LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR M1

Nama NIM Jurusan

: MUCHLIS DWI KURNIAWAN : 11250007 : Teknik Mesin

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARMA PERSADA JAKARTA 2012

alias searah . Hal ini bukan berarti bahwa sebagian batu atau benda yang diangkat hilang sehingga berat batu menjadi lebih kecil.  Kubus besi sebanyak 1 buah.  Mencari massa jenis zat cair 2.  Benang sebanyak 1 rol  gelas ukur kapasitas 200 dan 250 ml masing masing sebanyak 1 buah.  Jangka sorong sebanyak satu buah. Archimedes yang mengembangkan teori untuk menghitung beban yang dibutuhkan untuk pengungkit tersebut. jika sebuah benda dimasukkan ke dalam air tersebut. Arah gaya apung ke atas. Walaupun pengungkit atau ungkitan telah ditemukan jauh sebelum Archimedes lahir. berat batu yang terukur pada timbangan pegas menjadi lebih kecil dibandingkan dengan ketika dirimu menimbang batu di udara (tidak di dalam air). Prinsip Archimedes Ketika dirimu menimbang batu di dalam air.  Cent-o-gram balance sebanyak stu unit. baik sebagian atau seluruhnya. Archimedes terkenal juga dengan teorinya tentang hubungan antara permukaan dan volume dari sebuah bola terhadap selinder. Archimedes juga digolongkan sebagai salah satu ahli matematika kuno dan merupakan yang terbaik dan terbesar di jamannya. TEORI Bunyi Hukum Archimedes adalah “jika benda dimasukkan ke dalam cairan.  Mencari massa jenis padat secara dinamis. tetapi karena adanya gaya apung. Dengan kata lain. Perhitungan dari Archimedes yang akurat tentang lengkungan bola di jadikan konstanta matematika untuk Pi atau ?.1. akan mendapatkan gaya ke atas sebesar berat cairan yang dipindahkan benda itu”.  Air sebanyak 250 ml. 3. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN  Balok alumunium sebanyak 1 buah. maka permukaan air akan terdesak atau naik. Misalnya air mempunyai volume tertentu. Dia juga dikenal dengan teori dan rumus dari prinsip hydrostatic dan peralatan untuk menaikkan air – „Archimedes Screw‟ atau sekrup Archimedes. Hal ini karena adanya gaya ke atas yang sering disebut gaya Archimedes. Massa batu yang terukur pada timbangan lebih kecil karena ada gaya apung yang menekan batu ke atas. yang sampai sekarang masih banyak digunakan di negara-negara berkembang. Efek yang sama akan dirasakan ketika kita mengangkat benda apapun dalam air. Batu atau benda apapun akan terasa lebih ringan jika diangkat dalam air. berat benda seolah-olah menjadi lebih ringan.  Bensin sebanyak 200ml.  Silnder tembaga sebanyak 1 buah. TUJUAN PERCOBAAN  Mencari massa jenis zat padat secara statis.

F1). . Seperti yang telah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan Tekanan pada Fluida. Arah gaya apung (Fapung) ke atas. kita akan menemukan bahwa benda yang dimasukan ke dalam fluida seperti air misalnya. Hal ini dikarenakan tekanan fluida pada bagian bawah lebih besar daripada tekanan fluida pada bagian atas batu. Hal ini disebabkan karena adanya gaya apung sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. w = gaya berat batu. F1 = gaya yang diberikan fluida pada bagian atas batu. Semakin dalam fluida (zat cair). karena gaya yang diberikan fluida pada bagian bawah batu (F2) lebih besar daripada gaya yang diberikan fluida pada bagian atas batu (F1). semakin besar tekanan fluida tersebut. Gaya apung terjadi karena adanya perbedaan tekanan fluida pada kedalaman yang berbeda. maka akan terdapat perbedaan tekanan antara fluida pada bagian atas benda dan fluida pada bagian bawah benda. Dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sebuah benda dimasukkan ke dalam fluida. F2 = gaya yang diberikan fluida pada bagian bawah batu.dengan gaya angkat yang kita berikan pada batu tersebut sehingga batu atau benda apapun yang diangkat di dalam air terasa lebih ringan. memiliki berat yang lebih kecil daripada ketika benda tidak berada di dalam fluida tersebut. (perhatikan gambar di bawah). Keterangan gambar : Fpegas = gaya pegas. Fapung merupakan gaya total yang diberikan fluida pada batu (Fapung = F2 . tekanan fluida bertambah terhadap kedalaman. Fapung = gaya apung. Dirimu mungkin sulit mengangkat sebuah batu dari atas permukaan tanah tetapi batu yang sama dengan mudah diangkat dari dasar kolam. Fluida yang terletak pada bagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada fluida yang berada di bagian atas benda.

Fluida yang berada dibagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada fluida yang terletak pada bagian atas benda. F1 = gaya yang diberikan oleh fluida pada bagian atas benda. tampak sebuah benda melayang di dalam air. Besarnya gaya apung adalah : Keterangan : Maka persamaan yang menyatakan besarnya gaya apung (Fapung) di atas bisa kita tulis menjadi : . Besarnya tekanan fluida pada kedalamana h2 adalah : Besarnya tekanan fluida pada kedalamana h1 adalah : F2 = gaya yang diberikan oleh fluida pada bagian bawah benda. Hal ini disebabkan karena fluida yang berada di bawah benda memiliki kedalaman yang lebih besar daripada fluida yang berada di atas benda (h2 > h1). Selisih antara F2 dan F1 merupakan gaya total yang diberikan oleh fluida pada benda. A = luas permukaan benda. yang kita kenal dengan istilah gaya apung.Pada gambar di atas.

hukum archimedes dapat ditulis sebagai berikut : . Dirimu bisa membuktikan prinsip Archimedes dengan melakukan percobaan kecil-kecilan berikut. Ingat bahwa yang dimaksudkan dengan fluida yang dipindahkan di sini adalah volume fluida yang sama dengan volume benda yang tercelup dalam fluida. Volume air yang tumpah = volume benda yang tercelup dalam air tersebut. silahkan masukan sebuah benda ke dalam air. gurumuda menggunakan ilustrasi di mana semua bagian benda tercelup dalam fluida (air). Pada gambar di atas. Jika dinyatakan dalam gambar maka akan tampak sebagai berikut : Apabila benda yang dimasukkan ke dalam fluida. maka volume air yang tumpah = volume benda tersebut. Setelah benda dimasukan ke dalam air. Besarnya gaya apung yang diberikan oleh air pada benda = berat air yang tumpah (berat air yang tumpah = w = mairg = massa jenis air x volume air yang tumpah x percepatan gravitasi). Ini adalah buah karya eyang butut Archimedes (287-212 SM) yang saat ini diwariskan kepada kita dan lebih dikenal dengan julukan “Prinsip Archimedes”. kita bisa mengatakan bahwa gaya apung pada benda sama dengan berat fluida yang dipindahkan. semuanya akan mengalami hal yang sama. Berdasarkan persamaan di atas. Setelah itu. Masukan air ke dalam sebuah wadah (ember dkk). maka volume air yang tumpah = volume dari bagian benda yang tercelup dalam air.mFg = wF = berat fluida yang memiliki volume yang sama dengan volume benda yang tercelup. Tapi jika benda hanya tercelup sebagian. Prinsip Archimedes menyatakan bahwa : Ketika sebuah benda tercelup seluruhnya atau sebagian di dalam zat cair. zat cair akan memberikan gaya ke atas (gaya apung) pada benda. Volume air yang tumpah = volume benda yang tercelup dalam air. maka sebagian air akan tumpah. Usahakan sampai meluap sehingga ember tersebut benar-benar penuh terisi air. Jika seluruh bagian benda tercelup dalam air. Secara sistematis. Tidak peduli apapun benda dan bagaimana bentuk benda tersebut. terapung. di mana besarnya gaya ke atas (gaya apung) sama dengan berat zat cair yang dipindahkan. di mana bagian benda yang tercelup hanya sebagian maka volume fluida yang dipindahkan = volume bagian benda yang tercelup dalam fluida tersebut.

yaitu : air dan bensin.  Pengukuran massa benda di udara (ppengukuran statis)digunakan sebagai perbandingan pengukuran massa benda di air.ukur pada bagian pinggir.  Ukurc dimensi benda (volume) yang akan digunakan.kemudia gantung di ujung alat timbang.  Tentukan benda yang akan di ukur.FA = ?a Va g FA = gaya angkat ke atas pada benda (N) ?a = massa jenis zat cair (kg/m3) Va = volume zat cair yang terdesak (m3) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2) 4.  Ukur berapa berat massa benda didalam air. Menentukan massa jenis zat padat. . Catat ulang pengukuran massa benda dinamis pada kolom pengukuran massa jenis zat cair. tengah.  Atat hasil pengukuran tiap-tiap benda.jaga keseimbangan.  Catat tiap hasil pengukuran. Lakukan percobaan menggunakan bensin seperti langkah menentukan massa jenis zat padat secara dinamis. B. Menentukan massa jenis yat cair    Ada dua jenis zat cair.  Catat ulang pengukuran massa benda di udara ke dalam kolom bagian pengukuran benda dinamis.  Kemudian celupkan benda yang digantung tersebut kedalam gelas ukur yang telah diisi air. C).balok. Langkah Percobaan A. dinggir lagi. kubus.  Ikat benang pada benda tersebut. lakukan pada ke3 bendaa yang telah di sediakan.dan silinder. ( benda jangan sampai meyentuh dasar gelas ukur ).yaitu.  Ukur benda sebanyak 3 kali. Menentukan massa jenis zat padat secara dinamis.

Kesimpulan a) Membuktikan bahwa pengukuran massa jenis zat dinamis dan setatis berbeda b) Hasi pengukuran yang diperolae hampir mendekati perhitungan teori. Kesalahan dalam membaca jangka sorong II. Keidak setabilan benda. c) Hal itu kemungkinan disebabkan karena : I. d) Membuktikan bahwa massa air lebih besar daripada bensin .5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful