1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan oleh kelompok VI Program Studi Kebidanan Sutomo Surabaya tanggal 05 s/d 17 Juni 2010 bertempat di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya. Adapun kegiatan Praktek Kerja Lapangan diantaranya pengkajian data tentang kesehatan ibu dan balita, merumuskan masalah yang didapat dari hasil pengkajian, mengklarifikasi masalah dan mencari solusi masalah bersama dengan masyarakat. Kegiatan tersebut kami laksanakan pada tanggal 05 s/d 08 Juni 2010. Sebagai tindak lanjut dari pengkajian tersebut, kami melakukan pertemuan dengan masyarakat RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran untuk menyampaikan hasil pengkajian pada tanggal 17 Juni 2010 dalam suatu acara yaitu Musyawarah Masyarakat RT (MMRt). Acara Musyawarah Masyarakat Desa ini dihadiri oleh Ketua RT sebagai penanggung Jawab wilayah RT 12 RW 01, Perwakilan dari Kelurahan, Perwakilan Ketua RW, Perwakilan Puskesmas, Pembimbing Pendidikan dan masyarakat RT 12 RW 01. 1.2 Rumusan Masalah Dari hasil pengkajian data, ditemukan beberapa masalah sebagai berikut : 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.2.5 1.2.6 Bayi tidak ASI Eksklusif Pemberian makanan dini pada bayi Imunisasi bayi tidak lengkap Balita dengan BGM Wanita usia subur yang tidak mengikuti program KB Pasangan Usia Subur dengan Infertil

2

1.3 Tujuan Tujuan dari pelaksanaan Musyawarah Masnyarakat Desa (MMD) sebagai berikut: 1.3.1 1.3.2 1.3.3 Melakukan pengkajian data tentang kesehatan ibu dan balita. Menentukan permasalahan yang ada dari pengkajian yang telah dilakukan. Mencari kesepakatan untuk memecahkan permasalahan tersebut. 1.3.4 Memberi penyuluhan kepada kelompok sasaran sesuai dengan permasalahan. 1.4 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan laporan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah sebagai berikut: Bab I : Pendahuluan Menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, Tujuan masalah, Sitematika masalah Bab II : Gambaran Umum RT 12 RW 01 Menguraikan tentang data geografi, demografi, permasalahan, penyebab, prioritas dan rencana pemecahan masalah oleh mahasiswa. Bab III : Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dan penyuluhan Menguraikan tentang pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), pengkajian hasil kegiatan, permasalahan, penyebab dan prioritas, pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), Perencanaan bersama masyarakat, Faktor penghambat dan pendukung serta berisi tentang materi penyuluhan yaitu bayi tidak ASI Eksklusif dan Tanda-Tanda Menopause. Bab IV Daftar Pustaka Lampiran BAB 2 : Penutup Berisi simpulan dan saran.

3

GAMBARAN UMUM RT 12 RW 01 TANAH KALI KEDINDING

2.1 Persiapan Praktik kebidanan Komunitas 2.1.1 Persiapan Dosen 2.1.1.1 Penyusunan proposal 2.1.1.2 Pendekatan ke Puskesmas 2.1.1.3 Mencari daerah binaan 2.1.2 Persiapan Mahasiswa 2.1.2.1 Persiapan di Kelas 1. Pembekalan Materi Dilaksanakan pada tanggal 31 Mei sampai 4 Juni 2010 Materi 1 :Langkah-langkah/ kunci bekerja di masyarakat Disampaikan oleh Drg. Ismudjiono, SKM Materi 2 : DDTK (Tumbuh Kembang) dan PAUD Disampaikan oleh Sri Utami, S.Kp, M.Kes Materi 3 : Pengelolaan Data Disampaikan oleh Sriami, SKM, M.Kes Materi 4 :Merumuskan penyebab masalah, akibat masalah dan alternatif pemecahan masalah Disampaikan oleh Sri Ratnawati, SKM, M.Kes, MH Materi 5 S.Pd 2.1.2.2 Persiapan di Lapangan Orientasi lapangan dilaksanakan tanggal 06 januari 2010 bersama pembimbing di wilayah RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya. Pada orientasi ini perwakilan kelompok dengan didampingi oleh pembimbing pendidikan melakukan pendekatan dengan Ketua : Asuhan Kebidanan Dalam Konteks Keluarga Disampaikan oleh Miatuningsih, Dip.MW,

3. Basilius Agung suryono selaku Kepala Puskesmas menyampaikan tentang gambaran umum wilayah kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding 2.00 sampai selesai. tinta 2 buah.2 Pengkajian Data Pengkajian data dilakukan pada hari Selasa. kertas F4.4 RT yang dilanjutkan dengan pendekatan kepada Kader dan tokoh masyarakat lainnya. 2. 2. 07 Juni 2010 jam 08. spidol. 2.2.30-11. Dalam pendekatan ini oembimbing pendidikan dan pembimbing wilayah selain memperkenalkan perwakilan kelompok.00 WIB oleh : 1. Masalah yang ditemukan dimusyawarahkan dengan warga dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) untuk mencari alternatif pemecahan masalah.1 Pembukaan Pembukaan dilaksanakan pada hari Sabtu.1. S. Sitti Aras.Pd.3 Pelaksanaan 2.1.3 Pengolahan Data Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah untuk menemukan masalah yang terjadi di wilayah kerja.3. juga membicarakan tentang kegiatan praktik kebidanan komunitas yang akan dilaksanakan selama dua minggu di wilayah RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding kecamatan Kenjeran Surabaya. dr.Pd selaku Ketua Prodi Kebidanan Sutomo Surabaya menyampaikan pengarahan umum 2. M. format pengkajian 740 buah.1. . Berupa kertas flip chart 20 lembar.1.3. SST.1.3 Bon Alat Bon alat dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan PKL 05 s/d 17 Juni 2010. 05 Juni 2010 jam 09.

Barat 4.2.2. Sedangkan suhu berkisar 37 – 39º C.1 Data Geografi 2.1. Musholla 2.2 Data Demografi 2. 2. Pos Kamling 3.2. Utara 2.1 RT 12 RW 01 terletak pada ketinggian 10 Meter di atas permukaan laut. Panti Asuhan 2. 2. Peserta yang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.2.2 Batas Wilayah Adapun batas – batas wilayah RT 12 RW 01 yaitu : 1. selanjutnya dibagi menjadi kelompok kecil sesuai jumlah RT/ RW/ Desa binaan. Tempat Sampah 4.2 Sarana 1.2. Selatan 3.2 Data umum 2.2. Perempuan : 224 orang 2.2.2. khususnya yang belum diperoleh pada saat melaksanakan praktik kebidanan komunitas.2. Timur 2. Laki-laki : 228 orang 2.3 Organisasi Kemasyarakatan Organisasi PKK Ketua Wakil : Ibu Suwarto : Ibu Sutarto : Kelurahan Kedung Cowek : Kelurahan kali Lom : RT 11 RW 01 : Kelurahan Kali Lom .1.2.5 Evaluasi pengkajian kemampuan dan ketrampilan peserta didik.1 Jumlah penduduk di wilayah RT 12 RW 01 Tanah Kali Kedinding adalah 451 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga : 116 KK 1.

6 Sekretaris Bendahara Humas : Ibu Narko dan Ibu Shohib : Ibu Muzamil Arbei Langsep : Ibu Indah Ibu Tawu : Ibu Katam : Ibu Supeno Ibu Aris Rambutan : Ibu Khusnul Seksi Pendidikan Seksi Kesehatan: Ibu Joko Seksi Kepemudaan Seksi Keagamaan Posyandu Arbei : Ibu Supardi : Ibu Husnah Ibu H. Harto : Ibu Bambang Ibu Sutarto Ibu Indah Rambutan : Ibu Syamsul Langsep Dasawisma 4 Dasawisma Melati Ibu Thoriqul membawahi 19 KK 5 Dasawima Anggrek Ibu Muzamil membawahi 36 6 Dasawisma Flamboyan Ibu Puji membawahi 16 KK 7 Dasawisma Dahlia Ibu Samud membawahi 30 KK : Ibu Suyatno .

3.3 Pengkajian Data Umum 2.7 2.50%) jenis kelamin perempuan.1 Diagram Jumlah Jiwa Berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Juni 2010 50.2 KK Berdasarkan Jenis Kelamin Gambar 2. 2.1 Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin Gambar 2.2 Diagram Jumlah KK Berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Juni 2010 .50% laki laki perempuan 49.3.1 dapat dijelaskan bahwa dari 451 penduduk terdiri dari 228 jiwa (50.50%) jenis kelamin laki-laki dan 224 jiwa (49.50% Analisis data : Berdasarkan ganbar 2.

3 KK Berdasarkan Status Kependudukan Gambar 2.3%) keluarga asli.00% 80.3% Analisa Data : Berdasarkan Gambar 2.00% 0.2 dapat dijelaskan bahwa dari 116 keluarga terdiri dari 111(95.7%) Keluarga dengan kepala keluarga laki-laki dan 5(4.7%) keluarga pendatang dan 56 (48.3%) keluarga dengan kepala keluarga perempuan.3.3 Jumlah KK Berdasarkan Status Kependudukan di Wilayah Kerja RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Juni 2010.00% 60.00% 20.00% 100.00% 40. 2.3 dapat dijelaskan bahwa dari 116 keluarga terdiri dari 60 (51.00% 1 Laki-Laki Perempuan Analisa Data : Berdasarkan Gambar 2. .7% Asli Pendatang 48. 51.8 120.

4 Jumlah KK Berdasarkan Suku di Wilayah Kerja RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Juni 2010. . Jawa Madura Lain-Lain Analisa Data : Berdasarkan gambar 2. dan 2 (1.7%) keluarga berasal dari suku banjar dan sunda.3. 12 (10.4 dapat dijelaskan dari 116 keluarga terdiri dari 102 (88%) keluarga dari suku jawa.3%) keluarga dari suku madura.9 2.4 KK Berdasarkan Suku Gambar 2.

10 2.7 Pendidikan Jumlah 7 31 16 55 67 65 121 63 117 Prosentase 1.2 % 3.0 % 25.7 Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan di Wilayah Kerja RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Juni 2010 .8 % 14.9 % Gambar 2.6 Kategori dari piramida penduduk di Wilayah Kerja RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Juni 2010 Kategori Bayi (0-<1 th) Balita (1-4 th) Pra Sekolah (4-5 th) Usia Sekolah (5-10 th) Pubertas (10-15 th) PUS (15-45 th) WUS (15-45 th) Reproduksi Sehat (20-30 th) Reproduksi Umum (20-45 th) 2.5 2.3.5 % 12.8 % 14.3.4 % 26.2 % 14.3.5 % 6.6 Kategori Dari Piramida Penduduk Gambar 2.

152 A .0%) penduduk dengan pendidikan setara S1. 10 (2.7 dapat dijelaskan bahwa dari 451 penduduk terdiri dari 36 (8.00% 15. 2.00% 30.00% 20. 14 (3.0%) penduduk yang belum bekerja.00% Se ko la Ti h da k Se ko la h SM SM lo m a Di p SD PT Belum Bekerja Tidak Bekerja PNS Swasta Wiraswasta ABRI/POLRI 1 TK P Be lu m Analisa Data : Berdasarkan gambar 2. 135 (30.8 Pekerjaan Gambar 2.2%) penduduk yang PNS. 10 (2.8 dapat dijelaskan bahwa dari 451 penduduk terdiri dari 167 (37. serta 36 (8.7%) penduduk dengan pendidikan SMP.00% 10.8 Jumlah Penduduk Berdasarkan Pekerjaan di Wilayah Kerja RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Juni 2010.9%) penduduk dengan pendidikan SMA.00% 0.0%) penduduk dengan pendidikan SD. 40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Analisa Data : Berdasarkan Gambar 2.11 35. 80 (17.00% 5.1%) penduduk yang tidak sekolah.00% 25. 80 (17.7%) penduduk yang tidak bekerja.3.0%) penduduk yang belum sekolah. 14 (3.1%) penduduk dengan pendidikan TK.2%) penduduk dengan pendidikan setara diploma. 126 (27.

12

(33,7%) penduduk bekerja swasta, 39 (8,7%) penduduk yang bekerja sebagai wiraswasta, serta 3 (0,7%) penduduk yang bekerja sebagai ABRI/ POLRI.

2.3.9

Kesehatan Sekarang

Gambar 2.9 Jumlah Penduduk Berdasarkan Status Kesehatan Saat ini di Wilayah Kerja RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Juni 2010. 1,3% Sehat Sakit 98,7% Analisa Data : Berdasarkan gambar 2.9 dapat dijelaskan bahwa dari 451 penduduk terdiri dari 445 (98,7%) penduduk dalam keadaan sehat dan 6 (1,3%) penduduk dalam keadaan sakit.

2.3.10 Tempat Pemeriksaan Kesehatan

13

Gambar 2.10 Jumlah KK Berdasarkan Kebiasaan Tempat Pemeriksaan Kesehatan di Wilayah Kerja RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Juni 2010.

Bidan PUSKESMAS Dokter Umum RS Diobati Sendiri

Analisa Data : Berdasarkan Gambar 2.10 dapat dijelaskan bahwa dari 116 KK terdiri dari 28 (24,1%)KK yg mempunyai kebiasaan periksa di bidan dengan alasan biaya lebih murah dan dekat rumah, 35 (30,2%) KK yang mempunyai kebiasaan periksa di PUSKESMAS dengan alasan sudah langganan dan biaya lebih murah, 32 (27,6%) KK mempunyai kebiasaan periksa di dokter umum dengan alasan sudah langganan dan cocok, 18 (15,5) KK mempunyai kebiasaan periksa di RS dengan alasan sudah langganan dan cocok, dan ada 3(2,6%) KK yang mengobati sendiri keluarganya yang sakit.

2.4

Pengkajian Data Khusus 2.4.1 Pemeriksaan ANC Tabel 2.6 Frekuensi Pemeriksaan ANC pada Ibu Hamil di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Bulan Juni 2010 No 1. 2. Frekuensi periksa Tidak Ya Riwayat ∑ % 0 0% Alasan Saat ini ∑ % 0 0% Alasan

14

1x 2x 3x 4x >4x

0 0 1 0 37

0% 0% 2,60% 0% 97,40%

Tidak ada biaya Supaya ibu dan bayi sehat

0 0 0 0 3

0% 0% 0% 0% 100% supaya ibu dan bayi sehat

Jumlah 38 100% Sumber: Data Primer Juni 2010 Analisis data: a.

3

100%

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 38 ibu dengan riwayat pernah hamil hampir seluruhnya yaitu berjumlah 37 (97,40%), periksa hamil > 4x, dan hanya sebagian kecil yaitu 1 (2,60%) yang periksa hanya 3x saja selama hamil.

b.

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 3 ibu yang saat ini hamil, seluruhnya (100%) melakukan pemeriksaan kehamilannya > 4x.

2.4.2

Imunisasi TT

Tabel 2.7 Jumlah Pemberian Imunisasi TT pada Ibu Hamil di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Bulan Juni 2010 No 1. 2. Jumlah Imunisasi TT Riwayat % Tidak Ya 1x 2x 5 3 30 13,10% 7,90% 79% Alasan Tidak tahu Jarang periksa Anjuran bidan dan kehamilannya baik-baik saja Jumlah Saat % ini 0 1 2 33,30% Alasan

Belum waktunya Anjuran bidan dan 66,70% kehamilannya baik-baik saja 100%

38 100% Sumber: Data Primer Bulan Juni 2010 Analisis data :

3

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 3 orang ibu hamil saat ini. 3. Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 38 ibu yang pernah hamil. dan langganan ingin ditolong dokter dan langganan Ingin ditolong dokter dan aman Saat ini ∑ % 0 0% 3 0 0 0 3 100% 0 0 0 100% Alasan Dekat rumah dan murah 38 100% Sumber : Data Primer Bulan Juni 2010 Analisis data: a. 5. sebagian besar yaitu 2 orang (66.90% 0% 20. hampir seluruhnya berjumlah 30 orang (79%) mendapat imunisasi TT sebanyak 2 kali.70%) mendapat imunisasi TT sebanyak 2 kali. 4.50%) periksa hamil di bidan karena dekat rumah.60% Alasan Dekat rumah. sebagian besar berjumlah 27 (73. lebih murah dan sudah langganan. 2. murah.3 Tempat Periksa Tabel 2.8 Tempat Periksa Ibu Hamil di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya Bulan Juni 2010 No 1.4. . b.15 a. 2. Tempat periksa Dukun Bidan Dokter Puskesmas Rs Riwayat ∑ % 0 0% 27 3 0 8 73. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 38 ibu yang pernah hamil.50% 5.

9 No 1. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 38 ibu yang pernah hamil. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 3 orang ibu hamil saat ini.4. Pemberian Fe Belum 2. b. 2. seluruhnya berjumlah 3 (100%) diberikan tablet Fe.4. seluruhnya (100%) periksa hamil di bidan karena dekat rumah dan lebih murah. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 3 ibu yang saat ini hamil. 2.16 b. seluruhnya berjumlah 38 (100%) diberikan tablet Fe. Sudah 38 100% Untuk tambah darah sehinggga ibu dan bayi sehat 3 3 100% 100% Jumlah 38 100% Sumber: Data Primer Bulan Juni 2010 Analisis Data: a.4 Pemberian Tablet Fe Pemberian Fe pada Ibu hamil di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding kecamatan Kenjeran Surabaya Bulan Juni 2010 Riwayat ∑ % 0 0% Alasan Saat ini ∑ % 0 0% Alasan Agar bayi dan ibu sehat dan untuk tambah darah Tabel 2.5 Pemberian Garam Yodium .

Pemberiaan Garam Yodium Tidak Ya Riwayat % 34.60% 65.11 Penolong persalinan di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No 1. 3. berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 3 ibu hamil saat ini. 2. seluruhnya (100%) sudah mendapatkan garam beryodium dengan alasan untuk mencegah penyakit gondok. 2.79% 100% Saat ini % 0% 100% 100% Alasan Mencegah penyakit gondok ∑ 13 25 ∑ 0 3 3 Jumlah 38 Sumber : Data Primer Bulan Juni 2010 Analisis Data : a. 5. 4.10 Pemberian Yodium pada Ibu Hamil di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding kecamatan Kenjeran Surabaya Bulan Juni 2010 No 1.17 Tabel 2.80% 0% 5.79%) sudah mendapatkan garam beryodium dengan alasan untuk mencegah penyakit gondok. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 38 ibu yang pernah hamil sebagian besar yaitu 25 (65.30% 26. Pertolongan persalinan Dukun Bidan Praktek Swasta Puskesmas Dokter swasta RS Riwayat ∑ % 1 25 0 2 10 2.21% 65.6 Pertolongan Persalinan Tabel 2.4. 2.30% Alasan Sudah percaya dan tidak ada biaya Dekat rumah dan lebih murah langganan Ingin ditolong dokter Saat ini ∑ % 0 1 0 0 1 50% Dekat rumah Alasan 50% Dirujuk karena . b.

18 KPP Jumlah 38 100% Sumber : Data primer bulan Juni 2010 2 100% Analisis data : a.80%) melahirkan di bidan. 2. b. 2.8 Meneteki Tabel 2. Perdarahan Tidak Ya Riwayat ∑ % 38 100% 0 0% Saat ini % 100% 0% 100% ∑ 2 0 2 Jumlah 38 100% Sumber : Data primer bulan Juni 2010 Analisa data : a. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 38 ibu yang pernah melahirkan lebih dari setengahnya berjumlah 25 orang (65.12 Perdarahan Post partum pada ibu bersalin di RT 12 RW 01 kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No 1.Berdasarkan tabel diatas dapat dielaskan bahwa dari 38 ibu yang pernah melahirkan seluruhnya berjumlah 38 orang (100%) tidak pernah mengalami perdarahan.4.4.13 Ibu yang meneteki di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No Meneteki Riwayat Alasan Saat ini Alasan . Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 2 ibu yang telah melahirkan saat ini seluruhnya berjumlah 2 orang (100%) tidak terjadi perdarahan. (50%) 2. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 2 ibu yang melahirkan setengahnya berjumlah 1 orang melahirkan di bidan.7 Perdarahan Post Partum Tabel 2. b.

3.45% 2 4 11 18.4. hampir separuh ibu meneteki kurang dari 6 .36% 100% Alasan Ibu bekerja ASI masih keluar Bayi masih ingin menyusu Jumlah 24 100% Sumber : Data primer bulan Juni 2010 Analisis Data : a.24% 82. 2. Hemat biaya.67% Alasan ibu bekerja ASI masih keluar. 2. ASI masih keluar Saat ini ∑ % 5 45.19 1. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 24 ibu yang pernah meneteki.66% 41.1 tahun > 1 tahun Riwayat ∑ % 10 41. Tidak Ya ∑ 5 24 % 17.76% Ibu bekerja ASI masih keluar ∑ 0 11 11 % 0% 100% 100% ASI eksklusif Jumlah 29 100% Sumber : Data primer bulan Juni 2010 Analisis Data : a. 2. Berdasarkan tabel diatas.67% 4 10 16.9 Lama Meneteki Tabel 2.19% 36. hampir seluruhnya 24 (82. seluruhnya (100%) meneteki bayinya.14 Lama ibu meneteki di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No 1. Lama meneteki < 6 bulan > 6 bulan .76%) mempunyai riwayat meneteki b. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 29 ibu yang mempunyai balita. dapat dijelaskan bahwa dari 11 ibu yang saat ini yang seharusnya meneteki.

65% Cepat kering Anjuran bidan Dari RS Jumlah 43 100% Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisa data : a.11 Status Gizi Balita Tabel 2. Perawatan tali pusat Ramuan Betadine Alkohol Triple Dye Kasa kering Riwayat ∑ % 0 0% 0 0% 40 1 2 Alasan Saat ini ∑ % 0 0% 0 0% 1 1 0 2 50% 50% 0% 100% Alasan Anjuran 93.10 Perawatan Tali Pusat Bayi Tabel 2. 2.02%) menggunakan alkohol. 2. hampir separuh hanya meneteki kurang dari 6 bulan dengan alasan ibu bekerja. 3. 5.02% bidan & cepat kering 2.20 bulan dan lebih dari 1 tahun. b. 4. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 11 ibu yang meneteki. b.15 Status Gizi di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamata Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 .4.33% Perawatan RS 4.15 Perawatan tali pusat pada bayi di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No 1. dan sebagian kecil yang meneteki lebih dari 6 bulan sampai 1 tahun. 2.4. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 2 bayi yang mendapatkan perawatan tali pusat saat ini setengahnya berjumlah 1 bayi (50%) menggunakan alkohol. hampir seluruhnya berjumlah 40 bayi (93. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 43 bayi dengan riwayat mendapatkan peerawatan tali pusat.

anjuran orang tua 3.4.21 No Status gizi 1 Berat badan normal 2 Berat badan rendah 3 Berat badan sangat rendah (BGM) Jumlah Jumlah 33 2 3 38 Prosentase 86. berjumlah 33 balita (86. 2. NASI 13 41.57% Tabel 2.84% 5.29% 28. Pemberian Makanan ASI PASI Alasan ASI baik untuk bayi ASI tidak keluar anjuran orang tua dan bayinya tidak rewel Alasan ASI baik untuk bayi Ibu bekerja dan ASI tidak keluar Supaya bayi tidak rewel.84%) memiliki berat badan normal.12 Pemberian Nutrisi Pada Bayi Pemberian nutrisi pada bayi di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya bulan Juni 2010 0-6 bulan Riwayat ∑ % 10 8 32.14% 100% Jumlah 31 100% Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisa data : . 2.00% Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisa data : Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 38 balita hampir seluruhnya.16 No 1.90% 100.81% 0-6 bulan Saat ini ∑ % 1 2 14.26% 7.26% 25.94% 4 7 57.

4. 2. b.63% 76. hampir seluruhnya berjumlah 33 balita (76.18 Penimbangan berat badan pada balita di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No 1.17 Pemberian imunisasi pada bayi di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya bulan Juni 2010 No 1.32% Alasan tidak tahu dan ibu repot .63% 11.81%) yang diberikan PASI saat umur 0-6 bulan. Penimbangan BB Tidak pernah Jumlah 1 % 2. hanya sebagian kecil yang diberikan ASI.94% saat umur 0-6 bulan sudah diberi NASI campur pisang. hampir separuh yang diberi ASI. sebagian kecil (25. 2. Pemberian Imunisasi Tidak imunisasi Tidak lengkap Belum lengkap Lengkap Jumlah 0 5 5 33 % 0% 11. dan sebagian besar sudah diberi makan nasi dan pisang. 4. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan dari 7 bayi yang berusia 0-6 bulan.14 Penimbangan Berat Badan Tabel 2. 2.4.13 Pemberian Imunisasi Tabel 2. hampir separuh diberi PASI.74%) mendapatkan imunisasi lengkap. dan hampir separuh yaitu 41.22 a. 3.74% Alasan Tidak ada biaya Belum waktunya Mencegah penyakit & anjuran bidan Jumlah 43 100% Sumber : Data primer bulan Juni 2010 Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 43 balita yang memiliki riwayat imunisasi. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 31 balita.

72% Puskesmas 1 2. 3.4. Tempat Penimbangan rumah RT/Rw BPS Jumlah 0 6 % 0% 13. 2. sebagian besar berjumlah 30 (69.77% ibu bekerja Biar tahu perkembangan BB anaknya Jumlah 43 100% Sumber : Data primer bulan Juni 2010 Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 43 balita.91% 69. 2. 3. Pemberian vitamin A Belum diberikan tidak diberikan ∑ 2 0 % 4.4.23 2. 4. Jarang timbang Sering timbang 12 30 27. hampir seluruhnya berjumlah 36 balita (83.20 Pemberian Vitamin A pada balita di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No 1.96% Dekat rumah dan lahir di bidan Dianjurkan kader lahir disana Alasan Posyandu 36 83. 2.15 Tempat Penimbangan Tabel 2.16 Pemberian Vitamin A Tabel 2. 2.72%) yang ditimbang di Posyandu.77%) bayi dan balita sering ditimbang.65% 0% Alasan Tidak tahu .19 Tempat penimbangan berat badan pada balita di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No 1.32% Jumlah 43 100% Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisis data : Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa dari 43 balita yang ditimbang.

Ingin punya anak 16 b.21 Keikutsertaan program KB di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No.35% 100% supaya sehat Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 43 balita. Masa nifas 4 f.17 Keikutsertaan Sebagai Akseptor KB Tabel 2.20% 8.20% 6. Keikutsertaan KB Ya Jumlah 64 % 56.suami sudah 4 meninggal e.10% 4.24 Diberikan 41 Jumlah 43 Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisis data : 3.36% 32.Dilarang Suami 2 d. hampir separuhnya mengatakan ingin mempunyai anak lagi dan hampir separuhnya lagi sudah menopause dan yang lainnya karena masa nifas. 1. Post operasi 2 h. takut gemuk.20% 100% Alasan Menunda kehamilan dan mengatur jarak kelahiran Tidak 49 a. Dari yang tidak mengikuti KB. 95. .takut gemuk 3 g.50% 4.60% 28. Menopause 14 c. suami sudah meninggal.64% 43. 2. post operasi serta bosan / takut. 2. Bosan/takut 4 Jumlah 113 Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 113 wanita usia subur.10% 8.10% 8. hampir separuhnya mengikuti KB dan separuhnya lagi tidak mengikuti KB. hampir seluruhnya diberikan vitamin A pada bulan Februari dan Agustus.4.

76% AKBK 0 0% AKDR 3 4.45% Alasan Mudah.76%) yang memilih injeksi. anjuran dari dokter tidak ingin gemuk cocok dengan KB suntik Anjuran dokter sudah tidak ingin punya nak lagi Pil 18 26. tak perlu biaya. 3.19 Lama Menjadi Akseptor KB Tabel 2.4.23 Lama menjadi akseptor di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No. 2.45% MOP 0 0% Jumlah 67 100% Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 67 ibu yang mengikuti KB hampir setengahnya berjumlah 32 ibu (47. 4.47% MOW 7 10. 2. Lama menjadi akseptor Jumlah % Alasan .18 Metode KB Tabel 2.22 Macam metode KB yang diikuti di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 No 1. 5. 6.25 2.87% Injeksi 32 47.4. Alat kontrasepsi Sederhana Jumlah 7 % 10. 7.

83% Jumlah 116 100% Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 No Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 116 KK. Tidak 93 80.4.17%) tidak mempunyai kartu JPKM karena masih tergolong masyarakat yang mampu.21 Keikutsertaan dalam Kegiatan PKK Alasan sudah mampu tidak mampu Tabel 2.4.26 1. 2.38 %) menggunakan KB selama 1-5 tahun dengan alasan cocok. 2.25 Jumlah Keikutsertaan Masyarakat dalam Kegiatan PKK di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 .24 Jumlah keikutsertaan JPKM di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 Keikutsertaan Jumlah % JPKM 1. hampir seluruhnya 93 KK (80.20 Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) Tabel 2. 3.17% 2. Ya 23 19. belum ingin punya anak Jumlah 64 Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 64 akseptor KB. sebagian besar yaitu 38 (59. 2.38 % 35.69 % 59. < 1 tahun 1-5 tahun > 5 tahun 3 38 23 4.94 % 100% ingin punya anak cocok cocok.

Kader Tidak Ya Jumlah 451 100% Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa hanya ada 1 ibu yang menjadi kader di RT 12 RW 01 dengan alasan pengabdian pada masyarakat.27 No. sebagian besar mengikuti kegiatan PKK karena ingin bersosialisasi dengan masyarakat lainnya.27 . 2. 2.78% 0.26 No 1. 2.22 Jumlah Kader Jumlah Kader di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 Jumlah 450 1 % 99. 2.3% Alasan bekerja dan kesibukan Pengabdian pada masyarakat Tabel 2. 1.4.07% Alasan ingin sosialisasi bekerja dan masih penduduk baru Jumlah 77 100% Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 77 ibu.23 Lama Menjadi Kader Lama Menjadi Kader di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 Tabel 2.4.93% 35. PKK Ya Tidak Jumlah 50 27 % 64.

28

Lama menjadi Jumlah kader 1. < 1 tahun 0 2. 1-5 tahun 0 3. > 5 tahun 1 Jumlah 1 Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 No

% 0% 0% 100% 100%

Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa 1 kader yang ada di RT 12 RW 01 sudah menjadi kader lebih dari 5 tahun. 2.4.24 Pemilihan Kader

Tabel 2.28 Cara Pemilihan Kader di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali kedinding Kecamatan Kenjeran Surabaya bulan Juni 2010 Pemilihan Jumlah % Kader 1. Masyarakat 1 100% 2. Perangkat desa 0 0% 3. Nakes 0 0% 4. Sendiri 0 0% Jumlah 1 100% Sumber : Data Primer bulan Juni 2010 No Analisis data : Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa pemilihan kader dengan cara musyawarah mufakat oleh masyarakat. 2.5 Permasalahan, Prioritas masalah, dan Rencana Pemecahan Masalah 2.5.1 Permasalahan Dari hasil pengkajian yang telah dilakukan didapatkan permasalahan sebagai berikut : 2.5.1.1 Bayi dan Balita

29

1. Bayi yang tidak mendapatkan ASI ekslusif 2. Bayi yang imunisasi belum lengkap dan tidak lengkap 3. Bayi dengan PMT dini 4. Balita dengan BBR dan BGM 2.5.1.2 KB Pasangan usia subur yang belum menjadi akseptor.

2.5.1.3 Lansia Banyaknya lansia yang tidak mengetahui tanda-tanda menopause. 2.5.2 Penyebab Masalah 2.5.2.1 Pengaruh sosial ekonomi 2.5.2.2 Tingkat pendidikan rendah 2.5.2.3 Pengaruh adat istiadat (sosial budaya) 2.5.3 Prioritas masalah Dari masalah-masalah tersebut diatas kami prioritaskan masalah sebagai berikut: 2.5.3.1 Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif 2.5.3.2 Banyak bayi yang mendapatkan makanan tambahan sebelum waktunya 2.5.3.3 Balita dengan BBR dan BGM 2.5.3.4 Bayi yang imunisasinya belum lengkap dan tidak lengkap 2.5.4 Rencana pemecahan masalah Rencana pemecahan masalah secara individu (per KK) sasaran dilakukan masing-masing KK sasaran sesuai dengan permasalahannya. Adapun alternatif pemecahan masalah berdasarkan prioritas masalah menurut mahasiswa adalah sebagai berikut :

30

No Prioritas masalah 1. Bayi yang tidak mendapatkan ASI EKSKLUSIF

Rencana Pemecahan Masalah Melaksanakan penyuluhan secara kelompok tentang : 1. Penyuluhan tentang : Pengertian ASI eksklusif 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI 3. Keuntungan ASI, Cara Pemberian ASI yang benar 4. Masalah-masalah yang mungkin timbul dalam menyusui Cara Penyimpanan ASI Melaksanankan demonstrasi dan penyuluhan tentang : 1. Pengertian pemberian makanan dini 2. Bahaya pemberian makanan dini 3. Jadwal pemberian makanan pada anak 4. Jenis makanan tambahan Melaksanakan penyuluhan secara kelompok tentang : 1. Pengertian KEP 2. Tingkatan KEP 3. Tanda Klinis KEP berat/gizi buruk 4. Cara mencegah KEP 5. Faktor yang mempengaruhi terjadinya KEP 6. Penanganan KEP 7. Pembuatan Modisco Melaksanakan penyuluhan secara kelompok tentang : 1. Pengertian imunisasi 2. Tujuan imunisasi 3. Jenis-jenis imunisasi 4. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi 5. Cara pemberian imunisasi 6. Tempat pelayanan imunisasi 7. Jadwal imunisasi 8. Waktu yang tidak diperbolehkan imunisasi 9. Reaksi pasca imunisasi 10. Perawatan setelah imunisasi

2.

Bayi yang mendapatkan makanan tambahan sebelum waktunya

3.

Balita dengan BBR dan BGM

4.

Bayi yang imunisasinya belum lengkap dan tidak lengkap

3.1.3 Rencana Susunan Panitia Musyawarah Masyarakat RT . 2.1. Menentukan permasalahan Memprioritaskan masalah Merencanakan pemecahan masalah 3.00 – Selesai 3.1. : 16.1 Kegiatan Musyawarah Masyarakan RT (MMRT) 3.1.1 Perencanaan Musyawarah Masyarakat RT (MMRT) 3.1. Penyuluhan bersama masyarakat.1.1. pelaksanaan. 2.31 BAB 3 PELAKSANAAN MUSYAWARAH MASYARAKAT RT (MMRT) DAN PENYULUHAN Pada bab ini akan disajikan mengenai Musyawarah Masyarakat RT (MMRT).2 Waktu Musyawarah Masyarakat RT (MMRT) Rencana pelaksanaan musyawarah masyarakat RT (MMRT) dilaksanakan pada : Hari : Senin Tangga : 14 Juni 2010 Tempat : Rumah Wakil Ketua RT 12 RW 01 kelurahan Tanah Kali Kedindning Surabaya Waktu Ketua : 1. evaluasi dan faktor penghambat dan penunjang pelaksanaan MMRT dan penyuluhan.1 Tujuan Musyawaarah Masyarakat RT (MMRT) 1. mulai perencaan. 3.

3. 2. 8. 2. 7. Penyaji Moderator : : Pembawa Acara Umum : Pembawa Acara Khusus: Pembaca Data Umum Notulen Penerima Tamu 3.32 Sekretaris : 1. jumlah peserta yang akan di undang berjumlah 48 orang yang terdiri dari: 1. 2. 6. 2. 4.1. 5. Konsumsi : 1. Perlengkapan : 1. Sie.1. Ketua RT Wakil ketua RT Ketua PKK Bidan Kader Pembimbing : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 2 orang : : : Pembaca Data Khusus : Ketua Dasawisma : 4 orang Perwakilan Puskesmas : 1 orang .4 Jumlah Undangan Pada pelaksanaan musyawarah masyarakat RT (MMRT). Sie Acara : Semua anggota (Mahasiswa) Sie.

5. 3. 5. yang terdiri dari : : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 4 orang : 1 orang : 1 orang : 1 orang : 2 orang : 6 orang : 30 orang Ketua RT Wakil ketua RT Ketua PKK Ketua Dasawisma Bidan Kader Perwakilan Puskesmas Pembimbing Mahasiswa Pembukaan Sambutan-sambutan Penyajian data dan permasalahn yang timbul Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat RT (RT) Simpulan Do’a 10. 4.1.1. 8. 9. Sasaran . 6.5 Acara Adapun acara pada pelaksanaan Musyawarah Masyaraakat RT (MMRT) adalah sebagai berikut : 1. 3. 6. Sasaran 3. 7. Mahasiswa : 6 orang : 30 orang 10. 2. 4.33 9.2 Pelaksanaan Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat RT (MMRT) dilaksanakan pada: Hari Tanggal Waktu Tempat Peserta 1.1.00 –selesai : Rumah Wakil Ketua RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya : 48 orang. : Senin : 14 Juni 2010 : 16. 2. 3.

2.2 Sambutan-sambutan a. 1. 2.3. Sambutan dari RT Berisi tentang : 1.1. Ucapan syukur Ucapan terima kasih atas kehadiran peserta Menghimbau peserta untuk mengikuti acara sebaik-baiknya dan tidak meninggalkan tempat sebelum acara selesai 4.1.1 Susunan Acara Pembukaan acara Pembukaan dalam acara ini dilaksanakan dengan membaca basmalah bersama yang dipimpin oleh pembawa acara. 3. Pengantar dari Pendidikan Berisi tentang : Ucapan syukur Ucapan terima kasih atas kesediaan untuk memberikan lahan praktek Permohonan maaf telah merepotkan pihak warga dengan menitipkan dengan menitipkan anak didik b. c. 2. Ucapan Syukur Harapan agar kegiatan praktek kerja lapangan ini dapat memberi manfaat bagi warga . 3.34 3. 3.3.1.3 3. Permohonan maaf bila ada hal-hal yang tidak berkenan Sambutan dari RW Sambutan II : Wakil dari RW Berisi tentang : 1.

3 Acara Inti (MMRT) 1. 2. Data Umum oleh wakil RT Data umum yang dilaporkan sebagai data RT 12 RW 01 adalah sebagai berikut: 1) Data Geografi (denah atau gambar RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya) 2) Gambaran umum RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya Penyaji : Ibu Suwarto 3) Data Khusus/ KIA Data khusus yang dilaporkan sebagai data ibu dan anak Penyaji : Wiwik Endah Sulasmi . 2.35 3. Sambutan dari Kepala Kelurahan Berisi tentang : 1. 3.3. Permohonan maaf apabila ada hal-hal yang tidak berkenan d. 3.1. Penyajian data a. 3. Pembukaan 2. Ucapan Syukur Harapan agar kegiatan praktek kerja lapangan ini dapat memberi manfaat bagi warga Permohonan maaf apabila ada hal-hal yang tidak berkenan Sambutan dari Puskesmas Berisi tentang : 1. Ucapan syukur Ucapan terima kasih Permohonan maaf diharapkan apabila tidak sesuai yang e.

masalah yang ditemukan telah dirumuskan suatu prioritas yaitu sebagai berikut: 1) ASI Eksklusif Kemungkinan penyebab masalah a) Sosial budaya / adat istiadat yaitu kebiasaan yang telah digunakan secara turun temurun seperti melotek bayi dengan pisang dan nasi dan penggunaan PASI b) Pendidikan masyarakat yang rendah. 30% penduduk dengan pendidikan SD c) Kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI. Pelaksanaan MMRT MMRT yang telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 14 Juni 2010 pukul 16.00 sampai selesai yang bertempat di rumah Wakil Ketua RT 12 RW 01 yaitu merumuskan hasil sebagai berikut : a. yakni 58% dari keseluruhan ibu yang memiliki balita d) Ibu-ibu bekerja dan masa cutinya sudah habis. yaitu 34% dari keseluruhan ibu yang memiliki bayi dan balita.36 3. Masalah 1) Imunisasi 2) KEP 3) PMT dini 4) ASI Eksklusif b. Dari Prioritas masalah masalah . .

dan bahaya pemberian makanan dini d) 65.3% masyarakat yang kurang mengerti tentang gizi balita 4) Imunisasi tidak lengkap Kemungkinan penyebab masalah : . 30% penduduk dengan pendidikan SD 27. 30% penduduk dengan pendidikan SD c) 54% Masyarakat yang kurang mengerti tentang waktu pemberian makanan tambahan pada bayi.37 2) Pemberian PMT dini Kemungkinan penyebab masalah : a) Sosial budaya / adat istiadat yaitu kebiasaan yang telah digunakan secara turun temurun seperti menyuapi bayi dengan pisang sebelum umur 6 bulan atau memberi PASI b) Pendidikan masyarakat yang rendah.4% masyarakat yang mengikuti anjuran orang tua yang sangat memegang kepercayaan dulu 3) BGM Kemungkinan Penyebab masalah a) Sosial ekonomi yang rendah yang dapat menyebabkan anak kekurangan gizi b) Pendidikan c) masyarakat rendah.4% masyarakat yang beranggapan bahwa jika hanya diberikan ASI saja bayinya tidak kenyang dan bayi rewel e) 47.

Penyuluhan tentang KEP dan pembuatan modisco.75% Bayi yang tidak a) mendapat ASI eksklusif . Penyebab Sosial budaya / adat istiadat yaitu kebiasaan yang telah digunakan secara turun temurun seperti menyuapi bayi dengan pisang dan nasi dan penggunaan PASI Akibat a) Kekebalan tubuh menurun b) Tumbuh kembang anak tidak maksimal c) Kecerdasan anak tidak maksimal Penyebab. Penyuluhan berdasarkan kesepakatan pada hari Senin tanggal 14 Juni 2010 di depan rumah wakil RT setelah acara MM RT hari ini. b) Perencanaan bersama masyarakat Untuk prioritas yang Musyawarah mengatasi ada. Penyuluhan tentang jadwal pemberian makanan tambahan pada bayi dan balita.4 Rumusan Hasil Musyawarah Masyarakat RT.38 a) 36. dan Prioritas Masalah no Prioritas masalah 1. anak akan sakit b) Sosial ekonomi yang rendah c) Pendidikan masyarakat yang rendah.1. yaitu 34% ibu yang memiliki bayi dan balita adalah ibu yang bekerja. Permasalahan.5% kepercayaan masyarakat bila anaknya diberikan imunisasi.4% Pengetahuan masyarakat tentang imunisasi masih kurang e) Masyarakat yang lebih sibuk bekerja daripada memperhatikan anaknya. 67. 3. dan penyuluhan tentang imunisasi. Masyarakat masalah RT berdasarkan hasil diadakan maka berdasarkan perlu penyuluhan tentang ASI Eksklusif. 30% penduduknya berpendidikan SD d) 33.

30% penduduk dengan pendidikan SD c) Kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI.16% balita dengan a) Sosial ekonomi yang a)Menghambat tumbuh kembang BBR dan BGM rendah yang dapat anak menyebabkan anak b) Mudah tersserang penyakit kekurangan gizi c) kecerdasan menurun .39 b) Pendidikan masyarakat yang rendah. 4% masyarakat yang beranggapan bahwa jika hanya diberikan ASI saja bayinya tidak kenyang dan bayi rewel e) 47. 4% masyarakat yang mengikuti anjuran orang tua yang sangat memegang kepercayaan dulu f) 13. dan bahaya pemberian makanan dini d) 65. 30% penduduk dengan pendidikan SD c) 54 % Masyarakat yang kurang mengerti tentang waktu pemberian makanan tambahan pada bayi.71% Bayi yang a) Sos a) Dapat mendapatkan makanan ial budaya / adat istiadat menyebabkan gangguan tambahan sebelum yaitu kebiasaan yang telah pencenaan waktunya digunakan secara turun b) Dapat temurun seperti menyuapi menyebabkan bayi bayi dengan pisang kekenyangan sehingga sebelum umur 6 bulan malas minum ASI atau memberi PASI b) Pen didikan masyarakat yang rendah. yakni 58% dari keseluruhan ibu yang memiliki balita 2 3 85.

26% Bayi yang a) imunisasinya belum lengkap dan tidak lengkap b) c) d) e) b) Pendidikan masyarakat rendah.1. yaitu 34% ibu yang memiliki bayi dan balita adalah ibu yang bekerja. 30% penduduknya berpendidikan SD 33.5% kepercayaan a) Bal masyarakat bila anaknya ita mudah terserang penyakit diberikan imunisasi. Pembahasan Alternatif Pemecahan Masalah Bersama Masyarakat Moderator Yuly Masalah Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif Penyebab 1) Sosial budaya / adat istiadat yaitu kebiasaan yang telah digunakan secara turun temurun seperti menyuapi bayi dengan pisang dan nasi dan penggunaan PASI 2) Pendidikan masyarakat yang Akibat Penyelesaian a) Kekebalan Penyuluhan tubuh mengenai ASI menurun eksklusif b) Tumbuh kembang anak tidak maksimal c) Kecerdasan anak tidak maksimal .3% masyarakat yang kurang mengerti tentang gizi balita 36. 30% penduduk dengan pendidikan SD c) 27.4% Pengetahuan masyarakat tentang imunisasi masih kurang Masyarakat yang lebih sibuk bekerja daripada memperhatikan anaknya.5 No 1. anak b) Ke akan sakit kebalan tubuh menurun Sosial ekonomi yang rendah Pendidikan masyarakat yang rendah. 3. 23.40 4.

Yuly Balita dengan a) Sosial ekonomi BBR dan BGM yang rendah yang dapat menyebabkan a)Menghambat anak kekurangan tumbuh gizi kembang b)27. yakni 58% dari keseluruhan ibu yang memiliki balita 2. dan bahaya pemberian makanan dini a) Dapat menyebabkan gangguan pencenaan b) Dapat menyebabkan bayi kekenyangan sehingga malas minum ASI Penyuluhan mengenai Pemberian Makanan Tambahan dini 3. Yuly Bayi dengan pemberian makanan tambahan sebelum waktunya c) Sosial budaya / adat istiadat yaitu kebiasaan yang telah digunakan secara turun temurun seperti menyuapi bayi dengan pisang sebelum umur 6 bulan atau memberi PASI d)Pendidikan masyarakat yang rendah.3% anak masyarakat yang b)Mudah Penyuluhan mengenai KEP dan pemberian modisco . 30% penduduk dengan pendidikan SD 3) Kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI.41 rendah. 30% penduduk dengan pendidikan SD e)54% Masyarakat yang kurang mengerti tentang waktu pemberian makanan tambahan pada bayi.

Plan of action (POA) dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut : Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Penanggung jawab Depan Ketua RT 12 rumah RW 01 Wakil ketua Kelurahan Tanah RT 12 Rw Kali Kedinding 01 Tanah dan Puskesmas Kali Kedinding Lor Ketua RT 12 Depan RW 01 rumah Kelurahan Tanah Wakil ketua Kali Kedinding RT 12 Rw dan Puskesmas 01 Tanah Kali Kedinding Lor Ketua RT 12 RW 01 Depan Kelurahan Tanah rumah Kali Kedinding Wakil ketua dan Puskesmas RT 12 Rw 01 Tanah Kali Tempat Penyuluhan Memberikan dan menambah Ibu bayi Pukul tentang ASI pengetahuan ibu mengenai: usia 0-6 16. Yuly 36. faktor-faktor bulan sampai yang mempengaruhi produksi ASI. serta Semua Ibu balita dan ibu balita yang mempunyai balita Pukul 16. penanganan KEP. anak c) Kekebalan akan sakit tubuh menurun 3. tanda klinis KEP berat/ gizi buruk. cara pencegahan KEP.00 sampai 18. faktor yang mempengaruhi terjadinya KEP.6 Plan of Action (POA) Plan of Action adalah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka menyelesaikan permasalahan.00 WIB Penyuluhan tentang KEP dan Pembuatan modisco untuk Bayi Pukul 16.00 EKSKLUSIF Pengertian ASI eksklusif.5% Penyuluhan kepercayaan mengenai masyarakat bila b) Balita mudah imunisasi anaknya terserang diberikan penyakit imunisasi. 18.1. jenis/contoh makanan tambahan pada bayi dan balita Memberikan dan menambah pengetahuan ibu mengenai: KEP.42 kurang mengerti tentang gizi balita Bayi dengan imunisasi yang belum lengkap dan tidak lengkap terserang penyakit c)Kecerdasan menurun 4. cara menyimpan ASI Penyuluhan Tentang Pemberian Makanan Tambahan Memberikan dan menambah Ibu bayi pengetahuan ibu mengenai: pemberian dan balita makanan tambahan dan balita yang meliputi bahaya PMT dini.00 WIB . jadwal pemberian makanan yang benar.00 keuntungan ASI.00 sampai 18. tingkatan KEP. cara pemberian ASI WIB yang benar. masalah yang mungkin timbul dalam menyusui.

1. jenis vaksin yang diberikan saat imunisasi. kesepakatan Masyarakat RT yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2010 pukul 16. serta imunisasi yang tidak lengkap. manfaat imunisasi dan manfaat imunisasi. balita dengan BBR dan BBSR (BGM). 3.1.1 Mahasiswa dan masyarakat mengumpulkan beberapa masalah yang ada di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding bersama-sama 3.8. penyakit yang dapt dicegah dengan imunisasi. 3.7.1 Faktor Penghambat 1.7 Evaluasi Pelaksanaan MMRT Pukul 16. jadwal imunisasi.7.1.8 Faktor Penghambat dan Penunjang Pelaksanaan MMRT 3. kegunaan vaksin. tempat pelayanan imunisasi.00 sampai 18. dan perawatan setelah imunisasi 3.7. pemberian makanan tambahan dini.00 – 18.1.00 WIB diambil kesepakatan bahwa dari masalah-masalah yang diprioritaskan antara lain bayi tanpa ASI EKSKLUSIF. waktu yang tidak diperbolehkan imunisasi.2 Sesuai dengan masyarakat hasil dan membahas dalam bagaimana Musyawarah pemecahan masalah.1. Pada saat acara banyak balita yang rewel sehingga sasaran kurang memperhatikan jalannya acara .43 dengan BBR dan Bayi BGM (BBSR) Penyuluhan tentang Imunisasi Dasar Lengkap pembuatan modisco dan contoh makan dengan yang dimodifikasi yang mengandung bayi BBR modisco dan BBSR Memberikan dan menambah Ibu bayi pengetahuan ibu mengenai: imunisasi dan balita yang meliputi pengertian imunisasi.00 WIB Kedinding Lor Ketua RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding dan Puskesmas Depan rumah Wakil ketua RT 12 Rw 01 Tanah Kali Kedinding Lor 3.1.3 Masyarakat menunjukkan tanggapan positif dan antusias dalam memecahkan masalah yang ada yaitu dengan tetap mrngikuti acara hingga selesai.

2 Faktor Penunjang 1.1. 2.44 2. 4. 5. 3. 6. Perlengkapan yang disediakan oleh pendidikan yang membantu pelaksanaan PKL Buku panduan yang sangat membantu mahasiswa dalam pelaksanaan PKL Masyarakat yang diundang bersedia hadir Bantuan dana tranport dari pendidikan Perangkat RT dan Dasawisma yang sangat mendukung dan membantu selama PKL Peserta dan undangan yang sangat berpartisipasi aktif selama PKL Peserta dan undangan yang mengikuti acara sampai selesai Adanya kehadiran pembimbing dari pendidikan dalam acara MMRT . 8. Koordinasi yang kurang baik antara pendidikan dan kelurahan Tanah Kali Kedinding khususnya RW 01 3.8. 7.

dan Imunisasi Rencana pelaksanaan penyuluhan dilaksanakan pada : . manfaat. b. manfaat dari ASI Eksklusif Pemberian makanan tambahan yang tepat pada bayi dan Pengertian.2. sasaran KIA mengerti dan memahami tentang materi yang disampaikan saat penyuluhan. kerugian dan efek samping dari 1.1 Perencanaan Pelaksanaan Penyuluhan oleh Mahasiswa a. sasaran KIA mengerti dan memahami tentang : a) b) c) d) Pengertian. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan kelompok. KEP. gejala. Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan kelompok.45 3. Hari Tanggal Tempat Waktu Materi Penyuluhan Waktu Penyuluhan : Senin : 14 Juni 2010 : Rumah Wakil Ketua RT 12 RW 01 kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya : 16. Tujuan Penyuluhan balita imunisasi 2. Pemberian Makanan Tambahan Bayi.00 – Selesai : ASI Eksklusif.2 Kegiatan Penyuluhan 3. Proses Pelaksanaan Penyuluhan Bersama Masyarakat a. dan penanganan KEP Pengertian.

Penutup Jalannya Acara Penyuluhan 1.2. Ketua PKK 5.2 Pelaksanaan Berdasarkan mufakat dalam Musyawarah Masyarakat RT (MMRT) di rumah bapak Wakil RT 12 pada hari Senin tanggal 14 Juni 2010. Apersepsi peserta penyuluhan 3. Sasaran c. Penyampaian materi penyuluhan Penyuluh : 6 mahasiswa Prodi Kebidanan Sutomo Surabaya Diskusi Tanya jawab Membuat leaflet Menyiapkan lembar balik 2. ibu yang : 1. Ketua RT 3. Pembimbing: 2 orang Persiapan Media dan Metoda . Metoda 1) 2) 3. 1.46 b. Pembukaan 2. Pembukaan Pembukaan dalam acara ini dilaksanakan dengan membaca basmalah bersama yang dipimpin oleh pembawa acara. Jumlah Undangan : 1 orang : 4 orang : 1 orang : 6 orang : 30 orang Rencana undangan penyuluhan adalah orang yang terdiri dari : 1. Tanya jawab 5. Pembagian doorprize dan souvenir 6. Media 1) 2) 2. Peserta Acara : orang yang terdiri dari ibu hamil. 2. Mahasiswa 6. Penyampaian materi penyuluhan 4. Dasawisma 4.

PMT. Bahaya pemberian makanan dini 3. Pembuatan Modisco 1. Pembagian doorprize . Cara pemberian imunisasi 6. Cara mencegah KEP 5. Reaksi pasca imunisasi 10.47 Penyuluhan dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Pengertian imunisasi Tujuan imunisasi Jenis-jenis imunisasi Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi 5. Faktor yang mempengaruhi terjadinya KEP 6. Jadwal imunisasi 8. BGM / KEP 4. Waktu yang tidak diperbolehkan imunisasi 9. 4. Tingkatan KEP 3. Perawatan setelah imunisasi Penyuluh 3. Pengertian pemberian makanan dini 2. KEP dan Imunisasi. Imunisasi 3. Penanganan KEP 7. Jenis makanan tambahan 1. No 1. Jadwal pemberian makanan pada anak 4. Pengertian KEP 2. Materi ASI Eksklusif Uraian 1. 3. Cara Pemberian ASI yang benar Masalah-masalah yang mungkin timbul dalam menyusui Cara Penyimpanan ASI 2 PMT 1. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan prioritas masalah yang ada di RT 12 RW 01 yaitu masalah ASI Eksklusif. Tanda Klinis KEP berat/gizi buruk 4. Tempat pelayanan imunisasi 7. 2.Pengertian ASI eksklusif Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI Keuntungan ASI.

48 Pada acara ini dibagikan 5 buah doorprize bagi ibu-ibu peserta yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan ibu tentang materi yang akan disampaikan. 4. dan Pembimbing yang aktif selama kegiatan PKL Perlengkapan yang disediakan oleh pendidikan yang Buku panduan yang sangat membantu mahasiswa dalam Bantuan dana transportasi dari pendidikan Perangkat RT dan Dasawisma yang sangat mendukung dan Peserta dan undangan yang sangat berpartisipasi aktif selama 3.4 Faktor Penunjang dan Penghambat Penyuluhan 1. 6. 7.2.4.2.3.3. 5.3 Evaluasi Penyuluhan pertanyaan yang diajukan mahasiswa 3. 3. Koordinasi yang baik antara pendidikan.2 Faktor Penghambat Pada saat acara banyak balita yang rewel sehingga sasaran kurang memperhatikan jalannya acara. 5.2.2 Saat ada penyuluhan peserta dapat merespon dengan mengajukan pertanyaan : 3. 4.4.2. puskesmas.1 Respon saat apersepsi baik terbukti para peserta antusias menjawab 3. PKL 3.2.2. Pembentukan kelompok berdasarkan masalah yang didapat Penutup Pada acara penutupan dilaksanakan dengan doa bersama. 2.1 Faktor Pendukung kelurahan Tanah Kali Kedinding khususnya RT 12 RW 01 membantu pelaksanaan PKL pelaksanaan PKL membantu selama PKL . 3.

1 Penyuluh Mahasiswa Prodi Kebidanan Sutomo Surabaya yang sedang melaksanakan Praktek Komunitas (PKL) di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya. Tujuan 2. 2. 14 Juni 2010 Waktu : 30 menit 1. Analisis Situasional 1.2 Tujuan khusus Setelah mendapat penyuluhan tentang imunisasi. diharapkan ibu dapat menjelaskan tentang : .1 Tujuan umum Setelah mengikuti penyuluhan tentang imunisasi selama 30 menit diperoleh perubahan perilaku masyarakat atau ibu yang memiliki balita pada khususnya untuk imunisasi pada anaknya. 1.49 Lampiran 9 SATUAN ACARA PENYULUHAN Topik Sasaran : Imunisasi : Ibu balita yang belum dan tidak lengkap imunisasinya Tempat: Di depan rumah Wakil RT 12 RW 01 Tanah Kali Kedinding Hari/Tanggal : Senin. 2.2 Peserta Ibu yang mempunyai anak yang imunisasinya belum dan tidak lengkap.

2 Tujuan imunisasi 3.6 Tempat pelayanan imunisasi 3.4 Jadwal dan macam imunisasi 2.7 Perawatan setelah imunisasi 3.5 Waktu yang tidak diperbolehkan imunisasi 2.5 Cara pemberian imunisasi 3.2.2. Materi 3.1 Pembukaan .2.2. Metode dan Media 4.1 Pengertian imunisasi 2.4 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi 3.2 Alat bantu : Leaflet dan flipchart 5.2 Perkenalan 5.3 Tempat pelayanan imunisasi 2.6 Reaksi pasca imunisasi 2.50 2.2.1.2.8 Waktu yang tidak diperbolehkan imunisasi 3.1 Salam Pembuka 5.9 Reaksi pasca imunisasi 3.2 Tujuan imunisasi 2.1 Metode : Ceramah dan tanya jawab 4.10 Perawatan setelah imunisasi 4.1.2.2 Inti Menyampaikan materi: 5.1 Pengertian imunisasi 5.7 Jadwal imunisasi 3.1. Pelaksanaan 5.3 Jenis-jenis imunisasi 3.1 Pengertian imunisasi 3.2.3 Penyampaian materi penyuluhan 5.

7 Ibu-ibu dapat menyebutkan jadwal imunisasi 6.6 Ibu-ibu dapat menyebutkan tempat pelayanan imunisasi 6.2 Ibu-ibu dapat menyebutkan tujuan Imunisasi 6.2.2.2.2 Salam penutup 6.1 Ibu-ibu dapat menyebutkan pengertian imunisasi 6.5 Ibi-ibu dapat menyebutkan cara pemberian imunisasi 6.2.8 Waktu yang tidak diperbolehkan imunisasi 5.7 Jadwal imunisasi 5.1 Menyimpulkan penyuluhan 5.51 5.3.8 Ibu-ibu dapat menyebutkan waktu yang tidak diperbolehkan imunisasi 6.3 Penutup 5.4 Ibu-ibu dapat menyebutkan penyakit yang dapat dicegah dgn imunisasi 6.9 Reaksi pasca imunisasi 5.9 Ibu-ibu dapat menyebutkan reaksi pasca imunisasi 6.4 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi 5.2.2.10 Perawatan pasca imunisasi 5.5 Cara pemberian imunisasi 5.10 Ibu-ibu dapat menyebutkan perawatan pasca imunisasi . Evaluasi 6.6 Tempat pelayanan imunisasi 5.2 Tujuan Imunisasi 5.3 Jenis-jenis imunisasi 5.3.2.2.2.3 Ibu-ibu dapat menyebutkan jenis-jenis imunisasi 6.

sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan. Vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit.html) 2.1 Posyandu 3. sehingga bila kelak terpajan pada antigen yang serupa.pppl. Tujuan 2.pppl.id/images_data/IMUNISASI. (Buku Imunisasi di Indonesia.com/penyakit/81/Imunisasi.1 Untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia. (Buku Imunisasi di Indonesia. 2001) 2. (http://medicastore.depkes.pdf) Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu.go.2 Puskesmas .2 Untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit. tidak terjadi penyakit.go. 2001) Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit.pdf) 3. (http://www.depkes. Pengertian Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen.52 MATERI PENYULUHAN 1. Tempat pelayanan imunisasi 3. (http://www.id/images_data/IMUNISASI.

4 Rumah sakit .53 3.3 Bidan atau Rumah Bersalin atau dokter 3.

usia 7 tahun DT TT Diberikan pada saat SD kelas 1 Diberikan saat SD kelas 2 dan 3 .54 4. Jadwal Pemberian imunisasi Jenis Vaksin Keterangan BCG Hepatitis B Polio 1 Polio 2 Polio 3 Polio 4 Diberikan pada hari pertama sampai hari ketiga sesudah persalinan Diberikan pertama 1 jam setelah pemberian vitamin K Diberikan pada hari pertama setelah persalinan Diberikan pada usia 2 bulan Diberikan pada usia 3 bulan Diberikan pada usia 4 bulan DPT Combo 1 Diberikan minimal pada usia 2 bulan DPT combo 2 Diberikan pada usia 3 bulan DPT Combo 3 Diberikan pada usia 4 bulan Diberikan pada usia 9 bulan sampai dengan 1 tahun Campak campak 2 diberikan pada program BIAS pada SD kelas 1.

5.2 Kedua: Kalau yang pertama diberikan segera setelah lahir.2.1 Pengertian Hepatitis B (HBV) adalah virus yang menginfeksi hati.1. maka vaksin harus diberikan paling lama 12 jam setelah lahir. Vaksin diberikan dengan suntikan.2 Jadwal pemberian Vaksin Hepatitis B diberikan dalam satu seri yang terdiri dari 3 kali suntik. Biasanya efek samping hanya bagian bekas suntik menjadi kemerah-merahan. diberikan pada usia antara 6 s/d 18 bulan. 5. Bila yang pertama diberikan setelah sebulan. kotoran menjadi pucat. Gejala yang ada adalah lemah. 5.1. 5.2. maka yang kedua diberikan antara bulan ketiga dan keempat.1.1. 5.55 5.2.1. gangguan perut dan gejala lain seperti flu.3 Resiko yang mungkin timbul Resiko serius yangberkaitan dengan pemberian vaksin HBV sangat jarang terjadi. yang kedua diberikan antara bulan pertama dan kedua. bisa diberikan pada kontrol di bulan pertama atau kedua.1 Pertama: Bila ibu adalah pembawa virus dalam darahnya. .1. Penyakit ini bisa menjadi kronis dan menimbulkan Cirrhosis hepatis. Tetapi bila ibu bukan pembawa virus. Warna kuning bisa terlihat pula mata ataupun kulit.1 HEPATITIS B 5. Macam-macam imunisasi 5. kanker hati dan menimbulkan kematian. Untuk yang mendapatkan vaksin pertama setelah usia 1 bulan.3 Ketiga: Diberikan pada usia 6 bulan untuk yang mendapatkan vaksin pertama sebelum usia 1 bulan. urine menjadi kuning.

. Untuk itu anda bisa memakai obat penurun panas dan kompres dengan air hangat bagian bekas suntikan. Dapat disertai nyeri menelan.1. 5. yang mengisi bagian anterolateral paha.3. Jarum harus membuat sudut 450sampai 600 kedalam otot vastus lateralis atau otot deltoid.1. Vaksin diberikan dengan suntikan. tonsil) yang tak mudah lepas dan mudah berdarah.2. Vaksin harus disuntikan kedalam batas antara sepertiga otot bagian tengah yang merupakan bagian paling tebal dan padat.1. DPT (DTP) dan DTaP adalah vaksin yang sama. faring.2 DPT (Difteri. pertussis dan tetanus) 5.1. leher membengkak seperti leher sapi (bull neck) dan sesak nafas disertai bunyi (stridor) dan pada pemeriksaan apusan tenggorok atau hidung terdapat kuman difteri.1 Keterangan singkat Vaksin ini akan melindungi tubuh terhadap difteri. namun bentuknya saja yang berbeda.6 Tempat pemberian vaksin Vaksin hepatits B disuntikan pada vastus lateralis adalah otot bayi yang tebal dan besar.3.2.1.56 5. Kerusakan saraf dan pembuluh vascular dapat terjadi apabila suntikan diarahkan pada sudut 900. dan juga daerah sekitar bekas suntikan menjadi merah. 5.1 Difteri Adalah penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae dengan gejala panas lebih kurang 38oC disertai adanya pseudo membran (selaput tipis) putih keabu-abuan pada tenggorokan (laring.5 Setelah pemberian Setelah vaksinasi panas badan anak mungkin naik.1 Bila anak sakit lebih dari sekedar panas badan ringan.4 Menunda pemberian 5. 5.1. 5.2 Bila ada reaksi alergi serius terhadap suntikan vaksin. 5. tetanus dan pertussis.

Akibat batuk yang berat dapat terjadi pedarahan selaput lendir mata (conjunctiva) atau pembengkakan di sekitar mata (oedema periorbital).57 5. Entah karena terpotong. aborsi . terbakar. Neonatal tetanus dapat menyebabkan kematian pada bayi dan banyak terjadi di negara berkembang. Tetanospasmin menempel pada urat syaraf di sekitar area luka dan dibawa ke sistem syaraf otak serta saraf tulang belakang. Kejang-kejang secara cepat merambat ke otot perut. Neonatal tetanus menyerang bayi yang baru lahir karena dilahirkan di tempat yang tidak bersih dan steril. bahu atau punggung. Sedangkan di negara-negara maju. biasanya disertai muntah.1.3 Tetanus Adalah penyakit disebabkan oleh Clostridium tetani yang memproduksi toksin yang disebut dengan tetanospasmin. 5. Walaupun luka kecil bukan berarti bakteri tetanus tidak dapat hidup di sana. narkoba (misalnya memakai silet untuk memasukkan obat ke dalam kulit) maupun frosbite. dimana kebersihan dan teknik . Lamanya batuk bisa mencapai 1-3 bulan dan penyakit ini sering disebut penyakit batuk 100 hari. lengan atas dan paha.2. sehingga terjadi gangguan pada aktivitas normal urat syaraf.1. Neonatal tetanus umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir. Terutama pada syaraf yang mengirim pesan ke otot. terutama jika tali pusar terinfeksi. Serangan batuk lebih sering pada malam hari. Gejala tetanus umumnya diawali dengan kejang otot rahang (dikenal juga dengan trismus atau kejang mulut) bersamaan dengan timbulnya pembengkakan. rasa sakit dan kaku di otot leher.2 Pertusis Adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bardetella pertusis dengan gejala batuk beruntun dan pada akhir batuk menarik nafas panjang terdengar suara “hup” (whoop) yang khas.2. Infeksi tetanus terjadi karena luka. Pemeriksaan lab pada apusan lendir tenggorokan dapat ditemukan kuman pertusis (Bordetella pertussis).

3. yang makin memburuk dibanding sebelumnya apabila pernah mengalaminya tenggorokan atau muka panas badan lebih dari 40 derajat Celcius (105 derajat pingsan dalam 2 hari pertama setelah imunisasi Fahrenheit) . Dianjurkan untuk mendapatkan vaksin Td (penguat terhadap difteri dan tetanus) pada usia 11 s/d 12 tahun atau paling lambat 5 tahun setelah imunisasi DTP terakhir.3 Resiko yang mungkin timbul Seringkali pemberian vaksin ini menimbulkan panas badan ringan atau panas di sekitar bekas suntikan yang diakibatkan oleh komponen pertussis dalam vaksin.2.2.4. kejang-kejang dalam 3 s/d 7 hari setelah imunisasi kejang-kejang reaksi alergi kesulitan makan atau gangguan pada mulut.2 Bila anak memiliki kelainan syaraf atau tidak tidak tumbuh secara normal. 5. Setelah itu direkomendasikan untuk mendapatkan Td setiap 10 tahun.4.4.2. 5. komponen pertussis dari vaksin dianjurkan untuk tidak diberikan danhanya DT (difteri & tetanus) saja.2 Jadwal pemberian Diberikan sebagai satu seri yang terdiri dari 5 kali suntik.58 melahirkan yang sudah maju tingkat kematian akibat infeksi tetanus dapat ditekan. Yaitu pada usia 2 bulan.2. 6 bulan.3 Bila setelah mendapatkan vaksin DTP (DTaP) timbul gejala seperti dibawah konsultasikan dengan dokter anak sebelum mendapatkan vaksin lainnya : 1. 4 bulan. 2. 5. 5. 5.2. 15 s/d 18 bulan dan terakhir saat sebelum masuk sekolah (4 s/d 6 tahun).1 Bila anak sakit lebih dari sekedar panas badan ringan. Menunda pemberian : 5. 4. 6.

batuk. Komplikasi dari penyakit Campak ini adalah radang pauparu. Gejala-gejalanya adalah : demam.59 7. Kerusakan saraf dan pembuluh vascular dapat terjadi apabila suntikan diarahkan pada sudut 900. pilek dan bercak-bercak merah pada permukaan kulit 3 – 5 hari setelah anak menderita demam. yang mengisi bagian anterolateral paha. Penularan melalui udara ataupun kontak langsung dengan penderita. Bercak mula-mula timbul dipipi bawah telinga yang kemudian menjalar ke muka. Campak adalah penyakit yang sangat menular yang dapat disebabkan oleh sebuah virus yang bernama Virus Campak. radang pada saraf. Tempat pemberian Vaksin Vaksin DPT disuntikan pada vastus lateralis adalah otot bayi yang tebal dan besar. Segera hubungi dokter anak anda apabila timbul gejalagejala seperti diatas. Jarum harus membuat sudut 450sampai 600 kedalam otot vastus lateralis atau otot deltoid. Setelah pemberian : terus menangis lebih dari 3 jam di 2 hari pertama setelah imunisasi Anak mungkin mengalami panas badan ringan dan atau kemerah-merahan di sekitar bekas suntikan. infeksi pada telinga. Vaksin harus disuntikan kedalam batas antara sepertiga otot bagian tengah yang merupakan bagian paling tebal dan padat. radang pada sendi dan radang pada otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen ( menetap ). Pencegahan adalah dengan cara menjaga . Untuk mencegah panas badan kadangkala dokter anak memberikan resep obat sebelum imunisasi. tubuh dan anggota tubuh lainnya. Campak Pengertian Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek).

4 Menunda pemberian. Vaksin disuntikkan secara subkutan dalam sebanyak 0. 5. Pemberian Imunisasi akan menimbulkan kekebalan aktif dan bertujuan untuk melindungi terhadap penyakit campak hanya dengan sekali suntikan.3. diare. berolah raga yang teratur dan istirahat yang cukup.60 kesehatan kita dengan makanan yang sehat. konjungtivitis dan gejala kataral serta ensefalitis (jarang).2 Jadwal pemberian Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 9 bulan dan vaksin kedua 6 tahun. dan paling efektif cara pencegahannya adalah dengan melakukan imunisasi. 5. ruam kulit.3 Resiko yang mungkin timbul Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam.3. dan diberikan pada usia anak sembilan bulan atau lebih. bila: infeksi akut yang disertai demam lebih dari 38OC gangguan sistem kekebalan pemakaian obat imunosupresan alergi terhadap protein telur hipersensitivitas terhadap kanamisin dan eritromisin wanita hamil.3. 5. .5 mL.

12 s/d 18 bulan dan saat sebelum masuk sekolah (4 s/d 6 tahun). Kelumpuhan dimulai dengan gejala demam. Poliomielitis dalah penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh satu dari tiga virus yang berhubungan.2 Jadwal pemberian Diberikan pada usia 3 bulan.61 5. 5 bulan.4.4. yaitu virus polio type 1. Secara linis penyakit polio adalah anak di bawah umur 15 tahun yang penderita lumpuh layu akut (acute flaccid paralysis/AFP). 5. Sebagai catatan.4 Menunda pemberian Apabila anak memiliki gangguan kekebalan tubuh. 5. Bila bagian bawah deltoid yang disuntik. nyeri otot dan kelumpuhan terjadi pada minggu pertama sakit. Jarum suntik disuntikan membuat sudut 50-60 derajat mengarahkan pada akromnion. 5. atau 3.1 Pengertian Imunisasi ini untuk mencegah terjadinya penyakit poliomelitis. vaksin IPV lebih baik daripada OPV. Penyebaran penyakit adalah melalui kotoran manusia (tinja) yang terkontaminasi. 2. 5. Kematian bisa terjadi jika otot-otot pernapasan terinfeksi dan tidak segera ditangani.3 Resiko yang mungkin timbul Tidak ada gejala pasca imunisasi apapun.4.4POLIO 5.3. apabila tidak ada gejala lainnya 5.4.6 Tempat pemberian Vaksin Vaksin campak disuntikan pada lengan kiri bagian tengah otot yaitu separuh antara akromnion dan insersi pada tengah humerelus. 4 bulan.5 Setelah pemberian Seperti vaksin lainnya cukup siapkan obat penurun panas. untuk anak-anak tipe .3. ada risiko trauma saraf radialis karena saraf tersebut melingkar dan muncul dari otot trisep.

TBC adalah penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberculosa menyebar melalui pernapasan lewat bersin atau batuk. 5. Gejala selanjutnya adalah batuk terus menerus.2 Jadwal pemberian Diberikan satu kali pada usia 2 bulan.5 Setelah pemberian Bila terjadi panas.4.5.5. 5.6 Tempat pemberian vaksin Tempat pemberian vaksin diberikan melalui mulut yang diberikan 2 tetesan setiap pemberian.5BCG 5.4. Vaksin IPV tidak boleh diberikan kepada anak yang memiliki alergi serius terhadap antibiotika neomycin atau streptomycin.1 Pengertian Vaksin ini memberikan kekebalan terhadap virus TBC. 5. apabila tidak ada gejala lainnya 5. 5.3 Resiko yang mungkin timbul Jarang ditemui adanya reaksi berlebihan terhadap vaksin ini. seperti vaksin lainnya cukup siapkan obat penurun panas. . gejala awal adalah lemah badan.5. demam dan keluar keringat pada malam hari. penurunan berat badan. Untuk itu sebaiknya diberikan vaksin tipe OPV.62 ini harus dihindari kontak dengan anak lain yang baru saja menerima vaksin OPV sampai sekitar 2 minggu setelah vaksinasi. nyeri dada dan dapat terjadi batuk darah. 5.5.4 Menunda pemberian Bila anak sakit lebih dari sekedar panas badan ringan.

misalnya adanya perubahan warna yang menunjukkan adanya kerusakan. periksa tanggal kadarluwarsa dan catat hal-hal istimewa. . Periksa kembali persiapanuntuk melakukan pelayanan secepatnya bila terjadi reaksi ikutan yang tidak diharapkan.6. Periksa identitas penerima vaksin dan berikan antipiretik bila diperlukan Periksa jenis vaksin dan yakin bahwa vaksin tersebut telah disimpan dengan baik. dianjurkan melakukan tata cara sebagai berikut. Tata Cara Pemberian Imunisasi Menurut Hariyono Suyitno Sebelum melakukan vaksinasi. 9. 7. Tempat penyuntikan Vaksin BCG disuntikan pada lengan kanan bagian tengah otot yaitu separuh antara akromnion dan insersi pada tengah humerelus. Yakin bahwa vaksin yang diberikan sesuai jadwal dan ditawarkan pula vaksin lain untuk mengejar imunisasi yang tertinggal (catch up vaccination) bila diperlukan. Setelah pemberian Seperti vaksin lainnya cukup siapkan obat penurun panas.5. ada risiko trauma saraf radialis karena saraf tersebut melingkar dan muncul dari otot trisep.63 5.com) 6. 10. 2. Bila bagian bawah deltoid yang disuntik.5. Periksa vaksin yang akan diberikan apakah tampak tanda tanda perubahan. 3. 1. Tinjau kembali apakah ada indikasi kontra terhadap vaksin yang diberikan. Setelah pemberian vaksin alkukan hal-hal sebagai berikut. apabila tidak ada gejala lain yang serius 5. Jarum suntik disuntikan membuat sudut 50-60 derajat mengarahkan pada akromnion. 4. 6. (www.Idai. 5. Berikan vaksin dengan teknik yang benar.5. 8. Baca dengan teliti informasi tentang produk (vaksin) yang akan diberikan dan minta persetujuan orang tua sebelum tindakan. Memberitahukan secara rinci tentang resiko imunisasi dan resiko apabila tidak divaksinasi.

Apabila vaksin telah diencerkan. Catat imunisasi dalam rekam medis pribadi dan dalam catatan klinis. Jarum ukuran 21 yang steril dianjurkan untuk diencerkan dan jarum ukuran 23 dengan panjang 25 mm digunakan untuk menyuntikkan vaksin. Sejumlah vaksin (DPT. Berilah petunjuk (sebaiknya tertulis) kepada orang tua atau pengasuh apa yang harus dikerjakan dalam kejadian reaksi yang biasa atau reaksi ikutan yang lebih berat. namun rekomendasi tetap seperti diatas yang berpegang pada pada prinsip-prinsip higienis. 6. Periksa status imunisasi anggota keluarga lainnya dan tawrkan vaksin untuk mengejar ketinggalan. Dalam situasi vaksinasi yang dilaksanakan untuk kelompok besar.1 Tata cara penyimpanan vaksin Vaksin yang disimpan dan diangkut secara tidak benar akan kehilangan potensinya. Catatan imunisasi secara rinci harus disampaikan kepada Dinas Kesehatan Bidang Pemberantasan Penyakit Menular. 6. 6.3 Pembersihan Kulit . harus terhadap tanda-tanda kerusakan (warana dan kejernihan). dan pemeriksaan/ penilaian sebelum imunisasi harus dikerjakan. Perlu diketahui bahwa vaksin campak telah diencerkan cepat mengalami perubahan pada suhu kamar. surat persetujuan yang valid.d.64 a. dan Hepatitis A) menjadi tidak aktif bila membeku. d. b.2 Tata cara pengenceran Vaksin kering dan beku harus diberi pelarut khusus dan digunakan dalam periode waktu tertentu. Dan beberapa vaksin (OPV dan Yellow Fever) dapat disimpan dalam keadaan beku. HiB. Aturan umum untuk sebagaian besar vaksin. Hepatitis B. 80 C dan tidak membeku. bila dipelukan. Instruksi pada lembar penyuluhan (brosur) informasi produk harus disertakan. pelaksanaan banyak yang bervariasi. bahwa vaksin harus didinginkan pada temperatur 2 s. c.

Bayi kurang bulan .65 Tempat suntikan harus dibersihkan sebelum imunisasi dilakukan.3 6. 6. sekali pakai dan steril.4 Pemberian Suntikan Sebagian vaksin diberikan melalui suntikan intramuscular dan subcutan dalam. Tabung suntik dan jarum harus dibuang dalam tempat tertutup yang diberi label (tanda) tidak mudah robek atau bocor. umur 2 bulan atau lebih muda dan bayibayi kecil lainnya. Sebagaian besar vaksin harus disuntik kedalam otot. Hal ini menjadi masalah-masalah vaksin inaktif (inactivated). untuk menghindari luka tusuk untuk pemakaian ulang. ukuran 25-27 dengan panjang 10 mm. namun apabila kulit telah bersih. Penggunaan jarum yang pendek peningkatan terjadinya resiko terjadinya suntikan subkutan yang kurang dalam. Apabila memakai botol multidosis (karena tidak ada alternative vaksin dalam sedian lain) maka tabung yang telah digunakan untuk menyuntik tidak boleh dipakai lagi mengambil vaksin. Terdapat pengecualian terhadap 2 jenis vaksin yaitu. 6.4 Suntikan intramuscular pada orang dewasa yang sangat Suntikan intradermal pada vaksin BCG dipakai jarum gemuk (obese) dipakai jarum ukuran 23 dengan panjang 38mm. dipakai jarum 25 dengan panjang 26mm.5. untuk bayi lebih kecil dipakai jarum ukuran 27 dengan panjang 12 mm. OPV diberikan per-oral dan BCG diberikan suntikan intradermal (dalam kulit). Standar jarum suntik ialah ukuran 23 dengan panjang 25 mm.5 Teknik Dasar dan Ukuran Jarum pada tiap suntikan harus digunakan tabung suntikan dan jarunm baru. tetapi ada pengecualian dalam beberapa hal seperti berikut : 6. 6.2 Suntikan subcutan pada lengan atas. 6. antiseptic kulit tidak diperlukan.1 16 mm. dapat pula dipakai ukuran jarum 26 dengan panjang .5.5.5.

sebab diatas puncak pundak memberi resiko terjadi keloid.d. 600 akan mengalami hambatan saat jarum masukke dalam otot. 6. 6. .6 Arah Sudut Jarum Pada Suntikan Intramuskular Jarum suntik harus disuntikan dengan sudut 450 s. 600 kedalam otot Vastus lateralis atau otot deltoid. Regio deltoid adalah alternative untuk vaksinasi pada anak yang lebih besar (mereka yang telah dapat berjalan) dan orang dewasa. harus disutik pada kulit diatas insersi otot deltoid (lengan atas). Kerusakan saraf dan pembuluh vascular dapat terjadi apabila suntikan diarahkan pada sudut 900.8.2 6.8.8 Posisi Anak dan Lokasi Sutikan Vaksin yang disuntikkan harus diberikan pada bagian tanpa resiko kerusakan sarafdan pembuluh vaskuler serta jaringan lain.66 6.1 6. untuk menghindari risiko kerusakan saraf skias (nervus ischiadicus).8. menyerap suntikan secara adekuat. Sehinnga orang tua atau pengasuh untuk membantu memegang anak atau bayi dan harus diberitahu agar mereka memahami apa yang sedang dikerjakan. Untuk otot Vastus lateralis. berkurang jika disuntika didaerah gluteal. jarum harus diarahkan kea rah lutut dan untuk deltoidjarum harus diaragkan kepundak. Pada sudut 450 s. Sedangkan untuk vaksinasi BCG. Alasan memilih otot Vastus lateralis pada bayi dan anak umur dibawah 12 bulan adalah : 6.7 Tempat Suntikan yang Dianjurkan Paha anterolateral adalh bagian tubuh yang dianjurkan untuk vaksin pada bayi dan anak umur di bawah 12 bulan.d.3 Menghindari resiko kerusakan saraf ischiadika pada Daerah deltoid pada bayi dianggap tidak cukup tebal untuk Vaksin Hepatitis B dan rabies sifat imunogenesitasnya suntikan daerah gluteal.

tempat suntikan vaksin ialah batas sepertiga bagian atas dan tengah pada garis tersebut (bila tungkai bawah sedikit menekuk. yang mengisi bagian anterolateral paha. Jarum harus membuat sudut 450 s.4 Apabila bayi berada diatas tempat tidur atau meja. .9.10.8. Cari trochanter mayor femur dan condyllus lateralis ditidurkan terlentang.2 6.5 Supaya vaksin yang disuntikan masuk kedalam otot pada batas antara sepertiga bagian atas dan tengah.9.9. dengan cara palpasi Tarik garis yang menghubungkan kedua tempat diatas. bagian anterior. bayi Tungkai bawah sedikit ditekuk dengan fleksi pada lutut. maka jarum tersebut harus menembus kulit selebar ujung jari diatas (kearah proksimal) batas hubungan bagian atas dan sepertiga tengah otot. maka lekukan yanag dibuat oleh tractus iliotibalis menyebabkan garis bagian distal lebih jelas) 6.3 6. Lokasi suntikan pada paha Vastus lateralis adalah sebagai berikut: 6.8. 600 terhadap permukaan kulit. Vaksin harus disuntikandalam batas antara sepertiga otot bagian atas dan tengah yang merupakan bagian paling tebal dan padat. Posisi Anak dan Lokasi Suntikan Vastus lateralis adalh otot bayi yang tebal dan besar.67 6. Posisi Anak dan Lokasi Suntikan 6.9.4 6. jarum disuntikan satu jari diatas batas tersebut.d. dengan jarum kearah lutut.10 Deltoid . 6.1 6.9.5 Menghindari risiko reaksi local dan terbentuknya nodulus di Menghindari lapisan lemak subcutan yang tebal pada paha tempat suntikan yang menahun. 6.9 Vastus Lateralis.1 Posisi anak yang paling nyaman untuk suntikan di daerah deltoid ialah duduk diatas pangkuan orang tua/ pengasuhnya.

d. boleh diberikan pada hari yang sama.2 pengasuh. Jadi. Penularan umumnya terjadi melalui: a.11 Pemberian Dua atau Lebih Vaksin pada Hari yang Sama Pemberian vaksin-vaksin yang berbeda pada umur yang sesuai. khususnya vaksin yang dianjurkan dalam jadwal imunisasi. Vaksin inactivated dan vaksin virus hidup. .10. Bila disuntik dibawah deltoid yang disuntik. namun sering menyebabkan hepatits yang kronik. pada umumnya dapat diberikan pada lokasi yang berbeda saat kunjungan yang sama dapat diberikan vaksin-vaksin DPT. vaksin dapat diberikan pada hari yang sama. Hib. dan Polio. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi 7. Lengan yang disuntik dipegang menempel pada tubuh bayi. yaitu separuh akromion dan insersi pada tengah humerus.68 6. sementara lengan lainya diletakkan dibelakang tubuh orang tua/ Lokasi yang paling baik adalah tengah otot. melalui alat-alat Hubungan seksual. ataupun jaringan. yang dalam kurun waktu 10 sampai 20 tahun dapat terjadi serosis atau hepatoma. ada resiko trauma saraf radial karena saraf tersebut melingkar dan muncul dari otot trisep. Inokulasi parenteral. darah. sedanakan pada orang dewasa sering menjadi hepatits akut. 6. 600 mengarah pada akromnion. hepatits B. Jarum disuntikan membuat sudut 450 s. b. kedokteran. Masa inkubasi berkisar antara 45-180 hari (6 minggu sampai 6 bulan).1 Hepatitis B Hepatitis merupakan penyakit yang menimbulkan gejala minimal bahkan sering terjadi subklinik. 7. harus disuntikan pada lokasi yang berbeda dengan menggunakan semperit yang berbeda dan lebih dari satu macam vaksin virus hidup yang disuntikan.

Toxin yang membentuk membrane tersebut kemudian diabsorbsi kedalam aliran darah dan dibawah keseluruh tubuh. namun tipe grivis yang paling virulen. Ditemukan 3 galur bakteri yaitu gravis. dapat pula melalui transplesenta.2 BCG Tuberkulosis disesbabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis dan Mycrobacterium bovi.3 DPT 7.1 Difteri Difteri adalah suatu penyakit akut yang bersifat toxin-mediated disease dan disebabkan oleh kuman Chorynebacterium diphteriae. Penularan horizontal antara anak . kelenjar superfisialis. Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi dengan Mycrobacterium tuberculosis terjadi respon imunitas selularyang dapat ditunjukkan dengan uji tuberculin. Seorang anak dapat terinfeksi basil difteria pada naso fasingnya dan kuman tersebut kemudian akan memproduksi toksin yang menghambat sintesis protein seluler dan menyebabkan destruksi jaringan setempat dan terjadilah selaput atau membrane yang dapat menyumbat jalan nafas. dan lain-lain. d. ataupun masa post natal melalui ASI. Penyebaran toxin ini menyebabkan komplikasi berupa miokarditis. 7. Dari ibu pada bayinya. trobositopeni. proteinuria. Infeksi tuberculosis tidak selalu menjadi sakit tuberkulosisi aktif. walaupun jarang. Semua kuman tersebut dapat memproduksi toxin. intermedium dan mitis. tulang. Tuberculosis paling sering menyerang paru-paru.69 c. tetapi juga dapat mengenai organ-orgab lain seperti selaput otak. neuritis. pada umumnya terjadi sekitar proses kelahiran. 7.3.

spora tetanus sangat tahan panas. yang berakibat penghabatan implus inhibisi. Keadaan inin dapat berlangsung antara 1 sampai 10 minggu. Kuman ini sangata sensitive terhadap suhu panas dan tidak bisa hidup dalam lingkungan beroksigen.3 Tetanus Tetanus adalah penyakit akut yang sering bersifat fatal yang disebabkan oleh eksotosin produksi kuman Clostridium tetani. Pertusis merupakan penyakit yang bersifat toxin-mediated. kejang-kejang.2 Pertusis Pertusis atau batuk rejan/ batuk seratu hari adalah suatu penyakit yanag disebabkan Borditella pertusis. tikus dan lainnya. Akibatnya terjadi kontraksi serta spastisitas otot yang tak terkontrol. . kucing.70 7.anjing. kemudian produksi toxin (tetanospasmin) terjadi dan disebarkan melalui darah dan limpe. toxin yang dihasilkan kuman (melekat pada bulu getar saluran nafas atas) akan melumpuhkan bulu getar tersebut sehingga menyebabkan gangguan aliran secret saluran pernapasandan berpotensi menyebabkan pneumoni.3. domba . Bayi dibawah 6 bulan juga dapat menderita batuk seperti ini namun tanpa disertai bunyi whoop. dapat menjadi sangat lemas dan tegang. dan kebal terhadap beberapa antiseptic. 7. Spora ini dapat hidup dalam autoklaf dalam suhu 1210C selama 10-15 menit. Pada serangan batuk seperti ini biasanya pasien akan muntah dan sianosis. Kuman ini banyak tersebar pada kotoran dan debu jalanan.3. Sebaliknya. gangguan neurologis berupa kejang dan ensefalopati akibat hipoksia. Gejala utama pertusis timbul setelah terjadi penumpukan lendir pada saluran nafas akibat kegagalan aliran bulu getar yang lumpuh yang berakibat terjadinya batuk proksismal tanpa inspirasi yang diakhiri bunyi whoop. Toksin ini kemudian akan menempel pada pelepasan neurotransmitir. Komplikasi utama yang sering ditemukan adalah pneumoni bacterial. dan gangguan system syaraf otonom. dalam usus dan tinja kuda. Kuman ini masuk dalam luka dan dalam suasana anaerob.

aktif membelah. Virus menembus jaringan limpoid setempat. Virus tersebut umumnya ditemukan didaerah tenggorakan dan tinja sebelum timbul gejala. disini virus memperbanyak diri kemudian menyebar ke sel-sel jaringan limforetikuler seperti limpa.5 Campak Virus ini masuk melalui saluran pernapasan secara droplet dan selanjutnya masuk kelenjar getah bening yang berada dibawah mukosa. dan sinar ultraviolet. formal dehid. konjungtifa. masuk pembuluh darah kemudian masuk system saraf pusat. Pada saat 5-6 hari setelah infeksi awal. sedangkan sel T limfosit meliputi klas penekanan dan penolong yang rentan terhadap infeksi. dan P3. family picomaviridae. tetapi virus tersebut terus dikeluarkan bersama tinja selama beberapa minggu. Dikenal 3 macam serotype virus polio yaitu P1. . pernafasan dan saluran usus selanjutnya dan pada hari ke 9-10 fokus infeksi yang berada diepitel saluran nafas. Virus polio termasuk dlam kelompok (sub-grop) entero virus. Aplikasi virus polio dalam neuron motor komu anterior medulla spinalis dan batang otak mengakibatkan kerusakan sel dan menyebabkan manifestasi poliomyelitis yang spesifik. fokus infeksi terwujud yaitu ketika virus masuk kedalam pembuluh darah dan menyebar ke epitel orofaring.4 Poliomelitis Penyakit ini disesbabkan oleh virus poliomyelitis pada medulla spinalis yang menyebabkan kelumpuhan. Virus polio masuk tubuh melalui dan multiplikasi pertama kali terjadi pada tempat implantasi dalam faring dan traktus gastrointestinal. 7. Masa inkubasi poliomyelitis umumnya berlangsung 6-20 hari dengan kisaran 3-35 hari. Satu minggu setelah timbulnya penyakit. kandung kemih. klorin. virus terdapat dalam jumlah kecil ditenggorok. Sel monokuler yang terinfeksi membentuk sel berinti raksasa yang disebut sel wartin.71 7. P2. Virus polio ini menjadi tidak apabila terkena panas . kulit.

Pasien tamapak lemah disertai suhu tubuh yang meningkat. 3. Akhirnya muncul ruam makulopapular di hari ke 14 sesudah awal infeksi dan pada saat itu antibiotic homural dapat dideteksi dan selanjutnya suhu tubuh menurun. Arah jarum 450 terhadap kulit Cibitan tebal untuk sutikan subcutan Aspirasi semperit sebelum vaksin disuntikan Untuk suntikan multiple diberikan pada ekstrimitas berbeda Jarum 5/8”-3/4” Semprit No23-25 Jarum 5/8”-3/4” Semprit No23-25 Penyuntikan Intramuskular Umur Bayi (0-12 bln) Tempat Otot vastus lateralis pada paha daerah anterolateral 1-3 tahun Otot vastus lateralis pada Ukuran jarum Jarum 7/8”-1” Semprit No22-25 Jarum 5/8”-1/4” (5/8” .72 Pada saat itu munjul gejala coriza (pilek) disertai peradangan selaput konjungtiva yang tampak merah. kemudian pasien tampak sakit berat sampai muncul ruam kulit. 2. Pada hari ke 11 tampak pada pipi suatu ulsera kecil (bintik koplik) merupakan tempat virus tumbuh selanjutnya mati dan kelaian ini merupakan tanda pasti untuk menegakkan diagnose. 4. Penyuntikan Subcutan Umur Bayi (0-12 bln) Tempat Paha daerah anterolateral Ukuran jarum Jarum 5/8”-3/4” Semprit No23-25 1-3 tahun Paha daerah anterolateral atau daerah lateral lengan atas >3 tahun Daerah lateral langan atas Perhatian untuk suntikan subcutan 1.

. 2. Apabila terdapat darah. buang dan ulangi dengan sutikan baru 5. lakukan dengan cepat Tekan kulit sekitar tempat suntikan dengan ibu jari dan telujuk saat jarum ditusukkan 4. Untuk sutikan multiple diberikan pad bagian ekstrimitas berbeda. 3. untuk meyakinkan tidak masuk kedalam vena.dibawah akromnion Perhatian untuk suntikan intramuscular 1. untuk suntikan di deltoid umur 12-15 bulan) Semprit No22-25 Jarum 1”-1 1/4” Semprit No22-25 Pakai jarum yang cukup panjang untuk mencapai otot Suntik dengan arah jarum 80-900.73 paha daerah anterolateral sampai masa otot deltoid culup besar (pada umumnya umur 3 th) >3 tahun Otot deltoid. Aspirasi semperit sebelum vaksin disuntikan.

2. 14 Juni 2010 Waktu 2. Tujuan Khusus . 3. : 30 menit Analisis Situasional 1. Peserta Kelompok Ibu dengan bayi dan balita usia 0-5 tahun di RT 12 RW 01 Tanah Kali Kedinding Surabaya. 2.74 Lampiran 10 SATUAN ACARA PENYULUHAN Topik Sasaran : Kekurangan Energi dan Protein (KEP) : Ibu dengan bayi dan balita RT 12 RW 01 Tempat: Di depan rumah Wakil RT 12 RW 01 Tanah Kali Kedinding Hari/Tanggal : Senin. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta dapat mengerti dan memahami tentang KEP. Penyuluh Mahasiswa Prodi Kebidanan Sutomo Surabaya yang sedang melaksanakan Praktek Komunitas (PKL) di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya.

Media 1. 4.75 Setelah mendapatkan penyuluhan tentang imunisasi. Alat Peraga 7.2. 5. 4.4 3.2. 6.3 3.2. Ceramah Demonstrasi Diskusi Tanya Jawab 6.2.5 3.2 3.2. Leaflet 2.1 Salam Pembuka . Pengertian KEP Tingkatan KEP Tanda Klinis KEP berat/ gizi buruk Cara mencegah KEP Faktor yang mempengaruhi terjadinya KEP Penanganan KEP Pembuatan Modisco Pengertian KEP Tingkatan KEP Tanda Klinis KEP berat/ gizi buruk Cara mencegah KEP Faktor yang mempengaruhi terjadinya KEP Penanganan KEP Pembuatan Modisco Metode 1.7 4. Materi 1. diharapkan ibu dapat menjelaskan tentang : 3. Pembukaan 6.1 3. 2.2.1. 5.6 3. 2. 7. 3.2. 3. Pelaksanaan 1.

2 Perkenalan 6.2.2 Inti Menyampaikan materi: 7.2 Ibu-ibu dapat menyebutkan tingkatan KEP 7.1.1 Menyimpulkan penyuluhan 6.2 Salam penutup 7 Kriteria Evaluasi 7.7 Ibu-ibu dapat membuat MODISCO Penyampaian materi penyuluhan .3 Ibu-ibu dapat menyebutkan tanda klinis KEP berat/ gizi buruk 7.3.2 Tingkatan KEP 6.3 6.1 Pengertian KEP 6.3.6 Penanganan KEP 6.5 Ibi-ibu dapat menyebutkan faktor yang mempengaruhi KEP 7.2.6 Ibu-ibu dapat menyebutkan penanganan KEP 7.1.2.1.1 Ibu-ibu dapat menyebutkan pengertian KEP 7.2.5 Faktor yang mempengaruhi terjadinya KEP 6.76 6.2.2.4 Cara mencegah KEP 6.3 Tanda Klinis KEP berat/ gizi buruk 6.7 Pembuatan Modisco 6.4 Ibu-ibu dapat menyebutkan cara mencegah KEP 7.3 Penutup 6.

2.1 KEP Ringan Bila hasil penimbangan BB pada KMS terletak pada pita warna kuning.3 KEP Beratn (Gizi Buruk) Bila hasil penimbangan BB/ Umur < 60% baku Median WHO-NCHS .77 MATERI PENYULUHAN 1.2 KEP Sedang Bila hasil penimbangan BB pada KMS terletak di bawah garis merah/ BGM. 2. 2. Pengertian KEP Kekurangan Energi dan Protein (KEP) adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan seharihari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi. Tingaktan KEP 2.

3 Pandangan mata sayu 3.2 Kwashiokor (Kurang zat protein) 3.1.2.1.2 Wajah bulat dan sembab 3.1 Berikan ASI saja kepada bayi sampai berumur 5 bulan 5.1.3 Wajah seperti orang tua 3.1.1.1.1.4 Kulit kering keriput 3.4 Berikan selalu garam beryodium pada makanan balita . Tanda Klini KEP/ Gizi Buruk 3.1.1.2 Biasakan memberi makanan yang beraneka ragam sejak usia 6 bulan 5.1. Cara Pencegahan KEP Orang tua untuk selalu memberikan makanan dengan gizi seimbang kepada Pedoman Gizi Seimbang Untuk Anak Balita 5.1 Tanda-tandanya : 3.2.2.5 Rambut jarang dan mudah putus 3.1 Bengkak seluruh tubuh terutama punggung dan kaki 3.1 Tanda-tandanya : 3.2 Tulang iga tampak jelas 3.78 3.4 Rambut tipis kemerahan 4.1.1.3 Biasakan anak balita mengkonsumsi makanan sumber zat tenaga yang cukup menjamin kecukupan energi 5.1 Badan tampak sangat kurus 3. 5.7 Tidak ada lemak pada pantat 3.1.1.2.1.1.1.1 Marasmus (Kurang Gizi) 3.6 Perut Cekung 3.1.1. balitanya.2.

7.2 Pola asuh anak 6. . Penanganan 7.3 Keadaan kesehatan anak 6.1 Faktor ibu 6.2 Diberikan formula MODISCO.6 Baca label pada makanan yang dikemas sebelum dikonsumsi 6.79 5.4 Konsumsi makanan anak 7. Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya KEP 6.1 Memberikan makanan tinggi kalori dan protein atau PMT dalam bentuk lumat dan lunak.5 Biasakan makan pagi 5.

mudah dicerna.2 Masa penyembuhan dari penyakit 2. kaya akan kalori dan protein.4 Kesulitan makan karena adanya kelainan bawaan(bibir sumbing) 2. Pemberian Modisco 2.5 Sebagai makaan tambahan untuk anak sehat yang:Kurus (BGM) . 2.3 berat (contohnya diare) 2.80 MODISCO 1. terdiri dari bahan-bahan lokal mudah diperoleh dan diolah dalam beraneka ragam resep makanan dan minuman.1 Infeksi Menahun (contohnya gastritis) 2. Pengertian MODISCO adalah minuman bernilai gizi tinggi.

10 gram tepung susu skim 5 gram gula pasir 2 gram minyak kelapa Air panas 50 cc ( 1 sdm) ( 1 sdt ) ( ¼ sdm) Alat yang diperlukan: 1. kurang nafsu makan.1 Modisco ½ 4. jantung. Sendok makan dan sendok teh 5.1 Anak gemuk 3. 4. tanpa dengan konsultasi dokter 4. Bahan Pembuatan modisco 5. 2.2 Menderita penyakit ginjal. atau sedang melakukan kegiatan melelahkan 3.5 gram ) Bahan: 1. Gelas blimbing 2 buah 2.5 gram.6 Anak yang membutuhkan ekstra energi. hati ( kuning ).2 Modisco 1 4. 3. protein: 3.2 Modisco 1 .1 Modisco ½ Dalam 100 cc cairan ( kalori: 80 kal. lemak: 2. Macam-macan Modisco 4.81 2. Larangan Pemberian modisco Modisco tidak dapat diberikan secara bebas pada anak.3 Modisco 2 4. bila: 3.4 Modisco 3 : untuk intoleransi lemak : untuk kwashiorkor dan KEP ringan : dipakai apabila anak tidak suka minyak : dipakai apabila kekurangan kalori berat 5.

5 gram gula pasir 4. 12 gram fullcream milk 2.4 Modisco 3 Dalam 100 cc cairan ( Kalori: 130 kal. 10 gram tepung susu skim 2.3 Di campur pada bubur kacang hijau atau kolak pisang . Lemak: 7.1 Minuman pada hidangan sehari-hari ( 4 sehat 5 sempurna ) 6.5 gram ) Bahan: 1.3 Modisco 2 Dalam 100 cc cairan ( Kalori: 100kal.6 gram. 2. Protein: 3. 100 cc susu segar 3. 10 gram tepung susu skim 5 gram gula pasir 5 gram margarine ( 1 sdm ) ( 1 sdt ) ( ½ sdm ) 5. 3.2 Es Cream 6. 7. Lemak: 4 gram ) Bahan: 1. 5 gram margarine ( 1 ½ sdm) ( ½ gelas ) ( 1 ½ sdt ) ( ½ sdm ) ( 1 sdm ) ( 1 sdt ) ( ½ sdm ) Bentuk Pemberian Modisco Modisco dapat diberikan sebagai: 6. Lemak: 4 gram ) Bahan : 1. Protein: 3 gram. 5 gram margarine 5. Protein: 3. 5 gram gula pasir 3.6 gram.82 Dalam 100 cc cairan ( Kalori: 100 kal.

3 Terakhir masukkan margirine cair.2 Campurkan semua bahan yang ada kemudian diblender sampai hancur 8.1. Minuman ini bisa langsung diminum.1.2. Macam Kudapan Modisco 8.1.1 Poding Roti Modisco 8. margarine cair kemudian diberi air panas sedikit. Supaya tahan lama dapat ditim dahulu selama 15 menit baru diminum.2.2.1.4 Campuran pudding. 8.2 Nagasari Modisco 8.1 Roti tawar di sobek-sobek. dan sebagainya 7. agar-agar atau roti. 8. Kemudian disaring.1 Bahan : 100 gr tepung beras 15 gr kanji 25 gr gula pasir 100 cc santan .1 Bahan : ½ bungkus roti tawar 250 gr 5 biji biskuit 25 gr 250 cc Modisco 3 35 cc margarine 35 gr 50 gr gula pasir 125 cc santan ½ butir telur dan vanilli secukupnya 8. Cara Membuat Modisco Susu bubuk dicampur guladan minyak.4 Siap dihidangkan (dipotong sesuai selera) 8.2.2.1.83 6. telur aduk sampai rata.1. sambil diaduk sampai tercampur rata. biskuit di potong-potong. margarine dicairkan 8.2 Cara Memasak 8.

2 Tambahkan cairan yaitu modisco 3 dan santan kental.2.2.2.2.2.5 Bagi adonan menjadi 5 porsi 8. diaduk sampai rata 8.2.2.2.4 Ambil daun pisang untuk membungkus 8.3 Dibubur dengan api kecil sampai kental 8.2.2.2. tepung kanji dan gula pasir 8.2.1 Campur tepung beras.2 Cara Memasak 8.84 200 cc Modisco 3 5 buah pisang kepok Daun pisang untuk membungkus 8.2.6 Bungkus adonan dan diisi pisang bagian tengahnya lalu kukus .

: Pemberian Makanan Tambahan : Ibu yang memberikan makanan tambahan dini pada anaknya : Senin.3 Menjelaskan jenis tambahan makanan tambahan 3 Materi 3. 2. 14 Juni 2010 : 30 menit : Rumah Wakil RT 12 RW 01 Tanah Kali Kedinding Surabaya Analisis Situasional 1.1 Tujuan Umum Setelah kegiatan penyuluhan.1 Menjelaskan tentang bahaya pemberian makanan tambahan dini pada anak 2.1 Penyuluh Mahasiswa Prodi Kebidanan Soetomo Surabaya yang sedang melaksanakan praktek komunitas (PKL) di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya 1.2 Peserta Ibu yang memberikan makanan tambahan dini pada anaknya 2 Tujuan 2.85 Lampiran 11 SATUAN ACARA PEMBELAJARAN Tema Sasaran Hari/tanggal Waktu Tempat 1.2. ibu mengerti bahaya pemberian makanan tambahan dini dan mengerti jadwal pemberian makanan pada anak.2.2 Menjelaskan jadwal pemberian makanan pada anak 2.1 Bahaya pemberian makanan dini .2.2 Tujuan Khusus Setelah kegiatan penyuluhan ibu mampu: 2.

1 Ibu mampu menjelaskan bahaya pemberian makanan dini pada anak 7. 2.3 Jenis makanan tambahan 4 Metode 4.2 Leaflet 6 Pelaksanaan 6. 6. 1. 3.1 Flipcard 5.2 Inti: Menyampaikan materi: .2 Ibu mampu menjelaskan jadwal pemberian makanan pada anak 7. 2.2 Tanya jawab 5 Media 5.2 Jadwal pemberian makanan pada anak 3.86 3.3 Penutup: 1.1 Pembukaan: 1. 7 Evaluasi 7. 3.1 Ceramah 4.3 Ibu mampu menjelaskan jenis makanan tambahan Menyimpulkan Penyuluhan Salam penutup Jadwal pemberian makanan tambahan pada anak Jenis makanan tambahan Salam Pembuka Perkenalan Penyampain Materi penyuluhan Bahaya pemberian makanan tambahan dini pada 6. anak 2.

Makanan biasa ASI Sari Buah Bubur susu Tim saring Telur Tim Makanan Biasa Jenis Makanan Tambahan pada Anak . : ASI : ASI.87 MATERI PENYULUHAN 1.2 Mudah terserang penyakit 1. Bahaya pemberian makanan tambahan yang terlalu dini pada anak dapat menyebabkan. Sari buah.Tim : ASI.1 Infeksi saluran pencernaan 1. Sari buah. Bubur susu. Jadwal pemberian makanan pada anak Umur (Bulan) 0-6 6-9 9-12 12-24 Keterangan : Umur anak : 0 – 6 bulan 6 – 9 bulan 9 – 12 bulan 12 – 24 bulan 3. Telur. Pengertian PMT Dini Pemberian makanan tambahan sebelum waktunya yaitu sebelum bayi berusia 6 bulan. Telur. Sari buah. tim saring : ASI.3 Akan memiliki pola makan yang tidak baik sehingga meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung 2. yaitu : 1.

aduk samapai masak Masukkan gula ke dalam bubur susu sambil diaduk. langsung diberikan pada anaknya Untuk pertama kali diberikan 1 sendok the. hari selanjutnya ditambah menjadi 2 sendok the dan seterusnya sampai dapat menghabiskan 1 buah pisang b.88 a. dikerik halus dengan sendok. Pepaya Saring Bahan : Susu : 3/4 – 1 gelas Tepung beras : 2 – 3 sendok makan Gula pasir Cara membuat : 1 2 3 4 5 Tepung diencerkan dengan sedikit susu Susu di didihkan Masukkan tepung yang sudah diencerkan tersebut ke dalam susu yang mendidih. Berikan dalam keadaan hangat : 1 sendok makan . Pisang Ambon Bahan : 1 buah pisang ambon Cara membuat : 1 2 3 Pisang di cuci bersih Dikupas. kemudian diangkat.

2 Menyebutkan manfaat ASI 2.2.5 Menyebutkan faktor-faktor yang menghambat ASI 2. 14 Juni 2010 Waktu 1.2.2.4 Menyebutkan faktor-faktor yang memperlancar ASI 2. : 30 menit Analisis Situasional 1. ibu hamil dapat : 2.2.2 Peserta Ibu hamil dan ibu menyusui di RT 12 RW 01 Tanah Kali Kedinding Surabaya 2.1 Penyuluh Mahasiswa Prodi Kebidanan Soetomo Surabaya yang sedang melaksanakan praktek komunitas (PKL) di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya 1.3 Membandingkan ASI dan PASI 2.1 Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan tentang ASI eksklusif ibu hamil dapat menjelaskan tentang ASI Eksklusif.1 Menjelaskan pengertian atau batasan ASI Ekslusif 2.2.89 Lampiran 12 SATUAN ACARA PENYULUHAN Topik Sasaran : ASI Eksklusif : Semua Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di RT 12 RW 01 Tempat: Rumah Wakil RT 12 RW 01 Tanah Kali Kedinding Hari/Tanggal : Senin.2 Tujuan Khusus Setelah mendapat penyuluhan tentang ASI Ekslusif.2. Tujuan 2.6 Mengajarakan cara pemberian dan penyimpanan ASI . 2.

1 Salam Pembuka 5. Metode dan media 4.2 5.3.Faktor yang Menghambat Produksi ASI Cara Pemberian dan Penyimpanan ASI Cara menyusui yang benar Perkenalan 5.2.1 Pengertian ASI 3. Materi 3.7 Cara Pemberian dan Penyimpanan ASI 3.5 Faktor .3 Penggolongan ASI 3.3 5.6 5.7 5.6 Faktor .1.1 Pelaksanaan Pembukaan 5.2 Inti Menyampaikan materi: 5.1.2 Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi 3.2.8 Pengertian ASI Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi Penggolongan ASI Perbedaan ASI dan PASI Faktor .3 Penutup 5.1 Menyimpulkan penyuluhan .Faktor yang Menghambat Produksi ASI 3.5 5.2.1 Metode 4.2.2.Faktor yang Memperlancar ASI Faktor .2.Faktor yang Memperlancar ASI 3.8 Cara menyusui yang benar 4.3 Penyampaian materi penyuluhan 5.2. Tanya jawab : leaflet dan flipchart 5.4 Perbedaan ASI dan PASI 3.4 5.1.2.1 5.90 3.2 5. 5.2 Media : ceramah.

Jakarta : Puspa swara.7 Ibu-ibu dapat menyebutkan cara pemberian dan penyimpanan ASI 6.Hubertin Sri. Konsep Penerapan ASI Eksklusif.2004. Kandungan dan KB. Ilmu Kebidanan.4 Ibu-ibu dapat menyebutkan perbedaan ASI dan PASI 6. Manuaba. 1998. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. DSAK. Jakarta: EGC Soetjiningsih.google. Jakarta: EGC www. Jakarta: EGC Purwanti. Salam penutup Kriteria Evaluasi 6. 1997.com .1 Ibu-ibu dapat menyebutkan pengertian ASI 6.5 Ibi-ibu dapat menyebutkan faktor-faktor yang memperlancar ASI 6.3 Ibu-ibu dapat menyebutkan penggolongan ASI 6.Mellyana.6 Ibu-ibu dapat menyebutkan faktor-faktor yang menghambat ASI 6.1 6.91 5. ASI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan.8 Ibu-ibu dapat menyebutkan cara menyusui yang benar 7. Sumber Buku Huliana. 2003.3. IGB.2 Ibu-ibu dapat menyebutkan manfaat pemberian ASI Eksklusif 6.

Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi 2. maupun makanan lain seperti nasi pisang.1 2.2 2. karena saat menyusui kulit ibu dan bayi saling bersentuhan sehingga anak dapat merasakan kasih sayang . Meningkatnya jalinan kasih sayang.1.5 2. Meningkatnya daya tahan tubuh Melindungi bayi dari berbagai penyakit. madu. ASI adalah makanan yang paling sempurna.1.1.3 2. 2. tim dan lain-lain yang diberikan segera setelah bayi lahir. biskuit.1. air jeruk.2.1.92 MATERI PENYULUHAN 1.4 2. Pengertian atau Batasan ASI ASI eksklusif adalah air susu ibu (ASI) yang diberikan tanpa tambahan cairan lain sampai usia 6 bulan.2. susu kaleng. air teh.2 2.1 Sebagai nutrisi terbaik ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi seimbang karena kebutuhan bayi pada masa pertumbuhannya.3 ibu. 2. bubur nasi.2 Manfaat utama ASI eksklusif bagi bayi 2. karena menimbulkan rasa bangga dan bahagia 2.2.6 Merangsang kembalinya kondisi rahim ke bentuk dan ukuran semula sehingga dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan Pemberian ASI yang optimal menyebabkan pengeluaran ASI juga optimal Pemberian ASI eksklusif menjarangkan kelahiran.1 Manfaat pemberian ASI eksklusif bagi ibu 2. Cairan yang dimaksud seperti susu botol.1. karena ASI dapat menekan kesuburan Ekonomis atau tidak mengeluarkan biaya Mengurangi terjadinya kemungkinan kanker payudara Memberikan keuntungan psikologis. bubur susu. air putih.

2 3. 3.5 Lebih banyak mengandung protein.2. 3. 3.2 ASI Peralihan 3. kadar karbohidrat dan lemak meningkat.2. ASI Mengandung faktor PASI a. keluar pada hari ke-1 sampai hari ke-7.1.3.3. Susu dengan warna kekuning-kuningan.3 Jumlah semakin meningkat.2 Kadar protein berkurang. mengandung vitamin dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan bayi baru lahir.4 3.2. 3.1 Colostrum (susu jolong) 3. 3.3 Susu pertama yang keluar dari kelenjar payudara ibu.1. 3. 4 Perbedaan ASI dan PASI a. kadar karbohidrat dan lemak lebih rendah dibandingkan dengan ASI matang Mengandung zat anti infeksi 10-17 kali lebih banyak dari ASI matang.1.93 2.1 Susu yang diproduksi antara hari ke-4-7 sampai hari ke-10-14.3 ASI Matang/ Sempurna 3.3 Pada ibu yang sehat memiliki jumlah ASI yang cukup.1 3. ASI merupakan makanan satu-satunya yang paling baik bagi bayi sampai umur 6 bulan.2 Komposisi semakin meningkat.1.1.1 Merupakan ASI yang diproduksi sejak hari ke-14 dan seterusnya.4 3 Meningkatkan kecerdasan Penggolongan ASI Berdasarkan pengeluarannya ASI dapat dibedakan atas : 3. Merupakan pencair yang ideal untuk membersihkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi untuk makanan yang akan datang 3. karena mengandung sel-sel pembunuh kuman.2. Tidak semua susu botol mengandung AA dan DHA Keterangan Lemak merupakan zat gizi paling penting yang terkandung Nutrisi Lemak pembentuk sel otak yaitu AA dan DHA .3.

Hampir seluruh zat yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi Protein a) Mengandung b.94 b. tubuhnya akan membentuk antibodi untuk melawannya. dan Antibodi Kaya kandungan antibodi Hanya sedikit kandungan antibodi . Lemak dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan otak dan tubuh bayi. Sistem pencernaan bayi maupun tubuh terhadap protein yang dihasilkan dari tubuh manusia protein yang mudah dicerna sistem pencernaan bayi b) Mengandung lactoferin yang baik untuk kesehatan saluran pencernaan bayi c) d) Mengandung zat Kaya kandungan anti bakteri zat pembangun otak. Tidak semua zat gizi yang terkandung di dalamya dapat diserap oleh tubuh bayi a) Mengandung gumpalan proteinn sistem pencernaan bayi b) Tidak mengandung Laktoferin c) Tidak mengandung zat anti bakteri d) Tidak atau sangat rendah kandungan zat pembangun otak. tubuh dan pertumbuhan yang sulit dicerna oleh bayi tidak alergi Karbohidrat Kaya kandungan laktosa pertumbuhan Tidak mengandung laktosa Laktosa merupakan salah satu jenis karbohidrat yang penting untuk perkembangan oatak Apabila si ibu diserang oleh sejenis kuman penyakit. tubuh dan dalam ASI.

.95 antibodi itu akan diberikan kepada bayinya melalui air Vitamin dan mineral Lebih mudah diserap oleh tubuh bayi Sulit untuk diserap oleh sistem pencernaan bayi susunya Vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI memiliki jumlah yang lebih besar untuk diserap oleh tubuh bayi. Sementara pada susu botol. karena dengan isapan bayi akan menambah produksi ASI 5. rasanya sesuai dengan jenis makanan yang dikonsumsi ibu Rasanya tetap sama dari waktu ke waktu semakin sulit dicerna Dengan meminum ASI yang bervariasi rasanya sesuai makanan yang dikonsumsi ibunya.Faktor yang Memperlancar ASI 5. semakin banyak vitamin dan mineral yang ditambahkan ke dalamnya. bayi secara bertahap dipersiapkan untuk mengenal menu keluarga.1 Konsumsi makanan ibu yang lebih banyak dalam jumlah maupun kualitasnya 5. justru Rasa Lebih bervariasi.3 Faktor psikologi ibu (dukungan keluarga akan memperlancar produksi ASI). 5 Faktor .2 Seringnya bayi menyusu.

1 Pemberian tanpa jadwal . 6. 7.1 Susuilah bayi sebelum ibu bekerja 7.2. 7. 6 Faktor . 7 Cara Pemberian dan Penyimpanan ASI Kapanpun bayi mau.3 Memerah payudara di tempat kerja setiap 3-4 jam dan simpan di lemari es.4 Konsumsi minum ibu dalam jumlah yang lebih besar ± 6-8 gelas/hari.4 bulan di freezer (-4˚C) d) Bertahan 1 tahun dalam deepfreezer (-18˚C) ASI beku perlu dicairkan dulu dalam lemari es 4˚C. 7.2. 7.2.5 Saat tiba di rumah sesering mungkin bayi disusui dan ganti jadwal menyusui sehingga banyak menyusui di malam hari.3 Kelainan dari bentuk payudara (putting datar) 6.6 Ibu bekerja. b) 1-2 hari di lemari es (4˚C) c) 2 minggu .2.2 Pemberian ASI pada ibu bekerja 7.2 ASI dikeluarkan untuk persediaan di rumah sebelum berangkat bekerja 7.2.4 Psikologis ibu yang tidak siap untuk menyusui 6.1 Pemberian ASI yang tidak rutin setiap hari 6.96 5.Faktor yang Menghambat Produksi ASI 6. ASI kemudian tidak boleh di masak / dipanaskan hanya dihangatkan dengan merendam cangkir dalam air hangat. bila colostrum bisa 12 jam.2 Pemberian ASI dikombinasi dengan pemberian susu botol 6. 7.5 Makanan ibu yang tidak terjamin baik jumlah maupun kualitasnya.4 ASI dapat disimpan : a) 6-8 jam di suhu ruangan (19-25˚C).2.6 Makan dan minum yang bergizi dan cukup selam kerja dan selama menyusui bayinya.

3 Dagu bayi menempel pada payudara Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus Perut bayi menghadap ke perut ibu .1 8.2 8.97 8 Cara menyusui bayi yang benar 8.

Kegiatan MMRT adalah kegiatan musyawarah bersama dengan masyarakat guna menyelesaikan masalah kesehatan berdasarkan data yang diperoleh mahasiswa selama pengkajian di lapangan.2 Simpulan Penyuluhan Tindak lanjut dari pelaksanaan MMRT berdasarkan kesepakatan masyarakat maka dilakukan penyuluhan secara berkelompok. Untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang telah diprioritaskan maka masyarakat setuju diadakan penyuluhan tentang kesehatan ibu dan anak di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding. Masyarakat tetap kooperatif dan aktif bertanya saat penyuluhan berlangsung. Dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan tersebut berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit faktor penghambat. Setelah kegiatan penyuluhan. Semua warga kooperatif dan menghadiri MMRT. Oleh karena kegiatan tersebut untuk masyarakat. dilaksanakan evaluasi pada tanggal 15 Juni 2010 dengan hasil yang cukup memuaskan. Dalam pelaksanaannya kegiatan MMRT berjalan dengan lancar walaupun ada beberapa faktor-faktor yang menghambat. . 4.1 Simpulan MMRT Musyawarah Masyarakat RT (MMRT) yang telah dilaksanakan dengan masyarakat bersama mahasiswa Program Studi Kebidanan Sutomo merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas derajat kesehatan masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. maka masyarakat pula yang menganalisis masalah dan akhirnya menemukan prioritas masalah sesuai dengan keadaan di RT 12 RW 01 Kelurahan Tanah Kali Kedinding kemudian masyarakat merumuskan rencana penyelesasaian masalah.98 BAB 4 PENUTUP 4.

99 4.3 Saran Untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dibutuhkan kerja sama yang baik antara petugas kesehatan wilayah Puskesmas setempat. dan masyarakat. tokoh masyarakat. Petugas kesehatan hendaknya lebih banyak memberikan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) secara berkesinambungan pada masyarakat dan diharapkan masyarakat lebih aktif serta antusias dalam kegiatankegiatan yang diadakan Puskesmas setempat. .

Bidan dan Perawat di Rumah Sakit. Tumbuh Kembang Anak. Surabaya : Lab IKA UNAIR . 2004. arif dkk. Jakarta : Media Aesculapius Ratnawati. Surabaya : Prodi Kebidanan Sutomo Soetjiningsih. Pedoman Praktis Kebidanan Komunitas Program Studi Kebidanan Komunitas. Buku Panduan Masalah Bayi Baru Lahir untuk Dokter. 2003. Sri.100 DAFTAR PUSTAKA Kosim. 2001. Jakarta : Depkes RI Mansjoer. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid Pertama. 1998. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful