P. 1
Pembelajaran-Hipnoteaching

Pembelajaran-Hipnoteaching

|Views: 102|Likes:
Published by birulangit

More info:

Published by: birulangit on Jun 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2012

pdf

text

original

YCBS PROPOSAL PROGRAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEMBELAJARAN HIPNOTEACHING TINGKAT NASIONAL

“Metode Pembelajaran Hipnoteaching”

Disusun : Panitia Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Guru Sekolah Tingkat Nasional

YAYASAN CENDIKIA BUMI SILIWANGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2012

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1.1 Tujuan................................................................................................................ 1.2 Sasaran.............................................................................................................. BAB II JENIS DAN MATA DIKLAT.................................................................. 2.1 Jenis Diklat....................................................................................................... 2.2 Mata Diklat....................................................................................................... BAB III PESERTA............................................................................................... 3.1 Persyaratan...................................................................................................... 3.2 Pencalonan....................................................................................................... 3.3 Jumlah Peserta................................................................................................ BAB IV PENYELENGGARAAN........................................................................ 4.1 Ketentuan Penyelenggaraan Diklat................................................................. 4.2 Waktu Pelaksanaan.......................................................................................... BAB V MONITORING DAN EVALUASI......................................................... 5.1 Monitoring......................................................................................................... 5.2 Evaluasi............................................................................................................. 5.2.1 Evaluasi Terhadap Peserta.............................................................. 5.2.2 Evaluasi Pengajar............................................................................ 5.2.3 Evaluasi Kinerja Penyelenggara...................................................... 5.2.4 Evaluasi Pasca Diklat........................................................................ 5.2.5 Evaluasi Terhadap Kurikulum....................................................... BAB VI SERTIFIKASI........................................................................................ BAB VII AKREDITASI....................................................................................... 7.1 Tujuan, Ruang Lingkup, dan Bobot Penilaian............................................. 7.2 Penelitian Kelembagaan Diklat..................................................................... 7.3 Penilaian Program Diklat............................................................................... 7.4 Penilaian SDM Penunjang Penyelengaraan Diklat...................................... 7.5 Penilaian Tenaga Pengajar............................................................................ 7.6 Pelaksanaan.................................................................................................... BAB VIII PENUTUP...........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1. kurangnya motivasi guru untuk mengajar dan masih banyak sekolah yang fasilitasnya minim. Mereka merevolusi pendekatan terhadap siswa. misalnya menurunnya respon dan kreativitas belajar. sekarang sudah ada metode yang di anggap lebih bagus. Cara-cara di atas juga sudah mengajarkan berpikir positif dan lain-lain. Metode pembelajaran Hipnoteaching saat ini sedang tren. mulai menggencarkan cara-cara yang sangat spektakuler dan signifikan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan. Hal ini sangat dipengaruhi dengan adanya penemuan-penemuan tentang caracara kerja otak dalam menerima. yang dewasa ini menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri yang disebut Teknologi Pikiran (Mind Technology). Akhir-akhir ini di belahan dunia barat seperti Amerika Serikat dan Eropa. Pembelajaran di Indonesia selama ini banyak menggunakan metode pembelajaran konvensional dalam proses mengajar. menurunnya kinerja dan kreativitas guru. keadaan ini sepenuhnya diawali dari pikiran. Kalau kita cermati. Metode pembelajaran hypnoteaching adalah metode pembelajaran yang penyampaian materinya menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar yang mampu memunculkan ketertarikan tersendiri pada setiap peserta didik.3 Tujuan Dalam dunia pendidikan di Indonesia permasalahan yang ada adalah banyaknya siswa yang rendah kemampuan belajarnya. memproses dan merespon informasi. Cara berpikirnya yang perlu diperbaiki. sehingga menghasilkan metode belajar yang bervariasi. namun hasilnya tetap tidak signifikan. Hipnoteaching merupakan metode yang mengoptimalkan potensi siswa serta motivasinya melalui pikiran alam bawah sadar. Peranan ilmu ini sangat luar biasa untuk menyelesaikan berbagai masalah di dunia pendidikan. Teknologi pikiran didukung sepenuhnya oleh disiplin ilmu psikologi. Hypnoteaching merupakan gabungan dari lima metode . Yaitu metode pembelajaran dengan cara ceramah dimana peran pendidik aktif dan peserta didik cenderung pasif. Beberapa pakar mengatakan metode tersebut tidak layak dipakai lagi. Ketiga faktor ini sampai detik ini masih menjadi problem bagi dunia pendidikan di Indonesia. Metode yang dimaksud yaitu metode pembelajaran hypnoteaching.

2. Peserta didik dapat berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya. Kekurangan dari pembelajaran hipnoteaching belum banyak digunakan oleh para pendidik di Indonesia. efektif dan efisien. Kurangnya sarana dan prasarana yang ada disekolah.belajar mengajar seperti quantum learning. accelerate learning. Berawal dari latar belakang diatas kami dari Yayasan Cendikia Bumi Siliwangi (YCBS) bermaksud hendak menyenggarakan pelatikan pembelajaran hipnoteaching yang belum banyak di gunakan oleh para guru di sekolah di Indonesia. Perlu pembelajaran agar pendidik bisa melakukan Hypnoteaching. Proses pemberian keterampilan banyak diberikan disini. power teaching. Menumbuhkan semangat belajar siswa dan meningkatkan pengetahuan siswa dengan metode pembelajaran hypnoteaching. 1. Meningkatkan pengetahuan kepada para guru-guru/ tenaga pengajar di sekolah untuk menerapkan metode pembelajaran hipnoteaching dengan lebih mudah. Dengan harapan bahwa tujuan dari pembelajaran untuk memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan terhadap alumninya dapat tercapai dengan efektif dan efisien. . NeuroLinguistic Programming (NLP) dan hypnosis.4 Sasaran Program penyuluhan dalam Metode Pembelajaran Hipnoteaching ini memiliki beberapa sasaran sebagai berikut : 1. Tidak semua pendidik menguasai metode ini. Banyaknya peserta didik yang ada disebuah kelas. Kelebihan dari pembelajaran hypnoteaching Proses belajar mengajar yang lebih dinamis dan ada interaksi yang baik antara pendidik dan peserta didik. menyebabkan kurangnya waktu dari pendidik untuk memberi perhatian satu per satu peserta didiknya.

menindaklanjuti hasil penilaian. Memecahkan kendala belajar siswa 8. melakukan pembimbingan. Kendala-kendala siswa dalam proses belajar 7. Model-model Pembelajaran 6.2 Mata Diklat Mata Diklat untuk para guru/guru di sekolah ini difokuskan untuk memenuhi tugasnya dalam melaksanakan tugas mengajarnya.BAB II JENIS DAN MATA DIKLAT 2. Mata Diklat yang diajarkan harus mampu memenuhi kebutuhan dasar memiliki kompetensi dalam merencanakan. dan menilai tujuan. Materi yang dicakup pada Program Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah ini meliputi: 1. Kelebihan dan kekurangan Hypnoteaching 5. melaksanakan. Langkah-langkah Hypnoteaching 4. Pengertian Hypnoteaching 3. dan mampu mengembangkan pembinaan secara berkelanjutan. dan pelatihan peserta didik serta melakukan penelitian. Menerapkan metode pembelajaran Hypnoteaching Komponen Mata Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah ini terdiri dari komponen teori 40% dan komponen praktek 60%.1 Jenis Diklat Adapun jenis diklat yang akan diselenggarakan merupakan sebuah seminar dengan anggota para guru-guru sekolah yang telah di undang oleh panitia penyelenggara. Pengertian Hypnosis 3. . 2.

dan Jumlah Sesi Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching NO (1) Topik Bahasan (2) Pokok Bahasan (3) Alokasi Waktu (4) . Pokok Bahasan.Topik Bahasan.

. 4) Telah disetujui oleh Kepala Sekolah 5) Memiliki kemampuan dasar-dasar organisasi. 3.2 Pencalonan Tata cara pencalonan peserta Program Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah diserahkan kepada Kepala sekolah masing-masing.BAB III PESERTA 3. 6) Usia setinggi-tingginya 50 tahun 3.1 Persyaratan Syarat untuk menjadi peserta Diklat Pelatihan Metode Pembelajaran Hipnoteaching Tingkat Nasional adalah dengan kualifikasi sebagai berikut: 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana 2) Sedang dalam tugas mengajar/ sebagai guru sekolah tetap maupun non-tetap 3) Sehat jasmani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.3 Jumlah Peserta Jumlah peserta Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah yang ideal adalah antara 25 hingga 40 orang per kelas.

dimana satu jampel memerlukan waktu 45 menit. Satu sesi setara dengan 2 jam pelajaran (jampel).BAB IV PENYELENGGARAAN 4. 6) Laporan harus disusun dengan menggunakan Formulir. 2) Penyelenggara Diklat harus memiliki sarana dan prasarana yang mendukung terciptanya proses pendidikan dan pelatihan yang efektif dan efisien. 3) Penyelenggara Diklat dianjurkan menyediakan akomodasi bagi seluruh peserta diklat untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan diklat.1 Ketentuan Penyelenggaraan Diklat Ketentuan yang berlaku bagi penyelenggaraan Program Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah Tingkat Nasional yaitu sebagai berikut: 1) Penyelenggara Diklat adalah Lembaga yang telah mendapat ijin menyelenggarakan Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah dari Instansi Pembina.2 Waktu Pelaksanaan Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah Tingkat Nasional untuk 48 sesi dalam jangka waktu 12 hari sesuai dengan urutan mata diklat yang telah ditentukan. 4) Secara bertahap Instansi Pembina akan melakukan akreditasi terhadap Penyelenggara Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah. . 5) Penyelenggara Diklat harus memberikan laporan tertulis hasil penyelenggaraan diklat kepada Instansi Pembina selambat-lambatnya 30 hari setelah pelaksanaan diklat selesai. 4.

Evaluasi baru dapat dilakukan jika program diklat sudah berjalan dalam satu periode. menganalisis. Monitoring dilakukan untuk tujuan supervisi dengan penekanan pada pemantauan proses pelaksanaan program dan sedapat mungkin tim/ petugas memberikan saran untuk mengatasi masalah yang terjadi. Pelaksanaan monitoring terhadap penyelenggaraan diklat mengacu pada Formulir. Monitoring dilakukan oleh Penyelenggara Diklat terhadap aspek penyelenggaraan diklat. Proses belajar mengajar. b. maupun pengelolaan proses belajar mengajar pada diklat. dan menginterpretasikan informasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan program diklat dengan kriteria tertentu untuk keperluan pembuatan keputusan. pengelolaan kelembagaan. Evaluasi diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah . c. baik menyangkut proses pengambilan keputusan.2 Evaluasi Evaluasi merupakan suatu proses sistematis dalam mengumpulkan. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah program diklat mencapai sasaran yang diharapkan dengan penekanan pada aspek hasil (output). Hasil monitoring digunakan sebagai umpan balik untuk penyempurnaan pelaksanaan program-program diklat. Kinerja pengajar dan peserta. selanjutnya hasil monitoring disampaikan kepada instansi Pembina Metode Pembelajaran Hipnoteaching.1 Monitoring Monitoring merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi atau memantau proses dan perkembangan pelaksanaan program diklat dengan fokus untuk mendapatkan informasi mengenai proses pelaksanaan program. 5. sesuai dengan tahapan sasaran yang dirancang. Aspek teknis penyelenggaraan. yang meliputi: a.BAB V MONITORING DAN EVALUASI 5. pengelolaan program.

2. 5. kinerja penyelenggara. Menghargai pendapat orang lain. Tidak mendikte atau mendominasi kelompok. Penyelenggara. 3. pengajar. dan pihak lain yang secara fungsional bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar.1 Evaluasi Terhadap Peserta a. Prakarsa Prakarsa merupakan kemampuan untuk mengajukan gagasan yang bermanfaat . 4. kepatuhan dan komitmen peserta terhadap seluruh ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara. Membina keutuhan dan kekompakan kelompok. Penilaian ini dilakukan selama diklat berlangsung baik di dalam maupun di luar kelas yang meliputi: 1. Indikator kerjasama meliputi: Kontribusi dalam penyelesaian tugas bersama. Indikator integritas diri meliputi : Kehadiran dalam seluruh proses kegiatan diklat sekurang-kurangnya 90 persen. 5. Diskusi dan workshop. Kegiatan harian. Kegiatan penyusunan studi kasus dan praktikum. 3. Kerjasama Kerjasama adalah kemampuan untuk berkoordinasi dalam menyelesaikan tugas secara berkelompok. Ketidakhadiran dalam seluruh proses kegiatan diklat harus atas persetujuan / diketahui pemberi tugas/ penyelenggra. Aspek sikap (affective) Penilaian terhadap sikap/affective peserta dilakukan berdasarkan pengamatan cermat oleh Tenaga Pengajar. Integritas Diri Integritas diri yaitu ketaatan. Kegiatan belajar di kelas. Kegiatan lain yang secara resmi diselenggarakan oleh diklat. 2. Ketepatan waktu penyelesaian dan penyerahan tugas-tugas.meliputi evaluasi peserta. 2. Unsur yang dinilai mengenai aspek sikap/affective adalah sebagai berikut : 1. serta mampu meyakinkan dan mempertemukan gagasan. dan pasca diklat.

berlaku ketentuan sebagai berikut: . Pengamatan aspek penguasaan materi dibuat berdasarkan pada Formulir. pembelajaran/ menjelaskan materi dengan cara pembelajaran c. waktu. Materi yang dicakup pada ujian ini ada seluruh teori yang diajarkan pada setiap mata diklat. Evaluasi Akhir Evaluasi akhir terhadap peserta diklat didasarkan pada hasil penilaian kelulusan peserta diklat dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1. dan studi kasus/praktikum. Ujian praktik (bobot 30%) Bentuk ujian praktik berupa prakter berbicara/ menjelaskan menganai materi pembelajaran hypnoteaching yang telah disampaikan. Pengamatan terhadap unsur sikap/affective didasarkan pada Formulir. Ujian tertulis (bobot 40%) Bentuk ujian tertulis bisa berupa pilihan ganda atau esai atau gabungan keduanya. b. dan lingkungan. Aktif mengajukan pertanyaan yang relevan. ujian praktek. 2. Mampu mengendalikan diri.bagi kepentingan kelompok atau kepentingan yang lebih luas sehingga dicapai tingkat kepuasan kerja yang optimal. 3. situasi. Peserta yang tidak lulus aspek sikap/affective dinyatakan gugur. Indikator prakarsa meliputi : Membantu membuat iklim diklat yang kondusif dan menggairahkan. Peserta yang mempunyai nilai rata-rata aspek materi kurang dari 70 (tujuh puluh) dinyatakan gugur. Aspek penguasaan materi Penilaian terhadap aspek penguasaan materi meliputi: ujian tertulis. Kegiatan ini dilaksanakan secara perorangan atau berkelompok dengan memperagakan hypnoteaching. 2. Mampu membuat saran demi kelancaran diklat. Studi kasus (bobot 30%) Studi kasus berupa peragaan/praktikum/presentasi tugas akhir yang diberikan selama diklat. Unsur dan bobot penilaian aspek penguasaan materi adalah sebagai berikut : 1.

9). Kualifikasi Kelulusan Kualifikasi kelulusan peserta mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1.9).0 – 79. 6) Sikap/ naffective. Tidak Lulus (skor : 95. 3) Kemampuan menyajikan/ memfasilitasi sesuai program diklat .9).0). 4) Penggunaan metode dan sarana diklat. Hasil evaluasi terhadap peserta oleh penyelenggara dibawa ke dalam rapat evaluasi akhir. 2) Sistematika penyajian. Dapat diberikan Surat Keterangan Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (SKMPP) Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah. (skor di bawah 70. d. Baik Sekali 4. Sangat Memuaskan 2. oleh suatu tim yang diketuai oleh kepala/Ketua lembaga diklat dengan menggunakan Formulir. kehadiran. terdapat kesamaan nilai kelulusan maka yang menjadi bahan pertimbangan selanjutnya adalah aspek sikap/ affective. (skor : 80. Apabila dalam penentuan peringkat/ ranking. Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah yang telah diikuti oleh Guru-guru tersebut tidak dapat diberikan Angka Kredit. untuk mengikuti ulang program diklat. Memuaskan 3. 5) Ketepatan waktu. 5.Tidak dapat diberikan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Metode Pembelajaran Hipnoteaching.0).0 – 89. Baik 5. (skor : 70.2.0 – 100.2 Evaluasi Pengajar Aspek yang dinilai dari tenaga pengajar adalah sebagai berikut : 1) Pencapaian tujuan intruksional. . dan cara menyajikan. (skor : 90. Dalam kaitan ini. Evaluasi akhir dilakukan untuk menentukan kualifikasi kelulusan peserta.0 – 94. Diberikan kesempatan paling lama enam bulan terhitung sejak tanggal mulai mengikuti diklat.

5.7) Cara menjawab pertanyaan dari peserta.3 Evaluasi Kinerja Penyelenggara Aspek yang dinilai terhadap kinerja Penyelenggara Diklat antara lain sebagai berikut: 1) Efektivitas penyelenggaraan. Rekapitulasi hasil evaluasi dilaporkan kepada Instansi Pembina penyelenggara Diklat. Penilaian kinerja Penyelenggaraan Diklat dilakukan oleh peserta dan tenaga pengajar dengan menggunakan Formulir. 3) Kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana.2. 5. 10) Penguasaan materi. 5) Ketersediaan dan kelengkapan bahan diklat. 12) Kerjasama antar pengajar. 8) Administrasi diklat antara lain: Tingkat penatausahaan diklat. 7) Pelayanan terhadap peserta dan pengajar. 2) Kesiapan dan ketersediaan sarana diklat. kesehatan dan ibadah. Ketersediaan sistem informasi diklat. 8) Penggunaan bahasa.4 Evaluasi Pasca Diklat Setelah penyelenggaraan diklat berakhir dilakukan Evaluasi Pasca Diklat setiap tahun secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan Diklat Metode Pembelajaran . Penilaian terhadap Tenaga Pengajar dilakukan oleh peserta dan penyelenggara diklat dengan menggunakan Formulir. disampaikan kepada yang berkepentingan sebagai masukan untuk peningkatan kualitas tenaga pengajar. 9) Pemberian motivasi kepada peserta. 11) Kerapihan berpakaian. 4) Kebersihan kelas.2. 6) Ketersediaan fasilitas olah raga. 13) Kerjasama dengan penyelenggara diklat.

tanggung jawab/kewajiban yang menyertai jabatan yang Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan informasi dari alumni. Pendayagunaan potensi para alumni dalam Jabatan yang dipangkunya sebagai pengajar/guru.Hipnoteaching di sekolah untuk mengetahui efektivitas program serta dalam rangka penyempurnaan program selanjutnya. Evaluasi terhadap kurikulum dilakukan oleh Instansi Pembina bekerjasama dengan Penyelenggara Diklat. Kesesuaian kandungan materi setiap mata diklat dan setiap pokok bahasan. Kesesuaian antara mata diklat dengan metode pengajaran yang diberikan. dan unsur-unsur lain yang terlibat dalam penyelenggaraan Diklat. Aspek-aspek yang dievaluasi meliputi : Kesesuaian kandungan materi diklat dengan tugas pokok dan fungsi yang ada. Usulan-usulan materi yang diperlukan untuk masing-masing jenjang diklat. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada pimpinan/kepala instansi peserta. maka perlu dilakukan evaluasi setiap tahun terhadap Kurikulum Diklat. Evaluasi dilakukan berdasarkan masukan-masukan dari para peserta. tenaga kediklatan. Lama waktu penyelenggaraan diklat yang diberikan. Kemampuan para alumni dalam menerapkan pengetahuan/keterampilan pada pelaksanaan dipangkunya. Kesesuaian antara mata diklat dan pokok bahasan dengan jumlah sesi. unit organisasi tempat alumni bekerja.2. Kesesuaian antara materi diklat dengan sarana dan prasarana yang diperlukan. . Kontribusi alumni diklat terhadap kualitas output organisasi tempat alumni bekerja/ membina. Evaluasi Pasca Diklat dilakukan oleh Penyelenggara Diklat meliputi: Kemampuan dan pendayagunaan alumni. dan rekan kerja alumni.5 Evaluasi Terhadap Kurikulum Untuk mengantisipasi perkembangan pengetahuan khususnya dalam bidang Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah. 5. atasan langsung.

Jenis dan bentuk serta ukuran STTPP ditetapkan oleh Instansi Pembina penyelenggra. STTPP merupakan salah satu syarat pengangkatan dalam Jabatan dan pengurusan Sertifikasi.BAB VI SERTIFIKASI Hal-hal yang berkaitan dengan sertifikasi Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1. Peserta yang mempunyai nilai evaluasi serendah-rendahnya 70 (tujuh puluh) diberikan sertifikat. Instansi Pembina keorganisasian siswa memberikan Kode Registrasi daftar yang sah. Sertifikat tersebut berupa Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). Langkah-langkah untuk memperoleh nomor registrasi adalah sebagai berikut: Lembaga penyelenggara diklat/penanggung jawab program menyampaikan daftar dan data peserta kepada Instansi Pembina penyelenggara. 7. Penanggung jawab diklat menyampaikan daftar peserta yang lulus disertai penggunaan Kode Registrasinya dalam STTPP kepada Instansi Pembina selambat-lambatnya satu bulan setelah penyelenggaraan diklat selesai dengan menggunakan Formulir. 5. 4. 2. 3. STTPP ditandatangani oleh pimpinan Lembaga Diklat dengan nomor registrasi dari Instansi Pembina penyelenggara. . selambatlambatnya hari ke tiga setelah pembukaan dengan menggunakan Formulir. 6.

Sumber Daya Manusia (SDM) penunjang. Ruang Lingkup. Bahan Diklat. Jangka Waktu Diklat. Kelembagaan Diklat dengan bobot 25 % meliputi : Dasar Hukum. Pembiayaan Diklat. Tujuan Akreditasi Lembaga Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah bertujuan untuk menentukan kelayakan Lembaga Diklat dalam menyelenggarakan Diklat. Lokasi Diklat. Bobot Penilaian 1. 2.BAB VII AKREDITASI 7. dan Bobot Penilaian a. Program Diklat dengan bobot 15 % meliputi: Kurikulum.1 Tujuan. c. Sistem Administrasi Penyelenggaraan Diklat. Sarana. Pedoman Pelaksanaan. Peserta Diklat. Ruang Lingkup Akreditasi Lembaga Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah mencakup penilaian keseluruhan unsur-unsur kelembagaan Diklat. . Pengalaman Penyelenggaraan. program Diklat. b. dan Pengajar yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan diklat. Prasarana. Metoda/media.

dan keserasian dalam perencanaan. Sistem Tata Suara. Tenaga pengajar dengan bobot 35 % meliputi: Pendidikan formal. Surat Keputusan yang mendasari penyelenggaraan diklat. Pendidikan non formal bidang kediklatan. b. 7. Pengalaman mengajar. Pendidikan non formal bidang kediklatan. CD. Penugasan dalam penyelenggaraan diklat. . Ketepatan. Pengalaman mengelola diklat. pelaksanaan. Jumlah SDM penunjang penyelenggara diklat. 2. dan evaluasi pelaksanaan diklat. Penilaian terhadap sarana diklat meliputi ketersediaan: 1. Bidang spesialisasi. 5. 4. Penilaian terhadap sistem administrasi penyelenggaraan diklat meliputi: Kejelasan tugas dan tanggung jawab penyelenggaraan diklat. Penilaian terhadap dasar hukum meliputi: Tingkatan peraturan dan perundang-undangan yang mendasari pendirian Lembaga Diklat. c. kelengkapan. 4. SDM penunjang penyelenggara diklat dengan bobot 25 % meliputi: Pendidikan formal. Pengalaman menyelenggarakan diklat. Pengalaman jabatan. Overhead/ LCD Projector. 3. Papan tulis.3.2 Penilaian Kelembagaan Diklat a. Buku-buku Penunjang. Jumlah dan spesialisasi pejabat fungsional / pengajar. Kejelasan tugas dan tanggung jawab. Disket.

4. 6. dan kesesuaian standar biaya. Akses Internet bagi Peserta. 7. Ruang Kelas.3 Penilaian Program Diklat a. Bahan . Ruang Seminar. 3. e. 7. f. Kesesuaian kondisi lingkungan. 8. Ruang Diskusi. 5. Poliklinik. Perpustakaan. 7. dan jumlah diklat yang pernah dilaksanakan. b. Penilaian terhadap pembiayaan diklat meliputi ketersediaan biaya. sumber biaya. Penilaian terhadap bahan diklat meliputi kesesuaiannya dengan tujuan dan sasaran program Diklat serta TIU dan TIK setiap mata pendidikan dan pelatihan. Kesesuaian pokok bahasan setiap mata diklat dengan TIU dan TIK. Kesesuaian Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) pada setiap mata diklat dengan tujuan dan sasaran program diklat. d. g. Komputer. Ruang Kantor. Penilaian terhadap kurikulum meliputi : Kesesuaian isi seluruh mata diklat dengan tujuan dan sasaran program diklat. Teknologi Multimedia. Jumlah lulusan diklat yang telah dihasilkan. Sarana Akomodasi. 2. Penilaian terhadap pengalaman penyelenggaraan diklat meliputi : Jenis. jenjang.6. Penilaian terhadap lokasi diklat meliputi: Aksesibilitas. Penilaian terhadap prasarana diklat meliputi: 1.

d. Penilaian terhadap peserta diklat meliputi kesesuaiannya dengan: Persyaratan administrasi dan akademis yang telah ditentukan untuk setiap jenis dan jenjang program diklat. 2. dan sebagainya. c. 6. Jangka waktu pelaksanaan diklat tersebut di atas adalah lamanya waktu yang digunakan untuk melaksanakan program diklat sejak awal sampai dengan akhir kegiatan. dokumen. Metode diklat. jurnal. buku teks. Keefektifan dalam membangun interaksi antar peserta dan antara peserta dengan pengajar. Tujuan dan sasaran program diklat. .diklat yang dimaksud merupakan bahan ajar yang dituangkan dalam bentuk media cetak atau non-cetak seperti modul. Seminar. 3. 4. e. Simulasi. Diskusi. Ceramah. Praktek. Metode diklat yang dimaksud adalah keseluruhan cara dan teknik penyampaian materi dalam proses belajar mengajar yang antara lain berbentuk: 1. Penilaian terhadap jangka waktu pelaksanaan diklat meliputi kesesuaian alokasi waktu dengan: 1. 2. Kesesuaiannya dengan kebutuhan praktis dan pengembangan diri peserta. Ruang lingkup materi pembelajaran. Jumlah yang dipersyaratkan untuk tercapainya efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran. Penilaian terhadap metode diklat meliputi: Kesesuaiannya dengan program dan tujuan diklat. 3. 5. Studi Kasus. handout.

3) Penilaian terhadap kejelasan tugas dan tanggung jawab SDM penunjang penyelenggaraan diklat. 5) Jumlah tenaga pengajar yang sesuai dengan kompetensi di bidangnya 7. tujuan. Kejelasan program diklat.6 Pelaksanaan Tata cara Akreditasi Lembaga Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah dilaksanakan sebagai berikut : Lembaga Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah mengajukan usulan akreditasi kepada Instansi Pembina.4 Penilaian SDM Penunjang Penyelengaraan Diklat Penilaian terhadap SDM penunjang penyelenggaraan diklat mencakup: 1) Penilaian terhadap pendidikan formal SDM penunjang penyelenggaraan diklat. 7. frekwensi. Pedoman pelaksanaan diklat tersebut adalah seperangkat ketentuan yang harus dipergunakan dan ditaati oleh pihak-pihak terkait agar program diklat dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk tercapainya tujuan dan sasaran diklat secara efektif dan efisien. 2) Pendidikan non-Formal Bidang Kediklatan. 3) Pengalaman Jabatan. . 2) Penilaian terhadap jumlah SDM penunjang penyelenggaraan diklat meliputi keseimbangannya dengan jumlah. 7.f. Kesesuaiannya dengan kebijakan. 4) Pengalaman Mengajar. dan sasaran program diklat. Penilaian terhadap pedoman pelaksanaan diklat meliputi: Kelengkapan program diklat. dan jenjang diklat yang diselenggarakan.5 Penilaian Tenaga Pengajar Penilaian terhadap tenaga pengajar mencakup: 1) Pendidikan Formal. jenis.

pejabat Lembaga Diklat yang bersangkutan. Lembaga Diklat yang telah diakreditasi tetapi dinyatakan belum layak menyelenggarakan program Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching di sekolah dapat mengajukan akreditasi ulang kepada Instansi Pembina. dengan nilai minimal 71 (tujuh puluh satu). Lembaga Diklat yang telah mendapat akreditasi dievaluasi kinerjanya secara periodik. Pimpinan Instansi Pembina memberikan akreditasi dalam bentuk surat keputusan. SDM penunjang. Suatu Lembaga Diklat akan mendapatkan Akreditasi berdasarkan jumlah tertimbang dari kelembagaan diklat. Tim Akreditasi Diklat menilai kelembagaan diklat. program diklat. sekurang-kurangnya satu kali dalam tiga tahun. dan pejabat lain yang dipandang perlu.Instansi Pembina membentuk Tim Akreditasi Diklat yang terdiri dari pejabat dari Instansi Pembina. Besarnya nilai masing-masing unsur Lembaga Diklat dihiitung berdasarkan perkalian bobot masing-masing unsur dengan hasil penilaian menggunakan Formulir. . SDM penunjang. dan pengajar. Hasil evaluasi kinerja secara periodik dapat mempengaruhi tingkat kelayakan Lembaga Diklat. Tim Akreditasi menyampaikan hasil penilaian kepada pimpinan Instansi Pembina. program diklat. dan pengajar. Instansi Pembina memberikan konsultansi dalam rangka peningkatan kinerja Lembaga Diklat Metode Pembelajaran Hipnoteaching.

S. 2. Sopandi.BAB VIII PENUTUP 1. Ditetapkan di : BANDUNG Pada tanggal : 20 JANUARI 2012 YAYASAN CENDIKIA BUMI SILIWANGI (YCBS) K e t u a.Pd. Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam pedoman ini akan diatur kemudian. . Proposal ini disusun sebagai panduan bagi penyelenggara diklat dan unit kerja Metode Pembelajaran Hipnoteaching di Sekolah bagi para tenaga pengajar/ guruguru di sekolah dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->