TUGAS MATA KULIAH PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI

ANALISIS KUALITAS AIR
(ANALISIS KUALITAS AIR SELOKAN DI JALAN YUDHISTIRA)

Oleh Kelompok :

1. Ni Ketut Aryaningsih 2. Ni Nengah Witami 3. Kadek Ayu Pisestasari 4. Ni Komang Mila Kusuma Dewi

( 0913041003 ) ( 0913041008 ) ( 0913041019 ) ( 0913041020 )

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2012

III. air bersih yang baik adalah air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan antara lain Air raksa (Hg). sehingga air dapat menjadi sumber atau perantara berbagai penyakit. menurut peraturan menteri kesehatan RI Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990. Arsen (As). Flourida (F). 416/MENKES/PER/IX/1990. Barium (Ba). Menurut Permenkes RI No. Dilihat dari syarat biologis. tidak berasa. Bakteri golongan Coli (Coliform bakteri) tidak merupakan bakteri patogen. Besi (Fe). Menurut ketentuan WHO dan APHA (American Public Health Association). kualitas air ditentukan oleh kehadiran dan jumlah E. Hal ini disebabkan oleh semua reaksi biologis yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup berlangsung dalam medium air. bakteri.I. dan zat-zat kimia lainnya. Landasan Teori Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Parameter yang digunakan sebagai penentu kualitas air adalah parameter fisik. Aluminium (Al). Dilihat dari syarat fisik. bakteri coliform yang memenuhi syarat untuk air bersih bukan perpipaan adalah < 50 MPN. Dilihat dari syarat kimia. menyatakan bahwa air yang layak dikonsumsi dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah air yang mempunyai kualitas baik sebagai sumber air minum maupun air baku (air bersih) antara lain tidak berbau. Jika di dalam air tanah tersebut terdapat bakteri E. Judul : Analisis Kualitas Air (Air Selokan) II. dan biologis. Mangan ( Mn ). parasit dan amoeba lainnya 2 .coli maka virus. Tidak satu pun mahluk hidup di dunia ini yang tidak memerlukan dan tidak mengandung air. tidak keruh. menurut peraturan menteri kesehatan RI Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990. air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari harus bebas dari bakteri patogen atau kadar fecal coliform. kimia. tetapi bakteri ini merupakan indikator dari pencemaran air oleh bakteri patogen (Soemirat. Tujuan : Untuk mengetahui tercemar atau tidaknya suatu sampel (air selokan) dengan cara menduga ada tidaknya bakteri Escherichia coli sebagai indikator. 2000). Calsium (Ca). Coli didalamnya. serta tidak berwarna. Masalah pelik yang harus dihadapi dalam kualitas air adalah semakin tingginya tingkat pencemaran air. Agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit bagi manusia. maka air harus mempunyai persyaratan khusus. yaitu untuk air minum dan air lainnya. Cadmium (Cd).

0 mikrometer dan lebarnya 1. Coliform merupakan suatu grup bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi yang tidak baik terhadap air. tidak membentuk spora. EMBA yang menggunakan eosin dan metilin blue sebagai indikator memberikan perbedaan yang 3 . Secara morfologis.1 ml contoh air. Fermentasi laktosa oleh golongan coli dibuktikan dengan timbulnya gas. Keberadaan Escherichia coli dalam air dapat menjadi indikator adanya pencemaran air oleh tinja.coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Jadi.0-3 mikrometer.coli kemungkinan virus. Cara pengujian kandungan E.5-1. Escherichia coli merupakan bakteri yang berasal dari kotoran hewan atau manusia. Bakteri coliform dapat dibedakan menjadi 2 grup yaitu coliform fekal misalnya Escherichia coli dan coliform nonfekal misalnya Enterobacter aerogenes.coli dalam uji kualitas air dilakukan dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Laktosa yang terkandung pada LB menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme bakteri coli.bisa saja ada di dalam air tersebut. Tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. bakteri atau parasit yang ada di sana merupakan kuman yang non-patogen atau tidak berbahaya. dan 5 gr laktosa. Bahan yang digunakan dalam pengujian MPN bakteri coli adalah lactose broth dan EMBA (Eosin Metilen Blue Agar). Hal inilah yang menyebabkan E. Escherichia coli berbentuk batang pendek dengan ukuran panjang 0. Coliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang. Lactose broth dibuat dengan komposisi 1000 ml kaldu. gram negatif. Lactose broth berwarna kekuningan dan jernih. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. Reaksi enzimatis gelatin dan kaldu memberikan sumber karbon dan nitrogen untuk pertumbuhan bakteri pada lactose broth. 5 gr NaCl.coli dapat digunakan sebagai parameter biologis pada uji kualitas air. 10 gr pepton. Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran bakteri coli dalam air. EMBA merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri E. Tapi jika tidak ada bakteri E. adanya Escherichia coli dalam air menunjukkan bahwa air itu pernah terkontaminasi feses manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. Sel-selnya memiliki flagela sebagai alat bergerak dan tersebar merata di seluruh permukaan sel. aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 350C.

Dalam proses ini. Koloni bakteri Escherichia coli tumbuh berwarna merah kehijauan dengan kilat metalik atau koloni berwarna merah muda dengan lendir untuk kelompok coliform lainnya. Banyaknya kandungan bakteri coliform dapat dilihat dengan menghitung tabung yang menunjukkan reaksi positif terbentuk asam dan gas dan dibandingkan dengan tabel MPN. Untuk menguji kualitas air secara lengkap terdiri dari 3 tahap yaitu uji penduga (presumptive test). Terbentuknya asam dilihat dari kekeruhan pada media laktosa. Bakteri yang terwarnai dengan metode ini dibagi menjadi dua kelompok. Dari tabung yang positif terbentuk asam dan gas terutama pada masa inkubasi 1 x 24 jam. Pewarnaan dilakukan dengan menggunakan kristal violet karena kristal violet memiliki sifat alkalin yang mampu mengikat sitoplasma bakteri yang bersifat negatif. 3) Uji pelengkap (completed test) Pengujian selanjutnya dilanjutkan dengan uji kelengkapan untuk menentukan bakteri Escherichia coli. 2) Uji penguat (confirmed test) Hasil uji dugaan dilanjutkan dengan uji ketetapan. dan gas yang dihasilkan dapat dilihat dalam tabung Durham berupa gelembung udara. dan zat pewarna tandingannya berupa zat warna safranin. Untuk mengetahui bentuk pada bakteri yang akan diteliti perlu dilakukan pewarnaan bakteri (pewarnaan Gram). larutan alkohol (bahan pemucat). Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemampuan bakteri E. 1) Uji penduga (presumptive test) Merupakan tes pendahuluan tentang ada tidaknya kehadiran bakteri coliform berdasarkan terbentuknya asam dan gas yang disebabkan oleh fermentasi laktosa oleh bakteri golongan coli. suspensi ditanamkan pada media Eosin Methylen Biru Agar ( EMBA ) secara aseptik dengan menggunakan jarum inokulasi. olesan bakteri yang sudah terfiksasi dikenai larutan-larutan seperti zat pewarna kristal violet. Tabung dinyatakan positif jika terbentuk gas sebanyak 10% atau lebih dari volume di dalam tabung Durham.nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. dan uji pelengkap (completed test). uji penguat (confirmed test). larutan iodium. yaitu bakteri Gram Positif dan bakteri Gram Negatif.coli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Bakteri Gram positif akan mempertahankan 4 .

5 . Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sudah disterilkan. dan sewaktu diberi zat pewarna tandingannya yaitu dengan zat pewarna safranin akan tampak berwarna merah. Mengisi masing-masing tabung reaksi dengan Laktosa Broth (LB) sebanyak 10 ml. Perbedaan warna ini disebabkan oleh perbedaan dalam struktur kimiawi dinding selnya. Uji Dugaan (Presumtive test) 1. Prosedur Kerja A. Bahan Air selokan LB (Laktosa Broth) EMBA (Eosin Metilen Blue Agar) Kristal violet Minyak Emersi Iod Safranin Aquades Alkohol 70 % V. 2. Adapun bakteri gram negatif akan kehilangan zat pewarna kristal violet setelah dicuci dengan alkohol. 3.zat pewarna kristal violet dan karenanya akan tampak berwarna ungu tua di bawah mikroskop. Mengambil 10 buah tabung reaksi (3 buah tabung yang besar dan 7 buah tabung yang medium) dan 10 buah tabung durham. Alat dan Bahan a. Alat Tabung reaksi Tabung Durham Gelas beaker Pipet tetes Autoklaf Inkubator 10 bh 10 bh 2 bh 5 bh 1 bh 1 bh Bunsen Mikroskop Objek glass Cawan petri Mikrofoto Petridish Kapas 1 bh 1 bh 1 bh 1 bh 1 bh 1 bh Rak tabung reaksi 1 bh Jarum Inokulasi/Ose b. IV.

1 ml air sumur. c) 3 bh tabung reaksi yang medium (A1. A2. Mensterilisasi dalam autoklaf selama 30 menit. a) 3 bh tabung reaksi yang besar (C1. A3) 0. B3) 10 ml air sumur. Menunggu tabung hingga dalam keadaan dingin. 1 ml air sumur. 6. Kemudian menutup tabung reaksi dengan kapas. 5. B2. Mengambil LB dari tabung masing-masing dan mengisikan pada tabung durham (1 tabung reaksi. Memasukkan tabung durham ke dalam tabung reaksi (usahakan agar tidak timbul gelembung gas). kemudian memasukkan air selokan dalam tabung reaksi dengan volume sebagai berikut. Mengulangi jika muncul gelembung gas.4. 7. C2. C3) b) 3 bh tabung reaksi yang medium (B1. d) 1 bh tabung reaksi tanpa perlakuan sebagai kontrol (K) 6 . 1 tabung durham).

9. Mengambil tabung yang positif gas dan asam dan mengunakannya sebagai sampel untuk ditumbuhkan pada EMBA. Menutup kembali tabung reaksi dengan kapas. 7 . kemudian menginkubasi dalam inkubator selama 1x24 jam. coli dapat dilihat dengan menghitung tabung yang menunjukkan reaksi positif dan lihat tabel MPN/JPT. Menuangkan EMBA pada petridish. 2. Uji Ketetapan (Confirmed test) 1. B. Banyaknya kandungan E.8. Mengamati perubahan warna pada tabung reaksi dan gelembung gas pada tabung durham. menunggu hingga padat dan menaruh dekat bunsen.

C. Menyalakan bunsen. Uji Kelengkapan (Completed test) 1. 2. Memperhatikan bakteri yang tumbuh pada medium EMBA yang telah diinkubasi dalam inkubator. 4. kemudian menetesi objek glass dengan 1 tetes aquades. Membungkus dengan kertas pembungkus dan menginkubasi dalam inkubator (menunggu selama 1 minggu). kemudian digoyang agar merata. 5. 8 . mensterilisasi jarum ose.3. Menyiapkan alat dan bahan yang telah disterilisasi untuk digunakan dalam pewarnaan gram. Mengocok Laktosa Broth yang telah dipilih dan menuangkan ± 10 tetes pada medium EMBA.

Menetesi dengan menggunakan 1 tetes minyak emersi dan mengamati di bawah mikroskop dengan mikrofoto. 7. diamkan selama ½ menit. Kemudian bilas dengan menggunakan aquades dan keringkan. Mengambil sampel bakteri pada permukaan medium secara hati-hati dengan menggoreskan jarum ose. Menetesi dengan 1 tetes safranin. diamkan selama 2 menit. diamkan selama ½ menit. Menetesi kembali dengan 1 tetes iod. 9 . Kemudian membilas dengan menggunakan alkohol 70 % dan keringkan. Kemudian membilas dengan menggunakan aquades dan keringkan. Menetesi dengan 1 tetes kristal violet.3. 5. 6. 4. Kemudian mensuspensikan bakteri yang telah diambil dengan menggunakan ose dan memfiksasinya. Memperhatikan bentuk bakteri yang terlihat. 8.

Penampakan Koloni Bakteri Coliform 10 . Tabung yang Dijadikan Sampel Koloni bakteri yang terlihat mengkilap pada EMBA Gambar 2. Hasil Uji Dugaan (Presumtive test) Tabel 1.1 ml Tabung B = diisi air selokan 1 ml Tabung C = diisi air selokan 10 ml Tabung K = tidak diisi air selokan (kontrol) Asam (+) = keruh Gas (+) = ada gelembung gas Asam (-) = tidak keruh Gas (-) = tidak ada gelembung gas +++* = warna paling keruh +* = gelembung paling besar b.VI. Hasil Uji Ketetapan (Confirmed test) Tabung C2 Gambar 1. Pengamatan Tabung yang Positif Gas dan Asam Presumtive test Asam Gas Jumlah tabung yang positif gas Tabung A1 ++ + A2 ++ + 3 A3 ++ + B1 + + B2 + + 3 B3 + + C1 +++ + C2 +++* +* 3 C3 +++ + K 0 Keterangan : Tabung A = diisi air selokan 0. Hasil Pengamatan a.

0.200. pada uji dugaan dari sembilan tabung yang diisi air selokan dengan konsentrasi berbeda (0. 1. dan 10 ml) diperoleh semua tabung positif gas dan asam. Jenis-jenis Bakteri yang Terlihat pada Mikroskop VII. Hal ini dapat dilihat dari gas yang disebabkan oleh fermentasi laktosa oleh bakteri golongan coliform dan asam yang dilihat dari kekeruhan pada media laktosa. MPN mikroba = nilai MPN x = 1200 x = 120 MPN/10ml Berdasarkan persyaratan kualitas air secara mikrobiologi.1 ml adalah 3. Adapun reaksi fermentasi laktosa oleh mikroorganisme yaitu : C12H22O11 Laktosa enzim 4CH2CHOHCOOH asam laktat + H2 O air Pada tabel 1 diatas. dan pengenceran 0.c. Oleh karena pengenceran yang kami lakukan sebesar 10 ml maka MPN mikroba per 10 ml adalah sebagai berikut.1. sehingga nilai JPT pada tabel JPT per 100 ml sampel adalah 1. Pada tes pendahuluan ini diduga air selokan yang kami gunakan sebagai sampel positif mengandung bakteri coliform. air yang mengandung kurang dari 1 coliform per 100 ml merupakan golongan kelas I yang berarti air 11 . pengenceran 1 ml adalah 3. Pembahasan Berdasarkan analisis kualitas air yang kami lakukan. dapat dilihat jumlah tabung positif pada pengenceran 10 ml adalah 3. Jadi diperoleh nilai pada tiga tabung dari setiap pengenceran adalah 3 3 3. Hasil Uji Kelengkapan (Completed test) Streptobacillus Diplobacillus Monobacillus Gambar 3.

Air dengan jumlah coliform 3-10 merupakan golongan air yang termasuk kelas III dan tidak baik dikonsumsi. kelompok kami menduga bakteri coliform tersebut adalah Escherichia coli. 12 . Saran Adapun saran yang dapat kami sampaikan adalah sebagai berikut. Menjaga kesterilan alat-alat yang digunakan agar tidak terkontaminasi mikroba lain. Pada uji ini diperoleh warna lapisan mengkilap dan berwarna merah pada media EMBA. IX. Dari perhitungan di atas berarti air selokan yang diuji termasuk ke dalam kategori tidak boleh dikonsumsi karena terdapat 120 MPN/10ml. Sedangkan jika nilai coliform lebih dari 10 per 100 ml. Nilai coliform 1-2 per 100 ml digolongkan pada kelas II yang berarti air tersebut baik dikonsumsi. Berdasarkan karakteristik yang ditunjukkan. Pada pewarnaan gram yang telah kelompok kami lakukan diperoleh hasil yang menunjukkan bakteri tersebut adalah bakteri Gram negatif (berwarna kemerahan) dan berbentuk batang pendek (bacillus) dengan tiga tipe koloni yaitu Streptobacillus. tabung yang positif membentuk asam dan gas terutama pada masa inkubasi 1 x 24 jam adalah tabung C2. pengujian selanjutnya dengan uji pelengkap yang bertujuan untuk menentukan bentuk dan tipe koloni bakteri dengan melakukan pewarnaan bakteri (pewarnaan Gram). VIII.tersebut sangat baik untuk dikonsumsi. Sampel yang telah positif mengandung asam dan gas kemudian disuspensikan kedalam media EMBA. Pada uji dugaan. Hal ini menunjukkan adanya koloni bakteri coliform. Setelah melakukan uji ketetapan. Diplobacillus dan Monobacillus. Karena pada uji dugaan positif mengandung bakteri coliform maka dilanjutkan dengan uji penetapan menggunakan media EMBA. Teliti dalam pengamatan agar hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. 2. maka air tersebut sudah tidak boleh dikonsumsi lagi. Simpulan Berdasarkan pembahasan diatas. maka dapat disimpulkan bahwa air selokan positif tercemar bakteri coliform yang kami duga merupakan jenis bakteri Escherichia coli dilihat dari hasil uji ketetapan. 1.

2008. Analisis Mikrobiologi Escherichia coli o157:h7 pada Hasil Olahan Hewan Sapi dalam Proses Produksinya. http://www. dkk.blogspot.co. 2012. Juni 2005: 23-28 (Diakses tanggal 7 maret 2012) 13 . Budi. http://rudyregobiz. http://pharos. Edi.wordpress. Infeksi E.com/ (Diakses tanggal 7 maret 2012) Anonim. 2012. Melaksanakan praktikum sesuai dengan prosedur kerja yang benar. no. dkk. Trini . Dalam jurnal Makara. Bakteri Gram dan Pewarnaannya.3.com/doc/ (Diakses tanggal 7 maret 2012) Partic.scribd. vol. Daftar Pustaka Suriaman. Li. Uji Kualitas Air. mikro. Media Pertumbuhan Mikroorganisme.id/ (Diakses tanggal 7 maret 2012 Sudiarti . X.Coli.com/ (Diakses tanggal 7 maret 2012) http://dunia- Regobiz. 2005. 2008. Kesehatan. 9. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful