Sumargo Setyo Aji

A 0920024

OBAT ASMA
Penyakit Asma • Disebut asma broncheale atau bengek • Ditandai dg gejala sesak nafas shg sukar bernafas krn adanya hambatan dari transport udara ke dan dari paru-paru. Bronkhitis adalah infeksi ditandai batuk menahun dengan mengeluarkan banyak riak disertai sesak nafas

Faktor-faktor penyebab asma
• Kontriksi otot polos cabang bronkhus • Pembengkakan selaput lendir bronkhus • Penyumbatan oleh lendir di bronkhus Akibatnya: • Penderita harus menarik nafas kuat • Dipersulit karena sekat rongga dada kejang • Sukar mengeluarkan nafas shg CO2 meningkat

serotonin.disebabkan: • • Rangsangan fisik Rangsangan kimiawi : Perubahan suhu. kabut : Polusi udara. asetosal • Rangsangan psikis • Rangsangan farmakologi b. asap rokok. gas. pembuangan sulfur dioksida. : Emosi. stress : Histamin. asetilkolin. Peradangan/infeksi: • Haemophilus infuezae • Pneumococcus . Alergen c. ozon. Hiperreaktivitas bronkhus . dingin.Penyumbatan bronkhus disebabkan: a.

Mukolitik dan ekspektoran . Bronkhodilator: * β2 adrenergik * Antikolinergik * Derivat Xantin 2. Kortikosteroid/antiradang 4. Antialergi: * Antihistamin * Mencegah pelepasan histamin 3.Penggolongan berdasarkan mekanisme kerja obat asma 1.

• Peninggian AMP dalam sel mengakibatkan efek tertentu diantaranya pelemasan otot-otot yang menyebabkan pelebaran bronkus . isoproterenol dan derivatnya : salbutamol. terbutalin. fenoterol) • Obat β2 adrenergik mengaktivasi enzim adenilsiklase di dalam membrane sel shg merubah ATP menjadi AMP.Bronkhodilator 1. efedrin. Obat simpatomimetik • (Adrenalin.

aminofilin . kolintiofilinat) • Senyawa xantin menghambat penguraian AMP dengan jalan menghambat enzim fosfodiesterase sehingga memiliki efek yang sama dengan β2 adrenergik • Kombinasi dengan efedrin tidak menguatkan efek. • Tablet sustained release untuk kadar konstan dalam darah .2. tapi efek pd jantung diperkuat. Golongan metilxantin (Teofilin. aman bagi wanita hamil.

obstipasi.Samping: mengentalkan dahak. penglihatan buram. Antikolinergik. . • E. tiazinamium) • Memblokir reseptor muskarinik dari saraf kolinergik di bronkhus. mulut kering. deptropin. sehingga saraf adrenergik dominan dengan efek bronkodilatasi.3. • Diberikan secara inhalasi untuk menghindari efek samping di atas. sukar berkemih. tahikardia. (Ipratropium.

Antihistamin • (Thiazinaminum. 2. ketotifen) • Mencegah degranulasi sel mast shg histamin tidak dilepaskan. Antialergi lain: • (Kromolin natrium.Antialergi 1. mencegah bronkhokontriksi . Multergan) Mencegah pengikatan histamin pada reseptor H1 di bronkhus shg mencegah bronkhokontriksi • Kelemahannya menimbulkan sekresi/lendir.

Kortikosteroid dan ACTH (Prednison. • Efek sampingnya moon face. prednisolon. atrofi anak ginjal dll. deksametason. • Menguatkan efek beta mimetika • Bermanfaat pada serangan asma yang akut. beklometason ) • Meniadakan efek mediator peradangan dan gatal. • Pada keadaan gawat diberikan i. • Sediaan inhalasi efeknya langsung. tidak diserap darah sehingga tidak menimbulkan efek samping sistemik. . Daya antiradang menghambat enzim fosfolipase sehingga mencegah prostaglandin dari asam arakhidonat. metilprednisolon. • Menghambat degranulasi sel mast.v dilanjutkan dengan oral.

ipeka. • Pemberian oksigen pada kedaan sianosis • Latihan fisik. • Meringankan sesa nafas • Tindakan lain dalam pengobatan asma: • untuk mengatasi dehidrasi yang sering terjadi pada serangan asma dapat diberikan cairan 5% larutan glukosa secara oral atau parenteral. ammonium klorida. terutama relaxasi dan latihan pernafasan. bromheksin) • Membantu mencairkan dan mengeluarkan lendir/riak yang sering menyumbat saluran pernafasan. gliserilguaiakolat. ambroksol. .Mukolitik dan Ekspektoransia (KI.

Dini Natanegara A 0920025 .

c.3-1. • Sering dikombinasi dengan 60-90 mg fenobarbital.0 cc larutan 1% dalam air. • ES: terhadap denyut jantung dan tekanan darah perifer.Uraian obat-obat asma: 1. 0.5-1 cc dari larutan 1:500 dalam minyak. • Dosis: dewasa s. • Untuk mendapatkan efek yang lama diberikan 0. • Sediaan aerosol 1% dapat mengiritasi selaput lendir saluran pernafasan). . Adrenalin • Bronkodilator yang paling kuat dan cepat kerjanya untuk digunakan pada serangan asma.

• Dosis: Oral 3 x sehari 25-50 mg. • Dikombinasi dengan aminofilin contohnya Amsec. • Daya kerjanya seperti efedrin meskipun lebih lama.2. * Fenil propanol amin: • Digunakan pada asma untuk mengatasi kongesti selaput lendir hidung. Lokal sebagai tetes hidung larutan 1% . • Dosis: 4 kali sehari diberikan pada waktu makan dan pada waktu mau tidur. • Merangsang SSP sehingga dikombinasi dengan Barbiturat. Efedrin: • Bronkodilator yang paling banyak digunakan. Tedral atau dengan ekspektoran KI (Quadrinal). • Efeknya terhadap SSP lebih sedikit dari efedrin.

lama kerjanya 2 jam. Aludrine) • Merupakan bronkodilator simpatomimetik yang biasanya digunakan dalam bentuk aerosol 1:200 dengan alat alat penyemprot (nebulizer).S: Gangguan jantung. . • Sangat efektif untuk menghilangkan serangan asma dengan cepat. • Dosis: Tablet sublingual 10 atau 15 mg pada serangan asma. tidak menimbulkan efek vasokonstriksi seperti Adrenalin.3. Isoprel. Isoproterenol (Isoprenalin. • E.

Inhalasi 1-2 dosis 0. i.* Orsiprenalin: metaproterenol.75 mg maksimal 12 dosis dalam 24 jam * klorprenalin: isoprofenamin.m atau i.. * Heksoprenalin: Ipradol Sama seperti orsiprenalin tapi daya kerjanya lebih kuat Dosis: 3-6 kali sehari 0. Alupent (Boehringlh) Mulai kerjanya lebih lambat dari pada isoprenalin. Asthone (Eisai) Dosis: Oral tiap 3-4 jam 20-30 mg.v 1-2 ampl 10 µg . kira-kira 4 jam.5 mg/ml.c. Untuk pencegahan 3-4 kali sehari 10–20mg. Dosis: s.v 1-2 ampul 0. Oral 4x sehari 10-20 mg.5 mg. Injeksi i. Tapi bertahan lebih lama.

25 mg maksimal 8 kali sehari s. • Viskositas riak diturunkan dan transport pengeluarannya diperbaiki (ekspektoran). gelisah dan pusing.5-5 mg Anak-anak 2-3 kali sehari 0. • E. .25 mg. tahikardia.• terbutalin: Bricanyl ( Astra) • Daya bronkodilator lebih lama kira2 5 jam. • Dosis: Oral 2 x sehari 2.075 mg/kg BB Inhalasi 0.k: 1-4 kali sehari 0. Beta 2 adrenergik yang tidak berefek pada jantung.S: tremor.

.1-0. sbg spray pada serangan 0. *fenoterol: Barotec (Boehringer) Dosis: Oral 3 kali sehari 2.* Salbutamol: Ventolin (Glaxo) Dosis: Oral 4 kali sehari 2-4 mg. maksimal 12 x sehari.2 mg maksimal 6 kali sehari. sebagai spray pada serangan 0.2 mg dapat diulangi setelah 5 menit.5 mg.

• Teofilin juga digunakan dg bentuk sediaan suppositoria.5 g * kolin-teofilinat (okstrifilin. Aminofilin: • Garam dari teofilin dan etilendiamin • Bekerja sebagai pereda otot polos dan bronkodilator t1/2 3-10 jam. Cholegil) Adalah preparat yangtidak merangsang lambung shg dapat diberikan secara oral. • Menstimulir pernafasan berdasarkan etilendiaminnya. Rektal dewasa 0.4. .v 250-500 mg dalam 10-20 ml larutan pada serangan asma. oral jarang diberikan karena merangsang lambung • Dosis: Perlahan-lahan dalam waktu 15-30 menit i.

5. Natrium kromoglikat: Lomudal (Fison) • Brosmospasmolitikum • Mencegah serangan asma berdasarkan stabilisasi membran sel mast shg pelepasan histamin yang menghambat bronkokontriksi • Mencegah serangan asma karena alergi. • Keuntungannya: Penggunaan prednison untuk asma hebat dapat diturunkan shg resiko penggunaan kortikosteroid dikurangi. • Untuk serangan akut tidak efektif karena tidak dapat meniadakan bronkokontriksi karena pelepasan histamin. .

• Cara penggunaan: Inhalasi sebagai serbuk halus. • Dosis: Inhalasi 3-4 x sehari 10-20 mg serbuk dengan alat khusus ( Spinhaler) . Tidak dapat digunakan secara oral karena tidak diabsorpsi dan ekskresinya di ginjal lebih cepat 5 kali. • E. 10% dari dosis diserap di bronkus.gatalgatal. jarang terjadi.S: Iritasi mukosa mulut.

• Dosis: 3-4 kali sehari 50 mikrogram. perasaan lemah.yang dikombinasi dengan obat lain. Prednison: • Hanya digunakan pada asma yang parah. * beklometason: Aldecin (Schering) • Bentuk spray tidak diabsorpsi di bronkus. maksimal 100 mikrogram/hari. . pusing • Dosis: Oral 4 x sehari 2.S: gangguan nafsu maka. dosis pemeliharaan • kurang dari 10 mg sehari lambat laun dosis • harus dikurangi.6. • E. Moon face.5 5 mg.

Jono sugiharto A 0920026 .

• • • • . Inhalasi efeknya terlihat setelah 20 menit lama kerja 6 jam. Efek maksimal dicapai setelah 5-6 hari. Bromheksin: Asthma Bisolvon (Boehringer) • • • Dari tanaman Adhatoda vesica.S: ringan dan jarang yaitu pusing dan gangguan lambung. E.7. Penggunaan oral efeknya baru terlihat setelah 5 jam lama kerja 8 jam. Dosis: Oral 3-4 kali sehari 4-8 mg. Sebagai ekspektorans yang memperendah viskositas riak dg cara depolimerisasi lendir shg pernafasan dipermudah dan rangsangan batuk diringankan.

8. • Efeknya nyata setelah 6 minggu. • Secara oral efek antikejangnya ringan jadi tdk berguna pada serangan asma akut.Inhalasi dapat menghasilkan bronkodilatasi. • Absorpsi baik tapi FPE 70%. terikat protein 80% shg Bioavailabilitasnya rendah. • Dg obat ini penggunaan adrenergik dan kortikosteroid dikurangi. Ketotifen: zaditen • Turunan pizotifen. • Selain memblok reseptor histamin menstabilisasi membran sel mast • Sama efektifnya dg kromoglikat pada propilaksis asma yang bersifat alergi. • Efek samping: ngantuk. mulut kering .

• Dosis: inhalasi 3-4 kali sehari 2 semprotan 20 µg. • Absorpsi buruk. • Mulai kerja 15 menit. diberikan inhalasi . mual.Samping: jarang terjadi mulut kering. • Keuntungan : dapat diberikan oleh pasien yang tdk tahan thdp adrenergik. Ipratropium:(Atrovent) • Derivat N-propil atropin sbg bronkodilatasi krn melawan pembentukan c-GMP yang menimbulkan kontriksi. pusing. . • Mengurangi hipersekresi di bronkhus • Kombinasi dengan beta mimetik akan menguatkan efek. nyeri kepala.9. lama kerja 6 jam • E.

siprofloksasin. kontrasepsi oral. isoprenalin.Nama Obat/ Golongan Obat Berinteraksi dengan Efek Teofilin Asiklovir. zileuton Metabolisme teofilin dihambat. terbutalin) ß1 bloker (propanolol) Hipokalemia. kadar teofilin ↑ Benzodiazepin (karbimazepin). rifampisin Antasid Kadar teofilin dalam darah ↓ Absorbsi teofilin dihambat Agonis ß2 adrenergik (salbutamol.menghambat metabolismenya (demetilasi) . kerja jantung ↑ pada penggunaan dosis tinggi Kerjanya berlawanan dengan teofilin. simetidin. antibiotik makrolida. zafirlukast.

Kortikosteroid Glicyrrhizin. itrconazol. kontrasepsi oral Antiinflamasi Non Steroid (NSAID) Antidiabetes Antikoagulan Diuretik penghilang kalsium Me↓ kan kadar kortikosteroid Me↑ kan ulcer dan pendarahan gastrointestinal Efek antidiabetes berkurang Efek antikoagulan berkurang Hipokalemia parah . gol makrolida. ketokenazol. barbiturat. ketokenazol. itrconazol. antasid. kontrasepsi oral Me↑ kan kadar kortikosteroid Aminogluthemid.

Efedrin ß bloker adrenergik Siklopropan/hidrokarbon terhalogenasi Klonidin Metildopa. MAOIs Menghambat efek efedrin terhadap jantung dan bronkodilator Aritmia Me ↑ kan tekanan darah Me ↓ kan respon pressor efedrin Me ↑ kan respon pressor efedrin . reserpin Atropin sulfat.

tek. tetap asma Efek antidiabetes berkurang Tekanan darah tetap tinggi Siklopropan/hidrokarbo Aritmia. darah ↑ Saluran bronkus paru-paru kurang terbuka.Epinefrin Antidepresan trisiklik (imipramin) ß1 bloker adrenergik selektif Antidiabetes Antihipertensi Efek epinerpin ↑. aritmia jantung. takikardia n terhalogenasi .

denyut jantung ↑. Absorbsi sulfametoksazol ↓. teofilin) Sulfametoksazol Teofilin Takikardia. mengurangi ventilasi paru-paru. gelisah Me ↑ kan hipokalemia Kec. diuretik.Salbuta -mol Metildopa Tekanan darah tetap tinggi ß1 bloker adrenergik Ipratropium bromida Bronkospasma. asma lebih parah Glaukoma akut. tekanan intraokular ↑ Phenelzine (MAOIs) Potasium depleting drugs ( kortikosteroid. tetapi memperpanjang absorbsinya Hipokalemia ↑. kadar teofilin ↑ .

Terimakasih .

m.m. Inhalasi Oral..5 mg Oral 3-4 dd 2-4 mg Absorpsi Efedrin Orsiprenalin Salbutamol Terbutalin Oral Oral. rektal. s.. dgn mikrofine baru dapat diperbaiki buruk Ipatropium .Obat Adrenalin/ Epinefrin Pemberian Intravena Dosis 0. oral 15-20 menit Baik Seperti salbutamol dengan lama kerja lebih lama 6 jam. ¼-1 jam sudah diabsorpsi Baik. Baik. inhalasi.c.c. dan efeksamping tachycardia lebih sering Teofillin Oral. s. i..3 mL dari larutan 1:1000 dapat diulang dua kali setiap 20 m3nit 3-6 dd 25-50 mg Oral 4 dd 20 mg im dan sc 0. i. parenteral Inhalasi 3-4 dd 125-250 mg mikrofilin (retard) 3-4 dd 2 spray 20 mcg Resorpsi diusus buruk.

Obat Ketotifen Pemberian Oral Dosis Malam hari 1mg selama 1 minggu. 90% Oksatomida Oral Kromoglikat Inhalasi 4 dd 1 puff 20 mg Spinhaler maupun aerosol Buruk diusus. lalu 2dd 1-2 mg 2 dd 30-60 mg Absorpsi Baik ˃ 90% di usus. Nedocromil Turunan kromoglikat dengan dosis tracheal 4 dd 4 mg . tetapi FPE nya besar (70%) Resorpsi diusus cepat.

Obat Hirokortison. flutikason Inhalasi . triamsinolon Pemberian Oral Kecuali hidrokortison i.v.5 mg. budesonida. pada status asma berat. predniso(lo)n. Budesonida : tracheal 2 dd 2 puff 200 mcg Flutikason : 2 dd 100-500 mcg Absorpsi Baik Beklometason. Beklometason : Tracheal 3-4 dd 2 puff 50 mcg. Dosis Digunakan untuk kurun waktu yang singkat 2-3 minggu. deksametason. Predisolon : 25-40 mg dosis menurun sampai 2-3 minggu Deksametason dan betametason setiap hari 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful