P. 1
Jantung Dan EKG

Jantung Dan EKG

|Views: 54|Likes:
Published by Wise Sigit

More info:

Published by: Wise Sigit on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

Jantung dan EKG

Posted November 18th, 2008

BAB I Anatomi dan Fisiologi Jantung
Jantung berukuran sekitar satu kepalan tangan dan terletak di dalam dada, batas kanannya tepat pada sternum kanan dan apeksnya pada ruang intercostalis kelima kiri pada linea mid clavicular. Batas atas jantung terdapat pembuluh darah besar (aorta, truncus pulmonalis, dll); bagian bawah terdapat diafragma; batas belakang terdapat aorta descendens, oesophagus, dan columna vertebralis; sedangkan di setiap sisi jantung adalah paru. Atrium Kanan Atrium kanan berada pada bagian kanan jantung dan terletak sebagian besar di belakang sternum. Darah memasuki atrium kanan melalui : o Vena cava superior pada ujung atasnya o Vena cava inferior pada ujung bawahnya o Sinus coronarius (vena kecil yang mengalirkan darah dari jantung sendiri) Auricula dextra adalah penonjolan runcing kecil dari atrium, terletak pada bagian depan pangkal aorta dan arteria pulmonalis. Pada sisi kiri atrium lubang atrioventrikular kanan membuka ke dalam ventrikel kanan. Ventrikel Kanan Ventrikel kanan adalah ruang berdinding tebal yang membentuk sebagian besar sisi depan jantung. Valva atrioventricular dextra (tricuspidalis) mengelilingi lubang atrioventrikular kanan, pada sisi ventrikel. Katup ini, seperti katup jantung lain, terbentuk dari selapis tipis jaringan fibrosa yang ditutupi pada setiap sisinya oleh endocardium. Katup trikuspidalis terdiri dari tiga daun katup. Basis setiap daun katup melekat pada tepi lubang. Tepi bebas setiap daun katup melekat pada chordae tendineae (tali jaringan ikat tipis) pada penonjolan kecil jaringan otot yang keluar dari myocardium dan menonjol ke dalam ventrikel. Lubang pulmonalis ke dalam arteria pulmonalis berada pada ujung atas ventrikel dan dikelilingi oleh valva pulmonalis, terdiri dari tiga daun katup semilunaris. Atrium Kiri Atrium kiri adalah ruang berdinding tipis yang terletak pada bagian berlakang jantung. Dua vena pulmonalis memasuki atrium kiri pada tiap sisi, membawa darah dari paru. Atrium membuka ke bawah ke dalam ventrikel kiri melalui lubang atrioventrikular. Auricula sinistra adalah penonjolan runcing kecil dari atrium, terletak pada sisi kiri pangkal aorta. Ventrikel Kiri Ventrikel kiri adalah ruang berdinding tebal pada bagian kiri dan belakang jantung. Dindingnya sekitar tiga kali lebih tebal daripada ventrikel kanan. Valva atrioventrikular sinistra (mitralis) mengelilingi lubang atrioventrikular kiri pada bagian samping ventrikel, katup ini memiliki dua daun katup mendapat nama yang sama dengan topi (mitre uskup), tepinya melekat pada chordae tendineae, yang melekat pada penonjolan kerucut myocardium dinding ventrikel. Lubang aorta membuka dari ujung atas ventrikel ke dalam aorta dan dikelilingi oleh ketiga daun katup aorta, sama dengan katup pulmonalis. Myocardium Myocardium membentuk bagian terbesar dinding jantung. Myocardium tersusun dari serat – serat otot jantung, yang bersifat lurik dan saling berhubungan satu sama lain oleh cabang – cabang muscular. Serat mulai berkontraksi pada embrio sebelum saraf mencapainya, dan terus berkontraksi secara ritmis bahkan bila tidak memperoleh inervasi. Endocardium Endocardium melapisi bagian dalam rongga jantung dan menutupi katup pada kedua sisinya. Terdiri dari selapis sel endotel, di bawahnya terdapat lapisan jaringan ikat, licin dan mengkilat. Pericardium Pericardium adalah kantong fibrosa yang menutupi seluruh jantung. Pericardium

noegcahyo@gmail.com

1

3 detik. memberikan cabang ke dalam untuk myocardium. Ventrikel teruss berkontraksi. 2. tekanan di dalamnya meningkat dan ketika tekanan di dalamnya lebih besar dari ventrikel. Arteri ini menyuplai masing – masing sisi jantung tetapi memiliki variasi individual dan pada beberapa orang. Nodus atrioventrikularis (nodus AV) adalah daerah kecil jaringan khusus di dalam dinding di antara atrium kanan dan ventrikel kanan. Siklus ini terjadi dalam dua fase yaitu : ? Diastole Diastole adalah periode istirahat yang mengikuti periode kontraksi. Kontraksi otot kemudian berhenti dan dengan dimulainya relaksasi otot. mencapai apeks jantung dan di bagi menjadi dua cabang utama. Setiap kontraksi diikuti periode refrakter absolut yang singkat saat tidak ada stimulus yang dapat menghasilkan kontraksi. kanan dan kiri. Darah menyembur keluar dari ventrikel kanan ke dalam arteria pulmonalis dan darah dari ventrikel kiri menyembur ke dalam aorta. Katup pulmonalis dan aorta membuka akibat peningkatan tekanan ini. dan saraf memasuki jantung) kedua lapisan terus berlanjut. gelombang kontraksi mulai pada nodus ini dan menyebar melalui dinding kedua atrium. mencegah kembalinnya darah dari arteria pulmonalis ke dalam ventrikel kanan dan dari aorta ke dalam ventrikel kiri. Arteri ini memiliki relatif sedikit anastomosis antara arteria dextra dan sinistra. dinding atrium berkontraksi. Pada awalnya : 1. Arteri ini keluar dari aorta tepat di atas katup aorta dan berjalan ke bawah masing – masing pada permukaan sisi kanan dan kiri jantung. Jumlah cairan yang ada normal sekitar 20 ml. ? Sistole Sistole adalah periode kontraksi otot. 5. Darah yang teroksigenasi melewati atrium kiri melalui vena pulmonalis. siklus baru dimulai. katup AV terbuka dan darah mulai mengalir dari atrium ke dalam ventrikel. mencapai dan merangsang nodus atrioventrikularis. Kedua katup atrioventikular (tricuspidalis dan mitralis) tertutup dan darah dicegah untuk memasuki atrium ke dalam ventrikel. Siklus Jantung Siklus jantung adalah urutan kejadian dalam satu denyut jantung. 3. 6. 3. katup AV menutup. 4. Arteria Coronaria Kedua arteria coronaria. dan diikuti periode refrakter relatif yang singkat saat kontraksi membutuhkan stimulus yang kuat. menyuplai darah untuk dinding jantung. limfatik. berlangsung selama 0. kontraksi atrium ini tidak menyebar ke ventrikel karena tidak dapat melalui cincin jaringan ikat yang memisahkan atrium dari ventrikel. Dengan bertambah banyaknya darah yang memasuki kedua atrium. Denyut Jantung Nodus sino-atrial (nodua SA atau pacemaker jantung) adalah daerah kecil serat otot dan sel saraf yang terletak pada dinding jantung di dekat tempat masuk vena cava superior. memeras sisa darah dari atrium ke dalam ventrikel. Ketika tekanan dalam ventrikel melebihi tekanan dalam atrium. Berkas atrioventrikularis (berkas His) adalah pita otot dan serat saraf yang berjalan pada septum di antara kedua ventrikel.merupakan kantong berlapis dua. arteria coronaria dextra menyuplai sebagian ventrikel kiri.com 2 . 1. Katup pulmonalis dan aorta tertutup. Gelombang kontraksi menyebar dari nodus AV ke bawah ke berkas AV dan set off kontraksi kedua ventrikel secara simultan. Ventrikel melebar untuk menerima darah dari atrium dan kemudian mulai berkontraksi. Terdapat lapisan lemak di antara myocardium dan lapisan pericardium di atasnya. kedua lapisan saling bersentuhan dan saling meluncur satu sama lain dengan bantuan cairan yang mereka sekresikan dan melembabkan permukaannya. Dirangsang oleh nodus sino-atrial. 5. Pada awalnya sistole. Pada dasar jantung (tempat pembuluh darah besar. 2. chordae tendinea mencegah katup terdorong ke dalam atrium. Darah vena memasuki atrium kanan melalui vena cava superior dan inferior. satu untuk tiap ventrikel yang terbagi menjadi beberapa cabang kecil di dalam dinding ventrikel. Gelombang kontraksi yang dimulai pada nodus SA menyebabkan atrium berkontraksi tepat sebelum ventrikel karena gelombang segera mencapai atrium dan noegcahyo@gmail. merangsang atrium untuk berkontraksi. 4.

Untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan irama jantung/disritmia 2. makin besar kontraksi dan dengan demikian makin besar curah sekuncup. SA Node ( Sino-Atrial Node ) Terletak dibatas atrium kanan (RA) dan vena cava superior (VCS).100 kali permenit kemudian menjalar ke atrium. Elektrodiografi adalah ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan potensial atau perubahan voltage yang terdapat dalam jantung. Saat istirahat biasanya sekitar 70 ml. sehingga menyebabkan seluruh atrium terangsang 2. Bila SA Node rusak. pengaruh yang lebih kecil oleh stimulasi melalui serat nervus simpatis. Cabang berkas kiri ( Left Bundle Branch) noegcahyo@gmail. 3. AV Node (Atrio-Ventricular Node) Terletak di septum internodal bagian sebelah kanan. Memperkirakan adanya pembesaran jantung/hipertropi atrium dan ventrikel 7. Oleh karena AV Node mengeluarkan impuls lebih rendah. yang terdiri dari : 1. B. terlebih dahulu kita mengetahui sistem konduksi (listrik jantung) yang berperan dalam pencatatan pada EKG. Beberapa tujuan dari penggunaan EKG dapat kegunaan : 1. Sekitar 50 ml berasal dari ventrikel kiri pada setiap denyutnya. yaitu : 1.gelombang yang menuju ventrikel harus melalui berkas AV. Perikarditis 6. Berkas His Terletak di septum interventrikular dan bercabang 2. Ketika lebih banyak darah memasuki jantung (seperti pada latihan). Menilai fungsi pacu jantung. Sistem Konduksi Jantung Sebelum kita membahas mengenai penggunaan EKG.60 kali permenit. Pengertian Elektrokardiogram (EKG atau ECG) adalah grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu. Frekuensi denyut jantung dikontrol terutama oleh reduksi dalam stimulasi melalui serat nervus parasimpatis (vagus). Ganguan -gangguan elektrolit 5. Galvanometer senar ini adalah suatu instrumen yang sangat peka sekali yang dapat mencatat perbedaan kecil dari tegangan (milivolt) pada jantung. Penggunaan EKG dipelopori oleh Einthoven pada tahun 1903 dengan menggunakan Galvanometer. Makin panjang (pada otot yang salah) makin besar kontraksinya. Curah Jantung Curah jantung bergantung pada : ? Frekuensi denyut jantung Saat istirahat biasanya sekitar 70 kali per menit. maka dikuasai oleh SA Node yang mempunyai impuls lebih tinggi. dan berbagai teknik dilusi dengan zat pewarna. Pengaruh/efek obat-obat jantung 4. dll. Pada awal kontraksi ventrikel. Curah sekuncup dikontrol oleh perubahan panjang serat otot jantung. dengan tubuh dalam keadaan istirahat mengandung sekitar 120 ml. Sel-sel dalam AV Node dapat juga mengeluar¬kan impuls dengan frekuensi lebih rendah dan pada SA Node yaitu : 40 . diatas katup trikuspid.com 3 . maka impuls akan dikeluarkan oleh AV Node. Curah jantung diukur dengan mengukur jumlah oksigen yang diambil oleh paru per menit. ? Curah sekuncup Curah sekuncup adalah jumlah darah yang keluar dari ventrikel pada setiap denyut. BAB II Elektrokardiogram A. Kelainan-kelainan otot jantung 3. Pada latihan ringan meningkat sampai 125 ml. isotop radioaktif. Sel-sel dalam SA Node ini bereaksi secara otomatis dan teratur mengeluarkan impuls (rangsangan listrik) dengan frekuensi 60 .

Disritmia jantung juga dapat mengubah konfigurasi gelombang P.20 detik.10 detik. Rangsangan normal untuk depolarisasi atrium berasal dari nodus sinus. serta mengubah bentuk gelombang P. impuls menyebar cukuop cepat. 5. irama yang berasal dari dekat perbatasan AV dapat menimbulkan inversi gelombang P.06 dan 0. yang disebut bloks jantung tingkat pertama. 3. Di ventrikel juga tersebar sel-sel pace maker (impuls) yang secara otomatis mengeluarkan impuls dengan frekuensi 20 . Penurunan abnormal segmen ST dikaitkan dengan iskemia miokardium sedangkan peningkatan segmen ST dikaitkan dengan infark.com 4 . Bentuk Gelombang dan Interval EKG Pada EKG terlihat bentuk gelombang khas yang disebut P. besarnya arus listrik yang berhubungan dengan eksitasi nodus sinus terlalu kecil untuk dapat terlihat pada EKG. Namun. Interval normal adalah 0. C. Cabang berkas kanan ( Right Bundle Branch ) Setelah melewati kedua cabang ini. Pemanjangan penyebaran impuls melalui berkas cabang disebut sebagai blok berkas cabang (bundle branch block) akan melebarkan kompleks ventrikuler. impuls akan diteruskan lagi ke cabang-cabang yang lebih kecil yaitu serabut purkinye. Serabut Purkinye Serabut purkinye ini akan mengadakan kontak dengan sel-sel ventrikel. sesuai dengan penyebaran eksitasi listrik dan pemulihannya melalui sistem hantaran dan miokardium. noegcahyo@gmail. Interval PR Diukur dari permulaan gelombang P hingga awal kompleks QRS. Dalam keadaan normal gelombang T ini agak asimetris. Gelompang P dalam keadaan normal berbentuk melengkung dan arahnya ke atas pada kebanyakan hantaran. Dalam interval ini tercakup juga penghantaran impuls melalui atrium dan hambatan impuls melalui nodus AV.Gambar 1. QRS. Perpanjangan interval PR yang abnormal menandakan adanya gangguan hantaran impuls. normalnya lamanya komplek QRS adalah antara 0. Repolasisasi atrium terjadi selama massa depolarisasi ventrikel. Namun. Hiperkalemia (peningkatan kadar kalium serum) akan mempertinggi dan mempertajam puncak gelombang T. Penggunaan digitalis akan menurunkan segmen ST. dan T. Hipertrofi ventrikel akan meningkatkan amplitudo kompleks QRS karena penambahan massa otot jantung. Tetapi besarnya kompleks QRS tersebut akan menutupi gambaran pemulihan atrium yang tercatat pada elektrokardiografi. Amplitudo gelombang ini besar karena banyak massa otot yang harus dilalui oleh impuls listrik. melengkung dan ke atas pada kebanyakan sadapan. Pembesaran atrium dapat meningkatkan amplitudo atau lebar gelombang P. Gelombang – gelombang ini direkam pada kertas grafik dengan skala waktu horisontal dan voltase vertikal. Dari sel-sel ventrikel impuls dialirkan ke sel-sel yang terdekat sehingga seluruh sel akan dirangsang. Gambar 2. Gelombang P Sesuai dengan depolarisasi atrium. Makna bentuk gelombang dan interval pada EKG adalah sebagai berikut : 1. 4. Segmen ST Interval ini terletak antara gelombang depolarisasi ventrikel dan repolarisasi ventrikel. Irama jantung abnormal dari ventrikel seperti takikardia juga akan memperlebar dan mengubah bentuk kompleks QRS oleh sebab jalur khusus yang mempercepat penyebaran impuls melalui ventrikel di pintas.40 kali permenit. misalnya. Kompleks QRS Menggambarkan depolarisasi ventrikel. Tahap awal repolarisasi ventrikel terjadi selama periode ini. Inversi gelombang T berkaitan dengan iskemia miokardium. karena arah depolarisasi atrium terbalik.12 sampai 0. Sistem Penjalaran Konduksi Jantung 2. 2. Gelombang T Repolarisasi ventrikel akan menghasilkan gelombang T. Gelombang Normal pada EKG 4. tetapi perubahan ini terlalu lemah dan tidak tertangkap pada EKG.

2.Sudut Louis yaitu tonjolan tulang dada pada sambungan antara manubrium dan korpus sterni. Interval QT Interval ini diukur dari awal kompleks QRS sampai akhir gelombang T. namun masing – amsing hantaran meninjau jantung dari sudut pandanagn yang agak berbeda.Ruang sela iga kedua. sotalol (betapace) dan amiodaron (cordarone). Voltase yang tercatat pada elektroda positif lalu diperkuat atau diperbesar untuk menghasilkan sadapan ekstremitas unipolar.Linea aksilaris anterior dan midaksilaris Elektroda di pasang berurutan pasa enam tempat berbeda pada dinding dada : V1 : pada sela iga keempat sebelah kanan dari sternum V2 : pada sela iga keempat sebelah kiri dari sternum V3 : pada pertengan antara V2 dan V4 V4 : pada sela iga kelima di garis mid-klavikularis V5 : horisontal terhadap V4. dengan satu kutub negatif dan satu kutub positif. Sadapan standar anggota tubuh (sadapan I. Perspektif relatif dari setiap sadapan paling mudah dikonsepkan dengan noegcahyo@gmail. sehingga sadapan ini bersifat bipolar.36 sampai 0. Variasi Kompleks QRS 6. Sadapan II dari lengan kanan dan tungkai kiri. . Pada umumnya dirancang tiga kategori sadapan : 1. sadapan III dari lengan kiri dan tungkai kiri dengan tungkai kiri positif. Identifikasi petunjuk – petunjuk berikut mempermudah meletakkan prekordial dengan tepat : . aVL. Sedangkan. pada garis mid aksilaris. aVF) Hantaran ini disesuaikan secara elektris untuk mengukur potensial listrik absolut pada satu tempat pencatatan. Interval QT memanjang pada pemberian obat – obat antidisritmia seperti kuinidin. Masing – masing sadapan mencatat peristiwa listrik dari seluruh siklus jantung. dan sebuah elektroda yang dipasang pada bumi yang bertujuan mengurangi gangguan listrik. prokainamid. dengan tungkai kiri positif. Keadaan ini dicapai dengan menghilangkan efek kutub negatif secara elektris dan membentuk suatu elektroda “indiferen” pada potensial nol. Oleh karena itu. aVR mencatat lengan kanan. . berdekatan dengan sudut Louise. II. Sadapan prekordial atau dada (V1 hinggan V6) Merupakan sadapan unipolar yang mencatatpotensial listrik absolut pada dinding dada anterior atau prekordium. dan III) Sadapan ini mengukur opotensial listrik antara dua titik. Sadapan Listrik Arus listrik yang dihasilkan dalam jantung selama depolarisasi dan repolarisasi akan dihantarkan ke seluruh permukaan tubuh. Terdapat tiga sadapan anggota tubuh yang diperbesar. aVL mencatat lengan kiri. 44 cdetik dan bervariasi sesuai dengan frekuensi jantung. dengan lengan kiri sebagai kutub positif. dan tungkai kiri. yaitu dari elektroda positif yang ditempatkan pada ekstremitas dengan demikian merupakan suatu sadapan unipolar. Muatan listrik tersebut dapat dicatat menggunakan elektroda yang ditempelkan pada kulit. maka elektroda pencatat di pasang pada ekstremitas dan dinding dada. meliputi depolarisasi dan repolarisasi ventrikel. lengan kiri. dan aVF memcatat tungkai kiri (lokasi aVF dapat dengan mudah diingat dengan lokasi huruf F dengan kata foot (kaki)). Elektroda ditempatkan pada lengan kanan. Sadapan anggota badan yang diperkuat (aVR. Sadapan I melihat jantung dari sumbu yang menghubungkan lengan kanan dan lengan kiri. Sesuai perjanjian. D. Sadapan standar anggota badan dan sadapan anggota badan yang diperkuat melihat jantung dari bidang frontal. Interval QT rata – rata adalah 0. Berbagai kombinasi – kombinasi dari elektroda ini akan menghasilkan 12 sadapan standar. bentuk gelombang yang dibentuk oleh sadapan yang terbentuk sedikit berbeda. 3. EKG secara otomatis akan mengadakan penyesuaian untuk menghubungkan elsktroda anggota badan lainnya sehingga membentuk suatu elektroda indiferen yang pada hekekatnya tidak akan mempengaruhi elektroda positif.Linea midklavikularis kiri .Gambar 3.com 5 . pada garis aksilaris anterior V6 : horisontal terhadap V5. dipasang pada tungkai kanan.

Mesin EKG yang dilengkapi dengan 3 kabel. hingga kedua atrium bisa berkontraksi dalam waktu yang sama. Pengukuran ini biasanya dilakukan dengan Electrocardiogram (EKG) yang menghasilkan sebuh grafik. Namun SA node memiliki kemamapuan yang paling besar. Persiapan Alat-alat EKG. Cara Pemeriksaan 1. Jantungnya dianggap sebagai pusat listrik segitiga tersebut. 1. sebagai berikut : b.com 6 . Seluruh jaringan listrik pada jantung mampu menghasilkan impuls listrik. 6 Buah elektrode dada dengan balon penghisap. Pada saat Atrium kanan dan kiri berkontraksi. Plat elektrode yaitu f. Susunan syaraf otonom sendiri terdiri dari 2 bagian : Sistim Syaraf Simpatik dan Sistim Syaraf Parasimpatik. Satu kabel untuk bumi (ground) d. Terdapat serabut syaraf yang mampu mengubah arus listrik yang dihasilkan serta membuat perbuahan pada kekuatan kontraksi jantung. II. Proses ini memakan waktu 0. Sistem acuan enam sumbu merupakan atal bantu yang sangat berharga dalam menginterpretsi hasil EKG. Sistem acuan ini diperoleh dengan cara sebagai berikut : 1. Syaraf yang dimaksud adalah bagian dari susunan syaraf otonom. Gabungkan diagram sistem acuan tiga sumbu dengan represenatsi skematik dari sadapan anggota badan yang diperkuat. 2. h. 3. Pakaian pasien dibuka dan dibaringkan terlentang dalam keadaan tenang selama perekaman. dan menghasilkan sistem acuan enam sumbu. maka fungsinya bisa saja digantikan oleh jaringan lainnya. noegcahyo@gmail. Perjalaran Listrik (Konduksi) Impuls listrik meninggalkan SA node menuju Atrium kanan dan kiri. Tempatkan sumbu sadapan sedemikian rupa sehingga masing – masing memancar dari pusat segitiga dan membetuk diagram kedua yang dikenal dengan sistem acuan tiga sumbu. Lead-lead Bidang Horizontal Prekordial 2. Hubungkan sumbu dari I. Elektrode extremitas atas dipasang pada pergelangan tangan kanan dan kiri searah dengan telapak tangan. dan III sehingga membentuk segitiga sama sisi yang disebut segitiga einthoven. yang terdiri dari 10 cabang dan diberi tanda dan warna. bersihkan kulit pasien di sekitar pemasangan manset. F. Cara Menempatkan Elektrode Sebelum pemasangan elektrode. Sistim syaraf simpatik mampu meningkatkan pacu jantung dan kekuatan kontraksi. Apabila SA node gagal untuk menghasilkan impuls. Satu kabel untuk listrik (power) c. 4 buah elektrode extremitas dan manset g.4 detik. Persiapan Pasien a. Pasien diberitahu tentang tujuan perekaman EKG b. meskipun impllsnya cenderung lebih rendah. a. Satu kabel untuk pasien. Kertas EKG (telah siap pada alat EKG) dan kertas tissue Gambar 4. Arah rata – rata aktivitas listrik yang dihitung dari EKG dikenal sebagai sumbu listrik jantung. sementara sistim syaraf simpatik berfungsi sebaliknya. Jelly elektrode / kapas alkohol i. G. Seluruh sistim produksi listrik ini bisa kita pantau dan bisa diukur. ventrikel akan terisi darah Impuls lstrik kemudian kembali mengalir ke Atrioventricular Node (AV node) yang kemudian disebarkan ke kumpulan serabut yang berada disebalah kanan dan kiri jantung sampai ke serat Purkinje yang berada di Ventrikel kanan dan kiri jantung hingga membuat kedua Ventrikel berkontraksi bersamaan. beri jelly kemudian hubungkan kabel elektrode dengan pasien. e. Pencetus listrik pada jantung memang mampu mengakomodir kebutuhan jantung untuk mampu berkontraksi terus dalma rentang waktu yang panjang. E. memungkinkan perhitungan arah rata – rata aktivitas listrik dalam jantung.menggunakan suatu diagram skematik yang disebut sistem acuam enam sumbu. yang emmancar dari pusat listrik dari toraks.

V4. V3.V9R posisinya sama dengan V3 . tutup kembali dengan kalibrasi seperti semula sebanyak 2-3 kali. aVL. Rapikan pasien dan alat-alat. II. Anterior : V2. Umur d. aVL. aVF. V5. harus dipasang pada : VI : sela iga ke 4 garis sternal kanan V2 : sela iga ke 4 pada garis sternal kiri V3 : terletak diantara V2 dan V4 V4 : ruang sela iga ke 5 pada mid klavikula kiri V5 : garis aksilla depan sejajar dengan V4 V6 : garis aksila tengah sejajar dengan V4 Sandapan tambahan V7 : garis aksila belakang sejajar dengan V4 V8 : garis skapula belakang sejajar dengan V4 V9 : batas kin dan kolumna vetebra sejajar dengan V4 V3R . bila diperlukan dapatlah dipasang sampai ke bahu kiri dan kanan dan pangkal paha kiri dan kanan. 3. 2. ini ditandai dengan huruf V dan disertai angka di belakangnya yang menunjukkan lokasi diatas prekordium. III. Posisi pada pengelangan bukanlah mutlak. V2. aVR. tetapi pada sebelah kanan. aVL. aVR. Dengan memindahkan lead selector kemudian dibuat pencatatan EKG secara berturutturut yaitu sandapan (lead) I. 2. Kecepatan 25 mm/detik Setelah itu lakukan kalibrasi dengan menekan tombol run/start dan setelah kertas bergerak. Lateral : I. diberi tanda lead berapa. Sandapan bipolar (sandapan standar) dan ditandai dengan angka romawi I. a. setelah itu matikan mesin EKG 4. Sandapan yang lain dibuat bila perlu. Dokter yang merawat dan yang membuat perekaman pada kiri bawah 5. aVF.V9. VI. aVL. perhatian noegcahyo@gmail. aVF Aksis terletak antara : . II. Hidupkan mesin EKG dan tunggu sebentar untuk pemanasan. V6. V4 2. V5. tombol kalibrasi ditekan 2 -3 kali berturut-turut dan periksa apakah 10 mm 3. V2. V3. Septal : aVR.30 sampai + 110 (deviasi aksis normal) Lebih dari – 30 : LAD (deviasi aksis kiri) Lebih dari dari + 110 : RAD (deviasi aksis kanan) H. 3. Tanggal/Jam e. Dibawah tiap lead. VI. III. V3. V4.2. Sandapan Unipolar Extremitas (Augmented axtremity lead) yang ditandai dengan simbol aVR. Lokasi permukaan otot jantung dapat dilihat pada EKG. seperti : 1. Periksa kembali standarisasi EKG antara lain : a. Setelah pencatatan. Pemasangan elektroda dada (Sandapan Unipolar Prekordial). Inferior : II. Pada extremitas bawah pada pergelangan kaki kanan dan kiri sebelah dalam. Cara Merekam EKG 1. V6.com 7 . V2 3. Kemudian kabel-kabel dihubungkan : ? Merah (RA / R) lengan kanan ? Kuning (LA/ L) lengan kiri ? Hijau (LF / F ) tungkai kiri ? Hitam (RF / N) tungkai kanan (sebagai ground) Hasil pemasangan tersebut terjadilah 2 sandapan (lead) 1. Jadi pada umumnya pada sebuah EKG dibuat 12 sandapan (lead) yaitu I . V1. aVF. Catat di pinggir kiri atas kertas EKG b. Kalibrasi 1 mv (10 mm) b. V5. III. II. V6 4. III. Nama pasien c.

masing 2 . pada garis vertikal • 1 kotak kecil = 1 mm =0. Kekuatan voltage 10 mm = 1 millivolt (10 kotak kecil) Jadi ini berarti ukuran dikertas EKG adalah 1. Kalibrasi dapat dipakai gambar terlalu besar. Nilai-normal . 3. 6. V2 . Hindari gangguan listrik dan gangguan mekanik seperti .04 .V6 d. + atau . lebar <> b. Sebelum bekerja periksa dahulu tegangan alat EKG. Kompleks QRS yaitu depolarisasi dan ventrikel. (+) di lead I. Cara Menghitung EKG Kecepatan EKG adalah 25 mm / detik. II. Gelombang R yaitu defleksi pertama yang keatas (+) • Tinggi . dalam <1/3> b. maka kecepatan EKG dalam 1 menit yaitu 60 x 25 = 1500 mm. Gelombang T yaitu repolarisasi dan ventrikel a.5 mv • 2 kotak sedang = 10 mm= I milivolt J.1 mv • 1 kotak sedang = 5 mm = 0. Pada garis horisontal • Tiap satu kotak kecil = 1 mm = 1/25 detik = 0. V5 dan V6 gel. 1500 Jarak 2 RR (kotak kecil) 2. (-) di lead aVR.Perhatian ! 1. aVL.V3 dan semakin kecil di V4 .V6. tremor. R lebih tinggi (besar) • Gel. tinggi <0. V1 (dominan (+) / positif) noegcahyo@gmail. aVL. aVF. II. atau 2 mv bila gambar terlalu kecil. Alat selalu dalam posisi stop apabila tidak digunakan. V1 2. aVF.00 detik 2. Kertas EKG Cara menghitung denyut nadi permenit ada 5 cara yaitu : 1. 2. Satu kotak sedang (5 kotak kecil) : 1500 / 5 = 300 mm Gambar 6. Satu kotak kecil panjangnya = 1mm. S lebih besar pada VI . Gelombang P yaitu depolarisasi atrium. Penggaris EKG.atau + bifasik ( ) di lead III. Perekaman setiap sandapan (lead) dilakukan masing . Nilai-Nilai EKG Normal 1. jam tangan. diukur dari permulaan gelombang QRS sampai akhir gelombang QRS Lebar 0. bentuk (+ ) di lead I. Dalam perekaman EKG.25> c. b.V6.04 detik • Tiap satu kotak sedang = 5 mm = 5/25 detik = 0. I. c. batuk dan lain-lain.20 detik • Tiap satu kotak besar = 25 mm = 25125” = I . (±) / bifasik di lead III.03 detik. (-) di lead aVR e. Satu menit = 60 detik. bergerak. Jumlah PQRS dalam 6 detik x 10 5. r kecil di V1 dan semakin tinggi (besar) di V2 . aVF. II. c. Gel. K. tergantung lead. 60 (1 menit) Jarak 2 RR (dalam detik) 4. 5.4 kompleks 4. Cara Membaca EKG Ukuran-Ukuran pada kertas EKG Pada perekaman EKG standar telah ditetapkan yaitu : 1. • Pada lead I. Gelombang Q yaitu defleksi pertama yang ke bawah (-) lebar 0. perawat harus menghadap pasien. 3.10 detik a. a. 300 Jarak 2 RR (kotak sedang) 3. V2 .0.V6. Kecepatan rekaman 25 mm/detik (25 kotak kecil) 2.com 8 .

10>Kepentingan : menandakan adanya Bundle Branch Block: lebar 0. Komfigurasi (bentuk) Nilai normal : Positif di lead I. 60. aVF. Kriteria Interpretasi EKG 1. lebar <0.QRS Nilai normal .P sampai dengan awal gel. menandakan adanya aktivitas atrium 2.QRS (J Point) sampai awal gel.12 = Incomplete B B B. Interval PR berubah-ubah : Wandering Pacemaker 5. Q patologis b.20 detik : AV Block 2. menunjukkan tanda-tanda pembesaran atrium 4. ( + / .300 sampai + 1100 Cara menentukan axis yaitu dengan melihat 2 lead yang berbeda ekstremitas lead. Nilai normal . Digunakan untuk kepentingan: 1. QRS-T yakni normal disebut Sinus Ritme (irama sinus). menunjukkan arah aktivitas atrium 3.0. Digunakan untuk kepentingan: 1. rekam lead II panjang 2. AXIS ( sumbu ) Nilai normal : . Adapun cara menentukan jumlah frekuensi/kecepatan permenit : 1. hitung beberapa banyak kompleks QRS kemudian dikalikan 10 HR/ menit (jumlah R R dalam 6 detik dikali 10 H R / menit) CATATAN Setiap EKG irregular (ARITMIA). V6 . 2. T (asal usulnya tidak diketahui) dan dalam keadaan normal tidak terlihat. Lebar >0. V4. RVH/LVH 6.12 detik = Complete B B B. V2 Bifasik di lead III. Untuk irama irreguler yaitu direkam EKG dalam 6 detik. Frekuensi (Rate) Frekuensi jantung ( HR ). Kepentingan mengetahui : a. V3. V5. Bila irama cepat lebih dan 100 kali/menit disebut sinus tachikardi kurang dan 60 kali/menit disebut sinus bradikardi 3.0. biasanya terjadi setelah gel. yang terbaik adalah lead I & AVF.com 9 .20 detik. L.4.25>.0.QRS Nilai normal : <0. Interval PR <0.12 . RAD/LAD c. Gelomibang P (P WAVE) Diukur dan awal sampai akhir gel. P-R Interval Diukur dan awal gel. Kompleks QRS Pengukuran kompleks QRS ada 3 yang dinilai : 1. Lebar/interval : diukur dan awal sampai dengan akhir gel. Negatif di lead aVR.100 x / menit.12>3. Gelombang T (T Wave) noegcahyo@gmail. Untuk irama yang regular yaitu 1500 dibagi jumlah kotak kecil antan R-R (jarak dan R1 ke R2) = HR / menit 2. T Nilai normal isoelektris (.5 mm sampai + 2.5 mm) Kepentingan: Mengetahui kelainan pada otot jantung (iskemia dan infark) 7. aVL. Selain dan yang tersebut di atas adalah aritmia 3. normal . Segmen ST (ST Segment) Diukur dari akhir gel. V1. 2. P selalu diikuti gel. Interval PR >0.11>tinggi <0. Gelombang U . P. Adapun kepentingannya yakni 300 sampai 900 adalah L A D (Left Axis Deviation) dan + 1100 sampai 1800 adalah R A D (Right Axis Deviation) 3. Irama (Rhythm) 1.). Kemudian tentukan jumlah aljabar dari amplitudo QRS di lead I dan aVF tentukan di kwadrant mana vektor QRS berada. Bila teratur (reguler) dan gel.10 . II. 0.

Tidak ada deviasi aksis yang berarti karena atrium kiri normalnya mendominasi aliran listriknya. Ada deviasi aksis ke kanan dengan aksis QRS melebihi =1000 b.com 10 . 3. b. Tidak ada perubahan durasi gelombang P. Daftar Pustaka 1. Harrison. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat edisi 2. b. Hipokalemia : depresi ST. Kemungkinan deviasi aksis ke kanan gelombang P.2000. Nilai normal amplitudo (tinggi) : Minimum 1 mm. Catatan: 1. dan harus turun setidaknya 1 mm di bawah garis isoelektrik. Gelombang-gelombang Q baru bermunculan dalam beberapa jam sampai beberapa hari. Bifasik di lead III. 2. Menandakan adanya kelainan otot jantung (iskemia/infark) 2. Pembesaran Atrium Untuk mendiagnosis pembesaran atrium. 2002.II. aVL.Sistim Kelistrikan Pada Jantung BAB III Manifestasi Klinik 1.EGC:Jakarta. c. noegcahyo@gmail. Jhon. gelombang U. b. Hipertrofi ventrikel kiri ditandai dengan banyak kriteria. T Positif di lead I. Infark Miokard a. b.V2-V6 2.aVF.Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam Edisi 13. Gelombang R lebih besar daripada gelombang S di V1. Dua yang paling berguna adalah sebagai berikut : a. Menandakan adanya kelainan elektrolit. Secara akut gelombang T meruncing dan kemudian inverse. serta (3) QRS melebar. 4.RS. Gelombang R di aVL melebihi 13 mm. Kompleks QRS dan gelombang T menyatu membentuk sebuah gelombang sinus. Peningkatan amplitudo bagian pertama gelombang P. V1. c. T. Pembesaran atrium kiri ditandai dengan hal-hal berikut : a. Gelombang ini menandakan infark miokard. Imelda.04 detik). Amplitudo komponen terminal (negatif) gelombang P dapat meningkat. EGC: Jakarta. Adapun kepentingan: 1.Ukurannya dari awal sampai dengan akhir gel. Durasi gelombang P meningkat dan lebar bagian terminal (negatif) gelombang P harus setidaknya 1 kotak kecil (0. Konfigurasi Gel. sedang gelombang S lebih besar daripada gelombang R di V6. c. Hiperkalemia : evolusi (1) gelombang T runcing. 2.Elektrokardiografi. 3.---. Gangguan Elektrolit a. Gelombang R di V5 atau V6 plus gelombang S di V1 atau V2 melebihi 35 mm. Elevasi segmen ST menggambarkan jejas miokardium. Negatif di lead aVR 3. b.Husada. Gibson. (2) perpanjangan PR dan gelombang P rata. Secara akut segmen ST mengalami elevasi dan menyatu dengan gelombang T. lihat sadapan II dan V1 Pembesaran atrium kanan ditandai dengan hal-hal sebagai berikut : a. Perubahan gelombang T menggambarkan iskemia miokardium. gelombang T rata. Hipertrofi Ventrikel Hipertrofi ventrikel kanan ditandai oleh hal-hal berikut : a.

Noname.235.2003. Alih Bahasa Samik Wahab.Hipokrates:Jakarta noegcahyo@gmail. Ogadisca.com/2007/08/artikel-keperawatan. Noname.dari Sel ke Sistem.2000. 10.EGC:Jakarta.google.2007.What is an Electrocardiogram?www. Thaler. Nhlbi.Elektrokardiografi.nih.gov/health /dci/Diseases/ekg/ekg_what.http://www.Lauralee. Elektrokardiogram (EKG) http://ogibadisca. http://72.104/search? q=cache:mRE1IuKGU9gJ:www.2007.14. 5. Sherwood.html.2007.Sistem Kelistrikan pada Jantung.2001.4.Malcom S.blogspot.go.id/image/hl-id&q 7.id 8.http://image. Noname. 6.html 9..Satu-satunya buku EKG yang Anda Perlukan Edisi 2.com/v2003/.Pemeriksaan Elektrokardiogram.indosiar.2007.Fisiologi Manusia Edisi 2 .co..pjnhk.nhlbi.com 11 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->