     

Pada manusia ukuran kromosom kurang lebih 6 mikron. Kromosom berfungsi membawa sifat individu dan membawa informasi genetika, karena di dalam kromosom mengandung gen. Kromosom mengandung struktur yang terdiri dari benang-benang tipis yang melingkar-lingkar. Dalam setiap sel tubuh, kromosom berada dalam keadaan berpasang- pasangan. Kromosom yang berpasangan dan memiliki bentuk, ukuran dan komposisiyang sama disebut kromosom homolog. Setiap pasangan kromosom homolog berbeda dengan pasangankromosom homolog lainya. Kromosom sel tubuh terdapat sepasang-pasang (alelik) sehingga kromosom tubuh terdiri dari dua set. Dua set kromosom pada sel tubuh adalah diploid (2n). Pada sel kelamin (gamet) tidak terdapat pasang-pasangan atau hanya terdapat satu set kromosom. Satu set kromosom pada sel kelamin adalah haploid (n).

Sifat dan fungsi utama gen Sifat Gen 1. jenis rambut. 1. Mengatur perkembangan/metabolisme sel 2. 2. Mengandung informasi genetik. Dpt. Setiap gen menempati tempat tertentu dalam kromosom. Protein Protein ini terdiri atas histon yang bersifat basa dan nonhiston yang bersifat asam. golongan darah. tinggi rambut. bentuk hidung. 4. Menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. 2. RNA RNA menyusun kromosom sekitar 5% dari keseluruhan kromosom. Generasi berikutnya 3.Zat terkecil yg. . Ada gen yang mengatur warna bunga . Gen terdiri dari DNA (asam Nukleat). Kedua macam protein ini berfungsi untuk menggulung benang kromosom sehingga menjadi pudar dan berperan sebagai enzim pengganda DNA dan pengkopi DNA. Selain itu.Gen      Disepanjang benang-benang inilah terletak secara teratur struktur yang disebut Gen. Tempat gen didalam kromosom disebut lokus gen. 3. 3. Fungsi utama gen: 1. DNA DNA menyusun kromosom sekitar 35% dari keseluruhan kromosom. Setiap gen mempunyai tugas & fungsi tertentu. gen juga berefungsi mengatur perkembangan dan metabolisme individu. Sifat tersebut ditentukan oleh kombinasi susunan basa nitrogen. Menyampaikan informasi genetik pd. . Jadi gen inilah yang sebenarnya berfungsi mengatur sifat – sifat yang akan diwariskan dari induk kepada keturunanya. warna rambut. warna bulu dan sebagainya.tidak dapat dibagi lagi dalam kromosom Kromosom pada organisme eukariotik tersusun dari bagian-bagian berikut. Sejumlah gen yang berderet pada kromosom masing-masing memiliki tugas khusus.

Sentromer 2. Lengan dibungkus oleh selaput tipis dan di dalamnya terdapat matriks yang berisi cairan bening yang mengisi seluruh bagian lengan. Kinetokor merupakan tonjolan dekat sentromer yang berfungsi untuk melekat pada benang spindel . Umumnya jumlah lengan pada kromosom dua. Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom selama mitosis atau sebagian dari mitosis. Bagian ini merupakan daerah penyempitan pertama pada kromosom yang khusus dan tetap. membagi 2 bagian lengan kromosom juga merupakan kromonemata yang berbentuk lurus Pada sentromer terdapat kinetokor. Bagian kromonema yang mengalami pembelahan disebut kromomer yang berfungsi untuk membawa sifat keturunan sehingga disebut sebagai lokus gen serta kromomer merupakan bahan protein yang mengendap di dalam kromonemata. yaitu suatu protein struktural yang berperan dalam pergerakan kromosom selama berlangsungnya pembelahan sel. Sentromer = bagian kromosom yang menyempit dan berwarna terang. satelit merupakan tambahan pada ujung kromosom. 2. Pembelahan sentromer ini akan memulai gerakan kromatid pada masa anafase. Lengan dilengkapi telomer 1. Daerah ini disebut juga kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fober). Sentromer      Sentromer merupakan bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang merupakan pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Fungsi lekukan kedua adalah tempat terbentuknya nukleolus Pada bagian ujung kromosom terdapat suatu tambahan yang disebut satelit.Struktur Kromosom 1. Cairan ini mengandung benang-benang halus berpilin yang disebut kromonema. Lengan            Bagian lengan ini merupakan bagian badan utama kromosom yang mengandung kromosom dan gen. Kromonemata pita berbentuk spiral dalam kromosom dan lekukan kedua pangkal dari kromonemata. tetapi ada juga beberapa yang hanya berjumlah satu.

  Kromatid merupakan hasil duplikasi dari kromosom Telomer merupakan bagian dari ujung kromosom yang menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan kromosom lain .

dan memiliki bentuk seperti huruf J. Gonosom (Kromosom Seks) Gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin.PEMBAGIAN KROMOSOM Berdasarkan letak sentromernya. dan letak sentromernya berada di ujung. Autosom biasanya disimbolkan dengan A. Metasentrik Metasentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang sama panjang. memiliki bentuk seperti huruf L. letak sentromer hampir di tengah. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan kromosom kelamin.     Manusia XY=pria . Telosentrik Telosentrik ini memiliki ciri-ciri yaitu memiliki lengan hanya satu. maka akan diperoleh suatu gambaran yang disebut karyotype. maka sistem pewarisannya disebut pewarisan autosomal. kromosom dibagi menjadi empat. sedangkan kromosom kelamin menentukan jenis kelamin. kromosom dibagi menjadi dua. Berdasarkan tipenya. Submetasentrik Kedua lengan hampir sama panjang. 1. memiliki bentuk seperti batang. yaitu sebagai berikut. Akrosentrik Akrosentrik memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai dua lengan yang tidak sama panjang. Gonosom ini mempunyai bentuk pasangan tidak sama antara jantan dan betina . Autosom ini mempunyai bentuk pasangan antara jantan dan betina. letak sentromernya dekat ujung. Kromosom-kromosom yang disusun dan diurutkan berdasarkan ukuran dan bentuknya. 1.  . 3. dan letak sentromer berada di tengah memiliki bentuk seperti huruf V. sedangkan apabila gen-gen terletak pada kromosom kelamin. XX = betina pada Ayam ZZ = jantan . 2. Autosom (Kromosom Tubuh) Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. dan memiliki jumlah n – 1 atau 2n – 2 dengan sifatnya diploid. jumlahnya hanya sepasang . ZW = betina Autosom tidak menentukan jenis kelamin. 4. Apabila gen-gen yang berperan dalam keturunan terletak pada autosom. Berupa kromosom sex X yang panjang ( haploid) dan kromosom sex Y (haploid) yang lebih pendek. XX=wanita Belalang XO = jantan . 2.

lengan panjang (q). Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak. sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47. trisomi 18 (sindroma Edward) 3. Kelainan kromosom yang paling sering diketemukan pada bayi adalah trisomi. trisomi 13 (sindroma patau). Kelainan pada struktur kromosom. Karyotype berasal dari kata karyon yang berarti inti dan typos yang berarti bentuk. Definisi dan gejala daripada penyakitpenyakit kelainan kromosomal tersebut adalh sebagai berikut:  Trisomi 13 atau sindroma Patau disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 13 pada tiap sel penderita. diantaranya adalh delesi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih pendek dari kromosom normal. trisomi 21 (sindroma Down). insersi pada kromosom yang menyebabkan kromosom lebih panjang dari normal dan berpindahnya bagian satu kromosom ke bagian kromosom yang lain atau yang disebut dengan translokasi. Kelainan pada jumlah kromosom. 2. yaitu: 1. lengan pendek kromosom (p) Ada 2 jenis kelainan kromosom. jantung. dimana terdapat jumlah kromosom yang berlebihan (disebut dengan trisomi). yaitu ada kromosom yang jumlahnya hanya 1 untai. seperti adanya kromosom yang berjumlah 3 untai (seharusnya hanya 2 untai atau sepasang) atau jumlah kromosom yang berkurang (disebut dengan monosomi). bibir dan rongga mulut (bibir sumbing) juga pertumbuhan jari tangan dan kaki. Karyotype ini dapat menggambarkan karakter-karakter kromosom yang dipelajari yang meliputi jumlah kromosom. 2.000 bayi yang lahir dan biasanya jika gejalanya sangat berat dapat menyebabkan kematian beberapa jam atau beberapa minggu setelah kelahiran. yaitu 1. . Namun kelainan ini sangat jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 8000 sampai 10. ginjal.

ukuran kepala dan pinggul yang kecil. berat badan bayi yang kurang normal. malah kedua kromosom itu menuju ovum yang dibuahi spermatozoa yang membawa kromosom Y. menampakkan kondisi yang leibh jarang yang disebut Sindrom Turner. Tingkat inteligensianya dapat sub-normal. Perempuan yang dilahirkan dengan satu kromosom X dan bukannya dua.   . Perempuan yang lahir dengan kromosom X tambahan(dengan kata lain perempuan dengan XXX) dapat pula disertai retardasi mental dan sejumlah di antaranya mandul. pendengaran dan penglihatan berkurang. yang disebut sindrom Klinefelter. sindrom Klinefelter dapat diakibatkan :gagalnya kedua kromosom X pada biang (precursor) sel benih diploid maternal memisahkan diri dan masuk selsel berbeda pada meiosis. Trisomi 18 atau sindroma Edward disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 18 pada tiap selpenderita. Dalam kehidupannya kemudian merekamemperlihatkan tanda-tanda kemunduruan intelektual. Istilah umum yang dipakai untuk menyatakan bahwa kurang satu pasang kromosom homolog pada sel diploid adalah monosomi. Kasus dengan kromosom X yang lebih banyak lagi (misalnya XXXX dan XXXXX) hanya memperburuk keadaan. sehingga memiliki konstitusi kromosom seks XXY. gangguan pertumbuhan. namun umumnya tetap dapat mempunyai anak. Varian sindrom Klinefelter demikian ditandai perkembangan mental yang sangat terbelakang    Kelainan lain pada pria ialah susunan XYY. dan hal ini menghasilkan konstitusi kromosom XXXY atau XXXXY. Kromosom seks sel-sel ayah dapat pula gagal memisahkan diri pada kedua pembelahan meiosis. (Yun. Trisoma 21 atau yang disebut sindroma Down adalah kelainan kromosom yang paling sering terjadi dengan frekuensi 1 dari 700 bayi lahir dan bahkan lebih sering terjadi pada ibu yang hamil pada usia (>35 tahun). otot-otot melemah (hipotonia) dan kecenderungan menderita kanker sel daerah putih (leukemia). monos. Pada penderita sindroma Down terdapat tiga untai kromosom 21. kelainan jantung bawaan. Kondisi ini.Pria dengan kombinasi kelainan ini biasanya memiliki testis kecil dan mandul. Dalam hal ini pemisahan kromosom seks ayah yang kurang sempurna pada pembelahan meiosis kedua selama spermatogenesis menghasilkan spermatozoas YY yang pada pembuahan memberi dua kromosom Y dan bukannya satu. Selain beberapa bayi dengan monosomi pada kromosom X dan sejumlah kasus monosomi 21. Lakilaki dengan kombinasi khusus ini cenderung bertubuh tinggi-tinggi. Jumlah kromosom 21 yang berlebih ini mengakibatkan gejala-gejala seperti retardasi mental. dan terdapat indikasih bahwa beberapa diantaranya mempunyai predisposisi berkelakuan agresfi atau antisocial. Salah satu kelainan kromosom seks yangpaling umum ialah terdapatnya kromosom X ektsra pada seorang laki-laki. Berlebihnya jumlah kromosom 18 ini jarang terjadi dengan frekuensi 1 dari 1500 bayi yang lahir dan gejalanya adalah retardasi mental berat. dan kelainan pada tangan dan kaki. Lebih jarang konstitusi XXY terjadi bilal spermatozoa-XY (terjadi akibat gagalnya pemisahan kromosom X dan Y sewaktu meiosis) membuahi ovum pembawa X normal.. tunggal).

Masing-masing spermatosit sekunder mengalami pembelahan meiosis II menjadi 2 spermatid. d. Gametogenesis pada pria dinamakan spermatogenesis sedangkan gametogenesis pada wanita dinamakan oogenesis. . dan pembelahan menghasilkan 2 sel dengan sifat genetik yang sama.1. b. Gametogenesis pada pria menghasilkan 4 spermatozoa dan pada wanita menghasilkan 1 ovum disertai 2 atau 3 badan polar. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. Sel anak tipe B selanjutnya tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi spermatosit primer yang masih diploid/2n. Keempat spermatid berkembang melalui proses spermiogenesis menjadi spermatozoa yang bersifat haploid/n. Tiap sel mengandung 2 genom/diploid/2n. sehingga lazim dikenal sebagai gametogenesis. Pada pembelahan jenis ini dihasilkan sel yang mengandung 1 genom/haploid/n. Hasil pembelahan ini adalah sel anak tipe A dan sel anak tipe B. SPERMATOGENESIS Proses terjadinya spermatogenesis (Gambar 14) dirinci sebagai berikut: a. -fase G1 -fase S -fase G2 -fase M -PROFASE -METAFASE -ANAFASE -TELOFASE 2. Mitosis Mitosis terjadi pada sel somatis. Spermatogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. Meiosis Pembelahan meiosis berguna untuk menghasilkan gamet atau sel-sel kelamin. sehingga dihasilkan 4 spermatid yang masing-masing bersifat haploid/n e. c. Spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 2 spermatosit sekunder yang bersifat haploid/n.

Sementara itu. . Salah satu oogonia tumbuh dan berdiferensiasi (mengalami perubahan bentuk) menjadi oosit primer yang masih diploid/2n. badan polar yang pertama kadang-kadang dapat juga membelah menjadi 2 badan polar. d. jika ada spermatozoa yang masuk sehingga terjadi fertilisasi. c. Oosit sekunder ini selanjutnya akan dikeluarkan dari folikel pada ovarium pada saat ovulasi. yang masing-masing masih bersifat diploid/2n. Jika tidak ada spermatozoa yang masuk (tidak terjadi fertilisasi). Selanjutnya ootid berkembang menjadi ovum.OOGENESIS Proses terjadinya oogenesis (Gambar 15) dirinci sebagai berikut: a. Hasil pembelahan ini adalah beberapa oogonia. Oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menjadi 1 oosit sekunder dan 1 badan polar pertama yang masing-masing bersifat haploid/n. maka terjadilah pembelahan meiosis II. b. maka oosit sekunder tidak dapat berkembang lebih lanjut dan terjadilah menstruasi. oosit sekunder mengalami pembelahan menjadi 1 ootid (haploid/n) dan 1 badan polar. Pada tahap ini. e. Oogonium yang bersifat diploid/2n membelah diri secara mitosis. Tetapi.

maka setiap sel mengandung separuh dari kromosom sel somatis. Dengan demikian rincian kromosom pada gamet adalah sebagai berikut: .PENENTUAN JENIS KELAMIN Telah dijelaskan di atas bahwa di dalam sel somatis manusia terdapat 22 pasang/44 buah autosom dan sepasang/2 buah kromosom gonosom. dengan rincian:   Pada sel somatis seorang wanita terdapat 44 autosom dan kromosom seks XX (46XX) Pada sel somatis seorang pria terdapat 44 autosom dan kromosom seks XY (46XY) Dari hasil spermatogenesis dan oogenesis telah diketahui bahwa sel kelamin bersifat haploid.

Jadi peluang 50% bukan berarti bahwa jika memiliki 4 anak. Dengan kata lain. Dapat juga disebut secara singkat dengan nama polinukleotida. Selain DNA sebenarnya ada pula asam nukleat lain di dalam tubuh kita dengan fungsi yang berbeda yaitu ribonucleic acid (RNA). Setiap nukleotida tersusun atas sebuah nukleosida dan gugus fosfat. bukan kenyataan lahirnya anak laki-laki atau perempuan. maka kondisi tersebut adalah kenyataan bahwa lahirnya kebetulan perempuan terus. ditulis dengan simbol 23X. Setiap mata rantai asam nukleat adalah sebuah nukleotida. Selanjutnya setiap nukleosida tersusun atas satu gula pentosa dan satu basa nitogen (Basa N). Telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa DNA-lah yang berperan sebagai materi genetik karena di dalamnya terkandung banyak sekali gen. ditulis dengan simbol 23X atau 23Y. Pada spermatozoa terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X atau Y. kromosom tersusun atas nukleoprotein. Jadi jika suatu pasangan suami isteri mempunyai 5 anak dan seluruhnya perempuan. Berdasarkan rincian tersebut di atas. maka harus 2 laki-laki dan 2 perempuan. apabila terjadi pembuahan. maka penentuan jenis kelamin dan kemungkinan lahirnya anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama. yaitu 1:1. suatu senyawa antara protein berupa protamin atau histon dengan asam nukleat berupa deoxyribonucleic acid (DNA). PERAN DNA DAN RNA DALAM SINTESIS PROTEIN Sebagai pembawa sifat yang diturunkan. A. . Namun sebenarnya peluang untuk lahir laki-laki sama besarnya. STRUKTUR UMUM ASAM NUKLEAT Asam nukleat baik DNA maupun RNA merupakan polimer atau rantai nukleotida. masing-masing berpeluang 50%.  Pada ovum terdapat 22 buah autosom dan kromosom seks X. Gambar 16 memberikan penjelasan secara terstruktur mengenai peluang tersebut. Perlu diingat 1:1 adalah peluang.

. Coba perhatikan struktur gula pentosa berupa ribosa dan deoksiribosa pada Gambar 18. Gambar 17. Sedangkan untuk basa N ada 5 pilihan yaitu 2 dari derivat purin masing-masing adenin dan guanin dan 3 dari derivat pirimidin yaitu sitosin. timin dan urasil. Skema susunan asam nukleat Gula Pentosa Gula pentosa adalah salah satu jenis karbohidrat monosakarida dengan 5 atom C. Namun jika pada atom C ke-2 terikat atom hidrogen saja (-H). Gambar 17 memberikan ilustrasi untuk mempermudah pemahaman mengenai struktur tersebut. Jika pada atom C ke-2 (terletak di kanan bawah) terdapat gugus hidroksil (-OH) maka pentosa ini bernama ribosa. maka pentosa ini dinamakan deoksiribosa.Ada 2 pilihan untuk gula pentosa yaitu deoksiribosa dan ribosa. karena mengalami kehilangan oksigen (deoksi) sehingga tinggal atom H saja.

sitosin terdapat dalam RNA dan DNA. sitosin dan urasil. guanin. Nukleotida Nukleotida merupakan gabungan antara nukleosida dengan gugus fosfat. Derivat purin yang terdiri atas adenin dan guanin Kedua basa N ini terdapat di dalam RNA maupun DNA 2.Gambar 18. Jika gula pentosa berupa ribosa. . Derivat pirimidin yang terdiri atas sitosin. DNA tersusun atas nukleotida-nukleotida. maka basa N yang mungkin diikat adalah adenin. Setiap nukleosida tersusun atas gula pentosa dan basa nitrogen. urasil dan timin Dari ketiga basa N di atas. guanin. nukleotida tersusun atas nukleosida-nukleosida. Struktur gula pentosa Basa Nitrogen Basa nitrogen ada 2 golongan yaitu: 1. sitosin dan timin. urasil hanya ada pada RNA dan timin hanya ada pada DNA. Coba perhatikan struktur 5 basa basa N pada Gambar 19 untuk mengetahui secara rinci perbedaan struktur dari derivat purin maupun derivat pirimidin. Sedangkan Basa N yang menyusun DNA adalah adenin. DNA Sebagai polinukleotida. guanin. Nukleosida Nukleosida merupakan gabungan antara gula pentosa dengan basa N. sitosin dan timin. Sedangkan jika gula pentosa berupa deoksiribosa. Gula pentosa yang menyusun DNA adalah deoksiribosa. maka basa N yang mungkin terikat adalah adenin.

DNA mengandung 2 untai polinukleotida. Setiap basa N pada nukleotida untaian pertama akan berikatan dengan basa N pada nukleotida untaian kedua melaui ikatan hidrogen (Gambar 25). sedangkan guanin (G) selalu berikatan dengan sitosin (C). . Sifat khas dari ikatan ini adalah bahwa setiap basa N adenin (A) selalu berikatan dengan timin (T).

. Jika struktur ini diamati secara utuh akan terlihat struktur seperti tangga tetapi dalam kondisi terpilin. sedangkan deoksiribosa dan fosfat akan membentuk struktur menyerupai ibu tangga.Setiap ikatan antara 2 basa N ini membentuk struktur menyerupai anak tangga. sehingga disebut sebagai struktur pilinan ganda (double helix).

tidak seperti DNA yang memiliki untaian ganda. mRNA mRNA memiliki ukuran dan stabilitas yang paling heterogen. Namun RNA dapat melipat dirinya sehingga pada bagian tertentu didapatkan sifat untaian ganda. RNA juga merupakan asam nukleat. sehingga juga tersusun atas nukleotida-nukleotida dengan segala unsur-unsur penyusunnya. Pesan tersebut berupa informasi yang disalin dari DNA yang tentunya berasal dari gen-gen yang ada di dalamnya. Sedangkan pada DNA adalah adenin. sitosin dan urasil.RNA Sebagaimana DNA. . 1. Ada beberapa perbedaan antara RNA dan DNA yaitu: 1. sitosin dan timin. Dengan demikian secara lengkap basa N pada RNA adalah adenin. guanin. RNA tersusun atas gula pentosa ribosa bukan deoksiribosa 2. mRNA berfungsi sebagai messenger atau pembawa pesan. Jadi mRNA adalah sekumpulan kodon-kodon. 3. Setiap pesan atau kodon adalah berupa urutan 3 nukleotida. Ada 3 macam RNA yaitu messenger RNA (mRNA). Pada RNA pirimidin yang ada adalah sitosin dan urasil. guanin. mRNA memiliki struktur untaian tunggal. Pesan itu pada dasarnya adalah sebuah informasi untuk mencetak protein tertentu (spesifik) yang proses pencetakannya akan berlangsung di dalam ribosom. Pada untaian tunggal polinukleotida mRNA inilah pesan yang disalin dari DNA tertulis dan disebut sebagai kodon. transfer RNA (tRNA) dan ribosome RNA (rRNA). RNA memiliki komponen basa N derivat pirimidin yang berbeda dengan dengan DNA. Umumnya RNA terdapat dalam bentuk untaian tunggal.

2. guanin pada 3 nukleotida. Yang perlu diingat adalah bahwa pada RNA tidak mungkin terdapat basa N timin. Misalnya kodon CCC jika terdapat urutan sitosin. . Setiap triplet diidentifikasi dengan menyebut kandungan basa N pada urutan 3 nukleotida. sitosin pada 3 nukleotida. urasil.sehingga disebut sebagai kode triplet. mRNA dan tRNA saling berinteraksi untuk menyusun protein spesifik. Transfer RNA (tRNA) tRNA berfungsi memindahkan asam amino menuju mRNA ketika terjadi sintesis protein. 3. sitosin. Pada RNA timin diganti dengan urasil. Sebagai nukleoprotein. kodon AUG jika terdapat urutan basa N adenin. Gambar 30 menunjukkan struktur umum dari tRNA. Pada ribosom. tRNA memiliki panjang 74-95 nukleotida. ribosom tersusun atas asam nukleat berupa rRNA. Ribosom RNA (rRNA) Ribosom merupakan struktur nukleoprotein sitoplasma yang bertindak sebagai mesin pembentuk protein dari cetakan mRNA. Dalam setiap sel minimal terdapat 20 spesies tRNA yang masing-masing sesuai dengan masing-masing dari 20 jenis asam amino.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful