P. 1
Makalah Acc

Makalah Acc

|Views: 133|Likes:
Published by Susanti Assa

More info:

Published by: Susanti Assa on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Pengertian Harga Jual Hansen dan Mowen (2001 : 633) mendefenisikan “harga jual adalah jumlah

moneter yang dibebankan oleh suatu unit usaha kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau diserahkan”. Mulyadi (2001 : 78) “pada prinsipnya harga jual harus dapat menutupi biaya penuh ditambah dengan laba yang wajar. Harga jual sama dengan biaya produksi ditambah mark-up. Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa harga jual adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu barang atau jasa ditambah dengan persentase laba yang diinginkan perusahaan, karena itu untuk mencapai laba yang diinginkan oleh perusahaan salah satu cara yang dilakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang terjual. Harga yang tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk suatu barang, dan harga tersebut dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.

BAB II PEMBAHASAN
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 1

A. KEPUTUSAN PENENTUAN HARGA JUAL Umumnya harga jual produk dan jasa standar ditentukan oleh perimbangan permintaan dan penawaran di pasar, sehingga biaya bukan merupakan penentuan harga jual. Karena permintaan konsumen atas produk dan jasa tidak mudah ditentukan oleh manajer penentu harga jual, maka dalam penentuan harga jual, manajer tersebut akan menghadapi banyak ketidakpastian. Selera konsumen, jumlah pesaing yang memasuki pasar, dan harga jual yang ditentukan oleh pesaing, merupakan contoh faktor-faktor yang sulit untuk diramalkan, yang mempengaruhi pembentukan harga jual produk atau jasa di pasar. Satu-satunya faktor yang memiliki kepastian relatif tinggi yang berpengaruh dalam penentuan harga jual adalah biaya. Biaya memberikan informasi batas bawah suatu harga jual harus ditentukan. Di bawah biaya penuh produk atau jasa, harga jual akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Kerugian yang timbul akibat harga jual di bawah biaya produk atau jasa, dalam jangka waktu tertentu mengakibatkan perusahaan akan berhenti sebagai going concern atau akan mengganggu pertumbuhan perusahaan. Dengan demikian manajer penentu harga jual senantiasa memerlukan informasi biaya produk atau jasa dalam pengambilan keputusan penetuan harga jual, meskipun biaya tidak menentukan harga jual dan bukan satusatunya faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan harga jual.

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

2

B. MANFAAT INFORMASI BIAYA PENUH DALAM KEPUTUSAN PENENTUAN HARGA JUAL Pada dasarnya, dalam keadaan normal, harga jual produk dan jasa harus dapat menutup biaya penuh yang bersangkutan dengan produk atau jasa dan menghasilkan laba yang dikehendaki. Biaya penuh merupakan total pengorbanan sumber daya untuk menghasilkan produk atau jasa, sehingga semua pengorbanan ini harus dapat ditutup oleh pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa. Informasi biaya penuh memberikan manfaat berikut ini bagi manajer penentu harga jual dalam pengambilan keputusan penentuan harga jual :

a. Biaya Penuh Merupakan Titik Awal untuk Mengurangi Ketidakpastian yang Dihadapi oleh Pengambil Keputusan. Satu-satunya informasi yang memberikan kepastian yang relatif tinggi, yang ada ditangan manajer penentu harga jual adalah biaya. Biasanya bagi manajer penetu harga jual, meskipun harga jual produk sudah terbentuk di pasar, informasi biaya penuh dibutuhkan oleh manajer tersebut sebagai titik awal untuk mengurangi ketidakpastian dalam menentukan harga jual produk atau jasa yang akan dibebankan kepada konsumen di masa yang akan datang. Dengan informasi biaya penuh produk atau jasa yang cermat (accurate) di tangannya, manajer penetu harga jual memiliki dasar untuk menetapkan kebijakan penentuan harga jual dengan aman.

b. Biaya Penuh Merupakan Dasar yang Memberikan Perlindungan bagi Perusahaan dan

Kemungkinan Kerugian.
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 3

Kerugian merupakan keadaan suatu usaha yang total pendapatan yang diperoleh usaha tersebut tidak cukup untuk menutup total biayanya. Kerugian akan mengakibatkan suatu usaha tidak dapat tumbuh dan bahkan akan dapat mengakibatkan perusahaan harus menghentikan kegiatan bisnisnya. Untuk menghindari kerugian, salah satu cara adalah dengan berusaha memperoleh pendapatan yang paling tidak dapat menutup biaya penuh. Dengan demikian, adalah merupakan tanggung jawab manajer penentu harga jual, untuk menetapkan harga jual produk atau jasa yang dapat memberikan perlindungan bagi perusahaan dari kemungkinan kerugian. Untuk memungkinkan manajer melakukan penetuan harga jual tersebut, ia memerlukan informasi biaya penuh masa yang akan datang yang bersangkutan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan.

c. Biaya Penuh Memberikan Informasi yang Memungkinkan Manajer Penentu Harga Jual Memahami Struktur Biaya Perusahaan Pesaing. Dengan informasi biaya penuh yang berada di tangannya, manajer penentu harga jual akan mampu memahami atau paling tidak menduga tindakan yang dilakukan oleh perusahaan pesaing, manakala perusahaan pesaing melakukan perubahan pada harga jual produk atau jasanya. Manajer penentu hatga jual perlu memahami struktur biaya yang membentuk harga pokok produk atau jasa yang dipasarkan, karena berdasarkan informasi ini, ia akan memiliki data pembanding struktur biaya produk saingannya, sehingga berdasarkan informasi biaya tersebutia akan mampu memperkirakan tindakan yang dilakukan oleh perusahaan pesaing.

d. Biaya Penuh Merupakan Dasar untuk Pengmbilan Keputusan Perusahaan Memasuki Pasar. Umumnya harga jual sudah terbentuk dipasar karena perimbangan permintaan dan penawaran dipasar tersebut. Oleh karena itu, untuk memasuki pasar tertentu, faktor
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 4

yang harus dipertimbangkan adalah apakah biaya penuh produk atau jasa yang dihasilkanoleh perusahaan memungkinkan perusahaan mamasuki pasar tersebut, denganharga jual yang telah terbentuk. Berdasarkan pembandingan harga jual yang terbentuk di pasar dengan biaya penuh produk atau jasa, manajer penetu harga jual akan menghadapi tiga kemungkinan berikut ini : • Jika biaya penuh produk atau jasa perusahaan melebihi harga jual yang terbentuk di pasar tertentu, perusahaan tidak mungkin memasuki pasar tersebut, karena kerugian akan terjadi. • Jika biaya penuh produk atau jasa dapat ditutup dengan harga jual yang terbentuk di pasar, namun harga jual tersebut belum mampu mengahasilkan laba yang memadai jika dibandingkan dengan investasi, maka perusahaan tidak mungkin memasuki pasar tersebut.

Jika kemungkinan butir a dan/ atau butir b tersebut akan dihadapi, perusahaan dapat merancang program untuk mengubah proses produksi dan kegiatan pemasaran agar biaya penuh untuk memproduksi dan memasarkan produk atau jasa, yang dnegan harga jual tertentu yang terbentuk di pasar, perusahaan akan mampu menutup seluruh biaya penuh dan mampu menghasilkan laba yang sepadan dengan investasi.

C. METODE PENENTUAN HARGA JUAL Seperti telah disebutkan diatas, dalam keadaan normal, harga jual harus mampu menutup biaya penuh dan menghasilkan laba yang sepadan dengan investasi. Dalam keadaan khusus, harga jual produk tidak dibebani tugas untuk menutup seluruh biaya penuh; setiap harga jual diatas biaya variabel telah memeberikan kontribusi dalam menutup biaya tetap. Berikut ini akan diuraikan tiga metode penentuan harga jual:

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

5

1. 2. 3. 4.

Penentuan harga jual dalam keadaan normal Penentuan harga jual dalam cost-type contract Penentuan harga jual pesanan khusus Penetuan harga jual produk atau jasa yang dengan peraturan Pemerintah Dalam keempat metode penentuan harga jual tersebut, biaya merupakan titik tolak dihasilkan oleh perusahaan yang diatur

untuk perumusan kebijakan harga jual.
 Penentuan Harga Jual Normal (Normal Pricing)

Dalam keadaan normal, manajer penentu harga jual memerlukan informasi biaya

penuh masa yang

akan datang sebagai dasar penentuan harga jual produk atau jasa. Metode penentuan harga jual normal seringkali disebut dengan istilah cost-plus pricing, karena harga jual ditentukan dengan menambah biaya masa yang akan datang dengan suatu presentase markup (tambahan diatas jumlah biaya) yang dihitung dengan formula tertentu. Harga jual produk atau jasa dalam keadaan normal ditentukan dengan ditentukan dengan formula sebagai berikut: Harga jual = Taksiran biaya penuh + Laba yang diharapkan Berikut ini dibahas dua contoh penentuan harga jual dalam keadaan normal: (1) Penentuan harga jual dalam perusahaan manufaktur dan (2) Penentuan harga jual dalam perusahaan yang menjual waktu, bahan dan suku cadang dalam pelayanan pelanggannya. Cost-Plus Pricing Cost-plus pricing adalah penentuan harga jual dengan cara menambahkan laba yang diharapkan di atas biaya penuh masa yang akan datang untuk memproduksi dan memasarkan produk. Harga jual berdasarkan cost-plus pricing dihitung dengan rumus
6 Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

seperti yang digunakan untuk menghitung harga jual dalam keadaan normal tersebut di atas, yaitu harga jual = taksiran biaya penuh + laba yang diharapkan. yang diharapkan. Taksiran biaya penuh dapat dihitung dengan dua pendekatan: •

Dengan demikian dua

unsur yang diperhitungkan dalam penentuan harga jual ini: taksiran biaya penuh dan laba

full costing variable costing

Dalam pendekatan full costing, taksiran biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual terdiri dari unsur-unsur, sebagai berikut : Unsur Biaya Penuh dengan Pendekatan Full Costing Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Taksiran Total Biaya Produksi Biaya Administrasi dan Umum Biaya Pemasaran Taksiran Total Biaya Komersial Taksiran Biaya Penuh Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

7

Dalam pendekatan variable costing, taksiran biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual terdiri dari unsur-unsur, sebagai berikut : Unsur Biaya Penuh dengan Pendekatan Variable Costing Biaya Variabel : Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Variabel Taksiran Total Biaya Produksi Variabel Biaya Administrasi dan Umum Variabel Biaya Pemasaran Variabel Taksiran Total Biaya Variabel Biaya Tetap : Biaya Overhead Pabrik Tetap Biaya Administrasi dan Umum Tetap Biaya Pemasaran Tetap Taksiran Total Biaya Tetap Taksiran Biaya Penuh Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx Rp xx

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

8

Unsur kedua yang diperhitungkan dalam harga jual adalah laba yang diharapkan. Dalam keadaan normal, harga jual harus dapat menutup biaya penuh dan dapat menghasilkan laba yang diharapkan. Laba yang diharapakan dihitung berdasarkan investasi yang ditanamkan untuk menghasilkan produk atau jasa. Untuk memperkirakan berapa lama wajar diharapakan, manajer penentu harga jual perlu mempertimbangkan. • •

yang

Cost of capital Risiko bisnis Besarnya capital employed.

Cost of capital Cost of capital merupakan biaya yang dikeluarkan untuk investasi yang dilakukan dalam perusahaan. Besarnya cost of capital sangat dipengaruhi oleh sumber aktiva yang ditanamkan dalam perusahaan. Jika misalnya seluruh aktiva perusahaan yang digunakan untuk berusaha dalam tahun anggaran yang akan datang berasal dari kredit bank dengan bunga sebesar 24% per tahun, sedangkan tarif pajak penghasilan atas laba perusahaan sebesar 35% (karena laba kena pajaknya lebih dari Rp.50.000,000), maka effective cost capital yang harus dibayar oleh perusahaan untuk investasi adalah sebesar 15,6% {(100%-35%) x 24%}.

Risiko Bisnis Semakin besar risiko bisnis yang dihadapi oleh perusahaan, semakin besar presentase yang ditambahkan pada Cost of capital didalam memperhitungkan laba yang di
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 9

harapkan. Jika risiko bisnis besar, maka presentase laba yang ditambahkan di atas cost of capital menjadi lebih besar bila dibandingkan dengan bisnis yang rendah. berisiko

Besarnya Capital Employed Jumlah investasi (atau capita employed) yang ditanamkan untuk memproduksi dan memasarkan produk atau jasa merupakan faktor yang menentukan besarnya laba investasi yang di harapakan, yang diperhitungkan dalam harga jual. Semakin besar

yang ditanamkan dalam memproduksi dan memasarkan produk atau jasa, semakin besar pula laba yang diharapkan dalam perhitungan harga jual. Data besarnya Capita employed secara kasar dapat dilihat dari jumlah aktiva yang tercantum dalam neraca awal tahun anggaran atau taksiran rata-rata total aktiva selama tahun anggaran, untuk perhitungan harga jual yang akan berlaku dalam tahun anggaran yang bersangkutan.

Rumus Perhitungan Harga Jual per Unit Jika biaya dipakai sebagai dasar penentuan harga jual, baik dalam pendekatan full costing maupun variable costing, biaya penuh masa yang akan datang dibagi menjadi dua: biaya yang dipengaruhi secara langsung oleh volume produk. Dalam penentuan harga jual, taksiran biaya penuh yang secara langsung berhubungan dengan volume produk di pakai sebagai dasar penetuan harga jual, sedangkan taksiran biaya penuh yang tidak dipengaruhi oleh volume produk ditambahkan kepada laba yang diharapkan untuk kepentingan penghitungan persentase markup.
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 10

Rumus perhitungan harga jual atas dasar biaya secara umum dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

Harga Jual per Unit

=

Biaya yang Berhubungan Langsung + Persentase Markup dengan Volume (per Unit)

Persentase markup dihitung dengan rumus : Persentase Markup = (Laba yang Diharapkan + Biaya yang Tidak Dipengaruhi

Langsung oleh Volume Produk ) : Biaya yang Dipengaruhi langsung oleh Volume Produk

Terdapat perbedaan konsep langsung dan tidak langsungnya biaya dengan volume antara metode full costing dengan metode variable costing.

Konsep biaya yang berhubungan langsung dengan volume menurut metode full costing adalah berupa biaya produksi, sedangkan biaya yang tidak berhubungan langsung dengan volume adalah berupa biaya nonproduksi. Biaya yang Dipengaruhi Langsung oleh Volume Produk (per unit): − Biaya Produksi per Unit : 1. Biaya Bahan Baku per Unit 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung per Unit 3. Biaya Overhead Pabrik per Unit

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

11

Persentase Markup :

Laba yang Diharapkan :

y% x Aktiva Penuh − Biaya yang Tidak Dipengaruhi Langsung oleh Volume Produk : Biaya Non Produksi : 1. Biaya Adm & Umum 2. Biaya Pemasaran − Biaya yang Dipengaruhi Langsung oleh Volume Produk 1. Biaya Bahan Baku 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung 3. Biaya Overhead Pabrik

Contoh 1 Manajer pemasaran PT X sedang mempertimbangkan penentuan harga jual produk A untuk tahun anggaran yang akan datang. Perusahaan menggunakan pendekatan full costing dalam penentuan biaya penuh. Menurut anggaran, perusahaan direncanakan akan beroperasi pada kapasitas normal sebanyak 1.000.000 kg dengan taksiran biaya penuh untuk tahun anggaran yang akan datang sebagai berikut : Biaya Produksi Biaya Administrasi dan Umum Biaya Pemasaran Rp 3.000.000.000,Rp 200.000.000,Rp 300.000.000,Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 12

Total Biaya Penuh

Rp 3.500.000.000,-

Total Aktiva yang diperkirakan pada awal tahun anggaran adalah sebesar Rp 4.000.000.000,- dan laba yang diharapkan yang dinyatakan dalam tarif kembalian investasi adalah sebesar 25 %.

Penyelesaian: Harga Jual Produk yang dihitung dengan cost-plus pricing dengan pendekatan full costing, sebagai berikut : Perhitungan Markup: Biaya Administrasi dan Umum Biaya Pemasaran Laba yang diharapkan : 25% x Rp 4.000.000.000,Rp 200.000.000,300.000.000,1.000.000.000,- +

Jumlah Biaya Produksi Persentase Markup Perhitungan Harga Jual : Biaya Produksi Markup 50% x Rp 3.000.000.000,-

Rp 1.500.000.000,3.000.000.000,50 %

Rp 3.000.000.000,1.500.000.000,+

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

13

Jumlah Harga Jual Volume Produk Harga Jual per Kg

Rp 4.500.000.000,1.000.000 Rp 4.500,-

Dalam Pendekatan Variable Costing, biaya penuh yang dipengaruhi secara langsung oleh volume produk terdiri dari biaya variabel, sedangkan biaya penuh yang tidak dipengaruhi secara langsung oleh volume produk terdiri dari biaya tetap.

Biaya yang Dipengaruhi Langsung oleh Volume Produk (per unit) : − Biaya Variabel per Unit : 1. Biaya Bahan Baku per Unit 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung per Unit 3. Biaya Overhead Pabrik Variabel per Unit 4. Biaya Adm. & Umum Variabel per Unit 5. Biaya Pemasaran Variabel per Unit

Persentase Markup : − Laba yang Diharapkan : y % x Aktiva Penuh − Biaya yang Tidak Dipengaruhi Langsung oleh Volume Produk : 1. Biaya Overhead Pabrik Tetap
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 14

2. Biaya Adm. & Umum Tetap 3. Biaya Pemasaran Tetap − Biaya yang Dipengaruhi Langsung oleh Volume Produk : Biaya Variabel : 1. Biaya Bahan Baku 2. Biaya Tenaga kerja Langsung 3. Biaya Overhead Pabrik Variabel 4. Biaya Adm. & Umum Variabel 5. Biaya Pemasaran Variabel

Contoh 2 Misalkan PT X dalam contoh 1 tersebut di atas menggunakan pendekatan variable costing dalam penentuan harga jual produknya. Menurut anggaran, untuk berproduksi pada kapasitas normal sebanyak 1.000.000 kg tersebut, taksiran biaya penuh untuk tahun 3.500.000.000 tersebut terdiri dari unsur-unsur biaya seperti : Biaya Variabel : Biaya Produksi Variabel Biaya Adm. dan Umum Variabel Biaya Pemasaran Variabel Total Biaya Variabel Biaya Tetap : Biaya Produksi Tetap Rp 1.000.000.000,Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 15

anggaran

sebesar

Rp

Rp 2.000.000.000,Rp Rp 50.000.000,50.000.000,Rp 2.100.000.000,-

Biaya Adm dan Umum Tetap Biaya Pemasaran Tetap Total Biaya Tetap Total Biaya Penuh Penyelesaian:

Rp 150.000.000,Rp 250.000.000,Rp 1.400.000.000,Rp 3.500.000.000,-

Harga Jual Produk yang dihitung dengan cost-plus pricing dengan pendekatan Variabel costing, sebagai berikut :

Perhitungan Persentase Markup Biaya Tetap

: Rp 1.400.000.000,1.000.000.000,- + Rp 2.400.000.000,2.100.000.000,114,29%

Laba yang Diharapkan : 25% x Rp 4.000.000.000,Jumlah Biaya Variabel Persentase markup

Perhitungan Harga Jual Biaya Variabel Markup

: Rp 2.100.000.000,-

114,29% x Rp 2.100.000.000,-

2.400.090.000,- + Rp 4.500.090.000,-

Jumlah Harga Jual

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

16

Volume Produk Harga Jual per kg (setelah dibulatkan) Rp

1.000.000,4.500,-

Penetuan Harga Jual Waktu dan Bahan (Time and Material Pricing) Penentuan harga jual waktu dan bahan ini pada dasarnya merupakan cost-plus pricing. Harga jual ditentukan sebesar biaya penuh ditambah dengan laba yang diharapkan. Metode penentuan harga jual ini digunakan oleh perusahaan bengkel, mobil, dok kapal, dan perusahaan lain yang menjual jasa reparasi dan bahan dan sukucadang sebagai pelengkap penjualan jasa. Volume jasa dihitung berdasarkan waktu yang diperlukan untuk melayani konsumen, sehingga perlu dihitung harga jual persatuan waktu yang dinikmati oleh konsumen. Sedangkan volume bahan dan suku cadang yang diperlukan sebagai pelengkap penyerahan jasa dihitung berdasarkan kuantitas bahan dan suku cadang yang diserahkan kepada konsumen, sehingga perlu dihitung harga jual persatuan bahan dan suku cadang yang dijual kepada konsumen.

1

Penentuan Harga Jual Waktu Perusahaan bengkel, dok kapal, dan perusahaan lainnya yang menjual jasa reparasi pada dasarnya menjual jam kerja tenaga kerja langsung yang digunakan untuk menghasilakan jasa reparasi. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang pekerjaannya dapat dengan mudah diidentifikasikan kepada pesanan reparasi yang diterima dari pelanggan. Contoh tenaga kerja langsung dalam perusahaan bengkel mobil adalah mekanik dan ahli listrik.

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

17

Dalam penyerahan jasa reparasi, disamping perusahaan tersebut mengeluarkan biaya bagi tenaga kerja langsung, perusahaan juga mengeluarkan biaya-biaya untuk membantu tenaga kerja langsung dalam melaksanakan pekerjaan penyerahan jasa reparasi. Biaya-biaya tersebut meliputi: biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya depresiasi aktiva tetap, biaya asuransi, biaya listrik, biaya air, biaya reparasi aktiva tetap, dan biaya umum. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Langsung per jam  Formula Harga Jual Waktu (Time Pricing) Biaya tenaga kerja langsung Markup per jam tenaga kerja langsung atau persentase markup dari BTKL Harga jual waktu Markup atau persentase markup dihitung sbb: Biaya tidak langsung Laba yang diharapkan Jumlah Taksiran jam TK langsung atau taksiran BTKL Markup per jam TK langsung atau persentase markup dari BTKL  Formula Perhitungan BTKL per Jam Taksiran upah TK yang akan dibayarkan kepada TKL selama tahun anggaran By kesehatan TKL (misalnya tunjangan kesehatan, kesejahteraan, dll) Jumlah biaya tenaga kerja langsung Jam kerja TKL dalam tahun anggaran (dihitung dengan mengalikan jumlah TK Langsung dengan jam kerja selama tahun anggaran) Biaya tenaga kerja langsung perjam Perhitungan Markup atas Biaya Langsung Markup di atas biaya langsung terdiri atas dua unsur: biaya tidak langsung dan laba yang diharapkan.  Formula perhitungan markup dan unsur yang membentuk markup Biaya tidak langsung
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 18

xx xx + xx xx xx + xx xx : xx

xx xx + xx xx xx :

Taksiran biaya tidak langsung selama tahun anggaran: Gaji pengawas dan BTK TL lain Biaya depresiasi aktiva tetap Biaya asuransi Biaya listrik Biaya air Biaya reparasi aktiva tetap Biaya umum Jumlah biaya tidak langsung Perhitungan laba yang diharapkan Taksiran jumla aktiva pada awal tahun anggaran Tarif kembalian investasi (return of investment) yang diharapkan (dalam persentase) Laba yang diharapkan per tahun Perhitungan markup Biaya tidak langsung Laba yang diharapkan Jumlah Jam kerja TK L atau biaya TKL dalam tahun anggaran Markup (dalam rupiah per jam TKL) atau Persentase markup 2 Penentuan Harga Jual Bahan dan Suku Cadang Perusahaan bengkel, dok kapal, dan perusahaan lain yang menjual jasa reparasi di samping menjual jam tenaga kerja langsung yang digunakan untuk menghasilkan jasa reparasi, juga menjual bahan seperti berbagai macam oli dan suku cadang.  Formula Harga Jual Bahan dan Suku Cadang (Material Pricing) Harga beli bahan dan suku cadang Persentase markup x harga beli bahan dan suku cadang xx xx +
19 Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

xx xx xx xx xx xx xx + xx

xx xx + xx

xx xx xx xx + xx

Harga jual bahan dan suku cadang Persentase markup dihitung sebagai berikut: Biaya tidak langsung Laba yang diharapkan Jumlah Taksiran nilai bahan dan suku cadang yang akan dibeli dalam tahun anggaran Persentase markup Contoh :

xx

xx xx xx xx xx : +

PT X berusaha dalam usaha bengkel mobil. Manajer pemasaran PT X sedang mempertimbangkan penentuan harga jual jasa reparasi untuk tahun anggaran yang akan datang. Perusahaan memiliki dua departemen: Bengkel dan Toko Suku Cadang. Perusahaan mempekerjakan 6 mekanik dan 4 ahli listrik dalam Departemen Bengkel. Menurut anggaran, perusahaan diperkirakan akan beroperasi pada kapasitas normal sebanyak 300 hari @ 7 jam kerja per hari. Jumlah aktiva yang digunakan di Departemen Bengkel sebesar Rp. 60.000.000 Sedangkan jumlah aktiva yang ditanamkan dalam Departemen Toko Suku Cadang adalah sebesar Rp. 28.000.000. Tarif kembalian investasi (return on Investment) yang diharapkan dalam tahun anggaran sebesar 25%. Taksiran jam TK langsung untuk tahun anggaran yang akan datang adalah sebagai berikut: Upah tenaga kerja langsung: 21.000 jam @ Rp. 1.500 Biaya kesejahteraan TK Langsung: Tunjangan kesehatan 10 orang x 12 bulan x Rp. 50.000 Tunjangan kesejahteraan 10 orang x 12 bulan x Rp. 25.000 Jumlah biaya TK langsung Jam TK Langsung : 10 orang x 300 hari kerja x 7 jam kerja perhari Biaya TK Langsung per jam 21.000 jam Rp. :
20

Rp. 31.500.000

6.000.000 3.000.000 + Rp. 45.000.000

1.929

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

Biaya Tidak Langsung bengkel dianggarkan sbb: Gaji pengawas dan TK TL lain Biaya depresiasi aktiva tetap Biaya asuransi Biaya listrik Biaya air Biaya reparasi aktiva tetap Biaya umum Jumlah biaya tidak langsung Persentase markup dari biaya TK Langsung : Perhitungan markup dari biaya TK Langsung adalah sbb: Biaya TL bengkel Laba yang diharapkan: 25%xRp.60.000.000 Jumlah Biaya TK Langsung Persentase markup dari biaya TK Langsung Perhitungan persentase markup dari harga beli bahan dan suku cadang: Biaya tidak langsung toko suku cadang: Gaji TK Toko Biaya listrik Biaya kantor Jumlah biaya tidak langsung toko Laba yang diharapkan : 25%xRp. 28.000.000 Jumlah Taksiran harga beli bahan dan suku cadang Persentase markup dari harga beli bahan dan suku cadang manajer pemasaran PT X memperhitungkan harga jual tersebut sbb:
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 21

Rp. 11.600.000 2.200.000 650.000 800.000 400.000 350.000 500.000 + Rp. 16.500.000

Rp. 16.500.000 15.000.000 + Rp. 31.500.000 40.500.000 : 78%

Rp. 9.000.000 700.000 300.000 + Rp. 10.000.000 7.000.000 + Rp. 17.000.000 Rp. 23.000.000 : 40%

Dalam memutuskan harga jual jenis jasa standar tertentu disediakan bagi pelanggan,

Misalkan untuk jenis jasa servis mesin yang terdiri dari pekerjaan ganti oli dan tune-up mesin memerlukan 2 orang mekanik dan 1 orang ahli listrik, yang masing – masing bekerja sbb: Mekanik Ahli listrik 1,0 jam orang 1,5 jam orang

Jam orang adalah hasil kali jam kerja dan jumlah orang. Jam mekanik berjumlah 1 jam orang berarti untuk pelanggan servis mesin diperlukan 2 orang mekanik dengan jam kerja masing – masing ½ jam. Harga jual servis mesin yang dibebankan kepada pelanggan dihitung sbb: Biaya TK langsung Markup : 2,5 jam @ Rp. 1.929 : 78% x Rp. 4.823 Rp. 4.823 3.762 + Rp. 8.585

Harga jual servis mesin

Jika seorang pelanggan memerlukan jasa servis mesin dan memerlukan 1 kaleng oli mesin yang harga fakturnya Rp. 10.000 dan saringan oli (oil filter) yang harga fakturnya Rp. 8.000, kepada pelanggan tersebut perusahaan akan membebankan harga jual jasa, bahan, dan suku cadang, sbb: Harga jual jasa servis mesin Harga bahan dan suku cadang Markup dari harga bahan dan suku cadang 40% x Rp.18.000 Harga jual bahan dan suku cadang Jumlah hasil penjualan jasa servis mesin, bahan dan suku cadang Rp. 7.200 Rp 25.200 Rp. 33.758 Rp. 18.000 Rp. 8.585

 Penentuan harga jual dalam Cost – Type Contract (Cost-Type Contract Pricing)
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 22

Cost-type contract adalah kontrak pembuatan produk atau jasa yang pihak pembeli setuju untuk membeli produk atau jasa pada harga yang didasarkan pada total biaya sesungguhnya yang dikeluarkan oleh produsen ditambah laba yang dihitung sebesar persentase tertentu dari total biaya sesungguhnya tersebut. Jika dalam keadaan normal, harga jual produk atau jasa yang dijual di masa yang akan datang ditentukan dengan metode costplus pricing, berdasarkan taksiran biaya penuh sebagai dasar, dalam cost-type contract harga jual yang dibebankan kepada konsumen dihitung berdasarkan biaya penuh sesungguhnya yang telah dikeluarkan untuk memproduksi dan memasarkan produk. Contoh: PT X memenangkan tender cost-type contract untuk melakukan penelitian di bidang obat penyakit A. Menurut kontak tersebut, perusahaan diberi hak untuk mengeluarkan jenis biaya yang disebutkan dalam kontrak dan pemilik proyek akan melakukan penggantian biaya – biaya yang telah dikeluarkan setelah akuntan perusahaan tersebut melakukan pemeriksaan atas bukti – bukti pengeluaran biaya tersebut. Atas dasar total biaya penuh untuk proyek tersebut, perusahaan berhak menambahkan laba sebesar 10%. Misalkan biaya penuh yang telah dikeluarkan oleh perusahaan untuk melaksanakan proyek tersebut adalah sbb: Biaya langsung proyek Biaya tidak langsung proyek Total biaya penuh proyek Rp. 450.000.000 125.000.000 + Rp. 575.000.000

Harga jual yang dibebankan kepada pemilik proyek dalam cost – type contract tersebut dihitung sebagai berikut: Total biaya penuh proyek Laba 10% x Rp. 575.000.000 Harga jual yang dibebankan kepada pemilik proyek Rp. 575.000.000 57.500.000 + Rp. 632.000.000

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

23

 Penentuan Harga Jual Pesanan Khusus (Special Order Pricing) Pesanan khusus merupakan pesanan yang diterima oleh perusahaan di luar pesanan reguler perusahaan. biasanya konsumen yang melakukan pesanan khusus ini meminta harga di bawah harga jual normal, bahkan seringkali harga yang diminta konsumen berada di bawah biaya penuh, karena biasanya pesanan khusus mencakup jumlah yang cukup besar. Dalam keadaan seperti ini, yang perlu dipertimbangkan oleh manajer penentu harga jual adalah: 1. Pesanan reguler adalah pesanan yang dibebani tugas untuk menutup seluruh biaya tetap yang akan terjadi dalam tahun anggaran. Dengan demikian jika manajer penentuharga jual yakin bahwa seluruh biaya tetap dalam tahun anggaran akan dapat ditutup oleh pesanan yang reguler, maka pesanan khusus dapat dibebaskan dari kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam menutup biaya tetap. Dengan demikian, jika misalnya kapasitas produksi belum seluruhnya dipakai, dan masih mampu untuk melayani pesanan khusus, manajer penentu harga jual dapat menerima harga jual yang berada di bawah harga normal, bahkan di bawah biaya penuh untuk memproduksi dan memasarkan produk, asalkan harga jual tersebut masih di atas biaya variabel. Dalam keadaan ini, harga jual yang berada di atas biaya variabel untuk memproduksi dan memasarkan produk, masih mampu menghasilkan laba kontribusi. Dan karena seluruh biaya tetap akan ditutup dari pesanan yang reguler, maka setiap tambahan laba kontribusi dari pesanan khusus akan mengakibatkan tambahan laba bersih perusahaan. 2. Jika misalnya dengan penerimaan pesanan khusus, perusahaan diperkirakan tidak hanya akan mengeluarkan biaya variabel saja, namun memerlukan biaya tetap, karena harus beroperasi di atas kapasitas yang tersedia, maka harga jual pesanan khusus harus di atas biaya variabel ditambah dengan kenaikan biaya tetap karena pesanan khusus tersebut. Dalam mempertimbangkan penerimaan pesanan khusus, informasi akuntansi diferensial merupakan dasar yang dipakai sebagai landasan penentuan harga jual. Jika harga yang diminta oleh pemesan (harga jual pesanan khusus) lebih besar dari biaya diferensial yang merupakan biaya variabel untuk memproduksi dan memasarkan pesanan khusus
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 24

tersebut, maka pesanan khusus dapat dipertimbangkan untuk diterima. Biaya diferensial yang dipakai sebagai landasan penentuan harga jual pesanan khusus dapat pula terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap, manakala pesanan khusus diperkirakan menyebabkan perubahan volume kegiatan melampaui kisar perubahan yang menjadikan biaya tetap tertambah. Contoh: Harga jual produk ditentukan sebesar Rp. 4.500 per kg, dan biaya penuh per kg adalah Rp. 3.500 (Rp. 3.500.000.000 : 1.000.000 kg). Biaya tetap sebesar Rp. 1.400.000 diperkirakan akan dapar diserap oleh volume produk sebanyak 100.000 kg yang berasal dari pesanan reguler pelanggan. Jika seorang pembeli meminta penawaran harga produk perusahaan dengan harga Rp. 3.400 perkg dengan jumlah pesanan sebanyak 200kg, maka berdasarkan data, apakah pesanan tersebut sebaiknya diterima atau ditolak perusahaan...? Dalam mempertimbangkan pesanan tersebut, manajer pemasaran menghadapi dua masalah:
1.

Pesanan tersebut bukan berasal dari pelanggan reguler perusahaan, atau jika manajer pemasaran mengalami kesulitan dalam menentukan apakah pesanan yang diterima tersebut merupakan pesanan di luar pesanan reguler atau bukan, manajer pemasaran dapat memperlakukan pesanan tersebut sebagai pesanan reguler, atas dasar anggapan bahwa biaya tetap perusahaan akan dapar diserap oleh 100.000kg yang direncanakan akan diproduksi dan dijual dalam tahun anggaran, belum termasuk pesanan sebanyak 200kg yang dipertimbangkan sekarang.

2.

Harga yang diminta oleh calon pembeli berada di bawah harga pasar (Rp. 4.500 dibanding dengan Rp. 3.400), bahkan berada di bawah biaya penuh (Rp. 3.500 dibanding dengan Ro. 3.400).

Dalam mempertimbangkan permintaan penawaran harga dari pemasok tersebut, manajer pemasaran harus memperlakukan pesanan tersebut sebagai pesanan khusus (special order). Oleh karena itu, pesanan tersebut tidak dibebani tanggung jawab untuk menutup biaya tetap, karena biaya tetapakan ditutup dari pesanan reguler sebanyak 100.000 kg tersebut. Harga yang diminta oleh calon pembeli tersebut jika dibandingkan dengan biaya variabel untuk menghasilkan produk tersebut, mesin menghasilkan laba kontribusi sebesar Rp. 260.000 seperti terlihat dalam perhitungan berikut ini: Total harga jual pesanan khusus: 200kg x Rp. 3.400 Rp. 680.000
25 Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

Total by variabel untuk menghasilkan pesanan khusus 200kg @ Rp. 2.100 Laba kontribusi

420.000 Rp. 260.000

Karena biaya tetapp dibebankan penutupannya ke pesanan yang reguler, maka pesanan khusus ini diharapkan akan menambah laba bersih sebesar Rp. 260.000. Dengan demikian, meskipun harga yang diminta oleh calon pembeli di bawah harga jual normal, dan bahkan di bawah biaya penuh persatuan, pesanan khusus tersebut dapat diterima, karena akan menambah laba bersih sebesar Rp. 260.000. Tentu saja penerimaan pesanan khusus ini harus mempertimbangkan dampak dilakukannya diskriminasi harga jual terhadap pembeli produk perusahaan.

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

26

 Penentuan Harga Jual Produk atau Jasa yang Dihasilkan oleh Perusahaan yang Diatur dengan Peraturan Pemerintah Produk dan jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat luas seperti listrik, air, telepon, transportasi dan jasa pos diatur dengan peraturan pemerintah. Harga jual produk dan jasa tersebut ditentukan berdasarkan biaya penuh masa yang akan datang ditambah dengan laba yang diharapkan. Dalam penentuan harga jual normal, biaya penuh masa yang akan datang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual dihitung dengan menggunakan salah satu pendekatan: full costing atau variable costing. Dalam penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah, biaya penuh masa yang akan datang yang diharapkan sebagai dasar penentuan harga jual tersebut dihitung dengan menggunakan pendekatan full costing, karena pendekatan variable costing tidak diterima sebagai prinsip akuntansi yang lazim. Dengan demikian formula yang digunakan untuk menetapkan harga jual produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan yang diatur dengan peraturan pemerintah adalah formula penentuan harga jual dengan Cost – Plus Pricing berdasarkan pendekatan full costing. Untuk memungkinkan wakil rakyat menilai kewajaran biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual diperlukan pedoman rinci unsur – unsur biaya produksi dan biaya nonproduksi yang diperhitungkan dalam biaya penuh dna terjamin untuk memperoleh produk dan pelayanan jasa pada harga yang benar – benar wajar. Setiap kenaikan harga jual produk atau jasa yang diatur dengan Peraturan Pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan ditinjau dari segi perhitungan biaya penuh yang dipakai sebagai dasar perhitungannya dan kewajaran laba yang ditambahkan di atas biaya penuh tersebut. Informasi akuntansi penuh yang bermanfaat untuk penentuan harga jual produk atas jasa yang diatur dengan Peraturan Pemerintah terdiri dari biaya penuh masa yang akan datang yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan produk atau jasa dan aktiva penuh yang akan digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa tersebut. Contoh:
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 27

Misalnya untuk menghasilkan listrik diperlukan investasi sebesar Rp. 3.200.000.000,- untuk pembelian mesin dan ekuipment serta modal kerja. Taksiran biaya produksi listrik pada volume produksi 1.000.000.000 kwh per tahun adalah sbb: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik (variabel dan tetap) Jumlah taksiran biaya produksi Rp. 4.000.000.000 Rp. 3.000.000.000 Rp. 8.000.000.000 Rp15.000.000.000

Taksiran biaya nonproduksi setahun terdiri dari biaya pemasaran sebesar Rp. 1.500.000.000 dan biaya administrasi dan umum sebesar Rp.700.000.000. diputuskan laba wajar untuk perusahaan listrik tersebut adalah 25% dari investasinya. Dalam penentuan harga jual diperlukan informasi akuntansi penuh masa yang akan datang, yang terdiri dari taksiran biaya penuh (biaya produksi penuh sebesar Rp 15.000.000.000,- ditambah dengan taksiran biaya nonproduksi sebesar Rp 2.200.000.000,-) dan taksiran aktiva penuh yang dibutuhkan untuk memproduksi dan menjual produk air (Rp 3.200.000.000,-) Penyelesaian : Perhitungan Harga Jual per Kwh Listrik  Perhitungan markup Persentase markup dihitung dengan rumus: Taksiran biaya administrasi dan umum Taksiran biaya pemasaran Laba yang diharapkan 25%xRp.3.200.000.000 Jumlah Taksiran biaya produksi Persentase markup biaya produksi  Perhitungan harga jual per Kwh: Taksiran biaya produksi: Biaya bahan baku Biaya TK Langsung Biaya overhead pabrik (variabel dan tetap) Rp. 4.000.000.000 3.000.000.000 8.000.000.000 + Rp 15.000.000.000
Penentuan Harga Jual Barang & Jasa 28

Rp. 700.000.000 1.500.000.000 800.000.000+ Rp. 3.000.000.000 15.000.000.000 : 20%

Markup 20% dari taksiran biaya produksi Total harga jual Volume produk Harga jual listrik per Kwh

3.000.000.000 18.000.000.000 100.000.000 Rp. 180

Penentuan Harga Jual Barang & Jasa

29

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->