P. 1
penurunan sifat

penurunan sifat

|Views: 123|Likes:
Published by Stephanus Anggara

More info:

Published by: Stephanus Anggara on Jun 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2015

pdf

text

original

     

Pada manusia ukuran kromosom kurang lebih 6 mikron. Kromosom berfungsi membawa sifat individu dan membawa informasi genetika, karena di dalam kromosom mengandung gen. Kromosom mengandung struktur yang terdiri dari benang-benang tipis yang melingkar-lingkar. Dalam setiap sel tubuh, kromosom berada dalam keadaan berpasang- pasangan. Kromosom yang berpasangan dan memiliki bentuk, ukuran dan komposisiyang sama disebut kromosom homolog. Setiap pasangan kromosom homolog berbeda dengan pasangankromosom homolog lainya. Kromosom sel tubuh terdapat sepasang-pasang (alelik) sehingga kromosom tubuh terdiri dari dua set. Dua set kromosom pada sel tubuh adalah diploid (2n). Pada sel kelamin (gamet) tidak terdapat pasang-pasangan atau hanya terdapat satu set kromosom. Satu set kromosom pada sel kelamin adalah haploid (n).

jenis rambut. 3. Protein Protein ini terdiri atas histon yang bersifat basa dan nonhiston yang bersifat asam. Sifat dan fungsi utama gen Sifat Gen 1. . warna bulu dan sebagainya. Setiap gen mempunyai tugas & fungsi tertentu. Tempat gen didalam kromosom disebut lokus gen. 1. Fungsi utama gen: 1. Jadi gen inilah yang sebenarnya berfungsi mengatur sifat – sifat yang akan diwariskan dari induk kepada keturunanya. Dpt. 2. Generasi berikutnya 3. 2. Ada gen yang mengatur warna bunga . RNA RNA menyusun kromosom sekitar 5% dari keseluruhan kromosom. DNA DNA menyusun kromosom sekitar 35% dari keseluruhan kromosom. Menyampaikan informasi genetik pd.tidak dapat dibagi lagi dalam kromosom Kromosom pada organisme eukariotik tersusun dari bagian-bagian berikut. Menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. 4. Setiap gen menempati tempat tertentu dalam kromosom. Sejumlah gen yang berderet pada kromosom masing-masing memiliki tugas khusus. tinggi rambut. Mengandung informasi genetik.Zat terkecil yg. bentuk hidung. Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA. 3. warna rambut. Sifat tersebut ditentukan oleh kombinasi susunan basa nitrogen. Gen terdiri dari DNA (asam Nukleat). Selain itu. Mengatur perkembangan/metabolisme sel 2. . gen juga berefungsi mengatur perkembangan dan metabolisme individu.Gen      Disepanjang benang-benang inilah terletak secara teratur struktur yang disebut Gen. golongan darah.

Sentromer = bagian kromosom yang menyempit dan berwarna terang. Bagian kromonema yang mengalami pembelahan disebut kromomer yang berfungsi untuk membawa sifat keturunan sehingga disebut sebagai lokus gen serta kromomer merupakan bahan protein yang mengendap di dalam kromonemata. Bagian ini merupakan daerah penyempitan pertama pada kromosom yang khusus dan tetap. Daerah ini disebut juga kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fober). Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom selama mitosis atau sebagian dari mitosis. Fungsi lekukan kedua adalah tempat terbentuknya nukleolus Pada bagian ujung kromosom terdapat suatu tambahan yang disebut satelit. Sentromer      Sentromer merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Lengan dibungkus oleh selaput tipis dan di dalamnya terdapat matriks yang berisi cairan bening yang mengisi seluruh bagian lengan. yaitu suatu protein struktural yang berperan dalam pergerakan kromosom selama berlangsungnya pembelahan sel. Sentromer 2. 2. tetapi ada juga beberapa yang hanya berjumlah satu. Kinetokor merupakan tonjolan dekat sentromer yang berfungsi untuk melekat pada benang spindel . satelit merupakan tambahan pada ujung kromosom.Struktur Kromosom 1. Lengan dilengkapi telomer 1. Lengan            Bagian lengan ini merupakan bagian badan utama kromosom yang mengandung kromosom dan gen. Kromonemata pita berbentuk spiral dalam kromosom dan lekukan kedua pangkal dari kromonemata. membagi 2 bagian lengan kromosom juga merupakan kromonemata yang berbentuk lurus Pada sentromer terdapat kinetokor. Pembelahan sentromer ini akan memulai gerakan kromatid pada masa anafase. Umumnya jumlah lengan pada kromosom dua. Cairan ini mengandung benang-benang halus berpilin yang disebut kromonema.

  Kromatid merupakan hasil duplikasi dari kromosom Telomer merupakan bagian dari ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan kromosom lain .

dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. 1. Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina. XX = betina pada Ayam ZZ = jantan . Kromosom-kromosom yang disusun dan diurutkan berdasarkan ukuran dan bentuknya. 4. letak sentromer hampir di tengah. 2. dan memiliki bentuk seperti huruf J. sedangkan apabila gen-gen terletak pada kromosom kelamin. Apabila gen-gen yang berperan dalam keturunan terletak pada autosom.  . Autosom biasanya disimbolkan dengan A. 2. 3. Berdasarkan tipenya. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan autosomal. Berupa kromosom sex X yang panjang ( haploid) dan kromosom sex Y (haploid) yang lebih pendek.PEMBAGIAN KROMOSOM Berdasarkan letak sentromernya. Akrosentrik Akrosentrik memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang tidak sama panjang. Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina . sedangkan kromosom kelamin menentukan jenis kelamin. dan letak sentromernya berada di ujung. 1.     Manusia XY=pria . jumlahnya hanya sepasang . XX=wanita Belalang XO = jantan . maka akan diperoleh suatu gambaran yang disebut karyotype. letak sentromernya dekat ujung. Metasentrik Metasentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang sama panjang. memiliki bentuk seperti huruf L. Telosentrik Telosentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu memiliki lengan hanya satu. yaitu sebagai berikut. Submetasentrik Kedua lengan hampir sama panjang. memiliki bentuk seperti batang. dan letak sentromer berada di tengah memiliki bentuk seperti huruf V. Autosom (Kromosom Tubuh) Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. ZW = betina Autosom tidak menentukan jenis kelamin. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan kromosom kelamin. kromosom dibagi menjadi empat. Gonosom (Kromosom Seks) Gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin. kromosom dibagi menjadi dua.

000 bayi yang lahir dan biasanya jika gejalanya sangat berat dapat menyebabkan kematian beberapa jam atau beberapa minggu setelah kelahiran. bibir dan rongga mulut (bibir sumbing) juga pertumbuhan jari tangan dan kaki. lengan panjang (q). jantung. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak. 2. sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47. Kelainan pada jumlah kromosom. trisomi 18 (sindroma Edward) 3. Karyotype berasal dari kata karyon yang berarti inti dan typos yang berarti bentuk. trisomi 21 (sindroma Down). Kelainan pada struktur kromosom. 2. Karyotype ini dapat menggambarkan karakter-karakter kromosom yang dipelajari yang meliputi jumlah kromosom. ginjal. dimana terdapat jumlah kromosom yang berlebihan (disebut dengan trisomi). Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000 sampai 10. insersi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih panjang dari normal dan berpindahnya bagian satu kromosom ke bagian kromosom yang lain atau yang disebut dengan translokasi. . trisomi 13 (sindroma patau). lengan pendek kromosom (p) Ada 2 jenis kelainan kromosom. yaitu ada kromosom yang jumlahnya hanya 1 untai. yaitu 1. yaitu: 1. Kelainan kromosom yang paling sering diketemukan pada bayi adalah trisomi. seperti adanya kromosom yang berjumlah 3 untai (seharusnya hanya 2 untai atau sepasang) atau jumlah kromosom yang berkurang (disebut dengan monosomi). diantaranya adalh delesi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih pendek dari kromosom normal. Definisi dan gejala daripada penyakitpenyakit kelainan kromosomal tersebut adalh sebagai berikut:  Trisomi 13 atau sindroma Patau disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 13 pada tiap sel penderita.

dan kelainan pada tangan dan kaki. tunggal).Pria dengan kombinasi kelainan ini biasanya memiliki testis kecil dan mandul. sindrom Klinefelter dapat diakibatkan :gagalnya kedua kromosom X pada biang (precursor) sel benih diploid maternal memisahkan diri dan masuk selsel berbeda pada meiosis. Salah satu kelainan kromosom seks yangpaling umum ialah terdapatnya kromosom X ektsra pada seorang laki-laki. otot-otot melemah (hipotonia) dan kecenderungan menderita kanker sel daerah putih (leukemia). ukuran kepala dan pinggul yang kecil. gangguan pertumbuhan. Lebih jarang konstitusi XXY terjadi bilal spermatozoa-XY (terjadi akibat gagalnya pemisahan kromosom X dan Y sewaktu meiosis) membuahi ovum pembawa X normal. kelainan jantung bawaan. Perempuan yang dilahirkan dengan satu kromosom X dan bukannya dua. dan hal ini menghasilkan konstitusi kromosom XXXY atau XXXXY. malah kedua kromosom itu menuju ovum yang dibuahi spermatozoa yang membawa kromosom Y. Trisoma 21 atau yang disebut sindroma Down adalah kelainan kromosom yang paling sering terjadi dengan frekuensi 1 dari 700 bayi lahir dan bahkan lebih sering terjadi pada ibu yang hamil pada usia (>35 tahun). monos. dan terdapat indikasih bahwa beberapa diantaranya mempunyai predisposisi berkelakuan agresfi atau antisocial. Varian sindrom Klinefelter demikian ditandai perkembangan mental yang sangat terbelakang    Kelainan lain pada pria ialah susunan XYY. Tingkat inteligensianya dapat sub-normal. Dalam hal ini pemisahan kromosom seks ayah yang kurang sempurna pada pembelahan meiosis kedua selama spermatogenesis menghasilkan spermatozoas YY yang pada pembuahan memberi dua kromosom Y dan bukannya satu. Kasus dengan kromosom X yang lebih banyak lagi (misalnya XXXX dan XXXXX) hanya memperburuk keadaan. Kromosom seks sel-sel ayah dapat pula gagal memisahkan diri pada kedua pembelahan meiosis. yang disebut sindrom Klinefelter. pendengaran dan penglihatan berkurang. (Yun. Perempuan yang lahir dengan kromosom X tambahan(dengan kata lain perempuan dengan XXX) dapat pula disertai retardasi mental dan sejumlah di antaranya mandul. Berlebihnya jumlah kromosom 18 ini jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 1500 bayi yang lahir dan gejalanya adalah retardasi mental berat. Lakilaki dengan kombinasi khusus ini cenderung bertubuh tinggi-tinggi. Kondisi ini. menampakkan kondisi yang leibh jarang yang disebut Sindrom Turner. Jumlah kromosom 21 yang berlebih ini mengakibatkan gejala-gejala seperti retardasi mental. namun umumnya tetap dapat mempunyai anak. sehingga memiliki konstitusi kromosom seks XXY.   . Istilah umum yang dipakai untuk menyatakan bahwa kurang satu pasang kromosom homolog pada sel diploid adalah monosomi.. Dalam kehidupannya kemudian merekamemperlihatkan tanda-tanda kemunduruan intelektual. Selain beberapa bayi dengan monosomi pada kromosom X dan sejumlah kasus monosomi 21. berat badan bayi yang kurang normal. Trisomi 18 atau sindroma Edward disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 18 pada tiap selpenderita. Pada penderita sindroma Down terdapat tiga untai kromosom 21.

Meiosis Pembelahan meiosis berguna untuk menghasilkan gamet atau sel-sel kelamin. dan pembelahan menghasilkan 2 sel dengan sifat genetik yang sama. -fase G1 -fase S -fase G2 -fase M -PROFASE -METAFASE -ANAFASE -TELOFASE 2. sehingga dihasilkan 4 spermatid yang masing-masing bersifat haploid/n e. Spermatogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. b. SPERMATOGENESIS Proses terjadinya spermatogenesis (Gambar 14) dirinci sebagai berikut: a. sehingga lazim dikenal sebagai gametogenesis. Hasil pembelahan ini adalah sel anak tipe A dan sel anak tipe B. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. Mitosis Mitosis terjadi pada sel somatis. . Sel anak tipe B selanjutnya tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi spermatosit primer yang masih diploid/2n. Tiap sel mengandung 2 genom/diploid/2n.1. Gametogenesis pada pria menghasilkan 4 spermatozoa dan pada wanita menghasilkan 1 ovum disertai 2 atau 3 badan polar. Spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 2 spermatosit sekunder yang bersifat haploid/n. c. Pada pembelahan jenis ini dihasilkan sel yang mengandung 1 genom/haploid/n. Keempat spermatid berkembang melalui proses spermiogenesis menjadi spermatozoa yang bersifat haploid/n. d. Masing-masing spermatosit sekunder mengalami pembelahan meiosis II menjadi 2 spermatid. Gametogenesis pada pria dinamakan spermatogenesis sedangkan gametogenesis pada wanita dinamakan oogenesis.

badan polar yang pertama kadang-kadang dapat juga membelah menjadi 2 badan polar. Sementara itu. Tetapi. Hasil pembelahan ini adalah beberapa oogonia. Pada tahap ini. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. Selanjutnya ootid berkembang menjadi ovum. . maka terjadilah pembelahan meiosis II.OOGENESIS Proses terjadinya oogenesis (Gambar 15) dirinci sebagai berikut: a. d. maka oosit sekunder tidak dapat berkembang lebih lanjut dan terjadilah menstruasi. Jika tidak ada spermatozoa yang masuk (tidak terjadi fertilisasi). e. Oogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. c. b. jika ada spermatozoa yang masuk sehingga terjadi fertilisasi. Oosit sekunder ini selanjutnya akan dikeluarkan dari folikel pada ovarium pada saat ovulasi. Salah satu oogonia tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi oosit primer yang masih diploid/2n. oosit sekunder mengalami pembelahan menjadi 1 ootid (haploid/n) dan 1 badan polar. Oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 1 oosit sekunder dan 1 badan polar pertama yang masing-masing bersifat haploid/n.

Dengan demikian rincian kromosom pada gamet adalah sebagai berikut: .PENENTUAN JENIS KELAMIN Telah dijelaskan di atas bahwa di dalam sel somatis manusia terdapat 22 pasang/44 buah autosom dan sepasang/2 buah kromosom gonosom. maka setiap sel mengandung separuh dari kromosom sel somatis. dengan rincian:   Pada sel somatis seorang wanita terdapat 44 autosom dan kromosom seks XX (46XX) Pada sel somatis seorang pria terdapat 44 autosom dan kromosom seks XY (46XY) Dari hasil spermatogenesis dan oogenesis telah diketahui bahwa sel kelamin bersifat haploid.

ditulis dengan simbol 23X atau 23Y. maka kondisi tersebut adalah kenyataan bahwa lahirnya kebetulan perempuan terus. STRUKTUR UMUM ASAM NUKLEAT Asam nukleat baik DNA maupun RNA merupakan polimer atau rantai nukleotida. Dengan kata lain. maka harus 2 laki-laki dan 2 perempuan.  Pada ovum terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X. Perlu diingat 1:1 adalah peluang. . Namun sebenarnya peluang untuk lahir laki-laki sama besarnya. Setiap nukleotida tersusun atas sebuah nukleosida dan gugus fosfat. yaitu 1:1. Jadi peluang 50% bukan berarti bahwa jika memiliki 4 anak. bukan kenyataan lahirnya anak laki-laki atau perempuan. kromosom tersusun atas nukleoprotein. Berdasarkan rincian tersebut di atas. Selain DNA sebenarnya ada pula asam nukleat lain di dalam tubuh kita dengan fungsi yang berbeda yaitu ribonucleic acid (RNA). Jadi jika suatu pasangan suami isteri mempunyai 5 anak dan seluruhnya perempuan. Dapat juga disebut secara singkat dengan nama polinukleotida. maka penentuan jenis kelamin dan kemungkinan lahirnya anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama. suatu senyawa antara protein berupa protamin atau histon dengan asam nukleat berupa deoxyribonucleic acid (DNA). Setiap mata rantai asam nukleat adalah sebuah nukleotida. Telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa DNA-lah yang berperan sebagai materi genetik karena di dalamnya terkandung banyak sekali gen. ditulis dengan simbol 23X. A. masing-masing berpeluang 50%. apabila terjadi pembuahan. Selanjutnya setiap nukleosida tersusun atas satu gula pentosa dan satu basa nitogen (Basa N). PERAN DNA DAN RNA DALAM SINTESIS PROTEIN Sebagai pembawa sifat yang diturunkan. Gambar 16 memberikan penjelasan secara terstruktur mengenai peluang tersebut. Pada spermatozoa terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X atau Y.

Coba perhatikan struktur gula pentosa berupa ribosa dan deoksiribosa pada Gambar 18. . Sedangkan untuk basa N ada 5 pilihan yaitu 2 dari derivat purin masing-masing adenin dan guanin dan 3 dari derivat pirimidin yaitu sitosin. Jika pada atom C ke-2 (terletak di kanan bawah) terdapat gugus hidroksil (-OH) maka pentosa ini bernama ribosa. timin dan urasil. Skema susunan asam nukleat Gula Pentosa Gula pentosa adalah salah satu jenis karbohidrat monosakarida dengan 5 atom C. Namun jika pada atom C ke-2 terikat atom hidrogen saja (-H).Ada 2 pilihan untuk gula pentosa yaitu deoksiribosa dan ribosa. maka pentosa ini dinamakan deoksiribosa. Gambar 17. karena mengalami kehilangan oksigen (deoksi) sehingga tinggal atom H saja. Gambar 17 memberikan ilustrasi untuk mempermudah pemahaman mengenai struktur tersebut.

Sedangkan jika gula pentosa berupa deoksiribosa. nukleotida tersusun atas nukleosida-nukleosida. sitosin dan timin. sitosin dan timin. maka basa N yang mungkin terikat adalah adenin. urasil dan timin Dari ketiga basa N di atas. Jika gula pentosa berupa ribosa. Struktur gula pentosa Basa Nitrogen Basa nitrogen ada 2 golongan yaitu: 1. guanin. urasil hanya ada pada RNA dan timin hanya ada pada DNA. sitosin terdapat dalam RNA dan DNA. . sitosin dan urasil. Gula pentosa yang menyusun DNA adalah deoksiribosa.Gambar 18. guanin. Sedangkan Basa N yang menyusun DNA adalah adenin. maka basa N yang mungkin diikat adalah adenin. Setiap nukleosida tersusun atas gula pentosa dan basa nitrogen. Nukleosida Nukleosida merupakan gabungan antara gula pentosa dengan basa N. guanin. Derivat pirimidin yang terdiri atas sitosin. DNA tersusun atas nukleotida-nukleotida. Derivat purin yang terdiri atas adenin dan guanin Kedua basa N ini terdapat di dalam RNA maupun DNA 2. Coba perhatikan struktur 5 basa basa N pada Gambar 19 untuk mengetahui secara rinci perbedaan struktur dari derivat purin maupun derivat pirimidin. Nukleotida Nukleotida merupakan gabungan antara nukleosida dengan gugus fosfat. DNA Sebagai polinukleotida.

. Setiap basa N pada nukleotida untaian pertama akan berikatan dengan basa N pada nukleotida untaian kedua melaui ikatan hidrogen (Gambar 25).DNA mengandung 2 untai polinukleotida. sedangkan guanin (G) selalu berikatan dengan sitosin (C). Sifat khas dari ikatan ini adalah bahwa setiap basa N adenin (A) selalu berikatan dengan timin (T).

Setiap ikatan antara 2 basa N ini membentuk struktur menyerupai anak tangga. sehingga disebut sebagai struktur pilinan ganda (double helix). sedangkan deoksiribosa dan fosfat akan membentuk struktur menyerupai ibu tangga. . Jika struktur ini diamati secara utuh akan terlihat struktur seperti tangga tetapi dalam kondisi terpilin.

mRNA memiliki struktur untaian tunggal. RNA juga merupakan asam nukleat. sitosin dan urasil. sitosin dan timin. sehingga juga tersusun atas nukleotida-nukleotida dengan segala unsur-unsur penyusunnya. Namun RNA dapat melipat dirinya sehingga pada bagian tertentu didapatkan sifat untaian ganda. Ada 3 macam RNA yaitu messenger RNA (mRNA). Pesan itu pada dasarnya adalah sebuah informasi untuk mencetak protein tertentu (spesifik) yang proses pencetakannya akan berlangsung di dalam ribosom. RNA memiliki komponen basa N derivat pirimidin yang berbeda dengan dengan DNA. guanin. 3. 1. . RNA tersusun atas gula pentosa ribosa bukan deoksiribosa 2. transfer RNA (tRNA) dan ribosome RNA (rRNA). mRNA berfungsi sebagai messenger atau pembawa pesan. Setiap pesan atau kodon adalah berupa urutan 3 nukleotida. mRNA mRNA memiliki ukuran dan stabilitas yang paling heterogen. tidak seperti DNA yang memiliki untaian ganda. Jadi mRNA adalah sekumpulan kodon-kodon.RNA Sebagaimana DNA. Pesan tersebut berupa informasi yang disalin dari DNA yang tentunya berasal dari gen-gen yang ada di dalamnya. Dengan demikian secara lengkap basa N pada RNA adalah adenin. Ada beberapa perbedaan antara RNA dan DNA yaitu: 1. guanin. Pada untaian tunggal polinukleotida mRNA inilah pesan yang disalin dari DNA tertulis dan disebut sebagai kodon. Pada RNA pirimidin yang ada adalah sitosin dan urasil. Umumnya RNA terdapat dalam bentuk untaian tunggal. Sedangkan pada DNA adalah adenin.

Pada ribosom. ribosom tersusun atas asam nukleat berupa rRNA. tRNA memiliki panjang 74-95 nukleotida. 2. Sebagai nukleoprotein. urasil. mRNA dan tRNA saling berinteraksi untuk menyusun protein spesifik. guanin pada 3 nukleotida. Dalam setiap sel minimal terdapat 20 spesies tRNA yang masing-masing sesuai dengan masing-masing dari 20 jenis asam amino. 3. sitosin. sitosin pada 3 nukleotida. Gambar 30 menunjukkan struktur umum dari tRNA. Yang perlu diingat adalah bahwa pada RNA tidak mungkin terdapat basa N timin. Setiap triplet diidentifikasi dengan menyebut kandungan basa N pada urutan 3 nukleotida. Transfer RNA (tRNA) tRNA berfungsi memindahkan asam amino menuju mRNA ketika terjadi sintesis protein. . kodon AUG jika terdapat urutan basa N adenin. Misalnya kodon CCC jika terdapat urutan sitosin.sehingga disebut sebagai kode triplet. Pada RNA timin diganti dengan urasil. Ribosom RNA (rRNA) Ribosom merupakan struktur nukleoprotein sitoplasma yang bertindak sebagai mesin pembentuk protein dari cetakan mRNA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->