P. 1
Data Skripsi

Data Skripsi

|Views: 67|Likes:

More info:

Published by: Goms Sandros Pakpahan on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2012

pdf

text

original

1.

Pengertian Hasil Belajar Hasil Belajar Siswa - Belajar dan mengajar merupakan konsep yang tidak bisa dipisahkan. Beajar merujuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek dalam belajar. Sedangkan mengajar merujuk pada apa yang seharusnya dilakukan seseorang guru sebagai pengajar. Dua konsep belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru terpadu dalam satu kegiatan. Diantara keduannya itu terjadi interaksi dengan guru. Kemampuan yang dimiliki siswa dari proses belajar mengajar saja harus bisa mendapatkan hasil bisa juga melalui kreatifitas seseorang itu tanpa adanya intervensi orang lain sebagai pengajar. Oleh karena itu hasil belajar yang dimaksud disini adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah ia menerima perlakukan dari pengajar (guru), seperti yang dikemukakan oleh Sudjana. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004 : 22). Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga macam hasil belajar mengajar : (1). Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita (Sudjana, 2004 : 22). Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989 : 39). Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark (1981 : 21) menyatakan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2002 : 39). "Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya" (Ali Muhammad, 204 : 14). Perubahan perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik).

RanahPsikomotor Meliputi keterampilan motorik. .RanahKognitif Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima. afektif. menjawab atau reaksi. Sedangkan dari sisi guru. psikomotor. pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif. Hasil belajar siswa http://www.com/2011/03/pengertian-definisi-hasil-belajar.sarjanaku. penerapan. hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. menilai. 2.Dari beberapa pendapat di atas. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan. Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif. 3.Menurut Dimyati dan Mudjiono. Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol. dan psikomotor. pemahaman. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. sintesis dan penilaian. Dari sisi siswa. Perinciannya adalah sebagai berikut: 1. hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.RanahAfektif Berkenaan dengan sikap dan nilai. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. koordinasi neuromuscular (menghubungkan. pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap. Menurut Oemar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. mengamati). analisis. manipulasi benda-benda. maka hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan.html INDRA . dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. afektif. organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.

22 http://indramunawar. h. Remaja Rosdikarya. h. (Jakarta: Rineka Cipta. Howard Kingsley membagi 3 macam hasil belajar: a. h. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. 1999). (Jakarta: Rineka Cipta. 2006).2005). 2007). h.html Pengertian. c. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut. 250251. Nana Sudjana. Faktor dan Indikator Hasil Belajar Siswa Hasil belajar merupakan hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar karena kegiatan belajar merupakan proses sedangkan hasil belajar adalah sebagian hasil yang dicapai . (Bandung: Bumi Aksara.Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.com/2009/06/hasil-belajar-pengertian-dan-definisi. 102-124. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. (Bandung: PT. Pengetahuan Sikap dan dan dankebiasaan pengertian cita-cita Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. 30.blogspot. Belajar dan Pembelajaran. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Oemar Hamalik. Daryanto. Evaluasi Pendidikan.Keterampilan b. Proses Belajar Mengajar. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Sumber Buku Bacaan : Dimyati dan Mudjiono. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang secara keseluruhan. Menurut Winkel dalam Darsono (2000: 4) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan pemahaman. mengungkapkan “Belajar adalah perubahan yang terjadi karena hubungan yang stabil antara stimulus yang diterima oleh organisme secara individual dengan respon yang tersamar. Secara psikologis. Percival dan Ellington dalam Daryanto (2010: 59). Untuk memahami pengertian hasil belajar maka harus bertitik tolak dari pengertian belajar itu sendiri. minat. pemahaman. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto. belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. ”Belajar merupakan suatu aktivitas yang menimbulkan perubahan . akan tetapi lebih luas dari itu yaitu memahami (Hamalik. Perubahan tidak hanya berkaitan berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia.seseorang setelah mengalami proses belajar dengan terlebih dahulu mengandakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan. kebiasaan serta perubahan-perubahan aspek lain yang ada pada individu belajar. suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. dimana rendah. Djamarah (2002: 13) mengemukakan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya menyangkut kognitif. Oleh karena itu. pengertian. Moh. sikap. Whittaker dalam Djamarah (2002: 12) merumuskan belajar sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Belajar merupakan suatu proses. sikap dan tingkah laku. harga diri. Belajar bukan hanya mengingat. dan penyesuaian diri. kecakapan. keterampilan dan nilai sikap. kecil. tetapi juga berbentuk kecakapan. 2001: 27). 2003: 3). keterampilan. Belajar bukan hanya sekedar pengalaman. dan intensitas respon tersebut tergantung pada tingkat kematangan fisik. 2006: 112). Suhaenah (2001: 2). Menurut Sardiman (2004: 21) belajar akan membawa suatu perubahan pada individuindividu yang belajar. mental dan tendensi yang belajar”. Sudjana (2000: 5) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. belajar adalah suatu proses bukan suatu hasil. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan. belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai tujuan (Soemanto. besar. dan psikomotorik. afektif. watak. ketrampilan.Uzer Usman dan Lilis Setiawati (2002: 4) mengartikan “Belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungan sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya”.

Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. Kematangan jasmani yaitu setelah sampai pada . orang dewasa. Dalam pendidikan disekolah belajar merupakan kegiatan yang pokok yang harus dilaksanakan. Berikut ini ciri-ciri perubahan tingkah laku menurut Slameto (2010: 2). maupun orang tua. Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku pada diri seseorang dan mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. kepribadian. 1. Dalyono (2005: 51-54) mengemukakan prinsip-prinsip belajar sebagai berikut. 2. otak atau anggota tubuh lainnya. Djamarah (2002: 15-16) menjelaskan bahwa ciri-ciri belajar sebagai berikut. dengan sistematis. dan sebagainya. 1. Kematangan jasmani dan rohani Salah satu prinsip utama belajara dalah harus mencapai kematangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan yang dipelajarinya. Perubahan dalam belajar bersifat fungsional. bakat. 2. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. 5. mendayagunakan semua potensi yang dimiliki baik fisik. Perubahan terjadi secara sadar. remaja. panca indra. tujuan. Perubahan yang terjadi secara sadar. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.yang relatif permanen sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya”. dan akan berlangsung seumur hidup. Perubahan mencangkup seluruh aspek tingkah laku. minat. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. sikap. Slameto (2010: 2) mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. baik anak-anak. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. 6. 3. demikian pula aspek-aspek kejiwaan seperti intelegensi. 6. Belajar adalah suatu usaha sungguh-sungguh. Belajar dapat dilakukan oleh siapapun. yaitu proses belajar yang melibatkan siswa secara aktif dalam prosses pembelajaran. 5. 3. Setiap individu pasti mengalamai proses belajar. 4. Di dalam belajar terdapat prinsip-prinsip belajar yang harus diperhatikan. dan bahkan persepsi manusia. 4. Belajar memegang peranan penting di dalam perkembangan. belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. Belajar juga merupakan suatu bentuk pertumbuhan dan perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara tingkah laku yang baru sebagai hasil dari pengalaman. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. keyakinan. 1. Menurut Hamalik (2004: 27). mental. kebiasaan. Tujuan pendidikan akan tercapai apabila proses belajar dalam suatu sekolah dapat berlangsung dengan baik.

pembelajaran dikatakan berhasil jika tingkat pengetahuan siswa bertambah dari hasil sebelumnya (Djamarah. sehingga dikuasai sepenuhnya dan sukar dilupakan. Salah satu indikator tercapai atau tidaknya suatu proses pembelajaran adalah dengan melihat hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Memiliki kesungguhan Orang yang belajar harus memiliki kesungguhan untuk melaksanakannya. baik fisik. Belajar tanpa kesungguhan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Sukmadinata (2007: 102) mengatakan hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Memahami tujuan Setiap orang yang belajar harus memahami tujuannya. tes lisan yang dilakukan selama pelajaran berlangsung. Hasil belajar sering dipergunakan dalam arti yang sangat luas yakni untuk bermacam-macam aturan terdapat apa yang telah dicapai oleh murid. misalnya ulangan harian. kemana arah tujuan itu dan apa manfaat bagi dirinya. tugas-tugas pekerjaan rumah. Sesuatu yang dipelajari perlu diulang agar meresap dalam otak. . Sedangkan hasil belajar menurut Arikunto (2001:63) sebagai hasil yang telah dicapai seseorang setelah mengalami proses belajar dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan. Ulangan dan latihan Prinsip yang tidak kalah pentingnya adalah ulangan dan latihan. Hasil belajar diartikan sebagai hasil ahir pengambilan keputusan tentang tinggi rendahnya nilai siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Sedangkan kematangan rohani artinya telah memiliki kemampuan secara psikologis untuk melakukan kegiatan belajar. sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Hasil belajar merupakan cerminan tingkat keberhasilan atau pencapaian tujuan dari proses belajar yang telah dilaksanakan yang pada puncaknya diakhiri dengan suatu evaluasi. 2000: 25). Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan yang dicapai oleh murid dalam mengikuti program belajar mengajar. 5. 3. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 3) hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.batas minimal umur serta kondisi fisiknya telah kuat untuk melakukan kegiatan belajar. 2. mental maupun perlengkapan belajar. Memiliki kesiapan Setiap orang yang hendak belajar harus memiliki kesiapan yakni dengan kemampuan yang cukup. tes ahir catur wulan dan sebagainya. Prinsip ini sangat penting dimiliki oleh orang belajar agar proses yang dilakukannya dapat selesai dan berhasil 4. Hasil belajar dapat dikatakan tuntas apabila telah memenuhi kriteria ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran.

Faktor ekstern (faktor dari luar diri siswa) Faktor yang berasal dari luar diri siswa sendiri terdiri dari tiga faktor. lingkungan sekolah. yakni: a) Faktor jasmaniah 1) Faktor kesehatan 2) Faktor cacat tubuh b) Faktor psikologis 1) Intelegensi 2) Bakat 3) Motif 4) Kematangan. gaji. Menurut Slameto (2003: 54-60) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain. dan lainlain) Suhardjono dalam Arikunto (2006: 55). adapula faktor yang harus diterima apa adanya (seperti: latar belakang siswa. model evaluasi.Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil pembelajaran. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi tiga faktor. dan lain-lain). 1. yakni: a) Faktor keluarga 1) Cara orang tua mendidik. Faktor kelelahan 1) Faktor kelelahan jasmani 2) Faktor kelelehan rohani 2. Ada faktor yang dapat diubah (seperti cara mengajar. 2) Relasi antar anggota keluarga 3) Suasana rumah 4) Keadaan ekonomi keluarga b) Faktor sekolah 1) Metode mengajar 2) Kurikulum 3) Relasi guru dengan siswa 4) Relasi siswa dengan siswa 5) Disiplin sekolah 6) Alat pelajaran 7) Waktu sekolah 8) Standar pelajaran diatas ukuran 9) Keadaan gedung 10) Metode belajar 11) Tugas rumah c) Faktor masyarakat 1) Kesiapan siswa dalam masyarakat 2) Mass media 3) Teman bergaul 4) Bentuk kehidupan masyarakat . mutu rancangan. c) Kesiapan.

Sehubungan dengan hal di atas. 1. adapun hasil pengajaran dikatakan betul-betul baik apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Faktor Eksternal (yang berasal dari luar diri) a) Keluarga b) Sekolah c) Masyarakat d) Lingkungan Untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran dibagi atas beberapa tingkatan taraf sebagai berikut. apabila seluruh bahan pelajaran dapat dikuasai oleh siswa. Baik/minimal. Suparno dalam Sardiman (2004: 38) mengatakan bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman subjek belajar dengan dunia fisik dan lingkungannya. Hasil belajar yang tinggi atau rendah menunjukkan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi pelajaran dalam proses pembelajaran. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui. apabila bahan pelajaran yang dikuasai kurang dari 60%. 3. apabila bahan pelajaran hanya dikuasai 60%-75%. 2. Hasil itu merupakan pengetahuan asli atau otentik. Kurang. Istimewa/maksimal. 2008: 49). sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. tujuan. (Djamarah. 2. 1. Djaali (2008: 99) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar antara lain sebagai berikut. motivasi yang mempengaruhi proses interaksi dengan bahan yang sedang dipelajari. 4. 2006: 107). Sebab pengetahuan itu dihayati dan penuh makna bagi dirinya (Sardiman. Baik sekali/optimal.Hasil belajar adalah suatu pencapaian yang diperoleh oleh siswa dalam proses pembelajaran yang dituangkan dengan angka maupun dalam pengaplikasian pada kehidupan sehari-hari atas ilmu yang didapat. Hasil itu tahan lama dan dapat digunakan dalam kehidupan oleh siswa. apabila sebagian besar bahan pelajaran dapat dikuasai 76%-99%. 1. Penilaian hasil belajar pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan untuk mengukur perubahan prilaku yang telah terjadi pada diri peserta didik. Pada umumnya hasil belajar akan memberikan pengaruh dalam dua bentuk yaitu peserta didik akan mempunyai perspektif terhadap kekuatan dan kelemahannya atas prilaku yang diinginkan dan mereka . Pengetahuan hasil proses belajar mengajar itu bagi siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. si subjek belajar. Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri) a) Kesehatan b) Intelegensi c) Minat dan motivasi d) Cara belajar 2.

penilaian akhir semester. Hasil belajar pada satu sisi adalah berkat tindakan guru. Jika lingkungan . Merupakan lembaga pendidikan dalam ukuran kecil tetapi bersifat menentukan untuk pendidikan dalam ukuran besar. hubungan guru dengan siswa. Dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur. dan penilaian kenaikan kelas. Faktor Masyarakat. Faktor Sekolah. (3). Pada sisi lain. Dari sini lah kemudian berkembang menjadi berbagai macam varian judul penelitian yang lebih spesifik.mendapatkan bahwa prilaku yang diinginkan itu telah meningkat baik setahap atau dua tahap sehingga timbul lagi kesenjangan antara penampilan prilaku yang sekarang dengan yang diinginkan. dan perbaikan hasil dalam bentuk penilaian harian. Faktor yang ada pada luar individu yang di sebut dengan faktor Ekstern. penilaian tengah semester. yang meliputi : (1). Jika salah satu dari faktor biologis terganggu akan mempengaruhi hasil prestasi belajar. (2). meliputi: kelelahan jasmani dan rohani.blogspot. suatu transfer belajar (Dimyati dan Mudjiono. Hal ini memang sangat penting karena setiap permasalahan PTK selalu bermula dari masalah belajar itu sendiri. seperti tertuang dalam angka rapot. maka masalah dalam PTK tidak lain adalah bermula dari faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Faktor biologis. gizi. Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan terutama. (2).html eman-teman yang sedang melaksanakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) sering kali bertanya tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. meliputi : metode mengajar. kurikulum. siswa dengan siswa dan berdisiplin di sekolah. Hasil belajar dapat dibedakan menjadi dampak pengajaran dan dampak pengiring. Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan sehingga minat dan dorongan untuk mengahsilkan sesuatu akan hilang. Yang jika ditelusur lebih tajam. suatu pencapaian tujuan pembelajaran. Standar nasional pendidikan mengungkapkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Penilaian hasil bertujuan untuk mengetahui hasil belajar atau pembentukan kompetensi peserta didik. minat dan motivasi serta perhatian ingatan berfikir. Faktor Psikologis.com/2012/01/pengertian-faktor-dan-indikator-hasil. kemajuan. Faktor kelelahan. meliputi : bentuk kehidupan masyarakat sekitar dapat mempengaruhi prsetasi belajar siswa. Faktor keluarga. Menurut Slameto (2003:54) Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu: 1. 2. pendengaran dan penglihatan. (3). Kedua dampak tersebut sangat berguna bagi guru dan juga siswa. yang meliputi: (1). meliputi: intelegensi. Faktor yang ada pada diri siswa itu sendiri yang di sebut faktor individu (Intern). http://hendriansdiamond. Kelelahan jasmani nampak dengan adanya lemah tubuh. lapar dan haus serta mengantuk. merupakan peningkatan mental siswa. 2006: 4). sedangkan dampak pengiring adalah terapan pengetahuan dan kemampuan dibidang lain. meliputi: kesehatan.

misalnya dengan tersedianya tempat perlengkapan belajar di kelas. kadang mudah menangkap apa yang dipelajari. Adapun yang dapat memudahkan dan melancarkan usah ini dapat berupa benda-benda maupun uang. yang dapatmemudahkan terselenggaranya dalam proses belajar mengajar. Kadang-kadang juga lancar. Berdasarkan faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar di atas dapat dikaji bahwa belajar itu merupakan proses yang cukup kompleks. Aktivitas belajar individu memang tidak selamanya menguntungkan. jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana yang ada di sekolah.com/2011/10/10/faktor-yang-mempengaruhi-hasil-belajar/ Pengertian Fasilitas Belajar Untuk mengemukakan pengertian tentang fasilitas. “fasilitas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan segala sesuatu usaha.wordpress. Lebih luas lagi tentang pengertian failitas Suhaisimi Arikonto berpendapat. penulis dapat sajikan beberapa batasan dari para ahli.siswa adalah lingkungan terpelajar maka siswa akan terpengaruh dan mendorong untuk lebih giat belajar. Sedangkan menurut Suryo Subroto “ fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha dapat berupa benda-benda maupun uang. itulah yang disebut belajar. kadang sulit mencerna mata pelajaran. Dari beberapa pendapat yang dirumuskan oleh para ahli mengenai pengertian fasilitas dapat dirumuskan bahwa fasilitas dalam dunia pendidikan berarti segala sesuatu yang bersifat fisik maupun material. Dalam keadaan dimana anak didik/siswa dapat belajar sebagaimana mestinya. Menurut Zakiah Daradjat “fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah upaya dan memperlancar kerja dalam rangka mencapai suatu tujuan. . http://sunartombs.

Dari definisi-definisi belajar yang dikemukakan oleh para ahli diatas dapat di simpulkan bahwa belajar adalah statu kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk memperoleh perubahan baik berupa pengalaman.blogspot. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri yang berinteraksi dengan lingkungannya”. adalah “proses dasar dari perkembangan hidup manusia. dengan relajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang”. Adapun yang dimaksud dengan fasilitas belajar adalah semua kebutuhan yang dipelukan oleh peserta didik dalam rangka untuk memudahkan. Adapun yang dimaksud belajar menurut Wasty Soemanto. Sedangkan menurut Slameto belajar adalah “ suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.com/2008/10/pengertian-fasilitas-belajar. Tingkah laku maupun keterampilan. melancarkan dan menunjang dalam kegiatan belajar di sekolah.alat-alat peraga pengajaran. berbagai perlengkapan pratikum loboratorium dan segala sesuatu yang menunjang terlaksananya proses belajar mengajar. http://sobatbaru.html . buku pelajaran. Supaya lebih efektif dan efisien yang nantinya peserta didik dapat belajar dengan maksimal dan hasil belajar yang memuaskan. perpustakaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->