1.

Pengertian Hasil Belajar Hasil Belajar Siswa - Belajar dan mengajar merupakan konsep yang tidak bisa dipisahkan. Beajar merujuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek dalam belajar. Sedangkan mengajar merujuk pada apa yang seharusnya dilakukan seseorang guru sebagai pengajar. Dua konsep belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru terpadu dalam satu kegiatan. Diantara keduannya itu terjadi interaksi dengan guru. Kemampuan yang dimiliki siswa dari proses belajar mengajar saja harus bisa mendapatkan hasil bisa juga melalui kreatifitas seseorang itu tanpa adanya intervensi orang lain sebagai pengajar. Oleh karena itu hasil belajar yang dimaksud disini adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah ia menerima perlakukan dari pengajar (guru), seperti yang dikemukakan oleh Sudjana. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004 : 22). Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga macam hasil belajar mengajar : (1). Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita (Sudjana, 2004 : 22). Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989 : 39). Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark (1981 : 21) menyatakan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2002 : 39). "Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya" (Ali Muhammad, 204 : 14). Perubahan perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik).

2. 3. namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan. dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. penerapan.Dari beberapa pendapat di atas. pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif.RanahAfektif Berkenaan dengan sikap dan nilai. pemahaman. Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol. maka hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan.sarjanaku.html INDRA . Dari sisi siswa. Hasil belajar siswa http://www. analisis. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima. sintesis dan penilaian. menjawab atau reaksi. manipulasi benda-benda. koordinasi neuromuscular (menghubungkan. menilai. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. mengamati).RanahKognitif Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan.RanahPsikomotor Meliputi keterampilan motorik. psikomotor.com/2011/03/pengertian-definisi-hasil-belajar. afektif. Sedangkan dari sisi guru. . Menurut Oemar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut. Perinciannya adalah sebagai berikut: 1.Menurut Dimyati dan Mudjiono. Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif. hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai. pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap. dan psikomotor. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran. afektif. hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar.

Proses Belajar Mengajar. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. h. Faktor dan Indikator Hasil Belajar Siswa Hasil belajar merupakan hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar karena kegiatan belajar merupakan proses sedangkan hasil belajar adalah sebagian hasil yang dicapai . Remaja Rosdikarya. h. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik. 102-124. 30. (Jakarta: Rineka Cipta.blogspot. Sumber Buku Bacaan : Dimyati dan Mudjiono.Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Daryanto.html Pengertian. Nana Sudjana.2005). Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut. Howard Kingsley membagi 3 macam hasil belajar: a. (Bandung: Bumi Aksara. Belajar dan Pembelajaran. 1999). Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. (Bandung: PT. h. 2007). 2006).com/2009/06/hasil-belajar-pengertian-dan-definisi.Keterampilan b. Evaluasi Pendidikan. Pengetahuan Sikap dan dan dankebiasaan pengertian cita-cita Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. c. (Jakarta: Rineka Cipta. 250251. 22 http://indramunawar. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Oemar Hamalik. h.

Suhaenah (2001: 2). ”Belajar merupakan suatu aktivitas yang menimbulkan perubahan . mengungkapkan “Belajar adalah perubahan yang terjadi karena hubungan yang stabil antara stimulus yang diterima oleh organisme secara individual dengan respon yang tersamar. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang secara keseluruhan. kebiasaan serta perubahan-perubahan aspek lain yang ada pada individu belajar. dan psikomotorik. Whittaker dalam Djamarah (2002: 12) merumuskan belajar sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.Uzer Usman dan Lilis Setiawati (2002: 4) mengartikan “Belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungan sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya”. sikap. kecil. 2003: 3). belajar adalah suatu proses bukan suatu hasil. Secara psikologis. dimana rendah. dan intensitas respon tersebut tergantung pada tingkat kematangan fisik. belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. akan tetapi lebih luas dari itu yaitu memahami (Hamalik. ketrampilan. keterampilan. Sudjana (2000: 5) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. pengertian. Belajar bukan hanya mengingat. minat. Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. keterampilan dan nilai sikap. tetapi juga berbentuk kecakapan. Menurut Winkel dalam Darsono (2000: 4) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan pemahaman. kecakapan. Moh. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto. mental dan tendensi yang belajar”. Untuk memahami pengertian hasil belajar maka harus bertitik tolak dari pengertian belajar itu sendiri. harga diri. dan penyesuaian diri. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan. Percival dan Ellington dalam Daryanto (2010: 59). 2006: 112). Djamarah (2002: 13) mengemukakan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya menyangkut kognitif. Oleh karena itu. Menurut Sardiman (2004: 21) belajar akan membawa suatu perubahan pada individuindividu yang belajar. besar.seseorang setelah mengalami proses belajar dengan terlebih dahulu mengandakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan. sikap dan tingkah laku. afektif. Belajar merupakan suatu proses. 2001: 27). pemahaman. belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai tujuan (Soemanto. Perubahan tidak hanya berkaitan berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. watak. suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya sekedar pengalaman.

Djamarah (2002: 15-16) menjelaskan bahwa ciri-ciri belajar sebagai berikut. minat. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. 2. bakat. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. 4. 1. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. 3. kebiasaan. orang dewasa. 2. Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku pada diri seseorang dan mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. baik anak-anak. Slameto (2010: 2) mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. keyakinan. Kematangan jasmani yaitu setelah sampai pada . panca indra. dan bahkan persepsi manusia. Belajar dapat dilakukan oleh siapapun. 1. Dalam pendidikan disekolah belajar merupakan kegiatan yang pokok yang harus dilaksanakan. Berikut ini ciri-ciri perubahan tingkah laku menurut Slameto (2010: 2). Belajar adalah suatu usaha sungguh-sungguh. Tujuan pendidikan akan tercapai apabila proses belajar dalam suatu sekolah dapat berlangsung dengan baik. Belajar juga merupakan suatu bentuk pertumbuhan dan perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara tingkah laku yang baru sebagai hasil dari pengalaman. Setiap individu pasti mengalamai proses belajar. 4. Di dalam belajar terdapat prinsip-prinsip belajar yang harus diperhatikan. Belajar memegang peranan penting di dalam perkembangan. 6. Perubahan mencangkup seluruh aspek tingkah laku. yaitu proses belajar yang melibatkan siswa secara aktif dalam prosses pembelajaran. mendayagunakan semua potensi yang dimiliki baik fisik. 3. demikian pula aspek-aspek kejiwaan seperti intelegensi.yang relatif permanen sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya”. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. sikap. 5. 5. remaja. Perubahan yang terjadi secara sadar. kepribadian. Perubahan terjadi secara sadar. tujuan. mental. maupun orang tua. 1. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. Kematangan jasmani dan rohani Salah satu prinsip utama belajara dalah harus mencapai kematangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan yang dipelajarinya. Dalyono (2005: 51-54) mengemukakan prinsip-prinsip belajar sebagai berikut. dan sebagainya. belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Perubahan dalam belajar bersifat fungsional. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. otak atau anggota tubuh lainnya. dengan sistematis. 6. Menurut Hamalik (2004: 27). dan akan berlangsung seumur hidup. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.

sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Sesuatu yang dipelajari perlu diulang agar meresap dalam otak. tugas-tugas pekerjaan rumah. Memiliki kesungguhan Orang yang belajar harus memiliki kesungguhan untuk melaksanakannya. tes ahir catur wulan dan sebagainya. mental maupun perlengkapan belajar. Hasil belajar diartikan sebagai hasil ahir pengambilan keputusan tentang tinggi rendahnya nilai siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. baik fisik. 2. Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan yang dicapai oleh murid dalam mengikuti program belajar mengajar. Salah satu indikator tercapai atau tidaknya suatu proses pembelajaran adalah dengan melihat hasil belajar yang dicapai oleh siswa. 3. misalnya ulangan harian. Hasil belajar merupakan cerminan tingkat keberhasilan atau pencapaian tujuan dari proses belajar yang telah dilaksanakan yang pada puncaknya diakhiri dengan suatu evaluasi. 2000: 25). . Memiliki kesiapan Setiap orang yang hendak belajar harus memiliki kesiapan yakni dengan kemampuan yang cukup. tes lisan yang dilakukan selama pelajaran berlangsung. Memahami tujuan Setiap orang yang belajar harus memahami tujuannya. kemana arah tujuan itu dan apa manfaat bagi dirinya. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 3) hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar.batas minimal umur serta kondisi fisiknya telah kuat untuk melakukan kegiatan belajar. Hasil belajar dapat dikatakan tuntas apabila telah memenuhi kriteria ketuntasan minimum yang ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran. sehingga dikuasai sepenuhnya dan sukar dilupakan. Sedangkan hasil belajar menurut Arikunto (2001:63) sebagai hasil yang telah dicapai seseorang setelah mengalami proses belajar dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan. Hasil belajar sering dipergunakan dalam arti yang sangat luas yakni untuk bermacam-macam aturan terdapat apa yang telah dicapai oleh murid. 5. Belajar tanpa kesungguhan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Ulangan dan latihan Prinsip yang tidak kalah pentingnya adalah ulangan dan latihan. pembelajaran dikatakan berhasil jika tingkat pengetahuan siswa bertambah dari hasil sebelumnya (Djamarah. Prinsip ini sangat penting dimiliki oleh orang belajar agar proses yang dilakukannya dapat selesai dan berhasil 4. Sedangkan kematangan rohani artinya telah memiliki kemampuan secara psikologis untuk melakukan kegiatan belajar. Sukmadinata (2007: 102) mengatakan hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang.

gaji. Faktor ekstern (faktor dari luar diri siswa) Faktor yang berasal dari luar diri siswa sendiri terdiri dari tiga faktor. Menurut Slameto (2003: 54-60) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain. mutu rancangan. adapula faktor yang harus diterima apa adanya (seperti: latar belakang siswa. 1. dan lainlain) Suhardjono dalam Arikunto (2006: 55). yakni: a) Faktor jasmaniah 1) Faktor kesehatan 2) Faktor cacat tubuh b) Faktor psikologis 1) Intelegensi 2) Bakat 3) Motif 4) Kematangan. yakni: a) Faktor keluarga 1) Cara orang tua mendidik. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi tiga faktor.Banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil pembelajaran. lingkungan sekolah. dan lain-lain). Faktor kelelahan 1) Faktor kelelahan jasmani 2) Faktor kelelehan rohani 2. model evaluasi. c) Kesiapan. Ada faktor yang dapat diubah (seperti cara mengajar. 2) Relasi antar anggota keluarga 3) Suasana rumah 4) Keadaan ekonomi keluarga b) Faktor sekolah 1) Metode mengajar 2) Kurikulum 3) Relasi guru dengan siswa 4) Relasi siswa dengan siswa 5) Disiplin sekolah 6) Alat pelajaran 7) Waktu sekolah 8) Standar pelajaran diatas ukuran 9) Keadaan gedung 10) Metode belajar 11) Tugas rumah c) Faktor masyarakat 1) Kesiapan siswa dalam masyarakat 2) Mass media 3) Teman bergaul 4) Bentuk kehidupan masyarakat .

Pengetahuan hasil proses belajar mengajar itu bagi siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. apabila seluruh bahan pelajaran dapat dikuasai oleh siswa. 3. 2008: 49). Penilaian hasil belajar pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan untuk mengukur perubahan prilaku yang telah terjadi pada diri peserta didik. (Djamarah. Hasil itu merupakan pengetahuan asli atau otentik. apabila bahan pelajaran yang dikuasai kurang dari 60%. Baik/minimal. tujuan. si subjek belajar. Istimewa/maksimal. 1. 2. 2. 1. Sebab pengetahuan itu dihayati dan penuh makna bagi dirinya (Sardiman. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui. Baik sekali/optimal. Sehubungan dengan hal di atas. Faktor Eksternal (yang berasal dari luar diri) a) Keluarga b) Sekolah c) Masyarakat d) Lingkungan Untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran dibagi atas beberapa tingkatan taraf sebagai berikut. Hasil itu tahan lama dan dapat digunakan dalam kehidupan oleh siswa. motivasi yang mempengaruhi proses interaksi dengan bahan yang sedang dipelajari. Pada umumnya hasil belajar akan memberikan pengaruh dalam dua bentuk yaitu peserta didik akan mempunyai perspektif terhadap kekuatan dan kelemahannya atas prilaku yang diinginkan dan mereka . adapun hasil pengajaran dikatakan betul-betul baik apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut.Hasil belajar adalah suatu pencapaian yang diperoleh oleh siswa dalam proses pembelajaran yang dituangkan dengan angka maupun dalam pengaplikasian pada kehidupan sehari-hari atas ilmu yang didapat. Kurang. Hasil belajar yang tinggi atau rendah menunjukkan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi pelajaran dalam proses pembelajaran. apabila sebagian besar bahan pelajaran dapat dikuasai 76%-99%. 2006: 107). Djaali (2008: 99) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar antara lain sebagai berikut. Suparno dalam Sardiman (2004: 38) mengatakan bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman subjek belajar dengan dunia fisik dan lingkungannya. apabila bahan pelajaran hanya dikuasai 60%-75%. Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri) a) Kesehatan b) Intelegensi c) Minat dan motivasi d) Cara belajar 2. 4. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. 1.

meliputi : metode mengajar. meliputi: intelegensi. gizi. Merupakan lembaga pendidikan dalam ukuran kecil tetapi bersifat menentukan untuk pendidikan dalam ukuran besar. meliputi: kelelahan jasmani dan rohani.com/2012/01/pengertian-faktor-dan-indikator-hasil. Menurut Slameto (2003:54) Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu: 1. yang meliputi : (1). penilaian tengah semester. Penilaian hasil bertujuan untuk mengetahui hasil belajar atau pembentukan kompetensi peserta didik. dan perbaikan hasil dalam bentuk penilaian harian. pendengaran dan penglihatan. (3).blogspot. Hal ini memang sangat penting karena setiap permasalahan PTK selalu bermula dari masalah belajar itu sendiri. suatu pencapaian tujuan pembelajaran. Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan sehingga minat dan dorongan untuk mengahsilkan sesuatu akan hilang. maka masalah dalam PTK tidak lain adalah bermula dari faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Faktor keluarga. Kedua dampak tersebut sangat berguna bagi guru dan juga siswa. suatu transfer belajar (Dimyati dan Mudjiono. kemajuan. lapar dan haus serta mengantuk. 2. minat dan motivasi serta perhatian ingatan berfikir. Jika lingkungan . Faktor yang ada pada luar individu yang di sebut dengan faktor Ekstern. penilaian akhir semester. Faktor biologis. Faktor yang ada pada diri siswa itu sendiri yang di sebut faktor individu (Intern). dan penilaian kenaikan kelas. (3). Dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur. Hasil belajar dapat dibedakan menjadi dampak pengajaran dan dampak pengiring. hubungan guru dengan siswa.mendapatkan bahwa prilaku yang diinginkan itu telah meningkat baik setahap atau dua tahap sehingga timbul lagi kesenjangan antara penampilan prilaku yang sekarang dengan yang diinginkan. Dari sini lah kemudian berkembang menjadi berbagai macam varian judul penelitian yang lebih spesifik. meliputi : bentuk kehidupan masyarakat sekitar dapat mempengaruhi prsetasi belajar siswa. http://hendriansdiamond. Yang jika ditelusur lebih tajam. Hasil belajar pada satu sisi adalah berkat tindakan guru. Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan terutama. Faktor kelelahan. kurikulum. meliputi: kesehatan. Faktor Masyarakat. 2006: 4). Faktor Sekolah. seperti tertuang dalam angka rapot. Pada sisi lain. (2). Standar nasional pendidikan mengungkapkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. siswa dengan siswa dan berdisiplin di sekolah. yang meliputi: (1). sedangkan dampak pengiring adalah terapan pengetahuan dan kemampuan dibidang lain. (2). merupakan peningkatan mental siswa. Jika salah satu dari faktor biologis terganggu akan mempengaruhi hasil prestasi belajar. Faktor Psikologis. Kelelahan jasmani nampak dengan adanya lemah tubuh.html eman-teman yang sedang melaksanakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) sering kali bertanya tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.

kadang mudah menangkap apa yang dipelajari. jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana yang ada di sekolah. Adapun yang dapat memudahkan dan melancarkan usah ini dapat berupa benda-benda maupun uang. penulis dapat sajikan beberapa batasan dari para ahli. Kadang-kadang juga lancar. Menurut Zakiah Daradjat “fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah upaya dan memperlancar kerja dalam rangka mencapai suatu tujuan. Lebih luas lagi tentang pengertian failitas Suhaisimi Arikonto berpendapat.com/2011/10/10/faktor-yang-mempengaruhi-hasil-belajar/ Pengertian Fasilitas Belajar Untuk mengemukakan pengertian tentang fasilitas. itulah yang disebut belajar. Berdasarkan faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar di atas dapat dikaji bahwa belajar itu merupakan proses yang cukup kompleks. Sedangkan menurut Suryo Subroto “ fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan suatu usaha dapat berupa benda-benda maupun uang. Aktivitas belajar individu memang tidak selamanya menguntungkan. http://sunartombs. misalnya dengan tersedianya tempat perlengkapan belajar di kelas.siswa adalah lingkungan terpelajar maka siswa akan terpengaruh dan mendorong untuk lebih giat belajar. kadang sulit mencerna mata pelajaran.wordpress. . yang dapatmemudahkan terselenggaranya dalam proses belajar mengajar. “fasilitas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan memperlancar pelaksanaan segala sesuatu usaha. Dalam keadaan dimana anak didik/siswa dapat belajar sebagaimana mestinya. Dari beberapa pendapat yang dirumuskan oleh para ahli mengenai pengertian fasilitas dapat dirumuskan bahwa fasilitas dalam dunia pendidikan berarti segala sesuatu yang bersifat fisik maupun material.

html . berbagai perlengkapan pratikum loboratorium dan segala sesuatu yang menunjang terlaksananya proses belajar mengajar. adalah “proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Tingkah laku maupun keterampilan. dengan relajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang”. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri yang berinteraksi dengan lingkungannya”. buku pelajaran.com/2008/10/pengertian-fasilitas-belajar.alat-alat peraga pengajaran. melancarkan dan menunjang dalam kegiatan belajar di sekolah.blogspot. perpustakaan. Dari definisi-definisi belajar yang dikemukakan oleh para ahli diatas dapat di simpulkan bahwa belajar adalah statu kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk memperoleh perubahan baik berupa pengalaman. Adapun yang dimaksud dengan fasilitas belajar adalah semua kebutuhan yang dipelukan oleh peserta didik dalam rangka untuk memudahkan. http://sobatbaru. Sedangkan menurut Slameto belajar adalah “ suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Supaya lebih efektif dan efisien yang nantinya peserta didik dapat belajar dengan maksimal dan hasil belajar yang memuaskan. Adapun yang dimaksud belajar menurut Wasty Soemanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful