ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

GRS

KATA PENGANTAR
Melihat dari tipe dasar bangunan, terdapat dua tantangan terbesar dalam industri desain arsitektur yang pertama adalah bandara dan yang kedua adalah rumah sakit. Dua tipe bangunan tersebut menjadi tantangan besar bagi seorang arsitek dan timnya untuk menyelesaikan sebuah rancangan yang dapat bekerja dengan baik dan benar karena bukan hanya unsur estetika, komposisi, pertimbangan keuntungan dan kerugian materi dari sebuah fungsi namun keberhasilan organisasi ruang dan keselamatan banyak manusia menjadi faktor utama penentu sebuah rancangan rumah sakit yang baik. Fisik Rumah Sakit merupakan satu hal yang sangat penting bagi sebuah rumah sakit. Bidang fisik termasuk bangunan dan performansi ruang, tata lansekap, dan infrastruktur pendukung mulai didekati dengan indikator kenyamanan, keindahan, serta keberhasilan pada lingkungan yang kesemuanya membangun citra layanan kesehatan dikelasnya. Bangunan yang indah, fungsional, efisien dan bersih memberikan kesan yang positif bagi seluruh pengguna rumah sakit. Pada dasarnya, fisik rumah sakit juga berhubungan langsung dengan kualitas layanan medik. Indikator keberhasilan bangunan rumah sakit dapat dilihat dari kenyamanan dalam pemanfaatanya sehingga memberikan sumbangan pada proses penyembuhan pasien dan produktivitas pelaku, prosedurprosedur layanan medik dapat terlaksana dengan efektif dan efisien, terjaga dengan mudah kebersihanya. Tuntutan terhadap kinerja dan layanan kesehatan rumah sakit pada saat ini semakin tinggi. Kita tahu bahwa kehidupan dapat bermula dirumah sakit dan begitupun dengan akhir, yang umumnya dilewatkan dirumah sakit pula. Dalam perkembangan layanannya, rumah sakit berhubungan dengan konsumen yang memelukan layanan kesehatan dan tidak hanya diperuntukan bagi pasien yang sakit. Fenomena yang telah dijabarkan diatas menjadi dasar pertimbangan penyusunan buku Arsitektur Rumah Sakit. Buku ini diharapkan mampu menjadi referensi tentang perencanaan, perancangan dan pengelolaan fasilitas fisik rumah sakit yang dapat berguna bagi akademis, mahasiswa, penyedia jasa dan praktisi industri bangunan, penyedia jasa dan pengguna pelayanan kesehatan, pengelola fisik dan manajemen fasilitas kesehatan dan masyarakat pada umumnya. Penyusunan buku ini merupakan respon atas kurangnya referensi buku Arsitektur Rumah Sakit khususnya referensi dalam negeri. Pokok bahasan yang akan ditemukan dalam buku ini adalah berbagai hal yang terkait dengan pedoman dan guidelines perencanaan rumah sakit, perancangan fasilitas, infastruktur bangunan rumah sakit serta strategi pengelolaan dan manajemen fisik perencanaan rumah sakit serta isu-isu kontemporer perencanaan dan perancangan fasilitas fisik rumah sakit. Akhir kata buku ini berhasil disusun tidak lepas dari bantuan bernbagai pihak yang menyumbangkan masukannya baik berupa saran maupun kritikan, dalam forum formal maupun informal. Semoga apa yang ada di dalam buku ini bermanfaat dan memberikan stimulasi yang positif bagi pembaca dimasa yang akan datang. Selamat Membaca! Yogyakarta, Maret 2010 PT. Global Rancang Selaras.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

I

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAGIAN 1 PENGANTAR DAN TINJAUAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT
BAB 1 PRINSIP DASAR PERENCANAAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT
Rencana Strategis Organis, Berkembang, Bertahap Kompak Memberikan Harapan Sehat Pengelompokan yang Tepat Sirkulasi yang tepat dan Aksesibel Hemat Energi dan Nyaman Thermal Aman dan Tanggap Keadaan Darurat `Hijau` Mudah dan Murah Perawatan Sesuai Target Konsumen dan Fasilitas yang Tepat Mengakomodasi Kebutuhan dan perilaku Manusia Kenyamanan Visual dan Tanggap Lingkungan Mampu menjadi Aset Properti

i ii

1
1 2 3 3 3 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 11 12 12 12 14

BAB 2

APA ITU ARSITEKTUR RUMAH SAKIT
Pengertian Komponen

BAB 3

TIPE FASILITAS KESEHATAN
ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

Klasifikasi/ Tipe Fasilitas Kesehatan Tipologi Rumah Sakit Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah

BAB 4

FUNGSI DAN RUANG RUMAH SAKIT
Prinsip dan Implementasi Tuntutan Sterilitas, Fungsional, Teknikal dan Behavioral Organisasi Ruang dan Program Kegiatan Instalasi Bedah/ Instalasi Radiologi/ Instalasi Rehabilitasi Medik Kamar Mayat/ Instalasi Laboratorium/ Instalasi Gawat Darurat/ Intensive Care Unit/ Poliklinik/ Instalasi Rawat Inap (IRNA) Instalasi Farmasi/ Instalasi Sterilitas (CSSD)/ Instalasi Gigi

ii

BAB 5

SIRKULASI DAN ZONING RUMAH SAKIT
Prinsip dan Implementasi Sirkulasi Kendaraan/ Barang/ Pengunjung/ Pemberi Layanan Kesehatan/ Kegawatdaruratan 21 22

BAB 6

BENTUK DAN KARAKTERISTIK RUMAH SAKIT
Prinsip dan Implementasi Karakteristik 23 24 25 25

BAB 7

KONSEP RUMAH SAKIT & EVALUASI PASCA HUNI
Fasilitas kesehatan dan Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Peran Evaluasi Pasca Huni dalam Proses Desain Fasilitas Kesehatan

Parkir. Tapak. Sirkulasi. Kontur danaliran air. Ruang Terbuka. 30 31 BAB 9 PERENCANAAN SIRKULASI DAN ZONING KOMPONENBANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi 32 BAGIAN 2 PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT BAB 10 PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Fleksibilitas dan Pentahapan Pertimbangan Estetika dan Kenyamanan PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Perencanaan Infrastruktur Kriteria Desain Umum Penyediaan Air Bersih/ Kriteria Desain Umum Penyediaan Air Panas/ Kriteria Desain Umum Pengolahan Limbah Cair/ Sistem Drainase dan Pengolahan Air Hujan/ Kriteria Desain Pengolahan Mekanikal Elektrikal/ Kriteria Sistem Pemadam Kebakaran/ Kriteria Sistem Pengandalian Udara/ Kriteria Sistem Telekomunikasi/ Kriteria Sistem Gas Medik/ Kriteria Sistem Tata Surya/ Sistem CCTV (close Circuit Television)/ Pekerjaan Nurse Call/ Kriteria Sistem Elektrikal 34 35 36 37 38 BAB 11 BAB 12 BAB 13 PERENCANAAN FISIK DAN STRATEGIS RUMAH SAKIT Arti Penting Manajemen Rumah Sakit Tujuan dan Sasaran Perencanaan Fisik Kerangka dan Konsep Kerja Kriteria Umum Produk KONSEP PERENCANAAN FASILITAS RUMAH SAKIT Pelayanan Pasien Dalam Rumah Sakit/ Inpatient Instalasi Gawat Darurat/ Instalasi Rawat Inap/ Instalasi Rawat Intensif/ ICU Instalasi Rawat Intensif Koroner/ ICCU Unit Penyakit Jiwa/ Unit Kamar Bersalin (VK)/ Unit Perinatologi Unit Haemodialisis 47 47 48 50 53 54 iii ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Optimalisasi Melalui Revitalisasi Fasilitas Fisik Fasilitas Kesehatan Langkah-langkah Peringkatan Performansi Fasilitas Kesehatan 28 28 BAB 8 PERENCANAAN LAHAN DAN SITEPLANNING RUMAH SAKIT Kebutuhan vs Ketersediaan Perencanaan Lokasi.

Pelayanan Pasien Luar Rumah Sakit/ Outpatient Instalasi Rawat Jalan 65 65 Pelayanan Penunjang Medik/ Klinik Bantuan Instalasi BedahInstalasi Laboratorium Radiologi Patologi Mortuary/ Otopsi Dental Gigi Endoscopy Pelayanan Kesehatan Terapi Instalasi Rehabilitasi Medik 73 74 75 76 77 78 78 81 82 83 84 Administrasi / Rekam Medik Rekam Medik Penyimpanan Obat/ Farmasi Laundry/ Pengelolaan Linen Instalasi Gizi (Dietary Service) Bengkel dan Peralatan (IPSRS) Pengelolaan dan Pembuangan Sampah Pelayanan Penunjang Fasilitas Pembelajaran/ Studi Diagram Pergerakan Pasien Hal yang harus Diperhatikan dalam Desain Tata Fungsi/ Tata Sirkulasi/ Aspek fisika Bangunan/ Aspek Struktur Bangunan/ Aspek Tata Interior Aspek Keamanan dan Evaluasi Kesesuaian Besaran Fasilitas terhadap Okupansi Pelayanan Arsitektur Rumah Sakit yang Memiliki Kelas Layanan Performa Fisik Bangunan dan Lingkungan Terhadap Kemudahan Pemeliharaan dan Biaya Arsitektur Rumah Sakit yang merespon Konservasi Cagar Budaya dan Beradaptasi dengan Fungsi Baru Konversi Lahan dan Konversi Energi Arsitektur Rumah Sakit yang Merespon Bencana 93 94 96 96 97 98 iv DAFTAR PUSTAKA ARSITEKTUR RUMAH SAKIT BAGIAN 3 ISU KONTEMPORER .

Rencanakan Rumah Sakit Sesuai Rencana Strategis Komponen-komponen yang terkait dalam penyusunan Masterplan Rumah Sakit. serta ketidaksesuaian antara aktivitas dengan wadahnya. Proses pengelolaan aset pada dasarnya akan sangat dipengaruhi oleh proses perencanaan kegiatan. Akibat yang ditimbulkan dari kurang matangnya tahap perencanaan antara lain adalah lahan tidak sesuai. Oleh karena itu sebuah rumah sakit perlu dikembangkan berdasarkan rencana bisnis. 1. dapat dikatakan bahwa proses perencanaan aset akan mengikuti proses sebagaimana berikut: · Identifikasi aset eksisting (lahan. proses tumbuh dan berkembang. dan infrastruktur) · Penentuan visi bagi keseluruhan dan masing-masing asset · Perumusan strategi yang harus dilakukan pada keseluruhan dan masing-masing aset. bangunan terbengkalai. Copyright : PT. Melihat kecenderungan diatas pada akhirnya setiap organisasi baik profit maupun non profit mulai mempertimbangkan pengelolaan dengan prinsip bisnis yang baik dan benar sehingga tercipta sebuah bangunan yang mandiri dalam operasional. Global Rancang Selaras Sering terjadi beberapa kasus kegagalan disebabkan karena pengembangan lahan dan bangunan yang tidak didasarkan atas studi kelayakan serta perencanaan bisnis yang matang pada tahap awal perencanaan. Dengan kata lain. sumberdaya manusia. perawatan. 01 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . proses perencanaan strategis akan sangat mempengaruhi perencanaan masterplan keseluruhan aset (serta masterplan masing-masing unit dan perencanaan fasilitas dalam masingmasing unit).BAGIAN 1 I BAB 1 PENGANTAR DAN TINJAUAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT: 14 PRINSIP DASAR PERENCANAAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Dalam merencanakan komponen-komponen fisik rumah sakit yang meliputi perencanaan lahan. bangunan dan infrastruktur. Suatu perencanaan yang dimulai dari perencanaan aktivitas. akan membawa implikasi pada lahan. perlengkapan fasilitas. terdapat 14 prinsip dasar yang perlu diperhatikan dan dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi arahan dasar dalam merencanakan rumah sakit sebagai suatu aset properti. Meski demikian. bangunan. bangunan dan infrastruktur.

kemudian di waktu yang lain diperlukan adalah pembangunan atau peningkatan fisik bangunan. dan dapat berlanjut ke penurunan performansi fisik dan fungsi jika tidak segera ditindak-lanjuti dengan tepat. ataupun vertikal. Pada waktu tertentu lainnya. interstisial. kita perlu mempertimbangkan pentahapan perkembangan rumah sakit. rumah sakit perlu direncanakan sesuai dengan tingkat perkembangannya. Berkembang dan Bertahap Setiap rumah sakit pasti akan berkembang dalam proses daur fungsi bangunannya. Masterplan RSUD RAA Soewondo. Oleh karena itu. Global Rancang Selaras 02 Masterplan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram. yang memberi kesempatan pada bagian-bagian tertentu untuk berkembang secara bertahap. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Copyright : PT. Dalam proses memanfaatkan sumberdaya lahan pun. Dimulai dari tahap embrional. Dalam hal ini. kematangan. Global Rancang Selaras . Pati. Jawa Tengah. Rencanakan Rumah Sakit secara Organis.2. perkembangan awal. Copyright : PT. yang dibutuhkan adalah konsolidasi aset-aset. Sebagai contoh pada suatu waktu tertentu yang diperlukan dalam proses perkembangan rumah sakit adalah proses pengembangan lahan. dibutuhkan sebuah masterplan yang baik. perkembangan lanjut. Ada beberapa kemungkinan perkembangan rumah sakit yang dapat kita pilih sesuai dengan kondisi yang ada seperti perkembangan secara horisontal.

Global Rancang Selaras 4. 03 5. Rule of thumb untuk pengembangan rumah sakit adalah sekitar 50m2 untuk tiap bed. Arsitektur rumah sakit diharapkan mampu mengubah image masyarakat tentang rumah sakit. Rencanakan Rumah Sakit yang MEMBERI HARAPAN SEHAT Istilah 'rumah sakit' mungkin memang kurang tepat. Dimulai dari penggunaan warna dan cahaya yang suram yang semestinya digantikan dengan pemanfaatan warna dan cahaya yang lebih cerah (meski tetap bersifat kalem/tenang). Pemanfaatan Lahan secara Optimal pada MasterPlan Fisik RSAB Muslimat Jombang dan RSAB Muslimat NU Ponorogo ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Copyright : PT. Dengan adanya arahan dasar ini. Rencanakan Rumah Sakit dengan Pengelompokan yang Tepat Rumah sakit semestinya direncanakan dengan pengelompokan ruang (kerap juga disebut pemintakatan atau zoning) yang tepat. Pengelompokan ruang yang tepat akan mendukung efektivitas dan efisiensi kegiatan yang berlangsung di dalamnya dan antar ruang. kebutuhan dan kompleksitas yang berbeda-beda antar rumah sakit. karena bukan menyiratkan harapan (isi gelas masih setengah) melainkan justru menyiratkan masalah (isi gelas tinggal setengah). Hal ini tentu saja harus dirubah dengan mengarahkan pada sifat penuh harapan sehat dan optimisme serta kecerahan. Meningkat pada penataan eksterior dan interior yang semata-mata menekankan pada fungsi. dan selayaknya mulai diolah menjadi fungsi dan fiksi (atrau bahkan fungsi dan puisi). Dibutuhkan harmonisasi dalam mengkomposisikan kebutuhan akan kelengkapan fasilitas fisik. . mengingat berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa sugesti diri dan optimisme akan meningkatkan angka kesembuhan secara mencolok. efektivitas serta kompak yang tinggi sehingga dapat beroperasi dengan baik akan jauh lebih baik dalam proses perkembangan usaha. dapat diperkirakan luasan. juga isu sosial yang berkembang. maupun isu krusial lainnya. keterbatasan anggaran. sebagai contoh 70 bed x 50m2. Lebih lanjut dapat ditingkatkan pada citra keseluruhan rumah sakit yang harus berubah dari “penjara” ke “resort” : pasien bukanlah pesakitan melainkan customer yang terhormat.3. Memulai dari sebuah rumah sakit yang kecil namun memiliki efisiensi. sementara pemberi layanan kesehatan bukanlah sipir melainkan “customer partner” menuju sehat. Rencanakan Rumah Sakit yang KOMPAK Efisiensi dan efektivitas adalah dua parameter mutakhir yang selayaknya menjadi isu utama perencanaan Rumah Sakit. ketersediaan lahan.

Perbedaan Zona Academic Axis dan medic Axis pada Rumah Sakit Pendidikan Copyright : PT.Pengelompokan yang tepat juga akan memberi kedekatan ruang-ruang yang saling membutuhkan kedekatan. seperti: layanan gawat darurat. adanya pemisahan elevator yang digunakan oleh pasien berbeda dengan yang digunakan pengunjung umum. melahirkan. meliputi laboratorium. dan kamar jenazah. Demikian juga pada bangunan bertingkat. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Global Rancang Selaras 04 Sistem sirkulasi pada dasarnya terbagi dalam sirkulasi eksternal dan sirkulasi internal. seperti misalnya layanan bedah. Sirkulasi internal akan terbagi antara sirkulasi umum dan pengunjung serta sirkulasi pasien dan layanan medik. yang memberikan layanan pada kegiatan rumah sakit. laundry. Zona Terdalam adalah zona yang membutuhkan tingkat kesterilan tertentu dalam memberikan layanan. 6. Global Rancang Selaras 1 2. layanan rawat jalan. Terakhir adalah Zona Layanan. Zona Kedua adalah zona yang menerima beban kerja dari zona terluar tadi. Pada umumnya diperlukan 1 parkir mobil bagi tiap 4 bed rawat inap dalam sebuah rumah sakit .Pemisahan sirkulasi pun terjadi pada sirkulasi pasien dan clean utilities (utilitas bersih) dibedakan dengan alur dirty utilities (utilitas kotor). farmasi. dan memisahkan ruang-ruang yang membutuhkan pemisahan. Sirkulasi eksternal akan didominasi oleh sirkulasi kendaraan bermotor dalam mengakses rumah sakit. serta akses layanan dan karyawan. serta rawat intensif. Copyright : PT. seperti misalnya dapur. Rencanakan Rumah Sakit dengan Sirkulasi yang Tepat dan Aksesibel 2 1. Contoh Jalur sirkulasi berupa ”bridge” antar fungsi bangunan. serta layanan administratif untuk umum. Perlu ada pembedaan antara akses utama rumah sakit bagi pengunjung. dan radiologi. Ada beberapa area yang sirkulasi pasien dan layanan medik perlu dipisahkan secara sempurna dengan sirkulasi umum. akses gawat darurat yang harus dapat dicapai dengan mudah dan tidak terganggu akses yang lain. IPSRS. Zona Dalam adalah zona yang menyediakan layanan rawat inap dan layanan lain bagi pasien. pool kendaraan. Zona Luar adalah zona yang harus dengan mudah diakses oleh masyarakat luas. Demikian juga parkir perlu direncanakan sedemikian rupa sehingga secara kualitatif dan kuantitatif memenuhi persyaratan yang ada.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Rencanakan Rumah Sakit yang Aman dan Tanggap Keadaan Darurat Selain keamanan dari pengguna yang selalu diperhatikan oleh pengelola fasilitas kesehatan. serta kemudahan menyelamatkan diri dari bahaya kebakaran. Dari hal pertama. Rencanakan Rumah Sakit yang Hemat Energi dan Nyaman Thermal Penghematan energi yang paling sederhana namun dapat berdampak sangat besar dapat dilakukan dengan perencanaan sistem penghawaan. Ramp sebaiknya dirancang dengan memperhatikan lebar. kemudahan memadamkan api. bagian transparan atau bukaan diarahkan menghadap selatan dan utara sehingga lebih menghemat energi pendinginan. kesejajaran (alignment). bangunan diorientasikan membujur timur barat. Contoh yang paling mudah adalah melihat rumah sakit dari sisi keamanan terhadap bahaya kebakaran. Penyelamatan diri dari bahaya kebakaran meliputi tangga darurat pada jarak-jarak tertentu. masalah keamanan dari keadaan-keadaan darurat yang tidak diharapkan menjadi hal yang patut diperhatikan. Pada kondisi tertentu i kadang tidak dimungkinkan untuk meletakan massa bangunan pada kondisi ideal diatas namun hal-hal ini dapat diatasi dengan penggunaan sunshading serta penggunaan material yang tepat (transparan atau bukaan seperti kaca dan jendela pada bagian yang tidak terpanaskan dan pasangan masif pada bagian yang terpanaskan). Penggunaan Sunshading Pada Perencanaan Surabaya International Hospital Copyright : PT. serta kemiringan yang memadai. Perletakan dan orientasi dari massa bangunan pun sangat mempengaruhi penghematan energi dan kenyamanan thermal. Penghematan ini dilakukan dengan cara beberapa ruangan penentuan dari awal tentang beberapa bagian dari rumah sakit direncanakan dengan sistem pengkondisian udara dengan menggunakan AC dan bagian-bagian lain dari rumah sakit direncanakan dengan menggunakan ventilasi alami dan tidak menggunakan AC. Sementara kenyamanan termal yang lebih baik akan dimiliki bangunan berventilasi alami yang memungkinkan ventilasi silang dan dengan volume ruang yang lebih besar dengan jarak lantai dan langit-langit yang lebih tinggi. Untuk mengurangi panas matahari di Indonesia. mengingat pada waktu kebakaran listrik akan mati. Bukaan ke luar dari tangga-tangga darurat maupun dari akses-akses ke ground floor perlu dilengkapi dengan pintu-pintu yang membuka ke luar (bukan ke dalam) dengan lebar total bukaan disesuaikan dengan jumlah jiwa yang ada dalam bangunan. Bagian rumah sakit yang direncanakan dengan menggunakan AC akan lebih efisien jika memiliki volume ruang yang lebih kecil dengan jarak lantai dan langit-langit yang tidak terlalu tinggi.7. Hal ini mencakup tiga hal. perlu direncanakan perletakan sumber api yang dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar (combustible). Ramp juga merupakan sarana wajib. Global Rancang Selaras 05 8. yaitu keamanan dari bahaya kebakaran. dengan persayaratan dan kemudahan aksesnya.

Masterplan RS Mardi Waluyo. Global Rancang Selaras 06 10. Hal ini juga berlaku bagi sistem perletakan ruangan. pohon peneduh. terutama di bagian perifer lahan rumah sakit. sehingga lampu yang ada tidak menyilaukan. Furnitur lansekap juga harus direncanakan. Rencanakan Rumah Sakit yang Mudah dan Murah Perawatannya Aspek pemeliharaan kerap kali kurang diperhatikan dalam perencanaan awal rumah sakit. Untuk bangunan berlantai banyak. yaitu tersedianya pemadam kebakaran dengan berbagai sistem. Penggunaan bahan bangunan juga sangat perlu dipertimbangkan. pohon pengarah. penutup tanah. serta signage (penanda) yang direncanakan dapat tertata teratur dan memudahkan wayfinding. mengingat bahan-bahan tertentu akan mudah kotor ataupun rusak. Akses mobil pemadam kebakaran meruapakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan. bangku. 15 m untuk jendela dengan dinding. kulit bangunan yang tidak menyulitkan pembersihan. Padahal aspek ini merupakan hal yang nantinya akan ditemui terus sepanjang daur hidup fasilitas fisik rumah sakit. agar privasi pasien tetap terjamin. 9. serta 20 m untuk jendela dengan jendela. Rencanakan Rumah Sakit yang `Hijau` Tata lansekap dalam suatu rumah sakit merupakan satu komponen vital yang perlu direncanakan dengan seksama. Komponen tata lansekap antara lain meliputi ruang terbuka hijau. Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai kenyamanan thermal dan konservasi energi. serta sistem infrastruktur yang mudah dipantau dan dirawat. serta furnitur lansekap (lampu. Ruang terbuka hijau selayaknya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam perletakan massamassa bangunan rumah sakit. ruang terbuka setidaknya memiliki jarak 10 m antar bangunan untuk dinding dengan dinding. Adanya pohon-pohon peneduh dan pengarah bisa membantu privasi pasien. Lampung Copyright : PT. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Metro. adalah beberapa prinsip dalam pemeliharaan. dan juga memberikan suasana hijau yang nyaman dan membuat suasana penyembuhan lebih baik. karena hidrant kerap tidak selalu dapat diharapkan dalam beberapa kasus darurat. sehingga ruangan yang memungkinkan dapat memanfaatkan ventilasi dan cahaya alami secara maksimal. mulai dari hidrant hingga pemadam portable yang dapat menjangkau seluruh bagian rumah sakit. Tata lansekap yang tidak menyulitkan perawatan. ataupun signage).Selanjutnya perlu didukung dengan hal yang kedua. sementara bahan-bahan yang lain dapat memiliki kualitas yang senantiasa terjaga.

Rencanakan Rumah Sakit yang Sesuai Target Konsumen dan Memberi Fasilitas Setiap fasilitas publik. “Di mana posisi produk anda?”. 1971). Sementara rumah sakit (atau bagian rumah sakit) dengan target konsumen anak akan perlu memberi suasana ceria dan memberikan ruang-ruang bermain yang membuat anak merasa lebih nyaman. “Siapa pasar produk anda?”. meso. dan batasan (Thieberg. dimana implikasi nyatanya dalam setting fisik RUmah Sakit berupa iluminasi. warna. 1970.11. Lebih lanjut. maupun secara positif memberi tanggapan terhadap lingkungan. 1970). serta “Bagaimana menggubah citra tersebut?”. seperti misalnya “Apa business-line anda?”. kuantitatif dan kualitatif. serta periode waktu tertentu (Barker. hal ini terkait dengan korelasi antara tema dengan positioning. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Antropometri adalah studi terhadap aspek fisik manusia yang meliputi dimensi. Global Rancang Selaras 07 12. 1968). Sebuah rumah sakit dengan target konsumen geriatrik. Pertama. digambarkan sebagai kombinasi yang stabil dari aktivitas dan ruang yang terdiri dari aktivitas rutin. perlu mengakomodasi berbagai keterbatasan mobilitas yang dimilki para lansia tersebut. salah satu contoh pengembangan fasilitas kesehatan tingkat sederhana menuju tingkat yang lebih tinggi Copyright : PT. Bagian rumah sakit untuk mereka yang harus menjalani pengobatan terus-menerus (kemoterapi atau hemodialisis. sesuai dengan tujuan dan aspirasi sang perancang dan klien. sehingga fasilitasfasilitas yang dimiliki akan disesuai dengan target pasar yang hendak dilayani tersebut. penataan lingkungan yang spesifik. misalnya) juga perlu diberi citra yang lebih membuat pasien merasa “at home” dan bukannya menjadi “preparat”. “Apa citra yang diharapkan?”. Croney. Kedua. suara dan kebisingan. hingga mikro dalam sebuah rumah sakit. 1965. misalnya. hubungan kongruen antara keduanya. termasuk rumah sakit. rencana strategis juga akan mengarahkan target konsumen di masa Dalam kaitan dengan pemasaran. Setting Perilaku. Survey pasar memungkinkan dapat mengidentifikasi keinginan konsumen saat ini. Propst. serta bebas hambatan. Diharapkan rumah sakit memiliki konsep dan tema yang kuat. Masterplan Puskesmas Karangkobar. kapabilitas. Rencanakan Rumah Sakit yang Mengakomodasi Kebutuhan dan Perilaku Manusia Beberapa kutipan berikut adalah aspek-aspek kebutuhan dan perilaku yang perlu diperhatikan dalam merencanakan setting makro. Dimana terdapat beberapa pertanyaan yang perlu diajukan. Sementara Ergonomi cenderung terfokus pada 'komunikasi' antara manusia dan mesin/peralatan (Murrell. Antropometrik dan Ergonomik. yang mewadahi secara optimal kebutuhan manusia dan aktivitas. fisik dan non-fisik. akan memiliki target pasar tersendiri.

(Pastalan. 13. serta layak secara ekonomis. Sementara pada kawasan yang sedang berkembang. Manajemen Properti akan melihat berbagai properti sebagai aset tetap perusahaan. dengan penekanan pada kumpulan properti dalam portfolio. dan perkembangan lingkungan kini dan yang akan datang.Ketiga. dan manajemen dari properti yang dimiliki atau disewakan baik secara untuk keuntungan maupun non-profit. serta utilitas. yang meliputi lahan. 14. penyewaan. & Ruang Personal. 1969). Pertimbangan ini akan merupakan dialog antara keselarasan dan kontras. selain rumah sakit itu perlu menyiapkan perkembangan. Pertimbangan lingkungan juga merupakan sesuatu yang penting. didukung oleh pasar yang ada. Dimana Privasi adalah kemampuan mengontrol keberadaan interaksi. keseimbangan. Prinsip Highest and Best Use ini juga mengharuskan rencana-rencana tersebut dapat dilaksanakan secara fisik. Dalam hal ini meliputi lahan. ritme. diijinkan oleh hukum yang berlaku. keselarasan. Prinsip yang digunakan dalam pengelolaan aset adalah prinsip Highest and Best Use. yang akan datang dan sekitar). dan akan berperan dalam menjaga market value. Rencanakan Rumah Sakit yang Nyaman Visual dan Tanggap Lingkungan Desain yang dilandasi tema yang kuat sangat dibutuhkan dalam perancangan rumah sakit dewasa ini. kesatuan dan perbedaan. serta penekanan. yang pada akhirnya menjadi jembatan dalam mencapai interaksi yang diharapkan (Rappoport. sehingga komponen-komponen yang memiliki nilai produksi ekonomi tinggi tidak akan menjadi tidak produktif. meningkatkan keuntungan. telaah dan kontrol resiko. adanya peluang sebagai komponen dominan kawasan akan menuntut desain yang cukup berkarakter. Rencanakan Rumah Sakit sebagai Suatu Aset Properti Manajemen aset adalah tata laksana. untuk selalu memiliki pilihan. dan berbagai tindakan lain yang menyangkut properti. bangunan. seperti misalnya proporsi. Ruang Personal adalah wilayah dengan batasan visual semu sekeliling lingkungan fisik seseorang dimana penyusup/pengganggu tidak dapat masuk (Sommer. hingga perencanaan tindakan pembelian. Upaya pengembangan pertambahan modal (capital gain) akan dilakukan dengan menjadikan aset-aset tersebut benar-benar memiliki nilai kompetitif. Teritorialitas. merancang tindakan strategis. Dalam arsitektur. dipaparkan melalui sikap kepemilikan dan pengaturan terhadap objek yang terlibat dalam area tersebut. Teritori adalah ruang berbatas yang dipertahankan dan dimanfaatkan keberlangsungannya secara eksklusif oleh seorang maupun sekelompok orang yang terkumpul berdasarkan isu yang sama. Dimana prinsip tersebut akan mengupayakan pemanfaatan potensi yang ada dengan mengupayakan nilai tambah paling tinggi. operasi. Rumah sakit di lingkungan urban yang padat akan mempunyai nilai tambah jika bisa berperan sebagi suatu oase bagi lingkungan di sekitarnya. 1977). kini. Hal ini pasti dipengaruhi oleh guna lahan (dulu. transportasi. fasilitas dam komitmen hukum dan finansial pemilik dan pengguna. 1970). Teori Proksemik: Privasi. skala. melibatkan identifikasi psikologis terhadap ruang. networking informasi mengenai aset tetap. 08 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . dan infrastruktur. terdapat beberapa prinsip-prinsip perancangan yang perlu diperhatikan.

· Surgery. misalnya : · Unit Gawat Darurat (UGD). bahkan organisasi keagamaan individu atau yayasan. Pasien akan dirawat disini apabila tidak mendapat rujukan atas luka yang dideritanya. merupakan fasilitas untuk pelayanan dan penanganan seputar kehamilan atau kandungan. · Orthopedic Services · Behavioral Health Services · Psychiatric Hospital. perawatan bagi pasien dalam masa pemulihan/stabilisasi krisis yang menyangkut masalah kejiwaan · Labor and Delivery · Maternity. tempat yang menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi berbagai masalah kesehatan. · Burn Unit · Cancer Center (Pusat Kanker) · Coronary Care Unit. Termasuk didalamnya terdapat bagian perawatan seperti ruang bedah dan kamar operasi. · Intensive Care Unit (ICU). oleh suatu organisasi/lembaga kesehatan (baik profit maupun nonprofit). staf. merupakan fasilitas untuk melakukan tindakan bedah. · Physical Therapy. · Urgent Care. merupakan unit rumah sakit dengan spesialis khusus yang menangani masalah jantung atau kondisi cardinal berkelanjutan yang membutuhkan pengawasan dan perawatan secara intensif. Sedangkan pengertian rumah sakit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri berarti rumah atau tempat merawat orang sakit. unit rumahsakit yang menangani pasien yang mengalami sakit atau luka cukup serius. Pengertian Kata rumah sakit berasal dari kata hospital. Rumah sakit biasanya didirikan berdasarkan wilayah. lebih mengarah kepada manajemen dan pencegahan perubahan kondisi penyakit yang menyangkut kejiwaan melalui terapi-terapi khusus. yakni sebuah institusi pelayanan kesehatan yang menyediakan tempat untuk pasien rawat inap dalam jangka waktu tertentu. 2. serta terdiri dari beberapa departemen atau unit. pelayanan dan penanganan yang tidak bisa terjadwalkan. memberikan pelayanan medis gawat darurat kepada pasien yang menderita luka trauma. termasuk donator secara langsung. biasanya disebut juga ICCU. badan asuransi maupun badan amal. 09 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Komponen Rumah sakit memiliki beberapa komponen yang terdiri dari pasien. unit rumah sakit dengan spesialis khusus yang menawarkan pengobatan dan perawatan secara intensif.BAGIAN 1 I BAB 2 APA ITU ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Pengertian dan Komponen 1. · Trauma Center.

adalah unit bagi paramedik agar dapat melayani pasien yang biasanya telah dikelompokkan dengan klasifikasi tertentu untuk kemudahan pengawasan dan perawatan bagi pasien tersebut. klinik. Global Rancang Selaras ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 1. Medical Records Department (Non-medical Departments) Release of Information (Non-medical Departments). Rumah Sakit Umum Merupakan unit pelayanan kesehatan yang melayani berbagai jenis penyakit dan luka. adalah bagian yang paling penting dari rumah sakit yang meliputi ruang operasi. dan sebagainya. rumah sakit spesialis khusus. Outpatient Department Laboratory Services Post Anesthesia Care Unit. BAGIAN 1 I BAB 3 TIPE FASILITAS KESEHATAN Klasifikasi/ Tipe Fasilitas Kesehatan Tipologi Rumah Sakit Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah Fasilitas kesehatan mempunyai klasifikasi atau jenis-jenis tertentu meliputi rumah sakit umum. Sebuah kota besar umumnya memiliki banyak rumah sakit yang berbeda ukuran dan fasilitasnya. a. termasuk tempat perawatan pasien dari proses pembiusan pasien. 10 RS Muhammadiyah Gresik Copyright : PT. Klasifikasi/ Tipe Fasilitas Kesehatan . dengan kapasitas dan fasilitas pelayanan yang lebih lengkap.· · · · · · · · · Radiology Respiratory Therapy Rehabilitation Services Nursing Unit/Nursing Station. melayani sertifikat rekam medis serta memberikan informasi yang perlu diketahui oleh pasien.

Klinik dan Puskesmas Merupakan fasilitas dengan lingkup yang lebih kecil dari sebuah rumah sakit .b. dan sebagainya. rumah sakit mata. komunikasi. Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. 8. Kalsifikasi Rumah Sakit adalah pengelompokkan rumah sakit berdasarkan pembedaan bertingkat menurut kemampuan pelayanan kesehatan yang dapat disediakan 9. Rujukan Upaya Kesehatan adalah penyelenggarakan pelayanan tempat pelimpahan tanggung jawab secara timbal balik mengenai masalah kesehatan baik secara vertikal maupun horisontal. Puskesmas Karangkobar Copyright : PT. Tipologi Rumah Sakit Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor: 159b/Men. Ada pula rumah sakit akademik yang merupakan sinergi dari lembaga pelayanan kesehatan dengan universitas untuk mengkombinasikan antara pelayanan pasien dan mengajar murid/mahasiswa yang mengambil profesi kedokteran atau farmasi.Kes/Per/II/1988 tentang rumah sakit. Global Rancang Selaras b. Rumah Sakit Khusus adalah rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan berdasarkan jenis penyakit tertentu atau disiplin ilmu. sarana infra struktur. yang seringkali dikelola oleh pemerintah. Rumah Sakit Khusus Didefinisikan sebagai Unit Pelayanan keseatan yang terfokus pada pelayanan masalah spesifik seperti trauma center. dan faktor-faktor sosial. rumah sakit gigi dan mulut. 2. 2. 3. Wilayah Rujukan Kesehatan adalah wilayah pelayanan upaya rujukan kesehatan yang didasarkan atas faktor-faktor geografis. budaya dan pendidikan. National Brain Centre Hospital Jakarta Copyright : PT. rumah sakit anak. Pelayanan Rawat Inap dan Pelayanan Gawat Darurat yang mencakup pelayanan medik dan penunjang medik. 5. 1 2 1. Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit adalah kegiatan pelayanan berupa Pelayanan Rawat Jalan. Rumah Sakit Pendidikan adalah rumah sakit umum yang dpergunakan untuk tempat pendidikan tenaga medik tingkat S1. Akreditasi Rumah Sakit adalah pengakuan bahwa rumah sakit memenuhi standar minimal yang ditentukan 11 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . S2. 7. S3. 6. Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan semua jenis penyakit dari yang bersifat dasar sampai dengan sub spesialistik. disebutkan bahwa: 1. 4. Global Rancang Selaras 2.

Kelas A mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan subspesialistik luas. Kelas C mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik sekurangkurangnya spesialistik 4 dasar lengkap. Pada umumnya terdiri dari 22-28 tempat tidur. 2. Teknikal. Kelas B I mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik sekurangkurangnya 11 jenis spesialistik. dikelompokkan agar dapat memberikan keuntungan yang memungkinkan individu atau pengguna untuk mengaturnya menjadi lebih besar atau lebih kecil berdasarkan fungsi ruangan. sirkulasi. Rumah Sakit Kelas A dan B II dapat berfungsi sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Kelas B II mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan subspesialistik terbatas. Jumlah dari sal (jumlah tempat tidur yang mendapatkan pengawasan langsung dari perawatperawat yang bertugas didalam ruangan).3. Fungsional. 4. Tuntutan Sterilitas. aksesibilitas. 2. 5. Kelas D mempunyai fasilitas dan kemampuan sekurang-kurangnya pelayanan medik dasar. 3. Behavioral Efisiensi fungsi. Fungsional. Area tempat tidur dibuat berdekatan. 12 2. 3. Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah 1. 4. Harus tersedia cukup ruangan isolasi yang dikhususkan untuk satu orang untuk alasan klinis dan privasi. Prinsip dan Implementasi Prinsip-prinsip umum dalam desain ruangan rumah sakit mencakup: 1. Hal yang tidak berhubungan secara langsung dangan tempat tidur. Dan harus dihubungkan pada kelompok-kelompok ruang pasien. Teknikal. Behavioral Organisasi Ruang dan Program Ruang ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 1. . Area kerja perawat harus dikelompokkan bersama dan memiliki hubungan langsung dengan area ruang perawatan agar petugas tidak perlu berjalan jauh. dan penataan jalur utilitas menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan atau keterbelangsungan sinergi aktivitas di dalam sebuah Rumah Sakit. Kemungkinan paling besar dari jumlah tempat tidur yang seharusnya dapat di observasi dengan mudah oleh pengawas atau staf saat mereka melakukan pemeriksaan rutin ruangan yang sesuai prosedur. Fasilitas kebersihan pasien harus dipusatkan pada suatu area dari ruang perawatan. BAGIAN 1 I BAB 4 FUNGSI DAN RUANG RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Tuntutan Sterilitas.

S e b a g a i tambahan disediakan ruang duduk dan pantry yang dibutuhkan oleh orang tua. 4.Pada tahap implementasi terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengaturan pengaturan suatu fungsi ruangan di dalam rumah sakit. Bangsal psychiatric Bangsal ini menekankan pada kenyamanan mental/ psikologis sehingga seringkali muncul penataan berupa kamar-kamar kecil untuk memberikan ruang pribadi bagi setiap pasien. tapi kamar anak-anak atau bayi tetap dibutuhkan untuk menghindari terjadinya gangguan pada pasien yang sedang tidur. Alternatif solusi adalah membuat tombol pengaturan ganda. Keberadaan pintu darurat untuk kebakaran pada setiap bagian akhir sal (sal normal menggunakan terminal sub kompartemen untuk kebakaran). Extra day space. Adanya jalur dari sistem komunikasi yang digunakan untuk perawat berkomunikasi dengan devisi lain dalam satu ataupun antar wilayah. misalnya: 1. Bangsal ibu dan anak seharusnya saling terhhubung dengan jarak yang dekat dan disarankan untuk membuat secara horisontal. 13 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Unsur penting lain dari instalasi ini adalah klinik pra kelahiran. 2. Ruangan perawatan (treatment room) secara normal belum terlalu dibutuhkan. Bangsal bersalin Meskipun pada umumnya bayi yang baru lahir selalu ditidurkan disisi ibunya sepanjang hari. Ruangan harus menyediakan kurang lebih setengah dari anggaran untuk membuat kamar anak berupa tempat-temat tidur dalam ruangan. antara lain: 1. Ruangan perlu dikumpulkan dan didekatkan dengan tempat kunjungan psikiater harian dirumah sakit karena sangat sedikit pasien yang akan menggunakan tempat tidur dan mayoritas akan menghabiskan waktunya diperawatan harian rumah sakit. dimaksudkan agar orang tua dapat menemani dan mengawasi kondisi putra putri secara langsung sepanjang har i . namun hal ini selalu terbentur dengan masalah biaya. 2. dimana klinik pra kelahiran pada umumnya ditempatkan didalam atau berdekatan bagian rawat jalan. akan menuntut perlakuan (treatment) yang berbeda pula. Bangsal geriatrik ( Lansia) Sal ini biasanya berukuran di atas rata-rata karena alat-alat perawatan yang besar ditempatkan didalam ruangan perawatan ini. 3. fasilitas wc dan bak mandi serta membutuhkan satu ruangan tambahan untuk fisiotheraphy. Pembatasan waktu kunjungan dikurangi demi kenyamanan keluarga yang datang membesuk (apabila jumlahnya lebih dari dua). Adanya kebutuhan aksesibilitas visual maupun fisik petugas ruang rawat terhadap situasi dan kondisi ruang rawat. Ruang rawat pada katagorisasi pelayanan yang berbeda (konsumenya). Bangsal untuk anak-anak Bagian ini biasanya memiliki ukuran dengan ruang tersendiri yang lebih luas.

layanan medis dan penunjang medis. penempatan dan pengelompokan ruang. Organisasi Ruang dan Program Ruang Organisasi ruang dan program kegiatan meliputi karakteristik perilaku. kisaran jumlah dan besaran ruangan. 14 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .3. serta karakteristik ruang.

ruang radio-diagnosis diwajibkan memiliki perlindungan khusus untuk mencegah penyebaran radiasi. Yang sering menjadi pengecualian dalam instlasai bedah adalah: . Sebagai tambahan. Pendingin ruangan keseluruhan dengan menggunakan filter udara yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fungsi ruangan dan berbeda dari bagian-bagian lain dirumah sakit. ada hubungan horisontal dengan ruang yang berkkaitan dengan pembedahan. Instalasi Radiologi Instalasi ini menggunakan bermacam-macam teknik X-ray untuk memproduksi foto dari berbagai macam bagian tubuh dengan tujuan untuk proses diagnosis. Instalasi bedah Saat ini jarang sekali ditemukan penggunaan ruang operasi yang terpisah dari instalasi bedah sentral. 15 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Oleh karena itu. diperlukan akses yang cepat dari ruangan yang menangani kecelakaan seperti unit gawat darurat. Salah satu contoh dari perlindungan adalah dengan menggunakan pelapis diding barium. Panduan yang terperinci diberikan dalam peraturan-peraturan praktek yang telah diobservasi secara ketat oleh perancang. Adanya pemisahan antara sirkulasi yang bersih dan yang kotor di instalasi bedah sentral untuk alasan pengendalian infeksi pada bentuk rancangan instalasi dimana biasanya perlu dibagi menjadi dua sistem koridor terpisah. Hal ini memberikan peluang untuk pengorganisasian yang lebih baik. 2. misal Thermografi yang menggunakan gelombang panas dan ultrasonik yang menggunakan gelombang suara. jika memungkinkan.Ruang bedah yang terpisah pada bangsal ibu dan anak yang digunakan untuk keperluan bedah caesar pada situasi darurat. Fungsi utama dari instalasi adalah melayani ruang-ruang perawatan dan perlu adanya kedekatan dengan ruangan tersebut. Ada dua aliran alur sirkulasi utama dalam instalasi radiologi yaitu: -Pasien -Petugas pemrosesan film X-ray Meskipun instalasi dapat melayani seluruh unit rumah sakit. 3. pemanfaatan yang lebih ekonomis oleh petugas dan penempatan hal-hal teknis yang terpusat. -Pembatasan ruang bedah yang terpisah dapat dilakukan juga dengan penempatan instalasi dimana memiliki akses yang cepat dan langsung ke ruang bedah utama. bangsal untuk melahirkan dan ICU. tetapi harus ada hubungan fungsi yang sangat dekat dengan klinik patah tulang dari bagian rawat jalan dan instalasi rawat darurat menangani kecelakan. serta dibutuhkan untuk unit pasokan bahan-bahan steril untuk memberikan akses bagi pengiriman peralatan-peralatan untuk pemrosesan/ pensterilan alat diantara waktu-waktu proses pengoperasian.Ruang bedah darurat pada bagian penanganan kecelakaan/ IGD. Akses langsung dari instalasi rawat darurat ke ruang sinar X ditujukan untuk mengani kecelakaan dan penganan darurat lainnya. petugas/ dokter dan alur peralatan ruang bedah. Selain itu terdapat tiga pola atur pergerakan yaitu pasien. perlu adanya jalur-jalur yang tepat untuk suplai. Dalam hal ini. X-ray memiliki kekuatan radiasi yang sangat besar dan dapat membahayakan manusia jika penggunaannya dalam jumlah yang besar. Teknik tersebut digunakan juga pada instalasi yang memiliki potensi yang berbeda.1. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menempatkan ruang bedah pada bagian paling atas bangunan. Instalasi Rehabilitasi Medik Pada instalasi ini terdapat berbagai macam teknik perawatan secara fisik seperti pelatihan-pelatihan yang aktif maupun yang pasif untuk proses rehabilitasi dan pengembalian fungsi fisik pada kondisi normal. .

Instalasi Laboratorium Instalasi ini menggunakan spesimen yang diambil dari pasien (seperti darah.Ada 4 area fungsional utama unit rehabilitasi medik yaitu: -Fisioterapi dan senam pemulihan. urine. jaringan. terdiri dari dua atau llebih area workshop meliputi pekerjaan-pekerjaan ringat maupun berat. kelembaban. dan alat bantu berjalan lainnya. Walaupun instalasi rehabilitasi medik melayani keseluruhan unit rumah sakit. Kamar Mayat Fungsi dari instalasi ini adalah untuk menerima mayat dari ruangan perawatan dan menyimpanya didalam sebuah lemari pendingin hingga persiapan untuk diambil oleh sanak saudara atau oleh pihak yang membutuhkanya. Pemisahan tersebut diperlukan pada mayat yang terinfeksi. pengguna kursi roda. dll.-Area konsultasi dengan sebuah ruangan konsultasi dan ruangan latihan serta kantor. microbiology. komputerisasi. -Kolam Hidrotherapi yang dipadukan dengan area-area untuk bersantai. tempat penyimpanan mayat adalah sebuah refrigerator yang berbentuk komartemen yang biasanya tediri dari tiga tingkat. selain itu untuk mengadakan pengujian (forensik) agar mengetahui sebabsebab kematiannya. patology kimia. -Terapi dengan cara memberikan pekerjaan tertentu. dimana strecher yang siap setiap saat dengan akses yang memiliki aksesibilitas tinggi karena fungsi ini digunakan oleh pasien yang mengalami kelumpuhan dengan tongkat atau penyagga. yang terdiri dari perpaduan area latihan besar dan terbuka serta kamar-kamar kecil untuk perawatan secara individual. Air yang terdapat pada meja-meja berasal dari tubuh mayat tersebut. bacteriology. dll) yang akan diperiksa dengan menggunakan berbagai teknik laboratorium untuk mengkonfirmasikan dan memberikan diagnosa. haematology. 4. dll) cenderung dilaksanakan pada bagian yang terdiri atas perpaduan area laboratorium yang terbuka dan ruangan yang tidak terlalu besar untuk dapat dijadikan sebagai kantor kepala devisi dan kepala bagian teknis. membutuhkan treatment dan saluran khusus. Devisi klinis terbesar dari instalasi ini (kecacatan anatomi. 5. Dalam hal ini dibutuhkan area lantai dasar dengan akses langsung dari luar untuk kendaraan. seringkali digunakan sebagai ruang bangunan yang terpisah dengan bagian belakang yaang dihubungkan dengan instalasi utama oleh sebuah koridor yang tertutup. 16 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Meja-meja tempat penyimpanan mayat. proporsi terbesar terdapat pada fungsi yang melayani pasien rawat jalan dan ditempatkan pada lokasi lantai dasar dengan akses yang terpisah dengan lalu lintas ambulans. Meskipun kebutuhan untuk mengadakan perluasan secara fisik harus mereduksi beberapa perluasan dengan menambah sistem otomatik. Sal ini tidak disediakan bagi setiap program rehabilitasi instalasi. Bagian hidrotherapi membutuhkan kontrol teknis khusus yang pengaturan temperatur. Gymnasium memerlukan ruangan yang besar dan memiliki jarak lantai ke langit-langit ruangan yang cukup tinggi. Pertimbangan utama dalam desain sebuah instalasi adalah kemudahan untuk perkembangan dan perubahan instalasi dimasa mendatang. dan sebuah ruangan untuk melatih berbagai akktifitas hidup sehari-hari. membutuhkan air dan drainase serta ventilasi udara diluar ruangan secara langsung untuk mencegah terjadinya kontaminasi saat mayat yang terkena infeksi pada saat proses autopsi. histology. Ada beberapa keuntungan jika kamar mayat tersebut sejalan dengan instalasi yang menangani cacat anatomi pada instalasi laboratorium. instalasi tetap merupakan sesuatu yang mudah untuk terjadi perkembangan secara fisik. pemasangan saringan dan lain-lain. walaupun hal ini bukan suatu yang esensial. Ruang perawatan khusus perlu ditempatkan dan dirancang secara khusus.

Fungsi utama ruang ICU: . Kunci kedekatan dalam hal ini telah didiskusikan pada perencanaan bentuk bangunan dan seringkali bentuk instansi ini merupakan sebuah kelompok-kelompok yang memiliki akses langsung ke instalasi radiologi dan klinik patah tulang. oleh karena itu harus ada hubungan yang efisien dengan jalur suplai yang terdapat dirumah sakit. seluruh pasien yang membutuhkan perawatan.Pasien yang dirawat dalam keadaan kritis . Intensive Care Unit adalah ruang perawatan dan pengobatan pasien dengan tingkat kekritisan tertentu.Pelayanan dilakukan oleh staf yang profesional dan berpengalaman 17 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . akan dialihkan ke ruangan untuk perawatan umum atau pada ICU. penanganan bantuan pernafasan. Tempat ini tidak diperuntukan untuk pasien rawat inap. namun pada umumnya fungsi tersebut digantikan oleh ruang penanganan utama yang dilengkapi pipa gas untuk keperluan medis dan penyaring suplai udara untuk beberapa pembedahan yang bersifat emergency. Akses eksternal untuk ambulans merupakan prioritas utama. sebagai tambahan berkaitan dengan hal diatas. -Mendukung organ vital pada pasien-pasien yang akan menjalani operasi yang kompleks atau prosedur intervensi dan resiko tinggi. 7. Intensive Care Unit Instalasi ini adalah suatu bagian dari rumah sakit yang terpisah. Penggunaan instalasi juga sangat membutuhkan kuantitas suplai spesimen. staf yang klinis dapat memberikan perhatian dan intervensi pengbatan secara kompleks termasuk dukungan secara fisiologi dan psikososial terhadap pasien. Didalam rumah sakit. Komponen spesifik ICU: . dimana ada kemungkinan instalasi yang berada di tingkat berbeda akan diprioritaskan untuk menggunakan lift. dengan sumber daya teknologi dan pengobatan yang lebih terkordinasi terhadap pasien.Hubungan fungsi yang sangat erat antara laboratorium dengan unit rawat jalan dan sejak pasien tersebut datang ke laboratorium untuk memberikan spesimen. ICU menyediakan kemampuan sarana dan prasarana serta peralatan khusus untuk menunjang fungsi-fungsi vital dengan menggunakan keterampilan staf medik. yang ditujukan untuk observasi perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit.Melakukan perawatan pada pasien-pasien gawat darurat dengan potensi reversible life thretening organ dysfunction. perawat. . cedera.Peralatan berteknologi tinggi . 6. Walaupun beberapa rumah sakit jarang menyediakan ruang operasi kecil. termasuk penanganan lanjut terhadap pasien yang mengalami kecelakaan dan serangan jantung yang membutuhkan penanganan rumah sakit segera mungkin. -Profil Infrastruktur.Fasilitas ini menyediakan keahlian pengobatan klinis lebih intensif. Instalasi Gawat Darurat Instalasi ini membutuhkan ruang penerimaan. dan staf yang berpengalaman dalam pengelolaan keadaan-keadaan tersebut.Desain ruangan dan sarana yang khusus . dengan staf khusus dan perlengkapan yang khusus. dengan jalan masuk yang dibuat terpisah dengan jalan yang digunakan oleh pejalan kaki dan brankar pasien. peralatan. harus memiliki akses yang cepat menuju ke ruang operasi utama dan ruang ICU.

Pasien memilih klinik sebagai tempat untuk melakukan konsultasi. Kelompok-kelompok kamar klinik dilengkapi dengan perawatan. Poliklinik Area untuk pasien rawat jalan dan merupakan satu instalasi yang areanya paling luas dalam rumah sakit. Tujuan umum kamar-kamar klinik. fasilitas sanitary. Syaraf 6. tempat kursi roda. di Indonesia secara umum diterapkan sebagai berikut: 1. Ruangan konsultasi dan latihan mayoritas merupakan spesialisasi klinis. Penempatanya tergantung pada perencanaan keseluruhan instalasi. Oleh karena itu dipilih untuk menempatkan instalasi tersebut pada lantai dasar tetapi bagian yang lain ditempatkan pada lantai atas dengan penyediaan lift yang cukup. Penyakit Dalam: infeksi dan non infeksi 5. tetapi beberapa akomodasi untuk beberapa spesialis tetap dibutuhkan. Kejiwaan ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 18 . Tujuan khusus akomodasi. mata 7. Instalasi yang menangani pasien rawat jalan. Oleh karena itu. Instalasi yang mengurusi pasien rawat jalan dan jumlahnya tergantung pada penaksiran daya tampung pasien untuk kapasitas tertentu. area perawatan dermatology. Tipe A terdiri dari dua ruangan yang mengkombinasikan antara ruangan untuk konsultasi dan ruang tindakan. tempat bermain anak. Staf paramedis dari hampir seluruh spesialisasi dan disiplin bekerja dalam instalasi ini. opthalmic dan ruangan opthoptic. Anak: infeksi. ruangan adiometri. Umum termasuk: THT. Kecenderungan yang terjadi pada pegolahan kamar tipe A adalah kamar dikelompokan dalam satu garis lurus tanpa sekat dan dipisahkan menjadi kelompok-kelompok. ruang tunggu. dan area-area yang nyaman bagi pasien dan pada umumnya dilengkapi oleh toko makanan kecil. Ibu: obstetri dan ginekologi 2. klinik pemeriksaan anak. pengakomodasian dapat diklasifikasikan ke dalam: . Ada dua tipe dasar dari ruangan untuk berkonsultasi. gimul. Rawat Inap Kelompokkan sesuai dengan golongan penyakit. ruang resepsionis dan area ruang tunggu. Sebagai contoh: bedah gigi dan laboratorium. latihan-latihan dan pemulihan. Tipe B berupa satu ruangan untuk konsultasi yang diapit oleh dua ruangan tindakan. Oleh karena itu diperlukan penataan pintu masuk dan akses yang berasal dari luar dimana tidak menyebabkan kekacauan pada sirkulasi. toko kecil. tujuannya adalah untuk mengurangi dan meminimalkan proporsi dari ruangan untuk setiap spesialisasi. ruangan kotor dan ruangan bersih. ruang untuk menempatkan alat-alat kebersihan. toko-toko.8. non infeksi dan bedah anak 3. Area ini meliputi ruang penerimaan.hal-hal yang berkaitan dengan instalasi -tujuan umum klinik -tujuan khusus area-area klinik Hal yang berkaitan dengan instalasi. untuk tujuan pedeskripsian. Tipe A memberikan kesempatan untuk melakukan alokasi yang lebih fleksibel untuk ruangan klinik karena spesialisasi yang berbeda dan membutuhkan penggunaan sejumlah ruangan yang terdiri dari berbagai macam tipe pada klinik. kantor. Bedah 4. memperlihatkan jumlah lalu lintas dari luar menuju ke rumah sakit yang besar baik dengan berjalan kaki ataupun dengan menggunakan kendaraan. 9.

bentukan dan material tidak memerangkap debu. TSSU. 11. Ruang kepala Instalasi dan ruang tamu f. Ruang staf (locker) lengkap dengan lavatory d. Kelengkapan jaringan infrastruktur medik. h. juga prosesnya. sirkulasi udara. vacuum.IRJA. Namun secara prinsip semua harus bertujuan bagi kemudahan pasien. non dan khusus.up medis atau alkohol cuci tangan. Implementasi fisik antara lain: grib bar untuk pasien di koridor dankamar mandi. Ruang simpan obat dipisahkan antara cairan. Secara keseluruhan ini dari instalsi ini adalah sterilisasi dan penanggulangan infeksi pada peralatan yang dipergunakan di rumah sakit. HSSU atau HSDU). kenyamanan menyangkut: pemandangan. Implementasi fisik antara lain: tersedia gas medik. Tersedia scrub up dan atau alkohol cuci tangan. suplai daya listrik. Sedang pada Instalasi lain bisa menerapkan sistem satelit ataupun pos obat. Implementasi fisik antara lain: ketenangan. Ruang racik: meja kerja. Keamanan dan keselamatan. 10. Terdapat jalur dan pintu khusus untuk barang kotor. Perencanaan K3. thermal. kondisi udara yang baik. Rawat Inap. rawat inap medical check up dan sebagainya. IGD dan Instalasi medik lainnya. Ruang konsultasi. Implementasi fisik antara lain: rencanakan dinding. Sarana prasarana pengelolaan kebakaran dan sistem deteksi. Mendorong kesembuhan pasien. Jalur evakuasi dengan signage yang jelas. Bumper dinding sepanjang koridor pasien. Pada umumnya Farmasi pusat berdekatan dengan Rawat Jalan.Instalasi farmasi Secara umum perencanaan Farmasi terkait dengan akses sebagai penunjang Rawat Jalan. i. suplai air steril/bersih b. cakupan. Kesemua sistem tersebut secara prinsip mempermudah pasien dalam menjangkau sekaligus mempermudah operasionalisasi petugas keperawatan. Pada Farmasi Pusat. Obat khusus direncanakan lemari build in dengan tingkat kelembaban yang terkontrol dan terkunci c. suplai daya listrik medik dan non terjamin kontinu. Instalasi Sterilisasi/ CSSD Kebijakan mengenai peraturan. Sering perencanaan ruang rawat inap harus menyesuaikan dengan strategi manajemen seperti misalnya: perlunya satelit farmasi. Pantry (ruang makan) e. Mencegah infeksi nosokomial. Sebagian RS menerapkan manajemen stok obat yang memisahkan antara Gudang Obat IRJA dan non. Hal ini tercermin pada nama yang berbeda di instalasi ini yaitu CSSD. Termasuk dalam penataan aliran ruang. telah berangsur-angsur mengalami banyak perkembangan selama 10-15 tahun. 19 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Implementasi fisik antara lain: orientasi pencapaian ruang slob zink yang dekat namun tidak langsung dari nurse station. inti pelayanan terletak pada ruang-ruang sebagai berikut: a. unggulan pelayanan seperti: rawat inap infertilitas. Tersedia scrub. administrasi dan kassa. Sebagian RS dengan beban kerja tinggi. Kassa. skala dan isi dari instalasi ini. Apotik dan area distribusi g.Pengelompokan diatas makin berkembang sesuai dengan jenis pelayanan. perlu memisahkan kassa Askes dan nonAskes. plafon bahkan lantai yang mudah dibersihkan.

Pantry f. Jalur trolley bersih dan distribusi n. Dapur Besar d. atau langit. Instalasi Gizi Persyaratan Umum: a. Simpan alat j. Kebersihan peralatan ditentukan dengan angka total kuman sebanyak.5° atau dalam suhu dingin kurang dari 4° C.90 % 23 f. Oleh karena itu seringkali lokasi ditempatkan pada zona industri dimana ada kemudahan dari pengorerasian pipa saluran untuk keperluan proses penguapan alat.Dalam unit pemrosesan dan pemberian pelayanan. Gudang air l. Makanan kemasan tertutup sebaiknya disimpan dalam suhu ± 10° C e. Dapur pastry e. dinding.Coli pada makanan harus 0/gr sampel makanan dan pada minuman angka kuman E. Ruang cuci i. Cold storage g.banyaknya 100/cm2 permukaan dan tidak ada kuman E. Lavatory o. Angka kuman E.Coli harus 0/100 ml sampel minuman b. Cara penyimpanan bahan makanan tidak menempel pada lantai.1° C d. Kelembaban penyimpanan dalam ruangan 80 . Jalur trolley kotor m. Makanan yang mudah membusuk disimpan dalam suhu panas lebih dari 65. Persiapan c.langit 60 cm Kelengkapan ruang Instalasi Gizi: a. Ruang kerja. Pemrosesan peralatan-peralatan akan menimbulkan kuantitas hawa panas yang sulit dikontrol. Gudang bahan k. Cold room h. Ruang ganti. instalasi yang bersangkutan dan membutuhkan sarana penguapan untuk autoclaves dan hubungan yang baik dengan rute-rute suplai internal. 12. Ruang kepala Instalasi dilengkapi ruang tamu p. khususnya untuk bagian kamar operasi.langit dengan ketentuan sebagai berikut : • Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm • Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm • Jarak bahan makanan dengan langit. arsip 20 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Coli c. administrasi. Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam disimpan suhu – 5° C sampai . Ruang penerima b.

Tempat pembuangan dan pemrosesan kembali. 5. 3. Prinsip dan Implementasi Terdapat tujuh pertimbangan mendasar yang mempengaruhi desain pada distribusi sistem pergerakan/sirkulasi yaitu : 1. Pilihan di antara sistem mekanik dan manual. Distribusi pengguna masing-masing instalasi. 7. Kuantitas dan frekuensi material yang dipindahkan untuk distribusi. Kebutuhan ruang penyimpanan dan penanganan. 21 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Tipe-tipe dari barang yang akan dipindahkan (termasuk yang perlu penanganan khusus). 4. Kebutuhan ruang penerimaan.BAGIAN 1 I BAB 5 TINJAUAN SIRKULASI DAN ZONING RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Sirkulasi 1. 2. 6.

Jarak tempuh 6. Akses untuk menanggulangi kebakaran 22 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .2. pengunjung. Kegawatdaruratan Ada tujuh prinsip dasar yang sifatnya fundamental untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi bentukbentuk bangunan yang memberi perhatian penuh mengenai keamanan kebakaran. Cara pembagian ruangan 2. Pemberi Layanan Kesehatan. Sirkulasi Kendaraan. Meskipun faktorfaktor ini penting. Alternatif penyelamatan dan pada kondisi saat menemui jalan buntu 4. Barang. Jalur-jalur penyelamatan 5. tetapi tidak berpengaruh besar terhadap keseluruhan bentuk bangunan : 1. Keterkaitan antara instalasi 3. Hubungan eksternal 7.

kemudahan dan kecepatan konstruksi. 4. 6.BAGIAN 1 I BAB 6 TINJAUAN BENTUK DAN KARAKTERISTIK RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Karakteristik 1. Ekonomis dalam hal modal dan pembiayaan. 23 Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana Copyright : PT. dapat diciptakan dengan memenuhi syarat estetika. Global Rancang Selaras ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . 7. perencanaan dan teknik desain harus membuka kesempatan untuk diadakannya perubahan internal dan penataan kembali ruanganruangan. Hubungan antara instalasi yang memiliki keterkaitan dalam hal fungsi dan juga mengenai jalur-jalur yang efisien bagi pergerakan orang dan suplai barang. Prinsip dan Implementasi Rumah sakit adalah bangunan yang memiliki keterpaduan yang mampu mengakomodasi fungsi-fungsi secara luas. pada detail. beberapa dapat dilihat pada saat perencanaan tetapi ada beberapa yang tidak dapat diprediksi. Suasana yang tercipta dalam lingkungan fisik dapat dihasilkan dari adanya saling keterkaitan antara bentuk bangunan dengan desain teknis. 3. Kemampuan untuk berkembang dan berubah agar mampu merespon kebutuhan-kebutuhan dimasa mendatang. 5. Kemampuan untuk membangun secara aktif dalam setiap tahap-tahap pembangunan. Persyaratan menyangkut masalah keamanan terhadap kebakaran serta metode evakuasi pasien. Oleh karena itu bentuk bangunan harus open-ended dan dapat diperluas. Tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan harus bisa mereduksi hambatan-hambatan fisik untuk masa mendatang dan untuk perkembangan-perkembangan yang tidak diduga. Faktor-faktor penting yang dijadikan bahan pertimbangan dalam pengembangan bentuk bangunan yang sesuai adalah : 1. 2. Respons yang timbul dari hubungan secara fisik antara hal tersebut dengan masyarakat.

Sistem jaringan yang terorganisasi dan mudah digunakan serta mudah disesuaikan dengan kebutuhan yang akan datang 24 .Menjadi tetangga yang baik terhadap lingkungan . Mudah bagi pengguna. pemandangan. transportasi umum. Berarsitektur bagus .Ruang dalam yang menentramkandengan pemandangan ke arah luar . Karakteristik Disisi yang lain. kendaraan servis. Memenuhi Standar Bangunan Kesehatan . perencanaan dan perancangan fisik rumah sakit juga didasarkan pada kriteria bangunan rumah sakit yang baik.Pergerakan orang dan distribusi barang .Berdasar standar ruang yang ada .Kenyamanan dan privasi .Ruang.Pencahayaan dan ventilasi alami yang mencakup semua bagian ruang .Tampak bangunan menarik dengan skala manusia . da karyawan.Memperlihatkan komposisi yang baik .Finishing yang mudah dan ekonomis dalam pemeliharaan . dan karya seni untuk membantu penyembuhan . Akses yang Mudah -akses bagi Ambulans. mobil pemadam kebakaran .Main entrance yang jelas dan pintu masuk khusus yang mudah dilihat . Sesuai dengan lingkungan .Akses terpisah untuk suplai barang dan pembuangan sampah e.2.Kendaraan pengunjung.Hubungan antar fungsi . serta parkir kendaraan yang mencukupi . jelas dan mudah .Akses mudah untuk penyandang cacat . Memenuhi Standar Konstruksi .Lansekap yang menarik ARSITEKTUR RUMAH SAKIT d.Jejalur yang sederhana.Memenuhi Panduan Bangunan Rumah Sakit Memenuhi Persyaratan Standar Teknis Bangunan Rumah Sakit f.Akses untuk pejalan khaki .Memberi nilai estetis baik eksternal maupun internal b.Bahan bangunan dan finishing yang sesuai standar . Dimana kriteria yang harus dijawab pada bagian ini antara lain: a. warna. ramah lingkungan . pencahayaan.Penggunaan ruang g. Memenuhi Standar Bangunan Kesehatan .Memberikan nilai positif pada komunitas dan konteks sosial .Sesuai dengan tapak dan persyaratan perencanaan kota c.

pemberantasan penyakit. pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan. kesehatan sekolah. kesehatan jiwa. serta kesehatan mata. perbaikan gizi. pengamanan zat adiktif. sesungguhnya sangat diperlukan evaluasi terhadap fasilitas yang ada sekarang. kesehatan kerja. Dan karenanya. kesehatan olahraga. kesehatan lingkungan. penyuluhan kesehatan masyarakat. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. terpadu. sehingga akses masyarakat luas terhadap berbagai layanan kesehatan menjadi lebih baik. Peran Evaluasi Pasca Huni dalam Proses Desain Fasilitas Kesehatan Kebanyakan Fasilitas kesehatan sekarang berada dalam tahap penghunian dan pemanfaatan. pengamanan makanan dan minuman. yang lazim disebut dengan evaluasi pasca huni atau EPH (post occupancy evaluation. Sebagai fasilitas kesehatan dan fasilitas sosial. POE). dan untuk itu diperlukanlah berbagai macam fasilitas kesehatan dan unit-unit penyelenggara layanan kesehatan pada tingkat komunitas. pencegahan penyakit (preventif). Fasilitas Kesehatan dan Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan (promotif). ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . penyembuhan penyakit (kuratif). Masing-masing tahap dalam proses tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja fasilitas kesehatan. Tahap evaluasi pasca huni adalah tahap yang sangat perlu untuk melihat kesesuaian antara apa yang ada sekarang dengan pola-pola pemanfaatan oleh manusia dan perilakunya. 25 2. dan berkesinambungan. pengobatan tradisional.BAGIAN 1 I BAB 7 KONSEP RUMAH SAKIT DAN EVALUSAI PASCA HUNI Fasilitas kesehatan dan Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Peran Evaluasi Pasca Huni dalam Proses Desain Optimalisasi Melalui Revitalisasi Fasilitas Fisik Langkah-langkah Peringkatan Performansi 1. Evaluasi pasca huni adalah suatu proses evaluasi fasilitas dengan cara yang sistematik setelah fasilitas tersebut dibangun dan dihuni dalam suatu kurun waktu tertentu.disamping agar lebih memiliki dayatarik bagi masyarakat pada umumnya. yang meliputi kesehatan keluarga. Proses pengelolaan fasilitas tersebut meliputi perencanaan dan pemrograman. dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh. penghunian dan pemanfaatan. serta evaluasi pasca huni. perancangan. Penyelenggaraan upaya kesehatan di atas dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. rumahsakit dan fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya termasuk dalam kategori fasilitas publik yang perlu dikelola secara optimal. konstruksi dan penyediaan fasilitas. Penyelenggaraan kesehatan tersebut diharapkan dapat menjangkau lingkup spatial yang cukup ekstensif.

akuntabilitas kinerja bangunan oleh semua pengguna. yang meliputi beberapa aspek: 1. dan kriteria untuk perancangan fasilitas. Kegunaan jangka menengah. dokter. yang meliputi: 1. evaluasi pasca huni perlu dikaitkan dengan “state of the art” fasilitas Fasilitas kesehatan. Dalam komponen pengguna meliputi penyedia jasa dalam Fasilitas kesehatan (pengelola. Fasilitas Selain itu. peningkatan sikap pengguna melalui keterlibatan dalam proses evaluasi. Organisasi 3. Evaluasi Pasca Huni Diagnostik Bagi fasilitas Fasilitas kesehatan. 3. Evaluasi Pasca Huni Indikatif 2. Kriteria kinerja a. pemahaman implikasi kinerja dalam kaitannya dengan ketersediaan anggaran. paramedis. 3. Dalam komponen setting perlu ditinjau komponen-komponen setting Fasilitas kesehatan yang terdiri atas berbagai unit. Pengguna a. Fungsional c. perbaikan basis data. Dalam kriteria kinerja terdapat beberapa kriteria yang perlu diikuti. Ruang b. serta proses pengambilan keputusan yang lebih rasional dan objektif 2. Kelompok c. antara lain Standar Fasilitas kesehatan. 26 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . ataupun kelompok fasilitas tertentu. maupun hasil-hasil penelitian mengenai fasilitas kesehatan komunitas seperti Fasilitas kesehatan 2. peningkatan pemanfaatan ruang dan umpanbalik terhadap kinerja bangunan. bagian. Evaluasi Pasca Huni Investigatif 3. dan manajemen) maupun pengguna jasa Fasilitas kesehatan (individu maupun kelompok masyarakat). Kegunaan jangka pendek. serta perbaikan sistem penilaian fasilitas melalui kuantifikasi Jenis kegiatan dalam evaluasi pasca huni akan tergantung pada interaksi antar komponen dalam proses evalusi pasca huni: 1. evaluasi pasca huni juga memiliki tingkatan kecermatan sesuai kebutuhan penggunanya. Behavioral 2. Individu b. Standar Arsitektural untuk Fasilitas Kesehatan. Meliputi peningkatan dalam hal-hal berikut: identifikasi masalah dan solusi dalam manajemen fasilitas. khususnya Fasilitas kesehatan. penghematan biaya dalam proses pemanfaatan dan pemeliharaan bangunan serta peningkatan usia bangunan. Bangunan c. Setting a. manajemen fasilitas yang proaktif terhadap aspirasi pengguna. Kegunaan jangka panjang. standar. Teknikal b. Meliputi peningkatan dalam hal-hal berikut: kinerja fasilitas dalam jangka panjang. Meliputi peningkatan dalam hal-hal berikut: kemampuan pengembangan fasilitas sesuai dengan pertumbuhan organisasi.Kegunaan evaluasi pasca huni terbagi dalam 3 jangka waktu: 1.

Analisis Data . Temuan. Analisis data.Memilih tingkatan usaha yang sesuai.Tindakan terkait prosedur . peringkat.Pendahuluan. Review Hasil dan Kesimpulan .Penerapan Evaluasi Pasca Huni a.Tindakan terkait teknik c.Penalaan antar pengamat. rerata. .Mengembangkan ukuran bagi tiap indikator .Uji awal instrumen pengumpulan data. . Awal Proses Pengumpulan Data Lapangan .Memahami besaran dan kondisi signifikan aset eksisting.Rencana jangka menengah . dan SDM.Menentukan aspek kritis yang perlu diteliti . variabilitas.Perencanaan waktu . .Perencanaan SDM . Perencanaan Evaluasi Pasca Huni a. memasukkan dan transfer data. alat. Perencanaan Sumberdaya . memproses data. analisis korelasi .Antisipasi reaksi .Menyusun kriteria untuk evaluasi ukuran . . interpretasi serta melengkapi analisis data. chi-square. Pelaporan temuan .Pemahaman terhadap karakter aktivitas. Metodologi. Perencanaan Riset .Perencanaan metoda dan alat c. b. c.Evaluasi pasca huni memiliki beberapa tahapan sebagaimana berikut: 1.Mobilisasi data. 3. dan penjelasan .Rencana jangka pendek . Kesimpulan. Pemantauan dan Manajemen Prosedur Pengumpulan Data .Penguasaan Lapangan dan Pelaksanaan Survey b. bandingan 2 kelompok.Tujuan analisis data: pemerian. Pustaka b. .Memilih biaya evaluasi yang sesuai. mengemas dan komunikasi temuan. Rekomendasi tindakan .Rencana jangka panjang 27 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . analisis sederhana. persentase.Antisipasi hasil dan kesimpulan 2. Apendiks.Memilih indikator yang dapat merepresentasikan aspek . Pelaksanaan Evaluasi Pasca Huni a.Tindakan terkait kebijakan .Tahapan analisis: menyusun data mentah. Pengenalan Masalah dan Kelayakan . interpretasi.Macam-macam analisis: berhasil/gagal.

Akses menjadi hal yang penting. Dalam hal ini. nilai kegunaan. kemasyarakatan dan estetika. lokasi dan ruang. yang dapat menunjukkan karakteristik masyarakat di sekitar fasilitas kesehatan tersebut. Optimalisasi akses dan sirkulasi meliputi kemudahan pencapaian hingga pada perangkaian pergerakan dalam fasilitas kesehatan sehingga menjadi efektif dan efisien. Dalam aspek bentuk ini. serta konteks. rekreatif. baik ruang keseluruhan fasilitas kesehatan sebagai fasilitas. Demikian juga dengan konteks sosial. Optimalisasi fungsi meliputi peningkatan fungsi yang ada sekarang dengan penyempurnaannya berdasar persepsi dan spirasi pengguna. diharapkan fasilitas kesehatan dapat memberi wadah bukan hanya kegiatan layanan kesehatan secara sempit. Fasilitas kesehatan sebaiknya dikembangkan tidak hanya melayani kesehatan tetapi juga dapat memberi aspek kemasyarakatan. optimalisasi fasilitas kesehatan akan dipandang dari berbagai faset perencanaan fasilitas dan perancangan arsitektur. Berbagai fase ini dapat menjadi hasil keluaran dan rekomendasi dari evaluasi pasca huni yang dilakukan terhadap sebuah fasilitas kesehatan. Optimalisasi konteks akan membuat fasilitas tersebut akan lebih mudah berkomunikasi dengan masyarakat penggunanya. bahkan komersial yang akan menghidupkan fasilitas tersebut. Optimalisasi Melalui Revitalisasi Fasilitas Fisik Fasilitas kesehatan Dalam bagian kedua. akses dan sirkulasi. penghawaan. bentuk dan kelengkapan. serta akustik). Optimalisasi konteks meliputi integrasi fasilitas kesehatan dengan konteks keruangan. Konteks keruangan. yang diperlukan adalah adanya pemenuhan kebutuhan masa kini dan masa depan yang terujud dalam bentuk fisik dan fasilitas serta teknik komunikasi yang digunakan. Interaksi antara ruang pakai baik yang aktif maupun yang pasif dengan ruang layanan. yaitu fungsi. fasilitas dan perabot (semi-fixed elements) ataupun setting-setting meso dan mikro bagi berbagai aktivitas penggunanya (non-fixed elements). dalam arti lingkungan di sekitar fasilitas kesehatan. dan dapat dilayani fasilitas kesehatan tersebut. ataupun penambahan fungsi baru yang sinergis dengan fungsi yang ada. Langkah-langkah Peringkatan Performansi Fasilitas Kesehatan Pendekatan kontemporer menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan membutuhkan fungsi dan fisik. interaksi antara ruang dalam dengan ruang luar.3. Optimalisasi bentuk dan kelengkapan meliputi peningkatan secara fisik fasilitas kesehatan. Optimalisasi lokasi dan ruang meliputi peningkatan dan pengkayaan nilai lokasi serta kualitas ruangruang dalam dan di luar fasilitas kesehatan. yang akan secara spesifik memberi keunikan pada fasilitas kesehatan dan menambah dayatariknya. maupun ruang-ruang mikro dalam fasilitas kesehatan sebagai setting kegiatan. Atau dapat juga dilihat sebagai sistem pewadahan fungsi (ruang dan tata perabot yang ada) serta sistem penunjang fungsi (pencahayaan. mengingat salah satu keunggulan fasilitas kesehatan adalah potensi jangkauan layanan kesehatan ke masyarakat luas di tengah komunitas mereka sendiri. rekreatif dan estetika dalam perannya melayani kesehatan. serta interaksi antara setting budidaya dengan setting alam sangat diperlukan. melainkan juga layanan kesehatan secara luas dan bahkan juga sebagai fasilitas sosial-edukasi-budaya secara proporsional. Dalam hal ini. 28 4. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Sebagai contoh misalnya diperlukan adanya integrasi antara fungsi-fungsi kesehatan fasilitas kesehatan dengan fungsi-fungsi pendidikan. layak untuk ditanggapi sebagai sesuatu yang penting. dan waktu. baik yang berupa bangunan (fixed elements). sosial. peningkatan performansi fasilitas kesehatan dapat meliputi peningkatan 5 aspeknya.

Aksi : tindak nyata yang merupakan jabaran dari strategi Kondisi Ideal VISI jarak antara kondisi eksisting dan kondisi ideal MASALAH cara mencapai visi STRATEGI ARSITEKTUR RUMAH SAKIT kondisi eksisting PROFIL tindak nyata AKSI Profil Kondisi eksisting perlu ditinjau dari setidaknya 5 aspek yang disebutkan di atas. strategi.Weaknesses (kelemahan). dengan durasi sekitar 10-20 tahun . dapat berupa: . Kondisi tersebut perlu dinilai. yaitu faktor positif internal .Threats (ancaman). dengan durasi sekitar 1 tahun Visi ini dapat juga terkait dengan tujuan atau sasaran.Jangka menengah. dengan mengetahui potensi dan permasalahan yang ada. dapat terlihat bahwa proses ini sangat erat kaitannya dengan manajemen fasilitas secara luas.Jangka panjang.Di sisi lain. yang meliputi: 1. Salah satu alatnya adalah Analisis SWOT (SWOT analysis). program. rencana. Langkah-langkah tersebut dapat berupa kebijaksanaan. hingga projek yang diperlukan. yaitu faktor negatif eksternal Visi Visi dapat dirinci dalam waktu dimana visi tersebut diharapkan terjadi. pada dasarnya terdapat 5 komponen utama yang perlu didefinisikan secara jelas.Strengths (kekuatan). Jika dilihat dalam sistem perencanaan dalam manajemen. Profil : kondisi eksisting yang ada 2. yang meliputi: . Strategi : cara untuk mencapai visi 5. yaitu faktor negatif internal . Dalam proses perencanaan dan perancangan. Evaluasi Pasca Huni dapat membantu meningkatkan performansi Fasilitas kesehatan.Opportunities (peluang). Visi : kondisi ideal yang diinginkan 3. yaitu faktor positif eksternal . atau developmental goals dan developmental objectives 29 . Masalah : jarak antara kondisi ideal dan kondisi eksisting 4.Jangka pendek. untuk kemudian dapat dilakukan langkahlangkah perbaikan. dengan durasi sekitar 5 tahun .

Perumusan strategi terkait erat dengan perumusan tujuan dan sasaran bagi strategi tersebut.Masalah Masalah adalah jarak (discrepancy) antara kondisi ideal yang diharapkan dengan kondisi eksisting sekarang ini. serta melihat kaitan dan pengaruhnya terhadap masalah yang lain .Rencana (plan) .Program (program) ARSITEKTUR RUMAH SAKIT BAGIAN 1 I BAB 8 PERENCANAAN LAHAN / SITE PLANNING RUMAH SAKIT Kebutuhan vs Ketersediaan Perencanaan Lokasi.Mengkaji ulang problem statement Strategi Strategi adalah cara untuk mencapai visi. Aksi Produk rancangan yang ada pada dasarnya dapat dibagi dalam: . Ruang Terbuka. temporal. yang dijabarkan dalam rencana atau rancangan.Menyiapkan data-data/informasi pendukung masalah .Arahan (guidelines) .Kebijakan (policy) . Sirkulasi. Parkir. pemenuhan kebutuhan.Menyiapkan daftar tujuan dan sasaran . Tujuan pada dasarnya dapat berupa pemecahan masalah. Tapak.Mempelajari secara mendalam masalah yang dihadapi . Perumusan problem statement membutuhkan langkah-langkah sebagaimana berikut: . Jika tujuan (goals) lebih bersifat ultimate serta tidak langsung. Kebutuhan vs Ketersediaan .Membatasi daerah masalah secara lokasional.Mengenali kisaran variabel-variabel yang perlu diperhitungkan . Kontur dan Aliran Air 30 1. maka sasaran (objectives) lebih bersifat langsung serta konkret. atau pemanfaatan peluang.

berhadapan dengan realita keterbatasan lahan/site. Parkir. 2. dan terlengkap sesuai kualifikasi kelasnya. Adakah jaringan telekomunikasi non-mobile c. Oleh karena itu. biasanya berada jauh diluar kota dimana timbul banyak masalah tenaga kerja yang akan dipekerjakan di rumah sakit. Atau pada situasi daerah kota yang sangat hiruk pikuk termasuk lokasi dimana pembangunan dilakukan dengan merubah bentuk bangunan-bangunan yang telah ada sebelumnya yang tentunya akan menjadi sangat mahal untuk kebutuhan KDB yang tinggi. Dekat kearah pusat jaringan transportasi untuk melayani masyarakat lokal serta luasan lahan yang cukup memadai akan memberi lebih banyak peluang dan fleksibilitas perluasan. Kontur dan Aliran Air Tahapan awal dari Perencanaan Lahan/Site Planning untuk mengenali dan mendapatkan kondisi akurat eksisting terdiri dari: . Ruang Terbuka. kenyamanan visual dan pengkondisian kualitas udara. langkah-langkah taktis dan cermat sejak proses persiapan. dan kalaupun ada. Selain itu penting memperhatikan potensi ketersediaan sistem infrastruktur di luar site (off-site).Analisis Aspek Lokasi . -Ketersediaan ruang terbuka hijau untuk utilisasi dan kenservasi air tanah. Adakah layanan pengelolaan sampah di kawasan sekitar rumah sakit Rata-rata luasan lahan untuk rumah sakit dengan tipe B ke atas.Analisis Aspek Transportasi dan Sirkulasi . Luasan lahan yang dibutuhkan akan dipengaruhi oleh : -Batas Koefisien Dasar Bangunan di lokasi tersebut -Luasan bangunan yang diperlukan dalam perkembangan rumah sakit itu dalam kaitan pertumbuhan kapasitas pelayanan -Kebutuhan parkir dan akses -Kebutuhan penjarakan bangunan-bangunan dalam pertimbangan teknik fisika bangunan maupun kenyamanan okupansi. Perencanaan Lokasi. Aspek yang harus diperhatikan terkait dengan hal tersebut antara lain adalah: a. membutuhkan areal seluas 12 hektar. pada cakupan lingkungan mikro. perencanaan hingga perancangan lahan menjadi sebuah keharusan. Adakah jaringan listrik dan keterdekatan dengan gardu induk b.Perkembangan teknologi dan kesadaran akan pentingnya keberadaan sebuah fasilitas kesehatan yang memiliki brand image terpercaya. Adakah jaringan jaringan perpipaan air bersih yang dikelola PDAM atau perusahaan penyedia air bersih lain d. Tapak. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 31 . tapi lokasi dengan luas seperti ini. Sirkulasi. Adakah jaringan air limbah dan sistem pematusan yang terhubung dengan sistem perkotaan f. terbaik.Analisis Aspek Guna Lahan dan Zoning Rumah sakit harus menempati lokasi terbaik dan yang terdekat dengan populasi yang dilayaninya. susah untuk diperoleh. Adakah jaringan drainase di sekeliling lahan e.

Prinsip dan Implementasi Rumah sakit didesain dengan mempertimbangkan efisiensi kegiatan dan kapasitas sirkulasi akibat peningkatan kebutuhan sehingga terdapat beberapa zonasi yang nantinya akan mempengaruhi layout ruangan.Poliklinik .Security B.Ruang Personalia . pemberi layanan kesehatan.Ruang Administrasi Umum .UGD .Kantor Pembayaran .Pediatry Ekspladometri Rumah Sakit Pendidikan Universitas BrawijayaCopyright : PT.Laboratorium Klinis .Ruang Tunggu . kegawatdaruratan.Ruang Dokter / Perawat Jaga .Gudang Medis .Rehabilitasi .Informasi dan Pendaftaran . Komponen Bangunan Rumah Sakit A. Begitu pula dengan sirkulasi barang. serta meminimalisasi akses medik sentral untuk kepentingan penjagaan sterilitas.Physiotherapi .Keuangan .BAGIAN 1 I BAB 9 SIRKULASI DAN ZONING KOMPONEN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi 1. pengunjung. sekunder.Ruang Sekretaris .Ruang Operasi .Radiology/ultrasound . Unit Administrasi .Pathology . serta service dibedakan. tersier.Ruang Staff . Zona primer.Arsip . Unit Medis .Ruang Rapat .Ruang Kepala . Global Rancang Selaras 32 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .

Pembina .R.Masjid / Mushola . r.Laundry . Unit Keperawatan . Unit Rawat Inap .Elektrikal .Parkir .Perpustakaan .Engineering . Rekreasi. Global Rancang Selaras ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Seminar .Kolam Renang .R.Rekam Medis . Peruntukkan Umum . Konsultasi D.Ruang Kelas . Serbaguna .Ruang Obat . House Keeping dan Teknis .R. Musik .R.R.Ruang Tidur .Gudang Umum . Komputer .R.Sterilisasi / Clean Utility .Pantry .Spoel Hoek/Slob Zink . Makan Bersama .C.R.Ruang pertemuan .Workshop . lavatory) .Lounge G.Cleaning Service/Janitor .R. Global Rancang Selaras 33 Ekspladometri Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram Copyright : PT.Auditorium Ekspladometri Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram Copyright : PT. dan Keterampilan .Gudang Ambulance .Rawat Medis .Farmasi / Gudang Obat .Perawat Poliklinik E. Konseling .Hall/ Lobby .Rg.Mekanikal .Nurse station (loker. Fitness . Pelatihan.Ruang Perawat .Kios/kafeteria . Ganti.Kapel .Ruang ibadah .Dapur F.Bengkel / Workshop .

keselamatan kebakaran .dinding eksterior . 34 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .citra dan makna .komunikasi dan alur kerja . yaitu : .sistem kontrol lingkungan Aspek Behavioral.privasi dan interaksi .persepsi lingkungan . Karakter bangunan harus menampakkan harapan. Prinsip dan Implementasi Sebuah bangunan rumah sakit harus memenuhi aspek-aspek sebagai berikut : Aspek Fungsional.sanitasi dan ventilasi . Pertimbangkan pula waktu paruh perjalanan staf seefisien dan seminimal mungkin dengan pasien.penyimpanan dan penataan .atap akustik .spesialisasi dalam tipe/unit bangunan Aspek Teknikal.faktor manusia . meliputi : .BAGIAN 2 I BAB 10 PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT: PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Fleksibilitas dan Pentahapan Pertimbangan Estetika dan Kenyamanan 1. Karakter yang cerah yang berpengaruh pada tanggapan pengguna terhadap kegiatan didalamnya.fleksibilitas dan perubahan . meliputi : . Merupakan hal yang sangat penting bahwa pembiayaan bangunan dipertahankan serendah mungkin secara konsisten dengan menyesuaikan dengan standar yang dapat diterima serta memberikan keseimbangan yang optimal antara kedua hal tersebut.elektrikal .proksemik dan teritorialitas . Bangunan juga harus didirikan untuk mengakomodasi unit-unit yang ada.pencahayaan . Masalah dalam menentukan standar ini akan berbeda antara satu lokasi dengan lokasi yang lain.finishing interior . Orientasi bangunan juga harus menanggapi iklim baik secara internal maupun eksternal.struktur .kognisi dan orientasi lingkungan Bangunan rumah sakit harus didesain dengan meminimalkan jangkauan personal paramedis dan kemungkinan kontaminasi serta memaksimalkan efisiensi seluruh sistem.

Tahap pembangunan rumah sakit pada lokasi baru memiliki keuntungan dari segi kebebasan membuat desain. Pembatasan modal untuk proyek pembangunan. Pertimbangan kontraktual. Pengaruh yang paling besar adalah jangka waktu yang panjang yang dilalui diantara tahap-tahap tersebut. Pada lokasi baru. Hal ini membutuhkan biaya banyak dan cenderung menggunakan modal yang tidak proporsional. kebutuhan untuk membagi pembangunan kedalam unit-unit kerja bangunan yang dapat ditangani oleh manajemen dengan memuaskan 3. 3. Kebutuhan untuk membangun sebagai jawaban dari rencana strategik. Penyelesaian kenyamanan bangunan dan syarat fasilitas medik. Dibutuhkan keahlian teknis dan penyelesaian detil khusus. Jenis. ruang bangunan serta infrastruktur eksisting yang bisa dimanfaatkan kembali baik dengan penyesuaian maupun tidak. kapasitas dan jumlah unit infrastruktur penunjang. konsisten dengan mengesampingkan tujuan yang menyangkut penetapan biaya serendah mungkin. Ada dua pola dasar pentahapan yaitu : 1. Dalam aksi penyesuaian itulah memungkinkan dilakukan pemusnahan (demolition) atau penggantian (rehabilitation). Fleksibilitas dan Pentahapan Sebagian besar bangunan rumah sakit harus melakukan pembangunan secara bertahap. Proses desain harus menerapkan keterpaduan secara mutlak terhadap bangunan maupun tata fungsi yang telah ada. Terdapat faktor resiko penyerapan layanan terhadap aspek pembiayaan yang harus mencapai titik imbang secara wajar Kebutuhan akan pentahapan memiliki dampak yang dominan pada bentuk-bentuk bangunan yang wajar. 35 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Jumlah bangunan yang akan dibangun. Pada bangunan yang telah ada. terdapat peran sosial yang harus diemban oleh rumah sakit sebagai misi utama dari sekedar perhitungan untung rugi 2. 2.Hal-hal yang mempengaruhi biaya pada prinsipnya muncul dari : 1. meliputi area dan volume termasuk geometri dan bentuk bangunan 2. Pertimbangan bisnis strategis layanan sehubungan dengan kalkulasi biaya investasi terhadap estimasi pemasukan. Untuk gedung aset Negara atau Pemerintah masing-masing aksi penyesuaian memiliki tata laksana tertentu. Ada dua tujuan yang tidak dapat terelakkan yang berpotensi menciptakan konflik kebutuhan-kebutuhan dan sebuah keseimbangan yang hanya dapat dicapai oleh perdebatan berbagai disiplin ilmu dan kerelaan pihak-pihak untuk berkompromi secara operasional maupun secara teknis. yang bisa dijabarkan dari kapasitas dan berusaha menemukan cara bagaimana dapat menyediakan servis yang dapat dikembangkan dalam tahap berikutnya serta tetap memelihara efisiensi operasional dan mengoptimalkan hubungan antar instalasi. tetapi beberapa kerugiannya adalah harus menyediakan layanan-layanan yang sifatnya mendasar pada tahap pertama. Langkah mengawali proses desain adalah inventarisasi terhadap fungsi. hal ini seringkali berasal dari kebijakan penyediaan untuk implementasi secara bertahap yang lebih dari satu kali proses pembangunan. Dalam hal ini akan berimplikasi terhadap fungsi yang terdapat didalamnya (baik yang lengkap atau bagian instalasi) dan hal-hal teknis (ketentuan pembatasan bagi kebutuhankebutuhan awal atau membuat antisipasi untuk kebutuhan-kebutuhan dikemudian hari). Desainer juga dihadapkan pada masalah mendesain dasar-dasar yang akan mendukung instalasi. Jika hal ini sudah bisa dipertimbangkan dalam waktu tertentu. Ada tiga alasan pentingnya pentahapan untuk hal ini yaitu : 1. Namun hal tersebut tidak semata berdiri sendiri. 2. diantara tahap-tahap pembentukan bangunan dan strategi teknis dibutuhkan untuk tujuan perkembangan maksimal dan potensi perubahan.

yang seringkali memberikan keuntungan operasional misalnya akses pada berbagai tingkatan. Keduanya dapat berintegrasi sepenuhnya pada hal-hal yang berada disekeliling lingkungan gedung rumah sakit dimana ukuran yang harus dipertimbangkan adalah skala manusia. Beberapa faktor kunci : 1. menghadirkan sebuah ruang yang memiliki pemandangan yang tidak membosankan. Menghindari adanya permukaan bangunan yang panjang dan memberi kesan membosankan.Menyesuaikan bangunan terhadap kontur lokasi. 2.Menghindari penempatan pasien dan staf-staf pada tempat yang tidak nyaman karena adanya perluasan atau pembangunan sisi lain bangunan. 3. secara internal maupun secara eksternal.Pertimbangkan dengan cermat mengenai geometri dan penempatan halaman sebagai titik orientasi dari massa bangunan.Hindari areal halaman parkir yang sangat luas. Belajar dari pengalaman telah menunjukkan bahwa ukuran rumah sakit yang optimal dapat memberikan kenyamanan.Menghindari koridor-koridor panjang yang membosankan.Posisi tempat kegiatan yang menimbulkan hawa panas dan suara bising. 4. 5. Pertimbangan Estetika dan Kenyamanan Kelompok bangunan yang terdiri dari beberapa massa bangunan lebih mudah diintegrasikan ke dalam batas visual komunitas. harus jauh dari area pasien. 6. Diusahakan agar massa bangunan tidak mendapat sinar matahari secara langsung kecuali aktivitas terwadahi menuntutnya. 7.3. paling tidak posisinya ditempatkan pada areal yang masih dapat diawasi dari jauh. Tetapi beberapa rumah sakit dengan pertimbangan tertentu dibuat dengan volume besar dan berskala monumental bila diperbandingkan dengan tipologi umum bangunan. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 36 .

BAGIAN 2 I BAB 11 PERENCANAAN INFRASTRUKTUR RUMAH SAKIT prinsip dan implementasi Perencanaan infrastruktur 1. 37 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Prinsip dan Implementasi Rumah sakit harus memiliki fasilitas tetap yang menyediakan pelayanan medis baik infrastruktur off-site maupun infrastruktur on-site.

Direkomendasikan memanfaatkan kombinasi sumber air bersih yaitu sumur dangkal. 38 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . c. Sistem yang efisien dan efektif juga diperlukan agar ekonomis dalam pembangunan dan pengoperasian. memelihara dan atau mempertinggi derajat kesehatan. Sistem jaringan terlindungi oleh shaft untuk pertimbangan pemeliharaan dan sistem kontrol. maka kapasitas teknis air bersih perhari yang harus disiapkan adalah 300 TT x 700 liter = 210. Bagan Langkah Perencanaan Infrastruktur A. Perencanaan Infrastruktur Penyediaan sarana prasarana pada fasilitas kesehatan utamanya ditujukan untuk melindungi. b. Kriteria Desain Umum Penyediaan Air Perencanaan sistem penyediaan air bersih di Rumah sakit berpedoman pada sistem yang optimal dan ketepatan pada pemenuhan kebutuhan pelayanan. Oleh karena itu.Pendekatan penghitungan kebutuhan air bersih untuk bangunan Rumah sakit adalah 700 liter per tempat tidur per hari. Kata kunci sumber air adalah: Kontinuitas debit dan volume sehingga kombinasi keduanya akan menjaga kontinuitas pasokan disegala musim. Beberapa asumsi dan dasar perencanaan sistem pengelolaan limbah cair di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : a. Dalam materi Masterplan. Kuantitas yang tepat berarti debit air bersih yang disuplai dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit pada skala kapasitas maksimal. ataupun PAM. sumur dalam.Sistem jaringan direncanakan sesederhana mungkin. Target utama perencanaan sistem penyediaan air bersih ini adalah pemenuhan kebutuhan air bersih di Rumah sakit dalam kuantitas dan kualitas yang tepat. Selanjutnya perencanaan infrastruktur dilaksanakan seiring dengan perencanaan arsitektural terkait dengan bangunan serta keberadaan lahan.000 liter per hari atau 210 m³ per hari. perencanaan infrastruktur berada dalam lingkup sistemik belum mengarah pada detil alat atau jaringan ataupun detil kapasitas. Peraturan dan standar diatas merupakan acuan yang harus dipatuhi dalam meraih kinerja infrastruktur yang baik. untuk memelihara kualitas lingkungan atau mengendalikan faktor lingkungan yang dapat merugikan kesehatan harus ditunjang dengan peralatan serta sistem pengelolaan yang memadai sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang bersifat teknis kesehatan. Sehingga jika kapasitas maksimal layanan yang akan dikembangkan di Rumah sakit adalah 300 TT.2. sedang kualitas yang tepat berarti air bersih yang disuplai telah memenuhi standar higienitas air siap minum.

Pengawasan kualitas air secara rutin sehingga suplai air bersih tetap aman dan tidak menimbulkan gangguan/bahaya terhadap kesehatan. Ini berarti tidak ada distribusi saluran diagonal/ miring terhadap bangunan. optimalisasi distribusi serta sistem kontrol. Distribusi saluran tidak boleh melalui ruang fungsional kecuali dibawah ruang sirkulasi. g.Semua jaringan air bersih merupakan jaringan bawah tanah diluar bangunan. f.d. Zona distribusi didasarkan pada kedekatan atau pengelompokan bangunan.Untuk kepentingan kemudahan operasi dan pemeliharaan. 39 Skema Sistem DistribusiAir Bersih Pada Bangunan B. e.Arah dan distribusi pipa mengikuti bangunan atau tegak lurusnya. Desain Umum Penyediaan Air Panas Perencanaan sistem suplai air panas berpedoman pada sistem yang ekonomis dengan konsentrasi suplai pada unit-unit yang paling membutuhkan. h.Seluruh kebutuhan air bersih di suplai dengan sistem perpipaan didukung roof dan ground tank set yang berfungsi pula sebagai reservoir dan water treatment set. Beberapa dasar perencanaan sistem penyediaan air panas di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . maka direncanakan zona distribusi air bersih. Sistem yang paling efektif dipilih agar kemudahan dalam operasional dan pembangunan dapat tercapai.

Hal penting lainnya adalah rekayasa tepat yang harus dilakukan pada bangunan dan lingkungan terhadap sistem pengelolaan limbah cair. Sistem yang diterapkan menggunakan sistem boiler terpusat. Pendekatan penghitungan kebutuhan air panas untuk bangunan Rumah sakit adalah sekitar 130 liter per tempat tidur per hari.000 liter perhari.000 liter/hari atau 168 m3. 40 Skema Sistem Distribusi Pengolahan Air Limbah Beberapa asumsi dan dasar perencanaan sistem pengelolaan limbah cair di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : a. Sehingga kapasitas pengelolaan limbah cair di Rumah sakit adalah 700 liter/hari/TT x 300 TT x 80% = 168. c. maka debit air panas yang harus disiapkan adalah 39. Kapasitas maksimal pelayanan adalah 300 TT. Jika kapasitas maksimal yang akan dilayani oleh sistem air panas di Rumah sakit maksimal adalah 300 TT. Penempatan jaringan pipa distribusi air panas diletakkan diatas dengan mempertimbangkan tingkat keamanan dan tidak mengganggu aktivitas utama. Saat ini Rumah sakit belum memiliki sistem pengelolaan limbah cair yang sempurna dan paripurna. Pendekatan penghitungan volume limbah cair pada bangunan rumah sakit adalah asumsi 80% konsumsi air bersih akan terbuang sebagai limbah cair. b. ekonomis dalam pembangunan dan pengoperasian. d. Sistem penyediaan air panas diperoleh dengan memanaskan air dari energi diesel untuk perebusan. Sistem pengelolaan limbah cair yang ada saat ini masih berupa sistem yang sederhana. C.a. Target utama adalah menurunkan zat pencemar organik dan angka kuman sehingga sifat air limbah cair memenuhi syarat baku mutu air limbah. b. Kriteria Desain Umum Pengelolaan Limbah Cair Perencanaan pengelolaan limbah cair berpedoman pada sistem yang optimal. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Penyediaan air panas diarahkan pasokan ke unit sterilisasi serta sebagian kecil untuk kepentingan laundry dan pengelolaan laundry Rumah sakit. c.

Permukaan jalan dan parkir menggunakan aspal dengan kemiringan memadai. pengobatan. Limpasan yang dibuang keluar kawasan rumah sakit dialirkan ke assainering disekeliling site. untuk memudahkan perawatan. 1. Penerapan hirarki pada sistem jaringan dengan perkiraan dimensi yaitu : 1) Saluran pengumpul dengan dimensi 30x40 merupakan saluran tegak lurus saluran assainering kota penerima run-off yang berfungsi sebagai pengumpul dari saluran-saluran penerima. Ini berarti bahwa diluar bangunan beratap sebisa mungkin berupa taman atau kebun. Beberapa dasar perencanaan sistem drainase dan pengelolaan air hujan di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : a. Selain itu bisa digunakan kombinasi material penutup yang ideal terhadap penyerapan air permukaan adalah grass block. Zona instalasi pengolahan limbah cair direncanakan terpisah dan berjarak dari ruang fungsional lain mengingat suhu yang dikeluarkan. Memaksimalkan area tangkapan air hujan (capturing areas) dengan koefisien pengaliran (run-off coefficient) sekecil mungkin. Sistem distribusi saluran direncanakan sesederhana dan sejelas mungkin. g.d. farmasi atau yang sejenisnya. perawatan. Kriteria Desain Umum Pengelolaan Sampah Untuk kepentingan pengelolaan sampah secara garis besar dapat digolongkan dalam 2 (dua) jenis yaitu sampah medis dan non-medis. Kriteria Desain Umum Sistem Drainase dan Pengelolaan Air Hujan Target utama dalam perencanaan sistem drainase dan pengelolaan air hujan adalah mengalirkan air hujan yang ada secepat mungkin di lahan Rumah sakit sehingga tidak ada genangan yang terjadi. E. D. Sampah Medis Bisa disebut pula sampah klinis yang berasal dari pelayanan medis. e. Untuk mengurangi akibat dari hal diatas serta gangguan visual maka disarankan menggunakan elemen lansekap berupa tanaman rapat setidaknya setinggi 120 cm mengelilingi zona instalasi pengolahan limbah cair. berbahaya atau bisa membahayakan kecuali jika dilakukan pengamanan tertentu. Sumur resapan dibangun di bagian bawah jalan sehingga terhindar dari bongkar pasang akibat pengembangan bangunan. Komponen pendukung saluran drainase antara lain: gorong-gorong pada saluran menyilang terhadap jalan/selasar/sirkulasi dan sumur resapan air hujan (retaining well) dengan persyaratan struktur tanah tertentu. Jaringan saluran air hujan terpisah dengan saluran air limbah. 41 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari perletakan sistem jaringan dibawah bangunan atau ruang fungsional kecuali pada ruang sirkulasi. e. Dalam hal ini hanya ada 2 (dua) model distribusi yang berorientasi terhadap konfigurasi bangunan. Saluran distribusi yang direncanakan berada pada sekeliling bangunan sehingga tidak ada saluran yang crossing terhadap bangunan. b. 2) Saluran penerima dengan dimensi 30x30 yang berfungsi menerima air hujan yang disalurkan talang dari atap tiap bangunan atau kelompok bangunan. j. Tidak ada toleransi genangan yang diijinkan. h. sebaran dan keberadaan saluran drainase kota atau sungai (penerima run-off utama). infeksius. c. Pada prinsipnya semua saluran drainase direncanakan terbuka atau semi terbuka untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan. f. pemeliharaan dan pemantauan. I. Model distribusi saluran tersebut adalah tegak lurus dan searah saluran kota ataupun sungai. f. dan perawatan yang menggunakan bahan beracun. d. gigi. Ini berarti bahwa air hujan yang jatuh baik dari atap maupun yang langsung ke permukaan bumi langsung dimasukkan ke saluran air hujan. Dimungkinkan ada saluran tertutup pada beberapa penggal yang ada dibawah bangunan. bau yang keluar dan getaran yang dihasilkan saat pengolahan.

debu . hydrant dan Iain Iain. rawat inap. pengelolaan mekanikal dan elektrikal disasarkan untuk: a. sistem pengelolaan yang direncanakan untuk Rumah sakit adalah sesuai dengan Gambar berikut ini: Non Medis Dapur Seleksi basah atau kering Bin Pengumpul Kontainer TPA Kota Malang Umum Seleksi basah atau kering Bak Sampah Medis Seleksi menurut potensi bahaya Alat pengumpul Incenerator Sanitary Landfill offsite Bagan Sistem Pengelolaan Sampah ARSITEKTUR RUMAH SAKIT F. IGD. Umumnya sampah non-medis berasal dari: . fire estinguisher.Aktivitas halaman/kebun berupa sisa pembungkus. Sistem Gas Medik d. daun ranting. sisa makanan Secara sistematik. Sistem Pemadam Kebakaran b. Mempermudah aktivitas dan pelayanan b.2. Sistem Elektrikal e.Aktivitas laundry berupa pembungkus dan kemasan . sisa makanan/bahan makanan. Penanganan terhadap bahaya kebakaran secara dasar disajikan pada Gambar berikut ini: 42 . sayur dan lain-lain . karena pemikiran segi ekonomis. Kamar Intensif) dan tempat yang sekiranya mengundang resiko kebakaran. Sampah Non-Medis Merupakan buangan padat (solid waste) diluar sampah medis atau klinis diatas. dapat digunakan tabung pemadam kebakaran yang diletakkan stasioner pada tempat tempat yang penting (kamar operasi. Mendukung efisiensi waktu dan biaya Aspek tinjauan dalam pengelolaan mekanikal elektrikal adalah: a. Mengamankan aktivitas dan pelayanan termasuk aset usaha c. ruang diesel. Sistem Tata Udara c. misalnya: dapur. Sistem Komunikasi G. Kriteria Desain Pengelolaan Mekanikal Elektrikal Secara umum pengelolaan mekanikal dan elektrikal di rumah sakit ditujukan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. sisa pembungkus. laboratorium. sistem penanggulangan kebakaran dapat diselesaikan dengan cara mekanis.Aktivitas dapur dan bagian gizi berupa sampah mudah busuk yang berasal dari penyiapan pengolahan dari penyajian makanan. Namun. yaitu menggunakan smoke/ heat detector.Aktivitas kantor administrasi berupa kertas dan alat tulis .Aktivitas umum berasal dari pengunjung berupa kemasan makanan-minuman. Dalam format yang ideal. Kriteria Sistem Pemadam Kebakaran Pada hakekatnya.

maupun dalam mengatasi/memadamkan kebakaran. Semi Automatic Sistem ini merupakan gabungan dari cara kerja Fire Protection sistem manual dengan Fire Protection sistem otomatis. baik dalam mendeteksi bahaya kebakaran yang kemudian langsung memberikan tanda bahaya. 43 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . yang memberitahukan selain tanda adanya bahaya kebakaran. selain karena lebih cepat. Satu tarikan manual tertentu dalam box akan menyalakan seluruh tanda bahaya atau alarm yang dapat terdengar dari seluruh penjuru bangunan. 2. yaitu mulai dari pengenalan adanya api sampai pemadamannya. maka secara otomatis tanda bahaya kebakaran akan berfungsi. Automatic Pada sistem ini. juga menjadi peringatan bagi orangorang yang berada dalam bangunan untuk melakukan usaha pemadaman. seseorang yang melihat atau mengetahuinya harus menuju ke signal box atau tempat-tempat umum lainnya. Manual Dalam sistem ini. 3. cara kerjanya juga lebih efisien. bila terjadi kebakaran. maka dengan sendirinya pencegahan dan pengatasan bahaya kebakaran dapat berlangsung dengan cepat dan kemungkinan adanya perluasan area kebakaran dan akibat-akibatnya dapat dikurangi semaksimal mungkin. Karena peralatan bekerja secara otomatis. Adapun usaha pemadaman itu sendiri juga dilakukan dengan peralatan yang serba manual.Bagan Rencana Sistem Pemadam Kebakaran Yang dimaksud di sini adalah cara penanganan dan tindakan yang dilakukan dalam usaha-usaha perlindungan bangunan terhadap bahaya kebakaran. 1. peralatannya bekerja secara otomatis. Bangunan multi storey kebanyakan menggunakan sistem otomatis. sedangkan tindakan selanjutnya adalah usaha mengatasi/memadamkan kebakaran tersebut yang masih dikerjakan dengan sistem manual. Bila suatu ketika terjadi kebakaran.

. agar mempunyai komposisi ideal bagi pernafasan Untuk efisiensi. Kriteria Sistem Pengkondisian Udara Pengkondisian udara lebih ditekankan kepada fungsi pelayanan dengan tingkat sterilitas tinggi serta ruang dengan instrumen pendukung yang membutuhkan persyaratan suhu dan kelembapan tertentu. (b) kemudahan distribusi untuk bangunan berjangkauan jauh. (c) kemudahan perhitungan pemakaian oksigen. melalui pipa bertekanan disalurkan ke ruang-ruang yang membutuhkannya (misalnya Ruang Operasi. Sistem Tata Suara Lingkup Pekerjaan . yaitu beberapa TBT yang dapat dipergunakan menjadi beberapa pesawat extension. Line audio untuk pengumuman dan radio. Pesawat telepon sentraI dengan sistem PABX. Memperlancar distribusi O . sedangkan sebagai pemanas. yaitu dengan mengupayakan beberapa sistem telekomunikasi operasional : a. Ruang kontrol direncanakan perletakannya di antara bangunan medik sentral.Sistem Paging dan Announcement (seleksi paging. perlu adanya hubungan telekomunikasi yang baik. K. Line interkom sebagai penghubung antar instalasi dan antar nurse station c. public adress). IGD. Pada instalasi rawat inap. Pendistribusian oksigen dikendalikan pada ruang sentraI atau ruang kontrol gas medik.Fungsi Ruang Ruang Rawat Inap VIP Ruang Rawat Inap Kelas I dan II Kantor Lobby / Ruang Tunggu Coridor/Hall/Staircase Central Room/Ruang Kontrol Kitchen/Canten Ruang Genset Detector Smoke Detector Rate of Rise Detector Rate of Rise Heat Detectoe Rate of Rise Heat Detector Rate of Rise heat Detector Smoke Detector Fixed Temperature Detector Fixed temperature Detector Jenis Detector H. misalnya sebagai pendingin. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 44 . Kriteria Sistem Telekomunikasi Di dalam menunjang kegiatan pelayanan di Rumah sakit. Dalam sebuah bangunan. maka pada skala pelayanan yang dituju Rumah sakit akan lebih optimal bila menggunakan AC split atau AC window. khususnya ruang berkelas. I. fungsi utama AC adalah: a. memindahkan kalor dari dalam ke luar ruangan. Sebagai pengatur suhu (pendingin atau pemanas) b. dan ruang Iain yang membutuhkan sterilitas.Sistem Keadaan Darurat dan Evakuasi. .Sistem Back Ground Music. J. emergency. Prinsip AC yaitu memindahkan kalor dari satu tempat ke tempat yang lain. b. Ruang Bersalin (VK). Pengatur kelembaban 2 c. fungsi pengkondisian udara bertujuan untuk mencapai kenyamanan pada suhu udara dan kelembaban yang terkontrol. dan Instalasi Rawat Inap Kelas) melalui outlet. yaitu: ruang operasi.Kriteria Sistem Gas Medik Penggunaan sistem gas medik sentral ini memiliki beberapa keuntungan yaitu antara Iain: (a) efisiensi tenaga pengangkut tabung oksigen. memindahkan kalor dari sistem pemanas ke dalam ruangan.

CCTV Camera ditempatkan pada posisi sesuai dengan perencanaan (lampiran) b. Pekerjaan Nurse Call Lingkup Pekerjaan Nurse Call digunakan untuk komunikasi antara pasien dengan perawat. Sistem CCTV (Closed Circuit Television) Lingkup Pekerjaan adalah CCTV (Closed Circuit Television System) digunakan untuk membantu pengawasan kegiatan operasi .Setiap lantai mempunyai sistem tersendiri yang terpisah dengan sistem yang berada di lantai lain. Kriteria Perancangan dan Uraian Singkat Sistem . suster juga bisa langsung menjawab permintaan pasien dengan langsung bebicara melalui handset nurse station. Dengan demikian bahaya gangguan dapat terdeteksi lebih dini sehingga dapat diambil tindakan – tindakan yang cepat dan tepat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.Nurse Station ditempatkan pada tiap lantai dimana masing-masing lantai menggunakan 1 nurse station . . Kriteria Sistem Elektrikal Tenaga listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di Rumah sakit dapat diperoleh dari tiga macam sumber tenaga. Sistem ini akan memonitor segala kegiatan yang terjangkau dengan kamera dan selanjutnya di tampilkan pada TV Monitor baik secara slide (kamera bergantian) maupun manual. N.Ruang Ruang Pasien Kamar Rawat Hall & Coridor Ruang Operasi Umum Ruang Recovery Ruang X-Ray Toilet Gudang Utility Kantor Parkir Noise Level (dB) 40 – 60 40 – 60 35 – 45 40 – 60 40 – 60 40 – 60 40 – 60 40 . .Ceiling Speaker Sub juga bisa difungsikan sebagai microphone. yaitu : 1. pengunjung maupun karyawan ataupun ruangan serta lokasi lain melalui video kamera. Hal ini untuk memudahkan panggilan kepada Perawat apabila Pasien memerlukan tindakan medis. Aliran ini berasal dari jaringan yang dikelola oleh pemerintah.Dari masing-masing Ceiling Speaker Sub ditarik ke Nurse Station dengan 1 Ceiling Speaker Sub adalah satu tarikan menuju Nurse Station. Oleh karenanya. masing-masing kamar 1 lampu yang juga dikoneksikan dengan Ceiling Speaker.60 60 60 70 – 80 Asumsi Tingkat Kebisingan (Noice Level) pada ruangan L. suara pasien ditangkap oleh speaker dan bisa didengar di pesawat nurse station.Corridor Lamp dipasang di depan kamar.Nurse reset dipasang di pintu kamar dan dikoneksikan ke Ceiling Speaker. distribusi dayanya sangat terbatas pada pemakaian maksimal yang diijinkan/ dilanggan.Bed Side Call ditarik parallel ke Ceiling Speaker Sub . Misalnya jika jumlah speaker ada 20 buah (untuk 20 kamar) berarti kapasitas Nurse Station adalah 20 kamar.Kapasitas dari Nurse Station sesuai dengan jumlah Ceiling Speaker. dimana hasil gambar dapat diamati melalui TV Monitor Kriteria Perancangan dan Uraian Singkat Sistem a. 45 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . M. . . Pasien dapat berkomunikasi 2 arah dengan perawat tanpa pasien harus menekan tombol (hands free).Emergency pull cord dipasang di tiap toilet dan dikoneksikan ke Ceiling Speaker . . PLN (Perusahaan Listrik Negara). Peralatan Utama ditempatkan pada Ruang Security c.

Baterai Baterai sering digunakan untuk mensuplai kebutuhan tenaga listrik dalam keadaan emergency yang terbatas.Timbul akibat sampingan berupa kebisingan getaran.Biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah bila diperhitungkan dalam jangka waktu yang lama.52000 300 75 – 100 100 100 100 200 50 400 300 50 – 100 Standar Intensitas Penerangan 46 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Kekurangan sumber tenaga baterai adalah : .Tidak memerlukan ruangan sendiri yang terpisah . dan suara dari saluran pembuangan gas.Adapun keuntungan dari pemakaian sumber tenaga PLN adalah : . 2. instalasi mesin generator terdiri dari tiga kelompok. . . No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Ruang Ruang Pasien Kamar Rawat Ruang Pemerikasaan Ruang Operasi Umum Meja Operasi Ruang Recovery Ruang X Ray Hall & Coridor Kamar Mandi dan WC Gudang Utility Tangga Ruang Kontrol Kantor Parkir Iluminasi (Lux) 100 100 300 300 30000 .Mahal.Dapat dipasang pada sistem sentral dan didistribusikan melalui saluran dari baterai langsung melalui fasilitas yang ada. Beberapa unit ditempatkan pada individual cabinet atau pada rak untuk instalasi yang lebih besar dan selalu dilengkapi dengan peralatan automatic charging. terutama untuk penerangan dan server komputer.Lamanya terbatas . . Keuntungan dari pemakaian sumber tenaga generator set adalah : .Sistem bahan bakar dan tempatnya.Tidak menimbulkan dampak yang merugikan seperti pencemaran.Pengadaan awal lebih murah dibandingkan dengan sumber tenaga lainnya. . Kekurangan sumber tenaga generator set adalah : . Keuntungan pemakaian sumber tenaga baterai adalah : .Kesulitan penyimpanan bahan bakar.Dalam operasional tidak membutuhkan biaya perawatan yang berarti. getaran.Tidak membutuhkan ruangan khusus untuk pengontrolan. Pada dasarnya. yaitu: . . 3.Lamanya tenaga bekerja hanya dibatasi oleh ukuran tangki bahan bakar.Mesinnya sendiri dengan perlengkapannya. kebisingan dan lain-lain.Generator Set Sumber tenaga ini dikelola oleh pemilik bangunan dan merupakan fasilitas bangunan. . .Ruangan sebagai wadahnya.Memerlukan pemeliharaan yang konstan dan testing yang teratur. .

Karenanya. Memperoleh dasar bagi pentahapan pengembangan fisik. Hal ini akan terkait secara erat dengan aktivitas. serta jangka pendek. Secara umum dapat dikatakan bahwa ada 3 pendekatan dalam manajemen fisik. serta program stratejik. Tujuan dan Sasaran Perencanaan Fisik Tujuan perencanaan aset fisik rumah sakit secara umum adalah untuk: 1. hingga rancangan detail. Arti Penting Manajemen Rumah Sakit Ketiadaan masterplan juga mengakibatkan banyak sumberdaya yang tidak teralokasikan secara efektif dan efisien. baik yang ada sekarang. Oleh karenanya. dengan kondisi fisik (dan bisa jadi mempengaruhi layanan) yang memburuk. Manajemen fisik tidak hanya berkaitan dengan arsitektur semata-mata. rencana fisik. dikaitkan dengan pengembangan program pelayanan kesehatan maupun dengan manajemen rumah sakit secara keseluruhan. Pertama adalah pendekatan bagi rumah sakit yang belum ada atau belum beroperasi. Memperoleh keterpaduan antara rencana pengembangan program pelayanan kesehatan dengan rencana pengembangan fisik. layanan. 2. bangunan. melainkan juga akan melihat rumah sakit sebagai sebuah asset properti. Sasaran penyusunan rencana pengembangan fisik rumah sakit secara umum adalah untuk: 1. Serta terakhir bagi rumah sakit yang telah menemui berbagai masalah dalam pengembangannya. yang dapat dijadikan arah pengembangan secara garis besar. yang dapat diandalkan baik dalam jangka panjang. jangka menengah. baik dalam kaitannya dengan lahan. selain masterplan. karena tidak adanya arahan pengembangan program-program serta fisik secara jelas. yang kerap diperlukan adalah adanya suatu rencana pengembangan fisik jangka panjang. menengah. maupun jangka pendek. sekaligus menjadi acuan bagi pengembangan unit-unit di dalam rumah sakit dalam mengemban program pengembangan pelayanan kesehatan jangka panjang. Memperoleh arah pengembangan fisik. disadari bahwa masterplan yang komprehensif akan membutuhkan waktu yang lama dan sumberdaya yang banyak. Kedua. dan justru terasa stagnan.BAGIAN 2 I BAB 12 PERENCANAAN FISIK DAN STRATEGI RUMAH SAKIT 1. sekaligus sebagai kerangka dasar bagi pengembangan-pengembangan bangunan serta infrastruktur di lingkungan umahsakit 3. Optimalisasi fungsi. maupun yang direncanakan mendatang 2. adalah pendekatan bagi rumah sakit yang telah beroperasi dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut. integrasi antara manajemen fisik rumah sakit degan manajemen strategis rumah sakit menjadi sangat penting. dimana diperlukan suatu rencana dari awal: masterplan. Optimalisasi ruang untuk mengakomodasi fungsi yang ada sekarang maupun fungsi yang direncanakan mendatang ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 47 . maupun infrastruktur. Di sisi lain. 2.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Terjemahan Program dalam bentukan fisik . Meningkatkan kualitas estetika. 48 Komitmen Perencanaan Strategis Tata Aktivitas Tata Ruang Tata Massa Tata Sirkulasi Tata Konteks Kinerja Meningkat Pengembangan Fisik Bagan diatas menggambarkan strategi rumah sakit kedepan sangat mempengaruhi konsep fisik yang akan dikembangkan. Rencana Strategis yang saat ini sudah dimiliki biasanya akan dianalisis untuk penerjemahan menjadi program fisik. kekuatan konstruksional. baik dari sisi fungsional-higiene. maupun secara estetika-perancangan kawasan. 1999.3. Menanggapi konteks dan lingkungan secara positif. Yogyakarta Copyright : PT.Yap. Global Rancang Selaras 3. serta performansi fungsional yang disandang oleh massa dan bentuk bangunan 5. Optimalisasi sirkulasi dengan mempertimbangkan jejalur sirkulasi yang telah ada. Kerangka dan Konsep Kerja Dalam rangka pengembangan fisik rumah sakit untuk mencapai visi yang telah ditetapkan diperlukan suatu pendekatan komprehensif untuk menghubungkan berbagai strategi seperti terlihat dalam pendekatan berikut ini menurut kerangka yang dikembangkan dari diagram awal oleh Horak. namun dengan upaya menghubungkan secara lebih efektif dan efisien fungsi-fungsi yang terkait dalam lingkungan Rumah sakit 4. Masterplan Fisik Rumah Sakit Mata Dr.

infrastruktur 49 Dalam pelaksanaannya. penganggaran Tipe. Penjabaran tersebut akan meliputi kegiatan-kegiatan sebagaimana berikut : . dan distribusi sumberdaya lahan. bangunan. intensitas.Secara lebih rinci. kerangka ini akan dikembangkan bersama antara konsultan dengan para stakeholders yang terkait dalam pertemuan konsultatif di rumah sakit. alur kerja yang lazim diterapkan adalah sebagai berikut : Strategis Fisik Kajian Performa RS saat ini Analisis Situasi Evaluasi Pasca Huni Gap antara performa dengan visi Benchmarking dengan Visi Analisis Optimalisasi fasilitas saat ini untuk mencapai visi Estimasi kapasitas dari rencana strategis yang ada Arahan rancangan fasilitas fisik Pemrograman Strategis untuk fisik Konsep pengembangan fasilitas fisik ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Prioritas pemrograman.

50 4. Kriteria perancangan dibutuhkan agar bangunan beserta lingkungannya secara guna (fungsional) dan citra (konsep estetika. Untuk mengakomodasi berbagai tuntutan aktivitas yang ada. kriteria-kriteria yang digunakan antara lain: ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . dalam hal ini kriteria perancangan menjadi alat ukur (benchmark). ekspresi) mampu mencapai target yang telah disepakati bersama. Kriteria Umum Perancangan Kriteria perancangan merupakan pertimbangan umum termasuk normatif standar yang mendasari proses perencanaan dan perancangan rumah sakit.

Privasi Pertimbangan umum pada: . Arsitektur yang baik Kriteria yang digunakan: .Sosial .Bangunan ekonomis . tahap konstruksi atau pembangunan masa datang 5.Standar dan hubungan ruang . Aspek Efisiensi Kriteria yang digunakan: . Fleksibel .Berdasar standar ruang yang ada.Privasi Pertimbangan umum pada: . Arsitektur yang baik Kriteria yang digunakan: . Global Rancang Selaras .Pemisahan . .Pemisahan .Standar dan hubungan ruang . Klaten Copyright : PT.Lingkungan pengobatan 6.Estetika 51 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Kenyamanan . Aspek Ekonomi dan Berkesinambungan Kriteria yang digunakan: . Fungsional Kriteria yang digunakan: .Lingkungan pengobatan 8.Memenuhi persyaratan standar teknis bangunan Rumah sakit 2.Taraf hidup .Taraf hidup .Sosial . .Fleksibilitas untuk berubah 3.Mudah merespon perubahan penggunaan . Memenuhi standar bangunan kesehatan Kriteria yang digunakan: .1. Fungsional Kriteria yang digunakan: Masterplan Fisik dan perancangan Rumah Sakit 'Asyiyah. Parakan Pertimbangan umum pada: Copyright : PT.Memenuhi persyaratan Panduan Bangunan Rumah sakit .Dapat berkembang sesuai kebutuhan .Hubungan antar fungsi .Pentahapan dalam perencanan.Kenyamanan . Global Rancang Selaras .Pergerakan orang dan distribusi barang .Bangunan terorganisasi dengan baik 4.Biaya pemeliharaan .Desain yang menekan biaya operasional .Penggunaan energi .Penggunaan ruang Masterplan Fisik Rumah Sakit Ngesti Waluyo.Estetika 7.Pemeliharaan murah Pertimbangan umum pada: .

Selain itu perencanaan dan perancangan fisik fasilitas kesehatan juga perlu didasarkan pada kualifikasi fasilitas pelayanan kesehatan yang secara diagramatis disajikan pada diagram berikut ini : Rumah Posyandu Perawatan di rumah Farmasi Toko Obat Perawatan sendiri Pengawasan Perawatan Otomatis Informasi dan bimbingan Pengarahan Pelayanan Kesehatan Negara Pusat pelayanan kesehatan dan sosial 10 km dari rumah Balai Pengobatan RSIA. Bali. Tabanan. RSB Pusat Kesehatan Masyarakat Perawatan Sosial Perawatan Utama Perawatan Luar Jangkauan Informasi dan bimbingan Pusat pelayanan umum 100km dari pusat komunitas Rumah Sakit Rujukan Rumah Sakit Umum Daerah Pelayanan diagnosis awal Perawatan segera Kecelakaan kecil Perawatan pasien inap oleh perawat Rehabilitasi intensif Manajemen pelayanan kronis Pusat pelayanan khusus 250 km dari pusat kota Rumah Sakit Umum Pusat Perawatan Sekunder Perawatan Tersier Perawatan terencana Perawatan darurat Diagnosis kompleks Perawatan dan pengobatan pasien inap 52 Masterplan RSUD Tabanan. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .

Sistem Ruang Terbuka Hijau d. Rancangan Rumah Sakit. Tata Aktivitas .Jumlah dan Besaran Ruang . produk masterplan fisik hingga pada rancangan yang dapat dilaksanakan/konstruksi akan meliputi hal-hal berikut: A. Global Rancang Selaras . Global Rancang Selaras .Hubungan Antar Aktivitas b.Program Fasilitas Fisik (Facility Program) a.Konsep Rancangan dan Prarancangan (Design Concept & Predesign) 2. Tata Sirkulasi .Sistem Ruang Fungsional . Program Kegiatan .Sistem Aktivitas . terdiri dari : 1. Tata Ruang .Rencana Pukal dan Pentahapan (Block Plan and Phasing Plan) a.5.Analisis Aspek Teknikal .Analisis Infrastruktur On-Site 2. Tata Massa Masterplan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Mataram Copyright : PT.Pengelolaan dan Kelembagaan 3. Analisis Infrastruktur Masterplan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Brawijaya Copyright : PT.Analisis Aspek Guna Lahan dan Zoning b.Analisis Infrastruktur Off-Site .Sirkulasi Eksternal dan Parkir .Analisis Aspek Transportasi dan Sirkulasi .Analisis Aspek Fungsional . Hasil Analisis Purna Huni (Post Occupancy Evaluation) a.Penempatan dan Pengelompokan Ruang .Sistem Intensitas Bangunan . Program Ruang .Karakteristik Pelaku . Rencana Anggaran Biaya (Cost Estimation).Layanan Medis dan Penunjang Medis .Pengembangan Rancangan (Design Development) 3. Analisis Lahan .Performansi Kuantitatif dan Kualitatif Bangunan B.Desain Pelaksanaan dan Gambar Kerja (Detailed Engineering Design dan Working Drawing). Rencana Induk Pengembangan Fisik (Physical Masterplan) Terdiri dari : 1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (Performance Spesification) 53 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Analisis Aspek Behavioral c. Global Rancang Selaras c.Sirkulasi Internal c.Karakteristik Ruang Masterplan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Lampung Copyright : PT. Produk Dalam pelaksanaannya.Fasilitas Fisik dalam Perspektif Strategis dan Perspektif Bisnis . Analisis Bangunan .Kegiatan Non Medis b.Pembiayaan dan Pentahapan .Program Pengelolaan .Analisis Aspek Lokasi .

Instalasi Gawat Darurat Fungsi Memberikan pelayanan kesehatan karena kondisi gawat darurat dan memerlukan penanganan cepat dan tepat.4 meter. Tata letak dan persyaratan ruang: . 25% dari jumlah keseluruhan bed merupakan single bed. Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gawat Darurat Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras.Pembentukan ruang-ruang yang dimungkinkan untuk digunakan sebagai ruang observasi dan ruang resusitasi. Berbeda dengan bagian Ibu dan rawat Anak dengan jumlah maksimal 20-25 bed. Dimensi tempat tidur menjadi pertimbangan yang penting dalam merancang ukuran ruang. . Pelayanan Pasien Dalam Rumah Sakit / Inpatient A. 2 meter. 2008 54 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Paling tidak. Untuk alasan kesehatan. serta kemudahan akses dengan Unit Rawat Inap.BAGIAN 2 I BAB 13 PERENCANAAN FASILITAS RUMAH SAKIT 1. dengan tiap-tiap persyaratan fasilitas yang memadai.Keseluruhan ruang dan alat ditetapkan untuk digunakan selama 24 jam. . jarak minimal adalah 1. Diagnostik. anak dan syaraf). dan Kamar Bedah. Fleksibilitas ruang diarahkan pula terhadap terjadinya bencana masal sehingga memungkinkan ditampung di IGD . meliputi kasus bedah (traumatologi dan terkait dengan organ tubuh bagian dalam) dan non bedah (penyakit dalam.Secara fungsional mempunyai hubungan langsung dengan unit ICU.Mudah dicapai dan terlihat jelas dari area eksternal Rumah sakit .Adanya pemisahan akses antara pasien dengan perawat/ dokter.Pada kasus ibu melahirkan. . IGD mempunyai akses langsung dengan IKB . Ukuran Umum Jumlah bed pada unit ini tidak boleh melebihi 35 bed. . meskipun maksimal yang dianjurkan adalah 30 bed.ruangan dengan banyak bed jarak antar bed 2.Adanya pemisahan antara tindakan untuk pasien bedah dan non bedah.

Kamar mandi untuk perawatan jangka panjang seharusnya dirancang untuk menggunakan peralatan yang dapat mengangkat pasien.Lebar pintu antara 116.Harus memenuhi ketentuan untuk akses orang cacat seperti pada bagian untuk komplemen dari batang pegangan dan rel pada area toilet dll. dirawat pada "single room" atau isolator plastik untuk mengurangi penyebaran melalui udara atau dari penderita .2 cm.Pemisahan penderita infeksius. Sebuah kursi roda juga dapat digunakan dalam area 121. dan dari koridor ke ruang rawat setiap saat . . dengan tujuan agar lebih dapat memastikan tingkat penyampaian mutu pelayanan.Luas ruang klas I : 24 m² / tt .Pasien atau penyakit dan pengobatan yang menimbulkan bau. sehingga kedua sisi di samping tempat tidur pasien memiliki lebar masing-masing 76.9 cm . Kualifikasi Ruang untuk Instalasi Rawat Inap . .Luas ruang klas II : 12 m² / tt .Khusus rawat inap ibu-anak akan berada pada kelompok ruang yang terpadu dengan VK dan terpisah dengan rawat inap infeksius maupun penyakit dalam atau degeneratif.9 cm x 121.Ventilasi mekanik di ruang rawat inap isolasi.Luas ruang khusus bayi : 6 m² / tt .Pasien yang menderita penyakit menular. 55 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . .Setiap nurse station maksimum melayani 25 tempat tidur.5 cm.Lebar minimum area tempat tidur pasien 251.Adanya pengelompokan ruang sesuai kelasnya. Penempatannya berada pada area dengan tingkat privasi dan ketenangan yang tinggi dan memiliki akses pencapaian yang mudah dengan zona bedah dan zona penunjang medis.Memaksimalkan terhidarnya kontaminasi didalam ruang rawat inap infeksius dengan menjaga aliran udara dari anteroom menuju ke ruang pasien.Luas ruang klas III : 12 m² / tt . dan terletak pada daerah yang mudah terjangkau dengan arah orientasi kepada kamar-kamar pasien.4 cm x 152. Persyaratan Luas Ruang untuk Instalasi Rawat Inap -Standar luas ruangan sesuai ketentuan adalah : . Tata letak dan persyaratan ruang: 1.Ruang perawat terhadap ruang pasien harus sedekat mungkin sehingga memudahkan jangkauan . . 2.Tersedia tempat cuci tangan bagi perawat atau dokter didalam ruangan rawat inap infeksius (isolasi) dan fasilitas km/wc sendiri di dalam ruangan .Barrier nursing.Khusus untuk pasien tertentu harus dipisahkan seperti : .B.Pasien yang mengeluarkan suara gaduh . .9 cm adalah jarak standar untuk dapat mengakomodasi tempat tidur pasien standar (121 cm x 99 cm). untuk mengurangi penyebaran melalui udara dengan cara mengeluarkan bakteri dari kamar penderita dan pada isolasi protektif yang membebaskan kamar penderita dari bakteri yang ada diluar kamar. yaitu prosedur perawatan khusus untuk mengurangi penyebaran infeksi melalui kontak langsung/perawatan .Luas area depan pintu 152. .. . Lift hidrolik tempat mandi (bath up) merupakan pertimbangan investasi kesehatan yang baik.Sinar matahari pagi diupayakan dapat masuk ke dalam ruangan.4 cm untuk mengakomodasi pemakai kursi roda. handrails harus diberikan pada koridor. . di lain kondisi penambahan peralatan unit servis perawatan akut. Instalasi Rawat Inap Fungsi Disediakan untuk memfasilitasi pasien yang harus menginap di Rumah sakit dalam tahap kuratif dan rehabilitatif dengan perawatan intensif 24 jam.8 – 121. .

Tingkat kebersihan lantai untuk ruang perawatan isolasi 0-5 kuman/cm2.Luka bakar dan spesialis atau penyakit khusus Pengembangan fasilitas perawatan intensif dapat berbeda dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya.Kadar debu tidak melampaui 150 ug/m3 udara dalam pengukuran rata-rata 24 jam.Daerah steril yang terdiri dari ruang perawatan ICU / ICCU.U. papan monitor dengan perlengkapan outlet. rumahan untuk panggilan perawat.Mutu udara memenuhi persyaratan untuk tidak berbau (terutama H2S dan Amoniak).Penyakit anak-anak dan neonatal . ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . tombol tanda alarm. Panel-panel tersebut meliputi katub gas atau oksigen. dalam menangani beragam tipe penyakit. nurse station terutama bagian yang langsung berkaitan dengan keperawatan.Terakomodasi panel kontrol untuk ruang rawat pasien. Tingkat Kebersihan dan Mutu Udara untuk Instalasi Rawat Inap . . jam digital.) . dan bergantung pada apa yang disebut Statement of Function 56 Zonasi fungsi pada Instalasi rawat Intensif: Zonasi dibagi menjadi : a.Daerah non steril / ruangan umum yang tidak berkaitan langsung dengan perawatan intensif. .T. lampu atas tempat tidur dan lampu tarik-ulur. .. terdiri dari fungsi-fungsi penunjang baik medik maupun non medik. b. 2008 C. Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gawat Darurat Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. 3. Instalasi Rawat Intensif (ICU) Umum / fungsi ICU juga dikenal sebagai Intensive Therapy Unit ( I. Jenis utama yang ditangani sebagai berikut: .Angka kuman ruang perawatan isolasi kurang dari 700 koloni/m3 udara dan bebas kuman pathogen alpha streptococus haemolitius.operasi . stop kontak bawah.Perawatan serangan jantung (ccu = coronary care) .

Jika memakai partisi.Patologi (pelayanan analisis darah).Tata letak dan persyaratan ruang: .Radiologi ( pelayanan sinar x). AC d.Temperatur ruangan harus terjaga. .Letaknya berdekatan dengan area unit bedah atau berada dalam satu zona Medik Sentral serta mempunyai hubungan langsung dengan radiologi. . .Masing-masing area tempat tidur pasien akan mempunyai ketetapan untuk privasi visual dari pengamatan pasien dan pengunjung lain . pasien diharuskan melihat ruang luar tidak lebih dari dua panel kaca yang terpisah. selain sinar matahari alami. Direkomendasikan maksimumnya hingga 15. Pipa air f.Harus bebas dari gelombang elektromagnetik dan kedap getaran. Semaksimal mungkin adalah 10. Bahaya api b. .Akses.Aliran listrik tidak boleh terputus. . Desain dari unit juga memperhatikan privasi pasien.Direkomendasikan ketetapan minimum tempat tidur untuk ICU adalah 5.Pencahayaan yang cukup dan adekuat untuk observasi klinis dengan lampu TL day light 10 watt/m2. .Gedung harus terletak pada daerah yang tenang.Setiap tempat tidur harus mempunyai akses secara visual. terhadap lingkungan/ ruang luar yang tidak kurang dari satu jendela setiap ruangnya. Exhausts fan e. Suhu dan Kelembaban pada Ruang perawatan intensif: . jendela pengamatan. . . Bakteriologis h.Penempatan ICU/UGD akan memudahkan pengaksesan ke dan dari Penanganaan Kecelakaan. . .Harus tersedia pengatur kelembaban udara. Komunikasi g. laboratorium. Jarak dari tempat tidur pasien terhadap jendela tidak kurang dari 15 meter. Kabel monitor .Harus ditunjang dengan jaringan gas medic .Untuk membantu staf pengamatan atas pasien di dalam ruang tidur atau pasien tunggal menginap.Mempunyai pendingin ruangan/AC yang dapat mengontrol suhu dan kelembaban sesuai dengan luas ruangan.Terisolasi dan mempunyai standar tertentu terhadap: a. 57 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Ventilasi c. ditempatkan untuk dapat memastikan kondisi pasien tanpa halangan dari pos perawat. Suhu 22º–25º kelembaban 50–70%. Jendela dan akses tempat tidur menjamin kenyamanan pasien dan personil. seharusnya dapat disediakan. .Fasilitas panggilan pelayanan staf ini harus tersedia pada setiap tempat tidur untuk penanganan cepat Persyaratan Pencahayaan.Ruang Operasi.Penghawaan udara menggunakan penghawaan buatan berupa air conditioner (AC). IGD dan rawat Inap .

Ini adalah pilihan bahwa tiap pasien Cardiac punya kamar terpisah atau kamar berukuran kecil untuk privasi dari penglihatan dan pendengaran. Instalasi Rawat Intensif Koroner/ ICCU Fungsi Pasien Cardiac punya kebutuhan khusus. jarak tempuh tidak boleh lebih besar dari 15m dari tempat tidur sampai ke fasilitasnya. walaupun 2 tempat tidur dalam 1 kamar diperbolehkan. dari neonates sampai adolescent.sebagai tambahan pada standar ICU diatas.unit perawatan yang berintegrasi di dalam sebuah rumah sakit umum. Minimum 50% dari pasien ICCU harus diakomodasikan dalam pasien ruang singlebed. mempunyai kebutuhan fisik dan psikologi yang unik. paling tidak 2 harus didalam kamar-kamar. . Pasien pediatrik yang kritis. Tata letak dan persyaratan ruang: . E.unit perawatan yang berdiri sendiri atau unit perawatan yang berupa kelompok. 2008 D.Multiple equipment display Peralatan untuk memonitor pasien Cardiac harus mempunyai ketentuan untuk penglihatan visual pada tempat tidur dan pusat pelayanan. kamar atau kamar berukuran kecil. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 58 . . Unit Penyakit jiwa Umum / Fungsi . . Dimana 5 tempat tidur dikombinasikan ICU/ICCU yang tersedia. bentuk perawatan segera dan kritis.Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi rawat intensif Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. Open plan pada layout tempat tidur tidak dapat diterapkan. berikut ini yang diperlukan dalam Coronary Care Unit (CCU). .beberapa dari ruangan pasien yang dijadikan ruangan tambahan untuk unit perawatan penyakit akut. Tidak pada tiap Rumah Sakit dapat atau harus menerima Pediatric Intensive Care Unit yang terpisah. Rasio antara pasien dan rasio tidak lebih dari 4:1.Ketentuan tempat tidur Jumlah tempat tidur pada ICCU akan sama dengan ICU pada umumnya.Toilet Tiap pasien Cardiac harus dapat mengakses bagian dari WC.

plafond dan penetrations – pintu dan jendela) untuk memastikan penahanan yang disebutkan di atas. peralatan mekanikal yang dipasang di lantai dan lain-lain adalah: b. built in robes. Four bed room – 30 m2 . di dalam area demi area dan sebagai sebuah unit perawatan yang lengkap. tapi tidak diharuskan. Fasilitas harus merupakan tempat isolasi aman yang bisa dikunci. . dan lain-lain. Ukuran minimum kamar. akses menuju ruang luar di atas ground level. kamar-kamar eksklusif. atap. Unit perawatan atau bagian unit perawatan yang aman. pencahayaan yang tahan terhadap vandalisme. Pengaktifan bisa dari call points yang tersembunyi yang cocok atau transmitter personal yang bisa dipindah. .5 m2 c. bergantung pada level perlengkapan/syarat. konstruksi dan perabot harus menyediakan perlindungan dari self injury dan kerusakan properti seperti pergeseran door handles. dan lain-lain) harus dicegah. seperti polycarbonate dan lain-lain. Pemilihan door hardware harus menyediakan jaminan keamanan pasien dengan penggunaan yang mudah oleh staf. Single bed room – 10. harus mempunyai suatu kesatuan barrier yang tahan (lantai. Untuk tambahan. alcoves (ruang kecil di dalam suatu kamar).hak-hak legal pasien . Sekurangkurangnya 50% tempat tidur sebaiknya diletakkan di dalam single bed rooms. .Jumlah Tempat Tidur Jumlah maksimum tempat tidur di dalam unit perawatan penyakit jiwa sebaiknya 30.Tata letak dan persyaratan ruang: Keamanan. meja. masing-masing dengan akses menuju fasilitas kamar pasien yang lain. Pertimbangan harus diberikan pada proses pengaktifan system alarm oleh staf. seperti bahaya pada staf dan pasien lain (penyerangan) dan terhadap pasien sendiri (bunuh diri). lemari. Ini untuk memastikan penahanan situasi bahaya yang potensial dengan beberapa pasien. Akses langsung bisa dipilih. Ketika fasilitas penyakit jiwa terletak di dalam bangunan bertingkat tinggi. dinding. harus disediakan untuk situasi darurat. Two bed room – 17. (seperti balkon. walaupun hanya terdapat satu Ruang Pengasingan per unit perawatan.Security and Glazing Semua jendela dan panel-panel observasi harus dipasangi dengan kaca yang aman atau material alternatif lainnya yang sesuai. Perlindungan earth leakage (kebocoran) terhadap sirkuit listrik dan temper proof outlets harus disediakan di dalam fasilitas penyakit jiwa.Acoustic Privacy Akustik ruang harus dipertimbangkan dan diakomodasi dengan baik. khususnya pada situasi darurat. seperti tombol tekan digital di lokasi darurat sebagai pengganti sistem pengaktifan dengan kunci.status rumah sakit Unit perawatan penyakit jiwa harus mempunyai perlengkapan/syarat keamanan umum pada Unit Perawatan Penyakit Akut. 59 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Keselamatan dan Hak-hak Pasien Mempertimbangkan hal-hal di bawah ini ketika menentukan level perlengkapan/syarat keamanan di dalam fasilitas penyakit jiwa: .keselamatan pasien dan staf .5 m2 d.Kamar Pasien Kamar pasien harus mengikuti standard berikut: a.

gudang d.Ruang sosial ( Ruang-ruang Harian ) Setidaknya terdapat 2 ruang sosial yang terpisah harus disediakan. .Cermin. Ruang tersebut harus menyediakan area untuk : a. Ukuran dan kebutuhan pantry akan bergantung pada fasilitas yang direncanakan . dapat berada di luar unit psikiatri dengan catatan bahwa dibuat akses yang baik untuk perlengkapan tersebut sebagaimana dibutuhkan.Group Therapy Ruang bagi kelompok terapi harus tersedia. . tiap pasien sebaiknya mempunyai akses menuju kamar pasien. Hal ini dilakukan untuk menghindari pasien merasa bahwa mereka 'selalu diawasi'. serta tertutup untuk kebutuhan privasi. displays 60 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . tapi harus dapat di akses dengan mudah ke unit tersebut. work tops c. . dan satu ruang lainnya digunakan untuk 'noisy activities'. Fungsi yang diakomodir. bahwa kamar pasien bisa diakses langsung dari kamar-kamar pasien yang lain dan tidak melalui area koridor umum. 'charting area' harus disediakan dengan persyaratan privasi akustik dan visual yang memadai. Ruangan ini dapat menggunakan fasilitas bersama dengan unit perawatan lainnya. Bisa dilakukan. Kelengkapan peralatan untuk menggunakan fasilitas tersebut. . Ruangan bagi kegiatan terapi membutuhkan penambahan ruang seluas 0. kursi roda dan lain sebagainya.75 m2 untuk tiap pasien dengan ukuran ruang minimal 12 m2 tiap ruang. .Occupational Theraphy 2 Tiap unit psikiatri harus memiliki 1. ..Jendela Pada bagian jendela yang dapat dibuka.Koridor Variasi dari lebar minimum koridor bergantung pada : a. handwashing b. Kelengkapan tersebut akan dapat menunjang perlindungan dari perlukaan pada diri sendiri dan kerusakan properti. b.5 m2 per pasien untuk kebutuhan area makan. Ruang ini dapat digabungkan dengan 'quite space' seperti disebutkan di atas. Ruang tersebut digunakan untuk ruang makan. Dilengkapi pula dengan kunci-kunci yang dikontrol oleh staf rumah sakit. memiliki fitur keamanan/elemen-elemen pengamanan yang efektif seperti jendela-jendela sempit yang tidak memungkinkan pasien untuk lari. · Pada Unit Perawatan Penyakit Akut.Nurse Station Harus ada 'nurses station' sehingga staf yang bertugas dalam aktifitas rutin dapat mengawasi pasien secara berkala. Area tersebut ukurannya 3.Gudang Perlengkapan Ruang gudang untuk troli.Pemeriksaan dan Perawatan Minimal 1 ruang pemeriksaan dan perawatan harus tersedia untuk setiap 30 bed unit rawat psikiatri. Kaca-kaca harus dari kaca yang aman atau bahan lain yang cocok yang tahan dan konstruksi yang tahan pecah atau tidak mudah hancur. tetapi tidak diharuskan. Tambahkan 1.5 m ruangan terpisah bagi tiap pasien untuk kegiatan terapi 2 dengan minimum total area 20 m . satu ruang digunakan untuk 'quiet activities' . Elemenelemen estetis sebisa mungkin dikurangi pada bagian ini. sebuah pantry berdampingan dengan area makan juga harus disediakan.7 m2 untuk tiap pasien dan ukuran ruang minimal seluas 21 m2 . Dalam hal ini. . atau toilet terpisah dan kamar mandi. Lokasi dalam unit psikiatri tidaklah esessial. harus disediakan. Jendela observasi diluar area pasien dapat digunakan jika pengaturannya tetap mengkondisikan file-file pasien tidak dapat dibaca dari luar 'charting space'.

Akses untuk membantu berupa ensuite adjacent (ruang dalam ruangan tersebut yang berbatasan langsung dan merupakan fasilitas untuk pengguna ruangan tersebut) 61 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . dan konstruksi harus mengikuti kaedah ketentuan unit perawatan : Keamanan. Unit Kamar Bersalin (VK) Fungsi Memiliki akses langsung yang mudah dijangkau dan akses langsung ke zona penunjang medik serta rawat inap kebidanan. dan Kamar Bedah. serta mempunyai hubungan langsung dengan Instalasi Rawat Inap khususnya IRNA Kebidanan. Pintu harus terbuka dan memungkinkan untuk perawat melakukan observasi terhadap pasien dengan tetap memperhatikan privasi dari pasien tersebut. Fasilitas lengkap yang harus disediakan untuk Birth/Preparation Room (Ruang persiapan kelahiran) adalah sebagai berikut: 1.Area terapi dapat mengakomodasi lebih dari 1 unit perawatan. Meliputi ruang bersalin (VK). dengan tetap menekankan optimalisasi. penyesuaian. yaitu normal dan persalinan khusus. fungsi area terapi dapat diwujudkan dalam area bagi aktivitas yang menyebabkan kebisingan.Kamar bersalin harus dekat dengan Instalasi Gawat Darurat. menghindari adanya tirai yang panjang di jendela. Radiologi. Penentuan peralatan. Oleh karena itu. dengan dimensi minimal 3900x4800mm. Ruang dengan ukuran 4000 x 5000 mm sangat direkomendasikan. baik elektrikal maupun mekanikal 5. Konstruksi dan perencanaan harus dilaksanakan dengan matang untuk mencegah adanya pasien yang sembunyi. Persiapan dan relaksasi pasien selama proses kelahiran labour 2. dibutuhkan 1 m2 tiap pasien tambahan pada total luas area. dan lain sebagainya. Keselamatan.Birth Preparation Room Setiap Birth/Preparation Room (Ruang persiapan kelahiran) didesain untuk single occupancy (satu kepemilikan). terluka maupun bunuh diri. Servis yang berada di ujung atas tempat tidur. Seclusion rooms dimaksudkan untuk ditempati dalam jangka waktu pendek oleh pasien yang menjadi korban bunuh diri. dan Hak Pasien. Misalnya. Penyelesaian.Ruang bersalin harus mengelompokkan pasien sesuai dengan jenis persalinannya. . ruang resusitasi bayi (neonatal) dan ruang penunjang lainnya. penggunaan ruang semaksimal mungkin. Memerlukan tingkat ketenangan yang tinggi. Ruangan tersebut harus berlokasi di tempat yang memungkinkan adanya pemantauan secara langsung dari staf perawat. Ketika unit perawatan psikiatri memiliki kurang dari 16 kamar. Ruangan yang ada dapat difungsikan sebagai ruang harian ataupun ruangan bagi satu pasien saja. Jika ruangan tersebut memiliki jendela. peletakkan jendela dan perawatan jendela harus lebih diperhatikan dalam hubungannya dengan lokasi peralatan dan servis. sebaiknya dilakukan penambahan luas lantai. Dengan kata lain. Jarak 3900 mm disini adalah jarak dari ujung atas tempat tidur sampai ke dinding seberangnya. ICU. Ukuran ini adalah ruangan tanpa jendela. dan peletakan pintu dimana pintu tersebut paling kecil pengaruhnya terhadap ruang. . . termasuk tempat tidur dan kursi kelahiran sangat tergantung pada berapa dimensi ruang tersebut. F.Ruang Terpisah (Seclusion Rooms) Di dalam unit perawatan kejiwaan harus ada ruangan terpisah untuk pasien yang membutuhkan keamanan atau perlindungan. Laboratorium. melarikan diri. Tata letak dan persyaratan ruang: . Grafik dari rekam medik 3. Peletakan pembalut dan trolley pengobatan 4.

Perlengkapan Bersih (Clean Utility) Sebuah ruang kerja yang bersih dibutuhkan pada ruang kelahiran. tempat penjualan minuman. selain itu juga harus tahan terhadap detergen yang kuat. seperti di ruang perawat. Penggunaan telepon 9. Penggunaan Nurse Call 7. Ruang untuk suami/istri Perhatian pada level desain interior juga sangat penting. dan kursi yang nyaman. televisi. atau di perlengkapan kebersihan (clean utility). tempat sampah (salah satu alat untuk persiapan membuat teh). Control/Nursing Station (Pusat Kontrol dan Kerja Perawat) Berlokasi di tempat dimana observasi lalu lintas rumah sakit terutama jalan masuk dan keluar Birth Suite (Ruang Kelahiran). fasilitas untuk membuat teh. untuk menciptakan dekorasi yang 'home-like' atau senyaman rumah tinggal). Sterile Supply Akses menuju suplai dari peralatan yang telah steril dan dapat langsung digunakan.) 17. Task Lighting ( Examination/Minor Lighting) yaitu lampu untuk bekerja 13. Perlengkapan Kotor (Dirty Utility) Ruang kerja kotor dibutuhkan pada ruang kelahiran.· - - - - - 6. Finishing harus dipilih agar dapat memberikan kemudahan dalam membersihkan. demi kenyamanan ruang tunggu tersebut. Unit Kesehatan dari WA dapat membantu memberikan informasi tentang warna dinding dan lantai yang cocok. power) yaitu saat dokter berusaha membuat bayi sadar atau agar bayi bisa bernafas lagi. Patient's and Father's Lounge (Ruang tunggu pasien dan ayah) Terletak dengan nyaman menuju Control/Nursing Station (Pusat Kontrol dan Kerja Perawat) untuk komunikasi antara pasien. Pemberian Analgesics (Obat penahan sakit) 12. Pembuangan linen kotor dan air kotor 15. Akustik untuk privasi level tinggi 19. telepon. Tirai pada pintu masuk bisa dipertimbangkan. terutama jika dapat menghadirkan suasana yang 'home-like' –seperti rumah sendiri. yaitu ruang yang digunakan untuk pengumpulan maupun pembuangan dari material-material yang kotor. Baby Resuscitation (Gases. Penggunaan intercom 10. dan distribusi obat-obatan yang dapat dikontrol. dll. sang ayah. Fasilitas yang lebih besar sebaiknya memiliki akses langsung menuju unit ataupun ruang penyimpanan suplai steril(steril supply). Clinical Hand washing (hands off scrub up basin) 18. 62 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Hak pasien atas privasi dan penghargaan harus dihormati. Penggunaan Staff Assistant Call 8. Prosedur waktu (jam) 16. Ruang untuk penambahan peralatan jika dibutuhkan (termasuk infant incubator. Setelah semua hal di atas tersebut. Sebuah ruang kerja kotor. dan staf. Sebuah ruang penyimpanan yang kecil sekalipun masih perlu yang dilengkapi dengan perlengkapan kebersihan. mobile infant overhead heater. Area untuk pengantaran tempat tidur 11. Sebuah jendela menghadap keluar juga sangat diharapkan. persiapan. Toilet. harus disediakan. Warna-warna yang dipilih harus sedemikian rupa sehingga tidak timbul perubahan persepsi warna oleh pengamat. Sebuah ruang supplai bersih disediakan untuk keperluan penyimpanan dan distribusi dari supplai yang steril dan bersih. dapat di dibuat menyatu dengan fasilitas maupun perlengkapan yang lebih besar. dibutuhkan gas yang digunakan untuk operasi medis dan listrik 14. Ruang Pendistribusian Obat (Drug Distribution Station) Sebaiknya dibuat untuk penyimpanan..

interview. dokter). Ruang untuk Pembersih (Cleaner's Room) Ruang untuk pembersih yang secara eksklusif digunakan oleh ruang melahirkan sebaiknya disediakan. tapi dilengkapi dengan peralatan medis yang memadai. Ruang Kerja Anestesi Hanya pada ruang melahirkan yang berukuran besar. Minimal disediakan sebuah toilet di didalam maupun di dekat ruang melahirkan. Unit ini perlu diletakkan berdekatan dengan ruang melahirkan dan ruang operasi. Ruang-ruang berikut ini merupakan standar minimum yang perlu dipenuhi : 63 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Tempat/Ruang penyimpanan Peralatan Sebuah ruang untuk peralatan dan persediaan (supplies) dibutuhkan pada ruang melahirkan. Ruang Ganti Staf Sebaiknya dipisah antara ruang ganti pria dan wanita yang bekerja di ruang melahirkan. Conference/Handover Room Bergantung pada besar kecilnya ukuran dari ruang melahirkan. Alternative Birthing Unit Unit ini merupakan unit yang berbasis bidan (mid wife based) yang memungkinkan untuk memilih alternative dalam melahirkan tanpa ber suasana (clinical environment). pergantian staf (staf handover). Intensive Care (Obstetric) Fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk penggunaan obstetric (obstetric use). Gudang Anestesi Ruang penyimpanan untuk tabung gas untuk keperluan medis sebaiknya disediakan. Namun dapat juga berbagi fasilitas sentral. Nursery (Ruang Bayi) Apabila lokasinya jauh dari ruang ibu (maternity ward). melakukan beberapa tes. Stretcher/Trolley/Equipment Park Perlu disediakan suatu ruang untuk penyimpanan stretchers(tandu). Ruang untuk konferensi. dan perlengkapan untuk pergerakan/perpindahan lainnya.- - - - - - - - - - - - Ruang ini sebaiknya ditambahkan atau berada di dekat ruang perlengkapan kotor(dirty utility room). cukup menyediakan suatu area saja(spat dipisahkan dengan partisi). sebuah ruang terpisah sebaiknya disediakan untuk peralatan tersebut dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Apabila perlatan anestesi yang digunakan mudah memiliki sifat terbakar. dan penyimpanan peraltan anestesi. dengan akses menuju koridor luar untuk memudahkan pengangkutan tanpa melewati ruang kelahiran(birth room). tidak memerlukan ruang khusus. Dan sebaiknya dilengkapi dengan meja kerja(work counter). digunakan untuk membersihkan. maka ruang bayi yang terpisah untuk observasi pasca kelahiran perlu ditambahkan pada ruang kelahiran. Ukuran unit hendaknya dapat memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan untuk pasien dan staf. sink. trolleys(tempat tidur yang disorong). Staff Lounge Fasiltas lounge untuk staf obstetris sebaiknya disediakan pada fasilitas ruang kelahiran yang besar. Pada fasilitas yang lebih kecil. Formula Preparation Room Digunakan untuk melayani ruang bayi. dan training untuk staf sebaiknya disediakan pada fasilitas yang lebih besar untuk digunakan oleh para personil dari Ruang kelahiran(teknisi. Ruang ini dapat berbagi atau dapat dikases juga dari ruang operasi. Lounge dapat dijadikan satu dengan ruang ini apabila memungkinkan. suster. dan area untuk memisahkan barang-barang yang bersih dan kotor. dan sebaiknya dilokasikan sedekat mungkin dengan ruang melahirkan. dan juga diperlukan apabila ruang kelahiran jauh dari ruang ibu (maternity ward).

-

-

-

-

-

-

-

Birthing/Lounge Room Ruangan ini harus mempu mengakomodasi kegiatan-kegiatan berikut: 1. relaksasi di kursi lounge 2. keperluan untuk makan/ dinning facilities (meja, dan kursi makan) 3. keperluan pantry/dapur(termasuk kitchen sink dari bahan stainless steel) 4. keperluan melahirkan, tempat tidur untuk melahirkan, bangku untuk melahirkan, tikar, bean bag, dll 5. tempat penyimpanan peralatan 6. tempat penyimpanan stok-stok yang steril 7. gas untuk keperluan medis 8. privasi 9. clinical handwashing 10. dan akses langsung menuju halaman privat juga sebaiknya ada. Entry (Tempat Masuk) Tempat masuk/entry perlu tertutup/screened untuk privasi. Gudang Sebaiknya mudah diakses dari birthing/lounge room atau lobby tempat masuk. Ensuite/Bathroom Ruangan ini hendaknya dilengkapi dengan toilet, shower, tempat cuci tangan, dan merapikan diri (grooming). Fitout/Finishes (Perlengkapan) Perlengkapan yang ada sebaiknya menyesuaikan budaya taupun gaya setempat. Item-item medis perlu diletakkkan sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau. Untuk penutup lantai, sebaiknya diberi finishing dengan non-slip vinyl di bawah area tempat tidue dan penggunaan karpet sebagai keseluruahn penutup lantai lebih direkomendasikan. Penutup lantai kamar mandi sebaiknya dipilih yang non-slip material. Untuk fininshing dinding dan langit-langit disesuaikan dengan kondisi setempat. Penggunaan tirai dapat diterima dan direkomendasikan. Pencahayaan Pencahayaan sebaiknya lokal, walaupun pengecualian bisa dilakukan untuk lampu pemeriksaan yang bergerak. Pintu Keluar Darurat Lokasi dan ukuran pintu yang cocok sebaiknya disiapkan untuk pemindahan bed darurat ke tempat melahirkan/operasi. Penghawaan Udara Ruang-ruang sebaiknya dikondisikan udaranya dengan kontrol temperatur pada lounge. Hal ini perlu dipertimbangkan karena suhu badan ibu yang baru melahirkan cenderung bervariasi. Akustik Unit sebaiknya memiliki isolasi akustik yang baik dari area sekitarnya.

64

Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Kamar Bersalin
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

G. Unit Peranotologi Fungsi Unit Perinatologi adalah instalasi untuk perawatan bagi bayi yang baru lahir, dan membutuhkan perawatan lebih lanjut. Tata letak dan persyaratan ruang: Unit ini biasanya terletak satu lantai/ dekat/ ada akses langsung dengan unit VK dan IRNA. Unit ini minimal terdiri dari : 1. Adanya ruang intensive care (NICU) 2. Adanya ruang bayi medium care 3. Adanya ruang bayi high care 4. Adanya ruang laktasi 5. Adanya ruang intensif care (NICU, PICU) 6. Adanya ruang dokter 7. Adanya ruang pertemuan 8. Adanya nurse station 9. Adanya ruang pantry untuk staff 10. Adanya lounge untuk ibu

Hubungan Fungsional antar ruang pada Unit Perinatologi
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

64

H. Unit Haemodealisis Fungsi Adalah Unit Instalasi Cuci darah, yaitu tindakan mengeluarkan sisa metabolisme ( koreksi elektrolit darah ), dan cairan tubuh melalui proses pertukaran antara bahan yang ada dalam darah dan dialisat melewati membrane semipermiabel di dalam ginjal buatan. Tata letak dan persyaratan ruang Unit ini biasanya terletak berdekatan dengan Unit laboratorium. Unit ini minimal terdiri dari : 1. Ruang Cuci darah (dilengkapi lavatory) 7. Ruang konsultasi 2. Ruang Cuci darah Hepatitis (dilengkapi lavatory) 8. Ruang kepala HD 3. Ruang cuci darah HIV (dilengkapi lavatory) 9. Ruang CAPD 4. Ruang tungggu 5. Nurse station 6. Ruang dokter

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

2. Pelayanan Pasien Luar Rumah Sakit
A. Instalasi Unit Jalan Fungsi Merupakan fasilitas yang disediakan bagi pasien yang tidak tinggal di rumah sakit, hanya melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan non rawat inap. Fasilitas yang terakomodasi meliputi klinik umum dan spesialisas, dengan dilengkapi fasilitas penunjang medis seperti satelit farmasi dan penunjang non medis seperti fungsi administrasi dan komersial. Tata letak dan persyaratan ruang 1. Adanya pemisahan antara unit rawat jalan infeksius dan non-infeksius 2. Ruang tunggu dapat dipergunakan untuk semua poli, namun diupayakan adanya pemisahan ruang tunggu antara penyakit infeksius dan non infeksius. 3. Poliklinik direncanakan mewadahi ruang konsultasi dan ruang periksa pada tiap unit pelayanan klinik. 4. Pemisahan antara koridor paramedik dan koridor pasien. 5. Sistim sirkulasi dengan menggunakan satu zona yang sama untuk keluar dan masuk. 6. Poli yang ramai letaknya tidak saling berdekatan. 7. Merancang proses way-finding yang baik. Setiap pasien, pengunjung, dan semua staf perlu tahu posisi mereka berada, kemana mereka menuju, bagaimana mereka menuju dan kembali

Hubungan Fungsional antar ruang pada Unit Rawat Jalan
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

65

2. Pelayanan Penunjang Medik / Klinik Bantuan
A. Instalasi Bedah Fungsi Mudah dicapai dari setiap zona terutama dari ICU/ICCU dan CSSD. Memerlukan ketenangan dan privasi tinggi. Berada pada area sentral. Selain ruang bedah, ruang penunjang yang diperlukan adalah ruang anestesi, ruang sterilisasi, ruang penyimpanan alat dan ruang persiapan. Tata letak dan persyaratan ruang: 1. Kualifikasi Ruang Instalasi Kamar Operasi o Dinding terbuat dari porselen atau vinyl setinggi plafond, dengan corak warna bernuansa dingin. o Plafond terbuat dari bahan yang anti bocor dan aman dengan tinggi minimal 2,7 meter dari lantai.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

31 x 7. untuk itu harus dibuat ruang antara.44 persegi (360 sq.ft) = 5. Kualifikasi Luasan Ruang Instalasi Kamar Operasi o Kamar operasi harusnya mempunyai luasan minimal 33.31 meter ( 20 x 24 ft )= 44. kedap air. Lebar pintu minimal 1.10 x 7. 5. o Tidak dibenarkan terdapat hubungan langsung dengan udara luar. o Ventilasi atau penghawaan sebaiknya digunakan AC tersendiri yang dilengkapi filter bakteri.60 meter persegi ( 480 sq. 2008 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .62 meter ( 24 x 25 ft ) = 55.o Lantai terbuat dari bahan yang kuat. o Pemasangan gas medis secara sentral diusahakan melalui bawah lantai atau diatas langit langit. ft ). o Dilengkapi dengan sarana pengumpulan limbah medis. o Sedangkan untuk kamar operasi spesialis membutuhkan luasan minimum sebesar 7. o Tersedia rak dan lemari untuk menyimpan reagensia siap pakai. 66 Hubungan Fungsional antar ruang pada Unit Bedah Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. o Dilengkapi dengan sebuah sarana komunikasi darurat dengan bagian kontrol dan laboratorium Unit Bedah Sentral.10 meter ( 18 ft x 20 ft ) sudah termasuk ruang untuk peralatan operasi. o Harus disediakan gantungan untuk lampu bedah dengan profil baja yang dipasang sebelum pemasangan plafond.48 x 6.70 meter persegi ( 600 sq. ft ). 4. hubungan ke ruang steril dari bagian cleaning cukup dengan sebuah loket yang dapat dibuka-tutup. Penentuan jumlah kamar operasi dalam sebuah rumah sakit ditentukan dengan perbandingan 1 : 50 yang artinya 1 kamar operasi digunakan untuk melayani 50 TT. o Beberapa ahli bedah merekomendasikan untuk luasan kamar operasi adalah o 6.2 meter dan tinggi minimal 2.1 meter dan semua pintu harus selalu dalam keadaan tertutup. mudah dibersihkan dan tidak licin. Pemasangan AC minimal 2 meter dari lantai dan aliran udara bersih yang masuk ke dalam kamar operasi berasal dari atas ke bawah. 2. o Hubungan dengan ruang scrub-up untuk melihat kedalam ruang operasi perlu dipasang jendela kaca mati.

Persyaratan Udara, Pencahayaan, Suhu, Kelembaban dan Indeks Kebisingan untuk Ruang Operasi: Standar Parameter Ruang Operasi

67

Hubungan Fungsional antar ruang pada Laboratorium
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

B. Laboratorium Fungsi Memberikan pelayanan diagnostik untuk mendukung IGD, instalasi rawat jalan, radiologi, dan rawat inap. Tata letak dan persyaratan ruang: 1. Berdekatan dengan IGD dan radiologi. 2. Mudah dijangkau dari poliklinik dan IRNA. 3. Udara dalam laboratorium tidak boleh beredar pada satu tempat yang sama karena rentan akan kontaminasi zat-zat aditif, sehingga harus ada akses untuk dapat segera membuang udara. 4. Jika udara akan diedarkan kembali, dianjurkan sistem filtrasi yang sangat baik. 5. Sangat dianjurkan adanya exhaust, tetapi harus memilliki jalur tersendiri agar tidak mengkontaminasi ruang lain. 6. ingkup kerja laboratorium harus dapat menampung perlengkapan penting seperti vacum, gas medik, dan electrical services. 7. Ruang pengambilan/penerimaan spesimen harus terpisah dari ruangan pemeriksaan untuk menghindari kontaminasi. 8. Harus ada almari pendingin untuk menyimpan reagensia tertentu. 9. Ruang pengambilan hasil dapat disatukan dengan administrasi.

C. Radiologi Umum / Fungsi Peralatan & Ruang harus bisa mengakomodasi fungsi, prosedur khusus seperti terapi balok elektron, perawatan radiasi, penggambaran resonansi magnetik, tomografi komputer, unit scan, angiocardiografi, dll.bukanlah fasilitas yang biasanya ada, & tidak ada keterangan tentangnya di dokumen ini. Ketika peralatan di atas merupakan bagiang dari fasilitas maka fungsi & desainnya harus diberikan untuk kebutuhan spesifik untuk keefektifan operasi, aksesibilitas, keamanan & martabat pasien. Sonografi & Ultrasound adalah fasilitas yang biasanya dipakai, karena itu peralatan inilaha yang akan dijelaskan pada panduan ini. Tata letak dan persyaratan ruang: - Peraturan dan Undang-undang Regulasi ini berisi tentang panduan tentang bagaimana fasilitas & peralatan seharusnya digunakan, perlindungan radiasi yang diperlukan, siapa yang mengunakannya, dll. Seharusnya dikonsultasikan untuk memastikan bahwa tiap tahap telah diambil untuk menyediakan fasilitas perlindungan radiasi. Konsutasi ini harus dimulai pada tahap awal perencanaan. Dimensi dan Akses Kamar Ruang sebaiknya memiliki dimensi yang menunjang peralatan yang digunakan, untuk menunjang keamanan & gerak yang effektif dari para staf & pasien. Ketinggian langit–langit sebaiknya didasarkan juga pada peralatan, tetapi pada umumnya ketinggian minimum adalah 3000mm untuk pipa instalasi. Pertimbangan khusus juga harus diberikan pada lebar & tinggi pintu untuk memastikan bahwa pengantaran & pemindahan peralatan tidak terhalang & juga pergerakan trolley pasien tidak terhalang. Sonografi dan Ultrasound Fasilitas sebaiknya tersedia untuk : Peralatan Sonografi & Uasound (mobile) Pemeriksaan Pasien Privasi Pasien Pekerjaan Administrasi (meja & kursi) Tempat cuci tangan staf Tempat pembuangan Tempat penyimpanan (Lemari) - Lokasi Lokasi dari Fasilitas Radiologi dapat bervariasi. Harus diperhatikan kedekatannya dengan kasus kecelakaaan & darurat(jika tersedia), dan juga kamar Operasi , jika pada tidak tersedia theatre X-ray pada kamar Operasi. Fasilitas Staf Tergantung dari ukuran Ruang Fasilitas Radiologi, baik untuk sendiri ataupun berbagi dengan penghuni lain antara lain: · Ruang Makan · Ruang Ganti · Toilet - Fasilitas Umum/ Penunjang Fasilitas-fasilitas publik (dapat secara bersama-sama atau dikhususkan) yang sebaiknya disediakan antara lain : · Ruang tunggu · Kamar ganti (1 untuk penyandang cacat) · Telepon umum · Toilet umum (dapat dipakai untuk penyandang cacat) · Air minum bersih dalam suatu wadah

68

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

-

Persyaratan Penting lainnya Sebagai tambahan, perhatian khusus harus diberikan pada hal sebagai berikut : · Kemampuan daya dukung struktur untuk peralatan rumah sakit; · Perletakan peralatan pada tingkat lantai dan pergerakan yang aman bagi pasien · Ukuran diameter kabel elektrikal yang ber efek pada ruangan kamar (di lantai maupun plafond) · Ventilasi udara untuk peralatan · Perlindungan dengan timah (lead shielding) (grenjeng untuk anti radiasi) · Prosedur waktu (jadwal) · Pencahayaan untuk bekerja/dimmer (pengurangan cahaya); dan · Ruangan isolasi (untuk orang tak sadar, dsb)

D. Patologi Umum / Fungsi Sebagai dasar kebutuhan, sebuah rumah sakit menyediakan layanan bedah (surgical ) dan/ atau Kelahiran (obstetric) yang sebaiknya dapat di akses dan di layani selama 24 jam via telepon dengan layanan bedah termasuk : - Haematology (pengecekan darah) - Klinik kimia (apotik) - Analisis urin - Mikrobiologi (virus, bakteri, dll) - Anatomi patologi (urai bedah) - Cytology (bedah sel) - Bank darah
ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

Prosedur prinsip yang harus di keluarkan dalam kontrak layanan termasuk : - Kadar darah (blood counts) - Glukosa darah - Elektrolit tubuh - Urea dan nitrogen dalam darah - Kekentalan darah (koagulasi) - Transfusi darah (jenis dan kecocokan pertukaran) Ruang Simpan Darah / Bank Darah Semua Rumah sakit yang menyediakan layanan bedah dan kebidanan sebaiknya menyediakan fasilitas ruangan simpan darah berpendingin untuk transfusi. Ruang tersebut sebainya dilengkapi dengan monitor pengatur suhu dan sinyal alarm. Hal ini demi kemudahan staf pengontrol dalam menjalankan tugasnya. Pertimbangan perletakan unit ini sebaiknya diberikan dalam hal hubungannya dengan akses setelah jam kerja dan keamanan. Layanan dasar Kapasitas layanan bedah dan kebidanan sebaiknya perlu menyediakan fasilitas pathology khusus di tempat (rumah sakit tersebut). Jika layanan pathology berbasis di rumah sakit, fasilitas berikut sebaiknya disediakan, sebagai kebutuhan minimum: - Laboratorium Pathology, Ruang-ruang terpisah, mampu mengisolasi secara aman, secara spesifik disediakan unutk layanan pathology. Tidak untuk dipakai secar bersamaan dengan layanan lain. Ukuran runag sebaiknya sesuai / cukup dengan fungsi didalamnya, dan menyediakan lingkungan kerja yang aman.

69

persediaan. urin. antara lain ruang operasi dan ruang kelahiran. Jika material radio-aktif dipakai. Pencahayaan alami menguntungkan bagi laboratorium jika di lakukan dengan baik. Loker dan fasilitas toilet sebaiknya diletakkan untuk memudahkan bagi staf laboratorium pria dan wanita . Fasilitas penyimpanan untuk reagen (bahan reaksi). Mortuary/ Otopsi Umum / Fungsi Unit mortuari atau otopsi adalah fasilitas untuk menempatkan jasad. seperti: ¾ Bunuh diri ¾ Kecelakaan lalu lintas ¾ Juga termasuk kedalamnya kematian dengan cara yang wajar namun belum diketahui penyebab kematiannya. pengisian dan rekam perawatan Lounge. dan lain-lain. Area kerja sebaiknya termasuk akses untuk menuju layanan elektrikal. alat pembilas mata. tempat simpan yang tepat untuk cairan yang mudah terbakar dan lain sebagainya. termsuk pendingin jika dibutuhkan. standard (penyangga).- - - - - - - - Lokasi Fasilitas pathology. 70 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Bangku laboratorium yang menyediakan tempat untuk mikroskop. Ketentuan standar keamanan untuk bahan-bahan kimia termasuk penyiram ketika keadaan darurat. ruang bagi pasien untuk duduk. analizer bahan kimia yang sesuai. (terminal sterilisasi tidak diperlukan bagi spesimen yang dibakar ditempat). gas. dan feses). Pernyataan dari fungsi sebaikya di deskripsikan dalam kontrak dan/atau layanan pathology. Fasilitas pengumpulan Spesimen/sampel (darah. jika tergabung. dapat diletakkan diluar area laboratorium dan dipakai bersama dengan unit lain. . E. Area kerja dari tempat pengumpulan darah sebainya memiliki bangku untuk kerja. Fasilitas dan perlengkapan untuk terminal sterilisasi (clave otomatis atau oven elektrik) spesimen terkontaminasi sebelum di kirim/diangkut. Rak bak air juga dapat dipakai sebagai tempat pembuangan cairan non-racun. dan Bak dengan air Ruang simpan darah berpendingin Rak baskom/wadah air untuk para staf mencuci tangan. Area administrasi meliputi kantor sebagus mungkin ruangan untuk penulisan administrasi. 2. Klasifikasi 1. guna dilakukan peninjauan lebih lanjut terhadap jasad tersebut oleh pihak-pihak yang berwenang. Fasilitas pengumpulan Urin dan feses sebaiknya dilengkapi dengan WC dan bak cuci tangan. Otopsi forensik (koroner) Bila kematian dari seseorang disebabkan oleh hal-hal yang tidak wajar. fasilitas rumah sakit membutuhkan pertimbangan untuk kemungkinan keamanan terhadap bahaya Radio aktif (Radiation Safety Act). paling baik diletakkan berdekatan dengan area layanan yang sering dipakai. dan lain-lain. Hospital autopsi Dilakukan berdasar permohonan dan oleh praktisi medik jika otopsi forensik tidak mendapatkan hasil. incubator centrifugal. dan ruang hampa. dan kaca-kaca spesimen mikroskop. dan wastafel.

Unit cryotherapy G. Prosedur umumnya adalah sebagai berikut : . Ruang Operasi unit GIGI dan MULUT Peralatan pendukung/penunjang akan menentukan ukuran akhir dari ruangan tersebut.Unit operasi-electro . dll) .Pembersih bur ultrasonik Semua langkah dilakukan untuk perlindungan radiasi.Proses Otopsi Proses otopsi dibagi dalam 4 level.Terdapat mesin panel untuk gelas-gelas.Peristirahatan penyembuhan . F.Holding . operator. maupun peralatan elektrikal.jasad hanya diterima tanpa dilakukan otopsi. Level 4 . DENTAL (GIGI) Umum / Fungsi Fasillitas ruang bedah gigi dan mulut pusat seperti ruang operasi pada umumnya.Lemari untuk obat dan serba-serbi . Endoscopy Umum Berikut adalah area yang harus dipertimbangkan ketika pembangunan pelayanan endoscopic: .Table dental dengan kotak untuk penyaringan air dan tambahan: a) Mesin elektrik berkecepatan rendah b) Tiga alat semprot (udara.Cahaya untuk tambal sintetis .Unit portable dental x-ray . dokter) untuk prosedur x-ray .Alat pencampur (amalgamator) untuk campuran dental . dsb. Hal-hal yang direkomendasikan: .Fasilitas pengembangan dental x-ray . udara/air) c) Turbin udara. handpiece berkecepatan tinggi .R. Selain itu.Pembersih ultrasonik . peralatan sudah termasuk meja operasi. pompa tekanan udara .R.R. mesin anestesi. Tunggu 71 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .jasad diterima dan dilakuka otopsi namun lebih ke arah mengajari melakukan otopsi kepada calon praktisi.R.Perlengkapan dental yang telah disebutkan di atas dengan tambahan: a) Penggerak udara berkecepatan rendah b) Alat semprot seperti disebut di atas c) Dua jalur untuk turbin udara berkecepatan tinggi dengan optik fiber .jasad idterima dan diamati tanpa dilakukan otopsi. Penyembuhan .Ada fasilitas untuk dental X-ray Ruang tambahan yang dibutuhkan: . Level 2 . troli. Ruangan ini bisa berupa bangunan tunggal yang berdiri sendiri atau tergabung pada fasilitas umum bedah.Penyimpanan pakaian operasi (pasien. Level 1 . air. disinfektan dan sterilisasi.Minimal ada 6 titik tambahan power supply untuk darurat (total menjadi 10) .jasad diterima dan dilakukan otopsi. Kerja (kebersihan. Endoscope . Level 3 .

basin yang memiliki tingkat kecekungan yang dalam.Penggunaan sinar-X Aturan bakunya.Penelitian . ukuran luasan ruang endoscopy 4 x 5 m2. Ruang harus dilengkapi bedah minor yang lazimnya digunakan untuk tindakan anestesi umum dengan instalasi gas medis. Dinding kedap air. Jika peralatan video digunakan.Pengobatan bedah laser . lantai. Workroom Workroom wajib memiliki fasilitas . sistem pembangkit tenaga.7 meter atau lebih. penghawaan serta ventilasi yang memadai.area penyucihamaan untuk scope manual antara udara yang tersimpan dan terventilasi (pada level tinggi dan rendah) .pencahayaan yang tepat memperlihatkan warna . .lemari dengan ventilasi untuk penyimpanan endoscope . .Penggunaan peralatan video . dan perawatan langit-langit sangat penting untuk kemudahan pembersihan. pengecekan dan pemeliharaan endoscope dan persiapan specimen. Konsultasi R.bangku/tempat duduk untuk aktivitas benchtop (dilakukan dalam posisi duduk) seperti pengeringan.Fluoroscopy . Tinggi langit-langit harus 2.fasilitas cuci tangan klinis .disinfektor otomatis endoscope . Lebar pintu masuk harus dipertimbangkan untuk akses troli. Dokter R. Istirahat karyawan R.pembuangan limbah cair dan feses (slophopper). Serba guna R. Kerja karyawan Cleaning service Pembuangan Penyimpanan Workshop Ruang Endoscope Jumlah dan pengoperasian ruang endoscope harus ditetapkan dan ukuran ruang bervariasi tergantung dari: . pencahayaan. Luasan yang lebih fleksibel sangat dianjurkan untuk mengadaptasi perkembangan di masa yang akan datang.suplai air panas dan air dingin. .- Resepsionis R. Ganti (pasien&karyawan) Toilet/kamar mandi (pasien&karyawan) Rekam medik Kantor manajer R. dan pengering untuk endoscope prewashing.Aktivitas berbagai bidang .Gudang obat 72 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . . Akses langsung ke workroom sangat disarankan.tempat pembuangan limbah umum dan infectious waste . maka ukuran minimal luasan ruang berkembang menjadi 5 x 6 m2.

Tempat menyimpan linen yang bersih. shower dan fasilitas toilet. Pelayanan Kesehatan Terapi A. area aktivitas bersama Lain-lain Beberapa layanan yang juga mungkin tersedia mencakup Pediatry. dan Psychological Counselling harus memiliki acoustic untuk privasi dan kenyamanan. Physiotherapy Layanan physiotherapy harus menyediakan fungsi atau fasilitas: Individual treatment area atau area untuk privasi pasien Staff handwashing facilities di ruang treatment. bebas. dll. Gudang umum untuk peralatan dan aksesoris ruangan lain. terbuka. Terdapat ruang latihan terapi yang luas dan cenderung tanpa sekat. Pergerakan staf dengan alat (untuk menghindari kerusakan). speech pathology. Speech Pathology. 4. Harus disediakan juga ruang konsultasi. Ice-making facilities tersedia di atau dekat fasilitas kesehatan ini. Dapat berupa lemari atau mobile storage trolley. Dietetics. tapi disarankan) Ventilasi Udara yang dipadatkan (compressed air). Luas lantai yang cukup untuk dibiarkan bersih. gudang untuk peralatan dan persediaan. Terdapat ruang yang dapat menampung alat-alat rehabilitasi medik. Occupational Therapy Beberapa fasilitas yang harus diikutsertakan: handwashing facilities. Tata letak dan persyaratan ruang instalasi rehab medik: Letaknya di zona yang mudah dijangkau dari instalasi rawat jalan dan rawat inap. Instalasi Rehabilitasi Medik Fungsi Memberikan layanan terapi penyembuhan seperti fisiotherapy. Dimungkinkan terdapat media terapi lain. Kebutuhan ini digunakan juga bagi outpatient dan dapat diakses oleh penyandang cacat. Sumber listrik sesuai yang diperlukan di kebocoran bumi. misalnya kolam renang untuk water theraphy. Tempat menyimpan peralatan dan persediaan. Terdapat toilet khusus untuk penyandang cacat. 73 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Storage untuk linen berminyak dan limbah Fasilitas untuk berpakaian bagi pasien. dan suction untuk pembersihan ruangan. tempat menyimpan pakaian yang aman. nyaman. akses toilet bagi diffabel.. dan akses untuk outpatient. Ruang konsultasi. Psychology and Social Work. ruang tunggu. Satu fasilitas handwashing dapat melayani beberapa ruang treatment Sebuah exercise area dengan fasilitas yang tepat untuk level layanan tertentu.· - Refrigerator/freezer Peralatan kebersihan ultrasonic (optional.

yang berisi data tingkat ketahanan konstruksi pelingkup bangunan. Rekam Medik / Administrasi Fungsi Sebagai tempat dimana data – data mengenai catatan medis pasien disimpan dan didata sebagai arsip.Ijin masuk pasien .Ruang interview khusus yang mencakup prosedur perizinan . jika diperlukan . medis dan perawat baik secara umum dan/atau individu. account forms. pengobatan. jika diperlukan . suster. 2008 5. Fasilitas Administrasi Layanan ini harus ada. di luar jalur sirkulasi utama. termasuk gudang penyimpanan tersier dan sekunder.Adanya ruang untuk kegiatan administrasi catatan medis. dan lain-lain.Unit ini terdiri dari : . .Ruang penyimpanan kursi roda. dengan akses yang tertentu (tertutup). dan ruang konferensi serba guna 74 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Tata letak dan persyaratan ruang: Unit ini biasanya terletak dekat dengan zona administrasi dan poliklinik. administrasi.Gudang untuk perlengkapan kantor. fasilitas disediakan untuk mengakomodasikan aktivitas administrasi sebagai berikut: . .Ruang penyimpanan yang aman untuk semua data pasien.Penyimpanan peralatan kantor.Aktivitas administrasi dan clerical yang berhubungan dengan managemen medical record .Pengecekan ulang terhadap medical record dan laporan persiapan. voucher. . .toilet umum . tetapi dekat dengan entry point .Adanya ruang untuk mereview catatan medis pasien.Gudang penyimpanan yang tertutup (aman) untuk data seluruh pasien.Akomodasi ruang kantor untuk menunjang kepentingan administrasi.telepon umum Sebagai tambahan.Ruang yang cukup untuk kursi roda. alat tulis dan persediaan . Termasuk gudang sekunder dan gudang tersier yang dibuat dengan konstruksi tahan api.Ruang rapat .Kantor individu/umum untuk mewadahi kegiatan kasir.Hubungan Fungsional antar ruang Unit Rehab Medik Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras.Gudang untuk Ledgers. peralatan kerja dan cadangan. dan .Recepsionis dan informasi pengunjung/pasien . diluar jalur untuk sirkulasi normal tetapi dekat dengan pintu masuk . akses ke main entrance dan berhubungan dengan fungsi di bawah : . sementara gudang penyimpanan tertutupnya terletak di level semi basement ataupun basement.ruang tunggu . .

Area pengendalian mutu C. B.Ketetapan untuk cek silang dari pengobatan dan profil obat dari pasien individu. E.Gudang/Penyimpanan untuk peralatan dan persediaan umum yang tidak digunakan. lain-lain . . . dan referensi. Lemari atau rak penyimpanan untuk sistem pengembalian informasi obat. .R. Administrasi . Fasilitas (mencakup satellit. .Ketentuan untuk konseling dan instruksi pasien (mungkin adalah di ruang terpisah dari apotik).Area pencampuran yang dilakukan tanpa persiapan.Gudang/Penyimpanan yang aktif . Ruang atau deretan apotik ditempatkan untuk akses nyaman.Ruang atau area terpisah untuk fungsi kantor yang mencakup meja tulis. . A. Dispensing (pembagian) .Disku si Hubungan Fungsional antar ruang Unit Rekam Medik Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. komunikasi. jika bisa diterapkan) dan peralatan.Poin(kounter) pengambilan dan penerimaan terkendali.Area untuk tinjauan ulang dan perekaman dari order/pesanan. 75 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Konter dan lemari bekerja untuk aktivitas berkenaan dengan farmasi.Gudang/penyimpanan alkohol dan cairan yang mudah menguap dengan konstruksi seperti diperlukan oleh peraturan relevan untuk unsur dilibatkan. staf kontrol. . . D. Penyimanan Obat/ Farmasi Umum Ukuran dan jenis service untuk disajikan di apotik akan tergantung pada jenis sistem distribusi obat yang digunakan.Penyimpanan limbah . Gudang/ Penyimpanan . dan tambahan dari service bersama atau dibeli. dan keamanan. . penyimpanan. Fabrikasi .Area pencampuran obat . .Gudang/Penyimpanan dengan pendingin.Ketetapan dari pembungkusan dan pemberikan label . 2008 6.Ruang untuk pendidikan dan pelatihan (mungkin di ruang multi tujuan bersama dengan unit yang lain). jumlah pasien untuk dilayani.Gudang/penyimpanan yang aman untuk narkotika dan obat/drugs yang dikontrol.Fasilitas handwashing harus tersedia di dalam tiap ruang terpisah di mana pengobatan terbuka ditangani.

laundry/ Pengolahan Linen Fungsi Fungsi laundry adalah Menerima.5 sampai 1 meter persegi per tempat tidur Bila berada dalam bangunan banyak lantai maka sebaiknya laundry ada di lantai paling bawah untuk mencegah gangguan suara. R Kerja Cuci. getaran serta kemudahan pengelolaan penyaluran air limbah. R Setrika. . Loket Masuk Linen Kotor. Loket Keluar Linen Bersih Pengaturan sirkulasi agar tidak bersinggungan antara linen bersih dan linen kotor Pada pembuangan ke IPAL diberi penangkap detergen Biasanya berdekatan dengan boiler house Disarankan pula berdekatan dengan ruang housekeeping Tidak ada bakuan luas minimal ruang laundry. Pada umumnya merupakan fasilitas bersama dengan staf rumah sakit yang lain. Kamar Jahit. tempat linen – linen bersih ditampung dan didistribusikan ke lantai . dll. jika dilaksanakan.- - Menyediakan akses yang nyaman ke lemari karyawan. Jika solusi yang intravenous (kedalam pembuluh darah) disiapkan di apotik.lantai pelayanan medis. Linen . 7. Terdapat R Ka-Unit. untuk menjaga kelayakan dan kebersihan pelayanan pasien. Jalur sirkulasi dan distribusi yang terpisah dengan jalur sirkulasi pasien. ruang bersantai/sofa. Pertimbangan untuk diberikan ke persyaratan phisik dari aktivitas spesialis seperti persiapan yang cytotoxic. Kemudian linen yang telah bersih dikirimkan untuk ditampung pada gudang linen bersih yang pada umumnya terletak di setiap lantai instalasi rawat inap. Kriteria Minimal perencanaan dan Tata letak dan persyaratan ruang : Sebuah ruang untuk menampung linen kotor yang akan diproses dilengkapi dengan fasilitas pencuci tangan. Ruang Laundry. tempat dimana linen – linen kotor diproses. kisaran 0. maka sebaiknya tersedia jalur yang terlindung dari hujan dan panas. Pengaturan dan konstruksi harus mematuhi persyaratan menurut undang-undang dan Standard yang relevan. Area ini harus memiliki kapasitas yang sesuai demi efisiensi operasi Rumah Sakit. R Cucian Bersih.Clean Linen Storage. Gudang Textile. tersedia suatu area pekerjaan yang steril dengan bangku aliran berlapis dan kerudung. Akses yang terpisah untuk linen kotor dan bersih Distribusi linen kotor ke instalasi laundry mungkin dilakukan dengan linen chute . R Cucian Kotor. shower. 76 Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Laundry ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . mensortir. Jika fasilitas ini terpisah dari bangunan pelayanan utama. dan memproses linen dan lakan kotor rumah sakit.linen yang kotor dibawa dan diproses pada instalasi laundry yang terletak pada area servis.

terapkan organisasi ruang dalam aliran yang menerus mulai dari ruang penerimaan hingga penyajian .Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm b.6 meter persegi per tempat tidur 77 Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gizi ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . berwarna terang dan menggunakan cat yang tidak luntur serta tidak menggunakan cat yang mengandung logam berat.Semua gudang bahan makanan hendaknya berada di bagian yang tinggi.Permukaan dinding harus kuat.Bahan makanan tidak diletakkan di bawah saluran air bersih maupun air limbah untuk menghindari terkena bocoran. Kelembaban penyimpanan dalam ruangan 80 -90 %. atau langit-langit dengan ketentuan sebagai berikut : a. . . . . . Jarak bahan makanan dengan langit-langit 60 cm d.Tidak diperbolehkan ada jaringan drainase disekitar gudang makanan.Semua bahan makanan disimpan pada rak-rak dengan ketinggian rak terbawah 15 cm – 25 cm. dan unit kandungan. ICU. rata. minyak tanah) . . Instalasi Gizi (Dietary Service) Fungsi: Memberikan pelayanan konsumsi gizi bagi unit perawatan.Penyimpanan bahan makanan tidak boleh menempel pada lantai.Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm c.gudang penyimpanan terpisah antara basah dan kering.Memiliki pintu masuk dan keluar tersendiri. ataupun bahan aman dan riskan flameable (misal tabung gas. IGD.pengamanan terhadap bahaya kebakaran menjadi poin penting dalam perencanaan unit gizi utamanya dapur . .minimalisasi cross-traffic ataupun aliran maju mundur (back-tracking) .layout dapur utama etidaknya adalah panjang ruang sama dengan dua kali lebar ruang .tidak ada bakuan luas.Lokasinya harus jauh dari penglihatan dan jangkauan pengunjung. Tata letak dan persyaratan ruang: .8. . kisaran luas dapur utama minimal 0. dinding.

dilengkapi dengan ruang-ruang kerja berupa bengkel dan workshop. Aktivitas utama yang diwadahi dalam unit adalah : . Dalam kasus ini.loker staf Fungsi: Merupakan instalasi yang melakukan pemeliharaan maupun perbaikan terhadap sarana dan prasarana rumah sakit.9. Ruang dibuat relatif luas dan terbuka tanpa sekat untuk memudahkan aktivitas. Standar dan ketentuan terkait dapat dilihat pada Ketentuan Fungsi. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . 78 Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi IPSRS 10. terutama di ruang perbaikan alat.workshop/bengkel kerja pertukangan kayu .workshop/bengkel kerja peralatan medik . Lokasinya di zona servis yang relatif jauh dari zona perawatan maupun zona penunjang medik. 2. Tata letak dan persyaratan ruang: 1. Tingkat efektivitas pengaturan sampah tergantung dari kewaspadaan staf kebersihan dalam meminimalisasi sampah dan tingkat ketelitian dalam pemisahan sampah dari sumbernya menurut jenisnya.administrasi/supervisor .workshop/bengkel kerja kendaraan . tata letak lantai dan peletakan titik-titik pengumpul sampah menjadi sangat penting.penyimpanan alat dan gudang . Bengkel dan Peralatan (IPSRS) Mengingat karakter aktivitasnya maka bengkel dan peralatan diletakkan terpisah dari kelompok unit lain. Pengelolaan dan Pembuangan Sampah Perlu adanya fasilitas yang memadai untuk penyimpanan dan pembuangan sampah yang aman. Pemisah bisa menggunakan ruang fungsional garasi atau deret gudang.

Pengukuran minimalisasi sampah dapat dilakukan dengan sistem bar code atau penimbangan sampah. tetapi akan sangat bermanfaat pada sebuah institusi rumah sakit yang cukup besar. Dinding dan lantai pada daerah tersebut harus diberi penutup lantai untuk memudahkan dalam pembersihan. Dapat pula dipakai sistem terpadu di mana diterapkan biaya kebersihan sesuai kuantitas sampah yang dihasilkan. Tata Cara Pengaturan Sampah Standar dan ketentuan yang berlaku tergantung dari spesifikasi bangunan dan peraturan setempat mengenai tatacara pengolahan sampah. Kereta dorong tidak boleh terakses oleh publik dan sebaiknya tidak terlihat pada area yang diamankan. di mana pengaturan sampah sudah cukup membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini akan terasa agak sulit pada awalnya terutama pada rumah sakit dengan skala kecil.Untuk membedakan jenis-jenis sampah. Fasilitas untuk membersihkan tangan harus diletakkan berdekatan dengan area pengumpulan sampah untuk material medis di mana material klinis ditangani. Ukuran kereta pengangkut dan keranjang sampahnya ditentukan dari kuantitas sampah rumah sakit dan berapa titik pengumpul sampah yang mungkin diadakan. serta penggantian kereta dorong. troli pengangkut. kode dan peraturan ini. Pada rumah sakit yang cukup mampu dapat dipasang sistem pembersih mekanikal. Uap yang terbentuk pada proses disinfeksi sampah cair masih harus distabilisasi sebelum dialirkan menuju pembuangan. dan bahkan dihindarkan sevara visual dengan menyediakan koridor servis khusus yang aman. adalah kemudahan bagi produsen sampah pada proses pemisahan sampah. dan area itu sendiri. tetapi tetap memungkinkan staf untuk membersihkan tempat sampah. Pemeriksaan pada persetujuan yang penting mengenai standar. Pada unit ini mungkin dapat diterapkan sistem penguapan dan pengeringan dengan udara. Sebagian besar lokasi kereta dorong pada area klinis harus diletakkan dalam ruang perawatan. Peraturan manajemen rumah sakit memungkinkan sebagian besar proses daur ulang dilaksanakan pada tingkatan pengguna. diharapkan ditangani oleh sub-konsultan yang relevan pada bidang tersebut.Pada area lain mungkin membutuhkan ruang/ceruk untuk menyimpan kereta dorong. Sedangkan pembedaan warna tersebut akan lebih memudahkan staf terutama saat pergantian shift kerja staf kebersihan. Titik Pengumpulan Pada Ruang Kerja/ pos Kerja A. mencegah bau keluar. yang dinding dan lantainya dikeramik sehingga mudah dibersihkan. Area Klinis Luasan ruang yang efisien dan didesain berdasar kebutuhan sangat dibutuhkan untuk penyimpanan kereta dorong 240L di titik-titik yang stategis pada setiap sektor. Pemisahan material-material yang dapat didaur ulang pada tingkat pengguna akan membutuhkan area penyimpanan yang lebih besar dibandingkan bila dicampur dengan metode pengumpulan daur ulang. Troli-troli ini sebisa mungkin tidak dapat diakses oleh publik. Aspek yang penting dalam manajemen sampah yang baik. mengurangi dekomposisis organik. baik digunakan keranjang sampah dan kereta pengangkut sampah yang dibedakan menurut warnanya. Area pembuangan sampah harus didesain sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan material. Peraturan standar lainnya akan diaplikasikan pada spesifikasi bangunan untuk area pembuangan sampah dan rute pembuangan limbah cair yang berhubungan dengan proses manajemen sampah. Dengan alasan pemisahan sampah inilah maka sebaiknya pembuangan sampah pada area klinis ditempatkan dalam treatment area. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 79 . Mungkin diperlukan pula ruangan kecil yang diperuntukkan bagi penyimpanan troli pengangkut. Titik-titik pengumpulan pos kerja harus mudah diakses oleh staf yang bertanggungjawab atas pembuangan dan pemindahan.

cytotoxic (racun pada jaringan tubuh) dan zat radioaktif sangat jarang terjadi dan jumlahnya kecil. untuk selanjutnya mungikn dimasukkan dalam incinerator. Penampungan sampah sebaiknya dipisahkan melalui jalur sampah medis yang disediakan dan disetujui kontraktor pembuangan. Sedangkan racun sitotoksik dan bahan radioaktif membutuhkan penanganan khusus oleh tim yang ahli di bidang tersebut (biasanya ahli farmasi atau BATAN di Indonesia). kecuali rumah sakit tersebut memiliki fasilitas khusus yang menyebabkan produksi sampah jenis tadi di atas normal. kecuali rumah sakit memiliki fasilitas khusus bagi sampah tersebut. Hanya dibutuhkan wadah khusus untuk penampungan sementara jaringan tubuh manusia untuk secepatnya dibekukan segera setelah dibuang. Tempat penyimpanan kecil harus disediakan di bagian yang membuang jaringan manusia. Sampah berupa jaringan tubuh manusia. segera setelah diambil (dibekukan jika perlu). Perkiraan jumlah kereta 240L yang dibutuhkan untuk tiap bagian rumah sakit harus didasarkan pada campuran pilihan pengumpulan material daur ulang. Beberapa tim manajemen rumah sakit membutuhkan incinerator meskipun tidak ada peraturan untuk menyediakan pengemasan secara benar. Ruang penyimpanan bagi zat-zat tersebut tidak terlalu diperlukan di area perawatan. Jaringan ini harus dipindahkan ke bagian manajemen penanganan sampah. disediakan kontainer khusus yang terpisah. Prosedur penanganan sampah berbeda harus disediakan untuk benda tajam (jarum). jaringan (tubuh manusia). Dibandingkan sampah jenis lain. Untuk keperluan ini dinding tempat penyimpanan benda tajam biasanya diberi perlakuan khusus. dan ke incinerator. agar jarum dapat dikontrol dan terlihat saat sudah tiba waktunya untuk dibuang. Buangan cytotoxic dan zat radioaktif harus diawasi oleh staf yang berpengalaman. Muatan kereta yang 240 liter tadi diasumsikan untuk metode campur ini. Umumnya rumah sakit menyediakan pembakaran sampah (incinerator) untuk keperluan ini. meterial-material ini umumnya tidak terlalu banyak mengambil tempat pada area pengolahan. Jaringan pada manusia. mengingat cara terpisah akan tidak praktis diterapkan pada area seperti rawat inap. dan tidak memerlukan proses pemindahan kecuali oleh kontraktor. 80 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Kontainer pembuangan benda tajam dapat dibuang melalui saluran pembuangan klinis apabila jalur tersebut memang dirancang untuk itu. Dalam kondisi ini. Penanganan sampah seperti ini rutinitasnya dapat lebih longgar. cytotoxic. dan material radioaktif umumnya dihasilkan secara tak teratur dan dalam jumlah relatif kecil. Titik-titik pembuangan yang memadai dibutuhkan pada area perawatan. Benda tajam harus ditampung dengan aman baik pada pembuangan ataupun wadah daur ulang. Pembuangan zat-zat ini umumnya tidak terlalu sering.Pemisahan material yang dapat didaur ulang pada titik pengguna akan membutuhkan jumlah gudang yang lebih besar dibandingkan apabila material tersebut dicampur. biasanya dibutuhkan bantalan/lapisan tambahan pada dinding kontainer. Kebutuhan ruang kereta dorong untuk material daur ulang tidak diperlukan untuk area bangsal. Aspek yang penting dalam manajemen sampah yang baik tergantung pada produksi sampah dalam memenuhi proses pemisahan sampah. Area Kantor Ruang dengan luasan yang memadai dan direncanakan sesuai kebutuhan harus dialokasikan untuk penyimpanan kereta dorong 240L pada tempat-tempat strategis di setiap area kantor. racun sitotoksik. Buangan wadah benda tajam yang didaur ulang umumnya disebabkan oleh suplai dari kontraktor. dan zat radioaktif. umumnya apoteker. Sedangkan bagi material tajam yang masih dapat digunakan. B.

Incineration Ketika incinerator dibutuhkan. PENGOLAHAN SAMPAH/LIMBAH . Lokasi fasilitas penghancur dokumen sebaiknya diletakkan berdekatan dengan area penyimpanan kereta (yang digunakan untuk menyimpan dokumen rahasia yang akan dibuang tersebut). C.ruang shower (showering) .Land Fill Penggunaan Land fill dalam pengolahan limbah medis membutuhkan negosiasi dengan pemerintah lokal.penata rambut. BULK WASTE MOVEMENT Pergerakan cart disekitar lokasi dan selama proses pembuangan sangat diperlukan.ruang istirahat (lounge) 81 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .konstruksi dan instalasi (fasilitas yang tahan api etc) . Pelayanan Penunjang Fasilitas Fasilitas yang mungkin disediakan adalah: .florist . penyimpanan dan pemilahan sampah. Kereta dorong tidak boleh terakses publik dan sebaiknya tidak terlihat pada area yang diamankan. Titik-titik pengumpulan pos kerja harus mudah diakses oleh staff yang bertanggungjawab atas pembuangan dan pemindahan serta penggantian kereta dorong. Pengawalan yang ketat dibutuhkan dalam membawa dan membuang limbah medis.kapasitas (penyesuaian terhadap kapasitas muat incineratior) .loker . pertimbangan diberikan untuk : . Area Manajemen Penanganan Sampah Ruang dengan luasan yang cukup dan tertutup sebaiknya disediakan untuk pengumpulan.Kereta sampah biasa harus selalu diletakkan dekat dengan kereta kertas daur ulang untuk mengatasi pemisahan sampah biasa dengan material daur ulang yang tidak sistematis. Area ini hanya digunakan untuk kebutuhan manajemen sampah. .gift shop . B. Kebijakan Manajemen Rumah Sakit memungkinkan untuk menghancurkan laporan-laporan penting dan rahasia sebelum dibawa ke area daur ulang (penanganan sampah).grooming/handwashing . cart juga harus dapat diakses dari berbagai level.snack bar/coffee shop . Area pembuangan sentral untuk benda-benda yang membutuhkan kerahasiaan.farmasi bank .toilet . Limbah klinis diubah menjadi limbah dan diolah di lantai dasar.ruang ganti (change room) . Kebanyakan dari medical waste dapat diatur dengan menggunakan land fill. Penyediaan ruang-ruang berikut dibutuhkan dalam area penanganan manajemen sampah: A.potensi untuk pemulihan panas yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah (konservasi energi) 11. memberikan pengamanan ekstra dalam pelaporannya. dll kebutuhan Staff Fasilitas yang mungkin dapat disediakan untuk melengkapi kebutuhan staf: . Selain itu.

Perawatan Anak Perawat-perawat terbaik sangat direkomendasikan untuk fasilitas perawatan anak ini.ruang ibadah dan Ruangan harus mudah diakses oleh penyandang cacat.percakapan Internal . ANTAR JEMPUT AMBULANS Titik antar jemput mobil ambulans harus terlindungi dari hujan dan panas. Gudang Sebagai fasilitas penyimpan alat-alat pembelajaran.pantry .toilet anak dan staf .tempat tidur anak .tempat bermain outdoor yang aman . selain itu. Fasilitas Pembelajaran/ Studi Ruang seminar Luas minimum = 28 m2.konsultasi bagi keluarga penderita . Ruang Kuliah Ruang kuliah ini nantnya akan digunakan sebagai fasilitas belajar bagi para calon-calon perawat atau pegawai lainnya. dan nyaman. dan sebagainya.view ke luar (bukan jalan raya) yang baik dan tenang beberapa area service yang mendukung dapat diletakkkan berdekatan dengan area ini. Fasilitas Pendukung Lainnya Fasilitas ini antara lain cleaning service. RAMPS Ramp harus disesuaikan dengan standar yang ada. Ukuran dan tempat menyesuaikan kebutuhan yang ada.loker tempat simpan jaket atau sepatu . ruang ini juga akan berfungsi sebagai ruang rapat atau pertemuan antar staf di rumah sakit. C. aman.Ruang Doa/ Ibadah Memisahkan ruang sebagai fungsi tunggal seperti : . Ruangan ini natinya akan digunakan untuk mengadakan seminar. sehingga ambulans dapat beroperasi dengan cepat.tempat bermain anak . pintu masuk dan keluar mobil ambulans harus memiliki jarak yang cukup jauh dengan pintu masuk utama dan jauh dari jarak pandang orang-orang di sekitarnya.kantor staf . Selain itu. Selain itu. AKSES AMBULANS Akses utama keluar dan masuk mobil ambulans tidak boleh bergabung dengan akses lalu lintas yang padat. 82 Perpustakaan Di sini nantinya akan dapat diletakkan berbagai literatur medis yang dapat digunakan untuk mencari data bagi para staf pegawai. Fasilitas A. Akses jalan. dari mobil ambulans ke ruang UGD atau ruang penting lainnya harus dibuat seefisien mungkin. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .tempat meyimpan mainan . ruang ini perlu dilengkapi dengan fasilitas audio-visual. janitor. akses ini tidak boleh melewati area publik. selain itu harus ada hubungan dengan akses pengangkutan dan penurunan pasien. Area perawatan anak meliputi: . Selain itu. B. atau workshop mengenai rumah sakit. Demonsrasi suatu metode baru dalam perawatan pasien juga akan menggunakan fasilitas ini. 12.

instruksi pasca operasi. buklet info pasien) DPC registrasi pasien (review formulir. petunjuk) RUMAH SAKIT (gawat darurat/rawat inap) RUMAH (follow up pasca operasi) . profil medis. GANTI (gudang pakaian) FORMULIR (pembebasan. pengecekan) BATAL (jika ditemukan ketidakpuasan) REVIEW HASIL PEMERIKSAAN RUANG ENDOSCOPY/TINDAKAN (anestetik/tindakan ) ARSITEKTUR RUMAH SAKIT PERHENTIAN AMBULAN TAHAP 1. keuntungan.13. PEMULIHAN (Perawatan pasca operasi/penyadaran) TAHAP 2. Diagram Pergerakan Pasien PENJADWALAN ULANG DOKTER BEDAH (tindakan/pemilihan pasien) FORMULIR (perjanjian medis. PEMULIHAN (observasi lanjutan. PEMULIHAN (penyegaran. recliners. tagihan. penjelasan) GANTI (gudang pakaian) RUANG PRA OPERASI (identifikasi. record) IZIN MASUK/ PENERIMAAN (record akhir. akses pengunjung) 83 KEMUNGKINAN TAHAP 3.

dapat dilengkapi dengan penghawaan mekanis (exhauster) . ruang pertemuan. ruang resepsionis. Persyaratan bangunan pada zona dengan risiko sedang sama dengan persyaratan pada zona risiko rendah. mudah dibersihkan. ruang perpustakaan. Penataan ruang bangunan dan penggunaannya harus sesuai dengan zonasi fungsi yang telah ditentukan sehingga dapat berkaitan dengan zonasi yang memenuhi persyaratan kesehatan yaitu dengan mengelompokkan fungsi ruangan berdasarkan tingkat risiko terjadinya penularan penyakit sebagai berikut : Zona dengan Risiko Rendah Zona risiko rendah meliputi : ruang administrasi. ruang ganti pakaian. Zona 3 – wilayah yang menyediakan dukungan bagi aktivitas rumahsakit: kantor pengelola rumah sakit dan ruang serbaguna. ruang perawatan intensif. farmasi dan diagnostik.50 meter dari lantai dan sisanya dicat warna terang. kerangka harus kuat. kebidanan. dan pertemuan antara lantai dengan dinding harus berbentuk konus.00 meter dari lantai.10 meter. dan ruang tunggu pasien.40 meter dari lantai. ruang komputer. diantaranya instalasi gawat darurat. kedap air. tembok pembatas antara ruang Sinar X dengan kamar gelap dilengkapi dengan transfer cassette. Lebar pintu minimal 1. instalasi rawat jalan. Yang Perlu Diperhatikan dalam Desain A. bila ventilasi alamiah tidak menjamin adanya pergantian udara dengan baik. mudah dibersihkan. berwarna terang.14. Tata Fungsi Zona Fungsi Dalam Rumah Sakit Zona 1 – wilayah ini berkarakter publik. Persyaratan ruang sebagai berikut : Permukaan dinding rata dan berwarna terang Lantai terbuat dari bahan yang kuat. Dinding ruang penginderaan medis berwarna gelap. dan ambang bawah jendela minimal 1. Dinding ruang laboratorium dibuat dari porselin atau keramik setinggi 1.20 meter dan tinggi minimal 2. Zona 2 – wilayah ini berkarakter privat. Langit-langit harus terbuat dari bahan yang kuat. 84 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . ruang bedah mayat (autopsy). Publik dapat mengakses area ini namun terbatas. dan ruang jenazah dengan ketentuan persyaratan sebagai berikut : Dinding permukaan rata dan berwarna terang. Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggian minimal 1. dan tinggi minimal 2. Di dalam ruang publik berlangsung aktivitas-aktivitas pelayanan rumahsakit kepada publik. Zona dengan Risiko Tinggi Zona risiko tinggi meliputi: ruang isolasi. dengan ketentuan dinding disesuaikan dengan pancaran sinar yang dihasilkan dari peralatan yang dipasang di ruangan tersebut. Ventilasi dapat menjamin aliran udara di dalam kamar/ruang dengan baik. rawat jalan. Ruang publik direncanakan berada di area yang sangat publik dengan tingkat pencapaian yang tinggi. laboratorium. Zona dengan Risiko Sedang Zona risiko sedang meliputi : ruang rawat inap bukan penyakit menular. ruang penginderaan medis (medical imaging). warna terang. dan ruang pendidikan/pelatihan.70 meter dari lantai. Wilayah ini menerima limpahan kerja dari zona luar dan membutuhkan akses khusus untuk mendukung pelayanan khusus: program ruang yang direncanakan pada zona ini adalah fasilitas rawat inap.

untuk itu harus dibuat ruang antara. Fasilitas tangga sebagai penghubung antar lantai maupun penggunaan alat bantu sirkulasi vertikal berupa ramp pada pengembangan bangunan berlantai banyak pada fungsi-fungsi yang bersifat emergency.40 meter dari lantai. Penggunaan tangga atau elevator dan lift dilengkapi dengan sarana pencegahan kecelakaan seperti alarm suara dan petunjuk penggunaan yang mudah dipahami oleh pemakainya atau untuk lift 4 (empat) lantai harus dilengkapi ARD (Automatic Rexserve Divide) yaitu alat yang dapat mencari lantai terdekat bila listrik mati. berwarna terang.20 meter dan tinggi minimal 2.5 meter. mudah dibersihkan. ruang bedah mulut. yaitu : a. c. dan pertemuan antara lantai dengan dinding harus berbentuk konus. ruang gawat darurat. untuk setiap ruang operasi yang terpisah dengan ruang lainnya. atau dicat dengan cat tembok yang tidak luntur dan aman. Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggian minimal 1. kedap air. mudah dibersihkan. Pemasangan gas media secara sentral diusahakan melalui bawah lantai atau di atas langit-langit.70 meter dari lantai. dengan lebar minimal 2.10 meter. dan ruang patologi dengan ketentuan sebagai berikut : Dinding terbuat dari bahan porslin atau vinyl setinggi langit-langit. Khusus ruang operasi. mudah dibersihkan dan berwarna terang.20 meter dan tinggi minimal 2.00 meter dari lantai. Khusus untuk ruang bedah ortopedi atau transplantasi organ harus menggunakan pengaturan udara UCA (Ultra Clean Air) System Tidak dibenarkan terdapat hubungan langsung dengan udara luar. warna terang. ruang perawatan gigi. Hubungan dengan ruang scrub–up untuk melihat ke dalam ruang operasi perlu dipasang jendela kaca mati. dan tinggi minimal 2. Pemasangan AC minimal 2 meter dari lantai dan aliran udara bersih yang masuk ke dalam kamar operasi berasal dari atas ke bawah. hubungan ke ruang steril dari bagian cleaning cukup dengan sebuah loket yang dapat dibuka dan ditutup. berwarna terang. 85 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . ruang bersalin. harus disediakan gelagar (gantungan) lampu bedah dengan profil baja double INP 20 yang dipasang sebelum pemasangan langit-langit Tersedia rak dan lemari untuk menyimpan reagensia siap pakai Ventilasi atau pengawasan sebaiknya digunakan AC tersendiri yang dilengkapi filter bakteri. Tata Sirkulasi Sirkulasi Internal Sistem sirkulasi di dalam bangunan adalah pengaturan hubungan antar fungsi ruang yang saling terkait. seperti trauma center. Lantai terbuat dari bahan yang kuat. B. kerangka harus kuat. dan semua pintu kamar harus selalu dalam keadaan tertutup. Zona dengan Risiko Sangat Tinggi Zona risiko tinggi meliputi : ruang operasi. Langit-langit terbuat dari bahan yang kuat dan aman. yang terdiri dari beberapa fasilitas sirkulasi. dan tinggi minimal 2. dan rawat inap intensif.70 meter dari lantai. kedap air. Fasilitas selasar/koridor penghubung antar ruang tindakan. Dilengkapi dengan sarana pengumpulan limbah medis. b. Langit-langit terbuat dari bahan yang kuat.- Lantai terbuat dari bahan yang kuat. dan ambang bawah jendela minimal 1. OK. Lebar pintu minimal 1. emergency. Lebar pintu minimal 1.10 m.

Dilengkapi dengan pintu darurat yang dapat dijangkau dengan mudah bila terjadi kebakaran atau kejadian darurat lainnya. c. sehingga memudahkan hubungan dan komunikasi antar ruangan serta menghindari risiko terjadinya kecelakaan dan kontaminasi f. Fasilitas selasar/koridor services dan utilitas Kualitas sirkulasi dibedakan di dalam pengelompokan. yaitu sirkulasi oleh pengunjung umum dari luar menuju ke poliklinik. Sirkulasi staf. Sirkulasi medik. Fasilitas selasar/koridor penghubung antar massa bangunan g. Meminimalkan terjadinya himpitan tumpang tindih antara sirkulasi medik dengan kelompok sirkulasi lain. Sistem sirkulasi eksternal dipisahkan antara sirkulasi menuju Unit Gawat Darurat dan VK dengan sirkulasi menuju diagnostik. b. Sirkulasi eksternal rumah sakit dibedakan dalam pengelompokan yaitu: Sirkulasi gawat darurat. yaitu akses karyawan medik maupun non-medik menuju zona aktivitas. Pembagian ruangan dan lalu lintas antar ruangan didisain sedemikian rupa dan dilengkapi dengan petunjuk letak ruangan. Persyaratan ketat sirkulasi adalah: a. administrasi. 86 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Ada 4 zona dropping terpisah. Karakter sirkulasi ini cepat dan bebas hambatan. Sirkulasi barang dan servis. Dropping zone paling penting adalah naik turunnya pasien dari kendaraan pengangkut. b. yaitu: a. operasi pemeliharaan IPAL dan incenerator.d. sirkulasi kendaraan pemadam kebakaran. Direncanakan area tersebut terlindung dari hujan panas. Meminimalkan himpitan dan tumpang tindih (overlaid) antara sirkulasi medik dengan services. Dalam kondisi luar biasa yaitu bila terjadi gawat darurat massal maka keempat area dropping tersebut bisa digunakan secara bersama-sama untuk menghindari terjadinya antrian panjang. yaitu sirkulasi yang digunakan untuk distribusi mobilisasi barang atau logistik. c. Sirkulasi Eksternal Merupakan perencanaan sirkulasi diluar bangunan. Sirkulasi umum. dan fungsi-fungsi pemeliharaan. Sirkulasi umum. c. Sirkulasi dari dan ke gawat darurat mempunyai skala prioritas tertinggi dibanding sirkulasi lain. Sirkulasi eksternal memiliki prinsip mengoptimalkan akses dari jalan utama. yaitu akses langsung menuju IGD. b. yaitu sirkulasi yang digunakan oleh pengunjung umum dengan berbagai keperluan di dalam rumah sakit. rawat jalan dan rawat inap. dengan penerangan cukup di malam hari dan dilengkapi signage yang jelas. terdiri dari drop-off bahan di instalasi gizi. yaitu sirkulasi yang digunakan oleh staf medik rumah sakit dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kesehatan. Sirkulasi barang dan servis. yaitu: a. d. e. pusat diagnostik atau besuk ke rawat inap. Pemisahan akses ini dibuat untuk memudahkan akses menuju ke Unit Gawat Darurat dan VK tanpa diganggu oleh sistem sirkulasi publik menuju ruang-ruang fungsional lain dalam rumah sakit Sirkulasi eksternal ditunjang oleh area parkir serta dropping zone.

Dropping untuk fasilitas Kantor dan Pendidikan Dropping untuk fasilitas Gawat Darurat Dropping untuk fasilitas Poliklinik Dropping untuk fasilitas Rawat Inap Dropping untuk fasilitas Servis C. Penggunaan beberapa lampu dengan intensitas rendah lebih baik daripada satu lampu dengan intensitas tinggi. pendaftaran. o Semua ruang yang digunakan baik untuk bekerja ataupun untuk menyimpan barang/peralatan perlu diberikan penerangan. b.a. Pada hakikatnya. o Lingkungan rumah sakit. yaitu: pencahayaan buatan dan pencahayaan alami. Aspek Fisika Bangunan Pencahayaan Secara teknis. o Ruang pasien/bangsal harus disediakan penerangan umum dan penerangan untuk malam hari dan disediakan saklar dekat pintu masuk. yaitu di atas 100 fc (footcandles). latar belakang obyek dan kondisi fisiologis mata. sekitar individu ditempatkan pada titik yang mudah dijangkau dan tidak menimbulkan berisik ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 87 . ruang racik instalasi farmasi. Selain itu unsur luar yang turut mempengaruhi kenyamanan pandangan yang harus diselesaikan secara teknis adalah wujud obyek yang di pandang. Beberapa prinsip mengenai pencahayaan buatan pada rumahsakit adalah sebagai berikut : o Intensitas cahaya pada tiap ruangan hendaknya dapat diatur dengan mudah o Perbedaan intensitas cahaya yang gradual akan sangat membantu pasien untuk beradaptasi terhadap ruang yang akan dituju. Untuk menciptakan Iingkungan yang sesuai dan menyenangkan. dinding. Intensitas cahaya yang tinggi diberikan pada area-area yang aktivitasnya membutuhkan konsentrasi dan memiliki resiko bahaya yang lebih dibanding ruangan lainnya. baik dalam maupun luar ruangan harus mendapat cahaya dengan intensitas yang cukup berdasarkan fungsinya. Pencahayaan yang memadai pada area publik dapat meningkatkan rasa aman. konsep perencanaan pencahayaan adalah pengaturan efek sinar yang sesuai terangnya dan tidak menyilaukan. c. atau penyinaran alam (daylight) dan penyinaran buatan (artificial illumination). d. dan ruang-ruang yang memiliki fungsi sebagai ruang tindakan dan operasi. e. Untuk mendukung fungsi keamanan. o Menghindari bahan-bahan yang dapat mengakibatkan silau (glare) pada pintu. 3. o Sumber-sumber cahaya hendaknya dilindungi untuk meminimalisasi cahaya menyilaukan dan temperatur yang tinggi. pencahayaan dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis. jendela. sehingga kenyamanan dapat tercapai. Dua faktor utama di dalam konsep perencanaan pencahayaan adalah (1) tingkat kekuatan penyinaran (quantity) dan (2) pengontrolan silau (quality). dan lobby direncanakan kuantitas pencahayaan yang lebih. Oleh karena itu diperlukan ruang-ruang transisi untuk menuju ruangan dengan intensitas cahaya yang berbeda. Untuk mendukung visual task dan kegiatan pengguna bangunan. lantai dan funiture. Sehingga dasar yang dijadikan konsep perencanaan pencahayaan adalah : 1. Seperti pada ruang pemeriksaan dan pengolahan sampel di laboratorium. Pada area-area publik yang penting seperti ruang receptionist. 2.

Tinggi intake minimal 0.50 meter dari exhauster atau perlengkapan pembakaran. dan perlu diupayakan sedemikian rupa sehingga mudah dalam perawatannya. Pergantian udara dalam ruang dikatakan baik apabila untuk ruangan dengan dimensi 5 m3 /orang. Pengendalian pertukaran udara. hendaknya dipelihara dan dioperasikan sesuai buku petunjuk sehingga dapat menghasilkan suhu. kecuali unit ruang individual. hendaknya disediakan 2 (dua) buah exhaust fan dan diletakkan minimal 7. Pengambilan supply udara dari luar. minimal 7. Hal ini dicapai dengan mengoptimalkan aliran sirkulasi udara (ventilasi). Suplai udara dan exhaust hendaknya digerakkan secara mekanis. perawatan bayi. dan kelembaban nyaman bagi pasien dan karyawan. Ventilasi ruang operasi harus dijaga pada tekanan lebih positif sedikit (minimum 0. dan frekuensi pergantian udara per jam adalah 2 (dua) sampai dengan 12 kali.Penggunaan sunshading dapat digunakan untuk mereduksi pencahayaan alami di sisi Barat dan Timur. frekuensi pergantian udara semakin tinggi. Sistem hendaknya dibuat keseimbangan tekanan. Ruangan dengan volume 100 m3 sekurang-kurangnya 1 (satu) fan dengan diameter 50 cm dengan debit udara 0. Menggunakan pengatur udara (AC) sentral harus diperhatikan cooling tower-nya agar tidak menjadi perindukan bakteri legionella dan untuk AHU (Air Handling Unit) filter udara harus dibersihkan dari debu dan bakteri atau jamur.1-0. tekstur). hendaknya diletakkan sejauh mungkin. ruang operasi.5%. Kelembaban udara yang nyaman bagi tubuh adalah sekitar 40-70%. zat pelapis/cat (warna).50 cm dari lantai. Bila menggunakan sistem pendingin. Persyaratan penghawaan untuk masing-masing ruang atau unit seperti berikut : Ruang-ruang tertentu seperti ruang operasi.9 meter dari atap. Kesegaran udara dalam ruang serta kesehatannya diukur dengan besarnya kadar zat asam (CO2) tidak melebihi 0. laboratorium. aliran udara. Sistem suhu dan kelembaban hendaknya didesain sedemikian rupa sehingga dapat menyediakan suhu dan kelembaban Penghawaan atau ventilasi di rumah sakit mendapat perhatian yang khusus. orientasi bangunan terhadap arah sinar matahari dan angin. Ventilasi diperoleh dengan memanfaatkan perbedaan bagian-bagian ruangan yang berbeda suhunya. dan karena berbeda tekanan udaranya. perlu mendapat perhatian yang khusus karena sifat pekerjaan yang terjadi di ruang-ruang tersebut. Suplai udara di atas lantai. udara dalam ruang harus diganti 5 kali per jam. pengendalian kelembaban udara. Semakin kecil rasio ruang perorang. Penghawaan Konsep pengolahan dan pengendalian udara (penghawaan) pada ruang pada hakekatnya terdiri dari tiga hal yaitu: pengendalian kalor/panas dan suhu serta penggunaan bahan material bangunan (jenis.5 m3/detik. 88 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . tata hijau lingkungan mempengaruhi seberapa besar atau seberapa kecil panas/kalor yang diserap atau dikeluarkan untuk menciptakan suhu nyaman bagi pengguna yaitu berkisar 25º-26º C. dan exhaust fan hendaknya diletakkan pada ujung sistem ventilasi. diambil dekat langitlangit dan exhaust dekat lantai. Suplai udara untuk daerah sensitif.nan (exterior noise/airborne noise). perawatan bayi.10 mbar) dibandingkan ruang-ruang lain di rumah sakit. Salah satu strategi untuk mengendalikan kelembaban udara dalam ruang yaitu dengan mempercepat proses penguapan.

Ventilasi ruang-ruang sensitif hendaknya dilengkapi dengan saringan 2 beds.00 meter di atas lantai atau minimum 0. Untuk mengurangi kadar kuman dalam udara ruang (indoor) 1 (satu) kali sebulan harus disinfeksi dengan menggunakan aerosol (resorcinol. toilet. Saringan I dipasang di bagian penerimaan udara dari luar dengan efisiensi 30 % dan saringan II (filter bakteri) dipasang 90 %. lubang ventilasi diupayakan sistem silang (cross ventilation) dan dijaga agar aliran udara tidak terhalang. trietylin glikol). dan tidak mengandung debu asbes. Pemantauan kualitas udara ruang minimum 2 (dua) kali setahun dilakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan parameter kualitas udara (kuman. pemulihan Endoscopy. debu.20 meter dari langitlangit. dan gas).- - - - Suplai udara koridor atau buangan exhaust fan dari tiap ruang hendaknya tidak digunakan sebagai suplai udara kecuali untuk suplai udara ke WC. atau disaring dengan elektron presipitator atau menggunakan penyinaran ultra violet. Lab Sinar X Koridor Tangga/Ramp Kantor / Lobby Ruang alat/Gudang Farmasi Dapur Ruang cuci Ruang Isolasi Ruang Poli gigi 45 45 65 40 40 45 45 45 45 78 78 40 80 . ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Pengendalian Kebisingan Konsep pengendalian kebisingan ditujukan untuk mengatasi kebisingan dari dalam bangunan (interior noise/impact noise) dan dari luar bangu Indeks Kebisingan Menurut Jenis Ruangan atau Unit No Ruangan atau Unit Kebisingan Max (Waktu pemaparan 8 jam dalam satuan dBA) 1 Ruang Pasien: -saat tidak tidur -saat tidur 45 40 89 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Ruang Operasi umum Anestesi. gudang. Kualitas Udara Ruang sebaiknya : Tidak berbau (terutana bebas dari H2S dan Amoniak) Kadar debu (particulate matter) berdiameter kurang dari 10 micron dengan rata-rata pengukuran 8 jam atau 24 jam tidak melebihi 150 ug/m3. Untuk mempelajari sistem ventilasi sentral dalam gedung hendaknya mempelajari khusus central air conditioning system. Penghawaan ruang operasi harus dijaga agar tekanannya lebih tinggi dibandingkan ruang-ruang lain dan menggunakan cara mekanis (air conditioner) Penghawaan mekanis dengan menggunakan exhaust fan atau air conditioner dipasang pada ketinggian minimum 2. Penghawaan alamiah.

tidak menyimpan debu atau kotoran dan warna yang dipilih adalah warna hangat untuk menunjang suasana penyembuhan.45 dB (Sinha.Ketentuan pemerintah melalui Permenkes telah menetapkan tingkat kebisingan yang diijinkan untuk sebuah pelayanan kesehatan seperti rumah sakit yaitu antara 35 dB sampai 45 dB. perencanaan tata massa bangunan juga berperan dalam pengendalian kebisingan. Sistem Pondasi Sistem pondasi yang digunakan tergantung dari karakter dan kemampuan daya dukung tanah di lahan Rumah sakit yang direncanakan Dinding Interior Dinding ruang daIam diupayakan tetap mengutamakan segi kesehatan. Penggunaan ceiling yang tepat juga dapat mereduksi kebisingan terutama dari lantai ke lantai. baik pada lantai maupun dinding dapat mereduksi kebisingan sampai 70%. kayu. vinyl dapat digunakan sebagai bahan lantai yang sesuai untuk kursi roda dan stretcher. Bahan-bahan seperti keramik. sehingga penyelesaian pengendalian kebisingan diupayakan melalui elemen interior seperti dinding atau partisi di mana untuk rumah sakit paling tidak harus dapat meredam bunyi dengan frekuensi 40 dB . Struktur Bangunan Modul dan Ukuran Bangunan Ukuran bangunan menggunakan standar bangunan rumah sakit yang tergantung pada aktivitas (utama) kegiatannya. namun diperoleh mutu konstruksi yang baik serta penyelesaian fasad arsitektural yang memadai untuk mewujudkan citra kelas pelayanan prima. Massa bangunan menerapkan sistem modulor dengan fleksibilitas yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan aktivitas yang diwadahi. Penggunaan material seperti karpet. sehingga modul mengikutinya. Konsep yang digunakan untuk mengatasi masalah kebisingan adalah mengolah tata letak dan perencanaan interior. 1985). Bahan Lantai Untuk menentukan bahan lantai perlu dihindari bahan-bahan yang licin untuk menghindari selip. terutama di toilet. Keramik dengan tekstur atau berukuran kecil dengan banyak joint lebih baik dari pada keramik polos. Di sisi lain. karena mempunyai daya tarik lebih besar sehingga menghindarkan selip 90 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Kebisingan juga dapat dihindari dengan tidak menggunakan bahan-bahan logam pada furniture D. seperti keramik hendaknya dikombinasi dengan tekstur agar tidak terlalu licin. Pada ruang tertentu yang telah diatur sesuai dengan standar persyaratan maka kualitas dinding menuruti aturan dalam standar tersebut. Bahan lantai dengan kandungan vinyl lebih tahan terhadap abrasi. karet. Penggunaan material yang licin. yaitu menggunakan bahan finishing dinding dan sistem konstruksi yang mudah dibersihkan. Lantai dengan lapisan karet adalah bahan yang paling ideal untuk menghindari selip. Bahan Bangunan Pemanfaatan material tetap mengutamakan segi ekonomis melalui penggunaan bahan bangunan yang umum dan mudah didapat. pemilihan material bangunan serta finishing dinding sedemikian rupa yang dapat mendukung pengendalian kebisingan tersebut.

pintu yang digunakan adalah pintu dua daun dengan lebar bersih minimal 120 cm. dan orang di kursi roda. Prinsip yang digunakan dalam merencanakan interior ruang adalah dengan membedakan karakter ruang yang hangat dan dingin. Pada ruangan-ruangan yang penting.memeriksa akurasi bentuk satuan genteng . Ketiga hal tersebut saling terkait dalam membentuk karakter ruang yang diinginkan. Lebar daun pintu harus dapat mengakomodasi perpindahan stretcher dan furnitur di dalam ruangan. lobby. Penutup plafon sebagai komponen atap menggunakan bahan kedap suara dan mampu menjadi sekat api (fire proofing). maka satu daun pintu minimal mempunyai lebar 80-90 cm. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kenyamanan privacy serta keselamatan bangunan. Karakter ruang yang diciptakan juga harus mendukung usaha penyembuhan sang pasien.6 (0. yaitu dengan cara: . dimensi.memperhitungkan kemiringan atap . minyak dan alkali. tahan terhadap abrasi. Jendela harus dapat dibuka dan ditutup oleh anak-anak. . sangat sulit untuk membuka dua daun pintu. sebaiknya pintu dapat berayun dari dua arah.memeriksa kualitas genteng. dapat menggunakan warnawarna seperti krem. Aspek Tata Interior Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam tata interior adalah pencahayaan. Untuk menciptakan karakter hangat dalam ruangan.8 untuk ramp) dalam keadaan basah maupun kering.memberi Iapisan plastik atau aluminium foiI pada bagian daIam atap . Karakter hangat dapat diterapkan pada ruang-ruang yang bersifat publik. Untuk memudahkan pengguna kursi roda. Ujung frame yang berbahaya hendaknya diberi pengaman semacam karet. Lebar pintu ini untuk mengantisipasi masuk keluarnya stretcher. Pertemuan lantai dengan dinding harus berbentuk konus/lengkung agar mudah dibersihkan. disamping itu.Bahan-bahan yang dapat dikatakan anti selip adalah bahan-bahan yang mempunyai koefisien pergeseran minimal 0. serta ruang-ruang yang digunakan sebagai area terapi dan penyembuhan. orange pada unsur-unsur interior seperti dinding dan lantai. seperti ruang tunggu. Beberapa ruang dalam rumah sakit perlu mendapat perhatian mengingat penggunanya adalah pasien yang mengalami gangguan kesehatan. 91 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Pintu dan Jendela Lebar pintu dengan satu daun berkisar antara 80-90 cm agar kursi roda dapat masuk ke dalam ruangan. pasien dengan kursi roda lebih nyaman berada di ruangan yang memiliki ceiling rendah. E. Ceiling yang lebih rendah dapat membuat ruangan lebih cozy dan tidak formal. Bahan Atap Hal Iain yang perlu diperhitungkan adalah penanggulangan masalah kebocoran pada waktu hujan. dan material. Bahan karet dapat menghindarkan selip. Untuk keamanan. Kombinasi material penutup atap dipakai laminated glass ataupun fiberglass untuk kepentingan memasukkan cahaya dalam ruang. Bahan yang memenuhi kriteria ini adalah karet. Bagi pasien berkursi roda. jenis jendela yang dianjurkan adalah jendela yang tidak mudah digerakkan oleh angin. dalam hal ini jendela geser lebih efisien. Gagang pintu sebaiknya berada pada ketinggian 90 cm dari lantai sehingga mudah dicapai orang dari kursi roda maupun anak-anak. akan tetapi bahan karet tidak direkomendasikan pada dapur dan ruang operasi. sehingga dapat dengan mudah dibuka tutup dari dua sisi ruangan. Lantai yang selalu kontak dengan air harus mempunyai kemiringan yang cukup ke arah saluran pembuangan air limbah.

terutama pada malam hari. waktu seakan berjalan cukup cepat.Tekstur dan warna sangat mempengaruhi kesan pengguna ruangan terhadap ruangan. 92 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . warna material serta furnitur yang ada di dalamnya. Sistem keamanan pada perencanaan fisik juga mencakup sistem pengamanan bahaya kebakaran yang terkait dengan usaha evakuasi. Sistem ini memungkinkan petugas untuk memonitor segala sesuatu yang terjadi dalam waktu 24 jam. F. karena dapat memecah konsentrasi dan orientasi. Ruangan berkarakter hangat dapat membuat pengguna didalamnya merasa waktu berjalan lebih lambat. yaitu aktif dan pasif. karakter dingin sangat sesuai digunakan pada ruang-ruang operasi. Minimalkan penggunaan cermin. Karakter dingin dapat dibentuk dari warna lighting. Sedangkan. Aspek Keamanan dan Evakuasi Sistem pengamanan pada rumah sakit direncanakan menggunakan dua sistem. di dalam ruangan yang berkarakter dingin. Pembatasan tekstur dan warna perlu dilakukan untuk membantu pasien gangguan jiwa yang sensitif. Sistem keamanan pasif didapat penataan lansekap dan pencahayaan luar ruangan yang memadai pada areaarea yang kritis. Perbedaan yang kontras antara dinding dan lantai dapat membantu mengidentifikasi batas. Sistem keamanan aktif dapat menggunakan sistem monitor video (CCTV) yang diletakkan pada area-area yang kritis. Pintu hendaknya berwarna kontras untuk memudahkan way finding pada saat kebakaran. Oleh karena itu.

Pentahapan struktur bangunan harus didasarkan pada perencanaan beban maksimal serta ketinggian struktur gedung tertentu. adanya tuntutan performa gedung sesuai dengan kelas layanan. Kesesuaian Besaran Fasilitas terhadap Okupansi Pelayanan Strategi penting adalah rumusan besaran dan jenis layanan dalam perspektif Renstra Rumah Sakit.Usia teknis bangunan dan infrastruktur diperhitungkan 25 tahun sesuai syarat dalam Keciptakaryaan. d. maka beberapa hal ini harus menjadi pertimbangan yaitu: a. Isu kontemporer misalnya besaran fasilitas sesuai tingkat okupansi yang memungkinkan pertumbuhan.Pentahapan pelaksanaan sistem infrastruktur harus didasarkan pada rancangan sistem keseluruhan yang matang. e. performa fisik bangunan beserta lingkungan terhadap kemudahan pemeliharaan dan biaya. Pada bab ini akan dibahas tentang pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan dalam menanggapi beberapa isu kontemporer. c. Terkait dengan fasilitas. Inefisiensi secara langsung akan menghasilkan biaya produksi tinggi yang lambat atau cepat akan menggulung lapangan bisnis kita. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 93 . Isu tersebut muncul dalam relasi desakan strategis pertimbangan pengelolaan. tuntutan konservasi bangunan dalam status benda cagar budaya dengan adaptasi fungsi baru. b. Kapasitas alat produksi yang lebih besar dari pada penjualan akan mengakibatkan inefisiensi.BAGIAN 3 ISU KONTEMPORER ARSITEKTUR RUMAH SAKIT pendekatan-pendekatan yang merespon isu kontemporer Perkembangan jasa layanan medis tidak dapat melepaskan diri dari perkembangan jaman dimana berbagai isu kontemporer muncul dari waktu ke waktu. Dalam rumusan tersebut telah mewadahi kebijakan manajerial terkait dengan pentahapan serta investasi. Namun secara langsung investasi pembangunan gedung menjadi salah satu komponen utama perhitungan biaya yang harus dikalkulasi dengan cermat tingkat pengembaliannya.Semua komponen struktur bangunan adalah tetap (fix) .Ruang pelayanan didasarkan pada persyaratan tertentu sehingga tidak semua ruang bisa mengalami alih fungsi. akibat pergeseran karakter pelayanan merespon dinamika teknologi medik. Secara prinsip gedung beserta infrastruktur penunjangnya sebagai aspek fisik akan mengikuti strategi non fisik. konservasi lahan dan konservasi energi untuk kepentingan pelestarian dan keberlangsungan adalah sebagian isu-isu mutakhir yang mengemuka dasawarsa ini. Untuk itu sangat diperlukan penanda arah dan waktu. 1. ataupun perkembangan dalam rekayasa teknik termasuk perkembangan bahan bangunan. Kapan harus memperluas bangunan sebagai tuntutan penambahan jenis atau kapasitas pelayanan dan sebaliknya kapan harus menunggu. Bangunan gedung bisa diasumsikan sebagai alat produksi.

Oleh karena itu pahami dan putuskan secara strategis. Besaran beban yang melampaui daya dukung tanah dan pondasi akan menyebabkan rusaknya pondasi. Arsitektur Rumah Sakit yang Memiliki Kelas Layanan Isu ini lebih mengarah pada kepentingan bertemunya aspek perencanaan fasilitas terhadap strategi meraih segmen pasar bisnis. Bahan yang tepat bahkan tidak saja menjadi penyekat ruang namun sekaligus sebagai peredam suara dengan fleksibilitas yang baik untuk dipasang vertikal sebagai komponen dinding atau horisontal sebagai komponen plafon. renovasi dan perbaikan secara mutlak harus dengan anggaran belanja yang lebih rendah sekitar maksimal 2/5 biaya pembangunan konstruksi baru.Laksanakan pembangunan jika sarana prasarana penting telah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.Oleh karena itu hal apa yang bisa menjadi pertimbangan pengelola dan pembuat kebijakan untuk fasilitas kesehatan diantaranya adalah: a. plat beton. Selain itu adanya produk lapisan ringan dengan kemudahan aplikasi serta kekuatan untuk menjadi partisi ruangan sangat bermanfaat. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . e.Rencanakan dan laksanakan pemeliharaan rutin. Misalnya Rawat Jalan akan membutuhkan mutlak sarana prasarana diagnostik seperti pula rawat inap memerlukan instalasi rawat darurat dalam kapasitas yang tepat. Pondasi merupakan komponen bangunan terbawah yang meratakan dan atau menyalurkan beban.Laksanakan pembangunan gedung jika okupansi telah tinggi (>70%). c. balok beton. Maka sedikit banyak perlu memahami komponen utama struktur bangunan yaitu pondasi. Masih banyak lagi dukungan kemajuan teknologi bahan yang mendukung kebutuhan di lapangan. Selain itu didukung adanya produk khusus adukan.Secara keuangan agenda pembangunan konstruksi baru bisa diagendakan setelah 6-7 bulan kecuali pertimbangan khusus. Semakin banyak aspek positif ditemukan oleh pembeli dari produk layanan akan semakin baik bagi penyedia. b.Laksanakan perbaikan dalam kerangka pemeliharaan c. Dalam perkembangan bahan bangunan memungkinkan dipilih material dinding ringan permanen (hebel) sehingga bisa mengurangi beban yang harus didukung oleh struktur bangunan atas. Dalam ilustrasi tersebut diatas dituntut pemahaman teknis sebaik pertimbangan manajemen strategik. dan spesi yang memiliki daya rekat baik dengan berat lebih ringan dengan nama dagang antara lain mortar utama. Sehingga hindarkan penambahan beban struktur baru disemua sistem struktur lama kecuali ekstensi yang telah diperhitungkan dari awal. Kesesuaian besaran investasi fasilitas terhadap skenario aliran kas sehingga bisa diperoleh stabilitas kondisi keuangan secara umum. acian. Sistem dan jenis pondasi sesuai dengan daya dukung tanah serta besar beban yang disalurkan. d. Secara prinsip seluruh beban diatas tanah akan disalurkan kebawah oleh sistem struktur serta dilandaskan ke tanah keras.Konsolidasi keruangan dalam konsep renovasi atau rehabilitasi Rehabilitasi. Jika prinsip prasyarat diatas belum ada. Implikasi jika okupansi terlalu tinggi maka kualitas pelayanan akan turun seiring dengan penurunan sanitasi dan daya dukung gedung. 94 2. kolom.Laksanakan pembangunan gedung jika instalasi baru tersebut merupakan instalasi vital yang mempengaruhi kinerja unit pelayanan lain. maka yang bisa dilaksanakan adalah: a. Kenyataan yang terjadi adalah kondisi fasilitas sangat mempengaruhi calon pembeli dan keputusanya.Rehabilitasi gedung termasuk sarana prasarananya b.

Aplikasi menggunakan bahan perata dan perekat berlapis menghasilkan permukaan datar. Plint lantai merupakan penutup permukaan lengkung antara lantai dan dinding. Bahan yang mendukung kebutuhan fasilitas yang bersih dan sehat antara lain plint lantai. Perkembangan bahan yang mendukung diantaranya lapisan permukaan lantai tanpa celah berbahan vynil dengan ketebalan tertentu.Garis rancangan dan pembentuk kulit baru harus sesuai dengan pencitraan layanan (brand image). Salah satu komponen bangunan yang membentuk citra layanan adalah penutup lantai. 95 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Homogenitas tersebut membuat lebih kuat dan hasil tanpa pori-pori. Selain itu pertimbangan keamanan pengguna adalah karakter anti selip. Lembar material fleksibel memungkinkan dilengkungkan dalam sudut tertentu. b. Kebutuhan medik tertentu lebih bersifat mutlak dibanding pertimbangan lainnya. Secara teknis yang menjadi pertimbangan adalah ketebalan bahan. Salah satu produk di pasaran menggunakan nama Indogress. Di pasaran salah satunya dengan nama dagang tajima. Dalam dinamika perkembangan rekayasa bangunan dan material. Pencitraan yang berlebihan justru berakibat tidak menguntungkan. aman. ketebalan lapisan permukaan untuk keramik. Bahan yang ada di pasaran penunjang kepentingan tersebut antara lain lembaran aluminium cladding dalam modul tertentu dengan keragaman warna serta teknik dan bahan penggantung rangka hollow.Tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan layanan dengan antisipasi terhadap kapasitas maksimal b. Sedang dari sisi pengelolaan ketidaksesuaian bisa berakibat unit biaya lebih besar dibanding pemasukan.Rancang bahan yang awet. tuntutan tersebut tidak sulit untuk diwujudkan. Sekaligus kepingan bahan tersebut menghindari munculnya kotor pada permukaan bawah dinding akibat pengepelan lantai. Pertimbangan utama adalah: a. Kemudahan pemeliharaan dan efisiensi bujet akan menjadi penyeimbang keputusan dalam perancangan bangunan Namun disisi lain secara bersamaan tim perancang fasilitas harus menyesuaikan dengan tuntutan meraih segmen pasar yang sesuai.Hubungan antar unit layanan sesuai dengan kebutuhan kenyamanan pasien sepenting standar medik c. Lapisan permukaan anti gores dan anti bakteri menghindari cacat permukaan yang sering tidak dapat dicegah dalam penggunaan alat bergerak. Dukung kondisi bersih melalui rancangan warna dan cahaya. dan meski tidak terlalu vital yaitu keawetan warna dan kemenerusan produksi tiap tipe. Pencitraan terhadap layanan yang tercipta dari fasilitas harus sesuai dengan kelas sasaran. Dari dua tuntutan dasar tersebut maka implikasi terhadap fasilitas antara lain: a. keseragaman dimensi. Kondisi tersebut mengakibatkan calon pembeli tidak berani observasi atau spekulasi membeli layanan sehingga berpindah pada alternatif yang sesuai dengan kemampuan dan harapan. Sebagai contoh fasilitas gedung di unit Bedah telah memiliki standard clean room tertentu dengan syarat aliran ruang menyangkut sterilitas. c. Dengan teknologi pembuatan yang baik dihasilkan keramik yang homogen. Untuk menyesuaikan pencitraan bangunan terhadap layanan digunakan konsep mengangkat kulit wajah (face-lift).Kulit baru harus sesuai dengan tuntutan aktivitas ruang dalam dibaliknya. bahan permukaan serapat mungkin tanpa celah meminimalkan sambungan. Penyiasatan beberapa kali berhasil dipraktekkan terutama pada fasilitas Rumah Sakit yang telah terbangun dan layanan telah berjalan. kemampuan dukung. dan tidak menangkap debu.Bahan dan sistem kulit baru tidak boleh merusak atau membebani struktur yang telah ada. Keragaman produk di lapangan memberi peluang banyak pilihan. menghindari sudut yang sulit dalam pemeliharaan sampai dengan dukungan kelengkapan infrastruktur yang baku.Tuntutan dasar terhadap layanan kesehatan adalah profesional dan bersih.

dengan demikian perlu pengkondisian udara buatan yang harus diperhitungkan dalam bujet konsumsi listrik.. Apakah bangunan. maka penggunaan ukuran dengan perhitungan kelipatan akan tidak menyisakan bahan bangunan.Atau bahan kaca dengan warna beragam yang terus mengalami peningkatan karakter antara lain tidak meneruskan sinar UV. lapisan tertentu yang menghambat kemenerusan pandangan. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 96 4. Kesalahan dalam desain akan menjadi beban biaya seumur bangunan beroperasi. Pada sebagian kota bahkan telah diterbitkan list gedung-gedung yang masuk dalam kategori Cagar Budaya. lapisan dan teknik tertentu menghindari pecah serpih. Perkembangan teknologi dan bahan pembentuk cat memudahkan dalam memperoleh perlindungan dinding. Performa Fisik Bangunan dan Lingkungan Terhadap Kemudahan Pemeliharaan dan Biaya Kemudahan pemeliharaan merupakan faktor penting dalam pertimbangan desain. anti jamur. jangkauan pengamatan. perubahan warna cat dinding dalam komposisi yang baik akan menghasilkan perubahan citra bangunan. Salah satu yang mempengaruhi usia teknis bahan adalah ketepatan dalam pengkondisian seperti yang dipersyaratkan. Sebagai contoh aplikasi pengecatan bertekstur pada ruang dalam sebaiknya dihindari karena permukaan tersebut menuntut bebas debu sehingga tidak tepat mengaplikasikan jendela hidup disisi lain. Namun teknik pengecatan tersebut masih memungkinkan diaplikasikan pada permukaan dinding luar bangunan untuk menghasilkan citra alami. Bahkan dalam rancangan yang ekonomis. Pemeliharaan menyangkut rincian kualitas permukaan yang berhubungan dengan kondisi ruang. lapisan anti bakteri. Oleh karena semua bahan bangunan memiliki dimensi modul yang sama atau hampir sama disetiap jenisnya. Terkait dengan biaya. segmen tidak mudah lepas. Ataupun penggunaan batu alam dengan treatment tertentu untuk lapisan permukaan anti lumut. lingkungan saja atau bahkan distrik hingga kawasan sekitar rumah sakit. Arsitektur Rumah Sakit yang merespon Konservasi Cagar Budaya dan Beradaptasi dengan Fungsi Baru Beberapa bangunan memiliki status sebagai benda cagar budaya. anti jamur atau noda. anti noda. penutupan pori-pori yang sempurna. Disisi lain pertimbangan kelengkapan alat pendukungnya. Sebagai contoh komponen atap bangunan pada gedung bertingkat sedang hingga tinggi. Material didukung oleh kehandalan pantauan pabrik yang ketat dalam syarat kondisi bidang aplikasi membuat hasil pengecatan yang baik. Kualitas cat yang baik dengan kandungan anti lumut dan bakteri bisa mencegah turunnya kualitas permukaan dinding. serta mempunyai daya dukung tinggi. 3. Sangat penting untuk dipahami pembedaan tuntutan bagi ruang luar dan ruang dalam. Bangunan yang merupakan benda cagar budaya secara status diikat oleh Undang-undang Cagar Budaya. Kemudahan pemeliharaan antara lain dengan pertimbangan ada tidaknya sistem yang bisa menjangkau komponen bangunan secara mudah. Hal kecil yang perlu dipertimbangkan juga adalah efisiensi penggunaan bahan terhadap rancangan. pilihan material bangunan dipertimbangkan dalam aspek ketahanannya. dan pemanfaatan. Setelah itu perlu dirumuskan ketepatan tindakannya. Perbedaan tuntutan salah satunya disebabkan oleh skala. Perlu secara pasti memahami ruang lingkup pelestarian. bangunan dan lingkungan. . Untuk itu secara fungsional perlu dipilih bahan yang tahan lama. Perubahan suhu serta perbedaan kelembaban akan berpengaruh terhadap fisik bahan. Sebagai contoh dalam produk di pasaran dengan nama Jotun.

membangun dan mencukupi kebutuhannya. Misalnya tuntutan adaptasi detil pada pintu jendela termasuk teknik penggantungan berpeluang untuk diaplikasikan pada bahan baru. Syarat keamanan lingkungan terpenuhi akan berakibat positif pada stok air tanah serta penjagaan kualitas lingkungan dari polusi. d. Berkelanjutan artinya tidak saja memikirkan keperluan saat ini namun mempertimbangkan lingkungan tempat hidup bagi generasi mendatang. e. . Untuk itu diperlukan kecerdasan dalam merancang hubungan antar fungsi serta distribusi fungsi yang efisien serta nyaman. Bahan (materials).Akibat belum aplikasi teknik beton kedap air membuat sebagian dinding lembab akibat kapilerisasi air tanah. 97 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Komponen bangunan rata-rata unik sulit bahkan tidak lagi diproduksi kecuali dalam pemesanan khusus. lahan dan infrastruktur b. Selain itu sistem jaringan lama tidak lagi efisien terhadap beragam kepentingan baru.Susun rencana teknis dan detil perancangan e. c. Bisa dilaksanakan injeksi waterproofing secara merata pada dinding diatas lantai. Salah satunya mengandung arti bagaimana pembangunan dapat berjalan tanpa melampaui ambang batas daya dukung lingkungan saat ini tanpa mengurangi hak generasi mendatang untuk hidup. Dengan demikian tidak menutup kemungkinkan dilaksanakan pembangunan gedung baru diantara aset cagar budaya dengan menjawab tolok ukur kesesuaian sebagai berikut: Gaya (style). Namun dengan perkembangan bahan bangunan. b. adaptasi garis desain. Sebagian besar atau semua sistem struktur gedung cagar budaya tidak menggunakan beton rangka namun dinding penyangga beban. Termasuk pula semaksimal mungkin mempertahankan profil muka tanah alami. dimensi bisa dilaksanakan dengan bahan baru dan teknologi baru.Rata-rata memiliki level plafon yang tinggi sehingga memungkinkan dilaksanakan penataan ruang dalam sesuai dengan adaptasi fungsi baru sekaligus memperoleh efisiensi volume ruang. Kriya (workmanship). warna. dan Kesinambungan (continuity). Rencanakan pemanfaatan lahan yang tepat dengan ruang terbuka yang memadai tertanami oleh pohon yang sekaligus memiliki peran neka guna. sehingga semua komponen bangunan adalah bagian dari sistem struktur . Tindakan dan metode dalam penanganan pelestarian bangunan dan lingkungan adalah: a. Konversi Lahan dan Konversi Energi Pembangunan berkelanjutan merupakan semangat yang melekat di era ini.Secara prinsip tindakan pelestarian lebih tepat untuk ditekankan pada keberlangsungan bangunan terkait dengan kehidupan. 5.Inventarisasikan secara lengkap seluruh aset bangunan. Untuk itulah salah satunya kepatuhan dalam angka maksimal lahan boleh tertutup (building coverage) serta kepadatan terkait dengan total luas lantai menjadi harga mutlak. Salah satu produk di pasaran yang melaksanakan hal tersebut adalah Fentura Windows.Konsultasikan rencana tindakan pelestarian ke Balai Pelestarian Bangunan Cagar Budaya yang ada di provinsi d.Usia menyebabkan kemungkinan jaringan infrastruktur tidak layak digunakan lagi.Kajian delineasi dan status bangunan beserta lingkungannya c. Jika kita kaji tindakan konservasi lahan secara prinsip erat berhubungan dengan upaya pelestarian energi karena secara langsung atau tidak akan mempengaruhi kondisi lingkungan. Kegunaan (function).Implementasi rencana Secara prinsip teknis yang harus dipahami adalah: a. Artinya aset cagar budaya yang lestari tidak saja secara fisik namun juga pemanfaatan gedung tersebut dalam fungsi baru yang tanggap terhadap perkembangan dan sesuai dengan guna ruang dominan sekitarnya.

6. Struktur serta bahan gedung harus mempunyai kelenturan atau daktilitas yang baik serta mempunyai daya tahan terhadap kerusakan. Terkait dengan hal tersebut. Untuk itu rancangan bangunan beserta sistem penunjangnya diarahkan untuk pemanfaatan yang lestari. Arsitektur Rumah Sakit yang Tanggap Bencana Melihat adanya potensi gempa di tanah air maka dalam bangunan rumah sakit harus tanggap terhadap potensi yang ada dan kemungkinan terjadi. Namun dengan perencanaan yang tepat dan cermat maka waktu kritis bisa terlampaui sebelum memasuki waktu luruh/rusak teknis bahan. sistem penangkal petir yang aman. ataupun tepi pantai terbuka. Keamanan lain yang harus diperhitungkan adalah keselamatan pengguna. Hal tersebut antara lain: kinerja alat deteksi asap. air bersih.Kondisi mutlak terhadap hasil aktivitas rumah sakit adalah pentingnya pengolahan sampah medik secara khusus. Dalam segala kondisi pelestarian sumberdaya merupakan hal yang tidak disangkal. lahan yang memiliki jenis tanah sensitif (tanah mengembang). maka pertimbangan lokasi menjadi faktor penting. sehingga dapat memotong biaya operasional yang harus dikeluarkan. hidran atau lain sebagai bagian dari sistem pengendalian kebakaran. rumah sakit merupakan salah satu fungsi yang membutuhkan dukungan energi tinggi. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 98 . Selanjutnya dukungan terhadap keamanan dan keselamatan pengguna adalah bagian dari peran utilitas mekanikal dan elektrikal. Jika tidak dimungkinkan pemilihan lokasi yang lebih baik maka diperlukan sistem pengamanan dengan rekayasa teknis yang tepat. Sumberdaya tersebut antara lain: listrik. bangunan gedung rumah sakit harus tetap berdiri dan melaksanakan pelayanan apapun kondisi disekitarnya. Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa telah dikeluarkan dan disosialisasikan oleh Departemen Pekerjaam Umum. Tidak ada satupun bahan dan sistem yang mengatakan dirinya aman terhadap bencana. Dalam pedoman tersebut telah mengatur metode dan cara antara lain: penempatan dan pengaturan tulangan. memenuhi standar dimensi. Pilih lahan yang tidak dekat dengan bahaya seperti misalnya perbukitan rawan longsor. teknik sambungan antar komponen balok-plat-kolompondasi. Hal sederhana yang digunakan sebagai template pada penataan lay-out instalasi rawat jalan/poliklinik pada masterplan Rumah sakit adalah menempatkannya dalam sebuah jejalur paralel yang memungkinkan diletakkannya ruang tunggu di sisi luarnya sehingga ruang tunggu tersebut dapat memanfaatkan bantuan pencahayaan dan penghawaan alami (tidak secara total). pengelolaan limbah cair sehingga faktor infeksi tidak mencemari lingkungan serta eksplorasi air tanah secara bijaksana. Rumah sakit adalah bangunan publik yang secara fungsional mempunyai peran sebagai muara evakuasi korban bencana. udara bersih. Dengan kata lain. bahan bakar untuk operasionalisasi alat catu daya cadangan listrik. Perhitungan pembebanan dalam perencanaan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) didukung kesempurnaan dalam pelaksanaan menjadi aspek metodologi yang dipersyaratkan. jumlah dan sebaran serta bahan bangunan yan tepat. Semua material bangunan selalu mempunyai spesifikasi teknis yang tidak boleh dilanggar untuk mendapatkan keamanan struktur sehingga perencanaan dan pelaksanaan merupakan kunci utama yang tidak boleh ditinggalkan salah satu. Berhubungan dengan konsumsi energi. kualitas tahan tekan beton minimum 175 kg/cm2 dan kekuatan tarik baja 2400 kg/cm2. Hal tersebut menyangkut jalur evakuasi yang jelas. api serta suhu panas. Rancangan struktur merupakan aspek penting terhadap keamanan bangunan. tanah sehat.