     

Pada manusia ukuran kromosom kurang lebih 6 mikron. Kromosom berfungsi membawa sifat individu dan membawa informasi genetika, karena di dalam kromosom mengandung gen. Kromosom mengandung struktur yang terdiri dari benang-benang tipis yang melingkar-lingkar. Dalam setiap sel tubuh, kromosom berada dalam keadaan berpasang- pasangan. Kromosom yang berpasangan dan memiliki bentuk, ukuran dan komposisiyang sama disebut kromosom homolog. Setiap pasangan kromosom homolog berbeda dengan pasangankromosom homolog lainya. Kromosom sel tubuh terdapat sepasang-pasang (alelik) sehingga kromosom tubuh terdiri dari dua set. Dua set kromosom pada sel tubuh adalah diploid (2n). Pada sel kelamin (gamet) tidak terdapat pasang-pasangan atau hanya terdapat satu set kromosom. Satu set kromosom pada sel kelamin adalah haploid (n).

gen juga berefungsi mengatur perkembangan dan metabolisme individu. bentuk hidung. Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA. Gen terdiri dari DNA (asam Nukleat). Ada gen yang mengatur warna bunga . 2. Tempat gen didalam kromosom disebut lokus gen. Mengatur perkembangan/metabolisme sel 2. warna rambut. DNA DNA menyusun kromosom sekitar 35% dari keseluruhan kromosom. . . RNA RNA menyusun kromosom sekitar 5% dari keseluruhan kromosom. Selain itu. tinggi rambut. 1.Zat terkecil yg. Fungsi utama gen: 1. Sejumlah gen yang berderet pada kromosom masing-masing memiliki tugas khusus.tidak dapat dibagi lagi dalam kromosom Kromosom pada organisme eukariotik tersusun dari bagian-bagian berikut. Setiap gen mempunyai tugas & fungsi tertentu. jenis rambut. Mengandung informasi genetik. 2. Protein Protein ini terdiri atas histon yang bersifat basa dan nonhiston yang bersifat asam. 4. warna bulu dan sebagainya. 3. 3.Gen      Disepanjang benang-benang inilah terletak secara teratur struktur yang disebut Gen. Menyampaikan informasi genetik pd. Sifat dan fungsi utama gen Sifat Gen 1. golongan darah. Generasi berikutnya 3. Jadi gen inilah yang sebenarnya berfungsi mengatur sifat – sifat yang akan diwariskan dari induk kepada keturunanya. Dpt. Setiap gen menempati tempat tertentu dalam kromosom. Menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. Sifat tersebut ditentukan oleh kombinasi susunan basa nitrogen.

Struktur Kromosom 1. Sentromer = bagian kromosom yang menyempit dan berwarna terang. Sentromer      Sentromer merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Bagian ini merupakan daerah penyempitan pertama pada kromosom yang khusus dan tetap. Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom selama mitosis atau sebagian dari mitosis. tetapi ada juga beberapa yang hanya berjumlah satu. Umumnya jumlah lengan pada kromosom dua. Kromonemata pita berbentuk spiral dalam kromosom dan lekukan kedua pangkal dari kromonemata. Sentromer 2. 2. Kinetokor merupakan tonjolan dekat sentromer yang berfungsi untuk melekat pada benang spindel . Cairan ini mengandung benang-benang halus berpilin yang disebut kromonema. Bagian kromonema yang mengalami pembelahan disebut kromomer yang berfungsi untuk membawa sifat keturunan sehingga disebut sebagai lokus gen serta kromomer merupakan bahan protein yang mengendap di dalam kromonemata. Daerah ini disebut juga kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fober). Lengan dibungkus oleh selaput tipis dan di dalamnya terdapat matriks yang berisi cairan bening yang mengisi seluruh bagian lengan. Lengan            Bagian lengan ini merupakan bagian badan utama kromosom yang mengandung kromosom dan gen. Lengan dilengkapi telomer 1. membagi 2 bagian lengan kromosom juga merupakan kromonemata yang berbentuk lurus Pada sentromer terdapat kinetokor. Fungsi lekukan kedua adalah tempat terbentuknya nukleolus Pada bagian ujung kromosom terdapat suatu tambahan yang disebut satelit. yaitu suatu protein struktural yang berperan dalam pergerakan kromosom selama berlangsungnya pembelahan sel. satelit merupakan tambahan pada ujung kromosom. Pembelahan sentromer ini akan memulai gerakan kromatid pada masa anafase.

  Kromatid merupakan hasil duplikasi dari kromosom Telomer merupakan bagian dari ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan kromosom lain .

letak sentromer hampir di tengah. jumlahnya hanya sepasang . Akrosentrik Akrosentrik memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang tidak sama panjang.  . 4. Autosom (Kromosom Tubuh) Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan kromosom kelamin. dan memiliki bentuk seperti huruf J. letak sentromernya dekat ujung. Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina . maka sistem pewarisannya disebut pewarisan autosomal. XX=wanita Belalang XO = jantan . Autosom biasanya disimbolkan dengan A. 1. dan letak sentromernya berada di ujung.PEMBAGIAN KROMOSOM Berdasarkan letak sentromernya. 2. Gonosom (Kromosom Seks) Gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin. 1. XX = betina pada Ayam ZZ = jantan . dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. 3. Metasentrik Metasentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang sama panjang. sedangkan kromosom kelamin menentukan jenis kelamin. Telosentrik Telosentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu memiliki lengan hanya satu. kromosom dibagi menjadi empat. Apabila gen-gen yang berperan dalam keturunan terletak pada autosom. dan letak sentromer berada di tengah memiliki bentuk seperti huruf V. Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina. Berdasarkan tipenya. ZW = betina Autosom tidak menentukan jenis kelamin. Submetasentrik Kedua lengan hampir sama panjang. 2. memiliki bentuk seperti huruf L. kromosom dibagi menjadi dua. sedangkan apabila gen-gen terletak pada kromosom kelamin.     Manusia XY=pria . memiliki bentuk seperti batang. Kromosom-kromosom yang disusun dan diurutkan berdasarkan ukuran dan bentuknya. Berupa kromosom sex X yang panjang ( haploid) dan kromosom sex Y (haploid) yang lebih pendek. yaitu sebagai berikut. maka akan diperoleh suatu gambaran yang disebut karyotype.

 Karyotype berasal dari kata karyon yang berarti inti dan typos yang berarti bentuk. lengan pendek kromosom (p) Ada 2 jenis kelainan kromosom. sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47.000 bayi yang lahir dan biasanya jika gejalanya sangat berat dapat menyebabkan kematian beberapa jam atau beberapa minggu setelah kelahiran. Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000 sampai 10. bibir dan rongga mulut (bibir sumbing) juga pertumbuhan jari tangan dan kaki. seperti adanya kromosom yang berjumlah 3 untai (seharusnya hanya 2 untai atau sepasang) atau jumlah kromosom yang berkurang (disebut dengan monosomi). Kelainan pada struktur kromosom. dimana terdapat jumlah kromosom yang berlebihan (disebut dengan trisomi). diantaranya adalh delesi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih pendek dari kromosom normal. . yaitu ada kromosom yang jumlahnya hanya 1 untai. lengan panjang (q). Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak. Definisi dan gejala daripada penyakitpenyakit kelainan kromosomal tersebut adalh sebagai berikut:  Trisomi 13 atau sindroma Patau disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 13 pada tiap sel penderita. insersi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih panjang dari normal dan berpindahnya bagian satu kromosom ke bagian kromosom yang lain atau yang disebut dengan translokasi. Karyotype ini dapat menggambarkan karakter-karakter kromosom yang dipelajari yang meliputi jumlah kromosom. 2. Kelainan kromosom yang paling sering diketemukan pada bayi adalah trisomi. jantung. trisomi 21 (sindroma Down). ginjal. trisomi 18 (sindroma Edward) 3. 2. Kelainan pada jumlah kromosom. yaitu: 1. trisomi 13 (sindroma patau). yaitu 1.

Lebih jarang konstitusi XXY terjadi bilal spermatozoa-XY (terjadi akibat gagalnya pemisahan kromosom X dan Y sewaktu meiosis) membuahi ovum pembawa X normal. Varian sindrom Klinefelter demikian ditandai perkembangan mental yang sangat terbelakang    Kelainan lain pada pria ialah susunan XYY. Dalam hal ini pemisahan kromosom seks ayah yang kurang sempurna pada pembelahan meiosis kedua selama spermatogenesis menghasilkan spermatozoas YY yang pada pembuahan memberi dua kromosom Y dan bukannya satu. ukuran kepala dan pinggul yang kecil. Pada penderita sindroma Down terdapat tiga untai kromosom 21. berat badan bayi yang kurang normal. Lakilaki dengan kombinasi khusus ini cenderung bertubuh tinggi-tinggi. dan kelainan pada tangan dan kaki. Kasus dengan kromosom X yang lebih banyak lagi (misalnya XXXX dan XXXXX) hanya memperburuk keadaan. Istilah umum yang dipakai untuk menyatakan bahwa kurang satu pasang kromosom homolog pada sel diploid adalah monosomi. menampakkan kondisi yang leibh jarang yang disebut Sindrom Turner. Trisoma 21 atau yang disebut sindroma Down adalah kelainan kromosom yang paling sering terjadi dengan frekuensi 1 dari 700 bayi lahir dan bahkan lebih sering terjadi pada ibu yang hamil pada usia (>35 tahun). sehingga memiliki konstitusi kromosom seks XXY. gangguan pertumbuhan. namun umumnya tetap dapat mempunyai anak. kelainan jantung bawaan. Dalam kehidupannya kemudian merekamemperlihatkan tanda-tanda kemunduruan intelektual. Kromosom seks sel-sel ayah dapat pula gagal memisahkan diri pada kedua pembelahan meiosis. Kondisi ini. sindrom Klinefelter dapat diakibatkan :gagalnya kedua kromosom X pada biang (precursor) sel benih diploid maternal memisahkan diri dan masuk selsel berbeda pada meiosis. tunggal). Tingkat inteligensianya dapat sub-normal. malah kedua kromosom itu menuju ovum yang dibuahi spermatozoa yang membawa kromosom Y. dan hal ini menghasilkan konstitusi kromosom XXXY atau XXXXY. Berlebihnya jumlah kromosom 18 ini jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 1500 bayi yang lahir dan gejalanya adalah retardasi mental berat. Selain beberapa bayi dengan monosomi pada kromosom X dan sejumlah kasus monosomi 21. yang disebut sindrom Klinefelter.   . pendengaran dan penglihatan berkurang.Pria dengan kombinasi kelainan ini biasanya memiliki testis kecil dan mandul. dan terdapat indikasih bahwa beberapa diantaranya mempunyai predisposisi berkelakuan agresfi atau antisocial. Perempuan yang lahir dengan kromosom X tambahan(dengan kata lain perempuan dengan XXX) dapat pula disertai retardasi mental dan sejumlah di antaranya mandul. Salah satu kelainan kromosom seks yangpaling umum ialah terdapatnya kromosom X ektsra pada seorang laki-laki. Trisomi 18 atau sindroma Edward disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 18 pada tiap selpenderita. (Yun. otot-otot melemah (hipotonia) dan kecenderungan menderita kanker sel daerah putih (leukemia). Jumlah kromosom 21 yang berlebih ini mengakibatkan gejala-gejala seperti retardasi mental. Perempuan yang dilahirkan dengan satu kromosom X dan bukannya dua.. monos.

Gametogenesis pada pria menghasilkan 4 spermatozoa dan pada wanita menghasilkan 1 ovum disertai 2 atau 3 badan polar.1. Masing-masing spermatosit sekunder mengalami pembelahan meiosis II menjadi 2 spermatid. Mitosis Mitosis terjadi pada sel somatis. b. sehingga dihasilkan 4 spermatid yang masing-masing bersifat haploid/n e. Spermatogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. Sel anak tipe B selanjutnya tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi spermatosit primer yang masih diploid/2n. Gametogenesis pada pria dinamakan spermatogenesis sedangkan gametogenesis pada wanita dinamakan oogenesis. Keempat spermatid berkembang melalui proses spermiogenesis menjadi spermatozoa yang bersifat haploid/n. Tiap sel mengandung 2 genom/diploid/2n. d. Spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 2 spermatosit sekunder yang bersifat haploid/n. . Pada pembelahan jenis ini dihasilkan sel yang mengandung 1 genom/haploid/n. dan pembelahan menghasilkan 2 sel dengan sifat genetik yang sama. -fase G1 -fase S -fase G2 -fase M -PROFASE -METAFASE -ANAFASE -TELOFASE 2. sehingga lazim dikenal sebagai gametogenesis. Meiosis Pembelahan meiosis berguna untuk menghasilkan gamet atau sel-sel kelamin. Hasil pembelahan ini adalah sel anak tipe A dan sel anak tipe B. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. c. SPERMATOGENESIS Proses terjadinya spermatogenesis (Gambar 14) dirinci sebagai berikut: a.

b. jika ada spermatozoa yang masuk sehingga terjadi fertilisasi. e. Jika tidak ada spermatozoa yang masuk (tidak terjadi fertilisasi). Sementara itu. Oogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. Pada tahap ini. d. Hasil pembelahan ini adalah beberapa oogonia. Salah satu oogonia tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi oosit primer yang masih diploid/2n. Oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 1 oosit sekunder dan 1 badan polar pertama yang masing-masing bersifat haploid/n. badan polar yang pertama kadang-kadang dapat juga membelah menjadi 2 badan polar. c.OOGENESIS Proses terjadinya oogenesis (Gambar 15) dirinci sebagai berikut: a. maka terjadilah pembelahan meiosis II. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. . Tetapi. maka oosit sekunder tidak dapat berkembang lebih lanjut dan terjadilah menstruasi. Selanjutnya ootid berkembang menjadi ovum. Oosit sekunder ini selanjutnya akan dikeluarkan dari folikel pada ovarium pada saat ovulasi. oosit sekunder mengalami pembelahan menjadi 1 ootid (haploid/n) dan 1 badan polar.

maka setiap sel mengandung separuh dari kromosom sel somatis. Dengan demikian rincian kromosom pada gamet adalah sebagai berikut: .PENENTUAN JENIS KELAMIN Telah dijelaskan di atas bahwa di dalam sel somatis manusia terdapat 22 pasang/44 buah autosom dan sepasang/2 buah kromosom gonosom. dengan rincian:   Pada sel somatis seorang wanita terdapat 44 autosom dan kromosom seks XX (46XX) Pada sel somatis seorang pria terdapat 44 autosom dan kromosom seks XY (46XY) Dari hasil spermatogenesis dan oogenesis telah diketahui bahwa sel kelamin bersifat haploid.

Setiap nukleotida tersusun atas sebuah nukleosida dan gugus fosfat. Namun sebenarnya peluang untuk lahir laki-laki sama besarnya. masing-masing berpeluang 50%. Gambar 16 memberikan penjelasan secara terstruktur mengenai peluang tersebut. apabila terjadi pembuahan. Selanjutnya setiap nukleosida tersusun atas satu gula pentosa dan satu basa nitogen (Basa N). maka harus 2 laki-laki dan 2 perempuan. Dengan kata lain. Pada spermatozoa terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X atau Y. Setiap mata rantai asam nukleat adalah sebuah nukleotida. Telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa DNA-lah yang berperan sebagai materi genetik karena di dalamnya terkandung banyak sekali gen. ditulis dengan simbol 23X. ditulis dengan simbol 23X atau 23Y. suatu senyawa antara protein berupa protamin atau histon dengan asam nukleat berupa deoxyribonucleic acid (DNA).  Pada ovum terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X. PERAN DNA DAN RNA DALAM SINTESIS PROTEIN Sebagai pembawa sifat yang diturunkan. Jadi peluang 50% bukan berarti bahwa jika memiliki 4 anak. Berdasarkan rincian tersebut di atas. Perlu diingat 1:1 adalah peluang. maka penentuan jenis kelamin dan kemungkinan lahirnya anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama. Selain DNA sebenarnya ada pula asam nukleat lain di dalam tubuh kita dengan fungsi yang berbeda yaitu ribonucleic acid (RNA). maka kondisi tersebut adalah kenyataan bahwa lahirnya kebetulan perempuan terus. kromosom tersusun atas nukleoprotein. A. Jadi jika suatu pasangan suami isteri mempunyai 5 anak dan seluruhnya perempuan. Dapat juga disebut secara singkat dengan nama polinukleotida. bukan kenyataan lahirnya anak laki-laki atau perempuan. STRUKTUR UMUM ASAM NUKLEAT Asam nukleat baik DNA maupun RNA merupakan polimer atau rantai nukleotida. yaitu 1:1. .

Gambar 17 memberikan ilustrasi untuk mempermudah pemahaman mengenai struktur tersebut. Namun jika pada atom C ke-2 terikat atom hidrogen saja (-H). maka pentosa ini dinamakan deoksiribosa. Gambar 17. timin dan urasil. karena mengalami kehilangan oksigen (deoksi) sehingga tinggal atom H saja. Coba perhatikan struktur gula pentosa berupa ribosa dan deoksiribosa pada Gambar 18. Sedangkan untuk basa N ada 5 pilihan yaitu 2 dari derivat purin masing-masing adenin dan guanin dan 3 dari derivat pirimidin yaitu sitosin.Ada 2 pilihan untuk gula pentosa yaitu deoksiribosa dan ribosa. Jika pada atom C ke-2 (terletak di kanan bawah) terdapat gugus hidroksil (-OH) maka pentosa ini bernama ribosa. . Skema susunan asam nukleat Gula Pentosa Gula pentosa adalah salah satu jenis karbohidrat monosakarida dengan 5 atom C.

maka basa N yang mungkin terikat adalah adenin.Gambar 18. nukleotida tersusun atas nukleosida-nukleosida. Gula pentosa yang menyusun DNA adalah deoksiribosa. Setiap nukleosida tersusun atas gula pentosa dan basa nitrogen. sitosin terdapat dalam RNA dan DNA. guanin. Sedangkan jika gula pentosa berupa deoksiribosa. Jika gula pentosa berupa ribosa. Nukleotida Nukleotida merupakan gabungan antara nukleosida dengan gugus fosfat. Derivat purin yang terdiri atas adenin dan guanin Kedua basa N ini terdapat di dalam RNA maupun DNA 2. Struktur gula pentosa Basa Nitrogen Basa nitrogen ada 2 golongan yaitu: 1. DNA Sebagai polinukleotida. Sedangkan Basa N yang menyusun DNA adalah adenin. Nukleosida Nukleosida merupakan gabungan antara gula pentosa dengan basa N. DNA tersusun atas nukleotida-nukleotida. guanin. sitosin dan timin. sitosin dan urasil. Coba perhatikan struktur 5 basa basa N pada Gambar 19 untuk mengetahui secara rinci perbedaan struktur dari derivat purin maupun derivat pirimidin. . maka basa N yang mungkin diikat adalah adenin. Derivat pirimidin yang terdiri atas sitosin. urasil hanya ada pada RNA dan timin hanya ada pada DNA. guanin. sitosin dan timin. urasil dan timin Dari ketiga basa N di atas.

sedangkan guanin (G) selalu berikatan dengan sitosin (C). .DNA mengandung 2 untai polinukleotida. Setiap basa N pada nukleotida untaian pertama akan berikatan dengan basa N pada nukleotida untaian kedua melaui ikatan hidrogen (Gambar 25). Sifat khas dari ikatan ini adalah bahwa setiap basa N adenin (A) selalu berikatan dengan timin (T).

Jika struktur ini diamati secara utuh akan terlihat struktur seperti tangga tetapi dalam kondisi terpilin. sehingga disebut sebagai struktur pilinan ganda (double helix).Setiap ikatan antara 2 basa N ini membentuk struktur menyerupai anak tangga. sedangkan deoksiribosa dan fosfat akan membentuk struktur menyerupai ibu tangga. .

mRNA memiliki struktur untaian tunggal. Dengan demikian secara lengkap basa N pada RNA adalah adenin. 1. Ada 3 macam RNA yaitu messenger RNA (mRNA). mRNA berfungsi sebagai messenger atau pembawa pesan. Pesan itu pada dasarnya adalah sebuah informasi untuk mencetak protein tertentu (spesifik) yang proses pencetakannya akan berlangsung di dalam ribosom. tidak seperti DNA yang memiliki untaian ganda. RNA juga merupakan asam nukleat. Jadi mRNA adalah sekumpulan kodon-kodon. RNA tersusun atas gula pentosa ribosa bukan deoksiribosa 2. sitosin dan urasil. Pada RNA pirimidin yang ada adalah sitosin dan urasil. RNA memiliki komponen basa N derivat pirimidin yang berbeda dengan dengan DNA. Umumnya RNA terdapat dalam bentuk untaian tunggal. Pada untaian tunggal polinukleotida mRNA inilah pesan yang disalin dari DNA tertulis dan disebut sebagai kodon. guanin. Pesan tersebut berupa informasi yang disalin dari DNA yang tentunya berasal dari gen-gen yang ada di dalamnya. Namun RNA dapat melipat dirinya sehingga pada bagian tertentu didapatkan sifat untaian ganda. guanin.RNA Sebagaimana DNA. Setiap pesan atau kodon adalah berupa urutan 3 nukleotida. Ada beberapa perbedaan antara RNA dan DNA yaitu: 1. mRNA mRNA memiliki ukuran dan stabilitas yang paling heterogen. 3. sehingga juga tersusun atas nukleotida-nukleotida dengan segala unsur-unsur penyusunnya. Sedangkan pada DNA adalah adenin. . sitosin dan timin. transfer RNA (tRNA) dan ribosome RNA (rRNA).

tRNA memiliki panjang 74-95 nukleotida. . Pada ribosom. kodon AUG jika terdapat urutan basa N adenin. Yang perlu diingat adalah bahwa pada RNA tidak mungkin terdapat basa N timin. Pada RNA timin diganti dengan urasil. Sebagai nukleoprotein. sitosin pada 3 nukleotida. guanin pada 3 nukleotida. ribosom tersusun atas asam nukleat berupa rRNA. sitosin. Transfer RNA (tRNA) tRNA berfungsi memindahkan asam amino menuju mRNA ketika terjadi sintesis protein. urasil. 2. Ribosom RNA (rRNA) Ribosom merupakan struktur nukleoprotein sitoplasma yang bertindak sebagai mesin pembentuk protein dari cetakan mRNA. Gambar 30 menunjukkan struktur umum dari tRNA. Dalam setiap sel minimal terdapat 20 spesies tRNA yang masing-masing sesuai dengan masing-masing dari 20 jenis asam amino. Misalnya kodon CCC jika terdapat urutan sitosin. 3. Setiap triplet diidentifikasi dengan menyebut kandungan basa N pada urutan 3 nukleotida. mRNA dan tRNA saling berinteraksi untuk menyusun protein spesifik.sehingga disebut sebagai kode triplet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful