P. 1
laporan jarukk

laporan jarukk

|Views: 89|Likes:

More info:

Published by: Ahmad Ghazali Rahmadani on Jun 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2012

pdf

text

original

BAB I Deskripsi Tanaman Jeruk Bali

1.1. Jeruk Secara Umum Jeruk bali berasal dari Cina dan merupakan salah satu jenis buah-buahan yang sudah dikenal sejak lama di Indonesia. Beberapa ahli menduga bahwa tanaman jeruk bali merupakan salah satu jenis tanaman asli Indonesia. Populasi tanaman jeruk bali di Indonesia tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara, khususnya di daerah Jawa Timur dan Bali. Jeruk dapat tumbuh di sembarang tempat. Namun, tanaman ini akan memberikan hasil optimum bila ditanam di lokasi yang sesuai. Ketinggian tempat yang sesuai untuk tanaman ini yaitu dataran rendah sampai 700 m di atas permukaan laut. Sedangkan yang ditanam di atas ketinggian tersebut rasa buahnya lebih asam. Suhu optimum yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya berkisar antara 25-30° C. Sedangkan sinar matahari harus penuh agar produksinya optimum. Tanah yang disukai tanaman jeruk ialah jenis tanah gembur, dan subur. Kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 1,5 m pada musim kemarau dan tidak kurang dari 0,5 m pada musim hujan. Tanah tidak boleh tergenang air karena akar akan mudah terserang penyakit. Curah hujan yang cocok berkisar antara 1.000-1.200 mm per tahun dengan kelembapan udara 50-85% (Anonim 2, 2008). Untuk memenuhi kebutuhan/permintaan akan buah jeruk manis segar, Indonesia di samping mengupayakan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut dari hasil propduksi dalam negeri, tetapi juga sampai dengan batas-batas tertentu masih harus mendatangkan jeruk dari luar negeri. Pertumbuhan permintaan terhadap jeruk manis segar disamping sangat dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan perkapita (sebagai dampak keberhasilan pembangunan). Perubahan perilaku masyarakat untuk mendapatkan buah segar yang bermutu, menyebabkan impor jeruk masih terus naik, pada tahun 1990 hanya sejumlah 178,53 ton dengan nilai US$ 217.70, tetapi pada tahun 1996 impor tersebut melonjak s/d 14.952.32 ton dengan nilai sebesar US$ 8.739.62. Bahkan impor jeruk yang tertinggi terjadi pada tahun 1994 sebesar 18.447.22 ton dengan nilai sebesar US$ 11.411.73.

1

Kecenderungan meningkatnya impor buah jeruk segar tersebut telah mendorong pemerintah untuk membatasi impor. Sejalan dengan itu telah dilaksanakan pula kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan produksi/ produktivitas aneka ragam buah-buahan asli Indonesia. Peningkatan produksi dalam negeri yang diharapkan mampu memicu penawaran, dan dapat menciptakan perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Indikatornya adalah bahwa pilihan konsumen terhadap buahbuahan segar yang ada semakin beragam dengan mutu yang semakin baik, serta dengan tingkat harga yang masih dapat dijangkau oleh daya beli sebagian besar masyarakat. Jeruk besar Bali (citrus maxima. Merr) yang lazim disebut dengan nama jeruk Bali merupakan salah satu buah yang hampir dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Bali dan sebagian besar masyarakat di luar Bali. Prospek pemasarannya cukup baik dan yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana meningkatkan produksinya. Penanaman jeruk Bali, baik yang berskala kecil maupun besar (berorientasi agribisnis), harus diawali dengan pembibitan. Keberhasilan pengusahaan tanaman jeruk ditentukan oleh tersedianya bibit bermutu, yaitu bibit yang bebas penyakit, murni, identik dengan induknya, tidak cacat serta penangkarannya telah dilakukan dengan benar dan tepat melalui program sertifikasi bibit. Bibit yang baik adalah bibit yang berasal dari okulasi dan sambung pucuk. Bibit tersebut merupakan gabungan bibit semai dan cabang entris dari varietas unggul, yang produksi dan mutu buahnya baik. Dengan bibit asal okulasi dan sambung pucuk akan diperoleh tanaman yang berakar kuat, tumbuhnya subur, buahnya banyak dan mutu buahnya tinggi, mengenai bagaimana cara okulasi tanaman jeruk akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini. Tanaman jeruk yang banyak dibudidayakan orang tergolong salah satu anggota suku jeruk-jerukan (Rutaceae), yang beranggotakan tidak kurang dari 1300 jenis tanaman. Suku Rutaceae dibagi dalam tujuh sub famili (anak suku) dan 130 genus (marga). Yang menjadi induk tanaman jeruk adalah sub famili Aurantioideae yang beranggotakan 33 genus (Sarwono, 1995). Anak suku Aurantioideae masih dibagibagi lagi dalam beberapa kelompok tribe (rumpun) dan sub tribe (anak rumpun).

2

Daun merupakan daun tunggal. berbentuk bulat. tangkai daun bersayap sempit. memiliki bau yang harum. 1. diameter sampai 10-20 cm. 1. Jenis Tanaman Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut: Divisi Subdivisi Kelas Ordo Keluarga : : : : : Spermatophyta Angiospermae Dicotyledonae Rutales Rutaceae 3 . Jenis buah buni. Morfologi Tanaman Jeruk bali merupakan jenis tanaman jeruk yang memiliki tinggi sampai lebih dari 5 meter.3. serta tajuk bunga 5 sampai 7 lembar berwarna putih.Jeruk tergolong dalam rumpun Citriae dan anak rumpun Citrinae. Klasifikasi Sistematika tumbuhan jeruk bali adalah sebagai berikut : Divisi Anak divisi Kelas Bangsa Suku Marga Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledoneae : Rutales : Rutaceae : Citrus : Citrus máxima (Burm. berwarna hijau yang akan menjadi kuning jika matang. Letak daun tersebar (folia sparsa). 2008). bulat telur sungsang (Anonim 3. Bentuk bijinya agak pipih. Dari anak rumpun Citrinae inilah asal berbagai jenis anggota tanaman jeruk (Sarwono. rasanya manis sedikit asam dan kelat.) Merr 1. berkulit tipis. cabang-cabangnya banyak.4. 1995). Jumlah bunga untuk setiap tandanya antara 515. Letak bunga terdapat pada ketiak daun.2.

Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus 4 .5. Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L. jeruk manis (C. Siem Garut. jeruk besar (C. jeruk Siem (C. keprok medan. Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C. aurantifolia). jeruk sitrun/lemon (C. bali.). L) yang terdiri atas Siem Pontianak. Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem. 3.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali. nipis dan purut. Iklim 1.Genus Spesies : : Citrus Citrus sp. hystrix) dan jeruk sambal (C. microcarpa L. 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. 2. auranticum L.maxima Herr.sinensis L. Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit. jeruk Purut (C. Siem Lumajang. Tergantung pada spesiesnya. Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. 5. Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. hystix ABC). medica). dan C. 4.sinensis.). Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. jeruk memerlukan 5-6. dan C. jeruk baby. 1. Jeruk untuk bumbu masakan yangterdiri atas jeruk nipis (C.

8. Ketinggian Tempat yang Ideal Untuk Bertanam Jeruk Sesuai Dengan Jenisnya. 7) Jenis Purut: 1–400 m dpl. Bali.6. sabun wangi. esens minuman dan untuk campuran kue. Waturejo. Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas. Kumkuat: 1-1. Keprok Tejakula: 1–900 m dpl.200 m dpl.1. Karena adanya serangan 5 . 6) Jenis Besar Nambangan-Madiun. 2. Sentra Penanaman Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat). Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). Namun jenis jeruk siam tertentu seperti jeruk tebas tumbuh dengan baik di kalimantan pada elevasi 100 m dpl. Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi tergantung pada spesies: 1) Jenis Keprok Batu 55. 1. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi. dimana kandungan vitamin C yang tinggi. Jeruk dapat tumbuh dengan baik pada elevasi 800-1500 meter dpl. Manfaat Tanaman 1. Batu (Jawa Timur). Pada ketinggian di atas 900 m dpl rasanya asam.000 m dpl. pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata. Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk. Gulung: 1–700 m dpl. Manfaat tanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan. alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. 2) Jenis Jepun Kasturi. WNO. 3) Jenis Keprok Madura. 5) Jenis Siem: 1–700 m dpl. Tejakula (Bali). Tawangmangu (Jawa Tengah). Selayar (Sulawesi Selatan). VLO: 300–800 m dpl. gula tetes. 1.7. Keprok Garut: 700-1. 4) Jenis Manis Punten. 3. Jeruk dapat tumbuh di dataran rendah (lahan basah) dan datarn tinggi.

6 .virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration). beberapa sentra penanaman mengalami penurunan produksi yang diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yang saat ini tidak berlaku lagi.

cukup humus. Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 300. akar serabut banyak. subur. Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. Di areal sawah bisa ditanami jeruk dengan cara membuat gundukan seluas 1 m2 dengan tinggi 50 . tata air dan udara baik.60 cm. Setiap 1 ha lahan dengan sistem bedengan dapat ditanami jeruk sebanyak 278 pohon. debu 25-50% dan pasir <50%. mirip dengan induknya (true to type). akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit. berdiameter batang 2-3 cm. Karenanya kebun jeruk untuk lahan basah perlu dibuat drainase. 4. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%. 1. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk.1 Media Tanam Kebun jeruk tidak boleh tertutup oleh genangan air.5– 6. Untuk daerah pasang surut dibuat baluran (bedengan) dengan ukuran tinggi 0. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5.1 Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. 3.2 Pembibitan 2. 5. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm.5 meter dan lebar 3 meter dan panjangnya menurut petakan lahan. permukaan batang halus. 2.5 dengan pH optimum 6.2. 7 . Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit.BAB II Teknik Budidaya Tanaman Jeruk 2. Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%. 2.

Cleopatra. pasir (1:1:1). Tanah diolah sedalam 30-4.2 Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif.15-1.go. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Rough lemon. Sebelum ditanami. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari 8 . 2. tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2.5 x 2 cm dan langsung disiram. busuk akar dan nematoda. b) Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Troyer Citrange dan Carizzo citrange. sekam. Setelah tanam. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. 2. tahan/toleran terhadap penyakit virus. Jarak petakan 0. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. daya adaptasi lingkungan tinggi.20 m membujur dari utara ke selatan.cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1.2. Areal persemaian memiliki tanah yang subur.3 Teknik Penyemaian Bibit a) Cara generative (sumber: epetani.2.3. persemaian diberi atap.deptan. tahan kekeringan. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas.5-1 m.2. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang. Pengolahan Media Tanam Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng.id) Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong.

Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. Teknik Penanaman Jarak tanam yang digunakan bervariasi dari satu lokasi yang lainnya. Di Jawa biasa digunakan jarak tanam 7 x 7 meter atau 8 x 8 meter. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Kebun jeruk di dataran rendah (lahan basah) jarak tanamnya relatif lebih jarang dibanding kebun jeruk di dataran tinggi. Dengan jarak tanam 5 x 5 meter maka dalam 1 hektar akan terdapat 400 pohon. 2. Jarak tanam yang lebih besar umumnya tidak memberi pengaruh terhadap tanaman kecuali rendahnya populasi tanaman per hektarnya. Tetapi jarak tanam yang dianjurkan untuk jeruk keprok adalah 6 x 6 meter. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. lubang tanam yang sudah dibuat diisi dengan pupuk kandang/kompos yang dicampur tanah lapisan atas.4. 9 . karena 40% dari lahan basah terpakai untuk keperluan pembuatan drainase dan pembuatan jalan. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Jika umur lebih dari 10 tahun produksi masih baik dan jika kebun masih dipertahankan sebaiknya dilakukan penjarangan dengan menebang pohon-pohon yang kurang produktif.tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jika usaha perkebunan jeruk dirancang untuk periode 10 tahun maka cukup menggunakan jarak tanam yang pendek misalnya 5 x 5 meter. Sebelum penanaman. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang.

1. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan.5. 2.Jarak tanam jeruk dataran rendah 5. Maksudnya supaya akar tanaman jeruk tidak tergenang air. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sedangkan di dataran tinggi 5 x 4 m atau 500 pohon per hektar. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi.2 x 5. pembuatan tiang penyangga.2 m atau 364 batang pohon perhektar. 2) Pengurangan akar. Tanaman jeruk baru menghasilkan setelah umur 3 . 3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. penjarangan buah dan pemberantasan hama dan penyakit.Setelah tajuk saling menutupi. Jika tanaman sela berupa padi maka harus dibuat guludan sehingga posisi tanaman jeruk berada di atas tanaman padi. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran atau tanaman sela berupa padi. Kegiatan pemeliharaan ini merupakan kegiatan utama dalam perkebunan jeruk. Pemeliharaan Tanaman Rangkaian kegiatan pemeliharaan mulai dari penyiangan. Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. pemupukan. Setelah bibit ditaman. Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami. 10 .4 tahun dan puncak produksi pada umur tahun ke 8-9. Sebelum ditanam. pemangkasan. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.2. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. Pemangkasan sampai umur tanaman tiga tahun dimaksudkan untuk pembentukan cabang dan ranting yang baik. Setelah berumur tiga tahun lebih. benalu maupun tanaman liar lainnya. 4.kegiatan pemangkasan ini dilakukan pada setiap awal musim hujan. dengan harapan pohon akan berbunga pada musim kemarau.Dengan penyiangan yang baik diharapkan pupuk yang diberikan efektif termanfaatkan untuk pohon jeruk. 3. setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya Sedangkan pemangkasan pucuk untuk mendapatkan buah yang lebih bagus. Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit. lainnya menjelang panen. kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. pemangkasan puncuk dilakukan pada akhir musim hujan. Pemangkasan Untuk dapat menghasilkan pohon yang baik disamping dilakukan dengan pemberian pupuk juga harus dilakukan pemangkasan yang baik. Pembersihan atau penyiangan paling tidak harus dilakukan dua kali dalam satu tahun. Pohon yang berbunga pada musim kemarau akan menghasilkan buah lebih banyak karena perpindahan serbuk sari tidak 11 . diantaranya satu kali bersamaan dengan pemupukan. Pada pertumbuhan selanjutnya. dengan cara menseleksi cabang dan ranting yang ada dan memilih yang sehat dan kuat. Penyiangan Penyiangan dimaksudkan agar pohon jeruk tumbuh tanpa gangguan yang berarti baik gangguan gulma/peredu. Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya.

Dolomit=60.kandang=200 kg/tan. ZA=800. ZA=1000. TSP=200. TSP=50. TSP=75. e) 5 bulan: Urea=500. P. P. Dolomit=20. 5. Dolomit=140.mengalami gangguan. P. Dolomit=80. h) 8 bulan: Urea=800.kandang=120 kg/tan. ZK=300.kandang=60 kg/tan. Dolomit=160. ZA=1600. ZK=200. Dolomit=100.kandang=140 kg/tan. i) >8 bulan: Urea >1000. P. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. TSP=150. ZK=700. ZA=200.kandang=20 kg/tan. Dan sebaliknya bila pucuk dipangkas pada musim kemarau pohon akan berbunga pada musim hujan berikutnya. f) 6 bulan: Urea=600. Dolomit=40. d) 4 bulan: Urea=400. Dolomit=200. 12 . TSP=100. b) 2 bulan: Urea=200. P. ZA=1200. Dolomit=120.kandang=80 kg/tan. Karena berbunga pada musim hujan umumnya bunga akan gugur. P. TSP=200. ZA=600. Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: a) 1 bulan: Urea=100. ZK=800. g) 7 bulan: Urea=700. c) 3 bulan: Urea=300. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. ZK=500. yang akan menngakibatkan rendahnya produksi buah. ZA=1400. ZK=800.kandang=40 kg/tan. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. ZA=2000.kandang=100 kg/tan. ZA=400. TSP=175. P. TSP=25. ZK=600. P.kandang=160 kg/tan. ZK=100. ZK=400. P. TSP=125.

buah yang posisinya mudah terkena sinar matahari. buah yang terlalu lebat akan mempengaruhi hasil produksi akhir. tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. bila berbuah terlalu lebat akan sangat dan mempengaruhi kesehatan produktivitas pohon jeruk pada masa selanjutnya. agar tidak memboroskan energi/unsur hara yang diserap oleh pohon jeruk. Bahkan pohon jeruk yang umurnya di bawah 4 tahun. Jika air kurang tersedia.6. yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Pada masa produksi awal (umur 3 tahun) sebaiknya buah hanya ditinggalkan pada cabang-cabang yang benar-benarkuat dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Buah yang baik adalah buah yang tumbuhnya normal. Penjarangan Buah Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat. disamping itu buah yang terlalu lebat juga akan mempengaruhi kondisi buah pada musim berikutnya.Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit. 13 . 7. perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga. oleh karena itu buah yang terdapat pada cabang yang terlindungi perlu dijarangkan/dibuang. Oleh karena itu perlu ada penjarangan buah. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah. Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar.

8. Aphis gossypii. Diazinon (Basudin 60 EC).6. Rogor 40 EC). endosulfan (Thiodan 3G. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JERUK (PHPT) 2. Pembuatan penyangga ini tentunya memerlukan biaya. Kutu loncat (Diaphorina citri. tanaman mati. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas. Rogor 40 EC. 2. daun muda. Dimethoate (Perfecthion. tentu biaya yang diperhitungkan adalah biaya tenaga kerja saja. namun karena pembuatannya bisa dilakukan secara bertahap dapat dipenuhi dari bahan yang terdapat disekitar petani. Selain itu buang bagian yang terserang. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii.) Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. Penyangga sebaiknya dibuat persegi empat sesuai dengan lingkaran dahan yang harus disangga. Cygon).Pemberian penyangga ini melihat kondisi jika cabang atau ranting ira kira tidak kuat untuk mendukung berat buah maka perlakuan ini diperlukan.) Bagian yang diserang adalah tangkai. 14 . Methidathion (Supracide 40 EC). Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Artinya semakin besar pohon maka semakin besar pula penyangga yang diperlukan. 2. Hama 1. maka sebaiknya pohon jeruk diberi tiang penyangga yang terbuat dari kayu atau bambu. Namun bila bahan yang akan digunakan untuk penyangga harus dibeli tentunya ada tambahan biaya bahan penyangga.1. tunas. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW).6. kuncup daun. 35 EC dan Dekasulfan 350 EC) dan Monocrotophos (Azodrin 60 WSC). Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Malathion (Gisonthion 50 EC). Gejala: tunas keriting. Penyangga Agar pohon jeruk tidak menerima beban terlalu berat dan rusak pada saat berbuah.

Metamidofos (Tamaron). tunas/daun muda mengkerut. Basudin 60 EC). Dicofol (Kelthane).3. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda. Methomil (Lannate 25 WP). bercak disertaikeluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC. Gejala: bercak keperakperakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Oxythioquimox (Morestan 25 WP. Tungau (Tenuipalsus sp. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan. . rontok. Fenithion (Lebaycid). Dicarbam 50 WP). Pengendalian: semprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC). Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida. menggulung. Malathion (Gisonthion 50 EC.) Bagian yang diserang adalah daun muda. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii. 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah. Nudrin 24 WSC). Eriophyes sheldoni Tetranychus sp) Bagian yang diserang adalah tangkai. Cyhexation (Plictran). Methomyl (Lannate 25 WP. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella. Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu. 5. 4. Pengendalian: semprotkan insektisida Propargite (Omite). 15 . 6.) Bagian yang diserang Helopeltis antonii.) Bagian yang diserang adalah buah. daun dan buah.

bunga mudah rontok. Kemudian buang bagian yang diserang. 10. Carbaryl (Sevin 85 S). Triazophos (Fostathion 40 EC). hindari memakai mulsa jerami. mengering dan buah gugur. buah muda gugur sebelum tua. buah gugur. Gejala: helai daun menebal.7. belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas.) Bagian yang diserang adalah tangkai buah. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. 8. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl (Lannate 25 WP). daun di ujung tunas menjadi hitam.5 cm. 9.3-0. Gejala: lubang kecil di bagian tengah.) Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. Lalat buah (Dacus sp. Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk. Thrips (Scirtotfrips citri.) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda. Methidathion (Supracide 40 EC). Gejala: berkas berwarna kuning. Kutu dompolon (Planococcus citri. 16 . kering dan gugur.) Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. tepi daun menggulung ke atas. bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis.

biji rusak dan pangkal buah oranye. Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes. buah dan tangkai. CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. 17 . Pengendalian: gunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC. Gejala: daun sempit. buah kecil. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. bercak khlorotis dan gugur daun.) Bagian yang diserang daun. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik. Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.) Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. Dimethoathe (Roxion 40 EC. ranting muda kadang-kadang mati.6. 12. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun. Dichlorophos (Nogos 50 EC). Tristeza Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. Penyakit 1. Rogor 40 EC) dicampur dengan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate. Methidhation (Supracide 40 EC). Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. 10 G). lancip. kurangi kelembaban perakaran. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC. Basazinon 45/30 EC). 2. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. 2.2. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW). Gejala: daun gugur. 11.Pengendalian: gunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC). kecil. Gejala: daun berwarna kuning. 10 G. asam.

Embun tepung Penyebab: jamur Odidium tingitanium. Rough lemon dan Sour Orange. 5. bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. Bagian yang diserang: Jeruk nipis. 18 . manis. besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade. Gejala: lekuk batang . dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun. kulit kering dan mengelupas. siem. warna kayu jadi keabu-abuan. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. Woody gall (Vein Enation) Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus. nipis. daun kaku pemucatan. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan 4. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang. Blendok Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. 3. pertumbuhan terhambat Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. vena daun. Pengendalian: gunakan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot 25 EC). memusnahkan tanaman yang terserang.Bagian yang diserang: jeruk manis. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. Aphis gossypii.

buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. tanaman kering. Bagian yang diserang adalah daun. Buah Gugur Prematur Penyebab: jamur Fusarium sp. Pengendalian: pemangkasan teratur. Gejala: tunas tidak segar. tangkai atau buah. Busuk Buah Penyebab: Penicillium spp. sterilisasi tanah pada waktu penanaman. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate). Phytophtora citriphora. Busuk Akar dan Pangkal Batang Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. Bagian yang diserang adalah buah. 8. Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. 19 . Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik. Pengendalian: Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol. celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl.6. 9. Colletotrichum sp. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis. pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. Alternaria sp. Botryodiplodia theobromae. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. 7.

Citri. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi. cara ini pilihan terakhir dalam pengendalian OPT karena beresiko buruk terhadap keamanan manusia dan kelestarian lingkungan. Bagian yang diserang adalah batang. beberapa cara pengendalian organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat dipadukan adalah : 1. buah. Cara mekanis. luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. penghancuran tanaman yang terserang dan menjadi sumber penyakit. Jamur Upas Penyebab: Upasia salmonicolor. Cara biologis. 11. yaitu dengan karantina dan peraturan tentang lalu lintas tanaman. dengan memanfaatkan musuh alami yang banyak dapat ditemukan di alam. Cara budidaya. yang meliputi ketahanan varietas. 20 . Kanker Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1. Kemudian potong cabang yang terinfeksi. 2. tanaman pinggir yang berfungsi sebagai perangkap hama dan sekaligus menjadi tempat berkembangnya musuh alami. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom. dengan menangkap. 5. Secara umum. Copper oxychlorida.000 ppm Streptomycin selama 1 jam. menghancurkan OPT secara mekanis. Bagian yang diserang adalah daun. batang kering dan sulit dikelupas. Cara kimiawi. Cara peraturan. 3. tangkai. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. 4. sanitasi. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux. pengairan dan drainase yang baik dan pemupukan yang sesuai.10.

21 . 2. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil. memar dan buang buah yang rusak. Ciri dan Umur Panen Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal.7.7. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. Panen 1. ciri-ciri fisik : 1.8 bulan setelah bunganya mekar. Cara Panen Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas. Pasca Panen 1. Saat panen. 3. Kulit buahnya kekuning-kuningan (orange) Buahnya tidak terlalu keras jika dipegang Bagian bawah buahnya agak empuk dan bila dijentik dengan jari bunyinya tidak nyaring lagi.2. biasanya berumur antara 28–36 minggu. Pisahkan buah yang mutunya rendah. 2.1. Pengumpulan Di kebun. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5. Perkiraan Produksi Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun. 3. kadangkadang sampai 500 buah per tahun. Panen dan Pascapanen 2. Untuk Jeruk Siam dapat dipanen pada umur 6 . buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih.1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha.2.7. 2. tergantung jenis/varietasnya.

Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan. buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. 2.8. yaitu Mutu I dan Mutu II. Diskripsi Jeruk keprok adalah buah dari tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata LOUR) yang berkulit mudah dikupas. Standar Produksi 1. berdasarkan berat tiap buah. 2. gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C.1 cm atau 151 gram/buah. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. Pengemasan Sebelum pengiriman. cara pengujian mutu. utuh segar dan bersih. Klasifikasi dan Standar Mutu Jeruk keprok digolongkan dalam 4 (empat) ukuran yaitu kelas A. dalam keadaan cukup tua. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. yang masing-masing digolongkan dalam 2 (dua) jenis mutu. selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya. 22 . Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg. B. C dan D. Kelas A: diameter 7. 3. 3. 4. Penyimpanan Untuk menyimpan buah jeruk. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak.2.

cara uji SP-SMP-309-1981 5) Kerusakan. bebas.0 cm atau 101–150 gram/buah.0 cm atau 50 gram/buah.1-2. Adapun syarat mutu buah jeruk keprok adalah sebagai berikut : 1) Keasamaan sifat varietas: Seragam. cara uji organoleptic 2) Tingkat ketuaan: Tua. % (jml/jml): maks 5-10.1–7. cara uji SP-SMP-310-1981 6) Kotoran: bebas. tidak terlalu matang. cara uji organoleptic 3) Kekerasan: Cukup keras. Kelas C: diameter 5.1–6. cara uji organoleptic 7) Busuk % (jml/jml): maks.0 cm atau 51–100 gram/buah. cara uji organoleptic 4) Ukuran: Kurang seragam. Kelas D: diameter 4.0–5. cara uji SP-SMP-311-1981 23 .Kelas B: diameter 6.

net/Info/teknik-tepat-budi-daya-jeruk. M.wikipedia.html http://flobamor. Denpasar Bali 24 .2dix.id/web/id/DIBI/Info_Pengusaha/Kalkulasi_Biaya/Tanaman_Pangan /jeruk_keprok.go.com/docs/19431998/Budidaya-jeruk http://www.org/wiki/Jeruk http://infopekalongan.agromedia.html http://cetak.com/content/view/63/1/ http://wongtaniku.com/forum/hewan-dan-tumbuhan/9711-budidaya-perkebunantanaman-jeruk. By Pass Ngurah Rai P.html http://id.wordpress.ristek.com/2008/08/teknis-budidaya-jeruk. Jl.com/opini/read/691.com/detailnews.blogspot.go.beritajatim.REFERENSI http://teknis-budidaya.bangkapos. Thamrin 8 Jakarta 10340) Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Denpasar Jl.php/1/Ekonomi/2010-07-16/70234/ http://www.com/2009/01/09/budidaya-jeruk/ http://www.H.com/2007/10/budidaya-jeruk.blogspot.com/pdf/budidaya-jeruk-pdf.html?langid=1 http://www.bi.htm http://www.O Box 3480.id ( Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.html http://www.docstoc.php http://go-organik-2010.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->