P. 1
ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

4.33

|Views: 8,170|Likes:
Published by Dana P Ernas

More info:

Published by: Dana P Ernas on Jun 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2015

pdf

text

original

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

GRS

KATA PENGANTAR
Melihat dari tipe dasar bangunan, terdapat dua tantangan terbesar dalam industri desain arsitektur yang pertama adalah bandara dan yang kedua adalah rumah sakit. Dua tipe bangunan tersebut menjadi tantangan besar bagi seorang arsitek dan timnya untuk menyelesaikan sebuah rancangan yang dapat bekerja dengan baik dan benar karena bukan hanya unsur estetika, komposisi, pertimbangan keuntungan dan kerugian materi dari sebuah fungsi namun keberhasilan organisasi ruang dan keselamatan banyak manusia menjadi faktor utama penentu sebuah rancangan rumah sakit yang baik. Fisik Rumah Sakit merupakan satu hal yang sangat penting bagi sebuah rumah sakit. Bidang fisik termasuk bangunan dan performansi ruang, tata lansekap, dan infrastruktur pendukung mulai didekati dengan indikator kenyamanan, keindahan, serta keberhasilan pada lingkungan yang kesemuanya membangun citra layanan kesehatan dikelasnya. Bangunan yang indah, fungsional, efisien dan bersih memberikan kesan yang positif bagi seluruh pengguna rumah sakit. Pada dasarnya, fisik rumah sakit juga berhubungan langsung dengan kualitas layanan medik. Indikator keberhasilan bangunan rumah sakit dapat dilihat dari kenyamanan dalam pemanfaatanya sehingga memberikan sumbangan pada proses penyembuhan pasien dan produktivitas pelaku, prosedurprosedur layanan medik dapat terlaksana dengan efektif dan efisien, terjaga dengan mudah kebersihanya. Tuntutan terhadap kinerja dan layanan kesehatan rumah sakit pada saat ini semakin tinggi. Kita tahu bahwa kehidupan dapat bermula dirumah sakit dan begitupun dengan akhir, yang umumnya dilewatkan dirumah sakit pula. Dalam perkembangan layanannya, rumah sakit berhubungan dengan konsumen yang memelukan layanan kesehatan dan tidak hanya diperuntukan bagi pasien yang sakit. Fenomena yang telah dijabarkan diatas menjadi dasar pertimbangan penyusunan buku Arsitektur Rumah Sakit. Buku ini diharapkan mampu menjadi referensi tentang perencanaan, perancangan dan pengelolaan fasilitas fisik rumah sakit yang dapat berguna bagi akademis, mahasiswa, penyedia jasa dan praktisi industri bangunan, penyedia jasa dan pengguna pelayanan kesehatan, pengelola fisik dan manajemen fasilitas kesehatan dan masyarakat pada umumnya. Penyusunan buku ini merupakan respon atas kurangnya referensi buku Arsitektur Rumah Sakit khususnya referensi dalam negeri. Pokok bahasan yang akan ditemukan dalam buku ini adalah berbagai hal yang terkait dengan pedoman dan guidelines perencanaan rumah sakit, perancangan fasilitas, infastruktur bangunan rumah sakit serta strategi pengelolaan dan manajemen fisik perencanaan rumah sakit serta isu-isu kontemporer perencanaan dan perancangan fasilitas fisik rumah sakit. Akhir kata buku ini berhasil disusun tidak lepas dari bantuan bernbagai pihak yang menyumbangkan masukannya baik berupa saran maupun kritikan, dalam forum formal maupun informal. Semoga apa yang ada di dalam buku ini bermanfaat dan memberikan stimulasi yang positif bagi pembaca dimasa yang akan datang. Selamat Membaca! Yogyakarta, Maret 2010 PT. Global Rancang Selaras.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

I

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAGIAN 1 PENGANTAR DAN TINJAUAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT
BAB 1 PRINSIP DASAR PERENCANAAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT
Rencana Strategis Organis, Berkembang, Bertahap Kompak Memberikan Harapan Sehat Pengelompokan yang Tepat Sirkulasi yang tepat dan Aksesibel Hemat Energi dan Nyaman Thermal Aman dan Tanggap Keadaan Darurat `Hijau` Mudah dan Murah Perawatan Sesuai Target Konsumen dan Fasilitas yang Tepat Mengakomodasi Kebutuhan dan perilaku Manusia Kenyamanan Visual dan Tanggap Lingkungan Mampu menjadi Aset Properti

i ii

1
1 2 3 3 3 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 11 12 12 12 14

BAB 2

APA ITU ARSITEKTUR RUMAH SAKIT
Pengertian Komponen

BAB 3

TIPE FASILITAS KESEHATAN
ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

Klasifikasi/ Tipe Fasilitas Kesehatan Tipologi Rumah Sakit Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah

BAB 4

FUNGSI DAN RUANG RUMAH SAKIT
Prinsip dan Implementasi Tuntutan Sterilitas, Fungsional, Teknikal dan Behavioral Organisasi Ruang dan Program Kegiatan Instalasi Bedah/ Instalasi Radiologi/ Instalasi Rehabilitasi Medik Kamar Mayat/ Instalasi Laboratorium/ Instalasi Gawat Darurat/ Intensive Care Unit/ Poliklinik/ Instalasi Rawat Inap (IRNA) Instalasi Farmasi/ Instalasi Sterilitas (CSSD)/ Instalasi Gigi

ii

BAB 5

SIRKULASI DAN ZONING RUMAH SAKIT
Prinsip dan Implementasi Sirkulasi Kendaraan/ Barang/ Pengunjung/ Pemberi Layanan Kesehatan/ Kegawatdaruratan 21 22

BAB 6

BENTUK DAN KARAKTERISTIK RUMAH SAKIT
Prinsip dan Implementasi Karakteristik 23 24 25 25

BAB 7

KONSEP RUMAH SAKIT & EVALUASI PASCA HUNI
Fasilitas kesehatan dan Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Peran Evaluasi Pasca Huni dalam Proses Desain Fasilitas Kesehatan

Ruang Terbuka. Kontur danaliran air. Tapak. Sirkulasi. 30 31 BAB 9 PERENCANAAN SIRKULASI DAN ZONING KOMPONENBANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi 32 BAGIAN 2 PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT BAB 10 PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Fleksibilitas dan Pentahapan Pertimbangan Estetika dan Kenyamanan PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Perencanaan Infrastruktur Kriteria Desain Umum Penyediaan Air Bersih/ Kriteria Desain Umum Penyediaan Air Panas/ Kriteria Desain Umum Pengolahan Limbah Cair/ Sistem Drainase dan Pengolahan Air Hujan/ Kriteria Desain Pengolahan Mekanikal Elektrikal/ Kriteria Sistem Pemadam Kebakaran/ Kriteria Sistem Pengandalian Udara/ Kriteria Sistem Telekomunikasi/ Kriteria Sistem Gas Medik/ Kriteria Sistem Tata Surya/ Sistem CCTV (close Circuit Television)/ Pekerjaan Nurse Call/ Kriteria Sistem Elektrikal 34 35 36 37 38 BAB 11 BAB 12 BAB 13 PERENCANAAN FISIK DAN STRATEGIS RUMAH SAKIT Arti Penting Manajemen Rumah Sakit Tujuan dan Sasaran Perencanaan Fisik Kerangka dan Konsep Kerja Kriteria Umum Produk KONSEP PERENCANAAN FASILITAS RUMAH SAKIT Pelayanan Pasien Dalam Rumah Sakit/ Inpatient Instalasi Gawat Darurat/ Instalasi Rawat Inap/ Instalasi Rawat Intensif/ ICU Instalasi Rawat Intensif Koroner/ ICCU Unit Penyakit Jiwa/ Unit Kamar Bersalin (VK)/ Unit Perinatologi Unit Haemodialisis 47 47 48 50 53 54 iii ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Parkir.Optimalisasi Melalui Revitalisasi Fasilitas Fisik Fasilitas Kesehatan Langkah-langkah Peringkatan Performansi Fasilitas Kesehatan 28 28 BAB 8 PERENCANAAN LAHAN DAN SITEPLANNING RUMAH SAKIT Kebutuhan vs Ketersediaan Perencanaan Lokasi.

Pelayanan Pasien Luar Rumah Sakit/ Outpatient Instalasi Rawat Jalan 65 65 Pelayanan Penunjang Medik/ Klinik Bantuan Instalasi BedahInstalasi Laboratorium Radiologi Patologi Mortuary/ Otopsi Dental Gigi Endoscopy Pelayanan Kesehatan Terapi Instalasi Rehabilitasi Medik 73 74 75 76 77 78 78 81 82 83 84 Administrasi / Rekam Medik Rekam Medik Penyimpanan Obat/ Farmasi Laundry/ Pengelolaan Linen Instalasi Gizi (Dietary Service) Bengkel dan Peralatan (IPSRS) Pengelolaan dan Pembuangan Sampah Pelayanan Penunjang Fasilitas Pembelajaran/ Studi Diagram Pergerakan Pasien Hal yang harus Diperhatikan dalam Desain Tata Fungsi/ Tata Sirkulasi/ Aspek fisika Bangunan/ Aspek Struktur Bangunan/ Aspek Tata Interior Aspek Keamanan dan Evaluasi Kesesuaian Besaran Fasilitas terhadap Okupansi Pelayanan Arsitektur Rumah Sakit yang Memiliki Kelas Layanan Performa Fisik Bangunan dan Lingkungan Terhadap Kemudahan Pemeliharaan dan Biaya Arsitektur Rumah Sakit yang merespon Konservasi Cagar Budaya dan Beradaptasi dengan Fungsi Baru Konversi Lahan dan Konversi Energi Arsitektur Rumah Sakit yang Merespon Bencana 93 94 96 96 97 98 iv DAFTAR PUSTAKA ARSITEKTUR RUMAH SAKIT BAGIAN 3 ISU KONTEMPORER .

bangunan dan infrastruktur. Melihat kecenderungan diatas pada akhirnya setiap organisasi baik profit maupun non profit mulai mempertimbangkan pengelolaan dengan prinsip bisnis yang baik dan benar sehingga tercipta sebuah bangunan yang mandiri dalam operasional. Meski demikian. Akibat yang ditimbulkan dari kurang matangnya tahap perencanaan antara lain adalah lahan tidak sesuai. sumberdaya manusia. 01 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Dengan kata lain. Proses pengelolaan aset pada dasarnya akan sangat dipengaruhi oleh proses perencanaan kegiatan. 1. perawatan. terdapat 14 prinsip dasar yang perlu diperhatikan dan dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi arahan dasar dalam merencanakan rumah sakit sebagai suatu aset properti. Global Rancang Selaras Sering terjadi beberapa kasus kegagalan disebabkan karena pengembangan lahan dan bangunan yang tidak didasarkan atas studi kelayakan serta perencanaan bisnis yang matang pada tahap awal perencanaan. bangunan terbengkalai. bangunan.BAGIAN 1 I BAB 1 PENGANTAR DAN TINJAUAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT: 14 PRINSIP DASAR PERENCANAAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Dalam merencanakan komponen-komponen fisik rumah sakit yang meliputi perencanaan lahan. proses perencanaan strategis akan sangat mempengaruhi perencanaan masterplan keseluruhan aset (serta masterplan masing-masing unit dan perencanaan fasilitas dalam masingmasing unit). proses tumbuh dan berkembang. akan membawa implikasi pada lahan. Rencanakan Rumah Sakit Sesuai Rencana Strategis Komponen-komponen yang terkait dalam penyusunan Masterplan Rumah Sakit. bangunan dan infrastruktur. Oleh karena itu sebuah rumah sakit perlu dikembangkan berdasarkan rencana bisnis. Suatu perencanaan yang dimulai dari perencanaan aktivitas. Copyright : PT. dapat dikatakan bahwa proses perencanaan aset akan mengikuti proses sebagaimana berikut: · Identifikasi aset eksisting (lahan. perlengkapan fasilitas. dan infrastruktur) · Penentuan visi bagi keseluruhan dan masing-masing asset · Perumusan strategi yang harus dilakukan pada keseluruhan dan masing-masing aset. serta ketidaksesuaian antara aktivitas dengan wadahnya.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Copyright : PT. kematangan. Pada waktu tertentu lainnya. Copyright : PT. perkembangan awal. kemudian di waktu yang lain diperlukan adalah pembangunan atau peningkatan fisik bangunan. Berkembang dan Bertahap Setiap rumah sakit pasti akan berkembang dalam proses daur fungsi bangunannya. yang dibutuhkan adalah konsolidasi aset-aset. Global Rancang Selaras . Masterplan RSUD RAA Soewondo. Global Rancang Selaras 02 Masterplan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram. Dalam proses memanfaatkan sumberdaya lahan pun. Rencanakan Rumah Sakit secara Organis. Sebagai contoh pada suatu waktu tertentu yang diperlukan dalam proses perkembangan rumah sakit adalah proses pengembangan lahan. kita perlu mempertimbangkan pentahapan perkembangan rumah sakit. Dalam hal ini. interstisial. perkembangan lanjut. dan dapat berlanjut ke penurunan performansi fisik dan fungsi jika tidak segera ditindak-lanjuti dengan tepat. yang memberi kesempatan pada bagian-bagian tertentu untuk berkembang secara bertahap. Dimulai dari tahap embrional. rumah sakit perlu direncanakan sesuai dengan tingkat perkembangannya.2. dibutuhkan sebuah masterplan yang baik. Oleh karena itu. Pati. Ada beberapa kemungkinan perkembangan rumah sakit yang dapat kita pilih sesuai dengan kondisi yang ada seperti perkembangan secara horisontal. ataupun vertikal. Jawa Tengah.

sementara pemberi layanan kesehatan bukanlah sipir melainkan “customer partner” menuju sehat. Dengan adanya arahan dasar ini. efektivitas serta kompak yang tinggi sehingga dapat beroperasi dengan baik akan jauh lebih baik dalam proses perkembangan usaha. karena bukan menyiratkan harapan (isi gelas masih setengah) melainkan justru menyiratkan masalah (isi gelas tinggal setengah). Rencanakan Rumah Sakit yang KOMPAK Efisiensi dan efektivitas adalah dua parameter mutakhir yang selayaknya menjadi isu utama perencanaan Rumah Sakit. maupun isu krusial lainnya. keterbatasan anggaran. kebutuhan dan kompleksitas yang berbeda-beda antar rumah sakit. . Pengelompokan ruang yang tepat akan mendukung efektivitas dan efisiensi kegiatan yang berlangsung di dalamnya dan antar ruang. Meningkat pada penataan eksterior dan interior yang semata-mata menekankan pada fungsi. Rencanakan Rumah Sakit dengan Pengelompokan yang Tepat Rumah sakit semestinya direncanakan dengan pengelompokan ruang (kerap juga disebut pemintakatan atau zoning) yang tepat. ketersediaan lahan. mengingat berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa sugesti diri dan optimisme akan meningkatkan angka kesembuhan secara mencolok. Hal ini tentu saja harus dirubah dengan mengarahkan pada sifat penuh harapan sehat dan optimisme serta kecerahan. Lebih lanjut dapat ditingkatkan pada citra keseluruhan rumah sakit yang harus berubah dari “penjara” ke “resort” : pasien bukanlah pesakitan melainkan customer yang terhormat. Pemanfaatan Lahan secara Optimal pada MasterPlan Fisik RSAB Muslimat Jombang dan RSAB Muslimat NU Ponorogo ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Copyright : PT. dapat diperkirakan luasan. Memulai dari sebuah rumah sakit yang kecil namun memiliki efisiensi. Arsitektur rumah sakit diharapkan mampu mengubah image masyarakat tentang rumah sakit.3. juga isu sosial yang berkembang. Dimulai dari penggunaan warna dan cahaya yang suram yang semestinya digantikan dengan pemanfaatan warna dan cahaya yang lebih cerah (meski tetap bersifat kalem/tenang). sebagai contoh 70 bed x 50m2. dan selayaknya mulai diolah menjadi fungsi dan fiksi (atrau bahkan fungsi dan puisi). Dibutuhkan harmonisasi dalam mengkomposisikan kebutuhan akan kelengkapan fasilitas fisik. Rencanakan Rumah Sakit yang MEMBERI HARAPAN SEHAT Istilah 'rumah sakit' mungkin memang kurang tepat. 03 5. Rule of thumb untuk pengembangan rumah sakit adalah sekitar 50m2 untuk tiap bed. Global Rancang Selaras 4.

Perbedaan Zona Academic Axis dan medic Axis pada Rumah Sakit Pendidikan Copyright : PT. dan radiologi. seperti misalnya dapur. IPSRS. yang memberikan layanan pada kegiatan rumah sakit. Zona Terdalam adalah zona yang membutuhkan tingkat kesterilan tertentu dalam memberikan layanan. Terakhir adalah Zona Layanan. Pada umumnya diperlukan 1 parkir mobil bagi tiap 4 bed rawat inap dalam sebuah rumah sakit . Global Rancang Selaras 04 Sistem sirkulasi pada dasarnya terbagi dalam sirkulasi eksternal dan sirkulasi internal. serta layanan administratif untuk umum. Zona Kedua adalah zona yang menerima beban kerja dari zona terluar tadi. Ada beberapa area yang sirkulasi pasien dan layanan medik perlu dipisahkan secara sempurna dengan sirkulasi umum. Demikian juga pada bangunan bertingkat. meliputi laboratorium. farmasi. pool kendaraan.Pemisahan sirkulasi pun terjadi pada sirkulasi pasien dan clean utilities (utilitas bersih) dibedakan dengan alur dirty utilities (utilitas kotor). Perlu ada pembedaan antara akses utama rumah sakit bagi pengunjung. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Pengelompokan yang tepat juga akan memberi kedekatan ruang-ruang yang saling membutuhkan kedekatan. laundry. Zona Dalam adalah zona yang menyediakan layanan rawat inap dan layanan lain bagi pasien. dan memisahkan ruang-ruang yang membutuhkan pemisahan. Copyright : PT. dan kamar jenazah. 6. Rencanakan Rumah Sakit dengan Sirkulasi yang Tepat dan Aksesibel 2 1. serta rawat intensif. Sirkulasi eksternal akan didominasi oleh sirkulasi kendaraan bermotor dalam mengakses rumah sakit. Sirkulasi internal akan terbagi antara sirkulasi umum dan pengunjung serta sirkulasi pasien dan layanan medik. melahirkan. akses gawat darurat yang harus dapat dicapai dengan mudah dan tidak terganggu akses yang lain. Global Rancang Selaras 1 2. serta akses layanan dan karyawan. seperti: layanan gawat darurat. Demikian juga parkir perlu direncanakan sedemikian rupa sehingga secara kualitatif dan kuantitatif memenuhi persyaratan yang ada. adanya pemisahan elevator yang digunakan oleh pasien berbeda dengan yang digunakan pengunjung umum. Zona Luar adalah zona yang harus dengan mudah diakses oleh masyarakat luas. Contoh Jalur sirkulasi berupa ”bridge” antar fungsi bangunan. layanan rawat jalan. seperti misalnya layanan bedah.

Hal ini mencakup tiga hal. Ramp juga merupakan sarana wajib. Rencanakan Rumah Sakit yang Hemat Energi dan Nyaman Thermal Penghematan energi yang paling sederhana namun dapat berdampak sangat besar dapat dilakukan dengan perencanaan sistem penghawaan. masalah keamanan dari keadaan-keadaan darurat yang tidak diharapkan menjadi hal yang patut diperhatikan. Penggunaan Sunshading Pada Perencanaan Surabaya International Hospital Copyright : PT. Perletakan dan orientasi dari massa bangunan pun sangat mempengaruhi penghematan energi dan kenyamanan thermal. bagian transparan atau bukaan diarahkan menghadap selatan dan utara sehingga lebih menghemat energi pendinginan. Ramp sebaiknya dirancang dengan memperhatikan lebar. perlu direncanakan perletakan sumber api yang dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar (combustible). Bukaan ke luar dari tangga-tangga darurat maupun dari akses-akses ke ground floor perlu dilengkapi dengan pintu-pintu yang membuka ke luar (bukan ke dalam) dengan lebar total bukaan disesuaikan dengan jumlah jiwa yang ada dalam bangunan. kesejajaran (alignment). Untuk mengurangi panas matahari di Indonesia. bangunan diorientasikan membujur timur barat. yaitu keamanan dari bahaya kebakaran. kemudahan memadamkan api. Rencanakan Rumah Sakit yang Aman dan Tanggap Keadaan Darurat Selain keamanan dari pengguna yang selalu diperhatikan oleh pengelola fasilitas kesehatan. Penyelamatan diri dari bahaya kebakaran meliputi tangga darurat pada jarak-jarak tertentu. dengan persayaratan dan kemudahan aksesnya. serta kemiringan yang memadai. Bagian rumah sakit yang direncanakan dengan menggunakan AC akan lebih efisien jika memiliki volume ruang yang lebih kecil dengan jarak lantai dan langit-langit yang tidak terlalu tinggi. Dari hal pertama. serta kemudahan menyelamatkan diri dari bahaya kebakaran. Global Rancang Selaras 05 8.7. mengingat pada waktu kebakaran listrik akan mati. Sementara kenyamanan termal yang lebih baik akan dimiliki bangunan berventilasi alami yang memungkinkan ventilasi silang dan dengan volume ruang yang lebih besar dengan jarak lantai dan langit-langit yang lebih tinggi. Contoh yang paling mudah adalah melihat rumah sakit dari sisi keamanan terhadap bahaya kebakaran. Penghematan ini dilakukan dengan cara beberapa ruangan penentuan dari awal tentang beberapa bagian dari rumah sakit direncanakan dengan sistem pengkondisian udara dengan menggunakan AC dan bagian-bagian lain dari rumah sakit direncanakan dengan menggunakan ventilasi alami dan tidak menggunakan AC. Pada kondisi tertentu i kadang tidak dimungkinkan untuk meletakan massa bangunan pada kondisi ideal diatas namun hal-hal ini dapat diatasi dengan penggunaan sunshading serta penggunaan material yang tepat (transparan atau bukaan seperti kaca dan jendela pada bagian yang tidak terpanaskan dan pasangan masif pada bagian yang terpanaskan). ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .

adalah beberapa prinsip dalam pemeliharaan. Rencanakan Rumah Sakit yang Mudah dan Murah Perawatannya Aspek pemeliharaan kerap kali kurang diperhatikan dalam perencanaan awal rumah sakit. Masterplan RS Mardi Waluyo. dan juga memberikan suasana hijau yang nyaman dan membuat suasana penyembuhan lebih baik. kulit bangunan yang tidak menyulitkan pembersihan. pohon peneduh. karena hidrant kerap tidak selalu dapat diharapkan dalam beberapa kasus darurat. penutup tanah. Global Rancang Selaras 06 10. Hal ini juga berlaku bagi sistem perletakan ruangan. ataupun signage). sehingga ruangan yang memungkinkan dapat memanfaatkan ventilasi dan cahaya alami secara maksimal. Ruang terbuka hijau selayaknya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam perletakan massamassa bangunan rumah sakit. Akses mobil pemadam kebakaran meruapakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan. Rencanakan Rumah Sakit yang `Hijau` Tata lansekap dalam suatu rumah sakit merupakan satu komponen vital yang perlu direncanakan dengan seksama. Metro. serta furnitur lansekap (lampu. mengingat bahan-bahan tertentu akan mudah kotor ataupun rusak. mulai dari hidrant hingga pemadam portable yang dapat menjangkau seluruh bagian rumah sakit. Adanya pohon-pohon peneduh dan pengarah bisa membantu privasi pasien.Selanjutnya perlu didukung dengan hal yang kedua. pohon pengarah. Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai kenyamanan thermal dan konservasi energi. sementara bahan-bahan yang lain dapat memiliki kualitas yang senantiasa terjaga. Furnitur lansekap juga harus direncanakan. sehingga lampu yang ada tidak menyilaukan. serta 20 m untuk jendela dengan jendela. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . terutama di bagian perifer lahan rumah sakit. ruang terbuka setidaknya memiliki jarak 10 m antar bangunan untuk dinding dengan dinding. Penggunaan bahan bangunan juga sangat perlu dipertimbangkan. 15 m untuk jendela dengan dinding. agar privasi pasien tetap terjamin. 9. Lampung Copyright : PT. serta sistem infrastruktur yang mudah dipantau dan dirawat. serta signage (penanda) yang direncanakan dapat tertata teratur dan memudahkan wayfinding. bangku. Padahal aspek ini merupakan hal yang nantinya akan ditemui terus sepanjang daur hidup fasilitas fisik rumah sakit. Untuk bangunan berlantai banyak. Tata lansekap yang tidak menyulitkan perawatan. yaitu tersedianya pemadam kebakaran dengan berbagai sistem. Komponen tata lansekap antara lain meliputi ruang terbuka hijau.

kapabilitas. fisik dan non-fisik. Sementara Ergonomi cenderung terfokus pada 'komunikasi' antara manusia dan mesin/peralatan (Murrell. Global Rancang Selaras 07 12. sehingga fasilitasfasilitas yang dimiliki akan disesuai dengan target pasar yang hendak dilayani tersebut. hal ini terkait dengan korelasi antara tema dengan positioning. misalnya) juga perlu diberi citra yang lebih membuat pasien merasa “at home” dan bukannya menjadi “preparat”. maupun secara positif memberi tanggapan terhadap lingkungan. Masterplan Puskesmas Karangkobar. warna. sesuai dengan tujuan dan aspirasi sang perancang dan klien. Kedua. Setting Perilaku. Bagian rumah sakit untuk mereka yang harus menjalani pengobatan terus-menerus (kemoterapi atau hemodialisis. Lebih lanjut. hingga mikro dalam sebuah rumah sakit. meso. Diharapkan rumah sakit memiliki konsep dan tema yang kuat. kuantitatif dan kualitatif. Rencanakan Rumah Sakit yang Mengakomodasi Kebutuhan dan Perilaku Manusia Beberapa kutipan berikut adalah aspek-aspek kebutuhan dan perilaku yang perlu diperhatikan dalam merencanakan setting makro. serta periode waktu tertentu (Barker. salah satu contoh pengembangan fasilitas kesehatan tingkat sederhana menuju tingkat yang lebih tinggi Copyright : PT. yang mewadahi secara optimal kebutuhan manusia dan aktivitas. seperti misalnya “Apa business-line anda?”. 1971). serta bebas hambatan. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . suara dan kebisingan. perlu mengakomodasi berbagai keterbatasan mobilitas yang dimilki para lansia tersebut. penataan lingkungan yang spesifik. Antropometrik dan Ergonomik. termasuk rumah sakit. hubungan kongruen antara keduanya. Dimana terdapat beberapa pertanyaan yang perlu diajukan. Pertama. Croney.11. Rencanakan Rumah Sakit yang Sesuai Target Konsumen dan Memberi Fasilitas Setiap fasilitas publik. Sementara rumah sakit (atau bagian rumah sakit) dengan target konsumen anak akan perlu memberi suasana ceria dan memberikan ruang-ruang bermain yang membuat anak merasa lebih nyaman. Sebuah rumah sakit dengan target konsumen geriatrik. Antropometri adalah studi terhadap aspek fisik manusia yang meliputi dimensi. Survey pasar memungkinkan dapat mengidentifikasi keinginan konsumen saat ini. “Di mana posisi produk anda?”. 1970. akan memiliki target pasar tersendiri. dimana implikasi nyatanya dalam setting fisik RUmah Sakit berupa iluminasi. misalnya. serta “Bagaimana menggubah citra tersebut?”. 1970). rencana strategis juga akan mengarahkan target konsumen di masa Dalam kaitan dengan pemasaran. “Siapa pasar produk anda?”. Propst. 1968). 1965. digambarkan sebagai kombinasi yang stabil dari aktivitas dan ruang yang terdiri dari aktivitas rutin. dan batasan (Thieberg. “Apa citra yang diharapkan?”.

kesatuan dan perbedaan. untuk selalu memiliki pilihan. merancang tindakan strategis. Dimana prinsip tersebut akan mengupayakan pemanfaatan potensi yang ada dengan mengupayakan nilai tambah paling tinggi. telaah dan kontrol resiko. seperti misalnya proporsi. 1977).Ketiga. melibatkan identifikasi psikologis terhadap ruang. Sementara pada kawasan yang sedang berkembang. transportasi. yang meliputi lahan. keseimbangan. Dimana Privasi adalah kemampuan mengontrol keberadaan interaksi. 08 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . serta layak secara ekonomis. Hal ini pasti dipengaruhi oleh guna lahan (dulu. bangunan. Upaya pengembangan pertambahan modal (capital gain) akan dilakukan dengan menjadikan aset-aset tersebut benar-benar memiliki nilai kompetitif. 1969). Teritori adalah ruang berbatas yang dipertahankan dan dimanfaatkan keberlangsungannya secara eksklusif oleh seorang maupun sekelompok orang yang terkumpul berdasarkan isu yang sama. hingga perencanaan tindakan pembelian. terdapat beberapa prinsip-prinsip perancangan yang perlu diperhatikan. adanya peluang sebagai komponen dominan kawasan akan menuntut desain yang cukup berkarakter. meningkatkan keuntungan. 1970). sehingga komponen-komponen yang memiliki nilai produksi ekonomi tinggi tidak akan menjadi tidak produktif. penyewaan. dan infrastruktur. 14. Manajemen Properti akan melihat berbagai properti sebagai aset tetap perusahaan. dan perkembangan lingkungan kini dan yang akan datang. dan berbagai tindakan lain yang menyangkut properti. kini. ritme. didukung oleh pasar yang ada. Dalam hal ini meliputi lahan. dipaparkan melalui sikap kepemilikan dan pengaturan terhadap objek yang terlibat dalam area tersebut. dengan penekanan pada kumpulan properti dalam portfolio. yang pada akhirnya menjadi jembatan dalam mencapai interaksi yang diharapkan (Rappoport. (Pastalan. selain rumah sakit itu perlu menyiapkan perkembangan. Teori Proksemik: Privasi. Rencanakan Rumah Sakit yang Nyaman Visual dan Tanggap Lingkungan Desain yang dilandasi tema yang kuat sangat dibutuhkan dalam perancangan rumah sakit dewasa ini. skala. dan manajemen dari properti yang dimiliki atau disewakan baik secara untuk keuntungan maupun non-profit. Teritorialitas. & Ruang Personal. fasilitas dam komitmen hukum dan finansial pemilik dan pengguna. serta penekanan. yang akan datang dan sekitar). Rencanakan Rumah Sakit sebagai Suatu Aset Properti Manajemen aset adalah tata laksana. Ruang Personal adalah wilayah dengan batasan visual semu sekeliling lingkungan fisik seseorang dimana penyusup/pengganggu tidak dapat masuk (Sommer. dan akan berperan dalam menjaga market value. Prinsip yang digunakan dalam pengelolaan aset adalah prinsip Highest and Best Use. Rumah sakit di lingkungan urban yang padat akan mempunyai nilai tambah jika bisa berperan sebagi suatu oase bagi lingkungan di sekitarnya. 13. keselarasan. diijinkan oleh hukum yang berlaku. Prinsip Highest and Best Use ini juga mengharuskan rencana-rencana tersebut dapat dilaksanakan secara fisik. Dalam arsitektur. networking informasi mengenai aset tetap. Pertimbangan ini akan merupakan dialog antara keselarasan dan kontras. operasi. Pertimbangan lingkungan juga merupakan sesuatu yang penting. serta utilitas.

unit rumah sakit dengan spesialis khusus yang menawarkan pengobatan dan perawatan secara intensif. · Physical Therapy. · Surgery. yakni sebuah institusi pelayanan kesehatan yang menyediakan tempat untuk pasien rawat inap dalam jangka waktu tertentu. · Burn Unit · Cancer Center (Pusat Kanker) · Coronary Care Unit.BAGIAN 1 I BAB 2 APA ITU ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Pengertian dan Komponen 1. tempat yang menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi berbagai masalah kesehatan. · Intensive Care Unit (ICU). lebih mengarah kepada manajemen dan pencegahan perubahan kondisi penyakit yang menyangkut kejiwaan melalui terapi-terapi khusus. badan asuransi maupun badan amal. · Urgent Care. staf. bahkan organisasi keagamaan individu atau yayasan. 2. perawatan bagi pasien dalam masa pemulihan/stabilisasi krisis yang menyangkut masalah kejiwaan · Labor and Delivery · Maternity. termasuk donator secara langsung. pelayanan dan penanganan yang tidak bisa terjadwalkan. merupakan fasilitas untuk pelayanan dan penanganan seputar kehamilan atau kandungan. merupakan fasilitas untuk melakukan tindakan bedah. oleh suatu organisasi/lembaga kesehatan (baik profit maupun nonprofit). serta terdiri dari beberapa departemen atau unit. misalnya : · Unit Gawat Darurat (UGD). Termasuk didalamnya terdapat bagian perawatan seperti ruang bedah dan kamar operasi. biasanya disebut juga ICCU. · Trauma Center. memberikan pelayanan medis gawat darurat kepada pasien yang menderita luka trauma. Komponen Rumah sakit memiliki beberapa komponen yang terdiri dari pasien. Pasien akan dirawat disini apabila tidak mendapat rujukan atas luka yang dideritanya. Rumah sakit biasanya didirikan berdasarkan wilayah. merupakan unit rumah sakit dengan spesialis khusus yang menangani masalah jantung atau kondisi cardinal berkelanjutan yang membutuhkan pengawasan dan perawatan secara intensif. unit rumahsakit yang menangani pasien yang mengalami sakit atau luka cukup serius. Sedangkan pengertian rumah sakit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri berarti rumah atau tempat merawat orang sakit. Pengertian Kata rumah sakit berasal dari kata hospital. 09 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . · Orthopedic Services · Behavioral Health Services · Psychiatric Hospital.

termasuk tempat perawatan pasien dari proses pembiusan pasien. Global Rancang Selaras ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 1. dengan kapasitas dan fasilitas pelayanan yang lebih lengkap. Medical Records Department (Non-medical Departments) Release of Information (Non-medical Departments). Sebuah kota besar umumnya memiliki banyak rumah sakit yang berbeda ukuran dan fasilitasnya. adalah bagian yang paling penting dari rumah sakit yang meliputi ruang operasi. Klasifikasi/ Tipe Fasilitas Kesehatan . Rumah Sakit Umum Merupakan unit pelayanan kesehatan yang melayani berbagai jenis penyakit dan luka.· · · · · · · · · Radiology Respiratory Therapy Rehabilitation Services Nursing Unit/Nursing Station. Outpatient Department Laboratory Services Post Anesthesia Care Unit. adalah unit bagi paramedik agar dapat melayani pasien yang biasanya telah dikelompokkan dengan klasifikasi tertentu untuk kemudahan pengawasan dan perawatan bagi pasien tersebut. BAGIAN 1 I BAB 3 TIPE FASILITAS KESEHATAN Klasifikasi/ Tipe Fasilitas Kesehatan Tipologi Rumah Sakit Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah Fasilitas kesehatan mempunyai klasifikasi atau jenis-jenis tertentu meliputi rumah sakit umum. klinik. 10 RS Muhammadiyah Gresik Copyright : PT. dan sebagainya. rumah sakit spesialis khusus. melayani sertifikat rekam medis serta memberikan informasi yang perlu diketahui oleh pasien. a.

rumah sakit gigi dan mulut. Puskesmas Karangkobar Copyright : PT. Klinik dan Puskesmas Merupakan fasilitas dengan lingkup yang lebih kecil dari sebuah rumah sakit .Kes/Per/II/1988 tentang rumah sakit. Global Rancang Selaras b. 3. yang seringkali dikelola oleh pemerintah. Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. rumah sakit mata. 7. Rumah Sakit Pendidikan adalah rumah sakit umum yang dpergunakan untuk tempat pendidikan tenaga medik tingkat S1. Global Rancang Selaras 2. sarana infra struktur. Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit adalah kegiatan pelayanan berupa Pelayanan Rawat Jalan. Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan semua jenis penyakit dari yang bersifat dasar sampai dengan sub spesialistik. komunikasi. Rumah Sakit Khusus adalah rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan berdasarkan jenis penyakit tertentu atau disiplin ilmu. S2. 2. Rujukan Upaya Kesehatan adalah penyelenggarakan pelayanan tempat pelimpahan tanggung jawab secara timbal balik mengenai masalah kesehatan baik secara vertikal maupun horisontal. rumah sakit anak. S3. 6. 2. Wilayah Rujukan Kesehatan adalah wilayah pelayanan upaya rujukan kesehatan yang didasarkan atas faktor-faktor geografis. budaya dan pendidikan. disebutkan bahwa: 1.b. Tipologi Rumah Sakit Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor: 159b/Men. National Brain Centre Hospital Jakarta Copyright : PT. 5. 4. Kalsifikasi Rumah Sakit adalah pengelompokkan rumah sakit berdasarkan pembedaan bertingkat menurut kemampuan pelayanan kesehatan yang dapat disediakan 9. dan faktor-faktor sosial. Pelayanan Rawat Inap dan Pelayanan Gawat Darurat yang mencakup pelayanan medik dan penunjang medik. 1 2 1. dan sebagainya. Ada pula rumah sakit akademik yang merupakan sinergi dari lembaga pelayanan kesehatan dengan universitas untuk mengkombinasikan antara pelayanan pasien dan mengajar murid/mahasiswa yang mengambil profesi kedokteran atau farmasi. 8. Akreditasi Rumah Sakit adalah pengakuan bahwa rumah sakit memenuhi standar minimal yang ditentukan 11 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Rumah Sakit Khusus Didefinisikan sebagai Unit Pelayanan keseatan yang terfokus pada pelayanan masalah spesifik seperti trauma center.

Harus tersedia cukup ruangan isolasi yang dikhususkan untuk satu orang untuk alasan klinis dan privasi.3. Kelas A mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan subspesialistik luas. 2. Hal yang tidak berhubungan secara langsung dangan tempat tidur. Fungsional. Pada umumnya terdiri dari 22-28 tempat tidur. 12 2. aksesibilitas. Teknikal. Dan harus dihubungkan pada kelompok-kelompok ruang pasien. Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah 1. Fasilitas kebersihan pasien harus dipusatkan pada suatu area dari ruang perawatan. Kelas D mempunyai fasilitas dan kemampuan sekurang-kurangnya pelayanan medik dasar. dikelompokkan agar dapat memberikan keuntungan yang memungkinkan individu atau pengguna untuk mengaturnya menjadi lebih besar atau lebih kecil berdasarkan fungsi ruangan. Area tempat tidur dibuat berdekatan. Rumah Sakit Kelas A dan B II dapat berfungsi sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Fungsional. 3. 5. 4. BAGIAN 1 I BAB 4 FUNGSI DAN RUANG RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Tuntutan Sterilitas. 2. Kemungkinan paling besar dari jumlah tempat tidur yang seharusnya dapat di observasi dengan mudah oleh pengawas atau staf saat mereka melakukan pemeriksaan rutin ruangan yang sesuai prosedur. Kelas B I mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik sekurangkurangnya 11 jenis spesialistik. 3. Jumlah dari sal (jumlah tempat tidur yang mendapatkan pengawasan langsung dari perawatperawat yang bertugas didalam ruangan). Prinsip dan Implementasi Prinsip-prinsip umum dalam desain ruangan rumah sakit mencakup: 1. Kelas B II mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan subspesialistik terbatas. Teknikal. Area kerja perawat harus dikelompokkan bersama dan memiliki hubungan langsung dengan area ruang perawatan agar petugas tidak perlu berjalan jauh. Tuntutan Sterilitas. Behavioral Organisasi Ruang dan Program Ruang ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 1. dan penataan jalur utilitas menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan atau keterbelangsungan sinergi aktivitas di dalam sebuah Rumah Sakit. sirkulasi. Kelas C mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik sekurangkurangnya spesialistik 4 dasar lengkap. . 4. Behavioral Efisiensi fungsi.

fasilitas wc dan bak mandi serta membutuhkan satu ruangan tambahan untuk fisiotheraphy. Bangsal bersalin Meskipun pada umumnya bayi yang baru lahir selalu ditidurkan disisi ibunya sepanjang hari. 3. Adanya jalur dari sistem komunikasi yang digunakan untuk perawat berkomunikasi dengan devisi lain dalam satu ataupun antar wilayah. 13 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . misalnya: 1. Extra day space. S e b a g a i tambahan disediakan ruang duduk dan pantry yang dibutuhkan oleh orang tua. Ruangan perlu dikumpulkan dan didekatkan dengan tempat kunjungan psikiater harian dirumah sakit karena sangat sedikit pasien yang akan menggunakan tempat tidur dan mayoritas akan menghabiskan waktunya diperawatan harian rumah sakit. Alternatif solusi adalah membuat tombol pengaturan ganda. Keberadaan pintu darurat untuk kebakaran pada setiap bagian akhir sal (sal normal menggunakan terminal sub kompartemen untuk kebakaran). 2. Bangsal geriatrik ( Lansia) Sal ini biasanya berukuran di atas rata-rata karena alat-alat perawatan yang besar ditempatkan didalam ruangan perawatan ini. Pembatasan waktu kunjungan dikurangi demi kenyamanan keluarga yang datang membesuk (apabila jumlahnya lebih dari dua). antara lain: 1. Unsur penting lain dari instalasi ini adalah klinik pra kelahiran. dimaksudkan agar orang tua dapat menemani dan mengawasi kondisi putra putri secara langsung sepanjang har i . Ruangan harus menyediakan kurang lebih setengah dari anggaran untuk membuat kamar anak berupa tempat-temat tidur dalam ruangan. tapi kamar anak-anak atau bayi tetap dibutuhkan untuk menghindari terjadinya gangguan pada pasien yang sedang tidur. Bangsal untuk anak-anak Bagian ini biasanya memiliki ukuran dengan ruang tersendiri yang lebih luas. Bangsal psychiatric Bangsal ini menekankan pada kenyamanan mental/ psikologis sehingga seringkali muncul penataan berupa kamar-kamar kecil untuk memberikan ruang pribadi bagi setiap pasien. 2. Ruang rawat pada katagorisasi pelayanan yang berbeda (konsumenya). Adanya kebutuhan aksesibilitas visual maupun fisik petugas ruang rawat terhadap situasi dan kondisi ruang rawat.Pada tahap implementasi terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengaturan pengaturan suatu fungsi ruangan di dalam rumah sakit. namun hal ini selalu terbentur dengan masalah biaya. 4. Ruangan perawatan (treatment room) secara normal belum terlalu dibutuhkan. dimana klinik pra kelahiran pada umumnya ditempatkan didalam atau berdekatan bagian rawat jalan. akan menuntut perlakuan (treatment) yang berbeda pula. Bangsal ibu dan anak seharusnya saling terhhubung dengan jarak yang dekat dan disarankan untuk membuat secara horisontal.

kisaran jumlah dan besaran ruangan. Organisasi Ruang dan Program Ruang Organisasi ruang dan program kegiatan meliputi karakteristik perilaku. 14 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . layanan medis dan penunjang medis. penempatan dan pengelompokan ruang. serta karakteristik ruang.3.

Ruang bedah darurat pada bagian penanganan kecelakaan/ IGD. Sebagai tambahan. Instalasi bedah Saat ini jarang sekali ditemukan penggunaan ruang operasi yang terpisah dari instalasi bedah sentral. Instalasi Radiologi Instalasi ini menggunakan bermacam-macam teknik X-ray untuk memproduksi foto dari berbagai macam bagian tubuh dengan tujuan untuk proses diagnosis. -Pembatasan ruang bedah yang terpisah dapat dilakukan juga dengan penempatan instalasi dimana memiliki akses yang cepat dan langsung ke ruang bedah utama. serta dibutuhkan untuk unit pasokan bahan-bahan steril untuk memberikan akses bagi pengiriman peralatan-peralatan untuk pemrosesan/ pensterilan alat diantara waktu-waktu proses pengoperasian. Dalam hal ini. Panduan yang terperinci diberikan dalam peraturan-peraturan praktek yang telah diobservasi secara ketat oleh perancang. petugas/ dokter dan alur peralatan ruang bedah. perlu adanya jalur-jalur yang tepat untuk suplai. Teknik tersebut digunakan juga pada instalasi yang memiliki potensi yang berbeda. Fungsi utama dari instalasi adalah melayani ruang-ruang perawatan dan perlu adanya kedekatan dengan ruangan tersebut. misal Thermografi yang menggunakan gelombang panas dan ultrasonik yang menggunakan gelombang suara. X-ray memiliki kekuatan radiasi yang sangat besar dan dapat membahayakan manusia jika penggunaannya dalam jumlah yang besar. Akses langsung dari instalasi rawat darurat ke ruang sinar X ditujukan untuk mengani kecelakaan dan penganan darurat lainnya. Pendingin ruangan keseluruhan dengan menggunakan filter udara yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fungsi ruangan dan berbeda dari bagian-bagian lain dirumah sakit. Adanya pemisahan antara sirkulasi yang bersih dan yang kotor di instalasi bedah sentral untuk alasan pengendalian infeksi pada bentuk rancangan instalasi dimana biasanya perlu dibagi menjadi dua sistem koridor terpisah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menempatkan ruang bedah pada bagian paling atas bangunan. diperlukan akses yang cepat dari ruangan yang menangani kecelakaan seperti unit gawat darurat. tetapi harus ada hubungan fungsi yang sangat dekat dengan klinik patah tulang dari bagian rawat jalan dan instalasi rawat darurat menangani kecelakan. ada hubungan horisontal dengan ruang yang berkkaitan dengan pembedahan. Yang sering menjadi pengecualian dalam instlasai bedah adalah: . Selain itu terdapat tiga pola atur pergerakan yaitu pasien. jika memungkinkan. Instalasi Rehabilitasi Medik Pada instalasi ini terdapat berbagai macam teknik perawatan secara fisik seperti pelatihan-pelatihan yang aktif maupun yang pasif untuk proses rehabilitasi dan pengembalian fungsi fisik pada kondisi normal. Ada dua aliran alur sirkulasi utama dalam instalasi radiologi yaitu: -Pasien -Petugas pemrosesan film X-ray Meskipun instalasi dapat melayani seluruh unit rumah sakit. . 2. Hal ini memberikan peluang untuk pengorganisasian yang lebih baik. ruang radio-diagnosis diwajibkan memiliki perlindungan khusus untuk mencegah penyebaran radiasi. Salah satu contoh dari perlindungan adalah dengan menggunakan pelapis diding barium. pemanfaatan yang lebih ekonomis oleh petugas dan penempatan hal-hal teknis yang terpusat.Ruang bedah yang terpisah pada bangsal ibu dan anak yang digunakan untuk keperluan bedah caesar pada situasi darurat.1. 15 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Oleh karena itu. 3. bangsal untuk melahirkan dan ICU.

dan sebuah ruangan untuk melatih berbagai akktifitas hidup sehari-hari. membutuhkan treatment dan saluran khusus. 5. patology kimia. Devisi klinis terbesar dari instalasi ini (kecacatan anatomi. Air yang terdapat pada meja-meja berasal dari tubuh mayat tersebut. Pertimbangan utama dalam desain sebuah instalasi adalah kemudahan untuk perkembangan dan perubahan instalasi dimasa mendatang. urine. dimana strecher yang siap setiap saat dengan akses yang memiliki aksesibilitas tinggi karena fungsi ini digunakan oleh pasien yang mengalami kelumpuhan dengan tongkat atau penyagga. Pemisahan tersebut diperlukan pada mayat yang terinfeksi. instalasi tetap merupakan sesuatu yang mudah untuk terjadi perkembangan secara fisik. Kamar Mayat Fungsi dari instalasi ini adalah untuk menerima mayat dari ruangan perawatan dan menyimpanya didalam sebuah lemari pendingin hingga persiapan untuk diambil oleh sanak saudara atau oleh pihak yang membutuhkanya. Ada beberapa keuntungan jika kamar mayat tersebut sejalan dengan instalasi yang menangani cacat anatomi pada instalasi laboratorium. dll) cenderung dilaksanakan pada bagian yang terdiri atas perpaduan area laboratorium yang terbuka dan ruangan yang tidak terlalu besar untuk dapat dijadikan sebagai kantor kepala devisi dan kepala bagian teknis. 4. pemasangan saringan dan lain-lain. komputerisasi. dll) yang akan diperiksa dengan menggunakan berbagai teknik laboratorium untuk mengkonfirmasikan dan memberikan diagnosa. Instalasi Laboratorium Instalasi ini menggunakan spesimen yang diambil dari pasien (seperti darah. Dalam hal ini dibutuhkan area lantai dasar dengan akses langsung dari luar untuk kendaraan. Meskipun kebutuhan untuk mengadakan perluasan secara fisik harus mereduksi beberapa perluasan dengan menambah sistem otomatik. 16 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . kelembaban. Ruang perawatan khusus perlu ditempatkan dan dirancang secara khusus. bacteriology. dan alat bantu berjalan lainnya. walaupun hal ini bukan suatu yang esensial. tempat penyimpanan mayat adalah sebuah refrigerator yang berbentuk komartemen yang biasanya tediri dari tiga tingkat. Walaupun instalasi rehabilitasi medik melayani keseluruhan unit rumah sakit. -Kolam Hidrotherapi yang dipadukan dengan area-area untuk bersantai.-Area konsultasi dengan sebuah ruangan konsultasi dan ruangan latihan serta kantor. pengguna kursi roda. membutuhkan air dan drainase serta ventilasi udara diluar ruangan secara langsung untuk mencegah terjadinya kontaminasi saat mayat yang terkena infeksi pada saat proses autopsi.Ada 4 area fungsional utama unit rehabilitasi medik yaitu: -Fisioterapi dan senam pemulihan. jaringan. histology. Meja-meja tempat penyimpanan mayat. microbiology. haematology. Bagian hidrotherapi membutuhkan kontrol teknis khusus yang pengaturan temperatur. selain itu untuk mengadakan pengujian (forensik) agar mengetahui sebabsebab kematiannya. dll. yang terdiri dari perpaduan area latihan besar dan terbuka serta kamar-kamar kecil untuk perawatan secara individual. Sal ini tidak disediakan bagi setiap program rehabilitasi instalasi. seringkali digunakan sebagai ruang bangunan yang terpisah dengan bagian belakang yaang dihubungkan dengan instalasi utama oleh sebuah koridor yang tertutup. Gymnasium memerlukan ruangan yang besar dan memiliki jarak lantai ke langit-langit ruangan yang cukup tinggi. -Terapi dengan cara memberikan pekerjaan tertentu. terdiri dari dua atau llebih area workshop meliputi pekerjaan-pekerjaan ringat maupun berat. proporsi terbesar terdapat pada fungsi yang melayani pasien rawat jalan dan ditempatkan pada lokasi lantai dasar dengan akses yang terpisah dengan lalu lintas ambulans.

namun pada umumnya fungsi tersebut digantikan oleh ruang penanganan utama yang dilengkapi pipa gas untuk keperluan medis dan penyaring suplai udara untuk beberapa pembedahan yang bersifat emergency. 7. dengan sumber daya teknologi dan pengobatan yang lebih terkordinasi terhadap pasien. dan staf yang berpengalaman dalam pengelolaan keadaan-keadaan tersebut. Intensive Care Unit Instalasi ini adalah suatu bagian dari rumah sakit yang terpisah. oleh karena itu harus ada hubungan yang efisien dengan jalur suplai yang terdapat dirumah sakit.Desain ruangan dan sarana yang khusus . 6. Walaupun beberapa rumah sakit jarang menyediakan ruang operasi kecil. Tempat ini tidak diperuntukan untuk pasien rawat inap. cedera.Melakukan perawatan pada pasien-pasien gawat darurat dengan potensi reversible life thretening organ dysfunction. termasuk penanganan lanjut terhadap pasien yang mengalami kecelakaan dan serangan jantung yang membutuhkan penanganan rumah sakit segera mungkin. Penggunaan instalasi juga sangat membutuhkan kuantitas suplai spesimen. staf yang klinis dapat memberikan perhatian dan intervensi pengbatan secara kompleks termasuk dukungan secara fisiologi dan psikososial terhadap pasien. Instalasi Gawat Darurat Instalasi ini membutuhkan ruang penerimaan. perawat. Komponen spesifik ICU: . harus memiliki akses yang cepat menuju ke ruang operasi utama dan ruang ICU. yang ditujukan untuk observasi perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit. seluruh pasien yang membutuhkan perawatan.Hubungan fungsi yang sangat erat antara laboratorium dengan unit rawat jalan dan sejak pasien tersebut datang ke laboratorium untuk memberikan spesimen. .Fasilitas ini menyediakan keahlian pengobatan klinis lebih intensif.Pasien yang dirawat dalam keadaan kritis . Akses eksternal untuk ambulans merupakan prioritas utama. penanganan bantuan pernafasan. dimana ada kemungkinan instalasi yang berada di tingkat berbeda akan diprioritaskan untuk menggunakan lift. dengan staf khusus dan perlengkapan yang khusus. Kunci kedekatan dalam hal ini telah didiskusikan pada perencanaan bentuk bangunan dan seringkali bentuk instansi ini merupakan sebuah kelompok-kelompok yang memiliki akses langsung ke instalasi radiologi dan klinik patah tulang.Peralatan berteknologi tinggi .Pelayanan dilakukan oleh staf yang profesional dan berpengalaman 17 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . akan dialihkan ke ruangan untuk perawatan umum atau pada ICU. Intensive Care Unit adalah ruang perawatan dan pengobatan pasien dengan tingkat kekritisan tertentu. -Profil Infrastruktur. dengan jalan masuk yang dibuat terpisah dengan jalan yang digunakan oleh pejalan kaki dan brankar pasien. -Mendukung organ vital pada pasien-pasien yang akan menjalani operasi yang kompleks atau prosedur intervensi dan resiko tinggi. peralatan. sebagai tambahan berkaitan dengan hal diatas. Didalam rumah sakit. Fungsi utama ruang ICU: . ICU menyediakan kemampuan sarana dan prasarana serta peralatan khusus untuk menunjang fungsi-fungsi vital dengan menggunakan keterampilan staf medik.

memperlihatkan jumlah lalu lintas dari luar menuju ke rumah sakit yang besar baik dengan berjalan kaki ataupun dengan menggunakan kendaraan. Anak: infeksi. Penyakit Dalam: infeksi dan non infeksi 5. Tujuan khusus akomodasi. tetapi beberapa akomodasi untuk beberapa spesialis tetap dibutuhkan. pengakomodasian dapat diklasifikasikan ke dalam: . ruang tunggu. untuk tujuan pedeskripsian. Instalasi yang menangani pasien rawat jalan. Poliklinik Area untuk pasien rawat jalan dan merupakan satu instalasi yang areanya paling luas dalam rumah sakit. tujuannya adalah untuk mengurangi dan meminimalkan proporsi dari ruangan untuk setiap spesialisasi. Area ini meliputi ruang penerimaan. Penempatanya tergantung pada perencanaan keseluruhan instalasi. klinik pemeriksaan anak. area perawatan dermatology. Bedah 4. Pasien memilih klinik sebagai tempat untuk melakukan konsultasi. Oleh karena itu dipilih untuk menempatkan instalasi tersebut pada lantai dasar tetapi bagian yang lain ditempatkan pada lantai atas dengan penyediaan lift yang cukup. toko kecil. ruang resepsionis dan area ruang tunggu. Ada dua tipe dasar dari ruangan untuk berkonsultasi. di Indonesia secara umum diterapkan sebagai berikut: 1. Tipe A memberikan kesempatan untuk melakukan alokasi yang lebih fleksibel untuk ruangan klinik karena spesialisasi yang berbeda dan membutuhkan penggunaan sejumlah ruangan yang terdiri dari berbagai macam tipe pada klinik. Kejiwaan ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 18 . Sebagai contoh: bedah gigi dan laboratorium. Syaraf 6. non infeksi dan bedah anak 3. tempat bermain anak. toko-toko. opthalmic dan ruangan opthoptic. fasilitas sanitary. Tipe B berupa satu ruangan untuk konsultasi yang diapit oleh dua ruangan tindakan. Kelompok-kelompok kamar klinik dilengkapi dengan perawatan. ruangan adiometri. tempat kursi roda. dan area-area yang nyaman bagi pasien dan pada umumnya dilengkapi oleh toko makanan kecil. kantor. Kecenderungan yang terjadi pada pegolahan kamar tipe A adalah kamar dikelompokan dalam satu garis lurus tanpa sekat dan dipisahkan menjadi kelompok-kelompok. Ibu: obstetri dan ginekologi 2.8. latihan-latihan dan pemulihan. gimul. ruang untuk menempatkan alat-alat kebersihan. 9. Instalasi yang mengurusi pasien rawat jalan dan jumlahnya tergantung pada penaksiran daya tampung pasien untuk kapasitas tertentu. Umum termasuk: THT. Rawat Inap Kelompokkan sesuai dengan golongan penyakit. Ruangan konsultasi dan latihan mayoritas merupakan spesialisasi klinis. mata 7.hal-hal yang berkaitan dengan instalasi -tujuan umum klinik -tujuan khusus area-area klinik Hal yang berkaitan dengan instalasi. ruangan kotor dan ruangan bersih. Tujuan umum kamar-kamar klinik. Staf paramedis dari hampir seluruh spesialisasi dan disiplin bekerja dalam instalasi ini. Oleh karena itu. Tipe A terdiri dari dua ruangan yang mengkombinasikan antara ruangan untuk konsultasi dan ruang tindakan. Oleh karena itu diperlukan penataan pintu masuk dan akses yang berasal dari luar dimana tidak menyebabkan kekacauan pada sirkulasi.

Instalasi farmasi Secara umum perencanaan Farmasi terkait dengan akses sebagai penunjang Rawat Jalan. Tersedia scrub up dan atau alkohol cuci tangan. Ruang racik: meja kerja. Kesemua sistem tersebut secara prinsip mempermudah pasien dalam menjangkau sekaligus mempermudah operasionalisasi petugas keperawatan. Perencanaan K3.IRJA. Mencegah infeksi nosokomial. bentukan dan material tidak memerangkap debu. Ruang konsultasi. i. vacuum. Obat khusus direncanakan lemari build in dengan tingkat kelembaban yang terkontrol dan terkunci c. 11. Ruang staf (locker) lengkap dengan lavatory d. Terdapat jalur dan pintu khusus untuk barang kotor. Sarana prasarana pengelolaan kebakaran dan sistem deteksi. perlu memisahkan kassa Askes dan nonAskes. non dan khusus. Bumper dinding sepanjang koridor pasien. Implementasi fisik antara lain: orientasi pencapaian ruang slob zink yang dekat namun tidak langsung dari nurse station. suplai daya listrik. Pada Farmasi Pusat. IGD dan Instalasi medik lainnya. h. Kassa. Keamanan dan keselamatan. Sedang pada Instalasi lain bisa menerapkan sistem satelit ataupun pos obat. thermal. Namun secara prinsip semua harus bertujuan bagi kemudahan pasien. kondisi udara yang baik. Sebagian RS dengan beban kerja tinggi. Mendorong kesembuhan pasien. Jalur evakuasi dengan signage yang jelas. Sering perencanaan ruang rawat inap harus menyesuaikan dengan strategi manajemen seperti misalnya: perlunya satelit farmasi. Hal ini tercermin pada nama yang berbeda di instalasi ini yaitu CSSD. telah berangsur-angsur mengalami banyak perkembangan selama 10-15 tahun. cakupan. Pada umumnya Farmasi pusat berdekatan dengan Rawat Jalan. Implementasi fisik antara lain: grib bar untuk pasien di koridor dankamar mandi. Instalasi Sterilisasi/ CSSD Kebijakan mengenai peraturan. suplai daya listrik medik dan non terjamin kontinu.Pengelompokan diatas makin berkembang sesuai dengan jenis pelayanan. plafon bahkan lantai yang mudah dibersihkan. 19 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . juga prosesnya.up medis atau alkohol cuci tangan. Apotik dan area distribusi g. Ruang kepala Instalasi dan ruang tamu f. 10. Rawat Inap. TSSU. unggulan pelayanan seperti: rawat inap infertilitas. Secara keseluruhan ini dari instalsi ini adalah sterilisasi dan penanggulangan infeksi pada peralatan yang dipergunakan di rumah sakit. suplai air steril/bersih b. Kelengkapan jaringan infrastruktur medik. Sebagian RS menerapkan manajemen stok obat yang memisahkan antara Gudang Obat IRJA dan non. Implementasi fisik antara lain: ketenangan. Implementasi fisik antara lain: tersedia gas medik. Pantry (ruang makan) e. Ruang simpan obat dipisahkan antara cairan. rawat inap medical check up dan sebagainya. administrasi dan kassa. sirkulasi udara. skala dan isi dari instalasi ini. inti pelayanan terletak pada ruang-ruang sebagai berikut: a. kenyamanan menyangkut: pemandangan. Termasuk dalam penataan aliran ruang. Tersedia scrub. Implementasi fisik antara lain: rencanakan dinding. HSSU atau HSDU).

Coli harus 0/100 ml sampel minuman b.Dalam unit pemrosesan dan pemberian pelayanan.Coli c. Cold room h. Lavatory o.5° atau dalam suhu dingin kurang dari 4° C.1° C d. Makanan kemasan tertutup sebaiknya disimpan dalam suhu ± 10° C e. Ruang penerima b. dinding. Angka kuman E. Dapur pastry e. Ruang kerja.langit 60 cm Kelengkapan ruang Instalasi Gizi: a. Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam disimpan suhu – 5° C sampai . Jalur trolley kotor m. Persiapan c. atau langit. khususnya untuk bagian kamar operasi. Ruang ganti. Pantry f.Coli pada makanan harus 0/gr sampel makanan dan pada minuman angka kuman E. 12. instalasi yang bersangkutan dan membutuhkan sarana penguapan untuk autoclaves dan hubungan yang baik dengan rute-rute suplai internal.langit dengan ketentuan sebagai berikut : • Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm • Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm • Jarak bahan makanan dengan langit. Instalasi Gizi Persyaratan Umum: a. Dapur Besar d. administrasi. Kelembaban penyimpanan dalam ruangan 80 .banyaknya 100/cm2 permukaan dan tidak ada kuman E. arsip 20 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Cara penyimpanan bahan makanan tidak menempel pada lantai. Oleh karena itu seringkali lokasi ditempatkan pada zona industri dimana ada kemudahan dari pengorerasian pipa saluran untuk keperluan proses penguapan alat.90 % 23 f. Cold storage g. Simpan alat j. Gudang bahan k. Pemrosesan peralatan-peralatan akan menimbulkan kuantitas hawa panas yang sulit dikontrol. Kebersihan peralatan ditentukan dengan angka total kuman sebanyak. Ruang cuci i. Gudang air l. Makanan yang mudah membusuk disimpan dalam suhu panas lebih dari 65. Ruang kepala Instalasi dilengkapi ruang tamu p. Jalur trolley bersih dan distribusi n.

Pilihan di antara sistem mekanik dan manual. 3. 6. Distribusi pengguna masing-masing instalasi. 4. Tipe-tipe dari barang yang akan dipindahkan (termasuk yang perlu penanganan khusus). 21 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . 5. Kebutuhan ruang penyimpanan dan penanganan. 7.BAGIAN 1 I BAB 5 TINJAUAN SIRKULASI DAN ZONING RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Sirkulasi 1. Kuantitas dan frekuensi material yang dipindahkan untuk distribusi. Kebutuhan ruang penerimaan. Prinsip dan Implementasi Terdapat tujuh pertimbangan mendasar yang mempengaruhi desain pada distribusi sistem pergerakan/sirkulasi yaitu : 1. Tempat pembuangan dan pemrosesan kembali. 2.

Jarak tempuh 6.2. Sirkulasi Kendaraan. tetapi tidak berpengaruh besar terhadap keseluruhan bentuk bangunan : 1. Jalur-jalur penyelamatan 5. Pemberi Layanan Kesehatan. Keterkaitan antara instalasi 3. Akses untuk menanggulangi kebakaran 22 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Barang. Kegawatdaruratan Ada tujuh prinsip dasar yang sifatnya fundamental untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi bentukbentuk bangunan yang memberi perhatian penuh mengenai keamanan kebakaran. Cara pembagian ruangan 2. Meskipun faktorfaktor ini penting. Hubungan eksternal 7. Alternatif penyelamatan dan pada kondisi saat menemui jalan buntu 4. pengunjung.

Oleh karena itu bentuk bangunan harus open-ended dan dapat diperluas. dapat diciptakan dengan memenuhi syarat estetika. 7. 2.BAGIAN 1 I BAB 6 TINJAUAN BENTUK DAN KARAKTERISTIK RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Karakteristik 1. Kemampuan untuk berkembang dan berubah agar mampu merespon kebutuhan-kebutuhan dimasa mendatang. perencanaan dan teknik desain harus membuka kesempatan untuk diadakannya perubahan internal dan penataan kembali ruanganruangan. Ekonomis dalam hal modal dan pembiayaan. Global Rancang Selaras ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Persyaratan menyangkut masalah keamanan terhadap kebakaran serta metode evakuasi pasien. 4. Kemampuan untuk membangun secara aktif dalam setiap tahap-tahap pembangunan. Prinsip dan Implementasi Rumah sakit adalah bangunan yang memiliki keterpaduan yang mampu mengakomodasi fungsi-fungsi secara luas. Suasana yang tercipta dalam lingkungan fisik dapat dihasilkan dari adanya saling keterkaitan antara bentuk bangunan dengan desain teknis. 6. 23 Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana Copyright : PT. kemudahan dan kecepatan konstruksi. pada detail. Tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan harus bisa mereduksi hambatan-hambatan fisik untuk masa mendatang dan untuk perkembangan-perkembangan yang tidak diduga. Faktor-faktor penting yang dijadikan bahan pertimbangan dalam pengembangan bentuk bangunan yang sesuai adalah : 1. 5. beberapa dapat dilihat pada saat perencanaan tetapi ada beberapa yang tidak dapat diprediksi. 3. Hubungan antara instalasi yang memiliki keterkaitan dalam hal fungsi dan juga mengenai jalur-jalur yang efisien bagi pergerakan orang dan suplai barang. Respons yang timbul dari hubungan secara fisik antara hal tersebut dengan masyarakat.

Memperlihatkan komposisi yang baik . Memenuhi Standar Bangunan Kesehatan .Lansekap yang menarik ARSITEKTUR RUMAH SAKIT d. ramah lingkungan .Berdasar standar ruang yang ada . pemandangan. Sesuai dengan lingkungan . kendaraan servis. pencahayaan.Finishing yang mudah dan ekonomis dalam pemeliharaan .Sesuai dengan tapak dan persyaratan perencanaan kota c. dan karya seni untuk membantu penyembuhan . Memenuhi Standar Bangunan Kesehatan . warna.Kendaraan pengunjung.Memenuhi Panduan Bangunan Rumah Sakit Memenuhi Persyaratan Standar Teknis Bangunan Rumah Sakit f.2.Bahan bangunan dan finishing yang sesuai standar .Penggunaan ruang g.Main entrance yang jelas dan pintu masuk khusus yang mudah dilihat . transportasi umum. Berarsitektur bagus .Menjadi tetangga yang baik terhadap lingkungan .Akses untuk pejalan khaki . serta parkir kendaraan yang mencukupi .Akses mudah untuk penyandang cacat .Pergerakan orang dan distribusi barang . jelas dan mudah . Karakteristik Disisi yang lain. mobil pemadam kebakaran .Jejalur yang sederhana.Memberikan nilai positif pada komunitas dan konteks sosial .Sistem jaringan yang terorganisasi dan mudah digunakan serta mudah disesuaikan dengan kebutuhan yang akan datang 24 . Mudah bagi pengguna.Pencahayaan dan ventilasi alami yang mencakup semua bagian ruang .Kenyamanan dan privasi .Akses terpisah untuk suplai barang dan pembuangan sampah e. Akses yang Mudah -akses bagi Ambulans. da karyawan. Dimana kriteria yang harus dijawab pada bagian ini antara lain: a.Ruang.Tampak bangunan menarik dengan skala manusia .Hubungan antar fungsi . Memenuhi Standar Konstruksi .Ruang dalam yang menentramkandengan pemandangan ke arah luar . perencanaan dan perancangan fisik rumah sakit juga didasarkan pada kriteria bangunan rumah sakit yang baik.Memberi nilai estetis baik eksternal maupun internal b.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Evaluasi pasca huni adalah suatu proses evaluasi fasilitas dengan cara yang sistematik setelah fasilitas tersebut dibangun dan dihuni dalam suatu kurun waktu tertentu. pemberantasan penyakit. Masing-masing tahap dalam proses tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja fasilitas kesehatan.BAGIAN 1 I BAB 7 KONSEP RUMAH SAKIT DAN EVALUSAI PASCA HUNI Fasilitas kesehatan dan Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Peran Evaluasi Pasca Huni dalam Proses Desain Optimalisasi Melalui Revitalisasi Fasilitas Fisik Langkah-langkah Peringkatan Performansi 1. Fasilitas Kesehatan dan Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. POE). dan berkesinambungan. perbaikan gizi. serta evaluasi pasca huni. Dan karenanya. serta kesehatan mata.disamping agar lebih memiliki dayatarik bagi masyarakat pada umumnya. yang lazim disebut dengan evaluasi pasca huni atau EPH (post occupancy evaluation. dan untuk itu diperlukanlah berbagai macam fasilitas kesehatan dan unit-unit penyelenggara layanan kesehatan pada tingkat komunitas. kesehatan jiwa. Peran Evaluasi Pasca Huni dalam Proses Desain Fasilitas Kesehatan Kebanyakan Fasilitas kesehatan sekarang berada dalam tahap penghunian dan pemanfaatan. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan (promotif). kesehatan kerja. penyembuhan penyakit (kuratif). dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh. pencegahan penyakit (preventif). pengamanan makanan dan minuman. penyuluhan kesehatan masyarakat. kesehatan lingkungan. rumahsakit dan fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya termasuk dalam kategori fasilitas publik yang perlu dikelola secara optimal. kesehatan sekolah. Penyelenggaraan upaya kesehatan di atas dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan. penghunian dan pemanfaatan. 25 2. kesehatan olahraga. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Penyelenggaraan kesehatan tersebut diharapkan dapat menjangkau lingkup spatial yang cukup ekstensif. Tahap evaluasi pasca huni adalah tahap yang sangat perlu untuk melihat kesesuaian antara apa yang ada sekarang dengan pola-pola pemanfaatan oleh manusia dan perilakunya. Sebagai fasilitas kesehatan dan fasilitas sosial. Proses pengelolaan fasilitas tersebut meliputi perencanaan dan pemrograman. pengobatan tradisional. perancangan. konstruksi dan penyediaan fasilitas. terpadu. pengamanan zat adiktif. sehingga akses masyarakat luas terhadap berbagai layanan kesehatan menjadi lebih baik. yang meliputi kesehatan keluarga. sesungguhnya sangat diperlukan evaluasi terhadap fasilitas yang ada sekarang.

Individu b. antara lain Standar Fasilitas kesehatan. Evaluasi Pasca Huni Investigatif 3. maupun hasil-hasil penelitian mengenai fasilitas kesehatan komunitas seperti Fasilitas kesehatan 2. Teknikal b. Organisasi 3. Meliputi peningkatan dalam hal-hal berikut: kemampuan pengembangan fasilitas sesuai dengan pertumbuhan organisasi. Fungsional c. Evaluasi Pasca Huni Indikatif 2. 3. Bangunan c. Kegunaan jangka pendek. 26 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . yang meliputi beberapa aspek: 1. ataupun kelompok fasilitas tertentu. Kegunaan jangka panjang. Standar Arsitektural untuk Fasilitas Kesehatan. Setting a. serta proses pengambilan keputusan yang lebih rasional dan objektif 2. Meliputi peningkatan dalam hal-hal berikut: identifikasi masalah dan solusi dalam manajemen fasilitas. evaluasi pasca huni perlu dikaitkan dengan “state of the art” fasilitas Fasilitas kesehatan. akuntabilitas kinerja bangunan oleh semua pengguna. bagian. Pengguna a. Kriteria kinerja a. Ruang b. manajemen fasilitas yang proaktif terhadap aspirasi pengguna. Dalam komponen pengguna meliputi penyedia jasa dalam Fasilitas kesehatan (pengelola. Fasilitas Selain itu. dan manajemen) maupun pengguna jasa Fasilitas kesehatan (individu maupun kelompok masyarakat). Behavioral 2. dokter. perbaikan basis data. peningkatan pemanfaatan ruang dan umpanbalik terhadap kinerja bangunan. penghematan biaya dalam proses pemanfaatan dan pemeliharaan bangunan serta peningkatan usia bangunan. 3. Dalam komponen setting perlu ditinjau komponen-komponen setting Fasilitas kesehatan yang terdiri atas berbagai unit. paramedis. yang meliputi: 1. Kelompok c. evaluasi pasca huni juga memiliki tingkatan kecermatan sesuai kebutuhan penggunanya.Kegunaan evaluasi pasca huni terbagi dalam 3 jangka waktu: 1. Dalam kriteria kinerja terdapat beberapa kriteria yang perlu diikuti. dan kriteria untuk perancangan fasilitas. pemahaman implikasi kinerja dalam kaitannya dengan ketersediaan anggaran. Evaluasi Pasca Huni Diagnostik Bagi fasilitas Fasilitas kesehatan. khususnya Fasilitas kesehatan. Meliputi peningkatan dalam hal-hal berikut: kinerja fasilitas dalam jangka panjang. serta perbaikan sistem penilaian fasilitas melalui kuantifikasi Jenis kegiatan dalam evaluasi pasca huni akan tergantung pada interaksi antar komponen dalam proses evalusi pasca huni: 1. standar. peningkatan sikap pengguna melalui keterlibatan dalam proses evaluasi. Kegunaan jangka menengah.

variabilitas. bandingan 2 kelompok.Tindakan terkait kebijakan . Pelaksanaan Evaluasi Pasca Huni a.Antisipasi hasil dan kesimpulan 2.Menyusun kriteria untuk evaluasi ukuran .Mengembangkan ukuran bagi tiap indikator .Memilih tingkatan usaha yang sesuai.Penerapan Evaluasi Pasca Huni a. Awal Proses Pengumpulan Data Lapangan . Apendiks. dan penjelasan .Memahami besaran dan kondisi signifikan aset eksisting.Penguasaan Lapangan dan Pelaksanaan Survey b. . Perencanaan Evaluasi Pasca Huni a.Pemahaman terhadap karakter aktivitas. dan SDM.Rencana jangka menengah . Pustaka b. Analisis data.Pendahuluan.Penalaan antar pengamat. Pelaporan temuan .Mobilisasi data.Tindakan terkait teknik c.Perencanaan metoda dan alat c. Perencanaan Riset . memasukkan dan transfer data.Perencanaan waktu . Metodologi. . Analisis Data . Rekomendasi tindakan . . c. Review Hasil dan Kesimpulan . Temuan.Tahapan analisis: menyusun data mentah. alat. Pengenalan Masalah dan Kelayakan . memproses data. mengemas dan komunikasi temuan. interpretasi.Memilih indikator yang dapat merepresentasikan aspek . Kesimpulan.Antisipasi reaksi . Pemantauan dan Manajemen Prosedur Pengumpulan Data .Rencana jangka pendek . chi-square.Memilih biaya evaluasi yang sesuai. rerata. b. persentase. interpretasi serta melengkapi analisis data.Tindakan terkait prosedur . peringkat. . analisis sederhana. .Menentukan aspek kritis yang perlu diteliti .Tujuan analisis data: pemerian.Macam-macam analisis: berhasil/gagal.Uji awal instrumen pengumpulan data. analisis korelasi .Rencana jangka panjang 27 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Evaluasi pasca huni memiliki beberapa tahapan sebagaimana berikut: 1.Perencanaan SDM . Perencanaan Sumberdaya . 3.

serta akustik). Dalam hal ini. sosial. Demikian juga dengan konteks sosial. yaitu fungsi. rekreatif dan estetika dalam perannya melayani kesehatan. Optimalisasi bentuk dan kelengkapan meliputi peningkatan secara fisik fasilitas kesehatan. interaksi antara ruang dalam dengan ruang luar. ataupun penambahan fungsi baru yang sinergis dengan fungsi yang ada. Konteks keruangan. akses dan sirkulasi. Akses menjadi hal yang penting. Optimalisasi konteks meliputi integrasi fasilitas kesehatan dengan konteks keruangan. bentuk dan kelengkapan. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Dalam aspek bentuk ini. mengingat salah satu keunggulan fasilitas kesehatan adalah potensi jangkauan layanan kesehatan ke masyarakat luas di tengah komunitas mereka sendiri. diharapkan fasilitas kesehatan dapat memberi wadah bukan hanya kegiatan layanan kesehatan secara sempit. baik ruang keseluruhan fasilitas kesehatan sebagai fasilitas. kemasyarakatan dan estetika. layak untuk ditanggapi sebagai sesuatu yang penting. Interaksi antara ruang pakai baik yang aktif maupun yang pasif dengan ruang layanan. nilai kegunaan. Optimalisasi Melalui Revitalisasi Fasilitas Fisik Fasilitas kesehatan Dalam bagian kedua. optimalisasi fasilitas kesehatan akan dipandang dari berbagai faset perencanaan fasilitas dan perancangan arsitektur. Atau dapat juga dilihat sebagai sistem pewadahan fungsi (ruang dan tata perabot yang ada) serta sistem penunjang fungsi (pencahayaan. Berbagai fase ini dapat menjadi hasil keluaran dan rekomendasi dari evaluasi pasca huni yang dilakukan terhadap sebuah fasilitas kesehatan. dan waktu. yang akan secara spesifik memberi keunikan pada fasilitas kesehatan dan menambah dayatariknya. Optimalisasi lokasi dan ruang meliputi peningkatan dan pengkayaan nilai lokasi serta kualitas ruangruang dalam dan di luar fasilitas kesehatan. dan dapat dilayani fasilitas kesehatan tersebut. rekreatif. Dalam hal ini. Optimalisasi konteks akan membuat fasilitas tersebut akan lebih mudah berkomunikasi dengan masyarakat penggunanya.3. Fasilitas kesehatan sebaiknya dikembangkan tidak hanya melayani kesehatan tetapi juga dapat memberi aspek kemasyarakatan. yang diperlukan adalah adanya pemenuhan kebutuhan masa kini dan masa depan yang terujud dalam bentuk fisik dan fasilitas serta teknik komunikasi yang digunakan. penghawaan. 28 4. bahkan komersial yang akan menghidupkan fasilitas tersebut. Optimalisasi fungsi meliputi peningkatan fungsi yang ada sekarang dengan penyempurnaannya berdasar persepsi dan spirasi pengguna. fasilitas dan perabot (semi-fixed elements) ataupun setting-setting meso dan mikro bagi berbagai aktivitas penggunanya (non-fixed elements). Optimalisasi akses dan sirkulasi meliputi kemudahan pencapaian hingga pada perangkaian pergerakan dalam fasilitas kesehatan sehingga menjadi efektif dan efisien. maupun ruang-ruang mikro dalam fasilitas kesehatan sebagai setting kegiatan. serta interaksi antara setting budidaya dengan setting alam sangat diperlukan. Sebagai contoh misalnya diperlukan adanya integrasi antara fungsi-fungsi kesehatan fasilitas kesehatan dengan fungsi-fungsi pendidikan. dalam arti lingkungan di sekitar fasilitas kesehatan. Langkah-langkah Peringkatan Performansi Fasilitas Kesehatan Pendekatan kontemporer menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan membutuhkan fungsi dan fisik. peningkatan performansi fasilitas kesehatan dapat meliputi peningkatan 5 aspeknya. baik yang berupa bangunan (fixed elements). melainkan juga layanan kesehatan secara luas dan bahkan juga sebagai fasilitas sosial-edukasi-budaya secara proporsional. yang dapat menunjukkan karakteristik masyarakat di sekitar fasilitas kesehatan tersebut. lokasi dan ruang. serta konteks.

yaitu faktor negatif eksternal Visi Visi dapat dirinci dalam waktu dimana visi tersebut diharapkan terjadi. dengan durasi sekitar 1 tahun Visi ini dapat juga terkait dengan tujuan atau sasaran. hingga projek yang diperlukan. rencana. dengan durasi sekitar 10-20 tahun .Jangka pendek. pada dasarnya terdapat 5 komponen utama yang perlu didefinisikan secara jelas. dapat berupa: .Threats (ancaman). dengan mengetahui potensi dan permasalahan yang ada. strategi. program.Jangka menengah. yaitu faktor positif internal . dengan durasi sekitar 5 tahun . Evaluasi Pasca Huni dapat membantu meningkatkan performansi Fasilitas kesehatan. Salah satu alatnya adalah Analisis SWOT (SWOT analysis). yang meliputi: 1.Jangka panjang.Opportunities (peluang). yaitu faktor negatif internal . atau developmental goals dan developmental objectives 29 . Visi : kondisi ideal yang diinginkan 3. Dalam proses perencanaan dan perancangan.Weaknesses (kelemahan). Masalah : jarak antara kondisi ideal dan kondisi eksisting 4. Profil : kondisi eksisting yang ada 2. Kondisi tersebut perlu dinilai.Strengths (kekuatan). Jika dilihat dalam sistem perencanaan dalam manajemen. Langkah-langkah tersebut dapat berupa kebijaksanaan. dapat terlihat bahwa proses ini sangat erat kaitannya dengan manajemen fasilitas secara luas. yaitu faktor positif eksternal . untuk kemudian dapat dilakukan langkahlangkah perbaikan.Di sisi lain. yang meliputi: . Aksi : tindak nyata yang merupakan jabaran dari strategi Kondisi Ideal VISI jarak antara kondisi eksisting dan kondisi ideal MASALAH cara mencapai visi STRATEGI ARSITEKTUR RUMAH SAKIT kondisi eksisting PROFIL tindak nyata AKSI Profil Kondisi eksisting perlu ditinjau dari setidaknya 5 aspek yang disebutkan di atas. Strategi : cara untuk mencapai visi 5.

Aksi Produk rancangan yang ada pada dasarnya dapat dibagi dalam: .Mengenali kisaran variabel-variabel yang perlu diperhitungkan . Kontur dan Aliran Air 30 1. Tapak. Perumusan strategi terkait erat dengan perumusan tujuan dan sasaran bagi strategi tersebut.Mempelajari secara mendalam masalah yang dihadapi . temporal.Arahan (guidelines) .Masalah Masalah adalah jarak (discrepancy) antara kondisi ideal yang diharapkan dengan kondisi eksisting sekarang ini. Jika tujuan (goals) lebih bersifat ultimate serta tidak langsung.Menyiapkan daftar tujuan dan sasaran . Kebutuhan vs Ketersediaan . yang dijabarkan dalam rencana atau rancangan.Menyiapkan data-data/informasi pendukung masalah . maka sasaran (objectives) lebih bersifat langsung serta konkret. Ruang Terbuka.Rencana (plan) . Parkir.Mengkaji ulang problem statement Strategi Strategi adalah cara untuk mencapai visi.Kebijakan (policy) . Sirkulasi. pemenuhan kebutuhan.Program (program) ARSITEKTUR RUMAH SAKIT BAGIAN 1 I BAB 8 PERENCANAAN LAHAN / SITE PLANNING RUMAH SAKIT Kebutuhan vs Ketersediaan Perencanaan Lokasi. serta melihat kaitan dan pengaruhnya terhadap masalah yang lain .Membatasi daerah masalah secara lokasional. atau pemanfaatan peluang. Perumusan problem statement membutuhkan langkah-langkah sebagaimana berikut: . Tujuan pada dasarnya dapat berupa pemecahan masalah.

membutuhkan areal seluas 12 hektar. -Ketersediaan ruang terbuka hijau untuk utilisasi dan kenservasi air tanah. Atau pada situasi daerah kota yang sangat hiruk pikuk termasuk lokasi dimana pembangunan dilakukan dengan merubah bentuk bangunan-bangunan yang telah ada sebelumnya yang tentunya akan menjadi sangat mahal untuk kebutuhan KDB yang tinggi. Adakah jaringan jaringan perpipaan air bersih yang dikelola PDAM atau perusahaan penyedia air bersih lain d. Aspek yang harus diperhatikan terkait dengan hal tersebut antara lain adalah: a.Analisis Aspek Guna Lahan dan Zoning Rumah sakit harus menempati lokasi terbaik dan yang terdekat dengan populasi yang dilayaninya. biasanya berada jauh diluar kota dimana timbul banyak masalah tenaga kerja yang akan dipekerjakan di rumah sakit. kenyamanan visual dan pengkondisian kualitas udara. perencanaan hingga perancangan lahan menjadi sebuah keharusan. Parkir. Ruang Terbuka. dan kalaupun ada. Adakah jaringan telekomunikasi non-mobile c. pada cakupan lingkungan mikro. Oleh karena itu.Analisis Aspek Transportasi dan Sirkulasi . Kontur dan Aliran Air Tahapan awal dari Perencanaan Lahan/Site Planning untuk mengenali dan mendapatkan kondisi akurat eksisting terdiri dari: . Sirkulasi.Perkembangan teknologi dan kesadaran akan pentingnya keberadaan sebuah fasilitas kesehatan yang memiliki brand image terpercaya. Luasan lahan yang dibutuhkan akan dipengaruhi oleh : -Batas Koefisien Dasar Bangunan di lokasi tersebut -Luasan bangunan yang diperlukan dalam perkembangan rumah sakit itu dalam kaitan pertumbuhan kapasitas pelayanan -Kebutuhan parkir dan akses -Kebutuhan penjarakan bangunan-bangunan dalam pertimbangan teknik fisika bangunan maupun kenyamanan okupansi. Adakah layanan pengelolaan sampah di kawasan sekitar rumah sakit Rata-rata luasan lahan untuk rumah sakit dengan tipe B ke atas. tapi lokasi dengan luas seperti ini. Adakah jaringan drainase di sekeliling lahan e. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 31 . Tapak. dan terlengkap sesuai kualifikasi kelasnya. Adakah jaringan air limbah dan sistem pematusan yang terhubung dengan sistem perkotaan f. Adakah jaringan listrik dan keterdekatan dengan gardu induk b. susah untuk diperoleh. langkah-langkah taktis dan cermat sejak proses persiapan. terbaik. Dekat kearah pusat jaringan transportasi untuk melayani masyarakat lokal serta luasan lahan yang cukup memadai akan memberi lebih banyak peluang dan fleksibilitas perluasan. 2. berhadapan dengan realita keterbatasan lahan/site. Perencanaan Lokasi. Selain itu penting memperhatikan potensi ketersediaan sistem infrastruktur di luar site (off-site).Analisis Aspek Lokasi .

Ruang Dokter / Perawat Jaga .Poliklinik . pemberi layanan kesehatan. kegawatdaruratan.Ruang Operasi . Unit Medis .Pathology . Unit Administrasi . Zona primer.Informasi dan Pendaftaran .UGD .Security B.Ruang Kepala .Arsip .Keuangan . serta meminimalisasi akses medik sentral untuk kepentingan penjagaan sterilitas. Begitu pula dengan sirkulasi barang.Kantor Pembayaran . serta service dibedakan.Radiology/ultrasound . Komponen Bangunan Rumah Sakit A.Ruang Tunggu .Gudang Medis .Ruang Sekretaris .Physiotherapi . tersier. sekunder.Ruang Staff . pengunjung.Laboratorium Klinis .Ruang Personalia .BAGIAN 1 I BAB 9 SIRKULASI DAN ZONING KOMPONEN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi 1.Ruang Administrasi Umum .Ruang Rapat . Prinsip dan Implementasi Rumah sakit didesain dengan mempertimbangkan efisiensi kegiatan dan kapasitas sirkulasi akibat peningkatan kebutuhan sehingga terdapat beberapa zonasi yang nantinya akan mempengaruhi layout ruangan.Rehabilitasi .Pediatry Ekspladometri Rumah Sakit Pendidikan Universitas BrawijayaCopyright : PT. Global Rancang Selaras 32 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .

dan Keterampilan .Workshop .Rawat Medis .Masjid / Mushola .Ruang Kelas .Farmasi / Gudang Obat .Perpustakaan . Serbaguna .Rekam Medis .Engineering .Elektrikal . r.Pantry .Parkir .Gudang Ambulance .R.Perawat Poliklinik E. Rekreasi.R.R.R.Gudang Umum .Rg. Pembina .Kapel . Pelatihan.R.R.Ruang Perawat . Komputer .Kolam Renang .Ruang Tidur . House Keeping dan Teknis .Sterilisasi / Clean Utility . Konsultasi D.C.Laundry .Auditorium Ekspladometri Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram Copyright : PT.Mekanikal .Ruang pertemuan . Unit Rawat Inap .Ruang Obat .Lounge G.Hall/ Lobby . Unit Keperawatan .Nurse station (loker.Spoel Hoek/Slob Zink . Fitness .Kios/kafeteria . Musik . Makan Bersama .Cleaning Service/Janitor . lavatory) .R.R. Peruntukkan Umum .Dapur F. Global Rancang Selaras 33 Ekspladometri Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram Copyright : PT. Seminar .Bengkel / Workshop . Konseling . Global Rancang Selaras ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Ganti.Ruang ibadah .

Masalah dalam menentukan standar ini akan berbeda antara satu lokasi dengan lokasi yang lain.faktor manusia .privasi dan interaksi .elektrikal .struktur . 34 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .sistem kontrol lingkungan Aspek Behavioral.kognisi dan orientasi lingkungan Bangunan rumah sakit harus didesain dengan meminimalkan jangkauan personal paramedis dan kemungkinan kontaminasi serta memaksimalkan efisiensi seluruh sistem.pencahayaan .atap akustik . Karakter yang cerah yang berpengaruh pada tanggapan pengguna terhadap kegiatan didalamnya.BAGIAN 2 I BAB 10 PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT: PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Fleksibilitas dan Pentahapan Pertimbangan Estetika dan Kenyamanan 1.penyimpanan dan penataan . Pertimbangkan pula waktu paruh perjalanan staf seefisien dan seminimal mungkin dengan pasien.persepsi lingkungan . Prinsip dan Implementasi Sebuah bangunan rumah sakit harus memenuhi aspek-aspek sebagai berikut : Aspek Fungsional. meliputi : . meliputi : . Karakter bangunan harus menampakkan harapan.spesialisasi dalam tipe/unit bangunan Aspek Teknikal.sanitasi dan ventilasi .citra dan makna .proksemik dan teritorialitas . yaitu : .keselamatan kebakaran . Bangunan juga harus didirikan untuk mengakomodasi unit-unit yang ada.fleksibilitas dan perubahan . Orientasi bangunan juga harus menanggapi iklim baik secara internal maupun eksternal.dinding eksterior . Merupakan hal yang sangat penting bahwa pembiayaan bangunan dipertahankan serendah mungkin secara konsisten dengan menyesuaikan dengan standar yang dapat diterima serta memberikan keseimbangan yang optimal antara kedua hal tersebut.finishing interior .komunikasi dan alur kerja .

Pengaruh yang paling besar adalah jangka waktu yang panjang yang dilalui diantara tahap-tahap tersebut. 35 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Tahap pembangunan rumah sakit pada lokasi baru memiliki keuntungan dari segi kebebasan membuat desain. Dalam aksi penyesuaian itulah memungkinkan dilakukan pemusnahan (demolition) atau penggantian (rehabilitation). Proses desain harus menerapkan keterpaduan secara mutlak terhadap bangunan maupun tata fungsi yang telah ada. yang bisa dijabarkan dari kapasitas dan berusaha menemukan cara bagaimana dapat menyediakan servis yang dapat dikembangkan dalam tahap berikutnya serta tetap memelihara efisiensi operasional dan mengoptimalkan hubungan antar instalasi. Dalam hal ini akan berimplikasi terhadap fungsi yang terdapat didalamnya (baik yang lengkap atau bagian instalasi) dan hal-hal teknis (ketentuan pembatasan bagi kebutuhankebutuhan awal atau membuat antisipasi untuk kebutuhan-kebutuhan dikemudian hari). hal ini seringkali berasal dari kebijakan penyediaan untuk implementasi secara bertahap yang lebih dari satu kali proses pembangunan. Jumlah bangunan yang akan dibangun.Hal-hal yang mempengaruhi biaya pada prinsipnya muncul dari : 1. Pertimbangan kontraktual. kapasitas dan jumlah unit infrastruktur penunjang. 3. konsisten dengan mengesampingkan tujuan yang menyangkut penetapan biaya serendah mungkin. Ada dua tujuan yang tidak dapat terelakkan yang berpotensi menciptakan konflik kebutuhan-kebutuhan dan sebuah keseimbangan yang hanya dapat dicapai oleh perdebatan berbagai disiplin ilmu dan kerelaan pihak-pihak untuk berkompromi secara operasional maupun secara teknis. Jenis. Desainer juga dihadapkan pada masalah mendesain dasar-dasar yang akan mendukung instalasi. Untuk gedung aset Negara atau Pemerintah masing-masing aksi penyesuaian memiliki tata laksana tertentu. Pada lokasi baru. 2. Penyelesaian kenyamanan bangunan dan syarat fasilitas medik. Ada tiga alasan pentingnya pentahapan untuk hal ini yaitu : 1. kebutuhan untuk membagi pembangunan kedalam unit-unit kerja bangunan yang dapat ditangani oleh manajemen dengan memuaskan 3. ruang bangunan serta infrastruktur eksisting yang bisa dimanfaatkan kembali baik dengan penyesuaian maupun tidak. Pada bangunan yang telah ada. meliputi area dan volume termasuk geometri dan bentuk bangunan 2. Fleksibilitas dan Pentahapan Sebagian besar bangunan rumah sakit harus melakukan pembangunan secara bertahap. Kebutuhan untuk membangun sebagai jawaban dari rencana strategik. Langkah mengawali proses desain adalah inventarisasi terhadap fungsi. Jika hal ini sudah bisa dipertimbangkan dalam waktu tertentu. 2. diantara tahap-tahap pembentukan bangunan dan strategi teknis dibutuhkan untuk tujuan perkembangan maksimal dan potensi perubahan. Terdapat faktor resiko penyerapan layanan terhadap aspek pembiayaan yang harus mencapai titik imbang secara wajar Kebutuhan akan pentahapan memiliki dampak yang dominan pada bentuk-bentuk bangunan yang wajar. Dibutuhkan keahlian teknis dan penyelesaian detil khusus. Namun hal tersebut tidak semata berdiri sendiri. Pertimbangan bisnis strategis layanan sehubungan dengan kalkulasi biaya investasi terhadap estimasi pemasukan. Pembatasan modal untuk proyek pembangunan. terdapat peran sosial yang harus diemban oleh rumah sakit sebagai misi utama dari sekedar perhitungan untung rugi 2. Ada dua pola dasar pentahapan yaitu : 1. tetapi beberapa kerugiannya adalah harus menyediakan layanan-layanan yang sifatnya mendasar pada tahap pertama. Hal ini membutuhkan biaya banyak dan cenderung menggunakan modal yang tidak proporsional.

Hindari areal halaman parkir yang sangat luas. Keduanya dapat berintegrasi sepenuhnya pada hal-hal yang berada disekeliling lingkungan gedung rumah sakit dimana ukuran yang harus dipertimbangkan adalah skala manusia. 3. 4. menghadirkan sebuah ruang yang memiliki pemandangan yang tidak membosankan.Menghindari koridor-koridor panjang yang membosankan.Menyesuaikan bangunan terhadap kontur lokasi. Tetapi beberapa rumah sakit dengan pertimbangan tertentu dibuat dengan volume besar dan berskala monumental bila diperbandingkan dengan tipologi umum bangunan. Menghindari adanya permukaan bangunan yang panjang dan memberi kesan membosankan.Menghindari penempatan pasien dan staf-staf pada tempat yang tidak nyaman karena adanya perluasan atau pembangunan sisi lain bangunan. harus jauh dari area pasien.Posisi tempat kegiatan yang menimbulkan hawa panas dan suara bising. 5. Beberapa faktor kunci : 1. 7. Diusahakan agar massa bangunan tidak mendapat sinar matahari secara langsung kecuali aktivitas terwadahi menuntutnya. Belajar dari pengalaman telah menunjukkan bahwa ukuran rumah sakit yang optimal dapat memberikan kenyamanan. Pertimbangan Estetika dan Kenyamanan Kelompok bangunan yang terdiri dari beberapa massa bangunan lebih mudah diintegrasikan ke dalam batas visual komunitas.3. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 36 . yang seringkali memberikan keuntungan operasional misalnya akses pada berbagai tingkatan. secara internal maupun secara eksternal. 2.Pertimbangkan dengan cermat mengenai geometri dan penempatan halaman sebagai titik orientasi dari massa bangunan. 6. paling tidak posisinya ditempatkan pada areal yang masih dapat diawasi dari jauh.

BAGIAN 2 I BAB 11 PERENCANAAN INFRASTRUKTUR RUMAH SAKIT prinsip dan implementasi Perencanaan infrastruktur 1. Prinsip dan Implementasi Rumah sakit harus memiliki fasilitas tetap yang menyediakan pelayanan medis baik infrastruktur off-site maupun infrastruktur on-site. 37 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .

memelihara dan atau mempertinggi derajat kesehatan. ataupun PAM. sumur dalam.Sistem jaringan direncanakan sesederhana mungkin. Dalam materi Masterplan. untuk memelihara kualitas lingkungan atau mengendalikan faktor lingkungan yang dapat merugikan kesehatan harus ditunjang dengan peralatan serta sistem pengelolaan yang memadai sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang bersifat teknis kesehatan. 38 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . maka kapasitas teknis air bersih perhari yang harus disiapkan adalah 300 TT x 700 liter = 210. Kriteria Desain Umum Penyediaan Air Perencanaan sistem penyediaan air bersih di Rumah sakit berpedoman pada sistem yang optimal dan ketepatan pada pemenuhan kebutuhan pelayanan.2. Selanjutnya perencanaan infrastruktur dilaksanakan seiring dengan perencanaan arsitektural terkait dengan bangunan serta keberadaan lahan. b. Beberapa asumsi dan dasar perencanaan sistem pengelolaan limbah cair di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : a.000 liter per hari atau 210 m³ per hari. Sistem yang efisien dan efektif juga diperlukan agar ekonomis dalam pembangunan dan pengoperasian. Kuantitas yang tepat berarti debit air bersih yang disuplai dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit pada skala kapasitas maksimal. Perencanaan Infrastruktur Penyediaan sarana prasarana pada fasilitas kesehatan utamanya ditujukan untuk melindungi.Pendekatan penghitungan kebutuhan air bersih untuk bangunan Rumah sakit adalah 700 liter per tempat tidur per hari. Oleh karena itu. c. sedang kualitas yang tepat berarti air bersih yang disuplai telah memenuhi standar higienitas air siap minum. Peraturan dan standar diatas merupakan acuan yang harus dipatuhi dalam meraih kinerja infrastruktur yang baik. Sehingga jika kapasitas maksimal layanan yang akan dikembangkan di Rumah sakit adalah 300 TT.Direkomendasikan memanfaatkan kombinasi sumber air bersih yaitu sumur dangkal. Sistem jaringan terlindungi oleh shaft untuk pertimbangan pemeliharaan dan sistem kontrol. Bagan Langkah Perencanaan Infrastruktur A. Kata kunci sumber air adalah: Kontinuitas debit dan volume sehingga kombinasi keduanya akan menjaga kontinuitas pasokan disegala musim. perencanaan infrastruktur berada dalam lingkup sistemik belum mengarah pada detil alat atau jaringan ataupun detil kapasitas. Target utama perencanaan sistem penyediaan air bersih ini adalah pemenuhan kebutuhan air bersih di Rumah sakit dalam kuantitas dan kualitas yang tepat.

Untuk kepentingan kemudahan operasi dan pemeliharaan.Semua jaringan air bersih merupakan jaringan bawah tanah diluar bangunan. 39 Skema Sistem DistribusiAir Bersih Pada Bangunan B. maka direncanakan zona distribusi air bersih.Seluruh kebutuhan air bersih di suplai dengan sistem perpipaan didukung roof dan ground tank set yang berfungsi pula sebagai reservoir dan water treatment set. Distribusi saluran tidak boleh melalui ruang fungsional kecuali dibawah ruang sirkulasi.Arah dan distribusi pipa mengikuti bangunan atau tegak lurusnya.Pengawasan kualitas air secara rutin sehingga suplai air bersih tetap aman dan tidak menimbulkan gangguan/bahaya terhadap kesehatan. e. g. Zona distribusi didasarkan pada kedekatan atau pengelompokan bangunan. Beberapa dasar perencanaan sistem penyediaan air panas di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Sistem yang paling efektif dipilih agar kemudahan dalam operasional dan pembangunan dapat tercapai.d. f. h. optimalisasi distribusi serta sistem kontrol. Desain Umum Penyediaan Air Panas Perencanaan sistem suplai air panas berpedoman pada sistem yang ekonomis dengan konsentrasi suplai pada unit-unit yang paling membutuhkan. Ini berarti tidak ada distribusi saluran diagonal/ miring terhadap bangunan.

b. Sistem yang diterapkan menggunakan sistem boiler terpusat. b. Sehingga kapasitas pengelolaan limbah cair di Rumah sakit adalah 700 liter/hari/TT x 300 TT x 80% = 168. Sistem pengelolaan limbah cair yang ada saat ini masih berupa sistem yang sederhana. 40 Skema Sistem Distribusi Pengolahan Air Limbah Beberapa asumsi dan dasar perencanaan sistem pengelolaan limbah cair di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : a.000 liter/hari atau 168 m3. Kriteria Desain Umum Pengelolaan Limbah Cair Perencanaan pengelolaan limbah cair berpedoman pada sistem yang optimal. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .a. Jika kapasitas maksimal yang akan dilayani oleh sistem air panas di Rumah sakit maksimal adalah 300 TT. Hal penting lainnya adalah rekayasa tepat yang harus dilakukan pada bangunan dan lingkungan terhadap sistem pengelolaan limbah cair. maka debit air panas yang harus disiapkan adalah 39. Pendekatan penghitungan kebutuhan air panas untuk bangunan Rumah sakit adalah sekitar 130 liter per tempat tidur per hari. Pendekatan penghitungan volume limbah cair pada bangunan rumah sakit adalah asumsi 80% konsumsi air bersih akan terbuang sebagai limbah cair. ekonomis dalam pembangunan dan pengoperasian. Penempatan jaringan pipa distribusi air panas diletakkan diatas dengan mempertimbangkan tingkat keamanan dan tidak mengganggu aktivitas utama. Target utama adalah menurunkan zat pencemar organik dan angka kuman sehingga sifat air limbah cair memenuhi syarat baku mutu air limbah. c. Sistem penyediaan air panas diperoleh dengan memanaskan air dari energi diesel untuk perebusan. C.000 liter perhari. Saat ini Rumah sakit belum memiliki sistem pengelolaan limbah cair yang sempurna dan paripurna. c. Kapasitas maksimal pelayanan adalah 300 TT. d. Penyediaan air panas diarahkan pasokan ke unit sterilisasi serta sebagian kecil untuk kepentingan laundry dan pengelolaan laundry Rumah sakit.

Permukaan jalan dan parkir menggunakan aspal dengan kemiringan memadai. I. infeksius. e. f. bau yang keluar dan getaran yang dihasilkan saat pengolahan. 2) Saluran penerima dengan dimensi 30x30 yang berfungsi menerima air hujan yang disalurkan talang dari atap tiap bangunan atau kelompok bangunan. Kriteria Desain Umum Pengelolaan Sampah Untuk kepentingan pengelolaan sampah secara garis besar dapat digolongkan dalam 2 (dua) jenis yaitu sampah medis dan non-medis. Sumur resapan dibangun di bagian bawah jalan sehingga terhindar dari bongkar pasang akibat pengembangan bangunan. Ini berarti bahwa diluar bangunan beratap sebisa mungkin berupa taman atau kebun. j. perawatan. 41 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Memaksimalkan area tangkapan air hujan (capturing areas) dengan koefisien pengaliran (run-off coefficient) sekecil mungkin. g. Tidak ada toleransi genangan yang diijinkan. e. untuk memudahkan perawatan. Dimungkinkan ada saluran tertutup pada beberapa penggal yang ada dibawah bangunan. Sistem distribusi saluran direncanakan sesederhana dan sejelas mungkin. sebaran dan keberadaan saluran drainase kota atau sungai (penerima run-off utama). Kriteria Desain Umum Sistem Drainase dan Pengelolaan Air Hujan Target utama dalam perencanaan sistem drainase dan pengelolaan air hujan adalah mengalirkan air hujan yang ada secepat mungkin di lahan Rumah sakit sehingga tidak ada genangan yang terjadi. h. E. Penerapan hirarki pada sistem jaringan dengan perkiraan dimensi yaitu : 1) Saluran pengumpul dengan dimensi 30x40 merupakan saluran tegak lurus saluran assainering kota penerima run-off yang berfungsi sebagai pengumpul dari saluran-saluran penerima. Zona instalasi pengolahan limbah cair direncanakan terpisah dan berjarak dari ruang fungsional lain mengingat suhu yang dikeluarkan. Dalam hal ini hanya ada 2 (dua) model distribusi yang berorientasi terhadap konfigurasi bangunan. Pada prinsipnya semua saluran drainase direncanakan terbuka atau semi terbuka untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan. Limpasan yang dibuang keluar kawasan rumah sakit dialirkan ke assainering disekeliling site. Sampah Medis Bisa disebut pula sampah klinis yang berasal dari pelayanan medis. Jaringan saluran air hujan terpisah dengan saluran air limbah. f. D. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari perletakan sistem jaringan dibawah bangunan atau ruang fungsional kecuali pada ruang sirkulasi. farmasi atau yang sejenisnya. Saluran distribusi yang direncanakan berada pada sekeliling bangunan sehingga tidak ada saluran yang crossing terhadap bangunan. berbahaya atau bisa membahayakan kecuali jika dilakukan pengamanan tertentu. Komponen pendukung saluran drainase antara lain: gorong-gorong pada saluran menyilang terhadap jalan/selasar/sirkulasi dan sumur resapan air hujan (retaining well) dengan persyaratan struktur tanah tertentu. 1. Beberapa dasar perencanaan sistem drainase dan pengelolaan air hujan di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : a. Ini berarti bahwa air hujan yang jatuh baik dari atap maupun yang langsung ke permukaan bumi langsung dimasukkan ke saluran air hujan. b. pengobatan. Model distribusi saluran tersebut adalah tegak lurus dan searah saluran kota ataupun sungai.d. gigi. Selain itu bisa digunakan kombinasi material penutup yang ideal terhadap penyerapan air permukaan adalah grass block. Untuk mengurangi akibat dari hal diatas serta gangguan visual maka disarankan menggunakan elemen lansekap berupa tanaman rapat setidaknya setinggi 120 cm mengelilingi zona instalasi pengolahan limbah cair. dan perawatan yang menggunakan bahan beracun. pemeliharaan dan pemantauan. c. d.

sistem penanggulangan kebakaran dapat diselesaikan dengan cara mekanis. sisa pembungkus.Aktivitas dapur dan bagian gizi berupa sampah mudah busuk yang berasal dari penyiapan pengolahan dari penyajian makanan. Sistem Pemadam Kebakaran b. karena pemikiran segi ekonomis. rawat inap. Kriteria Desain Pengelolaan Mekanikal Elektrikal Secara umum pengelolaan mekanikal dan elektrikal di rumah sakit ditujukan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. sistem pengelolaan yang direncanakan untuk Rumah sakit adalah sesuai dengan Gambar berikut ini: Non Medis Dapur Seleksi basah atau kering Bin Pengumpul Kontainer TPA Kota Malang Umum Seleksi basah atau kering Bak Sampah Medis Seleksi menurut potensi bahaya Alat pengumpul Incenerator Sanitary Landfill offsite Bagan Sistem Pengelolaan Sampah ARSITEKTUR RUMAH SAKIT F. hydrant dan Iain Iain. Sampah Non-Medis Merupakan buangan padat (solid waste) diluar sampah medis atau klinis diatas. Sistem Elektrikal e. laboratorium. Mengamankan aktivitas dan pelayanan termasuk aset usaha c. misalnya: dapur.2. Mendukung efisiensi waktu dan biaya Aspek tinjauan dalam pengelolaan mekanikal elektrikal adalah: a. Sistem Tata Udara c.Aktivitas laundry berupa pembungkus dan kemasan . Kriteria Sistem Pemadam Kebakaran Pada hakekatnya. Sistem Komunikasi G. sayur dan lain-lain . dapat digunakan tabung pemadam kebakaran yang diletakkan stasioner pada tempat tempat yang penting (kamar operasi. pengelolaan mekanikal dan elektrikal disasarkan untuk: a. ruang diesel.Aktivitas kantor administrasi berupa kertas dan alat tulis . IGD. sisa makanan Secara sistematik.Aktivitas halaman/kebun berupa sisa pembungkus.Aktivitas umum berasal dari pengunjung berupa kemasan makanan-minuman. Penanganan terhadap bahaya kebakaran secara dasar disajikan pada Gambar berikut ini: 42 . Sistem Gas Medik d. Kamar Intensif) dan tempat yang sekiranya mengundang resiko kebakaran. Namun. Dalam format yang ideal. debu . fire estinguisher. yaitu menggunakan smoke/ heat detector. sisa makanan/bahan makanan. Mempermudah aktivitas dan pelayanan b. Umumnya sampah non-medis berasal dari: . daun ranting.

Satu tarikan manual tertentu dalam box akan menyalakan seluruh tanda bahaya atau alarm yang dapat terdengar dari seluruh penjuru bangunan. juga menjadi peringatan bagi orangorang yang berada dalam bangunan untuk melakukan usaha pemadaman. Bila suatu ketika terjadi kebakaran. cara kerjanya juga lebih efisien. Manual Dalam sistem ini. yaitu mulai dari pengenalan adanya api sampai pemadamannya. yang memberitahukan selain tanda adanya bahaya kebakaran. maka dengan sendirinya pencegahan dan pengatasan bahaya kebakaran dapat berlangsung dengan cepat dan kemungkinan adanya perluasan area kebakaran dan akibat-akibatnya dapat dikurangi semaksimal mungkin. Karena peralatan bekerja secara otomatis. maka secara otomatis tanda bahaya kebakaran akan berfungsi.Bagan Rencana Sistem Pemadam Kebakaran Yang dimaksud di sini adalah cara penanganan dan tindakan yang dilakukan dalam usaha-usaha perlindungan bangunan terhadap bahaya kebakaran. bila terjadi kebakaran. baik dalam mendeteksi bahaya kebakaran yang kemudian langsung memberikan tanda bahaya. 3. selain karena lebih cepat. 1. Semi Automatic Sistem ini merupakan gabungan dari cara kerja Fire Protection sistem manual dengan Fire Protection sistem otomatis. sedangkan tindakan selanjutnya adalah usaha mengatasi/memadamkan kebakaran tersebut yang masih dikerjakan dengan sistem manual. peralatannya bekerja secara otomatis. maupun dalam mengatasi/memadamkan kebakaran. Bangunan multi storey kebanyakan menggunakan sistem otomatis. Automatic Pada sistem ini. 43 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Adapun usaha pemadaman itu sendiri juga dilakukan dengan peralatan yang serba manual. seseorang yang melihat atau mengetahuinya harus menuju ke signal box atau tempat-tempat umum lainnya. 2.

Pendistribusian oksigen dikendalikan pada ruang sentraI atau ruang kontrol gas medik. memindahkan kalor dari dalam ke luar ruangan. Pengatur kelembaban 2 c. khususnya ruang berkelas. misalnya sebagai pendingin. K. perlu adanya hubungan telekomunikasi yang baik.Fungsi Ruang Ruang Rawat Inap VIP Ruang Rawat Inap Kelas I dan II Kantor Lobby / Ruang Tunggu Coridor/Hall/Staircase Central Room/Ruang Kontrol Kitchen/Canten Ruang Genset Detector Smoke Detector Rate of Rise Detector Rate of Rise Heat Detectoe Rate of Rise Heat Detector Rate of Rise heat Detector Smoke Detector Fixed Temperature Detector Fixed temperature Detector Jenis Detector H. Memperlancar distribusi O . Ruang kontrol direncanakan perletakannya di antara bangunan medik sentral.Sistem Paging dan Announcement (seleksi paging. dan Instalasi Rawat Inap Kelas) melalui outlet. emergency. Line audio untuk pengumuman dan radio. maka pada skala pelayanan yang dituju Rumah sakit akan lebih optimal bila menggunakan AC split atau AC window. Pesawat telepon sentraI dengan sistem PABX. sedangkan sebagai pemanas. Ruang Bersalin (VK). . agar mempunyai komposisi ideal bagi pernafasan Untuk efisiensi. Pada instalasi rawat inap. public adress). Line interkom sebagai penghubung antar instalasi dan antar nurse station c. . I. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 44 . Dalam sebuah bangunan. Sistem Tata Suara Lingkup Pekerjaan . yaitu beberapa TBT yang dapat dipergunakan menjadi beberapa pesawat extension. Prinsip AC yaitu memindahkan kalor dari satu tempat ke tempat yang lain.Kriteria Sistem Gas Medik Penggunaan sistem gas medik sentral ini memiliki beberapa keuntungan yaitu antara Iain: (a) efisiensi tenaga pengangkut tabung oksigen. yaitu dengan mengupayakan beberapa sistem telekomunikasi operasional : a. IGD. memindahkan kalor dari sistem pemanas ke dalam ruangan. J. (b) kemudahan distribusi untuk bangunan berjangkauan jauh. dan ruang Iain yang membutuhkan sterilitas.Sistem Back Ground Music. Sebagai pengatur suhu (pendingin atau pemanas) b. fungsi utama AC adalah: a. (c) kemudahan perhitungan pemakaian oksigen. fungsi pengkondisian udara bertujuan untuk mencapai kenyamanan pada suhu udara dan kelembaban yang terkontrol.Sistem Keadaan Darurat dan Evakuasi. melalui pipa bertekanan disalurkan ke ruang-ruang yang membutuhkannya (misalnya Ruang Operasi. Kriteria Sistem Pengkondisian Udara Pengkondisian udara lebih ditekankan kepada fungsi pelayanan dengan tingkat sterilitas tinggi serta ruang dengan instrumen pendukung yang membutuhkan persyaratan suhu dan kelembapan tertentu. b. yaitu: ruang operasi. Kriteria Sistem Telekomunikasi Di dalam menunjang kegiatan pelayanan di Rumah sakit.

PLN (Perusahaan Listrik Negara). distribusi dayanya sangat terbatas pada pemakaian maksimal yang diijinkan/ dilanggan. Sistem CCTV (Closed Circuit Television) Lingkup Pekerjaan adalah CCTV (Closed Circuit Television System) digunakan untuk membantu pengawasan kegiatan operasi . Kriteria Perancangan dan Uraian Singkat Sistem .Nurse Station ditempatkan pada tiap lantai dimana masing-masing lantai menggunakan 1 nurse station . Dengan demikian bahaya gangguan dapat terdeteksi lebih dini sehingga dapat diambil tindakan – tindakan yang cepat dan tepat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.Ruang Ruang Pasien Kamar Rawat Hall & Coridor Ruang Operasi Umum Ruang Recovery Ruang X-Ray Toilet Gudang Utility Kantor Parkir Noise Level (dB) 40 – 60 40 – 60 35 – 45 40 – 60 40 – 60 40 – 60 40 – 60 40 . yaitu : 1. . . suara pasien ditangkap oleh speaker dan bisa didengar di pesawat nurse station. CCTV Camera ditempatkan pada posisi sesuai dengan perencanaan (lampiran) b. suster juga bisa langsung menjawab permintaan pasien dengan langsung bebicara melalui handset nurse station.Ceiling Speaker Sub juga bisa difungsikan sebagai microphone. . Kriteria Sistem Elektrikal Tenaga listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di Rumah sakit dapat diperoleh dari tiga macam sumber tenaga.Kapasitas dari Nurse Station sesuai dengan jumlah Ceiling Speaker. M. Pasien dapat berkomunikasi 2 arah dengan perawat tanpa pasien harus menekan tombol (hands free).Nurse reset dipasang di pintu kamar dan dikoneksikan ke Ceiling Speaker.Bed Side Call ditarik parallel ke Ceiling Speaker Sub . .Emergency pull cord dipasang di tiap toilet dan dikoneksikan ke Ceiling Speaker . masing-masing kamar 1 lampu yang juga dikoneksikan dengan Ceiling Speaker. . Pekerjaan Nurse Call Lingkup Pekerjaan Nurse Call digunakan untuk komunikasi antara pasien dengan perawat. Sistem ini akan memonitor segala kegiatan yang terjangkau dengan kamera dan selanjutnya di tampilkan pada TV Monitor baik secara slide (kamera bergantian) maupun manual. pengunjung maupun karyawan ataupun ruangan serta lokasi lain melalui video kamera.60 60 60 70 – 80 Asumsi Tingkat Kebisingan (Noice Level) pada ruangan L. dimana hasil gambar dapat diamati melalui TV Monitor Kriteria Perancangan dan Uraian Singkat Sistem a. N. Misalnya jika jumlah speaker ada 20 buah (untuk 20 kamar) berarti kapasitas Nurse Station adalah 20 kamar. Peralatan Utama ditempatkan pada Ruang Security c. Oleh karenanya.Setiap lantai mempunyai sistem tersendiri yang terpisah dengan sistem yang berada di lantai lain. Hal ini untuk memudahkan panggilan kepada Perawat apabila Pasien memerlukan tindakan medis. 45 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Dari masing-masing Ceiling Speaker Sub ditarik ke Nurse Station dengan 1 Ceiling Speaker Sub adalah satu tarikan menuju Nurse Station. Aliran ini berasal dari jaringan yang dikelola oleh pemerintah.Corridor Lamp dipasang di depan kamar.

kebisingan dan lain-lain. . yaitu: .Tidak menimbulkan dampak yang merugikan seperti pencemaran.Tidak membutuhkan ruangan khusus untuk pengontrolan. getaran. Keuntungan dari pemakaian sumber tenaga generator set adalah : . instalasi mesin generator terdiri dari tiga kelompok.Sistem bahan bakar dan tempatnya. Baterai Baterai sering digunakan untuk mensuplai kebutuhan tenaga listrik dalam keadaan emergency yang terbatas. .Ruangan sebagai wadahnya.Mahal.Pengadaan awal lebih murah dibandingkan dengan sumber tenaga lainnya. 2. 3. dan suara dari saluran pembuangan gas.Kesulitan penyimpanan bahan bakar. .Adapun keuntungan dari pemakaian sumber tenaga PLN adalah : . . Beberapa unit ditempatkan pada individual cabinet atau pada rak untuk instalasi yang lebih besar dan selalu dilengkapi dengan peralatan automatic charging. Keuntungan pemakaian sumber tenaga baterai adalah : .Mesinnya sendiri dengan perlengkapannya. . Kekurangan sumber tenaga baterai adalah : .Generator Set Sumber tenaga ini dikelola oleh pemilik bangunan dan merupakan fasilitas bangunan. .Memerlukan pemeliharaan yang konstan dan testing yang teratur. terutama untuk penerangan dan server komputer.Timbul akibat sampingan berupa kebisingan getaran. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Ruang Ruang Pasien Kamar Rawat Ruang Pemerikasaan Ruang Operasi Umum Meja Operasi Ruang Recovery Ruang X Ray Hall & Coridor Kamar Mandi dan WC Gudang Utility Tangga Ruang Kontrol Kantor Parkir Iluminasi (Lux) 100 100 300 300 30000 .Dapat dipasang pada sistem sentral dan didistribusikan melalui saluran dari baterai langsung melalui fasilitas yang ada. .Tidak memerlukan ruangan sendiri yang terpisah . Pada dasarnya.52000 300 75 – 100 100 100 100 200 50 400 300 50 – 100 Standar Intensitas Penerangan 46 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Kekurangan sumber tenaga generator set adalah : . .Dalam operasional tidak membutuhkan biaya perawatan yang berarti.Lamanya tenaga bekerja hanya dibatasi oleh ukuran tangki bahan bakar.Biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah bila diperhitungkan dalam jangka waktu yang lama.Lamanya terbatas .

Arti Penting Manajemen Rumah Sakit Ketiadaan masterplan juga mengakibatkan banyak sumberdaya yang tidak teralokasikan secara efektif dan efisien. dimana diperlukan suatu rencana dari awal: masterplan. Di sisi lain. baik yang ada sekarang. Memperoleh keterpaduan antara rencana pengembangan program pelayanan kesehatan dengan rencana pengembangan fisik. menengah. karena tidak adanya arahan pengembangan program-program serta fisik secara jelas. 2. Oleh karenanya. layanan. melainkan juga akan melihat rumah sakit sebagai sebuah asset properti. Memperoleh dasar bagi pentahapan pengembangan fisik. Secara umum dapat dikatakan bahwa ada 3 pendekatan dalam manajemen fisik. yang kerap diperlukan adalah adanya suatu rencana pengembangan fisik jangka panjang. sekaligus menjadi acuan bagi pengembangan unit-unit di dalam rumah sakit dalam mengemban program pengembangan pelayanan kesehatan jangka panjang. dikaitkan dengan pengembangan program pelayanan kesehatan maupun dengan manajemen rumah sakit secara keseluruhan. rencana fisik. Optimalisasi fungsi. yang dapat diandalkan baik dalam jangka panjang. disadari bahwa masterplan yang komprehensif akan membutuhkan waktu yang lama dan sumberdaya yang banyak. maupun infrastruktur. hingga rancangan detail. integrasi antara manajemen fisik rumah sakit degan manajemen strategis rumah sakit menjadi sangat penting. dan justru terasa stagnan. dengan kondisi fisik (dan bisa jadi mempengaruhi layanan) yang memburuk. sekaligus sebagai kerangka dasar bagi pengembangan-pengembangan bangunan serta infrastruktur di lingkungan umahsakit 3. Sasaran penyusunan rencana pengembangan fisik rumah sakit secara umum adalah untuk: 1. yang dapat dijadikan arah pengembangan secara garis besar. maupun jangka pendek.BAGIAN 2 I BAB 12 PERENCANAAN FISIK DAN STRATEGI RUMAH SAKIT 1. serta program stratejik. Tujuan dan Sasaran Perencanaan Fisik Tujuan perencanaan aset fisik rumah sakit secara umum adalah untuk: 1. bangunan. Pertama adalah pendekatan bagi rumah sakit yang belum ada atau belum beroperasi. selain masterplan. Karenanya. Hal ini akan terkait secara erat dengan aktivitas. Kedua. Manajemen fisik tidak hanya berkaitan dengan arsitektur semata-mata. jangka menengah. Serta terakhir bagi rumah sakit yang telah menemui berbagai masalah dalam pengembangannya. Optimalisasi ruang untuk mengakomodasi fungsi yang ada sekarang maupun fungsi yang direncanakan mendatang ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 47 . maupun yang direncanakan mendatang 2. 2. baik dalam kaitannya dengan lahan. Memperoleh arah pengembangan fisik. serta jangka pendek. adalah pendekatan bagi rumah sakit yang telah beroperasi dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut.

Meningkatkan kualitas estetika. Rencana Strategis yang saat ini sudah dimiliki biasanya akan dianalisis untuk penerjemahan menjadi program fisik. Yogyakarta Copyright : PT. Masterplan Fisik Rumah Sakit Mata Dr. Optimalisasi sirkulasi dengan mempertimbangkan jejalur sirkulasi yang telah ada.Yap. 1999. maupun secara estetika-perancangan kawasan. Global Rancang Selaras 3. Menanggapi konteks dan lingkungan secara positif. namun dengan upaya menghubungkan secara lebih efektif dan efisien fungsi-fungsi yang terkait dalam lingkungan Rumah sakit 4.3. kekuatan konstruksional. serta performansi fungsional yang disandang oleh massa dan bentuk bangunan 5. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Terjemahan Program dalam bentukan fisik . 48 Komitmen Perencanaan Strategis Tata Aktivitas Tata Ruang Tata Massa Tata Sirkulasi Tata Konteks Kinerja Meningkat Pengembangan Fisik Bagan diatas menggambarkan strategi rumah sakit kedepan sangat mempengaruhi konsep fisik yang akan dikembangkan. baik dari sisi fungsional-higiene. Kerangka dan Konsep Kerja Dalam rangka pengembangan fisik rumah sakit untuk mencapai visi yang telah ditetapkan diperlukan suatu pendekatan komprehensif untuk menghubungkan berbagai strategi seperti terlihat dalam pendekatan berikut ini menurut kerangka yang dikembangkan dari diagram awal oleh Horak.

dan distribusi sumberdaya lahan. penganggaran Tipe. intensitas. alur kerja yang lazim diterapkan adalah sebagai berikut : Strategis Fisik Kajian Performa RS saat ini Analisis Situasi Evaluasi Pasca Huni Gap antara performa dengan visi Benchmarking dengan Visi Analisis Optimalisasi fasilitas saat ini untuk mencapai visi Estimasi kapasitas dari rencana strategis yang ada Arahan rancangan fasilitas fisik Pemrograman Strategis untuk fisik Konsep pengembangan fasilitas fisik ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Prioritas pemrograman. Penjabaran tersebut akan meliputi kegiatan-kegiatan sebagaimana berikut : . kerangka ini akan dikembangkan bersama antara konsultan dengan para stakeholders yang terkait dalam pertemuan konsultatif di rumah sakit. bangunan. infrastruktur 49 Dalam pelaksanaannya.Secara lebih rinci.

Untuk mengakomodasi berbagai tuntutan aktivitas yang ada. Kriteria Umum Perancangan Kriteria perancangan merupakan pertimbangan umum termasuk normatif standar yang mendasari proses perencanaan dan perancangan rumah sakit. kriteria-kriteria yang digunakan antara lain: ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . ekspresi) mampu mencapai target yang telah disepakati bersama.50 4. dalam hal ini kriteria perancangan menjadi alat ukur (benchmark). Kriteria perancangan dibutuhkan agar bangunan beserta lingkungannya secara guna (fungsional) dan citra (konsep estetika.

Fleksibel .Sosial .Desain yang menekan biaya operasional .Kenyamanan . Global Rancang Selaras .Privasi Pertimbangan umum pada: .Memenuhi persyaratan standar teknis bangunan Rumah sakit 2. tahap konstruksi atau pembangunan masa datang 5.Lingkungan pengobatan 8.Taraf hidup .Hubungan antar fungsi .Lingkungan pengobatan 6. Arsitektur yang baik Kriteria yang digunakan: .Kenyamanan .Berdasar standar ruang yang ada.Bangunan terorganisasi dengan baik 4.Biaya pemeliharaan .Bangunan ekonomis . Fungsional Kriteria yang digunakan: Masterplan Fisik dan perancangan Rumah Sakit 'Asyiyah.Fleksibilitas untuk berubah 3.Taraf hidup .Mudah merespon perubahan penggunaan .Standar dan hubungan ruang .Penggunaan ruang Masterplan Fisik Rumah Sakit Ngesti Waluyo.Memenuhi persyaratan Panduan Bangunan Rumah sakit .Penggunaan energi . Klaten Copyright : PT. Memenuhi standar bangunan kesehatan Kriteria yang digunakan: . .Pentahapan dalam perencanan. Aspek Efisiensi Kriteria yang digunakan: .Privasi Pertimbangan umum pada: . Aspek Ekonomi dan Berkesinambungan Kriteria yang digunakan: .Estetika 7.Pergerakan orang dan distribusi barang .Estetika 51 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Global Rancang Selaras . . Parakan Pertimbangan umum pada: Copyright : PT. Arsitektur yang baik Kriteria yang digunakan: .Pemisahan .Standar dan hubungan ruang .Sosial .Pemeliharaan murah Pertimbangan umum pada: .Dapat berkembang sesuai kebutuhan .Pemisahan . Fungsional Kriteria yang digunakan: .1.

Tabanan. Bali.Selain itu perencanaan dan perancangan fisik fasilitas kesehatan juga perlu didasarkan pada kualifikasi fasilitas pelayanan kesehatan yang secara diagramatis disajikan pada diagram berikut ini : Rumah Posyandu Perawatan di rumah Farmasi Toko Obat Perawatan sendiri Pengawasan Perawatan Otomatis Informasi dan bimbingan Pengarahan Pelayanan Kesehatan Negara Pusat pelayanan kesehatan dan sosial 10 km dari rumah Balai Pengobatan RSIA. RSB Pusat Kesehatan Masyarakat Perawatan Sosial Perawatan Utama Perawatan Luar Jangkauan Informasi dan bimbingan Pusat pelayanan umum 100km dari pusat komunitas Rumah Sakit Rujukan Rumah Sakit Umum Daerah Pelayanan diagnosis awal Perawatan segera Kecelakaan kecil Perawatan pasien inap oleh perawat Rehabilitasi intensif Manajemen pelayanan kronis Pusat pelayanan khusus 250 km dari pusat kota Rumah Sakit Umum Pusat Perawatan Sekunder Perawatan Tersier Perawatan terencana Perawatan darurat Diagnosis kompleks Perawatan dan pengobatan pasien inap 52 Masterplan RSUD Tabanan. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .

Analisis Aspek Transportasi dan Sirkulasi . Analisis Infrastruktur Masterplan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Brawijaya Copyright : PT.Sirkulasi Eksternal dan Parkir .Layanan Medis dan Penunjang Medis . Tata Aktivitas . terdiri dari : 1.Jumlah dan Besaran Ruang . Rencana Anggaran Biaya (Cost Estimation). Analisis Bangunan . Rancangan Rumah Sakit.Analisis Infrastruktur On-Site 2.Karakteristik Ruang Masterplan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Lampung Copyright : PT. Tata Ruang . Rencana Induk Pengembangan Fisik (Physical Masterplan) Terdiri dari : 1. Hasil Analisis Purna Huni (Post Occupancy Evaluation) a.Analisis Aspek Behavioral c. Global Rancang Selaras .Penempatan dan Pengelompokan Ruang .Fasilitas Fisik dalam Perspektif Strategis dan Perspektif Bisnis .Kegiatan Non Medis b.Desain Pelaksanaan dan Gambar Kerja (Detailed Engineering Design dan Working Drawing).Analisis Aspek Teknikal .Sirkulasi Internal c. Global Rancang Selaras c. Tata Massa Masterplan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Mataram Copyright : PT.Hubungan Antar Aktivitas b.Pembiayaan dan Pentahapan . Program Kegiatan . Produk Dalam pelaksanaannya.Konsep Rancangan dan Prarancangan (Design Concept & Predesign) 2.Karakteristik Pelaku . Global Rancang Selaras .Performansi Kuantitatif dan Kualitatif Bangunan B.Program Pengelolaan .Pengelolaan dan Kelembagaan 3.5.Rencana Pukal dan Pentahapan (Block Plan and Phasing Plan) a.Analisis Aspek Fungsional .Pengembangan Rancangan (Design Development) 3.Sistem Ruang Fungsional .Sistem Intensitas Bangunan .Sistem Aktivitas . Program Ruang .Sistem Ruang Terbuka Hijau d.Analisis Aspek Lokasi .Analisis Infrastruktur Off-Site .Analisis Aspek Guna Lahan dan Zoning b. Tata Sirkulasi . Rencana Kerja dan Syarat-syarat (Performance Spesification) 53 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . produk masterplan fisik hingga pada rancangan yang dapat dilaksanakan/konstruksi akan meliputi hal-hal berikut: A.Program Fasilitas Fisik (Facility Program) a. Analisis Lahan .

meliputi kasus bedah (traumatologi dan terkait dengan organ tubuh bagian dalam) dan non bedah (penyakit dalam. Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gawat Darurat Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. . jarak minimal adalah 1.Pembentukan ruang-ruang yang dimungkinkan untuk digunakan sebagai ruang observasi dan ruang resusitasi. Paling tidak. dengan tiap-tiap persyaratan fasilitas yang memadai.Pada kasus ibu melahirkan. anak dan syaraf). Tata letak dan persyaratan ruang: . 25% dari jumlah keseluruhan bed merupakan single bed.4 meter.ruangan dengan banyak bed jarak antar bed 2. .BAGIAN 2 I BAB 13 PERENCANAAN FASILITAS RUMAH SAKIT 1. Fleksibilitas ruang diarahkan pula terhadap terjadinya bencana masal sehingga memungkinkan ditampung di IGD . Berbeda dengan bagian Ibu dan rawat Anak dengan jumlah maksimal 20-25 bed. Untuk alasan kesehatan. 2008 54 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Adanya pemisahan akses antara pasien dengan perawat/ dokter. .Mudah dicapai dan terlihat jelas dari area eksternal Rumah sakit . Dimensi tempat tidur menjadi pertimbangan yang penting dalam merancang ukuran ruang. dan Kamar Bedah. Ukuran Umum Jumlah bed pada unit ini tidak boleh melebihi 35 bed.Adanya pemisahan antara tindakan untuk pasien bedah dan non bedah. meskipun maksimal yang dianjurkan adalah 30 bed. Instalasi Gawat Darurat Fungsi Memberikan pelayanan kesehatan karena kondisi gawat darurat dan memerlukan penanganan cepat dan tepat.Secara fungsional mempunyai hubungan langsung dengan unit ICU. serta kemudahan akses dengan Unit Rawat Inap. Diagnostik. 2 meter. IGD mempunyai akses langsung dengan IKB .Keseluruhan ruang dan alat ditetapkan untuk digunakan selama 24 jam. . Pelayanan Pasien Dalam Rumah Sakit / Inpatient A.

. .Luas ruang klas II : 12 m² / tt . dirawat pada "single room" atau isolator plastik untuk mengurangi penyebaran melalui udara atau dari penderita . .Ruang perawat terhadap ruang pasien harus sedekat mungkin sehingga memudahkan jangkauan .4 cm untuk mengakomodasi pemakai kursi roda.4 cm x 152. .Setiap nurse station maksimum melayani 25 tempat tidur. dengan tujuan agar lebih dapat memastikan tingkat penyampaian mutu pelayanan. .Tersedia tempat cuci tangan bagi perawat atau dokter didalam ruangan rawat inap infeksius (isolasi) dan fasilitas km/wc sendiri di dalam ruangan .Khusus untuk pasien tertentu harus dipisahkan seperti : . Instalasi Rawat Inap Fungsi Disediakan untuk memfasilitasi pasien yang harus menginap di Rumah sakit dalam tahap kuratif dan rehabilitatif dengan perawatan intensif 24 jam. Sebuah kursi roda juga dapat digunakan dalam area 121. Persyaratan Luas Ruang untuk Instalasi Rawat Inap -Standar luas ruangan sesuai ketentuan adalah : .Luas ruang klas I : 24 m² / tt .Adanya pengelompokan ruang sesuai kelasnya. .Luas ruang klas III : 12 m² / tt . di lain kondisi penambahan peralatan unit servis perawatan akut.Luas area depan pintu 152. handrails harus diberikan pada koridor.8 – 121. Tata letak dan persyaratan ruang: 1.Harus memenuhi ketentuan untuk akses orang cacat seperti pada bagian untuk komplemen dari batang pegangan dan rel pada area toilet dll. Kualifikasi Ruang untuk Instalasi Rawat Inap .9 cm . 2.Lebar pintu antara 116.Ventilasi mekanik di ruang rawat inap isolasi. . Penempatannya berada pada area dengan tingkat privasi dan ketenangan yang tinggi dan memiliki akses pencapaian yang mudah dengan zona bedah dan zona penunjang medis.Pasien yang mengeluarkan suara gaduh .B.9 cm adalah jarak standar untuk dapat mengakomodasi tempat tidur pasien standar (121 cm x 99 cm). yaitu prosedur perawatan khusus untuk mengurangi penyebaran infeksi melalui kontak langsung/perawatan .Kamar mandi untuk perawatan jangka panjang seharusnya dirancang untuk menggunakan peralatan yang dapat mengangkat pasien.Sinar matahari pagi diupayakan dapat masuk ke dalam ruangan.Khusus rawat inap ibu-anak akan berada pada kelompok ruang yang terpadu dengan VK dan terpisah dengan rawat inap infeksius maupun penyakit dalam atau degeneratif. 55 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . dan dari koridor ke ruang rawat setiap saat . Lift hidrolik tempat mandi (bath up) merupakan pertimbangan investasi kesehatan yang baik.Luas ruang khusus bayi : 6 m² / tt .2 cm.Barrier nursing. dan terletak pada daerah yang mudah terjangkau dengan arah orientasi kepada kamar-kamar pasien.Lebar minimum area tempat tidur pasien 251.5 cm.Pemisahan penderita infeksius.9 cm x 121. .. sehingga kedua sisi di samping tempat tidur pasien memiliki lebar masing-masing 76.Memaksimalkan terhidarnya kontaminasi didalam ruang rawat inap infeksius dengan menjaga aliran udara dari anteroom menuju ke ruang pasien. .Pasien yang menderita penyakit menular. untuk mengurangi penyebaran melalui udara dengan cara mengeluarkan bakteri dari kamar penderita dan pada isolasi protektif yang membebaskan kamar penderita dari bakteri yang ada diluar kamar.Pasien atau penyakit dan pengobatan yang menimbulkan bau.

) . dalam menangani beragam tipe penyakit. . lampu atas tempat tidur dan lampu tarik-ulur.Perawatan serangan jantung (ccu = coronary care) . . 2008 C.Penyakit anak-anak dan neonatal .Angka kuman ruang perawatan isolasi kurang dari 700 koloni/m3 udara dan bebas kuman pathogen alpha streptococus haemolitius.Daerah non steril / ruangan umum yang tidak berkaitan langsung dengan perawatan intensif. Panel-panel tersebut meliputi katub gas atau oksigen. stop kontak bawah.T. rumahan untuk panggilan perawat.U. Jenis utama yang ditangani sebagai berikut: . ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . 3.Daerah steril yang terdiri dari ruang perawatan ICU / ICCU. Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gawat Darurat Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. nurse station terutama bagian yang langsung berkaitan dengan keperawatan.Luka bakar dan spesialis atau penyakit khusus Pengembangan fasilitas perawatan intensif dapat berbeda dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya..Tingkat kebersihan lantai untuk ruang perawatan isolasi 0-5 kuman/cm2. dan bergantung pada apa yang disebut Statement of Function 56 Zonasi fungsi pada Instalasi rawat Intensif: Zonasi dibagi menjadi : a. b. Instalasi Rawat Intensif (ICU) Umum / fungsi ICU juga dikenal sebagai Intensive Therapy Unit ( I. tombol tanda alarm.Terakomodasi panel kontrol untuk ruang rawat pasien. Tingkat Kebersihan dan Mutu Udara untuk Instalasi Rawat Inap .operasi . papan monitor dengan perlengkapan outlet.Kadar debu tidak melampaui 150 ug/m3 udara dalam pengukuran rata-rata 24 jam. . jam digital. terdiri dari fungsi-fungsi penunjang baik medik maupun non medik.Mutu udara memenuhi persyaratan untuk tidak berbau (terutama H2S dan Amoniak).

Fasilitas panggilan pelayanan staf ini harus tersedia pada setiap tempat tidur untuk penanganan cepat Persyaratan Pencahayaan. Komunikasi g.Letaknya berdekatan dengan area unit bedah atau berada dalam satu zona Medik Sentral serta mempunyai hubungan langsung dengan radiologi.Masing-masing area tempat tidur pasien akan mempunyai ketetapan untuk privasi visual dari pengamatan pasien dan pengunjung lain . IGD dan rawat Inap . . Jarak dari tempat tidur pasien terhadap jendela tidak kurang dari 15 meter. Kabel monitor .Pencahayaan yang cukup dan adekuat untuk observasi klinis dengan lampu TL day light 10 watt/m2. Suhu 22º–25º kelembaban 50–70%. ditempatkan untuk dapat memastikan kondisi pasien tanpa halangan dari pos perawat.Harus ditunjang dengan jaringan gas medic .Harus bebas dari gelombang elektromagnetik dan kedap getaran. 57 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Direkomendasikan maksimumnya hingga 15. Suhu dan Kelembaban pada Ruang perawatan intensif: . Exhausts fan e. .Aliran listrik tidak boleh terputus. Bakteriologis h.Terisolasi dan mempunyai standar tertentu terhadap: a. . Ventilasi c. pasien diharuskan melihat ruang luar tidak lebih dari dua panel kaca yang terpisah. Jika memakai partisi. AC d.Akses. . . . Jendela dan akses tempat tidur menjamin kenyamanan pasien dan personil.Direkomendasikan ketetapan minimum tempat tidur untuk ICU adalah 5.Untuk membantu staf pengamatan atas pasien di dalam ruang tidur atau pasien tunggal menginap. terhadap lingkungan/ ruang luar yang tidak kurang dari satu jendela setiap ruangnya.Tata letak dan persyaratan ruang: .Penempatan ICU/UGD akan memudahkan pengaksesan ke dan dari Penanganaan Kecelakaan.Patologi (pelayanan analisis darah).Gedung harus terletak pada daerah yang tenang. Desain dari unit juga memperhatikan privasi pasien. . Pipa air f. . .Ruang Operasi. .Radiologi ( pelayanan sinar x).Setiap tempat tidur harus mempunyai akses secara visual. selain sinar matahari alami.Mempunyai pendingin ruangan/AC yang dapat mengontrol suhu dan kelembaban sesuai dengan luas ruangan.Harus tersedia pengatur kelembaban udara.Temperatur ruangan harus terjaga. Semaksimal mungkin adalah 10.Penghawaan udara menggunakan penghawaan buatan berupa air conditioner (AC). seharusnya dapat disediakan. laboratorium. . jendela pengamatan. Bahaya api b.

berikut ini yang diperlukan dalam Coronary Care Unit (CCU). Open plan pada layout tempat tidur tidak dapat diterapkan. Instalasi Rawat Intensif Koroner/ ICCU Fungsi Pasien Cardiac punya kebutuhan khusus. 2008 D. Dimana 5 tempat tidur dikombinasikan ICU/ICCU yang tersedia. jarak tempuh tidak boleh lebih besar dari 15m dari tempat tidur sampai ke fasilitasnya.beberapa dari ruangan pasien yang dijadikan ruangan tambahan untuk unit perawatan penyakit akut. Tata letak dan persyaratan ruang: . .Ketentuan tempat tidur Jumlah tempat tidur pada ICCU akan sama dengan ICU pada umumnya.Multiple equipment display Peralatan untuk memonitor pasien Cardiac harus mempunyai ketentuan untuk penglihatan visual pada tempat tidur dan pusat pelayanan. Tidak pada tiap Rumah Sakit dapat atau harus menerima Pediatric Intensive Care Unit yang terpisah. bentuk perawatan segera dan kritis. . ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 58 .unit perawatan yang berdiri sendiri atau unit perawatan yang berupa kelompok.Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi rawat intensif Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. E. walaupun 2 tempat tidur dalam 1 kamar diperbolehkan. Rasio antara pasien dan rasio tidak lebih dari 4:1. dari neonates sampai adolescent. paling tidak 2 harus didalam kamar-kamar. mempunyai kebutuhan fisik dan psikologi yang unik. .Toilet Tiap pasien Cardiac harus dapat mengakses bagian dari WC. . Ini adalah pilihan bahwa tiap pasien Cardiac punya kamar terpisah atau kamar berukuran kecil untuk privasi dari penglihatan dan pendengaran. Pasien pediatrik yang kritis.sebagai tambahan pada standar ICU diatas. Minimum 50% dari pasien ICCU harus diakomodasikan dalam pasien ruang singlebed. Unit Penyakit jiwa Umum / Fungsi . kamar atau kamar berukuran kecil.unit perawatan yang berintegrasi di dalam sebuah rumah sakit umum.

keselamatan pasien dan staf . tapi tidak diharuskan. pencahayaan yang tahan terhadap vandalisme. dan lain-lain) harus dicegah. 59 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .5 m2 c. meja.hak-hak legal pasien . (seperti balkon. .Tata letak dan persyaratan ruang: Keamanan. lemari. dan lain-lain. built in robes. konstruksi dan perabot harus menyediakan perlindungan dari self injury dan kerusakan properti seperti pergeseran door handles. Fasilitas harus merupakan tempat isolasi aman yang bisa dikunci.Kamar Pasien Kamar pasien harus mengikuti standard berikut: a. Keselamatan dan Hak-hak Pasien Mempertimbangkan hal-hal di bawah ini ketika menentukan level perlengkapan/syarat keamanan di dalam fasilitas penyakit jiwa: . Akses langsung bisa dipilih. . Sekurangkurangnya 50% tempat tidur sebaiknya diletakkan di dalam single bed rooms. walaupun hanya terdapat satu Ruang Pengasingan per unit perawatan.5 m2 d. kamar-kamar eksklusif. harus disediakan untuk situasi darurat. atap. plafond dan penetrations – pintu dan jendela) untuk memastikan penahanan yang disebutkan di atas. Single bed room – 10. Pengaktifan bisa dari call points yang tersembunyi yang cocok atau transmitter personal yang bisa dipindah. alcoves (ruang kecil di dalam suatu kamar). peralatan mekanikal yang dipasang di lantai dan lain-lain adalah: b. khususnya pada situasi darurat. Four bed room – 30 m2 . bergantung pada level perlengkapan/syarat. akses menuju ruang luar di atas ground level.Jumlah Tempat Tidur Jumlah maksimum tempat tidur di dalam unit perawatan penyakit jiwa sebaiknya 30. harus mempunyai suatu kesatuan barrier yang tahan (lantai. Ini untuk memastikan penahanan situasi bahaya yang potensial dengan beberapa pasien. di dalam area demi area dan sebagai sebuah unit perawatan yang lengkap. Ketika fasilitas penyakit jiwa terletak di dalam bangunan bertingkat tinggi. Untuk tambahan. Pemilihan door hardware harus menyediakan jaminan keamanan pasien dengan penggunaan yang mudah oleh staf. masing-masing dengan akses menuju fasilitas kamar pasien yang lain.Acoustic Privacy Akustik ruang harus dipertimbangkan dan diakomodasi dengan baik.Security and Glazing Semua jendela dan panel-panel observasi harus dipasangi dengan kaca yang aman atau material alternatif lainnya yang sesuai. seperti bahaya pada staf dan pasien lain (penyerangan) dan terhadap pasien sendiri (bunuh diri). Unit perawatan atau bagian unit perawatan yang aman.status rumah sakit Unit perawatan penyakit jiwa harus mempunyai perlengkapan/syarat keamanan umum pada Unit Perawatan Penyakit Akut. dinding. Two bed room – 17. seperti polycarbonate dan lain-lain. Ukuran minimum kamar. Pertimbangan harus diberikan pada proses pengaktifan system alarm oleh staf. . Perlindungan earth leakage (kebocoran) terhadap sirkuit listrik dan temper proof outlets harus disediakan di dalam fasilitas penyakit jiwa. seperti tombol tekan digital di lokasi darurat sebagai pengganti sistem pengaktifan dengan kunci.

gudang d. Ruangan bagi kegiatan terapi membutuhkan penambahan ruang seluas 0. handwashing b. Elemenelemen estetis sebisa mungkin dikurangi pada bagian ini.Gudang Perlengkapan Ruang gudang untuk troli. Kelengkapan peralatan untuk menggunakan fasilitas tersebut.Occupational Theraphy 2 Tiap unit psikiatri harus memiliki 1.75 m2 untuk tiap pasien dengan ukuran ruang minimal 12 m2 tiap ruang.Nurse Station Harus ada 'nurses station' sehingga staf yang bertugas dalam aktifitas rutin dapat mengawasi pasien secara berkala. . sebuah pantry berdampingan dengan area makan juga harus disediakan.Jendela Pada bagian jendela yang dapat dibuka. Ruang ini dapat digabungkan dengan 'quite space' seperti disebutkan di atas. Dilengkapi pula dengan kunci-kunci yang dikontrol oleh staf rumah sakit.Cermin. displays 60 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Fungsi yang diakomodir. · Pada Unit Perawatan Penyakit Akut. Lokasi dalam unit psikiatri tidaklah esessial. Tambahkan 1. . dan satu ruang lainnya digunakan untuk 'noisy activities'. tapi harus dapat di akses dengan mudah ke unit tersebut. b. satu ruang digunakan untuk 'quiet activities' . tiap pasien sebaiknya mempunyai akses menuju kamar pasien.Pemeriksaan dan Perawatan Minimal 1 ruang pemeriksaan dan perawatan harus tersedia untuk setiap 30 bed unit rawat psikiatri.5 m ruangan terpisah bagi tiap pasien untuk kegiatan terapi 2 dengan minimum total area 20 m . Ruangan ini dapat menggunakan fasilitas bersama dengan unit perawatan lainnya. . Area tersebut ukurannya 3. memiliki fitur keamanan/elemen-elemen pengamanan yang efektif seperti jendela-jendela sempit yang tidak memungkinkan pasien untuk lari. tetapi tidak diharuskan. Bisa dilakukan. Ruang tersebut digunakan untuk ruang makan. Ukuran dan kebutuhan pantry akan bergantung pada fasilitas yang direncanakan . serta tertutup untuk kebutuhan privasi. Ruang tersebut harus menyediakan area untuk : a.Group Therapy Ruang bagi kelompok terapi harus tersedia. Dalam hal ini.. .7 m2 untuk tiap pasien dan ukuran ruang minimal seluas 21 m2 . bahwa kamar pasien bisa diakses langsung dari kamar-kamar pasien yang lain dan tidak melalui area koridor umum. 'charting area' harus disediakan dengan persyaratan privasi akustik dan visual yang memadai. .5 m2 per pasien untuk kebutuhan area makan.Koridor Variasi dari lebar minimum koridor bergantung pada : a. Kaca-kaca harus dari kaca yang aman atau bahan lain yang cocok yang tahan dan konstruksi yang tahan pecah atau tidak mudah hancur.Ruang sosial ( Ruang-ruang Harian ) Setidaknya terdapat 2 ruang sosial yang terpisah harus disediakan. atau toilet terpisah dan kamar mandi. kursi roda dan lain sebagainya. Kelengkapan tersebut akan dapat menunjang perlindungan dari perlukaan pada diri sendiri dan kerusakan properti. Hal ini dilakukan untuk menghindari pasien merasa bahwa mereka 'selalu diawasi'. work tops c. Jendela observasi diluar area pasien dapat digunakan jika pengaturannya tetap mengkondisikan file-file pasien tidak dapat dibaca dari luar 'charting space'. . . dapat berada di luar unit psikiatri dengan catatan bahwa dibuat akses yang baik untuk perlengkapan tersebut sebagaimana dibutuhkan. harus disediakan.

F. . Radiologi. dan Kamar Bedah. Tata letak dan persyaratan ruang: . Ruang dengan ukuran 4000 x 5000 mm sangat direkomendasikan. baik elektrikal maupun mekanikal 5. Memerlukan tingkat ketenangan yang tinggi. ruang resusitasi bayi (neonatal) dan ruang penunjang lainnya. Jarak 3900 mm disini adalah jarak dari ujung atas tempat tidur sampai ke dinding seberangnya. peletakkan jendela dan perawatan jendela harus lebih diperhatikan dalam hubungannya dengan lokasi peralatan dan servis. Jika ruangan tersebut memiliki jendela. dan konstruksi harus mengikuti kaedah ketentuan unit perawatan : Keamanan. melarikan diri. Persiapan dan relaksasi pasien selama proses kelahiran labour 2. Meliputi ruang bersalin (VK). . Dengan kata lain. Penentuan peralatan. Pintu harus terbuka dan memungkinkan untuk perawat melakukan observasi terhadap pasien dengan tetap memperhatikan privasi dari pasien tersebut. menghindari adanya tirai yang panjang di jendela. Unit Kamar Bersalin (VK) Fungsi Memiliki akses langsung yang mudah dijangkau dan akses langsung ke zona penunjang medik serta rawat inap kebidanan. penyesuaian. Misalnya. dan Hak Pasien. penggunaan ruang semaksimal mungkin. . Ruangan yang ada dapat difungsikan sebagai ruang harian ataupun ruangan bagi satu pasien saja.Birth Preparation Room Setiap Birth/Preparation Room (Ruang persiapan kelahiran) didesain untuk single occupancy (satu kepemilikan). fungsi area terapi dapat diwujudkan dalam area bagi aktivitas yang menyebabkan kebisingan. ICU. Fasilitas lengkap yang harus disediakan untuk Birth/Preparation Room (Ruang persiapan kelahiran) adalah sebagai berikut: 1.Ruang Terpisah (Seclusion Rooms) Di dalam unit perawatan kejiwaan harus ada ruangan terpisah untuk pasien yang membutuhkan keamanan atau perlindungan. dan peletakan pintu dimana pintu tersebut paling kecil pengaruhnya terhadap ruang. Laboratorium. dengan tetap menekankan optimalisasi.Ruang bersalin harus mengelompokkan pasien sesuai dengan jenis persalinannya. termasuk tempat tidur dan kursi kelahiran sangat tergantung pada berapa dimensi ruang tersebut. Oleh karena itu.Area terapi dapat mengakomodasi lebih dari 1 unit perawatan. Penyelesaian. yaitu normal dan persalinan khusus. Ruangan tersebut harus berlokasi di tempat yang memungkinkan adanya pemantauan secara langsung dari staf perawat.Kamar bersalin harus dekat dengan Instalasi Gawat Darurat. Grafik dari rekam medik 3. Keselamatan. Ukuran ini adalah ruangan tanpa jendela. Peletakan pembalut dan trolley pengobatan 4. Servis yang berada di ujung atas tempat tidur. Ketika unit perawatan psikiatri memiliki kurang dari 16 kamar. dengan dimensi minimal 3900x4800mm. Akses untuk membantu berupa ensuite adjacent (ruang dalam ruangan tersebut yang berbatasan langsung dan merupakan fasilitas untuk pengguna ruangan tersebut) 61 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Seclusion rooms dimaksudkan untuk ditempati dalam jangka waktu pendek oleh pasien yang menjadi korban bunuh diri. sebaiknya dilakukan penambahan luas lantai. dibutuhkan 1 m2 tiap pasien tambahan pada total luas area. dan lain sebagainya. terluka maupun bunuh diri. serta mempunyai hubungan langsung dengan Instalasi Rawat Inap khususnya IRNA Kebidanan. Konstruksi dan perencanaan harus dilaksanakan dengan matang untuk mencegah adanya pasien yang sembunyi.

Penggunaan telepon 9. harus disediakan. demi kenyamanan ruang tunggu tersebut. fasilitas untuk membuat teh. Unit Kesehatan dari WA dapat membantu memberikan informasi tentang warna dinding dan lantai yang cocok. untuk menciptakan dekorasi yang 'home-like' atau senyaman rumah tinggal). terutama jika dapat menghadirkan suasana yang 'home-like' –seperti rumah sendiri. Setelah semua hal di atas tersebut. Sebuah jendela menghadap keluar juga sangat diharapkan. Pembuangan linen kotor dan air kotor 15. Akustik untuk privasi level tinggi 19. Baby Resuscitation (Gases. tempat penjualan minuman. 62 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . mobile infant overhead heater. Ruang untuk suami/istri Perhatian pada level desain interior juga sangat penting. Prosedur waktu (jam) 16. Sebuah ruang supplai bersih disediakan untuk keperluan penyimpanan dan distribusi dari supplai yang steril dan bersih. dan staf. seperti di ruang perawat. tempat sampah (salah satu alat untuk persiapan membuat teh). sang ayah. dan distribusi obat-obatan yang dapat dikontrol. Warna-warna yang dipilih harus sedemikian rupa sehingga tidak timbul perubahan persepsi warna oleh pengamat. Finishing harus dipilih agar dapat memberikan kemudahan dalam membersihkan.) 17. Perlengkapan Kotor (Dirty Utility) Ruang kerja kotor dibutuhkan pada ruang kelahiran. telepon. Task Lighting ( Examination/Minor Lighting) yaitu lampu untuk bekerja 13. Area untuk pengantaran tempat tidur 11. atau di perlengkapan kebersihan (clean utility). Sterile Supply Akses menuju suplai dari peralatan yang telah steril dan dapat langsung digunakan. dan kursi yang nyaman. televisi. Sebuah ruang kerja kotor. Ruang Pendistribusian Obat (Drug Distribution Station) Sebaiknya dibuat untuk penyimpanan. dapat di dibuat menyatu dengan fasilitas maupun perlengkapan yang lebih besar. Penggunaan Nurse Call 7. Clinical Hand washing (hands off scrub up basin) 18. Fasilitas yang lebih besar sebaiknya memiliki akses langsung menuju unit ataupun ruang penyimpanan suplai steril(steril supply). Penggunaan intercom 10. Patient's and Father's Lounge (Ruang tunggu pasien dan ayah) Terletak dengan nyaman menuju Control/Nursing Station (Pusat Kontrol dan Kerja Perawat) untuk komunikasi antara pasien. dll. Toilet. Sebuah ruang penyimpanan yang kecil sekalipun masih perlu yang dilengkapi dengan perlengkapan kebersihan. yaitu ruang yang digunakan untuk pengumpulan maupun pembuangan dari material-material yang kotor. Hak pasien atas privasi dan penghargaan harus dihormati. Ruang untuk penambahan peralatan jika dibutuhkan (termasuk infant incubator. Penggunaan Staff Assistant Call 8. power) yaitu saat dokter berusaha membuat bayi sadar atau agar bayi bisa bernafas lagi. selain itu juga harus tahan terhadap detergen yang kuat.. Pemberian Analgesics (Obat penahan sakit) 12.· - - - - - 6. Control/Nursing Station (Pusat Kontrol dan Kerja Perawat) Berlokasi di tempat dimana observasi lalu lintas rumah sakit terutama jalan masuk dan keluar Birth Suite (Ruang Kelahiran). persiapan. Tirai pada pintu masuk bisa dipertimbangkan. dibutuhkan gas yang digunakan untuk operasi medis dan listrik 14. Perlengkapan Bersih (Clean Utility) Sebuah ruang kerja yang bersih dibutuhkan pada ruang kelahiran.

pergantian staf (staf handover). Formula Preparation Room Digunakan untuk melayani ruang bayi. Ruang untuk konferensi. Dan sebaiknya dilengkapi dengan meja kerja(work counter). dan penyimpanan peraltan anestesi. dan sebaiknya dilokasikan sedekat mungkin dengan ruang melahirkan. Unit ini perlu diletakkan berdekatan dengan ruang melahirkan dan ruang operasi. Ruang ini dapat berbagi atau dapat dikases juga dari ruang operasi. Intensive Care (Obstetric) Fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk penggunaan obstetric (obstetric use). dengan akses menuju koridor luar untuk memudahkan pengangkutan tanpa melewati ruang kelahiran(birth room). Apabila perlatan anestesi yang digunakan mudah memiliki sifat terbakar. dan area untuk memisahkan barang-barang yang bersih dan kotor. dan juga diperlukan apabila ruang kelahiran jauh dari ruang ibu (maternity ward). cukup menyediakan suatu area saja(spat dipisahkan dengan partisi). Staff Lounge Fasiltas lounge untuk staf obstetris sebaiknya disediakan pada fasilitas ruang kelahiran yang besar. Gudang Anestesi Ruang penyimpanan untuk tabung gas untuk keperluan medis sebaiknya disediakan. Conference/Handover Room Bergantung pada besar kecilnya ukuran dari ruang melahirkan. Minimal disediakan sebuah toilet di didalam maupun di dekat ruang melahirkan. Stretcher/Trolley/Equipment Park Perlu disediakan suatu ruang untuk penyimpanan stretchers(tandu). dokter). Ruang-ruang berikut ini merupakan standar minimum yang perlu dipenuhi : 63 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . tidak memerlukan ruang khusus. Alternative Birthing Unit Unit ini merupakan unit yang berbasis bidan (mid wife based) yang memungkinkan untuk memilih alternative dalam melahirkan tanpa ber suasana (clinical environment). Namun dapat juga berbagi fasilitas sentral. melakukan beberapa tes. trolleys(tempat tidur yang disorong). sink. dan perlengkapan untuk pergerakan/perpindahan lainnya. Lounge dapat dijadikan satu dengan ruang ini apabila memungkinkan. Tempat/Ruang penyimpanan Peralatan Sebuah ruang untuk peralatan dan persediaan (supplies) dibutuhkan pada ruang melahirkan. Ruang Ganti Staf Sebaiknya dipisah antara ruang ganti pria dan wanita yang bekerja di ruang melahirkan. suster. tapi dilengkapi dengan peralatan medis yang memadai. dan training untuk staf sebaiknya disediakan pada fasilitas yang lebih besar untuk digunakan oleh para personil dari Ruang kelahiran(teknisi. Pada fasilitas yang lebih kecil. Nursery (Ruang Bayi) Apabila lokasinya jauh dari ruang ibu (maternity ward). sebuah ruang terpisah sebaiknya disediakan untuk peralatan tersebut dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Ruang untuk Pembersih (Cleaner's Room) Ruang untuk pembersih yang secara eksklusif digunakan oleh ruang melahirkan sebaiknya disediakan. maka ruang bayi yang terpisah untuk observasi pasca kelahiran perlu ditambahkan pada ruang kelahiran. Ukuran unit hendaknya dapat memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan untuk pasien dan staf.- - - - - - - - - - - - Ruang ini sebaiknya ditambahkan atau berada di dekat ruang perlengkapan kotor(dirty utility room). interview. digunakan untuk membersihkan. Ruang Kerja Anestesi Hanya pada ruang melahirkan yang berukuran besar.

-

-

-

-

-

-

-

Birthing/Lounge Room Ruangan ini harus mempu mengakomodasi kegiatan-kegiatan berikut: 1. relaksasi di kursi lounge 2. keperluan untuk makan/ dinning facilities (meja, dan kursi makan) 3. keperluan pantry/dapur(termasuk kitchen sink dari bahan stainless steel) 4. keperluan melahirkan, tempat tidur untuk melahirkan, bangku untuk melahirkan, tikar, bean bag, dll 5. tempat penyimpanan peralatan 6. tempat penyimpanan stok-stok yang steril 7. gas untuk keperluan medis 8. privasi 9. clinical handwashing 10. dan akses langsung menuju halaman privat juga sebaiknya ada. Entry (Tempat Masuk) Tempat masuk/entry perlu tertutup/screened untuk privasi. Gudang Sebaiknya mudah diakses dari birthing/lounge room atau lobby tempat masuk. Ensuite/Bathroom Ruangan ini hendaknya dilengkapi dengan toilet, shower, tempat cuci tangan, dan merapikan diri (grooming). Fitout/Finishes (Perlengkapan) Perlengkapan yang ada sebaiknya menyesuaikan budaya taupun gaya setempat. Item-item medis perlu diletakkkan sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau. Untuk penutup lantai, sebaiknya diberi finishing dengan non-slip vinyl di bawah area tempat tidue dan penggunaan karpet sebagai keseluruahn penutup lantai lebih direkomendasikan. Penutup lantai kamar mandi sebaiknya dipilih yang non-slip material. Untuk fininshing dinding dan langit-langit disesuaikan dengan kondisi setempat. Penggunaan tirai dapat diterima dan direkomendasikan. Pencahayaan Pencahayaan sebaiknya lokal, walaupun pengecualian bisa dilakukan untuk lampu pemeriksaan yang bergerak. Pintu Keluar Darurat Lokasi dan ukuran pintu yang cocok sebaiknya disiapkan untuk pemindahan bed darurat ke tempat melahirkan/operasi. Penghawaan Udara Ruang-ruang sebaiknya dikondisikan udaranya dengan kontrol temperatur pada lounge. Hal ini perlu dipertimbangkan karena suhu badan ibu yang baru melahirkan cenderung bervariasi. Akustik Unit sebaiknya memiliki isolasi akustik yang baik dari area sekitarnya.

64

Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Kamar Bersalin
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

G. Unit Peranotologi Fungsi Unit Perinatologi adalah instalasi untuk perawatan bagi bayi yang baru lahir, dan membutuhkan perawatan lebih lanjut. Tata letak dan persyaratan ruang: Unit ini biasanya terletak satu lantai/ dekat/ ada akses langsung dengan unit VK dan IRNA. Unit ini minimal terdiri dari : 1. Adanya ruang intensive care (NICU) 2. Adanya ruang bayi medium care 3. Adanya ruang bayi high care 4. Adanya ruang laktasi 5. Adanya ruang intensif care (NICU, PICU) 6. Adanya ruang dokter 7. Adanya ruang pertemuan 8. Adanya nurse station 9. Adanya ruang pantry untuk staff 10. Adanya lounge untuk ibu

Hubungan Fungsional antar ruang pada Unit Perinatologi
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

64

H. Unit Haemodealisis Fungsi Adalah Unit Instalasi Cuci darah, yaitu tindakan mengeluarkan sisa metabolisme ( koreksi elektrolit darah ), dan cairan tubuh melalui proses pertukaran antara bahan yang ada dalam darah dan dialisat melewati membrane semipermiabel di dalam ginjal buatan. Tata letak dan persyaratan ruang Unit ini biasanya terletak berdekatan dengan Unit laboratorium. Unit ini minimal terdiri dari : 1. Ruang Cuci darah (dilengkapi lavatory) 7. Ruang konsultasi 2. Ruang Cuci darah Hepatitis (dilengkapi lavatory) 8. Ruang kepala HD 3. Ruang cuci darah HIV (dilengkapi lavatory) 9. Ruang CAPD 4. Ruang tungggu 5. Nurse station 6. Ruang dokter

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

2. Pelayanan Pasien Luar Rumah Sakit
A. Instalasi Unit Jalan Fungsi Merupakan fasilitas yang disediakan bagi pasien yang tidak tinggal di rumah sakit, hanya melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan non rawat inap. Fasilitas yang terakomodasi meliputi klinik umum dan spesialisas, dengan dilengkapi fasilitas penunjang medis seperti satelit farmasi dan penunjang non medis seperti fungsi administrasi dan komersial. Tata letak dan persyaratan ruang 1. Adanya pemisahan antara unit rawat jalan infeksius dan non-infeksius 2. Ruang tunggu dapat dipergunakan untuk semua poli, namun diupayakan adanya pemisahan ruang tunggu antara penyakit infeksius dan non infeksius. 3. Poliklinik direncanakan mewadahi ruang konsultasi dan ruang periksa pada tiap unit pelayanan klinik. 4. Pemisahan antara koridor paramedik dan koridor pasien. 5. Sistim sirkulasi dengan menggunakan satu zona yang sama untuk keluar dan masuk. 6. Poli yang ramai letaknya tidak saling berdekatan. 7. Merancang proses way-finding yang baik. Setiap pasien, pengunjung, dan semua staf perlu tahu posisi mereka berada, kemana mereka menuju, bagaimana mereka menuju dan kembali

Hubungan Fungsional antar ruang pada Unit Rawat Jalan
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

65

2. Pelayanan Penunjang Medik / Klinik Bantuan
A. Instalasi Bedah Fungsi Mudah dicapai dari setiap zona terutama dari ICU/ICCU dan CSSD. Memerlukan ketenangan dan privasi tinggi. Berada pada area sentral. Selain ruang bedah, ruang penunjang yang diperlukan adalah ruang anestesi, ruang sterilisasi, ruang penyimpanan alat dan ruang persiapan. Tata letak dan persyaratan ruang: 1. Kualifikasi Ruang Instalasi Kamar Operasi o Dinding terbuat dari porselen atau vinyl setinggi plafond, dengan corak warna bernuansa dingin. o Plafond terbuat dari bahan yang anti bocor dan aman dengan tinggi minimal 2,7 meter dari lantai.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

5. o Sedangkan untuk kamar operasi spesialis membutuhkan luasan minimum sebesar 7. o Dilengkapi dengan sebuah sarana komunikasi darurat dengan bagian kontrol dan laboratorium Unit Bedah Sentral. o Ventilasi atau penghawaan sebaiknya digunakan AC tersendiri yang dilengkapi filter bakteri.2 meter dan tinggi minimal 2. o Harus disediakan gantungan untuk lampu bedah dengan profil baja yang dipasang sebelum pemasangan plafond. Pemasangan AC minimal 2 meter dari lantai dan aliran udara bersih yang masuk ke dalam kamar operasi berasal dari atas ke bawah.10 x 7.31 x 7.70 meter persegi ( 600 sq. o Tidak dibenarkan terdapat hubungan langsung dengan udara luar. o Dilengkapi dengan sarana pengumpulan limbah medis. 2008 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .31 meter ( 20 x 24 ft )= 44. hubungan ke ruang steril dari bagian cleaning cukup dengan sebuah loket yang dapat dibuka-tutup.1 meter dan semua pintu harus selalu dalam keadaan tertutup. o Beberapa ahli bedah merekomendasikan untuk luasan kamar operasi adalah o 6. o Pemasangan gas medis secara sentral diusahakan melalui bawah lantai atau diatas langit langit.60 meter persegi ( 480 sq. Lebar pintu minimal 1.o Lantai terbuat dari bahan yang kuat. mudah dibersihkan dan tidak licin. ft ). kedap air.ft) = 5.10 meter ( 18 ft x 20 ft ) sudah termasuk ruang untuk peralatan operasi. ft ).44 persegi (360 sq. 2. Penentuan jumlah kamar operasi dalam sebuah rumah sakit ditentukan dengan perbandingan 1 : 50 yang artinya 1 kamar operasi digunakan untuk melayani 50 TT. untuk itu harus dibuat ruang antara. Kualifikasi Luasan Ruang Instalasi Kamar Operasi o Kamar operasi harusnya mempunyai luasan minimal 33. 66 Hubungan Fungsional antar ruang pada Unit Bedah Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. o Hubungan dengan ruang scrub-up untuk melihat kedalam ruang operasi perlu dipasang jendela kaca mati.62 meter ( 24 x 25 ft ) = 55. o Tersedia rak dan lemari untuk menyimpan reagensia siap pakai.48 x 6. 4.

Persyaratan Udara, Pencahayaan, Suhu, Kelembaban dan Indeks Kebisingan untuk Ruang Operasi: Standar Parameter Ruang Operasi

67

Hubungan Fungsional antar ruang pada Laboratorium
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

B. Laboratorium Fungsi Memberikan pelayanan diagnostik untuk mendukung IGD, instalasi rawat jalan, radiologi, dan rawat inap. Tata letak dan persyaratan ruang: 1. Berdekatan dengan IGD dan radiologi. 2. Mudah dijangkau dari poliklinik dan IRNA. 3. Udara dalam laboratorium tidak boleh beredar pada satu tempat yang sama karena rentan akan kontaminasi zat-zat aditif, sehingga harus ada akses untuk dapat segera membuang udara. 4. Jika udara akan diedarkan kembali, dianjurkan sistem filtrasi yang sangat baik. 5. Sangat dianjurkan adanya exhaust, tetapi harus memilliki jalur tersendiri agar tidak mengkontaminasi ruang lain. 6. ingkup kerja laboratorium harus dapat menampung perlengkapan penting seperti vacum, gas medik, dan electrical services. 7. Ruang pengambilan/penerimaan spesimen harus terpisah dari ruangan pemeriksaan untuk menghindari kontaminasi. 8. Harus ada almari pendingin untuk menyimpan reagensia tertentu. 9. Ruang pengambilan hasil dapat disatukan dengan administrasi.

C. Radiologi Umum / Fungsi Peralatan & Ruang harus bisa mengakomodasi fungsi, prosedur khusus seperti terapi balok elektron, perawatan radiasi, penggambaran resonansi magnetik, tomografi komputer, unit scan, angiocardiografi, dll.bukanlah fasilitas yang biasanya ada, & tidak ada keterangan tentangnya di dokumen ini. Ketika peralatan di atas merupakan bagiang dari fasilitas maka fungsi & desainnya harus diberikan untuk kebutuhan spesifik untuk keefektifan operasi, aksesibilitas, keamanan & martabat pasien. Sonografi & Ultrasound adalah fasilitas yang biasanya dipakai, karena itu peralatan inilaha yang akan dijelaskan pada panduan ini. Tata letak dan persyaratan ruang: - Peraturan dan Undang-undang Regulasi ini berisi tentang panduan tentang bagaimana fasilitas & peralatan seharusnya digunakan, perlindungan radiasi yang diperlukan, siapa yang mengunakannya, dll. Seharusnya dikonsultasikan untuk memastikan bahwa tiap tahap telah diambil untuk menyediakan fasilitas perlindungan radiasi. Konsutasi ini harus dimulai pada tahap awal perencanaan. Dimensi dan Akses Kamar Ruang sebaiknya memiliki dimensi yang menunjang peralatan yang digunakan, untuk menunjang keamanan & gerak yang effektif dari para staf & pasien. Ketinggian langit–langit sebaiknya didasarkan juga pada peralatan, tetapi pada umumnya ketinggian minimum adalah 3000mm untuk pipa instalasi. Pertimbangan khusus juga harus diberikan pada lebar & tinggi pintu untuk memastikan bahwa pengantaran & pemindahan peralatan tidak terhalang & juga pergerakan trolley pasien tidak terhalang. Sonografi dan Ultrasound Fasilitas sebaiknya tersedia untuk : Peralatan Sonografi & Uasound (mobile) Pemeriksaan Pasien Privasi Pasien Pekerjaan Administrasi (meja & kursi) Tempat cuci tangan staf Tempat pembuangan Tempat penyimpanan (Lemari) - Lokasi Lokasi dari Fasilitas Radiologi dapat bervariasi. Harus diperhatikan kedekatannya dengan kasus kecelakaaan & darurat(jika tersedia), dan juga kamar Operasi , jika pada tidak tersedia theatre X-ray pada kamar Operasi. Fasilitas Staf Tergantung dari ukuran Ruang Fasilitas Radiologi, baik untuk sendiri ataupun berbagi dengan penghuni lain antara lain: · Ruang Makan · Ruang Ganti · Toilet - Fasilitas Umum/ Penunjang Fasilitas-fasilitas publik (dapat secara bersama-sama atau dikhususkan) yang sebaiknya disediakan antara lain : · Ruang tunggu · Kamar ganti (1 untuk penyandang cacat) · Telepon umum · Toilet umum (dapat dipakai untuk penyandang cacat) · Air minum bersih dalam suatu wadah

68

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

-

Persyaratan Penting lainnya Sebagai tambahan, perhatian khusus harus diberikan pada hal sebagai berikut : · Kemampuan daya dukung struktur untuk peralatan rumah sakit; · Perletakan peralatan pada tingkat lantai dan pergerakan yang aman bagi pasien · Ukuran diameter kabel elektrikal yang ber efek pada ruangan kamar (di lantai maupun plafond) · Ventilasi udara untuk peralatan · Perlindungan dengan timah (lead shielding) (grenjeng untuk anti radiasi) · Prosedur waktu (jadwal) · Pencahayaan untuk bekerja/dimmer (pengurangan cahaya); dan · Ruangan isolasi (untuk orang tak sadar, dsb)

D. Patologi Umum / Fungsi Sebagai dasar kebutuhan, sebuah rumah sakit menyediakan layanan bedah (surgical ) dan/ atau Kelahiran (obstetric) yang sebaiknya dapat di akses dan di layani selama 24 jam via telepon dengan layanan bedah termasuk : - Haematology (pengecekan darah) - Klinik kimia (apotik) - Analisis urin - Mikrobiologi (virus, bakteri, dll) - Anatomi patologi (urai bedah) - Cytology (bedah sel) - Bank darah
ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

Prosedur prinsip yang harus di keluarkan dalam kontrak layanan termasuk : - Kadar darah (blood counts) - Glukosa darah - Elektrolit tubuh - Urea dan nitrogen dalam darah - Kekentalan darah (koagulasi) - Transfusi darah (jenis dan kecocokan pertukaran) Ruang Simpan Darah / Bank Darah Semua Rumah sakit yang menyediakan layanan bedah dan kebidanan sebaiknya menyediakan fasilitas ruangan simpan darah berpendingin untuk transfusi. Ruang tersebut sebainya dilengkapi dengan monitor pengatur suhu dan sinyal alarm. Hal ini demi kemudahan staf pengontrol dalam menjalankan tugasnya. Pertimbangan perletakan unit ini sebaiknya diberikan dalam hal hubungannya dengan akses setelah jam kerja dan keamanan. Layanan dasar Kapasitas layanan bedah dan kebidanan sebaiknya perlu menyediakan fasilitas pathology khusus di tempat (rumah sakit tersebut). Jika layanan pathology berbasis di rumah sakit, fasilitas berikut sebaiknya disediakan, sebagai kebutuhan minimum: - Laboratorium Pathology, Ruang-ruang terpisah, mampu mengisolasi secara aman, secara spesifik disediakan unutk layanan pathology. Tidak untuk dipakai secar bersamaan dengan layanan lain. Ukuran runag sebaiknya sesuai / cukup dengan fungsi didalamnya, dan menyediakan lingkungan kerja yang aman.

69

Fasilitas dan perlengkapan untuk terminal sterilisasi (clave otomatis atau oven elektrik) spesimen terkontaminasi sebelum di kirim/diangkut. Rak bak air juga dapat dipakai sebagai tempat pembuangan cairan non-racun. standard (penyangga). Jika material radio-aktif dipakai. dan feses). Area kerja sebaiknya termasuk akses untuk menuju layanan elektrikal. incubator centrifugal. dan lain-lain. . seperti: ¾ Bunuh diri ¾ Kecelakaan lalu lintas ¾ Juga termasuk kedalamnya kematian dengan cara yang wajar namun belum diketahui penyebab kematiannya. Area kerja dari tempat pengumpulan darah sebainya memiliki bangku untuk kerja. dapat diletakkan diluar area laboratorium dan dipakai bersama dengan unit lain.- - - - - - - - Lokasi Fasilitas pathology. dan lain-lain. fasilitas rumah sakit membutuhkan pertimbangan untuk kemungkinan keamanan terhadap bahaya Radio aktif (Radiation Safety Act). Fasilitas penyimpanan untuk reagen (bahan reaksi). Klasifikasi 1. Pernyataan dari fungsi sebaikya di deskripsikan dalam kontrak dan/atau layanan pathology. termsuk pendingin jika dibutuhkan. E. jika tergabung. Ketentuan standar keamanan untuk bahan-bahan kimia termasuk penyiram ketika keadaan darurat. 70 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Bangku laboratorium yang menyediakan tempat untuk mikroskop. paling baik diletakkan berdekatan dengan area layanan yang sering dipakai. Fasilitas pengumpulan Urin dan feses sebaiknya dilengkapi dengan WC dan bak cuci tangan. ruang bagi pasien untuk duduk. antara lain ruang operasi dan ruang kelahiran. Mortuary/ Otopsi Umum / Fungsi Unit mortuari atau otopsi adalah fasilitas untuk menempatkan jasad. 2. pengisian dan rekam perawatan Lounge. alat pembilas mata. Area administrasi meliputi kantor sebagus mungkin ruangan untuk penulisan administrasi. dan Bak dengan air Ruang simpan darah berpendingin Rak baskom/wadah air untuk para staf mencuci tangan. tempat simpan yang tepat untuk cairan yang mudah terbakar dan lain sebagainya. dan ruang hampa. Loker dan fasilitas toilet sebaiknya diletakkan untuk memudahkan bagi staf laboratorium pria dan wanita . Hospital autopsi Dilakukan berdasar permohonan dan oleh praktisi medik jika otopsi forensik tidak mendapatkan hasil. guna dilakukan peninjauan lebih lanjut terhadap jasad tersebut oleh pihak-pihak yang berwenang. persediaan. dan wastafel. Otopsi forensik (koroner) Bila kematian dari seseorang disebabkan oleh hal-hal yang tidak wajar. urin. Fasilitas pengumpulan Spesimen/sampel (darah. dan kaca-kaca spesimen mikroskop. gas. analizer bahan kimia yang sesuai. (terminal sterilisasi tidak diperlukan bagi spesimen yang dibakar ditempat). Pencahayaan alami menguntungkan bagi laboratorium jika di lakukan dengan baik.

air. Ruangan ini bisa berupa bangunan tunggal yang berdiri sendiri atau tergabung pada fasilitas umum bedah.R.Unit operasi-electro . dokter) untuk prosedur x-ray . mesin anestesi.Cahaya untuk tambal sintetis .R.Fasilitas pengembangan dental x-ray . Selain itu. udara/air) c) Turbin udara.Perlengkapan dental yang telah disebutkan di atas dengan tambahan: a) Penggerak udara berkecepatan rendah b) Alat semprot seperti disebut di atas c) Dua jalur untuk turbin udara berkecepatan tinggi dengan optik fiber . Level 2 . maupun peralatan elektrikal. pompa tekanan udara . Endoscopy Umum Berikut adalah area yang harus dipertimbangkan ketika pembangunan pelayanan endoscopic: .R. operator. Prosedur umumnya adalah sebagai berikut : . Level 1 .R. Penyembuhan .Table dental dengan kotak untuk penyaringan air dan tambahan: a) Mesin elektrik berkecepatan rendah b) Tiga alat semprot (udara. Level 3 .Pembersih ultrasonik .Pembersih bur ultrasonik Semua langkah dilakukan untuk perlindungan radiasi.Proses Otopsi Proses otopsi dibagi dalam 4 level.Peristirahatan penyembuhan . Tunggu 71 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Kerja (kebersihan. handpiece berkecepatan tinggi . disinfektan dan sterilisasi.Ada fasilitas untuk dental X-ray Ruang tambahan yang dibutuhkan: . F.Penyimpanan pakaian operasi (pasien.Minimal ada 6 titik tambahan power supply untuk darurat (total menjadi 10) .jasad hanya diterima tanpa dilakukan otopsi.jasad diterima dan dilakuka otopsi namun lebih ke arah mengajari melakukan otopsi kepada calon praktisi.jasad diterima dan dilakukan otopsi. troli. Hal-hal yang direkomendasikan: . dll) . Ruang Operasi unit GIGI dan MULUT Peralatan pendukung/penunjang akan menentukan ukuran akhir dari ruangan tersebut. peralatan sudah termasuk meja operasi.Holding .Unit cryotherapy G. dsb.Lemari untuk obat dan serba-serbi .Terdapat mesin panel untuk gelas-gelas. DENTAL (GIGI) Umum / Fungsi Fasillitas ruang bedah gigi dan mulut pusat seperti ruang operasi pada umumnya.jasad idterima dan diamati tanpa dilakukan otopsi.Unit portable dental x-ray . Endoscope . Level 4 .Alat pencampur (amalgamator) untuk campuran dental .

. .Gudang obat 72 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .lemari dengan ventilasi untuk penyimpanan endoscope .basin yang memiliki tingkat kecekungan yang dalam.area penyucihamaan untuk scope manual antara udara yang tersimpan dan terventilasi (pada level tinggi dan rendah) .Fluoroscopy . Kerja karyawan Cleaning service Pembuangan Penyimpanan Workshop Ruang Endoscope Jumlah dan pengoperasian ruang endoscope harus ditetapkan dan ukuran ruang bervariasi tergantung dari: . lantai. Serba guna R.Penggunaan sinar-X Aturan bakunya.suplai air panas dan air dingin. maka ukuran minimal luasan ruang berkembang menjadi 5 x 6 m2. penghawaan serta ventilasi yang memadai.7 meter atau lebih.pembuangan limbah cair dan feses (slophopper). Tinggi langit-langit harus 2. dan pengering untuk endoscope prewashing. Jika peralatan video digunakan. Dinding kedap air. Luasan yang lebih fleksibel sangat dianjurkan untuk mengadaptasi perkembangan di masa yang akan datang. sistem pembangkit tenaga. Istirahat karyawan R.Penelitian . Konsultasi R. Lebar pintu masuk harus dipertimbangkan untuk akses troli.Penggunaan peralatan video .- Resepsionis R. dan perawatan langit-langit sangat penting untuk kemudahan pembersihan. Ganti (pasien&karyawan) Toilet/kamar mandi (pasien&karyawan) Rekam medik Kantor manajer R.disinfektor otomatis endoscope . ukuran luasan ruang endoscopy 4 x 5 m2.pencahayaan yang tepat memperlihatkan warna .fasilitas cuci tangan klinis . Akses langsung ke workroom sangat disarankan.Pengobatan bedah laser . Dokter R. . Ruang harus dilengkapi bedah minor yang lazimnya digunakan untuk tindakan anestesi umum dengan instalasi gas medis. pengecekan dan pemeliharaan endoscope dan persiapan specimen. pencahayaan. .tempat pembuangan limbah umum dan infectious waste . Workroom Workroom wajib memiliki fasilitas .bangku/tempat duduk untuk aktivitas benchtop (dilakukan dalam posisi duduk) seperti pengeringan.Aktivitas berbagai bidang .

tempat menyimpan pakaian yang aman. 73 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . akses toilet bagi diffabel. Gudang umum untuk peralatan dan aksesoris ruangan lain. Terdapat ruang yang dapat menampung alat-alat rehabilitasi medik. Storage untuk linen berminyak dan limbah Fasilitas untuk berpakaian bagi pasien. Satu fasilitas handwashing dapat melayani beberapa ruang treatment Sebuah exercise area dengan fasilitas yang tepat untuk level layanan tertentu. Tata letak dan persyaratan ruang instalasi rehab medik: Letaknya di zona yang mudah dijangkau dari instalasi rawat jalan dan rawat inap. Occupational Therapy Beberapa fasilitas yang harus diikutsertakan: handwashing facilities. dan akses untuk outpatient. Ice-making facilities tersedia di atau dekat fasilitas kesehatan ini. Terdapat ruang latihan terapi yang luas dan cenderung tanpa sekat. Tempat menyimpan linen yang bersih. Pergerakan staf dengan alat (untuk menghindari kerusakan). Instalasi Rehabilitasi Medik Fungsi Memberikan layanan terapi penyembuhan seperti fisiotherapy. Dimungkinkan terdapat media terapi lain. Physiotherapy Layanan physiotherapy harus menyediakan fungsi atau fasilitas: Individual treatment area atau area untuk privasi pasien Staff handwashing facilities di ruang treatment. Speech Pathology. Dapat berupa lemari atau mobile storage trolley. Dietetics. ruang tunggu. misalnya kolam renang untuk water theraphy. dan suction untuk pembersihan ruangan. dan Psychological Counselling harus memiliki acoustic untuk privasi dan kenyamanan. Terdapat toilet khusus untuk penyandang cacat. nyaman.· - Refrigerator/freezer Peralatan kebersihan ultrasonic (optional. Pelayanan Kesehatan Terapi A. Psychology and Social Work. speech pathology. area aktivitas bersama Lain-lain Beberapa layanan yang juga mungkin tersedia mencakup Pediatry. Kebutuhan ini digunakan juga bagi outpatient dan dapat diakses oleh penyandang cacat.. Sumber listrik sesuai yang diperlukan di kebocoran bumi. tapi disarankan) Ventilasi Udara yang dipadatkan (compressed air). bebas. Harus disediakan juga ruang konsultasi. terbuka. gudang untuk peralatan dan persediaan. Tempat menyimpan peralatan dan persediaan. Ruang konsultasi. Luas lantai yang cukup untuk dibiarkan bersih. dll. shower dan fasilitas toilet. 4.

toilet umum . fasilitas disediakan untuk mengakomodasikan aktivitas administrasi sebagai berikut: .Adanya ruang untuk mereview catatan medis pasien. administrasi. dengan akses yang tertentu (tertutup).Gudang penyimpanan yang tertutup (aman) untuk data seluruh pasien.ruang tunggu . sementara gudang penyimpanan tertutupnya terletak di level semi basement ataupun basement. alat tulis dan persediaan . jika diperlukan . dan ruang konferensi serba guna 74 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . suster. Termasuk gudang sekunder dan gudang tersier yang dibuat dengan konstruksi tahan api.Kantor individu/umum untuk mewadahi kegiatan kasir. Rekam Medik / Administrasi Fungsi Sebagai tempat dimana data – data mengenai catatan medis pasien disimpan dan didata sebagai arsip.Ruang yang cukup untuk kursi roda.Gudang untuk Ledgers.Akomodasi ruang kantor untuk menunjang kepentingan administrasi. akses ke main entrance dan berhubungan dengan fungsi di bawah : . account forms. peralatan kerja dan cadangan.Ruang penyimpanan yang aman untuk semua data pasien. medis dan perawat baik secara umum dan/atau individu.Ruang rapat . .Ijin masuk pasien .Hubungan Fungsional antar ruang Unit Rehab Medik Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. Tata letak dan persyaratan ruang: Unit ini biasanya terletak dekat dengan zona administrasi dan poliklinik.Penyimpanan peralatan kantor. .Recepsionis dan informasi pengunjung/pasien .Aktivitas administrasi dan clerical yang berhubungan dengan managemen medical record .Adanya ruang untuk kegiatan administrasi catatan medis.Ruang interview khusus yang mencakup prosedur perizinan . . . dan lain-lain.telepon umum Sebagai tambahan. 2008 5. voucher. diluar jalur untuk sirkulasi normal tetapi dekat dengan pintu masuk . jika diperlukan .Gudang untuk perlengkapan kantor.Ruang penyimpanan kursi roda. termasuk gudang penyimpanan tersier dan sekunder.Unit ini terdiri dari : . dan . yang berisi data tingkat ketahanan konstruksi pelingkup bangunan. di luar jalur sirkulasi utama. . tetapi dekat dengan entry point .Pengecekan ulang terhadap medical record dan laporan persiapan. Fasilitas Administrasi Layanan ini harus ada. pengobatan.

Area pencampuran obat .Gudang/Penyimpanan untuk peralatan dan persediaan umum yang tidak digunakan.Ketentuan untuk konseling dan instruksi pasien (mungkin adalah di ruang terpisah dari apotik). Administrasi . Fabrikasi . Ruang atau deretan apotik ditempatkan untuk akses nyaman. dan tambahan dari service bersama atau dibeli.Area untuk tinjauan ulang dan perekaman dari order/pesanan. . .Ruang atau area terpisah untuk fungsi kantor yang mencakup meja tulis.Area pencampuran yang dilakukan tanpa persiapan.Gudang/Penyimpanan yang aktif . Dispensing (pembagian) .Gudang/Penyimpanan dengan pendingin. E.Fasilitas handwashing harus tersedia di dalam tiap ruang terpisah di mana pengobatan terbuka ditangani. . Fasilitas (mencakup satellit.Konter dan lemari bekerja untuk aktivitas berkenaan dengan farmasi. . dan referensi.Area pengendalian mutu C.Poin(kounter) pengambilan dan penerimaan terkendali. Gudang/ Penyimpanan .Ketetapan dari pembungkusan dan pemberikan label . Lemari atau rak penyimpanan untuk sistem pengembalian informasi obat.Ketetapan untuk cek silang dari pengobatan dan profil obat dari pasien individu. A.Gudang/penyimpanan alkohol dan cairan yang mudah menguap dengan konstruksi seperti diperlukan oleh peraturan relevan untuk unsur dilibatkan. . . . dan keamanan. staf kontrol. jumlah pasien untuk dilayani. komunikasi. penyimpanan.Penyimpanan limbah . 2008 6. 75 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . lain-lain . Penyimanan Obat/ Farmasi Umum Ukuran dan jenis service untuk disajikan di apotik akan tergantung pada jenis sistem distribusi obat yang digunakan. D.Ruang untuk pendidikan dan pelatihan (mungkin di ruang multi tujuan bersama dengan unit yang lain).Disku si Hubungan Fungsional antar ruang Unit Rekam Medik Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras.R.Gudang/penyimpanan yang aman untuk narkotika dan obat/drugs yang dikontrol. . . jika bisa diterapkan) dan peralatan. B.

Clean Linen Storage. ruang bersantai/sofa. Akses yang terpisah untuk linen kotor dan bersih Distribusi linen kotor ke instalasi laundry mungkin dilakukan dengan linen chute . Kriteria Minimal perencanaan dan Tata letak dan persyaratan ruang : Sebuah ruang untuk menampung linen kotor yang akan diproses dilengkapi dengan fasilitas pencuci tangan. Pada umumnya merupakan fasilitas bersama dengan staf rumah sakit yang lain. Kamar Jahit. Ruang Laundry. Jalur sirkulasi dan distribusi yang terpisah dengan jalur sirkulasi pasien. Pertimbangan untuk diberikan ke persyaratan phisik dari aktivitas spesialis seperti persiapan yang cytotoxic. R Cucian Bersih. maka sebaiknya tersedia jalur yang terlindung dari hujan dan panas. dan memproses linen dan lakan kotor rumah sakit. Linen . R Kerja Cuci. Jika fasilitas ini terpisah dari bangunan pelayanan utama. Pengaturan dan konstruksi harus mematuhi persyaratan menurut undang-undang dan Standard yang relevan. Loket Keluar Linen Bersih Pengaturan sirkulasi agar tidak bersinggungan antara linen bersih dan linen kotor Pada pembuangan ke IPAL diberi penangkap detergen Biasanya berdekatan dengan boiler house Disarankan pula berdekatan dengan ruang housekeeping Tidak ada bakuan luas minimal ruang laundry. mensortir. 76 Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Laundry ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . jika dilaksanakan. R Cucian Kotor. getaran serta kemudahan pengelolaan penyaluran air limbah. untuk menjaga kelayakan dan kebersihan pelayanan pasien. Jika solusi yang intravenous (kedalam pembuluh darah) disiapkan di apotik.linen yang kotor dibawa dan diproses pada instalasi laundry yang terletak pada area servis. Kemudian linen yang telah bersih dikirimkan untuk ditampung pada gudang linen bersih yang pada umumnya terletak di setiap lantai instalasi rawat inap. kisaran 0. R Setrika. . shower. tempat linen – linen bersih ditampung dan didistribusikan ke lantai .lantai pelayanan medis.5 sampai 1 meter persegi per tempat tidur Bila berada dalam bangunan banyak lantai maka sebaiknya laundry ada di lantai paling bawah untuk mencegah gangguan suara. laundry/ Pengolahan Linen Fungsi Fungsi laundry adalah Menerima.- - Menyediakan akses yang nyaman ke lemari karyawan. Area ini harus memiliki kapasitas yang sesuai demi efisiensi operasi Rumah Sakit. Terdapat R Ka-Unit. tersedia suatu area pekerjaan yang steril dengan bangku aliran berlapis dan kerudung. Gudang Textile. tempat dimana linen – linen kotor diproses. dll. Loket Masuk Linen Kotor. 7.

kisaran luas dapur utama minimal 0. Instalasi Gizi (Dietary Service) Fungsi: Memberikan pelayanan konsumsi gizi bagi unit perawatan. dinding. . .gudang penyimpanan terpisah antara basah dan kering. Tata letak dan persyaratan ruang: .Tidak diperbolehkan ada jaringan drainase disekitar gudang makanan. Jarak bahan makanan dengan langit-langit 60 cm d.pengamanan terhadap bahaya kebakaran menjadi poin penting dalam perencanaan unit gizi utamanya dapur . ICU. .Bahan makanan tidak diletakkan di bawah saluran air bersih maupun air limbah untuk menghindari terkena bocoran. . . ataupun bahan aman dan riskan flameable (misal tabung gas.Semua gudang bahan makanan hendaknya berada di bagian yang tinggi.minimalisasi cross-traffic ataupun aliran maju mundur (back-tracking) .layout dapur utama etidaknya adalah panjang ruang sama dengan dua kali lebar ruang .Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm b. .tidak ada bakuan luas.Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm c. dan unit kandungan.Penyimpanan bahan makanan tidak boleh menempel pada lantai. rata.6 meter persegi per tempat tidur 77 Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gizi ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .terapkan organisasi ruang dalam aliran yang menerus mulai dari ruang penerimaan hingga penyajian . IGD.Permukaan dinding harus kuat.Memiliki pintu masuk dan keluar tersendiri. . berwarna terang dan menggunakan cat yang tidak luntur serta tidak menggunakan cat yang mengandung logam berat. minyak tanah) . . atau langit-langit dengan ketentuan sebagai berikut : a. Kelembaban penyimpanan dalam ruangan 80 -90 %.Lokasinya harus jauh dari penglihatan dan jangkauan pengunjung.8.Semua bahan makanan disimpan pada rak-rak dengan ketinggian rak terbawah 15 cm – 25 cm.

workshop/bengkel kerja pertukangan kayu . Pengelolaan dan Pembuangan Sampah Perlu adanya fasilitas yang memadai untuk penyimpanan dan pembuangan sampah yang aman. dilengkapi dengan ruang-ruang kerja berupa bengkel dan workshop. tata letak lantai dan peletakan titik-titik pengumpul sampah menjadi sangat penting. Aktivitas utama yang diwadahi dalam unit adalah : .penyimpanan alat dan gudang .workshop/bengkel kerja kendaraan . Tingkat efektivitas pengaturan sampah tergantung dari kewaspadaan staf kebersihan dalam meminimalisasi sampah dan tingkat ketelitian dalam pemisahan sampah dari sumbernya menurut jenisnya. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Lokasinya di zona servis yang relatif jauh dari zona perawatan maupun zona penunjang medik. Tata letak dan persyaratan ruang: 1. terutama di ruang perbaikan alat. Standar dan ketentuan terkait dapat dilihat pada Ketentuan Fungsi. Bengkel dan Peralatan (IPSRS) Mengingat karakter aktivitasnya maka bengkel dan peralatan diletakkan terpisah dari kelompok unit lain. 78 Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi IPSRS 10. Pemisah bisa menggunakan ruang fungsional garasi atau deret gudang.workshop/bengkel kerja peralatan medik .loker staf Fungsi: Merupakan instalasi yang melakukan pemeliharaan maupun perbaikan terhadap sarana dan prasarana rumah sakit. Dalam kasus ini. Ruang dibuat relatif luas dan terbuka tanpa sekat untuk memudahkan aktivitas.9. 2.administrasi/supervisor .

mencegah bau keluar. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 79 .Pada area lain mungkin membutuhkan ruang/ceruk untuk menyimpan kereta dorong. Dengan alasan pemisahan sampah inilah maka sebaiknya pembuangan sampah pada area klinis ditempatkan dalam treatment area. di mana pengaturan sampah sudah cukup membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mungkin diperlukan pula ruangan kecil yang diperuntukkan bagi penyimpanan troli pengangkut. Uap yang terbentuk pada proses disinfeksi sampah cair masih harus distabilisasi sebelum dialirkan menuju pembuangan. adalah kemudahan bagi produsen sampah pada proses pemisahan sampah. tetapi tetap memungkinkan staf untuk membersihkan tempat sampah. Titik Pengumpulan Pada Ruang Kerja/ pos Kerja A. Tata Cara Pengaturan Sampah Standar dan ketentuan yang berlaku tergantung dari spesifikasi bangunan dan peraturan setempat mengenai tatacara pengolahan sampah. Area pembuangan sampah harus didesain sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan material. Kereta dorong tidak boleh terakses oleh publik dan sebaiknya tidak terlihat pada area yang diamankan. Pemeriksaan pada persetujuan yang penting mengenai standar. Hal ini akan terasa agak sulit pada awalnya terutama pada rumah sakit dengan skala kecil. kode dan peraturan ini. tetapi akan sangat bermanfaat pada sebuah institusi rumah sakit yang cukup besar. baik digunakan keranjang sampah dan kereta pengangkut sampah yang dibedakan menurut warnanya. dan area itu sendiri. dan bahkan dihindarkan sevara visual dengan menyediakan koridor servis khusus yang aman. Peraturan standar lainnya akan diaplikasikan pada spesifikasi bangunan untuk area pembuangan sampah dan rute pembuangan limbah cair yang berhubungan dengan proses manajemen sampah. Dapat pula dipakai sistem terpadu di mana diterapkan biaya kebersihan sesuai kuantitas sampah yang dihasilkan. Fasilitas untuk membersihkan tangan harus diletakkan berdekatan dengan area pengumpulan sampah untuk material medis di mana material klinis ditangani. Troli-troli ini sebisa mungkin tidak dapat diakses oleh publik. Pada unit ini mungkin dapat diterapkan sistem penguapan dan pengeringan dengan udara. mengurangi dekomposisis organik. troli pengangkut.Untuk membedakan jenis-jenis sampah. serta penggantian kereta dorong. Sedangkan pembedaan warna tersebut akan lebih memudahkan staf terutama saat pergantian shift kerja staf kebersihan. Aspek yang penting dalam manajemen sampah yang baik. Peraturan manajemen rumah sakit memungkinkan sebagian besar proses daur ulang dilaksanakan pada tingkatan pengguna. Pengukuran minimalisasi sampah dapat dilakukan dengan sistem bar code atau penimbangan sampah. yang dinding dan lantainya dikeramik sehingga mudah dibersihkan. Ukuran kereta pengangkut dan keranjang sampahnya ditentukan dari kuantitas sampah rumah sakit dan berapa titik pengumpul sampah yang mungkin diadakan. Area Klinis Luasan ruang yang efisien dan didesain berdasar kebutuhan sangat dibutuhkan untuk penyimpanan kereta dorong 240L di titik-titik yang stategis pada setiap sektor. Dinding dan lantai pada daerah tersebut harus diberi penutup lantai untuk memudahkan dalam pembersihan. Titik-titik pengumpulan pos kerja harus mudah diakses oleh staf yang bertanggungjawab atas pembuangan dan pemindahan. diharapkan ditangani oleh sub-konsultan yang relevan pada bidang tersebut. Pemisahan material-material yang dapat didaur ulang pada tingkat pengguna akan membutuhkan area penyimpanan yang lebih besar dibandingkan bila dicampur dengan metode pengumpulan daur ulang. Pada rumah sakit yang cukup mampu dapat dipasang sistem pembersih mekanikal. Sebagian besar lokasi kereta dorong pada area klinis harus diletakkan dalam ruang perawatan.

Area Kantor Ruang dengan luasan yang memadai dan direncanakan sesuai kebutuhan harus dialokasikan untuk penyimpanan kereta dorong 240L pada tempat-tempat strategis di setiap area kantor. Ruang penyimpanan bagi zat-zat tersebut tidak terlalu diperlukan di area perawatan. Buangan cytotoxic dan zat radioaktif harus diawasi oleh staf yang berpengalaman. Penanganan sampah seperti ini rutinitasnya dapat lebih longgar. dan tidak memerlukan proses pemindahan kecuali oleh kontraktor. umumnya apoteker. dan ke incinerator. Muatan kereta yang 240 liter tadi diasumsikan untuk metode campur ini. segera setelah diambil (dibekukan jika perlu). Benda tajam harus ditampung dengan aman baik pada pembuangan ataupun wadah daur ulang. racun sitotoksik. Buangan wadah benda tajam yang didaur ulang umumnya disebabkan oleh suplai dari kontraktor. Pembuangan zat-zat ini umumnya tidak terlalu sering. Dibandingkan sampah jenis lain. cytotoxic (racun pada jaringan tubuh) dan zat radioaktif sangat jarang terjadi dan jumlahnya kecil. biasanya dibutuhkan bantalan/lapisan tambahan pada dinding kontainer. mengingat cara terpisah akan tidak praktis diterapkan pada area seperti rawat inap. disediakan kontainer khusus yang terpisah.Pemisahan material yang dapat didaur ulang pada titik pengguna akan membutuhkan jumlah gudang yang lebih besar dibandingkan apabila material tersebut dicampur. Tempat penyimpanan kecil harus disediakan di bagian yang membuang jaringan manusia. B. Perkiraan jumlah kereta 240L yang dibutuhkan untuk tiap bagian rumah sakit harus didasarkan pada campuran pilihan pengumpulan material daur ulang. Umumnya rumah sakit menyediakan pembakaran sampah (incinerator) untuk keperluan ini. Prosedur penanganan sampah berbeda harus disediakan untuk benda tajam (jarum). Dalam kondisi ini. kecuali rumah sakit tersebut memiliki fasilitas khusus yang menyebabkan produksi sampah jenis tadi di atas normal. Titik-titik pembuangan yang memadai dibutuhkan pada area perawatan. Penampungan sampah sebaiknya dipisahkan melalui jalur sampah medis yang disediakan dan disetujui kontraktor pembuangan. Sedangkan racun sitotoksik dan bahan radioaktif membutuhkan penanganan khusus oleh tim yang ahli di bidang tersebut (biasanya ahli farmasi atau BATAN di Indonesia). Sedangkan bagi material tajam yang masih dapat digunakan. dan zat radioaktif. agar jarum dapat dikontrol dan terlihat saat sudah tiba waktunya untuk dibuang. untuk selanjutnya mungikn dimasukkan dalam incinerator. Jaringan pada manusia. jaringan (tubuh manusia). Sampah berupa jaringan tubuh manusia. Untuk keperluan ini dinding tempat penyimpanan benda tajam biasanya diberi perlakuan khusus. 80 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . kecuali rumah sakit memiliki fasilitas khusus bagi sampah tersebut. Kontainer pembuangan benda tajam dapat dibuang melalui saluran pembuangan klinis apabila jalur tersebut memang dirancang untuk itu. Jaringan ini harus dipindahkan ke bagian manajemen penanganan sampah. Hanya dibutuhkan wadah khusus untuk penampungan sementara jaringan tubuh manusia untuk secepatnya dibekukan segera setelah dibuang. Beberapa tim manajemen rumah sakit membutuhkan incinerator meskipun tidak ada peraturan untuk menyediakan pengemasan secara benar. Aspek yang penting dalam manajemen sampah yang baik tergantung pada produksi sampah dalam memenuhi proses pemisahan sampah. meterial-material ini umumnya tidak terlalu banyak mengambil tempat pada area pengolahan. dan material radioaktif umumnya dihasilkan secara tak teratur dan dalam jumlah relatif kecil. Kebutuhan ruang kereta dorong untuk material daur ulang tidak diperlukan untuk area bangsal. cytotoxic.

konstruksi dan instalasi (fasilitas yang tahan api etc) .Kereta sampah biasa harus selalu diletakkan dekat dengan kereta kertas daur ulang untuk mengatasi pemisahan sampah biasa dengan material daur ulang yang tidak sistematis.loker . Pengawalan yang ketat dibutuhkan dalam membawa dan membuang limbah medis. Selain itu.florist . Penyediaan ruang-ruang berikut dibutuhkan dalam area penanganan manajemen sampah: A.farmasi bank .Incineration Ketika incinerator dibutuhkan. Kereta dorong tidak boleh terakses publik dan sebaiknya tidak terlihat pada area yang diamankan. Lokasi fasilitas penghancur dokumen sebaiknya diletakkan berdekatan dengan area penyimpanan kereta (yang digunakan untuk menyimpan dokumen rahasia yang akan dibuang tersebut).ruang ganti (change room) .kapasitas (penyesuaian terhadap kapasitas muat incineratior) . BULK WASTE MOVEMENT Pergerakan cart disekitar lokasi dan selama proses pembuangan sangat diperlukan. penyimpanan dan pemilahan sampah. Pelayanan Penunjang Fasilitas Fasilitas yang mungkin disediakan adalah: . Kebanyakan dari medical waste dapat diatur dengan menggunakan land fill. .penata rambut.toilet . B.potensi untuk pemulihan panas yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah (konservasi energi) 11. memberikan pengamanan ekstra dalam pelaporannya.ruang shower (showering) . PENGOLAHAN SAMPAH/LIMBAH . dll kebutuhan Staff Fasilitas yang mungkin dapat disediakan untuk melengkapi kebutuhan staf: . Area Manajemen Penanganan Sampah Ruang dengan luasan yang cukup dan tertutup sebaiknya disediakan untuk pengumpulan.grooming/handwashing . Kebijakan Manajemen Rumah Sakit memungkinkan untuk menghancurkan laporan-laporan penting dan rahasia sebelum dibawa ke area daur ulang (penanganan sampah). Limbah klinis diubah menjadi limbah dan diolah di lantai dasar. cart juga harus dapat diakses dari berbagai level. Area pembuangan sentral untuk benda-benda yang membutuhkan kerahasiaan. C.ruang istirahat (lounge) 81 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .gift shop .snack bar/coffee shop .Land Fill Penggunaan Land fill dalam pengolahan limbah medis membutuhkan negosiasi dengan pemerintah lokal. pertimbangan diberikan untuk : . Area ini hanya digunakan untuk kebutuhan manajemen sampah. Titik-titik pengumpulan pos kerja harus mudah diakses oleh staff yang bertanggungjawab atas pembuangan dan pemindahan serta penggantian kereta dorong.

dan sebagainya. ruang ini juga akan berfungsi sebagai ruang rapat atau pertemuan antar staf di rumah sakit. Ukuran dan tempat menyesuaikan kebutuhan yang ada. Selain itu. dari mobil ambulans ke ruang UGD atau ruang penting lainnya harus dibuat seefisien mungkin. 82 Perpustakaan Di sini nantinya akan dapat diletakkan berbagai literatur medis yang dapat digunakan untuk mencari data bagi para staf pegawai. aman. Gudang Sebagai fasilitas penyimpan alat-alat pembelajaran. atau workshop mengenai rumah sakit. RAMPS Ramp harus disesuaikan dengan standar yang ada. Ruangan ini natinya akan digunakan untuk mengadakan seminar. Perawatan Anak Perawat-perawat terbaik sangat direkomendasikan untuk fasilitas perawatan anak ini. sehingga ambulans dapat beroperasi dengan cepat. selain itu harus ada hubungan dengan akses pengangkutan dan penurunan pasien.ruang ibadah dan Ruangan harus mudah diakses oleh penyandang cacat. janitor.kantor staf .toilet anak dan staf . ANTAR JEMPUT AMBULANS Titik antar jemput mobil ambulans harus terlindungi dari hujan dan panas. ruang ini perlu dilengkapi dengan fasilitas audio-visual. Selain itu. akses ini tidak boleh melewati area publik.view ke luar (bukan jalan raya) yang baik dan tenang beberapa area service yang mendukung dapat diletakkkan berdekatan dengan area ini.percakapan Internal . Akses jalan. dan nyaman.Ruang Doa/ Ibadah Memisahkan ruang sebagai fungsi tunggal seperti : . AKSES AMBULANS Akses utama keluar dan masuk mobil ambulans tidak boleh bergabung dengan akses lalu lintas yang padat.tempat tidur anak . Fasilitas A. Demonsrasi suatu metode baru dalam perawatan pasien juga akan menggunakan fasilitas ini.loker tempat simpan jaket atau sepatu . pintu masuk dan keluar mobil ambulans harus memiliki jarak yang cukup jauh dengan pintu masuk utama dan jauh dari jarak pandang orang-orang di sekitarnya. Fasilitas Pembelajaran/ Studi Ruang seminar Luas minimum = 28 m2. Area perawatan anak meliputi: . Ruang Kuliah Ruang kuliah ini nantnya akan digunakan sebagai fasilitas belajar bagi para calon-calon perawat atau pegawai lainnya. B.tempat meyimpan mainan .pantry . selain itu. Fasilitas Pendukung Lainnya Fasilitas ini antara lain cleaning service.tempat bermain anak . 12.tempat bermain outdoor yang aman . ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Selain itu.konsultasi bagi keluarga penderita . C.

penjelasan) GANTI (gudang pakaian) RUANG PRA OPERASI (identifikasi. akses pengunjung) 83 KEMUNGKINAN TAHAP 3. GANTI (gudang pakaian) FORMULIR (pembebasan.13. petunjuk) RUMAH SAKIT (gawat darurat/rawat inap) RUMAH (follow up pasca operasi) . profil medis. instruksi pasca operasi. PEMULIHAN (observasi lanjutan. tagihan. PEMULIHAN (Perawatan pasca operasi/penyadaran) TAHAP 2. PEMULIHAN (penyegaran. recliners. record) IZIN MASUK/ PENERIMAAN (record akhir. buklet info pasien) DPC registrasi pasien (review formulir. pengecekan) BATAL (jika ditemukan ketidakpuasan) REVIEW HASIL PEMERIKSAAN RUANG ENDOSCOPY/TINDAKAN (anestetik/tindakan ) ARSITEKTUR RUMAH SAKIT PERHENTIAN AMBULAN TAHAP 1. keuntungan. Diagram Pergerakan Pasien PENJADWALAN ULANG DOKTER BEDAH (tindakan/pemilihan pasien) FORMULIR (perjanjian medis.

Persyaratan bangunan pada zona dengan risiko sedang sama dengan persyaratan pada zona risiko rendah. Yang Perlu Diperhatikan dalam Desain A. Zona 3 – wilayah yang menyediakan dukungan bagi aktivitas rumahsakit: kantor pengelola rumah sakit dan ruang serbaguna. Persyaratan ruang sebagai berikut : Permukaan dinding rata dan berwarna terang Lantai terbuat dari bahan yang kuat. Tata Fungsi Zona Fungsi Dalam Rumah Sakit Zona 1 – wilayah ini berkarakter publik. dan ruang jenazah dengan ketentuan persyaratan sebagai berikut : Dinding permukaan rata dan berwarna terang. mudah dibersihkan. instalasi rawat jalan. Zona 2 – wilayah ini berkarakter privat. ruang ganti pakaian. kerangka harus kuat. rawat jalan. tembok pembatas antara ruang Sinar X dengan kamar gelap dilengkapi dengan transfer cassette. 84 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Langit-langit harus terbuat dari bahan yang kuat. Di dalam ruang publik berlangsung aktivitas-aktivitas pelayanan rumahsakit kepada publik. mudah dibersihkan. Dinding ruang laboratorium dibuat dari porselin atau keramik setinggi 1.50 meter dari lantai dan sisanya dicat warna terang. Penataan ruang bangunan dan penggunaannya harus sesuai dengan zonasi fungsi yang telah ditentukan sehingga dapat berkaitan dengan zonasi yang memenuhi persyaratan kesehatan yaitu dengan mengelompokkan fungsi ruangan berdasarkan tingkat risiko terjadinya penularan penyakit sebagai berikut : Zona dengan Risiko Rendah Zona risiko rendah meliputi : ruang administrasi. diantaranya instalasi gawat darurat. ruang penginderaan medis (medical imaging). warna terang. dan pertemuan antara lantai dengan dinding harus berbentuk konus.40 meter dari lantai. Dinding ruang penginderaan medis berwarna gelap. laboratorium. bila ventilasi alamiah tidak menjamin adanya pergantian udara dengan baik. Lebar pintu minimal 1. Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggian minimal 1. Ventilasi dapat menjamin aliran udara di dalam kamar/ruang dengan baik.20 meter dan tinggi minimal 2. ruang perawatan intensif. Publik dapat mengakses area ini namun terbatas.10 meter. ruang bedah mayat (autopsy). kebidanan. ruang pertemuan. dan tinggi minimal 2.14. berwarna terang. ruang resepsionis. Ruang publik direncanakan berada di area yang sangat publik dengan tingkat pencapaian yang tinggi. dengan ketentuan dinding disesuaikan dengan pancaran sinar yang dihasilkan dari peralatan yang dipasang di ruangan tersebut. Zona dengan Risiko Sedang Zona risiko sedang meliputi : ruang rawat inap bukan penyakit menular.70 meter dari lantai. Wilayah ini menerima limpahan kerja dari zona luar dan membutuhkan akses khusus untuk mendukung pelayanan khusus: program ruang yang direncanakan pada zona ini adalah fasilitas rawat inap. farmasi dan diagnostik. ruang komputer. dan ruang tunggu pasien. dan ruang pendidikan/pelatihan. kedap air. dapat dilengkapi dengan penghawaan mekanis (exhauster) .00 meter dari lantai. dan ambang bawah jendela minimal 1. Zona dengan Risiko Tinggi Zona risiko tinggi meliputi: ruang isolasi. ruang perpustakaan.

yang terdiri dari beberapa fasilitas sirkulasi. hubungan ke ruang steril dari bagian cleaning cukup dengan sebuah loket yang dapat dibuka dan ditutup. warna terang. untuk setiap ruang operasi yang terpisah dengan ruang lainnya.10 meter. Langit-langit terbuat dari bahan yang kuat dan aman. berwarna terang. Hubungan dengan ruang scrub–up untuk melihat ke dalam ruang operasi perlu dipasang jendela kaca mati. Fasilitas tangga sebagai penghubung antar lantai maupun penggunaan alat bantu sirkulasi vertikal berupa ramp pada pengembangan bangunan berlantai banyak pada fungsi-fungsi yang bersifat emergency. kedap air. Zona dengan Risiko Sangat Tinggi Zona risiko tinggi meliputi : ruang operasi. ruang gawat darurat. dan semua pintu kamar harus selalu dalam keadaan tertutup.20 meter dan tinggi minimal 2. untuk itu harus dibuat ruang antara. mudah dibersihkan.70 meter dari lantai. ruang bedah mulut. atau dicat dengan cat tembok yang tidak luntur dan aman. dan ambang bawah jendela minimal 1. harus disediakan gelagar (gantungan) lampu bedah dengan profil baja double INP 20 yang dipasang sebelum pemasangan langit-langit Tersedia rak dan lemari untuk menyimpan reagensia siap pakai Ventilasi atau pengawasan sebaiknya digunakan AC tersendiri yang dilengkapi filter bakteri. Tata Sirkulasi Sirkulasi Internal Sistem sirkulasi di dalam bangunan adalah pengaturan hubungan antar fungsi ruang yang saling terkait. yaitu : a. Khusus ruang operasi. Penggunaan tangga atau elevator dan lift dilengkapi dengan sarana pencegahan kecelakaan seperti alarm suara dan petunjuk penggunaan yang mudah dipahami oleh pemakainya atau untuk lift 4 (empat) lantai harus dilengkapi ARD (Automatic Rexserve Divide) yaitu alat yang dapat mencari lantai terdekat bila listrik mati. kerangka harus kuat. ruang bersalin. Fasilitas selasar/koridor penghubung antar ruang tindakan.70 meter dari lantai. Pemasangan gas media secara sentral diusahakan melalui bawah lantai atau di atas langit-langit. mudah dibersihkan dan berwarna terang. Khusus untuk ruang bedah ortopedi atau transplantasi organ harus menggunakan pengaturan udara UCA (Ultra Clean Air) System Tidak dibenarkan terdapat hubungan langsung dengan udara luar. kedap air. OK. mudah dibersihkan. Lebar pintu minimal 1. ruang perawatan gigi. seperti trauma center.5 meter. Lebar pintu minimal 1. Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggian minimal 1. dan tinggi minimal 2.10 m. emergency. dan rawat inap intensif. Dilengkapi dengan sarana pengumpulan limbah medis. dengan lebar minimal 2.40 meter dari lantai.00 meter dari lantai. Langit-langit terbuat dari bahan yang kuat. Lantai terbuat dari bahan yang kuat. dan pertemuan antara lantai dengan dinding harus berbentuk konus. c.20 meter dan tinggi minimal 2. dan ruang patologi dengan ketentuan sebagai berikut : Dinding terbuat dari bahan porslin atau vinyl setinggi langit-langit.- Lantai terbuat dari bahan yang kuat. b. dan tinggi minimal 2. berwarna terang. 85 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Pemasangan AC minimal 2 meter dari lantai dan aliran udara bersih yang masuk ke dalam kamar operasi berasal dari atas ke bawah. B.

terdiri dari drop-off bahan di instalasi gizi. b. yaitu sirkulasi yang digunakan untuk distribusi mobilisasi barang atau logistik. Karakter sirkulasi ini cepat dan bebas hambatan. Fasilitas selasar/koridor services dan utilitas Kualitas sirkulasi dibedakan di dalam pengelompokan. pusat diagnostik atau besuk ke rawat inap. yaitu akses langsung menuju IGD. Sistem sirkulasi eksternal dipisahkan antara sirkulasi menuju Unit Gawat Darurat dan VK dengan sirkulasi menuju diagnostik. yaitu sirkulasi yang digunakan oleh pengunjung umum dengan berbagai keperluan di dalam rumah sakit. yaitu: a. e. operasi pemeliharaan IPAL dan incenerator. c. Sirkulasi umum. Sirkulasi medik. Direncanakan area tersebut terlindung dari hujan panas. Pemisahan akses ini dibuat untuk memudahkan akses menuju ke Unit Gawat Darurat dan VK tanpa diganggu oleh sistem sirkulasi publik menuju ruang-ruang fungsional lain dalam rumah sakit Sirkulasi eksternal ditunjang oleh area parkir serta dropping zone. d. 86 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Sirkulasi eksternal rumah sakit dibedakan dalam pengelompokan yaitu: Sirkulasi gawat darurat. Fasilitas selasar/koridor penghubung antar massa bangunan g. dengan penerangan cukup di malam hari dan dilengkapi signage yang jelas. sehingga memudahkan hubungan dan komunikasi antar ruangan serta menghindari risiko terjadinya kecelakaan dan kontaminasi f. dan fungsi-fungsi pemeliharaan. c. Meminimalkan terjadinya himpitan tumpang tindih antara sirkulasi medik dengan kelompok sirkulasi lain. Persyaratan ketat sirkulasi adalah: a. Sirkulasi umum. Sirkulasi barang dan servis. yaitu: a. sirkulasi kendaraan pemadam kebakaran. Ada 4 zona dropping terpisah. Sirkulasi Eksternal Merupakan perencanaan sirkulasi diluar bangunan. Sirkulasi dari dan ke gawat darurat mempunyai skala prioritas tertinggi dibanding sirkulasi lain.d. yaitu akses karyawan medik maupun non-medik menuju zona aktivitas. c. Meminimalkan himpitan dan tumpang tindih (overlaid) antara sirkulasi medik dengan services. Sirkulasi staf. Sirkulasi eksternal memiliki prinsip mengoptimalkan akses dari jalan utama. Dilengkapi dengan pintu darurat yang dapat dijangkau dengan mudah bila terjadi kebakaran atau kejadian darurat lainnya. b. yaitu sirkulasi yang digunakan oleh staf medik rumah sakit dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kesehatan. rawat jalan dan rawat inap. b. administrasi. Dropping zone paling penting adalah naik turunnya pasien dari kendaraan pengangkut. Dalam kondisi luar biasa yaitu bila terjadi gawat darurat massal maka keempat area dropping tersebut bisa digunakan secara bersama-sama untuk menghindari terjadinya antrian panjang. yaitu sirkulasi oleh pengunjung umum dari luar menuju ke poliklinik. Pembagian ruangan dan lalu lintas antar ruangan didisain sedemikian rupa dan dilengkapi dengan petunjuk letak ruangan. Sirkulasi barang dan servis.

Dropping untuk fasilitas Kantor dan Pendidikan Dropping untuk fasilitas Gawat Darurat Dropping untuk fasilitas Poliklinik Dropping untuk fasilitas Rawat Inap Dropping untuk fasilitas Servis C. Pencahayaan yang memadai pada area publik dapat meningkatkan rasa aman. Untuk menciptakan Iingkungan yang sesuai dan menyenangkan. e. o Sumber-sumber cahaya hendaknya dilindungi untuk meminimalisasi cahaya menyilaukan dan temperatur yang tinggi. ruang racik instalasi farmasi. Untuk mendukung fungsi keamanan. Oleh karena itu diperlukan ruang-ruang transisi untuk menuju ruangan dengan intensitas cahaya yang berbeda. Sehingga dasar yang dijadikan konsep perencanaan pencahayaan adalah : 1. sekitar individu ditempatkan pada titik yang mudah dijangkau dan tidak menimbulkan berisik ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 87 . o Ruang pasien/bangsal harus disediakan penerangan umum dan penerangan untuk malam hari dan disediakan saklar dekat pintu masuk. pencahayaan dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis. 2. dinding. o Menghindari bahan-bahan yang dapat mengakibatkan silau (glare) pada pintu. o Lingkungan rumah sakit. sehingga kenyamanan dapat tercapai. Seperti pada ruang pemeriksaan dan pengolahan sampel di laboratorium. pendaftaran. konsep perencanaan pencahayaan adalah pengaturan efek sinar yang sesuai terangnya dan tidak menyilaukan. Pada area-area publik yang penting seperti ruang receptionist. jendela. Untuk mendukung visual task dan kegiatan pengguna bangunan. b. yaitu di atas 100 fc (footcandles). 3. dan lobby direncanakan kuantitas pencahayaan yang lebih. Dua faktor utama di dalam konsep perencanaan pencahayaan adalah (1) tingkat kekuatan penyinaran (quantity) dan (2) pengontrolan silau (quality). c. lantai dan funiture. Beberapa prinsip mengenai pencahayaan buatan pada rumahsakit adalah sebagai berikut : o Intensitas cahaya pada tiap ruangan hendaknya dapat diatur dengan mudah o Perbedaan intensitas cahaya yang gradual akan sangat membantu pasien untuk beradaptasi terhadap ruang yang akan dituju. o Semua ruang yang digunakan baik untuk bekerja ataupun untuk menyimpan barang/peralatan perlu diberikan penerangan. atau penyinaran alam (daylight) dan penyinaran buatan (artificial illumination). latar belakang obyek dan kondisi fisiologis mata. Aspek Fisika Bangunan Pencahayaan Secara teknis.a. yaitu: pencahayaan buatan dan pencahayaan alami. Intensitas cahaya yang tinggi diberikan pada area-area yang aktivitasnya membutuhkan konsentrasi dan memiliki resiko bahaya yang lebih dibanding ruangan lainnya. Selain itu unsur luar yang turut mempengaruhi kenyamanan pandangan yang harus diselesaikan secara teknis adalah wujud obyek yang di pandang. Penggunaan beberapa lampu dengan intensitas rendah lebih baik daripada satu lampu dengan intensitas tinggi. dan ruang-ruang yang memiliki fungsi sebagai ruang tindakan dan operasi. Pada hakikatnya. baik dalam maupun luar ruangan harus mendapat cahaya dengan intensitas yang cukup berdasarkan fungsinya. d.

Sistem hendaknya dibuat keseimbangan tekanan. Penghawaan Konsep pengolahan dan pengendalian udara (penghawaan) pada ruang pada hakekatnya terdiri dari tiga hal yaitu: pengendalian kalor/panas dan suhu serta penggunaan bahan material bangunan (jenis. dan exhaust fan hendaknya diletakkan pada ujung sistem ventilasi. perlu mendapat perhatian yang khusus karena sifat pekerjaan yang terjadi di ruang-ruang tersebut. ruang operasi. dan frekuensi pergantian udara per jam adalah 2 (dua) sampai dengan 12 kali. hendaknya diletakkan sejauh mungkin. Bila menggunakan sistem pendingin. orientasi bangunan terhadap arah sinar matahari dan angin.9 meter dari atap.10 mbar) dibandingkan ruang-ruang lain di rumah sakit. Pengendalian pertukaran udara.5%. zat pelapis/cat (warna). pengendalian kelembaban udara. Ventilasi diperoleh dengan memanfaatkan perbedaan bagian-bagian ruangan yang berbeda suhunya.Penggunaan sunshading dapat digunakan untuk mereduksi pencahayaan alami di sisi Barat dan Timur. Ruangan dengan volume 100 m3 sekurang-kurangnya 1 (satu) fan dengan diameter 50 cm dengan debit udara 0. perawatan bayi. hendaknya disediakan 2 (dua) buah exhaust fan dan diletakkan minimal 7. dan karena berbeda tekanan udaranya. Kelembaban udara yang nyaman bagi tubuh adalah sekitar 40-70%. diambil dekat langitlangit dan exhaust dekat lantai. tekstur). Persyaratan penghawaan untuk masing-masing ruang atau unit seperti berikut : Ruang-ruang tertentu seperti ruang operasi. hendaknya dipelihara dan dioperasikan sesuai buku petunjuk sehingga dapat menghasilkan suhu.1-0. Suplai udara di atas lantai.50 cm dari lantai. Suplai udara untuk daerah sensitif. kecuali unit ruang individual. aliran udara. Pengambilan supply udara dari luar.5 m3/detik. Suplai udara dan exhaust hendaknya digerakkan secara mekanis. dan kelembaban nyaman bagi pasien dan karyawan. Sistem suhu dan kelembaban hendaknya didesain sedemikian rupa sehingga dapat menyediakan suhu dan kelembaban Penghawaan atau ventilasi di rumah sakit mendapat perhatian yang khusus. udara dalam ruang harus diganti 5 kali per jam. Tinggi intake minimal 0. dan perlu diupayakan sedemikian rupa sehingga mudah dalam perawatannya. Kesegaran udara dalam ruang serta kesehatannya diukur dengan besarnya kadar zat asam (CO2) tidak melebihi 0. perawatan bayi. laboratorium. Semakin kecil rasio ruang perorang. frekuensi pergantian udara semakin tinggi. Hal ini dicapai dengan mengoptimalkan aliran sirkulasi udara (ventilasi). Menggunakan pengatur udara (AC) sentral harus diperhatikan cooling tower-nya agar tidak menjadi perindukan bakteri legionella dan untuk AHU (Air Handling Unit) filter udara harus dibersihkan dari debu dan bakteri atau jamur. Pergantian udara dalam ruang dikatakan baik apabila untuk ruangan dengan dimensi 5 m3 /orang.50 meter dari exhauster atau perlengkapan pembakaran. Salah satu strategi untuk mengendalikan kelembaban udara dalam ruang yaitu dengan mempercepat proses penguapan. Ventilasi ruang operasi harus dijaga pada tekanan lebih positif sedikit (minimum 0. minimal 7. tata hijau lingkungan mempengaruhi seberapa besar atau seberapa kecil panas/kalor yang diserap atau dikeluarkan untuk menciptakan suhu nyaman bagi pengguna yaitu berkisar 25º-26º C. 88 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .nan (exterior noise/airborne noise).

Lab Sinar X Koridor Tangga/Ramp Kantor / Lobby Ruang alat/Gudang Farmasi Dapur Ruang cuci Ruang Isolasi Ruang Poli gigi 45 45 65 40 40 45 45 45 45 78 78 40 80 .- - - - Suplai udara koridor atau buangan exhaust fan dari tiap ruang hendaknya tidak digunakan sebagai suplai udara kecuali untuk suplai udara ke WC. dan tidak mengandung debu asbes. debu. atau disaring dengan elektron presipitator atau menggunakan penyinaran ultra violet. Untuk mempelajari sistem ventilasi sentral dalam gedung hendaknya mempelajari khusus central air conditioning system. trietylin glikol). pemulihan Endoscopy. Ventilasi ruang-ruang sensitif hendaknya dilengkapi dengan saringan 2 beds. Untuk mengurangi kadar kuman dalam udara ruang (indoor) 1 (satu) kali sebulan harus disinfeksi dengan menggunakan aerosol (resorcinol. toilet. dan gas).00 meter di atas lantai atau minimum 0.20 meter dari langitlangit. Pemantauan kualitas udara ruang minimum 2 (dua) kali setahun dilakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan parameter kualitas udara (kuman. lubang ventilasi diupayakan sistem silang (cross ventilation) dan dijaga agar aliran udara tidak terhalang. gudang. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Pengendalian Kebisingan Konsep pengendalian kebisingan ditujukan untuk mengatasi kebisingan dari dalam bangunan (interior noise/impact noise) dan dari luar bangu Indeks Kebisingan Menurut Jenis Ruangan atau Unit No Ruangan atau Unit Kebisingan Max (Waktu pemaparan 8 jam dalam satuan dBA) 1 Ruang Pasien: -saat tidak tidur -saat tidur 45 40 89 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Ruang Operasi umum Anestesi. Penghawaan alamiah. Saringan I dipasang di bagian penerimaan udara dari luar dengan efisiensi 30 % dan saringan II (filter bakteri) dipasang 90 %. Penghawaan ruang operasi harus dijaga agar tekanannya lebih tinggi dibandingkan ruang-ruang lain dan menggunakan cara mekanis (air conditioner) Penghawaan mekanis dengan menggunakan exhaust fan atau air conditioner dipasang pada ketinggian minimum 2. Kualitas Udara Ruang sebaiknya : Tidak berbau (terutana bebas dari H2S dan Amoniak) Kadar debu (particulate matter) berdiameter kurang dari 10 micron dengan rata-rata pengukuran 8 jam atau 24 jam tidak melebihi 150 ug/m3.

Konsep yang digunakan untuk mengatasi masalah kebisingan adalah mengolah tata letak dan perencanaan interior. sehingga penyelesaian pengendalian kebisingan diupayakan melalui elemen interior seperti dinding atau partisi di mana untuk rumah sakit paling tidak harus dapat meredam bunyi dengan frekuensi 40 dB . namun diperoleh mutu konstruksi yang baik serta penyelesaian fasad arsitektural yang memadai untuk mewujudkan citra kelas pelayanan prima. Sistem Pondasi Sistem pondasi yang digunakan tergantung dari karakter dan kemampuan daya dukung tanah di lahan Rumah sakit yang direncanakan Dinding Interior Dinding ruang daIam diupayakan tetap mengutamakan segi kesehatan. perencanaan tata massa bangunan juga berperan dalam pengendalian kebisingan. Lantai dengan lapisan karet adalah bahan yang paling ideal untuk menghindari selip. karena mempunyai daya tarik lebih besar sehingga menghindarkan selip 90 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Bahan Bangunan Pemanfaatan material tetap mengutamakan segi ekonomis melalui penggunaan bahan bangunan yang umum dan mudah didapat. karet. Di sisi lain. pemilihan material bangunan serta finishing dinding sedemikian rupa yang dapat mendukung pengendalian kebisingan tersebut. Penggunaan ceiling yang tepat juga dapat mereduksi kebisingan terutama dari lantai ke lantai. Penggunaan material seperti karpet. Kebisingan juga dapat dihindari dengan tidak menggunakan bahan-bahan logam pada furniture D. Keramik dengan tekstur atau berukuran kecil dengan banyak joint lebih baik dari pada keramik polos. Bahan lantai dengan kandungan vinyl lebih tahan terhadap abrasi. tidak menyimpan debu atau kotoran dan warna yang dipilih adalah warna hangat untuk menunjang suasana penyembuhan. seperti keramik hendaknya dikombinasi dengan tekstur agar tidak terlalu licin. terutama di toilet. Bahan-bahan seperti keramik.Ketentuan pemerintah melalui Permenkes telah menetapkan tingkat kebisingan yang diijinkan untuk sebuah pelayanan kesehatan seperti rumah sakit yaitu antara 35 dB sampai 45 dB. yaitu menggunakan bahan finishing dinding dan sistem konstruksi yang mudah dibersihkan. sehingga modul mengikutinya. Struktur Bangunan Modul dan Ukuran Bangunan Ukuran bangunan menggunakan standar bangunan rumah sakit yang tergantung pada aktivitas (utama) kegiatannya. 1985). baik pada lantai maupun dinding dapat mereduksi kebisingan sampai 70%. vinyl dapat digunakan sebagai bahan lantai yang sesuai untuk kursi roda dan stretcher. Pada ruang tertentu yang telah diatur sesuai dengan standar persyaratan maka kualitas dinding menuruti aturan dalam standar tersebut. Penggunaan material yang licin. Bahan Lantai Untuk menentukan bahan lantai perlu dihindari bahan-bahan yang licin untuk menghindari selip. Massa bangunan menerapkan sistem modulor dengan fleksibilitas yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan aktivitas yang diwadahi.45 dB (Sinha. kayu.

sebaiknya pintu dapat berayun dari dua arah. dimensi. Untuk keamanan. serta ruang-ruang yang digunakan sebagai area terapi dan penyembuhan. Kombinasi material penutup atap dipakai laminated glass ataupun fiberglass untuk kepentingan memasukkan cahaya dalam ruang. Gagang pintu sebaiknya berada pada ketinggian 90 cm dari lantai sehingga mudah dicapai orang dari kursi roda maupun anak-anak. Untuk memudahkan pengguna kursi roda. jenis jendela yang dianjurkan adalah jendela yang tidak mudah digerakkan oleh angin. dan orang di kursi roda.8 untuk ramp) dalam keadaan basah maupun kering. maka satu daun pintu minimal mempunyai lebar 80-90 cm. Ujung frame yang berbahaya hendaknya diberi pengaman semacam karet. Untuk menciptakan karakter hangat dalam ruangan. . Aspek Tata Interior Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam tata interior adalah pencahayaan. minyak dan alkali. Bahan yang memenuhi kriteria ini adalah karet. orange pada unsur-unsur interior seperti dinding dan lantai. Lebar pintu ini untuk mengantisipasi masuk keluarnya stretcher. disamping itu. Pada ruangan-ruangan yang penting. Karakter hangat dapat diterapkan pada ruang-ruang yang bersifat publik. Bahan Atap Hal Iain yang perlu diperhitungkan adalah penanggulangan masalah kebocoran pada waktu hujan. pintu yang digunakan adalah pintu dua daun dengan lebar bersih minimal 120 cm. dan material.6 (0. akan tetapi bahan karet tidak direkomendasikan pada dapur dan ruang operasi. 91 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Pintu dan Jendela Lebar pintu dengan satu daun berkisar antara 80-90 cm agar kursi roda dapat masuk ke dalam ruangan. Lebar daun pintu harus dapat mengakomodasi perpindahan stretcher dan furnitur di dalam ruangan.memeriksa akurasi bentuk satuan genteng . Ceiling yang lebih rendah dapat membuat ruangan lebih cozy dan tidak formal.memeriksa kualitas genteng. seperti ruang tunggu. Bahan karet dapat menghindarkan selip. pasien dengan kursi roda lebih nyaman berada di ruangan yang memiliki ceiling rendah. Beberapa ruang dalam rumah sakit perlu mendapat perhatian mengingat penggunanya adalah pasien yang mengalami gangguan kesehatan.Bahan-bahan yang dapat dikatakan anti selip adalah bahan-bahan yang mempunyai koefisien pergeseran minimal 0. Lantai yang selalu kontak dengan air harus mempunyai kemiringan yang cukup ke arah saluran pembuangan air limbah. Penutup plafon sebagai komponen atap menggunakan bahan kedap suara dan mampu menjadi sekat api (fire proofing). Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kenyamanan privacy serta keselamatan bangunan. E. Jendela harus dapat dibuka dan ditutup oleh anak-anak. Pertemuan lantai dengan dinding harus berbentuk konus/lengkung agar mudah dibersihkan. Prinsip yang digunakan dalam merencanakan interior ruang adalah dengan membedakan karakter ruang yang hangat dan dingin. Karakter ruang yang diciptakan juga harus mendukung usaha penyembuhan sang pasien. Ketiga hal tersebut saling terkait dalam membentuk karakter ruang yang diinginkan. dalam hal ini jendela geser lebih efisien. lobby. yaitu dengan cara: . dapat menggunakan warnawarna seperti krem. tahan terhadap abrasi.memperhitungkan kemiringan atap . sangat sulit untuk membuka dua daun pintu. sehingga dapat dengan mudah dibuka tutup dari dua sisi ruangan.memberi Iapisan plastik atau aluminium foiI pada bagian daIam atap . Bagi pasien berkursi roda.

Karakter dingin dapat dibentuk dari warna lighting. karakter dingin sangat sesuai digunakan pada ruang-ruang operasi. waktu seakan berjalan cukup cepat. yaitu aktif dan pasif. Sedangkan.Tekstur dan warna sangat mempengaruhi kesan pengguna ruangan terhadap ruangan. Sistem keamanan pasif didapat penataan lansekap dan pencahayaan luar ruangan yang memadai pada areaarea yang kritis. terutama pada malam hari. Minimalkan penggunaan cermin. karena dapat memecah konsentrasi dan orientasi. Pintu hendaknya berwarna kontras untuk memudahkan way finding pada saat kebakaran. Perbedaan yang kontras antara dinding dan lantai dapat membantu mengidentifikasi batas. Sistem ini memungkinkan petugas untuk memonitor segala sesuatu yang terjadi dalam waktu 24 jam. Ruangan berkarakter hangat dapat membuat pengguna didalamnya merasa waktu berjalan lebih lambat. F. Aspek Keamanan dan Evakuasi Sistem pengamanan pada rumah sakit direncanakan menggunakan dua sistem. Oleh karena itu. warna material serta furnitur yang ada di dalamnya. Sistem keamanan aktif dapat menggunakan sistem monitor video (CCTV) yang diletakkan pada area-area yang kritis. di dalam ruangan yang berkarakter dingin. 92 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Pembatasan tekstur dan warna perlu dilakukan untuk membantu pasien gangguan jiwa yang sensitif. Sistem keamanan pada perencanaan fisik juga mencakup sistem pengamanan bahaya kebakaran yang terkait dengan usaha evakuasi.

1. Terkait dengan fasilitas. b.BAGIAN 3 ISU KONTEMPORER ARSITEKTUR RUMAH SAKIT pendekatan-pendekatan yang merespon isu kontemporer Perkembangan jasa layanan medis tidak dapat melepaskan diri dari perkembangan jaman dimana berbagai isu kontemporer muncul dari waktu ke waktu. e. adanya tuntutan performa gedung sesuai dengan kelas layanan. d. Kapan harus memperluas bangunan sebagai tuntutan penambahan jenis atau kapasitas pelayanan dan sebaliknya kapan harus menunggu. konservasi lahan dan konservasi energi untuk kepentingan pelestarian dan keberlangsungan adalah sebagian isu-isu mutakhir yang mengemuka dasawarsa ini. c. Namun secara langsung investasi pembangunan gedung menjadi salah satu komponen utama perhitungan biaya yang harus dikalkulasi dengan cermat tingkat pengembaliannya. Kapasitas alat produksi yang lebih besar dari pada penjualan akan mengakibatkan inefisiensi. Bangunan gedung bisa diasumsikan sebagai alat produksi. Secara prinsip gedung beserta infrastruktur penunjangnya sebagai aspek fisik akan mengikuti strategi non fisik. Pada bab ini akan dibahas tentang pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan dalam menanggapi beberapa isu kontemporer. akibat pergeseran karakter pelayanan merespon dinamika teknologi medik.Pentahapan struktur bangunan harus didasarkan pada perencanaan beban maksimal serta ketinggian struktur gedung tertentu. Kesesuaian Besaran Fasilitas terhadap Okupansi Pelayanan Strategi penting adalah rumusan besaran dan jenis layanan dalam perspektif Renstra Rumah Sakit. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 93 . Inefisiensi secara langsung akan menghasilkan biaya produksi tinggi yang lambat atau cepat akan menggulung lapangan bisnis kita.Pentahapan pelaksanaan sistem infrastruktur harus didasarkan pada rancangan sistem keseluruhan yang matang.Semua komponen struktur bangunan adalah tetap (fix) .Usia teknis bangunan dan infrastruktur diperhitungkan 25 tahun sesuai syarat dalam Keciptakaryaan. Isu tersebut muncul dalam relasi desakan strategis pertimbangan pengelolaan. maka beberapa hal ini harus menjadi pertimbangan yaitu: a.Ruang pelayanan didasarkan pada persyaratan tertentu sehingga tidak semua ruang bisa mengalami alih fungsi. Isu kontemporer misalnya besaran fasilitas sesuai tingkat okupansi yang memungkinkan pertumbuhan. ataupun perkembangan dalam rekayasa teknik termasuk perkembangan bahan bangunan. Dalam rumusan tersebut telah mewadahi kebijakan manajerial terkait dengan pentahapan serta investasi. tuntutan konservasi bangunan dalam status benda cagar budaya dengan adaptasi fungsi baru. performa fisik bangunan beserta lingkungan terhadap kemudahan pemeliharaan dan biaya. Untuk itu sangat diperlukan penanda arah dan waktu.

Maka sedikit banyak perlu memahami komponen utama struktur bangunan yaitu pondasi.Laksanakan perbaikan dalam kerangka pemeliharaan c.Laksanakan pembangunan gedung jika instalasi baru tersebut merupakan instalasi vital yang mempengaruhi kinerja unit pelayanan lain.Secara keuangan agenda pembangunan konstruksi baru bisa diagendakan setelah 6-7 bulan kecuali pertimbangan khusus. Selain itu didukung adanya produk khusus adukan. c. Semakin banyak aspek positif ditemukan oleh pembeli dari produk layanan akan semakin baik bagi penyedia. plat beton. acian. Bahan yang tepat bahkan tidak saja menjadi penyekat ruang namun sekaligus sebagai peredam suara dengan fleksibilitas yang baik untuk dipasang vertikal sebagai komponen dinding atau horisontal sebagai komponen plafon. kolom. d. e.Oleh karena itu hal apa yang bisa menjadi pertimbangan pengelola dan pembuat kebijakan untuk fasilitas kesehatan diantaranya adalah: a. Jika prinsip prasyarat diatas belum ada. Masih banyak lagi dukungan kemajuan teknologi bahan yang mendukung kebutuhan di lapangan. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . maka yang bisa dilaksanakan adalah: a.Rencanakan dan laksanakan pemeliharaan rutin. Dalam perkembangan bahan bangunan memungkinkan dipilih material dinding ringan permanen (hebel) sehingga bisa mengurangi beban yang harus didukung oleh struktur bangunan atas. Sistem dan jenis pondasi sesuai dengan daya dukung tanah serta besar beban yang disalurkan. Kesesuaian besaran investasi fasilitas terhadap skenario aliran kas sehingga bisa diperoleh stabilitas kondisi keuangan secara umum. Misalnya Rawat Jalan akan membutuhkan mutlak sarana prasarana diagnostik seperti pula rawat inap memerlukan instalasi rawat darurat dalam kapasitas yang tepat. Implikasi jika okupansi terlalu tinggi maka kualitas pelayanan akan turun seiring dengan penurunan sanitasi dan daya dukung gedung. balok beton. dan spesi yang memiliki daya rekat baik dengan berat lebih ringan dengan nama dagang antara lain mortar utama.Rehabilitasi gedung termasuk sarana prasarananya b.Laksanakan pembangunan gedung jika okupansi telah tinggi (>70%). Secara prinsip seluruh beban diatas tanah akan disalurkan kebawah oleh sistem struktur serta dilandaskan ke tanah keras. renovasi dan perbaikan secara mutlak harus dengan anggaran belanja yang lebih rendah sekitar maksimal 2/5 biaya pembangunan konstruksi baru. 94 2.Laksanakan pembangunan jika sarana prasarana penting telah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Kenyataan yang terjadi adalah kondisi fasilitas sangat mempengaruhi calon pembeli dan keputusanya. b. Arsitektur Rumah Sakit yang Memiliki Kelas Layanan Isu ini lebih mengarah pada kepentingan bertemunya aspek perencanaan fasilitas terhadap strategi meraih segmen pasar bisnis. Pondasi merupakan komponen bangunan terbawah yang meratakan dan atau menyalurkan beban. Besaran beban yang melampaui daya dukung tanah dan pondasi akan menyebabkan rusaknya pondasi. Sehingga hindarkan penambahan beban struktur baru disemua sistem struktur lama kecuali ekstensi yang telah diperhitungkan dari awal. Dalam ilustrasi tersebut diatas dituntut pemahaman teknis sebaik pertimbangan manajemen strategik. Selain itu adanya produk lapisan ringan dengan kemudahan aplikasi serta kekuatan untuk menjadi partisi ruangan sangat bermanfaat. Oleh karena itu pahami dan putuskan secara strategis.Konsolidasi keruangan dalam konsep renovasi atau rehabilitasi Rehabilitasi.

Pencitraan yang berlebihan justru berakibat tidak menguntungkan.Kulit baru harus sesuai dengan tuntutan aktivitas ruang dalam dibaliknya.Bahan dan sistem kulit baru tidak boleh merusak atau membebani struktur yang telah ada. Sedang dari sisi pengelolaan ketidaksesuaian bisa berakibat unit biaya lebih besar dibanding pemasukan. Aplikasi menggunakan bahan perata dan perekat berlapis menghasilkan permukaan datar. Dari dua tuntutan dasar tersebut maka implikasi terhadap fasilitas antara lain: a. Lembar material fleksibel memungkinkan dilengkungkan dalam sudut tertentu. Dengan teknologi pembuatan yang baik dihasilkan keramik yang homogen. Bahan yang ada di pasaran penunjang kepentingan tersebut antara lain lembaran aluminium cladding dalam modul tertentu dengan keragaman warna serta teknik dan bahan penggantung rangka hollow. Pencitraan terhadap layanan yang tercipta dari fasilitas harus sesuai dengan kelas sasaran. kemampuan dukung. Perkembangan bahan yang mendukung diantaranya lapisan permukaan lantai tanpa celah berbahan vynil dengan ketebalan tertentu.Hubungan antar unit layanan sesuai dengan kebutuhan kenyamanan pasien sepenting standar medik c. Keragaman produk di lapangan memberi peluang banyak pilihan. Sebagai contoh fasilitas gedung di unit Bedah telah memiliki standard clean room tertentu dengan syarat aliran ruang menyangkut sterilitas. Selain itu pertimbangan keamanan pengguna adalah karakter anti selip.Tuntutan dasar terhadap layanan kesehatan adalah profesional dan bersih.Garis rancangan dan pembentuk kulit baru harus sesuai dengan pencitraan layanan (brand image).Tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan layanan dengan antisipasi terhadap kapasitas maksimal b. Dukung kondisi bersih melalui rancangan warna dan cahaya. dan tidak menangkap debu. Kebutuhan medik tertentu lebih bersifat mutlak dibanding pertimbangan lainnya. dan meski tidak terlalu vital yaitu keawetan warna dan kemenerusan produksi tiap tipe. Penyiasatan beberapa kali berhasil dipraktekkan terutama pada fasilitas Rumah Sakit yang telah terbangun dan layanan telah berjalan. Salah satu komponen bangunan yang membentuk citra layanan adalah penutup lantai. Untuk menyesuaikan pencitraan bangunan terhadap layanan digunakan konsep mengangkat kulit wajah (face-lift). aman. keseragaman dimensi. 95 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . tuntutan tersebut tidak sulit untuk diwujudkan. Dalam dinamika perkembangan rekayasa bangunan dan material. Homogenitas tersebut membuat lebih kuat dan hasil tanpa pori-pori. ketebalan lapisan permukaan untuk keramik. c. b. Lapisan permukaan anti gores dan anti bakteri menghindari cacat permukaan yang sering tidak dapat dicegah dalam penggunaan alat bergerak. Di pasaran salah satunya dengan nama dagang tajima. bahan permukaan serapat mungkin tanpa celah meminimalkan sambungan. menghindari sudut yang sulit dalam pemeliharaan sampai dengan dukungan kelengkapan infrastruktur yang baku.Rancang bahan yang awet. Kondisi tersebut mengakibatkan calon pembeli tidak berani observasi atau spekulasi membeli layanan sehingga berpindah pada alternatif yang sesuai dengan kemampuan dan harapan. Kemudahan pemeliharaan dan efisiensi bujet akan menjadi penyeimbang keputusan dalam perancangan bangunan Namun disisi lain secara bersamaan tim perancang fasilitas harus menyesuaikan dengan tuntutan meraih segmen pasar yang sesuai. Pertimbangan utama adalah: a. Plint lantai merupakan penutup permukaan lengkung antara lantai dan dinding. Sekaligus kepingan bahan tersebut menghindari munculnya kotor pada permukaan bawah dinding akibat pengepelan lantai. Bahan yang mendukung kebutuhan fasilitas yang bersih dan sehat antara lain plint lantai. Secara teknis yang menjadi pertimbangan adalah ketebalan bahan. Salah satu produk di pasaran menggunakan nama Indogress.

Perubahan suhu serta perbedaan kelembaban akan berpengaruh terhadap fisik bahan. Sebagai contoh aplikasi pengecatan bertekstur pada ruang dalam sebaiknya dihindari karena permukaan tersebut menuntut bebas debu sehingga tidak tepat mengaplikasikan jendela hidup disisi lain. Kualitas cat yang baik dengan kandungan anti lumut dan bakteri bisa mencegah turunnya kualitas permukaan dinding. Apakah bangunan. lingkungan saja atau bahkan distrik hingga kawasan sekitar rumah sakit. Disisi lain pertimbangan kelengkapan alat pendukungnya. Untuk itu secara fungsional perlu dipilih bahan yang tahan lama. Pada sebagian kota bahkan telah diterbitkan list gedung-gedung yang masuk dalam kategori Cagar Budaya. Salah satu yang mempengaruhi usia teknis bahan adalah ketepatan dalam pengkondisian seperti yang dipersyaratkan. Performa Fisik Bangunan dan Lingkungan Terhadap Kemudahan Pemeliharaan dan Biaya Kemudahan pemeliharaan merupakan faktor penting dalam pertimbangan desain. Bahkan dalam rancangan yang ekonomis. segmen tidak mudah lepas. Arsitektur Rumah Sakit yang merespon Konservasi Cagar Budaya dan Beradaptasi dengan Fungsi Baru Beberapa bangunan memiliki status sebagai benda cagar budaya. 3. Namun teknik pengecatan tersebut masih memungkinkan diaplikasikan pada permukaan dinding luar bangunan untuk menghasilkan citra alami. serta mempunyai daya dukung tinggi.Atau bahan kaca dengan warna beragam yang terus mengalami peningkatan karakter antara lain tidak meneruskan sinar UV. perubahan warna cat dinding dalam komposisi yang baik akan menghasilkan perubahan citra bangunan. Kemudahan pemeliharaan antara lain dengan pertimbangan ada tidaknya sistem yang bisa menjangkau komponen bangunan secara mudah. jangkauan pengamatan. bangunan dan lingkungan. pilihan material bangunan dipertimbangkan dalam aspek ketahanannya. Sebagai contoh dalam produk di pasaran dengan nama Jotun. Sebagai contoh komponen atap bangunan pada gedung bertingkat sedang hingga tinggi. Sangat penting untuk dipahami pembedaan tuntutan bagi ruang luar dan ruang dalam. anti noda. Terkait dengan biaya. Setelah itu perlu dirumuskan ketepatan tindakannya. Perkembangan teknologi dan bahan pembentuk cat memudahkan dalam memperoleh perlindungan dinding. anti jamur atau noda. . Oleh karena semua bahan bangunan memiliki dimensi modul yang sama atau hampir sama disetiap jenisnya. dan pemanfaatan. Material didukung oleh kehandalan pantauan pabrik yang ketat dalam syarat kondisi bidang aplikasi membuat hasil pengecatan yang baik. maka penggunaan ukuran dengan perhitungan kelipatan akan tidak menyisakan bahan bangunan. Bangunan yang merupakan benda cagar budaya secara status diikat oleh Undang-undang Cagar Budaya. Pemeliharaan menyangkut rincian kualitas permukaan yang berhubungan dengan kondisi ruang. penutupan pori-pori yang sempurna. Perbedaan tuntutan salah satunya disebabkan oleh skala. lapisan dan teknik tertentu menghindari pecah serpih. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 96 4. Kesalahan dalam desain akan menjadi beban biaya seumur bangunan beroperasi. lapisan tertentu yang menghambat kemenerusan pandangan. lapisan anti bakteri. dengan demikian perlu pengkondisian udara buatan yang harus diperhitungkan dalam bujet konsumsi listrik. Perlu secara pasti memahami ruang lingkup pelestarian. anti jamur. Hal kecil yang perlu dipertimbangkan juga adalah efisiensi penggunaan bahan terhadap rancangan.. Ataupun penggunaan batu alam dengan treatment tertentu untuk lapisan permukaan anti lumut.

Susun rencana teknis dan detil perancangan e.Kajian delineasi dan status bangunan beserta lingkungannya c. 97 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Syarat keamanan lingkungan terpenuhi akan berakibat positif pada stok air tanah serta penjagaan kualitas lingkungan dari polusi. Bisa dilaksanakan injeksi waterproofing secara merata pada dinding diatas lantai. Namun dengan perkembangan bahan bangunan. Artinya aset cagar budaya yang lestari tidak saja secara fisik namun juga pemanfaatan gedung tersebut dalam fungsi baru yang tanggap terhadap perkembangan dan sesuai dengan guna ruang dominan sekitarnya. membangun dan mencukupi kebutuhannya. dan Kesinambungan (continuity). Konversi Lahan dan Konversi Energi Pembangunan berkelanjutan merupakan semangat yang melekat di era ini. Berkelanjutan artinya tidak saja memikirkan keperluan saat ini namun mempertimbangkan lingkungan tempat hidup bagi generasi mendatang.Inventarisasikan secara lengkap seluruh aset bangunan. Kegunaan (function). e. Dengan demikian tidak menutup kemungkinkan dilaksanakan pembangunan gedung baru diantara aset cagar budaya dengan menjawab tolok ukur kesesuaian sebagai berikut: Gaya (style). Salah satunya mengandung arti bagaimana pembangunan dapat berjalan tanpa melampaui ambang batas daya dukung lingkungan saat ini tanpa mengurangi hak generasi mendatang untuk hidup. Sebagian besar atau semua sistem struktur gedung cagar budaya tidak menggunakan beton rangka namun dinding penyangga beban.Konsultasikan rencana tindakan pelestarian ke Balai Pelestarian Bangunan Cagar Budaya yang ada di provinsi d. Untuk itulah salah satunya kepatuhan dalam angka maksimal lahan boleh tertutup (building coverage) serta kepadatan terkait dengan total luas lantai menjadi harga mutlak. dimensi bisa dilaksanakan dengan bahan baru dan teknologi baru. Misalnya tuntutan adaptasi detil pada pintu jendela termasuk teknik penggantungan berpeluang untuk diaplikasikan pada bahan baru. adaptasi garis desain. Salah satu produk di pasaran yang melaksanakan hal tersebut adalah Fentura Windows. 5.Secara prinsip tindakan pelestarian lebih tepat untuk ditekankan pada keberlangsungan bangunan terkait dengan kehidupan. Termasuk pula semaksimal mungkin mempertahankan profil muka tanah alami. Selain itu sistem jaringan lama tidak lagi efisien terhadap beragam kepentingan baru. Komponen bangunan rata-rata unik sulit bahkan tidak lagi diproduksi kecuali dalam pemesanan khusus.Usia menyebabkan kemungkinan jaringan infrastruktur tidak layak digunakan lagi.Akibat belum aplikasi teknik beton kedap air membuat sebagian dinding lembab akibat kapilerisasi air tanah. Rencanakan pemanfaatan lahan yang tepat dengan ruang terbuka yang memadai tertanami oleh pohon yang sekaligus memiliki peran neka guna.Implementasi rencana Secara prinsip teknis yang harus dipahami adalah: a. Untuk itu diperlukan kecerdasan dalam merancang hubungan antar fungsi serta distribusi fungsi yang efisien serta nyaman. d. sehingga semua komponen bangunan adalah bagian dari sistem struktur . Bahan (materials). . b. Tindakan dan metode dalam penanganan pelestarian bangunan dan lingkungan adalah: a.Rata-rata memiliki level plafon yang tinggi sehingga memungkinkan dilaksanakan penataan ruang dalam sesuai dengan adaptasi fungsi baru sekaligus memperoleh efisiensi volume ruang. lahan dan infrastruktur b. c. warna. Jika kita kaji tindakan konservasi lahan secara prinsip erat berhubungan dengan upaya pelestarian energi karena secara langsung atau tidak akan mempengaruhi kondisi lingkungan. Kriya (workmanship).

Tidak ada satupun bahan dan sistem yang mengatakan dirinya aman terhadap bencana. Jika tidak dimungkinkan pemilihan lokasi yang lebih baik maka diperlukan sistem pengamanan dengan rekayasa teknis yang tepat. bangunan gedung rumah sakit harus tetap berdiri dan melaksanakan pelayanan apapun kondisi disekitarnya. Rumah sakit adalah bangunan publik yang secara fungsional mempunyai peran sebagai muara evakuasi korban bencana. Sumberdaya tersebut antara lain: listrik. bahan bakar untuk operasionalisasi alat catu daya cadangan listrik. kualitas tahan tekan beton minimum 175 kg/cm2 dan kekuatan tarik baja 2400 kg/cm2. tanah sehat. maka pertimbangan lokasi menjadi faktor penting. Semua material bangunan selalu mempunyai spesifikasi teknis yang tidak boleh dilanggar untuk mendapatkan keamanan struktur sehingga perencanaan dan pelaksanaan merupakan kunci utama yang tidak boleh ditinggalkan salah satu. memenuhi standar dimensi.Kondisi mutlak terhadap hasil aktivitas rumah sakit adalah pentingnya pengolahan sampah medik secara khusus. pengelolaan limbah cair sehingga faktor infeksi tidak mencemari lingkungan serta eksplorasi air tanah secara bijaksana. Dengan kata lain. Arsitektur Rumah Sakit yang Tanggap Bencana Melihat adanya potensi gempa di tanah air maka dalam bangunan rumah sakit harus tanggap terhadap potensi yang ada dan kemungkinan terjadi. sehingga dapat memotong biaya operasional yang harus dikeluarkan. Struktur serta bahan gedung harus mempunyai kelenturan atau daktilitas yang baik serta mempunyai daya tahan terhadap kerusakan. Hal sederhana yang digunakan sebagai template pada penataan lay-out instalasi rawat jalan/poliklinik pada masterplan Rumah sakit adalah menempatkannya dalam sebuah jejalur paralel yang memungkinkan diletakkannya ruang tunggu di sisi luarnya sehingga ruang tunggu tersebut dapat memanfaatkan bantuan pencahayaan dan penghawaan alami (tidak secara total). Berhubungan dengan konsumsi energi. Rancangan struktur merupakan aspek penting terhadap keamanan bangunan. air bersih. Namun dengan perencanaan yang tepat dan cermat maka waktu kritis bisa terlampaui sebelum memasuki waktu luruh/rusak teknis bahan. Pilih lahan yang tidak dekat dengan bahaya seperti misalnya perbukitan rawan longsor. udara bersih. Untuk itu rancangan bangunan beserta sistem penunjangnya diarahkan untuk pemanfaatan yang lestari. Hal tersebut antara lain: kinerja alat deteksi asap. Keamanan lain yang harus diperhitungkan adalah keselamatan pengguna. lahan yang memiliki jenis tanah sensitif (tanah mengembang). Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa telah dikeluarkan dan disosialisasikan oleh Departemen Pekerjaam Umum. Perhitungan pembebanan dalam perencanaan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) didukung kesempurnaan dalam pelaksanaan menjadi aspek metodologi yang dipersyaratkan. Hal tersebut menyangkut jalur evakuasi yang jelas. Terkait dengan hal tersebut. rumah sakit merupakan salah satu fungsi yang membutuhkan dukungan energi tinggi. jumlah dan sebaran serta bahan bangunan yan tepat. hidran atau lain sebagai bagian dari sistem pengendalian kebakaran. ataupun tepi pantai terbuka. 6. sistem penangkal petir yang aman. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 98 . Dalam segala kondisi pelestarian sumberdaya merupakan hal yang tidak disangkal. api serta suhu panas. Selanjutnya dukungan terhadap keamanan dan keselamatan pengguna adalah bagian dari peran utilitas mekanikal dan elektrikal. Dalam pedoman tersebut telah mengatur metode dan cara antara lain: penempatan dan pengaturan tulangan. teknik sambungan antar komponen balok-plat-kolompondasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->