Peranan Wanita dalam Agama Hindu

Kelompok 4 ☻Mita .

maka pernah dalam momentum tertentu.Latar Belakang Apabila kita melihat Veda dan susastra Hindu sebagai sumber sejarah dan sosiologis. wanita dilecehkan seperti kita jumpai dalam kisah Rāmāyaṇa (dewi Sitā) dan dalam Mahābhārata (dewi Drupadī ) yang menjadi korban dari keserakahan dan hawa nafsu laki-laki. .

Hal ini disebabkan di antaranya karena pemahaman masyarakat yang kurang baik terhadap kedudukan seorang wanita. wanita kurang mendapatkan penghargaan yang selayaknya.Dalam perkembangan sejarah agama Hindu terlihat jelas bahwa dalam beberapa dekade. .

. karena dalam perkawinan tersebut terjadi pelecehan terhadap seorang wanita. yaitu perkawinan yang sangat dicela dan tidak dibenarkan dalam agama Hindu. kita mengenal berbagai bentuk perkawinan yang menurut sistem perkawinan Hindu (sesuai dengan Manavadharmaśāstra) disebut perkawinan Paiśaca. Raksasa atau Asura Vivāham.Dalam sejarah kehidupan masyarakat Bali.

mrakunung atau mrakopong”.Demikian kita pernah melihat di Bali perkawinan yang disebut “mlagandang. guna-guna. ancaman dan lain-lain. teror. pemakaian obat bius. perkosaan. yakni pengambilan seorang calon istri dengan pemaksaan. .

Rumusan Masalah ☺Bagaimanakah kedudukan wanita menurut kitab suci Veda? ☺Bagaimanakah pandangan masyarakat hindu terhadap kepemimpinan wanita? .

Tujuan Penulisan ♀ Untuk mengetahui kedudukan wanita menurut pandangan agama hindu yang terdapat dalam kitab suci Veda. ♀ Untuk mengetahui pandangan masyarakat hindu terhadap kepemimpinan wanita .

• Dapat menambah wawasan dan menjadi salah satu pedoman tentang pandangan masyarakat hindu terhadap kepemimpinan wanita .Manfaat Penulisan • Dapat menambah wawasan dan menjadi salah satu pedoman tentang kedudukan wanita dalam pandangan agama Hindu.

. Jadi Svanittha artinya "mensucikan sendiri" kemudian berkembang menjadi pengertian tentang manusia yang berperan luas dalam Dharma atau "pengamal Dharma". di mana kata Sva artinya "sendiri" dan Nittha artinya "suci". yaitu Svanittha.Perempuan dan Kedudukannya Menurut Veda Wanita berasal dari Bahasa Sanskrit.

ramah dan menyenangkan semua orang dan binatangbinatang yang ada dalam keluarga itu” (Ṛgveda X. mampu mendidik anak-anak dan memiliki Sraddha. .43). taat menyembah para dewa.85. dituntut aktif untuk melaksanakan upacara agama seperti dinyatakan dalam terjemahan mantra-mantra berikut: “Mempelai wanita seharusnya melahirkan anak laki-laki yang memiliki karakter gagah dan berani.seorang perempuan atau istri dituntut memiliki jasmani dan rohani yang sehat.

gagah berani dan dapat memimpin pasukan ke medan pertempuran dan senantiasa percaya diri. . mantap. memberi kemakmuran. diharapkan untuk cerdas menjadi sarjana.Lebih jauh keutamaan seorang perempuan atau wanita di dalam kitab suci Veda dinyatakan memiliki sifat innovatif. cemerlang.

.Pandangan Masyarakat Hindu Terhadap Kepemimpinan Wanita Di dalam Manavadharmaśāstra (IX. laki-laki dinyatakan sebagai benih. hasil terjadinya jasad badaniah yang hidup terjadi karena melalui hubungan antara tanah dan benih.33) dinyatakan bahwa perempuan menurut Smŗti adalah sebagai tanah. Terhadap mitos penciptaan tersebut di atas menimbulkan dua penafsiran yang berbeda.

Di dalam mitologi Hindu. yaitu Śiva. Dalam mitos ini tampak Kali merupakan kekuatan destruktif apabila tidak dikendalikan. . maka ia bisa ditundukkannya. maka dewi Kali merupakan simbol daya tarik yang menimbulkan kekacauan dan bahaya. oleh karena itu sifat kedewataan wanita dalam agama Hindu hanya dapat diperoleh bagi mereka yang sudah kawin. tidak berada di bawah pengawasan pria. dewi Kali berperan sebagai ibu. tetapi berkat kontrol suaminya.

Any Question .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful