Kasus 1 Akuntan Publik Petrus Mitra Winata Dibekukan Sulistiono Kertawacana Wed, 28 Mar 2007 03:35:32 -0800 Kasus pelanggaran

Standar Profesional Akuntan Publik kembali muncul. Menteri Keuangan pun memberi sanksi pembekuan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membekukan izin Akuntan Publik (AP) Drs. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Mitra Winata dan Rekan selama dua tahun, terhitung sejak 15 Maret 2007. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Samsuar Said dalam siaran pers yang diterima Hukumonline, Selasa (27/3), menjelaskan sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. Selain itu, Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya, PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004. Selama izinnya dibekukan, Petrus dilarang memberikan jasa atestasi termasuk audit umum, review, audit kinerja dan audit khusus. Yang bersangkutan juga dilarang menjadi pemimpin rekan atau pemimpin cabang KAP, namun dia tetap bertanggungjawab atas jasa-jasa yang telah diberikan, serta wajib memenuhi ketentuan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL). Pembekuan izin oleh Menkeu tersebut sesuai dengan Keputusan Menkeu Nomor 423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menkeu Nomor 359/KMK.06/2003. Pembekuan izin yang dilakukan oleh Menkeu ini merupakan yang kesekian kalinya. Pada 4 Januari 2007, Menkeu membekukan izin Akuntan Publik (AP) Djoko Sutardjo dari Kantor Akuntan Publik Hertanto, Djoko, Ikah & Sutrisno selama 18 bulan. Djoko dinilai Menkeu telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit dengan hanya melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Myoh Technology Tbk (MYOH). Penugasan ini dilakukan secara berturut-turut sejak tahun buku 2002 hingga 2005. Sebelumnya, di bulan November tahun lalu, Depkeu juga melakukan pembekuan izin terhadap Akuntan Publik Justinus Aditya Sidharta. Dalam kasus ini, Justinus terbukti telah melakukan pelanggaran terhadap SPAP berkaitan dengan Laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT Great River International Tbk (Great River) tahun 2003. Kasus Great River sendiri mencuat ke publik seiring terjadinya gagal bayar obligasi yang diterbitkan perusahaan produsen pakaian tersebut. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengindikasikan terjadi praktik overstatement (pernyataan berlebihan) penyusunan laporan keuangan yang melibatkan auditor independen, yakni akuntan publik Justinus Aditya Sidharta. Cukup satu saksi ahli

seorang auditor yang mempunyai kepentingan keuangan yang cukup besar dalam perusahaan yang diauditnya. dalam Pasal 101 ayat 3 h UU Pasar Modal disebutkan. Pemanggilan saksi ahli oleh penyidik Bapepam-LK ini dibenarkan oleh UU No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Namun bagaimanapun juga masyarakat tidak akan percaya. namun sulit untuk mengharapkan masyarakat mempercayainya sebagai orang yang independen. independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. Pasca pengambilan keterangan akuntan publik. mungkin ia benar-benar tidak memihak dalam menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan tersebut. Auditor independen tidak hanya berkewajiban mempertahankan fakta bahwa ia independen. Standar Profesi Akuntan Publik mengatur secara khusus mengenai independensi akuntan publik dalam standard umum kedua (SA. Alasannya. Dalam waktu dekat ini. kata Wahyu. Berkas itu. otoritas pasar modal segera menyusun berkas pemeriksaan overstatement laporan keuangan Great River yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan. Bisa dari IAI atau siapapun. bahwa ia bersikap jujur dan tidak memihak. Kasus 2 ”Auditor memperoleh kontrak untuk mengawasi kantor klien. “Penyidikan Great River masih pada tahap penyempurnaan. . namun ia harus pula menghindari keadaan yang dapat menyebabkan pihak luar meragukan sikap independennya. akuntan yang akan ditetapkan sebagai saksi ahli segera diumumkan oleh otoritas pasar modal itu. Kalau sudah cukup dengan saksi ahli itu.” sambungnya. meskipun ia telah melakukan keahliannya dengan jujur. sedangkan pada saat yang bersamaan dia juga melakukan penugasan audit atas laporan keuangan klien tersebut” Seorang auditor yang mengaudit perusahaan dan ia juga memberi jasa lain selain jasa audit kepada perusahaan yang diauditnya tersebut. 1. akan dibuat terpisah dari berkas pemeriksaan direksi. Demikian juga halnya. menandatangani bukti kas keluar untuk pembayaran dan menyusun laporan operasional berkala. Masyarakat akan menduga bahwa kesimpulan dan langkah yang diambil oleh auditor independen selama auditnya dipengaruhi oleh kedudukannya di perusahaan tersebut.Terhadap kasus Great River. pekan lalu.220) yang berbunyi: “Dalam semua hal yang berkaitan dengan penugasan. saat ini Bapepam-LK sedang meminta penilaian independen dari saksi ahli untuk menuntaskan pemeriksaan kasus overstatement laporan keuangan emiten berkode saham GRIV itu. langsung kami berkas. yang pasti independen. “Satu saksi ahli cukup. Ditambahkan oleh Wahyu saksi ahli kasus Great River bisa diambil dari anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) asalkan independen. kami menyiapkan saksi ahli dari akuntan publik.” tuturnya kepada pers. penyidik Bapepam-LK berwenang meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang pasar modal. Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK Wahyu Hidayat mengatakan akuntan publik akan dipanggil untuk memberikan penilaian terhadap kasus laporan keuangan Great River.

Dalam pemeriksaan atas laporan keuangan yang disiapkan dari catatan dan buku klien yang sebagian atau seluruhnya dibuat oleh akuntan public. 2. Kenyataan bahwa akuntan publik tersebut yang memproses atau menyusun catatan-catatan itu tidak boleh mengurangi kebutuhan melakukan pengujian audit yang memadai. Kasus 3 Kredit Macet Rp 52 Miliar. harus sesuai dengan standar auditing yang berlaku umum. akuntan publik yang bersangkutan harus membicarakan masalah-masalah akuntansi dengan klien untuk memastikan bahwa kliennya sudah memiliki tingkat pemahaman yang dibutuhkan. Jika diperlukan. sehingga cenderung tidak independen di dalam melaksanakan audit. Akuntan Publik Diduga Terlibat . Pemberian jasa lain selain jasa audit mungkin mengharuskan kantor akuntan membuat keputusan tertentu untuk kliennya sehingga posisi akuntan publik menjadi tidak independen dalam melaksanakan jasa audit. Kantor akuntan yang melaksanakan pemberian jasa lain selain jasa audit mungkin mempunyai hubungan yang sangat erat dengan manajemen klien sehingga kemungkinan kurang independen di dalam melaksanakan audit. Akuntan public harus tidak memegang peranan sebagai pegawai atau manajemen yang menjalankan operasi perusahaan. termasuk secara kewajaran penilaian dan penyajian serta kecukupan pengungkapannya. harga dirinya dipertaruhkan untuk keberhasilan kliennya. penanganan aktiva.”Pemberian jasa lain selain jasa audit kemungkinan dapat berakibat akuntan publik kehilangan independensinya. seperti pengendalian terhadap total dan perhitungan di dalam dokumen. 1. Terdapat tiga persyaratan penting yang harus dipenuhi auditor sebelum diterima melaksanakan jasa pembukuan dan audit bagi klien Klien harus menerima tanggungjawab penuh atas laporan keuangan tersebut. 2. 3. Sebagai contoh. atau menjalankan wewenang atas nama klien. Klien tersebut harus menyiapkan dokumen sumber semua transaksi dengan rincian yang cukup guna mengidentifikasikan pengendalian akuntansi atas data yang diproses oleh akuntan public. akuntan publik tidak boleh melakukan transaksi. Kantor akuntan merasa bahwa dengan pemberian jasa selain jasa audit tersebut. 4. Klien harus cukup mempunyai pengetahuan tentang aktivitas perusahaannya dan posisi keuangan serta prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan sehingga ia dapat menerima tanggung jawab tersebut dengan baik. 3. Hal ini mungkin disebabkan beberapa alasan sebagai berikut: Kantor akuntan yang memberikan saran-saran kepada klien cenderung memihak kepada klien cenderung memihak pada kepentingan kliennya sehingga dapat kehilangan independensi di dalam melaksanakan pekerjaan audit.

Keterangan dan fakta tersebut terungkap setelah tersangka Effendi Syam diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik dalam kasus tersebut di Kejati Jambi. 18 Mei 2010 | 21:37 WIB KOMPAS/ LUCKY PRANSISKA JAMBI. Tersangka Effendi Syam melalui kuasa hukumnya berharap pihak penyidik Kejati Jambi dapat menjalankan pemeriksaan dan mengungkap kasus dengan adil dan menetapkan siapa saja yang juga terlibat dalam kasus kredit macet senilai Rp 52 miliar. Kasus kredit macet yang menjadi perkara tindak pidana korupsi itu terungkap setelah kejaksaan mendapatkan laporan adanya penyalahgunaan kredit yang diajukan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor. kuasa hukum tersangka Effendi Syam. KOMPAS. pegawai BRI yang terlibat kasus itu. Selasa (18/5/2010) mengatakan. diduga terlibat kasus korupsi dalam kredit macet.com – Seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan Raden Motor untuk mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang Jambi pada 2009.Selasa. terungkap ada dugaan kuat keterlibatan dari Biasa Sitepu sebagai akuntan publik dalam kasus ini. Sementara itu pihak penyidik Kejaksaan yang memeriksa kasus ini belum mau memberikan komentar banyak atas temuan keterangan hasil konfrontir tersangka Effendi Syam dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik tersebut. namun dalam laporan keuangan yang diberikan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor ada data yang diduga tidak dibuat semestinya dan tidak lengkap oleh akuntan publik.” tegas Fitri. setelah kliennya diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan para saksi. Fitri Susanti. “Ada empat kegiatan laporan keuangan milik Raden Motor yang tidak masuk dalam laporan keuangan yang diajukan ke BRI. sehingga terungkap kasus korupsinya. Hasil pemeriksaan dan konfrontir keterangan tersangka dengan saksi Biasa Sitepu terungkap ada kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam mengajukan pinjaman ke BRI. Ada empat kegiatan data laporan keuangan yang tidak dibuat dalam laporan tersebut oleh akuntan publik. Hal ini terungkap setelah pihak Kejati Jambi mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut pada kredit macet untuk pengembangan usaha di bidang otomotif tersebut. sehingga terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan korupsinya. Dalam kasus ini pihak Kejati Jambi baru menetapkan dua orang tersangka. pertama Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor yang mengajukan pinjaman dan tersangka Effedi Syam dari BRI . sehingga menjadi temuan dan kejanggalan pihak kejaksaan dalam mengungkap kasus kredit macet tersebut. Semestinya data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan ke BRI saat itu harus lengkap.

pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. Analisis kasus 1 : Dalam kasus di atas. maka sebagai seorang akuntan publik. Pernyataan mengenai ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum 9. Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya. Perencanaan dan supervise audit 5. dan obyektivitas 2. Keahlian dan pelatihan teknis yang memadai 2. Sebagai seorang akuntan publik. Independensi dalam sikap dan mental 3. Selain itu. Ketika memang dia harus melakukan jasa audit. sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Keterlibatan itu karena Biasa Sitepu tidak membuat empat kegiatan data laporan keuangan milik Raden Motor yang seharusnya ada dalam laporan keuangan yang diajukan ke BRI sebagai pihak pemberi pinjaman. Standar umum dan prinsip akuntansi . Bukti audit yang cukup dan kompeten 7. 10 Standar Auditing (SA) menyebutkan standar apa saja yang harus ada atau dilakukan dalam proses auditing : 1. akuntan publik (Biasa Sitepu) diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi dalam kredit macet untuk pengembangan usaha Perusahaan Raden Motor. PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004. Jika dugaan keterlibatan akuntan publik di atas benar. Pernyatan apakah Lapkeu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum 8. Pengungkapan informasi dalam Lapkeu 10. Independensi. Biasa Sitepu seharusnya menjalankan tugas dengan berdasar pada etika profesi yang ada. Begitu juga dengan kasus-kasus pembekuan izin terhadap akuntan publik yang lain dalam berita di atas. integritas. Empat kegiatan data laporan keuangan tersebut tidak disebutkan apa saja akan tetapi hal itu telah membuat adanya kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan tersebut. Sehingga dalam hal ini terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan korupsi. maka audit yang dilakukan pun harus sesuai dengan Standar Auditing (SA) dalam SPAP.yang saat itu menjabat sebagai pejabat penilai pengajuan kredit. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern 6. Untuk kasus yang pertama. Lima aturan etika itu adalah : 1. Kemahiran professional dengan cermat dan seksama 4. Ada lima aturan etika yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP). Petrus seharusnya mematuhi Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang berlaku. Pernyataan pendapat atas Lapkeu secara keseluruhan Analisis kasus 3 : Dalam berita ini.

com/akhi@yahoogroups.Publik. SE. Dosen Pengajar STIE Jayakarta ) http://www. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi 5. SE. Kesimpulannya dibutuhkan suatu sikap jujur dalam sebuah pekerjaan.com/read/2010/05/18/21371744/Akuntan. Tanggung jawab kepada klien 4.wikipedia. Tanggung jawab dan praktik lain Aturan-aturan etika ini harus diterapkan oleh anggota IAI-KAP dan staf professional (baik yang anggota IAI-KAP maupun yang bukan anggota IAI-KAP) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP).mail-archive.com/2010/01/04/etika-profesi-akuntansi/ http://id. Ak 2) Sofyan Syafry Harahap ( Proffesor of Accounting Trisakti University) 3) Rifki Gunawan. Daftar Pustaka Di kutip dari Blog 1) Dr.html http://regional. M. Biasa Sitepu dalam menjalankan tugasnya harus mempertahankan integritas dan obyektivitas.Ak (Auditor BPK RI.com/msg00614..Terlibat http://mamanibnussalam.org/wiki/Kode_Etik_Profesi_Akuntan_Publik . M.Diduga..wordpress. Ak.3. Dedi Kusmayadi...com/2010/11/22/etika-profesi/ http://devin27.kompas. harus bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak boleh membiarkan faktor salah saji material (material misstatement) yang diketahuinya atau mengalihkan pertimbangannya kepada pihak lain.wordpress.apalagi sebagai auditor karena selain tanggung jawab terhadap klien ada pertanggung jawaban yang lebih besar yaitu kepada tuhan yang maha esa.Si.