P. 1
BAB 1 Budaya Politik

BAB 1 Budaya Politik

|Views: 34|Likes:
Published by Verena Natasha

More info:

Published by: Verena Natasha on Jun 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2012

pdf

text

original

PENGERTIAN BUDAYA POLITIK : 1.

Samuel Beer, budaya politik adalah nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaiman pemerintahan seharusnya dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah. 2. Gabriel A. Almond dan Sidney Verba, budaya politik adalah suatu sikap orientasi yang khas dari warga negara terhadap sistem politik dengan aneka ragam bagiannya dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada dalam sistem itu. 3. Rusdi Sumintapura, budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan plitik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik. 4. Mochtar Masud dan Colin McAndrews, budaya politik adalah sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya. 5. Larry Diamond, budaya politik adalah keyakinan, sikap, nilai, ide-ide, sentimen, dan evaluasi suatu masyarakat tentang sistem politik negara mereka dan peran masing-masing individu dalam sistem itu. Menurut Almond dan Powell ada 2 orientasi Politik yaitu tingkat Masyarakat dan tingkat Individu : 1. Orientasi individu dalam system politik dapat dilihat dari 3 komponen : a. Orientasi kognitif berbagai keyakinan dan pengetahuan seseorang tentang : - system politik. - tokoh pemerintahan - kebijakan pemerintahan - Simbol-simbol yang dimiliki oleh system politik seperti : ibukota negara, lambang negara, kepala negara, batas negara, mata uang, dll. b. Orientasi Afektif menunjuk pada aspek perasaan atau ikatan emosional individu pada system politik. Seperti – perasaan khusus terhadap aspek system politik tertentu yang membuatnya menerima dan menolak system politik. Orientasi afektif ini dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan. c. Orientasi Evaluatif berkaitan dengan penilaian moral seseorang terhadap sistem politik, kinerja sistem politik, komitmen terhadap nilai dan pertimbangan politik. 2. Orienrtasi Tingkat masyarakat adalah pandangan dan sikap sesama warga negara yang meliputi rasa percaya dan permusuhan antar individu, kelompok maupau golongan. Sikap saling percaya menumbuhkan saling kerja sama sedang sikap permusuhan menimbuklkan konplik TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK (ciri-ciri) 1. Budaya Politik Parokial ( parochial Political Culture) :

petisi. dan demonstrasi. Budaya Politik Partisipan (participant Political culture) : Sebagai insan politik. . . agama dan budaya.( Identik dengan budaya politik partisipan).Orang secara pasif patuh pada pejabat pemerintahan dan undangundang. Membentuk organisasi politik atau menjadi anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dapat mengontrol maupun memberi input terhadap setiap kebijakan pemerintah.lingkupnya sempit dan kecil . dan menjadi anggota perwakilan rakyat. . 2. .- Cirinya : . Budaya Politik Subjek (subject Political Culture) : Cirinya : . kritikus politik. perhatian. protes. seperti unjuk rasa secara damai tidak anarkis atau merusak.Sangat memperhatikan dan tanggap terhadap keputusan politik. kebijakan system politik . tunduk pada hukumnya tapi tidak melibatkan diri dalam urusan politik dan pemerintahan (Identik dengan budaya politik subjek).Tidak melibatkan diri pada politik atau golput. Cirinya : . Menurt Muhtar Masoed dan Colin MacAndrews ada 3 model budaya politik : a.Rendah dalam input kesadaran sebagai actor politik belum tumbuh. menjadi pemilih aktif. petani dan buruh tani. b.masyarakatnya cenderung tidak menaruh minat terhadap objek politik yang luas.Dapat menilai dengan penuh kesadaran baik input maupun output bahkan posisi dirinya sendiri. Model Sistem politik otoriter rakyat sebagai subyek yang pasif.Kesadaran masyarakat bahwa dirinya dan orang lain anggota aktif dalam kehidupan politik. . antara lain : a. 3.masyarakatnya sederhana dan tradisional bahkan buta hurup. . b. atau output . . Bergabung dalam kelompok-kelompok kepentingan kontemporer.Pemimpin politik biasanya berperan ganda bidang ekonomi.Tidak menerima begitu saja terhadap keputusan. masyarakatnya tinggal di desa terpencil di mana kontak dengan system politik kecil. Model masyarakat demokratis industrial Yang terdiri dari aktivis politik. seperti berkampanye. kesadaran terhadap system politik.Melibatkan diri dalam system politik sangat berarti walaupaun hanya sekedar memberikan suara dalam pemilu.masyarakat mempunyai minat.Spesialisasi kecil belum berkembang. Aktif dalam proses pemilu. kegiatan-kegiatan politik yang dapat dilakukan sebagai wujud partisipasi politik. . c. .

Model masyarakat system demokratis pra –industrial masyarakat pedesaan. 3. (budaya politik Parokial). Menurut Max Weber. Wiraswasta Islam Clifford Geertz.c. 3. c. Promosi jabatan tidak melalui prosedur yang berlaku ( surat sakti). Kecendrungan Patronage ( hubungan antara orang berkuasa dan rakyat biasa) seperti majikan majikan dengan buruh. proyek di pegang pejabat. Indonesia memiliki 3 subbudaya yaitu : 1. yang kebanyakan dari golongan terpelajar.dalam negara yang patrimonialistik penyelenggaraan pemerinbtahan berada dibawah kontrol langsung pimpinan negara. Santri : pemeluk agama islam yang taat yang terdiri dari pedagang di kota dan petani yang berkecukupan. 2. 2. menyatakan dalam sebuah budaya ciri utama yang menjadi identitas adalah sesuatu nilai atau orientasi yang menonjol dan diakui oleh masyarakat atau bangsa secara keseluruhan. Menurutnya karakteristik negara patrimonialistik adalah : a. BUDAYA POLITIK DI INDONESIA Herbert Feith. Aristokrasi Jawa 2. memamfaatkan kekuasaan orang tuanya dan mendapatkan perlakuan istimewa. Jadi simbol yang selama initelah diakui dan dikenal masyarakat adalah Bhineka Tunggal Ika. anak pejabat memegang posisi strategis baik di pemerintahan maupun politik Nazarudin Samsudin. b. Abangan : yang terdiri dari petani kecil. Di masa Orde Baru kekuasaan patrimonialistik telajh menyebabkan kekuasaan tak terkontrol sehingga negara menjadi sangat kuat sehingga peluang tumbuhnya civil society terhambat. Hirarki yang tegar/ketat : adanya pemilahan tegas antar penguasa (wong Gedhe) dengan Rakyat kebanyakan ( wong cilik). Priyayi : golongan yang masih memiliki pandangan hindu budha. Kecendrungan Neo Patrimonialistik. d. Anak pejabat menjadi pengusaha besar. Penguasa politik sering kali mengaburkan antara kepentingan umum dan kepentingan publik. SOSIALISASI POLITIK . budaya politik indonesia memiliki 3 ciri dominan : 1. golongan atas penduduk kota terutama golongan pegawai. petani. maka budaya politik kita di Indonesia adakah Bhineka Tunggal Ika. b. Afan Gaffar. Indonesia memiliki 2 budaya politik yang dominan : 1. buta hurup. kontak politik sangat kecil. Contoh budaya politik Neo Patrimonialistik adalah : a. Rule of Law lebihbersifat sekunder bila dibandingkan dengan kekuasaan penguasa (rule of man) d. Cenderung mempertukarkan sumber daya yang dimiliki seseorang penguasa kepada temantemannya. yaitu perilaku negara masih memperlihatkan tradisi dan budaya politik yang berkarakter patrimonial. c. Kebijakan sering kali lebih bersifat partikularistik dari pada bersifat universalistik.

Richard E. Sosialisasi politik dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam upaya pengembangan budaya politik. dapat pula sosialisasi politik dapat mengubah kebudayaan politik. serta dapat memelihara kebudayaan politik suatu bangsa. 3). Partai politik harus mampu menciptakan kesan atau image memperjuangkan kepentingan umum. sosialisasi politik sangant penting karena dapat membentuk dan mentransmisikan kebudayaan politik suatu bangsa. . c. Dennis Kavanagh. Sosialisasi politik adalah proses dimana sikap-sikap politik dan pola – pola tingkah laku diperoleh atau dibentuk. Melalui obrolan politik ringan sehingga tak disadarai telah menanamkan nilai-nilai politik kepada anak-anaknya. Menurut Ramlan Surbakti ada dua macam sosialisasi politik dilihat dari metode penyampaian pesan : a. nilai dan pandangan politik darimorang tua. Kenneth P. Dalam Lingkungan Keluarga. sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik anggota masyarakatnya. Dari sini anggota masyarakat mempelajari simbol politik negaranya. misalnya: 1). Di Lingkungan Partai politik. Almond. yaitu proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai . Pengertian sosialisasi politik : a. sehingga mereka mengalami dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun. Di lIngkungan Negara.dengan memasukkan pendidikan kewarganegaraan. Artinya parpol itu telah merekrut anggota atau kader danpartisipannya secara periodik. dan merupakan sarana bagi generasi muda untuk menyampaikan patokan politik dan keyakinan politik. sosialisasi politik adalah istilah untuk mengganbarkan proses dimana seseorang mempelajari dan menumbuhkan pandangannya tentang politik. Langton. Salah satu fungsi partai politik adalah dapat memainkan perannya sebagai sosioalisasi politik. sosialisasi Politik adalah usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat. b. penyampaian dari generasi tua ke generasi muda. 4). Di Lingkungan Sekolah. e. Sosialisasi politik adalah cara bagaimana masyarakat meneruskan kebudayaan politiknya. orang tua bisa mengajarkan kepada anak-anak beberapa cara tingkah laku politik tertentu. Gabriel A. d. secara hati-hati bisa menyebarkan dan menanamkan ideologi-ideologi resminya. 2). f. guru dan sarana sosialisasi lainnya bagi warga baru dan yang beranjak dewasa. b. Alfian. Ramlan Surbakti.1. Indoktrinasi Politik. sosialisasi politik adalah pewarisan pengetahuan . Pendidikan Politik Yaitu proses dialogis diantara pemberi dan penerima pesan. Dawson. norma maupun nilai politik. norma dan simbol yang dianggap pihak berkuasa sebagai ideal dan baik. Siswa dan guru bertukar informasdi dan berinteraksi dalam membahas topik tentang politik.

adalah : a. Tempat kerja yaitu organisasi formal maupun nonformal yang dibentuk atas dasar pekerjaan seperti serikat kerja.dll · · . mogok. Almond. Ciri-cirinya adalah : a. norma. Perilaku warga negara yang bisa diamati bukan batiniah (sikap dan orientasi). persepsi dan sejenisnya. Seperti diabaikan partainya. serangan senjata. b. seperti : demonstrasi (unjuk rasa). Seseorang dapat melakukan tindakan tertentu karena temannya melakukan hal itu. Terdapat 6 sarana atau agen sosialisasi politik menurut Mochtar Masoed danColin MacAndrews. kelompok bermain saling memiliki ikatan erat antar anggota bermain. gerakangerakan politik. budaya politik partisipatif atau disebut juga budaya politik demokrasi adalah suatu kumpulan sistem keyakinan. f. 2. sderikat buruh. Almond dan Sidney Verba.mengajukan petisi.dan ada yang melalui cara –cara diluar prosedur yang wajar (tidak Konvensional) dan berupa kekerasan (violence). Kegiatan mempengaruhi pemerintah dapat dilakukan dengan prosedur wajar (konvensional) tidak berupa kekerasan (nonviolence) seperti : ikut memeilih dalam pemilihan umum. Untuk terwujudnya partisipasi itu warga negara harus yakin akan kompetensinya untukterlibat dalam proses politik dan pemerintah memperhatikan kepentingan rakyat agar rakyat tidak kecewa dan apatis terhadap pemerintah. cinta tanah air. b. melakukan kontak tatap muka. rasa tidak aman. Perilaku atau kegiatan itu mem. sikap.hura-hura. d. dll. e. pembangkangan halus (golput). BUDAYA POLITIK PARTISIPAN 1. Ramlan Surbakti. Disekolah memberi kesadaran pada anak tentang pentingnya kehidupan berbangsa dan bernegara. ditipu. Tak langsung yaitu menggunakan pihak lain yang dapat meyakinkan pemerintah. Media massa yaitu informasi tentang peristiwa yang terjadi dimana saja dengan cepat diketahui masyarakat sehingga dapat memberi pengetahuan dan informasi tentang politik. d. Kontak-kontak politik langsung yaitu pengalaman nyata yang dirasakan oleh seseorang dapat berpengaruh terhadap sikap dan keputusan politik seseorang. Dalam keluarga anak ditanamkan sikap patuh dan hormat yang mungkin dapat mempengaruhi sikap seseorang dalam sistem politik setelah dewasa. dan revolusi. Kelompk bermain yaitu kelompok bermain masa anak-anak yang dapat membentuk sikap politik seseorang. Kegiatan atau prilaku yang gagal ataupun berhasil termasuk partisipasi politik. partisipasi politik adalah keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi hidupnya. kudeta. makar.Menurut Gabriel A. Kedgiatan mempengaruhui pemerintah dapat dilakukan secara : Langsung yaitu individu tidak menggunakan perantara dalam memepengaruhi pemerintah. Sekolah yaitu sekolah sebagai agen sosialisasi politik memberi pengetahuan bagi kaum muda tentang dunia politik dan peranan mereka di dalamnya. e. Keluarga yaitu lembaga pertama yang dijumpai sesorang individu saat lahir.dll.pengaruhi pemerintah (pemegang kebijakan) c. Gabriel A. yang menopang terwujudnya partisipasi. Organisasi seperti ini dapat berfungsi sebagai penyuluh di bidang politik. sosialisasi politik dapat membentuk dan mentransmisikan kebudayaan politik suatu bangsa dan mememlihara kebudayaan politik suatu bangsa dengan bentuk penyampaian dari generasi tua kepada generasi muda. menulis surat. c.

yaitu penyalur aspirasi pendapat rakyat. 2. Sarana Rekrutmen Politik. Upaya yang dilakukan parpol adalah : · Melalui kontak pribadi maupun persuasi · Menarik golongan muda untuk didddik menjadi kader di masa depan 4. 3. Biasanya masalah tersebut cukup mengganggu stabilitas nasional. Dr. Friedrich. Dengan demikian memperluas partisipasi politik. Hal ini mungkin saja dimunculkan oleh kelompok tertentu untukkepentingan ppularitasnya. menggabungkan berbagai macam kepentingan dan merumuskan kepentingan yang menjadi dasar kebijaksanaannya. Miriam Budiardjo. partai plitik adalah organisasi atau golongan yang berusaha untuk memperoleh dan menggunakan kekuasaan. Upaya Partai politik dalah mencapai fungsi ini adalah : Memperjuangkan aspirasi rakyat agar menjadi kebijaksanaan umum oleh pemerintah Menyebarluaskan rencana-rencana dan kebijaksanaan pemerintah Perantara (broker) dalam suatu bursa ide-ide Bagi pemerintah bertindak sebagai alat pendengar. · . Prof. FUNGSI PARTAI POLITIK 1. Carl J. Sigmund Neuman. Dr. Sarana Sosialisasi Politik. Sarana komunikasi politik. sedangkan bagi warga masyarakat sebagai pengeras suara. dan sikap serta orientasi terhadap fenomena politik tertentu. · · · · 2. yaitu mengatasi berbagai macam konplik yang muncul sebagai konsekuensi dari negara demokrasi yang di dalamnya terdapat ersaingan dan perbedaan pendapat. Upaya yang dilakukan partai politik adalah : Bilaanggta partai plitikyang memberikan informasi justru menimbulkan kegelisahan dan perpecahan masyarakat. Miriam Budiardjo. yaitu mencari dan mengajakorang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan plitik. Sarana Pengatur Konplik. PARTAI POLITIK 1. Upaya yang dilakukan untuk mencapai fungsi ini adalah : · Penguasaan pemerintah dengan memenangkan setiap pemilu · Menciptakan image bahwa ia memperjuangkan kepentingan umum · Menanamkan solidaritas dan tanggung jawab terhadap para anggotanya maupun anggota lain 3. partai politik adalah organisasi tempat kegiatan politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintah serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan melawan suatu golongan atau golongan-golongan lain yang tidak sepaham. Prof. yaitusarana untuk memmberikan penanaman nilai-nilai. partai politik adalah sekelompok manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintah bagi pimpinan partainya sehingga penguasaan itu memberikan mamfaat kepada anggota partainya baik bersifat ideal maupun material. partisipasi politik adalah kegiatan seseorang dalampartai plitik yang mencakup semua kegiatamnnsukarela dimana seseorang turut dalam proses pemilihan pemimpin plitik dan turut langsung atau tidak lanmgsung dalam pembentukan kebijakan umum.pimpinan partai politik harus segera klarifikasi atau diselesaikan dengan baik. norma.3.

masing-masing individu dianggap sebagai satu-satunya pengendalian hak pilih aktif. lembaga-lembaga lainnya. sama-sama mempunyai satu suara dalam pemilihan. kelompok daerah/wilayah. jika satu distrik kalah dalam pemilu. maka suaranya tidak terwakili di distrik itu Wakil rakyat yang menang dalamsatu distrik lebih memperhatikan distriknya. (lapisan sosial). Sistem Pemilihan Umum (dari segi tujuan pandangan rakyat) : Sistem Pemilihan Mekanis : pemilihan yang melihat rakyat sebagai masa/kelompok individu yang mempunyai hubungan yang sama.· Adanya kemungkinsn anggota partai plitik lebih mengejar kepentingan pribadi/golongannya. tani. Sistem Distrik : Dimana negara terbagi dalam dalam daerah-daerah bagian (distrik). WAHANA POLITIK PRAKTIS · · 1. No Kelebihan sistem distrik 1 2 No Kekurangan sistem distrik Suara dari eserta pemilu yang kalah akan hilang. · · 3. buruh. Sistem Pemilihan Bertingkat : Pemilihan yang dalampemilihan tahap pertama memilih wali pemilih. seperti halnya kelompok keluarga. Dalam sistem distrik hanya diwakili oleh satu orang dengan suara mayoritas. kelompok cendekiawan. Persekutuan itulah yang diutamakan sebagai pengendali hak pilih. Sistem pemilihan mekanis di tinjau dari rakyat pemilih pada umumnya berkisar pada dua prinsip pokok yaitu distrik dimana satu daerah pemilihan memilih satu wakil. terkadang mengabaikan kepentingan nasional Golongan minoritas kurang terwakili Rakyat mengenal dengan baik orang yang1 mewakili daerah (distriknya) Wakil setiap distrik sangat mengenal daerah2 dan kepentingan rakyat Adanya hubungan yang erat antara wakil3 distrik dengan rakyatnya 3 4 Wakil distrik sangat memperhatikan dan4 memperjuangkan distriknya . tidak dapat digabungkan Meskipun partai besar berkuasa. sehingga berakibat terjadi pengkotakan politik atau konplik yangbharus segera diselesaikan dengan tuntas. kemudian walim pemilih itu memilih anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Sistem Pemilihan Umum (dari segi tujuan penyelenggaraannya) : Sistem Pemilihan Langsung : pemilihan yang para pemilihnya langsung memilih anggotaanggota Badan Perwakilan Rakyat yang akan mewakilinya. proporsional berimbang yaitu satu daerah pemilihan beberapa wakil. 2. Sistem Pemilihan Organis : pemilihan yang menempatkan rakyat sebagai sejumlah individu.

pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. . Aktor bertipe pemimpin yang mempunyai tugas. No Kelebihan sistem prporsional 1 No Kekurangan sistem proporsional Peranan pemimpin partai sangat menentukan dalam penetapan daftar calon Badan Perwakilan Rakyat Calon-calon yang diikutsertakan dalampemilu kurang atau tidak dikenal oleh pemilih Wakil-wakilrakyat yang duduk di pusat kurang memahami dan memperhatikan kepentingan daerah Lebih demokratis karena semua partai1 dapat terwakili di parlemen Tidak ada suara yang hilang karena semua2 digabung secara nasional Badan Perwakilan Rakyat benar-benar3 menjadi wadah dan aspirasi seluruh rakyat 2 3 5. PERILAKU POLITIK Perilaku politik adalah tingkah laku politikm para aktor politik dan warganegara atau interaksi antara pemerintah danmasyarakat. b. tetapi tidak menerima sepenuhnya perubahan apalagi perubahan yang serba cepat seperti kelompok radikal.4. lembaga-lembaga pemerintah. Sistem ini membagi wilayah negara dalam beberapa daerah pemilihan. Sistem Proporsional : Setiaporganisasi peserta pemilu akan memperoleh sejumlah kursi parlemen sesuai dengan jumlah suara pemilu yang di peroleh di seluruh wilayah negara. Sistem gabungan : Mengabungkan antara sistem distrik dengan sistem proporsional. Warga negara biasa yang memiliki hak sarta kewajiban untuk mengajukan tuntutan dan dukungan terhadap aktor yang bertipe pemimpin. Macam-macam perilku politik : a. kewenangan untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik. Moderat : adalah perilaku politik masyarakat yang telah cukup puas dengan keadaan dan bersedia maju. antara kelompok dan individu dalam masyarakat dalam proses pembuatan. Radikal : adalah perilaku warganegara tidak puas terhadap keadaan yang ada serta menginginkan perubahan yang cepat dan mendasar. Sisa suara pemilu tidak hilang melainkan diperhitungkan dengan jumlah kursi yang dibagi. b. tidak kenal kompromi dan tidak mengindahkan orang lain cenderung ingin menang sendiri. Aktor politik ada dua macam : a. Terbuka kemungkinan terjadi penggabungan partai kecil (koalisi) untuk memperoleh kursi di parlemen. tanggung jawab.

Posisi horizontal : Komunikator danmasyarakat terlibat menerima danmemberi relatif seimbang sehingga terjadi sharing. yaituKemerdekaan berserikan dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dansebagainya ditetapkan dengan undang-undang. 2. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia pada pasal 19 menyatakan setiaporang berhak atas kemerdekaan berserikat. disebutkan setiap warga negara secara perorangan atau kelompok bebas menyampaikan pendapat sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. . 2. e. memiliki perilkau politikmsantun. kooperatif dll. Makna politis yaitu debat harus dapat menjadi wahana pendidikan politik masyarakat. Liberal : adalah sikapperilaku politik masyarakat yang berrpikir bebas dan ingin maju terus.dan mengeluarkan pendapat.c. yaitu setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. berkumpul. tidak anarkis. kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Momunikasi horizontalini meerefleksikan nilai demokrasi. UU Nomor 9 tahun 1998. 4. dan mengeluarkan pendapat. Dasar hukum debat politik adalah : 1. Menginginkan perubahan progresif dan cepat. DEBAT POLITIK Debat politik merupakan proses pendewasaan politik masyarakat melalui tukar pikiran yang mengandung mnakna sebagai berikut : 1. 2. Pasal 28 UUD 1945. Status Quo : adalah sikap politik dari warga negara yang sudah puas dengan keadaan yang ada/berlaku dan berusaha tetap mempertahankan keadaan itu. Pola-pola linier: arus komunikasi politiksatu arah yang cenderung vertikal. Konservatif : adalah sikap perilaku politik masyarakat yang sudah puas dengan keadaan yang sudah ada dan cenderung bertahan dari perubahan. Pasal 28 E ayat 3 UUD 1945. d. Bentuk komuniukasi ini merefleksikan nilai feodalistik dan pola kepemimpinan otoriter. berkumpul. berdasarkan hukum atau kekuatan legal untuk mencapai tujuan. KOMUNIKASI POLITIK Bentuk-bentuk komunikasi politik ada 2 yaitu : 1. Makna sosiologis yaitu debat politik harus mampu mewujudkan kehidupan masyarakat yang senakin sadar hak dan kewajibannya. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->