     

Pada manusia ukuran kromosom kurang lebih 6 mikron. Kromosom berfungsi membawa sifat individu dan membawa informasi genetika, karena di dalam kromosom mengandung gen. Kromosom mengandung struktur yang terdiri dari benang-benang tipis yang melingkar-lingkar. Dalam setiap sel tubuh, kromosom berada dalam keadaan berpasang- pasangan. Kromosom yang berpasangan dan memiliki bentuk, ukuran dan komposisiyang sama disebut kromosom homolog. Setiap pasangan kromosom homolog berbeda dengan pasangankromosom homolog lainya. Kromosom sel tubuh terdapat sepasang-pasang (alelik) sehingga kromosom tubuh terdiri dari dua set. Dua set kromosom pada sel tubuh adalah diploid (2n). Pada sel kelamin (gamet) tidak terdapat pasang-pasangan atau hanya terdapat satu set kromosom. Satu set kromosom pada sel kelamin adalah haploid (n).

Setiap gen mempunyai tugas & fungsi tertentu. bentuk hidung. 3. Sejumlah gen yang berderet pada kromosom masing-masing memiliki tugas khusus. gen juga berefungsi mengatur perkembangan dan metabolisme individu. 2. . Mengandung informasi genetik. Menyampaikan informasi genetik pd. Setiap gen menempati tempat tertentu dalam kromosom. Selain itu. warna bulu dan sebagainya. RNA RNA menyusun kromosom sekitar 5% dari keseluruhan kromosom. Menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. Mengatur perkembangan/metabolisme sel 2. golongan darah. . Sifat dan fungsi utama gen Sifat Gen 1. 2. Ada gen yang mengatur warna bunga . Tempat gen didalam kromosom disebut lokus gen. 1. 4. Generasi berikutnya 3.Gen      Disepanjang benang-benang inilah terletak secara teratur struktur yang disebut Gen. Jadi gen inilah yang sebenarnya berfungsi mengatur sifat – sifat yang akan diwariskan dari induk kepada keturunanya. Fungsi utama gen: 1. jenis rambut.tidak dapat dibagi lagi dalam kromosom Kromosom pada organisme eukariotik tersusun dari bagian-bagian berikut. Protein Protein ini terdiri atas histon yang bersifat basa dan nonhiston yang bersifat asam.Zat terkecil yg. Gen terdiri dari DNA (asam Nukleat). 3. Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA. warna rambut. DNA DNA menyusun kromosom sekitar 35% dari keseluruhan kromosom. Sifat tersebut ditentukan oleh kombinasi susunan basa nitrogen. Dpt. tinggi rambut.

Bagian kromonema yang mengalami pembelahan disebut kromomer yang berfungsi untuk membawa sifat keturunan sehingga disebut sebagai lokus gen serta kromomer merupakan bahan protein yang mengendap di dalam kromonemata. Kromonemata pita berbentuk spiral dalam kromosom dan lekukan kedua pangkal dari kromonemata. Cairan ini mengandung benang-benang halus berpilin yang disebut kromonema. yaitu suatu protein struktural yang berperan dalam pergerakan kromosom selama berlangsungnya pembelahan sel. Lengan            Bagian lengan ini merupakan bagian badan utama kromosom yang mengandung kromosom dan gen. Lengan dilengkapi telomer 1. Daerah ini disebut juga kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fober). Sentromer 2. Fungsi lekukan kedua adalah tempat terbentuknya nukleolus Pada bagian ujung kromosom terdapat suatu tambahan yang disebut satelit. Kinetokor merupakan tonjolan dekat sentromer yang berfungsi untuk melekat pada benang spindel . satelit merupakan tambahan pada ujung kromosom. 2. Sentromer      Sentromer merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. tetapi ada juga beberapa yang hanya berjumlah satu. Lengan dibungkus oleh selaput tipis dan di dalamnya terdapat matriks yang berisi cairan bening yang mengisi seluruh bagian lengan.Struktur Kromosom 1. Pembelahan sentromer ini akan memulai gerakan kromatid pada masa anafase. Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom selama mitosis atau sebagian dari mitosis. Umumnya jumlah lengan pada kromosom dua. Bagian ini merupakan daerah penyempitan pertama pada kromosom yang khusus dan tetap. Sentromer = bagian kromosom yang menyempit dan berwarna terang. membagi 2 bagian lengan kromosom juga merupakan kromonemata yang berbentuk lurus Pada sentromer terdapat kinetokor.

  Kromatid merupakan hasil duplikasi dari kromosom Telomer merupakan bagian dari ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan kromosom lain .

memiliki bentuk seperti batang. Telosentrik Telosentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu memiliki lengan hanya satu. letak sentromer hampir di tengah. 3. jumlahnya hanya sepasang . yaitu sebagai berikut. Gonosom (Kromosom Seks) Gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin. 2.  . memiliki bentuk seperti huruf L. kromosom dibagi menjadi dua. Kromosom-kromosom yang disusun dan diurutkan berdasarkan ukuran dan bentuknya. Apabila gen-gen yang berperan dalam keturunan terletak pada autosom. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan autosomal. kromosom dibagi menjadi empat.PEMBAGIAN KROMOSOM Berdasarkan letak sentromernya. Autosom biasanya disimbolkan dengan A. Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina . Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina. XX = betina pada Ayam ZZ = jantan . sedangkan kromosom kelamin menentukan jenis kelamin. dan memiliki bentuk seperti huruf J. Akrosentrik Akrosentrik memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang tidak sama panjang. ZW = betina Autosom tidak menentukan jenis kelamin. 2. Autosom (Kromosom Tubuh) Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin.     Manusia XY=pria . Submetasentrik Kedua lengan hampir sama panjang. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan kromosom kelamin. Metasentrik Metasentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang sama panjang. letak sentromernya dekat ujung. Berdasarkan tipenya. dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. maka akan diperoleh suatu gambaran yang disebut karyotype. 1. sedangkan apabila gen-gen terletak pada kromosom kelamin. dan letak sentromernya berada di ujung. XX=wanita Belalang XO = jantan . dan letak sentromer berada di tengah memiliki bentuk seperti huruf V. Berupa kromosom sex X yang panjang ( haploid) dan kromosom sex Y (haploid) yang lebih pendek. 1. 4.

yaitu: 1. Kelainan kromosom yang paling sering diketemukan pada bayi adalah trisomi. diantaranya adalh delesi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih pendek dari kromosom normal. lengan pendek kromosom (p) Ada 2 jenis kelainan kromosom. bibir dan rongga mulut (bibir sumbing) juga pertumbuhan jari tangan dan kaki.000 bayi yang lahir dan biasanya jika gejalanya sangat berat dapat menyebabkan kematian beberapa jam atau beberapa minggu setelah kelahiran. Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000 sampai 10. . ginjal. dimana terdapat jumlah kromosom yang berlebihan (disebut dengan trisomi). trisomi 21 (sindroma Down). yaitu 1. trisomi 13 (sindroma patau). jantung. Kelainan pada jumlah kromosom. 2. insersi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih panjang dari normal dan berpindahnya bagian satu kromosom ke bagian kromosom yang lain atau yang disebut dengan translokasi. 2. sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47. Karyotype ini dapat menggambarkan karakter-karakter kromosom yang dipelajari yang meliputi jumlah kromosom. Karyotype berasal dari kata karyon yang berarti inti dan typos yang berarti bentuk. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak. trisomi 18 (sindroma Edward) 3. yaitu ada kromosom yang jumlahnya hanya 1 untai. seperti adanya kromosom yang berjumlah 3 untai (seharusnya hanya 2 untai atau sepasang) atau jumlah kromosom yang berkurang (disebut dengan monosomi). lengan panjang (q). Definisi dan gejala daripada penyakitpenyakit kelainan kromosomal tersebut adalh sebagai berikut:  Trisomi 13 atau sindroma Patau disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 13 pada tiap sel penderita. Kelainan pada struktur kromosom.

Salah satu kelainan kromosom seks yangpaling umum ialah terdapatnya kromosom X ektsra pada seorang laki-laki.   . yang disebut sindrom Klinefelter. sindrom Klinefelter dapat diakibatkan :gagalnya kedua kromosom X pada biang (precursor) sel benih diploid maternal memisahkan diri dan masuk selsel berbeda pada meiosis. Kondisi ini. berat badan bayi yang kurang normal. Tingkat inteligensianya dapat sub-normal. sehingga memiliki konstitusi kromosom seks XXY. Varian sindrom Klinefelter demikian ditandai perkembangan mental yang sangat terbelakang    Kelainan lain pada pria ialah susunan XYY. namun umumnya tetap dapat mempunyai anak. Selain beberapa bayi dengan monosomi pada kromosom X dan sejumlah kasus monosomi 21. menampakkan kondisi yang leibh jarang yang disebut Sindrom Turner. kelainan jantung bawaan. Lebih jarang konstitusi XXY terjadi bilal spermatozoa-XY (terjadi akibat gagalnya pemisahan kromosom X dan Y sewaktu meiosis) membuahi ovum pembawa X normal. monos. Perempuan yang lahir dengan kromosom X tambahan(dengan kata lain perempuan dengan XXX) dapat pula disertai retardasi mental dan sejumlah di antaranya mandul..Pria dengan kombinasi kelainan ini biasanya memiliki testis kecil dan mandul. Dalam hal ini pemisahan kromosom seks ayah yang kurang sempurna pada pembelahan meiosis kedua selama spermatogenesis menghasilkan spermatozoas YY yang pada pembuahan memberi dua kromosom Y dan bukannya satu. Kromosom seks sel-sel ayah dapat pula gagal memisahkan diri pada kedua pembelahan meiosis. Pada penderita sindroma Down terdapat tiga untai kromosom 21. pendengaran dan penglihatan berkurang. dan hal ini menghasilkan konstitusi kromosom XXXY atau XXXXY. dan kelainan pada tangan dan kaki. ukuran kepala dan pinggul yang kecil. dan terdapat indikasih bahwa beberapa diantaranya mempunyai predisposisi berkelakuan agresfi atau antisocial. Dalam kehidupannya kemudian merekamemperlihatkan tanda-tanda kemunduruan intelektual. (Yun. otot-otot melemah (hipotonia) dan kecenderungan menderita kanker sel daerah putih (leukemia). Kasus dengan kromosom X yang lebih banyak lagi (misalnya XXXX dan XXXXX) hanya memperburuk keadaan. Istilah umum yang dipakai untuk menyatakan bahwa kurang satu pasang kromosom homolog pada sel diploid adalah monosomi. Jumlah kromosom 21 yang berlebih ini mengakibatkan gejala-gejala seperti retardasi mental. malah kedua kromosom itu menuju ovum yang dibuahi spermatozoa yang membawa kromosom Y. Lakilaki dengan kombinasi khusus ini cenderung bertubuh tinggi-tinggi. Trisomi 18 atau sindroma Edward disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 18 pada tiap selpenderita. gangguan pertumbuhan. Berlebihnya jumlah kromosom 18 ini jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 1500 bayi yang lahir dan gejalanya adalah retardasi mental berat. Perempuan yang dilahirkan dengan satu kromosom X dan bukannya dua. Trisoma 21 atau yang disebut sindroma Down adalah kelainan kromosom yang paling sering terjadi dengan frekuensi 1 dari 700 bayi lahir dan bahkan lebih sering terjadi pada ibu yang hamil pada usia (>35 tahun). tunggal).

Keempat spermatid berkembang melalui proses spermiogenesis menjadi spermatozoa yang bersifat haploid/n. Spermatogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. sehingga dihasilkan 4 spermatid yang masing-masing bersifat haploid/n e. dan pembelahan menghasilkan 2 sel dengan sifat genetik yang sama. Gametogenesis pada pria dinamakan spermatogenesis sedangkan gametogenesis pada wanita dinamakan oogenesis.1. . Mitosis Mitosis terjadi pada sel somatis. Pada pembelahan jenis ini dihasilkan sel yang mengandung 1 genom/haploid/n. Hasil pembelahan ini adalah sel anak tipe A dan sel anak tipe B. d. Tiap sel mengandung 2 genom/diploid/2n. Spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 2 spermatosit sekunder yang bersifat haploid/n. Sel anak tipe B selanjutnya tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi spermatosit primer yang masih diploid/2n. Meiosis Pembelahan meiosis berguna untuk menghasilkan gamet atau sel-sel kelamin. SPERMATOGENESIS Proses terjadinya spermatogenesis (Gambar 14) dirinci sebagai berikut: a. Gametogenesis pada pria menghasilkan 4 spermatozoa dan pada wanita menghasilkan 1 ovum disertai 2 atau 3 badan polar. sehingga lazim dikenal sebagai gametogenesis. c. Masing-masing spermatosit sekunder mengalami pembelahan meiosis II menjadi 2 spermatid. -fase G1 -fase S -fase G2 -fase M -PROFASE -METAFASE -ANAFASE -TELOFASE 2. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. b.

Tetapi. e. Sementara itu. Jika tidak ada spermatozoa yang masuk (tidak terjadi fertilisasi). b. Oosit sekunder ini selanjutnya akan dikeluarkan dari folikel pada ovarium pada saat ovulasi. Pada tahap ini. oosit sekunder mengalami pembelahan menjadi 1 ootid (haploid/n) dan 1 badan polar. Oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 1 oosit sekunder dan 1 badan polar pertama yang masing-masing bersifat haploid/n. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. jika ada spermatozoa yang masuk sehingga terjadi fertilisasi. d. maka oosit sekunder tidak dapat berkembang lebih lanjut dan terjadilah menstruasi. badan polar yang pertama kadang-kadang dapat juga membelah menjadi 2 badan polar. . Selanjutnya ootid berkembang menjadi ovum. Hasil pembelahan ini adalah beberapa oogonia. Salah satu oogonia tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi oosit primer yang masih diploid/2n. maka terjadilah pembelahan meiosis II. c.OOGENESIS Proses terjadinya oogenesis (Gambar 15) dirinci sebagai berikut: a. Oogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis.

maka setiap sel mengandung separuh dari kromosom sel somatis.PENENTUAN JENIS KELAMIN Telah dijelaskan di atas bahwa di dalam sel somatis manusia terdapat 22 pasang/44 buah autosom dan sepasang/2 buah kromosom gonosom. dengan rincian:   Pada sel somatis seorang wanita terdapat 44 autosom dan kromosom seks XX (46XX) Pada sel somatis seorang pria terdapat 44 autosom dan kromosom seks XY (46XY) Dari hasil spermatogenesis dan oogenesis telah diketahui bahwa sel kelamin bersifat haploid. Dengan demikian rincian kromosom pada gamet adalah sebagai berikut: .

Setiap mata rantai asam nukleat adalah sebuah nukleotida. yaitu 1:1. ditulis dengan simbol 23X. maka kondisi tersebut adalah kenyataan bahwa lahirnya kebetulan perempuan terus. Berdasarkan rincian tersebut di atas. masing-masing berpeluang 50%. STRUKTUR UMUM ASAM NUKLEAT Asam nukleat baik DNA maupun RNA merupakan polimer atau rantai nukleotida. Selanjutnya setiap nukleosida tersusun atas satu gula pentosa dan satu basa nitogen (Basa N). A. apabila terjadi pembuahan. maka harus 2 laki-laki dan 2 perempuan. . Namun sebenarnya peluang untuk lahir laki-laki sama besarnya. kromosom tersusun atas nukleoprotein. suatu senyawa antara protein berupa protamin atau histon dengan asam nukleat berupa deoxyribonucleic acid (DNA). Perlu diingat 1:1 adalah peluang. Dapat juga disebut secara singkat dengan nama polinukleotida. Jadi jika suatu pasangan suami isteri mempunyai 5 anak dan seluruhnya perempuan. Pada spermatozoa terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X atau Y.  Pada ovum terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X. PERAN DNA DAN RNA DALAM SINTESIS PROTEIN Sebagai pembawa sifat yang diturunkan. Dengan kata lain. Gambar 16 memberikan penjelasan secara terstruktur mengenai peluang tersebut. Jadi peluang 50% bukan berarti bahwa jika memiliki 4 anak. Selain DNA sebenarnya ada pula asam nukleat lain di dalam tubuh kita dengan fungsi yang berbeda yaitu ribonucleic acid (RNA). maka penentuan jenis kelamin dan kemungkinan lahirnya anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama. bukan kenyataan lahirnya anak laki-laki atau perempuan. Telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa DNA-lah yang berperan sebagai materi genetik karena di dalamnya terkandung banyak sekali gen. ditulis dengan simbol 23X atau 23Y. Setiap nukleotida tersusun atas sebuah nukleosida dan gugus fosfat.

Jika pada atom C ke-2 (terletak di kanan bawah) terdapat gugus hidroksil (-OH) maka pentosa ini bernama ribosa. timin dan urasil. Coba perhatikan struktur gula pentosa berupa ribosa dan deoksiribosa pada Gambar 18. maka pentosa ini dinamakan deoksiribosa. Gambar 17 memberikan ilustrasi untuk mempermudah pemahaman mengenai struktur tersebut. . Skema susunan asam nukleat Gula Pentosa Gula pentosa adalah salah satu jenis karbohidrat monosakarida dengan 5 atom C.Ada 2 pilihan untuk gula pentosa yaitu deoksiribosa dan ribosa. Gambar 17. Sedangkan untuk basa N ada 5 pilihan yaitu 2 dari derivat purin masing-masing adenin dan guanin dan 3 dari derivat pirimidin yaitu sitosin. karena mengalami kehilangan oksigen (deoksi) sehingga tinggal atom H saja. Namun jika pada atom C ke-2 terikat atom hidrogen saja (-H).

guanin. Sedangkan jika gula pentosa berupa deoksiribosa. sitosin dan timin. Jika gula pentosa berupa ribosa. Nukleosida Nukleosida merupakan gabungan antara gula pentosa dengan basa N. urasil dan timin Dari ketiga basa N di atas. Sedangkan Basa N yang menyusun DNA adalah adenin. . maka basa N yang mungkin diikat adalah adenin. Derivat pirimidin yang terdiri atas sitosin. guanin. DNA tersusun atas nukleotida-nukleotida.Gambar 18. Setiap nukleosida tersusun atas gula pentosa dan basa nitrogen. DNA Sebagai polinukleotida. nukleotida tersusun atas nukleosida-nukleosida. sitosin dan timin. guanin. sitosin dan urasil. urasil hanya ada pada RNA dan timin hanya ada pada DNA. Gula pentosa yang menyusun DNA adalah deoksiribosa. Struktur gula pentosa Basa Nitrogen Basa nitrogen ada 2 golongan yaitu: 1. sitosin terdapat dalam RNA dan DNA. maka basa N yang mungkin terikat adalah adenin. Nukleotida Nukleotida merupakan gabungan antara nukleosida dengan gugus fosfat. Derivat purin yang terdiri atas adenin dan guanin Kedua basa N ini terdapat di dalam RNA maupun DNA 2. Coba perhatikan struktur 5 basa basa N pada Gambar 19 untuk mengetahui secara rinci perbedaan struktur dari derivat purin maupun derivat pirimidin.

sedangkan guanin (G) selalu berikatan dengan sitosin (C). Sifat khas dari ikatan ini adalah bahwa setiap basa N adenin (A) selalu berikatan dengan timin (T).DNA mengandung 2 untai polinukleotida. Setiap basa N pada nukleotida untaian pertama akan berikatan dengan basa N pada nukleotida untaian kedua melaui ikatan hidrogen (Gambar 25). .

.Setiap ikatan antara 2 basa N ini membentuk struktur menyerupai anak tangga. Jika struktur ini diamati secara utuh akan terlihat struktur seperti tangga tetapi dalam kondisi terpilin. sedangkan deoksiribosa dan fosfat akan membentuk struktur menyerupai ibu tangga. sehingga disebut sebagai struktur pilinan ganda (double helix).

RNA juga merupakan asam nukleat. tidak seperti DNA yang memiliki untaian ganda. mRNA mRNA memiliki ukuran dan stabilitas yang paling heterogen. Pesan tersebut berupa informasi yang disalin dari DNA yang tentunya berasal dari gen-gen yang ada di dalamnya. guanin. 3. sitosin dan timin. Namun RNA dapat melipat dirinya sehingga pada bagian tertentu didapatkan sifat untaian ganda. Setiap pesan atau kodon adalah berupa urutan 3 nukleotida. mRNA memiliki struktur untaian tunggal. Jadi mRNA adalah sekumpulan kodon-kodon. transfer RNA (tRNA) dan ribosome RNA (rRNA). 1. guanin. sitosin dan urasil. Sedangkan pada DNA adalah adenin. Pada untaian tunggal polinukleotida mRNA inilah pesan yang disalin dari DNA tertulis dan disebut sebagai kodon. . Umumnya RNA terdapat dalam bentuk untaian tunggal. RNA tersusun atas gula pentosa ribosa bukan deoksiribosa 2. Ada 3 macam RNA yaitu messenger RNA (mRNA). Dengan demikian secara lengkap basa N pada RNA adalah adenin. Pesan itu pada dasarnya adalah sebuah informasi untuk mencetak protein tertentu (spesifik) yang proses pencetakannya akan berlangsung di dalam ribosom. mRNA berfungsi sebagai messenger atau pembawa pesan. sehingga juga tersusun atas nukleotida-nukleotida dengan segala unsur-unsur penyusunnya. Ada beberapa perbedaan antara RNA dan DNA yaitu: 1. Pada RNA pirimidin yang ada adalah sitosin dan urasil.RNA Sebagaimana DNA. RNA memiliki komponen basa N derivat pirimidin yang berbeda dengan dengan DNA.

Setiap triplet diidentifikasi dengan menyebut kandungan basa N pada urutan 3 nukleotida. Dalam setiap sel minimal terdapat 20 spesies tRNA yang masing-masing sesuai dengan masing-masing dari 20 jenis asam amino. Gambar 30 menunjukkan struktur umum dari tRNA. Misalnya kodon CCC jika terdapat urutan sitosin. sitosin. mRNA dan tRNA saling berinteraksi untuk menyusun protein spesifik. Sebagai nukleoprotein. 2. Ribosom RNA (rRNA) Ribosom merupakan struktur nukleoprotein sitoplasma yang bertindak sebagai mesin pembentuk protein dari cetakan mRNA. Transfer RNA (tRNA) tRNA berfungsi memindahkan asam amino menuju mRNA ketika terjadi sintesis protein. guanin pada 3 nukleotida. 3. kodon AUG jika terdapat urutan basa N adenin. Pada RNA timin diganti dengan urasil. tRNA memiliki panjang 74-95 nukleotida. sitosin pada 3 nukleotida.sehingga disebut sebagai kode triplet. Pada ribosom. Yang perlu diingat adalah bahwa pada RNA tidak mungkin terdapat basa N timin. . ribosom tersusun atas asam nukleat berupa rRNA. urasil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful