DAKWAH PADA MASYARAKAT MARGINAL

I.

PENDAHULUAN Kenyataan yang menandai perkembangan kota-kota besar di negara sedang berkembang adalah mereka cenderung berkembang secara luar biasa, namu ironosnya pertumbuhan kota yang ekspansif itu ternyata tidak diaimbangi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi guna memberikan kesempatan kerja bagi penduduk yang bertambah cepat di kota itu (over urbanization). Seperti dikatakan T. McGee (1971), kota yang tumbuh menjadi mentropolis dan makin gigantis ternyata di saat yang sama harus berhadapan dengan masalah keterbatasan biaya pembangunan dan kemampuan kota menyediakan lapangan pekerjaan bagi kaum migran yang berbondong-bondong memesuki berbagai kota besar. Di indonesia, pengalaman telah menunjukan bahwa pelaksanaan pembangunan yang hanya mengutamakan kota besar menimbulkan implikasi sosial kontraproduktif. Pertama, upaya pembangunan yang mengutamakan daerah kota hanya akan meningkatkan daya tarik bagi penduduk dari daerah perdesaan untuk berpindah, baik secara tetap mauppun musiman. Kedua, pengembangan di kota kenyataannya membutuhkan dana yang sangat besar, namu hasilnya hanya dinikmati oleh sebagian kecil penduduk saja. Ketiga, pembanguna di kota yang tidak disertai dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang cukup telah meningkatkan jumlah pengangguran yang umumnya karna pendidikan rendah menyebabkan mereka tidak bisa terserap di sektor perekonomian kota. Pembangunan kota besar hanya menekankan pada aspek pertumbuhan ekonomi secara fisik ternyata dalam banyak hal justru melahirkan orangorang miskin baru, masyarakat pinggiran di perkotaan atau yang lazim disebut dengan istilah masyarakat marginal.1

II.

PERMASALAHAN A. Pengertian Dakwah

1

Moh. Ali Aziz, Dakwah pemberdayaan masyarkat: Paradigma Aksi metodologi, Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara, 2005, hal.165-168

1

meminta hampir sama dengan berdoa hanya saja objeknya lebih umum bukan hanya tuhan. anak angkat adalah orang yang dipanggil sebagai anak kita walaupun bukan dari keturunan kita.B. mengadu adalah memanggil untuk menyampaikan keluh kesah. berdoa adalah memanggil Tuhan agar mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita. Pengertian Masyarakat Marginal C.3 Secara terminologis definisi dakwah dari literature yang ditulis oleh pakarpakar dakwah antara lain adalah:  Aboebakar Atjeh. Dakwah adalah perintah mengadakan seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik. Semarang: RaSAIL. mengundang. 2005. 1998. pendidikan. hal. Kata memanggil pun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia meliputi beberapa makna yang diberikan Al-Quran yaitu mengajak. menyeru. Kata kerjanya da’a yang berarti memanggil. dakwah). Solusi Islam Atas Problematika Umat:(ekonomi. mengundang atau mengajak.2 Dari makna yang berbeda tersebut sebenarnya semuanya tidak terlepas dari unsur aktifitas memanggil. Dakwah Pada Masyarakat Marginal III. 175 2 . Pimay. gelar adalah panggilan atau sebutan bagi seseorang. menyebut dan menamakan. malaikat Israfil adalah yang memanggil manusia untuk berkumpul di padang Masyhar dengan tiupan Sangkakala. Paradigma Dakwah Humanis. meminta. mengundang adalah memanggil seseorang untuk menghadiri acara. dkk. 2 3 Awaludin. mendakwa/menuduh adalah memanggil orang dengan anggapan tidak baik. Mengajak adalah memanggil seseorang untuk mengikuti kita. Pengertian Dakwah Secara estimologi kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. Maka bila digeneralkan makna dakwah adalah memanggil. Jakarta: Gema Insani Press. hal.13 Adi Santoso. PEMBAHASAN A.

dakwah. Dakwah adalah suatu aktifitas yang mendorong manusia memeluk agama Islam melalui cara yang bijaksana.05. 18. Dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.html. melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat.4 B.  M. Abul Fath al-Bayanuni. Setelah kita ketahui makna dakwah secara etimologis dan terminologis maka kita akan dapatkan semua makna dakwah tersebut membawa misi persuasive bukan represif. karena sifatnya hanyalah panggilan dan seruan bukan paksaan. Maka penyebaran Islam dengan pedang atau pun terror tidaklah bisa dikatakan sesusai dengan misi dakwah. Pengertian Masyarakat Marginal Siapakah yang termasuk masyarakat marginal di perkotaan? Secara faktual. Dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan agama Islam kepada seluruh manusia dan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Dari defenisi para ahli di atas maka bisa kita simpulkan bahwa dakwah adalah kegiatan atau usaha memanggil orang muslim mau pun non-muslim. seperti yang ditulis Abdul Karim Zaidan. Akan tetepi.  A. agar mereka mendapatkan kesejahteraan kini (dunia) dan kebahagiaan nanti (akhirat). dengan cara bijaksana. Singkatnya. kepada Islam sebagai jalan yang benar. Syekh Muhammad Al-Khadir Husain. dengan materi ajaran Islam. lebih dari sekedar fenomena ekonomi-dalam arti rendahnya penghasilan atau tidak dimilikinya mata pencarian yang cukup mapan untuk tempat bergantung hidup-esensi dari masyarakat marginal adalah menyangkut kemungkinan atau probabilitas orang atau keluarga miskin untuk melangsungkan dan mengembangkan usaha serta taraf kehidupan.2012. 18. yang dimaksud masyarakat marginal sebetulnya hampir sama dengan masyarakat miskin. yaitu Islam. Hal ini bersesuaian dengan firman Allah (ayat la ikraha fiddin) bahwa tidak ada paksaan dalam agama.45 3 . adalah mengajak kepada agama Allah.com/2010/03/pengertian-dakwah.blogspot. Masykur Amin. 4 http://msibki3.

Pada masyarakat relatif tidak dapat berbuat banyak atas eksploitasi dan proses marginalaisasi yang dialami yang dialami karna mereka tidak memeiliki alternatif pilihan untuk menentukan nasib ke arah yang lebih baik. antara majikan dan buruh. Sedangkan yang kaya akan tetap menikmati kekayaannya. Buruh tidak mempunyai kemampuan untuk menetapkan upah. Mereka yang miskin akan tetep hidup dengan kemiskinanya. pedagang kecil tidak bisa mendapatkan harga yang layak atas barang yang mereka jual. Struktur sossial yang berlaku telah melahirkan berbagai corak rintangan yang menghalangi mereka untuk maju. golongan masyarakat yang mengalami proses marginalisasi umumnya adalah kaum migran. Meneurut Moehtar mas’ud. Menurut Robert Chamber (1987). Ciri utama yang menandai masyarakat marginal basanya ialah titik terjadinya apa yang disebut sebagai mobilitas sosial vertikal. Menurut pendekatan struktural. secara rinci deprivation trap terdiri dari 5 unsur:  Kemiskinan itu senduri 4 . Pengeritian masyarakat marginal sebetulnya sama dengan apa yang disebut deprivation trap atau perengkap kemiskinan. Di kota besar. ketergantungan inilah yang selama ini berperan besar dalam menurunkan kemampuan masyarakat melakukan tawarmenawar dalam dunia hubungan sosial yang sudah timpang antara pemilik tanah dan penggara. penghuni pemukiman kumuh dan pedagang asongan yang umumnya tidak terpelajar dan terlatih atau apa yang kata asing disebut unskilled labour. Ciri lain dari kehidupan masyarakat marginal adalah timbulnya ketergantungan yang kuat dari pihak orang tidak mampu terhadap kelas sosialekonomi di atasnya. seperti pedagang kaki lima.Banyak bukti yang menunjukkan bahwa yang disebut masyarakat marginal pada umumnya selalu lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya pada kegiatan ekonomi sehingga sering kali makin tertinggal jauh dari masyarakat lain yang memiliki potensi lebih tinggi. faktor penyebabnya terletak pada kungkungan struktural sosial yang menyebabkan mereka kekeurangan hasrat untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

proses dakwah sangat diharapkan untuk mengangkat citra. dengan berbagai problem kehidupan yang mereka hadapi. Kelima usur ini sering saling mengingat sehingga merupakan perangkap kemiskinan yang benar-benar mematikan peluang hidup orang miskin.167-168. ekonomi. yang sering terlupakan. Sementara itu di sisi lain. sosial. mereka terdiri dari kalangan intelektul. pemerintahan. Sebagaimana strategi dan pendekatan komprehensif yang pernah dikembangkan oleh Rasulullah SAW manakala mendesain dan menggerakkan program serta agenda Dakwah yang bermuatan pengembangan atau pemberdayaan umat serta bewawasan pembebasan. 5 . agama dan juga lingkungan. ada perempu’an. disamping masyarakat marginal. dakwah) hal. martabat. Senyatanya. jelas. pejabat. budaya. ada orang tua. dan memperbaiki derajat kehidupan serta kesejahteraan. dan akhir-akhirnya menimbulkan proses marginalisasi. 5 C. remaja. melainkan juga merupakan sebuah proses transformasi sosial. fisik. pengusaha sampai rakyat jelata.    Kelemahan fisik Keterasingan atau kadar isolasi Kerentanan Ketidak berdayaan. Selaku masyarakat marginal yang terpinggirkan. pendidikan. karakteristik dan lain sebagainya. ada masyarakat kota (urban) dan ada masyarakat desa (rural). Ada laki-laki. bahwa ternyata Dakwah selama ini tidak/belum/kurang menyentuh kelompok-kelompok ‘masyarakat terpinggirkan (marginal) sebagai salah satu subjek dan juga obyek dakwah. dan ada anak-anak. Kelompok masyarakat yang menjadi obyek dakwah dengan sejumlah ciri khas. masyarakat sasaran Dakwah sangatlah heterogen. membutuhkan dai~ 5 atau pelaku Solusi Islam Atas Problematika Umat:(ekonomi. Dalam berbagai bidang. Dakwah Pada Masyarakat Marginal atau keluarga Dakwah tidak hanya semata-mata proses mengenalkan manusia kepada Tuhannya. dengan sejumlah tawaran dan alternatif solusi-solusi bagi umat dalam mengatasi masalah kehidupan yang mereka hadapi.

pranata sosial keagamaan serta menumbuhkan pengembangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dengan kegiatan pokok seperti penyusunan kebijakan. Tadbir Tadbir adalah Dakwah melalui dakwah dan manajemen dakwah masyarakat yang dilakukan dalam rangka perekayasaan sosial dan pemberdayaan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. a. simultan. teknik. Karena itu pemberian ruang gerak yang lebih luas dan penekanan terhadap metode Dakwah bil-amal atau bil-hal menjadi sangat penting dan signifikan disamping metode Dakwah yang lain. Jika ditelaah lebih mendalam. Menurut Asep Muhyidin dan Agus Ahmad Safei ada empat model metode pengembangan Dakwah yang bisa diterapkan dan harus dilaksanakan secara sinergis. martabat. 6 . tathwir. Bertujuan untuk menjadikan masyarakat sebagai masyarakat yang terberdaya dalam kehidupan. masih bersifat mentransfer teknologi. strategi maupun pendekatan Dakwah yang diterapkan untuk masyarakat juga berbeda dan memiliki ciri khusus dari yang lain. yakni tadbir. budaya maupun politik. Dakwah bil-hal yaitu metode Dakwah yang lebih menekankan pada amal usaha atau karya nyata yang bisa dinikmati dan bisa mengangkat harkat. perencanaan program. ekonomi. terkoordinasi dan berkesinambungan. irsyad dan tabligh/ta’lim. Metode. Model strategi Dakwah bil-amal ini dilakukan melalui proses dan hasil karya nyata bagi masyrakat. memindahkan produk budaya suatu masyarakat ke masyarakat yang lain. Keempatnya menghendaki keterlibatan da’i secara langsung dalam pengentasan kemiskinan dan solusi dari beragam persoalan kehidupan yang mereka hadapi. sosial. kesejahteraan hidup kelompok masyarakat. akan didapati bahwa sebagian besar usaha pengembangan atau pembangunan masyarakat (community development) atau pemberdayaan masyarakat (social empowerment) di daerah perdesaan atau di negara-negara yang sedang berkembang. agama. baik secara fisik. peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).pembangunan kultur yang relatif berbeda dengan kelompok masyarakat obyek Dakwah lainnya. Karena itu pendekatan dan strategi pengembangan Dakwah bil-amal atau bil-hal terhadap pengembangan masyarakat marginal cukup relevan.

Kelima. Keempat. Kedua. melalui pemberdayaan (empowerment) fungsi institusi-institusi sosial dalam menangani problematika kehidupan masyarakat. pemeliharaan lingkungan. melalui upaya kondisioning dalam pemahaman. melalui program jaring pengaman sosial (sosial safety net) yang lebih menyentuh persoalan kebutuhan primer dan berorientasi pada kesetiakawanan serta keperdulian sosial. Irsyad Irsyad merupakan upaya-upaya Dakwah yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan konseling islam. program anak asuh. dakwah rumah singgah yang aman dan nyaman untuk anak-anak jalanan dan sebagainya. Ketiga. Dengan kata lain tathwir berkaitan dengan kegiatan Dakwah melalui pendekatan washilah sosial budaya atau Dakwah kultural. yakni pengembangan masyarakat. seni budaya. b. panti anak yatim dan terlantar. membentuk atau melalui upaya kerjasama dengan panti-panti rehabilitasi sosial. pelaksanaan dan monitoring serta pengevaluasian dalam dakwah masyarakat dari aspek perekonomian dan kesejahteraannya. penggalangan ukhuwah islamiyah. Dakwah model ini dilakukan dalam rangka pemecahan masalah sosial (problem solving) psikologis melalui kegiatan pokok 7 . c.pembagian tugas dan pengorganisasian. Dengan kata lain tadbir berkaitan dengan Dakwah melalui dakwah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman. kesehatan dan lain-lain. sikap dan persepsi tentang keberagaman dan dakwah manusia seutuhnya. seperti panti jompo. Pertama tathwir dilakukan dalam rangka peningkatan sosial budaya masyarakat melalui upaya pentransformasian dan pelembagaan nilai-nilai ajaran islam dalam realitas kehidupan masyarakat luas seperti kegiatan humaniora. Tathwir Tathwir dilakukan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi keumatan.

rakus dan lahap jalaluddin rahmat. pengembangan dakwah. Mengapa hal ini harus dilakukan? Sebab Dakwah mestinya bisa memberi jawaban dan solusi jitu atas ragam persoalan yang melanda kehidupan masyarakat. maupun pemberdayaan umat. bahwa konsep dan strategi Dakwah yang di arahkan pada problem solving atau pembebasan terhadap 8 . melainkan juga merupakan sebuah proses transfomasi sosial. kesehatan jiwa dan mental. Akan tetapi Dakwah juga harus bisa digandengkan dengan berbagai persoalan lain yang lebih aktual. informasi dan komunikasi. baik-buruk. Sebab sebagaimana yang dijelaskan Munir Mulkhan. Itulah sebabnya. Dengan demikian jelaslah bahwa Dakwah yang diarahkan kepada problem solving menjadi deteminant untuk digali dan dilaksanakan. Terlebih bagi manusia yang hidup di zama modern sekarang ini. iri hati/ dengki. Dakwah mestinya hadir dalam berbagai lingkup dan dimensi. yang berisikan sejumlah tawaran dan alternatif solusi bagi umat dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan yang merekahadapi. dalam hal ini agama (melalui pendekatan Dakwah) harus ditransformasikan secara akurat agar bisa menjawab berbagai problem dan tantangan budaya kontemporer dimaksud. fokus dan sentra tema Dakwah tidak lagi hanya sekadar dialog tentang halal-haram. penguasaan ilmu dan teknologi. Sebab pada intinya Dakwah tidak semata-mata proses mengenalkan manusia kepada Tuhannya. Jika Paulo Friere pernah mengemukakan gagasan brilian tentang pendidikan yang membebaskan bagi manusia” maka semestinya Dakwah pun harus berorientasi pada “Dakwah” yang membebaskan manusia dari ragam persoalan kehidupan. Ketujuh persoalan ini pada prinsipnya lebih bersifat kultural psikologis. keluarga dan masyarakat luas baik secara preventif maupun kuratif. kesombongan diri. dan sebagainya. ketenteraman dan kedamaian. misalnya upaya dalam meningkatkan kesejahteraan (perekonomian) hidup umat.bimbingan dan konseling pribadi. menurut analisis sosiolog problem hidup manusia sekarang tidak keluar dari apa yang dinamakan oleh sosiolog Lyman sebagai angkara murka. wajib-sunnah dan seterusnya. baik sebagai upaya pencerahan.

guna menatap masa depan Dakwah yang lebih cerah. sosialisasi. politik. baik dengan menggunakan sarana mimbar maupun media massa (cetak dan audio visual). dan dinamis. harus menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian seluruh lembaga formal Dakwah Islam dan organisasi sosial keagamaan secara terencana dan sistematis. d. internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai ajaran Islam. seperti keluarga (usrah). atau peningkatan kualitas sumber daya umat. Tumbuhnya kepercayaan dan kemandirian umat serta masyarakat. termasuk dalam menuntaskan berbagai persoalan dan problematika kehidupan obyektif dihadapi. Tabligh/ta’lim Model Tabligh atau ta’lim dilakukan sebagai upaya penerangan dan penyebaran pesan Islam dan dalam rangka pencerdasan serta pencerahan masyarakat melalui kegiatan pokok. Itulah sebabnya pengembangan kemampuan kualitas sumber daya umat dalam lingkup kecil. 9 . sehingga akan lahir dan berkembang sikap optimis. suatu komunitas masyarakat muslim terkecil sekalipun dapat dikembangkan menjadi komunitas sosial yang mempunyai kemampuan internal yang berkembang secara mandiri dalam menyelesaikan persoalannya. yakni a. ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai landasan peningkatan kualitas hidup. b.berbagai pedasalahan kehidupan umat di lapangan. atau kelompok (jamaah) pengajian. Ringkasnya. Tumbuhnya kepercayaan terhadap kegiatan Dakwah guna mencapai tujuan kehidupan yang lebih baik dan ideal. menurut Munir Mulkhan Dakwah pemecahan masalah merupakan upaya yang demokratis bagi pengembangan dan peningkatan ‘ kualitas hidup sebagai bagian ‘ dari pemberdayaan manusia dan masyarakat. Berkembangnya suatu kondisi sosio-ekonomi. c. budaya. Dengan demikian. melalui Dakwah pemecahan masalah dan pengembangan masyarakat seperti itu. pada gilirannya nanti akan melahirkan imege dan tiga kondisi positif dalam diri umat.

Dan secara istilah dakwah adalah kegiatan atau usaha memanggil orang muslim mau pun non-muslim. yakni masyarakat yang memiliki kemandirian dan keswadayaan. Yaitu suatu pendekatan yang sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah mampu melaksanakan apa yang didakwahkan atas kemauanya sendiri. Kata kerjanya da’a yang berarti memanggil. 6 http://bangimsarlubis. seperti yang ditulis Abdul Karim Zaidan. bermutu. objek Dakwah pada masyarakat dan lain sebagainya. dan elegan. Karena itu menjadi satu keharusan bagi setiap subyek Dakwah untuk memahami metodologi Dakwah secara detail. kepada Islam sebagai jalan yang benar. konflik.wordpress. yaitu Islam. akhirnya masyarakat akan mampu berkembang menjadi salah satu unsur kekuatan dakwah. metodologis dan sirnultan. Singkatnya. adalah mengajak kepada agama Allah.05.6 Dan Dakwah pada masyarakat marginal menggunakan metode Bi alHikmah. bertujuan agar bisa melaksanakan agenda Dakwah dengan baik. dakwah.2012.com/2012/03/14/pembangunan-dakwah-untuk-masyarakat/ 18. 10 . KESIMPULAN Pengertian Dakwah Secara estimologi kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. lebih profesional. maupun rasa tertekan. tidak merasa ada paksaan. maka konsekuensi logisnya adalah pengakuan dan penghargaan pada hak-hak yang bersifat demokratis.Melalui upaya Dakwah yang sistematis. dijaga dan dikembangkan melalu sistem ke-Dakwah-an yang harmonis dan terpadu. melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat. Hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi yang dilaksanakan atas dasar persuasive. Tanpa pemahaman yang baik terhadap metodologi dan strategi Dakwah dan karakte’ristik dari objek yang dihadapi. Apalagi jika keberadaan dan survivalitas mereka dibina. dengan cara bijaksana. rasanya susah untuk berharap jika aktivitas Dakwah yang dilaksanakan oleh juru Dakwah mampu membentuk dan membawa masyarakat kepada kondisi pemberdayaan dan pencerahan yang diharapkan. Karna dakwah bertumpu pada human oriented. mengundang atau mengajak. 20. Ke-Dakwah-an.35. IV.

Pemakalah memohon maaf yang sebesar-besarnya dan atas kritik dan sarannya pemakalah mengucapkan terima kasih. 2005 Pimay Awaludin.blogspot. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan pemakalah. yakni tadbir. Ciri utama yang menandai masyarakat marginal basanya ialah titik terjadinya apa yang disebut sebagai mobilitas sosial vertikal. terkoordinasi dan berkesinambungan. Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara. 20. http://bangimsarlubis.05. http://msibki3. irsyad dan tabligh/ta’lim. 18. Sebagai manusia biasa pemakalah yakin mempunyai banyak kekeliruan.com/2012/03/14/pembangunan-dakwah-untukmasyarakat/ 18. dkk.Esensi dari masyarakat marginal adalah menyangkut kemungkinan atau probabilitas orang atau keluarga miskin untuk melangsungkan dan mengembangkan usaha serta taraf kehidupan. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita.05. simultan.2012. Karena itu pendekatan dan strategi pengembangan Dakwah bil-amal atau bilhal terhadap pengembangan masyarakat marginal cukup relevan. V.html. Paradigma Dakwah Humanis. Keempatnya menghendaki keterlibatan da’i secara langsung dalam pengentasan kemiskinan dan solusi dari beragam persoalan kehidupan yang mereka hadapi. 18.35. Menurut Asep Muhyidin dan Agus Ahmad Safei ada empat model metode pengembangan Dakwah yang bisa diterapkan dan harus dilaksanakan secara sinergis. PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat pemakalah buat. 2005.com/2010/03/pengertian-dakwah. Jakarta: Gema Insani Press. Semarang: RaSAIL. Dakwah pemberdayaan masyarkat: Paradigma Aksi metodologi. Amin. 1998.wordpress.45 11 . Solusi Islam Atas Problematika Umat:(ekonomi. dakwah). Aziz.2012. pendidikan. tathwir. Santoso Adi. DAFTAR PUSTAKA Ali Moh.

12 .

SI Disusun Oleh: Ari Saepullah Asep Afriansyah (091111007) (091111009) FAKULTAS DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2012 13 .S.DAKWAH PADA MASYARAKAT MARGINAL Makalah Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah: Sosiologi Dakwah Dosen Pengampu: Ibu Suprihatiningsih. M..Ag.