Desain & Metode Konstruksi Jembatan Suramadu

Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan terpanjang di Asia Tenggara ialah Bang Na Expressway di Thailand (54 km). Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah. Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge. Berikut adalah Rangkuman dari DESAIN dan METODE KONSTRUKSI Jembatan Suramadu yang diunduh dari Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga. DESAIN Lokasi casting yard berada di Marina Shipyard, Desa Sidorukun, Gresik, dengan luasan sekitar 30.000m2 berada pada tepi laut dengan kedalaman yang mencukupi sehingga memudahkan loading/unloading material dari laut. Jarak dari casting yard ke lokasi proyek bentang tengah sekitar 12 km, yang dapat ditempuh sekitar 45-60 menit dengan speed boat.

Ketinggian vertical bebas untuk navigasi bentang utama adalah 35 meter.---Causeway--- Terdiri dari 36 bentang untuk sisi Surabaya dan 45 bentang sisi Madura dengan panjang masing-masing 40 meter. Konstruksi bangunan diatas menggunakan PCI Girder.4 meter dengan panjang sekitar 80 meter. ---Main Bridge--Konstruksinya terdiri dari pondasi bored pile 2. Sedangkan untuk bagian bawah menggunakan pondasi pipa baja berdiameter 60 cm dengan panjang rata-rata 25 meter untuk sisi surabaya dan 27 meter untuk sisi Madura. . 2 Pylon kembar dengan ketinggian 140 meter dan lantai komposit double plane yang ditopang oleh cable stayed dengan bentang 192 m + 434 m + 192 m.

Pembagian Lajur Jalan Lebar Jembatan = 2 x 15.4 meter dengan kedalaman 71 meter.0 m Lajur kendaraan = 2 x 2 x 3. Ketinggian vertikal bebas (untuk navigasi) bentang utama adalah 35 meter dari permukaan laut .50 m Lajur lambat (darurat) = 2 x 2.75 m Kelandaian maksimum = 3% Lajur kendaraan * Kendaraan roda 4 terdiri dari 4 lajur cepat dan 2 lajur darurat * Kendaraan roda 2 terdiri dari 2 lajur Detail Pylon Konstruksi Pylon bentang utama setinggi 146 meter. dengan menggunakan borepile berdiameter 2.

Sedangkan struktur bawah terdiri dari pondasi bored pile berdiameter 180 cm dengan panjang 60-90 meter.---Approach Bridge--Untuk bangunan atas menggunakan beton Presstressed Box Girder dengan bentang 80 meter sebanyak 7 bentang. . baik untuk sisi Surabaya maupun sisi Madura.

Sebuah aktivitas di tengah laut yang butuh kejelian dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja. sistem anchoring dan sistem gerak. . inner form work dan diafragma formwork. Metode ini cocok dilakukan untuk pekerjaan di laut dengan bentang 120 meter. Metode konstruksi cable stayed dan metode konstruksi approach bridge. sistem form work. Proses penempatan rebar dilakukan setelah formwork terpasang. Penempatan rebar dilakukan beriringan langkah demi langkah dengan proses formwork dan pengecoran. Di Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu terdapat dua metode konstruksi.METODE KONSTRUKSI Membangun Aktivitas di Tengah Laut Metode Konstruksi Bentang Tengah. maka dipilihlah metode balance cantilever. ---Concreate Box Girder--Sesuai untuk kebutuhan bentang panjang. Metode konstruksi merupakan suatu tahapan pelaksanaan pekerjaan pada proses konstruksi. yang terdiri dari sistem trust stimuler utama. Proses semifinish rebar dilakukan di stockyard dan proses finalisasi rebar dilakukan di lokasi pekerjaan. Metode pengecoran box girder adalah menggunakan form traveller. Sistem form work terdiri dari side formwork. proses paling rumit dan kompleks. sistem bottom basket. Formwork siap digunakan setelah seluruh kegiatan perangkaian selesai. sistem suspensi.

Pengecoran segmental box girder yang akan digunakan adalah pengecoran cast insitu.pier digunakan sebagai tumpuan balance cantilever approach bridge dan cable stay Main Span.Pier merupakan rigid frame dan mempunyai panjang deck longitudinal sepanjang 32 m. Pengecoran rebar dilakukan setelah rebar dan duct terpasang dengan baik. V . ---V-Pier (Tumpuan Cantilever Approach Bridge & Cable Stay)--- Pada review desain Pier 42 dan Pier 45 berbentuk V. Pekerjaan stressing adalah pekerjaan yang sangat penting untuk pekerjaan bentang panjang yang kontinyu. V . Pengecoran dilakukan dengan menggunakan concrete pump dengan bantuan pipa. karena itu pekerjaan V . .Pier menjadi pekerjaan yang krusial..

Seluruh bahan penyusun beton dibawa menuju ke ponton baching plan. skirting panel dipersiapkan selain sebagai bagian dari pile cap juga digunakan sebagai side form work. . Pemasangan balok penyangga searah longitudinal balok jembatan dan balok penyangga arah transversal jembatan sebagai penerus beban dari balok penyangga dengan baja IWF. inner formwork dan bottom formwork. Pekerjaan pemotongan dan pembengkokan rebar akan dilakukan di stock yard sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. bottom slab dan sebagian web akan dicor terlebih dahulu sedangkan top slab dan sebagian web sisanya akan dicor pada pengecoran ke dua.  Skirting panel merupakan segmental precast concrete. balok IWF steel plat dan balok kayu dipindahkan dari stock yard ke ponton material pembuatan form work untuk pile cap diangkut dari dermaga Gresik menuju lokasi pile cap dengan menggunakan ponton form work ponton.tahap pekerjaan pembuatan form work pile cap adalah :  Pemasangan steel plat yg diklem yg digunakan sebagai dudukan steel support. Proses finalisasi perakitan dilakukan dilokasi pekerjaan. pemasangan rebar dilakukan setelah proses instalasi botom dan side form work selesai perangkaian rebar dari semi finis menjadi fix di lokasi pekerjaan pile cap.tahap pekerjaan pier table adalah pemasangan concrete box bagian bawah rencana Pier table pemasangan horisontal IWF suport dan vertikal IWF support pemasangan side formwork. Side formwork akan didukung steel trust sedangkan inner formwork akan didukung oleh portal bracing.---Pier Table--Tahap . Pengecoran pier table dilakukan dalam dua kali pengecoran. Formwork frame dibentuk dari berbagai kombinasi bentuk baja dan plat.  Pemasangan balok bottom formwork dan multiplek. ---Pier Cap & Pier Work--Seluruh persiapan untuk pekerjaan form work dilakukan di stock yard. Pekerjaan stressing vertikal akan dilakukan setelah pekerjaan pier table memenuhi kekuatan yang dipersyaratkan. Tahap .

5 meter selain digunakan sebagai penahan untuk tahap pengecoran selanjutnya juga. side form work dan rebar terpasang. . Setelah beton cukup kuat pemasangan rebar dilanjutkan ke tahap berikutnya. Pemasangan climbing form dimulai dari pemasangan bottom formwork dilanjutkan side formwork pada keempat sisi. Pengecoran pertama dilakukan setinggi 50 cm. Tinggi pengecoran maksimum dengan menggunakan climbing form adalah 4 meter. pengecoran selanjutnya dilakukan dengan tinggi yang bervariasi begitu seterusnya sampai pada ketinggian yang ditentukan. Beton setinggi 0. Penempatan rebar dilakukan beriringan langkah demi langkah dengan proses form work dan pengecoran setelah form work terpasang. dilakukan setelah bottom form work.5 meter. Begitu seterusnya hingga ketinggian yang ditentukan.5 meter. digunakan sebagai tumpuan pemasangan skirting panel. Rebar pertama dipasang untuk pengecoran beton pertama setinggi 0. Setelah beton mencapai kekuatan yang dipersyaratkan climbing form dapat dipindahkan ke segment selanjutnya. Penulangan beton pertama setinggi 0. Saat pengecoran. beton tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 150 cm. Pengecoran beton untuk pier dilakukan dalam beberapa tahap tergantung pada ketinggian pier. pekerjaan tersebut diulang sampai pada tinggi pier yg ditentukan. Pekerjaan tahap pertama rebar dilanjutkan dengan pekerjaan pengecoran. Metode pengecoran beton yang digunakan adalah dengan menggunakan pipa.

---Urutan Pekerjaan Bore Pile-- METODE KONSTRUKSI APPROACH BRIDGE Pondasi Bored Pile Untuk mengurangi pekerjaan di laut beberapa persiapan seperti perakitan rebar. Peralatan bor dipersiapkan di atas ponton yang meliputi peralatan driving casing dan drilling. Penyiapan bahan baku untuk beton dan casing pipa dilakukan di stock yard Gresik sedangkan untuk semen SBC dilakukan di dermaga Gresik. Tahap-tahap pekerjaan yang dilakukan pada saat driving casing adalah:  Pemasangan jacking ponton pada saat tiba dilokasi pengeboran agar tidak terjadi pergerakan pada saat dilakukan pengeboran dan pemancangan. dilakukan di stock yard. .

Raw material dan semen SBC akan diangkut dengan menggunakan feeder ponton menuju lokasi pengeboran. Persiapan untuk proses pengecoran dimulai dari pengangkutan raw material dari stock yard menuju ke dermaga dengan menggunakan dump truck. Beton harus mempunyai kekuatan yang cukup dan nilai slump dijaga pada 18-22 cm. dilakukan setelah pemancangan casing pipa selesai. Lumpur hasil pengeboran diletakkan di disposal ponton dan dibuang di tempat yang sudah ditentukan sejauh 5 km dari lokasi pekerjaan. dilakukan pada saat casing pipa sudah berada di posisinya. Beton yang digunakan pada pekerjaan bore pile ini adalah beton k-300. Pemasangan rebar dilakukan setelah lubang bor dibersihkan. Mesin bor diletakkan di atas casing terpasang. Persyaratan toleransi yang ditentukan yaitu 20 mm per meter panjang bangbor yang tidak tertutup casing Diameter Lubang dalam segala arah tidak boleh melebihi 5 persen dari diameter yang ditentukan. Untuk pembentukan suatu gaya tulangan yang utuh jumlah sambungan pada satu potongan yang sama tidak boleh lebih dari setengah jumlah rebar yang terpasang.  Pemasangan casing pipa sampai pada kedalaman kurang lebih 30 meter. Penyambungan antar segmen dilakukan dengan menggunakan mekanikal kopler. digunakan bore pile berdiameter 2200 mm dengan tujuan memberi ruang dan toleransi bagi mesin bor pada waktu pekerjaan pengeboran. Metode yang digunakan untuk pengecoran dibawah air adalah dengan menggunakan Tremix Pipe. . Pengeboran casing pipa berdiameter 2250 mm dengan tebal minimum 20 mm. Pekerjaan pengeboran dengan methode RCD (Reserved Circular Drill).  Pemasangan vibratory hamer di atas pipa. Pekerjaan pengeboran dilakukan sampai pada kedalaman kurang lebih 45 meter dari permukaan pile.

Pemasangan pelat lantai jembatan pada segmen pertama dan kedua dilanjutkan dengan pengecoran sambungan. PLAT LANTAI Pekerjaan plat lantai jembatan terdiri dari beberapa tahapan. Sebagai proses terakhir pembesian dilakukan pemasangan dudukan untuk kanal dan baja WF yang berfungsi untuk memudahkan pelaksanaan pengecoran dan menghindarkan terinjaknya . Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Atas       Pemasangan struktur bantu sementara di atas pile cap. menyimpan material seperti tiang pancang serta sebagai tempat bagi berbagai aktivitas di tengah laut selama kegiatan konstruksi berlangsung. pembesian lantai. Selanjutnya adalah pembesian pembatas jembatan pada bagian tepi. Pengecoran beton pile cap yang dilakukan tiga lapis. Selain itu disiapkan scupper juga dan pipa PVC. Pemasangan segmen girder baja pertama dengan crane barge. Pekerjaan persipan dimulai dari penyiapan material besi di stockyard untuk selanjutnya potongan besi dibawa ke lokasi pembesian dengan menggunakan truk. Pemasangan girder baja selanjutnya dengan menggunakan cantilever crane diikuti dengan peregangan kabel. Pemasangan tulangan Pengecoran lubang bored pile dengan beton. Konstruksi lengan atas pylon. yaitu: tahap persiapan. semua komponen platform yang menumpu ke steel casing di bongkar. Konstruksi balok pengikat pylon bagian bawah. Pengeboran sampai kedelaman yang diinginkan. Pemasangan girder baja dengan menggunakan cantilever crane diikuti dengan penenganan kabel. dengan menggunakan teodolit dan waterpass. dan pengecoran plat lantai. Besi yang sudah difabrikasi di gudang diletakkan atau ditata berdasarkan tipe yang ada pada . Untuk menghindari adanya karat akibat angin dan air laut. Konstruksi balok pengikat tengah. Instalasi elevator pada pylon. Konstruksi balok pengikat atas. Yang pertama dipasang adalah tulangan dalam arah lebar jembatan kemudian dalam arah memanjang. hubungan antara segmen dengan pylon dibuat tetap (fix) untuk sementara. Pelaksanaan Pekerjaan Bore Pile    Pemasangan Casing Baja.METODE KONSTRUKSI CABLE STAYED Pelaksanaan Pekerjaan Platform Platform merupakan konstruksi pendukung sementara yang berfungsi sebagai tempat untuk menginstalasi batching plan. Pengecoran lapisan sealing concrete untuk menahan masukkan air laut ke pile cap Pemasangan tulangan pile cap. Pemasangan cantilever crane pada lantai jembatan untuk mengakat segmen berikutnya. dilakukan pengukuran. besi ditutup dengan menggunakan terpal. Konstruksi lengah pylon di tengah. Caisson baja yang berfungsi sebagai bekisting bawah pile cap kemudian dipasang. Pelaksanaan Pekerjaan Pylon        Konstruksi dasar pylon dan lengan bawah dari pylon. Pelaksanaan Pekerjaan Pile Cap     Setelah pekerjaan bored pile selesai dikerjakan. Pada saat bersamaan dipasang pilar sementara di dekat pilar V. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pemasangan tulangan. Untuk mengetahui posisi dan elevasi pembesian.

Setelah pengecoran selesai dilakukan. dijajarkan sesuai bagiannya. yang terbagi menjadi 7 segmen. Metode dengan karung basah juga dilaksanakan curing sampai dengan umur beton 28 hari. Dan hasilnya dibandingkan dengan perhitungan teoritis yang dilakukan sebelum penarikan. Selanjutnya dilakukan post tension dengan menggabungkan beberapa segmen balok untuk kemudian disatukan dengan menggunakan perekat dan ditegangkan (stressing). beton tersebut kemudian dirawat curring dengan menggunakan curring compound yang bertujuan untuk menghindarkan terjadi keretakan (cracked) . Lokasi post tensioning harus diusahakan sedatar mungkin agar tidak menyebabkan girder mengalami perpindahan dalam arah lateral. Pencatatan dilakukan pada setiap kenaikan tegangan 1. Berikutnya kabel strand dimasukkan ke dalam duct secara manual pada tiap-tiap tendon sesuai dengan perencanaan. Kabel strand dipotong sesuai dengan kebutuhan di lapangan. dari lokasi pembuatan (pabrik) ke lokasi pemasangan. Di bagian ujung pertemuan harus diberi oli atau pelumas agar balok dapat bergerak mengimbangi gaya pratekan yang diberikan. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan beton K -350 yang dilaksanakan dalam satu tahap. DIAFRAGMA & DECK SLAB Diafragma adalah elemen struktur yang berfungsi untuk memberikan ikatan antara PCI Girder sehingga akan memberikan kestabilan pada masing PCI Girder dalam arah horisontal. . Persiapan terakhir sebelum dilakukan pengecoran adalah pembersihan lokasi pembesian dari kotoran berupa sisa-sisa kawat bendrat maupun kotoran lain yang dapat mengganggu pada saat pengecoran. Setelah itu ketujuh segmen balok girder yang telah menjadi satu kesatuan. Deck slab tersebut dibuat dari beton dengan mutu K-350. Lalu di pasang pengunci kabel strand di ujung kabel. Stressing Girder Hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan PCI Girder ini adalah elevasi stressing bed. Pemotongan diusahakan seminimal mungkin agar tidak ada kabel yang terbuang.0002. untuk memindahkan balok PCI Girder tersebut secara utuh --sesuai panjang bentang--. Deck slab merupakan elemen non-struktural yang berfungsi sebagai lantai kerja dan bekisting bagi plat lantai jembatan. Pembagian ini mengingat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Sistem difragma yang digunakan pada causeway Jembatan Suramadu adalah sistem pracetak. Sebelumnya dipersiapkan terlebih dahulu perletakan sementara untuk masing-masing segmen. Pengikatan tersebut dilakukan dalam bentuk pemberian stressing pada diafragma dan PCI Girder sehingga dapat bekerja sebagai satu kesatuan. PCI GIRDER Penggunaan Balok PCI Girder Struktur atas causeway Proyek Jembatan Suramadu menggunakan balok PCI Girder berkekuatan beton K-500. Penegangan (stressing) dilakukan sampai tegangan 8. dengan panjang 40 meter.000 Psi dengan dilakukan pengontrol tegangan dan perpanjangan kabel.tulangan pada saat pengecoran.000Psi.

kondisi laut cukup dangkal dan sangat terpengaruh pasang-surut. Di sisi Surabaya digunakan metode 'kura-kura' atau roller . dengan tinggi 2. kondisi laut cukup dangkal dan sangat terpengaruh pasang-surut. Hal ini menyebabkan sistem yang digunakan berbeda. Hal ini menyebabkan proses pengangkutan PCI Girder tersebut dari lokasi penyimpanan (stockyard) sampai ke lokasi pemasangan harus dibuat sedatar dan selurus mungkin. Ini untuk menghindarkan terjadinya gaya horisontal akibat gerakan truk yang berlebihan yang dapat menyebabkan balok girder patah. sedangkan di sisi Madura Menggunakan crane. PCI Girder tersebut didesain untuk hanya menerima beban vertikal dan tidak untuk menerima beban horisontal. sedangkan di sisi Madura Menggunakan crane. Di sisi Surabaya digunakan metode 'kura-kura' atau roller .ERECTION GIRDER Metode pelaksanaan pemasangan PCI Girder untuk sisi Surabaya dan Madura memiliki perbedaan. kedalaman laut relatif dalam dan tidak terpengaruh adanya pasang-surut air laut. Hal ini menyebabkan sistem yang digunakan berbeda. Girder tersebut kemudian diangkut dengan boogy ke masingmasing pier.1 meter. Proses selanjutnya adalah pemindahan dari boogy ke pile cap yang dilaksanakan dengan metode yang berbeda antara sisi Surabaya dan sisi Madura. dan berat 80 ton. Di sisi Madura. ABUTMENT & PIER HEAD Pelaksanaan Pembuatan Dilakukan Bertahap Dimensi Pile Cap  Dimensi Atas: Dimensi bawah . Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi setempat. Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi setempat. Panjang PCI Girder setelah terangkai adalah 40 meter. Metode pelaksanaan pemasangan PCI Girder untuk sisi Surabaya dan Madura memiliki perbedaan. Sedangkan di sisi Surabaya. Tahapan pemindahan girder dimulai dengan pengangkatan menggunakan dua crane dan diletakkan pada boogy . kedalaman laut relatif dalam dan tidak terpengaruh adanya pasang-surut air laut. Sedangkan di sisi Surabaya. Di sisi Madura.

Kedalaman dari masing-masing pengisian ini didasarkan atas kondisi daya dukung tanah dan penggerusan tanah (scouring). yaitu di Abutment (A0). Setelah semua tulangan terpasang. sesuai kebutuhan untuk menjaga kontinuitas pekerjaan pemancangan. Selanjutnya adalah pemindahan stok pipa ke tepi pantai sesuai dengan kebutuhan. beton tersebut dituangkan ke dalam pile cap lapis demi lapis sambil dipadatkan. tiang pancang diletakkan di atas ponton service untuk dibawa menuju ponton . dan Pilar 101 sampai dengan pilar 96. pengisian beton tanpa tulangan dan pengisian beton dengan tulangan. dilakukan pengambilan benda uji sebanyak 48 buah untuk tiap pile cap serta pengujian slump ulang. harus sudah dipersiapkan di posisi yang telah ditentukan. Setelah bekisting selesai dikerjakan. yaitu pembuatan bekisting. yaitu bagian bawah pier dan bagian atas pier. dilakukan pekerjaan pembesian yang meliputi pemasangan/ pengelasan besi WF pengikat tiang pancang. tahap berikutnya adalah pekerjaan pengecoran. pilar samping. Saat pelaksanaan 2003-2004. Kemudian crane ditempatkan di titik yang ditentukan dan dikontrol dengan teropong teodolit. dan pengecoran.5 m Pelaksanaan pembuatan pier head/ pile cap dilakukan dalam tiga tahap. Beton dengan K-350 dibuat berdasarkan hasil test pencampuran/ trial mix. Untuk setiap truk mixer beton yang berasal dari batching plant. dengan kedalaman pemancangan rata-rata untuk Sisi Surabaya sekitar 25 m dan sisi Madura 33 m. dilakukan uji slump beton.05 m Tinggi : 1. Panjang masing-masing pipa 12 m. Persiapan Hal penting yang harus diperhatikan adalah monitoring stok tiang pancang pipa baja yang sudah dicoating. Dengan bantuan concrete pump. Pengecoran dilakukan dalam dua tahap. Metode Pelaksanaan Pemancangan Ponton service ditarik boat mendekati stok tiang pancang yang telah diposisikan di dekat pantai. Peralatan yang digunakan untuk pemindahan ini adalah crane service 25 ton dan truk trailer. Sebelum dituang. Slump yang dipersyaratkan adalah t ± 8-12 cm. pembesian. Untuk pilar selanjutnya pekerjaan pemancangan dilaksanakan dengan menggunakan ponton pancang. pengisian pasir. Dengan bantuan crane. dan pilar bagian atas. Setelah itu dilaksanakan pekerjaan finishing pada permukaan beton Hal penting yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan pengecoran beton dengan massa besar (mass concrete)adalah perbedaan suhu. Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang ini meliputi pekerjaan pemancangan. pemancangan di tahap awal dilakukan dengan memanfaatkan jalan kerja yang dibuat dengan menimbun. Panjang : 32 Panjang : 30 m  Lebar : 2 m Lebar : 4 m  Tinggi : 1. Truk mixer kemudian membawa beton ke lokasi proyek untuk dituangkan ke concrete pump. Sementara di sisi Madura di Abutment (A102). Pilar 1-5 untuk sisi Surabaya. pembesian tulangan pilar bagian bawah. Agar didapat suhu beton merata tanpa terjadi perbedaan yang besar dilakukan perawatan atau curing beton dengan karung basah selama 14 hari. Tebal tiap lapisan ± 30 cm. TIANG PANCANG Tahap Awal Dan Pemancangan Selanjutnya Pondasi yang digunakan untuk causeway adalah tiang pancang baja dengan diameter 600 mm dengan spesifkasi sesuai dengan ASTM A252 Grade 2.

Selanjutnya dump truck yang telah berisi pasir menuju dermaga dan menuangkan pasir. Pengisian Pasir Pengisian pasir dilakukan dengan menggunakan ponton 120 ft.50 meter dengan melalui perhitungan pengesetan sudut vertikal. Lalu mengarahkan leader crane pancang yang memegang tiang pancang di atas kapal ponton ke sasaran bidik teropong yang telah disetting dengan komando dari surveyor. Untuk memudahkan pelaksanaan. Tahapan selanjutnya adalah pengukuran posisi dengan mengunakan teodolit (lihat penjelasan metoda pengukuran). Metode penentuan posisii (stake out) Tiang Pancang di Laut Secara prinsip Metoda Perpotongan Kemuka yang digunakan untuk Sisi Surabaya dan Sisi Madura diuraikan sebagai berikut: Titik-titik tempat alat ukur digeser ke kiri atau ke kanan dari as BM sejauh setengah diameter pipa pancang (300 mm). alat ukur. Untuk pengisian pasir dipasang tremi di ujung tiang pancang. Stok besi diangkut dengan truk menggunakan bantuan crane menuju dermaga dan dinaikkan ke atas ponton. maka pada ujung tulangan dimasuki besi melintang yang panjangnya lebih dari diameter pipa pancang. Besi isian dimasukan ke tiang pancang dengan bantuan crane. yang mampu menampung pasir 200 m3 sesuai dengan kebutuhan satu pile cap serta excavator PC 200 dengan kapasitas ± 67 m3/ jam.  Bacaan sudut horizontal teodolit-1 dengan acuan arah centerline jembatan diset sebesar b = 03º 59' 42" mengarah ke garis singgung tepi tiang pancang. disesuaikan dengan posisi tepi tiang pancang yang akan dibidik. . Tahapan pelaksanaan pengukuran di lapangan adalah sebagai berikut:  Alat ukur teodolit-1 dan teodolit-2 didirikan di titik-titik BM yang telah direncanakan (menggeser ke kiri ke kanan dari as BM). dan crane pancang. Untuk mengantisipasi agar tulangan besi tersebut tidak jatuh. Selanjutnya dilakukan pengukuran kedalaman tiang pancang dengan menggunakan tali yang ujungnya diberi pemberat dan diukur dengan meteran. bukan bagian tengahnya. Apabila sudah tepat maka tiang pancang di turunkan sesuai dengan kemiringannya dan siap untuk dipancang. Untuk tiang pancang dengan kondisi miring (sudut 1:10) maka dibuat perbandingan dengan menggunakan mal yang dilengkapi dengan waterpass. maka tiang pancang sudah siap untuk dipancang. Pengisian Beton Besi isian pancang dipersiapkan di stockyard.pancang. Selanjutnya truk mixer dari batching plan menuju ke pompa pengecoran (concrete pump). agar bisa mencapai kedalaman rencana dari pasir pada tiang pancang. bagian tiang pancang yang di-stake-out atau dibidik adalah tepi tiang pancang. Apabila sudah sesuai dengan posisi yang diinginkan. Selanjutnya tiang pancang yang elevasinya tidak sama dipotong dengan menggunakan alat las. setelah terlebih dahulu diukur dengan menggunakan teodolit.5 cm) maka pemancangan dihentikan.  Bacaan sudut vertikal teodolit-1 dan teodolit-2 diset pada elevasi 2. Dump truck mengambil pasir pada stok area dengan bantuan excavator. dan excavator mengisi pasir ke dalam tiang pancang dengan bantuan tremi. dengan posisi kedudukan teropong mendatar (90°). Dan setelah dilakukan kalendering (10 pukulan terakhir maksimal sebesar 2. Diatas pontoon diposisikan sebuah excavator untuk memindahkan pasir dari dermaga ke ponton. Pelaksanaan pemancangan disesuaikan dengan nomor urut dengan pengondisian ponton. Pengecoran dilakukan dengan concrete pump yang dilengkapi dengan belalai untuk memasukkan beton ke tiang pancang.

Apabila tepi kiri dan tepi kanan sudah tepat bersinggungan.html .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga.cc/2010/08/desain-metode-konstruksi-jembatan.co. maka tiang pancang tersebut sudah berada di posisi yang tepat dan siap pancang. secara teknis memenuhi persyaratan dan tidak terlalu sulit dilaksanakan.  Mengarahkan ladder crane pancang yang memegang tiang pancang di atas kapal ponton ke sasaran bidik teropong teodolit-1 dan teodolit-2. perlu adanya alat komunikasi. serta operator crane. . maka tiang pancang tersebut diturunkan sesuai kemiringan dan siap untuk dipancang.blogspot.com -http://www.http://rachmiecaroline.  Dalam pelaksanaan penentuan titik-titik pancang tersebut. guna koordinasi antara tim pengukur (surveyor) dengan tim pancang. Cara tersebut digunakan untuk tiang pancang tegak  Untuk tiang pancang miring dengan perbandingan sudut 1:10. Tiang pancang kemudian diarahkan ke arah bidikkan teropong teodolit-1 dan teodolit-2 dan disinggungkan ke tepi kiri dan tepi kanannya hingga tepat. Settingsinggung tepi tiang pancang. Kemudian singgungkan tepi tiang pancang (seperti gambar ilustrasi) dengan komando dari surveyor. keempat dan seterusnya hanya berfungsi sebagai control/ checking. apakah 2 (dua) setting suduthorizontal yang kita lakukan sudah benar atau tidak. Metoda perpotongan kemuka yang dipilih untuk penentuan posisi titik-titik pancang Jembatan Suramadu. Penentuan titik-titik BM yang dipakai untuk referensi posisi alat ukur berdiri disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan maksud memudahkan pengukuran dan sasaran tidak terhalang. mengarah ke garis singgung tepi tiang pancang. Setting sudut a dan b untuk masingmasing titik pancang (1-36) dibuatkan dalam bentuk tabel sesuai koordinat titik-titik rencana. Apabila sudah tepat. Secara prinsip dari 2 (dua) setting sudut horizontal saja sudah cukup memadai untuk penentuan posisi secara tepat.kampustekniksipil. ladder crane pancang diset membentuk sudut 1:10 dengan menggunakan mal yang dilengkapi dengan waterpass. Source : . Bacaan sudut horizontal teodolit-2 dengan acuan terhadap arah centerline jembatan diset sebesar b = 273º 59' 42". sedang setting sudut horizontal yang ketiga.