IPTEK DAN SENI MENURUT PANDANGAN ISLAM

PENDAHULUAN

Peran Islam dalam perkembangan iptek dan seni pada dasarnya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan dan seni. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan, sedang yang bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Kedua, menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam, bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Standar syariah ini mengatur, bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek, didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Umat Islam boleh memanfaatkan iptek dan mengembangkan seni, jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Sebaliknya jika suatu aspek iptek dan seni telah diharamkan oleh Syariah, maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya, walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia, yang kini dipimpin oleh perdaban barat satu abad terakhir ini, mencengangkan banyak orang di berbagai penjuru dunia. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan iptek modern membuat orang lalu mengagumi dan meniru- niru gaya hidup peradaban barat tanpa dibarengi sikap kritis trhadap segala dampak negatif yang diakibatkanya. Bukan hanya itu saja, pengaruh barat tidak hanya pada bidang iptek saja, tetapi juga pada bidang seni. Misalnya penyanyi di jaman sekarang sebagian besar memakai pakaian yang sangat minim, dan tidak menutup aurat.

Ilmu adalah kehidupanya islam dan kehidupanya keimanan. puasa. dan menuntut ilmu. Menuntut ilmu ini hukumnya wajib. Ada banyak cara untuk beribadah kepada Allah SWT seperti sholat.Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas muslim untuk gigih memperjuangkan iptek dan seni yang islami. . Pada dasarnya kita hidup di dunia ini tidak lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Seperti sabda Rasulullah SAW: “ menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban atas setiap muslim laki-laki dan perempuan”.

Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. bagaimana Kami .Sedang teknologi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. dan mengembangkan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Iptek yang boleh dimanfaatkan. Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah (scientific method) . Pandangan Islam tentang seni. Seni merupakan ekspresi keindahan. memperdalam. Konon kata seni berasal dari kata “SANI” yang kurang lebih artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. akan disebutkan dulu beberapa pengertian dasar. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. bagaimana pun juga bentuknya.Pengertian iptek dan seni dan kaitanya dengan islam Untuk memperjelas. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada penciptaan jagat raya ini. Namun menurut kajian ilimu di Eropa mengatakan “ART” (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan. Perkembangan iptek. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. adalah yang telah diharamkan syariah Islam.PEMBAHASAN 1. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas. Kata “seni” adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya.

”(HR. sunnatun qoimatun (sunnah dari Al-hadist yang menegakkan) dan faridhotun adilah (ilmu bagi waris atau ilmu faroidh yang adil) Dalam sebuah hadist rasulullah bersabda. dan lainya.Kewajiban mencari ilmu Pada dasarnya kita hidup didunia ini tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah. Dalam kitab “ Ta‟limul muta‟alim” disebutkan bahwa ilmu yang wajib dituntut trlebih dahulu adalah ilmu haal yaitu ilmu yang dseketika itu pasti digunakan dal diamalkan bagi setiap orang yang sudah baligh.meninggikannya dan menghiasinya. matematika. . bahwasanya ilmu yang wajib dicari seorang muslim ada 3. Ketiga ilmu tersebut adalah ayatun muhkamatun (ayat-ayat Al-Qur’an yang menghukumi). dan tiada baginya sedikit pun retak-retak?” [QS 50: 6]. Disebutkan dalam hadist. Ibnu Majah dan lainya) Juga pada hadist rasulullah yang lain. “ mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim. sedangkan yang lainnya akan menjadi fadhlun (keutamaan). Dalam hadist ini kita tidak dituntut mencari ilmu ke cina.”carilah ilmu walau sampai ke negeri cina”. Tentunya beribadah dan beramal harus berdasarkan ilmu yang ada di Al-Qur’an dan Al-Hadist. Tidak akan tersesat bagi siapa saja yang berpegang teguh dan sungguh-sungguh perpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadist. dan orang yang meletakkan ilmu pada selain yang ahlinya bagaikan menggantungkan permata dan emas pada babi hutan. misalnya ilmu kedokteran. baru mempelajari ilmuilmu lainya. tetapi dalam hadist ini rasulullah menyuruh kita mencari ilmu dari berbagai penjuru dunia. Walau jauh ilmu haru tetap dikejar. Apabila kedua bidang ilmu itu telah dikuasai. 2. fisika. Seperti ilmu tauhid dan ilmu fiqih.

Keutamaan orang yang berilmu Orang yang berilmu mempunyai kedudukan yang tinggi dan mulia di sisi Allah dan masyarakat. “sedekah yang paling utama adalah orang islam yang belajar suatu ilmu kemudian diajarkan ilmu itu kepada orang lain. “al-Basir” dan “as-Sami' “ (Hud : 24). Inilah sedekah yang paling utama dianding sedekah harta benda. “al-A'limun” (al-A'nkabut : 43). Dalam ayat ini ditegaskan pada golongan orang berilmu bahwa mereka amat istimewa di sisi Allah SWT .”(HR. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda. Peringatan Allah dan Rasul-Nya sangat keras terhadap kalangan yang menyembunyikan kebenaran/ilmu. Mereka digelari sebagai “al-Raasikhun fil Ilm” (Al Imran : 7). sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya orang- . 3. “Ulul al-Ilmi” (Al Imran : 18). Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". Dalam surat ali Imran ayat ke-18. “Ulul al-Bab” (Al Imran : 190). “al-Ulama” (Fatir : 28). khususnya ilmu agama. Mereka diangkat sejajar dengan para malaikat yang menjadi saksi Keesaan Allah SWT. Ini dikarenakan mengajarkan ilmu. Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah).orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Ibnu Majah) Maksud hadis diatas adalah lebih utama lagi orang yang mau menuntut ilmu kemudian ilmu itu diajarkan kepada orang lain. Allah SWT berfirman: "Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah). sehingga lebih mengutamakan ilmu-ilmu umum daripada ilmu agama. tetapi dapat dinikmati orang lain. berarti menenan amal yang muta’adi (dapat berkembang) yang manfaatnya bukan hanya dikenyam orang yang diajarkan itu sendiri. Para Malaikat dan orang. “al-Ahya' “ (Fatir : 35) dan berbagai nama baik dan gelar mulia lain. Yang menegakkan keadilan. Al-Quran menggelari golongan ini dengan berbagai gelaran mulia dan terhormat yang menggambarkan kemuliaan dan ketinggian kedudukan mereka di sisi Allah SWT dan makhluk-Nya.Kadang-kadang orang lupa dalam mendidik anaknya. Dalam hal ini orang tua perlu sekali memberikan bekal ilmu keagamaan sebelum anaknya mempelajari ilmu-ilmu umum. Maka anak menjadi orang yang buta agama dan menyepelekan kewajiban-kewajiban agamanya.

„Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Misalnya dengan cara mengajar atau mengamalkan pengetahuanya untuk hal-hal yang bermanfaat. Namun. Manusia telah diperingatkan Allah SWT dan Rasul-Nya agar jangan melakukan kerusakan di bumi. kitalah sesungguhnya yang menjadi biang kerok dari tragedi masa depan tersebut. berkurangnya cadangan air minum. memiliki ketergantungan terhadap alam. Sayangnya. Allah SWT menggambarkan situasi ini dalam Al-Qur’an: “Dan bila dikatakan kepada mereka. gunung atau laut. sebagaimana makhluk lainnya. Juga diriwayatkan oleh Al-Hakim. menipisnya sumber energi alam. setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab. 4. Mereka berdalih apa yang mereka lakukan adalah demi kepentingan masa depan. Tiap sebentar kita mendengar berita menyedihkan tentang kerusakan baru yang timbul pada sumber air. „Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi‟. semakin berkurangnya hutan. Namun. sebagian besar manusia sulit menyadarinya.orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk. Tanggung jawab ilmuwan terhadap alam Manusia.” (QS Al-Baqarah:11) . Padahal yang terjadi justru sebaliknya. dan semakin punahnya berbagai jenis tumbuhan dan hewan. manusia mengingkari peringatan tersebut. meski nyata terasa dampak akibat kerusakan tersebut. Dan. manusia justru suka merusak alam." (Al-Baqarah: 159) Rasulullah saw juga bersabda: "Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu." (HR Ibnu Hibban di dalam kitab sahih beliau. akan dikendali mulutnya oleh Allah pada hari kiamat dengan kendali dari api neraka. Bahkan tak cukup merusak. mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati pula oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati. Al Hakim dan adz-Dzahabi berpendapat bahwa hadits ini sahih) Jadi setiap orang yang berilmu harus mengamalkan ilmunya agar ilmu yang ia peroleh dapat bermanfaat. tragedi masa depan itu sedang berjalan di depan kita. di sisi lain. juga menhancurkan hingga tak bersisa. Para ilmuwan mengumumkan ancaman meluasnya padang pasir. mereka menjawab.

teknologi daur ulang. Katakanlah.Allah SWT juga mengingatkan manusia: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. atau rusak. Tujuannya mengajarkan kepada masyarakat untuk menjaga jangan sampai berbagai unsur lingkungan menjadi hancur. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah). „Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. . Untuk itu manusia sebagai khalifah di bumi dan sebagai ilmuwan harus bisa melestarikan alam. Mungkin bisa dengan cara mengembangkan teknlogi ramah lingkungan.‟‟ (QS Ar-ruum: 41-42) Pada masa sekarang pendidikan lingkungan menjadi mutlak diperlukan. dan harus bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak. tercemar. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)‟.

Dari uraian di atas dapat dipahami. dan mengembangkan iptek dan seni. Pertama. Dari kelebihannya ini maka Tuhan mengangkat harkat dan martabat ilmuan tersebut di tengah-tengah masyarakat. memperdalam. syariah Islam-lah. Untuk itu setiap muslim harus bisa memanfaatkan alam yang ada untuk perkembangan iptek dan seni. Dialah menjadi wakil Tuhan di bumi untuk menjadikan lingkungan hidup manusia terpelihara dan membawa kebaikan kepada manusia itu sendiri. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek dan seni setidaknya ada 2 (dua). yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek dan seni. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. Kedua. Karena ilmuwan tersebut telah diberi penghargaan oleh Tuhan maka peanaghargaan tersebut membawasa kedalam posisi yang tinggi disbanding dengan manusia yang lain. Yaitu dengan cara mencari ilmu dan mengamalkanya dan tetap berpegang teguh pada syari’at Islam. . Dengan demikian dapta diartikan bahwa ilmuan dijadikan Tuhan sebagai pemimmpin kelangsungan lingkungan hidup manusia di muka bumi ini. adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas. bangsa dan Negara sehingga mereka disanjung dan dihormati serta menjadi sumber solusi dari situasi-dan kondisi lingkungan hidup manusia.PENUTUP Perkembangan iptek dan seni. Tanggung jawab Ilmuwan terhadap alam dan lingkungan Ilmuwan merupakan sosok manusia yang diberikan kelebihan oleh Tuhan dalam menguasai sebuah ilmu pengetahuan. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). tetapi harus tetap menjaga dan tidak merusak yang ada. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek dan seni. Jadi.

Dalam filsafat materialisme barat menempatkan esensi segala sesuatu hanyalah pada materi semata : eksistensi manusia. Manusia tidak akan mempertanggungjawabkan pekerjaannya selain pada dirinya sendiri karena tuhan telah mati. meskipun demikian. merdeka) di alam ini. Bahkan selogan “Tuhan telah mati” adalah jargon resmi barat mengawali modernisasi peradabannya. krisis lingkungan dewasa ini tidak hanya terdapat dalam negara-negara maju yang notabene sebagai pelopor industrialisasi. individualisme adalah anak sah dari pandangan hidup seperti di atas. dengan begitu keselarasan lingkungan hidup dapat dirasakan. pasti akan diperoleh jawaban bahwa konsep Islam dan Barat (pelopor industrialisasi tanpa memperdulikan lingkunga) tentang alam tidaklah berbeda. Dan pandangannya tentang alam dan lingkungan hidup masih tetap terhujam dalam pikiran dan jiwa umatnya. Juga dengan pandangannya bahwa kehidupan hanya ada di dunia ini. Sayed Hosein Nasr dalam makalahnya Islam environmental crisis. Hidup di dunia ini adalah senyatanya. Namum ada persoalan mendasar yang berhubungan dengan keyakinan yang menjadi dasar tindakan dan prilaku seseorang. Sedangkanm dunia timur hanya mengekor jalan yang telah dilaluai Barat. Maka terjadilah peradaban barat yang memobilisasi masa untuk berebut kenikmatan duniawi tanpa mempedulikan nilainilai transendental. adalah kelanjutan dari filsafat materialisme yang mendasari bangunan peradabannya. polusi di Qairo dan Teheran. Gaya hidup hedonisme. individualisme. Islam tetap hidup sebagai dorongan religius dan spiritual yang kuat. meski sebenarnya jalan itu telah bertentangan dengan pandangan filsafat mereka sendiri.Isu Ekologi (lingkungan hidup) adalah salah satu isu global diantara HAM. Bagi mereka Tuhan adalah mitos yang hanya menakut-nakuti pikiran manusia untuk berbuat bebas di alam ini. tidak ada tempat lagi bagi nilai dan sesuatu yang transendental dalam bangunan pemikiran dan peradaban yang dijungjung barat. membuat obsesi dan cita-cita mereka hanya sebatas menikmati kelezatan materi yang ada di dunia. Demokrasi. Bagi Prof Sayyed Hossen Nasr. Akibat lanjut dari filsafat materialisme di atas adalah pandangannya tentang manusia yang sangat ekstrim. konsumerisme. Adanya perjuangan umat Islam yang satu perlima penduduk dunia adalah merealisasikan pandangan Islam tersebut agar membumi. Padahal kalau kita teliti lebih dalam ada perbedaan esensial antara Barat dan Islam dalam memandang alam ini yang membuat umat Islam menjadi tidak islami dalam berbuat dan memberlakukan alam ini. menjadi muslim sekaligus pendekar lingkungan hidup. Modernisasi Barat yang membuahkan konsumerisme. dengan pandangan barat bahwa manusia sebagai pengusaha . Terjadi kolonialisme yang dengan pongahnya menghabisi sumber-sumber alam Negara jajahannya merupakan bukti nyata keserakahan manusia yang dimasuki pandangan materilaisme. hingga penggundulan hutan besar-besaran di Malaysia dan Banglades (juga Indonesia). Dari sinilah akar terjadinya ekploitasi alam secara besarbesaran tanpa mesti memperhatikan keseimbangan dan keselarasannaya. tujuan hidupnya tidak lebih hanya materi saja. Manusia adalah penguasa tunggal (yang bebas. hedonisme. Karena dalam dunia Islam juga terjadi pengrusakan alam seperti yang terjadi di Barat. dan tidak ada kehidupan lain selain dunia ini. tapi juga pada Negara-negara Islam. Menurut Prof. Bias disebut. Bagi Nasr krisis lingkungan hidup sekarang ini tidak bisa dibedakan lagi antara dunia islam dan non Islam. Hal ini ditarik kesimpulan dari logika sederhana. Krisis lingkungan yang sekarang menjadi problem serius manusia pertama kali disulut oleh modernisasi (era Industrialisasi) Yang terjadi di Barat. Memelihara Lingkungan Krisis ingkungan ldari sudut teologis (metafisik) bukanlah hanya persoalan politik dan ekonomi belaka. yang semakin kencang dengungannya. erosi pada perbukitan di Yaman. Kesenjangan antara cita Islam dan fakta perbuatan kaum muslimin dalam masalah lingkungan harus segera dihapuskan sehingga pada akhirnya.

Qs:27:62. Tentu bersama-sama dengan mengkaji dan memahami ayat-ayat yang terdapat di dalam Al-Qur’an. disamping kitab suci. pertama. Fazrur Rahman membicarakan alam dalam konsep Islam tidak bisa dipisahkan dari pembahasan tentang Tuhan dan manusia. dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi. Sebagai khalifah di bumi manusia sekaligus sebagai hamba Allah yang berkewajiban untuk beribadah kepada-Nya dengan menjalankan ajaran-ajaran yang telah diturunkan kepada umat manusia. kebesaran. Manusia diberi akal pikiran dan nafsu. Dalam Islam Tuhan (baca: Allah SWT) adalah pemilik tunggal alam semesta. sebagai media untuk memahami kekuasaan. Qs:38:26). Dengan dua peranan alam bagi manusia menurut konsep Islam inilah tindakan eksploitasi alam secara brutal yang mengesampingkan keselarasan dan keseimbangannya tidak bisa ditolerir ajaran Islam. dimana tidak diberikan pada makhluk lainnya. Bagi seorang muslim menyelamatkan lingkungan hidup adalah merupakan perintah agamanya. dimana manusia termasuk didalamnya. Karena dengan lingkungan yang sehatlah seorang muslim dapat melangsunglkan ibadah dan menjadikan alam sebagai media mengenal dan memahami Allah. Manusia telah menjadikan dirinya sebagai raja yang mempunyai kekuasaan mutlak atas semesta. Sebagai mana termaktub dalam Qs. Qs:35:39. Kewenangan manusia untuk mempergunakan alam bukanlah hak mutlaknya tapi merupakan hak yang telah direkomendasikan oleh Allah SWT.tunggal (tanpa kehadiran Tuhan) telah menjadikan manusia sewenang-wenang dalam memperlakukan alam bagi seorang pelacur yang terus dieksploitir tanpa memberikan imbalan yang layak. Dzat yang mutlak. Oleh karenanya manusia berkewajiban memelihara keseimbangan dan keselarasan alam agar tidak rusak seperti pertama kali Allah meminjamkan pada manusia. Kedua.keserakahan dan kerakusan Barat telah menghancurkan keseimbangan dan keselarasan alam. Al-Qhashash (28) ayat 77 (“dan carilah pada apa yang Allah karuniakan kepada kamu negeri akhirat. Berbuatlah kebaikan sebagai mana Allah telah berbuat kebaikan kepada kamu. Dengan bekal akal pikiran itulah Allah memberikan mandat sebagai khalifah di bumi agar mengurusi (mempergunakan dan memeliharanya) alam mini sebaik baiknya sebagai mana temaktub dalam Al-Quran pada (Qs: 2:30. Membahas salah satunya pasti akan menyeret tema lainnya dalam pembicaraannya. Bagi Prof . Dan suatu saat akan diminta pertanggungjawaban oleh pemilik sejatinya. tetapi janganlah engkau melupakan nasibmu di dunia ini.Untuk dapat beribadah dengan khusu dan istiqamah (mantap dalam keimanan) manusia harus lebih mengenal dan memahami Khaliknya. Qs:7:129. . tidak hanya sekedar mencari legitimasi agama atas isu-isu lingkungan hidup yang semakin keras dendangnya. dan keluasan dzat Allah. Perpaduan anatara ayat kauniyah (alam semesta) dan ayat Al-qur’an akan memmberikan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Dalam rangka mengenal dan memahami Allah itulah alam semesta digunakan sebagai media untuk memngerti dan memahami rahasia Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”). Jadi dalam pandangan Islam alam semesta mempunyai dua fungsi. Dan meniadakan pertanggungjawabannya nanti dihadapan Allah atas tindakannya terhadap alam semesta. untuk memenuhi kebutuhan manusia agar bisa beribadah kepada Allah. Hal di atas sangat berbeda dengan pandangan Islam tentang alam . dan krisis lingkungan yang melanda dunia saat ini merupakan persoalan besar dalam memahami perannan manusia sebagai khalifah sekaligus hamba Allah di bumi. Namun begitu manusia mempunyai kedudukan yang sangat unik dan khas dibandingkan makhluk-makhluk Allah lainnya.