Manfaat Statistik dalam Penelitian Statistik arti sempit sebagai data berperan dalam penelitian untuk mengenali atau

menunjukkan adanya masalah (problem identification). Dengan tersedianya data statistik dalam berbagai jenis yang dikumpulkan dari waktu ke waktu, akan mudah dilihat adanya masalah. Masalah atau persoalan yang dihadapi pemerintah : rata-rata pendapatan per kapita yang rendah, persentase orang miskin meningkat, penerimaan negara menurun, jumlah investor asing berkurang, jumlah pengangguran meningkat, tingkat inflasi tinggi, jumlah perkara menumpuk di kepolisian, kejaksaan, kehakiman, Mahkamah Agung, Jumlah kriminalitas bertambah, ekspor nonmigas menurun, dan sebagainya. Masalah yang dihadapi perguruan tinggi, baik milik pemerintah maupun swasta : jumlah penerimaan mahasiswa baru menurun, persentase yang DO meningkat, banyak alumninya menjadi penganggur, persentase yang bisa lulus S1, S2, S3 sedikit/kecil, masih banyak dosen S1 yang berijazah S1, masih sedikit sekali dosen yang berijazah S3, dan sebagainya. Masalah yang dihadapi perusahaan : Jumlah laba semakin menurun, jumlah modal semakin menipis, jumlah penjualan menurun, persentase pelanggan yang tidak puas terhadap mutu pelayanan meningkat, promosi tidak efektif, distribusi tidak lancar, harga lebih tinggi dari harga pesaing, bunga pinjaman kredit terlalu tinggi, dan sebagainya. Statistik dalam arti luas sebagai ilmu berperan untuk menyediakan berbagai metode, yaitu metode pengumpulan data yang efisien (teknik sampling), metode pengolahan dan penyajian data (tabel dan grafik), metode analisis dan pengujian hipotesis, dan metode perkiraan/pendugaan interval. Penelitian dilakukan kalau ada masalah yang akan dipecahkan. Masalah adalah sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan harapan atau keinginan. Dengan menggunakan bahasa penelitian, dalam riset kuantitatif masalah disebut sebagai variabel tak bebas (dependent variable) dan diberi simbol huruf Y. Faktor penyebab disebut variabel bebas (independet variable), diberi simbol X. Variabel X mempengaruhi Y, atau variabel Y dipengaruhi oleh X, atau Y bergantung pada X. Analisis korelasi bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara X dan Y. Kalau X dan Y berkorelasi, perubahan X akan mempengaruhi perubahan Y sehingga analisis bisa dilanjutkan menjadi analisis regresi. Analisis regresi mempunyai dua tujuan. Pertama, untuk mengetahui besarnya pengaruh dari perubahan X terhadap Y kalau nilai X naik I unit (satu satuan). Kedua, untuk meramalkan nilai Y kalau variabel X yang berkorelasi dengan Y sudah diketahui nilainya. Analisis korelasi dan regresi sangat penting bagi pimpinan sebagai pembuat kebijakan karena pada dasarnya pembuatan kebijakan dimaksudkan untuk melakukan perubahan-perubahan agar sesuai dengan keinginan dan harapan. Contoh : i) Pimpinan perusahan memutuskan untuk menaikkan upah para karyawan (X) dengan harapan produktivitas karyawan akan meningkat (Y) ii) Direktur pemasaran suatu perusahan memutuskan untuk menaikkan biaya promosi (X) dengan harapan hasil penjualan akan menigkat (Y) iii) Direktur pengkreditan suatu bank memutuskan untuk menurunkan tingkat bunga pinjaman kredit (X) dengan harapan jumlah permintaan kredit meningkat (Y) iv) Jumlah uang beredar dikurangi (X) dengan harapan agar tingkat inflasi menurun (Y) v) Denda pelanggaran lalu lintas dinaikkan (X) dengan harapan jumlah pelanggaran akan menurun (Y) vi) Jumlah penggunaan pupuk ditingkatkan (X) dengan harapan jumlah produksi padi juga

meningkat (Y) vii) Jumlah investasi nasional dinaikkan (X) dengan harapan pendapatan nasional naik (Y) viii) Bunga tabungan dinaikkan (X) dengan harapan jumlah tabungan meningkat (Y) ix) Seorang mahasiswa/murid menambah waktu belajarnya (X) dengan harapan rata-rata nilai ujiannya meningkat (Y) Dalam praktiknya. penyebab utama investasi nasional menurun. pendapatan perkapita menurun karena pendapatan nasional menurun tajam. jumlah mahasiswa baru menurun tajam. karena banyak nasabahnya pindah ke bank lain. Direktur pemasaran tersebut tidak memerlukan analisis korelasi dan regresi. Pemecahannya : sederhanakan proses pemberian izin. Dalam praktiknya fakta penyebab timbulnya masalah lebih dari satu. Misalnya. ternyata penyebabnya dosennya tidak bermutu. mungkin seseorang Direktur pemasaran sudah puas kalau kenaikkan biaya promosi juga diikuti kenaikkan hasil penjualan. Bisa tidaknya masalah dipecahkan tergantung apakah kita bisa menghilangkan faktor penyebabnya atau mampu melakukan perubahan yang menghasilkan perbaikan. usahakan dalam satu atap. Orang tua murid mengetahui bahwa penyebabnya waktu belajarnya kurang. penyebabnya mutu pelayanan terhadap nasabah sangat rendah. Yang jelas. tanpa mengetahui faktor penyebabnya tak mungkin masalah bisa dipecahkan secara tuntas. Jumlah perkara di MA menumpuk. Pemecahannya : tambah waktu belajarnya. Contoh Memecahkan Masalah : Pada tingkat nasional. Pemecahannya : Tingkatkan mutu pelayanan. Kalau demikian halnya. Pimpinan satu perguruan tinggi menghadapi masalah. ternyata penyebabnya kekurangan hakim agung. Ini merupakan masalah. . harus diketahui fakta penyebabnya melalui penelitian. Analisis korelasi dan regresi diperlukan kalau Direktur pemasaran tersebut ingin mengetahui secara kunatitatif berapa besarnya pengaruh biaya promosi terhadap hasil penjualan kalau biaya promosi naik 1 unit (misalnya 1%). Seorang murid nilainya banyak yang berada di bawah rata-rata nilai kelas. Pemecahannya : naikkan investasi nasional. Pemecahannya : Tingkatkan mutu dosen ! Pimpinan suatu bank menhadapi masalah. sering diperlukan penelitian yang mendalam melalui pengujian hipotesis untuk mengetahui fakta penyebab. Pemecahannya : tambahkan hakim agung. Penyebabnya pengurusan izin bertele-tele. Investasi asing yang masuk ke Indonesia berkurang. untuk memecahkan masalah ini.

Evaluasi tersebut membutuhkan pengetahuan statistik yang cukup baik. Pada akhir abad ini manusia sadar atau tidak sadar mereka suka berfikir secara kuantitatif. Disini fungsi statistik ialah memberi peralatan bagi para peneliti ilmiah yang berguna bagi perencanaan eksperimennya dan evaluasi hasil eksperimen itu sendiri. apa saja yang dapat diukur secara kuantitatif selalu menimbulkan kebutuhan pada metode statistik guna mengevaluasi data kuantitatif tersebut. dikembangkan dan diperbaiki setiap tahunnya. dalam hak sedemikian itu. keputusa-keputusan yang mereka ambil atas hasil analisis dan interpretasi data kuantitatif. Pada tulisan saya kali ini saya akan memberikan gambaran tentang peranan statistik pada bidang penelitian. peneliti harus memperhitungkan kemungkinan adanya kesalahan dalam eksperimen. perkembangan statistik sebagai metode ilmiah telah mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan manusia. Metode statistik juga memberikan teknik pengawasan serta pengulangan kesalaha (error). . Dalam merencanakan eksperimen. metode statistik juga menjadi kompleks dan khusus sifatnya. metode statistik sangat mutlak dibutuhkan sebagai peralatan analisis dan interpretasi data kuantitatif. Kemajuan-kemajuan yang di peroleh peneliti ilmiah membutuhkan eksperimen yang sifatya semakin kompleks dan khusus. Pokoknya. Selain di bidang penelitian. metode statistik atau teori statistik juga dibutuhkan oleh perusahaanperusahaan dalam bidang produksi. Dengan begitu.Peranan Statistik Dalam Dunia Penelitian Di era ini. Peranan metode statistik dibidang penelitian ilmiah ternyata semakin bertambah penting dari tahun ke tahun. dan bidang pemasaran. Banyak sekali metode statistik yang diketemukan. peranan metode statistik dalam pengambilan keputusan di perusahaan-perusahaan ataupun pada penelitian sifatnya adalah sangat penting. bidang akuntansi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful