JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI

STRATEGI PENGEMBANGAN MASJID BAGI GENERASI MUDA
Abdul Basit *)
Penulis adalah Magister Agama (M.Ag.), dosen tetap Jurusan Komunikasi (Dakwah) STAIN Purwokerto.
*)

Abstract: An effort to develop young generation is a must and became urgent necessity. This huge project needs participation from all elements, especially ta’mir (management) masjid. With total 700.000 Masjid in Indonesia, if it can optimally develop young generation, it can promise successfulness. Therefore, we need a policy and support so that masjid can intensify its program to young generation. There are two strategies to develop young generation: internal-personal strategy and external-institutional strategy. Strategy internal-personal oriented to understanding and application of Islamic teaching to youth, whereas external-institutional strategy oriented to empowering youth’s organization. Keywords: Masjid, youth, external strategy, internal strategy.

PENDAHULUAN
Menurut Ramlan, jumlah generasi muda yang begitu besar bisa berarti keuntungan sekaligus kerugian bagi bangsa Indonesia yang sedang membangun. Ia merupakan keuntungan jika dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan pembangunan, tetapi kerugianlah yang akan terjadi jika mereka menjadi beban dan tanggungan bagi anggota masyarakat lainnya.1 Komposisi generasi muda yang berusia antara 15 - 35 tahun merupakan jumlah terbesar dari penduduk Indonesia, yaitu sebesar 37% dari total PendudukIndonesia yang 220 juta.2 Jumlah generasi muda yang besar tersebut terkadang hanya dijadikan sebagai komoditas politik belaka karena remaja merupakan agen perubahan, dan generasi yang sangat diharapkan eksistensinya. Sementara itu, pengakuan nyata terhadap generasi muda sebagai kategori sosial yang menjadi elemen penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kurang mendapatkan tempat.3 Pemuda masih dianggap anak-anak apabila mereka belum menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, pekerjaan tetap, dan memiliki emosi yang stabil.4 Oleh karena itu, banyak pemuda yang pragmatis dengan mengambil sikap acuh tak acuh terhadap problematika yang berkembang di masyarakat, atau hanya tekun belajar untuk meraih prestasi yang tinggi tanpa peduli pada kehidupan orang lain. Akibat lemahnya pengakuan terhadap pemuda, mereka mengalami problem identitas yang berpotensi menggiring pada melemahnya ikatan-ikatan sosial di antara pemuda dan masyarakat. Mereka mengalami disorientasi sosial terhadap fungsi dan perannya sebagai pelaku perubahan.5 Padahal, salah satu hal yang membuat peran pemuda menjadi sangat penting adalah keberadaan pemuda yang mengisyaratkan adanya semangat perubahan.6 Jiwa mereka masih “segar” dan “baru” membuat pemuda cenderung berani mengambil keputusan tanpa takut terhadap resiko yang mereka hadapi. Tidak heran, jika Soekarno mengatakan, “Berikan sepuluh pemuda untukku, maka akan kuguncangkan dunia ini”.7 Masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis multidimensional membutuhkan adanya perubahan-perubahan yang positif dan inovatif. Menurut Rikard Bagun, arus perubahan sendiri bisa menjamin hukum besi yang membinasakan. Lebih-lebih bagi, mereka atau bangsa yang tidak siap beradaptasi dan melakukan antisipasi. Sebaliknya, bagi yang mampu beradaptasi, perubahan selalu menghadirkan peluang yang menawarkan kesempatan baru bagi kemajuan.8 Untuk itulah, pemuda perlu mendapatkan tempat dan perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya berasal dari pengurus masjid yang biasa dikenal dengan ta’mir masjid. Masjid memiliki peran yang signifikan dalam mempersiapkan masyarakat,

Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto

KOMUNIKA Vol.3 No.2 Juli-Desember 2009 pp.270-286

ISSN: 1978-1261

secara etimologi.3 No. Keinginan untuk memiliki generasi yang shaleh dan menjadi harapan bangsa akan tercapai. kata “sajada” diubah bentuknya menjadi “masjidan” (dlaraf makan). baik bagi pengembangan individu. lahir berbagai konsep dan strategi dakwah Islam. Dengan demikian. dari dua puluh delapan ayat tersebut. kemudian fungsi masjid berkembang menjadi pusat peradaban Islam. Menurut Moh.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI khususnya generasi muda menjadi generasi yang mandiri dan berkarakter. Irak. masjid juga dijadikan indikator dalam seni bangunan dan berkaitan erat dengan perluasan wilayah Islam dan pembangunan kota baru. Keindahan bangunan masjid yang menakjubkan di bumi Spanyol.14 Kesuksesan Rasulullah dalam mengembangkan masjid disebabkan oleh beberapa faktor.15 Pada era sekarang. Pertama. misi. Pertama.13 Dari pengembangan kedua aspek itu. Kedua. Dari masjid pula. Ada dua aspek utama pembinaan umat yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. pengembangan perekonomian. fungsi keilmuan dan pendidikan. dan sosial. tercapainya kesamaan visi.12 Fungsi masjid yang ada di dalam al-Qur’an tersebut sejalan dengan praktik yang dilakukan oleh Rasulullah. moral. tetapi tempat melakukan aktivitas yang mengandung makna kepatuhan kepada Allah SWT. Mesir. dan menjadi ciri khas dari suatu negeri atau kota Islam. Masjid merupakan salah satu karya budaya umat Islam di bidang teknologi konstruksi yang telah dirintis sejak masa permulaannya. Keempat. fungsi etik. Untuk itulah. sujud. artinya “tempat sujud menyembah Allah SWT”.2 Juli-Desember 2009 pp. Suriah. dan lain sebagainya. Kata “sajada” artinya “membungkuk dengan khidmat. bangunan masjid sudah semakin berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Ketiga. hendaknya diikuti juga dengan perkembangan dari kualitas jama’ah. membaca al-Qur’an. dan ekonomi. dzikir. Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. seni. fungsi teologis. pendidikan. dan pembinaan kehidupan sosial kemasyarakatan. sajdan”. dari kata “sajada. arti masjid adalah menunjuk kepada suatu tempat (bangunan) yang fungsi utamanya adalah sebagai tempat salat bersujud menyembah Allah SWT. khutbah Jumat. Beliau memanfaatkan masjid tidak sekadar tempat sujud/salat saja. terutama dalam kerangka pembinaan umat. yaitu fungsi yang menunjukkan tempat untuk melakukan segala aktivitas ketaatan kepada Allah. fungsi peribadatan. Perkembangan dari sisi fisik. sampai konsep dan strategi perang. Untuk menunjukkan suatu tempat. strategi perang. Oleh karena itu. yang di dalamnya bermuatan pesanpesan mengenai akhlak mulia dalam pembangunan karakter bangsa. Istilah masjid merupakan istilah yang diperkenalkan langsung oleh al-Qur’an. pengembangan kesejahteraan. maka akan menjadi forum studium general yang besar dan rutin. dan lain-lain. umat Islam memiliki tugas berat untuk memakmurkan masjid sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat at-Taubah ayat 18. Kedua. yang apabila didesain secara baik. dan hati antara Rasulullah dan jama’ahnya untuk membangun semua bidang kehidupan.270-286 ISSN: 1978-1261 .9 Apalagi ta’mir masjid memberikan tempat dan perhatian yang khusus terhadap generasi muda. Dari masjid. Di samping fungsi masjid yang signifikan dalam Islam. Kedua. paling tidak tempat mendorong lahirnya aktivitas yang menghasilkan kepatuhan kepada Allah SWT. ada empat fungsi masjid yaitu: pertama. India. yasjudu. dan berlutut”. masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat meletakkan dahi atau salat. lahir gagasan-gagasan yang cemerlang. keluarga. Di dalam al-Qur’an disebutkan istilah masjid sebanyak dua puluh delapan kali. tingginya tingkat kesadaran masyarakat/kaum Muslimin untuk berpegang teguh pada nilai-nilai ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan. pada tulisan ini akan dijelaskan peran masjid dalam membina generasi muda. Rasulullah beserta pengelola masjid mampu menghubungkan aktivitas masjid dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi sosialnya. pembinaan aspek ritual keagamaan seperti pelaksanaan ibadah salat. yaitu fungsi untuk membangun nilai takwa. MEMAKMURKAN MASJID Istilah masjid berasal dari bahasa Arab. fungsi kemasyarakatan seperti menjalin hubungan silaturrahim.10 Dengan demikian.11 Menurut Quraish Shihab. Roqib. Betapa tidak. tetapi masjid juga dijadikan pusat kegiatan dan pembinaan umat. berdiskusi. dan sejumlah tempat di Afrika menjadi bukti peninggalan monumental umat Islam yang pernah mengalami kejayaan di bidang teknologi konstruksi. Ketiga. masjid memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis.

pemahaman keagamaannya. Pemahaman seperti ini memang tidak ada salahnya. maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. bersikap egois. menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. dan terbuka.3 No. Justru sebaliknya. ketenangan. mata pencaharian. Beberapa tulisan yang telah dipublikasikan oleh para ilmuwan dapat dijadikan bahan kajian untuk memaksimalkan kembali fungsi masjid dalam kehidupan umat Islam. sementara orang-orang yang mengisi masjid itu memiliki jiwa yang kropos dan fisik yang lemah. ia tidak bisa makan. Dengan demikian. status sosial. Dalam ayat tersebut. Pengurus akan tahu siapa yang dapat membantunya dalam mengembangkan ilmu. terutama jama’ah di lingkungan masjid. maka perlu didata dari segi usia. potensi yang perlu diketahui adalah ekonominya. Berkenaan dengan jumlah jama’ah. pendidikan. siapa yang dapat membantu dalam Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. kecenderungan ormas yang diikuti. Padahal.270-286 ISSN: 1978-1261 . dan sebagainya. baik menyangkut jumlah jama’ah maupun potensi yang dimilikinya. Di dalam realitas. pemersatu.16 Langkah yang dapat ditempuh untuk melakukan perubahan tersebut: pertama. Bagi masjid yang telah ada struktur kepengurusannya. dan kreatif sehingga dalam mengelola masjid mampu mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang ada. tingkat religiusitas. serta menunaikan salat. Kualitas yang dimaksud tidak hanya sebatas pada seberapa sering jama’ah mengikuti aktivitas di Masjid. baik potensi yang dimiliki oleh masjid itu sendiri. Bagaimana cara memakmurkan masjid? Itulah persoalan penting yang perlu dijelaskan agar terjadi pemahaman (persepsi) yang sama dalam memakmurkan masjid di kalangan umat Islam. inovatif. dan nyaman untuk digunakan. kurang pendidikan. Di samping itu. dan pengayom yang dapat menyatukan persepsi di antara para jama’ah. accountable.2 Juli-Desember 2009 pp. sudah seharusnya dikembangkan pemahaman agar masjid mampu memakmurkan umat Islam. siapa yang dapat membantu dalam pengembangan ekonomi. tetapi dalam kehidupannya. yang perlu dikembangkan adalah pengurus masjid itu memiliki wawasan yang luas. Langkah kedua adalah perlunya pendataan jama’ah masjid.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Allah menyinggung orang yang memakmurkan masjid adalah orang yang jiwanya kuat dalam arti memiliki keyakinan yang teguh kepada Allah dan hari akhir. persepsi umat Islam dalam proses memakmurkan masjid cenderung dalam arti fisik. diperlukan adanya penggerak. serta tetap mendirikan salat. persepsi yang harus diubah di kalangan umat Islam adalah pemahaman tentang memakmurkan masjid. tentu perlu dimaksimalkan peran dan fungsinya sebagai ta’mir masjid. pengelolaan masjid yang dilakukan oleh pengurus perlu menerapkan manajemen modern yang profesional. Jangan sampai ada jamaah yang rajin datang ke masjid. melainkan juga pada kualitas kehidupan yang dijalani setiap harinya. Pembentukan pengurus amat urgen untuk dilakukan. maupun potensi yang ada pada para jama’ahnya. jenis kelamin. Bagi masjid yang belum memiliki struktur yang jelas perlu kiranya dilakukan pembentukan dan pembuatan aturan yang jelas sehingga masing-masing pengurus mempunyai rasa memiliki dan rasa bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. tetapi apalah artinya sebuah bangunan megah. Kelemahan yang ada selama ini terjadi adalah pengurus masjid hanya berperan sebagai imam besar di masjid dan sebagai koordinator dalam kegiatan-kegiatan ibadah di masjid. Sementara itu. indah. membentuk dan memaksimalkan peran dari pengurus masjid. persoalan memakmurkan masjid adalah persoalan meningkatkan kualitas dari jama’ah masjid itu sendiri. Kehadiran masjid di lingkungan jama’ah tidak dijadikan sebagai beban yang dapat memberatkan para jama’ah. tugas dari umat Islam adalah memakmurkan masjid. masjid dapat memberikan kenyamanan. secara fisik ia juga harus menjadi orang yang kuat dalam hal ekonomi sehingga mampu mengeluarkan zakat untuk menghidupi aktivitas yang ada di dalam masjid. Dengan demikian. Ke depan. pemahaman. dan sebagainya. Mereka membangun masjid dengan begitu megah. kurang peduli kepada sesama. dan status sosialnya. dan alamat yang jelas. Pada era sekarang. dalam ayat di atas. Dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut. Data-data ini diperlukan agar pengurus masjid ketika ingin memberdayakan jama’ahnya akan mudah melakukannya. Untuk itulah. dan kebahagiaan bagi para jama’ahnya. Masjid memiliki jamaah yang di dalamnya terdapat perbedaan-perbedaan baik dari sisi pengetahuan.

Umpamanya. dan siapa yang layak untuk dibantu. 3. pembinaan muslimat. Secara etimologi. yaitu kemampuan karyawan. Menurut Muhamad Zen. dan kepercayaan yang kuat dari jama’ah dan pengurus ta’mir Masjid. Balancing diperlukan agar kendaraan atau wadah organisasi dapat berjalan mencapai tujuan yang dikehendaki tanpa goncangan dan melaju secara mulus sehingga keseluruhan komponen masjid seperti pengurus. penguasaan sistem informasi. konseling. balance scorecard terdiri dari kata balance yang berarti seimbang dan scorecard berarti ukuran kinerja. Perspektif customer (jamaah): evaluasi ini dapat dicermati dari keaktifan jamaah.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI sektor keagamaan. jasa. Koperasi ini. dan riayah): idarah ada dua yaitu: idarah bina al-maadiy (physical management) dan idarah bina al-ruhy (functional management). Masjid perlu dijadikan sebagai basis dan media untuk pemberdayaan masyarakat. Perspektif ini juga memperhatikan kepuasan jamaah terhadap berbagai kegiatan atau manajemen masjid selama masa kepengurusan pengelola. tetapi perlu dikembangkan menjadi ibadah yang ghair al-mahdlah. ta’mir/kegiatan. kajian-kajian ilmiah. perekonomian. ta’mir. Untuk itulah. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran: ada tiga faktor yang harus diperhatikan oleh pengelola masjid. Apalagi pada era modern ini. pelatihan. Masjid tidak hanya difungsikan untuk ibadah mahdlah saja. pemberdayaan dan penyetaraan. sustain(menopang). yaitu: growth(pertumbuhan). dan berbagai hal lainnya yang dapat dikembangkan di lingkungan masjid. evaluasi manajemen masjid dapat menggunakan balance scorecard. Perspektif finansial: Kaplan menggolongkan ada tiga tahap perkembangan organisasi masjid dalam mengevaluasi aspek keuangan. langkah selanjutnya adalah upaya mengembangkan kegiatan-kegiatan yang dapat memakmurkan jama’ah. aspek internal organisasi (idarah/manajemen.18 Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. juga bisa dikembangkan sebagai media untuk memberikan informasi berkenaan dengan ekonomi syari’ah. Di zaman Rasulullah saja. banyak hal yang bisa dilakukan seperti pendidikan. Pertimbangan dasar yang perlu dijadikan acuan dalam pengembangan kegiatan adalah adanya dukungan.270-286 ISSN: 1978-1261 . pengurus juga dapat membentuk dan mengembangkan lembaga-lembaga fungsional yang dapat dijadikan sebagai media untuk meningkatkan kualitas jama’ah dalam kerangka membangun jaringan. baik pemerintah maupun swasta. dan jamaah merasakan aman dan tentram di dalam pengelolaan manajemen masjid. maka kita dapat membentuk koperasi petani yang ada di masjid. masjid dapat memberikan modal kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha jama’ah atau kerjasama dengan jama’ah dalam mengembangkan pertanian yang dimiliki oleh jama’ah. dan pemberian motivasi). khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusianya. karyawan. yang kehidupan manusianya sudah begitu kompleks. Perspektif internal (idarah. 4. tempat menuntut ilmu.3 No. pembinaan etos kerja. Maksudnya.2 Juli-Desember 2009 pp. 2. Terakhir. perpustakaan. pemberian ketrampilan dan sebagainya. diperlukan adanya evaluasi masjid. baik antarmasjid atau dengan ormas dan lembaga-lembaga lain. masjid dapat dijadikan alternatif untuk pengembangan masyarakat. dan melakukan kerjasama. Dalam pengembangan kegiatan bisa dilakukan di lingkungan masjid atau dilakukan di masyarakat yang menjadi jama’ah masjid. sumber informasi. dan persoalan yang dihadapinya juga semakin banyak. kemauan. dan sebagainya. dan kegiatan lainnya. Oleh karenanya.17 Ada empat aspek perspektif dalam mengevaluasi manajemen masjid dengan menggunakan balanced scorecard: 1. masjid difungsikan untuk segala macam aktivitas yang diperlukan seperti mengatur strategi perang. selain berfungsi sebagai wadah berkumpulnya para petani. dan motivasi. Pada masa sekarang. dan harvest(memanen). melainkan juga dari aspek keaktifan jama’ah. pengurus perlu melakukan terobosan dengan cara memaksimalkan potensi yang ada di masjid maupun jama’ah. Scorecard adalah ukuran kinerja kesuksesan manajemen masjid. dalam memakmurkan masjid dibutuhkan kreasi-kreasi yang briliant. Seiring dengan pengembangan kegiatan-kegiatan yang ada di masjid. kesehatan. kegiatan yang dikembangkan lebih mengarah pada pemberdayaan petani di lingkungan masjid. dan ri’ayah/pemeliharaan) dan aspek pertumbuhan dan perkembangan (melalui pembentukan nilai dari keaktifan karyawan. tidak hanya dilihat dari aspek finansial saja. Dalam pengembangan kegiatan. kemampuan sistem informasi. Setelah mengetahui data jama’ah. Kita akan ketinggalan dan jauh dari kemajuan manakala dalam proses pemakmuran masjid hanya berjalan secara alamiah dan tidak terencana dengan baik.

dalam kedudukannya yang bukan lagi sekadar objek. Mereka ingin bebas melakukan apa saja yang mereka sukai. yang masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain. Salah satu komponen umat yang menjadi sasaran masjid dalam pembinaannya adalah pemuda. sebab dalam masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. serta kepribadian yang baik. ta’mir masjid. Remaja perlu menanamkan keyakinan bahwa keindahan lahiriah bukanlah makna yang sesungguhnya dari kecantikan dan ketampanan. bahkan menjadi pusat peradaban Islam.[ 4]: 9). mereka mempunyai standar tertentu tentang sosok fisik ideal yang mereka dambakan. setidaknya ada lima aspek penting yang harus dicermati. seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan. agar perkembangannya berjalan dengan baik. diharapkan dia dapat memiliki gambaran yang wajar tentang dirinya sesuai dengan kenyataan. dai. ia harus digali dan terus dirangsang agar keluar secara optimal. Selain itu. 2. Mereka adalah generasi yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka(Q. 1. 3. Pemuda masjid merupakan salah satu dari beberapa stakeholders dari sebuah organisasi masjid. pendidik. maupun si Pemuda itu sendiri. Dalam perspektif al-Qur’an. Konsep pergaulan semestinya lebih ditekankan kepada hal-hal yang positif.3 No. Jika dia berhasil melalui gerbang ini dengan baik. seperti memilih sekolah atau jenis kegiatan yang akan diikutinya. akhlak. seorang remaja memang senantiasa berusaha agar pendapat atau pikiran-pikirannya diakui dan disejajarkan dengan orang dewasa. Tidak heran.S. Kondisi Fisik Penampilan fisik merupakan aspek penting bagi remaja dalam menjalani aktivitas sehari-hari. baik oleh orangtua. Kecantikan dan ketampanan sejati justru bersumber dari hati nurani. Pemahaman Nilai-nilai Agama Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI MASJID DAN PEMBINAAN REMAJA Masjid. seperti yang dijelaskan pada bagian awal. bila dia gagal. maka tantangan-tantangan di masa selanjutnya akan relatif mudah diatasi.19 Usia pemuda adalah gerbang menuju kedewasaan. serta menambah wawasan yang bermanfaat. 5. Dengan demikian. Begitupun sebaliknya. Biasanya. Oleh karena itu. remaja ingin memperoleh kebebasan emosional. maka pada tahap perkembangan berikutnya. maka pendekatan yang bersifat demokratis dan terbuka akan terasa lebih bijaksana. al-Qur’an juga mengingatkan kepada umat Islam agar hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka generasi yang lemah. Aktualisasi Diri Setiap kelebihan atau potensi yang ada dalam diri manusia sesungguhnya bersifat laten. Artinya. signifikasi masjid melakukan pembinaan kepada pemuda didasarkan pada penjelasan alQur’an bahwa umat Islam perlu mencontoh generasi Ashab al-Kahfi dalam mempersiapkan generasi muda. serta mampu mempertahankan keyakinannya di hadapan penguasa yang ingin merusak keimanannya. Jika terjadi perbedaan pendapat antara anak dengan orangtua. Interaksi Sosial Kemampuan untuk melakukan interaksi sosial juga sangat penting dalam membentuk konsep diri yang positif sehingga dia mampu melihat dirinya sebagai orang yang kompeten dan disenangi oleh lingkungannya. 4. Kebebasan Emosional Pada umumnya. Salah satu caranya dapat dilakukan dengan membangun rasa saling pengertian.2 Juli-Desember 2009 pp.270-286 ISSN: 1978-1261 . Dengan mengetahui dan menerima kemampuan diri semcara positif. Di dalam hadis juga dijelaskan betapa pemuda ini perlu diberikan bekal pengetahuan dan pengalaman hidup agar pemuda tersebut tumbuh dewasa dan senantiasa mengabdi kepada Allah SWT. maka seorang pemuda diharapkan lebih mampu menentukan yang tepat terhadap apa yang akan ia jalani. Pemuda inilah yang nantinya mendapatkan perlindungan di hari kiamat. merupakan pusat pembinaan umat. besar kemungkinan akan terjadi masalah pada dirinya.

memberikan perlindungan terhadap pengaruh negatif dari lingkungan dan media massa. dan tawuran antarpelajar. Demikian pula di masjid. berzikir. telah dilakukan berbagai upaya untuk menghadapi problematika remaja. Tidak sedikit orangtua yang merisaukan dan merasa was-was dengan berbagai istilah yang menimpa remaja seperti kenakalan remaja. perampokan. remaja dapat mengasah kecerdasan emosional dan sosial melalui aktivitas-aktivitas filantropi. dan krisis moral yang terjadi tidak jarang menerpa dan mengusik pertumbuhan dan/atau perkembangan hidup remaja. 8. Akan tetapi. Berbagai macam penyuluhan dan antisipasi yang sudah digalang seperti seminar. serta menanggung sendiri dosa-dosanya apabila melanggar kewajiban-kewajiban tersebut. dan ilmu pengetahuan. si Remaja sanggup proaktif mempengaruhi lingkungannya dengan kerangka agama. segala upaya yang ada belum banyak memberikan pengaruh yang signifikan dalam menangani persoalan remaja. Untuk itu. pergaulan bebas (free sex). emosional. advokasi. maka lingkungan yang buruk tidak akan membuatnya menjadi buruk. premanisme). dan bermusyawarah. menyalurkan hobi yang sehat dan bermanfaat. kerjasama kelompok. globalisasi. terlibat tindak kriminal (pencurian. dan aplikasi skill yang dimiliki. dan aparat pemerintahan. membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak. memberikan kesempataan untuk berperan dan bertanggung jawab sebagai orang dewasa melalui wahana organisasi. 6. karang taruna. perkelahian. obat terlarang dan zat-zat adiksi. Namun. Pengurus masjid bukanlah status yang permanen. di antaranya: 1. termasuk organisasi masjid atau ta’mir masjid. Suatu saat akan terjadi pergantian pengurus. penyalahgunaan narkotika.24 yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi para Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. melakukan bimbingan agama dan moral secara rasional. membimbing dan mengawasi pergaulan muda-mudi. Artinya. setiap masjid diharuskan memiliki wadah untuk membina generasi muda. dan lain sebagainya. dan spiritualnya. masjid sebagai organisasi membutuhkan kader-kader yang perlu dipersiapkan secara serius dan berkualitas. Pengurus yang tua akan digantikan dengan yang lebih muda. Namun. memberikan kesempatan berpiknik. Kondisi demikian. moral. remaja dapat secara intensif mengasah kemampuan intelektualnya dalam berbagai forum kajian. Bahkan. 5. dan 9.21 Sementara itu. Nabi tidak pernah bersikeras untuk menentukan satu strategi khusus dalam melaksanakan dakwahnya. tentunya. kehadiran remaja masjid dan pembinaan yang dilakukannya dimaksudkan agar remaja dapat menjadi generasi penerus dalam melanjutkan estafeta kepemimpinan masjid. sesuai dengan masa dan kondisinya. tampaknya harus mulai ditanamkan pemahaman bahwa remaja sudah termasuk baligh. sosial. Dengan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai moral dan agama.270-286 ISSN: 1978-1261 . dia sudah taklif atau bertanggung jawab atas kewajiban-kewajiban agama. melakukan bimbingan.2 Juli-Desember 2009 pp. E. Di masjid pula. dan sebagainya. Dalam melakukan pembinaan. menurut Moh. dan sebagainya. dialog. petugas keamanan. 4. pelacuran.23 Nabi melakukan berbagai macam strategi dakwah. dan sebagainya. Fenomena di atas tidak hanya membuat panik para orangtua. tadarus al-Qur’an. 7. Oleh karenanya.22 masjid dapat melakukan cara.20 Melalui wadah tersebut diharapkan pemuda dapat melakukan proses peningkatan kecerdasan intelektual. STRATEGI DALAM PEMBINAAN GENERASI MUDA Menurut Larry Poston. Ayyub. dalam kacamata praktis. tetapi juga merepotkan para aparat penegak hukum. berdiskusi. Sampai sekarang.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI Bagi keluarga muslim. upaya itu belum mampu menekan tingkat penyimpangan dan kenakalan di kalangan remaja. boleh jadi. arus modernisasi. Dengan adanya kaderisasi ini akan menghindarkan masjid dari kevakuman dan krisis kepemimpinan. training. menyediakan buku bacaan tentang agama. Di masjid. memberikan kesempatan berolah raga dalam berbagai cabang. pemerkosaan. remaja dapat meningkatkan kecerdasan spiritual melalui berbagai aktivitas salat berjama’ah. 3. 2. rehabilitasi.3 No.

Masjid Salman ITB Bandung. Sementara itu.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI mad’unya.2 Juli-Desember 2009 pp. Kita tidak bisa hanya mengandalkan strategi internal. Begitu juga.270-286 ISSN: 1978-1261 . Beliau melakukan strategi dakwah secara sembunyi-sembunyi. Dalam praktik di lapangan. penghayatan. yaitu: strategi internalpersonal dan strategi external-institutional. Nabi menerapkan strategi hijrah ke Madinah. atau dalam bahasa sekarang dikenal dengan pembangunan karakter (character building) pemuda. Intinya. Pertimbangan dasar yang perlu diperhatikan dalam menentukan dan menerapkan strategi dakwah adalah. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Zakiah Daradjat. tentunya strategi dakwah untuk anak-anak akan berbeda dengan strategi yang digunakan kepada pemuda. tetapi harus juga dipertimbangkan bahwa ramainya jama’ah yang aktif di masjid secara tidak langsung memotivasi orangtua untuk mengajak anaknya terlibat dalam kegiatan masjid. Ketika dakwah pertama kali diturunkan kepada Nabi. dan kontrol terhadap pelaksanaan ajaran Islam pada generasi muda.26 Strategi internal-personal berorientasi pada upaya peningkatkan pemahaman. Secara umum. tujuan dakwah. ideologi. penerapan strategi ini lebih pada pembinaan kepribadian pemuda tersebut. strategi dakwah Nabi Muhammad disesuaikan dengan kemampuan. “Pembinaan kehidupan beragama tidak dapat dilepaskan dari pembinaan kepribadian secara keseluruhan karena kehidupan beragama adalah bahagian dari kehidupan itu sendiri”. ada dua strategi besar yang dapat diterapkan dalam pembinaan kepada pemuda. suksesnya pembinaan kepribadian pemuda oleh ta’mir masjid merupakan kesuksesan pemuda itu sendiri. pada saat dakwah Nabi Muhammad mendapatkan tekanan dan ancaman dari kaum Quraisy. Masjid Syuhada Surabaya. di sana tumbuh dan berkembang pemuda masjid seperti Masjid Agung Jawa Tengah. strategi external-institutionaldiarahkan pada penguatan organisasi yang dimiliki oleh pemuda. serta memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan dasar yang terkait dengan pengembangan organisasi pemuda masjid. Tidak bisa pengurus masjid memaksakan paham. Dengan tidak ditetapkan satu strategi yang khusus oleh Nabi dalam melakukan dakwah. Apakah dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan tidak menyimpang dari ajaran Islam.25 Dengan memperhatikan pertimbangan dasar tersebut. Memang. untuk sukses dan majunya organisasi remaja masjid tidak bergantung pada pengurus ta’mir masjid.3 No. dan kondisi mad’u. aplikasi strategi external-institutional. Intinya. Bahkan. tadarus al-Qur’an mereka dan bagaimana kepeduliaan serta keterlibatan pemuda dengan persoalan kemasyarakatan? Semua itu dilakukan dengan cara-cara yang bijak dan demokratis.personal saja atau sebaliknya hanya menerapkan strategi external-institutional saja. Kesuksesan satu strategi hendaknya diakui juga dengan kesuksesan pada strategi yang lainnya. Suksesnya organisasi pemuda masjid harus diakui juga suksesnya ta’mir masjid dalam melakukan pembinaan kepribadian pemuda. Nabi juga melakukan strategi melalui jalur pernikahan untuk mendapatkan dukungan dan pengikut. pengurus masjid harus memberikan kesempatan kepada pemuda untuk mengembangkan diri dalam organisasi remaja (pemuda) masjid dan setiap masjid harus mengupayakan terbentuknya organisasi pemuda masjid. pengurus masjid tidak hanya memberikan tempat dan pendanaan untuk berkembangnya organisasi pemuda masjid. Masjid Al-Azhar Jakarta. dan kepentingan masjid kepada pemuda. sekaligus menjadi motivasi pemuda masjid untuk menghidupkan organisasinya. maka pengikutnya dapat berkreasi untuk menciptakan dan menerapkan berbagai strategi yang sesuai dengan mad’u.27 Sementara itu. Untuk membentuk dan mengembangkan organisasi pemuda masjid.28 Sebagai perbandingan. dan sarana dan prasarana pendukung. Keduanya harus berjalan secara sinergis dan saling berkelindan. dan sebagainya. kemampuan dan keahlian da’i atau pelaksana dakwah. Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta. kedua strategi besar di atas jangan dipisahkan atau dipertentangkan. ta’mir hendaknya melakukan komunikasi yang intens dengan para pemuda yang mengelola masjid. strategi yang diterapkan kepada pemuda berbeda dengan strategi yang diterapkan kepada orang dewasa. Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. situasi. arahan. Pengurus masjid hendaknya memberikan bimbingan. dan pengamalan ajaran Islam yang bersumber dari dalam diri pemuda itu sendiri. bagaimana salat berjama’ah mereka. atau sebaliknya. Selanjutnya. masjid-masjid yang jama’ahnya banyak dan aktif. kondisi dan situasi dakwah dan mad’u. Dalam mengaplikasikan strategi internal-personal.

Peranan Pemuda Menuju Indonesia Merdeka Indonesia Adil dan Makmur(Bandung: Angkasa. dan menghargai ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak. 15 Anonim. 1984). Proyek besar dalam mempersiapkan generasi muda yang diharapkan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah atau generasi muda saja. hal. No. 2005). 17 Muhammad Zen. Kedua. Manajemen Masjid (Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa. 8 Rikard Bagun. 11 Moh. Pedoman Manajemen Masjid (Jakarta: Fokkus Babinrohis Pusat. 14 Taufik al-Wa’i.29 apabila dimanfaatkan secara maksimal dalam membina generasi muda. Masjid (Bandung: Pustaka Salman. Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan (Jakarta: Pustaka Antara. E. Ilmu Jiwa Agama. hal.Quraish Shihab. hal. 373-379. 19 Keterangan lengkap haditsnya adalah: 1 2 Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. Rekonstruksi. Kata ini mestinya adalah masjad ikut wazan standar kata maf’al. “Merumuskan Peran Masjid Kampus dalam Membangun Masa Depan Bangsa”. 7 Dikutip dari Pandu Dewanata & Chavchay Saifullah. Amien. Roqib. “Pada masyarakat yang telah maju. Moh. 2009). Semoga Allah berkenan menyertai usaha kita bersama. No. hal. xiii.datastatistik-indonesia. diperlukan adanya ulur tangan dari semua pihak. 2008). Anonim. 4 Zakiah Daradjat mengatakan. yang kepandaian dan ketrampilan yang diperlukan untuk dapat hidup tidak bergantung kepada orang lain. Ensiklopedi Islam. “Tuntutan Perubahan Perilaku”. 6 Aziz Syamsudin. 5. Lihat M. Moh. 7. Masjid Pusat Pembinaan Umat (Jakarta: Pustaka Antara. 5 (Jakarta: Lentera Hati.hal. Vol X. hal. remaja memiliki peran penting karena: pertama. Menggugat Fungsi Edukasi Masjid (Yogyakarta: Grafindo Litera Media & STAIN Purwokerto Press. 650. hal. remaja dididik secara ilmiah yang tujuannya untuk mencari kebenaran. Jilid 4. 260.com 3 Pandu Dewanata & Chavchay Saifullah.270-286 ISSN: 1978-1261 . 1984). 1995). Sidi Gazalba.d. 13. 71. ENDNOTE Ramlan. 1996). Zakiah Daradjat. T. Dipojono. kedua telapak tangan. 1966). hal. (Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve.XVIII. hal. 717. Tafsir Vol. Selain itu. Miftah Faridl. Jum’at 26 Juni 2009. 23 Karakter Pemuda Pilihan(Jakarta: RMBOOKS. Vol. Muhammad Hatta. Da’wah ila Allah(Mesir: Dar al-Yakin. KODI. 2.Quraish Shihab. sikap saling percaya. 10 Ahmad Warson Munawwir. Manajemen Masjid (Jakarta: Gema Insani Press. 2 Desember 2007. bekerja keras. “Evaluasi Manajemen Masjid Berbasis Balanced Scorecard”. Al-Munawwir Krapyak. “Data Statistik Indonesia”. remaja masih murni jiwanya dan ingin melihat pelaksanaan secara jujur apa-apa yang telah diperjuangkan rakyat.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI PENUTUP Upayauntuk membina generasi muda merupakan sebuah keharusan dan kebutuhan yang mendesak. problem remaja yang dideritanya jauh lebih banyak karena perjuangan untuk mencapai kedudukan dalam masyarakat itu lama dan banyak macamnya”. 73-76. 2002). Sedangkan menurut Muhammad Hatta. hal.188. dalam Makalah dalam kongres Nasional Masjid Kampus yang diadakan di Salman ITB Bandung tahun 2004. 23 Karakter. Rekonstruksi Pemuda(Jakarta: Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. “Evaluasi”. 12 M. dan tunduk dengan penuh hormat. Vol. Bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada tantangan untuk membawa pemudanya pada generasi yang mandiri. Untuk itulah diperlukan adanya dorongan dan kebijakan yang bersifat mikro agar masjid-masjid dapat lebih mengintensifkan pembinaan pada generasi muda. from http://www. dan jari-jari kaki adalah bentuk lahiriah yang paling nyata dari makna-makna tersebut. 1971). dapat aktif dalam masyarakat dan dapat diberi tanggung jawab sebagai seorang dewasa yang matang sangat banyak. 12. patuh. Dengan adanya jumlah masjid yang mencapai 700. Da’wah. hal. Akan tetapi.). Ayub dkk. kata masjid dari isim fa’il (yang semula berarti orang yang bersujud) tersebut menjadi lebih populer daripada kata masjad. hal. 2004).3 No. Meletakkan dahi. dalam Kompas. hal. (Jakarta: Bulan Bintang. Kamus Al-Munawwir (Yogyakarta: PP. 13 Taufik al-Wa’i.T). Problematika Remaja Dewasa ini dan Solusinya(Jakarta: Mimbar Agama dan Budaya. 9 Hermawan K. 1962). hal. Tafsir Al-Mishbah. 2005). 380-386. Sofyan Syafri Harahap. dalamRetrievedMei 2008. 16 Beberapa tulisan yang mencoba memaksimalkan peran dan fungsi masjid di antaranya: Sidi Gazalba. (n. 18 Muhammad Zen. hal. 3. BPS. Menggugat Fungsi Edukasi Masjid(Yogyakarta: Grafindo Litera Media & STAIN Purwokerto Press. dalam Dakwah Jurnal Kajian Dakwah dan Komunikasi. maka harapan tersebut bisa tercapai. 5 Aziz Syamsudin. hal. 294.000. tidak terkecuali ta’mir masjid. 258. 1996). 717. 1994). 2001).2 Juli-Desember 2009 pp. 1996). maka remaja perlu menempuh masa yang panjang dalam pendidikan dan masa remajanya menjadi lebih panjang. kata masjid terambil dari akar kata sujud yang berarti taat. Adapun menurut Quraish Shihab. Roqib. Pengelolaan Masjid Dalam Pengembangan Dakwah Islam (Jakarta KODI DKI Jakarta.

dalam Ulil Amri Syafri dkk (Ed.XVIII.. 49. taktik atau manuver yang dipergunakan dalam kegiatan dakwah. ada sinergi dan komunikasi yang intens antara remaja. Munawwir. hal. 22 Moh. cenderung labil dan memiliki semangat yang meluap ingin menonjolkan jati dirinya. Anonim. 32. Rekonstruksi Pemuda. Taufik. Jakarta: Fokkus Babinrohis Pusat. Islamic Da’wa in the West. Jakarta: RMBOOKS. 1966. 4 Maret 2005).datastatistik-indonesia. Jakarta: STID Mohammad Natsir Press. Sutarmadji. 1992. Yogyakarta: Grafindo Litera Media & STAIN Purwokerto Press. . Peranan Pemuda Menuju Indonesia Merdeka Indonesia Adil dan makmur. 1971. Ayub. Fungsi-fungsi tersebut antara lain fungsi keagamaan. Mereka memberikan kontribusi secara langsung maupun tidak langsung bagi keberlangsungan dakwah di masjid dan atau di masyarakat. aktualisasi. informasi. dan alumni (masyarakat). Jakarta: KODI DKI Jakarta. dalam Ulil Amri Syafri dkk (Ed. 2007). Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve. 69. 2001. pendidikan dan pembinaan. Ramlan. Jakarta: Gema Insani Press. Surabaya: al-Ikhlas. Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. 2009. Manajemen Masjid. 2009. Zakiah. 27 Zakiah Daradjat. Poston. Lihat Asmuni Syukir.”Merumuskan Peran Masjid Kampus Dalam Membangun Masa Depan Bangsa”.Quraish. dalam Kompas. from http://www. Ensiklopedi Islam. “Tuntutan Perubahan Perilaku”. 29 Menurut catatan dari Departemen Agama yang dikutip oleh Ahmad Sutarmadji kurang lebih ada 700. hal. Islamic Da’wa in the West (New York: Oxford University Press. dan azas efektif dan efisiensi.). 1984. Ayub dkk. 26 Dua strategi ini dikutip dari pendapat yang dikemukakan oleh Larry Poston dalam Islamic Da’wah. Syamsuddin. Jakarta: Kementerian Negara Pemuda dan Olah raga. Lihat Asmuni Syukir. Dipojono. Larry. 23 Larry Poston. menurut Asmuni Syukir. kegiatan-kegiatan yang ada hendaknya diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang up to date dan menjawab permasalahan pemuda. hal. Masjid Pusat Pembinaan Umat. BPS. TT.Jakarta: Lentera Hati. E. azas kemampuan dan keahlian da’i. Ilmu. 116.Yogyakarta: PP. artinya sebagai metode. Tafsir Al-Mishbah. dan sosialisasi (Republika. “Meningkatkan Fungsi dan Manajemen Masjid”. Manajemen. 1996. Republika. Anonim.). 32. hal. Ketiga. Da’wah Mencermati Peluang dan Problematikanya. Syukir. Da’wah ila Allah. Moh. Kelima. 1983. pengelolaan organisasi dilakukan dengan menggunakan manajemen modern dan profesional. Ahmad Sutarmadji. Harahap. Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan. Pedoman Manajemen Masjid. 28 Ada beberapa kiat untuk membangun organisasi pemuda masjid yang baik di antaranya: pertama. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. 2005. 1962. 2004. Edisi 4 Maret 2005. E dkk. New York: Oxford University Press. 25 Pertimbangan dasar ini menurut Asmuni Syukir disebut dengan azas yang terdiri dari azas filosofis. 23 Karakter Pemuda Pilihan. 2004. Hatta. 21 Masjid mempunyai banyak fungsi bagi remaja. Dasar-Dasar.2 Juli-Desember 2009 pp. 1994. 1995. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa. Shihab. hal. dalam Mimbar Agama dan Budaya. 1996.000 masjid dan mushalla di Indonesia. Keempat. Rikard.). Moh. 2. Al-Munawwir Krapyak. menjaga image dan identitas diri remaja masjid. hal. Jakarta: Pustaka Antara. Da’wah Mencermati Peluang dan Problematikanya (Jakarta: STID Mohammad Natsir Press. Sofyan Syafri. Kamus Al-Munawwir. Bandung: Angkasa. Remaja masjid mampu memberikan sentuhan yag berbeda sesuai dengan karakteristik yang tengah dalam proses pencarian jati diri.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI 20 Pengurus masjid.com Daradjat. ternyata membutuhkan peran remaja masjid dalam setiap langkah dan gerak aktivitasnya. Jakarta: Bulan Bintang. dalam Makalah dalam kongres Nasional Masjid Kampus yang diadakan di Salman ITB Bandung tahun 2004. adakan kegiatan-kegiatan yang dapat menyalurkan minat dan bakat pemuda.d. Roqib. Jakarta: Pustaka Antara. Data Statistik Indonesia. 1992). disadari atau tidak. 2001. Pengelolaan Masjid dalam Pengembangan Dakwah Islam. 2008. Bagun. “Problematika Remaja Dewasa ini dan Solusinya”. Muhammad. 1983). orang tua. Aziz. Vol. 24 Strategi dakwah itu sendiri. Asmuni. Sidi. M. azas sosiologis. ta’mir masjid. 2007. (n. 1996. Dewanata. Gazalba. Vol. Jum’at 26 Juni 2009. azas psikologis. DAFTAR PUSTAKA Al-Wa’i. 5. 120. hal. Ahmad. Ahmad Warson. Ilmu Jiwa Agama. Jilid 4. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam(Surabaya: al-Ikhlas.Retrieved Mei 2008. Manajemen Masjid.270-286 ISSN: 1978-1261 . siasat. Mesir: Dar al-Yakin. Pandu & Chavchay Saifullah. Hermawan K. KODI. 142. Kedua. “Meningkatkan Fungsi dan Manajemen Masjid”. No. Menggugat Fungsi Edukasi Masjid.3 No. 2002.

2 Juli-Desember 2009 pp. 2 Desember 2007.JURNAL DAKWAH DAN KOMUNIKASI Zen. “Evaluasi Manajemen Masjid Berbasis Balanced Scorecard”.270-286 ISSN: 1978-1261 . 2007.3 No. Jurusan Dakwah STAIN Purwokerto KOMUNIKA Vol. Jurnal Kajian Dakwah dan Komunikasi. dalam Dakwah. No. Vol X. Muhammad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful