I.

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 10 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Selanjutnya, Pasal 11 Ayat (1) juga menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, wewenang Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah menjadi semakin besar. Lahirnya kedua undang-undang tersebut menandai sistem baru dalam penyelenggaraan pendidikan dari sistem yang cenderung sentralistik menjadi lebih desentralistik. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi sekolah atau daerah. Dengan demikian, sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi pokok/pembelajaran, kegiatan pem belajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolah atau daerah. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP, kalender pendidikan, dan silabus dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 23 Tahun 2006 Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan: • Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertangung jawab terhadap pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK ( Pasal 17 Ayat 2)

1

Perencanan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal 20)

Berdasarkan ketentuan di atas, daerah atau sekolah memiliki ruang gerak yang luas untuk melakukan modifikasi dan mengembangkan variasivariasi penyelengaraan pendidikan sesuai dengan keadaan, potensi, dan kebutuhan daerah, serta kondisi siswa. Untuk keperluan di atas, perlu adanya panduan pengembangan silabus untuk setiap mata pelajaran, agar daerah atau sekolah tidak mengalami kesulitan. B. Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial 1. Rasional Manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang menjadi penghuni di permukaan planet bumi ini, yang senantiasa berhadapan/berhubungan dengan dimensi-dimensi ruang, waktu, dan berbagai bentuk kebutuhan (needs) serta berbagai bentuk peristiwa baik dalam skala individual maupun dalam skala kelompok (satuan sosial). Berkenaan dengan sebagian dari hakekat makhluk manusia tadi, dan kemudian dihadapkan pada beberapa disiplin ilmu sosial, maka tentu saja terdapat relasi, relevansi, dan fungsi yang cukup signifikan. Dimensi ruang (permukaan bumi) dengan segala fenomenanya, sangat relevan menjadi obyek (bahan) kajian geografi. Sedangkan dimensi manusia baik dalam skala individual maupun dalam skala kelompok (masyarakat dan satuan sosial lainnya) sangat relevan menjadi bahan kajian/telaah disiplin sosiologi dan psikologi sosial. Kemudian dimensi waktu dan peristiwa-peristiwa yang dialami manusia dari waktu ke waktu sangat relevan menjadi obyek/bahan kajian bagi disiplin ilmu sejarah. Sedangkan dimensi kebutuhan (needs) yang senantiasa memiliki karakteristik/sifat keterbatasan (kelangkaan) sangat tepat menjadi obyek kajian bagi disiplin ilmu ekonomi. 2. Karakteristik Mata Pelajaran IPS Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan matapelajaran –matapelajaran lainnya, tidak terkecuali mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk SMP memiliki sejumlah karaktristik tertentu, yang antara lain seperti berikut : IPS merupakan perpaduan dari beberapa disiplin ilmu social antara lain : Sosiologi, Geografi, Ekonomi dan Sejarah.

2

regional. dan afektif. kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan. Siswa telah memahami 3 . dari segala aspek. interdicipliner-approach. siswa SMP berada pada tahap periode perkembangan yang sangat pesat. C. yaitu functional-approach. Pada usia ini. Dalam tahap perkembangannya. merupakan ‘period of formal operation’. budaya. nasional. dan multidiciplinerapproach. Perkembangan Aspek Kognitif Menurut Piaget (1970). 1. Pendekatan interdisipliner digunakan apabila materi kajian betul-betul menampilkan karakter yang dalam pengkajiannya memerlukan keterpaduan dari sejumlah disiplin ilmu sosial.Materi bagian IPS terdiri atas sejumlah konsep. yaitu ilmu alamiah (natural science). Berikut ini disajikan perkembangan yang sangat erat kaitannya dengan pembelajaran. Pendekatan fungsional digunakan apabila materi kajia lebih dominant sebagai kajian dari salah satu disiplin ilmu social. dalam hal ini diciplindisiplin ilmu social lain berperan sebagai penunjang dalam kajian materi tersebut. lokal. Mereka mempunyai perasaan dan pikiran serta keinginan atau aspirasi. periode yang dimulai pada usia 12 tahun. kebutuhan akan rasa aman. yaitu yang lebih kurang sama dengan usia siswa SMP. yang berkembang pada siswa adalah kemampuan berfikir secara simbolis dan bisa memahami sesuatu secara bermakna (meaningfully) tanpa memerlukan objek yang konkrit atau bahkan objek yang visual. dan kebutuhan untuk mengaktualisasi dirinya (menjadi dirinya sendiri sesuai dengan potensinya). Pendekatan multi disipliner digunakan manakala materi kajian memerlukan pendeskripsian yang melibatkan keterpaduan antar/lintas kelompok ilmu. dan ekonomi yan menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat baikk dalam skala kelompok masyarakat. dan humaniora. prinsip dan tema yang berkenaan dengan hakekat kehidupan manusia sebagai makhluk social (homo Socious) Kajian IPS dikembangkan melalui tiga pendekatan utama. papan). dan global. Karakteristik Peserta Didik Peserta didik adalah manusia dengan segala fitrahnya. Materi IPS senantiasa berkenaan dengan fenomena dinamika sosial. Mereka mempunyai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi (pangan. yaitu perkembangan aspek kognitif. sandang. psikomotor.

b. Pada tahap perkembangan ini juga berkembang ketujuh kecerdasan dalam Multiple Intelligences yang dikemukakan oleh Gardner (1993). baik gejala kebendaan maupun gejala kejadian/peristiwa guna membangun konsep bahasa Indonesia. Dia harus berpikir sebelum melakukan suatu gerakan. 2. Ini terjadi karena siswa masih dalam taraf belajar untuk mengendalikan gerakan-gerakannya. Tahap-tahap tersebut antara lain: a. (5) kecerdasan kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus). gerakan-gerakan pada tahap ini belum merupakan gerakan- 4 . Pada tahap ini siswa sering membuat kesalahan dan kadang-kadang terjadi tingkat frustasi yang tinggi. seorang siswa membutuhkan waktu yang lebih pendek untuk memikirkan tentang gerakan-gerakannya. (2) kecerdasan logis-matematis (kemampuan berfikir runtut).hal-hal yang bersifat imajinatif. Perkembangan Aspek Psikomotor Aspek psikomotor merupakan salah satu aspek yang penting untuk diketahui oleh guru. (7) Kecerdasan antarpribadi (kemampuan memahami orang lain). (3) kecerdasan musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada dan irama). Oleh karena itu. (4) kecerdasan spasial (kemampuan membentuk imaji mentaltentang realitas). Dia mulai dapat mengasosiasikan gerakan yang sedang dipelajarinya dengan gerakan yang sudah dikenal. Implikasinya dalam pembelajaran IPA bahwa belajar akan bermakna kalau input (materi pelajaran) sesuai dengan minat dan bakat siswa. Perkembangan aspek psikomotor juga melalui beberapa tahap. Pembelajaran IPA akan berhasil kalau penyusun silabus dan guru mampu menyesuaikan tingkat kesulitan dan variasi input dengan harapan serta karakteristik siswa sehingga motivasi belajar mereka berada pada tingkat maksimal. Tahap kognitif Tahap ini ditandai dengan adanya gerakan-gerakan yang kaku dan lambat. Di antara ketujuh macam kecerdasan ini sesuai dengan karakteristik keilmuan bahasa Indonesia akan dapat berkembang pesat dan bila dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia untuk berlatih mengeksplorasi gejala alam. yaitu: (1) kecerdasan linguistik (kemampuan berbahasa yang fungsional). Tahap ini masih dalam tahap pertengahan dalam perkembangan psikomotor. (6) kecerdasan intra-pribadi (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan rasa jati diri). Tahap asosiatif Pada tahap ini.

Proses belajarnya sudah hampir lengkap meskipun dia tetap dapat memperbaiki gerakan-gerakan yang dipelajarinya. yang meliputi: a. c. dan menentukan hubungan di antara nilai-nilai yang ada. gerakan-gerakannya sudah mulai tidak kaku. 3. Tahap ini disebut tahap autonomi karena siswa sudah tidak memerlukan kehadiran instruktur untuk melakukan gerakangerakan. Tahap otonomi Pada tahap ini. Pada tahap ini. seorang siswa telah mencapai tingkat autonomi yang tinggi. Self-esteem. (5) sudah mulai memiliki karakteristik dan mengetahui karakteristik tersebut dalam bentuk sistem nilai. fenomena. Bloom (Brown. Ranah afektif tersebut mencakup emosi atau perasaan yang dimiliki oleh setiap peserta didik.gerakan yang sifatnya otomatis. gerakan-gerakan telah dilakukan secara spontan dan oleh karenanya gerakan-gerakan yang dilakukan juga tidak mengharuskan pembelajar untuk memikirkan tentang gerakannya. dan objek di sekitar. Karena waktu yang diperlukan untuk berpikir lebih pendek. yaitu penghargaan yang diberikan seseorang kepada dirinya sendiri. 5 . dan apa yang diyakini dan diapresiasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam teori pemerolehan bahasa kedua atau bahasa asing. Pada tahap ini. (4) sudah mulai bisa mengorganisir nilai-nilai dalam suatu sistem. Pemahaman terhadap apa yang dirasakan dan direspon. (3) bisa menilai. Perkembangan Aspek Afektif Keberhasilan proses pembelajaran bahasa Indonesia juga ditentukan oleh pemahaman tentang perkembangan aspek afektif siswa. seorang siswa masih menggunakan pikirannya untuk melakukan suatu gerakan tetapi waktu yang diperlukan untuk berpikir lebih sedikit dibanding pada waktu dia berada pada tahap kognitif. (2) responsif terhadap stimulus-stimulus yang ada di lingkungan mereka. Faktor pribadi yang lebih spesifik dalam tingkah laku siswa yang sangat penting dalam penguasaan berbagai materi pembelajaran. masyarakat. 2000) memberikan definisi tentang ranah afektif yang terbagi atas lima tataran afektif yang implikasinya dalam siswa SMP lebih kurang sebagai berikut: (1) sadar akan situasi.

Kegiatan Pembelajaran apa yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar. 6. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Risk-taking. e. Kegiatan Pembelajaran. yaitu keberanian mengambil risiko. Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkan Indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai. yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran. Pengembang Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah. 3. Sumber Belajar apa yang dapat diberdayakan untuk mencapai Standar Isi tertentu. yaitu dorongan untuk melakukan suatu kegiatan. 1. Motivasi. Penilaian. Materi Pokok/Pembelajaran. 7. khawatir. B. yaitu sifat yang berkaitan dengan pelibatan diri individu pada perasaan orang lain. Indikator apa saja yang harus dirumuskan untuk mengetahui ketercapaian KD dan SK. II. Indikator. tegang. DAN TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN SILABUS A. Empati. c. dsbnya. Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai dengan yang dirumuskan oleh Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). f. Materi Pokok/Pembelajaran apa saja yang perlu dibahas dan dipelajari peserta didik untuk mencapai Standar Isi.b. silabus pada dasarnya menjawab permasalahan-permasalahan sebagai berikut. yaitu sikap mempertahankan diri atau melindungi ego. Dengan demikian. Pengertian Silabus Silabus disusun berdasarkan Standar Isi. 6 . Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu. 5. dan Sumber Belajar. d. Alokasi Waktu. Inhibition. PENGERTIAN. Anxiety (kecemasan). PRINSIP. yang meliputi rasa frustrasi. 2. 4.

dan lembaga terkait seperti Balitbang Depdiknas. Dalam pengembangan silabus ini sekolah. maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru kelas atau guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan dipergunakan oleh sekolah tersebut 3. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Beberapa sekolah atau sekolah-sekolah dalam sebuah yayasan dapat bergabung untuk menyusun silabus. LPMP. dan lembaga terkait seperti Balitbang Depdiknas dalam menyusun silabus. 1. Kelompok sekolah ini juga dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi. kelompok kerja guru. LPMP. Hal ini dimungkinkankarena sekolah dan komite sekolah karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan penyusunan silabus. LPMP.kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Sekolah dan Komite Sekolah Pengembang silabus adalah sekolah bersama komite sekolah. atau unit utama terkait yang ada di Departemen Pendidikan Nasional 7 . Untuk menghasilkan silabus yang bermutu. 2. atau dinas pendidikan dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi. 4 Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing. dan Dinas Pendidikan. Kelompok Sekolah Apabila guru kelas atau guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri. sekolah bersama komite sekolah dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi.

kegiatan pembelajaran. kegiatan pembelajaran. sumber belajar. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. materi pokok/pembelajaran. afektif. dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. materi pokok/pembelajaran. Memadai Cakupan indikator. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator. kegiatan pembelajaran. Prinsip Pengembangan Silabus 1. materi ajar ditentukan berdasarkan dan atau memperhatikan kultur daerah masing-masing. 3. 5. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan peserta didik tidak tercerabut dari lingkungannya. dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. taat asas) antara kompetensi dasar. dan sistem penilaian. sumber belajar. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapain kompetensi dasar. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. Relevan Cakupan. kedalaman. pendidikan. 2. emosional. materi pokok/pembelajaran. sosial. 6.C. 8 . 8. teknologi. Sementara itu. dan spiritual peserta didik. dan peristiwa yang terjadi. Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik. Konsisten Ada hubungan yang konsisten (ajeg. 7. 4. indikator. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertangungjawabkan secara keilmuan. intelektual. tingkat kesukaran. psikomotor).

KOMPONEN PENGEMBANGAN SILABUS A. 4. seperti Standar Isi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pemantapan: Masukan dari pengkajian ulang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki buram awal. penyusun silabus perlu memahami semua perangkat yang berhubungan dengan penyusunan silabus. III. pengawas. kepala sekolah. Apabila telah memenuhi kriteria rancangan silabus dapat segera disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Penilaian silabus: Penilaian pelaksanaan silabus perlu dilakukan secara berkala dengan mengunakaan model-model penilaian kurikulum. 3. dan siswa itu sendiri. Perencanaan: Tim yang ditugaskan untuk menyusun silabus terlebih dahulu perlu mengumpulkan informasi dan mempersiapkan kepustakaan atau referensi yang sesuai untuk mengembangkan silabus. staf profesional dinas pendidikan. ahli penilaian. 5. 6. Identitas Silabus Standar Kompentensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu 9 . 8. Perbaikan: Buram silabus perlu dikaji ulang sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. 2. Silabus memuat sekurang-kurangnya komponen-komponen berikut ini. guru/instruktur. psikolog. 4. 3. ahli mata pelajaran. Tahap-tahap Pengembangan Silabus 1. DAN LANGKAH-LANGKAH Komponen silabus 1. 7. 5. Pelaksanaan: Dalam melaksanakan penyusunan silabus. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknologi dan informasi seperti multi media dan internet. Pengkajian dapat melibatkan para spesialis kurikulum. ahli didaktik-metodik.D. 2. perwakilan orang tua siswa.

.... Materi Penilaian Alokasi Sumber Kompetensi Pokok/ Kegiatan Indikator Teknik Bentuk Contoh Waktu Belajar Dasar Pembelajaran Pembelajaran Instrumen Instrumen 1...1... selanjutnya dapat disajikan dalam contoh format silabus secara horisontal atau vertikal sebagai berikut. Format 1: Horizontal SILABUS Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi : SMP : .....9. 10 .. Sumber Belajar Komponen-komponen silabus di atas. : .......... : 1..

.. Standar Kompetensi 2......... 2................ Menuliskan Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan............ Standar 11 . : . nara sumber... B.. : ..........................atau lainnya.... Alokasi Waktu 8...... Langkah-langkah Pengembangan Silabus Mengisi identitas Silabus Identitas terdiri dari nama sekolah..Materi Pokok/Pembelajaran 4. Penilaian 7......... dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. : .............. : ...... sikap... Kegiatan Pembelajaran 5................................ Mata Pelajaran:.............Format 2: Vertikal SILABUS Nama Sekolah :... Kompetensi Dasar 3......... alat.. Identitas silabus ditulis di atas matriks silabus.. : ................ Catatan: * Kegiatan Pembelajaran: kegiatan-kegiatan yang spesifik yang dilakukan siswa untuk mencapai SK dan KD * Alokasi waktu: termasuk alokasi penilaian yang terintegrasi dengan pembelajaran (n x 40 menit) * Sumber belajar: buku teks............... Indikator 6............................. dan semester........ : ... Kelas/Semester :. bahan........ 1......... mata pelajaran............................. : ........ 1.. Sumber Belajar : ........ kelas..

Kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran. f. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran harus dipertimbangkan: a. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. b. Selain itu harus diperhatikan: e. c. 12 . relevansi materi pokok dengan SK dan KD. struktur keilmuan. Standar Kompetensi dituliskan di atas matrik silabus di bawah tulisan semester. Menuliskan Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. g. Sebelum menuliskan Standar Kompetensi. intelektual. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD. b. kebermanfaatan bagi peserta didik. alokasi waktu. keterkaitan antar Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam mata pelajaran. relevansi dengan kebutuhan peseta didik dan tuntutan lingkungan. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. d. penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. kedalaman dan keluasan materi. 3. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar. 4. c. dan c. dan spiritual peserta didik. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar. emosional. keterkaitan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar antarmata pelajaran. sosial. b. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. tingkat perkembangan fisik.

b. Kriteria dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran sebagai berikut. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. tingkat kepentingan (significance): materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh siswa diperlukan oleh siswa. agar mereka dapat bekerja dan melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum. Kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. b. Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi KD-KD yang memerlukan prasyarat tertentu. Perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang harus dikuasai untuk mencapai Kompetensi Dasar. c. dan keterampilan. sikap. h. e. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan. e. layak dipelajari (learnability): materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat. khususnya guru. Kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered). a. peserta didik dengan guru. 13 . Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. Guru harus selalu berpikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar siswa memiliki kompetensi yang telah ditetapkan. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. kesahihan (validity): materi memang benar-benar teruji kebenaran dan kesahihannya.a. f. Pembelajaran bersifat spiral (terjadi pengulangan-pengulangan pembelajaran materi tertentu). g. d. lingkungan. d. menarik minat (interest): materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut. c. kebermanfaatan (utility): materi tersebut memberikan dasardasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya. 5.

mencerminkan ciri khas dalam pegembangan kemapuan mata pelajaran. kelompok. yaitu kegiatan dan objek belajar. afektif. Dapat diukur/dapat dikuantifikasikan/dapat diamati. terlebih dahulu diperhatikan indikator. Rumusan pernyataan dalam Kegiatan Pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembeljaran siswa. dan (c) contoh instrumen. a. di bawah bimbingan guru. bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan individu/perorangan. dan psikomotor). sosialekomomi. (b) bentuk instrumen. dan budaya. Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif. Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan. mengolah. c. e. di dalam penentuan indikator diperlukan kriteria-kriteria berikut ini. f. kemampuan. minat. c. 7. disesuaikan dengan kemampuan siswa. Sesuai tingkat perkembangan berpikir siswa. d. 6. Pemilihan kegiatan pembelajaran mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: a. Teknik Penilaian 14 . Berkaitan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Merumuskan Indikator Untuk mengembangkan instrumen penilaian. b. latar belakang keluarga. dan klasikal. Di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting. Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life skills). a. dan e. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. berpasangan. Kriteria indikator adalah sebagai berikut. memberikan peluang bagi siswa untuk mencari.i. b. serta masalah khusus yang dihadapi siswa yang bersangkutan. Menggunakan kata kerja operasional. d. dan menemukan sendiri pengetahuan. g. sumber belajar dan sarana yang tersedia. memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual siswa seperti: bakat. Oleh karena itu. yang meliputi: (a) teknik penilaian.

serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. 6) Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberi tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. ia diberi tugas pengayaan. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah siswa mengikuti proses pembelajaran.Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. dan bila telah menguasai kompetensi dasar. 1) Pemilihan jenis penilaian harus disertai dengan aspekaspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. 4) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Adapun yang dimaksud dengan teknik penilaian adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. ia harus mengikuti proses pembelajaran lagi. berupa program remedi. Dalam melaksanakan penilaian. 3) Penilaian menggunakan acuan kriteria. 7) Dalam sistem penilaian berkelanjutan. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam rangka penilaian ini. yang secara garis besar dapat dikategorikan sebagai teknik tes dan teknik nontes. sedangkan teknik nontes adalah suatu cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban betul atau salah. penyusun silabus perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. 5) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan. guru harus membuat kisi-kisi penilaian dan rancangan penilaian secara 15 .Teknik tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang memerlukan jawaban betul atau salah. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 2) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian indikator.

pilihan ganda. 3) Tes unjuk kerja. 8) Penilaian dilakukan untuk menyeimbangkan berbagai aspek pembelajaran: kognitif. dapat berupa tes esai/uraian. dan uji petik kerja produk. Bentuk Instrumen Bentuk instrumen yang dipilih harus sesuai dengan teknik penilaiannya. 4) Penugasan. 9) Penilaian merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan. 13) Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. 16 . akurat. menjodohkan dan sebagainya. dan psikomotor dengan menggunakan berbagai model penilaian. 10) Penilaian merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa. afektif. tes simulasi. uji petik kerja prosedur. Kompetensi Dasar dan Indikator. 5) Observasi yaitu dengan menggunakan lembar observasi. seperti tugas proyek atau tugas rumah. isian. Dengan demikian. 11) Penilaian berorientasi pada Standar Kompetensi. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan. yaitu berbentuk daftar pertanyaan. Oleh karena itu. b. penilaian harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. bentuk instrumen yang dikembangkan dapat berupa bentuk instrumen yang tergolong teknik: 1) Tes tulis. Misalnya. bukti-bukti outentik. 2) Tes lisan.menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik penilaian yang tepat. 12) Penilaian dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa. dapat berupa tes identifikasi. maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. atau uji petik kerja prosedur dan produk. baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan.

Tabel 1. karya. 8) Penilaian diri dengan menggunakan lembar penilaian diri Sesudah penentuan instrumen tes telah dipandang tepat. • Daftar pertanyaan • Tes identifikasi • Tes simulasi • Uji petik kerja produk • Uji petik kerja prosedur • Uji petik kerja prosedur dan produk • Tugas proyek • Tugas rumah • Lembar observasi • Pedoman wawancara • Dokumen pekerjaan. dan/atau prestasi siswa • Lembar penilaian diri c. apabila dipandang hal itu menyulitkan karena kolom yang tersedia tidak mencukupi.6) Wawancara yaitu dengan menggunakan pedoman wawancara 7) Portofolio dengan menggunakan dokumen pekerjaan. Contoh instrumen dapat dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia. selanjutnya dibuat contohnya. Berikut ini disajikan ragam teknik penilaian beserta bentuk instrumen yang dapat digunakan. selanjutnya contoh instrumen penilaian diletakkan di dalam lampiran. karya. dan atau prestasi siswa. selanjutnya instrumen tes itu dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia. 7. Contoh Instrumen Setelah ditetapkan bentuk instrumennya. Ragam Teknik Penilaian beserta Ragam Bentuk Instrumennya Teknik • Tes tulis • • Tes lisan Tes unjuk kerja • Penugasa n Observasi Wawancar a Portofolio Penilaian diri • • • • Bentuk Instrumen • Tes isian • Tes uraian • Tes pilihan ganda • Tes menjodohkan • Dll. Menentukan Alokasi Waktu 17 . Namun.

dan sebagainya. yang dapat berupa: buku teks. lingkungan alam sekitar. minggu efektif per semester. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. dengan memperhatikan: a. PENUTUP Contoh silabus yang terdapat di dalam Lampiran 3 bukan contoh satusatunya di dalam pengembangan silabus yang disusun berdasarkan Standar Isi. dan c. jumlah kompetensi per semester. b. 18 . media elektronika. 8. media cetak.Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu Kompetensi Dasar tertentu. diharapkan sekolah atau daerah dapat mengembangkan sendiri bentuk silabus yang lain. nara sumber. alokasi waktu mata pelajaran. IV. Untuk itu.

dan Keterampilan Intelektual terhadap Hasil Belajar Konsep. 1986. Larry M. Semantics. Sydney: Cambridge University. Pengaruh Strategi Urutan Penyampaian. Laurie Bauer. Yogyakarta: Adi Cita. M. 1988. Soeparno. Dasar-dasar Linguistik. 1999. John Lyons. Marsono.Bristis: Edinburgh Uni. Morfologi Bahasa Indonesia. Semarang: IKIPPres. Jakarta: Erlangga.DAFTAR PUSTAKA Abdul Gafur. Disain Instruksional: Langkah Sistematis Penyusunan Pola Dasar Kegiatan Belajar-Mengajar. 1987. Sintaksis Bahasa Indonesia. Pres.H. 1988. Fonetik. 1987. 1975. 1975. Phonology : Theory and Analysis. Prinsip-prinsip Disain Pembelajaran. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pres. Analisis Bahasa. Ramlan. Yogyakarta: Adi Cita. 1988. Umpan balik. Abdul Gafur. Jakarta: PAU UT. New York: RW. Ramlan. 19 . Sala: Tiga Serangkai. 1993. Samsuri. Yogyakarta: DW. Introducing Linguistic Morfology. M. Abdul Gafur.

membangun kerjasama. 20 . misalnya: kemampuan berpikir kompleks. melaksanakan peran sebagai warganegara yang bertanggung jawab. kemampuan minimum yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk standar kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. dan psikomotor. Kompetensi dasar: kemampuan minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan. Konsistensi (ketaatasasan): keselarasan hubungan antarkomponen dalam silabus (Kompetensi Dasar. Kreatif: mampu menghasilkan suatu karya sastra meskipun dalam bentuk sederhana.Lampiran 1 GLOSARIUM Kecakapan hidup (life skill): kemampuan yang diperlukan untuk menempuh kehidupan dengan sukses. afektif. materi pembelajaran dan pengalaman belajar). kesiapan untuk terjun ke dunia kerja. bahagia dan secara bermartabat. berkomunikasi secara efektif. Kecukupan (adequacy): mempunyai cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran yang memadai untuk menunjang penguasaan Kompetensi Dasar maupun standar kompetensi. Kompetensi lulusan: kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan lulusan suatu jenjang pendidikan yang meliputi ranah kognitif. Materi pembelajaran: bahan ajar minimal yang harus dipelajari siswa untuk menguasai Kompetensi Dasar. Komunikasi: interaksi atau kontak berbahasa antara pihak satu dengan pihak lain.

Pendekatan prosedural: strategi pengembangan materi pembelajaran berdasarkan atas urutan penyelesaian suatu tugas pembelajaran. Pendekatan terjala (webbed): strategi pengembangan pelajaran. menemukan. mengadakan eksperimen. dll. dan jika mungkin penciptaan karya sastra. Pendekatan tematik: strategi pengembangan materi pembelajaran yang bertitik tolak dari sebuah tema. Pendekatan spiral: strategi pengembangan materi pembelajaran berdasarkan lingkup lingkungan. mengaplikasikan. Performansi: keterampilan dan atau kemampuan dalam menggunakan bahasa secara nyata dalam konteks berbahasa sehingga dapat diamati Pragmatis: penggunaan bahasa yang disesuaikan dengan konteks dan situasi atau ruang serta waktu berbahasa 21 . meneliti. menganalisis.. berdiskusi di bawah bimbingan guru. dapat diperoleh di dalam kelas dan di luar kelas. Pengalaman belajar: Menunjukkan aktivitas belajar yang dilakukan siswa melalui interaksi siswa dengan objek atau sumber belajar. menelaah. dan hubungan antara tema dengan subtema dapat digambarkan sebagai sebuah jala (webb). Pendekatan hierarkis: strategi pengembangan materi pembelajaran berdasarkan penjenjangan materi pokok. mensimulasikan. yaitu dari lingkup lingkungan yang paling dekat dengan siswa menuju ke lingkup lingkungan yang lebih jauh.Mengoperasionalkan: menggunakan atau menerapkan berbagai unit atau satuan lingual dalam kegiatan berbahasa Pembelajaran berbasis kompetensi: pembelajaran yang mensyaratkan dirumuskannya secara jelas kompetensi yang harus dimiliki atau ditampilkan oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Pendekatan apresiatif: upaya menyiasati pembelajaran sastra yang berupa pemahaman. mengamati. penghargaan. Bentuknya dapat berupa kegiatan mendemonstrasikan. Pengalaman belajar dapat dipilih sesuai dengan kompetensinya. penghayatan. yang bukan kegiatan interaksi guru-siswa seperti mendengarkan uraian guru. dengan menggunakan topik dari beberapa mata pelajaran yang relevan sebagai titik sentral. mempraktikkan. dll.

pemahaman. emosi. Standar kompetensi: kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan untuk satu mata pelajaran. frase. kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan dalam suatu mata pelajaran. kemampuan yang berkaitan dengan pemerolehan pengetahuan. kata. pengenalan. kompetensi dalam mata pelajaran tertentu yang harus dimiliki oleh siswa. derajat penerimaan atau penolakan terhadap suatu objek. Ranah kognitif: aspek yang berkaitan dengan kemampuan berpikir. sikap. penentuan. kuis.Premis: pernyataan yang disusun dalam rangka untuk menarik kesimpulan bersifat deduktif Ranah afektif: aspek yang berkaitan dengan perasaan. morfem. konseptualisasi. baik dalam bentuk lisan maupun Silabus: susunan teratur materi pembelajaran mata pelajaran tertentu pada kelas/semester tertentu. Strategi pembelajaran: dimaksudkan sebagai bentuk/pola umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. yang dilakukan melalui interaksi siswa dengan guru. kemampuan yang berkaitan dengan gerak fisik. dan sebagainya. misalnya: diskusi di bawah bimbingan guru. ujian blok. Strategi pembelajaran dapat dipilih antara kegiatan tatap muka dan non tatap muka (pengalaman belajar). Ranah psikomotor: aspek yang berkaitan dengan kemampuan melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan. dan penalaran. misalnya puisi-puisi karya Sutardji Calzoum Bachri Satuan lingual: satuan yang bersifat kebahasaan seperti halnya fonem. kemampuan memperoleh pengetahuan. kompetensi dasar atau materi pembelajaran. dan sebagainya. Tuturan langsung: ucapan atau perkataan seseorang yang disampaikan secara langsung atau secara lisan (bahasa lisan) Tatap muka: Menunjukkan aktivitas belajar yang dilakukan siswa untuk mencapai 22 . presentasi. Relevansi: keterkaitan Sastra kontemporer: salah satu jenis karya sastra yang dihasilkan pada saat mutakhir.

dan bersifat abstrak. efektif. rancu.Variasi kalimat: jenis-jenis kalimat berdasarkan berbagai sudut pandang. dapat dipakai baik pada standar kompetensi maupun kompetensi dasar. perubahan. Lampiran 2 DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL PADA PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR STANDAR KOMPETENSI Contoh: mendefinisikan menerapkan mengkonstruksikan KOMPETENSI DASAR Contoh: mengidentifikasikan menunjukkan membaca menghitung menggambarkan melafalkan mengucapkan membedakan KETERANGAN: 1. seperti mengidentifikasikan. mendemonstrasikan menafsirkan menerapkan menceritakan menggunakan menentukan menyusun menyimpulkan membuat menerjemahkan merumuskan menyelesaikan menganalisis mensintesis mengevaluasi mengidentifikasikan mengenal menyelesaikan menyusun 23 . 2. Satu kata kerja tertentu. misalnya kalimat baku. dan sebagainya Wacana: satuan kebahasaan yang mengandung makna atau maksud lengkap yang kedudukannya di atas kalimat. perbedaannya terletak bahwa pada standar kompetensi cakupannya lebih luas daripada pada kompetensi dasar. Satu butir standar kompetensi dapat dipecah menjadi beberapa butir kompetensi dasar.

Satu butir kompetensi dasar. indikator.3. nantinya harus dipecah menjadi minimal 2 Standar kompetensi dan kompetensi dasar belum memuat atau bukan merupakan indikator. 4. 24 .