Panduan Penyelenggaraan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) ke-2 ini disusun oleh Tim CTPS Departemen

Kesehatan RI yang terdiri dari unsur lintas program terkait bersama Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun, berdasarkan panduan dari Global Public-Private Partnership, untuk dapat dipergunakan oleh semua pelaku CTPS untuk menyukseskan peringatan HCTPS ke-2 tahun 2009 di Indonesia.

1 • PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS)

Depkes. Dengan merebaknya virus H1N1 pada pertengahan tahun ini di Indonesia. dan perlu menjadi fokus penyampaian pesan CTPS. Banyak pihak telah memperkenalkan perilaku ini sebagai intervensi kesehatan yang mudah. Demikian pula perilaku CTPS yang tidak benar masih tinggi ditemukan pada anak usia 10 ke bawah. Dengan semakin banyaknya anak yang melakukan CTPS. Berbagai survei di lapangan menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut di atas.Pengertian Umum Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti diare. 2007 PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS ) • 2 . akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium untuk menurunkan 2/3 kasus kematian anak pada tahun 2015 yang akan datang. bahkan disarankan untuk mencegah penularan virus H1N1. dan praktiknya pun masih belum banyak dite-rapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1 Riset Kesehatan Dasar. Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa ISPA dan diare masih ditemukan dengan persentase tertinggi pada anak usia di bawah lima tahun yaitu 43% dan 16% . Masyarakat maupun tenaga professional melakukan aktifitas disekitar peternakan atau di wilayah perbatasan laut. konsekuensinya terhadap kesehatan belum sepenuhnya dipahami masyarakat secara luas. Karena anak pada usia-usia tersebut sangat aktif dan rentan terhadap penyakit. maka dibutuhkan peningkatan kesadaran mereka (atau pengasuhnya) akan pentingnya CTPS ini diterapkan dalam kehiduopan sehari-hari. setelah diintervensi dengan CTPS. sederhana dan dapat dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. darat dan udara merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi untuk terjangkit H1N1 yang dibawa oleh pendatang. maka penting untuk menyampaikan pesan CTPS sebagai upaya untuk mencegah penyebaran lebih luas. ISPA dan Flu Burung. Namun demikian.

Kenya. Kegiatan ini akan menjadi kegiatan tahunan dan melibatkan banyak negara. Senegal. India. Bangladesh. Ghana dan Etiopia di Afrika. Indonesia. Seiring dengan merebaknya penyebaran virus H1N1 yang mulai menjangkau Indonesia pertengahan tahun 2009 ini.Untuk itu peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) yang kedua tahun 2009 mengusung tema yang mengedepankan pentingnya melibatkan anak-anak pada kelompok usia tersebut di atas. Kolombia. Vietnam. maka peningkatan kesadaran akan CTPS juga ditujukan kepada mereka yang berisiko tinggi untuk terjangkit yaitu mereka yang berpeluang terpapar seperti anak-anak di sekolah berasrama misalnya pesantren yang memudahkan penyebaran penyakit seperti virus H1N1. dan petugas di perbatasan seperti bandara. Mali. dan Filipina di Asia. Pakistan. Juga termasuk mereka di pasar. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang kedua kali dan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari tujuh puluh negara di dunia yang akan melakukan cuci tangan pakai sabun secara serentak pada tanggal 15 Oktober mendatang. dan Mexico di Amerika Latin. Peru. dan pos perbatasan darat. Nikaragua. Benin. Afrika Selatan. serta negara lain seperti Amerika Serikat dan Inggris. Mesir. Negara-negara tersebut antara lain adalah: China. pelabuhan. Madagaskar. 3 • PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS) . Uganda.

Melanjutkan kerjasama kemitraan antara pemerintah dan swasta untuk meningkatkan praktik CTPS masyarakat dan melaksanakan HCTPS setiap tahunnya. “Cuci Tangan Pakai Sabun. komunitas sekolah. Cegah Pandemi Influenza” 3. 3. Menjadikan CTPS sebagai kegiatan yang mendapatkan prioritas di kalangan pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan. Meningkatkan pemaparan anak didik di sekolah dan masyarakat terhadap pesan-pesan CTPS Tema Tema Umum Global : Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah Tema Pilihan: 1. sekolah dan masyarakat luas. “Cuci Tangan Pakai Sabun. Tantangan HCTPS Tahun 2009 Mengubah CTPS dari sebuah ide yang abstrak menjadi kebiasaan yang dipraktikkan di rumah. “Cuci Tangan Pakai Sabun. Meningkatkan dukungan secara global sekaligus dukungan lokal untuk penerapan CTPS dalam tatanan kehidupan masyarakat sehari-hari. Tujuan Jangka Pendek 2009 1. lingkungan. Simbolisme HCTPS Tahun 2009 Bersatunya seluruh komponen masyarakat mulai dari keluarga inti.Tujuan HCTPS tahun 2009 Tujuan Jangka Panjang 1. Menggalang komitmen dari berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan peningkatan praktik cuci tangan pakai sabun. Perilaku kecil yang Berdampak Besar” Catatan: Tema pilihan dapat berkembang sesuai dengan kondisi lokal masyarakat setempat. 2. PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS ) • 4 . 2. 3. peternakan dan masyarakat luas dalam memerangi berbagai penyakit menular melalui perilaku sehat melalui CTPS. Menginspirasi tumbuhnya komitmen berbagai pihak terhadap program CTPS. pasar. Kebiasaan yang Menyenangkan dan Menyelamatkan” 2.

Untuk kepentingan kompilasi data nasional HCTPS.id. maka diharapkan agenda dan informasi tentang kegiatan yang dilakukan di tingkat daerah dapat disampaikan kepada Ketua Tim CTPS Direktorat Penyehatan Lingkungan. • Bekerjasama dengan para mitra tersebut untuk menentukan kegiatan/tantangan khusus .org 5 • PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS) . atau kepada Koordinator Kemitraan PemerintahSwasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun pada email: irafiqah@worldbank.com copy ke zinamp@cbn. Di tingkat nasional. Pemerintah Daerah propinsi dan kota/kabupaten diharapkan melakukan hal yang sama seperti disebutkan pada poin di atas di daerah masing-masing. Departemen Kesehatan RI bersama Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun untuk : • Mengidentifikasi pemangku kepentingan utama dari organisasi terkait kesehatan anak dan program CTPS. baik dari pemerintah maupun swasta yang menunjukan minat untuk bergabung dalam HCTPS. tenaga kesehatan • Pembuat kebijakan • Media/ wartawan Sekunder • Umum/publik • Kelompok Komunitas • Kelompok perempuan • Kalangan bisnis • Tokoh Agama • Akademia • Selebritis • Perusahaan Swasta Partisipasi Pemerintah dan Pemerintah Daerah Untuk HCTPS 2009 Setiap daerah dapat memilih mitra yang akan diajak bekerjasama dalam menyukseskan HCTPS ini. Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dengan ibu Siti Nur Ayu email: noerayu@yahoo.Kelompok Sasaran (Target Audience) Primer • Anak sekolah • Guru dan komunitas sekolah • Petugas di bandara.net. sesuai dengan kebijakan wilayahnya. kelompok sasaran yang dituju serta lokasi untuk ditunjukkan pada HCTPS 2009. • Membagi informasi dengan pengelola HCTPS pada tingkat global mengenai HCTPS yang dilakukan di Indonesia. pelabu han dan pos perbatasan. • Mengundang para pemangku kepentingan untuk memperkenalkan HCTPS dan membangun kesepakatan kerjasama dalam mendukung HCTPS.

maupun dengan KKP. serta petugas kesehatan di bandara.Lokasi Pelaksanaan HCTPS 2009 Pelaksanaan kegiatan di tingkat daerah dapat dilakukan di tempat-tempat umum terbuka yang dapat dengan mudah dijangkau masyarakat terutama anak sekolah. serta petugas dan area pelaksanaan kegiatan yang akan diikutsertakan. yang salah satu pencegahannya dilakukan dengan membiasakan CTPS. atau di bandara/ pelabuhan. guru. Event Hari-H HCTPS. PAMSIMAS. Kelompok Kerja Air Minum & Penyehatan Lingkungan Pemukiman (AMPL) maupun organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat. ustad dan kyai. dan organisasi orang tua murid. orang tua murid. lapangan di sekitar lingkungan sekolah. alun-alun. Pemerintah daerah disarankan untuk bekerjasama dengan program-program terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) seperti WSSLIC . PLAN Indonesia. WES-Unicef. pasar. Tim Teknis Pembangunan Sanitasi. para pakar pendidikan. serta sponsor lainnya Adapun pilihan kegiatan meliputi namun tidak terbatas pada: 1. lapangan kabupaten/ kota. MercyCop. 6 PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS ) • . jika memungkinkan. dekat peternakan. rumah sakit. bumi perkemahan. Hal ini sebaiknya telah dikomunikasikan dengan baik sebelumnya dengan pihak sekolah melalui bantuan Dinas Pendidikan setempat. Hal ini ditujukan pada semakin maraknya penyebaran Flu baru H1N1. 15 Oktober 2009). pelabuhan dan pos perbatasan darat. halaman pesantren/ mesjid raya. merupakan contoh tempat yang dapat dijadikan lokasi peluncuran HCTPS. Saran utama penyelenggaraan kegiatan agar mengambil lokasi di sekolah. Karena pelaksanaan HCTPS jatuh pada hari sekolah (Kamis. Setiap daerah peserta HCTPS diberi wewenang untuk menentukan sendiri jumlah sekolah atau anak sekolah. ESP. Event utama penyelenggaraan HCTPS dilakukan secara serentak pada tanggal 15 Oktober 2009. Pada daerah-daerah seperti di ataslah pintu-pintu penyebaran penyakit sering ditemukan. Pilihan Kegiatan yang dapat dilakukan Di Indonesia. diharapkan pelaksanaan dapat melibatkan sebanyak mungkin komunitas sekolah seperti anak didik. ASP. CWSH. pelaksanaan HCTPS dapat dilakukan di seluruh wilayah tanah air.

memudahkan pelaksanaan pengkoordinasian dan kesinambungan pada tahun berikutnya. lomba puisi tentang CTPS. Seminar sehari/ setengah hari mengenai CTPS. bintang film/sinetron. 5. selebriti. dan sebagainya. atau berupa kunjungan ke sekolah yang memiliki keunggulan dari segi infrastruktur dan praktik CTPS yang bernilai untuk diberitakan oleh media. 4. dengan fokus pada sekolah. Membentuk Panitia Tahunan HCTPS. Kegiatan yang menargetkan media. Bisa selebriti. atlet. dilengkapi dengan diskusi me-ngenai contoh-contoh kasus yang baik dan kasus yang buruk. lomba menulis surat yang menginspirasi kepatuhan untuk praktik CTPS. pejabat peme-rintah.2. beraneka jenis kegiatan yang digemari anak-anak seperti lomba lagu jingle CTPS. Pertandingan berbasis sekolah. dengan menunjuk seseorang yang dikenal baik oleh masyarakat dan dapat menjadi idola anak untuk ditiru dalam membiasakan praktik CTPS. 6. 3. Penetapan Duta Cuci Tangan. dengan menghadirkan pembicara yang dikenal baik masyarakat setempat. tokoh politik. 7 • PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS) .

Gunakan data khas lokal. membuat pertanyaan pada sampul sabun yang dapat dijawab dan dikirm untuk memenangkan hadiah dari Panitia. fokus pada sarana CTPS di sekolah dan foto anak yang sedang melakukan CTPS 10. untuk mendukung HCTPS. 2. Tetapkan tujuan advokasi yang ingin dicapai. apa yang ingin kita ubah? Banyak orang telah mencuci tangan. Kampanye melalui radio. debat anak sekolah di radio. Lomba Foto. namun masih sedikit yang pakai sabun. Lomba merancang sarana CTPS. kategori seni untuk anak sekolah jurusan seni budaya. tingkat ekonomi. dapat melibatkan perusahaan sabun. kepercayaan. kategori insinyur. 8. wawancara selebriti di radio. 9. dapat dibuat berbagai kategori misalnya kategori anak sekolah dari STM. Langkah Khusus Merencanakan Advokasi 1. Pembuatan perangko khusus HCTPS 2009 12.7. dan perusahaan lain yang memiliki komitmen pada kesehatan anak. Analisa. Libatkan Pihak Swasta. 11. rumah sakit. 3. Bekerjasama dengan perusahaan sabun. apa yang telah kita ketahui dan pegetahuan apa yang dapat kita pakai? Pahami kondisi masyarakat seperti budaya. atau wawancara guru dan pemerintah setempat. dan kategori guru. penghargaan yang diberikan pada media di negara berkembang yang berjasa mengangkat masalah higiene dan sanitasi sebagai hal yang patut dibicarakan pada media mereka. Partisipasi pada Penganugerahan WASH Media Award. Identifikasi permasalahan. dan cari tahu bagaimana membuatnya dapat dicapai PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS ) • 8 . rumah makan. serta masalah khusus yang mereka hadapi. Hadiah sebaiknya terkait dengan upaya membiasakan praktik CTPS bagi anak sekolah. 13. restoran. hotel.

Mencuci tangan pakai sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kematian jutaan anak-anak setiap tahunnya. dan sebisa mungkin. Waktu-waktu kritis CTPS yang paling penting adalah setelah ke jamban dan sebelum menyentuh makanan (mempersiapkan/ memasak/ menyajikan dan makan). Jika mendekati dunia usaha. Temukan faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan Anda. Monitoring dan Evaluasi. pilih yang paling dapat memberikan dampak pada kelompok sasaran Anda. Infomasikan kepada mitra Anda dan sampaikan penghargaan pada panitia peren- canaan. dekati berbagai pemangku kepentingan. 5 Fakta tentang Cuci Tangan Pakai Sabun 1. dampak. 7. sehingga mitra Anda dapat melanjutkan kemitraan dengan Anda. dari serangkaian materi komunikasi yang Anda bisa dapatkan. siapa saja yang harus dan dapat dipengaruhi? 5. Logo Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS ) • 9 . Bagaimana mengukur dampak kegiatan kita? Perlu menetapkan indikator kesuksesan. Identifikasi kelompok sasaran. Kembangkan pesan. Buat pesan menjadi kalimat yang sederhana dan mudah diingat.4. 5. output. 3. 6. 4. Untuk meningkatkan CTPS memerlukan pendekatan pemasaran sosial yang berfokus pada pelaku CTPS dan motivasi masing-masing yang menyadarkannya untuk mempraktikkan perilaku CTPS. 2. Identifikasi siapa yang dapat diajak bermitra. pastikan anda mengerti strategi Corporate Social Responsibility yang mereka jalankan. Perilaku CTPS adalah intervensi kesehatan yang “cost-effective” . termasuk input. pilih pendekatan yang sesuai dan seleksi metode. Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup.

dengan menggosok jemari dengan sabun menghilangkan kuman yang tidak tampak minyak/ lemak/ kotoran di permukaan kulit. Perpaduan kebersihan. digosokgosok bagian telapak maupun punggungnya. Penggunaan sabun selain membantu singkatnya waktu cuci tangan. Tangan yang basah disabuni. 2) setelah membersihkan anak yang buang air besar (BAB). atau gayung. Anak-anak yang tumbuh di daerah miskin berisiko meninggal 10 kali lebih besar daripada mereka yang tinggal di daerah kaya. Mengapa tidak cukup hanya dengan menggunakan air saja? Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup.Pertanyaan Umum tentang Cuci Tangan Pakai Sabun 1. Air mengalir dari kran bukan keharusan. Bagaimana cara CTPS yang benar? Praktik CTPS yang benar memerlukan sabun dan sedikit air mengalir. Praktik CTPS juga dapat mencegah infeksi kulit. jerigen. Bilas dengan air mengalir PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS ) • 10 . yang penting air mengalir dari sebuah wadah bisa berupa botol. bau wangi dan perasaan segar merupakan hal positif yang diperoleh setelah menggunakan sabun 3. ember tinggi. Apa saja keuntungan perilaku CTPS? Diare dan ISPA dilaporkan telah membunuh 4 juta anak setiap tahun di negara-negara berkembang. gentong. dan orang dengan HIV/AIDS 2. mata. 3) sebelum menyiapkan makanan. terutama di bawah kuku minimal 20 detik. kaleng. 4) sebelum makan. dan sekitar seperempat kasus ISPA. Praktik CTPS setelah ke jamban atau menceboki anak. 5) setelah memegang/menyentuh hewan 4. Kapan waktu terpenting seseorang harus melakukan CTPS? Di Indonesia diperkenalkan 5 waktu penting: 1) setelah ke jamban. dan sebelum menjamah makanan dapat menurunkan hampir separuh kasus diare. Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit. dan praktik CTPS dapat mencegah 1 juta kematian tersebut di atas. serta meninggalkan bau wangi.

Mencuci pakaian. 10. 5. 14% sebelum makan. Cara termudah untuk mencari waktu 20 detik adalah mencari lagu favorit anak yang dapat dinyanyikan dalam 20 detik. 7. namun survey perilaku CTPS di Indonesia terhadap 5 waktu penting CTPS menunjukkan hasil yang sangat rendah yaitu: 12% setelah ke jamban. Masalahnya tidak semua menggunakan sabun tersebut untuk mencuci tangan. 8. apakah mereka otomatis mempraktikkannya? Tidak. Apakah masalah kurangnya praktik CTPS hanya dihadapi di negaranegara berkembang? Tidak. Apakah sabun anti bakteri lebih baik dalam memutuskan rantai penyebaran penyakit daripada sabun biasa? Dengan penggunaan yang tepat. Bagaimana Anda mengubah kebiasaan orang lain? Para praktisi di bidang hygiene. 7% sebelum memberi makan anak. mandi dan mencuci peralatan makan merupakan prioritas utama penggunaan sabun rumah tangga. sebuah penelitian di Karachi. dan hanya 6% sebelum menyiapkan makan. 9. telah banyak mempelajari hal yang berfungsi baik dan tidak 11 • PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS) . Kenyataan yang menunjukkan bahwa pengenalan pentingnya CTPS di Indonesia telah dimulai sejak tahun 80an. Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki akses terhadap sabun? Ketiadaan sabun bukan suatu penghalang praktik CTPS di rumah.dan keringkan dengan kain bersih atau kibas-kibaskan di udara. Jika sesorang telah paham pentingnya CTPS. 9% setelah menceboki anak. 6. 50% lebih sedikit terkena diare atau penumonia daripada mereka yang tidak mendapatkan pemahaman CTPS. Misalnya lagu “Topi Saya Bundar” dinyanyikan 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan sabun telah dapat dijangkau oleh lebih dari 90% rumah tangga di Indonesia. semua jenis sabun efektif dalam membunuh kuman penyebab diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas. Dapatkah CTPS diterapkan untuk membuat perubahan pada daerah kumuh terkontaminasi? Ya. Pakistan. air dan sanitasi. Penyampaian pesan harus dilakukan berulang kali agar pemahaman dapat sejalan dengan praktik perilaku tersebut. menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di daerah kumuh terkon- taminasi. Negara-negara majupun yang ketersediaan sabun dan air mengalir bukan suatu masalah. yang mendapatkan pemahaman pentingnya CTPS. orang tetap saja sering lupa mempraktikkan CTPS ini.

Bappenas. USAID. kelompok sasaran utama KPS-CTPS adalah para ibu yang memiliki balita. dan Reckitt Benckiser. Yang berfungsi baik adalah pendekatan social marketing. Apakah itu Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (KPS-CTPS)? KPS-CTPS adalah kemitraan dari berbagai pemangku kepentingan yang berkomitmen pada peningkatan praktik CTPS di Indonesia. Tujuan KPS-CTPS adalah untuk mempercepat proses penyampaian pesan CTPS ke seluruh wilayah tanah air dalam rangka mendukung pemerintah untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan anak balita karena diare. maupun kampanye dengan komunikasi satu arah untuk penyampaian pesan-pesan edukasi kesehatan. atau para pengasuh pengganti ibu seperti nenek. tante. Unilever. 12. Dikukuhkan pada tahun 2007. Siapakah yang menjadi kelompok sasaran utama perubahan perilaku CTPS? Di Indonesia. Seiring meningkatnya pemahaman akan pentingnya kemitraan maka pendukung program CTPS saat ini bervariasi termasuk perusahaan minyak. produsen makanan serta penyedia layanan TV Plasma. Syarat melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun: • Cuci kedua tangan • Pakai sabun • Dengan air mengalir / dituang • Dari sumber air yang aman • Tersedia sistem pembuangan air limbah (SPAL) PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS ) • 12 . solusi teknologi. Pendekatan baru ini menekankan pada kajian mendalam tentang ketertarikan. melalui mekanisme kemitraan. KPS-CTPS di Indonesia saat ini memiliki Core Group yang terdiri dari Departemen Kesehatan RI. dan penyakit menular langsung lainnya. Anak sekolah. bank. Yang tidak berfungsi baik adalah pelaksanaan sebatas top-down. pneumonia. 11. suami maupun ayah adalah kelompok sekunder yang tidak kalah pentingnya dalam keberhasilan penyampaian pesan CTPS.berfungsi baik dalam mengubah kebiasaan perilaku. WSP. Pendekatan ini juga menggunakan berbagai jenis media massa maupun komunikasi inter-personal untuk menjangkau kelompok sasarannya. dan motivasi berbagai pihak di masyarakat. baby sitter maupun pembantu. dan melibatkan masyarakat secara aktif. kebutuhan. Unicef.

dan sekitar kehidupan seharihari masyarakat. Telah banyak diketahui bahwa CTPS efektif untuk memutus rantai penyebaran penyakit seperti diare. sekolah. media. maka pada tahun 2009 ini diantisipasi jutaan anak akan kembali merayakan hari yang sama. <sisipkan ucapan dari tokoh Kesehatan setempat> Pelaksanaan HCTPS yang ke-2 pada tahun 2009 ini bertujuan untuk meningkatkan praktik CTPS di lingkungan sekolah. di seluruh dunia. Melanjutkan kesuksesan perayaan hari yang sama tahun lalu yang melibatkan 70 negara dan lebih dari 120 juta anak 13 • PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS) . ISPA. namun praktiknya dalam kegiatan sehari-hari masih sangat rendah. maka kewaspadaan perlu ditingkatkan pada anak dan masyarakat agar lebih menjaga kebersihan diri dan mempraktikkan upaya pemutusan penyebaran virus tersebut dengan CTPS. dan dapat diatur kembali sesuai pelaksanaan di daerah masing-masing. Siapa saja yang dapat membantu mempromosikan praktik CTPS? Setiap orang dapat membantu mempromosikan CTPS. Demikian pula para Format Siaran Pers Format ini hanya semata-mata panduan saja. Selain itu. Menyenangkan dan Menyelamatkan 15 Oktober 2009 <nama daerah> <tanggal> Tanggal 15 Oktober menandai perayaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) yang ke-2. Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun!”. Dengan slogan ”Ayo. Pengutipan data hasil survei atau studi pada siaran pers tersebut dapat dilakukan dengan merujuk pada referensi/pustaka yang tepat. Tangan Bersih.13. anak-anak dan mereka yang rentan terhadap penyebaran virus H1N1 ini merupakan penggerak utama perayaan HCTPS ke-2 tahun ini. pemimpin agama. Hanya 17% anak usia sekolah yang mencuci tangan pakai sabun dengan benar. Komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan dan menjalin kerjasama dengan legislatif. sedangkan anak usia tersebut rentan terhadap penyakit tersebut di atas. yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai cara yang efektif dan terjangkau untuk pencegah penyakit. lembaga swadaya masyarakat. kelompok masyarakat. dengan ditemukannya suspect virus H1N1 pertengahan tahun ini. Anak-anak mempelajari perilaku sehat ini di sekolah dan kembali ke rumah untuk mengajarkan pada keluarga dan lingkungannya. dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dalam kegiatan mempromosikan CTPS.

laut. dapat dilihat di www. irafiqah@worldbank. dan darat. dan penyakit menular langsung lainnya.globalhandwashing.id 2.net. hubungi: 1. MPHSc: Ketua Tim Cuci Tangan Pakai Sabun. Ida Rafiqah: Koordinator Kemitraan Pemerintah Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun. <dapat dilengkapi dengan foto kegiatan> Pendukung utama HCTPS ini adalah Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (KPS-CTPS. pesan-pesan CTPS akan mengingatkan mereka dan para penumpang untuk senantiasa menjaga kebersihan tangannya. Depkes RI. Di Indonesia. Dengan semakin banyaknya anak yang melakukan CTPS. pneumonia. KPS-CTPS adalah kemitraan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung upaya pemerintah menurunkan angka kematian dan kesakitan anak balita karena diare.com 3. Zaenal I. maka akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium yaitu menurunnya 2/3 kasus kematian anak secara global. MKes: Kepala Subdirektorat Penyehatan Air. SKM. <sisipkan komentar ahli/ pejabat/ selebriti terkait jika ada> Waktu-waktu penting Cuci Tangan Pakai Sabun: • Sebelum makan • Sebelum menyiapkan makan • Setelah dari jamban • Setelah mencebok anak • Setelah memegang hewan Untuk informasi lebih lanjut.petugas di perbatasan udara.org Ayo biasakan cuci tangan pakai sabun! PANDUAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS ) • 14 .org). noerayu@yahoo. Nampira. Siti Nur Ayu. Ditjen PP-PL Depkes RI. zinamp@cbn. Direktorat Penyehatan Lingkungan. <sisipkan contoh kegiatan yang dilaksanakan>. melalui mekanisme kemitraan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful