A.

Judul : “*EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BAHAN AJAR CETAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISIWA SMKN 8 BANDUNG PADA MATA DIKLAT OVER HAUL KOPLING” (Studi Eksperimen pada mata diklat over haul kopling di kelas XI TSM 3 SMK Negeri 8 Bandung)

B. Latar Belakang Masalah

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Pasal 3 menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi

mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Mengingat pendidikan merupakan upaya menyiapkan siswa mengahadapi masa depan dan perubahan masyarakat yang semakin pesat termasuk di dalamnya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perlu membangun suatu pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), merupakan sekolah yang menyiapkan peserta didik untuk memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan. sehingga siap untuk terjun ke dunia lapangan kerja. Oleh karena itu perlu mempersiapkan segala hal dalam

bila ajaran dilakukan secara sistematis. Selain itu seringkali terjadi siswa menerima pengertian yang salah terhadap yang diajarkan. karena dalam pelaksanaan pengajaran. guru tidak dapat menguasai dan mengetahui batas kemampuan siswa. juga keterbatasan waktu yang tersedia di sekolah tidak memungkinkan siswa dapat mencapai tahap tuntas jika hanya mengandalkan waktu di sekolah saja. Salah satu mata diklat yang ada pada kurikulum tersebut adalah mata diklat Produktif Teknik Sepeda Motor. Hal ini berlandaskan kepada suatu gagasan bahwa kebanyakan siswa dapat menguasai apa yang diajarkan di sekolah. maka dikembangkan sistem modul dengan tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan efektipitras dan efisiensi pengajaran di sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang sesuai. . Berdasarkan pengalaman ketika melaksanakan Program Latihan Profesi (PLP) tahun ajaran 2008/2009 di SMKN 8 Bandung. Gaya mengajar klasik (teacher center) tidak akan dapat memaksimalkan siswa untuk mencapai tahap tuntas.membangun suatu Sekolah Menengah Kejuruan agar memperoleh suatu lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja Menurut KTSP yang mengacu kepada kurikkulum SMK edisi 2004 pembelajaran kompetensi harus menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning). Konsep belajar tuntas sangat mementingkan perhatian terhadap perbedaan individual. Penguasaan (hasil belajar) secara penuh terhadap seluruh bahan yang dipelajari dapat diartikan sebagai belajar tuntas. Atas dasar ini sistem penyampaian pengajaran dilakukan dengan mengarah kepada siswa belajar secara individual.

00 7.51 – 8. Nilai 9.99 6.99 Total Jumlah Siswa 6 orang 14 orang 10 orang 5 orang 35 orang Keterangan A (lulus istimewa) B (lulus amat baik) C (lulus baik) D (belum lulus) Sumber: Dokumen Instruktur Program Diklat TSM .00 – 7. bahakan ada yang tidak memiliki catatan sama sekali. 1.Proses pembelajaran untuk mata diklat Produktif Teknik Sepeda Motor masih berpusat pada guru (teacher centre) dan belum ada modul yang diberikan kepada siswa. Tahun Pembelajaran 2008/2009 Mata Diklat Over Haul Kopling No.50 ≤ 5. 4. Buku sumber sebagai bahan ajar yang tersedia di perpustakaanpun terbatas. 3.00 – 10. guru mengajar hanya berdasarkan kemampuan dan pengalaman guru saja. Berdasarkan hasil tes sumatif peserta diklat kelas XI TSM 3 semester empat tahun pembelajaran 2008/2009 pada mata diklat Ove Haul Kopling diperoleh data sebagai berikut Tabel Hasil Sumatif Peserta Diklat Kelas XI TSM 3 Semester empat. Catatan yang dimiliki tiap siswa berbeda-beda. 2.

Seberapa besar manfaat penggunaan bahan ajar cetak pada mata diklat over haul kopling di SMK Negeri 8 Bandung? 2. Seberapa besar efektivitas penggunaan bahan ajar cetak terhadap hasil belajar sisiwa kelas XI TSM 3 SMKN 8 Bandung? D. Batasan Penelitian Tiap masalah hakekatnya kompleks. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian tersebut diatas. Mengingat luasnya permasalahan dari topik penelitian ini serta adanya keterbatasan . masalah pokok penelitian ini di rumuskan sebagai berikut : 1.Berdasarkan data-data dan uraian diatas. penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian tentang penerapan pembelajaran menggunakan bahan ajar cetak salah satunya modul dan joobsheet (lembar kerja siswa) pada mata diklat over haul kopling dengan judul “*EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BAHAN AJAR CETAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISIWA SMKN 8 BANDUNG PADA MATA DIKLAT OVER HAUL KOPLING” (Studi Eksperimen pada mata diklat over haul kopling di kelas XI TSM 3 SMK Negeri 8 Bandung) C. karena itu peneliti harus membatasi permasalahannya. sehingga tidak dapat diselidiki segala aspek secara tuntas.

Dalam penelitian ini. dan saling memiliki keterkaitan (keorelational). c. Kedua varibel tersebut digunakan sebagai fakta penyusun informasi (data) yang dapat diukur secara kuantitatif. Penelitian ini diarahkan untuk mengungkap efesiensi penggunaan bahan ajar cetak terhadap pencapaiaan kompetensi siswa.yang ada dalam diri penulis. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI TSM 3 SMK Negeri 8 Bandung tahun ajaran 2008/2009. dalam penelitian ini mengandung dua variabel. e. d. dimana data ini bersifat membedakan. maka dipandang perlu untuk membatasi permasalahan sebagai berikut : a. E. sedangkan yang menjadi variabel terikat (Y) adalah hasil belajar siswa kelas XI TSM 3 SMKN 8 Bandung. b. Tingkat kecepatan siswa dalam menyelesaikan pembelajaran dengan bahan ajar cetak. Bahan ajar cetak yang digunakan adalah modul. Variabel bebas (X) pada penelitian ini adalah bahan ajar cetak. Variabel penelitian Berdasarkan fenomena di atas. yakni satu variabel bebas dan satu variabel terikat yang saling berhubungan. yang menjadi variabel utamanya pemanfaatan penggunaan bahan ajar modul terhadap pencapaian kompetensi siswa di sekolah. Hasil pengukuran berupa nilai kuantitatif termasuk ke dalam skala interval.. memiliki pringkat dan memiliki .

Untuk mendapatkan gambaran yang nyata mengenai pemanfaatan bahan ajar cetak pada proses belajar mengajar terhadap pencapaian hasil belajar. F. Bagi pihak guru mata diklat over haul kopling dapat memacu untuk lebih kreatif dalam menciptakan metode belajar. Data interval perlu dikumpulkan dan disusun dari berbagai sumber memakai teknik komperhensp dan relevan dengan permasalahan pada masa lalu. Tujuan dan Manfaat penelitian. sekarang. . dapat memberilan kontribusi mengenai tingkat keterlaksanaan proses belajar mengajar sehingga dapat dijadikan masukan dalam peningkatan mutu lulusan SMK di Indonesia. lingkungan pembentuk dan kaitan antar variabel. Memperbaiki proses pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan peserta diklat dalam kegiatan pembelajaran. Data yang diperoleh di analisis dan diinterpretasikan menggunakan prosedur statistika untuk menjabarkan arti data agar dapat diperoleh pemecahan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut : a. Bagi SMK lainnya dapat dijadikan acuan mengenai efektipitas pembelajaran siswa dengan sistem modul pada mata diklat over haul kopling 3. Bagi Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan Kota Bandung. c.jarak yang tetap. 2. Adapun manfaat yang ingin dieroleh dari penelitian ini adalah 1. b.

pengertian efektif sering diidentikkan dengan tepat guna. Pada saat sekarang.perlu dijelaskan istilah-istilahnya : Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau arah yang tepat dalam pencapaian tujuan. Bagi siswa SMK. G. Bahan ajar cetak adalah bahan ajar yang berupa bahan tertulis (di cetak). Over haul kopling adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa jurusan teknik sepeda motor di SMKN 8 Bandung Hasil belajar secara bahasa adalah sesuatu yang diadakan (dibuat. Hasil belajar dalam penelitian ini diartikan sebagai keberhasilan yang dicapai siswa . mendapatkan pengalaman baru untuk lebih meningkatkan semangat penelitian yang lainnya dan sebagai bahan untuk mempelajari ilmu yang lainnya. Bagi penulis. dijadikan)oleh usaha memperoleh kepandaian atau ilmu yang menyebabkan perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bagi pihak SMKN 2 Bandung sebagai masukan dalam memperbaiki sikap siswanya untuk meningkatkan hasil belajar yang baik.4. Defenisi Operasional Agar tidak terjadi salah pengertian. 6. sebagai pemacu akan manfaat belajar untuk mencapai ilmu yang tak terbatas. 5.

Menurut pengertian ini. I. Dengan modul. Adapun rumusan hipotesis sebagai berikut “bahan ajar cetak dapat mengefektivitaskan waktu pembelajaran” J. belajar adalah merupakan suatu proses. Anggapan Dasar Penelitian ini dilandasi aggapan dasar sebagai berikut : a. yakni mengalami. melainkan perubahan kelakuan.berupa kemampuan hasil belajar yang berbentuk angka setelah mengikuti proses belajar mengaja. Belajar bukan hanya mengingat. . dapat membantu memaksimalkan keterlibatan siswa dalam suatu pembelajaran c. Belajar Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. H. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan. siswa dapat belajar secara individual mencapai tarap tuntas (mastery). Landasan Teoritis 1. akan tetapi lebih luas daripada itu. Bahan ajar cetak yang digunakan untuk membantu siswa belajar secara mandiri b. Penggunaan bahan ajar cetak sebagai salah satu media dalam pembelajaran individual. suatu kegiatan dan bukan suatu hasil tujuan. Hipotesis Dalam penelitian ini akan dikemukakan hipotesis yang berfungsi sebagai jawaban sementara dan pembuktiannya dilakukan melalui penelitian di lapangan.

Dibandingkan dengan pengertian pertama.Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. hanya berbeda cara atau pencapaiannya. lembar kerja siswa. yakni perubahan tingkah laku. • Audio Visual seperti: video/film. yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Bentuk bahan ajar ada beberapa macam. tujuan belajar itu prinsipnya sama. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Pengertian ini menitikberatkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Bahan ajar Bahan ajar merupakan informasi. brosur. yang menyatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan. 2.VCD . adapula tafsiran lain tentang belajar. wallchart. leaflet. Sejalan dengan perumusan di atas. maka jelas. yaitu : • Bahan cetak seperti: hand out. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar. alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. belajar adalah latihanlatihan pembentukan kebiasaan secara otomatis. buku. dan seterusnya. modul.

gambar. dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Kompetensi yang akan dicapai c. computer Based. Petunjuk kerja. Multi Media: CD interaktif. Content atau isi materi pembelajaran d. Evaluasi h. Jika ditinjau dari aspek bentuk kerangka dan . Latihan-latihan f. Pengertian modul Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi. Informasi pendukung e. melaksanakan tes. Internet Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain : a. model/maket. PH Visual: foto. sampai melakukan eksperimen atau kerja ilmiah.• • • Audio seperti: radio. metode. dapat berupa Lembar Kerja (LK) g. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) b. Modul sebagai suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas. Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi 3. Modul pada umumnya mengandung searangkaian kegiatan yang harus dilakukan siswa daru mulai membaca. CD audio. kaset. batasan-batasan. mengerjakan tugas.

Makin banyak sampel yang diambil makin baik. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik yaitu menggambarkan masalah-masalah aktual yang sekarang .. Selanjutnya jika subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.apabila subjeknya kurang dari 100.komponen yang terkandung dalam suatu modul. 3. akan tetapi belum tentu dapat menjamin mutu dari hasil penelitian. Untuk penelitian yang resikonya besar. 2. Populasi dan Sampel Penelitian Sampel merupakan bagian dari populasi untuk dilakukan penelitian secara langsung. tentu saja jika sampel lebih besar hasilnya akan lebih baik”.. tergantung setidak-tidaknya dari: 1. karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya dana. Berdasarkan uraian diatas. dan bagian tersebut dianggap dapat mewakili sifat-sifat dari keseluruhan populasi. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. (2002: 112) menjelaskan: “. terdapat beberapa variasi pada beberapa jenis modul K. Menurut Suharsimi Arikunto. Sampel dalam suatu kegiatan penelitian adalah wakil populasi yang akan dijadikan subjek penelitian atau yang akan diteliti dan dijadikan responden atau sumber informasi penelitian. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang dipergunakna untuk menjawab suatu permasalahan yang dihadapi dalam suatu penelitian agar tercapai suatu tujuan yang diinginkan. Kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu. maka populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TSM 3 di SMKN 8 Bandung L. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. tenaga dan dana. Sempit luasnya pengamatan dari subjek.

menyebar angket. dan wawancara. dokumentasi. Teknik pengambilan data ini dilakukan dengan cara tes. dan merupakan suatu bahan yang sangat diperlukan untuk dapat dianalisa. Angket juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Menurut Suharsimi Arikunto (1998:141) pengambilan data dengan menggunakan angket mempunyai beberapa keuntungan: Tidak memerlukan hadirnya peneliti. Untuk itu maka diperlukan teknik pengumpulan data yang relevan dengan penelitian. Angket Teknik angket dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data yang diberikan responden. Di dalam suatu penelitian. 1. Tes Pengumpulan data dengan cara tes merupakan salah satu instrumen pengumpulan data yang digunakan utuk mengumpulkan data penelitian yang berkaitan dengan evaluasi. 2.sedang terjadi. . Melalui kegiatan tes ini diharapkan peneliti mendapatkan data hasil belajar yang akan diteliti. Pengolahan data untuk menguji hipotesis menggunakan metode statistik analitik. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden.

peneliti menggunakan metoda Tes. 4. . Dokumentasi. Wawancara Digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan peermasalahan yang harus diteliti. dan Angket. Dari keempat cara pengumpulan data di atas. - Dapat di buat standar sehingga bagi semua responden dapat di beri pertanyaan yang benar-benar sama.- Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing dan menurut waktu senggang responden. - Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas jujur dan tidak malumalu menjawab. Dokumentasi Teknik dokumentasi digunakan untuk mendapat keterangan tentang daftar siswa kelas XI TSM 3 SMKN 8 Bandung. 3. dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil atau untuk memperoleh informasi langsung untuk melengkapi data-data yang diperlukan dalam penelitian.

paradigma penelitian.. . dan hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN : berisi uraian dan pembahasan hasil penelitian yang diperoleh meliputi deskripsi data. tujuan penelitian. manfaat penelitian. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN : berisi penjelasan kesimpulan dari penelitian dan saran sebagai tindak lanjut dari kesimpulan penelitian. dan sistematika penulisan. Sistematika Penulisan Penelitian ini disajikan dalam bab-bab yang disusun berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN : berisi latar belakang masalah. anggapan dasar. dan pengujian hipotesis. sampel penelitian. data dan sumber data. batasan masalah.metode penelitian.M. teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian. populasi dan sampel. rumusan masalah. teknis analisis data. hipotesis. BAB III METODE PENELITIAN : merupakan penjabaran lebih rinci tentang metode penelitian yang secara garis besar telah disajikan pada BAB I . prosedur pengumpulan data. analisis data. dan pembahasan hasil penelitian. BAB II KAJIAN PUSTAKA : berisi landasan teori. berisi metode penelitian.

(2007). Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Arikunto. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta Depdiknas. Jakarta : Depdiknas Poerwadarminta. Jakarta: Balai Pustaka . (1976). Muhammad. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. (1987). Bandung : Sinar Baru Algensindo. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Suharsimi.DAFTAR PUSTAKA Ali. (2002).

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.