Daftar negara ekonomi awal dan berkembang

Berikut ini negara-negara yang dianggap sebagai ekonomi awal dan berkembang menurut Laporan Ekonomi Dunia Dana Moneter Internasional, April 2010.[16]
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Afghanistan Albania Aljazair Angola Antigua dan Barbuda Argentina Armenia Azerbaijan Bahama Bahrain Bangladesh Barbados Belarus Belize Benin Bhutan Bolivia Botswana Brazil Bulgaria Burkina Faso Burma Burundi Kamerun Tanjung Verde Republik Afrika Tengah Chad Chili Cina Kolombia Komoro Republik Demokratik Kongo Republik Kongo Kosta Rika Côte d'Ivoire Kroasia Djibouti Dominika Republik Dominika Ekuador Mesir

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

El Salvador Guinea Khatulistiwa Eritrea Estonia Ethiopia Fiji Gabon Gambia Georgia Ghana Grenada Guatemala Guinea Guinea-Bissau Guyana Haiti Honduras Hongaria Indonesia India Iran Irak Jamaika Yordania Kazakhstan Kenya Kiribati Kuwait Kyrgyzstan Laos Latvia Lebanon Lesotho Liberia Libya Lituania Makedonia Madagaskar Malawi Malaysia Maladewa Mali Kepulauan Marshall[17] Mauritania Mauritius Meksiko

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Federasi Mikronesia[17] Moldova Mongolia Montenegro Maroko Mozambik Namibia Nauru Nepal Nikaragua Niger Nigeria Oman Pakistan Palau[17] Panama Papua Nugini Paraguay Peru Filipina Polandia Qatar Rumania Rusia Rwanda Saudi Arabia Samoa São Tomé dan Príncipe Senegal Serbia Seychelles Sierra Leone Kepulauan Solomon Afrika Selatan Somalia Sri Lanka Saint Kitts dan Nevis Saint Lucia Saint Vincent dan Grenadines Sudan Suriname Swaziland Suriah Tajikistan Tanzania Thailand .

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • Timor-Leste Togo Tonga Trinidad dan Tobago Tunisia Turki Turkmenistan Tuvalu Uganda Ukraina Uni Emirat Arab Uruguay Uzbekistan Vanuatu Venezuela Vietnam Yemen Zambia Zimbabwe Negara berkembang yang tidak terdaftar di IMF • • Kuba Korea Utara Daftar ekonomi berkembang yang sudah menjadi ekonomi maju (Empat Macan Asia dan negara Euro Baru) • • • • • • • • • • Hong Kong (sebelum 1997) Singapura (sebelum 1997) Korea Selatan (sebelum 1997) Taiwan (sebelum 1997) Siprus (sebelum 2001) Libya (sebelum 2004) Slovenia (sebelum 2007) Malta (sebelum 2008) Republik Ceko (sebelum 2009) Slowakia (sebelum 2009) .

Cina dan Asia Tenggara di sebelah Timur. 2002. Al-Ma’mun (813-833 M) seluruh bidang kehidupan rakyat meningkat pesat sehingga jaman tersebut dijuluki jaman kejayaan Islam. yang terkenal dengan Alexandaria. (Lapidus. Melalui kontak-kontak dengan Cina. Kejayaan dinasti Abassiyah pada abad 11 menunjukkan nilai-nilai syariah mampu membangun kehidupan masyarakat yang maju. ketidakmerataan yang tinggi. (WordBank. 2000) Apakah demikian implementasi nilai-nilai syariah dalam ekonomi menghasilkan tingkat pertumbuhhan ekonomi yang rendah. bahkan menurut laporan Bank Dunia 2000. sebagian besar negara muslim masuk dalam kriteria negara berkembang dan miskin. Dimana pada waktu itu negara yang berkuasa adalah dinasti Abbasiyah. Sedangkan Eropa baru mendirikan pabrik kertas 5 abad kemudian.125). utang luar negari yang besar dan lain sebagainya. dan pelabuhan Sisilia serta selat Gilbraltar yang menunju lalu lintas menunju Eropa. (Amstrong. Tetapi melihat kondisi riil negara muslim timbul . India. khusus wilayah Sub Sahara Afrika di sebelah Barat Daya. Salah satu negara muslim yang bisa representasikan negara yang mengunakan nilai-nilai syariah dalam kebijakan ekonomi adalah negara muslim pada abad 7-8 masehi. Pada saat ini belum dapat dinyatakan bahwa negara muslim merupakan represtasi negara yang meimplementasikan nilai-nilai Islam. Lombard. Tetapi sebagian besar rakyat di negara muslim belum mendapatkan kesejahteraan ekonomi sebagaimana yang diharapkan. TELAAH KEBERADAAN NILAI ISLAM DALAM SISTEM EKONOMI DI NEGARA MUSLIM Negara muslim indentik dengan negara yang mengunakan sistem ekonomi yang berdasarkan nilainilai syariah. Afrika Utara dan Spanyol. Pelabuhan-pelabuhan penting yang menjadi faktor keberhasilan di sektor perdagangan ini adalah pelabuhan di Teluk Persia dan laut Merah yang membuka jalan di lautan India. sejak itu penggunakan kertas menyebar melalui Syiria. Sistem ini memiliki tujuan memenuhi kesejahteraan ekonomi rakyat dan keselamatan hidupnya di akhirat. Didukung oleh sarana-sarana strategis perdagangan seperti adanya pelabuhan–pelabuhan yang menjadi terminal distribusi dan keluar masuk barang. Di Samarkad produksi ekspor kertas dimulai. 2000:103-106) Aktivitas perdagangan internasional antara Timur dan Barat terjadi secara besar-besaran. Pelabuhan Siria dan Mesir. 1974:347). yang dipimpin oleh Harun alRasyid (786-809 M) dan putranya. Saat ini muncul usaha dari berbagai negara muslim untuk bangkit kembali sebagaimana masa lalu. 2002: 88. 1975:7) Perdagangan tidak terbatas pada kekhalifahan saja melainkan juga mencakup banyak kawasan di luar kekuasan Islam. Sejumlah indikator selain ekonomipun menunjukkan negara muslim rata-rata lebih rendah dibanding negara non muslim. (Saefudin. Pembuatan kertas di temukan di Cina sekitar tahun 105 segera di bawa ke Samarkand oleh tawanan perang Cina pada tahun 751 (Hitti.PERKEMBANGAN EKONOMI DI NEGARA MUSLIM. kaum muslim tidak hanya memperoleh sutera dan porselen tetapi juga bubuk mesiu dan kertas Hubungan dengan Cina pada masa kejayaan Islam ini demikian meningkat dan Cina pada waktu sudah menjadi negara maju.

(Abu Ali. SISTEM EKONOMI ISLAM Sistem ekonomi adalah berbagai bagian yang tidak hanya saling berkaitan tapi juga saling mempengaruhi dengan tingkat konsistensi tertentu dan keeratan yang pasti. Keempat pertanyaan ini muncul akibat timbulnya pengertian “Islam”—sebagai way of life— sebagai sebuah sistem ekonomi yang mampu memberikan ketentraman dan kesejahterakan. Mengapa tingkat pembangunan negara-negara muslim yang notabene mengunakan sistem ekonomi syariah lebih rendah dibanding dengan negara non-muslim. Bila sistem ekonomi menjadi kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ekonomi negara. pendapatan.. Penyelengaraan negara atas dasar Syariah. (Grossman. Stuart sebagai satu kesatuan mekanisme dan lembaga pengambil keputusan yang menimplementasikan keputusan terhadap produksi. 4. Bagaimana sebenarnya pembangunan yang ada dalam suatu negara memiliki karakter Islami. 3. Sistem ekonomi akan mengatur pemerintah untuk menelurkan kebijakan-kebijakan perekonomian secara khusus maupun umum. Dengan keadaan ini menunjukkan bahwa yang dimaksudkan sistem ekonomi syariah bukan sebagai kebijakan yang digunakan untuk legitimasi keberadaan suatu sistem ekonomi dalam suatu negara. 1995:19) Sistem ekonomi merupakan seperangkat kesinambungan dan suatu lembaga yang mempunyai peran dalam produksi. 2. Oleh karena itu muncul beberapa permasalahan. Apakah sistem ekonomi syariah mampu mengantar suatu negara menjadi negara yang maju karena saat ini belum ada bukti negara-negara muslim maju sebagaimana negara-negara nonmuslim. tetapi ternyata ada inkonsistensi dalam kenyataannya. Kebijakan ekonomi dihindarkan dari praktek-praktek yang menyimpang dari ajaran Islam seperti korupsi. Dalam sistem ekonomi Islam terdiri berbagai elemen. 1992:134) b.pertanyaan apakah mungkin mereka bisa menjadi negara yang berpengaruh di dunia sebagaimana negara Abbasiyah. Suatu sistem harus secara keseluruhan berfungsi walaupun tidak perlu dia berfungsi dengan sempurna. Notabene sebagian negara Islam secara de jure mengunakan nilai-nilai syariah sebagai sistem ekonomi mereka. Ajaran Islam sebagai landasan pemerintah menentukan kebijakan-kebijakan ekonomi didasarkan oleh ketentuan syariah. dan konsumsi di suatu masyarakat. sebagaimana yang dinyatakan Paul R. Mengakui hak milik rakyat. pendapatan dan konsumsi di dalam suatu daerah. menghargai dan melindungi hak kepemilikan individu ataupun masyarakat. Sistem ekonomi terdiri dari berbagai elemen yang menjadikan terbentuknya sistem ekonomi di suatu negara. Gregory dan Robert C. sebagai berikut : 1. Apakah sebenarnya negara-negara muslim telah mengunakan sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. kolusi dan nepotisme demi alasan meningkatkan pertumbuhan ataupun pemerataan pembangunan.. (Gregory dan Staurt. Negara tidak bisa bersikap sepihak dalam menentukan kebijakan–kebijakan pembangunan yang berhubungan dengan . Dalam pembangunan negara mengakui. 1981:16) Sehingga bentuk sistem ekonomi seiring dengan konsensus masyarakat untuk menyatakan bentuk dari masyarakat atau negara. diantaranya: a. tetapi melihat perkembangan ekonomi di negara muslim kurang mencerminkan sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah.

(Naqvi. tetapi hal itu berlaku luwes terhadap keadaan masyarakat. dan rakyat dengan pemerintah. pekerjaan dan sebagainya. Islam mengedepankan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pemilikan publik. tt. tetapi Allah yang menghendakinya. Manusia dilahirkan di tempat dan waktu yang berbeda bukan kehendak manusia. 1980:177). dengan berbeda inilah di antara manusia butuh dengan yang lain. Oleh karena itu manusia tidak bisa beralasan karena tempat kelahirnya ia menjadi rendah diri atau tinggi hati dengan sesamanya. 1992:118 :Afzalurahman. Untuk Islam menganjurkan untuk membayar zakat. 1994:89-90. negara menjamin penyediaan kebutuhan pokok minimum masyarakat demikian yang berlaku sejak jaman Khulafaurrahidin. 1992:133 . Elemen sistem ekonomi yang bersumber dari nilai syariah ini menjadi pedoman pemerintah muslim dalam memutuskan kebijakan-kebijakan ekonomi. Kerjasama antara rakyat dengan rakyat. Dengan perbedaan ini manusia dapat meaktualiasaikan potensi yang berbeda. Demikian juga. infaq dan sadaqah sebagai upaya meminimalisir tingginya kesenjangan sosial. Kebijakan pembangunan terbuka terhadap berbagai perubahan-perubahan di luar bidang ekonomi. yang di dasarkan atas norma. 1982. Choudhury . 1976:14. (Metwally. Sesama muslim adalah saudara maka sikap saling membantu dan kerjasama merupakan bagian dari perilaku hidup bernegara. Keseimbangan penyediaan fasilitas pribadi dan publik Negara memiliki tangung jawab untuk melakukan usaha distribusi guna mencapai keseimbangan pemenuhan hak pribadi dan publik. REALISASI PEMBANGUNAN DI NEGARA MUSLIM Negara muslim yang masuk dalam daftar Organisasi Konferensi Islam (OKI) berjumlah 53 diseluruh dunia yang menyebar dari Afrika sampai Asia Tenggara.tt. Maka realisasi dari elemenelemen ini dapat dijadikan ukuran bagaimana negara muslim merealiasasikan nilai-nilai syariah dalam sistem ekonominya. Demikian juga .Ali. Jumlah negara muslim ini menepati jumlah kurang lebih sepertiga jumlah negara non-muslim di dunia. sikap dan gaya hidup yang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam (Ahmad. Islam mengakui adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dalam penghasilan. d. (Siddiqi.320) e. tetapi perbedaan ini bukan suatu alasan untuk membuat kebijakan ekonomi yang diskriminan. Choudhury. harta kekayaan.kepemilikan individu dan masyarakat. 35. Setiap orang bertanggung jawab atas kepemilikannya di jalan Allah (Nababan.9-10) f. 2000:46-52 . Ahmed. (Siddiqi. 1995:4. 8). Perubahan tidak hanya dalam arti fisik tetapi perubahan ini juga dalam bidang non fisik. Terbuka terhadap perubahan. Melalui elemen tersebut dapat mefungsikan dirinya sebagai negara muslim. seperti hak pemilikan atas tanah/rumah.Sakr. Keadilan dalam distribusi Kebijakan pembangunan yang membawa pada kehidupan ekonomi yang berkeadilan. 1996:46-47). 1995:95) c.

Tabel. Algeria.1 Perdagangan antar dan Intra anggota IDB Negara Industri dan Negara Berkembang (dalam US $ Bilion) . 4 % pertahun. (Lamp. Keadaan ini menunjukkan posisi perdagangan negara muslim terhadap negara industri dan meningkat amat lemah. selain itu tingkat rata-rata dari variasi pertumbuhan GNP lebih rendah dibanding dengan negara-negara non-muslim. Pertumbuhan rata-rata GNP riel per kapita rata-rata bervariasi. Tunisa. Kuwait. dan Yaman. Sedangkan negara muslim lain kurang dari 3 %. Bahrain. Saudi dan Sudan. Syria dan UAE. merupakan seperlima dari total populasi dunia. Maroko. negara berkembang dan negara muslim sendiri tidak siqnifikan. Rata-rata pertumbuhan penduduk yang tinggi ini tidak menjamin adanya kesempatan hidup yang baik. 1) Tetapi jumlah penduduk ini tidak menunjukan tinggi pertumbuhan rata-rata pertahun. (lihat lamp. UEA menempati angka pertama dalam rata pertumbuhan penduduk 5. seperti Afganistan dan Niger. 2 milyar. hal ini berhubungan dengan timbulnya krisis yang terjadi pada awal 1997 di kedua negara tersebut. sejumlah negara muslim di atas adalah Indonesia walaupun dibanding dengan negara lain luas negara yang dimiliki tidak seluas Algeria. Sedangkan negara muslim yang memiliki tingkat pertumbuhan ekspor dan impor rata pertahun meningkat lebih berhubungan dengan keterbukaan perekonomian negara tersebut di pasar dunia. 3). Sebagaiman terlihat dalam lampiran 2. Tetapi lebih banyak berhubungan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah muslim yang menimbulkan kecenderungan tertutupya negara-negara tersebut dengan dunia luar. Mesir. Iran. lemahnya perdagangan ini masalahnya sangat komplek bukan saja masalah yang berhubungan dengan tingkat siqnifikasi komoditas ekspor negara muslim kepada negara lain. Saudi Arabia. Hal ini disebabkan adanya pola pembangunan yang berbeda di masing–masing negara sehingga rendahnya hubungan timbal balik dalam bidang ekonomi di antara beberapa negara muslim.dengan jumlah pendudukanya kurang lebih 1. hal ini diakibatkan turunnya hubungan perdagangan dari negara industri dan berkembang ke negara muslim. Dari beberapa negara tersebut tingkat pertumbuhan GNP yang paling rendah adalah Indonesia dan Malaysia. (Wordbank. Luas negara dengan banyaknya penduduk setiap negara muslim bervariasi. seperti. Indonesia. kemudian disusul dengan negara Afganistan. negara yang memiliki tingkat pertumbuhan GNP lebih dari 3 persen pada tahun 1997-1998. Banglades. Tabel 1. dan Saudi Arabia yang rata-rata pertumbuhan pendudukanya 3 %. 2000) Beberapa negara muslim mengalami pertumbuhan ekspor dan impor rata-rata negatif. Malaysia. Qatar. seperti Bahrain. Nigeria. Hubungan perdagangan dunia mengalami penurunan. Sinergi pembanguan di antara negara muslim relatif rendah hal ini terbukti besarnya tingkat variasi pertumbuhan Gross National Product (GNP) di antara mereka. Niger. tetapi pada tahun yang sama dibeberapa negara muslim menunjukan tingkat pertumbuhan GNP minus. menunjukkan hubungan diantara negara muslim dengan negara industri.

8 2621. 7 70.5 166. Kebijakan ekonomi Indonesia dengan Malaysia dimana kedua negara tersebut masuk dalam kriteria negara muslim terbesar di Asia Tengara ternyata mempunyai pandangan berbeda terhadap IMF. 4 72. 3 33.5 1882. 1081. Bangladesh. 8 66.6 8. Oman. 9 54. 7 5.(lamp.2 214 . Sedangkan beberapa negara tetap konsisten tidak mau tergantung dengan IMF seperti Iraq.6 6.9 31.5 383. Indonesia menunjukkan memiliki utang yang paling besar pada akhir tahun 1999.2 37.2 6.9 27. 4 64. . Iran. 2 56. walapun timbul kecenderung beberapa negara muslim mulai mengurangi pegaruh IMF di negaranya seperti Mesir. 9 64. Dalam masalah utang ini negara-negara muslim berbeda pandangan tentang IMF.6 1763.3 29. 7 9.5 8. 3 67.4 368. Malaysia. Jordania.Ke Dari Dunia $ % Negara industri $ % Negara berkembang $ % Anggota $ % IDB 1996 5279 100 3513. 6 100 3686. Indonesia. 0 33.1 3643. 997 7 8 .4 4 6.6 330. 3) Malaysia yang mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997 tidak mengunakan jasa IMF dalam mengatasi krisis ekonomi di negaranya tetapi berbeda dengan Indonesia pada saat krisis timbul peran IMF tidak bisa dipisahkan dari pembangunan Indonesia.0 Negara industri 1996 1997 1998 3416.7 6.7 3681. transfer bersih negatif terdapat di Algeria.8 204.9 54. 2001 Dilihat dari beban kewajiban negara muslim terhadap negara donor menunjukkan trend meningkat. Tunisia dan Turki.1 145 . .8 42. 0 Anggota IDB 199 199 199 6 7 8 357 379 339. 2 10. Jordan.0 Dunia 1997 5622.2 . 1 769. Selain Indonesia.1 54.7 44. Maroko.8 739 43. Libanon.9 173. Disamping itu beberapa negara muslim menunjukkkan transfer bersih (pencairan utang dikurangi pembayaran ciciran beserta bunga) menunjukkan nilai negatif artinya kewajiban yang dibayarkan setiap tahun lebih oleh negara muslim kepada negara donatur lebih besar daripada pencairan utang setiap tahunnya.6 Negara berkembang 1996 1997 199 8 1792.2 153 . 7 67.7 2459.2 209.7 55.6 7. Hal ini menunjukkan kurangnya adanya kerjasama di antara negaranegara muslim dalam menghadapi masalah ekonomi.4 .4 43.4 Sumber : IDB.3 6. Oman.4 6. 4 157.3 1785. dan Maroko.1 8. Kuwait Lebanon. 1 70.1 33.3 1016. Pakistan. 8 32. Malaysia. Iran. 7 1020. 1 231 .8 1998 5474.2 200.1 1020.6 54.7 832.3 . Sudan. 8 100 3737.3 37. Algeria. 3 7.4 10.3 2664.0 138 42.8 6.0 956. 1916 193 1 34. dan Pakistan negara-negara ini menunjukkan ketergantungan utang terhadap utang masih tinggi walaupun nilai utang dari beberapa negara tersebut bervariasi. Libya dan Oman.4 41.0 28.6 134.5 34. 9 66.

Dari indek gini yang dihasilkan dari tahun yang berbeda menunjukan adanya ketidakmeratan. 17 diantaranya negara muslim Tabel. Niger. medium human development sebanyak 78 negara (rangking 49 sampai 126). Mesir.49. Malaysia. sedangkan koefsien gini berkisar 0. 2 Rangking Human Development Index (HDI) Negara Muslim Hight Human Development Medium Human Development Low Human Development . . artinya 20 persen penduduk yang memiliki pendapatan tinggi menerima lebih banyak dibanding dengan penduduk yang menepati posisi pendapatan rendah. Sedangkan peringkat kwalitas sumber daya manusia sebagian besar negara muslim masuk di medium human development. 25 diantaranya negara muslim dan low human development sebanyak 36 negara (rangking 127-162). Malaysia. Algeria. Sedangkan negara lain menunjukkan adanya pemerataan tetapi kebanyakan yang ada diposisi ini memiliki pendapatan nasional yang rendah. 5 diantaranya negara muslim. seperti Bangladesh. menunjukkan dari 162 negara yang masuk dalam hight human development sebanyak 48 negara (rangking 1 sampai 48). seperti. Jordania. Jordan. 20 – 0.Pada lampiran 4. Indonesia dan Pakistan. menunjukkan ketidakmerataan distribusi pendapatan negara muslim. Ketidakmerataan pendapatan yang terjadi di dalam negara muslim yang besar dilihat dari besarnya persentase pada pendudukan yang menempati posisi yang berbeda.36 . sementara negara muslim yang masuk hight human development indek relatif sedikit.0. Beberapa negara masuk dalam tingkat ketidakmerataan rendah dimana koefisien gini berkisar 0. Maroko. dan Tunisia. Maroko dan Tunisi adalah negara-negara yang memiliki kesenjangan tinggi antara kelompok yang memilik pendapatan rendah dengan pendapatan tinggi. Pada tabel 2. Indonesia. 35 diantaranya Bangladesh. Derajat ketidakmerataan sebagian besar negara muslim masuk pada persentase pangsa tinggi 20%.

Malaysia 59. Sierra Leone Arab 68. Darussalam 40. Sehingga implementasi nilai-nilai syariah yang tercantum dalam dasar negara muslim tersebut lebih dipengaruhi oleh kepentingan politik negara bersangkutan daripada nilai yang terkandung dalam ajaran Islam.Turkmenis tan 85. Yaman 138. Uganda 145. Tunisia 90. Chad 156. Sudan) atau pemerintahan absolut (Libya.GuineBissau 157. Besarnya masalah ekonomi di negara muslim diberbagai sektor ekonomi terlihat dari lemah bargaining position terhadap produk non muslim. Bangladesh 133. Oman 75. Indonesia 103. Guinea 153. Gambia 150. Mali 155. 1985:51-52). Kyrgyzsta 97 Siria 100. Maldives 79. Benin 149. Comoros 125. United Emirates 48. Jordania Sumber :UNDP. Rendahnya kepedulian pemerintah . Senegal 147. Algeria 102. Kazakhstan 77. Irak) sangat jelas karakter otoritariatnya dalam menentukan kebijakan-kebijakan ekonomi. Qatar Brunai 56. Iran 92. Suriname 65. Sudan 141. Camerun 127. Azerbaijan 82. Maroko 124. Rendahnya nilai ekspor negara-negara muslim terhadap negara muslim ataupun non-muslim. Dibeberapa negara muslim yang mengunakan sistem pemerintahan monarki (Arab Saudi. Mozambique 159. Kuwait. Burkina Faso 161. Turki 83.Tajkista n 105 Mesir 109. 2001 PERMASALAHAN DI NEGARA MUSLIM Sebagian besar negara muslim kepentingan politik lebih banyak mempengaruhi kebijakan ekonomi negara bersangkutan. Albania 88. Bahrain 43. Niger 182. Tingginya ketergantungan negara muslim terhadap negara non-muslim yang ditunjukkan dengan besarnya utang. 1953:524-529) Kepentingan pemerintah cukup dominan dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan ekonomi dibanding kepentingan rakyat (Hudson. Lebanon 89. Saudi Arab 71. Pakistan 128 Togo 132.(Schat.32. Libya 64. Kuwait 45.Gabon 112.

WordBank. politik selalu mendominasi ekonomi. Sistem ekonomi yang dikembangkan diberapa negara lebih berorintasi pada bidang politik. dan hukum. 3. Rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. Dalam sejarah tidak mungkin bagi pemegang otoritas politik untuk memaksakan pandangan dunia kepada rakyat. (Hasan Ahmed. dimana pengaruh politik lebih besar dibanding pengaruh ekonomi. perkebunan. Usaha tersebut akan memudarkan solidaritas antara rakyat dengan pemerintah. Kuatnya karakter politik di negara-negara muslim di Timur Tengah dipengaruhi oleh sejarah perpolitikan di kawasan tersebut sejak jaman dulu menjadikan politik pengaruhnya besar terhadap pembangunan di negara muslim. sebenarnya pertumbuhan ekonomi dapat di realisasikan tanpa menafikkan persoalan politik (Engineer. Besarnya kekuasan pemerintah menjadikan potensi ekonomi yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat kurang bisa diolah dengan optimal.49) Fenomena yang ada di negara muslim lebih menunjukkan kondisi negara berkembang pada umumnya. Dengan konsep keterbukaan dalam syariah. Bidang politik menjadi pijakan bagi negara muslim untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan di negara tersebut. (IDB. Sementara itu. 2. sehingga keadaan ini yang menjadikan rendahnya kemampuan rakyat dalam mengelola sumber ekonomi yang ada. terlihat dari besarnya ketimpangan pendapatan diantara rakyat yang mampu dan miskin. antara lain :(Chapra 2002: 202-206). 1971). seperti ditunjukkan dengan rendahnya nilai perdagangan. Tetapi beberapa negara–negara muslim yang dalam negara berkembang mempunyai kemampuan rendah untuk melakukan inovasi dibidang pertanian. 2001. dan kesehatan yang semestinya tidak terdapat di negara yang mempunyai sumber daya yang melimpah. kehutanan dan perikanan sehingga mempengaruhi rendahnya pemasukan negara di sektor–sektor tersebut. 2001:109-110) Dalam sejarah pemerintahan negara muslim.terhadap ekonomi rakyat kecil. kebijakan-kebijakan dalam pemerintahan mempertimbangkan beberapa hal. . 2000) Keadaan tersebut bukanlah praktek sistem ekonomi Islam di dalam suatu negara. 1.(Binder. dan tentunya dengan konsep keterbukaan masalah ekonomi rakyat bisa di kurangi tetapi ternyata tidak mudah. Iklim demokratisasi yang kurang mendukung ini akhirnya menimbulkan kerawanan ekonomi. pendidikan. Rendahnya pertanggungajawaban politik meningkatkan penyakit-penyakit yang mengerogoti keadilan dan pembangunan. Rendahnya kemampuan negara muslim dalam mengelola sumber daya ekonomi tidak lain karena karakter pemerintahan yang kaku. Salah satu dampak dari keadaan ini adalah. 2001. besarnya sumber daya alam di negara-negara muslim kawasan Afrika Barat dan Asia Tenggara yang berada di sektor pertanian. masalah politik tidak bisa diabaikan. hal ini tidak lain sistem pemerintahan yang kurang demokratis (Amartya Sen. sistem ekonomi Islam mengarahkan perbaikan kehidupan negara di berbagai aspek kehidupan. Negara-negara muslim yang kaya sumber daya alam mengalami masalah kekurangan pangan. hilangnya kebebasan berpendapat sehingga rakyat tidak lagi dapat memberikan kritik bagi penguasa dan membicarakan kebijakan ekonomi secara terbuka. perkebunan merupakan sektor yang prospektif bagi peningkatan ekspor negara tersebut kurang banyak dimanfaatkan . Sebagai negara muslim di kawasan kaya mineral memanfaatkan kekayaan tersebut bukan untuk mendukung terjadinya akselerasi ekonomi di berbagai sektor tetapi lebih digunakan untuk mempertinggi sektor konsumsi. sosial. Tanggung jawab penguasa di depan rakyat adalah suatu perkara yang sangat diperlukan untuk memberikan motivasi kepada para penguasa dalam menjalankan tugas mereka secara efektif. terlihat dari rendah kwalitas sumber daya manusia. 2000:284-285) Kenyataan yang ada di negara-negara muslim terutama di Timur Tengah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kesadaran akan pentingnya kemajuan lewat inovasi teknologi hanya dapat di lakukan dengan meningkatkan sumber daya manusia. Kebebasan dalam bidang ekonomi. infaq. Pembangunan disegala bidang kehidupan merupakan konswensi nilai Islam yang mengendepankan hidup bernegara secara manusiawi (Ahmad. sosial dan budaya. 5. Tingginya kesenjangan ekonomi menunjukan rendahnya tingkat komitmen negara-negara Islam dengan sistem ekonomi syariah. Pemerataan dalam bidang ekonomi sebagai nilai yang tidak terpisahkan nilai-nilai keadilan dalam syariah. Pengalaman disaat dinasti al-Mam’mum. dan shadaqah guna meminimalisir kesenjangan ekonomi. Langkah-langkah yang mesti ditempuh untuk mengembalikan kebijakan sesuai dengan sistem ekonomi Islam. Kerjasama ini akan mengurangi presenden buruk bagi negara-negara muslim untuk masuk dalam lingkatan sistem ekonomi non-muslim yang memiliki konsep ekonomi yang lebih berorientasi pada pemumpukan materi. korupsi dan represi. Dalam sejarah Islam terbukti dan akan tetap terbukti sebagai korban dari legitimasi politik. 1994:283) Kerjasama diantara negara-negara muslim dalam mengatasi masalah ekonomi. kebebasan yang ditunjukkan oleh kepada rakyat adalah bebas bertanggung-jawab.4. (IDB. sebagai berikut : 1. Nafsu dari otoritas politik untuk mengeksplotasi Islam demi kepentingan diri sendiri. Rendahnya rata-rata human development Index (HDI) negara-negara muslim dibanding negara nonmuslim menunjukkan kurang adanya konsistensi negara muslim untuk mengunakan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. (Ahmed. Mengurangi masalah politik dimasing-masing negara muslim dan lebih mefokuskan pada masalah yang bersentuhan dengan kemaslatan rakyat. beberapa negara muslim cenderung kurang akomodtif dalam memberikan peluang bagi rakyatnya untuk melakukan apresiasi di dalam bidang kehidupan (Naqvi. seperti ekonomi.1994:88) 3. SOLUSI PEMBANGUNAN NEGARA MUSLIM Untuk memecahkan masalah pembangunan di negara-negara muslim adalah usaha untuk memperbaiki ekonomi sesuai dengan syariat Islam. 1980: 179) 2. ketika rakyat telah diasingkan maka pemerintah kehilangan dukungan akar rumput dan tidak dapat bertahan dalam kekuasaan untuk waktu yang lama. (Afzalurrahman. Maka perlu diefektifkan ketentuan Islam dalam hal zakat. . 1982:318-319) 4. Negara yang mempunyai komitmen terhadap nilai tersebut lebih condong miskin tetapi ada mendapatan pendudukan merata daripada negara kaya tetapi kesenjangan pendapatan di negara tersebut tinggi. 2000) 5.

(1980) Studies in Islamic Economics. Yogyakarta Chapra. Yogyakarta Gregory. (2001). Comperative Economic System.(tt). Islamic Research and Trainng Institute Islamic Development Bank. Muhammad. Islam Liberal. Engineer. Leonard. Robert C (1981). Hal ini umum terjadi di negara yang berkembang bukan hanya dinegara muslim saja. sistem ekonomi Islami tidak harus digunakan sebagai sistem ekonomi di negara muslim. (1992). Sebaliknya negara-negara muslim yang tidak merealisasikan sistem pembangunan ekonomi syariah kurang bisa dikatakan negara tersebut mengunakan sistem ekonomi syariah. . karena lebih dipengaruhi paradigma political mainded. Yogyakarta Esposito (ed) (1985). Masa Depan Ilmu Ekonomi. dalam prakteknya bisa dipraktekkkan oleh negara manapun juga. (2000). Akan tetapi pola kebijakan yang lebih bersifat jangka pendek efektif diakukan oleh kebijakan-kebijakan yang berdimensi politik. Asghar Ali. Mc Milan. Jeddah. Paul R and Stuart. Masudul A. Bila suatu negara meimplementasikan eleman sistem ekonom Islam maka bisa dikatakan negara tersebut mengunakan sistem ekonomi Islami. Lectures on Islamic Economics. Timbul kecenderungan adanya inkonsistensi antara antara idealita dan realita disebabkan oleh adanya langkah praktis yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi dalam jangka pendek. International Centre for Research in Islamic Economics and King Abdul Aziz University. Devolusi Negara Islam. DAFTAR PUSTAKA Ahmad. (1982) Monetary and Fiscal Economics of Islam. Sebuah Tinjauan Islam . tetapi dengan keadaan ini sudah menunjukkan bahwa negara muslim (sebagai sebuah nama negara mengunakan Islam sekedar sebagai hukum) bukan representasi negara yang mengunakan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Pustaka Pelajar. Boston. Khursid. Ausaf and Kazim Raza Awan. Houghton Mifflin Company. Gema Insani Press. Sehingga menjadikan kebijakan ekonomi tidak berlaku efektif dalam memperbaiki kondisi ekonomi. Islam dan Perkembangan Sosial-Politik di Negara Sedang Berkembang. Contributions to Islamic Economic Theory. Binder. International Centre for Research in Islamic Economics King Abdul Aziz University. Jeddah Arief. London. Oleh karena itu negara-negara muslim tidak indentik dengan negara yang mengunakan sistem ekonomi Islami.KESIMPULAN Negara-negara yang mengunakan dasar hukum Islam belum tentu dalam implementasinya sesuai dengan syariat Islam. Sistem ekonomi Islam. Pustaka Pelajar. Umer (2001). Jeddah Saudi Arabia Ahmad. Jakarta Choudhury. Kritik Terhadap Ideologi-ideologi Pembangunan. PLP2M.

Role of State in the Economy. (2000). Selangor. The Islamic Foundation. Paramadina.382 25. Masih Adakah Harapan bagi Kaum Miskin. M.Grossman. Jakarta LAMPIRAN : Lampiran . London and New York Rahman. Jakarta Lapidus. London Word Bank (2000).. Km 1997 Juta Orang per km 1998 (US $) (US$) (%) Per tahun 1998 1998 1998 1998 19971998 . Dokrin Ekonomi Islam. Jakarta Metwally. Yogyakarta Naqvi. Sejarah Sosial Ummat Islam. Ira. Yogyakarta Sadeq. Penerbit Bangkit Daya Insani. Imam dan Sejarah dalam Peradaban Dunia. (1999) The Venture of Islam. (2002). Mizan. Islam. Gregory.9 38 3. UII Press. (2000). Didin. Dana Bhakti Wakaf. Marshall G. Grasindo. Sistem Ekonomi Islam. Jakarta Siddiqi. (1995). (1995). (1996). (2001). Sistem-sistem Ekonomi.1 Indikator Beberapa Negara Muslim Terpilih Negara Luas Jumlah pendud uk Kepadat an pendud uk Pertumbu han penduduk rata-rata tahunan (%) GNP per kapita GNP per kapita PPP Pertumbu han riel GNP per kapita Tingkat harapan hidup Ribu. . Saefudin. Abulhasan M. (1980) Economic Development in Islam. Jakarta. Kualitas Pertumbuhan. Amartya. Syed Nawad Haider.. Bumi Aksara. Faruq. Rajawali Press. Jakarta Sen. Economics and Society. Nababan.. Afzalur (1995). Pelanduk Publications. Kegan Paul International.S. An Islamic Perpective. 46 . M. Rekontrusi Sejarah Imperium Dinasti Abbasiyah. Jakarta.(1994).8 . The Quality of Growth. MM. Zaman Keemasan Islam.1 29.N. Gramedia. M. Teori dan Model Ekonomi Islam. Hodgson. 1999 Afganista n 652 2.

9 22.871 658 3.2 .160 17.3 9.556 3. 470 .060 3. 6.407 5. 3.670 1.8 3. -8.3 22.5 5.3 1.2 2. 10.5 ..5 1.640 1.3 63.8 .3 131.290 640 1.0 5. 1..6 0.5 2.2 5.6 3.7 20.150 2.870 280 4.0 -0.6 0.3 4.240 2.7 16.146 2.188 729 .702 5.498 1.Algeria Banglade s Bahrain Mesir Indonesia Iran Iraq Jordania Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turki U. 2.1 2. 0.550 350 7.2 27.652 .4 3.7 2.6 13 965 932 62 112 38 51 51 105 412 3 68 62 8 11 171 67 10 12 83 60 82 33 31 2.4 2.3 -10.6 4. -1.169 6.7 3.4 .2 -1...4 203.6 4.240 200 . 0.699 3.6 61.7 1.2 2. 7.8 1..560 .5 -18.0 3.8 10.7 28.7 -2.1 1.6 1.376 184 155 770 84 528 125.0 2.650 .407 11.144 ..E Rep..A.595 1.1 2. 3..3 1..1 1. Yaman 130 0...3 2.3 15..121 .615 .622 437 89 18 10 1.9 4.594 18.5 4.812 1.5 .3 71 59 73 67 65 71 59 71 77 70 70 72 67 46 73 62 74 72 55 69 72 69 75 56 Sumber : IDB.910 290 1.7 995 1.267 212 771 11 2.6 2. 1.6 1.3 4.3 4. 1.150 . 2000 .020 2.7 61.0 2.. 4..2 2..760 329 446 1.6 1.4 2.

3 1.786 .247 7.261 13.887 7.12 1 903 3.043 .026 5.93 1.787.3 4.00 0 2.26 6 386 597.068 3.3 2.60 7 4.74 1 7.429 9.916 62.282 503 1.44 3 17.5 5.7 2.76 5 1.554 6.910 31.284 .445 60.856 6.0 302.119 58.262 7.616 4.43 0 3.38 2 594 3.7 3. 0 1.374 7.85 8 1.028 9.334.339 8.548 5.024.346 3.661 146 13. 7 Bahrain 4.032 269 73.330 5.592.095 8.716 78.21 1 41.442 642 8.921 49.32 6 10.11 5 78.535 Indonesia Iran Iraq Jordania Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turki 14.146 1. 0 4.39 1 53.0 1.81 4 22.7 5.726 9.01 9 42.81 4 765 4.186 78.204 16.462 79. 7 6.700 Mesir 3.14 3 2.92 9 3.1 6. 3 2.30 4 7.578 12.49 7 32.27 4 492 4.843 13.69 4 14.008 .987 27.866.963 424.Lampiran.331 1.424 .92 9 16.846 .273.312 3.6 1.167 621 8.3 11.347 .012 .32 7 6.852 3.090 4.755.008 9.114 5.711 3.4 3. 0 4.02 7 717 5.204.318 8.8 2.72 9 620 3.457 5. 3 4.65 2 2.562 4. 2 Perkembangan Ekspor dan Impor Negara Muslim Terpilih Negara Ekspor Impor Neraca Perdagangan US S juta 1998 1990 1998 Petumbuhan rata-rata pertahun Ekspor 8090 9098 Impor 8090 9098 US $ juta 1996 1997 1998 1996 US $ juta 1997 Afganistan Algeria Banglades 127 12.256 .630 7.1 2.498 5.0 10.273 570 8.62 0 2.748 49.017 10.428 8.7 1.327 6.874 .3 145.2 1.580 4.778 4.979 . 0 2.881 270 281 7.72 7 4.73 4.380 5.03 0 9.924 13.41 8 9.478 11.582 5.817 3.704 387 4.033 52.94 6 717 142 11.81 4 21.422 .388 .65 3 14.254 .74 2 1.525 363 498 8.488 28.

3 1.295 .3 1.0 1. 2000 Lampiran.746 25.24 5 30.394.9 611.390.7 817 364.72 4.999 5.36 9 31.675 5.333 45.772.62 7 22.096 .22 4 27. 0 2.095.58 5 29. 5 5.7 Sumber : IDB.183 7.745 43.05 6. 3 2.65 7 2.3 1.503 5.310 . 7 1.99 3.687 .584. 3 Utang Luar Negeri Negara Muslim Terpilih Negara Total utang luar negeri Utang jangka panjang Utang jangka pendek Net Transf er Pemakaian kredit IMF . 6 1.038 7.95 2 1.A.2 107.46 9 2.169.9 10.111.914 48.517 23. 0 20. 3 7.93 8 26..44 2 2.9 1.919 8. 3 28.559 26.367. 0 -105.63 8 2.3 1.U.313.1 2.E Yaman 3.237.73 3 2.3 -444.

US$ juta US $ juta % Total utang US$ juta % dari total pembelanjaa n 1990 1999 1990 1999 1990 1999 1990 1999 1998 .

6 27.....913 16.906 318 .... 0 10. . ..947 . .1 .. 0..684* . .603 34. . 16.2 ...962 .473 1....A. . 9. . 129 .2 19... .. 79. .9 87 ..768 30. . 7. 27.2 .8 72 9. 670 626 ...04 3 .4 58 1.574 .. . 498 ..17 7 .. -8 -1.3 15. .6 63 . .. 13.206 155 .5 .8 . 32....5 ..7 1. .015 17.. 1. .. .... . .7 8.816 . . 414* . .6 43 .9 49 69. 0 .E Yaman ... .4 .9 50. 45..621 3.9 80.. . .77 9 ..423 ..534 .81 9 6. 18. .2 42 1.6 8. 1....1 . -360 16 ... 0 . -583 -105 2 -22 -13 .877 1...8 77 12. 37. 125 494 0 .9 . 8..357 .. 28. 0 750 85 0 836 .24 8 0 ..704 .2 .4 1. ..404 150..739 .. 26.4 1. -123 -79 .. 30.... -57 . 38.48 7 2. 1. 26..73 6 20. 13 .. 14. 12.. .239 . ... 10. .9 12..40 0 16.7 . 28. 1.5 15..8 ... . .441 ...8 13. 7. 15..3 34....0 23.. . 12. .02 0 . ..0 4..207 * . ..... -2 ..Afganistan Algeria Banglades Bahrain Eqypt Indonesia Iran Iraq Jordan Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turkey U... . 358 .390 18..8 1. .1 12.. 13. 25.. .. 2.. .72 6 2...060 1.1 . 94 .9 5.939 19.4 16 11. 0 0 68 0 1. 8.79 7 . ...3 72 58. 8.110 119..7 68 . . 26.. 6.4 22 23.108* 10. ... .1 13.09 6 10. 28..3 28 24.9 ..3 01 1.

9 . .9 . 21.... 43...1 ..2 ..0 31.. 5.7 21. 22. 2000 Lampiran.3 10.6 6...7 32.. Tinggi 10% Afganista n Algeria Banglade sh Bahrain Eqypt Indonesia Iran Iraq Jordan Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan . ...4 21.3 . 1. 2.5 . 4.8 ...7 ...0 15...0 . .8 . 8. 53. .3 . ...1 .... 13.. . 20. ..8 3... . 1989 9091 1992 . ..3 .. 9. .1 .5 ..*Data total utang luar negeri.2 .7 28.. .2 . .. 41.2 36. .. 11..1 37. ...1 .4 .. . Sudan.7 46.1 .5 23. .9 3. 15.4 22. 39. 16....... . 50.9 22. 31.5 29.. 1991 . 46.1 17.3 ..3 16. .. 6.0 ..1 47..9 . ..5 11.. ...9 ..1 . 12...7 . ... 8. dan Yaman adalah tahun 1998 Sumber : IDB..5 . .9 .1 . .4 .7 . 1988 1992 ..3 . 12. 3.. 4 Distribusi Pendapatan dan Konsumsi Negara Muslim Terpilih Negara Tahu n surv ey . ...... 16.4 .2 . 25.9 30.8 4.4 39.8 . . 3. .4 .. 38.6 7.4 ... Tunisia.. 26.. Turkey.7 .7 8. 1991 1993 . 48..0 15... 2..5 12.3 44.. .0 13. Tinggi 20% . 20. .. 20. 37.. 8. 32.9 9. 31.9 ...9 2. . 34. 1991 Gini Index Persentase pangsa (share) pendapatan atau konsumsi Renda h 10% Renda h 20% Kuintil kedua Kuintil ketiga Kuintil keemp at . ..7 . . . 13. .

E Yaman . ...... . . . .4 . ... ... . . 46. . . .1 . . .7 .A. .Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turkey U... 1990 .2 ..... .3 . .9 .. .. 1998 (http://herisudarsono07.. ....com/journal/item/37/Perkembangan_Ekonomi_di_Neg ara_Muslim_?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem) . .... ... . 30. . . . 5..... ... ....3 .. . . 22. 15. 10.. ... .multiply.. . . Sumber : Word Delopment Report.3 ... . . 40. . .... . .. 2.. .. . . .... ....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful