TUGAS INDIVIDU

M.K PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

HAKIKAT PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

ARMING 092514018 S1

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2012

kematangan dan belajar atau pendidikan dan latihan. Lain halnya dengan segi-segi psikis yang relative sulit diidentifikasi karena kita hanya mengamati dan sampai batas tertentu. sedangkan perubahan dalam arti pertumbuhan dan kematangan berlangsung secara alamiah menurut jalannya pertambahan waktu atau usia yang ditempuh oleh yang bersangkutan. dapat dibedakan bahwa perubahan-perubahan perilaku dan pribadi sebagai hasil belajar itu berlangsung secara intensional atau dengan sengaja diusahakan oleh individu yang bersangkutan. Belajar atau pendidikan menunjukkan kepada perubahan pola-pola sambutan atau perilaku dan aspek-aspek kepribadian tertentu sebagai hasil usaha individu atau organisme yang bersangkutan dalam batasbatas waktu setelah tiba masa pekanya. mencangkup segi-segi kuantitatif dan kualitatif serta aspek-aspek fisik-psikis seperti yang terkandung dalam istilah-istilah pertumbuhan. Perubahan-perubahan aspek fisik dapat diidentifikasikan relative lebih mudah manifestasinya karena dapat dilakukan pengamatan langsung seperti tinggi dan berat badan. Perkembangan juga bertalian dengan . Pertumbuhan dan Perkembagan Pertumbuhan diartikan sebagai perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi jasmaniah atau fisik dan atau menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu yang baru (yang tadinya belum tampak) dari organisme atau individu. tanggal dan tumbuhnya gigi dan sebagainya.HAKIKAT PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK A. Perkembangan diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya yang berlangsung secara sistematis. progresif dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis. Dengan demikian. Pertumbuhan terbatas pada perubahan- perubahan yang bersifat evolusi (menuju ke arah yang lebih sempurna). Konsep pertumbuhan mempunyai makna luas.

yang sampai batas tertentu dapat diamati dan diukur dengan mempergunakan teknik dan instrument yang sesuai. Anak Sebagai Suatu Totalitas Konsep anak sebagai suatu totalitas mengandung tiga pengertian. Reaksi-reaksi psikis anak selalu disertai dengan reaksi fisiknya. Keseluruhan aspek fisik dan psikis anak tersebut tidak dapat dapat dipisahkan satu sama lain. kaki. yaitu : 1.beberapa konsep pertumbuhan (growth). Contoh tersebut mengilustrasikan adanya keterkaitan dan perpaduan dalam proses kehidupan dan aktivitas anak. Contoh perkembangan proses berpikir. kemampuan berbahasa dan lain-lain. Karena itu anak dipandang sebagai suatu individu. . Anak adalah makhluk hidup yang merupakan suatu kesatuan dari keseluruhan aspek yang terdapat dalam dirinya. anak yang dimarahi orang tuanya bisa tidak berselera makan. kematangan (maturation). yakni sebagai suatu kesatuan dari keseluruhan aspek fisik dan psikis yang terdapat dalam dirinya. 2. fungsi-fungsi atau sifat-sifat psikofisis. Sebagai misal. Sebagai suatu totalitas. begitu pula sebaliknya. Perkembangan individu dapat ditujukan dengan munculnya atau hilangnya. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. B. dan bagian tubuh yang terpisah satu sama lain. tangan. bertambah atau berkurangnya bagian-bagian. anak yang sedang sakit nafsu makannya berkurang dan lain-lain. Keseluruhan aspek anak saling terjalin satu sama lain Keseluruhan aspek yang terdapat dalam diri anak tersebut secara terintegrasi saling terjalin dan memberikan dukungan satu sama lain. anak dipandang sebagai makhluk hidup yang utuh. dan belajar (learning) serta latihan (training). Dalam hal ini kita tidak akan memandang anak sebagai kumpulan organ-organ misalnya ada kepala.

Perkembangan Sebagai Proses Holistik Dari Aspek Biologis. Dan Psikososial. hormon. Biarlah mereka menjadi diri mereka sendiri. Perubahan dalam cara menggunakan tubuh atau keterampila motorik ke dan dalam perkembangan domain ini. suatu saat dengan kematangan dan pengalaman mereka akan menjadi dewasa. dan sejenisnya. Jadi jangan memaksa anak sesuai dengan yang kita inginkan karena anak itu juga mempunyai dunianya sendiri. tetapi secara keseluruhan. C. atau peristiwa-peristiwa khusus lainnya. struktur tulang. sakit.3. perkembangan juga merupakan suatu proses yang sifatnya menyeluruh (holistik). sistem syaraf. organ-organ indrawi. cara berfikir. Anak bukan miniature orang dewasa. tetapi anak adalah anak yang dalam keseluruhan aspek dirinya bisa berbeda dengan orang dewasa. yaitu : 1. . baik dalam segi fisik. daya pikir maupun pola pikirnya. Kognitif. Sesuai dengan konsep anak sebagai suati totalitas atau sebagai individu. Proses Biologis Proses biologis atau perkembangan fisik mencangkup perubahanperubahan dalam tubuh individu seperti pertumbuhan otak. Artinya perkembangan terjadi tidak hanya dalam aspek tertentu. Secara garis besar. melainkan melibatkan keseluruhan aspek yang saling terjalin satu sama lain. otot. proses perkembangan individu dapat dikelompokkan ke dalam 3 domain. Anak berbeda dari orang dewasa bukan sekedar fisik. rasionalitas. seksual Tetapi juga domain dikelompokkan perkembangan ini tidak mencangkup perubahan fisik karena kecelakaan.

D. pola asuh dan kesempatan yang diberikan. menghafal sajak atau doa. menyatukan beberapa kata menjadi satu kalimat. memecahkan soal-soal matematika. dan menceritakan pengalaman merefleksikan peran kognitif dalam perkembangan anak. Proses Psikososial Proses ini melibatkan perubahan-perubahan dalam aspek perasaan. emosi dan kepribadian individu serta cara yang bersangkutan berhubungan dengan orang lain. Aktivitas-aktivitas seperti mengamati dan mengklasifikasikan benda-benda. Proses Kognitif Proses ini melibatkan perubahanperubahan dalam kemampuan dan pola berpikir. Kematangan dan Pengalaman dalam Perkembangan Anak Kematangan atau masa peka menunjukkan kepada suatu masa tertentu yang merupakan titik kulminasi dari suatu fase pertumbuhan sebagai titik tolak kesiapan (readiness) dari suatu fungsi (psikofisis) untuk menjalankan fungsinya. dan cara individu memperoleh pengetahuan dari lingkungannya. Kematangan ditentukan oleh beberapa faktor antara lain pengalaman. Secara usia anak yang berusia 7tahun harusnya memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan usia 6tahun. Namun pengalaman menjadi berbeda ketika pola asuh yan diberikan berbeda.Pengalaman adalah peristiwa-peristiwa yang dialami individu dalam interaksi dengan lingkungan. Aspek-aspek tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Misalnya saja jika seorang anak mengalami gangguan pendengaran maka dia dapat mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa dikarenakan tidak adanya kata-kata yang dapat masuk dan dicerna di otaknya. . kemahiran bahasa.2. 3.

Perkembangan Biologis dan Perseptual Anak 1. Selama usia SD ini. kekuatan fisik anak lazimnya meningkat dua kali lipat. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan fisik pada usia SD cenderung lebih lambat dan relatif konsisten. F. Perkembangan adalah perubahan yang sifatnya bertahap dan merupakan akumulasi dari perilaku dan kualitas pribadi yang sama yang sudah diperoleh sebelumnya. Dalam hal ini perkembangan individu dianggap berlangsung melalui terjadinya perubahan yang relatif tiba-tiba dari suatu tahap ke tahap berikutnya. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit berkurang sampai terlihat perbedaannya ketika anak . Proporsi dan bentuk tubuh Anak SD kelas awal umumnya masih memiliki proporsi tubuh yang kurang seimbang. Perkembangan Fisik a. Kontinuitas dan Diskontinuitas dalam Perkembangan Perkembangan dari segi kesinambungan menjelaskan bahwa perkembangan merupakan perubahan kumulatif yang berlangsung secara bertahap dari masa konsepsi hingga meninggal dunia. Dalam proses perkembangan ini terjadi penambahan maupun pengurangan keterampilan yang akan dikombinasikan dengan keterampilan yang sudah ada untuk menghasilkan perilaku yang semakin kompleks. Sedangkan dari segi ketidaksinambungan menganggap bahwa perkembangan individu melibatkan tahapan-tahapan yang berbeda. Massa dan kekuatan otot anak secara bertahap terus meningkat di saat semakin menurunnya kadar „lemak bayi‟. b. Laju perkembangan seperti ini berlangsung sampai terjadinya perubahan-perubahan besar pada awal masa pubertas. Kaki anak lazimnya menjadi lebih panjang dan tubuhnya menjadi lebih kurus.E. Gerakan-gerakan lepas pada masa sebelumnya sangat menbantu pertumbuhan otot ini.

lemah. Persepsi Visual Adalah persepsi yang didasarkan pada penglihatan dan sangat mengutamakan peran indra penglihatan dalam proses perseptualnya. Persepsi merupakan proses pengolahan informasi lebih lanjut dari aktivitas sensasi. Contohnya anak mampu mempersepsikan bahwa bahwa jalan dipegunungan itu sama lebarnya tetapi ketika digambar semakin jauh semakin kecil. Berdasarkan tipologi Sheldon ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD. Tiga bentuk primer tubuh tersebut adalah : (a) Endomorph. a. Pada kelas-kelas akhir SD. ada enam jenis persepsi visual yang dapat dibedakan. kuat. dada pipih. . dan seperti tak berotot 2. lazimnya proporsi tubuh anak sudah mendekati keseimbangan. (c) Ectomorph. Perkembangan Perseptual Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar. yakni yang tampak jangkung. Anak yang sudah mengerti tentang konsep ini akan menjawab bahwa ini berkaitan dengan jarak. yakni : 1. (b) Mesomorph.mencapai kelas 5 atau 6. Persepsi Konstanitas Ukuran Adalah kemampuan individu untuk mengenal bahwa setiap objek memiliki suatu ukuran yang konstan meskipun jaraknya berbeda. yakni yang kelihatannya kokoh. tetapi yang belum mengerti mereka akan menjawab dengan sekenanya “ Emang dari dulu gambarnya gitu bu !”. dan lebih kekar. Dilihat dari dimensinya.

perkembangan persepsi pendengaran mencakup beberapa dimensi. Persepsi Gerakan Melibatkan kemampuan memperkirakan dan mengikuti gerakan atau perpindahan suatu objek oleh mata. Persepsi Keseluruhan dan Bagian Merupakan kemampuan untuk membedakan bagian-bagian suatu objek atau gambar dari keseluruhannya. mengenal. dan persepsi pendengaran pokok dan latarnya. persepsi perbedaan terhadap suara-suara yang mirip. gerakan diagonal.2. . disusul terhadap gerakan vertikal. 6. dan mengukur dimensi. Kemampuan persepsi ini juga sudah mulai dikembangkan sejak bayi terhadap gerakan horizontal. Persepsi Tilikan Ruang Merupakan kemampuan penglihatan untuk mengidentifikasi. Seperti halnya persepsi penglihatan. Kemampuan ini akan terlihat dalam gambar anak. Persepsi Objek atau Gambar Pokok dan Latar Persepsi ini memungkinkan individu untuk menempatkan suatu objek yang berada atau tersimpan pada suatu latar yang membingungkan. 4. Misalnya kemampuan anak dalam menggambar gambar yang tertutup oleh gambar lain. b. 5.persepsi ini memerlukan ketajaman visual yang baik. Persepsi Kedalaman Kemampuan seseorang untuk mengukur jarak dari posisi tubuh ke suatu objek. Persepsi Pendengaran Persepsi pendengaran merupakan pengamatan dan penilaian terhadap suara yang diterima oleh bagian telinga. dan terakhir terhadap gerakan berputar. yaitu: persepsi lokasi pendengaran. 3.

maka ia memusatkan perhatiannya ke arah sumber suara tersebut. Faktor Lingkungan Faktor ini juga dapat disebut dengan faktor luar. Misalnya kita perlu mendengarkan suara guru yang sedang mengajar sambil mengabaikan suara-suara gaduh yang datang dari luar kelas. Setiap individu lahir dengan hereditas tertentu. Persepsi Pendengaran Utama dan Latarnya Kemampuan untuk memperhatikan suara-suara tertentu dengan mengabaikan suara-suara lain yang tidak berhubungan. b. .1. Disini terjadi totalitas karakter dari orang tua kepada anak. Dalam lingkungan anak diajarkan tentang nilai-nilai budaya setempat. Persepsi Lokasi Pendengaran Persepsi ini berkenaan dengan kemampuan mendeteksi tempat munculnya suatu sumber suara. Persepsi Perbedaan 3. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. yaitu: a. dari sini pula kepribadian anak mulai terbentuk karena didikan orang tua. Namun individu itu tumbuh dan berkembang tidak lepas dari lingkungannya baik lingkungan fisik. Faktor Hereditas dan Lingkungan dalam Perkembangan Anak Setiap manusia mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Misalnya. Setiap pertumbuhan dan perkembangan yang kompleks merupakan hasil interaksi dari hereditas dan lingkungan. Dengan faktor tertentu dan faktor lingkungan tertentu pula maka akan menghasilkan pola pertumbuhan dan perkembangan tertentu pula. kalau si anak dipanggil dari sebelah kiri. maupun lingkungan social. Faktor Hereditas Faktor hereditas ada dalam diri manusia itu sendiri. G. 2. lingkungan psikologi. maka ia menenggok ke sebelah kiri. kalau ada pada langit langit ada suara yang menakutkan.

Selain dengan interaksi hubungan antara hereditas dan lingkungan dapat pula digambarkan sebagai additive contribution (sama-sama menyumbang bagi pertumbuhan dan perkembangan fisiologi dan juga tingkah laku. faktor hereditas beroperasi dengan cara yang berbeda-beda menurut kondisi dan keadaan lingkungan yang berbeda-beda pula. Diantara kedua faktor tersebut tidak ada faktor yang lebih dominan karena keduanya saling mengisi dan mempengaruhi satu sama lain. begitu pula sebaliknya.Hubungan antara faktor hereditas dan lingkungan. Tidak selamanya yang diinginkan lingkungan kepada seorang anak akan menjadi kenyataan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful