     

Pada manusia ukuran kromosom kurang lebih 6 mikron. Kromosom berfungsi membawa sifat individu dan membawa informasi genetika, karena di dalam kromosom mengandung gen. Kromosom mengandung struktur yang terdiri dari benang-benang tipis yang melingkar-lingkar. Dalam setiap sel tubuh, kromosom berada dalam keadaan berpasang- pasangan. Kromosom yang berpasangan dan memiliki bentuk, ukuran dan komposisiyang sama disebut kromosom homolog. Setiap pasangan kromosom homolog berbeda dengan pasangankromosom homolog lainya. Kromosom sel tubuh terdapat sepasang-pasang (alelik) sehingga kromosom tubuh terdiri dari dua set. Dua set kromosom pada sel tubuh adalah diploid (2n). Pada sel kelamin (gamet) tidak terdapat pasang-pasangan atau hanya terdapat satu set kromosom. Satu set kromosom pada sel kelamin adalah haploid (n).

Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA. warna rambut. DNA DNA menyusun kromosom sekitar 35% dari keseluruhan kromosom. gen juga berefungsi mengatur perkembangan dan metabolisme individu. Setiap gen menempati tempat tertentu dalam kromosom. bentuk hidung. 1. 3. tinggi rambut. Mengatur perkembangan/metabolisme sel 2. Sifat tersebut ditentukan oleh kombinasi susunan basa nitrogen. . 3. Ada gen yang mengatur warna bunga .tidak dapat dibagi lagi dalam kromosom Kromosom pada organisme eukariotik tersusun dari bagian-bagian berikut. Setiap gen mempunyai tugas & fungsi tertentu. Sifat dan fungsi utama gen Sifat Gen 1. Mengandung informasi genetik. Jadi gen inilah yang sebenarnya berfungsi mengatur sifat – sifat yang akan diwariskan dari induk kepada keturunanya. 4. Menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. 2.Zat terkecil yg. Menyampaikan informasi genetik pd. Tempat gen didalam kromosom disebut lokus gen. Selain itu. 2. Generasi berikutnya 3. Dpt. Sejumlah gen yang berderet pada kromosom masing-masing memiliki tugas khusus. golongan darah.Gen      Disepanjang benang-benang inilah terletak secara teratur struktur yang disebut Gen. RNA RNA menyusun kromosom sekitar 5% dari keseluruhan kromosom. warna bulu dan sebagainya. Fungsi utama gen: 1. . jenis rambut. Gen terdiri dari DNA (asam Nukleat). Protein Protein ini terdiri atas histon yang bersifat basa dan nonhiston yang bersifat asam.

Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom selama mitosis atau sebagian dari mitosis. Umumnya jumlah lengan pada kromosom dua. Bagian ini merupakan daerah penyempitan pertama pada kromosom yang khusus dan tetap. Lengan dilengkapi telomer 1. Lengan dibungkus oleh selaput tipis dan di dalamnya terdapat matriks yang berisi cairan bening yang mengisi seluruh bagian lengan. satelit merupakan tambahan pada ujung kromosom. yaitu suatu protein struktural yang berperan dalam pergerakan kromosom selama berlangsungnya pembelahan sel. Cairan ini mengandung benang-benang halus berpilin yang disebut kromonema. Bagian kromonema yang mengalami pembelahan disebut kromomer yang berfungsi untuk membawa sifat keturunan sehingga disebut sebagai lokus gen serta kromomer merupakan bahan protein yang mengendap di dalam kromonemata. Sentromer      Sentromer merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Kinetokor merupakan tonjolan dekat sentromer yang berfungsi untuk melekat pada benang spindel . membagi 2 bagian lengan kromosom juga merupakan kromonemata yang berbentuk lurus Pada sentromer terdapat kinetokor.Struktur Kromosom 1. Fungsi lekukan kedua adalah tempat terbentuknya nukleolus Pada bagian ujung kromosom terdapat suatu tambahan yang disebut satelit. Pembelahan sentromer ini akan memulai gerakan kromatid pada masa anafase. Kromonemata pita berbentuk spiral dalam kromosom dan lekukan kedua pangkal dari kromonemata. Daerah ini disebut juga kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fober). Lengan            Bagian lengan ini merupakan bagian badan utama kromosom yang mengandung kromosom dan gen. tetapi ada juga beberapa yang hanya berjumlah satu. Sentromer = bagian kromosom yang menyempit dan berwarna terang. Sentromer 2. 2.

  Kromatid merupakan hasil duplikasi dari kromosom Telomer merupakan bagian dari ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan kromosom lain .

Telosentrik Telosentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu memiliki lengan hanya satu. yaitu sebagai berikut. Autosom (Kromosom Tubuh) Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. ZW = betina Autosom tidak menentukan jenis kelamin. dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. 1. Kromosom-kromosom yang disusun dan diurutkan berdasarkan ukuran dan bentuknya. Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina. letak sentromer hampir di tengah. memiliki bentuk seperti huruf L. Metasentrik Metasentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang sama panjang. kromosom dibagi menjadi dua. letak sentromernya dekat ujung. jumlahnya hanya sepasang . sedangkan kromosom kelamin menentukan jenis kelamin. Berupa kromosom sex X yang panjang ( haploid) dan kromosom sex Y (haploid) yang lebih pendek. 1. sedangkan apabila gen-gen terletak pada kromosom kelamin. Akrosentrik Akrosentrik memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang tidak sama panjang. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan kromosom kelamin. memiliki bentuk seperti batang. dan memiliki bentuk seperti huruf J. dan letak sentromer berada di tengah memiliki bentuk seperti huruf V. 2. Apabila gen-gen yang berperan dalam keturunan terletak pada autosom. Submetasentrik Kedua lengan hampir sama panjang. Autosom biasanya disimbolkan dengan A. XX = betina pada Ayam ZZ = jantan . Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina . 3. dan letak sentromernya berada di ujung. maka akan diperoleh suatu gambaran yang disebut karyotype. Gonosom (Kromosom Seks) Gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin.  . maka sistem pewarisannya disebut pewarisan autosomal.PEMBAGIAN KROMOSOM Berdasarkan letak sentromernya. 4. Berdasarkan tipenya. 2.     Manusia XY=pria . XX=wanita Belalang XO = jantan . kromosom dibagi menjadi empat.

yaitu 1. trisomi 21 (sindroma Down). trisomi 13 (sindroma patau). lengan panjang (q). ginjal. trisomi 18 (sindroma Edward) 3. diantaranya adalh delesi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih pendek dari kromosom normal. lengan pendek kromosom (p) Ada 2 jenis kelainan kromosom. bibir dan rongga mulut (bibir sumbing) juga pertumbuhan jari tangan dan kaki. seperti adanya kromosom yang berjumlah 3 untai (seharusnya hanya 2 untai atau sepasang) atau jumlah kromosom yang berkurang (disebut dengan monosomi). Karyotype ini dapat menggambarkan karakter-karakter kromosom yang dipelajari yang meliputi jumlah kromosom. jantung. sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47.000 bayi yang lahir dan biasanya jika gejalanya sangat berat dapat menyebabkan kematian beberapa jam atau beberapa minggu setelah kelahiran. 2. . Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak. 2. Definisi dan gejala daripada penyakitpenyakit kelainan kromosomal tersebut adalh sebagai berikut:  Trisomi 13 atau sindroma Patau disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 13 pada tiap sel penderita. Kelainan pada jumlah kromosom. Karyotype berasal dari kata karyon yang berarti inti dan typos yang berarti bentuk. Kelainan pada struktur kromosom. yaitu: 1. yaitu ada kromosom yang jumlahnya hanya 1 untai. dimana terdapat jumlah kromosom yang berlebihan (disebut dengan trisomi). Kelainan kromosom yang paling sering diketemukan pada bayi adalah trisomi. Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000 sampai 10. insersi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih panjang dari normal dan berpindahnya bagian satu kromosom ke bagian kromosom yang lain atau yang disebut dengan translokasi.

Kondisi ini. Istilah umum yang dipakai untuk menyatakan bahwa kurang satu pasang kromosom homolog pada sel diploid adalah monosomi. Perempuan yang dilahirkan dengan satu kromosom X dan bukannya dua. otot-otot melemah (hipotonia) dan kecenderungan menderita kanker sel daerah putih (leukemia). Lakilaki dengan kombinasi khusus ini cenderung bertubuh tinggi-tinggi. Dalam kehidupannya kemudian merekamemperlihatkan tanda-tanda kemunduruan intelektual. Pada penderita sindroma Down terdapat tiga untai kromosom 21.   . gangguan pertumbuhan.. berat badan bayi yang kurang normal. Dalam hal ini pemisahan kromosom seks ayah yang kurang sempurna pada pembelahan meiosis kedua selama spermatogenesis menghasilkan spermatozoas YY yang pada pembuahan memberi dua kromosom Y dan bukannya satu.Pria dengan kombinasi kelainan ini biasanya memiliki testis kecil dan mandul. Trisoma 21 atau yang disebut sindroma Down adalah kelainan kromosom yang paling sering terjadi dengan frekuensi 1 dari 700 bayi lahir dan bahkan lebih sering terjadi pada ibu yang hamil pada usia (>35 tahun). dan terdapat indikasih bahwa beberapa diantaranya mempunyai predisposisi berkelakuan agresfi atau antisocial. yang disebut sindrom Klinefelter. Varian sindrom Klinefelter demikian ditandai perkembangan mental yang sangat terbelakang    Kelainan lain pada pria ialah susunan XYY. pendengaran dan penglihatan berkurang. Jumlah kromosom 21 yang berlebih ini mengakibatkan gejala-gejala seperti retardasi mental. Berlebihnya jumlah kromosom 18 ini jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 1500 bayi yang lahir dan gejalanya adalah retardasi mental berat. sindrom Klinefelter dapat diakibatkan :gagalnya kedua kromosom X pada biang (precursor) sel benih diploid maternal memisahkan diri dan masuk selsel berbeda pada meiosis. ukuran kepala dan pinggul yang kecil. monos. Salah satu kelainan kromosom seks yangpaling umum ialah terdapatnya kromosom X ektsra pada seorang laki-laki. Trisomi 18 atau sindroma Edward disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 18 pada tiap selpenderita. Selain beberapa bayi dengan monosomi pada kromosom X dan sejumlah kasus monosomi 21. Tingkat inteligensianya dapat sub-normal. Lebih jarang konstitusi XXY terjadi bilal spermatozoa-XY (terjadi akibat gagalnya pemisahan kromosom X dan Y sewaktu meiosis) membuahi ovum pembawa X normal. dan kelainan pada tangan dan kaki. Kasus dengan kromosom X yang lebih banyak lagi (misalnya XXXX dan XXXXX) hanya memperburuk keadaan. dan hal ini menghasilkan konstitusi kromosom XXXY atau XXXXY. kelainan jantung bawaan. (Yun. sehingga memiliki konstitusi kromosom seks XXY. Kromosom seks sel-sel ayah dapat pula gagal memisahkan diri pada kedua pembelahan meiosis. menampakkan kondisi yang leibh jarang yang disebut Sindrom Turner. namun umumnya tetap dapat mempunyai anak. malah kedua kromosom itu menuju ovum yang dibuahi spermatozoa yang membawa kromosom Y. tunggal). Perempuan yang lahir dengan kromosom X tambahan(dengan kata lain perempuan dengan XXX) dapat pula disertai retardasi mental dan sejumlah di antaranya mandul.

Gametogenesis pada pria menghasilkan 4 spermatozoa dan pada wanita menghasilkan 1 ovum disertai 2 atau 3 badan polar. -fase G1 -fase S -fase G2 -fase M -PROFASE -METAFASE -ANAFASE -TELOFASE 2. Hasil pembelahan ini adalah sel anak tipe A dan sel anak tipe B. dan pembelahan menghasilkan 2 sel dengan sifat genetik yang sama. c. Gametogenesis pada pria dinamakan spermatogenesis sedangkan gametogenesis pada wanita dinamakan oogenesis. Sel anak tipe B selanjutnya tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi spermatosit primer yang masih diploid/2n.1. sehingga dihasilkan 4 spermatid yang masing-masing bersifat haploid/n e. . b. Pada pembelahan jenis ini dihasilkan sel yang mengandung 1 genom/haploid/n. Meiosis Pembelahan meiosis berguna untuk menghasilkan gamet atau sel-sel kelamin. Spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 2 spermatosit sekunder yang bersifat haploid/n. SPERMATOGENESIS Proses terjadinya spermatogenesis (Gambar 14) dirinci sebagai berikut: a. Keempat spermatid berkembang melalui proses spermiogenesis menjadi spermatozoa yang bersifat haploid/n. Tiap sel mengandung 2 genom/diploid/2n. Mitosis Mitosis terjadi pada sel somatis. d. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. Masing-masing spermatosit sekunder mengalami pembelahan meiosis II menjadi 2 spermatid. Spermatogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. sehingga lazim dikenal sebagai gametogenesis.

Hasil pembelahan ini adalah beberapa oogonia. oosit sekunder mengalami pembelahan menjadi 1 ootid (haploid/n) dan 1 badan polar. Salah satu oogonia tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi oosit primer yang masih diploid/2n. badan polar yang pertama kadang-kadang dapat juga membelah menjadi 2 badan polar. maka oosit sekunder tidak dapat berkembang lebih lanjut dan terjadilah menstruasi. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. maka terjadilah pembelahan meiosis II. b. Selanjutnya ootid berkembang menjadi ovum. d. Oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 1 oosit sekunder dan 1 badan polar pertama yang masing-masing bersifat haploid/n. Pada tahap ini. Oogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. Oosit sekunder ini selanjutnya akan dikeluarkan dari folikel pada ovarium pada saat ovulasi.OOGENESIS Proses terjadinya oogenesis (Gambar 15) dirinci sebagai berikut: a. . Sementara itu. c. e. jika ada spermatozoa yang masuk sehingga terjadi fertilisasi. Tetapi. Jika tidak ada spermatozoa yang masuk (tidak terjadi fertilisasi).

maka setiap sel mengandung separuh dari kromosom sel somatis.PENENTUAN JENIS KELAMIN Telah dijelaskan di atas bahwa di dalam sel somatis manusia terdapat 22 pasang/44 buah autosom dan sepasang/2 buah kromosom gonosom. Dengan demikian rincian kromosom pada gamet adalah sebagai berikut: . dengan rincian:   Pada sel somatis seorang wanita terdapat 44 autosom dan kromosom seks XX (46XX) Pada sel somatis seorang pria terdapat 44 autosom dan kromosom seks XY (46XY) Dari hasil spermatogenesis dan oogenesis telah diketahui bahwa sel kelamin bersifat haploid.

Selain DNA sebenarnya ada pula asam nukleat lain di dalam tubuh kita dengan fungsi yang berbeda yaitu ribonucleic acid (RNA). STRUKTUR UMUM ASAM NUKLEAT Asam nukleat baik DNA maupun RNA merupakan polimer atau rantai nukleotida. Dapat juga disebut secara singkat dengan nama polinukleotida. ditulis dengan simbol 23X atau 23Y. suatu senyawa antara protein berupa protamin atau histon dengan asam nukleat berupa deoxyribonucleic acid (DNA). maka kondisi tersebut adalah kenyataan bahwa lahirnya kebetulan perempuan terus.  Pada ovum terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X. yaitu 1:1. Pada spermatozoa terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X atau Y. Setiap nukleotida tersusun atas sebuah nukleosida dan gugus fosfat. bukan kenyataan lahirnya anak laki-laki atau perempuan. ditulis dengan simbol 23X. maka harus 2 laki-laki dan 2 perempuan. masing-masing berpeluang 50%. Dengan kata lain. Jadi jika suatu pasangan suami isteri mempunyai 5 anak dan seluruhnya perempuan. apabila terjadi pembuahan. Setiap mata rantai asam nukleat adalah sebuah nukleotida. Berdasarkan rincian tersebut di atas. maka penentuan jenis kelamin dan kemungkinan lahirnya anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama. PERAN DNA DAN RNA DALAM SINTESIS PROTEIN Sebagai pembawa sifat yang diturunkan. Jadi peluang 50% bukan berarti bahwa jika memiliki 4 anak. A. . Perlu diingat 1:1 adalah peluang. Namun sebenarnya peluang untuk lahir laki-laki sama besarnya. kromosom tersusun atas nukleoprotein. Telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa DNA-lah yang berperan sebagai materi genetik karena di dalamnya terkandung banyak sekali gen. Selanjutnya setiap nukleosida tersusun atas satu gula pentosa dan satu basa nitogen (Basa N). Gambar 16 memberikan penjelasan secara terstruktur mengenai peluang tersebut.

Sedangkan untuk basa N ada 5 pilihan yaitu 2 dari derivat purin masing-masing adenin dan guanin dan 3 dari derivat pirimidin yaitu sitosin. Gambar 17 memberikan ilustrasi untuk mempermudah pemahaman mengenai struktur tersebut. Coba perhatikan struktur gula pentosa berupa ribosa dan deoksiribosa pada Gambar 18. Namun jika pada atom C ke-2 terikat atom hidrogen saja (-H).Ada 2 pilihan untuk gula pentosa yaitu deoksiribosa dan ribosa. . karena mengalami kehilangan oksigen (deoksi) sehingga tinggal atom H saja. Skema susunan asam nukleat Gula Pentosa Gula pentosa adalah salah satu jenis karbohidrat monosakarida dengan 5 atom C. timin dan urasil. Jika pada atom C ke-2 (terletak di kanan bawah) terdapat gugus hidroksil (-OH) maka pentosa ini bernama ribosa. Gambar 17. maka pentosa ini dinamakan deoksiribosa.

urasil hanya ada pada RNA dan timin hanya ada pada DNA. Coba perhatikan struktur 5 basa basa N pada Gambar 19 untuk mengetahui secara rinci perbedaan struktur dari derivat purin maupun derivat pirimidin. sitosin terdapat dalam RNA dan DNA. nukleotida tersusun atas nukleosida-nukleosida. guanin. Sedangkan Basa N yang menyusun DNA adalah adenin. Nukleosida Nukleosida merupakan gabungan antara gula pentosa dengan basa N. Nukleotida Nukleotida merupakan gabungan antara nukleosida dengan gugus fosfat. Jika gula pentosa berupa ribosa. sitosin dan timin. Derivat purin yang terdiri atas adenin dan guanin Kedua basa N ini terdapat di dalam RNA maupun DNA 2. Struktur gula pentosa Basa Nitrogen Basa nitrogen ada 2 golongan yaitu: 1. guanin. urasil dan timin Dari ketiga basa N di atas. Derivat pirimidin yang terdiri atas sitosin.Gambar 18. Setiap nukleosida tersusun atas gula pentosa dan basa nitrogen. guanin. DNA tersusun atas nukleotida-nukleotida. sitosin dan urasil. Sedangkan jika gula pentosa berupa deoksiribosa. maka basa N yang mungkin diikat adalah adenin. sitosin dan timin. DNA Sebagai polinukleotida. . maka basa N yang mungkin terikat adalah adenin. Gula pentosa yang menyusun DNA adalah deoksiribosa.

. Setiap basa N pada nukleotida untaian pertama akan berikatan dengan basa N pada nukleotida untaian kedua melaui ikatan hidrogen (Gambar 25). Sifat khas dari ikatan ini adalah bahwa setiap basa N adenin (A) selalu berikatan dengan timin (T).DNA mengandung 2 untai polinukleotida. sedangkan guanin (G) selalu berikatan dengan sitosin (C).

. sedangkan deoksiribosa dan fosfat akan membentuk struktur menyerupai ibu tangga. sehingga disebut sebagai struktur pilinan ganda (double helix). Jika struktur ini diamati secara utuh akan terlihat struktur seperti tangga tetapi dalam kondisi terpilin.Setiap ikatan antara 2 basa N ini membentuk struktur menyerupai anak tangga.

tidak seperti DNA yang memiliki untaian ganda. Ada 3 macam RNA yaitu messenger RNA (mRNA). 3. Pada untaian tunggal polinukleotida mRNA inilah pesan yang disalin dari DNA tertulis dan disebut sebagai kodon. Pesan tersebut berupa informasi yang disalin dari DNA yang tentunya berasal dari gen-gen yang ada di dalamnya. transfer RNA (tRNA) dan ribosome RNA (rRNA). Jadi mRNA adalah sekumpulan kodon-kodon. Umumnya RNA terdapat dalam bentuk untaian tunggal. Ada beberapa perbedaan antara RNA dan DNA yaitu: 1. Dengan demikian secara lengkap basa N pada RNA adalah adenin. 1. sehingga juga tersusun atas nukleotida-nukleotida dengan segala unsur-unsur penyusunnya. mRNA berfungsi sebagai messenger atau pembawa pesan. Pada RNA pirimidin yang ada adalah sitosin dan urasil. sitosin dan urasil. mRNA mRNA memiliki ukuran dan stabilitas yang paling heterogen. . RNA juga merupakan asam nukleat. mRNA memiliki struktur untaian tunggal. guanin. Setiap pesan atau kodon adalah berupa urutan 3 nukleotida. Pesan itu pada dasarnya adalah sebuah informasi untuk mencetak protein tertentu (spesifik) yang proses pencetakannya akan berlangsung di dalam ribosom. RNA memiliki komponen basa N derivat pirimidin yang berbeda dengan dengan DNA. Namun RNA dapat melipat dirinya sehingga pada bagian tertentu didapatkan sifat untaian ganda. guanin. RNA tersusun atas gula pentosa ribosa bukan deoksiribosa 2. Sedangkan pada DNA adalah adenin. sitosin dan timin.RNA Sebagaimana DNA.

sehingga disebut sebagai kode triplet. Dalam setiap sel minimal terdapat 20 spesies tRNA yang masing-masing sesuai dengan masing-masing dari 20 jenis asam amino. sitosin. kodon AUG jika terdapat urutan basa N adenin. tRNA memiliki panjang 74-95 nukleotida. Gambar 30 menunjukkan struktur umum dari tRNA. Yang perlu diingat adalah bahwa pada RNA tidak mungkin terdapat basa N timin. . Misalnya kodon CCC jika terdapat urutan sitosin. 3. guanin pada 3 nukleotida. sitosin pada 3 nukleotida. urasil. Pada ribosom. Sebagai nukleoprotein. Pada RNA timin diganti dengan urasil. 2. Setiap triplet diidentifikasi dengan menyebut kandungan basa N pada urutan 3 nukleotida. Ribosom RNA (rRNA) Ribosom merupakan struktur nukleoprotein sitoplasma yang bertindak sebagai mesin pembentuk protein dari cetakan mRNA. ribosom tersusun atas asam nukleat berupa rRNA. mRNA dan tRNA saling berinteraksi untuk menyusun protein spesifik. Transfer RNA (tRNA) tRNA berfungsi memindahkan asam amino menuju mRNA ketika terjadi sintesis protein.