P. 1
Daftar Negara Ekonomi Awal Dan Berkembang

Daftar Negara Ekonomi Awal Dan Berkembang

|Views: 131|Likes:
Published by Lambang Si BoBbi

More info:

Published by: Lambang Si BoBbi on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2012

pdf

text

original

Daftar negara ekonomi awal dan berkembang

Berikut ini negara-negara yang dianggap sebagai ekonomi awal dan berkembang menurut Laporan Ekonomi Dunia Dana Moneter Internasional, April 2010.[16]
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Afghanistan Albania Aljazair Angola Antigua dan Barbuda Argentina Armenia Azerbaijan Bahama Bahrain Bangladesh Barbados Belarus Belize Benin Bhutan Bolivia Botswana Brazil Bulgaria Burkina Faso Burma Burundi Kamerun Tanjung Verde Republik Afrika Tengah Chad Chili Cina Kolombia Komoro Republik Demokratik Kongo Republik Kongo Kosta Rika Côte d'Ivoire Kroasia Djibouti Dominika Republik Dominika Ekuador Mesir

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

El Salvador Guinea Khatulistiwa Eritrea Estonia Ethiopia Fiji Gabon Gambia Georgia Ghana Grenada Guatemala Guinea Guinea-Bissau Guyana Haiti Honduras Hongaria Indonesia India Iran Irak Jamaika Yordania Kazakhstan Kenya Kiribati Kuwait Kyrgyzstan Laos Latvia Lebanon Lesotho Liberia Libya Lituania Makedonia Madagaskar Malawi Malaysia Maladewa Mali Kepulauan Marshall[17] Mauritania Mauritius Meksiko

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Federasi Mikronesia[17] Moldova Mongolia Montenegro Maroko Mozambik Namibia Nauru Nepal Nikaragua Niger Nigeria Oman Pakistan Palau[17] Panama Papua Nugini Paraguay Peru Filipina Polandia Qatar Rumania Rusia Rwanda Saudi Arabia Samoa São Tomé dan Príncipe Senegal Serbia Seychelles Sierra Leone Kepulauan Solomon Afrika Selatan Somalia Sri Lanka Saint Kitts dan Nevis Saint Lucia Saint Vincent dan Grenadines Sudan Suriname Swaziland Suriah Tajikistan Tanzania Thailand .

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • Timor-Leste Togo Tonga Trinidad dan Tobago Tunisia Turki Turkmenistan Tuvalu Uganda Ukraina Uni Emirat Arab Uruguay Uzbekistan Vanuatu Venezuela Vietnam Yemen Zambia Zimbabwe Negara berkembang yang tidak terdaftar di IMF • • Kuba Korea Utara Daftar ekonomi berkembang yang sudah menjadi ekonomi maju (Empat Macan Asia dan negara Euro Baru) • • • • • • • • • • Hong Kong (sebelum 1997) Singapura (sebelum 1997) Korea Selatan (sebelum 1997) Taiwan (sebelum 1997) Siprus (sebelum 2001) Libya (sebelum 2004) Slovenia (sebelum 2007) Malta (sebelum 2008) Republik Ceko (sebelum 2009) Slowakia (sebelum 2009) .

yang dipimpin oleh Harun alRasyid (786-809 M) dan putranya. Pelabuhan-pelabuhan penting yang menjadi faktor keberhasilan di sektor perdagangan ini adalah pelabuhan di Teluk Persia dan laut Merah yang membuka jalan di lautan India. Melalui kontak-kontak dengan Cina. TELAAH KEBERADAAN NILAI ISLAM DALAM SISTEM EKONOMI DI NEGARA MUSLIM Negara muslim indentik dengan negara yang mengunakan sistem ekonomi yang berdasarkan nilainilai syariah. Pelabuhan Siria dan Mesir. Di Samarkad produksi ekspor kertas dimulai. Saat ini muncul usaha dari berbagai negara muslim untuk bangkit kembali sebagaimana masa lalu. 2000) Apakah demikian implementasi nilai-nilai syariah dalam ekonomi menghasilkan tingkat pertumbuhhan ekonomi yang rendah. 2002: 88. 1975:7) Perdagangan tidak terbatas pada kekhalifahan saja melainkan juga mencakup banyak kawasan di luar kekuasan Islam.PERKEMBANGAN EKONOMI DI NEGARA MUSLIM. Kejayaan dinasti Abassiyah pada abad 11 menunjukkan nilai-nilai syariah mampu membangun kehidupan masyarakat yang maju. Lombard. kaum muslim tidak hanya memperoleh sutera dan porselen tetapi juga bubuk mesiu dan kertas Hubungan dengan Cina pada masa kejayaan Islam ini demikian meningkat dan Cina pada waktu sudah menjadi negara maju. (WordBank. 2000:103-106) Aktivitas perdagangan internasional antara Timur dan Barat terjadi secara besar-besaran. (Saefudin. Didukung oleh sarana-sarana strategis perdagangan seperti adanya pelabuhan–pelabuhan yang menjadi terminal distribusi dan keluar masuk barang. Sedangkan Eropa baru mendirikan pabrik kertas 5 abad kemudian. sebagian besar negara muslim masuk dalam kriteria negara berkembang dan miskin. Salah satu negara muslim yang bisa representasikan negara yang mengunakan nilai-nilai syariah dalam kebijakan ekonomi adalah negara muslim pada abad 7-8 masehi. Pada saat ini belum dapat dinyatakan bahwa negara muslim merupakan represtasi negara yang meimplementasikan nilai-nilai Islam. 1974:347). Pembuatan kertas di temukan di Cina sekitar tahun 105 segera di bawa ke Samarkand oleh tawanan perang Cina pada tahun 751 (Hitti. (Amstrong. Afrika Utara dan Spanyol. Sejumlah indikator selain ekonomipun menunjukkan negara muslim rata-rata lebih rendah dibanding negara non muslim. yang terkenal dengan Alexandaria. ketidakmerataan yang tinggi. 2002. India. (Lapidus.125). Al-Ma’mun (813-833 M) seluruh bidang kehidupan rakyat meningkat pesat sehingga jaman tersebut dijuluki jaman kejayaan Islam. Tetapi sebagian besar rakyat di negara muslim belum mendapatkan kesejahteraan ekonomi sebagaimana yang diharapkan. bahkan menurut laporan Bank Dunia 2000. khusus wilayah Sub Sahara Afrika di sebelah Barat Daya. dan pelabuhan Sisilia serta selat Gilbraltar yang menunju lalu lintas menunju Eropa. Sistem ini memiliki tujuan memenuhi kesejahteraan ekonomi rakyat dan keselamatan hidupnya di akhirat. utang luar negari yang besar dan lain sebagainya. Dimana pada waktu itu negara yang berkuasa adalah dinasti Abbasiyah. sejak itu penggunakan kertas menyebar melalui Syiria. Cina dan Asia Tenggara di sebelah Timur. Tetapi melihat kondisi riil negara muslim timbul .

kolusi dan nepotisme demi alasan meningkatkan pertumbuhan ataupun pemerataan pembangunan. pendapatan. Oleh karena itu muncul beberapa permasalahan. tetapi ternyata ada inkonsistensi dalam kenyataannya. Notabene sebagian negara Islam secara de jure mengunakan nilai-nilai syariah sebagai sistem ekonomi mereka. menghargai dan melindungi hak kepemilikan individu ataupun masyarakat. Gregory dan Robert C. diantaranya: a.pertanyaan apakah mungkin mereka bisa menjadi negara yang berpengaruh di dunia sebagaimana negara Abbasiyah. 4. sebagaimana yang dinyatakan Paul R. sebagai berikut : 1. 1992:134) b. Stuart sebagai satu kesatuan mekanisme dan lembaga pengambil keputusan yang menimplementasikan keputusan terhadap produksi. Keempat pertanyaan ini muncul akibat timbulnya pengertian “Islam”—sebagai way of life— sebagai sebuah sistem ekonomi yang mampu memberikan ketentraman dan kesejahterakan. Penyelengaraan negara atas dasar Syariah. dan konsumsi di suatu masyarakat. Ajaran Islam sebagai landasan pemerintah menentukan kebijakan-kebijakan ekonomi didasarkan oleh ketentuan syariah. Suatu sistem harus secara keseluruhan berfungsi walaupun tidak perlu dia berfungsi dengan sempurna. Sistem ekonomi akan mengatur pemerintah untuk menelurkan kebijakan-kebijakan perekonomian secara khusus maupun umum.. (Abu Ali. Dalam pembangunan negara mengakui. Bagaimana sebenarnya pembangunan yang ada dalam suatu negara memiliki karakter Islami. (Grossman. Mengakui hak milik rakyat. Negara tidak bisa bersikap sepihak dalam menentukan kebijakan–kebijakan pembangunan yang berhubungan dengan . Dengan keadaan ini menunjukkan bahwa yang dimaksudkan sistem ekonomi syariah bukan sebagai kebijakan yang digunakan untuk legitimasi keberadaan suatu sistem ekonomi dalam suatu negara. 3. (Gregory dan Staurt.. Dalam sistem ekonomi Islam terdiri berbagai elemen. SISTEM EKONOMI ISLAM Sistem ekonomi adalah berbagai bagian yang tidak hanya saling berkaitan tapi juga saling mempengaruhi dengan tingkat konsistensi tertentu dan keeratan yang pasti. tetapi melihat perkembangan ekonomi di negara muslim kurang mencerminkan sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Bila sistem ekonomi menjadi kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ekonomi negara. Mengapa tingkat pembangunan negara-negara muslim yang notabene mengunakan sistem ekonomi syariah lebih rendah dibanding dengan negara non-muslim. Apakah sistem ekonomi syariah mampu mengantar suatu negara menjadi negara yang maju karena saat ini belum ada bukti negara-negara muslim maju sebagaimana negara-negara nonmuslim. 1995:19) Sistem ekonomi merupakan seperangkat kesinambungan dan suatu lembaga yang mempunyai peran dalam produksi. 1981:16) Sehingga bentuk sistem ekonomi seiring dengan konsensus masyarakat untuk menyatakan bentuk dari masyarakat atau negara. Apakah sebenarnya negara-negara muslim telah mengunakan sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Sistem ekonomi terdiri dari berbagai elemen yang menjadikan terbentuknya sistem ekonomi di suatu negara. Kebijakan ekonomi dihindarkan dari praktek-praktek yang menyimpang dari ajaran Islam seperti korupsi. 2. pendapatan dan konsumsi di dalam suatu daerah.

35. Keadilan dalam distribusi Kebijakan pembangunan yang membawa pada kehidupan ekonomi yang berkeadilan. (Siddiqi. 1976:14. tetapi Allah yang menghendakinya. tetapi perbedaan ini bukan suatu alasan untuk membuat kebijakan ekonomi yang diskriminan. Islam mengakui adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dalam penghasilan. pekerjaan dan sebagainya. 1994:89-90. Oleh karena itu manusia tidak bisa beralasan karena tempat kelahirnya ia menjadi rendah diri atau tinggi hati dengan sesamanya. 1980:177).kepemilikan individu dan masyarakat. Ahmed. Setiap orang bertanggung jawab atas kepemilikannya di jalan Allah (Nababan. REALISASI PEMBANGUNAN DI NEGARA MUSLIM Negara muslim yang masuk dalam daftar Organisasi Konferensi Islam (OKI) berjumlah 53 diseluruh dunia yang menyebar dari Afrika sampai Asia Tenggara. dengan berbeda inilah di antara manusia butuh dengan yang lain. Kebijakan pembangunan terbuka terhadap berbagai perubahan-perubahan di luar bidang ekonomi. Maka realisasi dari elemenelemen ini dapat dijadikan ukuran bagaimana negara muslim merealiasasikan nilai-nilai syariah dalam sistem ekonominya. Demikian juga . 2000:46-52 . Manusia dilahirkan di tempat dan waktu yang berbeda bukan kehendak manusia. (Naqvi. 8). Jumlah negara muslim ini menepati jumlah kurang lebih sepertiga jumlah negara non-muslim di dunia. Islam mengedepankan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pemilikan publik. Untuk Islam menganjurkan untuk membayar zakat. Choudhury. 1982. 1992:133 . Sesama muslim adalah saudara maka sikap saling membantu dan kerjasama merupakan bagian dari perilaku hidup bernegara. Elemen sistem ekonomi yang bersumber dari nilai syariah ini menjadi pedoman pemerintah muslim dalam memutuskan kebijakan-kebijakan ekonomi. 1995:4. Keseimbangan penyediaan fasilitas pribadi dan publik Negara memiliki tangung jawab untuk melakukan usaha distribusi guna mencapai keseimbangan pemenuhan hak pribadi dan publik.Sakr. Choudhury . Kerjasama antara rakyat dengan rakyat. Perubahan tidak hanya dalam arti fisik tetapi perubahan ini juga dalam bidang non fisik. sikap dan gaya hidup yang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam (Ahmad. infaq dan sadaqah sebagai upaya meminimalisir tingginya kesenjangan sosial. tt. 1995:95) c. dan rakyat dengan pemerintah. yang di dasarkan atas norma. Melalui elemen tersebut dapat mefungsikan dirinya sebagai negara muslim. 1996:46-47). seperti hak pemilikan atas tanah/rumah.9-10) f. d. Demikian juga. Dengan perbedaan ini manusia dapat meaktualiasaikan potensi yang berbeda.tt. (Siddiqi. harta kekayaan. 1992:118 :Afzalurahman. tetapi hal itu berlaku luwes terhadap keadaan masyarakat.Ali. Terbuka terhadap perubahan. (Metwally. negara menjamin penyediaan kebutuhan pokok minimum masyarakat demikian yang berlaku sejak jaman Khulafaurrahidin.320) e.

seperti Afganistan dan Niger. dan Saudi Arabia yang rata-rata pertumbuhan pendudukanya 3 %. Pertumbuhan rata-rata GNP riel per kapita rata-rata bervariasi. Sinergi pembanguan di antara negara muslim relatif rendah hal ini terbukti besarnya tingkat variasi pertumbuhan Gross National Product (GNP) di antara mereka. Sedangkan negara muslim lain kurang dari 3 %. Saudi dan Sudan. Qatar. Tunisa. Bahrain. Saudi Arabia. Rata-rata pertumbuhan penduduk yang tinggi ini tidak menjamin adanya kesempatan hidup yang baik. Banglades. Keadaan ini menunjukkan posisi perdagangan negara muslim terhadap negara industri dan meningkat amat lemah. lemahnya perdagangan ini masalahnya sangat komplek bukan saja masalah yang berhubungan dengan tingkat siqnifikasi komoditas ekspor negara muslim kepada negara lain. Syria dan UAE. Tabel 1. Hal ini disebabkan adanya pola pembangunan yang berbeda di masing–masing negara sehingga rendahnya hubungan timbal balik dalam bidang ekonomi di antara beberapa negara muslim. tetapi pada tahun yang sama dibeberapa negara muslim menunjukan tingkat pertumbuhan GNP minus. negara berkembang dan negara muslim sendiri tidak siqnifikan. seperti. Iran. UEA menempati angka pertama dalam rata pertumbuhan penduduk 5. Tetapi lebih banyak berhubungan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah muslim yang menimbulkan kecenderungan tertutupya negara-negara tersebut dengan dunia luar.dengan jumlah pendudukanya kurang lebih 1. 2000) Beberapa negara muslim mengalami pertumbuhan ekspor dan impor rata-rata negatif. Malaysia. Tabel. dan Yaman. Indonesia. 2 milyar. (lihat lamp. Luas negara dengan banyaknya penduduk setiap negara muslim bervariasi. Nigeria.1 Perdagangan antar dan Intra anggota IDB Negara Industri dan Negara Berkembang (dalam US $ Bilion) . (Wordbank. seperti Bahrain. Maroko. menunjukkan hubungan diantara negara muslim dengan negara industri. kemudian disusul dengan negara Afganistan. Dari beberapa negara tersebut tingkat pertumbuhan GNP yang paling rendah adalah Indonesia dan Malaysia. Sebagaiman terlihat dalam lampiran 2. 4 % pertahun. Niger. (Lamp. Mesir. 1) Tetapi jumlah penduduk ini tidak menunjukan tinggi pertumbuhan rata-rata pertahun. Sedangkan negara muslim yang memiliki tingkat pertumbuhan ekspor dan impor rata pertahun meningkat lebih berhubungan dengan keterbukaan perekonomian negara tersebut di pasar dunia. 3). sejumlah negara muslim di atas adalah Indonesia walaupun dibanding dengan negara lain luas negara yang dimiliki tidak seluas Algeria. selain itu tingkat rata-rata dari variasi pertumbuhan GNP lebih rendah dibanding dengan negara-negara non-muslim. negara yang memiliki tingkat pertumbuhan GNP lebih dari 3 persen pada tahun 1997-1998. hal ini berhubungan dengan timbulnya krisis yang terjadi pada awal 1997 di kedua negara tersebut. Kuwait. hal ini diakibatkan turunnya hubungan perdagangan dari negara industri dan berkembang ke negara muslim. merupakan seperlima dari total populasi dunia. Algeria. Hubungan perdagangan dunia mengalami penurunan.

1 8. 3 67.9 173. dan Maroko. 7 70. Iran.8 6.2 209. Jordania.8 2621.5 166. 7 67. Maroko.6 Negara berkembang 1996 1997 199 8 1792.6 1763.3 37. 2 56. walapun timbul kecenderung beberapa negara muslim mulai mengurangi pegaruh IMF di negaranya seperti Mesir. Selain Indonesia. Tunisia dan Turki. 1 70. transfer bersih negatif terdapat di Algeria.3 2664. 0 33.0 138 42.5 1882.2 200.1 1020. Malaysia.5 34.9 27. 4 72.6 134.2 6. 3 33. Algeria.8 204.4 43. 4 157. 8 100 3737. Malaysia. 1 231 .2 37.7 6. 8 66.4 . Indonesia. 0 Anggota IDB 199 199 199 6 7 8 357 379 339.3 29. 7 9.4 Sumber : IDB.2 214 .7 832. 7 5.8 739 43.9 31. 1081.3 1785. 2001 Dilihat dari beban kewajiban negara muslim terhadap negara donor menunjukkan trend meningkat. Indonesia menunjukkan memiliki utang yang paling besar pada akhir tahun 1999.4 6.7 55. 1 769.8 1998 5474.7 44. Disamping itu beberapa negara muslim menunjukkkan transfer bersih (pencairan utang dikurangi pembayaran ciciran beserta bunga) menunjukkan nilai negatif artinya kewajiban yang dibayarkan setiap tahun lebih oleh negara muslim kepada negara donatur lebih besar daripada pencairan utang setiap tahunnya.3 6.5 383.1 145 .4 41. 6 100 3686.6 330. 2 10.0 956. 3 7.5 8.(lamp. Sedangkan beberapa negara tetap konsisten tidak mau tergantung dengan IMF seperti Iraq. 3) Malaysia yang mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997 tidak mengunakan jasa IMF dalam mengatasi krisis ekonomi di negaranya tetapi berbeda dengan Indonesia pada saat krisis timbul peran IMF tidak bisa dipisahkan dari pembangunan Indonesia.7 3681.8 42. Oman.1 3643.9 54.6 8. 9 54. Kuwait Lebanon. Bangladesh.1 33.0 Dunia 1997 5622. 7 1020. Dalam masalah utang ini negara-negara muslim berbeda pandangan tentang IMF.7 2459.4 368. Sudan.6 7. dan Pakistan negara-negara ini menunjukkan ketergantungan utang terhadap utang masih tinggi walaupun nilai utang dari beberapa negara tersebut bervariasi.0 Negara industri 1996 1997 1998 3416. Iran. Pakistan.4 4 6. .4 10. Kebijakan ekonomi Indonesia dengan Malaysia dimana kedua negara tersebut masuk dalam kriteria negara muslim terbesar di Asia Tengara ternyata mempunyai pandangan berbeda terhadap IMF. .6 6. 1916 193 1 34.Ke Dari Dunia $ % Negara industri $ % Negara berkembang $ % Anggota $ % IDB 1996 5279 100 3513. 8 32. Oman.6 54.1 54. 997 7 8 . Jordan. 9 66. Libya dan Oman. Libanon.3 .2 .0 28. 4 64.2 153 . 9 64.3 1016. Hal ini menunjukkan kurangnya adanya kerjasama di antara negaranegara muslim dalam menghadapi masalah ekonomi.

seperti. . Maroko. 35 diantaranya Bangladesh. Sedangkan peringkat kwalitas sumber daya manusia sebagian besar negara muslim masuk di medium human development. menunjukkan ketidakmerataan distribusi pendapatan negara muslim. Derajat ketidakmerataan sebagian besar negara muslim masuk pada persentase pangsa tinggi 20%. medium human development sebanyak 78 negara (rangking 49 sampai 126). 17 diantaranya negara muslim Tabel. Ketidakmerataan pendapatan yang terjadi di dalam negara muslim yang besar dilihat dari besarnya persentase pada pendudukan yang menempati posisi yang berbeda. 2 Rangking Human Development Index (HDI) Negara Muslim Hight Human Development Medium Human Development Low Human Development . Beberapa negara masuk dalam tingkat ketidakmerataan rendah dimana koefisien gini berkisar 0.49. Pada tabel 2.0. Malaysia. Indonesia. Malaysia. Indonesia dan Pakistan. Niger. Mesir.Pada lampiran 4. Jordania. sementara negara muslim yang masuk hight human development indek relatif sedikit. sedangkan koefsien gini berkisar 0.36 . seperti Bangladesh. 20 – 0. Dari indek gini yang dihasilkan dari tahun yang berbeda menunjukan adanya ketidakmeratan. Jordan. 5 diantaranya negara muslim. Sedangkan negara lain menunjukkan adanya pemerataan tetapi kebanyakan yang ada diposisi ini memiliki pendapatan nasional yang rendah. Algeria. dan Tunisia. menunjukkan dari 162 negara yang masuk dalam hight human development sebanyak 48 negara (rangking 1 sampai 48). 25 diantaranya negara muslim dan low human development sebanyak 36 negara (rangking 127-162). artinya 20 persen penduduk yang memiliki pendapatan tinggi menerima lebih banyak dibanding dengan penduduk yang menepati posisi pendapatan rendah. Maroko dan Tunisi adalah negara-negara yang memiliki kesenjangan tinggi antara kelompok yang memilik pendapatan rendah dengan pendapatan tinggi.

Jordania Sumber :UNDP. Irak) sangat jelas karakter otoritariatnya dalam menentukan kebijakan-kebijakan ekonomi. Sehingga implementasi nilai-nilai syariah yang tercantum dalam dasar negara muslim tersebut lebih dipengaruhi oleh kepentingan politik negara bersangkutan daripada nilai yang terkandung dalam ajaran Islam.Turkmenis tan 85. Chad 156. Bangladesh 133. Rendahnya nilai ekspor negara-negara muslim terhadap negara muslim ataupun non-muslim. Rendahnya kepedulian pemerintah . Iran 92. Tingginya ketergantungan negara muslim terhadap negara non-muslim yang ditunjukkan dengan besarnya utang. Bahrain 43. Malaysia 59. Guinea 153. Oman 75. Uganda 145. Benin 149. Albania 88.Gabon 112. Indonesia 103.GuineBissau 157. Niger 182.32. Turki 83. Algeria 102. Besarnya masalah ekonomi di negara muslim diberbagai sektor ekonomi terlihat dari lemah bargaining position terhadap produk non muslim. Sudan 141. Libya 64. Qatar Brunai 56. Sudan) atau pemerintahan absolut (Libya. United Emirates 48. Mali 155. Kyrgyzsta 97 Siria 100. Lebanon 89. Darussalam 40. Azerbaijan 82. Pakistan 128 Togo 132. Gambia 150. Camerun 127. Senegal 147.Tajkista n 105 Mesir 109. Tunisia 90. Mozambique 159. Comoros 125. Kazakhstan 77. Yaman 138. Kuwait 45. Maroko 124.(Schat. Maldives 79. 2001 PERMASALAHAN DI NEGARA MUSLIM Sebagian besar negara muslim kepentingan politik lebih banyak mempengaruhi kebijakan ekonomi negara bersangkutan. Burkina Faso 161. Kuwait. 1985:51-52). 1953:524-529) Kepentingan pemerintah cukup dominan dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan ekonomi dibanding kepentingan rakyat (Hudson. Suriname 65. Saudi Arab 71. Sierra Leone Arab 68. Dibeberapa negara muslim yang mengunakan sistem pemerintahan monarki (Arab Saudi.

masalah politik tidak bisa diabaikan. 2001:109-110) Dalam sejarah pemerintahan negara muslim. sebenarnya pertumbuhan ekonomi dapat di realisasikan tanpa menafikkan persoalan politik (Engineer. sehingga keadaan ini yang menjadikan rendahnya kemampuan rakyat dalam mengelola sumber ekonomi yang ada. sosial. Bidang politik menjadi pijakan bagi negara muslim untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan di negara tersebut. kehutanan dan perikanan sehingga mempengaruhi rendahnya pemasukan negara di sektor–sektor tersebut. terlihat dari rendah kwalitas sumber daya manusia. (Hasan Ahmed. perkebunan. Usaha tersebut akan memudarkan solidaritas antara rakyat dengan pemerintah.terhadap ekonomi rakyat kecil. (IDB. dan hukum. dimana pengaruh politik lebih besar dibanding pengaruh ekonomi. terlihat dari besarnya ketimpangan pendapatan diantara rakyat yang mampu dan miskin. Rendahnya pertanggungajawaban politik meningkatkan penyakit-penyakit yang mengerogoti keadilan dan pembangunan. sistem ekonomi Islam mengarahkan perbaikan kehidupan negara di berbagai aspek kehidupan. 2001. hal ini tidak lain sistem pemerintahan yang kurang demokratis (Amartya Sen. Rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. pendidikan. kebijakan-kebijakan dalam pemerintahan mempertimbangkan beberapa hal. 3. besarnya sumber daya alam di negara-negara muslim kawasan Afrika Barat dan Asia Tenggara yang berada di sektor pertanian. 2001. 2. hilangnya kebebasan berpendapat sehingga rakyat tidak lagi dapat memberikan kritik bagi penguasa dan membicarakan kebijakan ekonomi secara terbuka. antara lain :(Chapra 2002: 202-206). Besarnya kekuasan pemerintah menjadikan potensi ekonomi yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat kurang bisa diolah dengan optimal.49) Fenomena yang ada di negara muslim lebih menunjukkan kondisi negara berkembang pada umumnya. Kuatnya karakter politik di negara-negara muslim di Timur Tengah dipengaruhi oleh sejarah perpolitikan di kawasan tersebut sejak jaman dulu menjadikan politik pengaruhnya besar terhadap pembangunan di negara muslim. WordBank. 1971). Iklim demokratisasi yang kurang mendukung ini akhirnya menimbulkan kerawanan ekonomi. dan tentunya dengan konsep keterbukaan masalah ekonomi rakyat bisa di kurangi tetapi ternyata tidak mudah. Tanggung jawab penguasa di depan rakyat adalah suatu perkara yang sangat diperlukan untuk memberikan motivasi kepada para penguasa dalam menjalankan tugas mereka secara efektif. Tetapi beberapa negara–negara muslim yang dalam negara berkembang mempunyai kemampuan rendah untuk melakukan inovasi dibidang pertanian. . 2000) Keadaan tersebut bukanlah praktek sistem ekonomi Islam di dalam suatu negara. politik selalu mendominasi ekonomi. Rendahnya kemampuan negara muslim dalam mengelola sumber daya ekonomi tidak lain karena karakter pemerintahan yang kaku. Dalam sejarah tidak mungkin bagi pemegang otoritas politik untuk memaksakan pandangan dunia kepada rakyat. dan kesehatan yang semestinya tidak terdapat di negara yang mempunyai sumber daya yang melimpah. seperti ditunjukkan dengan rendahnya nilai perdagangan. Sebagai negara muslim di kawasan kaya mineral memanfaatkan kekayaan tersebut bukan untuk mendukung terjadinya akselerasi ekonomi di berbagai sektor tetapi lebih digunakan untuk mempertinggi sektor konsumsi. Sementara itu. Negara-negara muslim yang kaya sumber daya alam mengalami masalah kekurangan pangan. 1. perkebunan merupakan sektor yang prospektif bagi peningkatan ekspor negara tersebut kurang banyak dimanfaatkan . Dengan konsep keterbukaan dalam syariah. Sistem ekonomi yang dikembangkan diberapa negara lebih berorintasi pada bidang politik. Salah satu dampak dari keadaan ini adalah.(Binder. 2000:284-285) Kenyataan yang ada di negara-negara muslim terutama di Timur Tengah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kebebasan dalam bidang ekonomi. Negara yang mempunyai komitmen terhadap nilai tersebut lebih condong miskin tetapi ada mendapatan pendudukan merata daripada negara kaya tetapi kesenjangan pendapatan di negara tersebut tinggi. Pemerataan dalam bidang ekonomi sebagai nilai yang tidak terpisahkan nilai-nilai keadilan dalam syariah. (Ahmed. infaq.4. Tingginya kesenjangan ekonomi menunjukan rendahnya tingkat komitmen negara-negara Islam dengan sistem ekonomi syariah. korupsi dan represi. 5. Kesadaran akan pentingnya kemajuan lewat inovasi teknologi hanya dapat di lakukan dengan meningkatkan sumber daya manusia. Mengurangi masalah politik dimasing-masing negara muslim dan lebih mefokuskan pada masalah yang bersentuhan dengan kemaslatan rakyat. kebebasan yang ditunjukkan oleh kepada rakyat adalah bebas bertanggung-jawab. 1994:283) Kerjasama diantara negara-negara muslim dalam mengatasi masalah ekonomi. Pengalaman disaat dinasti al-Mam’mum. Nafsu dari otoritas politik untuk mengeksplotasi Islam demi kepentingan diri sendiri. 1980: 179) 2. Maka perlu diefektifkan ketentuan Islam dalam hal zakat. 1982:318-319) 4. . beberapa negara muslim cenderung kurang akomodtif dalam memberikan peluang bagi rakyatnya untuk melakukan apresiasi di dalam bidang kehidupan (Naqvi. Kerjasama ini akan mengurangi presenden buruk bagi negara-negara muslim untuk masuk dalam lingkatan sistem ekonomi non-muslim yang memiliki konsep ekonomi yang lebih berorientasi pada pemumpukan materi. sosial dan budaya. SOLUSI PEMBANGUNAN NEGARA MUSLIM Untuk memecahkan masalah pembangunan di negara-negara muslim adalah usaha untuk memperbaiki ekonomi sesuai dengan syariat Islam. Langkah-langkah yang mesti ditempuh untuk mengembalikan kebijakan sesuai dengan sistem ekonomi Islam. (Afzalurrahman. Rendahnya rata-rata human development Index (HDI) negara-negara muslim dibanding negara nonmuslim menunjukkan kurang adanya konsistensi negara muslim untuk mengunakan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. 2000) 5. Dalam sejarah Islam terbukti dan akan tetap terbukti sebagai korban dari legitimasi politik.1994:88) 3. dan shadaqah guna meminimalisir kesenjangan ekonomi. sebagai berikut : 1. ketika rakyat telah diasingkan maka pemerintah kehilangan dukungan akar rumput dan tidak dapat bertahan dalam kekuasaan untuk waktu yang lama. seperti ekonomi. Pembangunan disegala bidang kehidupan merupakan konswensi nilai Islam yang mengendepankan hidup bernegara secara manusiawi (Ahmad. (IDB.

tetapi dengan keadaan ini sudah menunjukkan bahwa negara muslim (sebagai sebuah nama negara mengunakan Islam sekedar sebagai hukum) bukan representasi negara yang mengunakan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Timbul kecenderungan adanya inkonsistensi antara antara idealita dan realita disebabkan oleh adanya langkah praktis yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi dalam jangka pendek. Binder. Yogyakarta Esposito (ed) (1985). Sebuah Tinjauan Islam . Kritik Terhadap Ideologi-ideologi Pembangunan. karena lebih dipengaruhi paradigma political mainded. Boston. Gema Insani Press. Khursid. Islam dan Perkembangan Sosial-Politik di Negara Sedang Berkembang. Sistem ekonomi Islam. Oleh karena itu negara-negara muslim tidak indentik dengan negara yang mengunakan sistem ekonomi Islami. Engineer. Houghton Mifflin Company. Sehingga menjadikan kebijakan ekonomi tidak berlaku efektif dalam memperbaiki kondisi ekonomi. (2000). Jeddah. Pustaka Pelajar. (1992). Yogyakarta Gregory. London. Akan tetapi pola kebijakan yang lebih bersifat jangka pendek efektif diakukan oleh kebijakan-kebijakan yang berdimensi politik. Jeddah Saudi Arabia Ahmad. Comperative Economic System. Mc Milan.(tt). (1980) Studies in Islamic Economics. Leonard. Masa Depan Ilmu Ekonomi. (1982) Monetary and Fiscal Economics of Islam. DAFTAR PUSTAKA Ahmad. . Ausaf and Kazim Raza Awan. sistem ekonomi Islami tidak harus digunakan sebagai sistem ekonomi di negara muslim. (2001). Asghar Ali. Robert C (1981). Jeddah Arief. Masudul A. Islam Liberal. Muhammad. Jakarta Choudhury. International Centre for Research in Islamic Economics King Abdul Aziz University. Contributions to Islamic Economic Theory. Paul R and Stuart. Devolusi Negara Islam.KESIMPULAN Negara-negara yang mengunakan dasar hukum Islam belum tentu dalam implementasinya sesuai dengan syariat Islam. Yogyakarta Chapra. dalam prakteknya bisa dipraktekkkan oleh negara manapun juga. Hal ini umum terjadi di negara yang berkembang bukan hanya dinegara muslim saja. Umer (2001). International Centre for Research in Islamic Economics and King Abdul Aziz University. Sebaliknya negara-negara muslim yang tidak merealisasikan sistem pembangunan ekonomi syariah kurang bisa dikatakan negara tersebut mengunakan sistem ekonomi syariah. Bila suatu negara meimplementasikan eleman sistem ekonom Islam maka bisa dikatakan negara tersebut mengunakan sistem ekonomi Islami. Islamic Research and Trainng Institute Islamic Development Bank. Pustaka Pelajar. Lectures on Islamic Economics. PLP2M.

Didin. M. Yogyakarta Naqvi. (1996). Abulhasan M. (2002). Sistem Ekonomi Islam. Amartya. Nababan. Kegan Paul International. Pelanduk Publications. M. London Word Bank (2000). . 46 . Role of State in the Economy.382 25. (2001). UII Press. Marshall G. Paramadina.(1994). (2000). Kualitas Pertumbuhan. Yogyakarta Sadeq. (2000). Dokrin Ekonomi Islam. Zaman Keemasan Islam.N. 1999 Afganista n 652 2. Masih Adakah Harapan bagi Kaum Miskin. Sistem-sistem Ekonomi. Rajawali Press. Ira. Km 1997 Juta Orang per km 1998 (US $) (US$) (%) Per tahun 1998 1998 1998 1998 19971998 .1 Indikator Beberapa Negara Muslim Terpilih Negara Luas Jumlah pendud uk Kepadat an pendud uk Pertumbu han penduduk rata-rata tahunan (%) GNP per kapita GNP per kapita PPP Pertumbu han riel GNP per kapita Tingkat harapan hidup Ribu.. An Islamic Perpective. Penerbit Bangkit Daya Insani. Syed Nawad Haider. Rekontrusi Sejarah Imperium Dinasti Abbasiyah. Economics and Society.Grossman.8 . Imam dan Sejarah dalam Peradaban Dunia. Jakarta Sen. (1980) Economic Development in Islam.1 29. (1995). (1999) The Venture of Islam. Mizan. MM. Afzalur (1995). Jakarta LAMPIRAN : Lampiran . Jakarta Metwally. Teori dan Model Ekonomi Islam. Hodgson. The Islamic Foundation. The Quality of Growth. Bumi Aksara. Jakarta. (1995). Jakarta Lapidus. Sejarah Sosial Ummat Islam.. London and New York Rahman.9 38 3. Faruq. Jakarta Siddiqi. Selangor. Saefudin. M. Islam. Gregory. Dana Bhakti Wakaf.. Jakarta. Gramedia.S. Grasindo.

6 2.4 2.8 1.595 1.2 2... 0.3 4.5 1.6 4.6 0.615 .7 995 1.Algeria Banglade s Bahrain Mesir Indonesia Iran Iraq Jordania Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turki U.6 61.0 5.8 ..3 -10.3 63.407 5.3 131.1 1. 0.812 1.0 2.0 2.150 .1 2.2 27.5 -18.3 9. 470 ..699 3.240 2.8 10..169 6.622 437 89 18 10 1.650 .0 3.2 .150 2. 10. 3.5 5.6 0..3 1. 1.7 61. 6.3 4.9 22.6 3.2 -1.3 4.5 2. 1. 2.8 3.6 1.670 1.6 4.6 1.020 2.3 1..2 5.. 4. 1.060 3..7 -2.3 2.188 729 . 3.760 329 446 1.4 203.2 2..702 5. 7.4 2.6 1.560 . -1.498 1.240 200 ..2 2.550 350 7.407 11.121 .7 2.7 16.7 28.146 2..5 .1 2.290 640 1.3 15.594 18.4 3..7 3.3 22.376 184 155 770 84 528 125.1 1.E Rep.144 .7 1.9 4.4 .870 280 4..3 71 59 73 67 65 71 59 71 77 70 70 72 67 46 73 62 74 72 55 69 72 69 75 56 Sumber : IDB.0 -0..652 .7 20. Yaman 130 0. 2000 .160 17.267 212 771 11 2.640 1.5 .871 658 3.910 290 1.5 4.556 3.6 13 965 932 62 112 38 51 51 105 412 3 68 62 8 11 171 67 10 12 83 60 82 33 31 2. -8.A.

273 570 8.488 28.424 .41 8 9.03 0 9.429 9.881 270 281 7. 3 4.095 8.630 7.330 5.2 1.3 11.94 6 717 142 11.786 .73 4.445 60.979 .008 9.4 3.856 6.346 3.910 31.700 Mesir 3.01 9 42.380 5.339 8. 2 Perkembangan Ekspor dan Impor Negara Muslim Terpilih Negara Ekspor Impor Neraca Perdagangan US S juta 1998 1990 1998 Petumbuhan rata-rata pertahun Ekspor 8090 9098 Impor 8090 9098 US $ juta 1996 1997 1998 1996 US $ juta 1997 Afganistan Algeria Banglades 127 12. 0 4. 7 Bahrain 4.1 6.262 7.312 3.428 8.090 4.81 4 21.478 11.887 7.32 7 6.5 5.167 621 8.146 1.921 49.3 4.72 7 4.578 12.987 27.327 6.963 424.85 8 1.93 1.334.374 7.74 2 1.592.7 5.726 9.866.422 .92 9 3.388 .033 52.916 62.49 7 32.924 13.32 6 10.6 1.554 6.026 5.7 2.02 7 717 5.843 13.535 Indonesia Iran Iraq Jordania Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turki 14.282 503 1.186 78.008 .204 16.028 9.62 0 2.261 13.8 2.247 7.068 3.26 6 386 597.284 .331 1.661 146 13.024.273.38 2 594 3.817 3.716 78.1 2.0 1.017 10.704 387 4.442 642 8.81 4 765 4.119 58. 3 2.3 145. 0 2.69 4 14.204.14 3 2.254 .347 .81 4 22.582 5.548 5.27 4 492 4.74 1 7.39 1 53.30 4 7.711 3.44 3 17.65 2 2.0 302.65 3 14.787.755.012 .114 5.3 2.318 8.7 3.525 363 498 8.00 0 2.562 4.92 9 16.846 . 7 6.457 5. 0 1.7 1.60 7 4.043 .580 4.Lampiran.032 269 73.11 5 78.462 79.616 4.256 .76 5 1.0 10.748 49. 0 4.12 1 903 3.874 .21 1 41.852 3.498 5.72 9 620 3.778 4.3 1.43 0 3.

0 -105.9 611.394.237.93 8 26. 3 1. 6 1. 2000 Lampiran.310 .22 4 27.A.1 2.313.63 8 2.503 5.295 .9 10.72 4.333 45.367.62 7 22. 3 Utang Luar Negeri Negara Muslim Terpilih Negara Total utang luar negeri Utang jangka panjang Utang jangka pendek Net Transf er Pemakaian kredit IMF .36 9 31.7 817 364.E Yaman 3.0 1.919 8.73 3 2.169.584.390.95 2 1.99 3.745 43.999 5.914 48.183 7.517 23.096 . 3 7.746 25.559 26.44 2 2.9 1.U..687 .46 9 2.2 107.58 5 29.24 5 30. 7 1.05 6.3 1.7 Sumber : IDB.111.095. 3 2. 3 28.038 7.3 1. 5 5.772. 0 20.65 7 2.3 1.675 5.3 -444. 0 2.

US$ juta US $ juta % Total utang US$ juta % dari total pembelanjaa n 1990 1999 1990 1999 1990 1999 1990 1999 1998 .

.8 ..108* 10.. . . 7.8 13.357 .441 .79 7 . 7.906 318 ... 32.9 49 69. 28. 0 750 85 0 836 .. 0 .. -57 .239 .. 30.423 . 18.1 12.... .48 7 2. . .603 34.. -123 -79 . 12. 125 494 0 . 38.. ..1 . ... 8.816 . .913 16.3 01 1.7 8...9 5.574 .. -583 -105 2 -22 -13 ..939 19. .A... . . ..0 4.....7 68 .. . 670 626 .6 8. .3 34.. . . ..390 18. 28.6 27.Afganistan Algeria Banglades Bahrain Eqypt Indonesia Iran Iraq Jordan Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turkey U. -2 .81 9 6. 0.. 8.04 3 . . ...9 87 . 28..4 22 23.73 6 20..9 12.1 13..962 ..1 . 0 ....5 .5 15.621 3.206 155 ..534 . 13...6 63 . . 14...8 72 9. .....2 .40 0 16..8 . . .9 . 12.. 15..9 .684* ..9 80...060 1.110 119.768 30... 26. .. .7 1.4 16 11..24 8 0 . 498 .4 1. . -360 16 ..... 0 10. 26..404 150. .2 42 1.704 ..... 129 .5 . 79..0 23..17 7 .4 ..2 .015 17. -8 -1. .. . .09 6 10. 1... . 45. 10. 26.7 . .. 414* ..02 0 ... . 2.8 1.2 19.9 50.. 16.473 1.. ...3 15.2 .E Yaman ... 0 0 68 0 1.72 6 2.. 1.. ..4 58 1. . .947 ..8 77 12. 94 .207 * .1 .3 72 58. 13 ..3 28 24. 1. 27.. 13. 37.. 6.6 43 . 358 .4 1.739 .77 9 . 25... 9. 8..877 1.. ... . . .. 1.

. .. . 37...9 2.7 28.1 . 32.2 . ....9 . 6.1 .9 . .9 3. .0 15... . .5 12..4 22. 13. 46. 31.8 .. 31.. 5. 1988 1992 ..3 .1 . ... . 2.5 11.8 ... Turkey.1 .. 12.1 47. .1 .7 32.4 ... 8. 8.1 .9 9.. 20.. . .0 31.1 37.9 .0 ..3 . 4 Distribusi Pendapatan dan Konsumsi Negara Muslim Terpilih Negara Tahu n surv ey . 3. .8 3. 38. 11.0 13.6 7... 22.1 17.2 . 1.4 21..9 . Sudan. .3 .. . .2 .. Tinggi 10% Afganista n Algeria Banglade sh Bahrain Eqypt Indonesia Iran Iraq Jordan Kuwait Lebanon Libya Malaysia Maroko Niger Oman Pakistan ... 20.2 .. 9... Tunisia. 13. 2000 Lampiran.. 1989 9091 1992 ..5 .9 ..1 ... 15. . 41.7 21... ..*Data total utang luar negeri.5 23.. 20..4 ...8 .. ... 16..6 6.. . dan Yaman adalah tahun 1998 Sumber : IDB. 8..5 .. . 12. Tinggi 20% . .7 8. .2 36. .7 46.5 29.7 . 16.4 . 25.. 34. 21....4 ..3 10. .. 50. 39.. 48.7 . .3 . 1991 ... ..3 44.. 2..9 . . .5 . 53. 4. .4 39.. 43.7 ...0 15..8 4. 1991 1993 .. . .. 26.3 . 3. 1991 Gini Index Persentase pangsa (share) pendapatan atau konsumsi Renda h 10% Renda h 20% Kuintil kedua Kuintil ketiga Kuintil keemp at ..9 30.3 16........0 ..7 . .4 ...7 .9 22.

. .. .1 . ... 22. . .. .. . 10.... .. ..multiply. .A... . 1998 (http://herisudarsono07. 40.. .. . . .3 .. ... 1990 . . ...9 . .. 5. . .... ..Qatar Saudi Arabia Sudan Syria Tunisia Turkey U... . . . .......E Yaman . ... .... .. .... .3 .. 46. . 15. .3 . 2.7 .. . . .... . ..com/journal/item/37/Perkembangan_Ekonomi_di_Neg ara_Muslim_?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem) .. . . . .2 . . .4 . 30...... Sumber : Word Delopment Report.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->