VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENELITIAN KUALITATIF

Makalah Diajukan ke Program Studi Ilmu kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai Pemenuhan Syarat untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Penelitian Kualitatif

oleh:

Kelompok II
Nesti Diana Sari Annisa Novita Sari Sabria Octrina Juned Ivan Agustian Reza Oktaviani Evy Wisudariani Nella Mutia Arwin Raysa Zulaikha H Uthari Mukhtar 0910332011 0910332012 0910332013 0910332014 0910332015 0910332016 0910332017 0910332018 0910332019 Lutfil Hadi Anshari Qobus Abdul Q Azhar Faridi Keke Riskawati Amelia Mardialova Poppy Melisa Ranti Citra Ayu Musti Iwan Agusri 0910332003 0910332004 0910333160 0910333162 0910333173 0910333175 0910333182 0910333190

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2012

1

berkat kerjasama kelompok. Dalam pembuatan makalah ini. agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang. penulis telah mengalami banyak kesulitan disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis. Padang. Penulisan makalah ini bertujuan untuk melengkapi tugas yang diberikan dosen mata kuliah Penelitian Kualitatif. Namun. Penulis menyadari sebagai mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan makalah ini. Selain itu. akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak yang membacanya.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu. sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. pembuatan makalah ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif. yang senantiasa membimbing dan membantu penulis dalam menelaah objek kajian ini. Maret 2012 Penulis 2 .

......................... 5 BAB II Pembahasan 2.DAFTAR PUSTAKA Kata Pengantar ..................................2.................. Kesimpulan ............................................... 24 Daftar Pustaka ........................ Rumusan ................ 3 BAB I Pendahuluan 1.......................... 23 3....................................... Tujuan ................................................................ Populasi dan Sampel dalam Penelitian Kualitatif ..................3....................................... 6 2..................... Saran ..................... 2 Daftar Isi........................................................................ Teknik Pengambilan Sampel ............................... 8 2............................................................................... 5 1.......3..2..................................................................................... Pengertian Populasi dan Sampel .1......................................................................1.......................... 14 BAB III Penutup 3................ Ukuran Sampel ......................................... Manfaat .................................... Latar Belakang ......................................................................................................................4............................... 25 3 ...........2.............................................. 5 1.........4............................ 4 1................... 12 2....................1...........................

BAB I PENDAHULUAN 1. Ada perbedaan yang mendasar mengenai validitas dan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. atau berbeda antara peneliti satu dengan peneliti lainnya. Situasi senantiasa berubah demikian juga perilaku manusia yang terlibat didalamnya. sehingga tidak ada yang konsisten. Pelaporan penelitian kualitatif pun bersifat individu. dinamis/selalu berubah. Dalam penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrumen penelitiannnya. yaitu validitas dan reliabilitas. Sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Validitas dalam penelitian kualitatif menunjukkan sejauhmana tingkat interpretasi dan konsep-konsep yang diperoleh memiliki makna yang sesuai antara peneliti dan partisipan. Dalam penelitian kualitatif. Bahkan untuk obyek yang sama. Dalam penelitian kualitatif sutau relaitas itu bersifat majemuk/ganda. Validitas menunjukkan sejauh mana nilai/ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran/pengamatan yang ingin diukur. partisipan dan peneliti memiliki kesesuaian dalam mendeskripsikan suatu peristiwa terutama dalam memaknai peristiwa tersebut. Latar Belakang Pada penelitian kuantitatif selalu bergantung pada dua alat ukur. 4 . Peneliti yang berlatar belakang pendidikan tentu akan menemukan dan melaporkan hasil penelitian yang berbeda dengan peneliti yang berlatarbelakang sosiologi. Sedangkan reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.1. apabila ada 5 peneliti dengan latar belakang yang berbeda. Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif pun berbeda. akan diperoleh 5 laporan penelitian yang berbeda pula. Dengan kata lain. dan berulang seperti semula.

Rumusan Masalah Rumusan masalah pada makalah ini antara lain : 1. mendengar. Penentuan ukuran sampel 1. Objektifitas disini berarti data yang ditemukan dianalisis secara cermat dan teliti. 5 . Definisi populasi dan sampel 2. Manfaat Manfaat yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pembaca mengenai definisi populasi dan sampel penentuan populasi dan sampel dalam penelitian kualitatif. dia harus disiplin dan jujur terhadap dirinya sebab penelitian kualitatif harus memiliki objektifitas pula.3. pemaknaan/penghayatan peneliti. Memenuhi tugas kelompok untuk mata kuliah Penelitian Kualitatif. Namun demikian peneliti meskipun melibatkan segi subyektifitas . 1. Dalam penelitian kualitatif tidak digunakan instrumen yang standar tetapi peneliti bertindak sebagai instrumen. persepsi peneliti tanpa prasangka dan kecenderungan-kecenderungan tertentu.4. dan ditafsirkan berdasarkan pengalaman. 1.Oleh karena itu penelitian kualitatif sering dikatakan bersifat subyektif dan reflektif.2. kerangka berpikir. b. Data dikumpulkan secara verbal diperkaya dan diperdalam dengan hasil pengamatan. dikategorikan secara sistematik. persepsi. dan cara dalam menentukan ukuran sampel. disusun. Penentuan populasi dan sampel dalam penelitian kualitatif 3. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain: a. Mengetahui dan menganalisis tentang masalah Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif.

Untuk tes yang sama. criteria utama terhadap hasil penelitian adalah valid. Bukti hubungan antara tes dan kriteria yang relevan berfokus pada pertanyaan “Bagaimana kriteria kinerja secara akurat dapat diperkirakan dari nilai pada tes?” Kriteria adalah beberapa hasil penting untuk pengujian. koefisien validitas umumnya digunakan dalam pegangan-pegangan-pegangan tes untuk melaporkan validitas sebuah tes menurut tiap kriteria dari data yang tersedia. semua prosedur untuk menentukan validitas tes berkaitan dengan hubungan antara kinerja pada tes dan fakta-fakta lain yang dapat diamati secara independent tentang ciri-ciri prilaku. Dalam penelitian kualitatif. Yang dimaksudkan dengan koefisien validitas adalah korelasi antara skor tes dan pengukuran kriteria. Validitas sebuah tes memberitahu tentang apa yang bisa disimpulkan dari skor-skor tes.BAB II ISI 2. Pengertian Validitas Validitas sebuah tes menyangkut apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu bisa mengukur. Karena memberikan indeks numerik tunggal validitas tes. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti.1. Korelasi sebuah tes penalaran kuantitatif dengan nilai-nilai selanjutnya dalam mata pelajaran matematika akan menjadi contoh validasi konvergen. validitas diskriminan akan dibuktikan oleh korelasi rendah dan tidak signifikan. Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil 6 . dan objektif. reliable. Kriteria harus juga mewakili atribut yang diukur atau yang lain yang akan digunakan. Uji keabsahan data dalam penelitian. Pada dasarnya. sering ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. karena sebagian besar instrumen yang digunakan dalam penyelidikan pendidikan dan psikologis dirancang untuk mengukur konstruksi hipotetis. Terdapat dua macam validitas penelitian yaitu validitas internal dan eksternal. Menilai validitas adalah penting bagi peneliti. Sebelumnya. validitas dideskripsikan sebagai validasi konvergen dan kemudian sebagai validasi diskriminan.

maka bila peneliti lain mengulangi dalam penelitian pada objek yang sama dengan metode yang sama maka akan menghasilkan data yang sama. Kalau seseorang peneliti dalam objek kemarin menemukan data berwarna merah. maka sekarang atau besok akan tetap berwarna merah.yang dicapai. Objektivitas berkenaan dengan derajat kesepakatan antar banyak orang terhadap suatu data. maka penelitian akan memiliki validitas eksternal yang tinggi. Dalam pandangan kuantitatif. Bila sampel penelitian representative. atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda. walaupun sebenarnya tidak valid. maka peneliti yang lain juga denikian. Dapat terjadi suatu data yang disepakati banyak orang belum tentu valid. atau peneliti sama dalam waktu berbeda menghasilkan data yang sama. maka data tersebut adalah objektif. Validitas eksternal berkenaan dengan derjat akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi dimana sampel diambil. cara mengumpulkan dan analisis data benar. Kalau peneliti satu menemukan objek berwarna merah. 7 . tetapi yang disepakati sedikit orang malah valid. Ternyata yang betul adalah pernyataan satu orang. maka data yang seharusnya diperoleh adalah data tentang etos kerja pegawai. suatu data dinyatakan reliable apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama. Karena reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi. Objektif disini lawannya subjektif. Data yang objektif akan valid. terdapat 99 orang menyatakan bahwa terdapat waran merah dalam objek penelitian. Orang yang berbohong secara konsisten akan terlihat valid. Dalam hal reliabilitas.Bila dari 100 orang. Sebagai conth terdapat 99 orang menyatakan bahwa A bukan pencuri. dan satu orang menyatakan A adalah pencuri. Kalau dalam desain penelitian dirancang untuk meneliti etos kerja pegawai. Penelitian menjadi tidak valid. apabila yang ditemui adalah motivasi kerja pegawai. Suatu data yang reliable akan cenderung valid. instrument penelitian valid dan reliable. Susan Stainback (1988) menyatakan bahwa “Reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data. sedangkan yang satu orang lain menyatakan lain.

antropologi. kalau apa yang ditemukan itu tidak berbeda dengan kenyataan yang sesungguhnya yang terjadi pada objek yangditeliti. sosiologi. Pengertian Reliabilitas Reliabilitas berarti konsistensi tes mengukur apa yang seharusnya diukur. Realibilitas tes perlu. sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Dalam penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid dan reliable yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrument penelitiannya. dibentuk dalam diri seseorang sebagai hasil proses mental tiap individu dengan berbagai latar belakangnya. maka dia harus reliabel.karena 99 orang tersebut teman-teman dari si A yang sama-sama pencuri. maka penelitian dilakukan dengan menggunakan instrument yang valid dan reliable. kedokteran. sedangkan penelitian kualitatif lebih pada aspek validitas. Dalam penelitian kuantitatif. tetapi jamak dan tergantung pada konstruksi manusia. dan semuanya dinyatakan valid.2. tetapi tidak memadai sebagai syarat validitas tes. 8 . Tetapi perlu diketahui bahwa kebenaran realitas data menurut penelitian kualitatif tidak bersifat tunggal. temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. untuk mendapatkan data yang valid. Dalam penelitian kualitatif. teknik dan sebagainya. Agar supaya tes valid. Namun demikian tes yang reliabel belum tentu valid. Dalam objek yang sama peneliti yang berlatar belakang pendidikan akan menemukan data yang berbeda dengan peneliti yang berlatar belakang manajemen. 2. Oleh karena itu Susan Stainback menyatakan bahwa penelitian kuantitatif lebih menekankan pada aspek reliabilitas. dilakukan pada sampel yang mendekati jumlah populasi dan pengumpulan serta analisis data dilakukan dengan cara yang benar. sehingga menyatakan si A bukan pencuri. Oleh karena itu bila terdapat 10 peneliti dengan latar belakang yang berbeda meneliti pada objek yang sama. reliable dan objektif. akan mendapatkan 10 temuan.

Konsep reliabilitas ini mendasari perhitungan kesalahan pengukuran atas skor tunggal. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan paradigma dalam melihat realitas. reliabilitas tes menunjukkan sejauh mana perbedaan-perbedaan individual dalam skor tes dapat dianggap sebagai disebabkan oleh perbedaan yang sesungguhnya dalam karateristik yang dipertimbangkan dan sejauh mana dapat dianggap disebabkan oleh kesalahan peluang.suatu realitas itu bersifat majemuk/ganda. situasi senantiasa berubah dan demikian pula perilaku manusia yang terlibat dalam situasi social. Dalam pengertian yang paling luas. dan berulang seperti semula.00.Reabilitas merujuk pada konsitensi skor yang di capai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda. Untuk menempatkannya dalam istilah yang lebih teknis. koefisien korelasi (r) menyatakan derajat kesesuaian atau hubungan. ukuran-ukuran reliabilitas tes memungkinkan untuk memperkirakan berapa proporsi dari varians total skor-skor tes yang merupakan varians kesalahan. korelasi seperti akan memiliki nilai + 1. individu nomor dua pada variabel dua dan seterisnya sampai pada individu paling buruk skornya dalam kelompok. Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan reliabilitas dalam penelitian kualitatif. waktu trus berubah. dinamis/selalu berubah. Dengan demikian. Menurut penelitian kualitatif. Heraclites dalam Nasution (1980) menyatakan bahwa “kita tidak bisa dua kali mamsuk sungai yang sama”. atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda. yang bisa kita pakai untuk memprediksi kisaran fluktuasi yang mungkin muncul dalam skor individual sebagai hasil dari faktor-faktor peluang yang tak diketahui atau irrelevan. antara dua perangkat skor. Pada dasarnya. Air mengalir terus. jika individu dengan skor top pada variabel 1 juga mendapatkan skor top pada variabel 2. sehingga tidak ada yang konsisten. 9 . dengan demikian tidak ada suatu data yang tetap/ konsisten/ stabuil. atau di bawa kodisi pengujian yang berbeda. lalu akan ada korolasi sempurna pada variabel 1 dan 2.

Demikian dalam pengumpulan data. Di lain pihak dalam reliablitas tes-retes dan reliabilitas bentuk-alternatif. c. namun diteskan dua kali. Ada tiga kategori koefisien reliabilitas. tiap skor didasarkan pada jumlah soal penuh pada tes. Reliabilitas test-Retes Menggunakan sebuah instrumen. Jika semua hal sama. Setiap butir soal dari instrumen yang satu selalu harus dapat dicarikan pasangannya dari instrumen kedua. selalu berbeda dari orang perorang. b. Reliabilitas Bentuk-Alternatif Sejak awal peneliti harus sudah menyusun dua perangkat instrumen yang paralel (ekuivalen). Tiap peneliti member laporan menurut bahasa dan jalan fikiran sendiri.Selain itu cara melaporkan penelitian bersifat ideosyneratic dan individualistic. Korelasi antara skor-skor yang didapatakan pada dua bentuk itu merupakan koefisien reliabilitas tes. yaitu : a. maka hasil kedua instrumen tersebut dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus product moment (korelasi Pearson). yaitu dua buah instrumen yang disusun berdasarkan satu kisi-kisi. Peneliti boleh hanya memiliki seperangkat instrumen saja dan hanya diujicobakan satu kali. Hasil atau skor pertama dan kedua kemudian dikorelasikan untuk mengetahui besarnya indeks reliabilitas. Proses penelitian sendiri selalu bersifat personalistik dan tidak ada dua peneliti akan menggunakan dua cara yang persis sama. yaitu dengan cara membelah seluruh instrumen menjadi dua sama besar. semakin 10 . Kedua instrumen tersebut diujicobakan semua. Konsistensi Internal Ukuran Reliabilitas Reliabilitas Belah-Separuh (Split-Half Reliability). Sesudah kedua uji coba terlaksana. Teknik perhitungan yang digunakan sama dengan yang digunakan yaitu rumus korelasi Pearson. kemudian hasilnya dianalisis. pancatatan hasil observasi dan wawancara terkandung unsure-unsur individualistic.

semakin dapat dihandalkan tes itu. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif Dalam pengujian keabsahan data. transferability (validitas eksternal).panjang sebuah tes.3. dapat diperkirakan dengan rumus Spearman-Browon. 2. Hal ini dapat digambarkan seperti gambar 7.1 berikut : Uji kredibilitas data Uji keabsahan data Uji tranferability Uji dependability Uji confirmability 11 . Perbedaan tersebut ditunjukkan pada tabel berikut : PERBEDAAN ISTILAH DALAM PENGUJIAN KEABSAHAN DATA ANTARA METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF Aspek Nilai kebenaran Penerapan Konsistensi Natralitas Metode kualitatif Validitas internal Validitas eksternal (generalisasi) Reliabilitas Obyektivitas Metode kuantitatif Kredibilitas (credibility) Transferability/keteralihan Auditability. Efek yang akan dihasilkan pada koefisiennya dengan memperpanjang atau memperpendek sebuah tes. metode penelitian kualitatif menggunakan istilah yang berbeda dengan penelitian kualitatif. dependability Confirmability (dapat dikonfirmasi) Jadi uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji. credibility (validitas internal). dan confirmability (obyektivitas). dependability (reliabilitas).

wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. diskusi dengan teman sejawat. melakukan pengamatan. Dengan perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan peneliti dengan nara sumber akan semakin berbentuk rapport. Perpanjangan Pengamatan Peningkatan Ketekunan Uji Kredibilitas Data Triangulasi Diskusi Dengan Teman Member Check Uji Kredibilitas Dalam Penelitian Kualitatif a. Perpanjangan pengamatan Mengapa dengan perpanjangan pengamatan akan dapat meningkatkan kepercayaan/kredibilitas data? Dengan perpanjangan pengamatan bararti peneliti kembali ke lapangan. Uji Kredibilitas Bermacam-macam cara pengujian kredibilitas data ditunjukkan pada gambar 7. semakin akrap (tidak ada jarak lagi).2. saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi.1. peningkatan ketekunan dalam penelitian. berdasarksn gambar tersebut terlihat bahwa uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan. di mana kehadiran peneliti tidak lagi mengganggu 12 . analisis kasus negative. maka telah terjadi kewajaran dalam penelitian. triangulasi. semakin terbuka. Bila telah terbentuk raport. dan member check.

keluasan dan kepastian data.dan mungkin masih banyak yang dirahasiakan. tetapi sebenarnya dia tidak sedih tapi malah sedang bahagia. Dalam hal ini setelah peneliti memperpanjang pengamatan. Makna berarti data di balik yang tampak. Yang tampak orang sedang menangis. Dalam perpanjangan pengamatan untuk menguji kredibilitas data penelitian ini. Untuk membutikan apakah peneliti itu melakukan uji kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan atau tidak. Kedalaman artinya apakah peneliti ingin menggali data sampai pada tingkat makna. apakah data yang diperoleh itu setelah dicek kembali kelapangan benar atau tidak. maka waktu perpanjangan pengamatan dapat diakhiri. banyak sedikitnya informasi yang diperoleh. 13 . apakah akan menambah focus penelitian. Bila setelah dicek kembali kelapangan dat sudah benmar berarti kredibel. Selanjutnya surat keterangan perpanjangan ini dilampirkan dalam laporan penelitian. Data yang pasti adalah data yang valid yang sesuai dengan apa yang terjadi. peneliti masih dianggap orang asing. maka harus betul-betul ditemukan secara pasti siapa yang menjadi provokator. sehingga informasi yang diberikan belum lengkap.1988). berubah atau tidak. Untuk memastikan siapa yangf menjadi provokator dalam kerusuhan. Keluasan berarti. Beberapa lama perpanjangan pengamatan ini dilakukan. Pada tahap awal peneliti memasuki lapangan.perilaku yang dipelajari. maka akan lebih baik kalau dibuktikan dengan surat keterangan perpanjangan. sebaiknya difokuskan pada pengujian terhadap data yang telah diperoleh. akan tergantung pada kedalaman. sehingga memerlukan tambahan informasi baru lagi. Rapport is a relationship of mutual trust and emotional affinity between two or more people (Susan Stainback. peneliti mengcek kembali apakah data yang telah diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak. masih dicurigai. maka peneliti melakukan pengamatan lagi yang lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenaranya. tidak mendalam. Bila data yang diperoleh selama ini setelah dicek kembali pada sumber data asli atau sumber data lain ternyata tidak benar. Dengan perpanjang pengamatan ini.

14 . Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecek data dari berbagai sumber dengan berbagi cara. maka peneliti dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang telah ditemukan itu salah atau tidak. It assesses the sufficiency of the data according to the convergence of multiple data sources or multiple data collection procedures (William Wiersma. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber. sehingga dapat digunakan untuk memeriksa data yang ditemukan itu benar/dipercaya atau tidak. Demikian jyga dengan meningkatkan kletekunan maka. Triangulasi Triangulasi is qualitative cross-validation. dengan meningkatkan ketekunan itu. atau makalah yang telah dikerjakan.b. Sebagai contoh melihat sekelompok masyrakat yang sedang olahraga pagi. Meningkatkan Ketekunan Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Dengan membaca ini maka wawasan peneliti akan semakin luas dan tajam. 1986). triangulasi teknik pengumpulan data. maka peneliti harus melakukan pengamatan secara terus-menerus dan memahami bahasa-bahasa sandi mereka. peneliti atau dokumentasidokumentasi yang terkait denga temuan yang diteliti. peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati Sebagai bekal peneliti untuk meningkatkan ketekunan adalah dengan cara membaca berbagai referensi buku maupun hasil. Setelah peneliti mencermati secara mendalam. olahraga pagi itu bagi sekelompok nasyarakat itu merupakan wahana untuk transaksi bisnis. ada yang salah atau tidak . dan berbagi waktu. dan waktu. Tetapi bagi peneliti kualitatif tentu akan lain kesimpulannya. Selanjutnya untuk dapat memahami proses perdagangan narkoba. Bagi orang awam olahraga adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik. c. Dengan cara tersebut mak kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis. Mengapa dengan meningkatkan ketekunan dapat meningkatkan kredibilitas data? Meningkatklan ketekunan itu ibarat kita mengecek soal-soal.

2. dokumentasi. Misalnya data diperoleh dengan wawancara. maka pengumpulan dan pengujian data yang diperoleh diakukan ke bawhan yang dipimpin. Triangulasi waktu Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data dari ke tiga sumber tersebut. untuk menguji kredibilitas data tentag gaya kepemimpinan seseorang. akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar. Bila tidak ada lagi data yang berbeda dengan temuan. dan teman kerja yang merupkan kelompok kerjasama. tetapi dideskripsikan. Melakukan analisis kasus negative berarti peneliti mencari data yang berbeda atau bertentangan dengan hal yang ditemukan. atau kuisioner. d. ke atasan yang menugasi. Analisis Kasus Negative Kasus negative adalah kasus yag tidak sesuai atau bebeda dengan hasil penelitan hingga pada saat tertentu. dikategorisasikan. Bila dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut. menghasilkan data yang berbeda–beda. tidak bisa dirataratakan seperti dalam penelitia kuantitatif. 3. untuk memastikan data mana yang dianggap benar. lalu dicek dengan observasi. Bila tidak ada lagi yang berbeda atau bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Triangulasi Sumber Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas dta dilkukn dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi teknik Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan denga cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. maka peneiti melakukan diskusi ebihh lanjut kepada sumber data yng bersangkutan atau yang lain. yang berbeda. dan spesifik. mana pandangan yang sama. berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya. belum banyak masalah.1. Sebagai contoh. 15 .

dan harus menyesuaikan dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. sehingga semakin kredibel. Menggunakan Bahan Referensi Yang dimaksud dengan bahan referensi disini adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang teah ditemukan oleh peneliti. Mengadakan Member Check Member check adalah. handycam alat rekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilits data yang teah ditemukan oleh peneliti. f. Tujuan membercheck adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. Selain itu juga sebagai bukti bahwa peneliti telah melakukan member check. tetapi apabila data yang ditemukan peneliti dengan berbaga penafsirannya tidak disepakati oleh pemberi data. 16 . Setelah dat disepakati bersama. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh para pemberi data berarti datanya data tersebut valid. supaya lebih otentik. atau kesimpulan. Dalam diskusi kelompok tersebut. Alatalat bantu perekam data dalam penelitian kualitatif seperti camera. dan apabila perbedaannya tajam. maka peneliti harus merubah temuannya. Dalam diskusi kelompok peneliti menyampaikan temuan kepada sekelompok pemberi data. tujuan memberchek adalah agar informasi yang diperoleh dan akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber data atau informan. Sebagai contoh. Data tentang interaksi manusia. atau melalui forum diskusi kelompok. Caranya dapat dilakukan secara individual. Pelaksanaan membercheck dapat dilakukan setelah mendapat suatu temuan. Jadian. mungkin ada data yang disepakati. dikurangi atau ditolok oleh pemberi data. maka para pemberi data diminta untuk menandatangani. proses pengecean data yang diperoleh penelitti kepada pemberi data. atau gambaran suatu keadaan perlu didukung oleh foto-foto. atau hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. ditambah.e. dengan cara peneliti datang ke pemberi data.

Caranya dilakukan oleh auditor yang indenpenden. Peneliti sendiri tidak menjamin “Vadilitas Eksternal” ini.2. “semacam apa” suatu hasil penelitian dapat diperlakukan (transferability). maka peneliti dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci. Vadilitas eksternal menunjukan derajad ketehtapan atau dapat diterapkannya hasil penelitian ke populasi di mana sampel tersebut diambil. Oleh karena itu. Nilai transfer ini berkenaan dengan pertanyaan. maka penelitian tersebut tidak reliable atau dependable. Dengan demikian maka pembaca menjadi jelas atas hasil penelitian tersebut. tetapi bias memberikan data. Bagi peneliti naturalistic. uji dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. supaya orang lain dapat memahami hasil penelitian kualitatif sehingga ada kemungkinan untuk menerapkan hasil penelitian tersebut. Pengujian Transferability Seperti telah dikemukakan bahwa. atau 17 . hingga mana hasil penelilitian dapat diterapakan atau digunakan dalam situasi lain. Dalam penelitian kualitatif. sistematis. maka laporan tersebut memenuhi standar transferabilitas (Sanafiah Faisal. Suatu penelitian yang reliable adalah apabila orang lain dapat mengulangi/mereplikasi proses penelitian tersebut. Untuk itu pengujian depenability dilakukan dengan cara melakukan audit terdapat keseluruhan proses penelitian. dan dapat dipercaya. nilai transfer bergantung pada pemakai. hingga manakan hasil penelitian tersebut dapat digunakan dalam konteks dan situasi social lain. Peneliti seperti ini perlu diuji dependability. depandability disebut reliabilitas. 3. Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang sedimikian jelasnya. transferability ini merupakan vadilitas eksternal dalam penelitian kuantitatif. Pengujian Dependability Dalam penelitian kualitatif.1990). sehingga dapat memutuskan dapat atau tidaknya untuk mengaplikasikan hasil penelitian tersebut ditempat lain. Kalau proses penelitian tidak dilakukan tetapi datanya ada. Sering terjadi peneliti tidak melakukan proses penelitian ke lapangan. jelas .

18 . Dalam penelitian kualitatif. Pengujian Konfirmability Pengujian konfirmanbility dalam penelitian kuantitatif disebut dengan uji obyektivitas penelitian.pembimbing untuk mengaudit kesluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian. sampai membuat kesimpulan harus dapat ditunjukkan “Jejak Aktivitas Lapangannya”. maka penelitian tersebut vtelah memenuhi standar konfirmabilty. jangan sampai proses tidak ada. Dalam penelitian. tetapi hasilnya ada. menentukan sumber data. Bagaimana peneliti mulai menentukan masalah/focus. sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. memasuki lapangan. uji konfirmanbility mirip dengan uji depenbility. 4. dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Menguji konfirmanbilty berarti menguji hasil penelitian. maka depanbabilitas penelitiannya patut diragukan (Sanafiah Faisal 1990). Penelitian dikatakan obyektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang.

19 .