P. 1
mutazilah

mutazilah

|Views: 228|Likes:
Published by Farid Attar

More info:

Published by: Farid Attar on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2014

pdf

text

original

MUTAZILAH

Disusun Untuk Memenuhi TugasMata Kuliah ILMU KALAM

Dosen Pengampu : Hj.Siti Aminah, M.ag

Disusun oleh : Imam santoso ( 210 911148 )

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI TADRIS BAHASA INGGRIS SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )PONOROGO 2012

1

Hal ini dikarenakan perbedaan pandangan akan sosok pemimpin yang berhak menjadi khalifah atau imam pengganti Rasulullah. terjadi perpecahan dalam tubuh Islam dalam masalah kepemimpinan.BAB I PENDAHULUAN Sejak wafatnya nabi Muhammad.lalu selanjutnya pandangan mutazilah berkembang tentang dzat dan sifat Allah serta status al Qur’an serta persoalan agama lainnya Oleh karena itu penulis dalam makalah ini akan mencoba untuk memberikan sebuah gambaran tentang pemahaman aliran Mutazilah berupa pengertian secara bahasa. Masalah kepemimpinan ini berkembang menjadi perbedaan atau perselisihan diantara umat Islam saat itu. masing-masing beranggapan pihaknya yang benar Pada dasarnya mutazilah atau golongan ini muncul karena ketidakcocokan pandangan terhadap paham kaum khawarij dan murjiah tentang posisi seorang muslim yang berdosa besar. Perbedaan tersebut menyangkut masalah akidah yang sangat penting bagi umat Islam tak jarang juga satu golongan mengkafirkan golongan lain karena perbedaan tersebut.sejarah.pokok ajaran dan dalil aqli serta dalil naqli yang melandasi pemikiran mereka 2 .

Fase Abbasiyah (100 H . tahun 105 . aliran Mu’tazilah melewati dua fase yang berbeda.110 H.. B. Daru Thayibah. tetapi kelompok Mu’tazilah Baghdad justru terlibat jauh dalam politik.Kemudian memenuhi zaman awal Daulah Abbasiyah dengan aktivitas.2 . gerak. 1 Sedang Secara Istilah :Mu'tazilah berarti sebuah sekte sempalan yang mempunyai lima pokok keyakinan (al ushul al-khamsah). mengutamakan sikap netral dalam pendapat dan tindakan. dalam suasana yang dipenuhi oleh pemikiran baru. Orang-orang Mu’tazilah Basrah bersikap hati-hati dalam menghadapi masalah politik.237M) dan fase Bani Buwaihi (334 H). teori. Riyadh 3 . Sejarah “Mu’tazilah” Sejarah munculnya aliran Mu’tazilah oleh para kelompok pemuja aliran Mu’tazilah. Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid Al-Hasan Al-Bashri yang bernama Washil bin ‘Atha Al-Makhzumi Al-Ghozzal. Generasi pertama mereka hidup di bawah pemerintahan Bani Umayah untuk waktu yang tidak terlalu lama. Ahmad Sa'ad Hamdan. Dr. Muhammad Adz Dzahabi Tarikhu Dhuhuril Bida'. Dr. diskusi dan pembelaan terhadap agama. meyakini dirinya merupakan kelompok moderat di antara dua kelompok ekstrim yaitu Murji’ah yang menganggap pelaku dosa besar tetap sempurna imannya dan Khawarij yang menganggap pelaku dosa besar telah kafir. Memang pada awalnya Mu’tazilah menghabiskan waktu sekitar dua abad untuk tidak mendukung sikap bermazhab. Pengertian Mu’tazilah Kata Mu'tazilah berasal dari kata 'azala–ya'taziluhu 'azlan wa'azalahu fa'tazala wa-in'azala wa-ta'azzala yang artinya menyingkir atau memisahkan diri. Konon ini merupakan salah satu sebab mengapa mereka disebut 1 2 At Tafsiru wal Mufassirun. tepatnya pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik Bin Marwan dan khalifah Hisyam BinAbdulMalik. Mereka ambil bagian dalam menyulut dan mengobarkan api inquisisi bahwa “Al Qur’an adalah makhluk”.tersebut muncul di kota Basrah (Iraq) pada abad ke 2 Hijriyah. Secara umum.BAB II PEMBAHASAN A. Kemudian di sini berdiri cabang sampai ke Baghdad. Dimulai di Basrah.

Mu’tazilah. suatu amalan bukanlah rukun dari keimanan dan kemaksiatan tidak berpengaruh terhadap keimanan sebagaimana ketaatan tidak berpengaruh terhadap kekafiran. tidak mukmin dan juga tidak kafir.Karena dalam madzhab mereka. Ibrahim.3 Mu’tazilah. namun ia juga tidak kafir.Pertanyaan itu pun akhirnya dijawab oleh Al-Hasan AlBashri dengan jawaban Ahlussunnah Wal Jamaah: “Sesungguhnya pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik) adalah seorang mukmin yang tidak sempurna imannya. tiba-tiba dengan lancangnya Washil bin Atha’ berseloroh: “Menurutku pelaku dosa besar bukan seorang mukmin. Akan tetapi di bawah tekanan Asy’ariah nampaknya mereka berlindung kepada Bani Buwaihi. Bagaimanakah pendapatmu dalam permasalahan ini agar kami bisa menjadikannya sebagai prinsip (dalam beragama)?” Al-Hasan Al-Bashri pun berpikir sejenak dalam permasalahan tersebut. Sedangkan kelompok yang lainnya sangat toleran terhadap pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik). salah seorang imam di kalangan tabi’in. Beirut : Dar al Fikr. dan dosa tersebut tidak berpengaruh terhadap keimanan. maka disebutlah dia dan para pengikutnya dengan sebutan Mu’tazilah. Karena keimanannya. Aliran dan Teori Filsafat Islam. 47-48 4 . mereka adalah kaum Khawarij. 46-47 4 Al Syahrastani.”4 3 Madkour. secara etimologis bermakna: orang-orang yang memisahkan diri. Al Milal wa Al Nihal. Jakarta : PT. 2009. ia masih disebut mukmin dan karena dosa besarnya ia disebut fasiq (dan keimanannya pun menjadi tidak sempurna). penterjemah : Yudian Wahyudi Asmin. Mu’tazilah tidak mengisolir diri dalam menanggapi problematika imamah –sebagai sumber perpecahan pertamatetapi mengambil sikap tengah dengan mengajukan teori “al manzilah bainal manzilatain”.Asy-Syihristani berkata: (Suatu hari) datanglah seorang laki-laki kepada Al-Hasan Al-Bashri seraya berkata: “Wahai imam dalam agama. mereka adalah Murji’ah umat ini. Maka Al-Hasan AlBashri berkata: “Washil telah memisahkan diri dari kita”. Sebutan ini mempunyai suatu kronologi yang tidak bisa dipisahkan dengan sosok Al-Hasan Al-Bashri. hlm. hlm.” Lalu ia berdiri dan duduk menyendiri di salah satu tiang masjid sambil tetap menyatakan pendapatnya tersebut kepada murid-murid Hasan Al-Bashri lainnya. Sebelum beliau menjawab. bahkan ia berada pada suatu keadaan di antara dua keadaan. telah muncul di zaman kita ini kelompok yang mengkafirkan pelaku dosa besar (di bawah dosa syirik). Dan dosa tersebut diyakini sebagai suatu kekafiran yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama. Bumi Aksara.

cet. Ini berlangsung pada permulaan abad ke 2 H.Anwar . ia berdiri dan meninggalkan tempat sambil berkata.yaitu Ustman bin Ath Thawil . Setelah mengetahuinya bahwa majelis tersebut bukan majelis Hasan Al Basri. Ia mengatakan bahwa Wasil dan temannya.78 6 Ibid 5 . Di Basrah (Iraq) yang dipimpin oleh Washil Ibn Atha` dan Amr Ibn Ubaid dengan murid-muridnya. yaitu Abu Musa Al.Musdar. Ilmu Kalam. Ahmad bin Abi Daud dll. tetapi menduduki tempat diantara kafir dan mukmin (almanzilah bain al-manzilatain). katanya.Amr bin Ubaid bin Bab. diusir oleh Hasan Al Basri dari majelisnya karena adanya pertikaian diantara mereka tentang masalah qadar dan orang yang berdosa besar.Al-Mas’udi memberikan keterangan tentang asal-usul kemunculan Mu’tazilah tanpa menyangkut-pautkan dengan peristiwa antara Washil dan Hasan Al Basri. 2009.iv. karena berpendapat bahwa orang yang berdosa bukanlah mukmin dan bukan pula kafir. PustakaSetia.Keduanya menjauhkan diri dari Hasan Al Basri dan berpendapat bahwa orang yang berdosa besar itu tidak mukmin dan tidak pula kafir. 5 “ini kaum Mu’tazilah. Hafasah bin Salim dll. Kemudian pada awal abad ke 3 H wilayah Basrah dipimpin oleh Abu Huzail Al-Allah (wafat 235). kemudian Ibrahim bin Sayyar (211 H) kumudian tokoh Mu`tazilah lainnya. Mereka diberi nama Mu’tazilah.Rosihoa. Bandung : CV.Versi lain dikemukakan oleh Al-Baghdadi. 5 Abdul Rozak. Versi lain dikemukakan Tasy Kubra Zadah yang menyatakan bahwa Qatadah bin Da’mah pada suatu hari masuk mesjid Basrah dan bergabung dengan majelis Amr bin Ubaid yang disangkanya adalah majlis Hasan Al Basri. Di Bagdad (iraq) yang dipimpin dan didirikan oleh Basyir bin Al-Mu`tamar salah seorang pemimpin Basrah yang dipindah ke Bagdad kemudian mendapat dukungan dari kawan-kawannya. b.” Sejak itulah kaum tersebut dinamakan Mu’tazilah. Oleh karena itu golongan ini dinamakanMu’tazilah. 6 Gerakan kaum Mu`tazilah pada mulanya memiliki dua cabang yaitu : a. Hlm.

setiap mazhab teologis dalam islam memegang doktrin ini.Jahidz.Kasysyaf (528 ) 5. Tuhan harus disucikan dari segala sesuatu yang dapat mengurangi arti kemahaesaannya. Syarif Radhi (406 H) 3.Pokok-Pokok Ajaran dan Dalil kaum mutazilah Abu Hasan Al.Mu`tashim bin Harun Ar-Rasyid (Khalifah Bani Abbasiah 218227 H) 4. Abdul Jabbar bin Ahmad yang terkenal dengan sebutan Qadhi`ul Qudhat.Intisar “Tidak ada seorangpun yang berhak mengaku sebagai penganut Mu`tazilah sebelum ia mengakui Al-Ushul Al-Khamsah ( lima landasan pokok ) yaitu Tauhid.Untuk 6 .Mu`tashim (Khalifah Bani Abbasiah 227-232 H) Diantara golongan ulama Mu`tazilah lainya adalah : 1.tauhid memiliki arti yang spesifik. Ma`mun bin Harun Ar-Rasyid (Khalifah Bani Abbasiah 198-218 H) 3.‘Adl. Utsman Al. pengarang kitab Al. Sebenarnya. 1. 4. Al. Syaikh Zamakhsari pengarang tafsir Al. Tauhid At-tauhid ( pengesaan Tuhan ) merupakan prinsip utama dan intisari ajaranmu’tazilah. dan Al Amr bi Al Ma’ruf wa Al Nahi an Al Munkar. Ibnu Abil Hadad pengarang kitab Syarah Nahjul Balaghah (655) C.Watsiq bin Al.Kayyath berkata dalam kitabnya Al.Hewan (wafat 255 H) 2. Al .Wa`du Wal Wai`id. Yazid bin Walid (Khalifah Bani Umayyah yang berkuasa pada tahun 125126H) 2.Inilah imam-imam Mu`tazilah di sekitar abad ke 2 dan ke 3 H. AlManzilah Baina Manzilatain.Namun bagi mu’tazilah . Al.khalifah-khalifah Islam yang terangterangan menganut dan mendukung aliran ini adalah: 1. Al. Di Basrah dan di Bagdad.

bahwa manusia adalah merdeka dalam segala perbuatan dan bebas bertindak. Begitupula Tuhan itu adil bila tidak melanggar janjinya. yakni keesaan7. yakni ilmu dan kuasa. 2. jika sifat-sifat ini diakui sebagai kekalazali. 21 8 Thahir Taib. hlm. karena Tuhan Maha sempurna dia pasti adil.Adil ini merupakan sifat yang paling gamblang untuk menunjukkan kesempurnaan.103 7 7 . Tegasnya Mu’tazilah menolak antropomorfisme. Namun gagasan Washil ini tidak mudah diterima. Jakarta : Penerbit Widjaya. 2004. Konsep ini bermula dari founding father aliran ini. begitupula sebaliknya. Pada umumnya Mu’taziliyyah mereduksi sifatsifat Allah menjadi dua. berkehendak. Mu’tazilah menolak konsep Tuhan memiliki sifat-sifat. dan menamakan keduanya sebagai sifat-sifat esensial. Dengan demikian Tuhan terikat dengan janjinya. Penolakan terhadap paham antropomorfistik bukan semat-mata atas pertimbanagan akal. Al – ‘Adl Ajaran dasar Mu’tazilah yang kedua adalah al-adl.itu berarti terdapat “pluralitas yang kekal” dan berarti bahwa kepercayaan kepada Allah adalah dusta belaka. Faham ini bertujuan ingin menempatkan Tuhan benar-benar adil menurut sudut pandang manusia. Tuhan dipandang adil apabila bertindak hanya yang baik dan terbaik.Mu’in. Ia mengingkari bahwa mengetahui.Assyura : 9 ). sedang Mu’tazialah berpendapat.Selanjutnya mereka mereduksi lagi kedua sifat dasar ini menjadi satu saja. hlm. 1986.memurnikan keesaan Tuhan. Inilah yang mereka maksud keadilan itu. Menurutnya. Abd. Merekalah golongan yang mensucikan Allah daripada pendapat lawannya yang mengatakan : bahwa Allah telah mentaqdirkan seseorang itu berbuat maksiat.” ( Q. Tuhan tidak serupa dengan makhluk-Nya. lalu mereka di azab Allah.S. Doktrin tauhid Mu’tazilah lebih lanjut menjelaskan bahwa Tuhan dapat dilihat dengan mata kepala. yakni Washil bin ‘Atho. sebab itu mereka di azab atas perbuatan dan tindakannya. melainkan memiliki rujukan yang yang sangat kuat di dalam Al qur’an yang berbunyi “ tidak ada satupun yang menyamainya . Bandung : Nuansa Cendekia. Juga. 78 Sharif (ed). berkuasa. Aliran-aliran Filsafat Islam. yang berarti Tuhan Maha Adil. dan hidup adalah termasuk esensi Allah. Ilmu Kalam. keyakinan tidak ada satupun yang dapat menyamai Tuhan.

2. Manusia menurut Mu’tazilah melakukan dan menciptakan perbuatannya sendiri. untuk berbuat baik. ajaran ini tampaknya bertujuan mendorong manusia berbuat baik dan tidak melakukan perbuatan dosa 8 .bahkan terbaik bagimanusia. Mengutus Rasul.Tujuan di ciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepadaNya dengan jalan mengutus rasul. Ini sesuai dengan prinsip keadilan. yaitu apapun yang akan diterima manusia di akhirat merupakan balasan perbuatannya di dunia. Al-Wa’ad wa al-Wa’id Ajaran ini berisi tentang janji dan ancaman. Tuhan yang Maha Adil tidak akan melanggar janjinya dan perbuatan Tuhan terikat dan di batasi oleh janjinya sendiri. antara lain : a. salah satu tokoh mu’tazilah konsep ini berkaiatan dengan kebijaksanaaan. Ajaran ketiga ini tidak memberi peluang bagi Tuhan selain menunaikan janjinya yaitu memberi pahala orang yang ta’at dan menyiksa orang yang berbuat maksiat. Tuhan tidak mungkin jahat atau aniaya karena itu akan menimbulkan persepsi bahwa Tuhan tidak maha sempurna. Berbuat baik dan terbaik Maksudnya adalah kewajiaban Tuhan c. terlepas dari kehendak dan kekuasaan Tuhan.Al qur’an secara tegas menyatakan kewajiban Tuhan untuk belas kasih kepada manusia . Mengutus Rasul kepada manusia merupakan kewajiaban Tuhan karena alasan berikut ini : 1. 3.Ajaran tentang keadilan berkaitan dengan beberapa hal.Tuhan wajib berbuat baik kepada manusia dan hal itu tidak dapat terwujud kecuali dengan mengutus Rasul kepada mereka. Perbuatan manusia. Bahakan menurut Annazam. b. Manusia benar-benar bebas untuk menentukan pilihannya.Cara terbaik untuk maksud tersebut adalah dengan pengutusan rasul. 3.kemurahan dan kepengasihan Tuhan. Tuhan hanya menyuruh dan menghendaki yang baik. Konsep ini memiliki konsekuensi logis dengan keadilan Tuhan.

Mereka itu dinamakan orangg fasiq. orang itu di hukumi tidak kafir dan tidak pula mukmin. Menurut pandangan Mu’tazilah orang islam yang mengerjakan dosa besar yang sampai matinya belum taubat. A l-Manzilah bain Al-Manzilatain Inilah ajaran yang mula-mula menyebabkan lahirnya mazhab mu’tazilah. seperti dalam sejarah. Al Amr bi Al Ma’ruf wa Al Nahi an Al Munkar Ajaran ini menekankan keberpihakan kepada kebenaran dan kebaikan. Ajaran ini terkenal dengan status orang mukmin yang melakukan dosa besar. sedangkan murji’ah berpendapat bahwa orang itu tetap mukmin dan dosanya sepenuhnya di serahkan kepada Tuhan. tetapi diantara keduanya. Pengakuan keimanan harus dibuktikan dengan perbuatan baik. Ini merupakan konsekuensi logis dari keimananan seseorang.9 5. Menurut Mu’tazilah jika memang diperlukan kekerasan dapat ditempuh untuk mewujudkan ajaran tersebut.4. 9 Ibid 9 . Perbedaan mazhab Mu’tazilah dengan mazhab lain mengenai ajaran kelima ini terletak pada tata pelaksanaanya. jadi mereka di tempatkan di suatu tempat diantara keduanya. khawarij menganggap orang tersebut kafir bahkan musyrik. diantaranya dengan menyuruh orang berbuat baik dan mencegahnya dari kejahatan.

Maturidiah. irak pada abad 2 H. Dan jika dia meninggal dalam kondisi belum bertaubat maka dia berada di sebuah tempat antara posisi orang mukmin dan orang kafir. Mu’tazilah adalah: aliran yang secara garis besar sepakat dan mengikuti cara pandang Washil bin ‘Atha’ dan ‘ Amru bin Ubaid dalam masalah-masalah teologi. Mereka tidak mengatakan pelaku dosa besar itu kafir dan tidak juga mukmin.BAB III PENUTUP Semua aliran dalam teologi Islam. apalagi Mu`tazilah samasama mempergunakan akal dalam menyelesaikan persoalan-persoalan teologi yang timbul dikalangan umat Islam. yang diistilahkan dengan almanzilah baina al-manzilatain. Perbedaan yang terdapat antara aliranaliran itu ialah perbedaan dalam derajat kekuatan yang diberikan kepada akal. baik Asy`ariah. atau aliran teologi yang akar pemikirannya berkaitan dengan pemikiran Washil bin ‘Atha’ dan ‘ Amru bin Ubaid. Secara harfiah Mu’tazilah adalah berasal dari I’tazala yang berarti berpisah. DAFTAR PUSTAKA 10 . Kelahirannya bermula dari tindakan Wasil bin Atha (700-750 M) berpisah dari gurunya Imam Hasan al-Bashri karena perbedaan pendapat. Kalau Mu`tazilah berpendapat bahwa akal mempunyai daya yang kuat. Mu’tazilah muncul dengan latar belakang kasus hukum pelaku dosa besar yang telah mulai diperdebatkan oleh Khawarij dan Murji’ah. melainkan fasik. Aliran Mu’taziliyah (memisahkan diri) muncul di basra.

Ilmu Kalam. Al-qur’an dan Terjemahnya. Ilmu Kalam. Bandung : CV. PustakaSetia Sharif (ed).iv. Beirut : Dar al Fikr Departeman Agama RI. 2009. Ibrahim. Abd. Al Milal wa Al Nihal. Jakarta : Yayasan Penyelenggara Penterjemah Qur’an Abdul Rozak. Aliran dan Teori Filsafat Islam. Bumi Aksara Al Syahrastani.Anwar . Aliran-aliran Filsafat Islam. Jakarta : PT.Madkour. 1971.Rosihan.Mu’in. penterjemah : Yudian Wahyudi Asmin. 2004. Jakarta : Penerbit Widjaya 11 . 2009. cet. Bandung : Nuansa Cendekia Thahir Taib. 1986.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->