Sistem Komunikasi Indonesia dalam Pandangan Agama dan Budaya Bangsa

1. PENDAHULUAN

Sebuah sistem sangat diperlukan bagi melancarkan mekanisme sub-sub sistem yang ada didalamnya. Sistem sangat membantu dalam memudahkan pencapaian tujuan. Sistem juga membangun kesamaan-kesamaan dari keserasian. Di Indonesia dikenal beberapa bangunan sistem, misalnya Sistem Hukum Indonesia, Sistem Politik Indonesia, Sistem Sosial Indonesia, Sistem Budaya Indonesia, Sistem Ekonomi Indonesia dan sistem-sistem nilai lainnya yang dapat dijadikan pedoman dalam proses interaksi antar orang di Indonesia. Dalam kehidupan komunikasi juga mulai dikenal dengan istilah Sistem Komunikasi Indonesia. Dari sistem-sistem tersebut memiliki keterkaitan satu dengan lainnya, seperti pada pembahasan makalah ini yang memfokuskan pandangan agama dan budaya bangsa dalam pelaksanaan sistem komunikasi Indonesia. Dengan merumuskan Sistem Komunikasi Indonesia maka kita akan memiliki sebuah bangunan sistem dalam berkomunikasi yang seragam dan menjadi ciri dan karakter bangsa Indonesia. Sehingga dengan jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta jiwa tidak mustahil sistem komunikasi yang dibangun di Indonesia melalui konsep Sistem Komunikasi Indonesia itu akan menjadi sebuah sistem yang perlu dicontoh oleh negara-negara lain yang karakteristiknya sedikit banyak mirip dengan negara Indonesia. Bangunan dari sistem komunikasi Indonesia itu akan berlandaskan pada pola komunikasi yang

Oleh karena itu. Bangunan filsafat komunikasi juga mengacu kepada kerangka empat sistem yang telah disebutkan pada pengantar. dimana harus terdapat kesamaan pelaksanaan sistem antara sistem pemerintahan yang dianut dengan pelaksanaan sistem komunikasinya . Falsafah komunikasi yang dianut. Keadaan ini sangat melibatkan pandangan agama dan budaya bangsa dalam membentuk pola komunikasi yang dalam penerapannya bersifat universal. mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang berlandaskan BHINEKA TUNGGAL IKA. Komunikasi mempunyai kemampuan menambah pengetahuan. POLA KOMUNlKASI Pola komunikasi di dalam suatu negara selalu dipengaruhi oleh sikap dan pandangan hidup bangsanya sekaligus memberikan bentuk bagi falsafah komunikasi yang dianut dalam proses interaksi antar orang yang terjadi dinegara itu. dalam mengimplementasikan kegiatan komunikasi haruslah sesuai dengan filsafat bangsa itu sendiri. 2. maka sistem komunikasinya haruslah sesuai dengan landasan itu sendiri. pada umummya sejalan dengan sistem politik yang berlaku. merubah sikap serta menimbulkan partisipasi secara individual maupun menambah sikap serta menimbulkan partisipasi secara individual maupun sosial. peran agama dan budaya juga sangat berpotensi dalam membentuk karekteristik sistem komunikasi itu sendri. Walaupun begitu. Sebab pola komunikasi didalam suatu negara akan menentukan bangunan sistem komunikasi yang akan dikembangkan di negara ini.dikembangkan di Indonesia dengan perangkat nilai dan perundangan yang ada. merubah dan memperkuat opini.

PERANAN AGAMA DALAM SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan. Agama bukanlah hal yang sembarangan. khususnya di Indonesia dianggap sesuatu hal yang dipengang teguh oleh penganutnya sebagai pedoman hidupnya. Oleh karenya. maka sitem komunikasi juga akan bersifat majemuk karena objek dalam komunikasi adalah manusiamanusia yang memiliki budaya yang berbeda. seseorang akan sangat merasa marah bila agama yang ia anut diubah-ubah atau diselewengkan apalagi sampai-sampai dilecehkan oleh penganut agama lain. Oleh karenanya. 1979). Bila sistem budaya Indonesia meliputi kemajemukan tradisi dalam suatu daerah. termasuk pula kegiatan interaksi yang sangat melibatkan komunikasi di dalamnya. Agama di dalam penerapannya. sistem komunikasi di Indonesia berperan sebagai kontrol sosial antar beda penganut agama dan juga menjadi sebuah pembelajaran bagi masyarakat untuk memposisikan keberadaan mereka dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. . sistem komunikasi di Indonesia sangatlah unik dibandingkan dengan sistem komunikasi di negara-negara lain. Filsafat Komunikasi. atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Ini dikarenakan unsur-unsur budaya dan agama yang selalu dijadikan pengangan dalam mengimplementasikan setiap kegiatan masyarakat Indonesia.(Astrid. 3.

Agama Hindu merupakan agama tertua atau agama pertama yang dianut oleh masyarakat Indonesia sebelum menjadi suatu negara. seperti pemberitaan/informasi yang disiarkan media bersifat melecahkan sebuah agama. Bila sistem komunikasi tidak menghiraukan agama yang dianggap penganutnya sebagai unsur dan nilai-nilai luhur. baik itu hukuman di dunia maupun di akhirat. maka pemerintah yang berwenang membuat undang- . Di dalam agama Hindu terdapat pantangan-pantangan yang tidak boleh dijalankan oleh penganutnya. Oleh sebab itu. dalam artian sistem komunikasi haruslah selaras dengan tata keagamaan yang ada di daerah itu. karena pemberitaan ataupun informasi yang disalurkan media kepada khalayak merupakan salah satu komponen di dalam sistem komunikasi yang secara tidak langsung akan berdamapak bagi siapa saja yang mendapatkan informasi tersebut. yang di dalamnya terdapat larangan-larangan bagi penganutnya untuk tidak melanggar syariat Islam (hukum Allah). Bila keadaan seperti ini adalah sesuatu hal yang sangat sakral bagi penganut agama Hindu. maka orang tersebut akan mendapat hukuman dari Allah. maka Dewa akan murka kepada masyarakat yang ada didaerah tersebut. bila seorang penganut ajaran agama Islam mengambil yang bukan haknya (mencuri). maka sebagai hukumannya. Bila larangan-larangan tersebut dilanggar. tangannya akan dipotong. Sistem komunikasi haruslah mampu menjalankan perannya sebagai alat kontrol dalam kemajemukan agama di Tanah Air. sitem komunikasi dituntut untuk menyesuaikan keberadaannya dengan agama-agama yang ada dengan tujuan melangsungkan proses sosialisasi interaktif masyarakat demi ke eksistensian dan kestabilan negara. Begitu juga dengan agama yang lain. Seperti halnya agama Islam. Hukuman di dunia. Bila pantangan-pantangan tesebut tetap dijalankan oleh penganutnya. maka sistem komunikasi yang ada di Indonesia haruslah mengimbanginya. maka akan timbul konflik nasional.

informasi atau pemberitaan pelecehan terhadap suatu agama akan berdampak kepada perpecahan/konflik di dalam negara itu sendiri. Manusia sebagai pelaku budaya memiliki realitas psikis yang dipengaruhi oleh latar belakang kebudayaannya yang tercermin dari ekspresi sikap dan tingkah lakunya. Oleh karena itu. karena ajaran yang di syiarkan agama merupakan sebuah kepercayaan bagi penganut agama itu sendiri.undang sebagai kekuatan hukum haruslah mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan sistem komunikasi itu sendiri agar sistem komunikasi itu dapat mengisi daripada sistem-sistem yang lainnya. Agama dapat juga dikatakan sebagai sistem kepercayaan. 4. sitem kepercayaan dan sistem budaya saling berkaitan dalam mempengaruhi jalannya sistem komunikasi. Banyak fenomena komunikasi di Indonesia yang setelah ditelusuri. selalu saja ada keterkaitan terhadap latar belakang budaya. Suatu kebudayaan baik dalam bentuk material maupun nilai dimiliki oleh suatu komunitas sosial tertentu yang memberikan ciri identitas kepadanya. sehingga individu yang berada dalam komunitas sosial tersebut memiliki identitas yang seragam walaupun mungkin intensitasnya berbeda-beda. Keadaan inilah yang pada gilirannya akan dapat menciptakan hubungan yang . PERANAN BUDAYA DALAM SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA Sistem Komunikasi Indonesia sangat erat kaitannya dengan Sistem Sosial Budaya Indonesia yang merupakan cerminan kehidupan masyarakat Indonesia dalam keseharian mereka. Seperti contoh di atas tadi. Akan tetapi kepercayaan lebih dekat kepada budaya atau dapat dikatakan juga bahwa sistem kepercayaan merupakan sebuah unsur dalam sistem budaya.

Pers bebas di Indonesia sedikit banyak berpotensi untuk menggeser norma-norma ketimuran Indonesia yang identik dengan sopan-santun budaya Jawa. Jawa. Realitas sosial yang mempunyai sistem dan tata nilai yang jelas merupakan salah satu tujuan kegiatan komunikasi sesuai dengan pandangan hidup yang mendasari filsafat suatu bangsa. Perkembangan dunia industri dan teknologi komunikasi dewasa ini. khususnya dalam kajian komunikasi massa memiliki implikasi khusus dalam menciptakan masyarakat yang well informed (peka informasi). saya menganut paham Islam yakni agama saya.harmonis dan timbullah keserasian bahkan dapat pula menciptakan stabilitas. Perbedaan latar belakang kultur memang dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda terhadap suatu objek yang ditafsirkan. Minang. seperti adat Aceh. Hal ini baru akan terjadi bila proses komunikasi yang terjadi memenuhi beberapa unsur untuk sampai kepada realitas sosial tertentu. khususnya budaya yang di dalamnya mengandung nilai-nilai agama Islam. Penafsiran terhadap pesan dapat berbeda-beda. Oleh karena itu. Sementara dalam soal berbusana. objek yang menghubungkan pihak yang berkomunikasi adalah pesan. Melayu. yang mewajibkan kaum perempuan untuk berpakaian sopan. bahkan menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Misalnya saja fenomena perwajahan media cetak Indonesia yang semakin hari semakin bebas berekspresi dengan tak luput dari sentuhan-sentuhan sensualitas bahkan secara ekstrim mungkin telah mengarah pada pornografi. fenomena keterlibatan media massa . dan lain-lain. Dalam adat Jawa mungkin ada pakaian kemben yang dalam aplikasinya menitikberatkan pada budaya sopan-santunnya/tatakrama. Dalam proses komunikasi. Bahkan dengan munculnya media-media baru. banyak budaya luar yang masuk ke Indonesia tanpa mengalami filterasi terlebih dahulu. Hal ini tentu saja bertentangan dengan latar belakang budaya dan agama. Oleh sebab itu diperlukan suatu pola tertentu agar dapat membentuk suatu gambaran yang sama terhadap suatu objek.

' Bahasa merupakan atau dapat dianggap alat interaksi dalam kehidupan kita. Kosky Zakaria dalam WASPADA Online Rabu.di Indonesia perlu ditelaah dan diputuskan solusinya agar tidak melanggar norma-norma agama dan budaya bangsa yang telah tercantum di dalam Pancasila yang akan menjadi prasyarat demi terbentuknya Sistem Komunikasi Indonesia yang baik. Para ahli komunikasi dalam hal penggunaan bahasa berkata bahwa 'bahasa bisa memenjarakan kita. namun bahasa juga bisa membebaskan kita. peristiwa dan fenomena lainnya dan dipengaruhi oleh aturan-aturan yang berlapis-lapis yang dikembangkan oleh masyarakat tertentu. Kita maklum bahwa setiap bahasa bisa dikatakan sebagai merefleksikan sistem yang menurut kita logis dan masuk akal. bahasa dan komunikasi lisan bisa menciptakan kesalahpahaman atau salah mengerti. perasaan. pengalaman. mengutip dari tulisan seorang Staf pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi 'Pembangunan' Medan dan Program Pascasarjana IAIN-SU Bidang Studi Komunikasi Islam. Ia mengatakan. Bahasa memberi kerangka yang akan memberikan harapan-harapan kepada kita dan dengan demikian menimbulkan persepsi bagi para individu yang terlibat dalam komunikasi itu sendiri. Sementara itu. Selain itu. H. yaitu dapat mengklarifikasi kesalahpahaman yang terjadi. Sebagaimana dinyatakan oleh ahli bahasa. bahwa . 19 September 2007 01:00 WIB. budaya juga dapat mempengaruhi komunikasi dan bahasa karena penggunaannya yang berbeda pada masing-masing suku. salah tanggap. Bahasa sebagai suatu sistem simbol atau lambang bisa berubah kalau berkaitan dengan ide. namun bahasa lisan ini pun ada baiknya pula. Para pakar komunikasi terutama dalam hal komunikasi antarmanusia selalu melihat budaya sebagai titik tolak bagi orang-orang atau individu saat melakukan komunikasi sesama manusia yang memiliki latarbelakang budaya yang berbeda. Penggunaan bahasa sebagai sarana komunikasi juga kuat dipengaruhi oleh budaya masing-masing individu yang terlibat baik sebagai komunikator maupun komunikan.

komunikasi. seperti fonologi (berkaitan dengan bunyi). 2004). Komunikator dan komunikan. morfologi (berkaitan dengan bentuk kata). sebagaimana dinyatakan oleh para ahli komunikasi yang menyatakan bahwa suatu komunikasi bisa berjalan dengan baik dan sempurna. yang berarti suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (Shrode dan Voich. sintaksis (berkaitan dengan penyusunan kata-kata menjadi suatu kalimat). marilah kita bahas terlebih dahulu pengertian sistem.bahasa manusia ini disusun atau ditata berdasarkan pada sekumpulan aturan yang disepakati. dan sistem komunikasi. Serupa dengan . serta terakhir apa yang dinamakan pragmatis (memandang sesuatu menurut kegunaannya). A. dalam Nurudin. sistem komunikasi haruslah memperhatikan keberadaan budaya sebagai tatanan kehidupan bangsa agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam berkomunikasi lintas budaya. masing-masing pihak seyogianya berada dalam suasana saling memahami dan mengerti apa yang dikomunikasikan. Sebelum membahas secara mendalam tentang sistem komunikasi Indonesia. Kesimpulannya. Pengertian Sistem Sistem berasal dari bahasa Yunani. SISTEM KOMUNIKASI (SKI 1) Sistem komunikasi Indonesia sebagai bagian dari kurikulum jurusan komunikasi mulai diajarkan sejak diputuskannya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 0223/ U / 1995. Oleh karena itu. berada pada sikap yang saling menghargai karena masing-masing pihak memahami pula latarbelakang budaya masing-masing peserta komunikasi. kata pakar komunikasi. kemudian semantik (berkenaan dengan arti kata). sistema.

Mereka tidak hadir dalam suatu kevakuman. atau variabel-variabel dari sistem. hubungan antara anggota sistem. . Littlejohn menyatakan bahwa sistem mempunyai beberapa sifat. Littlejohn(1999) mengartikan sistem sebagai seperangkat hal-hal yang saling mempengaruhi dalam suatu lingkungan dan membentuk suatu keseluruhan (sebuah pola yang lebih besar yang berbeda dari setiap bagian-bagiannya). dan hubungan mereka haruslah diperhitungkan untuk memahami keluarga sebagai suatu unit. dan sebagainya) adalah objek dari sistem ini.pendapat Shrode dan Voich. ibu. tergantung dari sifat sistem. 3. Objek adalah bagian-bagian. Objek-objek. anak. yaitu: 1. kualitas atau properti sistem itu dan objek-objeknya. Anggota-anggota keluarga (bapak. Lebih mendalam. Suatu sistem adalah produk dari kekuatan-kekuatan atau interaksi-interaksi diantara bagian-bagiannya. tetapi dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya. dan ada pengaruh bersama diantara keluarga dan lingkungannya. Littlejohn mengatakan bahwa suatu sistem terdiri dari empat (4) hal. Lingkungan. Anggota-anggota keluarga bukanlah orang-orang yang terisolasi. Dan bagian-bagian dari sistem saling bergantungan atau saling mempengaruhi tidak bebas. Atribut. Suatu sistem terdiri dari atribut-atribut. yaitu: a. elemen-elemen. Keseluruhan dan interdependensi (wholeness and interdependence) Suatu sistem adalah suatu keseluruhan yang unik. Ciri-ciri mereka sebagai individu adalah atribut-atribut. Suatu keluarga adalah suatu contoh yang baik dari suatu sistem. 4. Keluarga juga eksis dalam lingkungan sosial dan kultural. 2. Hubungan internal. Interaksi mereka keluarga membentuk hubungan antara anggota-anggotanya. karena bagian-bagiannya berhubungan satu sama lain dan tidak dapat dipahami secara terpisah. Lebih mendalam. suatu sistem memiliki suatu lingkungan. Mereka bisa jadi berbentuk fisik atau abstrak atau kedua-duanya.

ada sistem yang lebih besar dimana suatu sistem adalah satu bagian disebut supra-sistem. Perilaku-perilaku dalam keluarga tidak independen. Contohnya. b. atau acak. dan setiap unit keluarga dapat memiliki subsistem-subsistem seperti unit suami-istri. Bagian-bagian dari suatu sistem harus berperilaku berdasarkan garis-garis besar dan harus beradaptasi terhadaptasi terhadap lingkungan pada basis umpan balik. Supra-sistem adalah keluarga yang diperluas. bebas. unit orang tua-anak. Apa yang anggota keluarga lakukan atau katakan mengikuti dari atau membawa suatu aksi yang lain. ia dapat bersandar pada satu anggota dominan untuk membuat keputusan-keputusan dan memberikan arahan. Peraturan sendiri dan control (self-regulation and control) Sistem-sistem paling sering dipandang sebagai organisasi yang berorientasi kepada tujuan. Aktifitas-aktifitas suatu sistem dikendalikan oleh tujuan-tujuannya dan sistem itu mengatur perilakunya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.Independensi dengan mudah dapat digambarkan dalam keluarga. Orang ini memonitor keluarga itu memberikan kontrol seperlunya bilamana ada tanda-tanda penyimpangan dari standar-standar keluarga terdeteksi. keluarga-keluarga melukiskan kualitas sistem-sistem ini. Walaupun tiap orang memiliki kebebasan tak seorangpun memiliki kebebasan penuh dengan keterikatan mereka satu sama lain. yang dirinya sendiri adalah bagian dari sistem yang lebih besar yaitu masyarakat. Suatu keluarga adalah suatu sistem interaksi individu. Keluarga-keluarga lain dapat . Namun mereka terpola dan terstruktur agak dapat diramalkan. Hirarki (hierarchy) Sistem mempunyai hirarki. anak. c. Beberapa unit keluarga inti adalah bagian-bagian dari yang diperluas. dan setiap anggota dipaksa oleh aksi anggota-anggota lainnya. dan sistem yang lebih kecil mengandung suatu sistem disebut subsistem. Kembali ke contoh. dan ia dapat memiliki berbagai mekanisme kontrol. Keluarga menggambarkan hirarki dengan sangat baik.

Sistem haruslah bagaimana pun mendeteksi bilamana rusak dan membuat penyesuaian untuk kembali di atas jalurnya. Pertukaran dengan lingkungan (interchange with environment) Sistem-sistem berinteraksi dengan lingkungannya. dan televisi.menagani kontrol dengan sangat berbeda. seringkali merujuk kepada homeostatis (merawat sendiri). jenis usaha ini adalah suatu upaya alami untuk mempertahankan homeostatis. guru-guru. Perubahan dan kemampuan beradaptasi (change and adaptibity) Karena sistem eksis dalam suatu lingkungan dinamik sistem haruslah dapat beradaptasi. untuk bertahan hidup. Kebutuhan bagi keseimbangan menjelaskan mengapa keluarga-keluarga terlihat berjuang begitu keras untuk menjaga beberapa hal seimbang. adalah tinggal dalam keseimbangan. e. Keseimbangan (balance) Keseimbangan. jika ia tetap hidup. Contohnya. Mereka mengambil ke dalam dan membiarkannya ke luar materi dan energi. d. penyimpangan dan perubahan muncul dan dapat ditoleransi oleh sistem. suatu sistem haruslah memiliki keseimbangan tapi ia juga harus berubah. memiliki masukan-masukan dan keluarankeluaran. sistem itu akan jatuh berantakan jika tidak dapat merawat dirinya. f. Akhirnya. seperti dalam kasus dimana yang memiliki bagian-bagian peran yang tegas membolehkan setiap anggota mendesak kontrol terhadap jenis-jenis keputusan tertentu dan tidak bagi yang lainnya. Salah satu tugas dari suatu sistem. hanya bila telah lama. Sebaliknya. Sistem-sistem yang kompleks seringkali perlu berubah secara . Contohnya mengapa orang tua terus mengomeli anak-anaknya untuk berlaku santun? Mengapa pasangan-pasangan yang memiliki kesulitan perkawinan seringkali selalu mencoba berkumpul kembali? Dari suatu pandangan sistem. orang-orang tua harus secara tetap menyesuaikan terhadap hubungan-hubungan putranya di luar keluarga dan berurusan dengan pengaruh-pengaruh dari teman-teman.

Saat anggotaanggota keluarga dewasa dan berkembang. Finalitas adalah tujuan yang dicapai atau penyelesaian tugas dari suatu sistem. ia harus beradaptasi. dan saat keluarga menghadapi tantangan-tantangan baru di lingkungan. sama di sini maksudnya adalah sama makna. para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya. pembuatan keputusan keluarga dapat terjadi dalam lebih dari satu cara dan dan anak-anak belajar beberapa metoda untuk mengamankan pemenuhan kedewasaan pada dunianya. Sistem-sistem yang dapat beradasptasi. g. yang memiliki keadaan final suatu tujuan. Sama akhirnya (equifinality). Sistem-sistem yang telah maju haruslah mampu merngatur kembali dirinya untuk menyesuaikan terhadap tekanan-tekanan lingkungan.struktural untuk beradaptasi terhadap lingkungan. Orang tua yang cerdik. keluarga-keluarga melakukan perubahan. Pengertian Komunikasi Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio. Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat dilancarkan secara efektif. saat anggota-anggota baru hadir dan anggota lama meninggalkan. dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sistem mampu dalam memproses masukan-masukan dengan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan keluarannya. dapat mencapai tujuan itu dalam suatu beragam kondisi lingkungan. misalnya mengetahui bahwa perilaku-perilaku anaknya dapat dipengaruhi oleh beragam teknik. B. dan jenis perubahan itu berarti keluaran dari keimbangan untuk sesaat. Equifinalty adalah suatu keadaan final tertentu bisa jadi diselesaikan dengan cara-cara yang berbeda dan titik-titik awal yang berbeda. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah . The Structure and Function of Communication in Society. Untuk melanjutkan contoh kita. Pengertian teknis bagi perubahan sistem adalah morfogenesis.

dan pesan nonverbal (kial/gesture. gambar. yaitu: a. Pesan (mengatakan apa?) 3. Dengan kata lain . Efek (dengan dampak/efek apa?).yaitu: 1. Berangkat dari paradigma Lasswell. komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. pertama-tama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan .dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect? Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu. Prosesnya sebagai berikut. isyarat. dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan. Komunikan (kepada siapa?) 5. Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut. Proses komunikasi secara primer Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa). komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. komunikasi adalah proses membuat pesan yang setala bagi komunikator dan komunikan. Komunikator (siapa yang mengatakan?) 2. Media (melalui canel/media apa?) 4. Effendy (1994) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap. warna. Seperti disinggung di muka.

komunikasi akan berlangsung lancar. Sebaliknya. surat. megapon. majalah. b. Wilbur Schramm (dalam Effendy. surat kabar. yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang diperoleh oleh komunikan. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar. Yang penting dalam proses penyandian (coding) adalah komunikator dapat menyandi dan komunikan dapat menerjemahkan sandi tersebut (terdapat kesamaan makna). Ini berarti ia menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertian. Pengertian Sistem Komunikasi . Jika bidang pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan. C. televisi. dan sebagainya adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. telepon.) dan media nirmassa (telepon. radio. televisi. Proses komunikasi sekunder Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.). Surat. radio. dan sebagainya. 1994) menyatakan bahwa komunikasi akan berhasil (terdapat kesamaan makna) apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerang acuan (frame of reference) . Schramm menambahkan. Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. teleks. film. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran dan atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. dan sebagainya. Kemudian giliran komunikan untuk menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. bahwa bidang (field of experience) merupakan faktor prnting juga dalam komunikasi. akan timbul kesukaran untuk mengerti satu sama lain. bila bidang pengalaman komunikan tidak sama dengan bidang pengalaman komunikator.disampaikan kepada komunikan.

Pengertian pesan bermakna mendua. sistem komunikasi terdiri dari 4 (empat) hal. Berangkat dari pengertian-pengertian diatas.Teori sistem telah memiliki suatu pengaruh utama pada studi komunikasi manusia. efek). Ia berpendapat bahwa dalam berkomunikasi (sebagai ujud suatu sistem) peserta komunikasi menyampaikan suatu pesan yang memuat makna mendua dan hubungan komplementaris atau simetris. Beberapa pelopor adalah: 1. Disini mulai telihat bagaimana proses interaksi menciptakan struktur sistem. Yaitu: a. Atribut Sistem komunikasi. Gregory Bateson (dalam Littlejohn. adalah satu bentuk perilaku diikuti oleh perlaku lawannya yang bersifat melengkapi. bagaimana orang merespon satu sama lain menentukan jenis hubungan yang mereka miliki. sistem komunikasi dapat diartikan sebagai seperangkat hal-hal tentang proses penyampaian pesan yang berhubungan satu sama lain dan membentuk suatu keseluruhan. Perilaku-perilaku yang dapat diobservasi ini (suatu pesan) merupakan kendaraan satusatunya untuk menghubungkan individu dalam suatu sistem komunikasi. 1999) adalah penemu garis teori yang kemudian dikenal sebagai komunikasi relasional. yaitu pesan yang memuat isi pesan (content message) dan pesan memuat hubungan (relationship massage). b. aksi seseorang diikuti oleh aksi sejenis oleh orang lainnya. Fisher percaya bahwa aliran pembicaraan ini dengan sendirinya mengatakan sedikit tentang sistem komunikasi. pesan. media. Aubre Fisher (dalam perspectives on Human Communication) menerapkan konsep-konsep sistem pada komunikasi. Layaknya suatu sistem. komunikan. 2. Pengertian hubungan komplementer. Analisisnya dimulai dengan perilaku seperti komentar verbal dan aksi-aksi nonverbal sebagai unit terkecil dari analisis dalam sistem komunikasi. Dalam simetri. yang berupa unsur-unsur komunikasi (komunikator. yang berupa kualitas atau properti sistem itu dan unsurunsur komunikasinya. Objek-objek dari sistem komunikasi. .

Ciri-ciri atau kualitas dari mereka sebagai objek-objek sistem merupakan atribut sistem. Hubungan antar sistem itu dapat digambarkan sebagai berikut: Jika pengertian sistem komunikasi itu dipakai untuk mengamati suatu sistem pers. yaitu: sistem sosial. dan sistem sosial (Sutrimo. Anggotaanggota sistem komunikasi ini bukanlah orang-orang yang terisolasi dan hubungan mereka haruslah diperhitungkan untuk memahami sistem komunikasi ini sebagai suatu unit dari sistem yang lebih besar. d. dewan pers. Sistem pers juga eksis dalam lingkungan sosial. sistem politik. suatu sistem komunikasi memiliki suatu lingkungan. Hubungan internal sistem komunikasi. Mereka tidak hadir dalam suatu kevakuman. sistem politik. 2005) objek-objek dari sistem ini adalah insan pers (wartawan. tetapi dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya. hubungan antara peserta-peserta komunikasi (komunikator dan komunikan) sebagai anggota sistem. Interaksi antara mereka membentuk membentuk hubungan antara anggota sistem. maka Tata letak sistem komunikasi. pemerintah. budayanya. sistem budaya dan sebagainya. Sifat-sifat dari sistem pers dapat dijabarkan sebagai berikut: . yang dapat ditandai melalui pesan-pesan komunikasi mereka. opini. Lingkungan sistem komunikasi. politik.c. pesan (berita. institusi pers). iklan) masyarakat yang berkepentingan.

Dan sistem-sistem itu saling mempengaruhi. tabloid.a. pesan (berita. dan sebagainya. majalah. Mekanisme kontrol juga dijalankan untuk menindak anggota sistem yang berperilaku yang menyimpang. opini. sistem politik. masyarakat yang berkepentingan. kode etik. ekonomi. uu penyiaran. dan sebagainya.dan masing-masing anggota sistem saling bergantungan (interdependensi). dan pemerintah yang membentuk suatu keseluruhan. iklan). dan sebagainya. Sistem komunikasi berada di bawah subordinat sistem sosial. Peraturan sendiri dan kontrol Sistem pers mempunyai aturan-aturan sendiri bagi sistem itu dan anggota-anggotanya. atau sistem komunikasi merupakan sistem besar bagi sistem pers. . Anggotaanggota sistem haruslah berperilaku sesuai dengan aturan yang berlaku dalam sistem ini. Sistem sosial yang mengedepankan budaya feodalisme atau paternalistik akan mempengaruhi sistem komunikasi.dan sebagainya. Aturan-aturan itu antara lain: uu pers. Pertukaran dengan lingkungan Sistem pers berada dalam suatu sistem sosial. b. artinya kebebasan pers dipengaruhi oleh masyarakat dan pemerintahnya. Sistem sosial adalah sebuah bangunan yang di dalamnya mempunyai beberapa sub sistem. c. Mekanisme kontrol dalam sistem ini dijalankan oleh dewan pers. yaitu sistem pers surat kabar. Sistem pers sendiri mempunyai sub sistem-sub sistem. sistem penyiaran. dan sebagainya). sistem ekonomi. politiknya. yang mendukung eksistensi dari sistem sosial itu secara bersama-sama. Keseluruhan dan interdependensi Sistem pers adalah suatu hubungan antara insan-insan pers (wartawan. Hirarki Sistem pers merupakan sub sistem dari sistem komunikasi. sistem periklanan. -dan pada gilirannya akan mempengaruhi sistem pers. dewan pers. sistem budaya. d.

Jakarta. 2004. Wadsworth Publishing. Fisip Unas. Sistem Komunikasi IndonesIa. Bagaimana mereka mampu merawat diri mereka dan sistemnya. Sutrimo. hands-out. Theories of Human Communication. Mereka harus juga mampu menyesuaikan/merevisi peraturan-peraturan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan dari sistem ini. 1999. Nurudin. Perubahan dan kemampuan beradaptasi Sistem pers eksis pada suatu lingkungan. masyarakat yang berkepentingan. Keadaan final (pencapaian tujuan/penyelesaian tugas) tertentu bisa jadi diselesaikan dengan cara berbeda dan titik awal yang berbeda. Belmont CA. 2005 . Rosdakarya. dengan cara berdisiplin untuk patuh terhadap aturan-aturan yang berlaku dalam sistem mereka. Sama akhirnya. Dalam sistem pers. 6th Ed. f. Misal sistem pers harus menyesuai perkembangan dari sistem politik yang cenderung lebih demokratis.. 1994 Littlejohn. Rajawali Press. Daftar acuan Effendy. dan pemerintah sebagai anggota-anggota sistem.e. Stephen W. maupun terhadap lingkungannya. penyesuaian yang dilakukan tentunya berkenaan dengan perkembangan dari kebebasan yang dirasakannya. Bandung. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. keseimbangan ini dipertahan oleh insan-insan pers. Sistem Komunikasi Indonesia. g. Keseimbangan Keseimbangan suatu sistem berkorelasi dengan kemampuan merawat diri sendiri. untuk itu sistem pers harus mampu mengadakan penyesuaian guna beradaptasi dengan lingkungannya. Onong U.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful