DAKWAH PADA MASYARAKAT MARGINAL

I.

PENDAHULUAN Kenyataan yang menandai perkembangan kota-kota besar di negara sedang berkembang adalah mereka cenderung berkembang secara luar biasa, namu ironosnya pertumbuhan kota yang ekspansif itu ternyata tidak diaimbangi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi guna memberikan kesempatan kerja bagi penduduk yang bertambah cepat di kota itu (over urbanization). Seperti dikatakan T. McGee (1971), kota yang tumbuh menjadi mentropolis dan makin gigantis ternyata di saat yang sama harus berhadapan dengan masalah keterbatasan biaya pembangunan dan kemampuan kota menyediakan lapangan pekerjaan bagi kaum migran yang berbondong-bondong memesuki berbagai kota besar. Di indonesia, pengalaman telah menunjukan bahwa pelaksanaan pembangunan yang hanya mengutamakan kota besar menimbulkan implikasi sosial kontraproduktif. Pertama, upaya pembangunan yang mengutamakan daerah kota hanya akan meningkatkan daya tarik bagi penduduk dari daerah perdesaan untuk berpindah, baik secara tetap mauppun musiman. Kedua, pengembangan di kota kenyataannya membutuhkan dana yang sangat besar, namu hasilnya hanya dinikmati oleh sebagian kecil penduduk saja. Ketiga, pembanguna di kota yang tidak disertai dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang cukup telah meningkatkan jumlah pengangguran yang umumnya karna pendidikan rendah menyebabkan mereka tidak bisa terserap di sektor perekonomian kota. Pembangunan kota besar hanya menekankan pada aspek pertumbuhan ekonomi secara fisik ternyata dalam banyak hal justru melahirkan orangorang miskin baru, masyarakat pinggiran di perkotaan atau yang lazim disebut dengan istilah masyarakat marginal.1

II.

PERMASALAHAN A. Pengertian Dakwah

1

Moh. Ali Aziz, Dakwah pemberdayaan masyarkat: Paradigma Aksi metodologi, Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara, 2005, hal.165-168

1

mengundang. 175 2 . Kata kerjanya da’a yang berarti memanggil. malaikat Israfil adalah yang memanggil manusia untuk berkumpul di padang Masyhar dengan tiupan Sangkakala. PEMBAHASAN A. Dakwah adalah perintah mengadakan seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik. Kata memanggil pun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia meliputi beberapa makna yang diberikan Al-Quran yaitu mengajak. Pengertian Masyarakat Marginal C. mengundang atau mengajak. hal. Dakwah Pada Masyarakat Marginal III. gelar adalah panggilan atau sebutan bagi seseorang. berdoa adalah memanggil Tuhan agar mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita. anak angkat adalah orang yang dipanggil sebagai anak kita walaupun bukan dari keturunan kita. 1998. Pengertian Dakwah Secara estimologi kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. hal. dkk. menyebut dan menamakan. Mengajak adalah memanggil seseorang untuk mengikuti kita. dakwah). mengundang adalah memanggil seseorang untuk menghadiri acara.2 Dari makna yang berbeda tersebut sebenarnya semuanya tidak terlepas dari unsur aktifitas memanggil. mendakwa/menuduh adalah memanggil orang dengan anggapan tidak baik.B. menyeru. Paradigma Dakwah Humanis. pendidikan. Maka bila digeneralkan makna dakwah adalah memanggil. meminta hampir sama dengan berdoa hanya saja objeknya lebih umum bukan hanya tuhan. 2 3 Awaludin. Semarang: RaSAIL. meminta. Solusi Islam Atas Problematika Umat:(ekonomi. 2005. Jakarta: Gema Insani Press.3 Secara terminologis definisi dakwah dari literature yang ditulis oleh pakarpakar dakwah antara lain adalah:  Aboebakar Atjeh.13 Adi Santoso. Pimay. mengadu adalah memanggil untuk menyampaikan keluh kesah.

Dakwah adalah menyampaikan dan mengajarkan agama Islam kepada seluruh manusia dan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata.html. 18.blogspot.  M. kepada Islam sebagai jalan yang benar. Maka penyebaran Islam dengan pedang atau pun terror tidaklah bisa dikatakan sesusai dengan misi dakwah. agar mereka mendapatkan kesejahteraan kini (dunia) dan kebahagiaan nanti (akhirat). adalah mengajak kepada agama Allah. 18. dengan cara bijaksana. Hal ini bersesuaian dengan firman Allah (ayat la ikraha fiddin) bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Dakwah adalah suatu aktifitas yang mendorong manusia memeluk agama Islam melalui cara yang bijaksana.05. Pengertian Masyarakat Marginal Siapakah yang termasuk masyarakat marginal di perkotaan? Secara faktual.4 B. yaitu Islam.  A. melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat. Singkatnya.com/2010/03/pengertian-dakwah.2012. dengan materi ajaran Islam.45 3 . Abul Fath al-Bayanuni. dakwah. Akan tetepi. karena sifatnya hanyalah panggilan dan seruan bukan paksaan. yang dimaksud masyarakat marginal sebetulnya hampir sama dengan masyarakat miskin. Masykur Amin. seperti yang ditulis Abdul Karim Zaidan. Syekh Muhammad Al-Khadir Husain. Setelah kita ketahui makna dakwah secara etimologis dan terminologis maka kita akan dapatkan semua makna dakwah tersebut membawa misi persuasive bukan represif. Dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. lebih dari sekedar fenomena ekonomi-dalam arti rendahnya penghasilan atau tidak dimilikinya mata pencarian yang cukup mapan untuk tempat bergantung hidup-esensi dari masyarakat marginal adalah menyangkut kemungkinan atau probabilitas orang atau keluarga miskin untuk melangsungkan dan mengembangkan usaha serta taraf kehidupan. Dari defenisi para ahli di atas maka bisa kita simpulkan bahwa dakwah adalah kegiatan atau usaha memanggil orang muslim mau pun non-muslim. 4 http://msibki3.

Ciri lain dari kehidupan masyarakat marginal adalah timbulnya ketergantungan yang kuat dari pihak orang tidak mampu terhadap kelas sosialekonomi di atasnya. faktor penyebabnya terletak pada kungkungan struktural sosial yang menyebabkan mereka kekeurangan hasrat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. pedagang kecil tidak bisa mendapatkan harga yang layak atas barang yang mereka jual. Buruh tidak mempunyai kemampuan untuk menetapkan upah. penghuni pemukiman kumuh dan pedagang asongan yang umumnya tidak terpelajar dan terlatih atau apa yang kata asing disebut unskilled labour. Menurut pendekatan struktural. seperti pedagang kaki lima. antara majikan dan buruh.Banyak bukti yang menunjukkan bahwa yang disebut masyarakat marginal pada umumnya selalu lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya pada kegiatan ekonomi sehingga sering kali makin tertinggal jauh dari masyarakat lain yang memiliki potensi lebih tinggi. Di kota besar. Pada masyarakat relatif tidak dapat berbuat banyak atas eksploitasi dan proses marginalaisasi yang dialami yang dialami karna mereka tidak memeiliki alternatif pilihan untuk menentukan nasib ke arah yang lebih baik. Mereka yang miskin akan tetep hidup dengan kemiskinanya. ketergantungan inilah yang selama ini berperan besar dalam menurunkan kemampuan masyarakat melakukan tawarmenawar dalam dunia hubungan sosial yang sudah timpang antara pemilik tanah dan penggara. golongan masyarakat yang mengalami proses marginalisasi umumnya adalah kaum migran. Ciri utama yang menandai masyarakat marginal basanya ialah titik terjadinya apa yang disebut sebagai mobilitas sosial vertikal. Sedangkan yang kaya akan tetap menikmati kekayaannya. Struktur sossial yang berlaku telah melahirkan berbagai corak rintangan yang menghalangi mereka untuk maju. Pengeritian masyarakat marginal sebetulnya sama dengan apa yang disebut deprivation trap atau perengkap kemiskinan. Meneurut Moehtar mas’ud. Menurut Robert Chamber (1987). secara rinci deprivation trap terdiri dari 5 unsur:  Kemiskinan itu senduri 4 .

sosial. karakteristik dan lain sebagainya. jelas. mereka terdiri dari kalangan intelektul. Kelompok masyarakat yang menjadi obyek dakwah dengan sejumlah ciri khas. dakwah) hal.    Kelemahan fisik Keterasingan atau kadar isolasi Kerentanan Ketidak berdayaan. 5 . Dakwah Pada Masyarakat Marginal atau keluarga Dakwah tidak hanya semata-mata proses mengenalkan manusia kepada Tuhannya. ada masyarakat kota (urban) dan ada masyarakat desa (rural). Dalam berbagai bidang. fisik. pejabat. pengusaha sampai rakyat jelata. dan akhir-akhirnya menimbulkan proses marginalisasi. ada orang tua. Senyatanya. 5 C. agama dan juga lingkungan. yang sering terlupakan. Selaku masyarakat marginal yang terpinggirkan. proses dakwah sangat diharapkan untuk mengangkat citra. ada perempu’an. Sebagaimana strategi dan pendekatan komprehensif yang pernah dikembangkan oleh Rasulullah SAW manakala mendesain dan menggerakkan program serta agenda Dakwah yang bermuatan pengembangan atau pemberdayaan umat serta bewawasan pembebasan. dan ada anak-anak. remaja. melainkan juga merupakan sebuah proses transformasi sosial. Ada laki-laki. Sementara itu di sisi lain. pendidikan. budaya. dengan berbagai problem kehidupan yang mereka hadapi.167-168. dengan sejumlah tawaran dan alternatif solusi-solusi bagi umat dalam mengatasi masalah kehidupan yang mereka hadapi. Kelima usur ini sering saling mengingat sehingga merupakan perangkap kemiskinan yang benar-benar mematikan peluang hidup orang miskin. pemerintahan. martabat. dan memperbaiki derajat kehidupan serta kesejahteraan. disamping masyarakat marginal. masyarakat sasaran Dakwah sangatlah heterogen. membutuhkan dai~ 5 atau pelaku Solusi Islam Atas Problematika Umat:(ekonomi. ekonomi. bahwa ternyata Dakwah selama ini tidak/belum/kurang menyentuh kelompok-kelompok ‘masyarakat terpinggirkan (marginal) sebagai salah satu subjek dan juga obyek dakwah.

Dakwah bil-hal yaitu metode Dakwah yang lebih menekankan pada amal usaha atau karya nyata yang bisa dinikmati dan bisa mengangkat harkat. baik secara fisik. akan didapati bahwa sebagian besar usaha pengembangan atau pembangunan masyarakat (community development) atau pemberdayaan masyarakat (social empowerment) di daerah perdesaan atau di negara-negara yang sedang berkembang. perencanaan program. Model strategi Dakwah bil-amal ini dilakukan melalui proses dan hasil karya nyata bagi masyrakat. Jika ditelaah lebih mendalam. martabat. terkoordinasi dan berkesinambungan. Karena itu pendekatan dan strategi pengembangan Dakwah bil-amal atau bil-hal terhadap pengembangan masyarakat marginal cukup relevan. Bertujuan untuk menjadikan masyarakat sebagai masyarakat yang terberdaya dalam kehidupan. simultan. teknik. irsyad dan tabligh/ta’lim. budaya maupun politik. tathwir. sosial. strategi maupun pendekatan Dakwah yang diterapkan untuk masyarakat juga berbeda dan memiliki ciri khusus dari yang lain. ekonomi. peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Asep Muhyidin dan Agus Ahmad Safei ada empat model metode pengembangan Dakwah yang bisa diterapkan dan harus dilaksanakan secara sinergis. memindahkan produk budaya suatu masyarakat ke masyarakat yang lain. Metode. yakni tadbir. 6 . pranata sosial keagamaan serta menumbuhkan pengembangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dengan kegiatan pokok seperti penyusunan kebijakan.pembangunan kultur yang relatif berbeda dengan kelompok masyarakat obyek Dakwah lainnya. Keempatnya menghendaki keterlibatan da’i secara langsung dalam pengentasan kemiskinan dan solusi dari beragam persoalan kehidupan yang mereka hadapi. a. Tadbir Tadbir adalah Dakwah melalui dakwah dan manajemen dakwah masyarakat yang dilakukan dalam rangka perekayasaan sosial dan pemberdayaan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu pemberian ruang gerak yang lebih luas dan penekanan terhadap metode Dakwah bil-amal atau bil-hal menjadi sangat penting dan signifikan disamping metode Dakwah yang lain. masih bersifat mentransfer teknologi. kesejahteraan hidup kelompok masyarakat. agama.

membentuk atau melalui upaya kerjasama dengan panti-panti rehabilitasi sosial. sikap dan persepsi tentang keberagaman dan dakwah manusia seutuhnya. Dengan kata lain tathwir berkaitan dengan kegiatan Dakwah melalui pendekatan washilah sosial budaya atau Dakwah kultural. Dakwah model ini dilakukan dalam rangka pemecahan masalah sosial (problem solving) psikologis melalui kegiatan pokok 7 . melalui pemberdayaan (empowerment) fungsi institusi-institusi sosial dalam menangani problematika kehidupan masyarakat. Irsyad Irsyad merupakan upaya-upaya Dakwah yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan konseling islam. kesehatan dan lain-lain. yakni pengembangan masyarakat. Kelima. c. Kedua. dakwah rumah singgah yang aman dan nyaman untuk anak-anak jalanan dan sebagainya. Pertama tathwir dilakukan dalam rangka peningkatan sosial budaya masyarakat melalui upaya pentransformasian dan pelembagaan nilai-nilai ajaran islam dalam realitas kehidupan masyarakat luas seperti kegiatan humaniora. Tathwir Tathwir dilakukan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi keumatan. Keempat. pemeliharaan lingkungan.pembagian tugas dan pengorganisasian. seni budaya. penggalangan ukhuwah islamiyah. Dengan kata lain tadbir berkaitan dengan Dakwah melalui dakwah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan zaman. melalui program jaring pengaman sosial (sosial safety net) yang lebih menyentuh persoalan kebutuhan primer dan berorientasi pada kesetiakawanan serta keperdulian sosial. seperti panti jompo. Ketiga. pelaksanaan dan monitoring serta pengevaluasian dalam dakwah masyarakat dari aspek perekonomian dan kesejahteraannya. melalui upaya kondisioning dalam pemahaman. program anak asuh. b. panti anak yatim dan terlantar.

Jika Paulo Friere pernah mengemukakan gagasan brilian tentang pendidikan yang membebaskan bagi manusia” maka semestinya Dakwah pun harus berorientasi pada “Dakwah” yang membebaskan manusia dari ragam persoalan kehidupan. fokus dan sentra tema Dakwah tidak lagi hanya sekadar dialog tentang halal-haram. misalnya upaya dalam meningkatkan kesejahteraan (perekonomian) hidup umat. wajib-sunnah dan seterusnya.bimbingan dan konseling pribadi. Mengapa hal ini harus dilakukan? Sebab Dakwah mestinya bisa memberi jawaban dan solusi jitu atas ragam persoalan yang melanda kehidupan masyarakat. Terlebih bagi manusia yang hidup di zama modern sekarang ini. informasi dan komunikasi. dan sebagainya. Dakwah mestinya hadir dalam berbagai lingkup dan dimensi. Sebab sebagaimana yang dijelaskan Munir Mulkhan. rakus dan lahap jalaluddin rahmat. melainkan juga merupakan sebuah proses transfomasi sosial. ketenteraman dan kedamaian. pengembangan dakwah. baik-buruk. yang berisikan sejumlah tawaran dan alternatif solusi bagi umat dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan yang merekahadapi. bahwa konsep dan strategi Dakwah yang di arahkan pada problem solving atau pembebasan terhadap 8 . Akan tetapi Dakwah juga harus bisa digandengkan dengan berbagai persoalan lain yang lebih aktual. dalam hal ini agama (melalui pendekatan Dakwah) harus ditransformasikan secara akurat agar bisa menjawab berbagai problem dan tantangan budaya kontemporer dimaksud. kesehatan jiwa dan mental. baik sebagai upaya pencerahan. iri hati/ dengki. Sebab pada intinya Dakwah tidak semata-mata proses mengenalkan manusia kepada Tuhannya. Itulah sebabnya. Dengan demikian jelaslah bahwa Dakwah yang diarahkan kepada problem solving menjadi deteminant untuk digali dan dilaksanakan. maupun pemberdayaan umat. penguasaan ilmu dan teknologi. kesombongan diri. Ketujuh persoalan ini pada prinsipnya lebih bersifat kultural psikologis. menurut analisis sosiolog problem hidup manusia sekarang tidak keluar dari apa yang dinamakan oleh sosiolog Lyman sebagai angkara murka. keluarga dan masyarakat luas baik secara preventif maupun kuratif.

sehingga akan lahir dan berkembang sikap optimis. suatu komunitas masyarakat muslim terkecil sekalipun dapat dikembangkan menjadi komunitas sosial yang mempunyai kemampuan internal yang berkembang secara mandiri dalam menyelesaikan persoalannya. atau peningkatan kualitas sumber daya umat. politik. ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai landasan peningkatan kualitas hidup. Tabligh/ta’lim Model Tabligh atau ta’lim dilakukan sebagai upaya penerangan dan penyebaran pesan Islam dan dalam rangka pencerdasan serta pencerahan masyarakat melalui kegiatan pokok. b. menurut Munir Mulkhan Dakwah pemecahan masalah merupakan upaya yang demokratis bagi pengembangan dan peningkatan ‘ kualitas hidup sebagai bagian ‘ dari pemberdayaan manusia dan masyarakat. d. yakni a. 9 . Tumbuhnya kepercayaan dan kemandirian umat serta masyarakat. guna menatap masa depan Dakwah yang lebih cerah. pada gilirannya nanti akan melahirkan imege dan tiga kondisi positif dalam diri umat. baik dengan menggunakan sarana mimbar maupun media massa (cetak dan audio visual). seperti keluarga (usrah). budaya. termasuk dalam menuntaskan berbagai persoalan dan problematika kehidupan obyektif dihadapi. Dengan demikian. Tumbuhnya kepercayaan terhadap kegiatan Dakwah guna mencapai tujuan kehidupan yang lebih baik dan ideal. sosialisasi. harus menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian seluruh lembaga formal Dakwah Islam dan organisasi sosial keagamaan secara terencana dan sistematis. melalui Dakwah pemecahan masalah dan pengembangan masyarakat seperti itu. atau kelompok (jamaah) pengajian. internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai ajaran Islam. Ringkasnya.berbagai pedasalahan kehidupan umat di lapangan. Berkembangnya suatu kondisi sosio-ekonomi. c. Itulah sebabnya pengembangan kemampuan kualitas sumber daya umat dalam lingkup kecil. dan dinamis.

bermutu. Apalagi jika keberadaan dan survivalitas mereka dibina. Karna dakwah bertumpu pada human oriented.Melalui upaya Dakwah yang sistematis.35.6 Dan Dakwah pada masyarakat marginal menggunakan metode Bi alHikmah. objek Dakwah pada masyarakat dan lain sebagainya. dakwah. 6 http://bangimsarlubis. dengan cara bijaksana.com/2012/03/14/pembangunan-dakwah-untuk-masyarakat/ 18.05. Hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi yang dilaksanakan atas dasar persuasive. Dan secara istilah dakwah adalah kegiatan atau usaha memanggil orang muslim mau pun non-muslim. mengundang atau mengajak.2012. Tanpa pemahaman yang baik terhadap metodologi dan strategi Dakwah dan karakte’ristik dari objek yang dihadapi. KESIMPULAN Pengertian Dakwah Secara estimologi kata dakwah adalah derivasi dari bahasa Arab “Da’wah”. rasanya susah untuk berharap jika aktivitas Dakwah yang dilaksanakan oleh juru Dakwah mampu membentuk dan membawa masyarakat kepada kondisi pemberdayaan dan pencerahan yang diharapkan. Ke-Dakwah-an. akhirnya masyarakat akan mampu berkembang menjadi salah satu unsur kekuatan dakwah. Kata kerjanya da’a yang berarti memanggil. bertujuan agar bisa melaksanakan agenda Dakwah dengan baik. Yaitu suatu pendekatan yang sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah mampu melaksanakan apa yang didakwahkan atas kemauanya sendiri. adalah mengajak kepada agama Allah. tidak merasa ada paksaan. 20. 10 . kepada Islam sebagai jalan yang benar. dan elegan. Karena itu menjadi satu keharusan bagi setiap subyek Dakwah untuk memahami metodologi Dakwah secara detail. yaitu Islam. maupun rasa tertekan.wordpress. IV. Singkatnya. konflik. lebih profesional. yakni masyarakat yang memiliki kemandirian dan keswadayaan. metodologis dan sirnultan. melalui penyampaian ajaran Islam untuk dipraktekkan dalam kehidupan nyata agar bisa hidup damai di dunia dan bahagia di akhirat. maka konsekuensi logisnya adalah pengakuan dan penghargaan pada hak-hak yang bersifat demokratis. dijaga dan dikembangkan melalu sistem ke-Dakwah-an yang harmonis dan terpadu. seperti yang ditulis Abdul Karim Zaidan.

terkoordinasi dan berkesinambungan.html. Semarang: RaSAIL. Keempatnya menghendaki keterlibatan da’i secara langsung dalam pengentasan kemiskinan dan solusi dari beragam persoalan kehidupan yang mereka hadapi. Pemakalah memohon maaf yang sebesar-besarnya dan atas kritik dan sarannya pemakalah mengucapkan terima kasih.Esensi dari masyarakat marginal adalah menyangkut kemungkinan atau probabilitas orang atau keluarga miskin untuk melangsungkan dan mengembangkan usaha serta taraf kehidupan. Solusi Islam Atas Problematika Umat:(ekonomi. 18. Ciri utama yang menandai masyarakat marginal basanya ialah titik terjadinya apa yang disebut sebagai mobilitas sosial vertikal. Sebagai manusia biasa pemakalah yakin mempunyai banyak kekeliruan. yakni tadbir.35. Amin. Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara.2012. 18. 20.05. simultan.2012. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita. 2005 Pimay Awaludin.wordpress. 1998. pendidikan. Menurut Asep Muhyidin dan Agus Ahmad Safei ada empat model metode pengembangan Dakwah yang bisa diterapkan dan harus dilaksanakan secara sinergis.blogspot.45 11 . http://bangimsarlubis. Dakwah pemberdayaan masyarkat: Paradigma Aksi metodologi. dkk. Karena itu pendekatan dan strategi pengembangan Dakwah bil-amal atau bilhal terhadap pengembangan masyarakat marginal cukup relevan. DAFTAR PUSTAKA Ali Moh. Aziz. PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat pemakalah buat. irsyad dan tabligh/ta’lim. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan pemakalah. Jakarta: Gema Insani Press. Paradigma Dakwah Humanis.05. 2005. dakwah).com/2012/03/14/pembangunan-dakwah-untukmasyarakat/ 18. tathwir. V.com/2010/03/pengertian-dakwah. Santoso Adi. http://msibki3.

12 .

DAKWAH PADA MASYARAKAT MARGINAL Makalah Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah: Sosiologi Dakwah Dosen Pengampu: Ibu Suprihatiningsih.Ag. M.SI Disusun Oleh: Ari Saepullah Asep Afriansyah (091111007) (091111009) FAKULTAS DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2012 13 ..S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful