LAPORAN RESMI PRATIKUM MIKROBIOLOGI LAUT “PEWARNAAN DAN MORFOLOGI BAKTERI, YEAST, DAN FUNGI”

Oleh: Agus Nurul Komarudin K2D 008 005

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2009

Alat 1. Langkah kerja 1.1.1.1. Alat dan Bahan o Pipet tetes o Kaca benda o Bunsen o Tissue o Jarum ose 1.1.2. Bahan o Biakan murni Vibrio o Biakan murni bacillus o Biakan murni Eschercia o Biakan murni marine yeast o Biakan murni filamentous marine fungi o Cat gram a (Aquades)/ (methielin Blue) o Cat gram b (iodine o Cat gram c (alcohol) 1.2. Coli ) dan letakkan pada preparat Panaskan preparat pada Bunsen sehingga air pada preparat menguap dan kering Tambahkan gram A ( Cristal Violet ) kemudian tunggu 1 menit Semprot preparat dengan aquades sehingga gram A pada preparat hilang kemudian keringkan preparat di sekitar Bunsen Tambahkan lugol untuk membentuk kristal yodium violet pada preparat dengan diamkan selama 1 menit Bersihkan lugol pada preparat dengan menyiramkan aquades ke preparat Semprot preparat dengan alkohol yang berfungsi sebagai cairan pemucat .2.BAB I MATERI DAN METODE 1. Pengecetan Ambil aquades sebanyak 100 mikro kemudian teteskan pada kaca preparat Ambil sampel bakteri ( E.1.

Jamur o Ambil aquades. Yeast o Ambil aquades. tuangkan di preparat o Ambil jamur 1 mikro liter. tuangkan di preparat o Ambil bakteri 1 mikro liter. dan fungi a. yeast.2. Bakteri o Ambil aquades. lalu keringkan o Amati dibawah mikroskop o gambar b. letakkan di preparat o Ambil lactofenol dan tetskan ke preparat lalu keringkan o Amati di bawah mikroskop o gambar c. letakkan pada preparat o Ambil tinta Cina dan teteskan ke kaca preparat. Pengamatan Morfologi bakteri.- Tambahkan safranin pada preparat dan tunggu selama 1 menit Semprot preparat dengan aquades sehingga safranin pada preparat hilang Keringkan dan amati preparat di bawah mikroskop Gambar dan catat hasil 1. letakkan di preparat o Ambil Methilen Blue dan teteskan ke preparat lalu keringkan o Amati dibawah mikroskop o Gambar .2. tuangkan di preparat o Ambil yeast 1 mikro liter.

BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1. bakteri ( . Hasil Teknik Pewarnaan Pada percobaan ini didapatkan hasil pengamatan bakteri ( + ) yang berwarna biru. fungi berwarna transparan dan yeast berwarna biru.) yang berwarna merah. Gram positif gram negatif Yeast fungi .

Bakteri gram positif berwarna ungu/violet sedangkan bakterigram negative berwarna merah. Oleh karena itu pada penyiraman dengan cairan pemucat. Pada pengamatan di bawah mikroskop bakteri ( + ) berwarna biru. warna dinding sel akibat pewarnaan oleh cristal violet pada bakteri ( .) berwarna merah. Pada bakteri ( + ) lapisan dinding sel terdiri dari peptidoglikan sedangkan pada bakteri ( .) luntur yang dikarenakan lemahnya daya ikat lipid. Berbeda dengan bakteri ( + ) yang dinding selnya memiliki daya ikat yang kuat karena tersusun dari peptidoglikan. bakteri gram positif dan bakteri gram negative memiliki warna yang berbeda ketika diamati dibawah mikroskop. kemungkinan ini diakibatkan oleh pewarnaan cristal violet ( gram A ) yang menempel pada dinding sel.2.2. Pada pewarnaan. hal ini diakibatkan oleh lemahnya daya ikat lapisan dinding sel sehingga tidak dapat mengikat warna biru oleh gram A. Kemudian pada bakteri ( . Penyebabnya adalah dinding sel dari bakteri gram negative yang terbuat dari lemak sehingga larut ketika dicuci menggunakan alcohol/ethanol . Pembahasan Pada teknik pewarnaan ini dilakukan terhadap bakteri. Sedangkan bakteri gram negative berwarna merah karena tidak menyerap warna dari kristal violet akibat dari pencucian dengan alcohol/ethanol. Hal ini terjadi akibat bakteri gram positif menyerap warna dari kristal violet dan tidak terlepas pada saat dicuci dengan ethanol/ alcohol karena dinding selnya terbuat dari peptidoglikan yang tidak larut terhadap alcohol/ ethanol.) lapisan dinding sel terdiri dari lipid.

mengingat langkah – langkah pada teknik ini cukup panjang.BAB V PENUTUP 5. Kesimpulan 1. Pada teknik pewarnaan hal – hal yang harus diperhatikan adalah langkah – langkah teknik pewarnaan. 2. Seluruh perlakuan yang dilakukan pada praktikum mikrobiologi harus dengan metode aseptic pun alat – alat yang digunakan harus dalam kondisi steril. . 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful