MAKALAH MESIN BENSIN

DISUSUN OLEH : Sri Lestari (1003001) Dandi Fajariawan (1003004) Teguh Ito Purnomo (1003014) Hastin Dwi Utami (1003023) Dovister (1003025) Mata Kuliah : Penggerak Mula Dosen : Barlin, ST, M.Eng

PROGRAM STUDI TEKNIK EKSPLORASI PRODUKSI MIGAS POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG 2010/2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman- teman.

Palembang , 24 Mei 2012

Penulis

.......................................................................... BAB 1................... A............................................................................... PENUTUP ...... Latar Belakang B.............................. PEMBAHASAN ......... Saran DAFTAR PUSTAKA ........... .................. Sistem Pengapian Motor Bensin E. DAFTAR ISI .............. Tujuan BAB II........................................ Pengertian Mesin Bensin B................... Mesin Bensin 2 Tak BAB III......................... Kesimpulan B...DAFTAR PUSTAKA KATA PENGANTAR ........................................... Mesin Bensin 4 Tak F...... Siklus Otto C............................................ Prinsip Kerja Mesin Bensin D................................ ......................................................................................................................... A...... Pembatasan Masalah C.............. PENDAHULUAN A............

baik mesin bensin 4 tak ataupun mesin bensin 2 tak. Mesin bensin 4 tak 6. . Mengetahui definisi mesin bensin. Pengertian mesin bensin 2. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak sekali menjumpai atau bahkan menggunakan peralatan-peralatan yang bermesin. kelebihan dan kekurangan dari mesin bensin itu sendiri. Mesin bensin 2 tak C. Sistem pengapian mesin bensin 5. Tujuan 1.BAB I PENDAHULUAN A. Mengetahui prinsip kerja mesin bensin 4 tak dan 2 tak. 2. Pembatasan Masalah Melihat dari latar belakang masalah serta memahami pembahasannya maka penulis dapat memberikan batasan-batasan pada : 1. prinsip kerja. Salah satu diantara mesin-mesin tersebut adalah mesin Bensin. Siklus otto 3. Prinsip kerja mesin bensin 4 tak dan 2 tak 4. Melalui makalah ini. kami mencoba untuk membahas tentang mesin bensin. B. 4. 3. Mesin Bensin dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu mesin Bensin 4 tak dan 2 tak. Mengetahui sistem pengapian pada mesin bensin. Motor Bensin dikategorikan dalam mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Mengetahui siklus otto pada mesin bensin.

mesin kalor dapat dibedakan menjadi dua yaitu mesin dengan pembakaran dalam dan mesin dengan pembakaran luar. Ditinjau dari cara memperoleh tenaga panas. Mesin pembakaran dalam adalah mesin yang melakukan proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin tersebut dan gas pembakaran yang terjadi berfungsi sebagai fluida kerja. Pengertian Mesin Bensin Motor bakar merupakan salah satu jenis mesin kalor yang banyak dipakai saat ini. Energi atau tenaga panas tersebut diperoleh dari hasil pembakaran. misal ketel uap. siklus ini memiliki 4 buah proses thermodinamika yang terdiri dari 2 buah proses isokhorik (volume tetap) dan 2 buah proses adiabatis (kalor tetap). Siklus Otto Siklus Otto adalah siklus thermodinamika yang paling banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Mesin pembakaran luar adalah mesin di mana proses pembakaran bahan bakar terjadi di luar mesin dan energi panas dari gas pembakaran dipindahkan ke fluida mesin melalui beberapa dinding pemisah. Secara thermodinamika. Jadi motor bakar adalah mesin kalor yang menggunakan gas panas hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin untuk melakukan kerja mekanis. Mesin bensin merupakan salah satu jenis motor bakar dalam yang menggunakan bahan bakar bensin dengan sistem pengapian menggunakan busi.BAB II PEMBAHASAN a. Mesin pembakaran dalam umumnya disebut motor bakar. Mobil dan sepeda motor berbahan bakar bensin (Petrol Fuel) adalah contoh penerapan dari sebuah siklus Otto. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat diagram tekanan (p) vs temperatur (V) berikut: . Sedangkan mesin kalor adalah mesin yang menggunakan energi panas untuk melakukan kerja mekanis atau mengubah tenaga panas menjadi tenaga mekanis. b.

(T4 . Tekanan Efektif Rata-rata (Mean Effective Pressure) . Proses Ekspansi / Langkah Kerja T4/T3 = r^(1-k) . p3 = p2 ( T3 / T2) 3. Proses Kompresi Adiabatis T2/T1 = r^(k-1). Proses Pembakaran Isokhorik T3 = T2 + (f x Q / Cv) . Kerja Siklus W = Cv [(T3 .T1)] 5. p4/p3 = r^(-k) 4.T2) . p2/p1 = r^k 2.Proses yang terjadi adalah : 1-2 : Kompresi adiabatis 2-3 : Pembakaran isokhorik 3-4 : Ekspansi / langkah kerja adiabatis 4-1 : Langkah buang isokhorik Beberapa rumus yang digunakan untuk menganalisa sebuah siklus Otto adalah sebagai berikut : 1.

5 untuk 4 tak z = Jumlah silinder P = Daya ( Watt ) c.pme = W / (V1 – V2) 6. Tekanan gas pembakaran ini mendorong torak kebawah. Kelvin) V = Volume gas (m^3) r = Rasio kompresi (V1 – V2) Cv = Panas jenis gas pada volume tetap ( kj/kg K) k = Rasio panas jenis gas (Cp/Cv) f = Rasio bahan bakar / udara Q = Nilai panas bahan bakar (kj/kg) W = Kerja (Joule) n = Putaran mesin per detik (rps) i = Index pengali. campuran udara dan bensin di hisap kedalam silinder. Prinsip Kerja Mesin Bensin Berikut akan diterangkan mengenai prinsip kerja mesin bensin. apabila campuran udara dan bensin terbakar dengan adanya api dari busi yang panas sekali. maka akan menghasilkan tekanan gas pembakaran yang besar di dalam silinder. Daya Indikasi Motor Pe = pme . z Dimana parameter – parameternya adalah : p = Tekanan gas (Kg/m^3) T = Temperatur gas (K. (V1-V2) . i=1 untuk 2 tak dan i=0. kemudian dikompresikan oleh torak saat begerak naik. n . i . yang menggerakan torak turun naik . Pertama.

Proses menghisap campuran udara dan bensin kedalam silinder. disebut satu siklus. harus dicampur dengan udara dalam perbandingan yang tepat. Perbandingan campuran udara juga mempengaruhi pemakaian bahan bakar. yaitu 15 untuk udara berbanding 1 untuk bensin. Pada umumnya. Campuran udara dan bensin dihisap kedalam silinder dan gas yang telah terbakar harus keluar. kotoran dan benda-benda lainya dikeluarkan dari bahan bakar oleh saringan (fuel filter). perbandingan udara dan bahan bakar dinyatakan berdasarkan perbandingan berat udara dengan berat bahan bakar. Campuran Udara dan Bahan Bakar Bahan bakar yang dikirim kedalam silinder untuk mesin harus ada dalam Kondisi mudah terbakar agar dapat menghasilkan efesiensi tenaga yang maksimum. Perbandingan udara dan bahan bakar dalam teorinya adalah 15:1. Bensin sedikit sulit terbakar. Sejumlah gas HC yang timbul di dalam tangki dikurangi oleh charcoal canister. Pekerjaan ini dilakukan dengan adanya gerak torak yang turun naik di dalam silinder.dengan bebas di dalam silinder. dan mengeluarkan gas bekas dari silinder. Sebagian campuran udara dan bahan bakar menguap dan menjadi kabut saat mengalir melalui intake manifold ke silinder. Bensin yang sudah disaring dikirim ke karburator oleh pompa bahan bakar. Gerak putar inilah yang menghasilkan tenaga pada mesin. Posisi tertinggi yang di capai torak di dalam silinder di sebut titik mati atas (TMA). dan ini harus berlangsung secara tetap. . Bensin tidak dapat terbakar dengan sendirinya. dan posisi terendah yang di capai torak disebut titik mati bawah (TMB). uap bensin harus bercampur dengan sejumlah udara yang tepat. Untuk mendapatkan campuran udara dan bahan bakar yang baik. selang dan pipa-pipa hisap (suction tube). Bensin harus dapat terbakar keseluruhannya di dalam ruang bakar untuk menghasilkan tenaga yang besar pada mesin. Karburator menyalurkan ke mesin sejumlah bahan bakar yang dibutuhkan berupa campuran udara dan bahan bakar. Sistem bahan bakar Sistem bahan bakar (fuel system) terdiri dari beberapa komponen. dimulai dari tangki bahan bakar (fuel tank) sampai pada charcoal canister. membakarnya. mengkompresikan. dan karburator mencampurnya dengan udara dengan suatu perbandingan tertentu menjadi campuran udara dan bahan bakar. bila tidak dirubah kedalam bentuk gas. Bensin di alirkan dari tangki melalui saringan. Dari gerak lurus (naik turun) torak dirubah menjadi gerak putar pada poros engkol melalui batang torak. Perbandingan Udara Dengan Bahan Bakar Perbandingan udara dengan bahan bakar dinyatakan dalam volume atau berat dari bagian udara dan bahan bakar. Bahan bakar yang tersimpan dalam tangki dikirim oleh pompa bahan bakar (fuel pump) ke karburator melalui pipa-pipa dan selang-selang. Jarak bergeraknya torak antara TMA dan TMB di sebut langkah torak (stroke).

sehingga dapat menyalakan campuran bahan bakar-udara sebelum waktunya (pranyala). Kemudian nyala api merambat kesegala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi (25-50 m/detik). Proses pembakaran Campuran bahan bakar-udara didalam selinder motor bensin harus sesuai dengan syarat busi. Hal ini bias juga di capai jika dipergunakan busi lebih dari satu. Maka dari itu seluruh campuran bahan bakar-udara harus dinyalakan oleh nyala api yang berasal dari busi. temperaturnya dapat melampaui temperatur penyalaan sendiri sehingga akan terbakar dengan cepatnya. detonasi yang dahsyat tidak di kehendaki dan harus dicegah. kecepatan mesin. mesin menghendaki campuran udara dan bahan bakar dalam perbandingan yang berbeda-beda tergantung pada temperatur. Pembakaran yang merambat dengan cepat itu. Menaikan kecepatan torak atau putaran poros engkol. Pada table di bawah ini diperlihatkan perbandingan udara dan bahan bakar yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi mesin. Memperkecil diameter torak untuk memperpendek jarak yang di tempuh oleh nyala api dari busi kebagian yang terjauh. yaitu pada saat beberapa derajat engkol sebelum torak mencapai TMA. Untuk sistem . Karena itu. menyalakan campuran yang dilaluinya sehingga tekanan gas didalam silinder naik. dan kondisi lainya. Mengurangi tekanan dan temperatur bahan bakar-udara yang masuk kedalam silinder. Ketika busi mengeluarkan api listrik. campuran bahan bakar-udara disekitar itulah mula-mula terbakar. Detonasi dapat mengurangi daya dan efisiensi mesin. 2. Disamping itu detonasi mengakibatkan bagian ruang bakar (misalnya busi atau kerak yang ada) sangat tinggi temperaturnya atau pijar. 6. beban. Untuk sistem pengapian Motor biasanya terdiri atas 2 macam yakni Sistem Pengapian AC dan Sistem Pengapian DC. Proses terbakar sendiri dari bagian campuran yang terakhir (terjatuh dari busi) dinamai detonasi. 4. sesuai dengan jumlah bahan bakar yang terbakar. Detonasi yang berulang-ulang dalam waktu yang cukup lama dapat merusak bagian ruang bakar. Memperkaya yaitu menaikan perbandingan campuran bahan bakar-udara 5. Mengurangi perbandingan kompresi. sedangkan tekanan maksimum gas pembakaranpun akan bertambah tinggi. yaitu jangan terbakar sendiri. untuk memperoleh arus turbulen pada campuran didalam silinder yang mempercepat rambatan nyala api. Memperlambat saat penyalaan.Tetapi pada kenyataannya. Sistem Pengapian Pada Mesin Bensin Sistem pengapian motor bensin memilik prinsip kerja yang beragam sesuai dengan jenis dan model sistem pengapian yang digunakan. Berikut ini beberapa cara untuk mencegah detonasi : 1. terutama bagian tepi dari kepala torak tempat detonasi terjadi. 3.

Pada sistem pengapian Dc ini lebih mirip dengan sistem pengapian mobil secara elektronik. torak menutup saluran masuk dan memperkecil ruang engkol. Sistem Pengapian AC atau yang lebih kita kenal dengan CDI (Capasitor Discharge Ignition) merupakan sistem dimana pengapian ke busi dibangkitkan dari tegangan AC dari spul motor yang di triger oleh sirkuit elektronik(CDI) sesuai signal yang di terima dari pulser. Motor Bensin 2 Langkah Motor bensin 2 langkah adalah motor bensin yang setiap siklus kerjanya dalam 2 langkah torak atau 1 kali putaran poros. Sifat-sifat motor bensin 2 langkah :   Konstruksi lebih sederhana dan biaya pembuatan lebih murah. Semua sistem pengapian motor yang peletakan pulser berada pada askruk pasti menimbulkan percikan busi secara 2 kali proses yang berbeda dalam 1 siklus kerja motor 4 tak. dengan sistem TCI tegangan tinggi yang di bangkitkan dari koil benar2 tegangan DC 12volt yang di driver oleh sebuah transistor sesuai data dari sumber signal alias pulser. Sistem Pengapian DC. Prinsip kerja motor bensin 2 langkah dalam 1 kali siklus kerja dapat dijelaskan sebagai berikut : HISAP & KOMPRESI EKSPANSI BUANG Torak bergerak dari TMB ke TMA. Pada saat torak menuju TMB. Hal ini mengakibatkan campuran bensin dan udara bergerak ke atas torak melalui saluran bilas. Sementara itu di atas torak terjadi langkah kompresi sehingga menghasilkan suhu dan tekanan yang tinggi dan mengakibatkan torak terdorong ke TMB. 1. Pembuangan gas kurang sempurna dan kesulitan untuk mempertinggi kecepatan. 1. Mesin Bensin 4 Tak dan 2 Tak Klasifikasi Motor Bensin Menurut prinsip kerjanya motor bensin dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu motor bensin 2 langkah dan motor bensin 4 langkah. saluran masuk terbuka dan campuran bensin dan udara masuk ke ruang engkol. yakni TCI(transistorized Ignition System). yakni pada proses kompresi dan proses buang. . saluran bilas dan saluran buang terbuka sehingga campuran bensin dan udara dari ruang engkol masuk ke ruang bakar. 2.pengapian Motor sebenarnya bisa kita modifikasi dari sistem pengapian AC ke sistem pengapian DC atau sebaliknya. Pada saat torak sampai TMB.

2. 2. torak bergerak dari TMB ke TMA. Gas hasil pembakaran dibuang keluar silinder melalui katup buang. Adapun rangkaian proses dan langkah-langkah torak adalah sebagai berikut : 1. Tekanan yang tinggi hasil pembakaran digunakan untuk mendorong torak ke bawah dan memutar poros engkol untuk melakukan kerja mekanik. Konstruksinya lebih rumit dan biaya pembuatan lebih mahal. . saat sebelum torak mencapai TMA. Proses Pengisian Pengisian campuran bensin dan udara terjadi pada langkah pertama yaitu saat torak bergerak dari TMA ke TMB. 3. Motor Bensin 4 Langkah Motor Bensin 4 Langkah adalah motor bensin yang setiap siklus kerjanya dalam 4 langkah torak atau 2 kali putaran poros. busi memercikkan bunga api dan membakar campuran bensin dan udara. 4. Pada langkah ini kedua katup tertutup. Yaitu torak bergerak dari TMB ke TMA. Pada langkah ini katup buang terbuka dan katup masuk tertutup. Proses Pembakaran Beberapa saat menjelang akhir kompresi. Dengan ukuran langkah torak dan kecepatan yang sama akan menghasilkan daya yang lebih besar. Pemakaian bahan bakar lebih hemat dan kerugian dari gas-gas yang terbuang kecil sekali. Proses Kompresi Terjadi pada langkah kedua. di mana katup masuk terbuka dan katup buang tertutup. Proses Pembuangan Terjadi pada langkah keempat. Akibatnya temperatur dan tekanan gas pembakaran dalam silinder meningkat. Sifat-sifat motor bensin 4 langkah :    Dalam 4 langkah torak terdapat 1 langkah ekspansi. Proses Kerja/Ekspansi Proses ini terjadi pada langkah ketiga yaitu torak bergerak dari TMA ke TMB. 5.

5. 4. Diagram P-V yaitu garis-garis yang melukiskan hubungan antara tekanan dan volume gas dengan segala perubahannya. Tekanan naik hingga mencapai 7 atm sebelum titik mati atas (TMA) busi dinyalakan. motor bensin memiliki beberapa keuntungan di antaranya : 1. 2.5.4. Keuntungan Motor Bensin Dibandingkan dengan motor diesel. Diagram P-V Teoritis Motor Bensin 4 Langkah Diagram P-V teoritis pada proses pembakaran bahan bakar motor bensin 4 langkah adalah sebagai berikut: 0 – 1 : Garis Hisap Torak bergerak ke kanan untuk langkah isap. Berat mesin lebih ringan. Proses Keliling Motor Bensin 4 Langkah Yang dimaksud dengan proses keliling pada motor bensin 4 langkah berdasarkan proses kerja motor adalah suatu keadaan gas di dalam silinder motor dimulai dari pengisian gas di dalam silinder dan diakhiri dengan pembuangan gas hasil pembakaran. Tidak memerlukan baterai terlalu besar pada awal penyalaan. Getaran yang dihasilkan lebih kecil dengan suara yang halus. Pada kecepatan pengisap tertentu. jadi ada tekanan bawah atau vakum. Oleh karena volume dan tekanan di dalam silinder besarnya tidak sama. garis akan berada di bawah garis atm.1. 3. 1 – 2 : Garis Kompresi Volume gas dimampatkan pada waktu penghisap bergerak ke sisi tutup. 2. 5. Tekanan kompresi yang dibutuhkan lebih kecil. maka keadaan di dalam silinder itu dapat dilukiskan dalam bentuk diagram P-V. 6. . Pembuangan gas lebih sempurna. Konstruksi mesin lebih kecil dan tidak perlu sekokoh mesin diesel. 2. 2. Konstruksi ruang bakar lebih sederhana. Di dalam silinder hasil pembakaran yang berupa panas diubah menjadi usaha desak di atas penghisap.  Dengan ukuran piston dan putaran yang sama menghasilkan daya yang lebih kecil.

sedangkan besar gas pembakaran (70 %) telah dikeluarkan... terjadilah kenaikan tekanan sedikit di atas 1 atm. 4 – 1 : Pembuangan Pendahuluan Tekanan turun sesuai dengan tekanan atmosfer. 1 – 0 : Gas Pembuangan Sisa gas didesak keluar oleh penghisap. karena kecepatan gerak penghisap.. Diagram P-V Sebenarnya Motor Bensin 4 Langkah .2 – 3 : Garis Pembakaran Pembakaran terjadi dengan cepat sekali. Pada motor yang tidak menggunakan super charge tekanan terletak antara 0. begitu juga suhunya. Garis langkah hisap dapat dilihat pada diagram di atas. Karena torak dalam keadaan bergerak..2 Keterangan: 0 – a : Langkah hisap Pada waktu torak bergerak ke kanan. Diagram P-V Sebenarnya Motor Bensin 4 Langkah Proses ini sering disebut proses otto yaitu proses yang terdapat pada motor bensin 4 langkah. . sedangkan dalam waktu yang sangat cepat volume gas hanya berubah sedikit. udara bercampur bahan bakar masuk ke dalam silinder.9 atm terhadap tekanan udara luar.. Tekanan meningkat maksimum 28 atm.5.. Gambar 2. maka tekanannya turun sehingga lebih kecil daripada tekanan udara luar.... di mana pembakarannya menggunakan busi dan proses dan proses pembakaran terjadi dengan volume tetap. Penurunan tekanan ini bergantung pada kecepatan aliran. suhu gas naik.85-0. 3 – 4 : Garis Usaha atau Garis Ekspansi Selama ini gas pembakaran mendesak penghisap dan volume gas tersebut membesar maka tekanan akan turun.

.......6.. Temperatur awal kompresi (Ta) Adalah temperatur campuran bahan bakar yang berada dalam silinder saat torak melakukan langkah kompresi. Karena kecepatan gerak torak....a – b : Langkah kompresi Dalam proses ini kompresi berjalan adiabatik. 1. c – d : Langkah Ekspansi atau Langkah Kerja Pada langkah ini terjadi proses adiabatik karena cepatnya gerak torak sehingga dianggap tidak ada panas yang keluar maupun masuk.... di mana torak bergerak dari TMA ke TMB dan mendorong udara pembakaran. . a – 0 : Langkah Pembuangan Sisa gas pembakaran didesak keluar oleh torak. d – a : Langkah Pembuangan Pendahuluan Terjadi proses isokhorik yaitu panas keluar dari katup pembuangan.... b – c : Langkah Pembakaran Pembakaran terjadi pada volume tetapsehingga suhu naik........ Keadaan titik a Keadaan awal kompresi...... 1. maka kita harus mengetahui diagram proses pembakaran. 2.3 Dimana : Ta = Temperatur awal kompresi ( oK) . terjadilah kenaikan tekanan sedikit di atas 1 atm.. Termodinamika Dalam perhitungan thermodinamika.....

......... ε n1 ….. .. Keadaan titik b Adalah akhir langkah kompresi di mana tekanan dan temperatur udara pembakaran sangat tinggi dan merupakan awal proses pembakaran bahan bakar.. Temperatur Akhir Kompresi .4 Dimana : ε = Perbandingan kompresi Po = Tekanan udara luar (kg/cm2) Pa = Tekanan awal kompresi (kg/cm2) 2.. 1....……………….... Tekanan Akhir Kompresi Adalah tekanan campuran bahan bakar silinder pada akhir langkah kompresi.5 Dimana : Pc = Tekanan akhir kompresi (kg/cm2) n1 = Koefisien Polytropic 2. Efisiensi pemasukan (Charge Efficiency) Adalah perbandingan jumlah pemasukan udara segar sebenarnya yang dikompresikan di dalam silinder mesin yang sedang bekerja dan jumlah volume langkah pada tekanan dan temperatur udara luar (Po dan To).To = Temperatur udara luar ( oK) Tr = temperatur gas bekas ( oK) γr = koefisien gas bekas ∆tw = Kenaikan udara karena menerima suhu dari dinding 2.... Pc = Pa...........

........ Tc = Ta.. Keadaan titik puncak c Pada keadaan ini proses pembakaran terus berlangsung pada volume tetap... Kebutuhan Udara Teoritis Adalah kebutuhan udara yang diperlukan untuk membakar bahan bakar jika jumlah oksigen di udara sebesar 21 % sesuai dengan perhitungan....... Untuk bensin (gasoline) besarnya Ql = 9530 Kkal/ Kg...... 2.....7 Dimana : Lo = Kebutuhan udara teoritis (mol/kg) C = Kandungan Karbon (%) H = Kandungan Hydrogen (%) O = Kandungan Oksigen (%) 3.. ............... Koefisien Pembakaran Adalah koefisien yang menunjukkan perubahan molekul yang terjadi selama proses pembakaran bahan bakar..... Nilai Kalor Pembakaran Bahan Bakar (Ql) Adalah jumlah panas yang mampu dihasilkan dalam pembakaran 1 Kg bahan bakar......... 1.....Adalah temperatur campuran bahan bakar silinder pada akhir langkah kompresi.8 Dimana: μO = Koefisien pembakaran Mg = Jumlah molekul yang terbakar Lo’ = Jumlah udara sebenarnya untuk pembakaran bahan bakar (mol/kg) ........... ε (n1 – 1) ……………………6 3.

............. .... ..10 yang terjadi sebelum dan sesudah Dimana : Tz = Temperatur pembakaran pada volume tetap atau temperatur pada akhir pembakaran (oK) ς2 = Heat Utilization Coefficient (Koefisien Perbandingan Panas) Q1 = Nilai pembakaran bahan bakar (Kkal/kg) Mcv = Kapasitas udara panas pada volume tetap (Kkal/mol per oC) Mcp = Kapasitas panas dari gas pada tekanan tetap (Kkal/mol per oC) 6.4.9 5..... Tekanan Akhir Pembakaran ..11 Dimana : Pz = Tekanan akhir (kg/cm2) 7............ Temperatur Pembakaran Pada Volume Tetap Adalah temperatur hasil gas pembakaran campuran bahan bakar untuk motor bensin....... Koefisien Pembakaran Molekul Menunjukkan perubahan molekul pembakaran.................. ...........12 ............................... Perbandingan Tekanan Dalam Silinder Selama Pembakaran Adalah rasio yang menunjukkan perbandingan tekanan akhir pembakaran dengan tekanan awal pembakaran.......

....13 2....................... ......... 1....... Keadaan titik d Keadaan ini merupakan langkah akhir kompresi.15 4........................ ... . Tekanan Gas Pada Akhir Ekspansi ......16 5....14 3....4... Perbandingan Kompresi Selanjutnya Adalah rasio yang menunjukkan perubahan pada gas hasil pembakaran selama langkah ekspansi...... Temperatur Akhir Ekspansi ......... Perbandingan Ekspansi Pendahuluan Adalah rasio yang menunjukkan perubahan yang terjadi pada gas hasil pembakaran campuran bahan bakar pada awal langkah kompresi...........17 6.............. Tekanan Rata-rata Indikator Sebenarnya Adalah besar tekanan rata-rata yang dihasilkan dari pembakaran campuran bahan bakar............... ....... Tekanan Rata-rata Indikator Teoritis Adalah besarnya tekanan rata-rata yang dihasilkan oleh pembakaran campuran bahan bakar yang bekerja pada torak.................

....19 Dimana : ηm = rendemen mekanik 2.Pi = Pit...... L... .21 Dimana : Ni = Daya indikator (HP) .....98) 7............ Faktor-faktor Kemampuan Motor Faktor-faktor yang menentukan motor dalam beroperasiadalah sebagai berikut: 1. D2. Pi . Volume Silinder Volume Silinder pada motor adalah volume dari jumlah silinder pada motor tersebut......................7..φ . Vd = π/4.20 Dimana : Vd = Volume yang ditempuh oleh torak selama melakukan langkah kerja D = Diameter silinder L = Langkah torak z = Jumlah silinder 2............. Daya Indikator Adalah panas pembakaran bahan bakar di atas torak yang dikurangi kerugiankerugian panas karena gas buang..18 Dimana : φ = faktor koreksi (0.............. Z .................................. Volume silinder ditentukan ketika torak pada posisi TMB... Tekanan Efektif Rata-rata Adalah besarnya tekanan rata-rata efektif yang bekerja pada permukaan torak Pe = ηm.....95 – 0.........

.................... Daya Efektif Adalah daya indikator dikurangi dengan kerugian-kerugian gesekan.......... Pemakain Bahan Bakar Indikator Adalah jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk menghasilkan tekanan indikator.....24 3........ di mana besar kecilnya kerugian akan mempengaruhi rendemen mekanik.....8..... ...22 4...Pi = Tekanan rata-rata indikator (kg/cm2) D = Diameter silinder (m) L = Langkah torak (m) N = Putaran mesin i = Jumlah silinder z = Jumlah pembakaran tiap langkah..... Pemakain Bahan Bakar Tiap Jam Fh = Fe................ ηm ...26 ....... Perhitungan Neraca Panas Persamaan keseimbangan neraca panas pada mesin adalah : Qf = Qe + Qcool + Qeg + Qrest . Ne ............23 2....... Konsumsi bahan bakar spesifik efektif (F) Adalah jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan kerja efektif....... Ne = Ni.. untuk motor 4 langkah = 2 3........25 2.. Daya efektif ini merupakan tenaga yang menggerakkan poros engkol......... Pemakaian Bahan Bakar 1................ .................

. Panas yang didapat dari pembakaran Qf = Fh.....30 Kelebihan dan Kekurangan Mesin Bensin 4 tak dan 2 tak KONSTRUKSI DASAR MESIN 2 TAK Konstruksi Motor 2 tak .................. Panas yang terbawa oleh media pendingin Qcool = 0.............. Panas yang terbawa karena pancaran dan gesekan (sisa) Qres = Qf – Qe – Qcool – Qeg .............. Q1 (Kkal/jam) ........28 3.... Panas yang berguna pada efektif mesin Qe = 632....1.......... Ne (Kkal/jam) ...........27 Dimana : Q1 = Nilai pembakaran terendah bahan bakar (Kkal/ kg) Fh = Kebutuhan bahan bakar tiap jam 2..............31 Qf ...........29 4..................

3. Terdapat mekanisme katup. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MESIN 2 TAK Keuntungan: 1. Konsumsi bahan bakar dan pelumas lebih banyak KONSTRUKSI DASAR MOTOR 4 TAK Konstruksi Motor 4 tak Mesin 4 tak memerlukan dua kali putaran poros engkol untuk menyelesaikan satu siklus pembakaran di dalam silinder. 2. 2. timbul gesekan antara ring piston dan lubang. sehingga terjadi kerugian langkah tekanan kembali gas buang lebih tinggi. sehingga ring piston lebih cepat aus. Campuran bahan bakar dan udara dikompresikan 2 kali setiap putaran. Langkah pemasukan dan buang lebih panjang sehingga efisiensi pemasukan lebih baik Kerugian . Kerugian langkah karena tekanan balik lebih kecil. Pada putaran rendah lebih baik dan panas lebih rendah 3. Mudah terjadi panas pada silinder karena lubang buang terdapat pada bagian silinder 4. Konstruksinya sederhana (tidak terdapat mekanisme katup) 3. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MOTOR 4 TAK Keuntungan: 1. Tenaga yang dihasilkan lebih besar Kerugian: 1. Pembakaran terjadi pada setiap putaran poros engkol. Karena pada bagian silinder terdapat lubang-lubang.Mesin 2 langkah hanya memerlukan satu kali putaran poros engkol untuk menyelesaikan satu siklus pembakaran. Pada mesin 2 tak piston juga berfungsi sebagai katup. sehingga putaran poros engkol lebih halus dan putaran mesin menjadi lebih halus. Langkah masuk dan buang lebih pendek. sehingga pemakaian bahan bakar lebih hemat 2.

sehingga keseimbangan putar tidak stabil . Mekanisme katup lebih banyak.1. sehingga perawatannya lebih sulit 2. Suara mekanis lebih gaduh 3. Langkah kerja terjadi dengan 2 putaran poros engkol.

Langkah masuk dan buang lebih pendek. Langkah pemasukan dan buang lebih panjang sehingga efisiensi pemasukan lebih baik Kerugian 1. timbul gesekan antara ring piston dan lubang. sehingga ring piston lebih cepat aus. Pembakaran terjadi pada setiap putaran poros engkol. Saran . sehingga terjadi kerugian langkah tekanan kembali gas buang lebih tinggi. 3.  Prinsip kerja mesin bensin secara umum dibagi menjadi : 1. sehingga keseimbangan putar tidak stabil B. Mudah terjadi panas pada silinder karena lubang buang terdapat pada bagian silinder 4. Langkah kerja terjadi dengan 2 putaran poros engkol. Konstruksinya sederhana (tidak terdapat mekanisme katup) 3. 2. Tenaga yang dihasilkan lebih besar Kerugian: 1. Kesimpulan  Mesin bensin adalah jenis motor pembakaran dalam yang menggunakan bahan bakar bensin dengan sistem pengapian menggunakan busi. Mesin bensin 4 tak 2. 2. Mekanisme katup lebih banyak.  Mesin bensin adalah mesin yang dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Mesin bensin 2 tak  KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MESIN 2 TAK Keuntungan: 1. sehingga putaran poros engkol lebih halus dan putaran mesin menjadi lebih halus.BAB III PENUTUP A. sehingga perawatannya lebih sulit 2. sehingga pemakaian bahan bakar lebih hemat 2. Pada putaran rendah lebih baik dan panas lebih rendah 3. Karena pada bagian silinder terdapat lubang-lubang. Suara mekanis lebih gaduh 3. Kerugian langkah karena tekanan balik lebih kecil. Konsumsi bahan bakar dan pelumas lebih banyak  KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MOTOR 4 TAK Keuntungan: 1.

3.wordpress.com/engineering-knowledge/thermodinamika-siklus-otto/ 7.wordpress.com/2011/03/mesin-bensin. 2.DAFTAR PUSTAKA 1. http://dexzrecc. http://motomodif-world.blogspot.com/2009_01_01_archive.com/ http://autotuhu.blogspot.com/p/bahan-bakar-bensin-dan-pembakaran-motor.html .blogspot.html http://umum-motorbensin.wordpress.com/2010/03/31/macam-macam-sistem-pengapian-motorbensin/ 5.com/2008/11/17/prinsip-kerja-motor-bensin/ 6.html http://rusyiam.blogspot. http://17racing. 4. http://zallesmana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful