Desain & Metode Konstruksi Jembatan Suramadu

Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan terpanjang di Asia Tenggara ialah Bang Na Expressway di Thailand (54 km). Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah. Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge. Berikut adalah Rangkuman dari DESAIN dan METODE KONSTRUKSI Jembatan Suramadu yang diunduh dari Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga. DESAIN Lokasi casting yard berada di Marina Shipyard, Desa Sidorukun, Gresik, dengan luasan sekitar 30.000m2 berada pada tepi laut dengan kedalaman yang mencukupi sehingga memudahkan loading/unloading material dari laut. Jarak dari casting yard ke lokasi proyek bentang tengah sekitar 12 km, yang dapat ditempuh sekitar 45-60 menit dengan speed boat.

Sedangkan untuk bagian bawah menggunakan pondasi pipa baja berdiameter 60 cm dengan panjang rata-rata 25 meter untuk sisi surabaya dan 27 meter untuk sisi Madura.---Causeway--- Terdiri dari 36 bentang untuk sisi Surabaya dan 45 bentang sisi Madura dengan panjang masing-masing 40 meter.4 meter dengan panjang sekitar 80 meter. 2 Pylon kembar dengan ketinggian 140 meter dan lantai komposit double plane yang ditopang oleh cable stayed dengan bentang 192 m + 434 m + 192 m. . ---Main Bridge--Konstruksinya terdiri dari pondasi bored pile 2. Ketinggian vertical bebas untuk navigasi bentang utama adalah 35 meter. Konstruksi bangunan diatas menggunakan PCI Girder.

50 m Lajur lambat (darurat) = 2 x 2.75 m Kelandaian maksimum = 3% Lajur kendaraan * Kendaraan roda 4 terdiri dari 4 lajur cepat dan 2 lajur darurat * Kendaraan roda 2 terdiri dari 2 lajur Detail Pylon Konstruksi Pylon bentang utama setinggi 146 meter. dengan menggunakan borepile berdiameter 2. Ketinggian vertikal bebas (untuk navigasi) bentang utama adalah 35 meter dari permukaan laut .Pembagian Lajur Jalan Lebar Jembatan = 2 x 15.4 meter dengan kedalaman 71 meter.0 m Lajur kendaraan = 2 x 2 x 3.

---Approach Bridge--Untuk bangunan atas menggunakan beton Presstressed Box Girder dengan bentang 80 meter sebanyak 7 bentang. baik untuk sisi Surabaya maupun sisi Madura. Sedangkan struktur bawah terdiri dari pondasi bored pile berdiameter 180 cm dengan panjang 60-90 meter. .

proses paling rumit dan kompleks. Metode pengecoran box girder adalah menggunakan form traveller. Proses semifinish rebar dilakukan di stockyard dan proses finalisasi rebar dilakukan di lokasi pekerjaan. sistem bottom basket. sistem suspensi. Sebuah aktivitas di tengah laut yang butuh kejelian dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja. Formwork siap digunakan setelah seluruh kegiatan perangkaian selesai. Metode konstruksi cable stayed dan metode konstruksi approach bridge. Di Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu terdapat dua metode konstruksi. Metode ini cocok dilakukan untuk pekerjaan di laut dengan bentang 120 meter. Proses penempatan rebar dilakukan setelah formwork terpasang. sistem form work. Sistem form work terdiri dari side formwork. Penempatan rebar dilakukan beriringan langkah demi langkah dengan proses formwork dan pengecoran. Metode konstruksi merupakan suatu tahapan pelaksanaan pekerjaan pada proses konstruksi. ---Concreate Box Girder--Sesuai untuk kebutuhan bentang panjang. maka dipilihlah metode balance cantilever. sistem anchoring dan sistem gerak. inner form work dan diafragma formwork. .METODE KONSTRUKSI Membangun Aktivitas di Tengah Laut Metode Konstruksi Bentang Tengah. yang terdiri dari sistem trust stimuler utama.

.Pengecoran segmental box girder yang akan digunakan adalah pengecoran cast insitu..Pier merupakan rigid frame dan mempunyai panjang deck longitudinal sepanjang 32 m.pier digunakan sebagai tumpuan balance cantilever approach bridge dan cable stay Main Span. karena itu pekerjaan V . Pengecoran dilakukan dengan menggunakan concrete pump dengan bantuan pipa. ---V-Pier (Tumpuan Cantilever Approach Bridge & Cable Stay)--- Pada review desain Pier 42 dan Pier 45 berbentuk V. Pekerjaan stressing adalah pekerjaan yang sangat penting untuk pekerjaan bentang panjang yang kontinyu. Pengecoran rebar dilakukan setelah rebar dan duct terpasang dengan baik. V .Pier menjadi pekerjaan yang krusial. V .

pemasangan rebar dilakukan setelah proses instalasi botom dan side form work selesai perangkaian rebar dari semi finis menjadi fix di lokasi pekerjaan pile cap.  Pemasangan balok bottom formwork dan multiplek. Formwork frame dibentuk dari berbagai kombinasi bentuk baja dan plat.  Skirting panel merupakan segmental precast concrete. Seluruh bahan penyusun beton dibawa menuju ke ponton baching plan.tahap pekerjaan pembuatan form work pile cap adalah :  Pemasangan steel plat yg diklem yg digunakan sebagai dudukan steel support. skirting panel dipersiapkan selain sebagai bagian dari pile cap juga digunakan sebagai side form work. ---Pier Cap & Pier Work--Seluruh persiapan untuk pekerjaan form work dilakukan di stock yard. Pemasangan balok penyangga searah longitudinal balok jembatan dan balok penyangga arah transversal jembatan sebagai penerus beban dari balok penyangga dengan baja IWF. bottom slab dan sebagian web akan dicor terlebih dahulu sedangkan top slab dan sebagian web sisanya akan dicor pada pengecoran ke dua. Pekerjaan pemotongan dan pembengkokan rebar akan dilakukan di stock yard sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Pengecoran pier table dilakukan dalam dua kali pengecoran. Tahap .---Pier Table--Tahap .tahap pekerjaan pier table adalah pemasangan concrete box bagian bawah rencana Pier table pemasangan horisontal IWF suport dan vertikal IWF support pemasangan side formwork. . Pekerjaan stressing vertikal akan dilakukan setelah pekerjaan pier table memenuhi kekuatan yang dipersyaratkan. inner formwork dan bottom formwork. Side formwork akan didukung steel trust sedangkan inner formwork akan didukung oleh portal bracing. Proses finalisasi perakitan dilakukan dilokasi pekerjaan. balok IWF steel plat dan balok kayu dipindahkan dari stock yard ke ponton material pembuatan form work untuk pile cap diangkut dari dermaga Gresik menuju lokasi pile cap dengan menggunakan ponton form work ponton.

Saat pengecoran. side form work dan rebar terpasang. Penulangan beton pertama setinggi 0. Pemasangan climbing form dimulai dari pemasangan bottom formwork dilanjutkan side formwork pada keempat sisi. Metode pengecoran beton yang digunakan adalah dengan menggunakan pipa. dilakukan setelah bottom form work. Pengecoran pertama dilakukan setinggi 50 cm.5 meter. Tinggi pengecoran maksimum dengan menggunakan climbing form adalah 4 meter. Pengecoran beton untuk pier dilakukan dalam beberapa tahap tergantung pada ketinggian pier. Beton setinggi 0.5 meter selain digunakan sebagai penahan untuk tahap pengecoran selanjutnya juga. Rebar pertama dipasang untuk pengecoran beton pertama setinggi 0. pekerjaan tersebut diulang sampai pada tinggi pier yg ditentukan. Setelah beton mencapai kekuatan yang dipersyaratkan climbing form dapat dipindahkan ke segment selanjutnya. Pekerjaan tahap pertama rebar dilanjutkan dengan pekerjaan pengecoran.5 meter. . beton tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 150 cm. Begitu seterusnya hingga ketinggian yang ditentukan. Setelah beton cukup kuat pemasangan rebar dilanjutkan ke tahap berikutnya. Penempatan rebar dilakukan beriringan langkah demi langkah dengan proses form work dan pengecoran setelah form work terpasang. pengecoran selanjutnya dilakukan dengan tinggi yang bervariasi begitu seterusnya sampai pada ketinggian yang ditentukan. digunakan sebagai tumpuan pemasangan skirting panel.

Penyiapan bahan baku untuk beton dan casing pipa dilakukan di stock yard Gresik sedangkan untuk semen SBC dilakukan di dermaga Gresik. Tahap-tahap pekerjaan yang dilakukan pada saat driving casing adalah:  Pemasangan jacking ponton pada saat tiba dilokasi pengeboran agar tidak terjadi pergerakan pada saat dilakukan pengeboran dan pemancangan. Peralatan bor dipersiapkan di atas ponton yang meliputi peralatan driving casing dan drilling. .---Urutan Pekerjaan Bore Pile-- METODE KONSTRUKSI APPROACH BRIDGE Pondasi Bored Pile Untuk mengurangi pekerjaan di laut beberapa persiapan seperti perakitan rebar. dilakukan di stock yard.

dilakukan pada saat casing pipa sudah berada di posisinya. dilakukan setelah pemancangan casing pipa selesai. Lumpur hasil pengeboran diletakkan di disposal ponton dan dibuang di tempat yang sudah ditentukan sejauh 5 km dari lokasi pekerjaan. Metode yang digunakan untuk pengecoran dibawah air adalah dengan menggunakan Tremix Pipe. Beton harus mempunyai kekuatan yang cukup dan nilai slump dijaga pada 18-22 cm. Persiapan untuk proses pengecoran dimulai dari pengangkutan raw material dari stock yard menuju ke dermaga dengan menggunakan dump truck. Pemasangan rebar dilakukan setelah lubang bor dibersihkan. Pekerjaan pengeboran dilakukan sampai pada kedalaman kurang lebih 45 meter dari permukaan pile. Persyaratan toleransi yang ditentukan yaitu 20 mm per meter panjang bangbor yang tidak tertutup casing Diameter Lubang dalam segala arah tidak boleh melebihi 5 persen dari diameter yang ditentukan.  Pemasangan vibratory hamer di atas pipa. Beton yang digunakan pada pekerjaan bore pile ini adalah beton k-300. Raw material dan semen SBC akan diangkut dengan menggunakan feeder ponton menuju lokasi pengeboran.  Pemasangan casing pipa sampai pada kedalaman kurang lebih 30 meter. digunakan bore pile berdiameter 2200 mm dengan tujuan memberi ruang dan toleransi bagi mesin bor pada waktu pekerjaan pengeboran. Mesin bor diletakkan di atas casing terpasang. Untuk pembentukan suatu gaya tulangan yang utuh jumlah sambungan pada satu potongan yang sama tidak boleh lebih dari setengah jumlah rebar yang terpasang. Penyambungan antar segmen dilakukan dengan menggunakan mekanikal kopler. . Pengeboran casing pipa berdiameter 2250 mm dengan tebal minimum 20 mm. Pekerjaan pengeboran dengan methode RCD (Reserved Circular Drill).

Sebagai proses terakhir pembesian dilakukan pemasangan dudukan untuk kanal dan baja WF yang berfungsi untuk memudahkan pelaksanaan pengecoran dan menghindarkan terinjaknya . semua komponen platform yang menumpu ke steel casing di bongkar. Konstruksi lengan atas pylon. Selain itu disiapkan scupper juga dan pipa PVC. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pemasangan tulangan. hubungan antara segmen dengan pylon dibuat tetap (fix) untuk sementara. Pengecoran beton pile cap yang dilakukan tiga lapis. Konstruksi balok pengikat pylon bagian bawah. Pekerjaan persipan dimulai dari penyiapan material besi di stockyard untuk selanjutnya potongan besi dibawa ke lokasi pembesian dengan menggunakan truk. Pengecoran lapisan sealing concrete untuk menahan masukkan air laut ke pile cap Pemasangan tulangan pile cap. pembesian lantai. Pelaksanaan Pekerjaan Bore Pile    Pemasangan Casing Baja. Pengeboran sampai kedelaman yang diinginkan. Konstruksi lengah pylon di tengah.METODE KONSTRUKSI CABLE STAYED Pelaksanaan Pekerjaan Platform Platform merupakan konstruksi pendukung sementara yang berfungsi sebagai tempat untuk menginstalasi batching plan. Caisson baja yang berfungsi sebagai bekisting bawah pile cap kemudian dipasang. Pemasangan pelat lantai jembatan pada segmen pertama dan kedua dilanjutkan dengan pengecoran sambungan. dengan menggunakan teodolit dan waterpass. yaitu: tahap persiapan. Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Atas       Pemasangan struktur bantu sementara di atas pile cap. Besi yang sudah difabrikasi di gudang diletakkan atau ditata berdasarkan tipe yang ada pada . Instalasi elevator pada pylon. Pemasangan girder baja dengan menggunakan cantilever crane diikuti dengan penenganan kabel. Pemasangan cantilever crane pada lantai jembatan untuk mengakat segmen berikutnya. menyimpan material seperti tiang pancang serta sebagai tempat bagi berbagai aktivitas di tengah laut selama kegiatan konstruksi berlangsung. dilakukan pengukuran. Pelaksanaan Pekerjaan Pile Cap     Setelah pekerjaan bored pile selesai dikerjakan. Selanjutnya adalah pembesian pembatas jembatan pada bagian tepi. Pada saat bersamaan dipasang pilar sementara di dekat pilar V. dan pengecoran plat lantai. Pemasangan tulangan Pengecoran lubang bored pile dengan beton. Pemasangan girder baja selanjutnya dengan menggunakan cantilever crane diikuti dengan peregangan kabel. Untuk mengetahui posisi dan elevasi pembesian. Pelaksanaan Pekerjaan Pylon        Konstruksi dasar pylon dan lengan bawah dari pylon. Untuk menghindari adanya karat akibat angin dan air laut. Yang pertama dipasang adalah tulangan dalam arah lebar jembatan kemudian dalam arah memanjang. Pemasangan segmen girder baja pertama dengan crane barge. Konstruksi balok pengikat tengah. PLAT LANTAI Pekerjaan plat lantai jembatan terdiri dari beberapa tahapan. besi ditutup dengan menggunakan terpal. Konstruksi balok pengikat atas.

Setelah itu ketujuh segmen balok girder yang telah menjadi satu kesatuan. beton tersebut kemudian dirawat curring dengan menggunakan curring compound yang bertujuan untuk menghindarkan terjadi keretakan (cracked) . Pemotongan diusahakan seminimal mungkin agar tidak ada kabel yang terbuang. Metode dengan karung basah juga dilaksanakan curing sampai dengan umur beton 28 hari. Dan hasilnya dibandingkan dengan perhitungan teoritis yang dilakukan sebelum penarikan. dengan panjang 40 meter. Lalu di pasang pengunci kabel strand di ujung kabel. dari lokasi pembuatan (pabrik) ke lokasi pemasangan. Pembagian ini mengingat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Deck slab merupakan elemen non-struktural yang berfungsi sebagai lantai kerja dan bekisting bagi plat lantai jembatan. Berikutnya kabel strand dimasukkan ke dalam duct secara manual pada tiap-tiap tendon sesuai dengan perencanaan. Persiapan terakhir sebelum dilakukan pengecoran adalah pembersihan lokasi pembesian dari kotoran berupa sisa-sisa kawat bendrat maupun kotoran lain yang dapat mengganggu pada saat pengecoran. Pencatatan dilakukan pada setiap kenaikan tegangan 1. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan beton K -350 yang dilaksanakan dalam satu tahap. Selanjutnya dilakukan post tension dengan menggabungkan beberapa segmen balok untuk kemudian disatukan dengan menggunakan perekat dan ditegangkan (stressing). dijajarkan sesuai bagiannya. Di bagian ujung pertemuan harus diberi oli atau pelumas agar balok dapat bergerak mengimbangi gaya pratekan yang diberikan. Penegangan (stressing) dilakukan sampai tegangan 8.000 Psi dengan dilakukan pengontrol tegangan dan perpanjangan kabel. . untuk memindahkan balok PCI Girder tersebut secara utuh --sesuai panjang bentang--. Setelah pengecoran selesai dilakukan. Sistem difragma yang digunakan pada causeway Jembatan Suramadu adalah sistem pracetak.000Psi. Lokasi post tensioning harus diusahakan sedatar mungkin agar tidak menyebabkan girder mengalami perpindahan dalam arah lateral.tulangan pada saat pengecoran. yang terbagi menjadi 7 segmen. PCI GIRDER Penggunaan Balok PCI Girder Struktur atas causeway Proyek Jembatan Suramadu menggunakan balok PCI Girder berkekuatan beton K-500. Pengikatan tersebut dilakukan dalam bentuk pemberian stressing pada diafragma dan PCI Girder sehingga dapat bekerja sebagai satu kesatuan. Stressing Girder Hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan PCI Girder ini adalah elevasi stressing bed. Deck slab tersebut dibuat dari beton dengan mutu K-350. DIAFRAGMA & DECK SLAB Diafragma adalah elemen struktur yang berfungsi untuk memberikan ikatan antara PCI Girder sehingga akan memberikan kestabilan pada masing PCI Girder dalam arah horisontal. Kabel strand dipotong sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Sebelumnya dipersiapkan terlebih dahulu perletakan sementara untuk masing-masing segmen.0002.

Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi setempat. Di sisi Surabaya digunakan metode 'kura-kura' atau roller . kondisi laut cukup dangkal dan sangat terpengaruh pasang-surut.1 meter. Tahapan pemindahan girder dimulai dengan pengangkatan menggunakan dua crane dan diletakkan pada boogy . Hal ini menyebabkan sistem yang digunakan berbeda. Girder tersebut kemudian diangkut dengan boogy ke masingmasing pier. Ini untuk menghindarkan terjadinya gaya horisontal akibat gerakan truk yang berlebihan yang dapat menyebabkan balok girder patah. Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi setempat. Di sisi Madura. Metode pelaksanaan pemasangan PCI Girder untuk sisi Surabaya dan Madura memiliki perbedaan. sedangkan di sisi Madura Menggunakan crane. sedangkan di sisi Madura Menggunakan crane. dengan tinggi 2.ERECTION GIRDER Metode pelaksanaan pemasangan PCI Girder untuk sisi Surabaya dan Madura memiliki perbedaan. kedalaman laut relatif dalam dan tidak terpengaruh adanya pasang-surut air laut. ABUTMENT & PIER HEAD Pelaksanaan Pembuatan Dilakukan Bertahap Dimensi Pile Cap  Dimensi Atas: Dimensi bawah . Sedangkan di sisi Surabaya. Hal ini menyebabkan proses pengangkutan PCI Girder tersebut dari lokasi penyimpanan (stockyard) sampai ke lokasi pemasangan harus dibuat sedatar dan selurus mungkin. dan berat 80 ton. Sedangkan di sisi Surabaya. Proses selanjutnya adalah pemindahan dari boogy ke pile cap yang dilaksanakan dengan metode yang berbeda antara sisi Surabaya dan sisi Madura. kondisi laut cukup dangkal dan sangat terpengaruh pasang-surut. Panjang PCI Girder setelah terangkai adalah 40 meter. PCI Girder tersebut didesain untuk hanya menerima beban vertikal dan tidak untuk menerima beban horisontal. Di sisi Madura. kedalaman laut relatif dalam dan tidak terpengaruh adanya pasang-surut air laut. Di sisi Surabaya digunakan metode 'kura-kura' atau roller . Hal ini menyebabkan sistem yang digunakan berbeda.

 Panjang : 32 Panjang : 30 m  Lebar : 2 m Lebar : 4 m  Tinggi : 1. tahap berikutnya adalah pekerjaan pengecoran. Dengan bantuan crane. dan Pilar 101 sampai dengan pilar 96. Pengecoran dilakukan dalam dua tahap. Truk mixer kemudian membawa beton ke lokasi proyek untuk dituangkan ke concrete pump. pilar samping. sesuai kebutuhan untuk menjaga kontinuitas pekerjaan pemancangan. dilakukan pekerjaan pembesian yang meliputi pemasangan/ pengelasan besi WF pengikat tiang pancang. pengisian beton tanpa tulangan dan pengisian beton dengan tulangan. yaitu pembuatan bekisting. Panjang masing-masing pipa 12 m. pengisian pasir. Setelah itu dilaksanakan pekerjaan finishing pada permukaan beton Hal penting yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan pengecoran beton dengan massa besar (mass concrete)adalah perbedaan suhu. pemancangan di tahap awal dilakukan dengan memanfaatkan jalan kerja yang dibuat dengan menimbun. dilakukan pengambilan benda uji sebanyak 48 buah untuk tiap pile cap serta pengujian slump ulang. Untuk setiap truk mixer beton yang berasal dari batching plant. dengan kedalaman pemancangan rata-rata untuk Sisi Surabaya sekitar 25 m dan sisi Madura 33 m. Kedalaman dari masing-masing pengisian ini didasarkan atas kondisi daya dukung tanah dan penggerusan tanah (scouring). Persiapan Hal penting yang harus diperhatikan adalah monitoring stok tiang pancang pipa baja yang sudah dicoating.05 m Tinggi : 1. Sebelum dituang. Pilar 1-5 untuk sisi Surabaya. Selanjutnya adalah pemindahan stok pipa ke tepi pantai sesuai dengan kebutuhan. dilakukan uji slump beton. Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang ini meliputi pekerjaan pemancangan. Beton dengan K-350 dibuat berdasarkan hasil test pencampuran/ trial mix. Peralatan yang digunakan untuk pemindahan ini adalah crane service 25 ton dan truk trailer. yaitu di Abutment (A0). TIANG PANCANG Tahap Awal Dan Pemancangan Selanjutnya Pondasi yang digunakan untuk causeway adalah tiang pancang baja dengan diameter 600 mm dengan spesifkasi sesuai dengan ASTM A252 Grade 2. Saat pelaksanaan 2003-2004. yaitu bagian bawah pier dan bagian atas pier.5 m Pelaksanaan pembuatan pier head/ pile cap dilakukan dalam tiga tahap. dan pengecoran. Setelah bekisting selesai dikerjakan. Tebal tiap lapisan ± 30 cm. pembesian. Dengan bantuan concrete pump. dan pilar bagian atas. Metode Pelaksanaan Pemancangan Ponton service ditarik boat mendekati stok tiang pancang yang telah diposisikan di dekat pantai. pembesian tulangan pilar bagian bawah. beton tersebut dituangkan ke dalam pile cap lapis demi lapis sambil dipadatkan. harus sudah dipersiapkan di posisi yang telah ditentukan. Sementara di sisi Madura di Abutment (A102). Slump yang dipersyaratkan adalah t ± 8-12 cm. tiang pancang diletakkan di atas ponton service untuk dibawa menuju ponton . Setelah semua tulangan terpasang. Untuk pilar selanjutnya pekerjaan pemancangan dilaksanakan dengan menggunakan ponton pancang. Kemudian crane ditempatkan di titik yang ditentukan dan dikontrol dengan teropong teodolit. Agar didapat suhu beton merata tanpa terjadi perbedaan yang besar dilakukan perawatan atau curing beton dengan karung basah selama 14 hari.

bagian tiang pancang yang di-stake-out atau dibidik adalah tepi tiang pancang. agar bisa mencapai kedalaman rencana dari pasir pada tiang pancang.5 cm) maka pemancangan dihentikan. Selanjutnya truk mixer dari batching plan menuju ke pompa pengecoran (concrete pump). Pelaksanaan pemancangan disesuaikan dengan nomor urut dengan pengondisian ponton. yang mampu menampung pasir 200 m3 sesuai dengan kebutuhan satu pile cap serta excavator PC 200 dengan kapasitas ± 67 m3/ jam. maka tiang pancang sudah siap untuk dipancang.  Bacaan sudut vertikal teodolit-1 dan teodolit-2 diset pada elevasi 2. Selanjutnya dilakukan pengukuran kedalaman tiang pancang dengan menggunakan tali yang ujungnya diberi pemberat dan diukur dengan meteran. Untuk memudahkan pelaksanaan. Pengisian Pasir Pengisian pasir dilakukan dengan menggunakan ponton 120 ft. Selanjutnya dump truck yang telah berisi pasir menuju dermaga dan menuangkan pasir. dan excavator mengisi pasir ke dalam tiang pancang dengan bantuan tremi. Besi isian dimasukan ke tiang pancang dengan bantuan crane. Selanjutnya tiang pancang yang elevasinya tidak sama dipotong dengan menggunakan alat las. Apabila sudah sesuai dengan posisi yang diinginkan. Tahapan pelaksanaan pengukuran di lapangan adalah sebagai berikut:  Alat ukur teodolit-1 dan teodolit-2 didirikan di titik-titik BM yang telah direncanakan (menggeser ke kiri ke kanan dari as BM). Tahapan selanjutnya adalah pengukuran posisi dengan mengunakan teodolit (lihat penjelasan metoda pengukuran). Stok besi diangkut dengan truk menggunakan bantuan crane menuju dermaga dan dinaikkan ke atas ponton.  Bacaan sudut horizontal teodolit-1 dengan acuan arah centerline jembatan diset sebesar b = 03º 59' 42" mengarah ke garis singgung tepi tiang pancang. dan crane pancang. Lalu mengarahkan leader crane pancang yang memegang tiang pancang di atas kapal ponton ke sasaran bidik teropong yang telah disetting dengan komando dari surveyor. Pengisian Beton Besi isian pancang dipersiapkan di stockyard. Untuk pengisian pasir dipasang tremi di ujung tiang pancang. bukan bagian tengahnya. Diatas pontoon diposisikan sebuah excavator untuk memindahkan pasir dari dermaga ke ponton. Untuk mengantisipasi agar tulangan besi tersebut tidak jatuh. Apabila sudah tepat maka tiang pancang di turunkan sesuai dengan kemiringannya dan siap untuk dipancang. setelah terlebih dahulu diukur dengan menggunakan teodolit. Dan setelah dilakukan kalendering (10 pukulan terakhir maksimal sebesar 2. Dump truck mengambil pasir pada stok area dengan bantuan excavator. alat ukur. disesuaikan dengan posisi tepi tiang pancang yang akan dibidik. maka pada ujung tulangan dimasuki besi melintang yang panjangnya lebih dari diameter pipa pancang. Pengecoran dilakukan dengan concrete pump yang dilengkapi dengan belalai untuk memasukkan beton ke tiang pancang. Untuk tiang pancang dengan kondisi miring (sudut 1:10) maka dibuat perbandingan dengan menggunakan mal yang dilengkapi dengan waterpass. . dengan posisi kedudukan teropong mendatar (90°). Metode penentuan posisii (stake out) Tiang Pancang di Laut Secara prinsip Metoda Perpotongan Kemuka yang digunakan untuk Sisi Surabaya dan Sisi Madura diuraikan sebagai berikut: Titik-titik tempat alat ukur digeser ke kiri atau ke kanan dari as BM sejauh setengah diameter pipa pancang (300 mm).pancang.50 meter dengan melalui perhitungan pengesetan sudut vertikal.

perlu adanya alat komunikasi. ladder crane pancang diset membentuk sudut 1:10 dengan menggunakan mal yang dilengkapi dengan waterpass. Penentuan titik-titik BM yang dipakai untuk referensi posisi alat ukur berdiri disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan maksud memudahkan pengukuran dan sasaran tidak terhalang. Bacaan sudut horizontal teodolit-2 dengan acuan terhadap arah centerline jembatan diset sebesar b = 273º 59' 42". Metoda perpotongan kemuka yang dipilih untuk penentuan posisi titik-titik pancang Jembatan Suramadu. maka tiang pancang tersebut diturunkan sesuai kemiringan dan siap untuk dipancang.http://rachmiecaroline. keempat dan seterusnya hanya berfungsi sebagai control/ checking.cc/2010/08/desain-metode-konstruksi-jembatan.blogspot. maka tiang pancang tersebut sudah berada di posisi yang tepat dan siap pancang.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga.kampustekniksipil. apakah 2 (dua) setting suduthorizontal yang kita lakukan sudah benar atau tidak. sedang setting sudut horizontal yang ketiga. . Kemudian singgungkan tepi tiang pancang (seperti gambar ilustrasi) dengan komando dari surveyor. mengarah ke garis singgung tepi tiang pancang. Apabila sudah tepat.  Mengarahkan ladder crane pancang yang memegang tiang pancang di atas kapal ponton ke sasaran bidik teropong teodolit-1 dan teodolit-2. Secara prinsip dari 2 (dua) setting sudut horizontal saja sudah cukup memadai untuk penentuan posisi secara tepat. secara teknis memenuhi persyaratan dan tidak terlalu sulit dilaksanakan. Cara tersebut digunakan untuk tiang pancang tegak  Untuk tiang pancang miring dengan perbandingan sudut 1:10. Apabila tepi kiri dan tepi kanan sudah tepat bersinggungan. Setting sudut a dan b untuk masingmasing titik pancang (1-36) dibuatkan dalam bentuk tabel sesuai koordinat titik-titik rencana.html . guna koordinasi antara tim pengukur (surveyor) dengan tim pancang. serta operator crane. Tiang pancang kemudian diarahkan ke arah bidikkan teropong teodolit-1 dan teodolit-2 dan disinggungkan ke tepi kiri dan tepi kanannya hingga tepat.com -http://www. Settingsinggung tepi tiang pancang. Source : .  Dalam pelaksanaan penentuan titik-titik pancang tersebut.co.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful