Daftar negara ekonomi awal dan berkembang

Berikut ini negara-negara yang dianggap sebagai ekonomi awal dan berkembang menurut Laporan Ekonomi Dunia Dana Moneter Internasional, April 2010.[16]
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Afghanistan Albania Aljazair Angola Antigua dan Barbuda Argentina Armenia Azerbaijan Bahama Bahrain Bangladesh Barbados Belarus Belize Benin Bhutan Bolivia Botswana Brazil Bulgaria Burkina Faso Burma Burundi Kamerun Tanjung Verde Republik Afrika Tengah Chad Chili Cina Kolombia Komoro Republik Demokratik Kongo Republik Kongo Kosta Rika Côte d'Ivoire Kroasia Djibouti Dominika Republik Dominika Ekuador Mesir

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

El Salvador Guinea Khatulistiwa Eritrea Estonia Ethiopia Fiji Gabon Gambia Georgia Ghana Grenada Guatemala Guinea Guinea-Bissau Guyana Haiti Honduras Hongaria Indonesia India Iran Irak Jamaika Yordania Kazakhstan Kenya Kiribati Kuwait Kyrgyzstan Laos Latvia Lebanon Lesotho Liberia Libya Lituania Makedonia Madagaskar Malawi Malaysia Maladewa Mali Kepulauan Marshall[17] Mauritania Mauritius Meksiko

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Federasi Mikronesia[17] Moldova Mongolia Montenegro Maroko Mozambik Namibia Nauru Nepal Nikaragua Niger Nigeria Oman Pakistan Palau[17] Panama Papua Nugini Paraguay Peru Filipina Polandia Qatar Rumania Rusia Rwanda Saudi Arabia Samoa São Tomé dan Príncipe Senegal Serbia Seychelles Sierra Leone Kepulauan Solomon Afrika Selatan Somalia Sri Lanka Saint Kitts dan Nevis Saint Lucia Saint Vincent dan Grenadines Sudan Suriname Swaziland Suriah Tajikistan Tanzania Thailand .

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • Timor-Leste Togo Tonga Trinidad dan Tobago Tunisia Turki Turkmenistan Tuvalu Uganda Ukraina Uni Emirat Arab Uruguay Uzbekistan Vanuatu Venezuela Vietnam Yemen Zambia Zimbabwe Negara berkembang yang tidak terdaftar di IMF • • Kuba Korea Utara Daftar ekonomi berkembang yang sudah menjadi ekonomi maju (Empat Macan Asia dan negara Euro Baru) • • • • • • • • • • Hong Kong (sebelum 1997) Singapura (sebelum 1997) Korea Selatan (sebelum 1997) Taiwan (sebelum 1997) Siprus (sebelum 2001) Libya (sebelum 2004) Slovenia (sebelum 2007) Malta (sebelum 2008) Republik Ceko (sebelum 2009) Slowakia (sebelum 2009) .

Tetapi sebagian besar rakyat di negara muslim belum mendapatkan kesejahteraan ekonomi sebagaimana yang diharapkan. yang dipimpin oleh Harun alRasyid (786-809 M) dan putranya. India.PERKEMBANGAN EKONOMI DI NEGARA MUSLIM. (Saefudin. 2000) Apakah demikian implementasi nilai-nilai syariah dalam ekonomi menghasilkan tingkat pertumbuhhan ekonomi yang rendah. (WordBank. ketidakmerataan yang tinggi. khusus wilayah Sub Sahara Afrika di sebelah Barat Daya. utang luar negari yang besar dan lain sebagainya. Tetapi melihat kondisi riil negara muslim timbul . Afrika Utara dan Spanyol. Cina dan Asia Tenggara di sebelah Timur. 2002. 2002: 88. Melalui kontak-kontak dengan Cina. kaum muslim tidak hanya memperoleh sutera dan porselen tetapi juga bubuk mesiu dan kertas Hubungan dengan Cina pada masa kejayaan Islam ini demikian meningkat dan Cina pada waktu sudah menjadi negara maju. Pada saat ini belum dapat dinyatakan bahwa negara muslim merupakan represtasi negara yang meimplementasikan nilai-nilai Islam. Sedangkan Eropa baru mendirikan pabrik kertas 5 abad kemudian. yang terkenal dengan Alexandaria. Al-Ma’mun (813-833 M) seluruh bidang kehidupan rakyat meningkat pesat sehingga jaman tersebut dijuluki jaman kejayaan Islam. sebagian besar negara muslim masuk dalam kriteria negara berkembang dan miskin. sejak itu penggunakan kertas menyebar melalui Syiria. dan pelabuhan Sisilia serta selat Gilbraltar yang menunju lalu lintas menunju Eropa. Kejayaan dinasti Abassiyah pada abad 11 menunjukkan nilai-nilai syariah mampu membangun kehidupan masyarakat yang maju. Didukung oleh sarana-sarana strategis perdagangan seperti adanya pelabuhan–pelabuhan yang menjadi terminal distribusi dan keluar masuk barang. Pembuatan kertas di temukan di Cina sekitar tahun 105 segera di bawa ke Samarkand oleh tawanan perang Cina pada tahun 751 (Hitti. Salah satu negara muslim yang bisa representasikan negara yang mengunakan nilai-nilai syariah dalam kebijakan ekonomi adalah negara muslim pada abad 7-8 masehi. Saat ini muncul usaha dari berbagai negara muslim untuk bangkit kembali sebagaimana masa lalu. Di Samarkad produksi ekspor kertas dimulai. TELAAH KEBERADAAN NILAI ISLAM DALAM SISTEM EKONOMI DI NEGARA MUSLIM Negara muslim indentik dengan negara yang mengunakan sistem ekonomi yang berdasarkan nilainilai syariah. (Amstrong. Lombard. 2000:103-106) Aktivitas perdagangan internasional antara Timur dan Barat terjadi secara besar-besaran. Pelabuhan Siria dan Mesir. (Lapidus. 1975:7) Perdagangan tidak terbatas pada kekhalifahan saja melainkan juga mencakup banyak kawasan di luar kekuasan Islam. Dimana pada waktu itu negara yang berkuasa adalah dinasti Abbasiyah. bahkan menurut laporan Bank Dunia 2000. Sistem ini memiliki tujuan memenuhi kesejahteraan ekonomi rakyat dan keselamatan hidupnya di akhirat. Pelabuhan-pelabuhan penting yang menjadi faktor keberhasilan di sektor perdagangan ini adalah pelabuhan di Teluk Persia dan laut Merah yang membuka jalan di lautan India.125). Sejumlah indikator selain ekonomipun menunjukkan negara muslim rata-rata lebih rendah dibanding negara non muslim. 1974:347).

menghargai dan melindungi hak kepemilikan individu ataupun masyarakat. tetapi ternyata ada inkonsistensi dalam kenyataannya. (Abu Ali. Dalam sistem ekonomi Islam terdiri berbagai elemen. Penyelengaraan negara atas dasar Syariah. Mengapa tingkat pembangunan negara-negara muslim yang notabene mengunakan sistem ekonomi syariah lebih rendah dibanding dengan negara non-muslim. pendapatan dan konsumsi di dalam suatu daerah. 1995:19) Sistem ekonomi merupakan seperangkat kesinambungan dan suatu lembaga yang mempunyai peran dalam produksi. 1992:134) b. 1981:16) Sehingga bentuk sistem ekonomi seiring dengan konsensus masyarakat untuk menyatakan bentuk dari masyarakat atau negara. Stuart sebagai satu kesatuan mekanisme dan lembaga pengambil keputusan yang menimplementasikan keputusan terhadap produksi. Ajaran Islam sebagai landasan pemerintah menentukan kebijakan-kebijakan ekonomi didasarkan oleh ketentuan syariah. Gregory dan Robert C. Apakah sebenarnya negara-negara muslim telah mengunakan sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. pendapatan. Oleh karena itu muncul beberapa permasalahan. Notabene sebagian negara Islam secara de jure mengunakan nilai-nilai syariah sebagai sistem ekonomi mereka. diantaranya: a. 2. Keempat pertanyaan ini muncul akibat timbulnya pengertian “Islam”—sebagai way of life— sebagai sebuah sistem ekonomi yang mampu memberikan ketentraman dan kesejahterakan. Dalam pembangunan negara mengakui. Apakah sistem ekonomi syariah mampu mengantar suatu negara menjadi negara yang maju karena saat ini belum ada bukti negara-negara muslim maju sebagaimana negara-negara nonmuslim.. Kebijakan ekonomi dihindarkan dari praktek-praktek yang menyimpang dari ajaran Islam seperti korupsi. (Grossman. Bagaimana sebenarnya pembangunan yang ada dalam suatu negara memiliki karakter Islami.pertanyaan apakah mungkin mereka bisa menjadi negara yang berpengaruh di dunia sebagaimana negara Abbasiyah. SISTEM EKONOMI ISLAM Sistem ekonomi adalah berbagai bagian yang tidak hanya saling berkaitan tapi juga saling mempengaruhi dengan tingkat konsistensi tertentu dan keeratan yang pasti. tetapi melihat perkembangan ekonomi di negara muslim kurang mencerminkan sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. sebagaimana yang dinyatakan Paul R. 4. Mengakui hak milik rakyat.. Dengan keadaan ini menunjukkan bahwa yang dimaksudkan sistem ekonomi syariah bukan sebagai kebijakan yang digunakan untuk legitimasi keberadaan suatu sistem ekonomi dalam suatu negara. kolusi dan nepotisme demi alasan meningkatkan pertumbuhan ataupun pemerataan pembangunan. Sistem ekonomi akan mengatur pemerintah untuk menelurkan kebijakan-kebijakan perekonomian secara khusus maupun umum. Bila sistem ekonomi menjadi kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ekonomi negara. Suatu sistem harus secara keseluruhan berfungsi walaupun tidak perlu dia berfungsi dengan sempurna. Sistem ekonomi terdiri dari berbagai elemen yang menjadikan terbentuknya sistem ekonomi di suatu negara. sebagai berikut : 1. (Gregory dan Staurt. Negara tidak bisa bersikap sepihak dalam menentukan kebijakan–kebijakan pembangunan yang berhubungan dengan . 3. dan konsumsi di suatu masyarakat.

(Siddiqi. REALISASI PEMBANGUNAN DI NEGARA MUSLIM Negara muslim yang masuk dalam daftar Organisasi Konferensi Islam (OKI) berjumlah 53 diseluruh dunia yang menyebar dari Afrika sampai Asia Tenggara.tt. Melalui elemen tersebut dapat mefungsikan dirinya sebagai negara muslim. Kerjasama antara rakyat dengan rakyat. 1995:4. Manusia dilahirkan di tempat dan waktu yang berbeda bukan kehendak manusia. dengan berbeda inilah di antara manusia butuh dengan yang lain. 8). (Metwally. harta kekayaan. Setiap orang bertanggung jawab atas kepemilikannya di jalan Allah (Nababan. Keadilan dalam distribusi Kebijakan pembangunan yang membawa pada kehidupan ekonomi yang berkeadilan. seperti hak pemilikan atas tanah/rumah. Maka realisasi dari elemenelemen ini dapat dijadikan ukuran bagaimana negara muslim merealiasasikan nilai-nilai syariah dalam sistem ekonominya. sikap dan gaya hidup yang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam (Ahmad. 2000:46-52 . Perubahan tidak hanya dalam arti fisik tetapi perubahan ini juga dalam bidang non fisik. Untuk Islam menganjurkan untuk membayar zakat.kepemilikan individu dan masyarakat. Elemen sistem ekonomi yang bersumber dari nilai syariah ini menjadi pedoman pemerintah muslim dalam memutuskan kebijakan-kebijakan ekonomi. infaq dan sadaqah sebagai upaya meminimalisir tingginya kesenjangan sosial. tt. 1992:118 :Afzalurahman. Jumlah negara muslim ini menepati jumlah kurang lebih sepertiga jumlah negara non-muslim di dunia. Kebijakan pembangunan terbuka terhadap berbagai perubahan-perubahan di luar bidang ekonomi. 1995:95) c. Demikian juga. 1996:46-47). Oleh karena itu manusia tidak bisa beralasan karena tempat kelahirnya ia menjadi rendah diri atau tinggi hati dengan sesamanya. 1982. 1992:133 . negara menjamin penyediaan kebutuhan pokok minimum masyarakat demikian yang berlaku sejak jaman Khulafaurrahidin. tetapi Allah yang menghendakinya. tetapi hal itu berlaku luwes terhadap keadaan masyarakat.9-10) f. Islam mengedepankan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pemilikan publik. (Siddiqi. Islam mengakui adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dalam penghasilan. 35. Choudhury.320) e. Dengan perbedaan ini manusia dapat meaktualiasaikan potensi yang berbeda. tetapi perbedaan ini bukan suatu alasan untuk membuat kebijakan ekonomi yang diskriminan. dan rakyat dengan pemerintah.Sakr. yang di dasarkan atas norma. Demikian juga . Choudhury .Ali. pekerjaan dan sebagainya. d. 1976:14. 1980:177). (Naqvi. Ahmed. 1994:89-90. Keseimbangan penyediaan fasilitas pribadi dan publik Negara memiliki tangung jawab untuk melakukan usaha distribusi guna mencapai keseimbangan pemenuhan hak pribadi dan publik. Terbuka terhadap perubahan. Sesama muslim adalah saudara maka sikap saling membantu dan kerjasama merupakan bagian dari perilaku hidup bernegara.

Hal ini disebabkan adanya pola pembangunan yang berbeda di masing–masing negara sehingga rendahnya hubungan timbal balik dalam bidang ekonomi di antara beberapa negara muslim. Sebagaiman terlihat dalam lampiran 2. Malaysia. menunjukkan hubungan diantara negara muslim dengan negara industri. seperti Afganistan dan Niger. 3). Iran. 4 % pertahun. Tunisa.dengan jumlah pendudukanya kurang lebih 1. negara berkembang dan negara muslim sendiri tidak siqnifikan. Qatar. 2000) Beberapa negara muslim mengalami pertumbuhan ekspor dan impor rata-rata negatif. lemahnya perdagangan ini masalahnya sangat komplek bukan saja masalah yang berhubungan dengan tingkat siqnifikasi komoditas ekspor negara muslim kepada negara lain. (Lamp. Sedangkan negara muslim lain kurang dari 3 %. (lihat lamp. Mesir. selain itu tingkat rata-rata dari variasi pertumbuhan GNP lebih rendah dibanding dengan negara-negara non-muslim. Saudi dan Sudan. Sedangkan negara muslim yang memiliki tingkat pertumbuhan ekspor dan impor rata pertahun meningkat lebih berhubungan dengan keterbukaan perekonomian negara tersebut di pasar dunia. Banglades. Bahrain. Algeria. hal ini diakibatkan turunnya hubungan perdagangan dari negara industri dan berkembang ke negara muslim. (Wordbank. UEA menempati angka pertama dalam rata pertumbuhan penduduk 5. seperti. Dari beberapa negara tersebut tingkat pertumbuhan GNP yang paling rendah adalah Indonesia dan Malaysia. Rata-rata pertumbuhan penduduk yang tinggi ini tidak menjamin adanya kesempatan hidup yang baik. Syria dan UAE. hal ini berhubungan dengan timbulnya krisis yang terjadi pada awal 1997 di kedua negara tersebut. Tabel 1. Kuwait. Sinergi pembanguan di antara negara muslim relatif rendah hal ini terbukti besarnya tingkat variasi pertumbuhan Gross National Product (GNP) di antara mereka. Tetapi lebih banyak berhubungan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah muslim yang menimbulkan kecenderungan tertutupya negara-negara tersebut dengan dunia luar. Pertumbuhan rata-rata GNP riel per kapita rata-rata bervariasi. Tabel. sejumlah negara muslim di atas adalah Indonesia walaupun dibanding dengan negara lain luas negara yang dimiliki tidak seluas Algeria. negara yang memiliki tingkat pertumbuhan GNP lebih dari 3 persen pada tahun 1997-1998. seperti Bahrain. dan Yaman. Maroko. Saudi Arabia. kemudian disusul dengan negara Afganistan. 1) Tetapi jumlah penduduk ini tidak menunjukan tinggi pertumbuhan rata-rata pertahun. 2 milyar. Keadaan ini menunjukkan posisi perdagangan negara muslim terhadap negara industri dan meningkat amat lemah. Niger. dan Saudi Arabia yang rata-rata pertumbuhan pendudukanya 3 %. Luas negara dengan banyaknya penduduk setiap negara muslim bervariasi. merupakan seperlima dari total populasi dunia.1 Perdagangan antar dan Intra anggota IDB Negara Industri dan Negara Berkembang (dalam US $ Bilion) . tetapi pada tahun yang sama dibeberapa negara muslim menunjukan tingkat pertumbuhan GNP minus. Hubungan perdagangan dunia mengalami penurunan. Indonesia. Nigeria.

8 42. Algeria.9 54. 4 72. Kebijakan ekonomi Indonesia dengan Malaysia dimana kedua negara tersebut masuk dalam kriteria negara muslim terbesar di Asia Tengara ternyata mempunyai pandangan berbeda terhadap IMF. 1 231 . 4 157.4 4 6. Oman. Dalam masalah utang ini negara-negara muslim berbeda pandangan tentang IMF.3 29.7 832.7 2459.4 6. 4 64.3 1785. dan Pakistan negara-negara ini menunjukkan ketergantungan utang terhadap utang masih tinggi walaupun nilai utang dari beberapa negara tersebut bervariasi.9 27.7 44.6 54. 7 5. Tunisia dan Turki.4 10.5 34.4 Sumber : IDB. .8 6. . 0 33. Pakistan. 7 9. walapun timbul kecenderung beberapa negara muslim mulai mengurangi pegaruh IMF di negaranya seperti Mesir.2 200. Iran. 1081.3 1016.6 1763.1 3643.8 204. 8 66.6 6.1 33. Indonesia.2 209.0 956. Libanon.7 3681. Disamping itu beberapa negara muslim menunjukkkan transfer bersih (pencairan utang dikurangi pembayaran ciciran beserta bunga) menunjukkan nilai negatif artinya kewajiban yang dibayarkan setiap tahun lebih oleh negara muslim kepada negara donatur lebih besar daripada pencairan utang setiap tahunnya.3 2664. 2 56.3 37. Malaysia.2 6. Jordan.(lamp. 9 64. 1916 193 1 34.1 1020.8 1998 5474. 6 100 3686.7 6. Kuwait Lebanon.7 55. Malaysia.4 43. Hal ini menunjukkan kurangnya adanya kerjasama di antara negaranegara muslim dalam menghadapi masalah ekonomi.6 Negara berkembang 1996 1997 199 8 1792. Oman.1 8.0 28.2 .2 37. Iran.8 739 43.8 2621.2 153 . 7 1020. Maroko.9 31.1 54.4 41.5 1882. 8 100 3737.0 Negara industri 1996 1997 1998 3416. 9 66. 8 32. 3 67.4 . Selain Indonesia.5 383.4 368. dan Maroko. 2001 Dilihat dari beban kewajiban negara muslim terhadap negara donor menunjukkan trend meningkat. 1 769.Ke Dari Dunia $ % Negara industri $ % Negara berkembang $ % Anggota $ % IDB 1996 5279 100 3513. Jordania.6 8. 997 7 8 . 3 33. Indonesia menunjukkan memiliki utang yang paling besar pada akhir tahun 1999. Sudan. 9 54. 1 70.6 134.0 138 42.9 173.6 7. Sedangkan beberapa negara tetap konsisten tidak mau tergantung dengan IMF seperti Iraq.0 Dunia 1997 5622.6 330. Libya dan Oman. 0 Anggota IDB 199 199 199 6 7 8 357 379 339. 3) Malaysia yang mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997 tidak mengunakan jasa IMF dalam mengatasi krisis ekonomi di negaranya tetapi berbeda dengan Indonesia pada saat krisis timbul peran IMF tidak bisa dipisahkan dari pembangunan Indonesia.1 145 . 3 7.5 8. transfer bersih negatif terdapat di Algeria. 7 67.3 . 2 10. 7 70.3 6.2 214 .5 166. Bangladesh.

Pada tabel 2. Niger. seperti Bangladesh. Algeria. Indonesia. Malaysia. . Sedangkan peringkat kwalitas sumber daya manusia sebagian besar negara muslim masuk di medium human development. Jordan. dan Tunisia. 17 diantaranya negara muslim Tabel. 2 Rangking Human Development Index (HDI) Negara Muslim Hight Human Development Medium Human Development Low Human Development . Dari indek gini yang dihasilkan dari tahun yang berbeda menunjukan adanya ketidakmeratan. Indonesia dan Pakistan. Malaysia. Ketidakmerataan pendapatan yang terjadi di dalam negara muslim yang besar dilihat dari besarnya persentase pada pendudukan yang menempati posisi yang berbeda. artinya 20 persen penduduk yang memiliki pendapatan tinggi menerima lebih banyak dibanding dengan penduduk yang menepati posisi pendapatan rendah. Mesir. 25 diantaranya negara muslim dan low human development sebanyak 36 negara (rangking 127-162).0. 35 diantaranya Bangladesh.Pada lampiran 4.36 . Jordania. seperti. Maroko dan Tunisi adalah negara-negara yang memiliki kesenjangan tinggi antara kelompok yang memilik pendapatan rendah dengan pendapatan tinggi. menunjukkan dari 162 negara yang masuk dalam hight human development sebanyak 48 negara (rangking 1 sampai 48). Derajat ketidakmerataan sebagian besar negara muslim masuk pada persentase pangsa tinggi 20%. medium human development sebanyak 78 negara (rangking 49 sampai 126).49. sedangkan koefsien gini berkisar 0. Beberapa negara masuk dalam tingkat ketidakmerataan rendah dimana koefisien gini berkisar 0. Maroko. menunjukkan ketidakmerataan distribusi pendapatan negara muslim. Sedangkan negara lain menunjukkan adanya pemerataan tetapi kebanyakan yang ada diposisi ini memiliki pendapatan nasional yang rendah. 20 – 0. sementara negara muslim yang masuk hight human development indek relatif sedikit. 5 diantaranya negara muslim.

Tunisia 90. Rendahnya nilai ekspor negara-negara muslim terhadap negara muslim ataupun non-muslim. Oman 75. Bahrain 43. Jordania Sumber :UNDP. Darussalam 40. Besarnya masalah ekonomi di negara muslim diberbagai sektor ekonomi terlihat dari lemah bargaining position terhadap produk non muslim. 1953:524-529) Kepentingan pemerintah cukup dominan dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan ekonomi dibanding kepentingan rakyat (Hudson. Kuwait 45. Turki 83. Maldives 79. Bangladesh 133. Yaman 138. Mali 155. Qatar Brunai 56.Gabon 112. Guinea 153. Libya 64. Azerbaijan 82. Sehingga implementasi nilai-nilai syariah yang tercantum dalam dasar negara muslim tersebut lebih dipengaruhi oleh kepentingan politik negara bersangkutan daripada nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Chad 156. Kyrgyzsta 97 Siria 100. Comoros 125. Tingginya ketergantungan negara muslim terhadap negara non-muslim yang ditunjukkan dengan besarnya utang. 1985:51-52). Senegal 147. Irak) sangat jelas karakter otoritariatnya dalam menentukan kebijakan-kebijakan ekonomi. Suriname 65. Sierra Leone Arab 68. Dibeberapa negara muslim yang mengunakan sistem pemerintahan monarki (Arab Saudi. Camerun 127. Sudan) atau pemerintahan absolut (Libya. Benin 149. Indonesia 103. Maroko 124.GuineBissau 157. Saudi Arab 71. Lebanon 89. Uganda 145. Algeria 102. Kuwait.(Schat. Burkina Faso 161. Kazakhstan 77.Turkmenis tan 85. Malaysia 59. Gambia 150. Albania 88. Pakistan 128 Togo 132. Mozambique 159. Sudan 141. Rendahnya kepedulian pemerintah .Tajkista n 105 Mesir 109. Niger 182.32. United Emirates 48. Iran 92. 2001 PERMASALAHAN DI NEGARA MUSLIM Sebagian besar negara muslim kepentingan politik lebih banyak mempengaruhi kebijakan ekonomi negara bersangkutan.

Dengan konsep keterbukaan dalam syariah. 2001. Negara-negara muslim yang kaya sumber daya alam mengalami masalah kekurangan pangan. 2001:109-110) Dalam sejarah pemerintahan negara muslim. pendidikan. 3. terlihat dari rendah kwalitas sumber daya manusia. terlihat dari besarnya ketimpangan pendapatan diantara rakyat yang mampu dan miskin. kehutanan dan perikanan sehingga mempengaruhi rendahnya pemasukan negara di sektor–sektor tersebut. seperti ditunjukkan dengan rendahnya nilai perdagangan. sebenarnya pertumbuhan ekonomi dapat di realisasikan tanpa menafikkan persoalan politik (Engineer. kebijakan-kebijakan dalam pemerintahan mempertimbangkan beberapa hal. Tanggung jawab penguasa di depan rakyat adalah suatu perkara yang sangat diperlukan untuk memberikan motivasi kepada para penguasa dalam menjalankan tugas mereka secara efektif. WordBank. 2. Kuatnya karakter politik di negara-negara muslim di Timur Tengah dipengaruhi oleh sejarah perpolitikan di kawasan tersebut sejak jaman dulu menjadikan politik pengaruhnya besar terhadap pembangunan di negara muslim. Sistem ekonomi yang dikembangkan diberapa negara lebih berorintasi pada bidang politik. Sementara itu. . perkebunan. Iklim demokratisasi yang kurang mendukung ini akhirnya menimbulkan kerawanan ekonomi. Besarnya kekuasan pemerintah menjadikan potensi ekonomi yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat kurang bisa diolah dengan optimal. politik selalu mendominasi ekonomi. dan hukum.terhadap ekonomi rakyat kecil.(Binder. Bidang politik menjadi pijakan bagi negara muslim untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan di negara tersebut. Tetapi beberapa negara–negara muslim yang dalam negara berkembang mempunyai kemampuan rendah untuk melakukan inovasi dibidang pertanian. 2001. Rendahnya kemampuan negara muslim dalam mengelola sumber daya ekonomi tidak lain karena karakter pemerintahan yang kaku. (Hasan Ahmed.49) Fenomena yang ada di negara muslim lebih menunjukkan kondisi negara berkembang pada umumnya. dimana pengaruh politik lebih besar dibanding pengaruh ekonomi. Usaha tersebut akan memudarkan solidaritas antara rakyat dengan pemerintah. dan tentunya dengan konsep keterbukaan masalah ekonomi rakyat bisa di kurangi tetapi ternyata tidak mudah. hilangnya kebebasan berpendapat sehingga rakyat tidak lagi dapat memberikan kritik bagi penguasa dan membicarakan kebijakan ekonomi secara terbuka. Salah satu dampak dari keadaan ini adalah. Rendahnya pertanggungajawaban politik meningkatkan penyakit-penyakit yang mengerogoti keadilan dan pembangunan. antara lain :(Chapra 2002: 202-206). Sebagai negara muslim di kawasan kaya mineral memanfaatkan kekayaan tersebut bukan untuk mendukung terjadinya akselerasi ekonomi di berbagai sektor tetapi lebih digunakan untuk mempertinggi sektor konsumsi. hal ini tidak lain sistem pemerintahan yang kurang demokratis (Amartya Sen. besarnya sumber daya alam di negara-negara muslim kawasan Afrika Barat dan Asia Tenggara yang berada di sektor pertanian. sehingga keadaan ini yang menjadikan rendahnya kemampuan rakyat dalam mengelola sumber ekonomi yang ada. Rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. masalah politik tidak bisa diabaikan. 1971). sistem ekonomi Islam mengarahkan perbaikan kehidupan negara di berbagai aspek kehidupan. sosial. 2000:284-285) Kenyataan yang ada di negara-negara muslim terutama di Timur Tengah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (IDB. 1. 2000) Keadaan tersebut bukanlah praktek sistem ekonomi Islam di dalam suatu negara. perkebunan merupakan sektor yang prospektif bagi peningkatan ekspor negara tersebut kurang banyak dimanfaatkan . Dalam sejarah tidak mungkin bagi pemegang otoritas politik untuk memaksakan pandangan dunia kepada rakyat. dan kesehatan yang semestinya tidak terdapat di negara yang mempunyai sumber daya yang melimpah.

. 1994:283) Kerjasama diantara negara-negara muslim dalam mengatasi masalah ekonomi. seperti ekonomi. Kerjasama ini akan mengurangi presenden buruk bagi negara-negara muslim untuk masuk dalam lingkatan sistem ekonomi non-muslim yang memiliki konsep ekonomi yang lebih berorientasi pada pemumpukan materi. Nafsu dari otoritas politik untuk mengeksplotasi Islam demi kepentingan diri sendiri. korupsi dan represi. (IDB. Dalam sejarah Islam terbukti dan akan tetap terbukti sebagai korban dari legitimasi politik. infaq. 1980: 179) 2. Kesadaran akan pentingnya kemajuan lewat inovasi teknologi hanya dapat di lakukan dengan meningkatkan sumber daya manusia. dan shadaqah guna meminimalisir kesenjangan ekonomi. Mengurangi masalah politik dimasing-masing negara muslim dan lebih mefokuskan pada masalah yang bersentuhan dengan kemaslatan rakyat. 1982:318-319) 4. 2000) 5. Langkah-langkah yang mesti ditempuh untuk mengembalikan kebijakan sesuai dengan sistem ekonomi Islam. 5. Pengalaman disaat dinasti al-Mam’mum. (Afzalurrahman. Maka perlu diefektifkan ketentuan Islam dalam hal zakat. Tingginya kesenjangan ekonomi menunjukan rendahnya tingkat komitmen negara-negara Islam dengan sistem ekonomi syariah. kebebasan yang ditunjukkan oleh kepada rakyat adalah bebas bertanggung-jawab. SOLUSI PEMBANGUNAN NEGARA MUSLIM Untuk memecahkan masalah pembangunan di negara-negara muslim adalah usaha untuk memperbaiki ekonomi sesuai dengan syariat Islam.4. Kebebasan dalam bidang ekonomi.1994:88) 3. sosial dan budaya. sebagai berikut : 1. ketika rakyat telah diasingkan maka pemerintah kehilangan dukungan akar rumput dan tidak dapat bertahan dalam kekuasaan untuk waktu yang lama. beberapa negara muslim cenderung kurang akomodtif dalam memberikan peluang bagi rakyatnya untuk melakukan apresiasi di dalam bidang kehidupan (Naqvi. (Ahmed. Rendahnya rata-rata human development Index (HDI) negara-negara muslim dibanding negara nonmuslim menunjukkan kurang adanya konsistensi negara muslim untuk mengunakan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Pemerataan dalam bidang ekonomi sebagai nilai yang tidak terpisahkan nilai-nilai keadilan dalam syariah. Pembangunan disegala bidang kehidupan merupakan konswensi nilai Islam yang mengendepankan hidup bernegara secara manusiawi (Ahmad. Negara yang mempunyai komitmen terhadap nilai tersebut lebih condong miskin tetapi ada mendapatan pendudukan merata daripada negara kaya tetapi kesenjangan pendapatan di negara tersebut tinggi.

Islam Liberal.KESIMPULAN Negara-negara yang mengunakan dasar hukum Islam belum tentu dalam implementasinya sesuai dengan syariat Islam. (1982) Monetary and Fiscal Economics of Islam. Masudul A. Asghar Ali. Yogyakarta Gregory. Kritik Terhadap Ideologi-ideologi Pembangunan. Contributions to Islamic Economic Theory. Ausaf and Kazim Raza Awan. tetapi dengan keadaan ini sudah menunjukkan bahwa negara muslim (sebagai sebuah nama negara mengunakan Islam sekedar sebagai hukum) bukan representasi negara yang mengunakan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. International Centre for Research in Islamic Economics King Abdul Aziz University. Jeddah Saudi Arabia Ahmad. Jeddah Arief. dalam prakteknya bisa dipraktekkkan oleh negara manapun juga. Sebaliknya negara-negara muslim yang tidak merealisasikan sistem pembangunan ekonomi syariah kurang bisa dikatakan negara tersebut mengunakan sistem ekonomi syariah. Timbul kecenderungan adanya inkonsistensi antara antara idealita dan realita disebabkan oleh adanya langkah praktis yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi dalam jangka pendek. Engineer. (2000). Lectures on Islamic Economics. Binder. Masa Depan Ilmu Ekonomi. Robert C (1981). Pustaka Pelajar. Mc Milan. karena lebih dipengaruhi paradigma political mainded.(tt). Khursid. Bila suatu negara meimplementasikan eleman sistem ekonom Islam maka bisa dikatakan negara tersebut mengunakan sistem ekonomi Islami. Hal ini umum terjadi di negara yang berkembang bukan hanya dinegara muslim saja. Gema Insani Press. PLP2M. Islam dan Perkembangan Sosial-Politik di Negara Sedang Berkembang. Jakarta Choudhury. Devolusi Negara Islam. Sebuah Tinjauan Islam . Sistem ekonomi Islam. Houghton Mifflin Company. London. Akan tetapi pola kebijakan yang lebih bersifat jangka pendek efektif diakukan oleh kebijakan-kebijakan yang berdimensi politik. Comperative Economic System. Jeddah. Islamic Research and Trainng Institute Islamic Development Bank. (2001). Oleh karena itu negara-negara muslim tidak indentik dengan negara yang mengunakan sistem ekonomi Islami. (1992). Pustaka Pelajar. Boston. International Centre for Research in Islamic Economics and King Abdul Aziz University. Umer (2001). Muhammad. Sehingga menjadikan kebijakan ekonomi tidak berlaku efektif dalam memperbaiki kondisi ekonomi. (1980) Studies in Islamic Economics. Yogyakarta Esposito (ed) (1985). Paul R and Stuart. sistem ekonomi Islami tidak harus digunakan sebagai sistem ekonomi di negara muslim. Yogyakarta Chapra. . DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Leonard.

Grossman. Pelanduk Publications.1 29. UII Press. Saefudin. (1996). London Word Bank (2000). (2000). Afzalur (1995). Faruq. Kualitas Pertumbuhan. (1980) Economic Development in Islam. The Islamic Foundation. M. Masih Adakah Harapan bagi Kaum Miskin. Jakarta Sen. An Islamic Perpective. Sistem Ekonomi Islam. (1995). Gramedia.1 Indikator Beberapa Negara Muslim Terpilih Negara Luas Jumlah pendud uk Kepadat an pendud uk Pertumbu han penduduk rata-rata tahunan (%) GNP per kapita GNP per kapita PPP Pertumbu han riel GNP per kapita Tingkat harapan hidup Ribu. Dana Bhakti Wakaf. Imam dan Sejarah dalam Peradaban Dunia.. Abulhasan M..382 25. Kegan Paul International. Jakarta Metwally. . Bumi Aksara.S. Km 1997 Juta Orang per km 1998 (US $) (US$) (%) Per tahun 1998 1998 1998 1998 19971998 . Marshall G. MM. Amartya. Sejarah Sosial Ummat Islam. Islam. Selangor. Role of State in the Economy. (2001). Grasindo. (2000). Sistem-sistem Ekonomi. Gregory.9 38 3.(1994). Hodgson.N. Jakarta Siddiqi. Yogyakarta Sadeq. M. Zaman Keemasan Islam. Teori dan Model Ekonomi Islam. Paramadina. Jakarta. Rekontrusi Sejarah Imperium Dinasti Abbasiyah. Ira.8 . Jakarta. M. Dokrin Ekonomi Islam. Yogyakarta Naqvi. Didin. 1999 Afganista n 652 2. Penerbit Bangkit Daya Insani. (1995). London and New York Rahman. Nababan. Economics and Society. Mizan. Rajawali Press. (2002). The Quality of Growth.. 46 . Jakarta LAMPIRAN : Lampiran . Jakarta Lapidus. Syed Nawad Haider. (1999) The Venture of Islam.

.7 20.060 3.6 61.8 ..4 2..498 1.652 . 470 . -8.3 2.3 22.6 4...594 18.6 1.870 280 4. 2.556 3.6 1.4 3.2 2. Yaman 130 0.5 .0 5. 1.2 2..0 2. 0.3 15. 1.7 61..702 5.3 4.7 3.2 2.2 -1.144 .560 .6 0.A.5 .615 .640 1.5 2.9 4.6 3.7 995 1.376 184 155 770 84 528 125..407 11.622 437 89 18 10 1.7 16..8 3.3 -10.188 729 .8 10.5 4.1 1.595 1.5 -18.7 2.E Rep.6 1. 3.3 4.160 17.169 6.3 4..3 9.2 27. 2000 .9 22.3 1.1 1.6 4.550 350 7.760 329 446 1. 4.5 1. 7.6 13 965 932 62 112 38 51 51 105 412 3 68 62 8 11 171 67 10 12 83 60 82 33 31 2. 10. 3.407 5..2 5.871 658 3.5 5.6 0.146 2.0 3.3 1.650 .8 1.699 3.290 640 1.670 1.267 212 771 11 2.240 2.7 28.6 2.3 63.812 1.0 -0.121 .4 203.7 1.150 2.150 .020 2.Algeria Banglade s Bahrain Mesir Indonesia Iran Iraq Jordania Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turki U..4 ..240 200 . -1.3 71 59 73 67 65 71 59 71 77 70 70 72 67 46 73 62 74 72 55 69 72 69 75 56 Sumber : IDB.4 2. 6.1 2.7 -2.2 . 1.0 2..1 2.3 131. 0.910 290 1..

282 503 1.1 2.30 4 7.21 1 41.008 9. 3 2. 0 1.318 8.3 2.548 5.247 7.44 3 17.580 4.422 .92 9 3.987 27.14 3 2.12 1 903 3.7 1.778 4.167 621 8.65 2 2.27 4 492 4.462 79.186 78.262 7.786 .488 28.374 7.028 9.887 7.535 Indonesia Iran Iraq Jordania Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turki 14.11 5 78. 7 Bahrain 4.76 5 1.478 11.012 .204 16.704 387 4.910 31.60 7 4.284 .92 9 16.525 363 498 8.327 6.32 6 10.0 10.424 .39 1 53.4 3.032 269 73.73 4.02 7 717 5.755.963 424.346 3.74 1 7.81 4 765 4.017 10.3 1.69 4 14.119 58.429 9.916 62.726 9.72 7 4.457 5.38 2 594 3.866.256 .01 9 42.204.347 .7 3.2 1.Lampiran.1 6.498 5.562 4.024.261 13.874 .7 2.068 3.043 .881 270 281 7.578 12. 0 4.095 8.62 0 2.921 49.380 5.554 6.7 5.817 3.72 9 620 3.787.81 4 22.442 642 8.856 6.146 1.026 5.32 7 6.979 .711 3.5 5. 0 2.630 7.716 78. 3 4.03 0 9.94 6 717 142 11.008 .924 13.65 3 14.700 Mesir 3.85 8 1.49 7 32.445 60.846 .3 11.00 0 2.8 2. 0 4.43 0 3.41 8 9.273. 7 6.428 8.334.273 570 8.748 49.114 5.331 1.26 6 386 597.6 1.852 3.582 5.339 8.033 52.81 4 21.330 5.661 146 13.0 302.592.090 4.3 4. 2 Perkembangan Ekspor dan Impor Negara Muslim Terpilih Negara Ekspor Impor Neraca Perdagangan US S juta 1998 1990 1998 Petumbuhan rata-rata pertahun Ekspor 8090 9098 Impor 8090 9098 US $ juta 1996 1997 1998 1996 US $ juta 1997 Afganistan Algeria Banglades 127 12.254 .3 145.93 1.0 1.312 3.616 4.843 13.388 .74 2 1.

7 1.772.367.584. 6 1.111.95 2 1.99 3.3 1.746 25.1 2.U.3 1. 3 Utang Luar Negeri Negara Muslim Terpilih Negara Total utang luar negeri Utang jangka panjang Utang jangka pendek Net Transf er Pemakaian kredit IMF .2 107. 0 2.038 7.687 .390. 3 1.675 5.9 611.9 10.3 -444.169.72 4.46 9 2.73 3 2.7 817 364.559 26.096 .93 8 26.44 2 2..745 43.394.36 9 31.62 7 22.999 5. 3 28.183 7.3 1.517 23.095.310 .313.295 . 3 7.58 5 29. 3 2. 0 20.05 6. 0 -105.7 Sumber : IDB. 5 5.65 7 2. 2000 Lampiran.A.24 5 30.9 1.919 8.E Yaman 3.914 48.333 45.503 5.63 8 2.22 4 27.237.0 1.

US$ juta US $ juta % Total utang US$ juta % dari total pembelanjaa n 1990 1999 1990 1999 1990 1999 1990 1999 1998 .

. .. . 37... .A. 8..5 .390 18.1 13.. ...4 1...2 42 1. 7. ..3 15.09 6 10..473 1..0 4. . 129 .2 .E Yaman . 6. 1.108* 10... .877 1.5 15... .02 0 . . .4 1...2 .8 1. 0 .73 6 20. 358 .441 .2 19.8 . . . 13. 45. 27..3 01 1.9 5.. .357 .6 43 .1 ... 26. 125 494 0 . 0 750 85 0 836 ... 12.8 .. . 7.. 8. .947 .. -360 16 .3 34...3 72 58.1 12.4 .8 72 9. 10.404 150.81 9 6..206 155 .110 119.1 ... 0 10.534 . . 13.. .704 . 1. .7 .6 27. 15..574 . 26. -123 -79 .4 16 11.. 414* . .684* ..9 12. 0. .913 16.. 12.423 . -8 -1. 13 .40 0 16.7 8...2 ...6 63 ..621 3. 26. .3 28 24. .0 23.768 30. 30. 16..8 13..9 80. .. 25.... . 0 .9 50.015 17. .. 28.9 . .. 32. . .9 .... .603 34.816 ..9 49 69..239 . ...... . .207 * ... .7 1... .. 1..8 77 12. 0 0 68 0 1.... ..906 318 ....... 9.4 22 23.4 58 1... . . 38. 94 . 1.060 1.17 7 .Afganistan Algeria Banglades Bahrain Eqypt Indonesia Iran Iraq Jordan Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turkey U. 79... ... 498 . -583 -105 2 -22 -13 .... -2 .. .. 18. 2. .1 .6 8. 14..48 7 2. 670 626 . 28. 8.9 87 .. -57 .. . .739 .962 .7 68 ..24 8 0 .79 7 ..77 9 .04 3 ...939 19. 28..5 .72 6 2..

3 16. 20. . 12. 13. .. 2.9 30.. .. ..9 2. Turkey. 37.7 . . .9 3. 3. .5 11.7 32. 21..1 37.. ...4 21.8 ...7 21. 48.4 ...5 23...8 ....9 . ...9 . 38. 12.2 .1 . .7 46.4 39. dan Yaman adalah tahun 1998 Sumber : IDB. 1988 1992 . 15.. 16.7 . 8...0 13. .4 . 34. 13.9 . . ... 2. 39. 1991 1993 .3 44. .1 17..5 .7 . .8 3......2 36. . ....3 10.3 . . 6.......2 .4 22..3 .. Tunisia.1 . Sudan..0 . 46.5 .2 . 4 Distribusi Pendapatan dan Konsumsi Negara Muslim Terpilih Negara Tahu n surv ey . .2 . 31.3 .6 7.. 43.. 2000 Lampiran. 22. .4 ...0 . .. 8. ...1 . .5 12. 53.... . 25. Tinggi 10% Afganista n Algeria Banglade sh Bahrain Eqypt Indonesia Iran Iraq Jordan Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan .... .7 8. 20.. .. 11.*Data total utang luar negeri. 5.. 31. 26... 20.9 .3 . 9. 8.9 22..8 .7 ... .1 47. 16. 41. 1. 32.8 4.9 9.0 15. . . 1991 Gini Index Persentase pangsa (share) pendapatan atau konsumsi Renda h 10% Renda h 20% Kuintil kedua Kuintil ketiga Kuintil keemp at ..0 15.. 1991 .. ...9 ... 50.4 ... . 1989 9091 1992 . Tinggi 20% ..7 28..7 . .0 31.6 6. ..1 .1 ...5 29.9 . 4. 3..3 ..5 .1 .4 ..1 ..

.. . .. . .. . .. .9 . . ..2 .. .. . .4 ..A. . .. . ... 15. . ... ...Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turkey U..E Yaman . .. . . .. 30. . . . . ...7 . .... 5.. Sumber : Word Delopment Report.. 1990 . 40...... .1 .3 ..3 ..... .. 2. .multiply.. . .. 10..3 .. 1998 (http://herisudarsono07. 22..com/journal/item/37/Perkembangan_Ekonomi_di_Neg ara_Muslim_?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem) .... .... 46. . ... . . .... . . ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful