VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENELITIAN KUALITATIF

Makalah Diajukan ke Program Studi Ilmu kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai Pemenuhan Syarat untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Penelitian Kualitatif

oleh:

Kelompok II
Nesti Diana Sari Annisa Novita Sari Sabria Octrina Juned Ivan Agustian Reza Oktaviani Evy Wisudariani Nella Mutia Arwin Raysa Zulaikha H Uthari Mukhtar 0910332011 0910332012 0910332013 0910332014 0910332015 0910332016 0910332017 0910332018 0910332019 Lutfil Hadi Anshari Qobus Abdul Q Azhar Faridi Keke Riskawati Amelia Mardialova Poppy Melisa Ranti Citra Ayu Musti Iwan Agusri 0910332003 0910332004 0910333160 0910333162 0910333173 0910333175 0910333182 0910333190

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2012

1

Penulisan makalah ini bertujuan untuk melengkapi tugas yang diberikan dosen mata kuliah Penelitian Kualitatif. Penulis menyadari sebagai mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan makalah ini. penulis telah mengalami banyak kesulitan disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis. pembuatan makalah ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif. akhirnya makalah ini dapat diselesaikan. Oleh sebab itu.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pembuatan makalah ini. agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang. Namun. Maret 2012 Penulis 2 . berkat kerjasama kelompok. sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak yang membacanya. yang senantiasa membimbing dan membantu penulis dalam menelaah objek kajian ini. Selain itu. Padang.

..........1................................................................................3.................................................. Ukuran Sampel .......4................................. 2 Daftar Isi........................ 5 BAB II Pembahasan 2........................................................................................................................................................................ 23 3............ Latar Belakang ........................................................................ 3 BAB I Pendahuluan 1................................................................................................................................................................. Saran .... 25 3 ..............................................2..... 5 1......4............................... Rumusan .................................................................. 6 2............ Kesimpulan ......................1...... Teknik Pengambilan Sampel ................................ 12 2.................... Populasi dan Sampel dalam Penelitian Kualitatif .....1.......... 4 1.................. 14 BAB III Penutup 3........... 8 2.. Manfaat .............. Pengertian Populasi dan Sampel ................................................2......DAFTAR PUSTAKA Kata Pengantar ..2.............................................. 24 Daftar Pustaka ......................................... 5 1..........................3..................................................... Tujuan ...................

temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif. Ada perbedaan yang mendasar mengenai validitas dan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Sedangkan reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Validitas menunjukkan sejauh mana nilai/ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran/pengamatan yang ingin diukur. sehingga tidak ada yang konsisten. Bahkan untuk obyek yang sama. Sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. Dalam penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrumen penelitiannnya. Dalam penelitian kualitatif sutau relaitas itu bersifat majemuk/ganda. Validitas dalam penelitian kualitatif menunjukkan sejauhmana tingkat interpretasi dan konsep-konsep yang diperoleh memiliki makna yang sesuai antara peneliti dan partisipan. Pelaporan penelitian kualitatif pun bersifat individu. Latar Belakang Pada penelitian kuantitatif selalu bergantung pada dua alat ukur. Peneliti yang berlatar belakang pendidikan tentu akan menemukan dan melaporkan hasil penelitian yang berbeda dengan peneliti yang berlatarbelakang sosiologi. yaitu validitas dan reliabilitas. akan diperoleh 5 laporan penelitian yang berbeda pula. 4 . Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif pun berbeda. Dengan kata lain. apabila ada 5 peneliti dengan latar belakang yang berbeda.BAB I PENDAHULUAN 1. dinamis/selalu berubah. atau berbeda antara peneliti satu dengan peneliti lainnya. partisipan dan peneliti memiliki kesesuaian dalam mendeskripsikan suatu peristiwa terutama dalam memaknai peristiwa tersebut. dan berulang seperti semula. Situasi senantiasa berubah demikian juga perilaku manusia yang terlibat didalamnya.1.

mendengar.2. Manfaat Manfaat yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pembaca mengenai definisi populasi dan sampel penentuan populasi dan sampel dalam penelitian kualitatif.Oleh karena itu penelitian kualitatif sering dikatakan bersifat subyektif dan reflektif. 1. disusun. dan ditafsirkan berdasarkan pengalaman. Memenuhi tugas kelompok untuk mata kuliah Penelitian Kualitatif. Namun demikian peneliti meskipun melibatkan segi subyektifitas . 1. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain: a.4. Penentuan ukuran sampel 1. dia harus disiplin dan jujur terhadap dirinya sebab penelitian kualitatif harus memiliki objektifitas pula. pemaknaan/penghayatan peneliti. kerangka berpikir. 5 . b. persepsi.3. dan cara dalam menentukan ukuran sampel. Definisi populasi dan sampel 2. Rumusan Masalah Rumusan masalah pada makalah ini antara lain : 1. Data dikumpulkan secara verbal diperkaya dan diperdalam dengan hasil pengamatan. Penentuan populasi dan sampel dalam penelitian kualitatif 3. Objektifitas disini berarti data yang ditemukan dianalisis secara cermat dan teliti. dikategorikan secara sistematik. persepsi peneliti tanpa prasangka dan kecenderungan-kecenderungan tertentu. Dalam penelitian kualitatif tidak digunakan instrumen yang standar tetapi peneliti bertindak sebagai instrumen. Mengetahui dan menganalisis tentang masalah Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif.

semua prosedur untuk menentukan validitas tes berkaitan dengan hubungan antara kinerja pada tes dan fakta-fakta lain yang dapat diamati secara independent tentang ciri-ciri prilaku. Bukti hubungan antara tes dan kriteria yang relevan berfokus pada pertanyaan “Bagaimana kriteria kinerja secara akurat dapat diperkirakan dari nilai pada tes?” Kriteria adalah beberapa hasil penting untuk pengujian. karena sebagian besar instrumen yang digunakan dalam penyelidikan pendidikan dan psikologis dirancang untuk mengukur konstruksi hipotetis. Uji keabsahan data dalam penelitian. Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil 6 . koefisien validitas umumnya digunakan dalam pegangan-pegangan-pegangan tes untuk melaporkan validitas sebuah tes menurut tiap kriteria dari data yang tersedia. Kriteria harus juga mewakili atribut yang diukur atau yang lain yang akan digunakan. Pengertian Validitas Validitas sebuah tes menyangkut apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu bisa mengukur. Menilai validitas adalah penting bagi peneliti. sering ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. Pada dasarnya.1. criteria utama terhadap hasil penelitian adalah valid. Untuk tes yang sama. Dalam penelitian kualitatif. dan objektif.BAB II ISI 2. Validitas sebuah tes memberitahu tentang apa yang bisa disimpulkan dari skor-skor tes. Yang dimaksudkan dengan koefisien validitas adalah korelasi antara skor tes dan pengukuran kriteria. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Sebelumnya. Terdapat dua macam validitas penelitian yaitu validitas internal dan eksternal. validitas diskriminan akan dibuktikan oleh korelasi rendah dan tidak signifikan. Karena memberikan indeks numerik tunggal validitas tes. reliable. Korelasi sebuah tes penalaran kuantitatif dengan nilai-nilai selanjutnya dalam mata pelajaran matematika akan menjadi contoh validasi konvergen. validitas dideskripsikan sebagai validasi konvergen dan kemudian sebagai validasi diskriminan.

Kalau seseorang peneliti dalam objek kemarin menemukan data berwarna merah. dan satu orang menyatakan A adalah pencuri.yang dicapai. Dapat terjadi suatu data yang disepakati banyak orang belum tentu valid. cara mengumpulkan dan analisis data benar. Dalam pandangan kuantitatif. Dalam hal reliabilitas. Validitas eksternal berkenaan dengan derjat akurasi apakah hasil penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi dimana sampel diambil. apabila yang ditemui adalah motivasi kerja pegawai. Kalau peneliti satu menemukan objek berwarna merah. maka data yang seharusnya diperoleh adalah data tentang etos kerja pegawai. terdapat 99 orang menyatakan bahwa terdapat waran merah dalam objek penelitian. Orang yang berbohong secara konsisten akan terlihat valid. Objektivitas berkenaan dengan derajat kesepakatan antar banyak orang terhadap suatu data. walaupun sebenarnya tidak valid. maka bila peneliti lain mengulangi dalam penelitian pada objek yang sama dengan metode yang sama maka akan menghasilkan data yang sama. maka peneliti yang lain juga denikian. maka penelitian akan memiliki validitas eksternal yang tinggi. Bila sampel penelitian representative. Suatu data yang reliable akan cenderung valid. Objektif disini lawannya subjektif. instrument penelitian valid dan reliable. Data yang objektif akan valid. atau peneliti sama dalam waktu berbeda menghasilkan data yang sama. atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda.Bila dari 100 orang. tetapi yang disepakati sedikit orang malah valid. 7 . Sebagai conth terdapat 99 orang menyatakan bahwa A bukan pencuri. Karena reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi. Susan Stainback (1988) menyatakan bahwa “Reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data. Penelitian menjadi tidak valid. suatu data dinyatakan reliable apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama. sedangkan yang satu orang lain menyatakan lain. Ternyata yang betul adalah pernyataan satu orang. Kalau dalam desain penelitian dirancang untuk meneliti etos kerja pegawai. maka sekarang atau besok akan tetap berwarna merah. maka data tersebut adalah objektif.

Namun demikian tes yang reliabel belum tentu valid. maka dia harus reliabel. Oleh karena itu Susan Stainback menyatakan bahwa penelitian kuantitatif lebih menekankan pada aspek reliabilitas. Pengertian Reliabilitas Reliabilitas berarti konsistensi tes mengukur apa yang seharusnya diukur. teknik dan sebagainya. sedangkan dalam penelitian kualitatif yang diuji adalah datanya. untuk mendapatkan data yang valid. Tetapi perlu diketahui bahwa kebenaran realitas data menurut penelitian kualitatif tidak bersifat tunggal. temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Oleh karena itu bila terdapat 10 peneliti dengan latar belakang yang berbeda meneliti pada objek yang sama. maka penelitian dilakukan dengan menggunakan instrument yang valid dan reliable. Agar supaya tes valid. 2. Dalam penelitian kuantitatif untuk mendapatkan data yang valid dan reliable yang diuji validitas dan reliabilitasnya adalah instrument penelitiannya. Dalam penelitian kuantitatif. reliable dan objektif. antropologi. Dalam objek yang sama peneliti yang berlatar belakang pendidikan akan menemukan data yang berbeda dengan peneliti yang berlatar belakang manajemen. sedangkan penelitian kualitatif lebih pada aspek validitas. dibentuk dalam diri seseorang sebagai hasil proses mental tiap individu dengan berbagai latar belakangnya. kedokteran.karena 99 orang tersebut teman-teman dari si A yang sama-sama pencuri. kalau apa yang ditemukan itu tidak berbeda dengan kenyataan yang sesungguhnya yang terjadi pada objek yangditeliti. dan semuanya dinyatakan valid. dilakukan pada sampel yang mendekati jumlah populasi dan pengumpulan serta analisis data dilakukan dengan cara yang benar. tetapi jamak dan tergantung pada konstruksi manusia. akan mendapatkan 10 temuan.2. Realibilitas tes perlu. tetapi tidak memadai sebagai syarat validitas tes. Dalam penelitian kualitatif. 8 . sosiologi. sehingga menyatakan si A bukan pencuri.

00. Konsep reliabilitas ini mendasari perhitungan kesalahan pengukuran atas skor tunggal. sehingga tidak ada yang konsisten. reliabilitas tes menunjukkan sejauh mana perbedaan-perbedaan individual dalam skor tes dapat dianggap sebagai disebabkan oleh perbedaan yang sesungguhnya dalam karateristik yang dipertimbangkan dan sejauh mana dapat dianggap disebabkan oleh kesalahan peluang. jika individu dengan skor top pada variabel 1 juga mendapatkan skor top pada variabel 2. Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan paradigma dalam melihat realitas. individu nomor dua pada variabel dua dan seterisnya sampai pada individu paling buruk skornya dalam kelompok. Pada dasarnya. lalu akan ada korolasi sempurna pada variabel 1 dan 2. situasi senantiasa berubah dan demikian pula perilaku manusia yang terlibat dalam situasi social. atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda. 9 .suatu realitas itu bersifat majemuk/ganda. Dengan demikian. Air mengalir terus. Heraclites dalam Nasution (1980) menyatakan bahwa “kita tidak bisa dua kali mamsuk sungai yang sama”. Untuk menempatkannya dalam istilah yang lebih teknis. antara dua perangkat skor. korelasi seperti akan memiliki nilai + 1. dinamis/selalu berubah. waktu trus berubah. yang bisa kita pakai untuk memprediksi kisaran fluktuasi yang mungkin muncul dalam skor individual sebagai hasil dari faktor-faktor peluang yang tak diketahui atau irrelevan. dengan demikian tidak ada suatu data yang tetap/ konsisten/ stabuil. Dalam pengertian yang paling luas. dan berulang seperti semula. Menurut penelitian kualitatif. ukuran-ukuran reliabilitas tes memungkinkan untuk memperkirakan berapa proporsi dari varians total skor-skor tes yang merupakan varians kesalahan.Reabilitas merujuk pada konsitensi skor yang di capai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda. Pengertian reliabilitas dalam penelitian kuantitatif sangat berbeda dengan reliabilitas dalam penelitian kualitatif. atau di bawa kodisi pengujian yang berbeda. koefisien korelasi (r) menyatakan derajat kesesuaian atau hubungan.

pancatatan hasil observasi dan wawancara terkandung unsure-unsur individualistic. Teknik perhitungan yang digunakan sama dengan yang digunakan yaitu rumus korelasi Pearson. yaitu dengan cara membelah seluruh instrumen menjadi dua sama besar. yaitu : a. Jika semua hal sama. Di lain pihak dalam reliablitas tes-retes dan reliabilitas bentuk-alternatif.Selain itu cara melaporkan penelitian bersifat ideosyneratic dan individualistic. yaitu dua buah instrumen yang disusun berdasarkan satu kisi-kisi. maka hasil kedua instrumen tersebut dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus product moment (korelasi Pearson). Demikian dalam pengumpulan data. Reliabilitas Bentuk-Alternatif Sejak awal peneliti harus sudah menyusun dua perangkat instrumen yang paralel (ekuivalen). kemudian hasilnya dianalisis. Sesudah kedua uji coba terlaksana. Tiap peneliti member laporan menurut bahasa dan jalan fikiran sendiri. Proses penelitian sendiri selalu bersifat personalistik dan tidak ada dua peneliti akan menggunakan dua cara yang persis sama. Kedua instrumen tersebut diujicobakan semua. Reliabilitas test-Retes Menggunakan sebuah instrumen. b. Korelasi antara skor-skor yang didapatakan pada dua bentuk itu merupakan koefisien reliabilitas tes. Setiap butir soal dari instrumen yang satu selalu harus dapat dicarikan pasangannya dari instrumen kedua. semakin 10 . c. Hasil atau skor pertama dan kedua kemudian dikorelasikan untuk mengetahui besarnya indeks reliabilitas. selalu berbeda dari orang perorang. tiap skor didasarkan pada jumlah soal penuh pada tes. namun diteskan dua kali. Peneliti boleh hanya memiliki seperangkat instrumen saja dan hanya diujicobakan satu kali. Ada tiga kategori koefisien reliabilitas. Konsistensi Internal Ukuran Reliabilitas Reliabilitas Belah-Separuh (Split-Half Reliability).

1 berikut : Uji kredibilitas data Uji keabsahan data Uji tranferability Uji dependability Uji confirmability 11 . dependability (reliabilitas). semakin dapat dihandalkan tes itu. dependability Confirmability (dapat dikonfirmasi) Jadi uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji. credibility (validitas internal).panjang sebuah tes. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kualitatif Dalam pengujian keabsahan data. transferability (validitas eksternal). 2. Hal ini dapat digambarkan seperti gambar 7. dan confirmability (obyektivitas). metode penelitian kualitatif menggunakan istilah yang berbeda dengan penelitian kualitatif. dapat diperkirakan dengan rumus Spearman-Browon. Efek yang akan dihasilkan pada koefisiennya dengan memperpanjang atau memperpendek sebuah tes. Perbedaan tersebut ditunjukkan pada tabel berikut : PERBEDAAN ISTILAH DALAM PENGUJIAN KEABSAHAN DATA ANTARA METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF Aspek Nilai kebenaran Penerapan Konsistensi Natralitas Metode kualitatif Validitas internal Validitas eksternal (generalisasi) Reliabilitas Obyektivitas Metode kuantitatif Kredibilitas (credibility) Transferability/keteralihan Auditability.3.

Perpanjangan Pengamatan Peningkatan Ketekunan Uji Kredibilitas Data Triangulasi Diskusi Dengan Teman Member Check Uji Kredibilitas Dalam Penelitian Kualitatif a. wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru. saling mempercayai sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan lagi. Dengan perpanjangan pengamatan ini berarti hubungan peneliti dengan nara sumber akan semakin berbentuk rapport. Perpanjangan pengamatan Mengapa dengan perpanjangan pengamatan akan dapat meningkatkan kepercayaan/kredibilitas data? Dengan perpanjangan pengamatan bararti peneliti kembali ke lapangan. diskusi dengan teman sejawat. semakin terbuka. melakukan pengamatan. peningkatan ketekunan dalam penelitian. triangulasi. Uji Kredibilitas Bermacam-macam cara pengujian kredibilitas data ditunjukkan pada gambar 7. Bila telah terbentuk raport. analisis kasus negative. dan member check. berdasarksn gambar tersebut terlihat bahwa uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan.2.1. di mana kehadiran peneliti tidak lagi mengganggu 12 . maka telah terjadi kewajaran dalam penelitian. semakin akrap (tidak ada jarak lagi).

Bila setelah dicek kembali kelapangan dat sudah benmar berarti kredibel. tetapi sebenarnya dia tidak sedih tapi malah sedang bahagia. sehingga memerlukan tambahan informasi baru lagi. Untuk membutikan apakah peneliti itu melakukan uji kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan atau tidak. akan tergantung pada kedalaman. maka peneliti melakukan pengamatan lagi yang lebih luas dan mendalam sehingga diperoleh data yang pasti kebenaranya. Selanjutnya surat keterangan perpanjangan ini dilampirkan dalam laporan penelitian. Data yang pasti adalah data yang valid yang sesuai dengan apa yang terjadi. keluasan dan kepastian data. Yang tampak orang sedang menangis. Makna berarti data di balik yang tampak. maka akan lebih baik kalau dibuktikan dengan surat keterangan perpanjangan.1988). Rapport is a relationship of mutual trust and emotional affinity between two or more people (Susan Stainback. maka harus betul-betul ditemukan secara pasti siapa yang menjadi provokator. sehingga informasi yang diberikan belum lengkap. tidak mendalam. berubah atau tidak. Dalam perpanjangan pengamatan untuk menguji kredibilitas data penelitian ini. maka waktu perpanjangan pengamatan dapat diakhiri. Kedalaman artinya apakah peneliti ingin menggali data sampai pada tingkat makna. banyak sedikitnya informasi yang diperoleh. Pada tahap awal peneliti memasuki lapangan. Keluasan berarti. apakah data yang diperoleh itu setelah dicek kembali kelapangan benar atau tidak.dan mungkin masih banyak yang dirahasiakan. Dengan perpanjang pengamatan ini. masih dicurigai. sebaiknya difokuskan pada pengujian terhadap data yang telah diperoleh. apakah akan menambah focus penelitian. 13 . Bila data yang diperoleh selama ini setelah dicek kembali pada sumber data asli atau sumber data lain ternyata tidak benar.perilaku yang dipelajari. peneliti masih dianggap orang asing. Dalam hal ini setelah peneliti memperpanjang pengamatan. Beberapa lama perpanjangan pengamatan ini dilakukan. Untuk memastikan siapa yangf menjadi provokator dalam kerusuhan. peneliti mengcek kembali apakah data yang telah diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak.

It assesses the sufficiency of the data according to the convergence of multiple data sources or multiple data collection procedures (William Wiersma. Mengapa dengan meningkatkan ketekunan dapat meningkatkan kredibilitas data? Meningkatklan ketekunan itu ibarat kita mengecek soal-soal. olahraga pagi itu bagi sekelompok nasyarakat itu merupakan wahana untuk transaksi bisnis. Sebagai contoh melihat sekelompok masyrakat yang sedang olahraga pagi. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber. sehingga dapat digunakan untuk memeriksa data yang ditemukan itu benar/dipercaya atau tidak. Selanjutnya untuk dapat memahami proses perdagangan narkoba.b. c. Tetapi bagi peneliti kualitatif tentu akan lain kesimpulannya. Demikian jyga dengan meningkatkan kletekunan maka. Dengan membaca ini maka wawasan peneliti akan semakin luas dan tajam. peneliti dapat memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati Sebagai bekal peneliti untuk meningkatkan ketekunan adalah dengan cara membaca berbagai referensi buku maupun hasil. maka peneliti dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang telah ditemukan itu salah atau tidak. 14 . dan berbagi waktu. Meningkatkan Ketekunan Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. ada yang salah atau tidak . dan waktu. dengan meningkatkan ketekunan itu. peneliti atau dokumentasidokumentasi yang terkait denga temuan yang diteliti. 1986). Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecek data dari berbagai sumber dengan berbagi cara. Setelah peneliti mencermati secara mendalam. Bagi orang awam olahraga adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik. Triangulasi Triangulasi is qualitative cross-validation. maka peneliti harus melakukan pengamatan secara terus-menerus dan memahami bahasa-bahasa sandi mereka. Dengan cara tersebut mak kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis. atau makalah yang telah dikerjakan. triangulasi teknik pengumpulan data.

tidak bisa dirataratakan seperti dalam penelitia kuantitatif. lalu dicek dengan observasi. akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.1. 2. atau kuisioner. untuk memastikan data mana yang dianggap benar. maka pengumpulan dan pengujian data yang diperoleh diakukan ke bawhan yang dipimpin. Bila tidak ada lagi data yang berbeda dengan temuan. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar. Triangulasi Sumber Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas dta dilkukn dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Melakukan analisis kasus negative berarti peneliti mencari data yang berbeda atau bertentangan dengan hal yang ditemukan. Sebagai contoh. Analisis Kasus Negative Kasus negative adalah kasus yag tidak sesuai atau bebeda dengan hasil penelitan hingga pada saat tertentu. menghasilkan data yang berbeda–beda. Triangulasi teknik Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan denga cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Bila dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut. d. belum banyak masalah. dikategorisasikan. dan teman kerja yang merupkan kelompok kerjasama. berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya. dan spesifik. untuk menguji kredibilitas data tentag gaya kepemimpinan seseorang. 3. Triangulasi waktu Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Bila tidak ada lagi yang berbeda atau bertentangan dengan data yang telah ditemukan. dokumentasi. mana pandangan yang sama. 15 . tetapi dideskripsikan. ke atasan yang menugasi. maka peneiti melakukan diskusi ebihh lanjut kepada sumber data yng bersangkutan atau yang lain. Misalnya data diperoleh dengan wawancara. Data dari ke tiga sumber tersebut. yang berbeda.

atau kesimpulan. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh para pemberi data berarti datanya data tersebut valid. tujuan memberchek adalah agar informasi yang diperoleh dan akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber data atau informan. supaya lebih otentik. Alatalat bantu perekam data dalam penelitian kualitatif seperti camera. Setelah dat disepakati bersama. Caranya dapat dilakukan secara individual. atau hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Sebagai contoh. Tujuan membercheck adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. sehingga semakin kredibel. Pelaksanaan membercheck dapat dilakukan setelah mendapat suatu temuan. dan harus menyesuaikan dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. tetapi apabila data yang ditemukan peneliti dengan berbaga penafsirannya tidak disepakati oleh pemberi data. mungkin ada data yang disepakati. Selain itu juga sebagai bukti bahwa peneliti telah melakukan member check. ditambah. atau melalui forum diskusi kelompok. Data tentang interaksi manusia. maka peneliti harus merubah temuannya. Menggunakan Bahan Referensi Yang dimaksud dengan bahan referensi disini adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang teah ditemukan oleh peneliti. Jadian. handycam alat rekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilits data yang teah ditemukan oleh peneliti. dengan cara peneliti datang ke pemberi data. maka para pemberi data diminta untuk menandatangani. 16 . Dalam diskusi kelompok tersebut. Dalam diskusi kelompok peneliti menyampaikan temuan kepada sekelompok pemberi data. f. dan apabila perbedaannya tajam. proses pengecean data yang diperoleh penelitti kepada pemberi data. atau gambaran suatu keadaan perlu didukung oleh foto-foto. Mengadakan Member Check Member check adalah.e. dikurangi atau ditolok oleh pemberi data.

sehingga dapat memutuskan dapat atau tidaknya untuk mengaplikasikan hasil penelitian tersebut ditempat lain. Nilai transfer ini berkenaan dengan pertanyaan. jelas . maka laporan tersebut memenuhi standar transferabilitas (Sanafiah Faisal. nilai transfer bergantung pada pemakai. Peneliti sendiri tidak menjamin “Vadilitas Eksternal” ini. tetapi bias memberikan data. Vadilitas eksternal menunjukan derajad ketehtapan atau dapat diterapkannya hasil penelitian ke populasi di mana sampel tersebut diambil. supaya orang lain dapat memahami hasil penelitian kualitatif sehingga ada kemungkinan untuk menerapkan hasil penelitian tersebut. sistematis. Untuk itu pengujian depenability dilakukan dengan cara melakukan audit terdapat keseluruhan proses penelitian. Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang sedimikian jelasnya. Bagi peneliti naturalistic. Peneliti seperti ini perlu diuji dependability. 3. Dengan demikian maka pembaca menjadi jelas atas hasil penelitian tersebut. transferability ini merupakan vadilitas eksternal dalam penelitian kuantitatif. hingga mana hasil penelilitian dapat diterapakan atau digunakan dalam situasi lain. maka peneliti dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci. hingga manakan hasil penelitian tersebut dapat digunakan dalam konteks dan situasi social lain. Caranya dilakukan oleh auditor yang indenpenden. Suatu penelitian yang reliable adalah apabila orang lain dapat mengulangi/mereplikasi proses penelitian tersebut. atau 17 . Pengujian Dependability Dalam penelitian kualitatif.1990). maka penelitian tersebut tidak reliable atau dependable. Sering terjadi peneliti tidak melakukan proses penelitian ke lapangan. uji dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Kalau proses penelitian tidak dilakukan tetapi datanya ada.2. Oleh karena itu. depandability disebut reliabilitas. Pengujian Transferability Seperti telah dikemukakan bahwa. “semacam apa” suatu hasil penelitian dapat diperlakukan (transferability). dan dapat dipercaya. Dalam penelitian kualitatif.

tetapi hasilnya ada. Menguji konfirmanbilty berarti menguji hasil penelitian. Dalam penelitian. dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bagaimana peneliti mulai menentukan masalah/focus. memasuki lapangan. Penelitian dikatakan obyektif bila hasil penelitian telah disepakati banyak orang.pembimbing untuk mengaudit kesluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian. menentukan sumber data. sampai membuat kesimpulan harus dapat ditunjukkan “Jejak Aktivitas Lapangannya”. maka penelitian tersebut vtelah memenuhi standar konfirmabilty. 18 . uji konfirmanbility mirip dengan uji depenbility. Pengujian Konfirmability Pengujian konfirmanbility dalam penelitian kuantitatif disebut dengan uji obyektivitas penelitian. jangan sampai proses tidak ada. 4. Dalam penelitian kualitatif. sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. maka depanbabilitas penelitiannya patut diragukan (Sanafiah Faisal 1990).

19 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful