P. 1
Manajemen Piutang Dan Persediaan

Manajemen Piutang Dan Persediaan

|Views: 1,948|Likes:
Published by Dian AnindYa

More info:

Published by: Dian AnindYa on Jun 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

BAB I MANAJEMEN PIUTANG DAGANG A. KENAPA PERUSAHAAN MEMPUNYAI PIUTANG ?

Piutang dagang muncul ketika penjualan terjadi, tetapi perusahaan belum menerima kas. Oleh karena itu, tujuan perusahaan menanamkan dananya pada piutang antara lain : • • • Untuk meningkatkan penjualan. Untuk meningkatkan laba. Untuk menghadapi persaingan.

Tetapi dilain pihak, piutang juga menyebabkan peningkatan biaya yang berkaitan dengan piutang. Biaya tersebut antara lain biaya kesempatan karena dana tetanam dalam investasi piutang dan biaya piutang tidak terbayar. Kebijakan piutang yang baik adl kebijakan yg bisa mengoptimalkan tradeoff keuntungan dan resiko (kerugian)dari piutang tersebut.. Pada akhirnya pembeli melunasi utangnya sehingga piutang akan segera terbayar. Besarnya piutang dagang dagang tergantung dari penjualan kredit per periode dan lamanya periode pengumpulan piutang. Sebagai contoh, jika suatu perusahaan mempunyai penjualan rata-rata sebesar Rp 1jt per hari,kemudian periode pengumpulan piutang adalah 30 hari,maka piutang dagang perusahaan tersebut, jika kondisi sudah mulai stabil, adalah Rp1jtx 30 hari = 30 juta. Jika perusahaan mempunyai kebijakan kredit yang berubah, misal mengurangi tingkat penjualan kredit atau mempercepat periode pengumpulan piutang, maka piutang dagang perusahaan tersebut juga akan berubah B. SIKLUS PIUTANG Tingkat piutang perusahaan dalam satu periode dipecahkan dalam dua hal: 1. Besarnya piutang rata-rata 2. Rata-rata lamanya periode pengumpulan piutang Sebagai contoh, jika suatu perusahaan mempunyai kredit rata-rata Rp 1.000.000,00 kemudian lamanya periode pengumpulan piutang adalah 30 hari, maka piutang perusahaan pada saat operasi perusahaan sudaj mulai stabi adalah: Piutang = 30hari x Rp 1.000.000,00 = Rp 30.000.000,00 Neraca perusahaan akan tampak sebagai berikut: Persediaan 1.500 Saham Biasa 1.500

000 kas Piutang 500 2.500 Saham biasa 1.500 1. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PIUTANG FAKTOR EKSTERNAL Misal: Permintaan thdp produk Karakteristik Industri PIUTANG FAKTOR INTERNAL Misal: Kebijakan promosi dan iklan Kebijakan piutang • Faktor Eksternal Besarnya piutang bervarisai dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dan dari satu industri ke industri lainnya. 3.500 500 Laba yang ditahan Utang wesel 1.000 0 Saham biasa Laba yang ditahan 1.500 Laba yang ditahan 1. Kenapa satu industri meempunyai tingkat piutang dan persediaan yang lebih tinggi? Beberapa kemungkinan jawabannya adalah: 1.000 Utang wesel ` Persediaan Kas Saham biasa Piutang2.000 C.000 Saham biasa 1.500 Laba yang ditahan 1.000 1.Piutang Persediaan 2.000 1. Karakteristik produk dan proses produksi Faktor kompetisi Faktor musiman . Sebagai contoh Perusahaan RETAIL cenderung mempunyai tingkat piutang dan persediaan yang lebih besar dibangdingkan dengan perusahaan manufaktur. 2.500 2.500 500 Piutang2.

000 Dalam bagan diatas. Tambahan biaya berasal dari jangka waktu kredit.000. Analisis kuantitatif kebijakan kredit Tambahan investasi pada piutang = 0.000.000. Penggunaan kredit diperkirakan akan meningkatkan penjualan sebesar Rp 20. Tentunya kebijakan piutang akan menciptakan trade off antar keuntungan dan biaya(resiko).000. Maka bagan berikut menunjukkan analisis untuk melihat apakah pemberian kredit tersebut pantas untuk dilakukan.000.2 x Rp 15. margin kontribusi dihitung sebagai berikut = Rp3.000. Faktor internal lain juga mempengaruhi piutang.000 . KEBIJAKAN PIUTANG Kebijakan kredit merupakan kebijakan internal yang bisa dikendalikan oleh manajer keuangan.000 = Rp5. Sebagai contoh. 1. Penjualan saat ini adalah Rp 100. Kebijakan pemberian kredit merupakan trade-off antara tambahan keuntungan penjualan dan tambhan biaya. Rata-rata pengumpulan piutang adalah 2 bulan.000 Keuntungan yng disyaratkan = 0. faktor internal juga akan menentukan besar kecilnya persediaan piutang.sedangkan biaya variabel adalah Rp750. Tingkat keuntungan yang disyaratkan adalah 20% sebelum Pajak.000 Tambahan Keuntungan = 0.000.000.25 x Rp20. Perusahaan mempertimbangkan pemberian kredit untuk meningkatkan penjualan..000.000 II. dan kualitas langganan yang akan terlihat dari piutang yang tidak dibayar. manajer keuangan mempunyai pilihan apakah akan melaksanakan kebijakan kredit yang longgar (meningkatkan piutang) atau ketat (meminimumkan piutang).000. Tambahan Biaya Tambahan piutang = Rp120. Analisis Kuantitatif manfaat dan biaya Misalkan PT ONE saat ini menjual dengan tunai. sebagai contoh.000.000/6 = Rp 20. perusahaan cukup sukses mengelola promosi sehingga penjualan akan meningkat.000. potongan kas yang ditawarkan.000. Tambahan Keuntungan : Tambahan Penjualan = Rp20.. Harga produk adalah Rp.• Faktor Internal Disamping faktor eksternal..000 ((harga – biaya variabel )/harga) x 100 % = 25 2. maka piutang akan meningkat D.000.000.75 x Rp 20.1. I. = Rp 15.

Capacity Meneliti kemampuan pemohon kredit dalam memperoleh penjualan ataupun pendapatan yang dapat diukur dari penjualan yang dicapai pada masa lalu dan juga keahlian yang dimiliki dalam bidang usahanya. e. cara-cara hidup dan status sosial dari pemohon kredit. b. Pengalaman Perusahaan 5. PENGENDALIAN PIUTANG Monitoring piutang dagang bisa dilakukan dengan mengawasi periode pengumpulan piutang. manajer keuangan dapat melakukan seperti cara-cara yang umumnya dilakukan oleh bank ataupun perusahaan lain yaitu 5C dari calon pelanggan antara lain: a.Informasi diperoleh dari: 1. Character Meneliti dan memperhatikan sifat-sifat pribadi. c. Hal ini penting karena berkaitan dengan kemauan para pelanggan untuk membayar.Laporan Keuangan 2. Informasi Lainnya Setelah informasi dikumpulkan. Collateral Mengukur besarnya aktiva perusahaan yang dijadikan sebagai agunan atau jaminan atas kredit yang diberikan. Bank 3. juga perbandingan hutang dan modal. Ada beberapa cara untuk mengawasi piutang: . Capital Mengukur posisi keuangan perusahaan secara umum dengan memperhatikan modal yang dimiliki perusahaan. Condition Memperhatikan pengaruh langsung dari keadaan ekonomi pada umumnya terhadap perusahaan yang bersangkutan terhadap kemampuan untuk memenuhi kewajibannya. d. Asosiasi Perdagangan 4. E.

Manajer keuangan bisa menghitung rata-rata pengumpulan piutang dengan menggunakan informasi Laporan Keuangan. Rata.1.rata periode pemgumpulan piutang adalah periode dari penjualan kredit terjadi sampai penjualan tersebut dibayarkan.rata pengumpulan piutang ( Days Sales Outstanding/DSO) Rata. PT A PT B Nilai % Nilai % 0 -10 1.400 70% 800 40% 11-30 600 30% 500 25% 31-45 0 0 300 15% 45-60 0 0 200 10% >60 0 0 200 10% Total 2.000 100% 2000 100% PT A dapat mengelola piutangnya lebih baik karena 70% pelanggan membayar < 10 hari Umur Piutang sisanya 30 hari. . Aging Schedule ( Skedul Umur ) Yaitu mengelompokkan piutang sesuai dengan umurnya. pertama menghitung penjualan harian rata-rata sebagai berikut : Penjualan Harian Rata-rata = Kemudian periode pengumpulan piutang dihitung sebagai berikut. Asumsi 10% pelanggan membayar pada bulan penjualan. 3. Penjualan kredit terjadi Pelunasan kredit Periode pengumpulan ingin melihat seberapa lama piutang dagang terbayar. Rata-rata periode pengumpulan piutang = 2. Payment Pattern Approach ( pendekatan Pola pembayaran ) Contoh : PT ABC mulai beroperasi tahun 1997 tabel berikut memperlihatkan penjualan kredit dan piutang pada 1997. Perhitungan tersebut dilakukan dengan.

.30% membayar 1 bulan sesudahnya. MANFAAT 1. BIAYA. 40% membayar 2 bulan sesudahnya dan 20% 3 bulan sesudahnya. PERSEDIAN : PENGERTIAN. Persediaan menjadi sangat penting karena persedian berhubungan dengan pembentukan keunggulan kompetitif jangka panjang. Berapakah DSO pada bulan Maret? Bulan Januari Februari Maret Ket: Penjualan Kredit 60 60 60 Piutang 54 90 102 Per tiga bulan ADS 2 DSO 51 Januari = 10% membayar pada januari shg piutang 90% x 60 = 54 Februari = 30% panjualan januari dilunasi + 10% penjualan Februari = ( 54 – ( 30% x 60 )) + ( 90% x 60 ) = 90 Maret = ( 36 – ( 40% x 60 )) + ( 54 – 30% x 60)) + ( 90% x 60) = 102 ADS =(60 + 60 + 60) / 90 = 2 DSO = 102/2 = 51 BAB II MANAJEMEN PERSEDIAAN A. barang dalam proses dan barang jadi. Pengertian Persediaan merupakan simpanan material yang berupa bahan mentah.

Model ini dapat dipergunakan baik untuk persediaan yang dibeli maupun yang dibuat sendiri. Menghilangkan/mengurangi resiko kenaikan harga 4. Tenggang waktu Lembur 8. Komitmen terhadap pelanggan. Mengantisipasi permintaan yang dapat diramalkan. 2. menyediakan produk ketika diminta pelanggan. 4. Mendapatkan keuntungan dari quantity discount 7. 3. 2. Harris sejak tahun 1914. Artinya : Kualitas 5. B. biaya asuransi untuk pengiriman. Manfaat persediaan 1. Diperkenalkan oleh FW. Contoh : biaya uji coba produksi • • Biaya Penyimpanan / Carrying Cost : biaya untuk menyimpan persediaan. Contoh : penjualan yang hilang (baik saat ini maupun dimasa yad) 3. . Menghilangkan/mengurangi risiko keterlambatan pengiriman bahan 2.Hal-hal yang sangat dipengaruhi oleh tingkat persediaan : 1. Kemampuan merespon pelanggan Harga 7. biaya pembongkaran fasilitas sehingga dapat digunakan untuk memproduksi produk atau komponen tertentu. keusangan dan biaya ruang penyimpanan. pajak persediaan. Menyesuaikan dengan jadwal produksi 3. MODEL ECONOMIC QUANTITY ( EOQ) Economic Order Quantity (EOQ) atau Economic Lot Size (ELS) merupakan suatu metode manajemen persediaan paling terkenal dan paling tua. Profitabilitas keseluruhan Perusahaan dengan tingkat persediaan lebih tinggi dari perusahaan lain  memiliki kecendrungan untuk berada dalam kompetitif yang lebih rendah (persediaan tinggi  biaya persediaan tinggi  biaya tinggi  mempengaruhi laba). Menjaga persediaan bahan yang dihasilkan secara musiman 5. Kapasitas berlebih Rekayasa Produk 6. Contoh : Biaya Habisnya Persediaan / Stockout Cost : Biaya yang terjadi karena tidak dapat Biaya asuransi. • • Biaya yang berkaitan dengan persediaan : Biaya Pemesanan / Ordering Cost : biaya untuk menempatkan dan menerima pesanan. Biaya Persiapan atau penyetelan / Setup Cost : biaya untuk menyiapkan peralatan dan Contoh : Biaya pemrosesan pesanan . 6.

5. Dalam gambar berikut ini dapat dilihat tingkat pemesanan optimal terjadi pada saat biaya penyimpanan sama dengan biaya pemesanan. Tidak terdapat quantity discount. diperlukan pemenuhan terhadap asumsi-asumsi sebagai berikut : 1. Biaya Tahunan Biaya Minimum TC=biaya total Biaya Pengelolaan iCQ/2 Biaya pemesanan SxD/Q EOQ Agar model ini dapat dipergunakan. Permintaan terhadap bahan/barang independen 2. 3. Model ini mampu untuk menjawab pertanyaan tentang kapan pemesanan/pembelian harus dilakukan dan berapa banyak jumlah yang harus dipesan agar biaya total (penjumlahan antara biaya pemesanan dengan biaya penyimpanan) menjadi minimum. Harga per unit konstan sepanjang periode analisis. 4. Tingkat persediaan diketahui dan bersifat konstan. . Lead time diketahui dan bersifat konstan.dan banyak digunakan sampai saat ini karena penggunaannya relatif mudah.

atau ditulis : . secara matematis ditulis : D F = --Q KALI PER TAHUN Jangka waktu antar setiap pesanan adalah jumlah hari kerja dalam satu tahun dibagi dengan frekuensi pemesanan. Biaya pemesanan per pesanan konstan. Besarnya biaya persediaan total dihitung dengan persamaan sebagai berikut : D TC = Q sebagai berikut : Q S + 2 H Sedangkan untuk menentukan jumlah pembelian yang paling ekonomis digunakan formulasi 2 DS Q = EOQ = H Keterangan : D = kebutuhan per tahun S = biaya pemesanan untuk setiap pesanan H = biaya penyimpanan per tahun per unit Q = jumlah pesanan setiap pemesanan TC = total biaya Frekuensi pemesanan adalah jumlah permintaan per tahun dibagi dengan jumlah pemesanan yang paling ekonomis. 9. 8. 7. Barang yang dipesan/disimpan hanya satu jenis. Biaya penyimpanan per unit konstan.6. Tidak ada pesanan yang ditunda.

sebab terlalu ketat pengendalian terhadap jenis ini bisa jadi biaya pengendalian menjadi lebih tinggi dari nilai persediaannya. dengan perkataan lain nilai di sini adalah nilai investasi (volume rupiah tahunan).Jumlah hari kerja per tahun T= Frekuensi pemesanan C.Klasifikasi didasarkan kepada nilai persediaan. maka pengendalian akan dilakukan lebih intensif kepada item tertentu yang merupakan item yang terpenting dari seluruh item yang ada dibandingkan dengan item lainnya. Dickie pada tahun 1950 an. komponen. Nilai dalam klasifikasi ABC adalah volume bahan yang dibutuhkan selama suatu periode dikalikan dengan harganya. Dalam kondisi seperti ini manajemen harus memberikan prioritas pengendalian yang ketat kepada jenis persediaan yang nilainya tinggi. Item yang memiliki nilai investasi yang lebih tinggi dari item lain dianggap item yang lebih penting. maka persediaan tersebut harus diklasifikasikan terlebih dahulu. Dengan diketahuinya klasifikasi ini. Kelompok ini harus mendapat perhatian yang serius karena berdampak biaya tinggi dalam persediaan. . maupun barang jadi. sehingga akan mendapat perhatian yang lebih serius dalam pengendaliannya. Konsep ini diperkenalkan HF. sedangkan terhadap persediaan yang nilainya rendah pengendalian dapat dilakukan dengan agak longgar. Agar pengendalian efisien. baik itu bahan baku. Item persediaan yang termasuk klasifikasi A adalah item yang memiliki jumlah fisik yang relatif sedikit (sekitar 20 persen) akan tetapi memiliki nilai rupiah tahunan yang tinggi (mencapai sekitar 70 persen) dari seluruh investasi persediaan. MODEL ABC Seringkali suatu organisasi/perusahaan dihadapkan kepada masalah penyimpanan dan pemeliharaan persediaan yang berbeda-beda. Klasifikasi biasanya dibagi menjadi tiga. yang biasa disebut klasifikasi ABC.

001 12. Contoh : Item volume (unit) G-103 1. Terhadap kelompok persediaan ini pengendalian dilakukan secara moderat.200 850 504 150 38.350 15.550 G-524 350 G-702 1.3% 6.000 77.50 .4% . Klasifikasi C.000 G-204 500 $ 90. yaitu akan menyebabkan timbulnya biaya kekurangan persediaan. akan tetapi sangat tergantung kepada kebijakan perusahaan.8% 33. dan pemeriksaan hanya perlu dilakukan sekali-kali. Dengan demikian maka biaya total persediaan merupakan penjumlahan dari .2% 11.00 42.60 8. Dalam kondisi tertentu mungkin permintaan pelanggan tidak dipenuhi sekaligus.502 1.5% .00 17.000 G-592 1.00 154. adalah barang-barang yang secara fisik mencapai sekitar 50 persen item dan sekitar 10 persen nilai investasi tahunan.000 G-693 G-507 G-345 600 100 250 G-906 2.86 12. Terhadap kelompok persediaan ini hanya diperlukan teknik pengendalian yang sederhana.Klasifikasi B.2% . adalah kelompok persediaan yang memiliki volume fisik sekitar 30 persen item dan sekitar 20 persen dari nilai investai tahunan.50 14. Nilai-nilai persentasi di atas bukan merupakan nilai yang mutlak.60 Harga/unit volume Persentase Kelas (nilai uang) (nilai uang) $ 90. atau ada pesanan yang pemenuhannya ditunda yang disebabkan tidak tersedianya persediaan (stock out).200 D.4% 5.4% 3. dan begitu juga klasifikasinya tidak mutlak harus tiga klasifikasi.500 8.1% A A B B B C C C C C G-109 1.17 . Model dengan Pemesanan Tertunda (Back order).7% .42 .000 26. Hal ini sudah barang tentu akan berakibat terhadap besarnya biaya.

Biaya persediaan total per tahun (TC).biaya pemesanan + biaya penyimpanan + biaya kekurangan persediaan. Kondisi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Q k K-k K t Keterangan : Q = tingkat persediaan K = jumlah setiap pesanan k = on hand inventory K-k = back order.+ S --.+ B ---------2Q Q 2Q H + B 2 DS EOQ = B H B 2 DS . yaitu jumlah pesanan yang belum bisa dipenuhi. kuantitas paling ekonomis (EOQ). dan surplus persediaan (I) dihitung dengan formulasi : I2 D (Q – I)2 TC = H ----.

Biaya pemesana per pesanan tetap (Ordering/setup cost per order is fixed) 7. Harga per unit tergantung kepada kuantitas (Unit cost depent on quantity) 5. Jadi harga per unit ditentukan semakin murah dengan semakin banyaknya jumlah yang dibeli. Permintaan Bebas (Independent Demand) 2. Asumsi dalam Quantity Discount Model 1.S + ----. Biaya penyimpanan proporgsional dengan rata-rata tingkat persediaan (Carrying cost depends linearly on the average level of inventory) 6.+ PD .I = H H + B Model Quantity Discount Dalam rangka meningkatkan volume penjualan seringkali perusahaan (supplier) memberikan harga yang lebih rendah kepada pelanggan yang membeli dalam jumlah yang lebih besar. tapi di lain pihak biaya penyimpanan akan semakin meningkat. Lead time tetap dan diketahui (Lead time is constant and know) 4. Tingkat permintaan konstan (Demand rate is constant). dimana semakin banyak jumlah yang dibeli maka biaya pembelian per unit akan semakin menurun. Hanya satu item yang dikendalikan (The item is a single product) Dalam rangka mencari biaya terendah dengan menggunakan model ini dimasukan biaya pembelian untuk mencari biaya total. secara matematis ditulis : D QH TC = --. 3. Dalam model potongan harga ini kita harus mempertimbangkan trade off antara biaya pembelian dengan biaya penyimpanan.

Yogyakarta. artinya jumlah yang akan dibeli mencapau jumlah yang dipersyaratkan dalam potongan harga. Manajemen Keuangan I. Jika tidak lanjutkan ke tahap 2. Hitung EOQ pada harga terendah kedua. 1998 Lukas Setia Atmaja.2004 Arifin. 2002 Hanafi. Hitung nilai EOQ untuk potongan harga tertinggi (harga terendah). Edisi Revisi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar-UMB Yuhasril. Manajemen Keuangan. Apabila jumlah ini fisibel. Universitas Mercu Buana Jakarta. Manajemen Keuangan. Yogyakarta. ulangi langkah-langkah di atas sampai diperoleh EOQ fisibel atau perhitungan tidak bisa dilanjutkan. maka jumlah tersebut merupakan jumlah pembelian/pesanan yang optimal. 2008 . Hitung biaya total untuk kuantitas pada harga terendah tersebut. Agus Zainul. Jika jumlah ini fisibel hitung biaya totalnya. 3. 4. maka untuk menentukan jumlah pemesanan yang akan meminimaliasi biaya persediaan total tahunan. Gunadarma. Mahmud M. Kuantitas optimal adalah kuantitas yang memiliki biaya terendah. Edisi Pertama. Jika langkah ketiga masih tidak fisibel. DAFTAR PUSTAKA Miswanto & Eko Widodo. Manajemen Keuangan. 2. BPFE. perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1.Q 2 Kalau terdapat beberapa potongan harga. dan bandingkan dengan biaya total pada kuantitas sebelumnya (langkah 2). Modul Mata Kuliah Seminar Manajemen Keuangan. Penerbit Andi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->