P. 1
PANDUAN KTSP

PANDUAN KTSP

|Views: 24|Likes:
Published by AzRa Cixal

More info:

Published by: AzRa Cixal on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

PANDUAN

PENYUSUNAN

Oleh: Prof.Dr.H.MUNGIN EDDY WIBOWO, M.Pd.,Kons.

PENGEMBANGAN KTSP

Sesuai Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional :

Pasal 1 butir 19 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Pasal 36 ayat (1), Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Pasal 36 ayat (2), Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversivikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.

Pasal 36 ayat (3), Kurikulum disusun sesuai jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan:  peningkatan iman dan taqwa  peningkatan akhlak mulia  peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik  keragaman potensi daerah dan lingkungan

      tuntutan pembangunan daerah dan nasional tuntutan dunia kerja perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni agama dinamika perkembangan global persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan .

dan  Muatan lokal . Pasal 37 ayat (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat:  Pendidikan agama  Pendidikan kewarganegaraan  Bahasa  Matematika  IPA  IPS  Seni dan budaya  Pendidikan jasmani dan olahraga  Keterampilan/kejuruan.

. Pasal 37 ayat (2) Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat:  Pendidikan agama  Pendidikan kewarganegaraan  Bahasa  Pasal 37 ayat (3) Ketentuan mengenai kurikulum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

 Pasal 38 ayat (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah.  .Pasal 38 ayat (1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah.

19 Tahun 2005 tentang SNP Pasal 5 sampai Pasal 18.  PP No. dan Pasal 25 sampai Pasal 27.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. SATUAN PENDIDIKAN mengembangkan KTSP berlandasan pada:  UU No.  Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 36 sampai Pasal 38.  Permendiknas No. .

 .Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas No.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.22 Tahun 2006 tentang Standar isi dan dan No.23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

GRAND KURIKULUM STANDAR KOMPETENSI SKL SK-KMP SK-MP STANDAR ISI KERANGKA DASAR STRUKTUR KUR BEBAN BELAJAR KALENDER PEND STANDAR PROSES STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN TES NON TES RPP KD PANDUAN KUROP – SATUAN PENDIDIKAN .

dan silabus.  KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. kalender pendidikan.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan.  .

dan SMK/MA dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan . Tujuan panduan KTSP untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. SMP/MTs/SMPLB.  Dalam penyusunan KTSP menggunakan Panduan KTSP yang disusun oleh BSNP. SMA/MA/SMALB.

Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. . 2. 3.teknologi dan seni. kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Berpusat pada potensi.perkembangan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP 1. 6. 7. 4. 5.

Peningkatan iman dan takwa serta ahlak mulia Peningkatan potensi. 2. 3. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakter daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nasional .ACUAN OPERASIONAL PENYUSUNAN KTSP 1. kecerdasan. 4.

6.Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. 9.Karakteristik satuan pendidikan . Tuntutan dunia kerja Perkembangan IPTEKS Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10. 8.Kesetaraan Jender 12.5. 7.

F.KOMPONEN KTSP A. G. E. D. Visi Misi Tujuan Pendidikan Struktur dan Muatan Kurikulum Kalender Pendidikan Silabus RPP . B. C.

 akhlak mulia.TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN  Tujuan pendidikan dasar adalah meletakan dasar:  kecerdasan.serta  keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. pengetahuan.  kepribadian.  .

 pengetahuan. Tujuan pendidikan menengah umum adalah meningkatkan:  kecerdasan.  kepribadian.  akhlak mulia. serta  keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. .

.  kepribadian. serta  keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan:  kecerdasan.  akhlak mulia.  pengetahuan.

yg dikembangkan dari kelompok mata pelajaran sbb.  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.STRUKTUR DAN MUATAN KTSP  Struktur KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang dalam Standar Isi. olahraga dan kesehatan .  Estetika.  Jasmani.  Agama dan ahlak mulia.  Kewarganegaraan dan kepribadian.

Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global . Pendidikan kecakapan Hidup 7. Kenaikan Kelas. dan kelulusan 6. Pengaturan beban belajar 5. Muatan lokal 3. Kegiatan Pengembangan diri 4. Mata pelajaran 2. Penjurusan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum. Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yg keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. 1.

sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. . Ini berarti bahwa dalam satu tahun. Muatan lokal  Merupakan mata pelajaran.  Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Mata Pelajaran. satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.1. beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan tertera pada struktur kurikulum yang tercantum dalam Standar Isi 2.

3.

Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir peserta didik, serta kegiatan ekstra kurikuler.


Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi,bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.

Tujuan khusus, pengembangan diri yaitu, menunjang peserta didik dalam mengembangkan
   


 


 

Bakat Minat Kreativitas Kompetensi dan kebiasaan dlm kehidupan Kemandirian Kemampuan kehidupan keagamaan Kemampuan sosial Kemampuan belajar Wawasan dan perencanaan karir Kemampuan pemecahan masalah

RUANG LINGKUP PENGEMBANGAN DIRI  Pelayanan Konseling,meliputi pengembangan  Kehidupan pribadi  Kehidupan sosial  Kehidupan belajar  Kehidupan karir  Ekstra kurikuler,meliputi kegiatan  Kepramukaan  Latihan kepemimpinan,ilmiah remaja, palang merah remaja  Seni,olahraga,cinta alam  Keagamaan

 JENIS LAYANAN KONSELING         KEGIATAN PENDUKUNG       Orientasi Informasi Penempatan dan Penyaluran Penguasaan Konten Konseling Perorangan Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Aplikasi Instrumentasi Himpunan Data Konferensi Kasus Kunjungan Rumah Tampilan Kepustakaan Alih Tangan Kasus .

. keagaman. seni budaya. seni dan budaya. meliputi pengembangan bakat olah raga. pendidikan. JENIS KEGIATAN EKSTRA KURIKULER  Krida.  Seminar. keagamaan. Latihan dasar Kepemimpinan Siswa. Penelitian  Latihan/Lomba keberbakatan/Prestasi. kesehatan. perlindungan HAM. Kegiatan Penguasaan keilmuan dan Kemampuan Akademik. meliputi Kepramukaan. meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja. meliputi substansi karir. Paskibrata  Karya Ilmiah. meliputi kegiatan yg dilakukan di luar sekolah/madrasah berupa kunjungan ke obyek-obyek tertentu. cinta alam. dan pameran. palang Merah Remaja.  Kegiatan lapangan. lokakarya.

SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat digunakan oleh SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri. Beban belajar dalam SKS digunakan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori mandiri. dan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar. SMP/MTs/SMPLB baik kategori standar maupun mandiri. Pengaturan Beban Belajar    Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB.4. .

  Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sbgmana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. disamping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. .

50% dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% .60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran ybs.   Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0% . Empat jam praktik di luar sekolah setara dng satu jam tatap muka. . SMP/MTs/SMPLB 0% . Pemanfaatan alokasi waktu tsb mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi Alokasi waktu untuk praktik. dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka.40%.

25 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Alokasi waktu untuk tatap muka. . penugasan struktur.  Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas : 40 menit tatap muka. 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tdk terstruktur. dan kegiatan mandiri tdk terstruktur untuk SMT/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK yg menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sbb.  Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas : 45 menit tatap muka.

Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangan kompleksitas SK dan KD tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.5. . Kriterian ideal ketuntasan untuk masing-masing KD 75%. Ketuntasan Belajar     Ketuntasan belajar setiap KD berkisar antara 0 – 100%. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

dan Kelulusan  . 6. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masingmasing direktorat teknis terkait. Pelaporan hasil belajar (raport) peserta didik diserahkan pada satuan pendidikan dengan memperhatikan rambu-rambu yang disusun oleh direktorat teknis terkait. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kenaikan kelas.

olahraga.  Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia. dan kelompok mata pelajaran jasmani.  Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran IPTEK. dan  Lulus Ujian Nasional. . kewarganegaraan dan kepribadian. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 ayat (1). dan kesehatan. peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:  Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. estetika.

7. Penjurusan  Penjurusan dilakukan pada kelas XI dan XII di SMA/MA.  Kriteria penjurusan diatur oleh direktorat teknis terkait.  Penjurusan pada SMK/MAK didasarkan pada spektrum pendidikan kejuruan yang diatur oleh direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan .

Pendidikan Kecakapan Hidup a. SMP/MTs/SMPLB. sosial. akademik dan/atau kecakapan vokasional. . Dapat diperoleh dari peserta didik dari satuan pendidikan ybs dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal.Kurikulum untuk SD/MI/SDLB. b. yg mencakup kecakapan pribadi.Dapat merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran c.8. SMA/MA/SMALB. SMK/MAK dpt memasukan pendidikan kecakapan hidup.

9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global a.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yg sudah memperoleh akreditasi. b. .Kurikulum untuks emua satuan pendidikan dapat memasukan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. c.

10.  karakteristik sekolah/madrasah. .  kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Kalender Pendidikan Satuan pendidikan dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan:  kebutuhan daerah.  memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi beserta lampirannya. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.PELAKSANAAN PENYUSUNAN  Apa yang harus disiapkan dalam menyusun KTSP?    KTSP  UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. . Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL.

. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Panduan KTSP. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.     Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan Nomor 23. dan Model-model KTSP.

A. Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yg ada di sekolah. biaya. 2. sumber daya alam dan sosial budaya. pendidik dan tenaga kependidikan. asosiasi profesi. sarana prasarana. komite sekolah/madrasah. dan programprogram yg ada di sekolah. . Analisis peluang dan tantangan yg ada di masyarakat dan lingkungan sekitar. Analisis Konteks 1. dinas pendidikan. dewan pendidikan. dunia industri dan dunia kerja. peserta didik.

 Tujuan tingkat satuan pendidikan.  Cakupan mata pelajaran yang ada pada satuan pendidikan.3.  Struktur kurikulum dalam standar isi.  Kebijakan dasar pemerintah di bidang pendidikan.  Standar kompetensi lulusan.  . Kajilah dokumen tersebut secara bersama-sama dalam bentuk rapat kerja atau workshop.dengan mencermati: Fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

 Cara menyusun RPP dalam Standar Proses  Cara melakukan penilaian dalam Standar Penilaian Pendidikan.  Ruang lingkup materi pelajaran.  Beban belajar.  Kalender pendidikan. . Standar kompetensi mata pelajaran.  SK dan KD dalam mata pelajaran.

4.Kajilah buku Panduan Penyusunan KTSP           Landasan Tujuan Panduan Penyusunan KTSP Pengertian Prinsip Pengembangan KTSP Acuan Operasional Penyusunan KTSP Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan Struktur dan Muatan KTSP Kalender Pendidikan Pengembangan Silabus Pelaksanaan Penyusunan KTSP .

kepala sekolah.SMA dan SMK terdiri atas guru. komite sekolah.B. dan nara sumber. . Tim Penyusun   Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dng relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Propinsi untuk pendidikan menengah. konselor.SMP. dng kepala sekolah sbg ketua merangkap anggota. Mekanisme Penyusunan 1. dan disupervisi oleh dinas kabupaten/kota dan propinsi yg bertanggungjawab di bidang pendidikan. Tim penyusun KTSP SD.

kepala sekolah.dan SMSLB) terdiri atas guru. konselor.MA dan MAK terdiri atas guru.MTs.konselor. komite sekolah. dan disupervisi oleh departemen yg menangani urusan pemerintahan di bidang agama.  Tim penyusun KTSP MI. dan nara sumber dng kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota. komite madrasah. dan nara sumber dng kepala sekolah sbg ketua merangkap anggota. Tim penyusun KTSP pendidikan khusus (SDLB. kepala madrasah.SMPLB. dan disupervisi oleh dinas provinsi yg bertanggung jawab di bidang pendidikan. .

. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. reviu dan revisi.2. serta finalisasi. Kegiatan ini dpt berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yg diselenggarakan dlm jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. Kegiatan   Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah.

3.SMPLB.SMA dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas kabupaten/kota yg bertanggungjawab di bidang pendidikan. Pemberlakuan    Dokumen KTSP SD.MA. dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah serta diketahui oleh komite madrasah dan oleh departemen yg menangani urusan pemerintahan di bidang agama. dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. DDokumen KTSP MI.MTs. . Dokumen KTSP SDLB.SMP.

SISTEMATIKA KTSP  (contoh)     Halaman sampul Halamam penetapan dan pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan       Pengertian Dasar Tujuan Penyusunan KTSP Prinsip Pengembangan KTSP Prinsip Pelaksanaan Acuan Operasional .

dan KD Muatan lokal Pengembangan diri Pengaturan Beban Belajar Ketuntasan Belajar Kenaikan Kelas dan Kelulusan Penjurusan Pendidikan Kecakapan Hidup Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global .dan Tujuan     Visi Misi Tujuan Satuan Pendidikan (umum) Tujuan Sekolah/Madrasah (khusus)  Bab III Struktur Kurikulum dan Beban Belajar            Kelompok Mata Pelajaran dan Cakupannya Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu Mata Pelajaran.Misi.SK. Bab II Visi.tujuan.

 Bab IV Kalender Pendidikan Minggu efektif  Jam efektif  Hari Libur Keagamaan  Hari Libur Nasional  Mid Semester  Ulangan Akhir Semester  Ujian Sekolah  Ujian Nasional  Kalender Kegiatan Sekolah   Lampiran : Silabus .

 penilaian.  alokasi waktu.PENGEMBANGAN SILABUS A.  materi pokok/pembelajaran. dan  sumber belajar.  kegiatan pembelajaran. .  indikator pencapaian kompetensi. Pengertian Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada satu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup:  standar kompetensi  kompetensi dasar.

ILMIAH. KONSISTEN. materi pokok. kedalaman. 3. 4.yaitu keseluruhan materi dan kegiatan yg menjadi muatan dlm silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. . SISTEMATIS . RELEVAN. dan sistem penilaian. 2. yaitu komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.B. sumber belajar. kegiatan belajar. Prinsip Pengembangan Silabus 1. indikator. emosional. sosial.taat asas) antara kompetensi dasar. yaitu adanya hubungan yg konsisten (ajeg. yaitu cakupan. intelektual. dan spiritual peserta didik. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik.

serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 8. sumber belajar. teknologi. MEMADAI. materi pokok. 7. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu.MENYELURUH. 6. materi pokok. kegiatan belajar. kegiatan belajar. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. AKTUAL DAN KONTEKSTUAL. yaitu cakupan indikator. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.afektif. yaitu komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. yaitu keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik.FLEKSIBEL. yaitu cakupan indikator.5. dan peristiwa yang terjadi. pendidik. sumber belajar. dan psikomotor) .

3.C.Penyusunan dilabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. 2.Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tngkat satuan pendidikan. Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi. Unit Waktu Silabus 1. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. . per tahun.Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dng alokasi waktu yg tersedia pada struktur kurikulum.

Dikembangkan secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik. . dan  Dinas Pendidikan.  Pusat Kegiatan Guru (PKG).  kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya. Pengembang Silabus   Silabus dapat dikembangkan oleh para guru:  secara mandiri  kelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah/madrasah.D.

dari kelas I sampai dengan kelas VI. DI SD/MI semua guru kelas. menyusun silabus secara bersama. maka sekolah/madrasah dapat membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah tsb.   Apabila guru mata pelajaran belum dapat mengembangkan silabus secara mandiri. Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru terkait .

.  Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri. sebaiknya bergabung dengan sekolah/madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dalam lingkup MGP/PKG setempat. Dinas pendidikan setempat dapat menfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.

b. . Keterkaitan SK dan KD antar mata pelajaran.E. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Mengkaji SK dan KD dlm Standar Isi dengan memperhatikan : a. Keterkaitan antar SK dan KD dlm mata pelajaran c. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS 1.

Tingkat perkembangan fisik. Aktualitas. . Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran. Relevansi dengan karakteristik daerah c. Struktur keilmuan f. emosional. dan keluasan materi pembelajaran g. Alokasi waktu. dan spiritual peserta didik d. yg menunjang SK dan KD dng mempertimbangkan: a. kedalaman. sosial. Relevansi dng kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan h.2. Potensi peserta didik b. Kebermanfaatan bagi peserta didik e. intelektual.

3. .Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran   Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarapeserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. lingkungan. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. peserta didik dengan guru.

agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. yaitu kegiatan peserta didik dan materi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sbb. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hirarki konsep materi pembelajaran Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik. khususnya guru. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berutan untuk mencapai kompetensi dasar.     Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. .

Indikator digunakan sbg dasar untuk menyusun alat penilaian.4. satuan pendidikan.  Indikator dikembangkan sesuai dng karakteristik peserta didik. mata pelajaran. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yg terukur dan/atau dapat diobservasi.Merumuskan Indikator Keberhasilan Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. pengetahuan.  . dan keterampilan.

penggunaan portofolio.5. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. . penilaian hasil karya berupa proyek atau produk.dan non tes dalam bentuk pengamatan kinerja. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sitematis dan berkesinambungan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan penilaian diri. Penilaian dilakukan dng menggunakan tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.Penentuan Jenis Penilaian    Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. sikap. menganalisis.

kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. Hal-hal yg harus diperhatikan dalam penilaian:      Penilain diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi Penilaian menggunakan acuan kriteria Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan.Artinya semua indikator ditagih. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. . serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.

ALUR PENILAIAN Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Soal Tes HB Komponen Perilaku Yang Diamati Keputusan Penilaian Keputusan Penilaian .

Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dng mempertimbangkan jumlah KD.6. tingkat kesulitan. kedalaman. keluasan.  .  Alokasi waktu yg dicantumkan dlm silabus merupakan perkiraan waktu yg dibutuhkan oleh peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar. dan tingkat kepentingan KD.

 Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD serta materi pokok. narasumber. sosial. kegiatan pembelajaran. alam. objek dan/atau bahan yg digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik. dan indikator pencapaian kompetensi.7. serta lingkungan fisik. dan budaya.  .Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan.

dan evaluasi rencana pembelajaran. silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.  . dilaksnakan. dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru. dievaluasi.Pengembangan Silabus Berkelanjutan Dalam imlementasinya. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran).G.  Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar.

PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN  Perencanaan proses pembelajaran meliputi: Silabus. dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .

 alokasi waktu.  .  materi pembelajaran. Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat : identitas mata pelajaran atau tema pelajaran.  SK. dan  sumber belajar.  penilaian.  KD.  kegiatan pembelajaran.  indikator pencapaian kompetensi.

. serta  Panduan Penyusunan KTSP. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan  Standar Isi.  Standar Kompetensi Lulusan.  Standar Penilaian Pendidikan.

inspiratif. RPP dijabarkan dari silabus untuk  mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. menyenangkan. menantang. minat. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. kreativitas. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. . dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Identitas mata pelajaran Identitas mata pelajaran. program/program keahlian. kelas. meliputi: satuan pendidikan.KOMPONEN RPP 1. jumlah pertemuan. . semester. mata pelajaran atau tema pelajaran.

sikap. dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.2. . Standar kompetensi Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan.

3. Kompetensi dasar Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan dalam penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. .

 Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur. yang mencakup pengetahuan.4. Indikator pencapaian kompetensi Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. sikap. dan keterampilan.  .

. Tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.5.

dan prosedur yang relevan. prinsip. dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. . Materi ajar Materi ajar memuat fakta. Alokasi waktu Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. 7.6. konsep.

serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI. Metode pembelajaran    Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik. .8.

Kegiatan pembelajaran Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.9. .

minat. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.Inti    Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. kreativitas. menyenangkan. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. inspiratif. menantang. dan konfirmasi. dan kemandirian sesuai dengan bakat. . serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. elaborasi.

dan  tindak lanjut. .  penilaian dan refleksi.Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk:  rangkuman atau kesimpulan.  umpan balik.

.Penilaian hasil belajar Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.10.

 materi ajar.11.  kegiatan pembelajaran. dan  indikator pencapaian kompetensi.  . Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada: standar kompetensi dan kompetensi dasar.

. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. Keterkaitan dan keterpaduan. Mendorong partisipasi aktif peserta didik. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut. Mengembangkan budaya membaca dan menulis.PRINSIP PENYUSUNAN RPP       Memperhatian perbedaan individu peserta didik.

Kons.7668590.org . 08156610531. Fax 021-7668591.M. www_bsnp-indonesia.MUNGIN EDDY WIBOWO. 024-8501087..Dr. 021.H.TERIMA KASIH Prof.Pd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->