P. 1
Perseroan Terbatas

Perseroan Terbatas

|Views: 177|Likes:
Published by Atiek Mercury

More info:

Published by: Atiek Mercury on Jun 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2013

pdf

text

original

Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki

modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas. Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi. Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.

Mekanisme Pendirian PT
Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi ( akta yang dibuat oleh notaris ) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroan terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan, dan lain-lain. Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). Untuk mendapat izin dari menteri kehakiman, harus memenuhi syarat sebagai berikut:
 

Perseroan terbatas tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang

Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari modal dasar. (sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1995 & UU No. 40 Tahun 2007, keduanya tentang perseroan terbatas)

Setelah mendapat pengesahan, dahulu sebelum adanya UU mengenai Perseroan Terbatas (UU No. 1 tahun 1995) Perseroan Terbatas harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat, tetapi setelah berlakunya UU NO. 1 tahun 1995 tersebut, maka akta pendirian tersebut harus didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Perusahaan (sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan tahun 1982) (dengan kata lain tidak perlu lagi didaftarkan ke Pengadilan negeri, dan perkembangan tetapi selanjutnya sesuai UU No. 40 tahun 2007, kewajiban pendaftaran di Kantor Pendaftaran Perusahaan tersebut ditiadakan juga. Sedangkan tahapan pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia (BNRI ) tetap berlaku, hanya yang pada saat UU No. 1 tahun 1995 berlaku pengumuman tersebut merupakan kewajiban Direksi PT yang bersangkutan tetapi sesuai dengan UU NO. 40 tahun 2007 diubah menjadi merupakan kewenangan/kewajiban Menteri Hukum dan HAM. Setelah tahap tersebut dilalui maka perseroan telah sah sebagai badan hukum dan perseroan terbatas menjadi dirinya sendiri serta dapat melakukan perjanjian-perjanjian dan kekayaan perseroan terpisah dari kekayaan pemiliknya. Modal dasar perseroan adalah jumlah modal yang dicantumkan dalam akta pendirian sampai jumlah maksimal bila seluruh saham dikeluarkan. Selain modal dasar, dalam perseroan terbatas juga terdapat modal yang ditempatkan, modal yang disetorkan dan modal bayar. Modal yang ditempatkan merupakan jumlah yang disanggupi untuk dimasukkan, yang pada waktu pendiriannya merupakan jumlah yang disertakan oleh para persero pendiri. Modal yang disetor merupakan modal yang dimasukkan dalam perusahaan. Modal bayar merupakan modal yang diwujudkan dalam jumlah uang.

Pembagian Perseroan Terbatas
Pembagian perseroan terbatas dapat dibaca di artikel Jenis Perseroan Terbatas.

Pembagian Wewenang Dalam PT
Dalam perseroan terbatas selain kekayaan perusahaan dan kekayaan pemilik modal terpisah juga ada pemisahan antara pemilik perusahaan dan pengelola perusahaan. Pengelolaan perusahaan dapat diserahkan kepada tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (profesional). Struktur organisasi perseroan terbatas terdiri dari pemegang saham, direksi, dan komisaris. Dalam PT, para pemegang saham melimpahkan wewenangnya kepada direksi untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan sesuai dengan tujuan dan bidang usaha perusahaan. Dalam kaitan dengan tugas tersebut, direksi berwenang untuk mewakili perusahaan, mengadakan perjanjian dan kontrak, dan sebagainya. Apabila terjadi kerugian yang amat besar (diatas 50 %) maka direksi harus melaporkannya ke para pemegang saham dan pihak ketiga, untuk kemudian dirapatkan. Komisaris memiliki fungsi sebagai pengawas kinerja jajaran direksi perusahaan. Komisaris bisa memeriksa pembukuan, menegur direksi, memberi petunjuk, bahkan bila perlu memberhentikan direksi dengan menyelenggarakan RUPS untuk mengambil keputusan apakah direksi akan diberhentikan atau tidak. Dalam RUPS/Rapat Umum Pemegang Saham, semua pemegang saham sebesar/sekecil apapun sahamnya memiliki hak untuk mengeluarkan suaranya. Dalam RUPS sendiri dibahas masalah-masalah yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang harus dilaksanakan segera. Bila pemegang saham berhalangan, dia bisa melempar suara miliknya ke pemegang lain yang disebut proxy. Hasil RUPS biasanya dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi untuk dijalankan. Isi RUPS :
   

Menentukan direksi dan pengangkatan komisaris Memberhentikan direksi atau komisaris Menetapkan besar gaji direksi dan komisaris Mengevaluasi kinerja perusahaan

2. Tidak hanya ini mengijinkan perusahaan untuk melaksanakan dalam usaha yang beresiko. Untuk hal ini. Akibatnya kehilangan potensial yang “terbatas” tidak dapat melebihi dari jumlah yang mereka bayarkan terhadap saham. pemegang saham sebuah perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk obligasi dan hutang perusahaan. Kelebihan ini juga sangat penting dalam periode pertengahan. efisiensi maksimum dari modal yang ada. Kewajiban terbatas. Dan dengan menempatkan orang yang tepat. yang dapat menjadi investasi dalam proyek yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada aset perusahaan tetap dapat menjadi subyek disolusi dan penyebaran. Masa hidup abadi. . ketika tanah disumbangkan kepada Gereja (sebuah perusahaan) yang tidak akan mengumpulkan biaya feudal yang seorang tuan tanah dapat mengklaim ketika pemilik tanah meninggal. lihat Statute of Mortmain. sehingga terlihat tugas pokok dan fungsi masing-masing. Efisiensi manajemen. Dan juga adanya pemisahan antara pengelola dan pemilik perusahaan. Tidak seperti partnership. Aset dan struktur perusahaan dapat melewati masa hidup dari pemegang sahamnya. 3.   Memutuskan rencana penambahan/pengurangan saham perusahaan Menentukan kebijakan perusahaan Mengumumkan pembagian laba (dividen) Keuntungan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas Keuntungan utama membentuk perusahaan perseroan terbatas adalah: 1. Ini menyebabkan stabilitas modal. pejabat atau direktur. Manajemen dan spesialisasi memungkinkan pengelolaan modal yang efisien sehingga memungkinkan untuk melakukan ekspansi. tetapi kewajiban terbatas juga membentuk dasar untuk perdagangan di saham perusahaan.

dan/atau 6.Kelemahan Perusahaan Perseroan Terbatas 1. biaya pengorganisasian akan keluar sangat besar. 5. Kerumitan perizinan dan organisasi. Perubahan jangka waktu berdirinya Perseroaan. Untuk mendirikan sebuah PT tidaklah mudah. Perubahan besarnya modal dasar. 3. Perubahan pengurangan modal ditempatkan dan disetor. 4. Belum lagi kerumitan dan kendala yang terjadi dalam tingkat personel. Hal-hal hasil RUPS yang harus mendapatkan pengesahan dan yang hanya cukup didaftarkan Menurut Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 hal-hal dari hasil RUPS yang perlu mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Ham adalah: 1. 2. Perubahan Perseroaan dari status tertutup menjadi terbuka atau bisa juga sebaliknya Sementara itu hasil RUPS yang cukup didaftarkan saja adalah: 1. Perubahan Maksud dan Tujuan serta kegiatan usaha perseroaan. PT juga membutuhkan akta notaris dan izin khusus untuk usaha tertentu. Pengangkatan dan pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi 2. Hubungan antar perorangan juga lebih formal dan berkesan kaku. Lalu dengan besarnya perusahaan tersebut. Perubahan atas nama perseroan dan/atau tempat kedudukan Perseroaan. Penambahan modal ditempatkan atau disetor . Selain biayanya yang tidak sedikit.

Modal Perseroan Terbatas . dan melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham – Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Untuk menjadi Badan Hukum. Tanggung jawab para pemegang saham terbatas hanya pada modal atau saham yang dimasukkanya ke dalam perseroan (limited liability). dan mereka yang berjanji itu memasukan modalnya ke dalam perseroan dalam bentuk saham. Para pendiri PT berkewajiban untuk mengambil bagian modal itu dalam bentuk saham – dan mereka mendapat bukti surat saham sebagai bentuk penyertaan modal. Perjanjian tersebut harus dibuat dalam bentuk akta notaris dalam bahasa Indonesia – notaris yang dimaksud adalah notaris yang wilayah kerjanya sesuai dengan domisili perseroan. Tata cara tersebut antara lain pengajuan dan pemeriksaan nama PT yang akan didirikan. Segala hutang perseroan tidak dapat ditimpakkan kepada harta kekayaan pribadi para pemegang saham. pendirian PT harus dilakukan oleh lebih dari satu orang yang saling berjanji untuk mendirikan perseroan. Sebagai sebuah perjanjian. yaitu pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. Sebagai Badan Hukum. memiliki harta kekayaan sendiri. Pendirian PT dilakukan berdasarkan perjanjian. Agar sah menjadi Badan Hukum. dan pengesahan Anggaran Dasar oleh Menteri.PERSEROAN TERBATAS OPINI | 18 March 2011 | 03:07 Dibaca: 2746 Komentar: 0 Nihil PERSEROAN TERBATAS adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal. akta notaris itu harus disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI. Sebagai persekutuan modal. Perseroan Terbatas harus memenuhi persyaratan dan tata cara pengesahan PT sebagaimana yang diatur dalam UUPT. pembuatan Anggaran Dasar. dan dapat dituntut serta menuntut di depan pengadilan. kekayaan PT terdiri dari modal yang seluruhnya terbagi dalam bentuk saham. Perseroan Terbatas dianggap layaknya orang-perorangan secara individu yang dapat melakukan perbuatan hukum sendiri. didirikan berdasarkan perjanjian. melainkan hanya sebatas modal saham para pemegang saham itu yang disetorkan kepada perseroan.

yaitu seberapa besar perseroan tersebut dapat dinilai berdasarkan permodalannya. yaitu yang terdiri dari Rapat Umum pemegang Saham (RUPS). terdiri dari Modal Dasar. penetapan mengenai penggabungan dan peleburan serta pengambilalihan perseroan. Penilaian ini sangat berguna terutama pada saat menentukan kelas perusahaan. Direksi dan Dewan Komisaris. Modal Disetor adalah Modal PT yang dianggap riil. Modal Ditempatkan juga bukan merupakan modal riil karena belum sepenuhnya disetorkan kedalam perseroan. pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Dewan Komisaris. Masing-masing organ tersebut memiliki fungsi dan perannya sendiri-sendiri. pemeriksaan dan persetujuan serta pengesahan laporan tahunan. serta penetapan pembubaran perseroan. pemegang saham telah benar-benar menyetorkan modalnya kedalam perusahaan. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ perseroan yang memiliki kedudukan tertinggi dalam menentukan arah dan tujuan perseroan. Dalam hal ini. Modal Ditempatkan adalah kesanggupan para pemegang saham untuk menanamkan modalnya ke dalam perseroan. penetapan dan pengurangan modal. tapi hanya menunjukkan besarnya modal saham yang sanggup dimasukkan pemegang saham ke dalam perseroan. penetapan penggunaan laba. Modal Modal Dasar merupakan keseluruhan nilai perusahaan. Modal Ditempatkan harus telah disetor penuh oleh para pemegang saham. yaitu modal saham yang telah benar-benar disetorkan kedalam perseroan.Modal Perseroan Terbatas Ditempatkan dan Modal Disetor. Direksi adalah organ perseroan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan untuk kepentingan dan tujuan Perseroan serta mewakili . Wewenang tersebut meliputi penetapan dan perubahan Anggaran Dasar perseroan. Modal Dasar bukan merupakan modal riil perusahaan karena belum sepenuhnya modal tersebut disetorkan – hanya dalam batas tertentu untuk menentukan nilai total perusahaan. RUPS memiliki kekuasaan tertinggi dan wewenang yang tidak di serahkan kepada Direksi maupun Dewan Komisaris. Menurut UUPT. Organ Perseroan Terbatas Organ PT berarti organisasi yang menyelenggaran suatu Perseroan Terbatas.

masing-masing sebagai berikut: . ciri khas dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bentuk badan usaha lainnya. Dalam menjalankan pengurusan perseroan. Dalam menjalankan kewenangannya tersebut. Direksi biasanya dibantu oleh Manajemen. Pemilihan jenis badan usaha ataupun badan hukum yang akan dijadikan sebagai sarana usaha tergantung pada keperluan para pendirinya. Dewan Komisaris juga berhak memberhentikan Direksi jika melakukan tindakan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dewan Komisaris berwenang memeriksa pembukuan perseroan serta mencocokkannya dengan keadaan keuangan perseroan. Dalam melangsungkan suatu bisnis. yaitu:        Merupakan bentuk persekutuan yang berbadan hukum Merupakan kumpulan modal/saham Memiliki kekayaan yang terpisah dari kekayaan para perseronya Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas Adanya pemisahan fungsi antara pemegang saham dan pengurus atau direksi Memiliki komisaris yang berfungsi sebagai pengawas Kekuasaan tertinggi berada pada RUPS Dasar Hukum pembentukan PT. Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai Anggaran Dasar perseroan serta memberikan nasihat kepada Direksi. dan dalam menjalankan pengurusan tersebut Direksi memiliki kewenangan untuk bertindak atas nama perseroan. Sarana usaha yang paling populer digunakan adalah Perseroan terbatas (PT). Sesuai kewenangannya tersebut.perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. karena memiliki sifat. para pengusaha membutuhkan suatu wadah untuk dapat bertindak melakukan perbuatan hukum dan bertansaksi. Direksi bertugas menjalankan pengurusan harian perseroan.

dan sebagai badan hukum. 11/1970 tentang PMA PT. 9/1968 tentang Bentuk-Bentuk Usaha Negara juncto PP No. Sebuah badan hukum yang tidak memiliki organ semacam Direksi atau Dewan Komisaris. Terbuka (PT go public): berdasarkan UU No. 12/1998 tentang Perusahaan Perseroan Organ Perseroan Terbatas RUPS – Direksi – Dewan Komisaris Perseroan Terbatas (PT) adalah sebuah badan hukum. 12/1970 PT. Bayangkan jika tubuh manusia tak memiliki jantung dan otak. Direksi dan Dewan Komisaris – UU No. dimana para pemegang saham memiliki kewenangan utama untuk memperoleh keterangan- . Organ Perseroan Terbatas. PT layaknya tubuh manusia secara biologis. PMDN : berdasarkan UU No. Kewenangan RUPS. tak bisa mengarungi hidup. 40/2007 (download pdf) dan UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas (download pdf)  PT. Dalam bentuk kongkret-nya RUPS merupakan sebuah forum. dan pengawasan. Kegiatan organ-organ itu meliputi fungsi pembuatan kebijakan. terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). menurut Undang-undang Perseroan Terbatas. 8/1995 tentang Pasar Modal    PT. 1/1967 juncto UU No. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RUPS adalah organ Perseroan Terbatas yang memiliki kewenangan ekslusif yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris. 6/1968 juncto UU No. ditentukan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar Perseroan. pelaksanaan. maka ia hanya akan tinggal setumpuk daging. memiliki organ-organ untuk melakukan metabolisme. hanya akan menjadi setumpuk barang rongsokan. PMA : berdasarkan UU No. menjalankan roda kegiatan PT ke arah visi-misinya. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. bentuk dan luasannya. PT Tertutup (PT Biasa) : berdasarkan UU No. Ketiga organ tersebut melakukan metabolisme tubuh di dalam badan hukum PT. PERSERO: berdasarkan UU No.

yang berwenang mewakili Perseroan adalah setiap anggota Direksi. serta jalannya pengurusan tersebut secara umum. Dalam RUPS Tahunan. Dalam menjalankan pengurusan Perseroan. Dewan Komisaris Tugas Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi. Tugas pengawasan dan pemberian nasihat itu dilaksanakan oleh Dewan Komisaris berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan. Direksi mengajukan semua dokumen dari laporan tahunan Perseroan. untuk melakukan perbuatan hukum tertentu atas nama Perseroan. RUPS Tahunan wajib diselenggarakan Direksi minimal 6 bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. Jika anggota Direksi terdiri lebih dari satu orang. selama tidak bertentangan dengan Undang-undang dan Anggaran Dasarnya serta Keputusan RUPS. Sebagai pengurus Perseroan. RUPS Lainnya dapat diadakan setiap waktu berdasarkan kebutuhan untuk kepentingan Perseroan. Pengawasan oleh Dewan Komisaris meliputi baik pengawasan atas kebijakan Direksi dalam melakukan pengurusan Perseroan. Keterangan-keterangan tersebut merupakan landasan bagi RUPS untuk mengambil kebijakan dalam menyusun langkah strategis Perseroan. Meski pengurusan itu dijalankan Direksi sesuai dengan kebijakannya sendiri. Jenis RUPS dapat terdiri dari RUPS Tahunan dan RUPS Lainnya. . baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan. Kewenangan itu dimiliki Direksi secara tak terbatas dan tak bersyarat. Direksi dapat mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. baik dari Direksi maupun Dewan Komisaris. pijakan-pijakan umum dalam mengambil keputusan sebagai sebuah badan hukum. Pengawasan dan nasihat yang dilakukan Dewan Komisaris harus bertujuan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.keterangan mengenai Perseroan. namun harus tetap dalam batas-batas yang ditentukan Undang-Undang dan Anggaran Dasarnya. Direksi Tugas dan tanggung jawab Direksi adalah menjalankan pengurusan Perseroan. kecuali Anggaran Dasarnya menentukan lain – misalnya Anggaran Dasar menentukan bahwa hanya Direktur Utama yang berwenang. Direksi dapat memberikan kuasa tertulis kepada karyawan Perseroan. atau kepada orang lain.

Jumlah anggota Dewan Komisaris seperti juga Direksi. Nama Perusahaan Perseroan mempunyai nama yang didahului dengan frase PT. Modal Perseroan Terbatas Modal Perseroan Terbatas terdiri dari jumlah Modal Dasar. a). Nama jabatan dan jumlah anggota Direksi dan Komisaris g). Nama dan tempat kedudukan Perseroan c). Modal ditempatkan dan Modal disetor yang dimuat di dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas. menerbitkan surat pengakuan utang serta Perseroan Terbuka (Tbkk. Pengambialihan dam Pemisahan serta Pembubaran Perseroan. Jasa Konstruksi. Perdagangan Pelayaran. (legalakses. Besarnya modal dasar. Pertambangan. Anggaran Dasar dan Perubahan Anggaran Dasar. penggantian. Peleburan. Nama para pendiri Perseroan b). Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Akta pendirian PT memuat anggaran dasar Perseroan antara lain terdiri dari. dan lain-lain. Kelebihan Perseroan ini memiliki dasar hukum yang diatur secara khusus dalam UndangUndang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang mengatur Pendirian Perseroan. Tatacara penggunaan laba dan pembiayaan deviden PT-Perseroan Terbatas Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas atau biasa disebut PT adalah salah satu bentuk badan hukum yang populer dan paling banyak digunakan para pengusaha di Indonesia sebagai landasan hukum untuk melakukan kegiatan usaha diberbagai sektor seperti. Industri. Jangka waktu berdirinya Perseroan d). Jumlah saham. Penetapan tempat dan tatacara penyelenggaraan RUPS h). Dewan Komisaris yang terdiri lebih dari satu orang anggota bersifat “majelis”. Transportasi. pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris i). dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendirisendiri. Agrobisnis. nama para pemegang saham f).com). bisa terdiri dari satu orang anggota atau bisa juga lebih. Penggabungan. Jasa. Pariwisata. modal ditempatkan dan modal disetor e). melainkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris. Properti.) wajib mempunyai paling sedikit dua orang anggota Dewan Komisaris. Tatacara pengangkatan. . Perseroan yang kegiatan usahanya menghimpun dan mengelola dana masyarakat.

kecuali ditentukan lain. Bidang dan sub bidang pemasokan barang dan jasa 4. hanya boleh dilakukan oleh semua anggota Direksi bersamasama semua pendiri serta semua anggota Dewan Setelah mendapatkan statusnya sebagai Badan Hukum.Direksi dan komisaris pengurus perseroan diangkat dan ditetapkan oleh para pendiri Perseroan untuk masa jabatan selama 5 (lima) tahun. Direksi dan Komisaris Didalam anggaran dasar PT minimal harus ada 2 (dua) orang pengurus seorang Direksi dan seorang Komisaris sebagai pengurus Perseroan. 50. Untuk pertama kali pada saat PT didirikan.000 (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan modal modal ditempatkan dan disetor minimal 25% dari modal dasar. Bidang dan sub bidang jasa perecana konstruksi (konsultan) Pengangkatan. 1. Bidang dan sub bidang jasa pelaksana konstruksi (kontraktor) 5. Perbuatan hukum atas nama perseroan yang belum memperoleh status badan hukum.000. maka Pemegang Saham Perseroan tidak bertanggung jawab secara pribadi atas . ketertiban umum. Status PT sudah Berbadan Hukum PT yang didirikan dan sudah memperoleh pengesahan dari Menteri sesuai dengan Undang-Undang nomor 40 tahun 2007 disebut sebagai badan hukum. Lihat Pemakaian nama Perseroan Terbatas Maksud dan Tujuan Perseroan harus mempunyai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan/atau kesusilaan. Jika terdapat lebih dari satu Direksi atau Komisaris maka salah satu dapat diangkat sebagai Direktur Utama dan Komisaris Utama.Pemakaian nama PT harus mendapatkan Jumlah minimum modal dasar adalah Rp. Penjelasan Modal Perseroan Terbatas Persetujuan dari Menteri dan tidak boleh sama dengan nama PT yang sudah ada atau yang sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri. Untuk menetapkan maksud dan tujuan perseroan serta kegiatan usaha yang sesuai dan yang sesungguhnya ingin dilaksanakan oleh perseroan. penggantian dan pemberhentian anggota direksi dan komisaris ditetapkan berdasarkan RUPS. lihat informasi dibawah ini. Maksud dan tujuan Perseroan Bidang dan sub bidang perusahaan jasa penunjang migas 3. 2. Status PT belum berbadan hukum PT yang sudah didirikan dan belum meperoroleh pengesahan dari Menteri disebut sebagai PT yang belum berbadan hukum.

Nama dan tempat kedudukan Perseroan. hak-hak yang melekat pada saham. Maksud. dan kegiatan usaha Perseroan. . sebuah Perseroan Terbatas wajib memperoleh pengesahan dari Menteri – Menteri Hukum dan HAM RI. yang berisi keterangan mengenai identitas dan kesepakatan para pihak untuk mendirikan Perseroan Terbatas beserta Anggaran Dasarnya. 3. Jangka waktu berdirinya Perseroan. PT mendapatkan statusnya sebagai badan hukum pada tanggal dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Mendirikan Perseroan Terbatas Pada prinsipnya Perseroan Terbatas (PT) merupakan suatu perikatan. tujuan. setiap pendiri wajib mengambil bagian saham pada saat pendiriannya. 5. Nama jabatan dan jumlah anggota Direksi dan Dewan Komisaris. 6. Akta Pendirian PT merupakan akta yang dibuat dihadapan Notaris. Menurut Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT). serta nilai nominal setiap saham. Perikatan itu dilakukan dengan cara pembuatan Akta Pendirian dengan sebuahakta Notaris. Besarnya modal dasar. 4. sehinggapendirian Perseroan Terbatas harus dilakukan oleh 2 orang atau lebih. Jumlah saham. Untuk memperoleh status Badan Hukum. perikatan yang dibuat atas nama perseroan dan tidak bertanggung jawab atas kerugian Perseroan melebihi saham yang dimiliki. 2. modal ditempatkan. Anggaran Dasar merupakan deskripsi tentang Perseroan. yang sekurangkurangnya memuat tentang: 1. klasifikasi saham dan jumlah tiap klasifikasinya (jika ada). Akta Pendirian memuat “Anggaran Dasar” dan “keterangan lain” yang berkaitan dengan pendirian Perseroan.Komsisaris Perseroan dan mereka semua bertanggung jawab secara tanggung renteng atas perbuatan hukum tersebut. perbuatan hukum tersebut menjadi tanggung jawab pendiri yang bersangkutan dan tidak mengikat Perseroan. Dalam Akta Pendirian. dan modal disetor. Dalam hal perbuatan sebagaimana tersebut dilakukan oleh para pendiri atas nama perseroan yang belum memperoleh status badan hukum.

9. Nama Perseroan Terbatas Sebelum para Pendiri mengajukan permohonan pengesahan Perseroan Terbatas sebagai Badan Hukum. Dewan Komisaris. atau hanya menunjukkan maksud dan tujuan saja tanpa nama diri. Ditambah kata atau singkatan kata yang mempunyai arti sebagai perseroan terbatas. pendiri datang sendiri menghadap Notaris. dan para Pemegang Saham. Nama Perseroan Terbatas merupakan “nama diri” Perseroan yang bersangkutan layaknya nama seseorang sebagai subyek hukum. Tata cara pengangkatan. Bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan. 4. terlebih dahulu para Pendiri mengajukan persetujuan nama Perseroan Terbatas kepada Menteri. 8. Anggaran Dasar juga dapat memuat ketentuan lain selama tidak bertentangan dengan UU PT. Sama atau mirip dengan merek terkenal sebagaimana dimaksud dalam Undangundang tentang Merek – kecuali mendapat izin dari pemiliknya. Menurut UU PT. 2. penggantian. 5. Tidak sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan. Dalam pembuatan Akta Pendirian. . huruf atau rangkaian huruf. 3. Selain ketentuan tersebut. selain didahului dengan frase “PT” pada bagian akhir nama Perseroan juga wajib ditambah kata singkatan “Tbk”.7. Telah digunakan oleh Perseroan lain. Selain Anggaran Dasar. Untuk Perseroan Terbatas Terbuka. atau lembaga internasional – kecuali mendapat izin dari yang bersangkutan. yang tidak membentuk kata. badan hukum atau persekutuan perdata. Sama atau mirip atau dapat memberikan kesan adanya kaitan antara Perseroan dengan nama lembaga negara. Sebuah nama Perseroan harus didahului dengan frase “Perseroan Terbatas” atau disingkat “PT”. Hanya merupakan nama suatu tempat. atau bisa juga diwakili oleh orang lain dengan surat kuasa. 6. Tata cara penggunaan laba dan pembagian dividen. 7. Perseroan Terbatas tidak boleh menggunakan nama yang: 1. lembaga pemerintah. Ketentuan diatas merupakan keterangan minimal yang wajib dicantumkan dalam Anggaran Dasar. Penetapan tempat dan tata cara penyelenggaraan RUPS. Terdiri atas angka atau rangkaian angka. pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Akta Pendirian juga dapat memuat keterangan lain yang berupa identitas para Pendiri. Direksi. atau memiliki persamaan pada pokoknya dengan nama Perseroan. 8.

Alamat lengkap Perseroan. juga dalam jangka waktu 15 hari sejak pengajuan permohonan. maka persetujuan pemakaian nama Perseroan yang diberikan menjadi batal. Nama dan tempat kedudukan Perseroan. Dalam hal permohonan itu ditolak. Persetujuan mengenai pemakaian nama Perseroan Terbatas yang diajukan lebih dahulu dari permohonan pengesahan Badan Hukumnya diberikan dalam jangka waktu paling lama 15 hari setelah permohonan itu diterima oleh Menteri. selanjutnya para Pendiri mengajukan permohonan kepada Menteri untuk memperoleh Keputusan Menteri mengenai pengesahan Perseroan Terbatas sebagai Badan Hukum. Permohonan itu diajukan secara elektronik melalui jasa teknologi informasi sistem administrasi badan hukum (Sisminbakum). 4. Format isian itu memuat sekurang-kurangnya: 1. dengan mengisi formast isian yang telah ditentukan. Pendiri hanya dapat diwakili oleh Notaris berdasarkan surat kuasa. selanjutnya para Pendiri mengajukan permohonan nama Perseroan tersebut kepada Menteri untuk mendapatkan persertujuan nama Perseroan Terbatas. 2. atau bisa juga dilakukan lebih dahulu secara terpisah. Jika permohonan pengesahan sebagai Badan Hukum tidak diajukan dalam jangka waktu 60 hari. Pengesahan Perseroan Terbatas Sebagai Badan Hukum Setelah Nama Perseroan Terbatas disetujui oleh Menteri. 5. Pemohon wajib mengajukan permohonan pengesahan Perseroan sebagai Badan Hukum dalam jangka waktu paling lama 60 hari sejak tanggal persetujuan tersebut. Dalam hal permohonan pemakaian nama Perseroan Terbatas disetujui. 3. Jangka waktu berdirinya Perseroan.Setelah para Pendiri menentukan nama Perseroan Terbatas berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. modal ditempatkan. atau jika Pendiri tidak melakukannya sendiri. Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan. Permohonan persetujuan pemakaian nama Perseroan Terbatas dapat diajukan bersamaan dengan permohonan pengesahan sebagai Badan Hukum. Permohonan tersebut harus diajukan kepada Menteri dalam jangka waktu paling lambat 60 hari terhitung sejak tanggal Akta Pendirian ditandatangani – dan dilengkapi dengan . dan modal disetor. Pengajuan nama Perseroan Terbatas itu dilakukan sendiri oleh Pendiri. penolakannya harus diberitahukan kepada pemohon secara tertulis beserta alasannya. Jumlah modal dasar.

01. apabila tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Salinan Akta Pendirian Perseroan. Bukti Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).01.keterangan mengenai dokumen pendukung. jika jangka waktu itu telah lewat dan Pendiri tidak menyerahkan surat permohonan dan dokumen pendukungnya. 4. Pendiri wajib menyampaikan secara fisik surat permohonan beserta dokumen pendukungnya. Sebaliknya. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama Perseroan. Dalam jangka waktu paling lama 30 hari sejak tanggal pernyataan tidak keberatan dari Menteri. Apabila format isian dan dokumen pendukung dalam permohonan itu telah sesuai dengan jangka waktunya dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Sebailknya. Bukti Setoran Modal dari Bank.HT. 5. Menteri langsung menyatakan tidak berkeberatan atas permohonan yang diajukan. Apabila ketentuan-ketentuan diatas telah terpenuhi. Menteri langsung memberitahukan hal tersebut secara elektronik dan pernyataan tidak keberatannya menjadi gugur – Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor: M01. selanjutnya Menteri dalam jangka waktu 14 hari akan menerbitkan Surat Keputusan tentang pengesahan Perseroan sebagai Badan Hukum. 3. 2. Bukti Pembayaran uang muka pengumuman Akta Pendirian Perseroan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia dari kantor Percetakan Negara Republik Indonesia. juga penyampaian itu dilakukan secara elektronik. maka Menteri langsung memberitahukan penolakan beserta alasannya itu kepada Pemohon. Dengan lewatnya jangka waktu tersebut.Tahun 2001. Dokumen pendukung itu meliputi: 1. Jika permohonan itu tidak diajukan dalam jangka waktu tersebut maka Akta Pendirian Perseroan menjadi batal sejak lewatnya jangka waktu. Perseroan yang belum memperoleh status badan hukum itu bubar secara hukum dan pemberesannya dilakukan sendiri oleh para Pendiri. Perbuatan Hukum Sebelum Perseroan Memperoleh Status Badan Hukum . Pernyataan itu disampaikan secara elektronik.

000 – undang-undang yang mengatur kegiatan usaha . (legalakses. jika penyetoran itu dilakukan berdasarkan akta otentik. Perbuatanperbuatan tersebut dapat mengikat Perseroan apabila disetujui oleh para Pendiri atau RUPS. Bila penyetoran itu dinyatakan dalam akta yang bukan akta otentik. Penyetoran saham dapat dilakukan oleh calon Pendiri sebelum Perseroan didirikan.000. Keputusan RUPS adalah sah apabila RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili semua saham dengan hak suara dan keputusan itu disetujui dengan suara bulat. Modal Ditempatkandan Modal Disetor. tanggal dan nama serta tempat kedudukan Notaris yang membuat akta otentik tersebutdisebutkan dalam Akta Pendirian. maka perbuatan hukum tersebut tidak mengikat Perseroan.com). 50. Apabila RUPS tidak diselenggarakan dalam jangka waktu tersebut. para Pendiri melakukan perbuatan-perbuatan hukum pendahuluan dengan maksud mengikat Perseroan. maka setiap calon Pendiri yang melakukan perbuatan hukum bertanggung jawab secara pribadi atas segala hak dan kewajiban yang timbul. maka akta tersebut dilekatkan pada akta pendirian. besarnya Modal Dasar adalah minimal Rp. Sebaliknya. Modal tersebut terbagi atas sekumpulan saham. Modal Dasarterdiri dari seluruh nilai nominal saham. yaitu seberapa besar perusahaan tersebut dapat dinilai berdasarkan permodalannya. atau RUPS tidak berhasil mengambil keputusan dengan kuorum dan suara bulat sebagaimana ditentukan. maka nomor.Adakalanya sebelum Perseroan Terbatas didirikan (sebelum Perseroan Terbatas memperoleh status badan hukum). Modal Dasar merupakan keseluruhan nilai perusahaan. melakukan penyetoran modal atau membuat perjanjian dengan pihak lain atas nama Perseroan. akan mengikat Perseroan itu setelah menjadi Badan Hukum apabila RUPS pertama Perseroan secara tegas menyatakan menerima atau mengambil alih semua hak dan kewajiban yang timbul dari perbuatan hukum tersebut. Menurut Undang-undang perseroan Terbatas (UUPT). namun perbuatan tersebut harus dicantumkan dalam Akta Pendirian pada saat pendiriannya. RUPS pertama itu harus diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 60 hari setelah Perseroan memperoleh statusnya sebagai Badan Hukum. Modal Perseroan terbatas Modal Perseroan Terbatas (PT) terdiri dari Modal Dasar. Misalnya. Penilaian ini sangat berguna terutama pada saat menentukan kelas perusahaan. Demikian pula dengan perbuatan hukum yang dilakukan oleh calon Pendiri untuk kepentingan Perseroan yang belum didirikan. Jika ketentuanketentuan itu tidak dipenuhi.

Apabila penyetoran saham itu dilakukan dalam bentuk benda tidak bergerak – misalnya tanah – maka penyetoran itu harus diumumkan dalam minimal satu surat kabar dalam jangka waktu 14 hari setelah Akta Pendirian ditandatangani. Perseroan dilarang mengeluarkan saham untuk dimiliki sendiri. Penambahan Modal PT . Penyetoran atas modal saham dapat dilakukan dalam bentuk uang dan/atau dalam bentuk lainnya. misalnya bukti pemasukan uang dari pemegang saham kedalam rekening bank perseroan. Modal Dasar bukan merupakan modal riil. hibah. Modal Disetor adalah modal perseroan yang dianggap riil karena telah benar-benar disetorkan kedalam PT. Menurut pasal 33UUPT.000. maka penilaian setoran modal saham tersebut ditentukan berdasarkan “nilai wajar” yang ditetapkan sesuai dengan harga pasar atau oleh ahli. karena Modal Dasar hanya menentukan sampai seberapa kuat perusahaan tersebut dapat menyediakan modalnya – sampai seberapa besar perusahaan tersebut mampu menghimpun aset-aset dan kekayaannya. 50. Pelarangan ini tidak berlaku terhadap kepemilikan saham yang diperoleh berdasarkan peralihan karena hukum. Modal Ditempatkan hanya menunjukan kesanggupan pemegang saham.tertentu dapat menentukanjumlah minimum modal perseroan yang lebih besar dari Rp. maka besarnya Modal Ditempatkan perseroan itu adalah sebesar 35%. termasuk juga dimiliki oleh perseroan lain yang sahamnya langsung atau tidak langsung telah dimiliki oleh perseroan – kepemilikan silang (cross holders). yaitu sampai seberapa banyak para pemegang saham dapat menanamkan modalnya kedalam perseroan. atau hibah wasiat – namun dalam jangka waktu 1 tahun setelah tanggal perolehan harus dialihkan kepada pihak lain yang tidak di larang memiliki saham dalam perseroan. Jika para pemegang saham hanya sanggup memasukan modalnya sebesar 35% dari Modal Dasar. Modal Ditempatkan bukanlah modal riil karena modal tersebut belum benar-benar disetorkan. menurut UUPT. Jika penyetoran modal saham itu dilakukan dalam bentuk lainnya. Seperti halnya Modal Dasar. adalah sebesar Modal Ditempatkan – paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh(pasal 33 ayat (1) UUPT). Besarnya Modal Disetor. Modal Ditempatkan adalah kesanggupan para pemegang saham untuk menanamkan modalnya di dalam perseroan. Dalam hal ini. pemegang saham telah benar-benar menyetorkan modalnya kedalam perusahaan. Penyetoran itu dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah. besarnya Modal Ditempatkan adalah minimal 25% dari Modal Dasar.000.

Keputusan RUPS tentang pengurangan modal dilakukan dengan cara penarikan kembali saham atau penurunan nilai nominal saham. ditujukan kepada pemegang obligasi atau efek lain yang dapat dikonversikan menjadi saham yang telah dikeluarkan dengan persetujuan RUPS. atau dilakukan dalam rangka reorganisasi dan restrukturisasi perseroan. perseroan juga dapat melakukan pengurangan modal. Keputusan RUPS untuk melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor adalah sah apabila dilakukan dengan kuorum kehadiran lebih dari ½ bagian dari seluruh jumlah saham dengan hak suara. Direksi wajib memberitahukan pengurangan modal itu kepada semua kreditur dengan mengumumkannya dalam 1 surat kabar atau lebih – dalam jangka waktu paling lambat 7 hari sejak tanggal keputusan RUPS. dan disetujui oleh lebih dari ½ bagian dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan – kecuali ditentukan lebih besar dalam anggaran dasar. . Penawaran terlebih dahulu itu tidak berlaku dalam hal pengeluaran saham ditujukan kepada karyawan perseroan. atau gugatan kreditur ditolak oleh pengadilan. atau telah dicapai penyelesaian atas keberatan yang diajukan kreditur.com). Pemberitahuan dalam surat kabar itu bertujuan untuk menampung adanya keberatan dari pihak lain (kreditur) yang berkepentingan. Persetujuan itu diberikan apabila tidak ada keberatan dari kreditur lain. Pengurangan Modal PT Selain penambahan modal.Perseroan dapat melakukan penambahan modal. Pengurangan modal perseroan dilakukan dengan perubahan Anggaran Dasar yang harus mendapat persetujuan Menteri. (http://legalakses. Jika para pemegang saham yang telah ditawarkan terlebh dahulu tidak menggunakan haknya untuk membeli saham tersebut dalam jangka waktu 14 hari sejak tanggal penawaran. maka perseroan dapat menawarkan sisa saham yang tidak diambil itu kepada pihak ketiga. Pengurangan modal itu harus dilakukan dengan persetujuan RUPS dengan memperhatikan persyaratan kuorum dan jumlah suara setuju untuk perubahan anggaran dasar sesuai ketentuan UUPT dan Angagran Dasar. Seluruh saham yang dikeluarkan dalam rangka penambahan modal harus terlebih dahulu ditawarkan kepada setiap pemegang saham. namun harus dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) – kewenangan persetujuan itu dapat diserahkan kepada Dewan Komisaris untuk jangka waktu paling lama 1 tahun.

dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendirisendiri.) wajib mempunyai paling sedikit dua orang anggota Dewan Komisaris. Selain syarat umum tersebut. atau menjadi anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah karena menyebabkan suatu Perseroan dinyatakan pailit. Direksi wajib memberitahukan perubahan tersebut kepada Menteri Hukum dan HAM agar dicatat dalam Daftar Perseroan. secara khusus calon anggota Dewan Komisaris tidak dapat diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris apabila dalam waktu 5 tahun sebelum pengangkatannya pernah dinyatakan pailit. Tugas pengawasan dan nasihat itu dilaksanakan oleh Dewan Komisaris berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan. bisa terdiri dari satu orang anggota atau bisa juga lebih. serta jalannya pengurusan tersebut secara umum – baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan. Jumlah anggota Dewan Komisaris seperti juga Direksi. penggantian. Anggota Dewan Komisaris diangkat untuk jangka waktu tertentu dan setelahnya dapat diangkat kembali. Pengawasan dan nasihat yang dilakukan Dewan Komisaris harus bertujuan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Anggaran Dasar Perseroan dapat mengatur tentang tata cara pengangkatan. Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Komisaris Syarat menjadi anggota Dewan Komisaris adalah cakap melakukan perbuatan hukum. Dewan Komisaris yang terdiri lebih dari satu orang anggota bersifat “majelis”. Untuk pertama kalinya (pada saat pendirian Perseroan). dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris serta dapat juga mengatur tentang pencalonannya.Dewan Komisaris Tugas Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi. Pemberitahuan itu dilakukan dalam jangka waktu paling lambat . atau dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara atau yang berkaitan dengan sektor keuangan. Perseroan yang kegiatan usahanya menghimpun dan mengelola dana masyarakat. pengangkatan anggota Dewan Komisaris dilakukan oleh pendiri dalam akta pendirian Perseroan. dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris. penggantian. Pengawasan oleh Dewan Komisaris meliputi baik pengawasan atas kebijakan Direksi dalam melakukan pengurusan Perseroan Terbatas. menerbitkan surat pengakuan utang serta Perseroan Terbuka (Tbkk. Dalam hal terjadi pengangkatan. melainkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris. Pengangkatan anggota Dewan Komisaris dilakukan oleh RUPS.

Dalam hal terjadinya kepailitan akibat kesalahan atau kelalaian Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan Direksi. Jika Dewan Komisaris terdiri dari dua orang anggota atau lebih. Selain itu Dewan Komisaris juga berkewajiban untuk melaporkan kepada Perseroan mengenai kepemilikan sahamnya atau keluarganya pada Perseroan tersebut dan Perseroan lain. Pemberhentian anggota Dewan Komisaris dapat dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan keputusan RUPS – dengan menyebutkan alasannya. Pemegang saham dapat menggugat ke pengadilan terhadap anggota Dewan Komisaris yang karena kesalahan atau kelalaiannya itu menimbulkan kerugian Perseroan. Ketentuan mengenai besarnya gaji atau honorarium dan tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris ditetapkan oleh RUPS. Menteri dapat menolak setiap pemberitahuan tentang perubahan susunan Dewan Komisaris selanjutnya yang disampaikan kepada Menteri oleh Direksi. Ketentuan mengenai pemberhentian anggota Dewan Komisaris mengikuti tata cara yang berlaku bagi pemberhentian anggota Direksi. Dewan Komisaris juga . tidak mempunyai kepentingan pribadi atas pengurusan Direksi yang mengakibatkan kerugian. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan komisaris Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi. dan kekayaan Perseroan tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban Perseroan akibat kepailitan tersebut.30 hari terhitung sejak tanggal keputusan RUPS. dan telah memberikan nasihat untuk mencegah kerugian. Jika pemberitahuan tersebut tidak dilakukan. Dewan Komisaris juga memiliki kewajiban untuk membuat risalah rapat Dewan Komisaris dan menyimpan salinannya. Pemberian kesempatan untuk membela diri itu tidak diperlukan dalam hal anggota Dewan Komisaris yang akan diberhentikan tidak keberatan atas pemberhentian tersebut. setiap anggota Dewan Komisaris secara tanggung renteng ikut bertanggung jawab dengan anggota Direksi atas kewajiban yang belum dilunasi Perseroan. Selain tugas-tugas umum. Tanggung jawab tersebut berlaku juga bagi orang yang dalam 5 tahun sebelum putusan pailit diucapkan menjabat sebagai Dewan Komisaris. tanggung jawab itu berlaku secara tanggung renteng diantara anggota Dewan Komisaris. Anggota Dewan Komisaris dapat menghindari tanggung jawab tersebut apabila dapat membuktikan bahwa ia telah melakukan pengawasan dengan itikad baik dan hati-hati. Keputusan pemberhentian itu diambil setelah anggota Dewan Komisaris diberi kesempatan untuk membela diri dalam RUPS. Setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian Perseroan akibat dari kesalahan dan kelaliannya dalam menjalankan tugas.

wewenang.Kelangsungan perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin. Diluar tugas pengawasan dan pemberian nasihat.berkewajiban untuk memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukannya selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS.3. anda hanya bertanggung jawabsebesar modal yang anda setorkan dan tidak lebih. Maksudnya adalah jika anda termasuk pemegang sahamdan kebetulan perusahaan punya utang.Bagi sebagian besar orang. Perbuatan Hukum Tertentu Dewan Komisaris Dewan Komisaris dapat memberikan persetujuan atau bantuan kepada Direksi dalam melakukan perbuatan hukum tertentu diluar tugas pengawasan dan pemberian nasihat. B i a y a p e m b e n t u k a n n y a r e l a t i f t i n g g i .2.Tentunya dari pemegang saham yang bersangkutan. Tindakan Dewan Komisaris dalam keadaan dan jangka waktu tertentu itu berlaku terhadap semua ketentuan mengenai hak.2. sebabtidak tergantung pada beberapa pemilik. Dewan Komisaris juga dapat melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam “keadaan tertentu”. perbuatan hukum Direksi tetap mengikat Perseroan sepanjang pihak lainnya dalam perbuatan hukum tersebut beritikad baik. Apalagi yang menyangkut laba perusahaan .Manajemen dan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan sumber -sumber modal untuk itu secara efisien.Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volume usahanya. dan kewajiban Direksi terhadap Perseroan dan pihak ketiga. Wewenang tersebut ditetapkan di dalam Anggaran Dasar Perseroan. PTmemerlukan akte notaris dan ijin khusus untuk usaha tertentu. Dividen atau laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham dikenakan pajak lagi sebagai pajak pendapatan. Tanpa persetujuan atau bantuan Dewan Komisaris berdasarkan syarat-syarat dalam Anggaran Dasar. Jadi tidak hanya perusahaan yangterkena pajak.3 .4.Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham kepadaorang lain. Hal ini disebabkan karena segala aktivitas perusahaan harusdilaporkan kepada pemegang saham.com) Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap utang -utang perusahaan.Jika anda akan mendirikan perseroan terbatas.PT merupakan subyek pajak tersendiri. PT dianggap kurang “secret” dalam hal dapur perusahaan.5. Pemilik dapat berganti-ganti. (legalakses. Jadi jika anda mempunyai manajer tidak cakap. Dalam pendiriannya. Tindakan tersebut dilakukan hanya untuk “jangka waktu tertentu”. Kelemahan Perseroan Terbatas : 1. pendiriannya jauh lebihsulit dari bentuk kepemilikan usaha lainnya. termasuk syaratsyaratnya. anda bisa ganti dengan yang lebih cakap. 4. misalnya dengan mengeluarkan saham baru.

Sedangkan kelemahan perusahaan perseorangan adalah : 1. Direksi Mengurus Perseroan Terbatas . 2. pengaturan karyawan dan sebagainya dipegang oleh seorang pimpinan. penjualan. Bentuk perusahaan perseorangan memungkinkan pemilik menerima 100% laba yang dihasilkan perusahaan. pasti tidak asing dengan berbagai macam bentuk atau jenis usaha. 3. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Kelangsungan usaha kurang terjamin.Bagi anda yang sudah terjun di dunia bisnis. Kesulitan dalam manajemen. Artinya seluruh kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan. Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang baik untuk mengambil keputusan. bangkrut. Karena pemiliknya hanya satu orang. Kelebihan perusahaan perseorangan adalah : 1. Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing. banyak dari para pengusaha tersebut belum mengetahui dengan pasti apa kelebihan dan kelemahan badan usaha tersebut. Salah satu yang akan saya bahas kali ini adalah usaha perseorangan. 4. dan ia bertanggung jawab sepenuhnya terhadap risiko dan kegiatan perusahaan. Kebebasan dan Fleksibilitas. Kematian pimpinan atau pemilik. maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya. Seluruh laba menjadi miliknya. Firma. Pemilik perusahaan perseorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain dalam mengambil keputusan. Ada badan usaha perseorangan. persekutuan komanditer (CV). 2. 3. Kepuasan Pribadi. atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha ini berhenti kegiatannya. Perusahaan perseorangan ini adalah usaha yang dimiliki oleh seseorang. pembelanjaan. Ini lebih sulit apabila manajemen dipegang oleh beberapa orang. Perseroan Terbatas (PT) dan beberapa yang lain. Akan tetapi. 4. Semua kegiatan seperti pembelian. Sifat Kerahasiaan. Sumber keuangan terbatas. Tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan.

Dalam keadaan tersebut. Bagaimana jika sengketa itu juga melibatkan kepentingan Dewan Komisaris? Dalam keadaan yang demikian. kecuali Anggaran Dasarnya menentukan lain – misalnya Anggaran Dasar menentukan bahwa hanya Direktur Utama yang berwenang. Pembagian tugas dan wewenang Direksi yang anggotanya terdiri dari 2 orang atau lebih ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS. Jika anggota Direksi terdiri lebih dari satu orang. Karena pengurusan Perseroan merupakan tanggung jawab Direksi. atau jika seluruh anggota Direksi mempunyai perbenturan kepentingan maka kewenangan itu dilaksanakan oleh Dewan Komisaris. namun harus tetap dalam batas-batas yang ditentukan Undang-Undang dan Anggaran Dasarnya. yang berwenang mewakili Perseroan adalah setiap anggota Direksi. Kecuali untuk Perseroan yang usahanya menghimpun dan mengelola dana masyarakat. yang berhak mewakili Perseroan adalah anggota Direksi yang lainnya.). anggota Direksi tidak berwenang mewakili Perseroan di pengadilan untuk sengketa yang terjadi diantara Perseroan dan anggota Direksi yang bersangkutan. Menurut Undang-undang. menerbitkan surat pengakuan hutang. Sebagai pengurus Perseroan. RUPS dapat menunjuk pihak lain untuk mewakili kepentingan Perseroan. Jika RUPS tidak menetapkan pembagian tugas dan wewenang semacam itu. atau kepada orang lain. hal itu tergantung dari kebutuhan operasional Perseroan. Anggota Direksi menanggung secara pribadi kerugian tersebut – dalam hal Direksi terdiri dari 2 orang atau lebih maka tanggung jawab itu berlaku secara tanggung renteng. Anggota Direksi dapat . maka Direksi bertanggung jawab pula terhadap kerugian Perseroan yang diakibatkan olehkesalahan atau kelaliannya dalam menjalankan tugasnya. Kewenangan itu dimiliki Direksi secara tak terbatas dan tak bersyarat. Tugas dan tanggung jawab Direksi adalah menjalankan pengurusan Perseroan. wajib memiliki minimal 2 orang anggota Direksi. maka anggota Direksi sendiri yang menetapkannya berdasarkan Keputusan Direksi. selama tidak bertentangan dengan Undang-undang dan Anggaran Dasarnya serta Keputusan RUPS.Direksi Perseroan Terbatas bisa terdiri dari satu orang atau bisa juga lebih dari satu orang. Direksi dapat memberikan kuasa tertulis kepada karyawan Perseroan. Dalam menjalankan pengurusan Perseroan. dan Perseroan terbuka (Tbk. Ketidakberwenangan mewakili itu juga berlaku apabila anggota Direksi yang bersangkutan mempunyai benturan kepentingan dengan Perseroan. Meski pengurusan itu dijalankan Direksi sesuai dengan kebijakannya sendiri dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab. Direksi dapat mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. untuk melakukan perbuatan hukum tertentu atas nama Perseroan.

baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak. Direksi wajib meminta persetujuan RUPS untuk mengalihkan kekayaan tersebut atau untuk menjadikannya jaminan hutang. Pengangkatan Direksi Orang yang dapat diangkat menjadi anggota Direksi adalah orang perseorangan yang cakap melakukan perbuatan hukum. Persetujuan RUPS tidak diperlukan jika tindakan pengalihan atau penjaminan itu telah diatur dalam Anggaran Dasarnya. serta telah mengambil tindakan pencegahan. Direksi juga berkewajiban membuat Laporan Tahunan Perseroan dan Dokumen Keuangan Perseroan. untuk selanjutnya dicatat dalam Daftar Khusus. atau bisa juga jangka waktu yang lebih lama asalkan diatur dalam Anggaran Dasarnya. Tindakan Direksi dalam mengalihkan atau menjaminkan kekayaan Perseroan.terlepas dari tanggung jawab kerugian itu jika mereka dapat membuktikan bahwa kerugian itu bukan akibat kesalahan atau kelalaiannya. dapat mengajukan gugatan melalui pengadilan terhadap anggota Direksi yang karena kesalahan atau kelalaiannya itu menimbulkan kerugian Perseroan. dan Direksi telah melakukan pengurusan dengan itikad baik dan hati-hati. Pemegang saham. danRisalah Rapat Direksi. Daftar Khusus. menjadi anggota Direksi atau Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu . secara khusus undangundang juga mengatur bahwa seseorang tidak dapat diangkat menjadi anggota Direksi jika dalam waktu 5 tahun sebelum pengangkatannya ia pernah dinyatakan pailit. Selain dokumen-dokumen tersebut. Kekayaan Perseroan yang wajib mendapat persetujuan RUPS itu adalah kekayaan Perseroan yang terdiri lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih Perseroan – baik dalam satu transaksi atau lebih. Direksi wajib memberikan izin kepada pemegang saham untuk memeriksa dokumen-dokumen itu atas permohonan tertulis. risalah. atas nama Perseroan. Kewajiban Direksi Dalam menjalankan tugasnya melakukan pengurusan Perseroan. Risalah RUPS. serta memelihara seluruh daftar. Dalam mengurus harta kekayaan Perseroan. Selain syarat umum tersebut. meskipun dilakukan tanpa persetujuan RUPS dan tidak diatur dalam Anggaran Dasarnya. dan dokumen keuangan itu. tidak mempunyai benturan kepentingan. Direksi wajib membuat Daftar Pemegang Saham. Dalam mengurus saham Perseroan. tetap mengikat Perseroan sepanjang pihak lain dalam perbuatan hukum itu beritikad baik. Transaksi itu adalah transaksi pengalihan kekayaan yang terjadi dalam jangka waktu satu tahun buku. anggota Direksi wajib melaporkan kepada Perseroan mengenai saham yang dimiliki anggota Direksi yang bersangkutan dan keluarganya.

Keputusan pemberhentian itu diambil setelah anggota Direksi diberi kesempatan untuk membela diri dalam RUPS. . Dalam hal kewenangan RUPS dilimpahkan kepada Dewan Komisaris. dan pemberhentian anggota Direksi mulai berlaku sejak ditutupnya RUPS. penggantian. dan pemberhentian anggota Direksi juga menetapkan saat mulai berlakunya pengangkatan. penggantian. penggantian. Pemberitahuan itu dilakukan dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal keputusan RUPS. Jika RUPS tidak menetapkannya. dan pemberhentian tersebut. atau dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara atau yang berkaitan dengan sektor keuangan. Menteri akan menolak setiap permohonan atau pemberitahuan yang disampaikan kepada Menteri oleh Direksi yang baru – yang belum tercatat dalam Daftar Perseroan. dan efektif dalam menjalankan pengurusan Perseroan. selanjutnya besarnya gaji dan tunjangan anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris. Anggota Direksi diangkat oleh RUPS. Pengangkatan itu dilakukan untuk jangka waktu tertentu dan setelahnya dapat diangkat kembali. penggantian. Jika pemberitahuan itu belum dilakukan. Dengan pencatatan tersebut. Kewenangan RUPS tersebut juga dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris. Pemberhentian Direksi Pemberhentian anggota Direksi dapat dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan keputusan RUPS – dengan menyebutkan alasannya. maka mulai berlakunya pengangkatan. pengangkatan itu untuk pertama kalinya dilakukan oleh Pendiri Perseroan dan dicantumkan dalam akta pendiriannya. Segala ketentuan mengenai besarnya gaji dan tunjangan anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS. Keputusan RUPS mengenai pengangkatan. maka calon anggota Direksi telah sah menjadi anggota Direksi. penggantian. termasuk tata cara pencalonannya. dan pemberhentian anggota Direksi harus diberitahukan kepada Menteri Hukum dan HAM – Departemen Hukum dan HAM. Pemberian kesempatan untuk membela diri itu tidak diperlukan dalam hal anggota Direksi yang akan diberhentikan tidak keberatan atas pemberhentian tersebut.Perseroan dinyatakan pailit. Pemberitahuan itu bertujuan agar perubahan anggota Direksi dicatat dalam Daftar Perseroan. Anggaran dasar dapat mengatur tentang tata cara pengangkatan. Pada saat pendirian. Pengangkatan. dan pemberhentian anggota Direksi.

Undangn-undang PT telah mensyaratkan. 4. Dalam RUPS anggota Direksi yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri.551 views . Anggota Direksi telah melakukan pengurusan dengan itikad baik. dan anggota Direksi yang diberhentikan sementara itu tidak berwenang melakukan tugas-tugasnya. maka setiap anggota Direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab atas seluruh kewajiban yang tidak terlunasi dari harta pailit. Anggota Direksi dapat menghindar dari tanggung jawab kepailitan apabila dirinya dapat membuktikan: 1. Dalam hal RUPS menguatkan keputusan pemberhentian sementara. Direksi tidak berwenang mengajukan permohonan pailit atas Perseroan sendiri kepada Pengadilan Niaga sebelum memperoleh persetujuan RUPS. kehati-hatian. anggota Direksi yang bersangkutan diberhentikan untuk seterusnya.com) PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS (PT) Posted on 27 September 2007 by Irma Devita | 26. 3. Anggota Direksi tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang dilakukannya. Pemberhentian sementara itu diberitahukan secara tertulis kepada anggota Direksi. atau RUPS tidak dapat mengambil keputusan. dan harta pailit tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban Perseroan. Jika jangka waktu 30 hari itu telah lewat dan RUPS tidak juga diselenggarakan. 2. Tanggung Jawab Direksi Dalam Kepailitan Dalam hal kepailitan. Dalam jangka waktu paling lambat 30 hari setelah tanggal pemberhentian sementara harus diselenggarakan RUPS. dan penuh tanggungjawab untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuannya. anggota Direksi juga dapat diberhentikan untuk sementara waktu oleh Dewan Komisaris dengan menyebutkan alasannya. Tanggung jawab tersebut juga berlaku terhadap anggota Direksi yang salah atau lalai yang pernah menjabat sebagai anggota Direksi dalam jangka waktu 5 tahun sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan. Kepailitan tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya. pemberhentian sementara itu menjadi batal. Anggota Direksi telah mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya kepailitan. (legalakses. bahwa persetujuan untuk menyatakan pailitnya Perseroan harus dengan persetujuan RUPS. Dalam hal kepailitan terjadi karena kesalahan atau kelalaian Direksi.Selain oleh RUPS.

PERSERO berdasarkan UU No. 12/1970 •PT. masing-masing sebagai berikut: •PT Tertutup (PT Biasa) : berdasarkan UU No. Pemilihan jenis badan usaha ataupun badan hukum yang akan dijadikan sebagai sarana usaha tergantung pada keperluan para pendirinya.pdf) adalah sebagai berikut: 1. para pengusaha membutuhkan suatu wadah untuk dapat bertindak melakukan perbuatan hukum dan bertansaksi.Setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham. PMA : berdasarkan UU No. 11/1970 tentang PMA •PT. yaitu: •Merupakan bentuk persekutuan yang berbadan hukum •Merupakan kumpulan modal/saham •Memiliki kekayaan yang terpisah dari kekayaan para perseronya •Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas •Adanya pemisahan fungsi antara pemegang saham dan pengurus atau direksi •Memiliki komisaris yang berfungsi sebagai pengawas •Kekuasaan tertinggi berada pada RUPS Dasar Hukum pembentukan PT. kecuali dalam rangka peleburan (ps.Akta Notaris yang berbahasa Indonesia 3. 7(1)) 2. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas ( ii-companylawelucidation-law40. 40/2007 (i-company-law-law-40.Modal dasar minimal Rp.Minimal 1 orang direktur dan 1 orang komisaris (ps. karena memiliki sifat. 7 ayat 4) 5. Terbuka (PT go public): berdasarkan UU No. 108 ayat 3) . 32. 40/2007 dan UU No. ps 33) 6. 92 ayat 3 & ps.pdf ) •PT.Pendiri minimal 2 orang atau lebih (ps. ciri khas dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bentuk badan usaha lainnya. 50jt dan modal disetor minimal 25% dari modal dasar (ps. 8/1995 tentang Pasar Modal •PT. 6/1968 juncto UU No. 12/1998 tentang Perusahaan Perseroan Adapun syarat-syarat pendirian PT secara formal berdasarkan UU No. PMDN : berdasarkan UU No.Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri kehakiman dan diumumkan dalam BNRI (ps. Sarana usaha yang paling populer digunakan adalah Perseroan terbatas (PT). 7 ayat 2 & ayat 3) 4.Dalam melangsungkan suatu bisnis. 1/1967 juncto UU No. 9/1968 tentang Bentuk-Bentuk Usaha Negara juncto PP No.

yang dibutuhkan: -copy sertifikat tanah dan . maka dokumendokumen pelengkap yang diperlukan adalah: 1. 500jt 3. SIUP Besar modal disetor > Rp. Modal dasar dan modal disetor. Copy Perjanjian Sewa Gedung berikut surat keterangan domisili dari pengelola gedung (apabila kantornya berstatus sewa) apabila berstatus milik sendiri. SIUP Menengah modal disetor Rp. 3. untuk memberikan kesempatan bagi Perusahaan apabila sewaktu-waktu akan mengeluarkan saham dalam simpanan.7. Untuk menentukan besarnya modal dasar. tidak perlu meningkatkan modal dasar lagi. SIUP. Namun demikian. Jumlah saham yang diambil oleh masing-masing pendiri (presentase nya) Misalnya: A = 25% B = 50% C = 25% 4. Kartu Keluarga Direktur Utama 2. 501jt Besarnya modal disetor sebaiknya maksimum sampai dengan 50% dari modal dasar. KTP dari para Pendiri (minimal 2 orang dan bukan suami isteri). NPWP perusahaan. TDP/WDP dan PKP. NPWP Direksi (kalau tidak ada. melainkan berdasarkan besarnya modal disetor ke kas Perseroan. Kriterianya adalah: 1. Tergantung dari kebutuhan. Kalau pendirinya cuma suami isteri (dan tidak pisah harta) maka. kecuali PT. 200jt 2. PMA Sedangkan persyaratan material berupa kelengkapan dokumen yang harus disampaikan kepada Notaris pada saat penanda-tanganan akta pendirian adalah: 1. modal ditempatkan dan modal disetor ada strateginya. Penentuan kelas SIUP bukan berdasarkan besarnya modal dasar. minimal Direktur Utama) 3. 201jt s/d Rp.Pemegang saham harus WNI atau Badan Hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia. boleh juga modal dasar = Modal disetor. SIUP Kecil modal disetor s/d Rp. Susunan Direksi dan komisaris serta jumlah Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Sedangkan untuk ijin2 perusahaan berupa surat keterangan domisili Perusahaan. Karena semua itu tergantung pada jenis/kelas SIUP yang di inginkan. harus ada 1 orang lain lagi yang bertindak sebagai pendiri/ pemegang saham 2.

Biasanya ini dilakukan untuk mempermudah pada waktu survey lokasi untuk PKP atau SIUP 6.maka dalam jangka waktu max 1 bulan sudah harus menyetor dana sebesar Modal disetor ke rekening perseroan.-copy PBB terakhir berikut bukti lunasnya 4. Karena apabila lewat dari 60 (enam puluh) hari sejak penanda-tanganan akta. tampak dalam (ruangan berisi meja. bahwa pada saat tanda-tangan akta pendirian. kursi. Setelah rekening atas nama perseroan dibuka. maka perseroan menjadi bubar berdasarkan pasal 10 ayat 9 UU PT No. dapat langsung diurus ijin domisili. 40/2007. dan NPWP. utk dapat diproses pengesahannya. Penting untuk diketahui. . komputer berikut 1-2 orang pegawainya). Stempel perusahaan (sudah ada yang sementara untuk pengurusan ijin2). Pas photo Direktur Utama/penanggung jawab ukuran 3X4 sebanyak 2 lembar 5. Setelah itu bisa membuka rekening atas nama Perseroan. Foto kantor tampak depan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->