JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI

STRATEGI PENGEMBANGAN MASJID BAGI GENERASI MUDA
Abdul Basit *)
Penulis adalah Magister Agama (M.Ag.), dosen tetap Jurusan Komunikasi (Dakwah) STAIN Purwokerto.
*)

Abstract: An effort to develop young generation is a must and became urgent necessity. This huge project needs participation from all elements, especially ta’mir (management) masjid. With total 700.000 Masjid in Indonesia, if it can optimally develop young generation, it can promise successfulness. Therefore, we need a policy and support so that masjid can intensify its program to young generation. There are two strategies to develop young generation: internal-personal strategy and external-institutional strategy. Strategy internal-personal oriented to understanding and application of Islamic teaching to youth, whereas external-institutional strategy oriented to empowering youth’s organization. Keywords: Masjid, youth, external strategy, internal strategy.

PENDAHULUAN
Menurut Ramlan, jumlah generasi muda yang begitu besar bisa berarti keuntungan sekaligus kerugian bagi bangsa Indonesia yang sedang membangun. Ia merupakan keuntungan jika dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan pembangunan, tetapi kerugianlah yang akan terjadi jika mereka menjadi beban dan tanggungan bagi anggota masyarakat lainnya.1 Komposisi generasi muda yang berusia antara 15 - 35 tahun merupakan jumlah terbesar dari penduduk Indonesia, yaitu sebesar 37% dari total PendudukIndonesia yang 220 juta.2 Jumlah generasi muda yang besar tersebut terkadang hanya dijadikan sebagai komoditas politik belaka karena remaja merupakan agen perubahan, dan generasi yang sangat diharapkan eksistensinya. Sementara itu, pengakuan nyata terhadap generasi muda sebagai kategori sosial yang menjadi elemen penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kurang mendapatkan tempat.3 Pemuda masih dianggap anak-anak apabila mereka belum menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, pekerjaan tetap, dan memiliki emosi yang stabil.4 Oleh karena itu, banyak pemuda yang pragmatis dengan mengambil sikap acuh tak acuh terhadap problematika yang berkembang di masyarakat, atau hanya tekun belajar untuk meraih prestasi yang tinggi tanpa peduli pada kehidupan orang lain. Akibat lemahnya pengakuan terhadap pemuda, mereka mengalami problem identitas yang berpotensi menggiring pada melemahnya ikatan-ikatan sosial di antara pemuda dan masyarakat. Mereka mengalami disorientasi sosial terhadap fungsi dan perannya sebagai pelaku perubahan.5 Padahal, salah satu hal yang membuat peran pemuda menjadi sangat penting adalah keberadaan pemuda yang mengisyaratkan adanya semangat perubahan.6 Jiwa mereka masih “segar” dan “baru” membuat pemuda cenderung berani mengambil keputusan tanpa takut terhadap resiko yang mereka hadapi. Tidak heran, jika Soekarno mengatakan, “Berikan sepuluh pemuda untukku, maka akan kuguncangkan dunia ini”.7 Masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis multidimensional membutuhkan adanya perubahan-perubahan yang positif dan inovatif. Menurut Rikard Bagun, arus perubahan sendiri bisa menjamin hukum besi yang membinasakan. Lebih-lebih bagi, mereka atau bangsa yang tidak siap beradaptasi dan melakukan antisipasi. Sebaliknya, bagi yang mampu beradaptasi, perubahan selalu menghadirkan peluang yang menawarkan kesempatan baru bagi kemajuan.8 Untuk itulah, pemuda perlu mendapatkan tempat dan perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya berasal dari pengurus masjid yang biasa dikenal dengan ta’mir masjid. Masjid memiliki peran yang signifikan dalam mempersiapkan masyarakat,

Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto

KOMUNIKA Vol.3 No.2 Juli-Desember 2009 pp.270-286

ISSN: 1978-1261

arti masjid adalah menunjuk kepada suatu tempat (bangunan) yang fungsi utamanya adalah sebagai tempat salat bersujud menyembah Allah SWT. pembinaan aspek ritual keagamaan seperti pelaksanaan ibadah salat. Rasulullah beserta pengelola masjid mampu menghubungkan aktivitas masjid dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi sosialnya. Dari masjid.13 Dari pengembangan kedua aspek itu. dan pembinaan kehidupan sosial kemasyarakatan. dan lain-lain. pada tulisan ini akan dijelaskan peran masjid dalam membina generasi muda. Roqib. dari kata “sajada. Untuk itulah. Dari masjid pula. Oleh karena itu. Pertama. masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat meletakkan dahi atau salat. pendidikan. Perkembangan dari sisi fisik. ada empat fungsi masjid yaitu: pertama. paling tidak tempat mendorong lahirnya aktivitas yang menghasilkan kepatuhan kepada Allah SWT. baik bagi pengembangan individu. misi. dan menjadi ciri khas dari suatu negeri atau kota Islam. maka akan menjadi forum studium general yang besar dan rutin. Pertama. pengembangan kesejahteraan. Kata “sajada” artinya “membungkuk dengan khidmat. Keinginan untuk memiliki generasi yang shaleh dan menjadi harapan bangsa akan tercapai. tercapainya kesamaan visi. masjid memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis.270-286 ISSN: 1978-1261 . sujud. fungsi etik.9 Apalagi ta’mir masjid memberikan tempat dan perhatian yang khusus terhadap generasi muda. Dengan demikian.14 Kesuksesan Rasulullah dalam mengembangkan masjid disebabkan oleh beberapa faktor. dan berlutut”. secara etimologi. yang di dalamnya bermuatan pesanpesan mengenai akhlak mulia dalam pembangunan karakter bangsa. fungsi keilmuan dan pendidikan. yaitu fungsi untuk membangun nilai takwa. Suriah. lahir berbagai konsep dan strategi dakwah Islam. yaitu fungsi yang menunjukkan tempat untuk melakukan segala aktivitas ketaatan kepada Allah. lahir gagasan-gagasan yang cemerlang. Kedua. kata “sajada” diubah bentuknya menjadi “masjidan” (dlaraf makan). Keindahan bangunan masjid yang menakjubkan di bumi Spanyol. dan ekonomi. Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. tingginya tingkat kesadaran masyarakat/kaum Muslimin untuk berpegang teguh pada nilai-nilai ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan. Ada dua aspek utama pembinaan umat yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. yang apabila didesain secara baik.3 No. Irak. dzikir. keluarga. kemudian fungsi masjid berkembang menjadi pusat peradaban Islam. Ketiga. Kedua. dan hati antara Rasulullah dan jama’ahnya untuk membangun semua bidang kehidupan. fungsi teologis. Beliau memanfaatkan masjid tidak sekadar tempat sujud/salat saja. tetapi tempat melakukan aktivitas yang mengandung makna kepatuhan kepada Allah SWT. dan sosial. Untuk menunjukkan suatu tempat. moral. fungsi kemasyarakatan seperti menjalin hubungan silaturrahim. umat Islam memiliki tugas berat untuk memakmurkan masjid sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat at-Taubah ayat 18. dan lain sebagainya. khutbah Jumat. dan sejumlah tempat di Afrika menjadi bukti peninggalan monumental umat Islam yang pernah mengalami kejayaan di bidang teknologi konstruksi. MEMAKMURKAN MASJID Istilah masjid berasal dari bahasa Arab. fungsi peribadatan.2 Juli-Desember 2009 pp. Di samping fungsi masjid yang signifikan dalam Islam. sampai konsep dan strategi perang.10 Dengan demikian. hendaknya diikuti juga dengan perkembangan dari kualitas jama’ah. India. strategi perang. dari dua puluh delapan ayat tersebut. Di dalam al-Qur’an disebutkan istilah masjid sebanyak dua puluh delapan kali.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI khususnya generasi muda menjadi generasi yang mandiri dan berkarakter. terutama dalam kerangka pembinaan umat. Mesir.15 Pada era sekarang. Menurut Moh. Keempat. yasjudu. masjid juga dijadikan indikator dalam seni bangunan dan berkaitan erat dengan perluasan wilayah Islam dan pembangunan kota baru. sajdan”. tetapi masjid juga dijadikan pusat kegiatan dan pembinaan umat. Istilah masjid merupakan istilah yang diperkenalkan langsung oleh al-Qur’an.11 Menurut Quraish Shihab. Betapa tidak.12 Fungsi masjid yang ada di dalam al-Qur’an tersebut sejalan dengan praktik yang dilakukan oleh Rasulullah. pengembangan perekonomian. artinya “tempat sujud menyembah Allah SWT”. berdiskusi. bangunan masjid sudah semakin berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Ketiga. seni. Masjid merupakan salah satu karya budaya umat Islam di bidang teknologi konstruksi yang telah dirintis sejak masa permulaannya. Kedua. membaca al-Qur’an.

siapa yang dapat membantu dalam pengembangan ekonomi. Allah menyinggung orang yang memakmurkan masjid adalah orang yang jiwanya kuat dalam arti memiliki keyakinan yang teguh kepada Allah dan hari akhir. tetapi dalam kehidupannya. pengelolaan masjid yang dilakukan oleh pengurus perlu menerapkan manajemen modern yang profesional. siapa yang dapat membantu dalam Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. Bagi masjid yang belum memiliki struktur yang jelas perlu kiranya dilakukan pembentukan dan pembuatan aturan yang jelas sehingga masing-masing pengurus mempunyai rasa memiliki dan rasa bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Kehadiran masjid di lingkungan jama’ah tidak dijadikan sebagai beban yang dapat memberatkan para jama’ah. dan nyaman untuk digunakan. Dengan demikian. dan alamat yang jelas. Dalam ayat tersebut. accountable. Kelemahan yang ada selama ini terjadi adalah pengurus masjid hanya berperan sebagai imam besar di masjid dan sebagai koordinator dalam kegiatan-kegiatan ibadah di masjid. tingkat religiusitas. status sosial. pendidikan. Pada era sekarang. Bagi masjid yang telah ada struktur kepengurusannya. Beberapa tulisan yang telah dipublikasikan oleh para ilmuwan dapat dijadikan bahan kajian untuk memaksimalkan kembali fungsi masjid dalam kehidupan umat Islam. serta tetap mendirikan salat. Data-data ini diperlukan agar pengurus masjid ketika ingin memberdayakan jama’ahnya akan mudah melakukannya. Justru sebaliknya. persoalan memakmurkan masjid adalah persoalan meningkatkan kualitas dari jama’ah masjid itu sendiri. Sementara itu. Mereka membangun masjid dengan begitu megah. Dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut. secara fisik ia juga harus menjadi orang yang kuat dalam hal ekonomi sehingga mampu mengeluarkan zakat untuk menghidupi aktivitas yang ada di dalam masjid. dan kebahagiaan bagi para jama’ahnya. masjid dapat memberikan kenyamanan. Pemahaman seperti ini memang tidak ada salahnya. yang perlu dikembangkan adalah pengurus masjid itu memiliki wawasan yang luas. Kualitas yang dimaksud tidak hanya sebatas pada seberapa sering jama’ah mengikuti aktivitas di Masjid. Jangan sampai ada jamaah yang rajin datang ke masjid. Di dalam realitas. dan pengayom yang dapat menyatukan persepsi di antara para jama’ah. dan terbuka. melainkan juga pada kualitas kehidupan yang dijalani setiap harinya. diperlukan adanya penggerak. ia tidak bisa makan. pemahaman keagamaannya. pemersatu. maka perlu didata dari segi usia. dan kreatif sehingga dalam mengelola masjid mampu mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang ada. tentu perlu dimaksimalkan peran dan fungsinya sebagai ta’mir masjid. serta menunaikan salat. potensi yang perlu diketahui adalah ekonominya. menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Pembentukan pengurus amat urgen untuk dilakukan. Ke depan. Bagaimana cara memakmurkan masjid? Itulah persoalan penting yang perlu dijelaskan agar terjadi pemahaman (persepsi) yang sama dalam memakmurkan masjid di kalangan umat Islam. persepsi yang harus diubah di kalangan umat Islam adalah pemahaman tentang memakmurkan masjid. tetapi apalah artinya sebuah bangunan megah. dalam ayat di atas. Untuk itulah. sementara orang-orang yang mengisi masjid itu memiliki jiwa yang kropos dan fisik yang lemah. kurang pendidikan. Di samping itu. baik menyangkut jumlah jama’ah maupun potensi yang dimilikinya. dan sebagainya. maupun potensi yang ada pada para jama’ahnya. maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. Pengurus akan tahu siapa yang dapat membantunya dalam mengembangkan ilmu. dan status sosialnya. Dengan demikian.2 Juli-Desember 2009 pp. indah. kurang peduli kepada sesama. pemahaman. Berkenaan dengan jumlah jama’ah.270-286 ISSN: 1978-1261 . jenis kelamin. dan sebagainya. mata pencaharian. inovatif. terutama jama’ah di lingkungan masjid. baik potensi yang dimiliki oleh masjid itu sendiri.16 Langkah yang dapat ditempuh untuk melakukan perubahan tersebut: pertama.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. tugas dari umat Islam adalah memakmurkan masjid.3 No. membentuk dan memaksimalkan peran dari pengurus masjid. Masjid memiliki jamaah yang di dalamnya terdapat perbedaan-perbedaan baik dari sisi pengetahuan. sudah seharusnya dikembangkan pemahaman agar masjid mampu memakmurkan umat Islam. Langkah kedua adalah perlunya pendataan jama’ah masjid. ketenangan. Padahal. persepsi umat Islam dalam proses memakmurkan masjid cenderung dalam arti fisik. kecenderungan ormas yang diikuti. bersikap egois.

dalam memakmurkan masjid dibutuhkan kreasi-kreasi yang briliant. balance scorecard terdiri dari kata balance yang berarti seimbang dan scorecard berarti ukuran kinerja. Setelah mengetahui data jama’ah. Scorecard adalah ukuran kinerja kesuksesan manajemen masjid. Apalagi pada era modern ini. Pertimbangan dasar yang perlu dijadikan acuan dalam pengembangan kegiatan adalah adanya dukungan. pemberian ketrampilan dan sebagainya. Masjid tidak hanya difungsikan untuk ibadah mahdlah saja.2 Juli-Desember 2009 pp. perekonomian. dan harvest(memanen). sumber informasi. dan ri’ayah/pemeliharaan) dan aspek pertumbuhan dan perkembangan (melalui pembentukan nilai dari keaktifan karyawan. kegiatan yang dikembangkan lebih mengarah pada pemberdayaan petani di lingkungan masjid. yaitu: growth(pertumbuhan). dan melakukan kerjasama. konseling. dan berbagai hal lainnya yang dapat dikembangkan di lingkungan masjid. melainkan juga dari aspek keaktifan jama’ah. juga bisa dikembangkan sebagai media untuk memberikan informasi berkenaan dengan ekonomi syari’ah. evaluasi manajemen masjid dapat menggunakan balance scorecard. Perspektif ini juga memperhatikan kepuasan jamaah terhadap berbagai kegiatan atau manajemen masjid selama masa kepengurusan pengelola. dan siapa yang layak untuk dibantu. 4. karyawan. Pada masa sekarang. tetapi perlu dikembangkan menjadi ibadah yang ghair al-mahdlah. jasa. Secara etimologi. masjid difungsikan untuk segala macam aktivitas yang diperlukan seperti mengatur strategi perang.270-286 ISSN: 1978-1261 . Dalam pengembangan kegiatan. Dalam pengembangan kegiatan bisa dilakukan di lingkungan masjid atau dilakukan di masyarakat yang menjadi jama’ah masjid. kemampuan sistem informasi. pemberdayaan dan penyetaraan. dan kegiatan lainnya. 3. khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusianya. pembinaan etos kerja.18 Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. dan kepercayaan yang kuat dari jama’ah dan pengurus ta’mir Masjid.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI sektor keagamaan. kemauan. Seiring dengan pengembangan kegiatan-kegiatan yang ada di masjid. Terakhir. sustain(menopang). Balancing diperlukan agar kendaraan atau wadah organisasi dapat berjalan mencapai tujuan yang dikehendaki tanpa goncangan dan melaju secara mulus sehingga keseluruhan komponen masjid seperti pengurus. banyak hal yang bisa dilakukan seperti pendidikan. maka kita dapat membentuk koperasi petani yang ada di masjid. dan persoalan yang dihadapinya juga semakin banyak. Perspektif customer (jamaah): evaluasi ini dapat dicermati dari keaktifan jamaah. pelatihan. Umpamanya. perpustakaan. yang kehidupan manusianya sudah begitu kompleks. penguasaan sistem informasi. kesehatan. Maksudnya. tidak hanya dilihat dari aspek finansial saja. baik antarmasjid atau dengan ormas dan lembaga-lembaga lain. dan jamaah merasakan aman dan tentram di dalam pengelolaan manajemen masjid. ta’mir. aspek internal organisasi (idarah/manajemen. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran: ada tiga faktor yang harus diperhatikan oleh pengelola masjid. diperlukan adanya evaluasi masjid. Masjid perlu dijadikan sebagai basis dan media untuk pemberdayaan masyarakat.17 Ada empat aspek perspektif dalam mengevaluasi manajemen masjid dengan menggunakan balanced scorecard: 1. Menurut Muhamad Zen. pengurus perlu melakukan terobosan dengan cara memaksimalkan potensi yang ada di masjid maupun jama’ah. langkah selanjutnya adalah upaya mengembangkan kegiatan-kegiatan yang dapat memakmurkan jama’ah. dan riayah): idarah ada dua yaitu: idarah bina al-maadiy (physical management) dan idarah bina al-ruhy (functional management).3 No. baik pemerintah maupun swasta. selain berfungsi sebagai wadah berkumpulnya para petani. pembinaan muslimat. Oleh karenanya. Di zaman Rasulullah saja. ta’mir/kegiatan. dan pemberian motivasi). dan sebagainya. masjid dapat dijadikan alternatif untuk pengembangan masyarakat. Perspektif finansial: Kaplan menggolongkan ada tiga tahap perkembangan organisasi masjid dalam mengevaluasi aspek keuangan. yaitu kemampuan karyawan. masjid dapat memberikan modal kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha jama’ah atau kerjasama dengan jama’ah dalam mengembangkan pertanian yang dimiliki oleh jama’ah. tempat menuntut ilmu. 2. kajian-kajian ilmiah. Koperasi ini. Kita akan ketinggalan dan jauh dari kemajuan manakala dalam proses pemakmuran masjid hanya berjalan secara alamiah dan tidak terencana dengan baik. pengurus juga dapat membentuk dan mengembangkan lembaga-lembaga fungsional yang dapat dijadikan sebagai media untuk meningkatkan kualitas jama’ah dalam kerangka membangun jaringan. dan motivasi. Untuk itulah. Perspektif internal (idarah.

19 Usia pemuda adalah gerbang menuju kedewasaan. Konsep pergaulan semestinya lebih ditekankan kepada hal-hal yang positif. ia harus digali dan terus dirangsang agar keluar secara optimal. Artinya. maka pendekatan yang bersifat demokratis dan terbuka akan terasa lebih bijaksana. Pemuda masjid merupakan salah satu dari beberapa stakeholders dari sebuah organisasi masjid. al-Qur’an juga mengingatkan kepada umat Islam agar hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka generasi yang lemah. Pemahaman Nilai-nilai Agama Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. Dengan mengetahui dan menerima kemampuan diri semcara positif.[ 4]: 9). bila dia gagal. Oleh karena itu. remaja ingin memperoleh kebebasan emosional. maka tantangan-tantangan di masa selanjutnya akan relatif mudah diatasi. Pemuda inilah yang nantinya mendapatkan perlindungan di hari kiamat. dai. seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan.3 No. Biasanya. bahkan menjadi pusat peradaban Islam. Jika terjadi perbedaan pendapat antara anak dengan orangtua. merupakan pusat pembinaan umat. maupun si Pemuda itu sendiri. mereka mempunyai standar tertentu tentang sosok fisik ideal yang mereka dambakan. Interaksi Sosial Kemampuan untuk melakukan interaksi sosial juga sangat penting dalam membentuk konsep diri yang positif sehingga dia mampu melihat dirinya sebagai orang yang kompeten dan disenangi oleh lingkungannya.270-286 ISSN: 1978-1261 . serta menambah wawasan yang bermanfaat. Selain itu. sebab dalam masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. 4. Kecantikan dan ketampanan sejati justru bersumber dari hati nurani. 5. maka seorang pemuda diharapkan lebih mampu menentukan yang tepat terhadap apa yang akan ia jalani. 1. Salah satu caranya dapat dilakukan dengan membangun rasa saling pengertian. Salah satu komponen umat yang menjadi sasaran masjid dalam pembinaannya adalah pemuda. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka(Q. Dalam perspektif al-Qur’an.2 Juli-Desember 2009 pp. signifikasi masjid melakukan pembinaan kepada pemuda didasarkan pada penjelasan alQur’an bahwa umat Islam perlu mencontoh generasi Ashab al-Kahfi dalam mempersiapkan generasi muda. 2. seorang remaja memang senantiasa berusaha agar pendapat atau pikiran-pikirannya diakui dan disejajarkan dengan orang dewasa.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI MASJID DAN PEMBINAAN REMAJA Masjid. serta mampu mempertahankan keyakinannya di hadapan penguasa yang ingin merusak keimanannya. seperti yang dijelaskan pada bagian awal. Jika dia berhasil melalui gerbang ini dengan baik. setidaknya ada lima aspek penting yang harus dicermati. Begitupun sebaliknya. diharapkan dia dapat memiliki gambaran yang wajar tentang dirinya sesuai dengan kenyataan. Kebebasan Emosional Pada umumnya. Tidak heran. Di dalam hadis juga dijelaskan betapa pemuda ini perlu diberikan bekal pengetahuan dan pengalaman hidup agar pemuda tersebut tumbuh dewasa dan senantiasa mengabdi kepada Allah SWT. Aktualisasi Diri Setiap kelebihan atau potensi yang ada dalam diri manusia sesungguhnya bersifat laten. akhlak. Dengan demikian. 3. ta’mir masjid. baik oleh orangtua. maka pada tahap perkembangan berikutnya. agar perkembangannya berjalan dengan baik.S. serta kepribadian yang baik. Remaja perlu menanamkan keyakinan bahwa keindahan lahiriah bukanlah makna yang sesungguhnya dari kecantikan dan ketampanan. besar kemungkinan akan terjadi masalah pada dirinya. Mereka ingin bebas melakukan apa saja yang mereka sukai. pendidik. seperti memilih sekolah atau jenis kegiatan yang akan diikutinya. Mereka adalah generasi yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Kondisi Fisik Penampilan fisik merupakan aspek penting bagi remaja dalam menjalani aktivitas sehari-hari. dalam kedudukannya yang bukan lagi sekadar objek. yang masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain.

sosial. emosional.2 Juli-Desember 2009 pp. berzikir. moral. menyediakan buku bacaan tentang agama. pelacuran. berdiskusi. sesuai dengan masa dan kondisinya.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI Bagi keluarga muslim. 8. Ayyub. Namun. 3. arus modernisasi. dan spiritualnya. memberikan kesempataan untuk berperan dan bertanggung jawab sebagai orang dewasa melalui wahana organisasi. Pengurus yang tua akan digantikan dengan yang lebih muda.23 Nabi melakukan berbagai macam strategi dakwah. dalam kacamata praktis. petugas keamanan.22 masjid dapat melakukan cara. advokasi. melakukan bimbingan. dan sebagainya. Demikian pula di masjid. kerjasama kelompok. termasuk organisasi masjid atau ta’mir masjid. dan lain sebagainya. perkelahian. si Remaja sanggup proaktif mempengaruhi lingkungannya dengan kerangka agama. 4. membimbing dan mengawasi pergaulan muda-mudi. menurut Moh. E. melakukan bimbingan agama dan moral secara rasional. membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak. Di masjid. tadarus al-Qur’an. Namun. Nabi tidak pernah bersikeras untuk menentukan satu strategi khusus dalam melaksanakan dakwahnya. Berbagai macam penyuluhan dan antisipasi yang sudah digalang seperti seminar. di antaranya: 1. dan bermusyawarah. penyalahgunaan narkotika. pergaulan bebas (free sex). dan krisis moral yang terjadi tidak jarang menerpa dan mengusik pertumbuhan dan/atau perkembangan hidup remaja. dialog. Artinya. memberikan perlindungan terhadap pengaruh negatif dari lingkungan dan media massa. perampokan. dan ilmu pengetahuan. Kondisi demikian. training. remaja dapat mengasah kecerdasan emosional dan sosial melalui aktivitas-aktivitas filantropi. Untuk itu. setiap masjid diharuskan memiliki wadah untuk membina generasi muda.21 Sementara itu.270-286 ISSN: 1978-1261 . karang taruna. boleh jadi. Sampai sekarang. dan sebagainya. dan 9. telah dilakukan berbagai upaya untuk menghadapi problematika remaja. rehabilitasi. segala upaya yang ada belum banyak memberikan pengaruh yang signifikan dalam menangani persoalan remaja. 7. Bahkan. terlibat tindak kriminal (pencurian. premanisme). tetapi juga merepotkan para aparat penegak hukum. remaja dapat secara intensif mengasah kemampuan intelektualnya dalam berbagai forum kajian. kehadiran remaja masjid dan pembinaan yang dilakukannya dimaksudkan agar remaja dapat menjadi generasi penerus dalam melanjutkan estafeta kepemimpinan masjid. Oleh karenanya. remaja dapat meningkatkan kecerdasan spiritual melalui berbagai aktivitas salat berjama’ah. Dengan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai moral dan agama.3 No. upaya itu belum mampu menekan tingkat penyimpangan dan kenakalan di kalangan remaja. Dalam melakukan pembinaan. tentunya. tampaknya harus mulai ditanamkan pemahaman bahwa remaja sudah termasuk baligh. dan aplikasi skill yang dimiliki. masjid sebagai organisasi membutuhkan kader-kader yang perlu dipersiapkan secara serius dan berkualitas. memberikan kesempatan berpiknik. 6. Pengurus masjid bukanlah status yang permanen. serta menanggung sendiri dosa-dosanya apabila melanggar kewajiban-kewajiban tersebut. dan tawuran antarpelajar. Di masjid pula. obat terlarang dan zat-zat adiksi. globalisasi. maka lingkungan yang buruk tidak akan membuatnya menjadi buruk. 2. STRATEGI DALAM PEMBINAAN GENERASI MUDA Menurut Larry Poston. Tidak sedikit orangtua yang merisaukan dan merasa was-was dengan berbagai istilah yang menimpa remaja seperti kenakalan remaja. memberikan kesempatan berolah raga dalam berbagai cabang.24 yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi para Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol.20 Melalui wadah tersebut diharapkan pemuda dapat melakukan proses peningkatan kecerdasan intelektual. Suatu saat akan terjadi pergantian pengurus. dia sudah taklif atau bertanggung jawab atas kewajiban-kewajiban agama. 5. dan aparat pemerintahan. Akan tetapi. dan sebagainya. Dengan adanya kaderisasi ini akan menghindarkan masjid dari kevakuman dan krisis kepemimpinan. menyalurkan hobi yang sehat dan bermanfaat. pemerkosaan. Fenomena di atas tidak hanya membuat panik para orangtua.

Keduanya harus berjalan secara sinergis dan saling berkelindan. Intinya. Masjid Syuhada Surabaya. untuk sukses dan majunya organisasi remaja masjid tidak bergantung pada pengurus ta’mir masjid. Suksesnya organisasi pemuda masjid harus diakui juga suksesnya ta’mir masjid dalam melakukan pembinaan kepribadian pemuda. Nabi juga melakukan strategi melalui jalur pernikahan untuk mendapatkan dukungan dan pengikut. Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. Nabi menerapkan strategi hijrah ke Madinah. Dalam mengaplikasikan strategi internal-personal. atau dalam bahasa sekarang dikenal dengan pembangunan karakter (character building) pemuda. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Zakiah Daradjat. atau sebaliknya. pengurus masjid tidak hanya memberikan tempat dan pendanaan untuk berkembangnya organisasi pemuda masjid. tetapi harus juga dipertimbangkan bahwa ramainya jama’ah yang aktif di masjid secara tidak langsung memotivasi orangtua untuk mengajak anaknya terlibat dalam kegiatan masjid. masjid-masjid yang jama’ahnya banyak dan aktif. penerapan strategi ini lebih pada pembinaan kepribadian pemuda tersebut. tujuan dakwah. aplikasi strategi external-institutional. suksesnya pembinaan kepribadian pemuda oleh ta’mir masjid merupakan kesuksesan pemuda itu sendiri. yaitu: strategi internalpersonal dan strategi external-institutional. serta memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan dasar yang terkait dengan pengembangan organisasi pemuda masjid. dan kontrol terhadap pelaksanaan ajaran Islam pada generasi muda. pada saat dakwah Nabi Muhammad mendapatkan tekanan dan ancaman dari kaum Quraisy. Dalam praktik di lapangan. strategi external-institutionaldiarahkan pada penguatan organisasi yang dimiliki oleh pemuda.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI mad’unya. penghayatan.3 No. strategi dakwah Nabi Muhammad disesuaikan dengan kemampuan. Beliau melakukan strategi dakwah secara sembunyi-sembunyi. Dengan tidak ditetapkan satu strategi yang khusus oleh Nabi dalam melakukan dakwah. Tidak bisa pengurus masjid memaksakan paham. dan sarana dan prasarana pendukung. pengurus masjid harus memberikan kesempatan kepada pemuda untuk mengembangkan diri dalam organisasi remaja (pemuda) masjid dan setiap masjid harus mengupayakan terbentuknya organisasi pemuda masjid. tentunya strategi dakwah untuk anak-anak akan berbeda dengan strategi yang digunakan kepada pemuda. Sementara itu.26 Strategi internal-personal berorientasi pada upaya peningkatkan pemahaman. Bahkan. dan kepentingan masjid kepada pemuda. ta’mir hendaknya melakukan komunikasi yang intens dengan para pemuda yang mengelola masjid.2 Juli-Desember 2009 pp. bagaimana salat berjama’ah mereka. Secara umum. kedua strategi besar di atas jangan dipisahkan atau dipertentangkan. Untuk membentuk dan mengembangkan organisasi pemuda masjid. ideologi. sekaligus menjadi motivasi pemuda masjid untuk menghidupkan organisasinya. Memang. dan sebagainya. Selanjutnya.personal saja atau sebaliknya hanya menerapkan strategi external-institutional saja. kemampuan dan keahlian da’i atau pelaksana dakwah. maka pengikutnya dapat berkreasi untuk menciptakan dan menerapkan berbagai strategi yang sesuai dengan mad’u.25 Dengan memperhatikan pertimbangan dasar tersebut. strategi yang diterapkan kepada pemuda berbeda dengan strategi yang diterapkan kepada orang dewasa. di sana tumbuh dan berkembang pemuda masjid seperti Masjid Agung Jawa Tengah. Apakah dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan tidak menyimpang dari ajaran Islam. tadarus al-Qur’an mereka dan bagaimana kepeduliaan serta keterlibatan pemuda dengan persoalan kemasyarakatan? Semua itu dilakukan dengan cara-cara yang bijak dan demokratis. Masjid Salman ITB Bandung. dan pengamalan ajaran Islam yang bersumber dari dalam diri pemuda itu sendiri. Kesuksesan satu strategi hendaknya diakui juga dengan kesuksesan pada strategi yang lainnya. situasi. Ketika dakwah pertama kali diturunkan kepada Nabi. Masjid Al-Azhar Jakarta. arahan. Pengurus masjid hendaknya memberikan bimbingan. Begitu juga. kondisi dan situasi dakwah dan mad’u. ada dua strategi besar yang dapat diterapkan dalam pembinaan kepada pemuda. “Pembinaan kehidupan beragama tidak dapat dilepaskan dari pembinaan kepribadian secara keseluruhan karena kehidupan beragama adalah bahagian dari kehidupan itu sendiri”. Pertimbangan dasar yang perlu diperhatikan dalam menentukan dan menerapkan strategi dakwah adalah. dan kondisi mad’u.270-286 ISSN: 1978-1261 . Kita tidak bisa hanya mengandalkan strategi internal. Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta.27 Sementara itu. Intinya.28 Sebagai perbandingan.

com 3 Pandu Dewanata & Chavchay Saifullah. 9 Hermawan K. “Evaluasi”. Miftah Faridl. Dengan adanya jumlah masjid yang mencapai 700. kedua telapak tangan. 18 Muhammad Zen. dalam Kompas. Lihat M. xiii. 2 Desember 2007. Rekonstruksi.XVIII. hal.Quraish Shihab.Quraish Shihab.d. diperlukan adanya ulur tangan dari semua pihak. Moh. 1996). bekerja keras. 15 Anonim. dan menghargai ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak. hal. Da’wah. 2001). 3. 19 Keterangan lengkap haditsnya adalah: 1 2 Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. “Merumuskan Peran Masjid Kampus dalam Membangun Masa Depan Bangsa”. Pengelolaan Masjid Dalam Pengembangan Dakwah Islam (Jakarta KODI DKI Jakarta. 7 Dikutip dari Pandu Dewanata & Chavchay Saifullah. Ayub dkk. maka harapan tersebut bisa tercapai. 23 Karakter. “Data Statistik Indonesia”. dapat aktif dalam masyarakat dan dapat diberi tanggung jawab sebagai seorang dewasa yang matang sangat banyak. 373-379. Meletakkan dahi. remaja memiliki peran penting karena: pertama. Jum’at 26 Juni 2009. 1971).T). 294. 1984). kata masjid terambil dari akar kata sujud yang berarti taat. Vol. Da’wah ila Allah(Mesir: Dar al-Yakin. sikap saling percaya. Manajemen Masjid (Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa. dalamRetrievedMei 2008. Rekonstruksi Pemuda(Jakarta: Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. hal. hal.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI PENUTUP Upayauntuk membina generasi muda merupakan sebuah keharusan dan kebutuhan yang mendesak. Tafsir Vol. Vol. Vol X. remaja masih murni jiwanya dan ingin melihat pelaksanaan secara jujur apa-apa yang telah diperjuangkan rakyat. 73-76. KODI. 12 M.270-286 ISSN: 1978-1261 . 1962). remaja dididik secara ilmiah yang tujuannya untuk mencari kebenaran. Kedua. patuh. 6 Aziz Syamsudin. Pedoman Manajemen Masjid (Jakarta: Fokkus Babinrohis Pusat. Tafsir Al-Mishbah. 1966). Roqib. Menggugat Fungsi Edukasi Masjid(Yogyakarta: Grafindo Litera Media & STAIN Purwokerto Press. Kata ini mestinya adalah masjad ikut wazan standar kata maf’al.2 Juli-Desember 2009 pp. 5 (Jakarta: Lentera Hati. 2008). Adapun menurut Quraish Shihab. 1996). 71. dalam Makalah dalam kongres Nasional Masjid Kampus yang diadakan di Salman ITB Bandung tahun 2004. hal. hal. Proyek besar dalam mempersiapkan generasi muda yang diharapkan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah atau generasi muda saja. Roqib. Dipojono. 258. 717. Ilmu Jiwa Agama. Masjid Pusat Pembinaan Umat (Jakarta: Pustaka Antara. Masjid (Bandung: Pustaka Salman. hal. Anonim. 14 Taufik al-Wa’i. Semoga Allah berkenan menyertai usaha kita bersama.29 apabila dimanfaatkan secara maksimal dalam membina generasi muda. BPS. Al-Munawwir Krapyak. (Jakarta: Bulan Bintang. 2. Peranan Pemuda Menuju Indonesia Merdeka Indonesia Adil dan Makmur(Bandung: Angkasa. 17 Muhammad Zen. hal. E. Jilid 4.188. dan tunduk dengan penuh hormat. Amien. hal. 23 Karakter Pemuda Pilihan(Jakarta: RMBOOKS. 16 Beberapa tulisan yang mencoba memaksimalkan peran dan fungsi masjid di antaranya: Sidi Gazalba. problem remaja yang dideritanya jauh lebih banyak karena perjuangan untuk mencapai kedudukan dalam masyarakat itu lama dan banyak macamnya”. 5. 10 Ahmad Warson Munawwir. Bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada tantangan untuk membawa pemudanya pada generasi yang mandiri. Problematika Remaja Dewasa ini dan Solusinya(Jakarta: Mimbar Agama dan Budaya. T. 5 Aziz Syamsudin. 1984). hal. 2005).hal. tidak terkecuali ta’mir masjid. ENDNOTE Ramlan.). 2004). hal. 717. dalam Dakwah Jurnal Kajian Dakwah dan Komunikasi. hal.3 No. Menggugat Fungsi Edukasi Masjid (Yogyakarta: Grafindo Litera Media & STAIN Purwokerto Press. Sidi Gazalba.000. 8 Rikard Bagun. Sedangkan menurut Muhammad Hatta. 13. 1996). “Tuntutan Perubahan Perilaku”. kata masjid dari isim fa’il (yang semula berarti orang yang bersujud) tersebut menjadi lebih populer daripada kata masjad. from http://www. Ensiklopedi Islam. 2002). No. Moh. (Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Untuk itulah diperlukan adanya dorongan dan kebijakan yang bersifat mikro agar masjid-masjid dapat lebih mengintensifkan pembinaan pada generasi muda. 11 Moh. 4 Zakiah Daradjat mengatakan. 7. No. 1995). “Evaluasi Manajemen Masjid Berbasis Balanced Scorecard”. (n. 2009). 13 Taufik al-Wa’i. dan jari-jari kaki adalah bentuk lahiriah yang paling nyata dari makna-makna tersebut. 380-386. “Pada masyarakat yang telah maju. Sofyan Syafri Harahap. Akan tetapi. maka remaja perlu menempuh masa yang panjang dalam pendidikan dan masa remajanya menjadi lebih panjang. 260. hal. yang kepandaian dan ketrampilan yang diperlukan untuk dapat hidup tidak bergantung kepada orang lain. Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan (Jakarta: Pustaka Antara. Kamus Al-Munawwir (Yogyakarta: PP. 1994). Selain itu. 12. 650. 2005). Zakiah Daradjat. Manajemen Masjid (Jakarta: Gema Insani Press.datastatistik-indonesia. Muhammad Hatta. hal. hal.

Jakarta: RMBOOKS. 2005. Kelima.XVIII. 27 Zakiah Daradjat. artinya sebagai metode. hal. Pedoman Manajemen Masjid. Moh. New York: Oxford University Press.). Jakarta: Fokkus Babinrohis Pusat. Aziz. Masjid Pusat Pembinaan Umat. Munawwir. Jakarta: KODI DKI Jakarta. dalam Ulil Amri Syafri dkk (Ed. “Meningkatkan Fungsi dan Manajemen Masjid”. pendidikan dan pembinaan. Jum’at 26 Juni 2009. azas psikologis. 1984. DAFTAR PUSTAKA Al-Wa’i.Retrieved Mei 2008. Edisi 4 Maret 2005. Sutarmadji. aktualisasi. Roqib. Ayub. Rekonstruksi Pemuda.Quraish. Da’wah Mencermati Peluang dan Problematikanya (Jakarta: STID Mohammad Natsir Press. 23 Larry Poston. dalam Makalah dalam kongres Nasional Masjid Kampus yang diadakan di Salman ITB Bandung tahun 2004. Gazalba. 2004. Manajemen. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa. informasi. Anonim. Yogyakarta: Grafindo Litera Media & STAIN Purwokerto Press. Jakarta: Gema Insani Press. 1994. Muhammad. 2001.). “Tuntutan Perubahan Perilaku”.d. 2009.”Merumuskan Peran Masjid Kampus Dalam Membangun Masa Depan Bangsa”. 23 Karakter Pemuda Pilihan. Larry. Tafsir Al-Mishbah. Vol. Poston. BPS. 5. Jakarta: Bulan Bintang. 28 Ada beberapa kiat untuk membangun organisasi pemuda masjid yang baik di antaranya: pertama. Pengelolaan Masjid dalam Pengembangan Dakwah Islam. 2. Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan. adakan kegiatan-kegiatan yang dapat menyalurkan minat dan bakat pemuda. Moh. Rikard. 32. Dasar-Dasar. 26 Dua strategi ini dikutip dari pendapat yang dikemukakan oleh Larry Poston dalam Islamic Da’wah. dan alumni (masyarakat). Kedua. menjaga image dan identitas diri remaja masjid. ta’mir masjid. dalam Ulil Amri Syafri dkk (Ed. TT. cenderung labil dan memiliki semangat yang meluap ingin menonjolkan jati dirinya. Jilid 4. Ramlan. “Meningkatkan Fungsi dan Manajemen Masjid”. azas kemampuan dan keahlian da’i. menurut Asmuni Syukir. Ahmad Sutarmadji. Ensiklopedi Islam. hal. 21 Masjid mempunyai banyak fungsi bagi remaja. 69. Vol. 2007). Bandung: Angkasa. Peranan Pemuda Menuju Indonesia Merdeka Indonesia Adil dan makmur. kegiatan-kegiatan yang ada hendaknya diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang up to date dan menjawab permasalahan pemuda. Al-Munawwir Krapyak. 25 Pertimbangan dasar ini menurut Asmuni Syukir disebut dengan azas yang terdiri dari azas filosofis. azas sosiologis. hal. Ahmad. dalam Mimbar Agama dan Budaya. Bagun. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. Fungsi-fungsi tersebut antara lain fungsi keagamaan. Data Statistik Indonesia. 2004. 116. . KODI. 29 Menurut catatan dari Departemen Agama yang dikutip oleh Ahmad Sutarmadji kurang lebih ada 700. Da’wah Mencermati Peluang dan Problematikanya. Ayub dkk. 1996. E. Islamic Da’wa in the West. Syukir. Harahap. orang tua. Kamus Al-Munawwir. Lihat Asmuni Syukir. Ahmad Warson. 2009. 1962. Ilmu Jiwa Agama. Asmuni.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI 20 Pengurus masjid. Jakarta: Pustaka Antara. Jakarta: Kementerian Negara Pemuda dan Olah raga. 1983). Dewanata. Shihab. dalam Kompas. Surabaya: al-Ikhlas. 1971. 24 Strategi dakwah itu sendiri. 22 Moh.. E dkk. hal. 1983. Hermawan K. Hatta. Anonim. 2002. Jakarta: Pustaka Antara. hal. Da’wah ila Allah. Manajemen Masjid. Pandu & Chavchay Saifullah.Yogyakarta: PP. (n.). from http://www. 2007.2 Juli-Desember 2009 pp.Jakarta: Lentera Hati.000 masjid dan mushalla di Indonesia. 2001. Jakarta: STID Mohammad Natsir Press. Remaja masjid mampu memberikan sentuhan yag berbeda sesuai dengan karakteristik yang tengah dalam proses pencarian jati diri. Republika. disadari atau tidak. No. Ketiga. Islamic Da’wa in the West (New York: Oxford University Press.com Daradjat. ada sinergi dan komunikasi yang intens antara remaja. 1996. Menggugat Fungsi Edukasi Masjid. hal. Sidi. 1966. Ilmu. pengelolaan organisasi dilakukan dengan menggunakan manajemen modern dan profesional.3 No. 142. 32. Taufik. Syamsuddin. hal. 1992. 49. Dipojono. Manajemen Masjid. 120. dan sosialisasi (Republika.270-286 ISSN: 1978-1261 . Lihat Asmuni Syukir. Keempat. siasat. ternyata membutuhkan peran remaja masjid dalam setiap langkah dan gerak aktivitasnya. “Problematika Remaja Dewasa ini dan Solusinya”. 2008. M. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam(Surabaya: al-Ikhlas. Zakiah. taktik atau manuver yang dipergunakan dalam kegiatan dakwah. Mesir: Dar al-Yakin. dan azas efektif dan efisiensi. Sofyan Syafri.datastatistik-indonesia. 1996. 1992). 4 Maret 2005). Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. 1995. Mereka memberikan kontribusi secara langsung maupun tidak langsung bagi keberlangsungan dakwah di masjid dan atau di masyarakat.

“Evaluasi Manajemen Masjid Berbasis Balanced Scorecard”. 2007. Jurnal Kajian Dakwah dan Komunikasi. dalam Dakwah.2 Juli-Desember 2009 pp. Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. Vol X. 2 Desember 2007.270-286 ISSN: 1978-1261 .3 No. No. Muhammad.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI Zen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful