P. 1
Kromatografi

Kromatografi

|Views: 148|Likes:
Published by amila_khairina

More info:

Published by: amila_khairina on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

I.

PENDAHULUAN Kromatografi Gas adalah metode analisis, dimana sampel terpisahkan

secara fisik menjadi bentuk molekul-molekul yang lebih kecil (hasil pemisahan dapat dilihat berupa kromatogram). Sedangkan Spektroskopi Massa adalah metode analisis, dimana sampel yang analisis diubah menjadi ion-ion gas-nya, dan massa dari ion-ion tersebut dapat diukur berdasarkan hasil deteksi berupa Spektrum Massa. Pada GC hanya terjadi pemisahan untuk mendapatkan komponen yang inginkan, sedangkan bila dilengkapi dengan MS (berfungsi sebagai detektor) akan dapat mengidentifikasi komponen tersebut, karena bisa membaca spektrum bobot molekul pada suatu komponen, karena dilengkapi Library (reference) yang ada pada softwere. Secara instrumentasi, MS adalah detector bagi GC. Sampel-sampel yang dapat dianalisis dengan menggunakan GCMS, harus memenuhi beberapa syarat diantaranya; 1. Dapat diuapkan hingga suhu ~400OC. 2. Secara termal stabil (tidak terdekomposisi pada suhu ~400OC). 3. Sampel-sampel lainnya dapat dianalisis setelah melalui tahapan preparasi yang khusus. Proses Pemisahan pada GC Pemisahan komponen senyawa dalam GC terjadi di dalam kolom (kapiler) dengan melibatkan dua fase, yaitu fase diam dan fase gerak. Fase diam adalah zat yang ada di dalam kolom, sedangkan fase gerak adalah gas pembawa (helium ataupun hidrogen dengan kemurnian tinggi, yaitu 99,995%). Proses pemisahan dapat terjadi karena terdapat terdapat perbedaan kecepatan alir dari tiap molekul di dalam kolom. Instrumentasi GCMS Bagian-bagian dari instrumen Kromatografi Gas adalah sebagai brikut;

Detektor (Electron Multiplier Detector) Setelah data terdeteksi. Kromatografi Gas Spektroskopi Massa dapat digunakan untuk analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dengan cara membandingkan kromatogram sampel dengan baku pembanding (standar) berdasarkan waktu retensi (waktu tambat). Kolom (tempat terjadinya pemisahan) 4. Pengatur aliran gas (Gas flow controller) 2. Penganalisis Massa (Mass Analyzer) 5. . Mahasiswa mampu prinsip-prinsip dasar analisa sampel dengan GCMS.1 TUJUAN 1.1. dan akurat. Mahasiswa mampu menjelaskan kembali dan melaporkan hasil percobaan secara ringkas. 1. 3. 2. Pengaturan temperatur kolom pemisahan sangat penting kerena pemisahan komponen sangat dipengaruhi oleh kenaikan temperatur dan laju alir gas pembawa. Lalu dihubungkan pada interface (fungsi interface adalah sebagai penghubung antara GC dan MS) Sedangkan bagian-bagian dari Spektrometer Massa adalah sebagai berikut. lalu data dikirimkan ke Sistem Pengolahan Data (pada Personal Computer) untuk di olah sesuai dengan tujuan analisis. Mahasiswa mampu menentukan komposisi asam lemak penyusun trigliserida dengan teknik analisa GCMS. 1. sistematis. Tempat masuk sampel (melalui interface) 2. Tempat injeksi sampel (Injector) 3. Pompa vakum (Vacuum Pump) 4. Sumber ion (Ion Source) 3.

Gas pembawa mengalir melalui kolom dengan kecepatan tetap. Zat yang dipisahkan dilewatkan dalam kolom yang diisi dengan fasa tidak bergerak yang terdiri dari bahan terbagi halus yang cocok. atau dalam bentuk padat pada keadaan normal. .1.2 PRINSIP Pemisahan kromatografi menggunakan gas sebagai fasa penggerak. memisahkan zat dalam gas atau cairan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->