Traditional Wedding 1. Vendor wedding batak 2.

Urutan pernikahan adat batak Vendor-vendor yang biasa menangani pernikahan adat BATAK Berikut Gedung2 yang biasa di pakai Pernikahan Adat Batak: 1. Gedung Sejahtera Pondok Gede (dekat asrama haji) T. 87792049 2. Gedung Gorga I (Tanjung Duren) T. 5689084 3. Gedung Gorga II (Pondok Bambu) T. 8613912 4. Gedung Gorga III (Bekasi) T. 5. Gedung Gorga IV (Cililitan) T. 5689084 6. Gedung Hermina (Mampang) T. 7982960 7. Mulia & Raja (Kebon Nanas) T. 8518666/8518466 8. Gedung Corpatarin (Pulo Asem) T.4898130 9. Gedung Mangaraja (Perintis Kemerdekaan) T. 4527869 10. Gedung Mayoria (Kelapa Gading) T. 45840806 11. Gedung Puri Ardya Garini (Halim) T. 8006322 12. Balai sudirman (tebet) T. 837916-23 13. Sasana Pakarti Pancoran, Telp: T. 7974075 / 7974828 14. Graha Cibening (jatibening) (Bp Jonathan) T. 8472062 / 99994518 / 081381808000 15. Sopo Godang (Tanjung Priok) T. 43934489 / 7151 4302 16. Gedung Himalaya: Jl Nangka No.1 Tanjung Barat, Jaksel 17. Gedung. Samina : Jl. Bahagia No.78 Depok Timur 18. Sahala Martua: Jl Kemang No.1, Bogor 19. BPU ST NAHANSON PARAPAT (Jati Asih - Bekasi) T. 82441562 Dokumentasi (video+Foto) : 1. Berli Production (http://www.berlipro.com): 0812 101 50 35 / 5745343 (Sabar Simanjuntak) Musik/Gondang yang biasa di pakai Pernikahan Adat Batak: 1. MARIMBAS : 541 48 34 MOBIL PENGANTIN 1. Richard Pardede : 021.9285 7562, 021.9252 0202 2. OXA LIMOUSINE : 70 8888 08 / 713 70570 / 794 1266 Catering Batak yang biasa di pakai Pernikahan Adat Batak: 1. marpadotbe : 8560933 - 8560126 - 7980984 - 08128013530 2. roma : 8415600 - 8407181.

3. bukan cuma untuk membantu mengerti adat batak saja. modern. Mardika Catering No. Rossa dekor: 862-3980. 081311193587 (ibu Tata) 5. Jelita Busana. 733 1785 Syafira : 4257025. Dedy Fadlan : 0816-1304356 Sanggar Busana Kebaya TIEN SUNARYA : 7992874. 4. Octa Salon T. Tujuannya untuk membantu para client kami sedikit lebih mengerti mengenai pernikahan adat batak yang mereka jalani. 93808823. 99624483 Caterindo : 723 4138.. purwodadi florist : 98181056.id INFO SEPUTAR TATA PERNIKAHAN ADAT BATAK . ringkas. Info lebih lengkap tempat catering http://apjionline. 862-3562 Delicia Catering : 849-35397. 0817-634-0006 Busana/Songket yang biasa di pakai Pernikahan Adat Batak: 1. 5. kiranya siapa saja bisa membantu dengan meng email kami info2 atau vendor seputar pernikahan adat batak ke berlipro@yahoo.Urutan pra sampai pasca nikah adat batak . Jl. 863-0829. Haji Buang no 58 A Ulujami Pesanggrahan Jaksel. .. Telp : 860-5715.htm# Dekor/bunga yang biasa di pakai Pernikahan Adat Batak: 1.co. 3. Pelita Catering : 750 1378 Catering Nasional yang biasa di pakai Pernikahan Adat Batak: 1. 4. dan atas ide dari salah satu clent kami. 3. 081584032209 2. 2. HIAS RIAS (bu iie cinere): 7542360 freddy songket di istana pasar baru : 3453556 Salon yang biasa di pakai Pernikahan Adat Batak: 1.com/aonline_main. padat dan menarik.Urutan acara Pesta Pernikahan Batak Untuk membantu mengerti sedikit mengenai tata cata pernikahan adat.4756523 Untuk Melengkapi data-data tersebut diatas. maka dalam dokumentasi video. kami memberikan subtitle dalam setiap event adat pesta batak yang kami liput. touching. 2. kami juga memberikan video yang artistik.

3. Marhata Sinamot. Adalah suatu kegiatan pra pesta/acara yang bersifat seremonial yang mutlak diselenggarakan oleh penyelenggara pesta/acara yang bertujuan untuk : Mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan. Martonggo Raja atau Maria Raja. Adalah kunjungan utusan pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan. cincin emas. . terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum. Memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan. 2. Pihak kerabat pria (dalam jumlah yang terbatas) datang oada kerabat wanita untuk melakukan marhata sinamot.. Jika pintu terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda mau (tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata).Berikut sedikit ulasan mengenai urut-urutan pra sampai pasca pernikahan adat Na Gok : 1. Tingting ini harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut.. membicarakan masalah uang jujur (tuhor).. dan lain-lain. Mangarisika. 6. Apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon).. Tata cara Partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pudun Sauta. Pihak kerabat pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak yang sudah disembelih) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut (daging) kepada anggota kerabat. yang terdiri dari : • • • • • Kerabat marga ibu (hula-hula) Kerabat marga ayah (dongan tubu) Anggota marga menantu (boru) Pengetuai (orang-orang tua)/pariban Diakhir kegiatan Pudun Saut maka pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu Martumpol dan Pamasu-masuon. yang di HKBP disebut dengan Tingting (baca : tikting). Marhori-hori Dinding/marhusip. Tindak lanjut Partumpolon adalah pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat. Pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar. Martumpol (baca : martuppol) Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. 4. 5. Jenis barang-barang pemberian itu dapat berupa kain.

Makanan yang dimakan adalah makanan yang dibawa oleh pihak parboru 12. maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya. Paranak makan bersama di tempat kediaman si Pria (Daulat ni si Panganon) • • Setibanya pengantin wanita beserta rombongan di rumah pengantin pria. sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal. Setelah selesai acara paulak une. Jambar yang dibagi-bagikan bagi kerabat paranak adalah dengke (baca : dekke) dan ulos yang dibagi menurut peraturan. 9. Mangihut di ampang (dialap jual) Yaitu mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria yang dielu-elukan kerabat pria dengan mengiringi jual berisi makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria. 11. lima atau tujuh hari si wanita tinggal bersama dengan suaminya. paranak kembali ke kampung halamannya/rumahnya dan selanjutnya memulai hidup baru. Pesta Unjuk (lihat detail) Suatu acara perayaan yang bersifat sukacita atas pernikahan putra dan putri. • • Setelah satu.7. maka diadakanlah acara makan bersama dengan seluruh undangan yang masih berkenan ikut ke rumah pengantin pria. Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru (upah mengantar).. maka paranak. tiga. Ditaruhon Jual. 10. . Paulak Unea. Ciri pesta sukacita ialah berbagi jambar : • • Jambar yang dibagi-bagikan untuk kerabat parboru adalah jambar juhut (daging) dan jambar uang (tuhor ni boru) dibagi menurut peraturan. minimum pengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik. Setelah selesai seluruh acara pamasu-masuon. terutama keadaan baik pengantin wanita pada masa gadisnya (acara ini lebih bersifat aspek hukum berkaitan dengan kesucian si wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan). Pesta Unjuk ini diakhiri dengan membawa pulang pengantin ke rumah paranak. Manjalo Pasu-pasu Parbagason (Pemberkatan Pernikahan) Pengesahan pernikahan kedua mempelai menurut tatacara gereja (pemberkatan pernikahan oleh pejabat gereja). Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria. Setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. kedua belah pihak yang turut serta dalam acara pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua/kerabat orang tua wanita untuk mengadakan pesta unjuk. Pesta unjuk oleh kerabat pria disebut Pesta Mangalap parumaen (baca : parmaen) 8.

maka ia akan dipajae. orang tua pengenten Pria= Suhut Bolon. yaitu dipisah rumah (tempat tinggal) dan mata pencarian.13. BEBERAPA Pengertian POKOK DALAM ADAT PERKAWINAN 1. 2. Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga (kalau pria tersebut bukan anak bungsu). Maningkir Tangga (baca : manikkir tangga) Beberapa lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri sendiri (rumah dan mata pencariannya telah dipisah dari orang tua si laki-laki) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud maningkir tangga (yang dimaksud dengan tangga disini adalah rumah tangga pengantin baru). 5. 14. Manjahea. Suhut naniambangan. orang tua pengenten perempuan=Bona ni haushuton Paranak. saudara laki-laki dari isteri masing-masing suhut Dongan Tubu. Suhut . . 4. Suhut Bolahan amak : Suhut yang menjadi tuan rumah dimana acara adat di selenggrakan.wordpress. 6. 3. kedua pihak yang punya hajatan Parboru.MARSIBUHA BUHAI Pagi hari sebelum dimulai pemberkatan/catatan sipil/pesta adat. suhut yang datang Hula-hula. semua saudara laki masing-masing suhut ( Tobing dan Batubara). dengke sitio tio dan dengke simundur-mundur) Disadur dari http://rapolo. selanjutmya berangkat menuju gereja untuk pemberkatan. acara dimulai dengan penjemputan mempelai wanita di rumah disertai dengan makan pagi bersama dan berdoa untuk kelangsungan pesta pernikahan.com/2007/12/19/tata-cara-dan-urutan-pernikahan-adat-nagok/ Urutan ACARA PESTA ADAT PERNIKAHAN BATAK . 7. biasanya disini ada penyerahan bunga oleh mempelai pria dan pemasangan bunga oleh mempelai wanita dilanjutkan dengan penyerahan Tudu-tudu Ni Sipanganon dan Menyerahkan dengke lalu makan bersama. Dalam kunjungan ini parboru juga membawa makanan (nasi dan lauk pauk.

11. Jambar. terjemahan harafiah”Tungku Nan Tiga” satu sistim kekerabatan dan way of life masyarakat Adat Batak 16. atau disebut dengan hukum tradisi “sidapot solup do na ro PROSESI MASUK TEMPAT ACARA ADAT (Contoh Acara di Tempat Perempuan) • • • • Raja Parhata/Protokol Pihak Perempuan= PRW Raja Parhata/Protokol Pihak Laki-laki = PRP Suhut Pihak Wanita = SW Suhut Pihak Pria = SP 1.8. Tanda Makanan Adat . yang nantinya dibagikan. Namargoar. Protokol (PR) atau Juru Bicara (JB) masing-masing suhut. maupun rombongan masing-masing hulahulanya. semua yang isterinya semarga dengan marga kedua suhut ( boru Tobing dan boru Batubara). 14. takaran beras dari bambu yang dipakai sebagai analogi paradaton. PRW memberi tahu kepada Hula-hula. Setelah hula-hula mengatakan mereka sudah siap untuk masuk. Solup. juru bicara yang ditetapkan masing-masng pihak 13. yang bermakna dihuta imana acara adat batak diadakan solup/paradaton dari huta itulah yang dipakai sebagai rujukan. hula-hula dan tulangnya secara berurutan sesuai urutan rombongan masuk nanti: dimulai dar Hula-hula Simorangkir . Dongan sahuta. Boru. Ale-ale. sahabat yang diundang bukan berdasarkan garis persaudaraan (kekerabatan atau silsilah) . Raja Parhata (RP). sebagai legitimasi dan fungsi keberadaannya dalan acara adat itu. 15. 10. PRW meminta semua dongan tubu/semaraganya bersiap untuk menyambut dan menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang 2. bagian-bagian tubuh hewan yang dipotong yang menandakan makanan adat itu adalah dari satu hewan (lembu/kerbau) yang utuh. PRW mempersilakan masuk dengan menyebut satu persatu. namargoar yang dibagikan kepada yang berhak. bahwa SP sudah siap menyambut dan menerima kedatangan Hula-hula 3. arti harafiah “teman sekampung” semua yang tinggal dalam huta/kampung komunitas (daerah tertentu) yang sama paradaton/solupnya. 12. Uduran. 9. rombongan masing-masing suhut. Dalihan Na Tolu (DNT).

menyampaikan kepada rombongan hula-hula dan tulang yang sudah disebutkan PRW pada III ..Hula-hula anak manjae.1. PRP menyampaikan kepada dongan tubu Batubara. . …… 6.b …….dan seterusnya sesuai urut-urutan yang telah dibacakan PR Batubara (Dibacakan sekali lagi kalau sudah mulai masuk). PR Hulahula. .sesuai urut-urutan yang disebut kan PRW pada (3). 2. …… 2..c……. bahwa SW sudah siap menerima kedatangan rombongan hulahula dan tulang dengan permintaan agar uduran Hula-hula dan Tulang memasuki tempat acara . Tulang.. …. Bonaniari. Setelah seluruh rombongan hula-hula dan tulang dari SW duduk (acara 4). 6. PRP memohon. Tulang Rorobot. Bona Tulang. Hula-hula. Untuk itu diatur urut-urutan uduran (rombongan) hula-hula dan tulang yang akan memasuki ruangan. 3. …. Tulang Rorobot. MENERIMA KEDATANGAN SUHUT PARANAK (SP).. sesuai permintaan hula-hula SW agar mereka masuk bersama-sama dengan SP. Tulang…. Kepada hula-hula dan tulang (disebutkan satu perasatu) yaitu: 1.dst 7.. Bonaniari . ….c…. Tulang SP dan uduran/rombongannya. 1. 3. PRW. 5.. 3. diikuti TULANG ……. . memberitahu bahwa tempat untuk SP dan uduran/rombongannya sudah disediakan dan SW sudah siap menerima kedatangan mereka beserta Hula-hula .a……. 4. rombongan Paranak/SP dipersilakan memasuki ruangan. Tulang. 4. …. . Uduran yang pertama adalah Hula-hula.. . 4. secara bersama-sama. disusul Hula-hula….b…. bahwa sudah ada permintaan dari Tobing agar mereka memasuki ruangan. …. Bona Tulang. Hula-hula namarhahamaranggi: -a… . Untuk itu tatacara dan urutan memasuki ruangan diatur. …. 5. Hula-hula namarhaha-marnggi: . Hula-hula.dst 7.……. . pertama adalah Uduran/rombongan SP& Borunya. …. Hula-hula anak manjae…. … dengan permintaan agara mereka bersam-sama masuk dan menyerahkan pengaturan selanjutnya kepada hula-hula Simorangkir 2.. ……..

golang golang pangarahutna. Ikan ini mempunyai sifat hidup di air yang jernih (tio) dan kalau berenang/berjalan selalu beriringan (mudur-udur) . (Tudu-tudu Ni Sipanganon) Tanda makanan adat yang pokok adalah: kepala utuh. karena itu disebut . sai godangma pinasuna. rusuk melingkar (sombasomba) . dengke si mudur-udur (ikan yang hidup jernih dan selalu beriringan/berjalan beriringan bersama) Simbol inilah yang menjadi harapan kepada penganeten dan keluarganya yaitu seia sekata beriringan dan murah rejeki (tio pancarian dohot pangomoan). MENYERAHKAN DENGKE/IKAN OLEH SW Aslinya ikan yang diberikan adalah jenis “ihan” atau ikan Batak. . sejenis ikan yang hanya hidup di Danau Toba dan sungai Asahan bagian hulu dan rasanya memang manis dan khas. hati dan jantung ditempatkan dalam baskom/ember besar. sambil menyebut bahasa adat : Sitiktikma si gompa. diserahkan kepada SW dengan bahasa adat. yang intinya menunjukkan kerendahan hati dengan mengatakan walaupun makanan yang dibawa itu sedikit/ala kadarnya semoga ia tetap membawa manfaat dan berkat jasmani dan rohani hula-hula SW dan semua yang menyantap nya. punggung dengan ekor (upasira). tung so sadia (otik) pe naung pinatupa i. Tanda makanan adat diserahkan SP beserta Isteri didampingi saudara yang lain dipandu PRP. pangkal paha (soit).MENYERAHKAN TANDA MAKANAN ADAT. leher (tanggalan). dengke sitio-tio.

sambil menyalami pengenten dan SUHUT. sai godangma pinasuna. boru/bere dan undangannya bahwa SP sudah siap menerima kedatangan mereka untuk mengantar tumpak. Selanjutnya masing masing suhut membagikannya kepada masing-masing fungsi dari pihaknya masingmasing saat makan sampai selesai dibagikan MANAJALO TUMPAK (SUMBANGAN TANDA KASIH) Arti harafiah tumpak adalah sumbangan bentuk uang. Setelah selesai santap makan. yang diantarkan ketempat SUHUT duduk dengan memasukkannya dalam baskom yang disediakan/ ditempatkan dihadapan SUHUT.Tetapi sekarang ihan sudah sangat sulit didapat. Kemudian PRP mempersilakan bersantap MEMBAGI JAMBAR/TANDA MAKANAN ADAT Biasanya sebelum jambar dibagi. PRP menyampai kan kepada dongan tubu. yang disebut dengan “JAMBAR MANGIHUT”dimana jambar sudah dibicarakan sebelumnya dan dalam acara adatnya (unjuk) SW tinggal memberikan bagian jambar untuk SP sebagai ulu ni dengke mulak. dengan mengatakan walaupun makanan yang dihidangkan tidak seberapa (pada hal hewan yang diptong yang menjadi santapan adalah hewan lembu atau kerbau yang utuh). golang golang pangarahutna Tung. Tetapi. dan jenis ikan mas sudah biasa digunakan. Setelah selesai PRP mengucapkan terima kasih atas pemberian tanda kasih dari para undangannya . PRP menyampaikan satu uppasa (ungkapan adat) dalam bahasa Batak seperti waktu menyerahakan tanda makanan adat: Sitiktikma si gompa. Ungkapan ini menggambarkan kerendahan hati yang memebawa makanan (Batubara). tetapi melihat keberadaan masing-masing dalam acara adat mungkin istilah yang lebih tepat adalah tanda kasih. terlebih dahulu dirundingkan bagian-bagian mana yang diberikan SW kepada SP. yang dianut dalam acara adat yaitu Solup Batam. terlebih dahulu berdoa dari suhut Pria (SP) . Yang memberikan tumpak adalah undangan SUHUT PRIA. MAKAN BERSAMA Sebelum bersantap makan. karena pada dasarnya SP yang membawa makanan itu walaupun acara adatnya di tempat SW. Untuk kata pengantar makan. sosadiape napinatupa on. tetapi mengharapkan agar semua dapat menikmatinya serta membawa berkat. PRP meminta ijin kepada PRW agar mereke diberi waktu untuk menerima para undangan mereka untuk mengantarkan tumpak (tanda kasih) Setelah PRW mempersilakan. Ikan Masa ini dimasak khasa Batak yang disebut “naniarsik” ikan yang dimasak (direbus) dengan bumbu tertentu sampai airnya berkurang pada kadar tertentu dan bumbunya sudah meresap kedalam daging ikan itu.

dan kemudian meminta salah seorang borunya untuk mengantar piring itu kembali kepada PRP PRW membuka percakapan dengan memulainya dengan penjelasan makna dari tiap isi pinggan panungkunan (beras. Akhir dari pembukaan percakapan ini. • • • • PRP meminta seorang borunya mengantar Pinggan Panungkunan itu kepada PRW PRW. mereka sudah siap 2. Piring dengan isinya ini adalah sarana dan simbol untuk memulai percakapan adat. RPW menanyakan Batubara apakah sudah siap memulai percakapan.ACArA PERCAKAPAN ADAT MEMPERSIAPKAN PERCAKAPAN 1. sirih. menyampaikan telah menerima Pinggan Panungkunan dengan menjelaskan apa arti semua isi yang ada dalam beras itu. daging dan uang). Kemudian PRW mengambil 3 lembar uang itu. kemudian menanyakan kepada Batubara makna tanda dan makanan adat yang sudah dibawa dan dihidangkan oleh pihak Batubara. Pinggan Panungkunan. keluarga Batubara mengatakan bahwa makanan dan minuman pertanda pengucapan syukur karena berada dalam keadaan sehat. dilanjutkan adat yang terkait dengan pernikahan anak mereka PENYERAHAN PANGGOHI/KEKURANGAN SINAMOT . adalah piring yang didalamnya ada beras. dan memohon kepada hula-hulanya agar berkenan memberi nasehat kepada mereka dalam percakapan adat nanti MEMULAI PERCAKAPAN (PINGGAN PANUNGKUNAN) . dan tujuan Batubara adalah menyerahkan kekurangan sinamot . Masing-masing PRW dan PRP menyampaikan kepada pihaknya dan hula-hula serta tulangnya bahwa percakapan adat akan dimulai. sepotong daging (tanggotanggo) dan uang 4 lembar. sirih. yang dijawab oleh SP.

Dalam percakapan selanjutnya. yang disebut dengan patodoan atau “suhi ampang na opat” ( 4 kaki dudukan/pemikul bakul) yang merupakan symbol pilar jadinya acara adat itu. (Mungkin dapat dianalogikan dengan pemberian tanda penghargaan massal kepada pegawai PNS yang diwakili 4 orang. Sesudah diiakan oleh PR TOBING. setelah PRW meminta PRP menguraikan apa/berapa yang mau mereka serahkan . sudah mewakili menerima semuanya. menggenapi seluruh sinamot Rp…. Tujuan acara ini memperkenalkan keluarga pihak perempuan agar keluarga pihak pria mengenal siapa saja kerabat pihak perempuan sambil memberikan uang kepada yang bersangkutan Secara simbolis.1. . PENYERAHAN PANANDAION. Dengan demikian biarpun hanya yang empat itu yang dikenal/menerima langsung. masingmasing 1 orang dari tiap golngan I sampai golongan IV) Kepada yang lain diberikan dalam satu envelope saja yang nanti akan dibagikan Tobing kepada yang bersangkutan. PRP memberi tahukan kekurangan sinamot yang akan mereka serahkan adalah sebsar Rp…Juta. yang diberikan langsung hanya kepada 4 orang saja. (Pada waktu acara Pudun Saut. Batubara sudah menyerahkan Rp 15 juta sebagai bohi sinamot (mendahulukan sebagian penyerahan sinamot di acara adat na gok). Sebelum PR TOBING mengiakan lebih dulu RP TOBING meminta nasehat dari Hula-hula dan pendapat dari boru Tobing 3. selanjutnya penyerahan kekurangan sinamot kepada suhut Tobing oleh Batubara. 2.Juta.

baik yang memberi maupun yang menerimanya tidak sembarang orang . harus mempunyai alur tertentu. ulos merupakan sarana penting bagi hula-hula. PEMBERIAN ULOS oleh Pihak Perempuan. isteri ponakannya ini. antara lain adalah dari Hula-hula kepada borunya. sehingga yang menerima sinamot seharusnya tulangnya Dengan diterimanya sebagian sinamot itu oleh Tulang Pengenten Pria yang disebut titin marangkup. pemberian ulos. Dalam Adat Batak tradisi lama atau religi lama.PENYERAHAN TINTIN MARANGKUP Diberikan kepada tulang /paman penganten pria (saudara laki ibu penganten pria). ulos tidak mempunyai nilai magis lagi sehingga ia sebagai simbol dalam pelaksaan acara adat. Pada waktu pembuatannya ulos dianggap sudah mempunyai “kuasa”. Dengan pemahaman iman yang dianut sekarang. Karena itu. disamping ikan. Ujung dari ulos selalu banyak rambunya sehingga disebut “ulos siganjang/sigodang rambu”(Rambu. sudah dianggapnya sebagai boru/putrinya sendiri walaupun itu boru dari marga lain. untuk menyatakan atau menyalurkan sahala atau berkatnya kepada borunya. orang tua kepada anank-anaknya. benang di ujung ulos yang dibiarkan terurai) Pemberian Ulos sesuai maknanya adalah sebagai berikut: Ulos Namarhadohoan No A Uraian Yang Menerima Kepada Paranak Keterangan . Yang menyerahkan adalah orang tua penganten perempuan berupa uang dari bagian sinamot itu Secara tradisi penganten pria mengambil boru tulangnya untuk isterinya. maka Tulang Pria mengaku penganten wanita. beras dan kata-kata berkat.

Bona Tulang 1 lembar. Namborunya (Parorot) Iboto dari ayah pengenten wanita 4. Tulang Rorobot 1 lembar.1. 2. Namborunya Saudra perempuan dari ayah pengenten pria 4. wajib 2. wajib 4. wajib Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita 2. Simanggokkon Kakak/Adek dari pengenten pria 3. Sihunti Ampang Kakak/Adek perempuan dari pengenten pria Ulos Kepada Pengenten No Uraian Yang Mangulosi A Dari Parboru/Partodoan 1. Ucapan terima kasih kepada dongan tubu dan hula-hulanya . wajib 4. Pasamot/Pansamot Hela Orang tua pengenten pria Pengenten B Partodoan/Suhi Ampang Naopat 1. Tulang Rorobot 1 lembar. Bona Tulang 1 lembar. wajib 3. tidak wajib C Hula-hula dan Tulang Paranak 1. Hula-hula 1 lembar. wajib 2. Pamarai 1 lembar. Simandokkon Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita 3. Manggabei (kata-kata doa dan restu) dari pihak SW Berupa kata-kata pengucapan syukur kepada Tuhan bahwa acara adat sudah terselenggara dengan baik: a. Hula-hula 1 lembar. wajib 3. Tulang 1 lembar. Pariban Kakak/Adek dari pengenten wanita B Hula-hula dan Tulang Parboru 1. Tulang 1 lembar. tidak wajib MANGUNJUNGI ULAON (Menyimpulkan Acara Adat) 1. Pamarai Kakak/Adek dari ayah pengenten pria 2.

Permintaan kepada Tuhan agar rumah tangga yang baru diberkati demikian juga orang tua pengenten dan saudara Batubara yang lainnya 2.000 yang baru) kemudian diserahkan kepada Rja Huta yang mau mangolopkon Raja Huta berdiri sambil mengangkat piring yang berisi beras dan uang olop-olop itu. Dengan terlebih dahulu menyampaikan kata-kata ucapan Puji Syukur kepada Tuhan Karen kasih-Nya cara adat rampung dalam suasan dami (sonang so haribo-riboan) serta restu dan harapan kemudian diahiri . Bersalaman untuk pulang.com . 3. 4. sam-sam mengucapkan: horas ! horas ! horas ! 5.b. suhut na niambangan Batubara menyalami Suhut Tobing CATATAN: Sekarang ini ada yang melaksanakan acara paulak une dan maningkir tangga langsung setelah acara adat ditempat acara adat dilakukan. itutup dengan doa / ucapan syukur Akhirnya acara adat ditutup dengan doa oleh Hamba Tuhan. dengan mengucapkan : olop olop. olop olop.. Mangolopkon (Mengamenkan) oleh Tua-tua/yang dituakan di Kampung itu Kedua suhut Tobing dan Batubara. olop olop sambil menabur kan beras keatas dan kemudian membagikan uang olop-olop itu. Mangampu (ucapan terima kasih) dari pihak SP Ucapan terima kasih kepada semua pihak baik kepada hula-hula SW maupun kepada SP atas terselenggaranya acara adat nagok ini. menyediakan piring yang diisi beras dan uang ( biasanya ratusan lembar pecahan Rp1. yang mereka namakan “Ulaon Sadari” disadur dari http://www.Sesudah amin.ladangtuhan.