BAB I PENDAHULUAN

A. Sejarah Singkat Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam. B. Jenis Tanaman Klasifikasi botani tanaman padi adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monotyledonae Keluarga : Gramineae (Poaceae) Genus : Oryza Spesies : Oryza spp.

Terdapat 25 spesies Oryza, yang dikenal adalah O. sativa dengan dua subspecies yaitu Indica (padi bulu) yang ditanam di Indonesia dan Sinica (padi cere). Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan. Varietas padi gogo lokal yang berasal dari Kalimantan yang masih diminati oleh petani karena daya adaptifnya yang baik antara lain : varietas Buyung, Cantik, Katumping, Sabai dan Sasak Jalan. Demikian pula di Sumatera varietas lokal seperti Arias, Simaritik, Napa, Jangkong, Klemas, Gando, Seratus Malam, dll. Varietasvarietas lokal umumnya selain berumur panjang, potensi hasilnya rendah sekitar 2 ton GKG/ha. Namun kelebihannya varietas lokal mempunyai rasa enak yang sesuai dengan etnis daerah setempat. Selain itu varietas lokal toleran terhadap keadaan lahan yang marjinal, tahan

1

E. Tanaman padi gogo dapat tumbuh pada berbagai agroekologi dan jenis tanah. D. Sedangkan persyaratan utama untuk tanaman padi gogo adalah kondisi tanah dan iklim yang sesuai. Manfaat Tanaman Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama di kebanyakan Negara Asia. memerlukan masukan (pupuk dan pestisida) yang rendah. pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor genetis dan faktor lingkungan. Hal ini disebabkan kebutuhan air untuk padi gogo hanya mengandalkan curah hujan. Karena pemeliharaan yang kurang intensif. Pada tahun itu hampir 22. Madura.881. Varietas Gajah Mungkur dan Kalimutu yang dilepas tahun 1994 cocok dikembangkan pada lahan-lahan kering yang tersebar di kawasan Nusa Tenggara.591. Varietas Danau Atas. C. Produksi padi nasional adalah 47.764 ha. dan akhir-akhir ini Kalimantan.5 % produksi padi nasional dipasok dari Jawa Barat.869. Faktor lingkungan yang paling penting adalah tanah dan iklim serta interaksi kedua faktor tersebut.293. 2 . Dengan adanya krisis ekonomi. sedangkan dengan kultur teknis yang baik hasil padi sawah mencapai 6-7 ton/ha.000 ha dengan rata-rata hasil 4. sentra padi Jawa Barat seperti Karawang dan Cianjur mengalami penurunan produksi yang berarti. Bali. Syarat Pertumbuhan Pada dasarnya dalam budidaya tanaman. Faktor iklim terutama curah hujan merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan budidaya padi gogo. Negara-negara lain seperti di benua Eropa. Danau Tempe dan Laut Tawar merupakan varietas yang cocok dibudidayakan pada lahan podsolik merah kuning. Cianjur). Varietas unggul padi gogo telah dilepas sejak tahun 1960-1994.35 ton/ha/tahun. serta pemeliharaan mudah dan sederhana. Selain itu jerami padi dapat digunakan sebagai penutup tanah pada suatu usaha tani. Australia dan Amerika mengkonsumsi beras dalam jumlah yang jauh lebih kecil daripada negara Asia. Produksi padi nasional sampai Desember 1997 adalah 46. Sentra Penanaman Pusat penanaman padi di Indonesia adalah Pulau Jawa (Karawang.874 ton yang meliputi area panen 9. hasil padi gogo hanya 1-3 ton/ha. Sulawesi. Pada tahun 1992 luas panen padi mencapai 10.000 ton.terhadap beberapa jenis hama dan penyakit.

pada lapisan tanah setebal 0 – 30 cm. jika ada harus < 50%. berdebu halus. Iklim Padi gogo memerlukan air sepanjang pertumbuhannya dan kebutuhan air tersebut hanya mengandalkan curah hujan. 25% bagian air.1. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman. dan 25% bagian udara. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Sebaiknya tanah tidak berbatu. Struktur tanah yang cocok untuk tanaman padi gogo ialah struktur tanah yang remah. Pada pH tanah yang lebih 3 .0. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan selama 3 bulan berturut-turut atau 1500-2000 mm/tahun. Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan. walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena penyerbukankurang intensif.500 m dpl dengan temperature 19-230C. Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 450 LU sampai 450 LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. kimia dan biologi tanah atau dengan kata lain kesuburannya. sehingga jenis tanah tidak begitu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo. Di Indonesia memiliki panjang radiasi matahari ± 12 jam sehari dengan intensitas radiasi 350 cal/cm2/hari pada musim penghujan. berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Tanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi. Untuk pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan keseimbangan perbandingan penyusun tanah yaitu 45% bagian mineral. 2.5 sampai 8. Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperature 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1. Sedangkan yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil adalah sifat fisik. Di musim hujan. 5% bahan organik. Tanah Padi gogo harus dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Intensitas radiasi ini tergolong rendah jika dibandinkan dengan daerah sub tropis yang dapat mencapai 550 cal/cm2/hari. Keasaman (pH) tanah bervariasi dari 5. Tanah yang cocok bervariasi mulai dari yang berliat.

Bagaimana teknik budidaya tanaman padi gogo yang dianjurkan. 2. Adapun rumusan permasalahanya adalah sebagai berikut : 1. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : 1. Bagaimana teknik budidaya yang digunakan oleh petani daerah kabupaten Ketapang kecamatan Sandai. sedangkan bila pH lebih besar dari 8. F. 2.rendah pada umumnya dijumpai gangguan kekahatan unsur P.0 dapat mengalami kekahatan Zn. Untuk mengetahui tehnik budidaya tanaman padi gogo yang dianjurkan. Permasalahan Rendahnya produktivitas padi gogo di Kalimantan Barat terutama di kabupaten Ketapang kecamatan Sandai berbanding sangat jauh dengan hasil produktivitas padi gogo secara umum seperti hasil pertanian padi gogo di pulau jawa. Untuk mengetahui teknik budidaya yang dilakukan oleh para petani di kabupaten Ketapang kecamatan Sandai secara umum. keracunan Fe dan Al. 4 . G.

Pengolahan lahan Pengolahan tanah dilakukan dengan beberapa tahapan seperti : Pembersihan tanaman pengganggu ( rambang) dengan menggunakan parang (dilakukan penebasan).BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penyiangan terhadap gulma dilakukan apa bila terdapat banyak gulma dengan menggunakan parang atau penyemprotan herbisida. malah ada yang menggunakan 2 metode tersebut diatas secara bersaman. 1. 4. Waktu tanam Waktu tanam dilakukan pada bulan Oktober hingga September hal ini biasanya bertepatan dengan awal musim hujan. 3. Penanaman Para petani setempat melakukan penanaman dengan cara ditugal namun ada juga beberapa petani melakukan penanaman dengan teknik sebar. Penyangkulan tanah atau pembajakan menggunakan mesin traktor. Pemeliharaan Hal yang tidak pernah dilakukan petani setempat adalah melakukan penyiraman mereka hanya menggunakan curah hujan untuk kebutuhan air pada tanaman mereka. selain penebasan ada juga petani yang menggunakan herbisida sistemik maupun kontak untuk membasmi tanaman tersebut. Hasil Hasil pengamatan dilakukan kepada petani padi yang membudidayakan padi gogo di kabupaten Ketapang kecamatan Sandai dari hasil pengamatan dengan metode wawancara didapatkan dat teknik budidaya padi gogo. Sedangkan pemupukan biasanya hanya dilakukan pada saat 5 . 2. karena curah hujan kadang tidak pasti biasanya para petani menunggu hujan telah turun beberapa kali baru kemudian melakukan penanaman. Pemberian pupuk anorganik (urea).

Dosis pupuk yang digunakan para petani terkadang tidak sesuai dengan anjuran karena penggunaan pupuk oleh mereka asal-asalan tidak pernah menggunakan perhitungan dalam penggunaanya. B. Sedangkan syarat benih yang baik: 6 . Produktivitas. Panen Panen dilakukan menggunakan sabit oleh seluruh anggota keluarga atau petani lain yang ikut membantu dengan sistem gotong royong. Pembahasan Teknik Budidaya Yang Direkomendasikan Untuk Padi Gogo A. 6. Kesesuaiannya terhadap lingkungan tumbuh (ketinggian tempat. 5. dan babi hutan ini dikarenakan masih terdapat banyaknya areal hutan dan lokasi pertanian yang dekat dengan hutan. 2. Umur tanaman yang erat kaitannya dengan curah hujan yang ada dan pola tanam. Pemilihan Varietas Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan varietas padi gogo untuk diusahakan di suatu daerah antara lain adalah. Sementara untuk pengendalian hama burung para petani menggunakan orang-orangan. 3. 4. Hama dan penyakit Hama yang ditemui biasanya tikus. iklim). 1.penyiapan lahan selanjutnya petani tidak melakukannya lagi. Penyakit yang sering merugikan dan banyak ditemui adalah blas. untuk tikus mereka melakukan pengendalian alami memanfaatkan predator sebagai pemangsa namun untuk babi hutan mereka menggunakan pengendalian teknik seperti memburu dengan menggunkan senapan. burung. Ketahanan terhadap hama dan penyakit.

potongan jerami. tanah dan hama gudang. 3. tanah dibalik. setelah tumbuh sekitar 60 cm (tidak sedang berbunga) baru diadakan penyemprotan. Cara pengolahan tanah adalah sebagai berikut: 1. c) Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya. d) Daya perkecambahan >80%. Tanah dibiarkan sampai hujan turun. 7 . Dalam budidaya tanpa olah tanah untuk mengendalikan gulma digunakan herbisida. B. aerasi dan kelembaban tanah. Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase.a) Tidak mengandung gabah hampa. 2. Takaran herbisida jenis Roundup antara 5-6 l/ha dengan pelarut air antara 200-800 l/ha. 4. Karena jika dilakukan pengolahan tanah justru akan merugikan disamping menambah biaya juga menyebabkan tanah lebih peka terhadap erosi sehingga kesuburannya menurun. Pemupukan organik diberikan pada waktu pembajakan yang kedua sebanyak 20 ton/ha. Pengolahan tanah dilakukan sesuai kondisi lahan. yaitu menciptakan keseimbangan antara padatan. kerikil. Sebelum aplikasi herbisida dilakukan. Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm. sehingga sistem olah tanah minimum lebih ekonomis. b) Warna gabah sesuai aslinya dan cerah. Ada lahan yang perlu pengolahan tanah sedikit (minimum tillage) atau bahkan tidak perlu pengolahan tanah (zerro tillage) seperti tanah podzolik merah Kuning di Sumatra yang memiliki tingkat kemiringan > 10%. Pengolahan Lahan Pengolahan tanah untuk pertanaman padi gogo dimulai sebelum atau menjelang musim penghujan. tanah digaru lalu diratakan. Untuk menghaluskan tanah. Pada prinsipnya pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. 5. gulma (terutama alang-alang) direbahkan atau dibakar terlebih dahulu. Demikian pula hasil padi yang diperoleh antara sistem olah tanah sempurna dengan oleh tanah minimum tidak berbeda nyata.

C. D. Bahkan ada petani yang telah menebar benih pagi gogo sebelum hujan turun atau yang lebih dikenal dengan sistem Sawur tinggal. Kelemahan dari cara ini antara lain : Memerlukan benih lebih banyak Resiko benih dimakan hama lebih tinggi. Guna mengendalikan rumput sebaiknya diaplikasikan herbisida pra tumbuh sebelum sebar benih. awal musim penghujan (Oktober – Nopember). karena di permukaan Tanaman lebih peka terhadap kekeringan atau kekurangan air. Cara tanam disebar Cara tanam ini dilakukan dengan menyebar rata diatas permukaan tanah atau lahan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Untuk mengurangi resiko atau kelemahan tersebut maka perlu dilakukan antisipasi seperti pembuatan saluran drainase atau parit-parit sehingga terbentuk bedeng-bedeng untuk mencegah genangan air. Resiko benih hanyut jika terjadi hujan lebat lebih tinggi Lebih sulit dalam perawatan. termasuk pengendalian gulma. Sistem tanam sawur tinggal dapat dianjurkan pada daerah-daerah yang memiliki curah hujan sedikit (bulan basah antara 3 – 4 bulan) per tahun dan sulit mendapatkan tenaga kerja. yaitu berkisar 60 – 70 kg/ha. Waktu tanam Penaman yang baik dilakukan setelah terdapat 1 – 2 kali hujan. 8 . Penanaman Penanaman padi gogo pada dasarnya dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu : 1. Penggunaan seed treatment untuk menanggulangi hama. Kebutuhan benih pada cara ini biasanya lebih banyak dibandingkan cara yang lain. Cara tanam ini mempunyai keuntungan tenaga kerja tanam yang dibutuhkan sedikit.

Sebaiknya sebelum ditanam benih direndam sekitar 6 – 12 jam. semakin baik kualitas benih. Jarak tanam atau jarak antar larik dan jumlah benih/lubang/ha sangat tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan kualitas benih yang ditanam. E. Cara tanam tugal Pada cara tanam ini lahan yang sudah siap dibuat lubang-lubang tanam dengan menggunakan tugal. jumlah benih dan cara tanam dapat berpengaruh terhadap hasil padi gogo di lahan kering. Pada umumnya untuk pertanaman padi gogo menggunakan jarak tanam 20 x 20 cm. Kemudian dalam alur tersebut disebarkan benih padi secara iciran. Jarak tanam. Semakin subur tanah. dengan jarak antar alur 20 – 25 cm. dan perawatan tanaman akan lebih mudah. Pemeliharaan 1. Kebutuhan benih cara tanam alur ini berkisar antara 40 – 50 kg/ha. maka semakin sedikit jumlah benih yang diperlukan. jadi lebih sedikit dibandingkan dengan sistem sebar. Penyiraman Penyulaman Padi Gogo dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam. Setelah itu benih dalam alur ditutup kembali dengan tanah. Cara tanam alur Lahan yang telah dipersiapkan dibuat alur-alur sedalam 3 – 4 cm. artinya benih padi dijatuhkan secara manual dengan tangan dan diatur sedemikian rupa sehingga benih jatuh dalam alur tersebut secara merata. Oleh karena itu cara ini yang paling banyak dipraktekkan oleh petani meskipun memerlukan tenaga kerja tanam lebih banyak dibandingkan cara sebat atau alur. Pada cara tanam dengan tugal ini kebutuhan benihnya ± 30 kg/ha. Demikian pula. 9 . kemudian dikeringanginkan sekitar 6 – 12 jam. 3. Setelah lubang bekas tugal terbentuk kemudian 2 – 3 butir benih dimasukkan ke dalam setiap lubang tanam dan selanjutnya ditutup kembali dengan tanah. jarak tanam dapat semakin rapat.2.

Tabel : waktu dan cara pemberian pupuk anorganik pada pertanaman padi gogo Jenis Pupuk Waktu pemupukan Cara Pemupukan 0 hst Urea 14 hst 1/6 bag - 42 hst 1/2 bag - 55 hst Ditugal/alur - 1/3 bag TSP KCl 1 bag - Dalam alur/ sebar Dalam alur/sebar 1 bag - - - campur tanah 10 . Pemberian pupuk organik (pupuk kandang atau kompos). Pupuk ini dipakai untuk meningkatkan kandungan C organik tanah dan meningkatkan kehidupan mikroorganisme tanah. Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. pada dosis yang sesuai kebutuhan tanaman berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil. 75 kg/ha TSP dan 50 kg/ha KCl. Pupuk urea . Penyiangan Dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil.2. Jenis pupuk anorganik yang diberikan berupa 150-200 kg/ha Urea. sabit atau dengan tangan waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 8 minggu. Pupuk organi diaplikasikan pada saat penyiapan lahan. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai. Dosis pupuk pada pertanaman padi gogo harus disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanahnya. 3. TSP maupun KCl sebaiknya diberikan dalam alur atau ditugal kemudian ditutup kembali dengan tanah untuk mencegah kehilangan unsurnya. Pemupukan Pupuk yang digunakan dalam budidaya padi gogo sebaiknya dikombinasikan antara pupuk organik dan pupuk anorganik. dapat memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah. Sedangkan pemberian pupuk anorganik yang dapat menyediakan hara dalam waktu cepat.

Larva dari lalat ini menimbulkan kerusakan pada tanaman muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat pengendalian gulma yang terlambat satu bulan dapat menurunkan hasil sampai 17% (Lamid. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan seed treatment 11 . Larva menyerang anakan tanaman padi yang sedang tumbuh. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman a. sehingga anakan mati seperti terserang sundep. Penggunaan varietas yang tahan seperti Arias. Hama tanaman padi gogo 1) Hama lalat bibit Lalat bibit (Atherigona oryzae) termasuk hama penting pada padi gogo. Pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan dengan penanaman padi gogo pada awal musim hujan. Pengendalian gulma Gulma yang tumbuh pada pertanaman padi gogo di lahan kering dapat digolongkan menjadi golongan gulma berdaun lebar. Pelaksanaannya dilakukan pada saat tanaman berumur 14 – 28 hari dan 60 hst. Secara mekanis gulma dapat dikendalikan dengan menggunakan cangkul atau kored. tetapi akan terlambat masak sekitar 7 – 10 hari. golongan rumput dan golongan teki.1984). Pengendalian gulma dilakukan secara kultur teknis dan secara kimiawi dengan menggunakan herbisida. Seratus Malam Danau atas juga dapat dilakukan. Anakan yang dapat bertahan daunnya cacat dan mudah sobek dan pada umumnya tanaman yang terserang hama ini dapat sembuh. Ronstar 25 EC dan Gasafax 80 WP b. Sedangkan untuk mengendalikan gulma secara kimiawi dengan herbisida. dapat mengikuti petunjuk dari hasil Penelitian Puslitbangtan Bogor tentang jenis herbisida yang dapat digunakan untuk pertanaman padi gogo seperti Satunil 60 EC.Keterangan : Bag = bagian dari dosis yang digunakan Hst = haris setelah tanam 4. Z.

(2) penerapan pola tanam. IR 48. hama ini membutuhkan kelembaban tanah yang tinggi. membersihkan lingkungan. Progo dsb. Dengan pengolahan tanah yang dalam. Pemakaian bahan organik juga dapat mendorong hama lundi. Sedangkan setelah tanaman berumur 7 hari dapat dilakukan penyemprotan dengan Dekasulfan 350 EC. Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC dengan dosis sesuai petunjuk pada label. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Tanaman padi yang terserang menjadi kerdil dan kayu. telur dan larva akan terangkat ke permukaan tanah sehingga dapat dirusak oleh sinar matahari atau musuh alaminya. jangan menanam padi lebih dari 2 kali musim tanam pertahun (3) pembajakan sisa-sisa panen dengan segera (4) pemberian pupuk nitrogen secara bertahap.menggunakan Larvin 75 WP atau Marshall 25 ST. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering. Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. 12 . yaitu kira-kira terjadi setelah 3 minggu turun hujan. 2) Hama lundi Hama lundi (Phillophaga helleri) atau lebih dikenal dengan hama uret termasuk hama penting pada pertanaman padi gogo. kepinding dan kumbang lebah. sekelompok tnaman seperti terbakar. Cimanuk. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemportan insektisida Applaud 10 WP. IR 64. melepas musuh alami seperti laba-laba. Disamping itu hama lundi menyukai tanaman yang berakar serabut. wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Insektisida yang efektif untuk hama lundi adalah Furadan atau Dharmafur 3 G yang diberikan dekat alur tanaman pada saat tanam dengan dosis 10 kg/ha. Wereng ini dapat menularkan virus. tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. 3) Hama wereng coklat Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens). karena larva yang baru menetas akan makan bahan organik yang ada di dalam tanah. menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36. Untuk hidupnya. Stadia yang merusak dari hama lundi adalah larvanya. Pengendalian: (1) bertanam padi serempak. Pengendalian hama lundi secara kultur teknis dapat dilakukan dengan penundaan pengolahan tanah sampai kumbang dewasa selesai bertelur.

penggunaan pestisida dengan tepat. melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu. melepas musuh alami seperti jangkrik. (2) dengan insektisida Rabcide 50 WP.4) Walang sangit (Leptocoriza acuta) Menyerang buah padi yang masak susu dengan cara menghisap cairan di dalamannya. berwarna coklat dan tidak enak. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi. Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. 5) Hama tikus (Rattus argentiventer) Tanaman padi akan mengalami kerusakan parah apabila terserang oleh hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup besar. Dharmacin 50 WP. 13 . buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Dharmabas 500 EC. (2) menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC. Pengendalian: (1) merendam benih di dalam air panas. memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras. gropyokan. biji kecambah busuk dan kecambah mati. pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. peningkatan kebersihan. Kiltop 50 EC. Pengendalian: pergiliran tanaman. malai. Pengendalian: (1) bertanam serempak. mengumpulkan dan memunahkan telur. sanitasi. menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15). c. menanam padi tahan penyakit ini. Gejala: menyerang pelepah. padi dewasa busuk kering. Gejala: dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut. Penyakit tanaman padi gogo 1) Bercak daun coklat Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae). intensif dan teratur. pemupukan berimbang.

) Penyebab: jamur Cercospora oryzae. Pengendalian: (1) membakar sisa jerami. gejala terlihat pada tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. menanam varietas unggul yang tahan (laut tawar. Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun. Proses pembungaan dan pengisian biji terhambat. Fongorene 50 WP. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi. buku pada malai dan ujung tangkai malai.2) Blast Penyebab: jamur Pyricularia oryzae. Serangan menyebabakn daun. Tampak gari-garis atau bercak-bercak sempit memanjang berwarna coklat sepanjang 2-10 mm. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini seperti Citarum. danau atas. 4) Busuk pelepah daun Penyebab: jamur Rhizoctonia sp. (2) menyemprotkan fungisida pada saat pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini. Gejala: menyerang daun dan pelepah. (2) menyemprotkan fungisida Benlate T 20/20 WP atau Delsene MX 200. (3) pergiliran varietas (4) menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC. 14 . mencelupkan benih ke dalam larutan merkuri. menggenangi sawah. (2) pemberian pupuk berimbang. tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. IR 43. Proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. dll). gelang buku. 3) Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot. Gejala: menyerang daun. khusuasya antara nitrogen dan fosfat di saaat pertengahan fase vegetative dan fase pembentukan bulir.

pangkal mulai patah. mencelupkan benih pada larutan merkuri. dengan alat Reaper binder panen dapat dilakukan selama 15 jam untuk setiap hektar. Kerusakan yang diderita tidak terlalu parah. tanaman padi. Penyakit tidak menimbulkan kerugian besar. malai dan biji menjadi kecoklatan hingga coklat ulat.4%. akar membusuk. Sebelum pemanenan. Panen sebaiknya dilakukan pada fase masak panen yang dicirikan dengan kenampakkan >90% gabah sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga). simpan hasil panen di suatu wadah atau tempat yang dialasi. Gejala: menyerang malai dan biji muda. Panen dengan menggunakan mesin akan menghemat waktu. Panen Umur panen padi gogo bervariasi tergantung varietas dan lingkungan tumbuh. yaitu pada saat jerami mulai mengering. dalam satu malai hanya beberap butir saja yang terserang. sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam untuk 1 hektar. gunakan sabit tajam untuk memotong pangkal batang. dilakukan pengeringan sawah 7-10 hari sebelum panen. Panen yang dilakukan pada fase masak lewat panen. bisa mencapai 3. Gejala: malai dan buah padi dipenuhi spora.5) Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. menyemprotkan fungisida pada malai sakit. daun terkulai. 5. Pengendalian: memusnahkan malai yang sakit. Perontokan hasil panen menggunakan pedal thresher. Pengendalian: merenggangkan jarak tanam. Perontokan dengan pengebotan (memukul-mukul batang padi pada papan) sebaiknya dihindari karena kehilangan hasilnya cukup besar. dapat mengakibatkan banyak gabah yang rontok saat dipanen. 6) Penyakit noda/api palsu Penyebab: jamur Ustilaginoidea virens. Kegiatan yang dilakukan pasca panen seperti berikut : 15 . bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau dan kadar air gabah 21-26 %.

16 . Pembersihan. 4. Kadar kotoran tidak boleh lebih dari 3 %. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7. 3. waktu dapat dihemat. Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi atau dengan blower manual. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller). dihempas/dibanting (± 16 jam orang untuk 1 hektar) dilakukan dua kali di dua tempat terpisah. Dengan menggunakan mesin perontok.1. Secara tradisional padi dijemur di halaman. Lakukan secepatnya setelah panen. Perontokan. Jika menggunakan mesin pengering. 2. Penyimpanan.8 jam orang untuk 1 hektar hasil panen. Gabah dimasukkan ke dalam karung bersih dan jauhkan dari beras karena dapat tertulari hama beras. Jemur gabah selama 3-4 hari selama 3 jam per hari sampai kadar airnya 14%. kebersihan gabah lebih terjamin daripada dijemur di halaman. gunakan cara diinjak-injak (±60 jam orang untuk 1 hektar).

peran padi gogo tidak kalah pentingnya. Pada dasarnya dalam budidaya tanaman. Penutup Dalam peningkatan ketahan pangan nasional. namun dari segi kualitas hasil tidak kalah dengan jenis padi sawah. 17 . pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor genetis dan faktor lingkungan. Meskipun memiliki umur yang lebih panjang. maka budidaya secara intensif perlu dilakukan sehingga kegiatan ladang secara berpindah dapat ditekan perkembangannya terutama untuk di daerah di luar Jawa. Agar diperoleh hasil yang maksimal. karena disamping menambah biaya juga menyebabkan tanah lebih peka terhadap erosi sehingga kesuburannya menurun.BAB III KESIMPULAN DAN PENUTUP A. Kesimpulan Padi gogo merupakan jenis padi yang dibudidayakan pada lahan marginal atau lahan kering dimana pemenuhan kebutuhan air tanaman tergantung pada hujan yang turun (tadah hujan). Demikian pula hasil padi yang diperoleh antara sistem olah tanah sempurna dengan oleh tanah minimum tidak berbeda nyata. awal musim penghujan (Oktober – Nopember) agar kebutuhan air teerpenuhi. terutama Sumatera. Kalimantan dan Nusa Tenggara karena sebagian besar wilayah ini berbukit-bukit dan merupakan jenis lahan kering. Tanaman padi gogo dapat tumbuh pada berbagai agroekologi dan jenis tanah. Oleh karena itu penaman yang baik dilakukan setelah terdapat 1 – 2 kali hujan. Ada lahan yang perlu pengolahan tanah sedikit (minimum tillage) atau bahkan tidak perlu pengolahan tanah (zerro tillage). Faktor lingkungan yang paling penting adalah tanah dan iklim serta interaksi kedua faktor tersebut. sehingga sistem olah tanah minimum lebih ekonomis. Pengolahan tanah yang sempurna justru merugikan. B. Padi ini pada umumnya lebih banyak diusahakan di daerah-daerah di luar Pulau Jawa.

Intensifikasi Padi Gogo. 2000. 1996. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Teguh Rahayu. Teknologi Budidaya Padi Gogo. Padi Lahan Marginal.P.R. F. 2007. Bogor Hantoro. Penebar Swadaya. Budidaya Tanaman Padi Dengan Teknologi Mig-6 plus.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Departemen Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. M. BPP Teknologi dan MiG-6 Plus 18 . Ungaran Noor. 1996.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful