Makalah Dasar Negara dan Konstitusi

09:42 Ibrahim AghiL No comments BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dasar Negara menjadi sumber bagi pembentukan konstitusi. Dasar Negara menempati kedudukan sebagai norma hukum tertinggi suatu Negara. Sebagai norma tertinggi, dasar Negara menjadi sumber bagi pembentukan norma-norma hukum dibawahnya. Konstitusi adalah salah satu norma hukum dibawah dasar Negara. Dalam arti yang luas : konstitusi adalah hukum tata negara, yaitu keseluruhan aturan dan ketentuan (hukum) yang menggambarkan sistem ketatanegaraan suatu negara. Dalam arti tengah : konstitusi adalah hukum dasar, yaitu keseluruhan aturan dasar, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis Dalam arti sempit : konstitusi adalah Undang-Undang Dasar, yaitu satu atau beberapa dokumen yang memuat aturan-aturan yang bersifat pokok. Dengan demikian, konstitusi bersumber dari dasar Negara.norma hukum dibawah dasar Negara isinya tidak boleh bertentangan dengan norma dasar. Isi norma tersebut bertujuan mencapai cita-cita yang terkandung dalam dasar Negara. Dasar Negara merupakan cita hukum dar Negara. Jadi kaitan antara dasar Negara dengan konstitusi adalah dasar Negara menjadi sumber bagi penyusunan konstitusi. Konstitusi sebagai norma hukum dibawah dasar Negara haru bersumber dan berdasar pada dasar Negara. 1.2 Rumusan Masalah Adapun yang akan dibahas serta menjadi rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut : 1. bagaimana hubungan antara daasar negara dengan konstitusi? 2. apa yang dimaksud dengan substansi konstitusi negara? 3. bagaimana kedudukan Pembukaan UUD 1945? 4. bagaimana sikap positif terhadap konstitusi negara? 1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan Tujuan penulisan yang ingin dicapai penulis dalam makalah ini adalah penulis ingin mengetahui tentang hubungan dasar negara dan konstitusi yang nantinya semoga dapat bermanfaat bagi semua pembaca agar nantinya pembaca mengerti seperti apa hubungan dasar negara dan konstitusi. 1.4 Metodologi Penelitian Penulisan makalah ini memerlukan suatu metode penulisan yang sistematis guna menggali kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sehingga dapat dihasilkan penulisan yang mendekati kebenaran yang sesungguhnya. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode dokumenter. Dimana sumber data dalam makalah ini berasal dari sumber data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung dari berbagai dokumen berupa buku dan sumber informasi lain. BAB II DASAR TEORI Dasar Negara adalah ajaran atau teori yang merupakan hasil pemikiran yang mendalam (filsafat) mengenai dunia dan kehidupan di dunia, termasuk kehidupan berbegara di dalamnya, yang dijadikan pedoman dasar yang mengatur dan memelihara kehidupan bersama dalam suatu negara. Fungsi dasar Negara antara lain adalah sebagai : Dasar berdiri dan

tegaknya Negara , dasar kegiatan penyelenggaraan Negara , dasar partisipasi dasar Negara , dasar pergaulan antar warga Negara. Dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. Kata Pancasila terdiri dari dua kata dari sansekerta. Panca berarti lima, dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi lima butir sebagai berikut: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Sesuai dengan pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila yang tercantum pada Tap MPR no. II/MPR/1978, ada 45 butir pengamalan Pancasila, antara lain: Sila pertama: 1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 4. Membina kerukunan hidup di antara umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5. Agama kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. 6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan dan kepercayaan masing-masing. 7. Tidak meakasakan suatu dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Sila Kedua: 1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. 2. Dengan mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dsb. 3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. 4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa slira. 5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. 6. Menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. 7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 8. Berani membela kebenaran dan keadilan. 9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. 10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. Sila ketiga: 1. Mampu menemptakan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagi kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. 2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. 3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. 4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air 5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan

5. 9.baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Hukum dasar tidak tertulis disebut Konvensi. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika. 10. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. 5. 7. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri 6. meskipun tidak tertulis”. Undang-Undang Dasar adalah konstitusi yang tertulis. 6. 11. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan. 8. Melalui . Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. 2. 7. Para penyusun UUD 1945 menganut pikiran yang sama dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan : “Undang-Undang Dasar suatu negara ialah hanya sebagian hukum dasar negara itu. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan keasatuan demi kepantingan bersama. Dengan iktikad baik dan tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai hati nurani yang luhur. yaitu aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan hak dan kewajiban yang sama. 9. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. 4.keadilan sosial. Sebagai warga negara dan warga masyarakat. Tidak menghunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Fungsi konstitusi adalah sebagai berikut : yaitu menentukan dan membatasi kekuasaan penguasa Negara dan penjamin hak-hak asasi manusia. Menjaga keseimbangan hak dan kewajiban. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama daiatas kepentingan pribadi dan golongan. yaitu keseluruhan peraturan. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. 4. Suka bekerja keras. 2. Undang-Undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Sila Keempat: 1. 10. sedang di sampingnya Undang-Undang Dasar tersebut berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis. 8.yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Istilah “constitution” lebih luas. 7. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 3. Sila Kelima: 1. sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil keputusan musyawarah. 3. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Menghormati hak orang lain. 6. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuann yang merata dan berkeadilan sosial.

dan UUDS 1950. Pancasila digali dari bumi Indonesia sendiri dan mewariskan landasan konstitusional kepada bangsanya. BAB III PEMBAHASAN 3. semua pembukaan atau mukadimahnya mencantumkan Pancasila. cita-cita. sedangkan melalui aturan tentang hak asasi . dan batang tubuh UUD 1945.. Persatuan Indonesia. pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar. Kemudian. kemanusiaan yang adil dan beradab. Dari dasar negara inilah kehidupan negara yang dituangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan diatur dan diwujudkan. Dasar negara Pancasila selalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional negara Indonesia (Pancasila sebagai ideologi negara).. Konstitusi RIS 1949. Salah satu perwujudan dalam mengatur dan menyelenggarakan kehidupan ketatanegaraan suatu negara adalah dalam bentuk Konstitusi atau Undang-Undang Dasar. yaitu Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.” Para pendiri negara Republik Indonesia yang arif dan bijaksana telah berhasil meletakkan dasar negara yang kokoh dan kuat. Pembukaan UUD 1945 diundangkan bersama-sama dalam .pembagian kekuasaan Negara . konstitusi menentukan dan membatasi kekuasaan penguasa . Dalam tiga UUD yang pernah berlaku di Indonesia. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. dan tujuan negara yang tertuang dalam Mukadimah atau Pembukaan Undang-Undang Dasar suatu negara.dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. konstitusi member perintah agar penguasa Negara melindungi hak asasi manusia warga Negara atau penduduknya. UUD 1945. Pancasila sebagai dasar negara mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Proklamasi 17 Agustus 1945. Hal tersebut ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 alenia IV bahwa “.1 Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berkaitan erat dengan konstitusi atau undangundang dasar negara. yaitu Pancasila. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan melihat kembali dari hasil-hasil perubahan itu. Dengan demikian perubahan konstititusi menjadi suatu agenda yang tidak bisa diabaikan. Perubahan konstitusi ini menginginkan pula adanya perubahan sistem dan kondisi negara yang otoritarian menuju kearah sistem yang demokratis dengan relasi lembaga negara yang seimbang.1 LATAR BELAKANG Reformasi menuntut dilakukannya amandemen atau mengubah UUD 1945 karena yang menjadi causa prima penyebab tragedi nasional mulai dari gagalnya suksesi kepemimpinan yang berlanjut kepada krisis sosial-politik. Bagaimana cara mewujudkan komitmen itu dan siapa yang berwenang melakukannya serta dalam situasi seperti apa perubahan itu terjadi. Keberadaan UUD 1945 yang selama ini disakralkan. sesuai dengan nilai keadilan sosial. Hal ini menjadi suatu keharusan dan amat menentukan bagi jalannya demokratisasi suatu bangsa. sehingga siapapun yang berkuasa dengan masih menggunakan UUD yang all size itu akan berperilaku sama dengan penguasa sebelumnya. Tuntutan perubahan terhadap UUD 1945 itu pada hakekatnya merupakan tuntutan bagi adanya penataan ulang terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. bobroknya managemen negara yang mereproduksi KKN. Realitas yang berkembang kemudian memang telah menunjukkan adanya komitmen bersama dalam setiap elemen masyarakat untuk mengamandemen UUD 1945.2 RUMUSAN MASALAH . Sebab dapat dikatakan konstitusi menjadi monumen sukses atas keberhasilan sebuah perubahan. Dari dua kali kepemimpinan nasional rezim orde lama (1959 – 1966) dan orde baru (1966 – 1998) telah membuktikan hal itu. hancurnya nilai-nilai rasa keadilan rakyat dan tidak adanya kepastian hukum akibat telah dikooptasi kekuasaan adalah UUD Republik Indonesia 1945. 1. dan tidak boleh diubah kini telah mengalami beberapa perubahan. Wajah Indonesia yang demokratis dan pluralistis. kita akan dapat dinilai apakah rumusan-rumusan perubahan yang dihasilkan memang dapat dikatakan lebih baik dan sempurna. Itu terjadi karena fundamen ketatanegaraan yang dibangun dalam UUD 1945 bukanlah bangunan yang demokratis yang secara jelas dan tegas diatur dalam pasal-pasal dan juga terlalu menyerahkan sepenuhnya jalannya proses pemerintahan kepada penyelenggara negara. Atau dengan kata lain sebagai upaya memulai “kontrak sosial” baru antara warga negara dengan negara menuju apa yang dicita-citakan bersama yang dituangkan dalam sebuah peraturan dasar (konstitusi). sampai sejauh mana rumusan perubahan itu telah mencerminkan kehendak bersama. menjadikan suatu bagian yang menarik dan terpenting dari proses perubahan konstitusi itu. Akibatnya dalam penerapannya kemudian bergantung pada penafsiran siapa yang berkuasalah yang lebih banyak untuk legitimasi dan kepentingan kekuasaannya. kesejahteraan rakyat dan kemanusiaan. Perubahan yang menjadi kerangka dasar dan sangat berarti bagi perubahan-perubahan selanjutnya.undefined undefined Makalah Negara dan Konstitusi BAB PENDAHULUAN I 1. dan apakah telah menentukan bagi pembentukan wajah Indonesia kedepan. Karena dari sini akan dapat terlihat apakah hasil dicapai telah merepresentasikan kehendak warga masyarakat. Dalam artian.

3.3 Untuk mengetahui hubungan antara negara dan konstitusi.1 Apakah pengertian negara itu? 1.4.2.4 Bagaimana keberadaan Pancasila dan konstitusi di Indonesia? 1. Terdapat beberapa elemen yang berperan dalam membentuk suatu negara. penting pula keadaan khusus wilayah yang bersangkutan.3 TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1.Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan.3.4 MANFAAT PENULISAN Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Secara umum negara dapat diartikan sebagai suatu organisasi utama yang ada di dalam suatu wilayah karena memiliki pemerintahan yang berwenang dan mampu untuk turut campur dalam banyak hal dalam bidang organisasi-organisasi lainnya.4.4.2. Pentingnya unsur rakyat dalam suatu negara tidak hanya diperlukan dalam ilmu kenegaraan (staatsleer) tetapi perlu juga perlu melahirkan apa yang disebut ilmu kemasyarakatan (sosiologi) suatu ilmu pengetahuan baru yang khusus menyelidiki.2 Apakah pengertian konstitusi itu? 1.4. kepartaian. artinya apakah layak suatu wilayah itu masuk suatu negara tertentu atau .Organisasi negara dalam suatu wilayah bukanlah satu-satunya organisasi. Masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1.1 Untuk mengetahui pengertian dari negara. Disamping pentingnya unsur wilayah dengan batas-batas yang jelas.2.3 Bagaimanakah hubungan antara negara dan konstitusi? 1.3 Kita menjadi tahu bagaimana hubungan antara negara dan konstitusi.3.2 Untuk mengetahui pengertian dari konstitusi. 1.2.2 Menambah wawasan kita tentang pengertian konstitusi. 1.4 Kita tahu keberadaan Pancasila dan konstitusi di negara kita. BAB PEMBAHASAN II 2. Masyarakat Masyarakat merupakan unsur terpenring dalam tatanan suatu negara. Elemen-elemen tersebut adalah: 1. dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dibahas pada penulisan kali ini.4 Untuk mengetahui keberadaan Pancasila dan konstitusi di Indonesia.1 PENGERTIAN NEGARA Negara merupakan suatu organisasi di antara sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang secara bersama-sama mendiami suatu wilayah (territorial) tertentu dengan mengakui adanaya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang ada di wilayahnya.3. 1. 1. kemasyarakatan dan organisasi lainnya yang masing-masing memiliki kepribadian yang lepas dari masalah kenegaraan). 1. ada organisasi-organisasi lain (keagamaan. Masyarakat atau rakyat merupakan suatu individu yang berkepentingan dalam suksesna suatu tatanan dalam pemerintahan. 1. Sosiologi merupakan ilmu penolong bagi ilmu hukum tata negara. 2. Wilayah (teritorial) Suatu negara tidak dapat berdiri tanpa adanya suatu wilayah. mempelajari hidup kemasyarakatan. 1.1 Menambah pengetahuan kita tentang pengertian suatu negara.

Di dalam perkembangan sejarah ketatanegaraan. Teori kedaulatan Tuhan (Gods souvereiniteit) Teori kedaulatan Tuhan (Gods souvereiniteit) meyatakan atau menganggap kekuasaan pemerintah suatu negara diberikan oleh Tuhan. ukuran itu lebih diletakkan pada keadaan khusus dari wilayah suatu negara. Rousseau (Perancis) menyatakan apa yang dikenal dengan “kontrak sosial”. Teori kedaulatan Negara (Staats souvereiniteit) Teori kedaulatan Negara (Staats souvereiniteit)menganggap sebagai suatu axioma yang tidak dapat dibantah. pemerintahan. Pada sisi lain Otto Bauer menyatakan. 3. Paul Renan (Perancis) menyatakan satu-satunya ukuran bagi suatu masyarakat untuk menjadi suatu negara ialah keinginan bersatu (le desir de’etre ansemble). 3 unsur negara menjadi 4 bahkan 5 yaitu rakyat. kedaulatan negara. Teori Kedaulatan Rakyat (Volks aouvereiniteit). 3.2 PENGERTIAN KONSTITUSI Kata “Konstitusi” berarti “pembentukan”. Otto Mayer (dalam buku Deutsches Verwaltungsrecht) menyatakan “kemauan negara adalah memiliki kekuasaan kekerasan menurut kehendak alam”. Sementara itu Jellinek dalam buku Algemeine Staatslehre menyatakan kedaulatan negara sebagai pokok pangkal kekuasaan yang tidak diperoleh dari siapapun. Ada empat macam teori mengenai suatu kedaulatan. 1. yaitu teori kedaulatan Tuhan. suatu perjanjian antara seluruh rakyat yang menyetujui Pemerintah mempunyai kekuasaan dalam suatu negara. berasal dari kata kerja yaitu “constituer” (Perancis) atau membentuk. UUD (Konstitusi) dan pengakuan Internasional (secara de facto maupun de jure). Yang dibentuk adalah negara.J. Raja atau ratu secara resmi menamakan dirinya Raja atas kehendak Tuhan “bij de Gratie Gods”. Inilah inti pokok dari semua kekuasaan yang ada dalam wilayah suatu negara. negaralah yang berdaulat. Krabbe dalam buku Die Moderne Staats Idee. Teori kedaulatan hukum (Rechts souvereiniteit) Teori kedaulatan hukum (Rechts souvereiniteit) menyatakan semua kekuasaan dalam negara berdasar atas hukum. Pemerintahan Ciri khusus dari pemerintahan dalam negara adalah pemerintahan memiliki kekuasaan atas semua anggota masyarakat yang merupakan penduduk suatu negara dan berada dalam wilayah negara. 4. artinya dalam suatu wilayah negara. Orang akan segera sadar berada dalam suatu negara tertentu apabila melampaui batas-batas wilayahnya setelah berhadapan dengan aparat (imigrasi negara) untuk memenuhi berbagai kewajiban yang ditentukan. 2. 2. atau Ethiopia (Raja Haile Selasi) dinamakan “Singa Penakluk dari suku Yuda yang terpilih Tuhan menjadi Raja di Ethiopia”. J. semua kekuasaan dalam suatu negara didasarkan pada kekuasaan rakyat (bersama). Pemerintah adalah “alat negara”. kedaulatan hukum dan kedaulatan rakyat. Apabila mengeluarkan peraturan perundang-undangan pada prinsipnya hanya berlaku bagi orang-orang yang berada di wilayahnya sendiri. Pelopor teori ini adalah H.sebaliknya dipecah menjadi wilayah berbagai negara. Belanda menggunakan istilah “Grondwet” yaitu berarti suatu undang-undang yang menjadi dasar (grond) dari segala hukum. dengan demikian konstitusi mengandung makna awal (permulaan) dari segala peraturan perundang-undangan tentang negara. Teori Kedaulatan Rakyat (Volks aouvereiniteit). Misalnya kerajaan Belanda. wilayah. Indonesia menggunakan istilah Grondwet menjadi Undangundang Dasar. .

Menurut Brian Thompson. akan lebih jelas dapat dikemukakan tujuan konstitusi itu sendiri. Konstitusi pada umumnya bersifat kondifaksi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturanaturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara. konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). Ada konstitusi yang materi muatannya sangat panjang dan sangat pendek. 2. Namun menurut para ahli ilmu hukum maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik. Ivor Jenning menyebutkan di dalam dokumen konstitusi tertulis yang dianut oleh negara-negara tertentu mengatur tentang: 1. Peaslee menyatakan hampir semua negara di dunia mempunyai konstitusi tertulis. Kemudian Amerika Latin seperti uruguay 332 pasal. Negara sebagai salah satu bentuk organisasi. kekuasaan. Indonesia 37 pasal. Peru 236 pasal. Tidak semua lembaga-lembaga pemerintahan dapat diatur dalam poin 1 dan tidak semua hakhak warga negara diatur dalam poin 2. kecuali Inggris dan Kanada. di Eropa. pada umumnya selalu memiliki naskah yang disebut sebagai konstitusi atau Undang-Undang Dasar. Konstitusi yang terpanjang adalah India dengan 394 pasal. belanda 210 pasal. Dalam buku yang berjudul The Law and The Constitution. Konstitusi juga memiliki tujuan yang hampir sama deengan hukum. Ini diartikan seperti halnya “Hukum Tertulis” (geschreven Recht) yang termuat dalam undang-undang dan “Hukum Tidak Tertulis” (ongeschreven recht) yang berdasar adat kebiasaan. Guatemala 45 pasal. Adanya wewenang dan tata cara bekerja suatu lembaga kenegaraan. Dokumen-dokumen yang tertulis hanya mengatur beberapa lembaga negara dan beberapa hak asasi yang dimiliki oleh rakyat. Ceylon 91 pasal dan Finlandia 95 pasal. terdapat konstitusi politik atau hukum akan tetapi mengandung pula arti konstitusi ekonomi Konstitusi memuat aturan-aturan pokok (fundamental) yang menopang berdirinya suatu negara. Brazil dan Columbia 218 pasal. Seperti halnya di negara Inggris. Adanya ketentuan hak asasi yang dimiliki oleh warga negara yang diakui dan dilindungi oleh pemerintah. Dahulu konstitusi digunakan sebagai penunjuk hukum penting biasanya dikeluarkan oleh kaisar atau raja dan digunakan secara luas dalam hukum kanon untuk menandakan keputusan subsitusi tertentu terutama dari Paus. namun tujuan dari . Tujuan hukum tata negara pada dasarnya sama dan karena sumber utama dari hukum tata negara adalah konstitusi atau Undang-Undang Dasar. namun oleh negara tersebut tidak disebut sebagai konstitusi. Dalam karangan “Constitution of Nations”. namun dalam pengertian ini. Terdapat dua jenis kontitusi. Nepal 46 pasal. yaitu konstitusi tertulis (Written Constitution) dan konstitusi tidak tertulis (Unwritten Constitution). secara sederhana pertanya¬an: what is a constitution dapat dijawab bahwa “…a consti¬tution is a document which contains the rules for the the operation of an organization” Organisasi dimaksud bera¬gam bentuk dan kompleksitas struktur¬nya. satu dokumen dengan dokumen lainya tidak sama. Nicaragua 328 pasal. a. Di beberapa negara terdapat dokumen yang menyerupai konstitusi. pengambilan keputusan. Cuba 286 pasal. Burma 234 pasal. Konstitusi terpendek adalah Spanyol dengan 36 pasal. Laos 44 pasal. Panama 271 pasal. negara. Ethiopia 55 pasal. Amos J. TUJUAN DARI KONSTITUSI Pada umumnya hukum bertujuan untuk mengadakan tata tertib untuk keselamatan masyarakat yang penuh dengan konflik antara berbagai kepentingan yang ada di tengah masyarakat. selanjutnya di Asia. kebijakan dan distibusi maupun alokasi Konstitusi bagi organisasi pemerintahan negara yang dimaksud terdapat beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya.

konstitusi yang mempunyai kedudukan tertinggi dalam negara (tingkatan peraturan perundang-undangan). artinya dapat disesuaikan dengan mudah . Hubungan antar lembaga negara 3. c. d. Konstitusi Negara Serikat dan Negara Kesatuan (Federal and Unitary Constitution) Bentuk negara akan sangat menentukan konstitusi negara yang bersangkutan. namun antara negara satu dengan negara lainya tentu memiliki perbeadaan dan persamaan. banyak negara yang memiliki lembaga-lembaga yang tidak tercantum di dalam konstitusi namun memiliki peranan yang tidak kalah penting dengan lembaga-lembaga yang terdapat di dalam konstitusi. Sifat elastis. Untuk tujuan to keep a government in order itu diperlukan pengaturan yang sede-mikian rupa. Berbagai lembaga-lembaga kenegaraan dengan wewenang dan tugasnya masing-masing. Wheare “Modern Constitution” (1975) mengklasifikasi konstitusi sebagai berikut: a. Konstitusi derajat tinggi dan konstitusi derajat tidak derajat tinggi (Supreme and not supreme constitution). Walton H. Hal itu diatur di dalam konstitusinya. 2.C. antara lain K. Dalam buku K. KLASIFIKASI KONSTITUSI Hampir semua negara memiliki kostitusi. James Bryce dan lain-lainnya. . Konstitusi fleksibel dan konstitusi rigid (flexible and rigid constitution) Konstitusi fleksibelitas merupakan konstitusi yang memiliki ciri-ciri pokok: 1.C. Pembagian kekuasaan seperti itu tidak diatur dalam konstitusi negara kesatuan. Bahkan terdapat hak-hak asasi manusia yang diatur diluar konstitusi mendapat perlindungan lebih baik dibandingkan dengan yang diatur di dalam konstitusi.konstitusi lebih terkait dengan: 1. Dengan demikian banyak negara yang memiliki aturan-aturan tertulis di luar konstitusi yang memiliki kekuatan yang sama denga pasal-pasal yang terdapat pada konstitusi. 4. Konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis (written constitution and unwritten constitution) b. Strong. Semakin banyak pasal-pasal yang terdapat di dalam suatu konstitusi tidak menjamin bahwa konstitusi tersebut baik. Konstitusi tidak derajat tinggi adalah konstitusi yang tidak mempunyai kedudukan seperti yang pertama. karena pada dasarnya semua kekuasaan berada di tangan pemerintah pusat. 2. Gagasan mengatur dan membatasi kekua-saan ini secara alamiah muncul karena adanya kebutuhan untuk merespons perkembangan peran relatif kekuasaan umum dalam kehidupan umat manusia.F. C. sehingga dinamika kekuasaan dalam proses peme¬rintahan dapat dibatasi dan dikendalikan seba¬gai¬mana mestinya. Hamilton menyatakan “Consti¬tutionalism is the name given to the trust which men repose in the power of words eng¬rossed on parchment to keep a government in order. Hal-hal lain yang sifatnya mendasar sesuai dengan tuntutan jaman. Konstitusi derajat tinggi. Dengan demikian akan sampai pada klasifikasi dari konstitusi yang berlaku di semua negara. Hubungan antar lembaga negara(pemerintah) dengan warga negara (rakyat). Di dalam praktekna. Para ahli hukum tata negara atau hukum konstitusi kemudian mengadakan klasifikasi berdasarkan cara pandang mereka sendiri. Adanya jaminan atas hak asasi manusia 5. Wheare. b. Dinyatakan dan dilakukan perubahan adalah mudah seperti mengubah undang-undang. Konstitusi selalu terkait dengan paham konstitusionalisme. Dalam suatu negara serikat terdapat pembagian kekuasaan antara pemerintah federal (Pusat) dengan negara-negara bagian.

Pancasila merupakan filosofische grondslag dan common platforms atau kalimatun sawa. Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45) tidak termasuk kedalam golongan konstitusi Pemerintahan Presidensial maupun pemerintahan Parlementer . Presiden tidak termasuk pemegang kekuasaan legislatif dan tidak dapat memerintahkan pemilihan umum. 2. Jika yang berlaku adalah paham kedaulatan raja. melaksanakan konstitusi pada dasarnya juga melaksanakan dasar negara. 2.4 PANCASILA DAN KONSTITUSI DI INDONESIA Seperti yang kita ketahui dalam kehidupan bangsa Indonesia. maka raja yang menentukan berlaku tidaknya suatu konstitusi. Pancasila disebut sebagai norma fundamental negara (Staatsfundamentalnorm) dengan menggunakan teori Hans Kelsen dan Hans Nawiasky. Sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku universal. 3. Konstitusi merupakan hukum yang lebih tinggi atau bahkan paling tinggi serta paling fundamental sifatnya. Karena itu. dan konstitusi mendahului organ pe¬me¬rin¬tahan yang diatur dan dibentuk berdasarkan konstitusi. oleh Sri Soemantri. dimana dalam Pembukaan UUD 45 tercantum dasar negara Pancasila. Konstitusi Pemerintahan Presidensial dan pemerintahan Parlementer (President Executive and Parliamentary Executive Constitution). Dalam sistem pemerintahan presidensial (strong) terdapat ciri-ciri antara lain: 1. maka sumber legitimasi konstitusi itu adalah rakyat. Dasar negara memuat norma-norma ideal. Salah seorang tokoh yang . Constituent power menda¬hului konstitusi. Dengan ciri-ciri konstitusi yang disebutkan oleh Wheare ” Konstitusi Pemerintahan Presidensial dan pemerintahan Parlementer (President Executive and Parliamentary Executive Constitution)”. yang penjabarannya dirumuskan dalam pasal-pasal oleh UUD (Konstitusi) Merupakan satu kesatuan utuh. di lingkungan negara-negara demo¬krasi. Jika negara itu menganut paham kedau¬latan rakyat. peraturan-peraturan itu tidak boleh bertentangan dengan hukum yang lebih tinggi tersebut. Oleh sebab itu menurut Sri Soemantri di Indonesia menganut sistem konstitusi campuran. rak¬yatlah yang dianggap menentukan berlakunya suatu konstitusi. konstitusi lahir merupakan usaha untuk melaksanakan dasar negara. Teori Hans Kelsen yang mendapat banyak perhatian adalah hierarki norma hukum dan rantai validitas yang membentuk piramida hukum (stufentheorie). Pengertian constituent power berkaitan pula dengan pengertian hirarki hukum (hierarchy of law). Berlakunya suatu konstitusi sebagai hukum dasar yang meng¬ikat didasarkan atas kekuasaan tertinggi atau prinsip kedaulatan yang dianut dalam suatu negara.e. maka agar peraturan-peraturan yang tingkatannya berada di bawah Undang-Undang Dasar dapat berlaku dan diberlakukan. Hal inilah yang dise¬but oleh para ahli sebagai constituent power yang merupakan kewe¬nangan yang berada di luar dan sekaligus di atas sistem yang diatur¬nya. karena konstitusi itu sendiri merupakan sumber legitimasi atau landasan otorisasi bentuk-bentuk hukum atau peraturan-peraturan perundang-undangan lainnya. tetapi juga memiliki kedudukan sebagai Kepala Pemerintahan. Pada masa lalu timbul suatu permasalahan yang mengakibatkan Pancasila sebagai alat yang digunakan untuk mengesahkan suatu kekuasaan dan mengakibatkan Pancasila cenderung menjadi idiologi tertutup.3 HUBUNGAN NEGARA DENGAN KONSTITUSI Berhubungan sangat erat. Presiden dipilih langsung oleh rakyat atau dewan pemilih. Hal ini dikarenakan di dalam tubuh UUD 45 mengndung ciri-ciri pemerintahan presidensial dan ciri-ciri pemerintahan parlementer. Presiden memiliki kekuasaan nominal sebagai kepala negara. 2. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa pancasila berada di atas dan diluar konstitusi.

Staatsfundamentalnorm ada terlebih dahulu dari konstitusi suatu negara. Soekarno menyebutkan dasar negara sebagai Philosofische grondslag sebagai fondamen. Staatsfundamentalnorm adalah norma yang merupakan dasar bagi pembentukan konstitusi atau Undang-Undang Dasar (staatsverfassung) dari suatu negara. maka kedudukan pancasila berada di atas undang-undang dasar. Yang menjadi pertanyaan mendasar sekarang adalah. Posisi hukum dari suatu Staatsfundamentalnorm adalah sebagai syarat bagi berlakunya suatu konstitusi. yaitu Piagam Jakarta yang selanjutnya menjadi dan disebut dengan Pembukaan UUD 1945. Undang-undang formal (formell gesetz). penerapan. karena berada di atas konstitusi. maka hasil dari persidangan-persidangan tersebut. Pancasila tidak termasuk dalam pengertian konstitusi. Jika masalah dasar negara disebutkan oleh Soekarno sebagai Philosofische grondslag ataupun Weltanschauung. A. 4) Verordnung en Autonome Satzung: Secara hierarkis mulai dari Peraturan Pemerintah hingga Keputusan Bupati atau Walikota. Dengan menempatkan pancasila sebagi Staatsfundamentalnorm. Negara merupakan suatu organisasi di antara sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang secara bersama-sama mendiami suatu wilayah (territorial) tertentu dengan mengakui adanaya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan . Posisi ini mengharuskan pembentukan hukum positif adalah untuk mencapai ide-ide dalam Pancasila. yaitu Hans Nawiasky. BAB PENUTUP III 3. Hamid S. dan 4. dan pelaksanaanya tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai Pancasila. Teori Nawiaky disebut dengan theorie von stufenufbau der rechtsordnung. Penempatan pancasila sebagai suatu Staatsfundamentalnorm di kemukakan pertama kali oleh Notonagoro. yang merupakan Philosofische grondslag dan Weltanschauung bangsa Indonesia. Soekarno juga menyebutnya dengan istilah Weltanschauung atau pandangan hidup. Seluruh nilai-nilai dan prinsip-prinsip dalam Pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara Indonesia. Peraturan pelaksanaan dan peraturan otonom (verordnung en autonome satzung). Aturan dasar negara (staatsgrundgesetz). dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Dengan ditetapkannya Pancasila sebagai Staatsfundamentalnorm maka pembentukan hukum. 2. Pancasila adalah lima dasar atau lima asas.mengembangkan teori tersebut adalah murid Hans Kelsen. 3) Formell gesetz: Undang-Undang.1 SIMPULAN Berdasarkan uraian pada pembahasan. struktur tata hukum Indonesia adalah: 1) Staatsfundamentalnorm: Pancasila (Pembukaan UUD 1945). pikiran yang sedalam-dalamnya yang diatasnya akan didirikan bangunan negara Indonesia. 3. Attamimi memban-dingkannya dengan teori Kelsen dan menerapkannya pada struktur tata hukum di Indonesia. serta dapat digunakan untuk menguji hukum positif. Susunan norma menurut teori tersebut adalah: 1. Attamimi menunjukkan struktur hierarki tata hukum Indonesia dengan menggunakan teori Nawiasky. Norma fundamental negara (Staatsfundamentalnorm). termasuk di dalamnya Pancasila. Berdasarkan teori tersebut. apakah pancasila merupakan staatsfundamentalnorm atau merupakan bagian dari konstitusi? Dalam pidatonya. Berdasarkan teori Nawiaky tersebut. Tap MPR. 2) Staatsgrundgesetz: Batang Tubuh UUD 1945. filsafat. dan Konvensi Ketatanegaraan.

sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang ada di wilayahnya. 2. Antara negara dan konstitusi mempunyai hubungan yang sangat erat.com .wikipedia. NEGARA DAN KONSTITUSI. Mirza. DAFTAR PUSTAKA http://www. 3. Konstitusi memuat aturan-aturan pokok (fundamental) yang menopang berdirinya suatu negara. sehingga pancasila bukan sebagai konstitusi melainkan UUD 1945 yang menjadi konstitusi di Indonesia. Konstitusi diartikan sebagai peraturan yang mengatur suatu negara. Karena melaksanakan konstitusi pada dasarnya juga melaksanakan dasar negara.com Nasution. 2004 ( diakses lewat internet) http://www. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. 3. Pancasila merupakan filosofische grondslag dan common platforms atau kalimatun sawa.prince-mienu.2 SARAN Kepada para pembaca kami menyarankan agar lebih banyak membaca buku yang berkaitan dengan Negara atau Konstitusi agar lebih memahami kedua hal tersebut.blogspot. Pancasila sebagai alat yang digunakan untuk mengesahkan suatu kekuasaan dan mengakibatkan Pancasila cenderung menjadi idiologi tertutup. 4.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca umumnya. Menunjukkan Sikap Positif Terhadap Konstitusi Negara  Menunjukkan periodisasi konstitusi Indonesia . wb Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN” (PKN) dengan Standar Kompetensi 4 “Menganalisis Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi “. Mendeskripsikan hubungan dasar negara dengan konstitusi     Mendeskripsikan pengertian dasar Negara Mendeskripsikan pengertian konstitusi Negara Menguraikan tujuan dan nilai konstitusi Menyimpulkan keterkaitan dasar Negara dengan konstitusi Kompetensi Dasar 4. Tak lupa pula kami ucapkan banyak terima kasih kepada guru PKN kami yaitu Ibu Darmawati. S.4. Makalah ini di susun dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata pelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia    Mendeskripsikan pokok pikiran yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 Menguraikan makna tiap aliena yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 Kompetensi Dasar 4. mengenalisis subtansi konstitusi Negara    Menguraikan unsur sebuah konstitusi Menyimpulkan cirri sebuah konstitusi bagi Negara tertentu Menganalisis subtansi konstitusi bagi Negara tertentu Kompetensi Dasar 4. untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya makalah ini.1. Dan tak lupa pula kami mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami dengan penuh semangat.2.3.pd yang telah membimbing kami untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. STANDAR KOMPETENSI 4: Menganalisis Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi : Kompetensi Dasar 4. Kami menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna.Menganalisis Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi (Tugas Kelompok I) KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr.

Pedoman penyelengaraan Negara. Mendeskripsikan Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi : 1. Dasar negara bagi suatu negara merupakan sesuatu yang amat penting. penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi 1. Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Pengertian Konstitusi Negera Konstitusi adalah peraturan atau hukum dasar Negara. lembaga-lembaga Negara. Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku. 2. hubungan Negara dengan warganya dan aturan mengenai perubahan konstitusi.    Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal). . 1. 4. Artinya setiap negara harus mempunyai landasan dalam melaksanakan kehidupan bernegaranya.1.   Mendeskripsikan kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan Menguraikan fungsi perubahan sebuah konstitusi Menyimpulkan perilaku positif terhadap konstitusi Negara Kompetensi Dasar 4. Konstitusi bersumber pada dasar Negara sebagai norma hukum tertinggi. 1. Secara umum konstitusi suatu Negara berisi hal-hal yang menyangkut identitas Negara. 5.     Tujuan Konstitusi yaitu: Untuk memberikan pembatasan dan pengawasan terhadap kakuasaan politik Untuk membebaskan kekuasaan dari kontrol mutlak pengusaha.. maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh Nilai konstitusi yaitu: 1. maka akibatnya negara tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas. Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara mencakup cita-cita negara. Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. sehingga memudahkan munculnya kekacauan. Pengertian Dasar Negara Dasar Negara adalah landasan kehidupan bernegara. Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. 3. tetrapi tidak sempurna. tujuan negara. Dalam memobilisasi kekuasaan. pengaturan Negara dalam berbagai bidang. serta menetapkan bagi penguasa tersebut batas-batas kekuasaan Negara Melindungi Ham. Konstitusi dalam arti luas terdiri atas konstitusi tertulis dan konstitusi yang tidak tertulis. Ketidak sempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara. tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efgektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen. 1. norma bernegara. maksudnya setiap penguasa berhak menghormati Ham orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya..

meskipun tidak tertulis. Apabila dikaitkan dengan jenjang norma sebagaimana dinyatakan oleh Hans Hawiasky maka konstitusi termasuk dalam kelompok kedua. Menurut Miriam budiarjo.Hubungan antara dasar negera dengan konstitusi adalah dasar Negara menjadi sumber bagi penyusun konstitusi. konstitusi Negara berisi aturan-aturan mendasar dan mengatur hal-hal penting dalam penyelenggaraan bernegara. . 2.     Ciri sebuah konstitusi bagi Negara tertentu: Yang bersifat adil agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat. Melindungi asas demokrasi. Kompetensi Dasar 4. Contoh dari konvensi adalah pidato ketatanegaraan Presiden setiap tanggal 16 Agustus. Ketetapan MPR perlu dijabarkan lebih lanjut ke dalam peraturan perundangan dibawahnya. Konvensi adalah hukum dasar yang tidak tertulis yang diakui juga dalam prkatik ketatanegaraan Indonesia. Susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental(dasar). Konstitusi sebagai norma hukum di bawah dasar Negara bersumber dan berdasar pada dasar Negara. 3. Sebagai hukum dasar. yaitu staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara. mengenalisis subtansi konstitusi Negara : 1. Ketetapan MPR termasuk dalam kelompok staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara sebab ketetapan MPR juga masih berupa aturan-aturan pokok yang sifatnya umum dan garis besar. Sebagai aturan pokok Negara. hubungan antarlembaga Negara. Menurut sri sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu:    Jaminan terhadap Ham dan warga negara. konvensi masuk kelompok staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara. Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat Untuk melaksanakan dasar Negara Menentukan suatu hukum Subtansi konstitusi Negara 1. sedangkan norma dasarnya adalah Pancasila. Pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan b. Hal-hal yang diatur dalam konstitusi Negara umumnya berisi tentang pembagian kekuasaan Negara. Konstitusi Negara kita adalah Undang-Undang Dasar 1945. konstitusi memuat tentang: Organisasi negara HAM Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum Cara perubahan konstitusi 1. dan hubungan Negara dengan warga Negara. Aturan dasar tersebut merupakan implementasi atau penuangan dari norma-norma yang tercantum dalam dasar Negara. Unsur sebuah konstitusi yaitu: a.2. Undang-Undang Dasar 1945 berada dalam kelompok staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara bersama dengan ketetapan MPR dan konvensi ketatanegaraan Republik Indonesia.

Dalam pembukaan ini. Oleh karena itu. meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. sedangkan dalam pembukaan UUD 1945 terdapat pernyataan kemerdekaan yang lebih terperinci.Aturan-aturan itu masih bersifat umum dan secara garis besar. Naskah proklamasi bangsa Indonesia yang dibacakan oleh Ir. diterima aliran pengertian Negara persatuan. Negara menurut pengertian pembukaan itu menghendaki persatuan. Kompetensi Dasar 4. 1) Kedudukan pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : Pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci Kemerdekaan bangsa indonesi yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dinyatakan dalam sebuah naskah proklamasi. 2) Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Jadi. Pokok pikiran yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 1) Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdsar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Alinea III pembukaan UUD 1945 pada hakikatnya isinya sama dengan bagian pertama naskah proklamasi. Inilah suatu dasar yang tidak boleh dilupakan. Soekarno – Hatta terdiri atas dua aliena yang hanya berwujud garis-garis besar. Tindakan-tindakan yang harus segera dijalankan berkaitan dengan proklamasi tersenut. Aturan-aturan itu selanjutnya lebih lanjut pada aturan perundangan di bawahnya. . yaitu tentang pernyataan kemerdekaan Indonesia. undang-undang dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara Negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. mengatasi segala paham perseorangan. sistem Negara yang terbentuk dalam undang-undang dasar harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan. yaitu pada alinea III dan alinea IV. Menganalisis Kedudukan Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia : A. Naskah proklamasi tersebut mengandung makna. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. yaitu:   Suatu pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia.3. Alinea IV berisi tindakan-tindakan lebih lanjut dalam bernegara Indonesia yang pada hakikatnya sama dengan makna yang terkandung dalam bagian kedua naskah proklamasi. 3) Pokok yang ketiga yang terkandung dalam pembukaan ialah Negara yang berdaylat rakyat berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. 4) Pokok pikiran yang keempat yng terkandung dalam pembukaan ialah Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu. Negara mengatasi segala paham golongan. Dengan demikian jelas bahwa pembukaan UUD 1945 adalah sebagai pernyataan Indonesia yang terperinci. Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa seluruhnya. sedangkan naskah proklamasi hanyalah pernyataan kemerdekaan secara garis besar saja. B.

Mr. sesuai dengan aslinya sebagai asas hukum dasar lainnya yang lebih rendah. Notonegoro. Pasal-pasal dalam UUD 1945 dan norma-norma hukum di bawahnya berlaku. dan berdasar pada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu.Pembukaan UUD 1945 sebagai naskah proklamasi yang terperinci adalah penjelmaan dari teks proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. tujuan negara (melidungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. 2) Pembukaan UUD 1945 merupakan Tertib Hukum Tertinggi di Negara Indonesia Pembukaan Undang-Indang Dasar 1945 mempunyai dua kedudukan terhadap tertib hukum Indonesia. asas politik Negara (Republik yang berkedaulatan rakyat). dasar. penjajahan harus ditentang dan dihapuskan dari muka bumi. Jadi. yaitu : 1. yaitu kemerdekaan. Di bawah tertib hukum yang tertinggi terdapat tata urutan peraturan perundang-undangan yang membentuk satu kesatuan sistem hukum nasional. perdamaian abadi dan keadilan sosial). Dalil objektifnya adalah bahwa adanya penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan. C. bersumber. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksankan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan menurut isinya memuat asas kerohanian Negara (Pancasila). dan asas bagi penyusunan tertib hukum di Indonesia. Pancasila sebagai inti dari pembukaan UUD 1945 disebut sebagai unsur pokok kaidah yang fundamental. lagi pula menetapkan adanya suatu Undang –Undang Dasar Negara Indonesia. Karena pembukaan UUD 1945 memuat Pancasila sebagai norma fundamental Negara maka pembukaan UUD 1945 berkedudukan sebagai tertib hukum tertinggi Negara. Kemerdekaan bukanlah akhir. Menjadi dasarnya karena pembukaan UUD 1945 memberikan faktor-faktor yang mutlak bagi adanya tertib hukum Indonesia 2.  . Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itu menurut sejarah terjadinya ditentukan oleh pembentuk Negara sebagai penjelmaan kehendak yang dalam hakikatnya dipisahkan (rencananya dibahas oleh suatu Panitia Hukum Dasar) dari undang-undang dasar (direncanakan oleh Udang-Undang Dasar).  Makna tiap alinea yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 Alinea I mengungkapkan adanya dalil onjektif dan subjektif bangsa Indonesia. Alinea II mengandung makna perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia telahsampai pada saat yang menentukan. Pancasila merupakan norma dasar (grundnorm) atau norma dasar Negara (staatsfundamentalnorm) yang menjadi sumber. Dalil subjektifnya adalah adanya keinginan bangsa insonesia sendiri untuk membebaskan diri dari penjajahan. dan untuk memajukan kesejahtraan umum. pembukaan UUD 1945 memenuhi syarat sebagai pokok yang fundamental.) Pembukaan UUD 1945 sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental Menurut Prof. 3. pembukaan dalam segala sesuatunya memang memenuhi syaratsyarat mutlak bagi suatu pokok kaidah Negara yang fundamental menurut pengertian ilmiah sebagaimana tersebut di atas. Hal ini di karenakan Pembukaan UUD 1945 berisi norma dasar Negara yang selanjutnya menentukan adanya UUD. tetapi sebagai jembatan menuju cita-cita masyarakat yang adil dan makmur. Memasukkan diri didalamnya sebagai ketentuan hukum yang tertinggi.

Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Indonesia Tahun 1945 UUD 1945 ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. UUD. Menunjukkan Sikap Positif Terhadap Konstitusi Negara : A. Undang-Undang Dasar 1945 berlaku sejak tanggal 18 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949. pembagian kekuasaan. dan dasar Negara.  Alinea III mengandung makna kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya kerena keinginan luhur dan hasil perjuangan semata. UUD 1945 sebagai hukum dasae tertulis memuat aturan-aturan pokok ketatanegaraan yang dijadikan dasar bagi aturan-aturan ketatanegaraan yang lainnya. Dalam alinea tersebut terdapat tujuan Negara. Aturan pokok itu mengatur bentuk Negara. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. persatuan Indonesia. yaitu UUD 1945. UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis dan menjadi sumber hukum dalam penyusunan dan pembuatan peraturan perundangundangan yang ada pada tingkat di bawahnya. Alinea IV menggambarkan kelengkapan dalam hidup bernegara. Disebut UUD 1945 tahun 1945 karena pembuatan dan penetapannya dilakukan pada tahun 1945 oleh PPKI. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dengan ditetapkannya konstitusi atau UUD Negara Indonesia merdeka tahun 1945. Ini berarti hukum nasionallah yang berlaku. Undang-undang dasar Negara adalah UUD 1945. dan sistem pemerintahan. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 4. Bentuk Negara adalah Republik. Dasar Negara adalah Pancasila. Pernyataan hak segala bangsa akan kemerdekaan Pernyataan tentang berhasilnya perjuangan kemerdekaan Indonesia Pernyataan kemerdekaan rakyat Indonesia Pernyataan pembentukan pemerintahan Negara dengan dasar kerohanian Negara Pancasila. Dalam ketatanegaraan Indonesia. yaitu Negara berdasar kepada ketuhanan Yang Maha Esa. Periodisasi konstitusi Indonesia 1. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. tetapi juga berkat rahmat Allah Ynag Maha Esa. 3. bentuk Negara.    Bentuk Negara: kesatuan Bentuk pemerintahan: Republik Pembagian kekuasaan: . maka hukum colonial atau penjajahan ditinggalkan. Tujuan Negara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah dara Indonesia dan utuk memajukan kesejahtraan umum. Apabila disimpulkan berdasarkan makna tiap alinea tersebut maka ada empat isi pokok dari pembukaan UUD 1945. sistem pemerintahan Negara. Jadi ada motifasi materiil dan spiritual bangsa Indonesia dalam mengarungi kehidupannya. serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yaitu: 1. Kompetensi Dasar 4. 2. sedang sistem pemerintahannya adalah demokrasi (kedaulatan rakyat). bentuk pemerintahan.4.

yaitu Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). UUDS berlaku hingga 5 Juli 1959. Presiden di awasi oleh Badan Perwakilan Rakyat (DPR). Belanda. maka disebutkan dalam UUDS pasal 134 bahwa konstituante (siding pembuat Undang-Undang) bersama-sama dengan pemerintah akan secepatnya menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia yang akan menggantikan UUDS ini. karena menurut ketentuan pasal 186. Sistem pemerintahan: Kabinet PresidensilUndang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat (UUD RIS) Tahun 1949 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia serikat (UUD RIS) 1949 mulai berlaku pada tanggal 27 Desember 1949 bersaam dengan penandatanganan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.     Bentuk Negara: kesatuan Bentuk pemerintahan: Republik Pemegang kedaulatan rakyat: Presiden bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Alat-alat perlengkapan Negara: . dan para menteri.     Bentuk Negara: Serikat atau faderal Bentuk pemerintahan: Republik Sistem pemerintahan: pemerintahan parlementer Lembaga perwakilan: UUD RIS menganut sistem dua kamar (Bikameral).7 tahun 1950 tantang perubahan Kontitusi Sementara Republik Indonesia serikat menjadi UUDS Republik Indonesia Tahun 1950. Konstitusi/ UUD RIS 1949 terdiri atas 197 pasal. UUD RIS ini bersifat sementara. konstituante (Sidang Pembuat Konstitusi) bersama-sama dengan pemerintah akan selekas-lekasnya menetapkan konstitusi RIS yang akan menggantikan konstitusi sementara ini. Konstitusi/ UUD RIS dihasilkan dari sebuah pertemuan yang dinamakan “Pertemuan untuk Permusyawaratan Faderal” pada tanggal 14 Desember 1949 di Dn Haag. alat-alat perlengkapan Negara. bentuk pemerintahan. Undang-Undang Sementara (UUDS) Tahun 1950 Sejak tanggal 17 Agustus 1950 berlakulah UUD Sementara tahun 1950. Kekuasaan Yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA).a) Kekuasaan eksekutif dijalnakan oleh Presiden. Dalam menjalankan tugasnya. Pemberlakuan UUDS tahun 1950 ini ditetapkan dengan Undang-Undang no. Hal ini bersamaan dengan terwujudnya kembali Negara kesatuan. b) c)  Kekuasaan legislatif dijalankan oleh DPR bersama-sama dengan presiden. UUDS tahun 1950 terdiri atas 6 bab sementara. serta sistem pemerintahan Negara. UUDS tahun 1950 memuat bentuk Negara. dibantu oleh seorang wakil presiden. UUD RIS 1949 berlaku hingga 17 Agustus 1950. pemegang kedaulatan rakyat.

Mengingat bahwa UUD 1945 disusun pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia dalam situasi yang serba mendesak. maka parlemen dapat mengadakan perubahan-perubahan yang disertai dengan penjelasan. Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950 dinyatakan tidak berlaku lagi dan Undang-Undang Dasar smentara dinyatakan berlaku lagi tanpa mengalami perubahan. B. Konstitusi/ UUD 1945 hasil amandemen inilah yang berlaku saat ini. Maka. UUD 1945 Hasil Amandemen Amandemen adalah prosedur peyempurnaan tanpa harus langsung mengubah UUD dan merupakanpelengkap serta rincian dari UUD asli. . Istilah amandemen merupakan salah satu hak legislative untuk mengusulkan perubahan dalam suatu rancangan undang-undang yang dimajukan pemerintah.o o o o o o Presiden dan wakil presiden Menteri-menteri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mahkamah Agung (MA) Dewan Pengawas Keuangan (KPK) Sistem pemerintaha Negara: sistem parlementer Kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 Dengan keluarnya Dekrit presiden 5 Juli 1959. maka beberapa pasal yang ada di dalamnya dipandang tidak lagi sesuai dengan situasi dan persoalan kenegaraan pada masa kini. Kesepakatan Dasar Dalam Melakukan Perubahan Konstitusi Perubahan konstitusi merupakan suatu hal yang menjadi perdebatan panjang. dan sistem pemerintahan tidak mengalami perubahan. pasal-pasal dalam UUD 1945 harus dibuat sejelas mungkin sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang Bergam. Apabila suatu rancangan undang-undang yang dimajukan pemerintah tidak memuaskan parlemen. Amandemen UUD 1945 sesungguhnya merupakan suatu keharusan jika bangsa Indonesia menginginkan adanya reformasi di berbagai bidang untuk mewujudkan Negara yang demokrasi dan makmur. Penafsiran para pemimpin terdahulu terhadap beberapa pasal dalam UUD 1945 diarahkan untuk keuntungan mereka sendiri. Dalam Amandemen UUD 1945 terdapat empat tahap. terutama berkaitan dengan hasil-hasil yang diperoleh dari perubahan itu sendiri. yakni seperti yang tercantum dalam UndangUndang Dasar 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. bentuk pemeintahan. Ketentuan mengenai bentuk Negara. Perdebatan itu menyangkut apakah hasil perubahan itu menggantikan konstitusi yang lama ataukah hasil perubahan itu tidak menghilangkan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konstitusi yang lama. pembagian kekuasaan.

dan berani menegakkan jika konstitusi itu di langgar. Tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Fungsi Perubahan Sebuah Konstitusi Amandemen (perubahan) konstitusi dimaksudkan agar Negara Indonesia benar-benar merupakan pemerintahan yang konstitusional. 3. Oleh sebab itu maka setiap warga Negara harus dan wajib untuk memiliki perilaku positif terhadap konstitusi. 5. Amandemen atas UUD 1945 masih harus disempurnakan agar selalu sesuai dengan tuntunan perkembangan dan mampu menjadi landasan bagi pemerintahan demokrasi di Indonesia. Pemerintah konstitusional mengarah pada pemerintahan dan Negara demokrasi. mengkaji maknanya. mengamalkan dalam kehidupan. o Membantu pemerintah dalam mensosialisasikan isi konstitusi hasil amandeman kepada warga masyarakat. kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan. Jadi. dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah. dan Prancis. Negara yang menganut sistem ini antara lain Amerika Serikat. Pemerintahan yang konstitusional tidak hanya pemerintahan itu berdasarkan pada sebuah konstitusi. C. kesetiaan terhadap konstitusi. mempelajari isinya. Negara-negara yang menganut sistem ini antara lain Belanda. Ada 5 kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan konstitusi. .Dalam sistem ketatanegaraan modern. Perubahan dilakukan dengan cara “adendum”. Sistem perubahan konstitusi amandemen adalah perubahan konstitusi dengan tetap memberlakukan konstitusi yang asli. yang mempunyai makna berperilaku peduli atau memperhatikan konstitusi (UUD). Jerman. Penjelasan UUD 1945 yang memuat hal-hal normatif akan dimasukan ke dalam pasalpasal. Sistem perubahan konstitusi renewal adalah perubahan konstitusi secara keseluruhan sehingga yang diberlakukan kemudian adalah konstitusi yang benar-benar baru. Tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. o Melaksanakan isi konstitusi sesuai dengan profesi masing-masing. Hasil perubahan tersebut merupakan bagian atau lampiran yang menyenai konstitusi asli. D. Mempertegas sistem presidensiil. yaitu: 1. Perilaku Positif Terhadap Sebuah Konstitusi Sebagai warga Negara yang baik adalah memiliki kesetiaan terhadap bangsa dan Negara. 4. 2.  Adapun contoh sikap positif tersebut antara lain: o Berusaha mempelajari isi konstitusi hasil amandeman agar memahami makna konstitusi tersebut. amandemen UUD 1945 diharapkan dapat menjadikan Negara Indonesia benar-benar demokratis. paling tidak ada dua sistem yang berkembang dalam perubahan konstitusi yaitu renewal (pembaruan) seperti yang dianut oleh negara-negara Eropa Kontinental dan amandement (perubahan) seperti yang dianut oleh negara-negara Anglo-Saxon. melaksanakan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. tetapi konstitusi Negara itu harus berisi adanya pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak warga Negara.

4. Dalam berbangsa dan bernegara: Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Mengembangkan sikap sadar dan rasional. 2. 3. Mengikuti kegiatan yang ada dalam karang taruna. 1. 3. Menjalin persatuan dan kerukunan warga melalui berbagai kegiatan. Sadar pada ketentuan yang menjadi keputusan bersama.  1. 4. 3. Menangkal masuknya ideology asing yang bertentangan dengan konstitusi. 2. apakah sesuai dengan amanat konstitusi.  1. 4.o o o o o o  Melaporkan kepada yang berwajib apabila ada pihak-pihak yang melanggar konstitusi. Mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku apakah sudah sesuai atau belum dengan konstitusi. Setia membela Negara dengan perundang-undangan yang berlaku. Mengamati berbagai kegiatan politik/ partai politik. 2. Dalam Masyarakat: Menjunjung tinggi norma-noma pergaulan.  1. Sadar akan kedudukannya sebagai warga Negara. 4. . Melaksanakan program kegiatan OSIS dengan baik. Ada keterbukaan terhadap permasalahan anggota keluarga. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan bangsa dan Negara. 3. Menanamkan nilai-nilai konstitusi khusunya perjuangan bangsa kepada generasi muda. 2. Mengembangkan sikap positif. Melaksanakan hasil keputusan bersama. 4.  1. Memiliki etika terhadap sesama anggota keluarga. jika belum kita usulkan kepada yang berwenang agar ada perubahan. 2. Wujud partisipasi terhadap pelaksanaan konstitusi Negara: o Dalam diri sendiri : Mengakui dan menghargai hak-hak asasi orang lain Mematuhi dan menaati peraturan yang berlaku Tidak main hakim sendiri Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban Dalam keluarga : Taat dan patuh terhadap orang tua. Mengawasi para penyelenggara Negara agar melaksanakan tugasnya sesuai konstitusi yang berlaku. 3. Dalam sekolah: Taat dan patuh terhadap tata tertib sekolah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful