berulang. yang wajar sehingga karyawan merasa diperlakukan secara adil c. Misalnya. sebaliknya produk motivasi tersebut tidak dapat disembunyikan Kategori Pengklasifikasian Kecurangan beberapa sisi. Praktik penerimaan pegawai. Menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Sistem pengukuran kinerja dan penghargaan. tindakan yang menyimpang terjadi beberapa kali dan hanya diinisiasi/diawali sekali saja. Berdasarkan frekuensi Pengklasifikasian kecurangan dapat dilakukan berdasarkan frekuensi terjadinya: a. c. hal ini terjadi disebabkan oleh adanya pelaku setiap saat (misal: pembayaran cek mingguan karyawan memerlukan kartu kerja mingguan untuk melakukan pembayaran cek yang tidak benar). Dalam arti. cek pembayaran gaji bulanan yang dihasilkan secara otomatis tanpa harus melakukan penginputan setiap saat. Kehati-hatian. Tidak berulang (non-repeating fraud). dicegah diterimanya karyawan yang bermoral tidak baik • Motivasi: Faktor ini berhubungan dengan kebutuhan (need). Pencurian aset yang tampak secara terbuka pada buku. auditor harus mereview program . mengingat motivasi seseorang tidak dapat diamati mata telanjang. paling sulit untuk ditemukan). B. Beberapa cara mengurangi kemungkinan keterlibatan dalam kecurangan: a. Penerbitan cek terus berlangsung sampai diberikan perintah untuk menghentikannya. kecurangan dapat dilakukan dilihat dari A. b. Dalam kecurangan yang tidak berulang. untuk mengetahui masalah secara dini d. Berulang (repeating fraud). tindakan kecurangan — walaupun terjadi beberapa kali — pada dasarnya bersifat tunggal. Bagi auditor. signifikansi dari berulang atau tidaknya suatu kecurangan tergantung kepada dimana ia akan mencari bukti. Pencurian aset yang tidak tampak pada buku.

dana pensiun. • Sedang mengalami trauma emosional di rumah atau tempat kerja • Penjudi dan peminum berat • Sedang dililit utang • Temuan audit atas kekeliruan (error) atau ketidakberesan (irregularities) dianggap tidak material ketika ditemukan • Bekerja tenang. pembuatan kontrak ulang atas pekerjaan yang telah selesai. 2. semua pihak sadar akan adanya kecurangan. sedangkan dalam pseudo conspiracy. Contoh: (1) pengambilan aset yang disimpan deposan pada lembaga-lembaga keuangan. bekerja melampaui jam kerja. baik bona fide maupun pseudo. Pada umumnya kecurangan terjadi karena adanya konspirasi.aplikasi komputer untuk memperoleh bukti terjadinya tindakan kecurangan pembulatan ke bawah saldo tabungan nasabah dan pengalihan selisih pembulatan tersebut ke suatu rekening tertentu. sering bekerja sendiri 2. Purchasing and payroll Fraud dalam purchasing biasanya dilakukan dengan cara: . Dalam bona fide conspiracy. kemudian .“Kickback” atau suap diberikan kepada pihak yang mengurus pembelian sebagai imbalan atas diberikannya kontrak kepada supplier. C. . reksa dana (disebut juga custodial fraud) dan (2) klaim asuransi yang tidak benar.“Invoice palsu” yang dibuat sendiri oleh pihak yang mengurus pembelian. tidak terdapat konspirasi. ada pihak-pihak yang tidak mengetahui terjadinya kecurangan. Kecurangan umum (garden varieties of fraud) yang semua orang mungkin hadapi dalam operasi bisnis secara umum. penetapan harga yang tidak benar. Misal: kickback. Berdasarkan konspirasi Kecurangan dapat diklasifikasikan sebagai: terjadi konspirasi atau kolusi.4 Ada 6 bidang yang beresiko tinggi terkena fraud 1. seperti: easy going. tidak seperti biasanya. Kecurangan khusus (specialized fraud). dan pengiriman barang yang tidak benar. yang terjadi secara unik pada orang-orang yang bekerja pada operasi bisnis tertentu. b. gaya hidup mewah. dan terdapat konspirasi parsial. yaitu: • Perubahan perilaku secara signifikan. bekerja keras.3 Tindakan/perilaku pelaku kecurangan Berikut merupakan daftar perilaku seseorang yang harus menjadi perhatian auditor karena dapat merupakan indikasi adanya kecurangan yang dilakukan orang tersebut. pembayaran ganda. D. seperti: bank. pesanan pembelian/kontrak yang lebih tinggi dari kebutuhan yang sebenarnya. Berdasarkan keunikan Kecurangan berdasarkan keunikannya dapat dikelompokkan sebagai berikut: a.

perilaku / kondisi seseorang personal tersebut dinamakan Red flag (Fraud indicators). Sales and inventory Fraud dalam jenis ini misalnya:  Pencurian inventory baik yang sedang disimpan atau dalam pengiriman  Transaksi penjualan dengan sengaja tidak dicatat atau dikurangi pencatatannya dan uang yang diterima atas penjualan tersebut masuk ke kantong pribadi  Mengurangi atau menghapuskan jumlah utang konsumen atas barang yang sudah dijual secara kredit  Mencatat transaksi penjualan palsu untuk mendapatkan komisi atau bonus terkait dengan penjualan  Memberikan diskon berlebihan kepada konsumen (biasanya dengan imbalan „kickbacks‟) d. 2. e. maupun perilaku seseorang. electronic eavesdropping. 2. Cash and check Kas merupakan aset yang paling sensitif terhadap fraud karena „nature‟ nya yang kelihatan secara fisik dan relatif lebih mudah dipindahtangankan dibandingkan aset perusahaan yang lain. server takeovers. Karakterikstik yang bersifat kondisi / situasi tertentu. internet money laundering.5 Karakteristik Pribadi kecurangan ini akan tercermin melalui timbulnya karakteristik tertentu. spamming. Hak kekayaan intelektual (HAKI) dan kerahasiaan informasi Ini terkait dengan fraud dalam pembajakan dan pencurian informasi penting milik perusahaan. ada „Wall Street . namun red flag ini biasanya selalu muncul di setiap kasus kecurangan yang terjadi.6 Praktek Kecurangan Yang Umum Bagaimana Manipulasi Harga Saham Dilakukan? Di tahun 1929. c. Sementara fraud dalam payroll misalnya jam overtime yang berlebih. Information Technology IT fraud meliputi hacking. electronic vandalism and terrorrism. Fraud atas cek biasanya terjadi ketika terdapat kelemahan dalam proses bank reconciliation dan tidak ada segregation of duties. denial of service. . mail-bombing. Physical security Kelemahan dalam physical security dapat menimbulkan asset misapropriation. g. baik yang merupakan kondisi / keadaan lingkungan. f. Meskipun timbulnya red flag tersebut tidak selalu merupakan indikasi adanya kecurangan. Pemahaman dan analisis lebih lanjut terhadap Red flag tersebut dapat membantu langkah selanjutnya untuk memperoleh bukti awal atau mendeteksi adanya kecurangan.“Manipulasi data supplier” misalnya nomor rekening pembayaran ke supplier diubah ke rekening orang lain.ditagihkan ke perusahaan dan dibayar. domain name hijacking.

Angka itu jauh melebihi biaya yang dikeluarkan AS untuk Perang Dunia II. Akibatnya terjadilah „economic bubble‟ . dalam rentang waktu sekitar sebulan. sehingga mendapatkan margin keuntungan • Spekulan mengembalikan saham kepada pialang/broker Transaksi short selling ini juga ikut menyebabkan peristiwa „black monday‟ (19 Oktober 1987. Pada waktu itu terjadi booming investasi di bursa saham Amerika. terjadinya Great Depression AS tahun 1929-1938. namun dapat menjualnya dengan harga „kontrak‟ yang masih tinggi.1 saham: . Runtuhnya Wall Street dianggap sebagai gejala. Para analis menyatakan bahwa runtuhnya Wall Street tahun 1929 tersebut banyak disebabkan karena transaksi short selling yang dilakukan oleh para spekulan. dimana DJIA turun 22% dalam sehari) dan krisis dotcom (tahun 20002002. Cara kerja short selling kurang lebih seperti ini: • Spekulan meminjam saham dari pialang/broker • Spekulan menjual „kontrak‟ harga saham pada level tertentu (harga masih tinggi) • Sentimen negatif atau isu-isu dihembuskan agar harga saham tersebut jatuh • Spekulan kemudian memborong saham dengan harga yang sudah jatuh.Crash‟ yang merupakan salah satu kehancuran paling dahsyat dalam sejarah bursa dunia. istilahnya margin trading. dimana harga saham didorong melambung tinggi tanpa diikuti dengan pertumbuhan fundamental perusahaan emiten. Bencana berawal dengan isu-isu yang dihembuskan oleh para analis dan spekulan untuk „menggoreng‟ saham. Di tahun 1929 itu. tinggal tunggu waktu meletusnya aja. dimana Nasdaq turun 78%). Gambar skema „permainan kotor‟ di bursa 2. Termasuk di dalamnya adalah peristiwa „Black Thursday‟ (24 Oktober 1929 dimana DJIA jatuh 13%) dan „Black Tuesday‟ (29 Oktober 1929 dimana DJIA jatuh 12%). terjadi koreksi Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebesar 42%. Booming tsb didukung juga oleh para pialang yang meminjamkan dana pada para investor untuk membeli saham. bahkan penyebab. Total kerugian investor AS disebabkan „Wall Street Crash‟ mencapai 30 miliar dollar AS.

Even dollar transaction Mencari angka-angka yang jumlahnya sama persis. Dalam salah satu webinar-nya. tapi melakukan penagihan (invoice) dan dibayar. Suspicious numbers Cara pertama yang sering dilakukan dalam mendeteksi fraud adalah dengan mencari angka-angka yang mencurigakan atau curigation. 2.7 Mendeteksi Fraud dalam 10 Menit dan Tanggung Jawab Auditor Internal Salah satu software yang paling banyak digunakan untuk mendeteksi fraud adalah ACL. Jerman dan Irlandia melarangnya dalam situasi krisis finansial saat ini. analisanya mengatakan bahwa secara umum dan internasional dalam sebuah populasi. ada tips bagus dan simple dari Sean Elrington (Senior Technical Specialist ACL) untuk mendeteksi fraud.Bahwa transaksi short selling dalam kondisi pasar saham yang normal bermanfaat untuk mendorong bursa menjadi lebih atraktif sehingga likuiditas pasar meningkat dan dapat dimanfaatkan untuk tujuan hedging (lindung nilai) terhadap potensi penurunan harga saham. Tetapi setelah UU Penyelamatan Ekonomi AS/bailout senilai US$ 700 miliar ditandatangani. Mengenai short selling.8. sejak Oktober 2008 melarang transaksi short selling. Biasa dikenal dengan istilah „phantom vendors‟. puluhan. Inggris. NPWP. Suspicious Vendors Adalah teknik mendeteksi fraud dengan mencari vendor atau supplier atau rekanan yang „mencurigakan‟. awalnya otoritas bursa di Amerika. yang kemudian akan dikoreksi atau di-adjustment. yang sebenarnya hanya menumpang nama dan tidak pernah mengirimkan barang atau jasa yang dipesan. Misalnya fraud yang dilakukan dengan menggelembungkan nilai penjualan (sales) supaya dapat bonus besar. a. KTP. adanya kesamaan data tidak selalu berarti fraud c. dan ratusan daripada ratusan ribuan atau puluhan juta) • Minimal 1000 data • Merupakan angka yang „natural‟ (bukan daftar angka-angka berupa nomor telepon. Akan tetapi supaya Benford‟s Law ini dapat diterapkan secara efektif.2. angka yang berawalan 1. dan sejenisnya) • Berasal dari transaksi yang mirip/serupa (misalnya. pada ACL menggunakan function MOD atau MODULUS. bursa Amerika mencabut larangan tersebut. Benford Analysis Populer dengan nama Benford‟s Law (kaidah atau hukum Benford). angka-angka dalam satu populasi tersebut harus memenuhi beberapa syarat: • Tidak ada batas bawah angka tertentu • Lebih banyak nilai/angka-angka yang kecil daripada yang besar (misalnya lebih banyak satuan. Kenapa? Karena salah satu cara untuk melakukan fraud adalah dengan mencatat atau menjurnal transaksi palsu. Bursa efek Indonesia sendiri. Biasanya melibatkan . dan 9. lalu dikoreksi atau dihapuskan sejumlah yang sama di periode selanjutnya. 1. Tes „even dollar transaction‟ ini juga hanya menunjukkan indikasi atau potensi terjadinya fraud. dan 3 akan berjumlah lebih banyak dari angka yang berawalan 7. data jumlah pembelian perkonsumen di bulan tertentu) b.

seperti alamat. namun disesuaikan dengan kondisi yang ada. atau perumahan (apartemen.Tentukan apakah pelapor mengetahui informasi dari tangan pertama (secara pribadi mengetahui terjadinya kecurangan) atau dari pihak lain . nomor rekening bank. nomor telepon. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh suatu organisasi/perusahaan apabila terdapat indikasi kecurangan dan langkah-langkah di atas juga dapat digunakan oleh auditor untuk mendeteksi adanya kecurangan. e. yang terlibat dalam siklus pembelian atau procurement dan pembayaran atau payment. Misalnya dikasih tahu harga penawaran supplier lain. Salah satu modus yang biasa dilakukan yaitu dengan memberikan informasi yang tidak fair kepada calon supplier. Misalnya ada 2 vendors. dll. Di ACL juga ada function ‟soundslike‟ untuk mencari kesamaan data antara sesama supplier. yang satu namanya PT. Misalnya. BOX. kredibilitas.Lakukan interview terhadap karyawan yang diduga terlibat untuk mengetahui versinya mengenai dugaan kecurangan tersebut (misalnya. auditor memperoleh suatu surat pengaduan dengan identitas yang tidak jelas namun indikasi kecurangan cukup kuat. dan keandalan dari si pelapor/pengadu) .Konfirmasi tuduhan tersebut melalui dokumen dan pengakuan/testimony (tertulis dan berkaitan dengan) saksi-saksi lain yang mengetahuinya . Dalam hal ini. yang bisa menjadi indikasi adanya „phantom vendors‟. uang) . Perusahaan dengan alamat PO.Tentukan apa motif dari pelapor (balas dendam. cemburu. Supplier yang secara konsisten memenangkan tender dengan memasukkan penawaran mendekati tanggal pengumuman hasil tender bisa jadi mendapat info (baca: kolusi) dengan orang dalam. termasuk identitas pelapor dan keterangan tertulisnya (keterangan lisan tidak cukup) . Fraud test yang bisa dilakukan adalah dengan membandingkan tanggal penerimaan dokumen penawaran dengan tanggal pengumuman hasil pemenang. yaitu: .orang dalam. apabila pelapor meminta uang sebelum memberi penjelasan lebih jauh (jangan memberikan uang sebelum informasi yang akurat diberikan dan dikonfirmasi dengan saksi yang dapat dipercaya dan dengan dokumen) . dsb. Bisa dengan mencari kesamaan data antara karyawan dan supplier. kompleks) juga bisa jadi mengindikasikan „phantom vendors‟. auditor boleh jadi tetap melakukan audit kecurangan tanpa harus melakukan klarifikasi atas identitas pelapor. Salah satu cara suspicious vendors adalah dengan mencari keterkaitan atau relasi antara karyawan perusahaan dengan supplier atau vendor tertentu.Jangan mengambil tindakan disiplin tanpa catatan lengkap mengenai tuduhan kecurangan. apakah pemasok yang mengajukan penawaran atau karyawan yang menetapkan harga dari pemasok) . ABC. Suspicious bids Salah satu fungsi yang paling rawan resiko fraud-nya adalah bagian pengadaan atau pembelian atau procurement. satu lagi PT. kemampuan mengetahui kecurangan tersebut.Uji sumber pengaduan (misal: cek identitas. AB C (tambah spasi). NPWP.Lakukan pendekatan dengan pemasok atau pihak-pihak lain yang diduga terlibat untuk memperoleh jawaban dan kerjasama mereka .Waspada. jengkel.Uji lebih jauh dugaan kecurangan tersebut dengan sumber independen dan dokumen .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful