     

Pada manusia ukuran kromosom kurang lebih 6 mikron. Kromosom berfungsi membawa sifat individu dan membawa informasi genetika, karena di dalam kromosom mengandung gen. Kromosom mengandung struktur yang terdiri dari benang-benang tipis yang melingkar-lingkar. Dalam setiap sel tubuh, kromosom berada dalam keadaan berpasang- pasangan. Kromosom yang berpasangan dan memiliki bentuk, ukuran dan komposisiyang sama disebut kromosom homolog. Setiap pasangan kromosom homolog berbeda dengan pasangankromosom homolog lainya. Kromosom sel tubuh terdapat sepasang-pasang (alelik) sehingga kromosom tubuh terdiri dari dua set. Dua set kromosom pada sel tubuh adalah diploid (2n). Pada sel kelamin (gamet) tidak terdapat pasang-pasangan atau hanya terdapat satu set kromosom. Satu set kromosom pada sel kelamin adalah haploid (n).

DNA DNA menyusun kromosom sekitar 35% dari keseluruhan kromosom. . golongan darah. Dpt. warna bulu dan sebagainya. Setiap gen mempunyai tugas & fungsi tertentu. Protein Protein ini terdiri atas histon yang bersifat basa dan nonhiston yang bersifat asam. Jadi gen inilah yang sebenarnya berfungsi mengatur sifat – sifat yang akan diwariskan dari induk kepada keturunanya.tidak dapat dibagi lagi dalam kromosom Kromosom pada organisme eukariotik tersusun dari bagian-bagian berikut. gen juga berefungsi mengatur perkembangan dan metabolisme individu. Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA. 2. warna rambut. Sifat dan fungsi utama gen Sifat Gen 1. Gen terdiri dari DNA (asam Nukleat). 2. Menyampaikan informasi genetik pd. Tempat gen didalam kromosom disebut lokus gen. Mengandung informasi genetik. Mengatur perkembangan/metabolisme sel 2. Generasi berikutnya 3. 1. 3. Setiap gen menempati tempat tertentu dalam kromosom. . Menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. Ada gen yang mengatur warna bunga . jenis rambut. bentuk hidung. 3.Zat terkecil yg. Sejumlah gen yang berderet pada kromosom masing-masing memiliki tugas khusus. Sifat tersebut ditentukan oleh kombinasi susunan basa nitrogen. RNA RNA menyusun kromosom sekitar 5% dari keseluruhan kromosom. Selain itu. tinggi rambut. 4.Gen      Disepanjang benang-benang inilah terletak secara teratur struktur yang disebut Gen. Fungsi utama gen: 1.

membagi 2 bagian lengan kromosom juga merupakan kromonemata yang berbentuk lurus Pada sentromer terdapat kinetokor. Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom selama mitosis atau sebagian dari mitosis.Struktur Kromosom 1. Sentromer      Sentromer merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Kinetokor merupakan tonjolan dekat sentromer yang berfungsi untuk melekat pada benang spindel . Cairan ini mengandung benang-benang halus berpilin yang disebut kromonema. Sentromer 2. Pembelahan sentromer ini akan memulai gerakan kromatid pada masa anafase. Daerah ini disebut juga kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fober). satelit merupakan tambahan pada ujung kromosom. Bagian ini merupakan daerah penyempitan pertama pada kromosom yang khusus dan tetap. Lengan dibungkus oleh selaput tipis dan di dalamnya terdapat matriks yang berisi cairan bening yang mengisi seluruh bagian lengan. Lengan dilengkapi telomer 1. Lengan            Bagian lengan ini merupakan bagian badan utama kromosom yang mengandung kromosom dan gen. Bagian kromonema yang mengalami pembelahan disebut kromomer yang berfungsi untuk membawa sifat keturunan sehingga disebut sebagai lokus gen serta kromomer merupakan bahan protein yang mengendap di dalam kromonemata. Sentromer = bagian kromosom yang menyempit dan berwarna terang. tetapi ada juga beberapa yang hanya berjumlah satu. Fungsi lekukan kedua adalah tempat terbentuknya nukleolus Pada bagian ujung kromosom terdapat suatu tambahan yang disebut satelit. Umumnya jumlah lengan pada kromosom dua. yaitu suatu protein struktural yang berperan dalam pergerakan kromosom selama berlangsungnya pembelahan sel. Kromonemata pita berbentuk spiral dalam kromosom dan lekukan kedua pangkal dari kromonemata. 2.

  Kromatid merupakan hasil duplikasi dari kromosom Telomer merupakan bagian dari ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan kromosom lain .

Kromosom-kromosom yang disusun dan diurutkan berdasarkan ukuran dan bentuknya. Submetasentrik Kedua lengan hampir sama panjang. 4. 2. XX = betina pada Ayam ZZ = jantan . memiliki bentuk seperti batang. dan memiliki bentuk seperti huruf J. Metasentrik Metasentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang sama panjang. 2. Apabila gen-gen yang berperan dalam keturunan terletak pada autosom.     Manusia XY=pria . Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina. dan letak sentromernya berada di ujung. Berdasarkan tipenya. maka akan diperoleh suatu gambaran yang disebut karyotype. Autosom biasanya disimbolkan dengan A. sedangkan kromosom kelamin menentukan jenis kelamin. 1. dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. letak sentromer hampir di tengah. XX=wanita Belalang XO = jantan . Berupa kromosom sex X yang panjang ( haploid) dan kromosom sex Y (haploid) yang lebih pendek.  . jumlahnya hanya sepasang . sedangkan apabila gen-gen terletak pada kromosom kelamin. Akrosentrik Akrosentrik memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang tidak sama panjang. memiliki bentuk seperti huruf L. Telosentrik Telosentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu memiliki lengan hanya satu. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan kromosom kelamin. Gonosom (Kromosom Seks) Gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin. 3. dan letak sentromer berada di tengah memiliki bentuk seperti huruf V. kromosom dibagi menjadi dua. 1. ZW = betina Autosom tidak menentukan jenis kelamin. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan autosomal.PEMBAGIAN KROMOSOM Berdasarkan letak sentromernya. yaitu sebagai berikut. Autosom (Kromosom Tubuh) Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. kromosom dibagi menjadi empat. Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina . letak sentromernya dekat ujung.

. Definisi dan gejala daripada penyakitpenyakit kelainan kromosomal tersebut adalh sebagai berikut:  Trisomi 13 atau sindroma Patau disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 13 pada tiap sel penderita. trisomi 13 (sindroma patau). 2. trisomi 18 (sindroma Edward) 3. 2. jantung. lengan panjang (q). Kelainan pada struktur kromosom. seperti adanya kromosom yang berjumlah 3 untai (seharusnya hanya 2 untai atau sepasang) atau jumlah kromosom yang berkurang (disebut dengan monosomi). Kelainan kromosom yang paling sering diketemukan pada bayi adalah trisomi. dimana terdapat jumlah kromosom yang berlebihan (disebut dengan trisomi). sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47. Karyotype berasal dari kata karyon yang berarti inti dan typos yang berarti bentuk.000 bayi yang lahir dan biasanya jika gejalanya sangat berat dapat menyebabkan kematian beberapa jam atau beberapa minggu setelah kelahiran. diantaranya adalh delesi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih pendek dari kromosom normal. lengan pendek kromosom (p) Ada 2 jenis kelainan kromosom. ginjal. insersi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih panjang dari normal dan berpindahnya bagian satu kromosom ke bagian kromosom yang lain atau yang disebut dengan translokasi. bibir dan rongga mulut (bibir sumbing) juga pertumbuhan jari tangan dan kaki. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak. Karyotype ini dapat menggambarkan karakter-karakter kromosom yang dipelajari yang meliputi jumlah kromosom. yaitu: 1. trisomi 21 (sindroma Down). yaitu 1. Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000 sampai 10. yaitu ada kromosom yang jumlahnya hanya 1 untai. Kelainan pada jumlah kromosom.

Salah satu kelainan kromosom seks yangpaling umum ialah terdapatnya kromosom X ektsra pada seorang laki-laki. dan terdapat indikasih bahwa beberapa diantaranya mempunyai predisposisi berkelakuan agresfi atau antisocial. Perempuan yang dilahirkan dengan satu kromosom X dan bukannya dua. Varian sindrom Klinefelter demikian ditandai perkembangan mental yang sangat terbelakang    Kelainan lain pada pria ialah susunan XYY. Kondisi ini. ukuran kepala dan pinggul yang kecil. dan kelainan pada tangan dan kaki. pendengaran dan penglihatan berkurang. Lebih jarang konstitusi XXY terjadi bilal spermatozoa-XY (terjadi akibat gagalnya pemisahan kromosom X dan Y sewaktu meiosis) membuahi ovum pembawa X normal. menampakkan kondisi yang leibh jarang yang disebut Sindrom Turner. Dalam hal ini pemisahan kromosom seks ayah yang kurang sempurna pada pembelahan meiosis kedua selama spermatogenesis menghasilkan spermatozoas YY yang pada pembuahan memberi dua kromosom Y dan bukannya satu.. Pada penderita sindroma Down terdapat tiga untai kromosom 21. otot-otot melemah (hipotonia) dan kecenderungan menderita kanker sel daerah putih (leukemia). malah kedua kromosom itu menuju ovum yang dibuahi spermatozoa yang membawa kromosom Y. monos. yang disebut sindrom Klinefelter. Kasus dengan kromosom X yang lebih banyak lagi (misalnya XXXX dan XXXXX) hanya memperburuk keadaan. namun umumnya tetap dapat mempunyai anak. Dalam kehidupannya kemudian merekamemperlihatkan tanda-tanda kemunduruan intelektual.   . (Yun. Selain beberapa bayi dengan monosomi pada kromosom X dan sejumlah kasus monosomi 21. kelainan jantung bawaan. Berlebihnya jumlah kromosom 18 ini jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 1500 bayi yang lahir dan gejalanya adalah retardasi mental berat. tunggal). Trisomi 18 atau sindroma Edward disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 18 pada tiap selpenderita. Trisoma 21 atau yang disebut sindroma Down adalah kelainan kromosom yang paling sering terjadi dengan frekuensi 1 dari 700 bayi lahir dan bahkan lebih sering terjadi pada ibu yang hamil pada usia (>35 tahun). gangguan pertumbuhan. berat badan bayi yang kurang normal. Lakilaki dengan kombinasi khusus ini cenderung bertubuh tinggi-tinggi. Perempuan yang lahir dengan kromosom X tambahan(dengan kata lain perempuan dengan XXX) dapat pula disertai retardasi mental dan sejumlah di antaranya mandul. sindrom Klinefelter dapat diakibatkan :gagalnya kedua kromosom X pada biang (precursor) sel benih diploid maternal memisahkan diri dan masuk selsel berbeda pada meiosis.Pria dengan kombinasi kelainan ini biasanya memiliki testis kecil dan mandul. Jumlah kromosom 21 yang berlebih ini mengakibatkan gejala-gejala seperti retardasi mental. Istilah umum yang dipakai untuk menyatakan bahwa kurang satu pasang kromosom homolog pada sel diploid adalah monosomi. sehingga memiliki konstitusi kromosom seks XXY. dan hal ini menghasilkan konstitusi kromosom XXXY atau XXXXY. Tingkat inteligensianya dapat sub-normal. Kromosom seks sel-sel ayah dapat pula gagal memisahkan diri pada kedua pembelahan meiosis.

Keempat spermatid berkembang melalui proses spermiogenesis menjadi spermatozoa yang bersifat haploid/n. -fase G1 -fase S -fase G2 -fase M -PROFASE -METAFASE -ANAFASE -TELOFASE 2. SPERMATOGENESIS Proses terjadinya spermatogenesis (Gambar 14) dirinci sebagai berikut: a. Meiosis Pembelahan meiosis berguna untuk menghasilkan gamet atau sel-sel kelamin. sehingga dihasilkan 4 spermatid yang masing-masing bersifat haploid/n e. Hasil pembelahan ini adalah sel anak tipe A dan sel anak tipe B. Masing-masing spermatosit sekunder mengalami pembelahan meiosis II menjadi 2 spermatid.1. Tiap sel mengandung 2 genom/diploid/2n. b. dan pembelahan menghasilkan 2 sel dengan sifat genetik yang sama. Pada pembelahan jenis ini dihasilkan sel yang mengandung 1 genom/haploid/n. Sel anak tipe B selanjutnya tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi spermatosit primer yang masih diploid/2n. . Gametogenesis pada pria menghasilkan 4 spermatozoa dan pada wanita menghasilkan 1 ovum disertai 2 atau 3 badan polar. Spermatogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. sehingga lazim dikenal sebagai gametogenesis. d. Mitosis Mitosis terjadi pada sel somatis. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. Spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 2 spermatosit sekunder yang bersifat haploid/n. Gametogenesis pada pria dinamakan spermatogenesis sedangkan gametogenesis pada wanita dinamakan oogenesis. c.

maka terjadilah pembelahan meiosis II. Selanjutnya ootid berkembang menjadi ovum. b. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. d. Oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 1 oosit sekunder dan 1 badan polar pertama yang masing-masing bersifat haploid/n. jika ada spermatozoa yang masuk sehingga terjadi fertilisasi. badan polar yang pertama kadang-kadang dapat juga membelah menjadi 2 badan polar. Hasil pembelahan ini adalah beberapa oogonia. Sementara itu. Pada tahap ini. Tetapi. Jika tidak ada spermatozoa yang masuk (tidak terjadi fertilisasi).OOGENESIS Proses terjadinya oogenesis (Gambar 15) dirinci sebagai berikut: a. e. . Oogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. Oosit sekunder ini selanjutnya akan dikeluarkan dari folikel pada ovarium pada saat ovulasi. maka oosit sekunder tidak dapat berkembang lebih lanjut dan terjadilah menstruasi. oosit sekunder mengalami pembelahan menjadi 1 ootid (haploid/n) dan 1 badan polar. c. Salah satu oogonia tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi oosit primer yang masih diploid/2n.

dengan rincian:   Pada sel somatis seorang wanita terdapat 44 autosom dan kromosom seks XX (46XX) Pada sel somatis seorang pria terdapat 44 autosom dan kromosom seks XY (46XY) Dari hasil spermatogenesis dan oogenesis telah diketahui bahwa sel kelamin bersifat haploid.PENENTUAN JENIS KELAMIN Telah dijelaskan di atas bahwa di dalam sel somatis manusia terdapat 22 pasang/44 buah autosom dan sepasang/2 buah kromosom gonosom. maka setiap sel mengandung separuh dari kromosom sel somatis. Dengan demikian rincian kromosom pada gamet adalah sebagai berikut: .

Berdasarkan rincian tersebut di atas. Gambar 16 memberikan penjelasan secara terstruktur mengenai peluang tersebut. Jadi peluang 50% bukan berarti bahwa jika memiliki 4 anak. masing-masing berpeluang 50%. Pada spermatozoa terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X atau Y. Namun sebenarnya peluang untuk lahir laki-laki sama besarnya. PERAN DNA DAN RNA DALAM SINTESIS PROTEIN Sebagai pembawa sifat yang diturunkan. maka harus 2 laki-laki dan 2 perempuan. ditulis dengan simbol 23X atau 23Y. apabila terjadi pembuahan. . Telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa DNA-lah yang berperan sebagai materi genetik karena di dalamnya terkandung banyak sekali gen. Dengan kata lain. ditulis dengan simbol 23X. maka kondisi tersebut adalah kenyataan bahwa lahirnya kebetulan perempuan terus. Setiap mata rantai asam nukleat adalah sebuah nukleotida. Selanjutnya setiap nukleosida tersusun atas satu gula pentosa dan satu basa nitogen (Basa N). Setiap nukleotida tersusun atas sebuah nukleosida dan gugus fosfat.  Pada ovum terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X. Perlu diingat 1:1 adalah peluang. kromosom tersusun atas nukleoprotein. STRUKTUR UMUM ASAM NUKLEAT Asam nukleat baik DNA maupun RNA merupakan polimer atau rantai nukleotida. bukan kenyataan lahirnya anak laki-laki atau perempuan. yaitu 1:1. suatu senyawa antara protein berupa protamin atau histon dengan asam nukleat berupa deoxyribonucleic acid (DNA). Jadi jika suatu pasangan suami isteri mempunyai 5 anak dan seluruhnya perempuan. Selain DNA sebenarnya ada pula asam nukleat lain di dalam tubuh kita dengan fungsi yang berbeda yaitu ribonucleic acid (RNA). Dapat juga disebut secara singkat dengan nama polinukleotida. A. maka penentuan jenis kelamin dan kemungkinan lahirnya anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama.

Jika pada atom C ke-2 (terletak di kanan bawah) terdapat gugus hidroksil (-OH) maka pentosa ini bernama ribosa. . Gambar 17. Coba perhatikan struktur gula pentosa berupa ribosa dan deoksiribosa pada Gambar 18. Sedangkan untuk basa N ada 5 pilihan yaitu 2 dari derivat purin masing-masing adenin dan guanin dan 3 dari derivat pirimidin yaitu sitosin. Namun jika pada atom C ke-2 terikat atom hidrogen saja (-H). timin dan urasil. Skema susunan asam nukleat Gula Pentosa Gula pentosa adalah salah satu jenis karbohidrat monosakarida dengan 5 atom C. Gambar 17 memberikan ilustrasi untuk mempermudah pemahaman mengenai struktur tersebut.Ada 2 pilihan untuk gula pentosa yaitu deoksiribosa dan ribosa. maka pentosa ini dinamakan deoksiribosa. karena mengalami kehilangan oksigen (deoksi) sehingga tinggal atom H saja.

sitosin terdapat dalam RNA dan DNA. Derivat pirimidin yang terdiri atas sitosin. urasil hanya ada pada RNA dan timin hanya ada pada DNA. Gula pentosa yang menyusun DNA adalah deoksiribosa. Derivat purin yang terdiri atas adenin dan guanin Kedua basa N ini terdapat di dalam RNA maupun DNA 2. urasil dan timin Dari ketiga basa N di atas. Struktur gula pentosa Basa Nitrogen Basa nitrogen ada 2 golongan yaitu: 1. Setiap nukleosida tersusun atas gula pentosa dan basa nitrogen. nukleotida tersusun atas nukleosida-nukleosida. guanin. sitosin dan timin. sitosin dan urasil. Nukleotida Nukleotida merupakan gabungan antara nukleosida dengan gugus fosfat. guanin. guanin. Jika gula pentosa berupa ribosa. sitosin dan timin. maka basa N yang mungkin terikat adalah adenin. maka basa N yang mungkin diikat adalah adenin. Coba perhatikan struktur 5 basa basa N pada Gambar 19 untuk mengetahui secara rinci perbedaan struktur dari derivat purin maupun derivat pirimidin. DNA tersusun atas nukleotida-nukleotida.Gambar 18. . Sedangkan jika gula pentosa berupa deoksiribosa. DNA Sebagai polinukleotida. Sedangkan Basa N yang menyusun DNA adalah adenin. Nukleosida Nukleosida merupakan gabungan antara gula pentosa dengan basa N.

Sifat khas dari ikatan ini adalah bahwa setiap basa N adenin (A) selalu berikatan dengan timin (T). Setiap basa N pada nukleotida untaian pertama akan berikatan dengan basa N pada nukleotida untaian kedua melaui ikatan hidrogen (Gambar 25). .DNA mengandung 2 untai polinukleotida. sedangkan guanin (G) selalu berikatan dengan sitosin (C).

. Jika struktur ini diamati secara utuh akan terlihat struktur seperti tangga tetapi dalam kondisi terpilin.Setiap ikatan antara 2 basa N ini membentuk struktur menyerupai anak tangga. sedangkan deoksiribosa dan fosfat akan membentuk struktur menyerupai ibu tangga. sehingga disebut sebagai struktur pilinan ganda (double helix).

transfer RNA (tRNA) dan ribosome RNA (rRNA). guanin. Ada 3 macam RNA yaitu messenger RNA (mRNA). sitosin dan timin. sitosin dan urasil. RNA juga merupakan asam nukleat. guanin. tidak seperti DNA yang memiliki untaian ganda. mRNA memiliki struktur untaian tunggal. RNA tersusun atas gula pentosa ribosa bukan deoksiribosa 2. Dengan demikian secara lengkap basa N pada RNA adalah adenin. Pesan tersebut berupa informasi yang disalin dari DNA yang tentunya berasal dari gen-gen yang ada di dalamnya. . Pada untaian tunggal polinukleotida mRNA inilah pesan yang disalin dari DNA tertulis dan disebut sebagai kodon. Pesan itu pada dasarnya adalah sebuah informasi untuk mencetak protein tertentu (spesifik) yang proses pencetakannya akan berlangsung di dalam ribosom. Namun RNA dapat melipat dirinya sehingga pada bagian tertentu didapatkan sifat untaian ganda. Sedangkan pada DNA adalah adenin.RNA Sebagaimana DNA. Setiap pesan atau kodon adalah berupa urutan 3 nukleotida. 3. Pada RNA pirimidin yang ada adalah sitosin dan urasil. mRNA mRNA memiliki ukuran dan stabilitas yang paling heterogen. Umumnya RNA terdapat dalam bentuk untaian tunggal. 1. mRNA berfungsi sebagai messenger atau pembawa pesan. RNA memiliki komponen basa N derivat pirimidin yang berbeda dengan dengan DNA. Jadi mRNA adalah sekumpulan kodon-kodon. Ada beberapa perbedaan antara RNA dan DNA yaitu: 1. sehingga juga tersusun atas nukleotida-nukleotida dengan segala unsur-unsur penyusunnya.

Sebagai nukleoprotein. . Setiap triplet diidentifikasi dengan menyebut kandungan basa N pada urutan 3 nukleotida. Misalnya kodon CCC jika terdapat urutan sitosin. 3. Pada ribosom. Transfer RNA (tRNA) tRNA berfungsi memindahkan asam amino menuju mRNA ketika terjadi sintesis protein.sehingga disebut sebagai kode triplet. mRNA dan tRNA saling berinteraksi untuk menyusun protein spesifik. urasil. tRNA memiliki panjang 74-95 nukleotida. Gambar 30 menunjukkan struktur umum dari tRNA. Yang perlu diingat adalah bahwa pada RNA tidak mungkin terdapat basa N timin. sitosin. Dalam setiap sel minimal terdapat 20 spesies tRNA yang masing-masing sesuai dengan masing-masing dari 20 jenis asam amino. ribosom tersusun atas asam nukleat berupa rRNA. 2. sitosin pada 3 nukleotida. Ribosom RNA (rRNA) Ribosom merupakan struktur nukleoprotein sitoplasma yang bertindak sebagai mesin pembentuk protein dari cetakan mRNA. guanin pada 3 nukleotida. Pada RNA timin diganti dengan urasil. kodon AUG jika terdapat urutan basa N adenin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful