P. 1
Dakwah Pada Masyarakat Marginal

Dakwah Pada Masyarakat Marginal

|Views: 1,547|Likes:
Published by Asep Afriansyah

More info:

Published by: Asep Afriansyah on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

DAKWAH PADA MASYARAKAT MARGINAL

I.

PENDAHULUAN Kenyataan yang menandai perkembangan kota-kota besar di negara sedang berkembang adalah mereka cenderung berkembang secara luar biasa, namu ironosnya pertumbuhan kota yang ekspansif itu ternyata tidak diaimbangi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi guna memberikan kesempatan kerja bagi penduduk yang bertambah cepat di kota itu (over urbanization). Seperti dikatakan T. McGee (1971), kota yang tumbuh menjadi mentropolis dan makin gigantis ternyata di saat yang sama harus berhadapan dengan masalah keterbatasan biaya pembangunan dan kemampuan kota menyediakan lapangan pekerjaan bagi kaum migran yang berbondong-bondong memesuki berbagai kota besar. Di indonesia, pengalaman telah menunjukan bahwa pelaksanaan pembangunan yang hanya mengutamakan kota besar menimbulkan implikasi sosial kontraproduktif. Pertama, upaya pembangunan yang mengutamakan daerah kota hanya akan meningkatkan daya tarik bagi penduduk dari daerah perdesaan untuk berpindah, baik secara tetap mauppun musiman. Kedua, pengembangan di kota kenyataannya membutuhkan dana yang sangat besar, namu hasilnya hanya dinikmati oleh sebagian kecil penduduk saja. Ketiga, pembanguna di kota yang tidak disertai dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang cukup telah meningkatkan jumlah pengangguran yang umumnya karna pendidikan rendah menyebabkan mereka tidak bisa terserap di sektor perekonomian kota. Pembangunan kota besar hanya menekankan pada aspek pertumbuhan ekonomi secara fisik ternyata dalam banyak hal justru melahirkan orangorang miskin baru, masyarakat pinggiran di perkotaan atau yang lazim disebut dengan istilah masyarakat marginal.1

II.

PERMASALAHAN A. Pengertian Dakwah

1

Moh. Ali Aziz, Dakwah pemberdayaan masyarkat: Paradigma Aksi metodologi, Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara, 2005, hal.165-168

1

malaikat Israfil adalah yang memanggil manusia untuk berkumpul di padang Masyhar dengan tiupan Sangkakala. anak angkat adalah orang yang dipanggil sebagai anak kita walaupun bukan dari keturunan kita. Maka bila digeneralkan makna dakwah adalah memanggil.B. Paradigma Dakwah Humanis. meminta. Pimay. pendidikan. 2 3 Awaludin. mengundang adalah memanggil seseorang untuk menghadiri acara. Kata kerjanya da’a yang berarti memanggil. Semarang: RaSAIL. Mengajak adalah memanggil seseorang untuk mengikuti kita. mendakwa/menuduh adalah memanggil orang dengan anggapan tidak baik. 1998. Solusi Islam Atas Problematika Umat:(ekonomi.2 Dari makna yang berbeda tersebut sebenarnya semuanya tidak terlepas dari unsur aktifitas memanggil. berdoa adalah memanggil Tuhan agar mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita. gelar adalah panggilan atau sebutan bagi seseorang. mengadu adalah memanggil untuk menyampaikan keluh kesah. meminta hampir sama dengan berdoa hanya saja objeknya lebih umum bukan hanya tuhan. PEMBAHASAN A. 2005.3 Secara terminologis definisi dakwah dari literature yang ditulis oleh pakarpakar dakwah antara lain adalah:  Aboebakar Atjeh. menyeru. hal. Jakarta: Gema Insani Press. mengundang atau mengajak. 175 2 . Kata memanggil pun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia meliputi beberapa makna yang diberikan Al-Quran yaitu mengajak. Dakwah adalah perintah mengadakan seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik. mengundang. dakwah). Dakwah Pada Masyarakat Marginal III. menyebut dan menamakan. Pengertian Masyarakat Marginal C. hal. dkk. Pengertian Dakwah Secara estimologi kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”.13 Adi Santoso.

Maka penyebaran Islam dengan pedang atau pun terror tidaklah bisa dikatakan sesusai dengan misi dakwah. seperti yang ditulis Abdul Karim Zaidan.2012. Abul Fath al-Bayanuni. Dari defenisi para ahli di atas maka bisa kita simpulkan bahwa dakwah adalah kegiatan atau usaha memanggil orang muslim mau pun non-muslim. Masykur Amin. yang dimaksud masyarakat marginal sebetulnya hampir sama dengan masyarakat miskin. Setelah kita ketahui makna dakwah secara etimologis dan terminologis maka kita akan dapatkan semua makna dakwah tersebut membawa misi persuasive bukan represif. Singkatnya.  M. Syekh Muhammad Al-Khadir Husain. yaitu Islam.45 3 . adalah mengajak kepada agama Allah.05.blogspot. karena sifatnya hanyalah panggilan dan seruan bukan paksaan. Hal ini bersesuaian dengan firman Allah (ayat la ikraha fiddin) bahwa tidak ada paksaan dalam agama.com/2010/03/pengertian-dakwah. Dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan agama Islam kepada seluruh manusia dan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Dakwah adalah suatu aktifitas yang mendorong manusia memeluk agama Islam melalui cara yang bijaksana.4 B. lebih dari sekedar fenomena ekonomi-dalam arti rendahnya penghasilan atau tidak dimilikinya mata pencarian yang cukup mapan untuk tempat bergantung hidup-esensi dari masyarakat marginal adalah menyangkut kemungkinan atau probabilitas orang atau keluarga miskin untuk melangsungkan dan mengembangkan usaha serta taraf kehidupan. kepada Islam sebagai jalan yang benar. 18. Dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Akan tetepi. dengan materi ajaran Islam.html. Pengertian Masyarakat Marginal Siapakah yang termasuk masyarakat marginal di perkotaan? Secara faktual. agar mereka mendapatkan kesejahteraan kini (dunia) dan kebahagiaan nanti (akhirat). 18. dakwah. 4 http://msibki3.  A. melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat. dengan cara bijaksana.

pedagang kecil tidak bisa mendapatkan harga yang layak atas barang yang mereka jual. Di kota besar. Struktur sossial yang berlaku telah melahirkan berbagai corak rintangan yang menghalangi mereka untuk maju. Meneurut Moehtar mas’ud. Pada masyarakat relatif tidak dapat berbuat banyak atas eksploitasi dan proses marginalaisasi yang dialami yang dialami karna mereka tidak memeiliki alternatif pilihan untuk menentukan nasib ke arah yang lebih baik. Pengeritian masyarakat marginal sebetulnya sama dengan apa yang disebut deprivation trap atau perengkap kemiskinan. penghuni pemukiman kumuh dan pedagang asongan yang umumnya tidak terpelajar dan terlatih atau apa yang kata asing disebut unskilled labour. Ciri lain dari kehidupan masyarakat marginal adalah timbulnya ketergantungan yang kuat dari pihak orang tidak mampu terhadap kelas sosialekonomi di atasnya. Menurut pendekatan struktural. Sedangkan yang kaya akan tetap menikmati kekayaannya. ketergantungan inilah yang selama ini berperan besar dalam menurunkan kemampuan masyarakat melakukan tawarmenawar dalam dunia hubungan sosial yang sudah timpang antara pemilik tanah dan penggara. golongan masyarakat yang mengalami proses marginalisasi umumnya adalah kaum migran. Menurut Robert Chamber (1987). seperti pedagang kaki lima. secara rinci deprivation trap terdiri dari 5 unsur:  Kemiskinan itu senduri 4 . faktor penyebabnya terletak pada kungkungan struktural sosial yang menyebabkan mereka kekeurangan hasrat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. antara majikan dan buruh. Buruh tidak mempunyai kemampuan untuk menetapkan upah. Mereka yang miskin akan tetep hidup dengan kemiskinanya.Banyak bukti yang menunjukkan bahwa yang disebut masyarakat marginal pada umumnya selalu lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya pada kegiatan ekonomi sehingga sering kali makin tertinggal jauh dari masyarakat lain yang memiliki potensi lebih tinggi. Ciri utama yang menandai masyarakat marginal basanya ialah titik terjadinya apa yang disebut sebagai mobilitas sosial vertikal.

ada orang tua. Selaku masyarakat marginal yang terpinggirkan. remaja. melainkan juga merupakan sebuah proses transformasi sosial. ekonomi. pemerintahan. masyarakat sasaran Dakwah sangatlah heterogen. proses dakwah sangat diharapkan untuk mengangkat citra. Kelompok masyarakat yang menjadi obyek dakwah dengan sejumlah ciri khas.167-168. dakwah) hal. mereka terdiri dari kalangan intelektul. dan akhir-akhirnya menimbulkan proses marginalisasi. 5 C. Dakwah Pada Masyarakat Marginal atau keluarga Dakwah tidak hanya semata-mata proses mengenalkan manusia kepada Tuhannya. karakteristik dan lain sebagainya. Sebagaimana strategi dan pendekatan komprehensif yang pernah dikembangkan oleh Rasulullah SAW manakala mendesain dan menggerakkan program serta agenda Dakwah yang bermuatan pengembangan atau pemberdayaan umat serta bewawasan pembebasan. budaya. dan memperbaiki derajat kehidupan serta kesejahteraan. pejabat. disamping masyarakat marginal. ada perempu’an. 5 . fisik. jelas. bahwa ternyata Dakwah selama ini tidak/belum/kurang menyentuh kelompok-kelompok ‘masyarakat terpinggirkan (marginal) sebagai salah satu subjek dan juga obyek dakwah. Dalam berbagai bidang. dengan berbagai problem kehidupan yang mereka hadapi. pengusaha sampai rakyat jelata. Ada laki-laki. Kelima usur ini sering saling mengingat sehingga merupakan perangkap kemiskinan yang benar-benar mematikan peluang hidup orang miskin. pendidikan. sosial. yang sering terlupakan. ada masyarakat kota (urban) dan ada masyarakat desa (rural). dengan sejumlah tawaran dan alternatif solusi-solusi bagi umat dalam mengatasi masalah kehidupan yang mereka hadapi. Sementara itu di sisi lain. dan ada anak-anak. agama dan juga lingkungan. martabat. membutuhkan dai~ 5 atau pelaku Solusi Islam Atas Problematika Umat:(ekonomi. Senyatanya.    Kelemahan fisik Keterasingan atau kadar isolasi Kerentanan Ketidak berdayaan.

teknik. Karena itu pemberian ruang gerak yang lebih luas dan penekanan terhadap metode Dakwah bil-amal atau bil-hal menjadi sangat penting dan signifikan disamping metode Dakwah yang lain. agama. Bertujuan untuk menjadikan masyarakat sebagai masyarakat yang terberdaya dalam kehidupan. Tadbir Tadbir adalah Dakwah melalui dakwah dan manajemen dakwah masyarakat yang dilakukan dalam rangka perekayasaan sosial dan pemberdayaan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. tathwir. peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dakwah bil-hal yaitu metode Dakwah yang lebih menekankan pada amal usaha atau karya nyata yang bisa dinikmati dan bisa mengangkat harkat. Model strategi Dakwah bil-amal ini dilakukan melalui proses dan hasil karya nyata bagi masyrakat. memindahkan produk budaya suatu masyarakat ke masyarakat yang lain. Metode. yakni tadbir. strategi maupun pendekatan Dakwah yang diterapkan untuk masyarakat juga berbeda dan memiliki ciri khusus dari yang lain. terkoordinasi dan berkesinambungan. a. Menurut Asep Muhyidin dan Agus Ahmad Safei ada empat model metode pengembangan Dakwah yang bisa diterapkan dan harus dilaksanakan secara sinergis. 6 . kesejahteraan hidup kelompok masyarakat. baik secara fisik.pembangunan kultur yang relatif berbeda dengan kelompok masyarakat obyek Dakwah lainnya. irsyad dan tabligh/ta’lim. pranata sosial keagamaan serta menumbuhkan pengembangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dengan kegiatan pokok seperti penyusunan kebijakan. simultan. perencanaan program. budaya maupun politik. Karena itu pendekatan dan strategi pengembangan Dakwah bil-amal atau bil-hal terhadap pengembangan masyarakat marginal cukup relevan. ekonomi. Jika ditelaah lebih mendalam. masih bersifat mentransfer teknologi. akan didapati bahwa sebagian besar usaha pengembangan atau pembangunan masyarakat (community development) atau pemberdayaan masyarakat (social empowerment) di daerah perdesaan atau di negara-negara yang sedang berkembang. Keempatnya menghendaki keterlibatan da’i secara langsung dalam pengentasan kemiskinan dan solusi dari beragam persoalan kehidupan yang mereka hadapi. martabat. sosial.

Kedua. seni budaya. pemeliharaan lingkungan. Pertama tathwir dilakukan dalam rangka peningkatan sosial budaya masyarakat melalui upaya pentransformasian dan pelembagaan nilai-nilai ajaran islam dalam realitas kehidupan masyarakat luas seperti kegiatan humaniora. melalui upaya kondisioning dalam pemahaman. Keempat. penggalangan ukhuwah islamiyah. Irsyad Irsyad merupakan upaya-upaya Dakwah yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan konseling islam. Dakwah model ini dilakukan dalam rangka pemecahan masalah sosial (problem solving) psikologis melalui kegiatan pokok 7 . Ketiga. kesehatan dan lain-lain. panti anak yatim dan terlantar. c. pelaksanaan dan monitoring serta pengevaluasian dalam dakwah masyarakat dari aspek perekonomian dan kesejahteraannya. Dengan kata lain tadbir berkaitan dengan Dakwah melalui dakwah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman. sikap dan persepsi tentang keberagaman dan dakwah manusia seutuhnya. melalui program jaring pengaman sosial (sosial safety net) yang lebih menyentuh persoalan kebutuhan primer dan berorientasi pada kesetiakawanan serta keperdulian sosial. Tathwir Tathwir dilakukan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi keumatan. yakni pengembangan masyarakat.pembagian tugas dan pengorganisasian. Dengan kata lain tathwir berkaitan dengan kegiatan Dakwah melalui pendekatan washilah sosial budaya atau Dakwah kultural. b. melalui pemberdayaan (empowerment) fungsi institusi-institusi sosial dalam menangani problematika kehidupan masyarakat. dakwah rumah singgah yang aman dan nyaman untuk anak-anak jalanan dan sebagainya. Kelima. membentuk atau melalui upaya kerjasama dengan panti-panti rehabilitasi sosial. program anak asuh. seperti panti jompo.

Sebab sebagaimana yang dijelaskan Munir Mulkhan. Sebab pada intinya Dakwah tidak semata-mata proses mengenalkan manusia kepada Tuhannya. pengembangan dakwah. menurut analisis sosiolog problem hidup manusia sekarang tidak keluar dari apa yang dinamakan oleh sosiolog Lyman sebagai angkara murka. ketenteraman dan kedamaian. iri hati/ dengki. Dakwah mestinya hadir dalam berbagai lingkup dan dimensi. baik-buruk. Terlebih bagi manusia yang hidup di zama modern sekarang ini. kesehatan jiwa dan mental. dan sebagainya. baik sebagai upaya pencerahan. misalnya upaya dalam meningkatkan kesejahteraan (perekonomian) hidup umat. yang berisikan sejumlah tawaran dan alternatif solusi bagi umat dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan yang merekahadapi. Akan tetapi Dakwah juga harus bisa digandengkan dengan berbagai persoalan lain yang lebih aktual. melainkan juga merupakan sebuah proses transfomasi sosial. Jika Paulo Friere pernah mengemukakan gagasan brilian tentang pendidikan yang membebaskan bagi manusia” maka semestinya Dakwah pun harus berorientasi pada “Dakwah” yang membebaskan manusia dari ragam persoalan kehidupan. fokus dan sentra tema Dakwah tidak lagi hanya sekadar dialog tentang halal-haram. dalam hal ini agama (melalui pendekatan Dakwah) harus ditransformasikan secara akurat agar bisa menjawab berbagai problem dan tantangan budaya kontemporer dimaksud. informasi dan komunikasi. Dengan demikian jelaslah bahwa Dakwah yang diarahkan kepada problem solving menjadi deteminant untuk digali dan dilaksanakan. penguasaan ilmu dan teknologi. kesombongan diri.bimbingan dan konseling pribadi. keluarga dan masyarakat luas baik secara preventif maupun kuratif. rakus dan lahap jalaluddin rahmat. wajib-sunnah dan seterusnya. Itulah sebabnya. Ketujuh persoalan ini pada prinsipnya lebih bersifat kultural psikologis. Mengapa hal ini harus dilakukan? Sebab Dakwah mestinya bisa memberi jawaban dan solusi jitu atas ragam persoalan yang melanda kehidupan masyarakat. maupun pemberdayaan umat. bahwa konsep dan strategi Dakwah yang di arahkan pada problem solving atau pembebasan terhadap 8 .

atau peningkatan kualitas sumber daya umat.berbagai pedasalahan kehidupan umat di lapangan. Ringkasnya. Tumbuhnya kepercayaan terhadap kegiatan Dakwah guna mencapai tujuan kehidupan yang lebih baik dan ideal. harus menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian seluruh lembaga formal Dakwah Islam dan organisasi sosial keagamaan secara terencana dan sistematis. Berkembangnya suatu kondisi sosio-ekonomi. guna menatap masa depan Dakwah yang lebih cerah. Dengan demikian. budaya. yakni a. Tumbuhnya kepercayaan dan kemandirian umat serta masyarakat. seperti keluarga (usrah). baik dengan menggunakan sarana mimbar maupun media massa (cetak dan audio visual). politik. sosialisasi. Tabligh/ta’lim Model Tabligh atau ta’lim dilakukan sebagai upaya penerangan dan penyebaran pesan Islam dan dalam rangka pencerdasan serta pencerahan masyarakat melalui kegiatan pokok. b. ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai landasan peningkatan kualitas hidup. 9 . suatu komunitas masyarakat muslim terkecil sekalipun dapat dikembangkan menjadi komunitas sosial yang mempunyai kemampuan internal yang berkembang secara mandiri dalam menyelesaikan persoalannya. internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai ajaran Islam. d. termasuk dalam menuntaskan berbagai persoalan dan problematika kehidupan obyektif dihadapi. c. dan dinamis. menurut Munir Mulkhan Dakwah pemecahan masalah merupakan upaya yang demokratis bagi pengembangan dan peningkatan ‘ kualitas hidup sebagai bagian ‘ dari pemberdayaan manusia dan masyarakat. melalui Dakwah pemecahan masalah dan pengembangan masyarakat seperti itu. Itulah sebabnya pengembangan kemampuan kualitas sumber daya umat dalam lingkup kecil. pada gilirannya nanti akan melahirkan imege dan tiga kondisi positif dalam diri umat. sehingga akan lahir dan berkembang sikap optimis. atau kelompok (jamaah) pengajian.

akhirnya masyarakat akan mampu berkembang menjadi salah satu unsur kekuatan dakwah. bertujuan agar bisa melaksanakan agenda Dakwah dengan baik. dijaga dan dikembangkan melalu sistem ke-Dakwah-an yang harmonis dan terpadu. Yaitu suatu pendekatan yang sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah mampu melaksanakan apa yang didakwahkan atas kemauanya sendiri. konflik. Karena itu menjadi satu keharusan bagi setiap subyek Dakwah untuk memahami metodologi Dakwah secara detail. seperti yang ditulis Abdul Karim Zaidan. 6 http://bangimsarlubis. maupun rasa tertekan. Tanpa pemahaman yang baik terhadap metodologi dan strategi Dakwah dan karakte’ristik dari objek yang dihadapi. maka konsekuensi logisnya adalah pengakuan dan penghargaan pada hak-hak yang bersifat demokratis.35. KESIMPULAN Pengertian Dakwah Secara estimologi kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. tidak merasa ada paksaan. objek Dakwah pada masyarakat dan lain sebagainya. Apalagi jika keberadaan dan survivalitas mereka dibina.wordpress. Ke-Dakwah-an. adalah mengajak kepada agama Allah. melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat. dengan cara bijaksana. Singkatnya. bermutu. dan elegan. lebih profesional. 10 . yaitu Islam. mengundang atau mengajak.com/2012/03/14/pembangunan-dakwah-untuk-masyarakat/ 18. rasanya susah untuk berharap jika aktivitas Dakwah yang dilaksanakan oleh juru Dakwah mampu membentuk dan membawa masyarakat kepada kondisi pemberdayaan dan pencerahan yang diharapkan. Hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi yang dilaksanakan atas dasar persuasive. Dan secara istilah dakwah adalah kegiatan atau usaha memanggil orang muslim mau pun non-muslim.6 Dan Dakwah pada masyarakat marginal menggunakan metode Bi alHikmah. 20. metodologis dan sirnultan. Kata kerjanya da’a yang berarti memanggil. yakni masyarakat yang memiliki kemandirian dan keswadayaan. kepada Islam sebagai jalan yang benar. IV.2012.05. dakwah.Melalui upaya Dakwah yang sistematis. Karna dakwah bertumpu pada human oriented.

dkk.html. Aziz. 2005. dakwah). yakni tadbir.blogspot. 2005 Pimay Awaludin. http://bangimsarlubis. Menurut Asep Muhyidin dan Agus Ahmad Safei ada empat model metode pengembangan Dakwah yang bisa diterapkan dan harus dilaksanakan secara sinergis.05. Karena itu pendekatan dan strategi pengembangan Dakwah bil-amal atau bilhal terhadap pengembangan masyarakat marginal cukup relevan. irsyad dan tabligh/ta’lim. Solusi Islam Atas Problematika Umat:(ekonomi. simultan.Esensi dari masyarakat marginal adalah menyangkut kemungkinan atau probabilitas orang atau keluarga miskin untuk melangsungkan dan mengembangkan usaha serta taraf kehidupan. Dakwah pemberdayaan masyarkat: Paradigma Aksi metodologi. 1998. Pemakalah memohon maaf yang sebesar-besarnya dan atas kritik dan sarannya pemakalah mengucapkan terima kasih.2012.wordpress. 18. Sebagai manusia biasa pemakalah yakin mempunyai banyak kekeliruan. Jakarta: Gema Insani Press.2012. terkoordinasi dan berkesinambungan. pendidikan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan pemakalah. Ciri utama yang menandai masyarakat marginal basanya ialah titik terjadinya apa yang disebut sebagai mobilitas sosial vertikal. DAFTAR PUSTAKA Ali Moh.05. Paradigma Dakwah Humanis. Semarang: RaSAIL. 20. Amin.com/2012/03/14/pembangunan-dakwah-untukmasyarakat/ 18.35. tathwir. PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat pemakalah buat. Santoso Adi. http://msibki3. 18.com/2010/03/pengertian-dakwah. Keempatnya menghendaki keterlibatan da’i secara langsung dalam pengentasan kemiskinan dan solusi dari beragam persoalan kehidupan yang mereka hadapi. Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita. V.45 11 .

12 .

Ag..S. M.SI Disusun Oleh: Ari Saepullah Asep Afriansyah (091111007) (091111009) FAKULTAS DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2012 13 .DAKWAH PADA MASYARAKAT MARGINAL Makalah Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah: Sosiologi Dakwah Dosen Pengampu: Ibu Suprihatiningsih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->