ANALISIS KESALAHAN BAHASA IKLAN

PUBLISHED 04/11/2011 BY SULUNGLAHITANI A. Hakikat Bahasa Iklan Manusia dan bahasa adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Manusia sebagai mahkluk sosial tidak dapat hidup sendiri tanpa ada manusia lain. Dalam hidupnya, manusia selalu membutuhkan manusia lain. Oleh sebab itu, manusia membutuhkan bahasa untuk menjalin komunikasi dengan manusia lain sehingga terpenuhi kewajiban moral manusia sebagai mahkluk sosial. Dalam hal ini, bahasa memainkan fungsinya sebagai alat komunikasi. Saat ini, berbagai media komunikasi berkembang sangat pesat. Salah satu medianya adalah melalui iklan di berbagai media. Meski dengan wujud yang berbeda, tetapi tetap saja bahasa menjadi hal utama dalam penyampaiannya. Iklan sendiri dapat dijumpai setiap saat dan di manapun manusia berada. Perkembangan media informatika semakin membuat itu menjadi lebih bervariasi. Hampir setiap hari manusia disajikan berbagai iklan baik itu di majalah, koran, televisi, radio, internet, bahkan di sepanjang jalan iklan dapat dijumpai. Iklan sendiri dianggap sebagai media yang cukup efektif dalam menyampaikan informasi kepada khalayak ramai. Monle Lee dan Carla Johnson mendefinisikan iklan sebagai sebuah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar ruang, atau kendaraan umum ( 2004:3). Iklan merupakan media komunikasi massa. Pemanfaatan bahasa dalam iklan disesuaikan dengan kebutuhan dan demi tercapainya maksud iklan itu sendiri. Secara khusus iklan di televisi lebih menekankan bahasa tutur dalam menyampaikan maksudnya kepada orang lain. Hal itu dapat diungkapkan oleh penutur dengan menggunakan kalimat imperatif, deklaratif, maupun introgatif dengan maksud tercapainya pesan kepada masyarakat. Menurut Rot Zoill melalui Rendra Widyatama (2005:147) menjabarkan fungsi iklan dalam empat fungsi. Keempat fungsi tersebut akan dijabarkan sebagai berikut: a. Fungsi Precipitation Iklan berfungsi untuk mempercepat berubahnya suatu kondisi dari keadaan yang semula tidak dapat mengambil keputusan menjadi dapat mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah meningkatkan permintaan, menciptakan kesadaran dan pengetahuan tentang sebuah produk. b. Fungsi Persuasion Iklan berfungsi untuk membangkitkan khalayak sesuai pesan yang diiklankan. Hal ini meliputi daya tarik emosi, menyampaikan informasi tentang ciri suatu produk, dan membujuk konsumen untuk membeli. c. Fungsi Reinforcement (meneguhkan sikap)

iklan harus mampu membangun persepsi masyarakat konsumen menjadi seperti yang dikehendaki pemasang dan pembuat iklan. Bagian dalam iklan. baik iklan yang komersial. dan media bahasa (verbal). Bahkan demi menjaring konsumen. Bahkan jenis iklan yang sama pun memiliki tindak tutur yang berbeda pula. setiap iklan menunjukkan keunggulan barang yang diiklankan. iklan kerap kali ditayangkan berulang kali sehingga akan semakin memberikan kesan yang dalam kepada konsumen terhadap produk yang ditawarkan.Iklan mampu meneguhkan keputusan yang telah diambil oleh khalayak. Berbagai iklan yang ditayangkan di televisi memiliki keragaman demi menjaring konsumennya dengan pengemasan bahasa yang semenarik mungkin. atau imbauan-imbauannya dapat sampai ke sasaran iklan secara efektif. Boleh dikatakan. Pemasang iklan hadir dengan keperluan agar produk. Informasi iklan mempunyai empat unsur yang menjadi pembangun wacana iklan. Termasuk di dalam unsur pengiklan adalah pihak yang punya produk barang jasa yang diiklankan dan biro jasa periklanan atau pembuat iklan. bagian direktifnya sering juga ditiadakan. media gambar (visual). iklan. . nonkomersial. dan verbal. biasanya bagian direktif menjadi lebih dominan kecuali jika makna direktifnya dapat dipahami secara mudah atau telah menjadi pemahaman bersama. Iklan seperti itu umumnya ditujukan kepada konsumen yang telah mempunyai kematangan analisis sehingga makna imperatif dari iklan itu dapat dibangun sendiri dengan mengembangkan hubungan kausalitas dari fakta yang diuraikan dalam iklan. yaitu bahwa menggunakan barang dan jasa yang diiklankan atau melakukan aksi seperti yang dimbau dalam iklan akan mendatangkan sangat banyak manfaat kepada konsumen dan juga masyarakat secara umum. bagian deskripsi lebih dominan daripada bagian direktifnya. Sebagai komunikasi yang efektif. Selain itu. Percakapan itu sangat membantu menjelaskan maksud percakapan sehingga kalimat yang digunakan kalimat efektif. Hal ini mempunyai maksud konsumen akan selalu ingat dengan tidak mempedulikan produk sejenis. visual. Bahasa yang digunakan di dalam iklan selalu memberi sugesti atau mengarahkan masyarakat agar mengkonsumsi atau melakukan aksi tertentu. yaitu bagian deskripsi dan bagian direktif. Hal ini tidak berarti bahwa biro iklan tidak punya pengetahuan tentang konsumen bahkan ada biro iklan yang amat bertanggung jawab pada masyarakat sehingga berani menolak membuat iklan-iklan tertentu tetapi pengetahuannya tentang selera konsumen hanya merupakan faktor pendukung saja dalam memproduksi iklan. jasa. Fungsi direktif dan imperatif iklan disampaikan melalui media suara (audio). semakin panjang iklan semakin dominan unsur deskriptifnya. d. yaitu pengiklan. pada dasarnya adalah satu bentuk wacana direktif atau imperatif yang tertuang dalam bahasa audio. Iklan sendiri. barang atau jasa yang diiklankan. Dalam iklan-iklan panjang. dan sasaran iklan. Bahkan. iklan di televisi cenderung menggunakan bahasa percakapan. maupun iklan korporasi. Iklan di televisi memiliki kecendrungan menggunakan tindak tutur lisan yang berbeda antara iklan satu dengan yang lain. secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok. misalnya iklan dalam bentuk advertorial. Dalam iklan-iklan pendek. Dengan kata lain. Fungsi Reminder Iklan mampu mengingatkan dan semakin meneguhkan terhadap produk yang diiklankan. Masing-masing subunsur itu biasanya hadir dengan keperluannya masing-masing.

kemahiran berbahasa Indonesia saja ternyata tidak cukup. Di Indonesia. tulisan. Bahasa sifat khas jurnalistik yakni sebagai berikut: . Jurnalistik adalah ilmu yang terus berkembang berdasarkan norma-norma yang ada. Seorang penulis naskah iklan dituntut punya kemahiran berbahasa yang memadai. Kata-kata seperti cetakan. pembagian tulisan. Sifat. menjadi pengingat verbal yang baik. Karakteristik bahasa jurnalistik dipengaruhi banyak hal yang terkait dengan penentuan masalah. Dalam proses memahami pesan.Keberhasilan sebuah iklan diawali dengan keberhasilan seorang penulis naskah iklan (copywriter). prinsip ini menganjurkan agar teks dikontruksikan selaras dengan aspek-aspek pesan. Prinsip ini menganjurkan agar teks tidak ambigu. Pemahaman atau penguasaan ragam bahasa bahkan juga berbagai bahasa daerah di Indonesia menjadi kemahiran penting juga bagi penulis naskah iklan Indonesia. Ragam. Menurut Anwar (dalam Efendi. 2. penulis naskah iklan dapat memainkan bahasanya hingga memperoleh efek yang diinginkan. 2008:65) bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang digunakan walaupun dalam menulis karya-karya jurnalistik di media massa. 3. Kadang-kadang ambiguitas yang dibangun dari keragaman bahasa. Teks yang tidak ambigu memudahkan pembaca untuk memahami. Prinsip prosesibilitas menganjurkan agar teks dapat disajikan sedemikian rupa sehingga mudah dipahami pembaca. Ragam bahasa jurnalistik memiliki kaidah tersendiri yang membedakan dengan ragam lain. Bahasa jurnalistik dikenal juga bahasa pers. Sugono (2009: 15) mengelompokkan ragam bahasa jurnalistik ke dalam ragam bahasa berdasarkan pokok persoalan. Perbedaaan setiap ragam ditandai dengan kata-kata yang khas digunakan untuk setiap ragam. jenis tulisan. epistemologis. ilmu jurnalistik ini harus disesuaikan dengan falsafah Negara kesatuan republik Indonesia yaitu Pancasila (Patmono. keempat prinsip itu antara lain: 1. penulis harus menentukan (a) bagaimana membagi pesa-pesan menjadi satuan. Prinsip ekspresivitas. dan aksiologis. B. 1993:1). dan sumber. Dalam iklan Indonesia. dan Prinsip Bahasa Jurnalistik Bahasa jurnalistik merupakan salah satu cabang ilmu jurnalistik. Bahasa jurnalistik mempunyai sifat yang khas dan unik. Prinsip kejelasan. Bahasa jurnalistik merupakan bahasa kreatif dalam bahasa Indonesia. Ilmu jurnalistik mempunyai landasan yang kuat dan manfaat jelas yakni landasan ontologis. (b) bagaimana tingkat subordinasi dan seberapa penting masing-masing satuan. yaitu agar teks mudah dipahami. (c) bagaimana mengurutkan satuan-satuan pesan itu. sifat ini menjadi ciri khas dari bahasa jurnalistik walaupun menyalahi tata bahasa. 4. dan editor banyak digunakan dalam ragam jurnalistik. yakni teks harus ditulis sesingkat mungkin tanpa harus merusak pesan. Prinsip ekonomi. Leech mengemukakan empat prinsip retorika tekstual yang harus dimiliki agar bahasa jurnalistik mudah dipahami. Dengan modal kemahiran berbahasa yang memadai.

Kalimat dalam teks iklan berdasarkan jumlah klausa pembentukan kalimat terdiri atas kalimat tunggal dan kalimat majemuk. digunakan bahasa. Menerapkan prinsip 5 W dan 1 H. artinya dengan menggunakan pilihan kata yang hidup. klausa nonverbal terdiri atas lima jenis yaitu. dan kalimat. Frase endosentris dapat dibedakan menjadi endosentris yang koordinatif. Penggunaan bahasa dalam iklan bertujuan untuk mempengaruhi pembaca atau pendengar. endosentris yang atributif dan endosentris yang apositif. Dia samping itu. Struktur bahasa yang dibahas dikelompokkan berdasarkan tataran bahasa yakni. Frase endosentris dapat dibedakan menjadi eksosntris. dan klausa depan. 3. Klausa verbal terdiri atas klausa transitif dan verbal intransitif. klausa nominal. Singkat. Sederhana. Klausa adalah teks iklan berdasarkan kategori. dibahas juga informasi dan maksud yang disampaikan oleh iklan. klausa adjektif. Bahasa dalam iklan dapat dijelaskan berdasarkan tataran bahasa yaitu frase. artinya bahasa jurnalistik menyampaikan informasi secara langsung. . artinya bahasa harus menghindari penjelasan yang panjang dan tidak penting. artinya bahasa jurnalistik harus mampu menyampaikan informasi secara lengkap. maksud yang disampaikan adalah pemujian dan pengajakan terhadap hal yang dipromosikan. C. kata atau frase yang menduduki P ada dua jenis yaitu klausa verbal dan klausa nonverbal. Teori struktur bahasa yang digunakan antara lain. dan menerapkan prinsip ekonomi kata. dan kalimat. Sebaliknya. frase. Frase dalam teks iklan ada dua tipe yaitu frase endosentris dan eksosentris. Untuk menyampaikan informasi atau pesan dalam iklan. pembuat semenarik mungkin sehingga tujuan atau fungsi persuasif dapat dicapai. barang ide. klausa. dan jasa. Pada kesempatan ini akan dibahas bahasa iklan dari segi strukturnya. 5. dan yang nondirektif. Padat. Informasi yang disampaikan melalui teks iklan adalah membeikan penjelasan tentang barang yang dipromosikan. dan kompleks. Teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah ini adalah menyangkut instruktur bahasa. 2. artinya bahasa jurnalistik sedapat-dapatnya memilih kalimat tunggal sederhana. membuang kata-kata mubazir. klausa numeral.1. Selanjutnya frase eksosentris dapat dibedakan menjadi eksosentris yang direktif preposional. klausa. Sebaliknya. Bahasa Iklan dan Pengaruhnya Terhadap Masyarakat Iklan merupakan media promosi bagi kalangan yang ingin menginformasikan antara lain. klausa dan kalimat. Dengan demikian. Lugas. bukan kalimat majemuk yang panjang. Jelas. Setiap tataran akan dibahas struktur dan maknanya. tumbuh. dan berkembang. Menarik. artinya informasi yang disampaikan dengan mudah dapat dipahami oleh khalayak umum. 6. 4. frase. rumit.

Contoh pemenggalan kata yang salah tersebut antara lain: Surya 12.). taklukkan tantanganmu! (iklan Surya 12 di RCTI) Awali dengan sikat gigi. Namun.). Afiks pada kata kerja yang berupa prefiks atau awalan dihilangkan. baik media cetak maupun media elektronik seperti iklan di televisi. antara lain: Lebih dari oli pelumas berteknologi (iklan Oli Castrol di Trans 7) Diputer. (iklan Listerine di Trans TV) b. Kesalahan pemenggalan Pemenggalan kata ketika ganti baris terkesan asal penggal saja. dijilat. Contoh kalimat iklan. yakni: 1. bahasa iklan sudah sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia.) untuk kalimat deklaratif sering dilupakaan dalam iklan. dan lain-lain. Kesalahan ejaan juga terjadi dalam penulisan kata. Begitu juga pada penggunaan frase atau kelompok kata. Kesalahan ini disebabkan pemenggalannya menggunakan program komputer berbahasa Inggris.. Kesalahan ini dipandang sebagai hal yang wajar sehingga pembaca (baca penikmat iklan) menganggap sesuatu yang benar. Kesalahan tanda baca dapat dijumpai dalam penggunaan tanda titik (. Hal ini sebenarnya sudah bisa diantisipasi dengan program pemenggalan bahasa Indonesia. Penggunaan tanda titik (. masih terdapat ejaan khas yang menimbulkan kesalahan. Kata-kata dalam bahasa Indonesia sering diberi afiksasi yang salah.D.!!! (iklan WPC di indosiar). tanda hubung (-). Jika dilihat dari segi ejaan. Penyimpangan gramatikal yang terdiri atas: a. Kalimat-kalimat iklan sering melupakan tanda titik sehingga menimbulkan kalimat dalam iklan seolah-olah sebuah judul karangan. Penyimpangan Bahasa Iklan dan Contoh Analisis Kesalahan Bahasa Iklan Terdapat beberapa penyimpangan bahasa iklan dari kaidah bahasa Indonesia baku. nggak bikin cape dech…. Contoh kalimat iklan: Pembersih porselin. Kesalahan yang sering terjadi pada aspek morfologi adalah penggunaan afiksasi yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa indonesia. tuntaskan dengan Listerine. Penyimpangan Klerikal (Ejaan dan Tanda baca) Kesalahan ini hampir setiap kali dijumpai di dalam surat kabar. tanda koma (. dicelupin makan oreo (iklan Oreo di Trans TV) 2. Penyimpangan Morfologis Penyimpangan ini sering ditemui dalam pemakaian kata kerja tidak baku dengan penghilangan afiks.) dan tanda koma (. .

Analisis fungsional menekankan pada makna sosial dan makna budaya. Kesalahan pada aspek semantik terjadi karena penggunaan prinsip kesopanan atau lebih meminimalkan dampak buruk penyajiaan iklan. menghilangkan noda 2X lebih efektif. Pemakaian bahasa dalam iklan dengan makna yang terselubung berarti memberikan informasi yang tidak akurat. Contoh kalimat Iklan: Energen untuk menang tiap hari. Hal ini disebabkan karena logika yang kurang bagus. Mode yaitu berkaitan dengan pemilihan bentuk bahasa yang harus digunakan dalam bentuk interaksi. Penyimpangan Semantik Kesalahan atau penyimpangan ini sering dilakukan dengan alasan kesopanan atau meminimalkan dampak buruk pemberitaan. Jika dihubungkan dengan peristiwa tutur maka bahasa iklan seharusnya mampu mewujudkan tiga unsur peristiwa tutur. Field yaitu berhubungan dengan apa yang sering terjadi pada bidang tertentu b. Kesopanan yang digunakan menyebabkan terjadi pemilihan kata-kata yang kurang cocok.(iklan Energen di Trans TV) Rinso cair. Kesalahan berupa tata bahasa atau struktur kalimat yang kurang benar sehingga menyalahkan pengertian. Bahasa iklan merupakan teks wacana dari bentuk pemakaian bahasa yang diatur oleh sistem sosial budaya. (iklan Rinso di Global TV) 4. yaitu: a. Kesalahan Sintaksis Kesalahan berupa pemakaian tata bahasa dan sruktur kalimat yang kurang benar sehingga sering mengacaukan pengertian. Contoh kalimat iklan: Tumbuh tuh ke atas. Contoh kalimat iklan yang menyimpang dari aspek kewacanaannya. Tenor yaitu berkaitan dengan partisipan yang tersangkut dalam interaksi verbal c. diajarkan atau dipositifkan. Kadang kala bahasa iklan mengangkat diksi yang berbaur kekerasan dan menimbulkan suatu pertikaian antar pihak karena bahasa yang digunakan sangat menyinggung pribadi tertentu. tidak disampaikan secara terbuka tetapi dibungkus oleh tuturan yang diperhalus. Penyimpangan Aspek Kewacanaan Penyimpangan bahasa iklan dari aspek kewacanaan dilihat dari makna bahasa yang berkaitan dengan aktivitas dan sistem-sistem di luar bahasa. Kesalahan dalam sintaksis terjadi karena logika yang kurang bagus. (iklan The Gelas di RCTI) c.Alaminya bikin semua kebaikan. antara lain: . enggak ke samping (iklan Cerebrovit di RCTI) Nyaman kapan aja! (iklan Laurier di Trans 7) 3.

Peminjaman Istilah-istilah atau Perkataan-perkataan Asing yang Populer di Masyarakat Penggunaan istilah-istilah asing banyak dijumpai dalam media massa padahal pengganti istilah asing sudah diserap dalam istilah bahasa Indonesia. yang lain ketinggalan. Contohnya saja dari aspek kosa katanya. (iklan motor Jupiter ZR di SCTV) 5. yaitu: Suzuki way of life!! (iklan Suzuki di RCTI) Sonice. Penggunaan kata tersebut seharusnya mengikuti aturan tata bahasa Indonesia. Contoh kalimat iklan tersebut. enak bro!!(iklan Sonice di TRANS TV) . (iklan molto ultra di SCTV) Jupiter ZR.Molto ultra wanginya lebih lama dan tak terkalahkan. Kesalahan dalam bahasa iklan pada umum terjadi pada aspek kosa kata. Penggunaan kata asing dan daerah seharusnya dimiringkan tetapi di dalam bahasa iklan tidak ditulis miring. Kosa kata yang digunakan dalam iklan banyak mengunakan bahasa asing dan bahasa daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful