ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

GRS

KATA PENGANTAR
Melihat dari tipe dasar bangunan, terdapat dua tantangan terbesar dalam industri desain arsitektur yang pertama adalah bandara dan yang kedua adalah rumah sakit. Dua tipe bangunan tersebut menjadi tantangan besar bagi seorang arsitek dan timnya untuk menyelesaikan sebuah rancangan yang dapat bekerja dengan baik dan benar karena bukan hanya unsur estetika, komposisi, pertimbangan keuntungan dan kerugian materi dari sebuah fungsi namun keberhasilan organisasi ruang dan keselamatan banyak manusia menjadi faktor utama penentu sebuah rancangan rumah sakit yang baik. Fisik Rumah Sakit merupakan satu hal yang sangat penting bagi sebuah rumah sakit. Bidang fisik termasuk bangunan dan performansi ruang, tata lansekap, dan infrastruktur pendukung mulai didekati dengan indikator kenyamanan, keindahan, serta keberhasilan pada lingkungan yang kesemuanya membangun citra layanan kesehatan dikelasnya. Bangunan yang indah, fungsional, efisien dan bersih memberikan kesan yang positif bagi seluruh pengguna rumah sakit. Pada dasarnya, fisik rumah sakit juga berhubungan langsung dengan kualitas layanan medik. Indikator keberhasilan bangunan rumah sakit dapat dilihat dari kenyamanan dalam pemanfaatanya sehingga memberikan sumbangan pada proses penyembuhan pasien dan produktivitas pelaku, prosedurprosedur layanan medik dapat terlaksana dengan efektif dan efisien, terjaga dengan mudah kebersihanya. Tuntutan terhadap kinerja dan layanan kesehatan rumah sakit pada saat ini semakin tinggi. Kita tahu bahwa kehidupan dapat bermula dirumah sakit dan begitupun dengan akhir, yang umumnya dilewatkan dirumah sakit pula. Dalam perkembangan layanannya, rumah sakit berhubungan dengan konsumen yang memelukan layanan kesehatan dan tidak hanya diperuntukan bagi pasien yang sakit. Fenomena yang telah dijabarkan diatas menjadi dasar pertimbangan penyusunan buku Arsitektur Rumah Sakit. Buku ini diharapkan mampu menjadi referensi tentang perencanaan, perancangan dan pengelolaan fasilitas fisik rumah sakit yang dapat berguna bagi akademis, mahasiswa, penyedia jasa dan praktisi industri bangunan, penyedia jasa dan pengguna pelayanan kesehatan, pengelola fisik dan manajemen fasilitas kesehatan dan masyarakat pada umumnya. Penyusunan buku ini merupakan respon atas kurangnya referensi buku Arsitektur Rumah Sakit khususnya referensi dalam negeri. Pokok bahasan yang akan ditemukan dalam buku ini adalah berbagai hal yang terkait dengan pedoman dan guidelines perencanaan rumah sakit, perancangan fasilitas, infastruktur bangunan rumah sakit serta strategi pengelolaan dan manajemen fisik perencanaan rumah sakit serta isu-isu kontemporer perencanaan dan perancangan fasilitas fisik rumah sakit. Akhir kata buku ini berhasil disusun tidak lepas dari bantuan bernbagai pihak yang menyumbangkan masukannya baik berupa saran maupun kritikan, dalam forum formal maupun informal. Semoga apa yang ada di dalam buku ini bermanfaat dan memberikan stimulasi yang positif bagi pembaca dimasa yang akan datang. Selamat Membaca! Yogyakarta, Maret 2010 PT. Global Rancang Selaras.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

I

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAGIAN 1 PENGANTAR DAN TINJAUAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT
BAB 1 PRINSIP DASAR PERENCANAAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT
Rencana Strategis Organis, Berkembang, Bertahap Kompak Memberikan Harapan Sehat Pengelompokan yang Tepat Sirkulasi yang tepat dan Aksesibel Hemat Energi dan Nyaman Thermal Aman dan Tanggap Keadaan Darurat `Hijau` Mudah dan Murah Perawatan Sesuai Target Konsumen dan Fasilitas yang Tepat Mengakomodasi Kebutuhan dan perilaku Manusia Kenyamanan Visual dan Tanggap Lingkungan Mampu menjadi Aset Properti

i ii

1
1 2 3 3 3 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9 9 10 11 12 12 12 14

BAB 2

APA ITU ARSITEKTUR RUMAH SAKIT
Pengertian Komponen

BAB 3

TIPE FASILITAS KESEHATAN
ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

Klasifikasi/ Tipe Fasilitas Kesehatan Tipologi Rumah Sakit Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah

BAB 4

FUNGSI DAN RUANG RUMAH SAKIT
Prinsip dan Implementasi Tuntutan Sterilitas, Fungsional, Teknikal dan Behavioral Organisasi Ruang dan Program Kegiatan Instalasi Bedah/ Instalasi Radiologi/ Instalasi Rehabilitasi Medik Kamar Mayat/ Instalasi Laboratorium/ Instalasi Gawat Darurat/ Intensive Care Unit/ Poliklinik/ Instalasi Rawat Inap (IRNA) Instalasi Farmasi/ Instalasi Sterilitas (CSSD)/ Instalasi Gigi

ii

BAB 5

SIRKULASI DAN ZONING RUMAH SAKIT
Prinsip dan Implementasi Sirkulasi Kendaraan/ Barang/ Pengunjung/ Pemberi Layanan Kesehatan/ Kegawatdaruratan 21 22

BAB 6

BENTUK DAN KARAKTERISTIK RUMAH SAKIT
Prinsip dan Implementasi Karakteristik 23 24 25 25

BAB 7

KONSEP RUMAH SAKIT & EVALUASI PASCA HUNI
Fasilitas kesehatan dan Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Peran Evaluasi Pasca Huni dalam Proses Desain Fasilitas Kesehatan

30 31 BAB 9 PERENCANAAN SIRKULASI DAN ZONING KOMPONENBANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi 32 BAGIAN 2 PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT BAB 10 PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Fleksibilitas dan Pentahapan Pertimbangan Estetika dan Kenyamanan PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Perencanaan Infrastruktur Kriteria Desain Umum Penyediaan Air Bersih/ Kriteria Desain Umum Penyediaan Air Panas/ Kriteria Desain Umum Pengolahan Limbah Cair/ Sistem Drainase dan Pengolahan Air Hujan/ Kriteria Desain Pengolahan Mekanikal Elektrikal/ Kriteria Sistem Pemadam Kebakaran/ Kriteria Sistem Pengandalian Udara/ Kriteria Sistem Telekomunikasi/ Kriteria Sistem Gas Medik/ Kriteria Sistem Tata Surya/ Sistem CCTV (close Circuit Television)/ Pekerjaan Nurse Call/ Kriteria Sistem Elektrikal 34 35 36 37 38 BAB 11 BAB 12 BAB 13 PERENCANAAN FISIK DAN STRATEGIS RUMAH SAKIT Arti Penting Manajemen Rumah Sakit Tujuan dan Sasaran Perencanaan Fisik Kerangka dan Konsep Kerja Kriteria Umum Produk KONSEP PERENCANAAN FASILITAS RUMAH SAKIT Pelayanan Pasien Dalam Rumah Sakit/ Inpatient Instalasi Gawat Darurat/ Instalasi Rawat Inap/ Instalasi Rawat Intensif/ ICU Instalasi Rawat Intensif Koroner/ ICCU Unit Penyakit Jiwa/ Unit Kamar Bersalin (VK)/ Unit Perinatologi Unit Haemodialisis 47 47 48 50 53 54 iii ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Ruang Terbuka. Parkir. Sirkulasi.Optimalisasi Melalui Revitalisasi Fasilitas Fisik Fasilitas Kesehatan Langkah-langkah Peringkatan Performansi Fasilitas Kesehatan 28 28 BAB 8 PERENCANAAN LAHAN DAN SITEPLANNING RUMAH SAKIT Kebutuhan vs Ketersediaan Perencanaan Lokasi. Kontur danaliran air. Tapak.

Pelayanan Pasien Luar Rumah Sakit/ Outpatient Instalasi Rawat Jalan 65 65 Pelayanan Penunjang Medik/ Klinik Bantuan Instalasi BedahInstalasi Laboratorium Radiologi Patologi Mortuary/ Otopsi Dental Gigi Endoscopy Pelayanan Kesehatan Terapi Instalasi Rehabilitasi Medik 73 74 75 76 77 78 78 81 82 83 84 Administrasi / Rekam Medik Rekam Medik Penyimpanan Obat/ Farmasi Laundry/ Pengelolaan Linen Instalasi Gizi (Dietary Service) Bengkel dan Peralatan (IPSRS) Pengelolaan dan Pembuangan Sampah Pelayanan Penunjang Fasilitas Pembelajaran/ Studi Diagram Pergerakan Pasien Hal yang harus Diperhatikan dalam Desain Tata Fungsi/ Tata Sirkulasi/ Aspek fisika Bangunan/ Aspek Struktur Bangunan/ Aspek Tata Interior Aspek Keamanan dan Evaluasi Kesesuaian Besaran Fasilitas terhadap Okupansi Pelayanan Arsitektur Rumah Sakit yang Memiliki Kelas Layanan Performa Fisik Bangunan dan Lingkungan Terhadap Kemudahan Pemeliharaan dan Biaya Arsitektur Rumah Sakit yang merespon Konservasi Cagar Budaya dan Beradaptasi dengan Fungsi Baru Konversi Lahan dan Konversi Energi Arsitektur Rumah Sakit yang Merespon Bencana 93 94 96 96 97 98 iv DAFTAR PUSTAKA ARSITEKTUR RUMAH SAKIT BAGIAN 3 ISU KONTEMPORER .

dan infrastruktur) · Penentuan visi bagi keseluruhan dan masing-masing asset · Perumusan strategi yang harus dilakukan pada keseluruhan dan masing-masing aset. sumberdaya manusia. Global Rancang Selaras Sering terjadi beberapa kasus kegagalan disebabkan karena pengembangan lahan dan bangunan yang tidak didasarkan atas studi kelayakan serta perencanaan bisnis yang matang pada tahap awal perencanaan. terdapat 14 prinsip dasar yang perlu diperhatikan dan dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi arahan dasar dalam merencanakan rumah sakit sebagai suatu aset properti. serta ketidaksesuaian antara aktivitas dengan wadahnya. perawatan. proses perencanaan strategis akan sangat mempengaruhi perencanaan masterplan keseluruhan aset (serta masterplan masing-masing unit dan perencanaan fasilitas dalam masingmasing unit). Meski demikian. Proses pengelolaan aset pada dasarnya akan sangat dipengaruhi oleh proses perencanaan kegiatan. 1. bangunan terbengkalai.BAGIAN 1 I BAB 1 PENGANTAR DAN TINJAUAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT: 14 PRINSIP DASAR PERENCANAAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Dalam merencanakan komponen-komponen fisik rumah sakit yang meliputi perencanaan lahan. bangunan dan infrastruktur. dapat dikatakan bahwa proses perencanaan aset akan mengikuti proses sebagaimana berikut: · Identifikasi aset eksisting (lahan. Dengan kata lain. akan membawa implikasi pada lahan. proses tumbuh dan berkembang. perlengkapan fasilitas. Rencanakan Rumah Sakit Sesuai Rencana Strategis Komponen-komponen yang terkait dalam penyusunan Masterplan Rumah Sakit. bangunan. Melihat kecenderungan diatas pada akhirnya setiap organisasi baik profit maupun non profit mulai mempertimbangkan pengelolaan dengan prinsip bisnis yang baik dan benar sehingga tercipta sebuah bangunan yang mandiri dalam operasional. Suatu perencanaan yang dimulai dari perencanaan aktivitas. bangunan dan infrastruktur. Akibat yang ditimbulkan dari kurang matangnya tahap perencanaan antara lain adalah lahan tidak sesuai. 01 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Oleh karena itu sebuah rumah sakit perlu dikembangkan berdasarkan rencana bisnis. Copyright : PT.

Jawa Tengah. Pada waktu tertentu lainnya. Global Rancang Selaras 02 Masterplan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram. Rencanakan Rumah Sakit secara Organis. Dimulai dari tahap embrional. perkembangan lanjut. Oleh karena itu. Copyright : PT. dan dapat berlanjut ke penurunan performansi fisik dan fungsi jika tidak segera ditindak-lanjuti dengan tepat. Ada beberapa kemungkinan perkembangan rumah sakit yang dapat kita pilih sesuai dengan kondisi yang ada seperti perkembangan secara horisontal. Global Rancang Selaras . Pati. interstisial. kematangan. yang dibutuhkan adalah konsolidasi aset-aset. Sebagai contoh pada suatu waktu tertentu yang diperlukan dalam proses perkembangan rumah sakit adalah proses pengembangan lahan. ataupun vertikal. kemudian di waktu yang lain diperlukan adalah pembangunan atau peningkatan fisik bangunan. perkembangan awal.2. dibutuhkan sebuah masterplan yang baik. rumah sakit perlu direncanakan sesuai dengan tingkat perkembangannya. Dalam proses memanfaatkan sumberdaya lahan pun. Berkembang dan Bertahap Setiap rumah sakit pasti akan berkembang dalam proses daur fungsi bangunannya. Masterplan RSUD RAA Soewondo. Dalam hal ini. yang memberi kesempatan pada bagian-bagian tertentu untuk berkembang secara bertahap. kita perlu mempertimbangkan pentahapan perkembangan rumah sakit. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Copyright : PT.

ketersediaan lahan. Pengelompokan ruang yang tepat akan mendukung efektivitas dan efisiensi kegiatan yang berlangsung di dalamnya dan antar ruang. Memulai dari sebuah rumah sakit yang kecil namun memiliki efisiensi. . sebagai contoh 70 bed x 50m2. karena bukan menyiratkan harapan (isi gelas masih setengah) melainkan justru menyiratkan masalah (isi gelas tinggal setengah). Arsitektur rumah sakit diharapkan mampu mengubah image masyarakat tentang rumah sakit. Rencanakan Rumah Sakit yang KOMPAK Efisiensi dan efektivitas adalah dua parameter mutakhir yang selayaknya menjadi isu utama perencanaan Rumah Sakit. Dimulai dari penggunaan warna dan cahaya yang suram yang semestinya digantikan dengan pemanfaatan warna dan cahaya yang lebih cerah (meski tetap bersifat kalem/tenang). Hal ini tentu saja harus dirubah dengan mengarahkan pada sifat penuh harapan sehat dan optimisme serta kecerahan. 03 5. Meningkat pada penataan eksterior dan interior yang semata-mata menekankan pada fungsi. Lebih lanjut dapat ditingkatkan pada citra keseluruhan rumah sakit yang harus berubah dari “penjara” ke “resort” : pasien bukanlah pesakitan melainkan customer yang terhormat. Rencanakan Rumah Sakit yang MEMBERI HARAPAN SEHAT Istilah 'rumah sakit' mungkin memang kurang tepat. maupun isu krusial lainnya. mengingat berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa sugesti diri dan optimisme akan meningkatkan angka kesembuhan secara mencolok. Rencanakan Rumah Sakit dengan Pengelompokan yang Tepat Rumah sakit semestinya direncanakan dengan pengelompokan ruang (kerap juga disebut pemintakatan atau zoning) yang tepat. Pemanfaatan Lahan secara Optimal pada MasterPlan Fisik RSAB Muslimat Jombang dan RSAB Muslimat NU Ponorogo ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Copyright : PT. Global Rancang Selaras 4. Rule of thumb untuk pengembangan rumah sakit adalah sekitar 50m2 untuk tiap bed. sementara pemberi layanan kesehatan bukanlah sipir melainkan “customer partner” menuju sehat.3. efektivitas serta kompak yang tinggi sehingga dapat beroperasi dengan baik akan jauh lebih baik dalam proses perkembangan usaha. dan selayaknya mulai diolah menjadi fungsi dan fiksi (atrau bahkan fungsi dan puisi). juga isu sosial yang berkembang. keterbatasan anggaran. Dengan adanya arahan dasar ini. kebutuhan dan kompleksitas yang berbeda-beda antar rumah sakit. dapat diperkirakan luasan. Dibutuhkan harmonisasi dalam mengkomposisikan kebutuhan akan kelengkapan fasilitas fisik.

Zona Terdalam adalah zona yang membutuhkan tingkat kesterilan tertentu dalam memberikan layanan. dan radiologi. Global Rancang Selaras 1 2. IPSRS. laundry. serta layanan administratif untuk umum. Demikian juga parkir perlu direncanakan sedemikian rupa sehingga secara kualitatif dan kuantitatif memenuhi persyaratan yang ada. Rencanakan Rumah Sakit dengan Sirkulasi yang Tepat dan Aksesibel 2 1. Global Rancang Selaras 04 Sistem sirkulasi pada dasarnya terbagi dalam sirkulasi eksternal dan sirkulasi internal. Zona Kedua adalah zona yang menerima beban kerja dari zona terluar tadi. Sirkulasi internal akan terbagi antara sirkulasi umum dan pengunjung serta sirkulasi pasien dan layanan medik. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Pengelompokan yang tepat juga akan memberi kedekatan ruang-ruang yang saling membutuhkan kedekatan. Sirkulasi eksternal akan didominasi oleh sirkulasi kendaraan bermotor dalam mengakses rumah sakit. adanya pemisahan elevator yang digunakan oleh pasien berbeda dengan yang digunakan pengunjung umum. Contoh Jalur sirkulasi berupa ”bridge” antar fungsi bangunan. seperti misalnya dapur. seperti: layanan gawat darurat. yang memberikan layanan pada kegiatan rumah sakit. Perbedaan Zona Academic Axis dan medic Axis pada Rumah Sakit Pendidikan Copyright : PT. meliputi laboratorium. akses gawat darurat yang harus dapat dicapai dengan mudah dan tidak terganggu akses yang lain. Zona Dalam adalah zona yang menyediakan layanan rawat inap dan layanan lain bagi pasien. farmasi. dan memisahkan ruang-ruang yang membutuhkan pemisahan. layanan rawat jalan.Pemisahan sirkulasi pun terjadi pada sirkulasi pasien dan clean utilities (utilitas bersih) dibedakan dengan alur dirty utilities (utilitas kotor). Zona Luar adalah zona yang harus dengan mudah diakses oleh masyarakat luas. Pada umumnya diperlukan 1 parkir mobil bagi tiap 4 bed rawat inap dalam sebuah rumah sakit . Ada beberapa area yang sirkulasi pasien dan layanan medik perlu dipisahkan secara sempurna dengan sirkulasi umum. Terakhir adalah Zona Layanan. pool kendaraan. seperti misalnya layanan bedah. dan kamar jenazah. serta rawat intensif. melahirkan. Copyright : PT. 6. Demikian juga pada bangunan bertingkat. Perlu ada pembedaan antara akses utama rumah sakit bagi pengunjung. serta akses layanan dan karyawan.

bagian transparan atau bukaan diarahkan menghadap selatan dan utara sehingga lebih menghemat energi pendinginan. Pada kondisi tertentu i kadang tidak dimungkinkan untuk meletakan massa bangunan pada kondisi ideal diatas namun hal-hal ini dapat diatasi dengan penggunaan sunshading serta penggunaan material yang tepat (transparan atau bukaan seperti kaca dan jendela pada bagian yang tidak terpanaskan dan pasangan masif pada bagian yang terpanaskan). Penggunaan Sunshading Pada Perencanaan Surabaya International Hospital Copyright : PT. Perletakan dan orientasi dari massa bangunan pun sangat mempengaruhi penghematan energi dan kenyamanan thermal. Hal ini mencakup tiga hal. Dari hal pertama. serta kemiringan yang memadai. Global Rancang Selaras 05 8. kemudahan memadamkan api. dengan persayaratan dan kemudahan aksesnya. mengingat pada waktu kebakaran listrik akan mati. Ramp juga merupakan sarana wajib. Bukaan ke luar dari tangga-tangga darurat maupun dari akses-akses ke ground floor perlu dilengkapi dengan pintu-pintu yang membuka ke luar (bukan ke dalam) dengan lebar total bukaan disesuaikan dengan jumlah jiwa yang ada dalam bangunan. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . yaitu keamanan dari bahaya kebakaran. Rencanakan Rumah Sakit yang Aman dan Tanggap Keadaan Darurat Selain keamanan dari pengguna yang selalu diperhatikan oleh pengelola fasilitas kesehatan. Penyelamatan diri dari bahaya kebakaran meliputi tangga darurat pada jarak-jarak tertentu. Untuk mengurangi panas matahari di Indonesia. Contoh yang paling mudah adalah melihat rumah sakit dari sisi keamanan terhadap bahaya kebakaran. kesejajaran (alignment). masalah keamanan dari keadaan-keadaan darurat yang tidak diharapkan menjadi hal yang patut diperhatikan. Ramp sebaiknya dirancang dengan memperhatikan lebar. Bagian rumah sakit yang direncanakan dengan menggunakan AC akan lebih efisien jika memiliki volume ruang yang lebih kecil dengan jarak lantai dan langit-langit yang tidak terlalu tinggi. bangunan diorientasikan membujur timur barat. Rencanakan Rumah Sakit yang Hemat Energi dan Nyaman Thermal Penghematan energi yang paling sederhana namun dapat berdampak sangat besar dapat dilakukan dengan perencanaan sistem penghawaan. Penghematan ini dilakukan dengan cara beberapa ruangan penentuan dari awal tentang beberapa bagian dari rumah sakit direncanakan dengan sistem pengkondisian udara dengan menggunakan AC dan bagian-bagian lain dari rumah sakit direncanakan dengan menggunakan ventilasi alami dan tidak menggunakan AC.7. Sementara kenyamanan termal yang lebih baik akan dimiliki bangunan berventilasi alami yang memungkinkan ventilasi silang dan dengan volume ruang yang lebih besar dengan jarak lantai dan langit-langit yang lebih tinggi. perlu direncanakan perletakan sumber api yang dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar (combustible). serta kemudahan menyelamatkan diri dari bahaya kebakaran.

Metro. agar privasi pasien tetap terjamin. Rencanakan Rumah Sakit yang `Hijau` Tata lansekap dalam suatu rumah sakit merupakan satu komponen vital yang perlu direncanakan dengan seksama. Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai kenyamanan thermal dan konservasi energi. Furnitur lansekap juga harus direncanakan. sementara bahan-bahan yang lain dapat memiliki kualitas yang senantiasa terjaga. sehingga lampu yang ada tidak menyilaukan.Selanjutnya perlu didukung dengan hal yang kedua. Lampung Copyright : PT. 15 m untuk jendela dengan dinding. serta signage (penanda) yang direncanakan dapat tertata teratur dan memudahkan wayfinding. ataupun signage). serta furnitur lansekap (lampu. Untuk bangunan berlantai banyak. Global Rancang Selaras 06 10. bangku. pohon pengarah. kulit bangunan yang tidak menyulitkan pembersihan. Hal ini juga berlaku bagi sistem perletakan ruangan. dan juga memberikan suasana hijau yang nyaman dan membuat suasana penyembuhan lebih baik. ruang terbuka setidaknya memiliki jarak 10 m antar bangunan untuk dinding dengan dinding. sehingga ruangan yang memungkinkan dapat memanfaatkan ventilasi dan cahaya alami secara maksimal. Komponen tata lansekap antara lain meliputi ruang terbuka hijau. Adanya pohon-pohon peneduh dan pengarah bisa membantu privasi pasien. penutup tanah. terutama di bagian perifer lahan rumah sakit. Akses mobil pemadam kebakaran meruapakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan. Padahal aspek ini merupakan hal yang nantinya akan ditemui terus sepanjang daur hidup fasilitas fisik rumah sakit. adalah beberapa prinsip dalam pemeliharaan. Ruang terbuka hijau selayaknya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam perletakan massamassa bangunan rumah sakit. mulai dari hidrant hingga pemadam portable yang dapat menjangkau seluruh bagian rumah sakit. Tata lansekap yang tidak menyulitkan perawatan. serta sistem infrastruktur yang mudah dipantau dan dirawat. 9. Rencanakan Rumah Sakit yang Mudah dan Murah Perawatannya Aspek pemeliharaan kerap kali kurang diperhatikan dalam perencanaan awal rumah sakit. mengingat bahan-bahan tertentu akan mudah kotor ataupun rusak. pohon peneduh. yaitu tersedianya pemadam kebakaran dengan berbagai sistem. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Masterplan RS Mardi Waluyo. Penggunaan bahan bangunan juga sangat perlu dipertimbangkan. karena hidrant kerap tidak selalu dapat diharapkan dalam beberapa kasus darurat. serta 20 m untuk jendela dengan jendela.

sesuai dengan tujuan dan aspirasi sang perancang dan klien. dimana implikasi nyatanya dalam setting fisik RUmah Sakit berupa iluminasi. Bagian rumah sakit untuk mereka yang harus menjalani pengobatan terus-menerus (kemoterapi atau hemodialisis. 1971). Sementara rumah sakit (atau bagian rumah sakit) dengan target konsumen anak akan perlu memberi suasana ceria dan memberikan ruang-ruang bermain yang membuat anak merasa lebih nyaman. kapabilitas. Kedua. Global Rancang Selaras 07 12. Sebuah rumah sakit dengan target konsumen geriatrik. serta periode waktu tertentu (Barker. yang mewadahi secara optimal kebutuhan manusia dan aktivitas. Rencanakan Rumah Sakit yang Sesuai Target Konsumen dan Memberi Fasilitas Setiap fasilitas publik. akan memiliki target pasar tersendiri. misalnya) juga perlu diberi citra yang lebih membuat pasien merasa “at home” dan bukannya menjadi “preparat”. Antropometri adalah studi terhadap aspek fisik manusia yang meliputi dimensi. dan batasan (Thieberg. salah satu contoh pengembangan fasilitas kesehatan tingkat sederhana menuju tingkat yang lebih tinggi Copyright : PT. hal ini terkait dengan korelasi antara tema dengan positioning. Masterplan Puskesmas Karangkobar. serta bebas hambatan. warna. meso. misalnya. penataan lingkungan yang spesifik.11. Survey pasar memungkinkan dapat mengidentifikasi keinginan konsumen saat ini. “Apa citra yang diharapkan?”. 1968). 1965. Setting Perilaku. Propst. Dimana terdapat beberapa pertanyaan yang perlu diajukan. maupun secara positif memberi tanggapan terhadap lingkungan. Diharapkan rumah sakit memiliki konsep dan tema yang kuat. hubungan kongruen antara keduanya. 1970). Pertama. Rencanakan Rumah Sakit yang Mengakomodasi Kebutuhan dan Perilaku Manusia Beberapa kutipan berikut adalah aspek-aspek kebutuhan dan perilaku yang perlu diperhatikan dalam merencanakan setting makro. digambarkan sebagai kombinasi yang stabil dari aktivitas dan ruang yang terdiri dari aktivitas rutin. perlu mengakomodasi berbagai keterbatasan mobilitas yang dimilki para lansia tersebut. suara dan kebisingan. “Siapa pasar produk anda?”. serta “Bagaimana menggubah citra tersebut?”. seperti misalnya “Apa business-line anda?”. Sementara Ergonomi cenderung terfokus pada 'komunikasi' antara manusia dan mesin/peralatan (Murrell. Croney. kuantitatif dan kualitatif. Antropometrik dan Ergonomik. sehingga fasilitasfasilitas yang dimiliki akan disesuai dengan target pasar yang hendak dilayani tersebut. fisik dan non-fisik. rencana strategis juga akan mengarahkan target konsumen di masa Dalam kaitan dengan pemasaran. Lebih lanjut. 1970. “Di mana posisi produk anda?”. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . termasuk rumah sakit. hingga mikro dalam sebuah rumah sakit.

Sementara pada kawasan yang sedang berkembang. serta penekanan. hingga perencanaan tindakan pembelian. Manajemen Properti akan melihat berbagai properti sebagai aset tetap perusahaan. dan berbagai tindakan lain yang menyangkut properti. Pertimbangan ini akan merupakan dialog antara keselarasan dan kontras. 1977). networking informasi mengenai aset tetap. Rencanakan Rumah Sakit sebagai Suatu Aset Properti Manajemen aset adalah tata laksana. dan akan berperan dalam menjaga market value. untuk selalu memiliki pilihan. Teori Proksemik: Privasi. (Pastalan. Pertimbangan lingkungan juga merupakan sesuatu yang penting. Ruang Personal adalah wilayah dengan batasan visual semu sekeliling lingkungan fisik seseorang dimana penyusup/pengganggu tidak dapat masuk (Sommer. diijinkan oleh hukum yang berlaku. dan manajemen dari properti yang dimiliki atau disewakan baik secara untuk keuntungan maupun non-profit. didukung oleh pasar yang ada. sehingga komponen-komponen yang memiliki nilai produksi ekonomi tinggi tidak akan menjadi tidak produktif. dipaparkan melalui sikap kepemilikan dan pengaturan terhadap objek yang terlibat dalam area tersebut. penyewaan. fasilitas dam komitmen hukum dan finansial pemilik dan pengguna. serta utilitas. Dimana prinsip tersebut akan mengupayakan pemanfaatan potensi yang ada dengan mengupayakan nilai tambah paling tinggi. 1970). keseimbangan. Rencanakan Rumah Sakit yang Nyaman Visual dan Tanggap Lingkungan Desain yang dilandasi tema yang kuat sangat dibutuhkan dalam perancangan rumah sakit dewasa ini. 08 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . bangunan.Ketiga. kini. meningkatkan keuntungan. terdapat beberapa prinsip-prinsip perancangan yang perlu diperhatikan. skala. 1969). melibatkan identifikasi psikologis terhadap ruang. keselarasan. yang pada akhirnya menjadi jembatan dalam mencapai interaksi yang diharapkan (Rappoport. yang meliputi lahan. & Ruang Personal. Upaya pengembangan pertambahan modal (capital gain) akan dilakukan dengan menjadikan aset-aset tersebut benar-benar memiliki nilai kompetitif. operasi. 13. yang akan datang dan sekitar). Hal ini pasti dipengaruhi oleh guna lahan (dulu. seperti misalnya proporsi. dengan penekanan pada kumpulan properti dalam portfolio. Rumah sakit di lingkungan urban yang padat akan mempunyai nilai tambah jika bisa berperan sebagi suatu oase bagi lingkungan di sekitarnya. kesatuan dan perbedaan. Dalam arsitektur. Teritorialitas. telaah dan kontrol resiko. dan perkembangan lingkungan kini dan yang akan datang. Teritori adalah ruang berbatas yang dipertahankan dan dimanfaatkan keberlangsungannya secara eksklusif oleh seorang maupun sekelompok orang yang terkumpul berdasarkan isu yang sama. 14. serta layak secara ekonomis. Prinsip yang digunakan dalam pengelolaan aset adalah prinsip Highest and Best Use. adanya peluang sebagai komponen dominan kawasan akan menuntut desain yang cukup berkarakter. selain rumah sakit itu perlu menyiapkan perkembangan. Dalam hal ini meliputi lahan. merancang tindakan strategis. dan infrastruktur. ritme. transportasi. Prinsip Highest and Best Use ini juga mengharuskan rencana-rencana tersebut dapat dilaksanakan secara fisik. Dimana Privasi adalah kemampuan mengontrol keberadaan interaksi.

memberikan pelayanan medis gawat darurat kepada pasien yang menderita luka trauma. biasanya disebut juga ICCU. serta terdiri dari beberapa departemen atau unit. · Intensive Care Unit (ICU). · Trauma Center. · Urgent Care. yakni sebuah institusi pelayanan kesehatan yang menyediakan tempat untuk pasien rawat inap dalam jangka waktu tertentu. 2. Sedangkan pengertian rumah sakit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri berarti rumah atau tempat merawat orang sakit. misalnya : · Unit Gawat Darurat (UGD). Komponen Rumah sakit memiliki beberapa komponen yang terdiri dari pasien. unit rumah sakit dengan spesialis khusus yang menawarkan pengobatan dan perawatan secara intensif. staf.BAGIAN 1 I BAB 2 APA ITU ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Pengertian dan Komponen 1. termasuk donator secara langsung. oleh suatu organisasi/lembaga kesehatan (baik profit maupun nonprofit). · Burn Unit · Cancer Center (Pusat Kanker) · Coronary Care Unit. tempat yang menyediakan dan memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi berbagai masalah kesehatan. Pasien akan dirawat disini apabila tidak mendapat rujukan atas luka yang dideritanya. merupakan unit rumah sakit dengan spesialis khusus yang menangani masalah jantung atau kondisi cardinal berkelanjutan yang membutuhkan pengawasan dan perawatan secara intensif. · Orthopedic Services · Behavioral Health Services · Psychiatric Hospital. unit rumahsakit yang menangani pasien yang mengalami sakit atau luka cukup serius. 09 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Pengertian Kata rumah sakit berasal dari kata hospital. · Surgery. · Physical Therapy. badan asuransi maupun badan amal. merupakan fasilitas untuk melakukan tindakan bedah. lebih mengarah kepada manajemen dan pencegahan perubahan kondisi penyakit yang menyangkut kejiwaan melalui terapi-terapi khusus. bahkan organisasi keagamaan individu atau yayasan. merupakan fasilitas untuk pelayanan dan penanganan seputar kehamilan atau kandungan. Termasuk didalamnya terdapat bagian perawatan seperti ruang bedah dan kamar operasi. perawatan bagi pasien dalam masa pemulihan/stabilisasi krisis yang menyangkut masalah kejiwaan · Labor and Delivery · Maternity. Rumah sakit biasanya didirikan berdasarkan wilayah. pelayanan dan penanganan yang tidak bisa terjadwalkan.

a. adalah bagian yang paling penting dari rumah sakit yang meliputi ruang operasi. Medical Records Department (Non-medical Departments) Release of Information (Non-medical Departments). klinik.· · · · · · · · · Radiology Respiratory Therapy Rehabilitation Services Nursing Unit/Nursing Station. BAGIAN 1 I BAB 3 TIPE FASILITAS KESEHATAN Klasifikasi/ Tipe Fasilitas Kesehatan Tipologi Rumah Sakit Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah Fasilitas kesehatan mempunyai klasifikasi atau jenis-jenis tertentu meliputi rumah sakit umum. melayani sertifikat rekam medis serta memberikan informasi yang perlu diketahui oleh pasien. Global Rancang Selaras ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 1. adalah unit bagi paramedik agar dapat melayani pasien yang biasanya telah dikelompokkan dengan klasifikasi tertentu untuk kemudahan pengawasan dan perawatan bagi pasien tersebut. Klasifikasi/ Tipe Fasilitas Kesehatan . termasuk tempat perawatan pasien dari proses pembiusan pasien. Rumah Sakit Umum Merupakan unit pelayanan kesehatan yang melayani berbagai jenis penyakit dan luka. rumah sakit spesialis khusus. Sebuah kota besar umumnya memiliki banyak rumah sakit yang berbeda ukuran dan fasilitasnya. Outpatient Department Laboratory Services Post Anesthesia Care Unit. 10 RS Muhammadiyah Gresik Copyright : PT. dengan kapasitas dan fasilitas pelayanan yang lebih lengkap. dan sebagainya.

4. 2. Akreditasi Rumah Sakit adalah pengakuan bahwa rumah sakit memenuhi standar minimal yang ditentukan 11 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Rumah Sakit Pendidikan adalah rumah sakit umum yang dpergunakan untuk tempat pendidikan tenaga medik tingkat S1. 1 2 1. 6. Pelayanan Rawat Inap dan Pelayanan Gawat Darurat yang mencakup pelayanan medik dan penunjang medik. 5. budaya dan pendidikan. Kalsifikasi Rumah Sakit adalah pengelompokkan rumah sakit berdasarkan pembedaan bertingkat menurut kemampuan pelayanan kesehatan yang dapat disediakan 9. 2. 7. Ada pula rumah sakit akademik yang merupakan sinergi dari lembaga pelayanan kesehatan dengan universitas untuk mengkombinasikan antara pelayanan pasien dan mengajar murid/mahasiswa yang mengambil profesi kedokteran atau farmasi.b. S3. Rujukan Upaya Kesehatan adalah penyelenggarakan pelayanan tempat pelimpahan tanggung jawab secara timbal balik mengenai masalah kesehatan baik secara vertikal maupun horisontal. sarana infra struktur. dan sebagainya. Tipologi Rumah Sakit Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor: 159b/Men. komunikasi. Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit adalah kegiatan pelayanan berupa Pelayanan Rawat Jalan.Kes/Per/II/1988 tentang rumah sakit. 3. National Brain Centre Hospital Jakarta Copyright : PT. Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian. Puskesmas Karangkobar Copyright : PT. rumah sakit gigi dan mulut. disebutkan bahwa: 1. Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan semua jenis penyakit dari yang bersifat dasar sampai dengan sub spesialistik. rumah sakit mata. 8. Klinik dan Puskesmas Merupakan fasilitas dengan lingkup yang lebih kecil dari sebuah rumah sakit . yang seringkali dikelola oleh pemerintah. Wilayah Rujukan Kesehatan adalah wilayah pelayanan upaya rujukan kesehatan yang didasarkan atas faktor-faktor geografis. dan faktor-faktor sosial. S2. Global Rancang Selaras b. Rumah Sakit Khusus adalah rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan berdasarkan jenis penyakit tertentu atau disiplin ilmu. rumah sakit anak. Global Rancang Selaras 2. Rumah Sakit Khusus Didefinisikan sebagai Unit Pelayanan keseatan yang terfokus pada pelayanan masalah spesifik seperti trauma center.

4. Kelas B I mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik sekurangkurangnya 11 jenis spesialistik. Area tempat tidur dibuat berdekatan. Fungsional. Behavioral Organisasi Ruang dan Program Ruang ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 1. Dan harus dihubungkan pada kelompok-kelompok ruang pasien. dan penataan jalur utilitas menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan atau keterbelangsungan sinergi aktivitas di dalam sebuah Rumah Sakit. aksesibilitas. Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah 1. Behavioral Efisiensi fungsi. 3. Teknikal. Harus tersedia cukup ruangan isolasi yang dikhususkan untuk satu orang untuk alasan klinis dan privasi. Fasilitas kebersihan pasien harus dipusatkan pada suatu area dari ruang perawatan. BAGIAN 1 I BAB 4 FUNGSI DAN RUANG RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Tuntutan Sterilitas. . Tuntutan Sterilitas. 2. 12 2. Kelas B II mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan subspesialistik terbatas. dikelompokkan agar dapat memberikan keuntungan yang memungkinkan individu atau pengguna untuk mengaturnya menjadi lebih besar atau lebih kecil berdasarkan fungsi ruangan. Jumlah dari sal (jumlah tempat tidur yang mendapatkan pengawasan langsung dari perawatperawat yang bertugas didalam ruangan). 2. Teknikal. Fungsional. Kelas D mempunyai fasilitas dan kemampuan sekurang-kurangnya pelayanan medik dasar.3. 3. Rumah Sakit Kelas A dan B II dapat berfungsi sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Prinsip dan Implementasi Prinsip-prinsip umum dalam desain ruangan rumah sakit mencakup: 1. sirkulasi. Kemungkinan paling besar dari jumlah tempat tidur yang seharusnya dapat di observasi dengan mudah oleh pengawas atau staf saat mereka melakukan pemeriksaan rutin ruangan yang sesuai prosedur. 5. Area kerja perawat harus dikelompokkan bersama dan memiliki hubungan langsung dengan area ruang perawatan agar petugas tidak perlu berjalan jauh. 4. Kelas A mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan subspesialistik luas. Kelas C mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik sekurangkurangnya spesialistik 4 dasar lengkap. Hal yang tidak berhubungan secara langsung dangan tempat tidur. Pada umumnya terdiri dari 22-28 tempat tidur.

S e b a g a i tambahan disediakan ruang duduk dan pantry yang dibutuhkan oleh orang tua. 2. Ruang rawat pada katagorisasi pelayanan yang berbeda (konsumenya). akan menuntut perlakuan (treatment) yang berbeda pula. Unsur penting lain dari instalasi ini adalah klinik pra kelahiran. dimaksudkan agar orang tua dapat menemani dan mengawasi kondisi putra putri secara langsung sepanjang har i . Ruangan harus menyediakan kurang lebih setengah dari anggaran untuk membuat kamar anak berupa tempat-temat tidur dalam ruangan. Alternatif solusi adalah membuat tombol pengaturan ganda. antara lain: 1. Ruangan perlu dikumpulkan dan didekatkan dengan tempat kunjungan psikiater harian dirumah sakit karena sangat sedikit pasien yang akan menggunakan tempat tidur dan mayoritas akan menghabiskan waktunya diperawatan harian rumah sakit. Adanya kebutuhan aksesibilitas visual maupun fisik petugas ruang rawat terhadap situasi dan kondisi ruang rawat. Extra day space. tapi kamar anak-anak atau bayi tetap dibutuhkan untuk menghindari terjadinya gangguan pada pasien yang sedang tidur. Bangsal untuk anak-anak Bagian ini biasanya memiliki ukuran dengan ruang tersendiri yang lebih luas. Adanya jalur dari sistem komunikasi yang digunakan untuk perawat berkomunikasi dengan devisi lain dalam satu ataupun antar wilayah. 13 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Keberadaan pintu darurat untuk kebakaran pada setiap bagian akhir sal (sal normal menggunakan terminal sub kompartemen untuk kebakaran). 4. Bangsal ibu dan anak seharusnya saling terhhubung dengan jarak yang dekat dan disarankan untuk membuat secara horisontal. Bangsal psychiatric Bangsal ini menekankan pada kenyamanan mental/ psikologis sehingga seringkali muncul penataan berupa kamar-kamar kecil untuk memberikan ruang pribadi bagi setiap pasien. Bangsal geriatrik ( Lansia) Sal ini biasanya berukuran di atas rata-rata karena alat-alat perawatan yang besar ditempatkan didalam ruangan perawatan ini. misalnya: 1. 2. namun hal ini selalu terbentur dengan masalah biaya. Ruangan perawatan (treatment room) secara normal belum terlalu dibutuhkan. fasilitas wc dan bak mandi serta membutuhkan satu ruangan tambahan untuk fisiotheraphy.Pada tahap implementasi terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengaturan pengaturan suatu fungsi ruangan di dalam rumah sakit. Bangsal bersalin Meskipun pada umumnya bayi yang baru lahir selalu ditidurkan disisi ibunya sepanjang hari. Pembatasan waktu kunjungan dikurangi demi kenyamanan keluarga yang datang membesuk (apabila jumlahnya lebih dari dua). dimana klinik pra kelahiran pada umumnya ditempatkan didalam atau berdekatan bagian rawat jalan. 3.

layanan medis dan penunjang medis. kisaran jumlah dan besaran ruangan.3. serta karakteristik ruang. penempatan dan pengelompokan ruang. 14 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Organisasi Ruang dan Program Ruang Organisasi ruang dan program kegiatan meliputi karakteristik perilaku.

petugas/ dokter dan alur peralatan ruang bedah. misal Thermografi yang menggunakan gelombang panas dan ultrasonik yang menggunakan gelombang suara. Fungsi utama dari instalasi adalah melayani ruang-ruang perawatan dan perlu adanya kedekatan dengan ruangan tersebut.Ruang bedah darurat pada bagian penanganan kecelakaan/ IGD. tetapi harus ada hubungan fungsi yang sangat dekat dengan klinik patah tulang dari bagian rawat jalan dan instalasi rawat darurat menangani kecelakan. 2. Adanya pemisahan antara sirkulasi yang bersih dan yang kotor di instalasi bedah sentral untuk alasan pengendalian infeksi pada bentuk rancangan instalasi dimana biasanya perlu dibagi menjadi dua sistem koridor terpisah. Instalasi Radiologi Instalasi ini menggunakan bermacam-macam teknik X-ray untuk memproduksi foto dari berbagai macam bagian tubuh dengan tujuan untuk proses diagnosis. Sebagai tambahan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan menempatkan ruang bedah pada bagian paling atas bangunan. Oleh karena itu. Selain itu terdapat tiga pola atur pergerakan yaitu pasien. Ada dua aliran alur sirkulasi utama dalam instalasi radiologi yaitu: -Pasien -Petugas pemrosesan film X-ray Meskipun instalasi dapat melayani seluruh unit rumah sakit. 15 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Dalam hal ini. Hal ini memberikan peluang untuk pengorganisasian yang lebih baik. Pendingin ruangan keseluruhan dengan menggunakan filter udara yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fungsi ruangan dan berbeda dari bagian-bagian lain dirumah sakit. Akses langsung dari instalasi rawat darurat ke ruang sinar X ditujukan untuk mengani kecelakaan dan penganan darurat lainnya. 3. Instalasi bedah Saat ini jarang sekali ditemukan penggunaan ruang operasi yang terpisah dari instalasi bedah sentral. perlu adanya jalur-jalur yang tepat untuk suplai.Ruang bedah yang terpisah pada bangsal ibu dan anak yang digunakan untuk keperluan bedah caesar pada situasi darurat. Yang sering menjadi pengecualian dalam instlasai bedah adalah: . bangsal untuk melahirkan dan ICU. X-ray memiliki kekuatan radiasi yang sangat besar dan dapat membahayakan manusia jika penggunaannya dalam jumlah yang besar. Instalasi Rehabilitasi Medik Pada instalasi ini terdapat berbagai macam teknik perawatan secara fisik seperti pelatihan-pelatihan yang aktif maupun yang pasif untuk proses rehabilitasi dan pengembalian fungsi fisik pada kondisi normal. ruang radio-diagnosis diwajibkan memiliki perlindungan khusus untuk mencegah penyebaran radiasi. Salah satu contoh dari perlindungan adalah dengan menggunakan pelapis diding barium. Teknik tersebut digunakan juga pada instalasi yang memiliki potensi yang berbeda.1. jika memungkinkan. diperlukan akses yang cepat dari ruangan yang menangani kecelakaan seperti unit gawat darurat. -Pembatasan ruang bedah yang terpisah dapat dilakukan juga dengan penempatan instalasi dimana memiliki akses yang cepat dan langsung ke ruang bedah utama. ada hubungan horisontal dengan ruang yang berkkaitan dengan pembedahan. Panduan yang terperinci diberikan dalam peraturan-peraturan praktek yang telah diobservasi secara ketat oleh perancang. pemanfaatan yang lebih ekonomis oleh petugas dan penempatan hal-hal teknis yang terpusat. . serta dibutuhkan untuk unit pasokan bahan-bahan steril untuk memberikan akses bagi pengiriman peralatan-peralatan untuk pemrosesan/ pensterilan alat diantara waktu-waktu proses pengoperasian.

-Area konsultasi dengan sebuah ruangan konsultasi dan ruangan latihan serta kantor. instalasi tetap merupakan sesuatu yang mudah untuk terjadi perkembangan secara fisik. dan sebuah ruangan untuk melatih berbagai akktifitas hidup sehari-hari. kelembaban. tempat penyimpanan mayat adalah sebuah refrigerator yang berbentuk komartemen yang biasanya tediri dari tiga tingkat. dimana strecher yang siap setiap saat dengan akses yang memiliki aksesibilitas tinggi karena fungsi ini digunakan oleh pasien yang mengalami kelumpuhan dengan tongkat atau penyagga. 4. 16 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . microbiology. jaringan. komputerisasi. Dalam hal ini dibutuhkan area lantai dasar dengan akses langsung dari luar untuk kendaraan. bacteriology. Meja-meja tempat penyimpanan mayat. Instalasi Laboratorium Instalasi ini menggunakan spesimen yang diambil dari pasien (seperti darah. Ada beberapa keuntungan jika kamar mayat tersebut sejalan dengan instalasi yang menangani cacat anatomi pada instalasi laboratorium. Pemisahan tersebut diperlukan pada mayat yang terinfeksi. pengguna kursi roda. Meskipun kebutuhan untuk mengadakan perluasan secara fisik harus mereduksi beberapa perluasan dengan menambah sistem otomatik. haematology. urine. patology kimia. Devisi klinis terbesar dari instalasi ini (kecacatan anatomi. Pertimbangan utama dalam desain sebuah instalasi adalah kemudahan untuk perkembangan dan perubahan instalasi dimasa mendatang. Walaupun instalasi rehabilitasi medik melayani keseluruhan unit rumah sakit. pemasangan saringan dan lain-lain. Bagian hidrotherapi membutuhkan kontrol teknis khusus yang pengaturan temperatur. Ruang perawatan khusus perlu ditempatkan dan dirancang secara khusus. selain itu untuk mengadakan pengujian (forensik) agar mengetahui sebabsebab kematiannya. terdiri dari dua atau llebih area workshop meliputi pekerjaan-pekerjaan ringat maupun berat. Air yang terdapat pada meja-meja berasal dari tubuh mayat tersebut. dll. Kamar Mayat Fungsi dari instalasi ini adalah untuk menerima mayat dari ruangan perawatan dan menyimpanya didalam sebuah lemari pendingin hingga persiapan untuk diambil oleh sanak saudara atau oleh pihak yang membutuhkanya. -Kolam Hidrotherapi yang dipadukan dengan area-area untuk bersantai. -Terapi dengan cara memberikan pekerjaan tertentu.Ada 4 area fungsional utama unit rehabilitasi medik yaitu: -Fisioterapi dan senam pemulihan. seringkali digunakan sebagai ruang bangunan yang terpisah dengan bagian belakang yaang dihubungkan dengan instalasi utama oleh sebuah koridor yang tertutup. walaupun hal ini bukan suatu yang esensial. Gymnasium memerlukan ruangan yang besar dan memiliki jarak lantai ke langit-langit ruangan yang cukup tinggi. dll) yang akan diperiksa dengan menggunakan berbagai teknik laboratorium untuk mengkonfirmasikan dan memberikan diagnosa. proporsi terbesar terdapat pada fungsi yang melayani pasien rawat jalan dan ditempatkan pada lokasi lantai dasar dengan akses yang terpisah dengan lalu lintas ambulans. 5. membutuhkan air dan drainase serta ventilasi udara diluar ruangan secara langsung untuk mencegah terjadinya kontaminasi saat mayat yang terkena infeksi pada saat proses autopsi. membutuhkan treatment dan saluran khusus. yang terdiri dari perpaduan area latihan besar dan terbuka serta kamar-kamar kecil untuk perawatan secara individual. Sal ini tidak disediakan bagi setiap program rehabilitasi instalasi. dan alat bantu berjalan lainnya. histology. dll) cenderung dilaksanakan pada bagian yang terdiri atas perpaduan area laboratorium yang terbuka dan ruangan yang tidak terlalu besar untuk dapat dijadikan sebagai kantor kepala devisi dan kepala bagian teknis.

Instalasi Gawat Darurat Instalasi ini membutuhkan ruang penerimaan. dan staf yang berpengalaman dalam pengelolaan keadaan-keadaan tersebut. cedera.Hubungan fungsi yang sangat erat antara laboratorium dengan unit rawat jalan dan sejak pasien tersebut datang ke laboratorium untuk memberikan spesimen. Intensive Care Unit adalah ruang perawatan dan pengobatan pasien dengan tingkat kekritisan tertentu. namun pada umumnya fungsi tersebut digantikan oleh ruang penanganan utama yang dilengkapi pipa gas untuk keperluan medis dan penyaring suplai udara untuk beberapa pembedahan yang bersifat emergency. sebagai tambahan berkaitan dengan hal diatas. 7. dengan sumber daya teknologi dan pengobatan yang lebih terkordinasi terhadap pasien. ICU menyediakan kemampuan sarana dan prasarana serta peralatan khusus untuk menunjang fungsi-fungsi vital dengan menggunakan keterampilan staf medik. harus memiliki akses yang cepat menuju ke ruang operasi utama dan ruang ICU. perawat. peralatan. oleh karena itu harus ada hubungan yang efisien dengan jalur suplai yang terdapat dirumah sakit. yang ditujukan untuk observasi perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit.Pelayanan dilakukan oleh staf yang profesional dan berpengalaman 17 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . akan dialihkan ke ruangan untuk perawatan umum atau pada ICU. Walaupun beberapa rumah sakit jarang menyediakan ruang operasi kecil.Pasien yang dirawat dalam keadaan kritis . dengan jalan masuk yang dibuat terpisah dengan jalan yang digunakan oleh pejalan kaki dan brankar pasien. Fungsi utama ruang ICU: .Fasilitas ini menyediakan keahlian pengobatan klinis lebih intensif.Melakukan perawatan pada pasien-pasien gawat darurat dengan potensi reversible life thretening organ dysfunction. Intensive Care Unit Instalasi ini adalah suatu bagian dari rumah sakit yang terpisah. dimana ada kemungkinan instalasi yang berada di tingkat berbeda akan diprioritaskan untuk menggunakan lift. . -Profil Infrastruktur. penanganan bantuan pernafasan. Akses eksternal untuk ambulans merupakan prioritas utama.Peralatan berteknologi tinggi . 6. termasuk penanganan lanjut terhadap pasien yang mengalami kecelakaan dan serangan jantung yang membutuhkan penanganan rumah sakit segera mungkin.Desain ruangan dan sarana yang khusus . Komponen spesifik ICU: . Tempat ini tidak diperuntukan untuk pasien rawat inap. -Mendukung organ vital pada pasien-pasien yang akan menjalani operasi yang kompleks atau prosedur intervensi dan resiko tinggi. Didalam rumah sakit. Kunci kedekatan dalam hal ini telah didiskusikan pada perencanaan bentuk bangunan dan seringkali bentuk instansi ini merupakan sebuah kelompok-kelompok yang memiliki akses langsung ke instalasi radiologi dan klinik patah tulang. staf yang klinis dapat memberikan perhatian dan intervensi pengbatan secara kompleks termasuk dukungan secara fisiologi dan psikososial terhadap pasien. Penggunaan instalasi juga sangat membutuhkan kuantitas suplai spesimen. seluruh pasien yang membutuhkan perawatan. dengan staf khusus dan perlengkapan yang khusus.

Poliklinik Area untuk pasien rawat jalan dan merupakan satu instalasi yang areanya paling luas dalam rumah sakit. Ruangan konsultasi dan latihan mayoritas merupakan spesialisasi klinis. untuk tujuan pedeskripsian. klinik pemeriksaan anak. Instalasi yang mengurusi pasien rawat jalan dan jumlahnya tergantung pada penaksiran daya tampung pasien untuk kapasitas tertentu. Bedah 4. Pasien memilih klinik sebagai tempat untuk melakukan konsultasi. ruang tunggu. Rawat Inap Kelompokkan sesuai dengan golongan penyakit. pengakomodasian dapat diklasifikasikan ke dalam: . ruang untuk menempatkan alat-alat kebersihan. Sebagai contoh: bedah gigi dan laboratorium.8. Kejiwaan ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 18 . tujuannya adalah untuk mengurangi dan meminimalkan proporsi dari ruangan untuk setiap spesialisasi. Kecenderungan yang terjadi pada pegolahan kamar tipe A adalah kamar dikelompokan dalam satu garis lurus tanpa sekat dan dipisahkan menjadi kelompok-kelompok. fasilitas sanitary. Ada dua tipe dasar dari ruangan untuk berkonsultasi. Oleh karena itu dipilih untuk menempatkan instalasi tersebut pada lantai dasar tetapi bagian yang lain ditempatkan pada lantai atas dengan penyediaan lift yang cukup. kantor. Tujuan khusus akomodasi. Staf paramedis dari hampir seluruh spesialisasi dan disiplin bekerja dalam instalasi ini. ruangan adiometri. Kelompok-kelompok kamar klinik dilengkapi dengan perawatan. Tipe A memberikan kesempatan untuk melakukan alokasi yang lebih fleksibel untuk ruangan klinik karena spesialisasi yang berbeda dan membutuhkan penggunaan sejumlah ruangan yang terdiri dari berbagai macam tipe pada klinik. tetapi beberapa akomodasi untuk beberapa spesialis tetap dibutuhkan. Penyakit Dalam: infeksi dan non infeksi 5.hal-hal yang berkaitan dengan instalasi -tujuan umum klinik -tujuan khusus area-area klinik Hal yang berkaitan dengan instalasi. Oleh karena itu diperlukan penataan pintu masuk dan akses yang berasal dari luar dimana tidak menyebabkan kekacauan pada sirkulasi. di Indonesia secara umum diterapkan sebagai berikut: 1. Umum termasuk: THT. mata 7. non infeksi dan bedah anak 3. Syaraf 6. Tipe A terdiri dari dua ruangan yang mengkombinasikan antara ruangan untuk konsultasi dan ruang tindakan. Penempatanya tergantung pada perencanaan keseluruhan instalasi. toko-toko. Ibu: obstetri dan ginekologi 2. toko kecil. gimul. Anak: infeksi. ruangan kotor dan ruangan bersih. tempat bermain anak. Instalasi yang menangani pasien rawat jalan. dan area-area yang nyaman bagi pasien dan pada umumnya dilengkapi oleh toko makanan kecil. ruang resepsionis dan area ruang tunggu. latihan-latihan dan pemulihan. Tujuan umum kamar-kamar klinik. memperlihatkan jumlah lalu lintas dari luar menuju ke rumah sakit yang besar baik dengan berjalan kaki ataupun dengan menggunakan kendaraan. Area ini meliputi ruang penerimaan. tempat kursi roda. 9. Tipe B berupa satu ruangan untuk konsultasi yang diapit oleh dua ruangan tindakan. opthalmic dan ruangan opthoptic. area perawatan dermatology. Oleh karena itu.

suplai air steril/bersih b. telah berangsur-angsur mengalami banyak perkembangan selama 10-15 tahun. plafon bahkan lantai yang mudah dibersihkan. Perencanaan K3. Hal ini tercermin pada nama yang berbeda di instalasi ini yaitu CSSD. Ruang racik: meja kerja. Jalur evakuasi dengan signage yang jelas. inti pelayanan terletak pada ruang-ruang sebagai berikut: a. thermal.Pengelompokan diatas makin berkembang sesuai dengan jenis pelayanan. Ruang simpan obat dipisahkan antara cairan. Terdapat jalur dan pintu khusus untuk barang kotor. cakupan. Implementasi fisik antara lain: grib bar untuk pasien di koridor dankamar mandi. Ruang kepala Instalasi dan ruang tamu f. perlu memisahkan kassa Askes dan nonAskes. vacuum. Implementasi fisik antara lain: orientasi pencapaian ruang slob zink yang dekat namun tidak langsung dari nurse station. kondisi udara yang baik. Tersedia scrub up dan atau alkohol cuci tangan. Sering perencanaan ruang rawat inap harus menyesuaikan dengan strategi manajemen seperti misalnya: perlunya satelit farmasi. TSSU. non dan khusus. sirkulasi udara. Ruang konsultasi. Secara keseluruhan ini dari instalsi ini adalah sterilisasi dan penanggulangan infeksi pada peralatan yang dipergunakan di rumah sakit. skala dan isi dari instalasi ini. suplai daya listrik medik dan non terjamin kontinu. Pada umumnya Farmasi pusat berdekatan dengan Rawat Jalan. unggulan pelayanan seperti: rawat inap infertilitas.up medis atau alkohol cuci tangan. Obat khusus direncanakan lemari build in dengan tingkat kelembaban yang terkontrol dan terkunci c. Rawat Inap. Sebagian RS dengan beban kerja tinggi. Ruang staf (locker) lengkap dengan lavatory d.IRJA. Implementasi fisik antara lain: rencanakan dinding.Instalasi farmasi Secara umum perencanaan Farmasi terkait dengan akses sebagai penunjang Rawat Jalan. Pada Farmasi Pusat. Tersedia scrub. Instalasi Sterilisasi/ CSSD Kebijakan mengenai peraturan. Apotik dan area distribusi g. HSSU atau HSDU). juga prosesnya. Kassa. Termasuk dalam penataan aliran ruang. Bumper dinding sepanjang koridor pasien. IGD dan Instalasi medik lainnya. h. Implementasi fisik antara lain: ketenangan. Namun secara prinsip semua harus bertujuan bagi kemudahan pasien. suplai daya listrik. 19 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Sarana prasarana pengelolaan kebakaran dan sistem deteksi. 10. Implementasi fisik antara lain: tersedia gas medik. Sebagian RS menerapkan manajemen stok obat yang memisahkan antara Gudang Obat IRJA dan non. Mencegah infeksi nosokomial. Sedang pada Instalasi lain bisa menerapkan sistem satelit ataupun pos obat. Mendorong kesembuhan pasien. Pantry (ruang makan) e. Kesemua sistem tersebut secara prinsip mempermudah pasien dalam menjangkau sekaligus mempermudah operasionalisasi petugas keperawatan. Kelengkapan jaringan infrastruktur medik. administrasi dan kassa. bentukan dan material tidak memerangkap debu. Keamanan dan keselamatan. rawat inap medical check up dan sebagainya. kenyamanan menyangkut: pemandangan. i. 11.

langit 60 cm Kelengkapan ruang Instalasi Gizi: a. Ruang penerima b. khususnya untuk bagian kamar operasi. Cold room h. Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam disimpan suhu – 5° C sampai . Dapur Besar d.1° C d. Lavatory o. Oleh karena itu seringkali lokasi ditempatkan pada zona industri dimana ada kemudahan dari pengorerasian pipa saluran untuk keperluan proses penguapan alat. Ruang kerja. administrasi. Kebersihan peralatan ditentukan dengan angka total kuman sebanyak. Jalur trolley bersih dan distribusi n.Dalam unit pemrosesan dan pemberian pelayanan. Simpan alat j. atau langit. Instalasi Gizi Persyaratan Umum: a. Cold storage g. Angka kuman E. arsip 20 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Coli harus 0/100 ml sampel minuman b. Ruang cuci i. 12.langit dengan ketentuan sebagai berikut : • Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm • Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm • Jarak bahan makanan dengan langit.banyaknya 100/cm2 permukaan dan tidak ada kuman E. Gudang bahan k.5° atau dalam suhu dingin kurang dari 4° C. instalasi yang bersangkutan dan membutuhkan sarana penguapan untuk autoclaves dan hubungan yang baik dengan rute-rute suplai internal. Gudang air l. Dapur pastry e. Makanan yang mudah membusuk disimpan dalam suhu panas lebih dari 65.Coli c. Pemrosesan peralatan-peralatan akan menimbulkan kuantitas hawa panas yang sulit dikontrol.90 % 23 f.Coli pada makanan harus 0/gr sampel makanan dan pada minuman angka kuman E. Persiapan c. Cara penyimpanan bahan makanan tidak menempel pada lantai. Ruang kepala Instalasi dilengkapi ruang tamu p. Kelembaban penyimpanan dalam ruangan 80 . Pantry f. Ruang ganti. Jalur trolley kotor m. Makanan kemasan tertutup sebaiknya disimpan dalam suhu ± 10° C e. dinding.

7. Kebutuhan ruang penerimaan. Distribusi pengguna masing-masing instalasi. Kebutuhan ruang penyimpanan dan penanganan. Pilihan di antara sistem mekanik dan manual.BAGIAN 1 I BAB 5 TINJAUAN SIRKULASI DAN ZONING RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Sirkulasi 1. 3. 6. 21 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Kuantitas dan frekuensi material yang dipindahkan untuk distribusi. Tempat pembuangan dan pemrosesan kembali. 4. Tipe-tipe dari barang yang akan dipindahkan (termasuk yang perlu penanganan khusus). 2. Prinsip dan Implementasi Terdapat tujuh pertimbangan mendasar yang mempengaruhi desain pada distribusi sistem pergerakan/sirkulasi yaitu : 1. 5.

Jarak tempuh 6. Kegawatdaruratan Ada tujuh prinsip dasar yang sifatnya fundamental untuk dijadikan bahan pertimbangan bagi bentukbentuk bangunan yang memberi perhatian penuh mengenai keamanan kebakaran. Hubungan eksternal 7. tetapi tidak berpengaruh besar terhadap keseluruhan bentuk bangunan : 1. Meskipun faktorfaktor ini penting. Barang. Cara pembagian ruangan 2.2. Sirkulasi Kendaraan. Akses untuk menanggulangi kebakaran 22 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Pemberi Layanan Kesehatan. Alternatif penyelamatan dan pada kondisi saat menemui jalan buntu 4. Jalur-jalur penyelamatan 5. Keterkaitan antara instalasi 3. pengunjung.

Prinsip dan Implementasi Rumah sakit adalah bangunan yang memiliki keterpaduan yang mampu mengakomodasi fungsi-fungsi secara luas. Hubungan antara instalasi yang memiliki keterkaitan dalam hal fungsi dan juga mengenai jalur-jalur yang efisien bagi pergerakan orang dan suplai barang. Respons yang timbul dari hubungan secara fisik antara hal tersebut dengan masyarakat. Persyaratan menyangkut masalah keamanan terhadap kebakaran serta metode evakuasi pasien. Ekonomis dalam hal modal dan pembiayaan. 3. 2. Global Rancang Selaras ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Kemampuan untuk membangun secara aktif dalam setiap tahap-tahap pembangunan. 5. 4. perencanaan dan teknik desain harus membuka kesempatan untuk diadakannya perubahan internal dan penataan kembali ruanganruangan. Faktor-faktor penting yang dijadikan bahan pertimbangan dalam pengembangan bentuk bangunan yang sesuai adalah : 1. Suasana yang tercipta dalam lingkungan fisik dapat dihasilkan dari adanya saling keterkaitan antara bentuk bangunan dengan desain teknis. Tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan harus bisa mereduksi hambatan-hambatan fisik untuk masa mendatang dan untuk perkembangan-perkembangan yang tidak diduga. 6. Kemampuan untuk berkembang dan berubah agar mampu merespon kebutuhan-kebutuhan dimasa mendatang. 23 Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana Copyright : PT. pada detail. beberapa dapat dilihat pada saat perencanaan tetapi ada beberapa yang tidak dapat diprediksi. kemudahan dan kecepatan konstruksi. dapat diciptakan dengan memenuhi syarat estetika. 7.BAGIAN 1 I BAB 6 TINJAUAN BENTUK DAN KARAKTERISTIK RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Karakteristik 1. Oleh karena itu bentuk bangunan harus open-ended dan dapat diperluas.

Ruang.Penggunaan ruang g.Sesuai dengan tapak dan persyaratan perencanaan kota c. mobil pemadam kebakaran .Kendaraan pengunjung. Akses yang Mudah -akses bagi Ambulans. warna. Karakteristik Disisi yang lain.Pergerakan orang dan distribusi barang .Kenyamanan dan privasi . Mudah bagi pengguna. Sesuai dengan lingkungan .Pencahayaan dan ventilasi alami yang mencakup semua bagian ruang .Memberi nilai estetis baik eksternal maupun internal b. pemandangan.Akses terpisah untuk suplai barang dan pembuangan sampah e. ramah lingkungan . serta parkir kendaraan yang mencukupi .Main entrance yang jelas dan pintu masuk khusus yang mudah dilihat .Memenuhi Panduan Bangunan Rumah Sakit Memenuhi Persyaratan Standar Teknis Bangunan Rumah Sakit f.Memberikan nilai positif pada komunitas dan konteks sosial . transportasi umum.Sistem jaringan yang terorganisasi dan mudah digunakan serta mudah disesuaikan dengan kebutuhan yang akan datang 24 . Dimana kriteria yang harus dijawab pada bagian ini antara lain: a. pencahayaan. dan karya seni untuk membantu penyembuhan .Hubungan antar fungsi .Akses untuk pejalan khaki .Berdasar standar ruang yang ada .Memperlihatkan komposisi yang baik . kendaraan servis.Bahan bangunan dan finishing yang sesuai standar . Memenuhi Standar Bangunan Kesehatan . Memenuhi Standar Bangunan Kesehatan .Ruang dalam yang menentramkandengan pemandangan ke arah luar . jelas dan mudah .Lansekap yang menarik ARSITEKTUR RUMAH SAKIT d.2. Memenuhi Standar Konstruksi .Tampak bangunan menarik dengan skala manusia .Akses mudah untuk penyandang cacat .Menjadi tetangga yang baik terhadap lingkungan .Jejalur yang sederhana. perencanaan dan perancangan fisik rumah sakit juga didasarkan pada kriteria bangunan rumah sakit yang baik. Berarsitektur bagus . da karyawan.Finishing yang mudah dan ekonomis dalam pemeliharaan .

Sebagai fasilitas kesehatan dan fasilitas sosial. penghunian dan pemanfaatan. serta evaluasi pasca huni. kesehatan sekolah. pengamanan makanan dan minuman. Masing-masing tahap dalam proses tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja fasilitas kesehatan. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. pengobatan tradisional. Peran Evaluasi Pasca Huni dalam Proses Desain Fasilitas Kesehatan Kebanyakan Fasilitas kesehatan sekarang berada dalam tahap penghunian dan pemanfaatan. pemberantasan penyakit. kesehatan jiwa. 25 2.disamping agar lebih memiliki dayatarik bagi masyarakat pada umumnya. penyuluhan kesehatan masyarakat. Evaluasi pasca huni adalah suatu proses evaluasi fasilitas dengan cara yang sistematik setelah fasilitas tersebut dibangun dan dihuni dalam suatu kurun waktu tertentu. Penyelenggaraan kesehatan tersebut diharapkan dapat menjangkau lingkup spatial yang cukup ekstensif. kesehatan olahraga. Fasilitas Kesehatan dan Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. yang lazim disebut dengan evaluasi pasca huni atau EPH (post occupancy evaluation. pencegahan penyakit (preventif). Tahap evaluasi pasca huni adalah tahap yang sangat perlu untuk melihat kesesuaian antara apa yang ada sekarang dengan pola-pola pemanfaatan oleh manusia dan perilakunya. Proses pengelolaan fasilitas tersebut meliputi perencanaan dan pemrograman. yang meliputi kesehatan keluarga. sehingga akses masyarakat luas terhadap berbagai layanan kesehatan menjadi lebih baik. sesungguhnya sangat diperlukan evaluasi terhadap fasilitas yang ada sekarang. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan (promotif). rumahsakit dan fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya termasuk dalam kategori fasilitas publik yang perlu dikelola secara optimal. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . kesehatan lingkungan. pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan. dan untuk itu diperlukanlah berbagai macam fasilitas kesehatan dan unit-unit penyelenggara layanan kesehatan pada tingkat komunitas. dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh. penyembuhan penyakit (kuratif). dan berkesinambungan.BAGIAN 1 I BAB 7 KONSEP RUMAH SAKIT DAN EVALUSAI PASCA HUNI Fasilitas kesehatan dan Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Peran Evaluasi Pasca Huni dalam Proses Desain Optimalisasi Melalui Revitalisasi Fasilitas Fisik Langkah-langkah Peringkatan Performansi 1. POE). serta kesehatan mata. Dan karenanya. perbaikan gizi. kesehatan kerja. Penyelenggaraan upaya kesehatan di atas dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. perancangan. pengamanan zat adiktif. terpadu. konstruksi dan penyediaan fasilitas.

antara lain Standar Fasilitas kesehatan. maupun hasil-hasil penelitian mengenai fasilitas kesehatan komunitas seperti Fasilitas kesehatan 2. Meliputi peningkatan dalam hal-hal berikut: kemampuan pengembangan fasilitas sesuai dengan pertumbuhan organisasi. dan manajemen) maupun pengguna jasa Fasilitas kesehatan (individu maupun kelompok masyarakat). Standar Arsitektural untuk Fasilitas Kesehatan. Dalam komponen setting perlu ditinjau komponen-komponen setting Fasilitas kesehatan yang terdiri atas berbagai unit. Setting a. manajemen fasilitas yang proaktif terhadap aspirasi pengguna. yang meliputi: 1. Teknikal b. bagian. khususnya Fasilitas kesehatan. Bangunan c. Kriteria kinerja a. peningkatan sikap pengguna melalui keterlibatan dalam proses evaluasi. Evaluasi Pasca Huni Investigatif 3. 3. perbaikan basis data. peningkatan pemanfaatan ruang dan umpanbalik terhadap kinerja bangunan. Meliputi peningkatan dalam hal-hal berikut: identifikasi masalah dan solusi dalam manajemen fasilitas. Meliputi peningkatan dalam hal-hal berikut: kinerja fasilitas dalam jangka panjang. Ruang b. Behavioral 2. 3. serta perbaikan sistem penilaian fasilitas melalui kuantifikasi Jenis kegiatan dalam evaluasi pasca huni akan tergantung pada interaksi antar komponen dalam proses evalusi pasca huni: 1. Evaluasi Pasca Huni Diagnostik Bagi fasilitas Fasilitas kesehatan. Pengguna a. dan kriteria untuk perancangan fasilitas. 26 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Kegunaan jangka pendek. pemahaman implikasi kinerja dalam kaitannya dengan ketersediaan anggaran. penghematan biaya dalam proses pemanfaatan dan pemeliharaan bangunan serta peningkatan usia bangunan. Kelompok c. Dalam kriteria kinerja terdapat beberapa kriteria yang perlu diikuti. Fasilitas Selain itu. Organisasi 3. evaluasi pasca huni perlu dikaitkan dengan “state of the art” fasilitas Fasilitas kesehatan. standar. akuntabilitas kinerja bangunan oleh semua pengguna. dokter. Evaluasi Pasca Huni Indikatif 2. Individu b. Fungsional c.Kegunaan evaluasi pasca huni terbagi dalam 3 jangka waktu: 1. Dalam komponen pengguna meliputi penyedia jasa dalam Fasilitas kesehatan (pengelola. paramedis. ataupun kelompok fasilitas tertentu. serta proses pengambilan keputusan yang lebih rasional dan objektif 2. yang meliputi beberapa aspek: 1. evaluasi pasca huni juga memiliki tingkatan kecermatan sesuai kebutuhan penggunanya. Kegunaan jangka menengah. Kegunaan jangka panjang.

Evaluasi pasca huni memiliki beberapa tahapan sebagaimana berikut: 1. bandingan 2 kelompok. .Tahapan analisis: menyusun data mentah.Rencana jangka menengah .Perencanaan waktu .Rencana jangka panjang 27 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Mobilisasi data. memproses data. interpretasi serta melengkapi analisis data. persentase.Antisipasi hasil dan kesimpulan 2.Memilih indikator yang dapat merepresentasikan aspek .Pendahuluan. Perencanaan Sumberdaya .Perencanaan SDM . memasukkan dan transfer data. . Kesimpulan. . Review Hasil dan Kesimpulan . .Tujuan analisis data: pemerian.Perencanaan metoda dan alat c. Pemantauan dan Manajemen Prosedur Pengumpulan Data .Menyusun kriteria untuk evaluasi ukuran .Memilih tingkatan usaha yang sesuai. b. Pelaporan temuan .Tindakan terkait prosedur . dan penjelasan . Metodologi.Mengembangkan ukuran bagi tiap indikator . variabilitas.Memahami besaran dan kondisi signifikan aset eksisting.Penalaan antar pengamat.Uji awal instrumen pengumpulan data. chi-square.Memilih biaya evaluasi yang sesuai. Rekomendasi tindakan . peringkat.Penguasaan Lapangan dan Pelaksanaan Survey b. Temuan. Analisis data.Penerapan Evaluasi Pasca Huni a.Macam-macam analisis: berhasil/gagal. Perencanaan Evaluasi Pasca Huni a. Apendiks. Pengenalan Masalah dan Kelayakan . rerata. c. alat. Awal Proses Pengumpulan Data Lapangan .Pemahaman terhadap karakter aktivitas. Perencanaan Riset . 3.Antisipasi reaksi .Rencana jangka pendek .Tindakan terkait teknik c. Pustaka b.Tindakan terkait kebijakan . analisis korelasi . analisis sederhana. mengemas dan komunikasi temuan. dan SDM.Menentukan aspek kritis yang perlu diteliti . Analisis Data . interpretasi. Pelaksanaan Evaluasi Pasca Huni a. .

baik yang berupa bangunan (fixed elements). fasilitas dan perabot (semi-fixed elements) ataupun setting-setting meso dan mikro bagi berbagai aktivitas penggunanya (non-fixed elements). dan waktu. bahkan komersial yang akan menghidupkan fasilitas tersebut. Demikian juga dengan konteks sosial. Dalam hal ini. Optimalisasi lokasi dan ruang meliputi peningkatan dan pengkayaan nilai lokasi serta kualitas ruangruang dalam dan di luar fasilitas kesehatan. dalam arti lingkungan di sekitar fasilitas kesehatan. peningkatan performansi fasilitas kesehatan dapat meliputi peningkatan 5 aspeknya. yang diperlukan adalah adanya pemenuhan kebutuhan masa kini dan masa depan yang terujud dalam bentuk fisik dan fasilitas serta teknik komunikasi yang digunakan. serta konteks. 28 4. Interaksi antara ruang pakai baik yang aktif maupun yang pasif dengan ruang layanan. akses dan sirkulasi. Akses menjadi hal yang penting. Dalam aspek bentuk ini. ataupun penambahan fungsi baru yang sinergis dengan fungsi yang ada. penghawaan. Optimalisasi konteks akan membuat fasilitas tersebut akan lebih mudah berkomunikasi dengan masyarakat penggunanya. Fasilitas kesehatan sebaiknya dikembangkan tidak hanya melayani kesehatan tetapi juga dapat memberi aspek kemasyarakatan. Optimalisasi Melalui Revitalisasi Fasilitas Fisik Fasilitas kesehatan Dalam bagian kedua. nilai kegunaan. Atau dapat juga dilihat sebagai sistem pewadahan fungsi (ruang dan tata perabot yang ada) serta sistem penunjang fungsi (pencahayaan. Optimalisasi akses dan sirkulasi meliputi kemudahan pencapaian hingga pada perangkaian pergerakan dalam fasilitas kesehatan sehingga menjadi efektif dan efisien. serta interaksi antara setting budidaya dengan setting alam sangat diperlukan. diharapkan fasilitas kesehatan dapat memberi wadah bukan hanya kegiatan layanan kesehatan secara sempit. maupun ruang-ruang mikro dalam fasilitas kesehatan sebagai setting kegiatan. yaitu fungsi. serta akustik). rekreatif. Optimalisasi bentuk dan kelengkapan meliputi peningkatan secara fisik fasilitas kesehatan. melainkan juga layanan kesehatan secara luas dan bahkan juga sebagai fasilitas sosial-edukasi-budaya secara proporsional. kemasyarakatan dan estetika. baik ruang keseluruhan fasilitas kesehatan sebagai fasilitas. mengingat salah satu keunggulan fasilitas kesehatan adalah potensi jangkauan layanan kesehatan ke masyarakat luas di tengah komunitas mereka sendiri.3. Langkah-langkah Peringkatan Performansi Fasilitas Kesehatan Pendekatan kontemporer menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan membutuhkan fungsi dan fisik. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . dan dapat dilayani fasilitas kesehatan tersebut. interaksi antara ruang dalam dengan ruang luar. layak untuk ditanggapi sebagai sesuatu yang penting. bentuk dan kelengkapan. yang dapat menunjukkan karakteristik masyarakat di sekitar fasilitas kesehatan tersebut. rekreatif dan estetika dalam perannya melayani kesehatan. Dalam hal ini. Sebagai contoh misalnya diperlukan adanya integrasi antara fungsi-fungsi kesehatan fasilitas kesehatan dengan fungsi-fungsi pendidikan. Optimalisasi fungsi meliputi peningkatan fungsi yang ada sekarang dengan penyempurnaannya berdasar persepsi dan spirasi pengguna. Optimalisasi konteks meliputi integrasi fasilitas kesehatan dengan konteks keruangan. Berbagai fase ini dapat menjadi hasil keluaran dan rekomendasi dari evaluasi pasca huni yang dilakukan terhadap sebuah fasilitas kesehatan. yang akan secara spesifik memberi keunikan pada fasilitas kesehatan dan menambah dayatariknya. sosial. lokasi dan ruang. optimalisasi fasilitas kesehatan akan dipandang dari berbagai faset perencanaan fasilitas dan perancangan arsitektur. Konteks keruangan.

Di sisi lain. yaitu faktor negatif eksternal Visi Visi dapat dirinci dalam waktu dimana visi tersebut diharapkan terjadi. Masalah : jarak antara kondisi ideal dan kondisi eksisting 4. atau developmental goals dan developmental objectives 29 . yaitu faktor negatif internal . untuk kemudian dapat dilakukan langkahlangkah perbaikan. rencana. Kondisi tersebut perlu dinilai. Profil : kondisi eksisting yang ada 2.Jangka panjang. yaitu faktor positif internal . program. pada dasarnya terdapat 5 komponen utama yang perlu didefinisikan secara jelas.Jangka menengah.Threats (ancaman). Salah satu alatnya adalah Analisis SWOT (SWOT analysis). dengan mengetahui potensi dan permasalahan yang ada. strategi. Dalam proses perencanaan dan perancangan. Strategi : cara untuk mencapai visi 5. dengan durasi sekitar 1 tahun Visi ini dapat juga terkait dengan tujuan atau sasaran. Jika dilihat dalam sistem perencanaan dalam manajemen. yaitu faktor positif eksternal . Evaluasi Pasca Huni dapat membantu meningkatkan performansi Fasilitas kesehatan. dengan durasi sekitar 10-20 tahun . yang meliputi: .Opportunities (peluang). dapat berupa: .Strengths (kekuatan).Jangka pendek.Weaknesses (kelemahan). Aksi : tindak nyata yang merupakan jabaran dari strategi Kondisi Ideal VISI jarak antara kondisi eksisting dan kondisi ideal MASALAH cara mencapai visi STRATEGI ARSITEKTUR RUMAH SAKIT kondisi eksisting PROFIL tindak nyata AKSI Profil Kondisi eksisting perlu ditinjau dari setidaknya 5 aspek yang disebutkan di atas. dapat terlihat bahwa proses ini sangat erat kaitannya dengan manajemen fasilitas secara luas. dengan durasi sekitar 5 tahun . Visi : kondisi ideal yang diinginkan 3. Langkah-langkah tersebut dapat berupa kebijaksanaan. yang meliputi: 1. hingga projek yang diperlukan.

yang dijabarkan dalam rencana atau rancangan. Perumusan strategi terkait erat dengan perumusan tujuan dan sasaran bagi strategi tersebut. temporal.Kebijakan (policy) .Mengkaji ulang problem statement Strategi Strategi adalah cara untuk mencapai visi. Tujuan pada dasarnya dapat berupa pemecahan masalah. Tapak.Rencana (plan) . Aksi Produk rancangan yang ada pada dasarnya dapat dibagi dalam: .Program (program) ARSITEKTUR RUMAH SAKIT BAGIAN 1 I BAB 8 PERENCANAAN LAHAN / SITE PLANNING RUMAH SAKIT Kebutuhan vs Ketersediaan Perencanaan Lokasi. Kebutuhan vs Ketersediaan .Membatasi daerah masalah secara lokasional.Menyiapkan data-data/informasi pendukung masalah .Masalah Masalah adalah jarak (discrepancy) antara kondisi ideal yang diharapkan dengan kondisi eksisting sekarang ini. Parkir.Arahan (guidelines) .Mengenali kisaran variabel-variabel yang perlu diperhitungkan .Mempelajari secara mendalam masalah yang dihadapi . serta melihat kaitan dan pengaruhnya terhadap masalah yang lain . Jika tujuan (goals) lebih bersifat ultimate serta tidak langsung. Perumusan problem statement membutuhkan langkah-langkah sebagaimana berikut: .Menyiapkan daftar tujuan dan sasaran . maka sasaran (objectives) lebih bersifat langsung serta konkret. pemenuhan kebutuhan. Ruang Terbuka. Sirkulasi. atau pemanfaatan peluang. Kontur dan Aliran Air 30 1.

dan kalaupun ada. langkah-langkah taktis dan cermat sejak proses persiapan. Selain itu penting memperhatikan potensi ketersediaan sistem infrastruktur di luar site (off-site). perencanaan hingga perancangan lahan menjadi sebuah keharusan. Oleh karena itu. Aspek yang harus diperhatikan terkait dengan hal tersebut antara lain adalah: a. pada cakupan lingkungan mikro. Adakah jaringan drainase di sekeliling lahan e. -Ketersediaan ruang terbuka hijau untuk utilisasi dan kenservasi air tanah.Analisis Aspek Lokasi . biasanya berada jauh diluar kota dimana timbul banyak masalah tenaga kerja yang akan dipekerjakan di rumah sakit. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 31 . 2. Kontur dan Aliran Air Tahapan awal dari Perencanaan Lahan/Site Planning untuk mengenali dan mendapatkan kondisi akurat eksisting terdiri dari: . Adakah layanan pengelolaan sampah di kawasan sekitar rumah sakit Rata-rata luasan lahan untuk rumah sakit dengan tipe B ke atas. terbaik. Luasan lahan yang dibutuhkan akan dipengaruhi oleh : -Batas Koefisien Dasar Bangunan di lokasi tersebut -Luasan bangunan yang diperlukan dalam perkembangan rumah sakit itu dalam kaitan pertumbuhan kapasitas pelayanan -Kebutuhan parkir dan akses -Kebutuhan penjarakan bangunan-bangunan dalam pertimbangan teknik fisika bangunan maupun kenyamanan okupansi. Ruang Terbuka. Sirkulasi. tapi lokasi dengan luas seperti ini. dan terlengkap sesuai kualifikasi kelasnya. Atau pada situasi daerah kota yang sangat hiruk pikuk termasuk lokasi dimana pembangunan dilakukan dengan merubah bentuk bangunan-bangunan yang telah ada sebelumnya yang tentunya akan menjadi sangat mahal untuk kebutuhan KDB yang tinggi.Perkembangan teknologi dan kesadaran akan pentingnya keberadaan sebuah fasilitas kesehatan yang memiliki brand image terpercaya. Dekat kearah pusat jaringan transportasi untuk melayani masyarakat lokal serta luasan lahan yang cukup memadai akan memberi lebih banyak peluang dan fleksibilitas perluasan. Perencanaan Lokasi. Parkir. susah untuk diperoleh. Adakah jaringan air limbah dan sistem pematusan yang terhubung dengan sistem perkotaan f. kenyamanan visual dan pengkondisian kualitas udara. Adakah jaringan telekomunikasi non-mobile c. membutuhkan areal seluas 12 hektar. Tapak. berhadapan dengan realita keterbatasan lahan/site. Adakah jaringan listrik dan keterdekatan dengan gardu induk b. Adakah jaringan jaringan perpipaan air bersih yang dikelola PDAM atau perusahaan penyedia air bersih lain d.Analisis Aspek Guna Lahan dan Zoning Rumah sakit harus menempati lokasi terbaik dan yang terdekat dengan populasi yang dilayaninya.Analisis Aspek Transportasi dan Sirkulasi .

Ruang Kepala .Ruang Dokter / Perawat Jaga .Laboratorium Klinis .Ruang Rapat . serta meminimalisasi akses medik sentral untuk kepentingan penjagaan sterilitas. tersier. Zona primer.Rehabilitasi .Ruang Tunggu .Ruang Sekretaris . Komponen Bangunan Rumah Sakit A.Pediatry Ekspladometri Rumah Sakit Pendidikan Universitas BrawijayaCopyright : PT.Ruang Operasi . serta service dibedakan.Gudang Medis .UGD . Prinsip dan Implementasi Rumah sakit didesain dengan mempertimbangkan efisiensi kegiatan dan kapasitas sirkulasi akibat peningkatan kebutuhan sehingga terdapat beberapa zonasi yang nantinya akan mempengaruhi layout ruangan. pemberi layanan kesehatan.Keuangan . kegawatdaruratan.BAGIAN 1 I BAB 9 SIRKULASI DAN ZONING KOMPONEN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi 1.Ruang Personalia .Poliklinik .Ruang Administrasi Umum .Pathology .Ruang Staff . sekunder.Security B.Radiology/ultrasound .Kantor Pembayaran . Global Rancang Selaras 32 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Physiotherapi .Arsip . Begitu pula dengan sirkulasi barang. Unit Administrasi . Unit Medis . pengunjung.Informasi dan Pendaftaran .

Masjid / Mushola . Konseling .Kios/kafeteria .C. House Keeping dan Teknis .R.Lounge G.Cleaning Service/Janitor .Perawat Poliklinik E.Ruang Obat .Workshop . Konsultasi D. r.Rekam Medis . Global Rancang Selaras ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Spoel Hoek/Slob Zink .Parkir .Bengkel / Workshop .Ruang Perawat .Laundry . Makan Bersama . Ganti. Rekreasi.Mekanikal . Unit Keperawatan .Rawat Medis . Global Rancang Selaras 33 Ekspladometri Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram Copyright : PT.Farmasi / Gudang Obat . Pembina .Gudang Umum .Perpustakaan . Peruntukkan Umum . Komputer .Kolam Renang .Gudang Ambulance .Auditorium Ekspladometri Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram Copyright : PT. Serbaguna . Unit Rawat Inap .R.Ruang Kelas .R. Seminar .Hall/ Lobby .Dapur F.R.Ruang Tidur .Sterilisasi / Clean Utility .Nurse station (loker.R.Ruang ibadah . Pelatihan. Fitness .Engineering .Rg. dan Keterampilan .Elektrikal .Pantry .R.R.Ruang pertemuan . Musik .R. lavatory) .Kapel .

Orientasi bangunan juga harus menanggapi iklim baik secara internal maupun eksternal. meliputi : .persepsi lingkungan .atap akustik .privasi dan interaksi .finishing interior .sistem kontrol lingkungan Aspek Behavioral.spesialisasi dalam tipe/unit bangunan Aspek Teknikal.faktor manusia .proksemik dan teritorialitas .fleksibilitas dan perubahan .elektrikal . Prinsip dan Implementasi Sebuah bangunan rumah sakit harus memenuhi aspek-aspek sebagai berikut : Aspek Fungsional.BAGIAN 2 I BAB 10 PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT: PERENCANAAN BANGUNAN RUMAH SAKIT Prinsip dan Implementasi Fleksibilitas dan Pentahapan Pertimbangan Estetika dan Kenyamanan 1. meliputi : .kognisi dan orientasi lingkungan Bangunan rumah sakit harus didesain dengan meminimalkan jangkauan personal paramedis dan kemungkinan kontaminasi serta memaksimalkan efisiensi seluruh sistem.sanitasi dan ventilasi . 34 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .penyimpanan dan penataan . Masalah dalam menentukan standar ini akan berbeda antara satu lokasi dengan lokasi yang lain.citra dan makna . Bangunan juga harus didirikan untuk mengakomodasi unit-unit yang ada.keselamatan kebakaran . yaitu : .struktur . Pertimbangkan pula waktu paruh perjalanan staf seefisien dan seminimal mungkin dengan pasien.pencahayaan . Merupakan hal yang sangat penting bahwa pembiayaan bangunan dipertahankan serendah mungkin secara konsisten dengan menyesuaikan dengan standar yang dapat diterima serta memberikan keseimbangan yang optimal antara kedua hal tersebut. Karakter bangunan harus menampakkan harapan. Karakter yang cerah yang berpengaruh pada tanggapan pengguna terhadap kegiatan didalamnya.dinding eksterior .komunikasi dan alur kerja .

Dibutuhkan keahlian teknis dan penyelesaian detil khusus. konsisten dengan mengesampingkan tujuan yang menyangkut penetapan biaya serendah mungkin. Jumlah bangunan yang akan dibangun. hal ini seringkali berasal dari kebijakan penyediaan untuk implementasi secara bertahap yang lebih dari satu kali proses pembangunan. kapasitas dan jumlah unit infrastruktur penunjang. Langkah mengawali proses desain adalah inventarisasi terhadap fungsi. Proses desain harus menerapkan keterpaduan secara mutlak terhadap bangunan maupun tata fungsi yang telah ada. Pada bangunan yang telah ada. 2. 35 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Pada lokasi baru. kebutuhan untuk membagi pembangunan kedalam unit-unit kerja bangunan yang dapat ditangani oleh manajemen dengan memuaskan 3. Fleksibilitas dan Pentahapan Sebagian besar bangunan rumah sakit harus melakukan pembangunan secara bertahap. diantara tahap-tahap pembentukan bangunan dan strategi teknis dibutuhkan untuk tujuan perkembangan maksimal dan potensi perubahan. Jika hal ini sudah bisa dipertimbangkan dalam waktu tertentu. Jenis. meliputi area dan volume termasuk geometri dan bentuk bangunan 2. Pengaruh yang paling besar adalah jangka waktu yang panjang yang dilalui diantara tahap-tahap tersebut. Ada dua tujuan yang tidak dapat terelakkan yang berpotensi menciptakan konflik kebutuhan-kebutuhan dan sebuah keseimbangan yang hanya dapat dicapai oleh perdebatan berbagai disiplin ilmu dan kerelaan pihak-pihak untuk berkompromi secara operasional maupun secara teknis. 3. Dalam aksi penyesuaian itulah memungkinkan dilakukan pemusnahan (demolition) atau penggantian (rehabilitation). Hal ini membutuhkan biaya banyak dan cenderung menggunakan modal yang tidak proporsional. Pembatasan modal untuk proyek pembangunan. Desainer juga dihadapkan pada masalah mendesain dasar-dasar yang akan mendukung instalasi. ruang bangunan serta infrastruktur eksisting yang bisa dimanfaatkan kembali baik dengan penyesuaian maupun tidak. Tahap pembangunan rumah sakit pada lokasi baru memiliki keuntungan dari segi kebebasan membuat desain. terdapat peran sosial yang harus diemban oleh rumah sakit sebagai misi utama dari sekedar perhitungan untung rugi 2. Ada tiga alasan pentingnya pentahapan untuk hal ini yaitu : 1. Untuk gedung aset Negara atau Pemerintah masing-masing aksi penyesuaian memiliki tata laksana tertentu. tetapi beberapa kerugiannya adalah harus menyediakan layanan-layanan yang sifatnya mendasar pada tahap pertama. 2. Namun hal tersebut tidak semata berdiri sendiri. Terdapat faktor resiko penyerapan layanan terhadap aspek pembiayaan yang harus mencapai titik imbang secara wajar Kebutuhan akan pentahapan memiliki dampak yang dominan pada bentuk-bentuk bangunan yang wajar. Ada dua pola dasar pentahapan yaitu : 1. yang bisa dijabarkan dari kapasitas dan berusaha menemukan cara bagaimana dapat menyediakan servis yang dapat dikembangkan dalam tahap berikutnya serta tetap memelihara efisiensi operasional dan mengoptimalkan hubungan antar instalasi. Penyelesaian kenyamanan bangunan dan syarat fasilitas medik. Dalam hal ini akan berimplikasi terhadap fungsi yang terdapat didalamnya (baik yang lengkap atau bagian instalasi) dan hal-hal teknis (ketentuan pembatasan bagi kebutuhankebutuhan awal atau membuat antisipasi untuk kebutuhan-kebutuhan dikemudian hari). Kebutuhan untuk membangun sebagai jawaban dari rencana strategik. Pertimbangan kontraktual. Pertimbangan bisnis strategis layanan sehubungan dengan kalkulasi biaya investasi terhadap estimasi pemasukan.Hal-hal yang mempengaruhi biaya pada prinsipnya muncul dari : 1.

Posisi tempat kegiatan yang menimbulkan hawa panas dan suara bising. Menghindari adanya permukaan bangunan yang panjang dan memberi kesan membosankan. secara internal maupun secara eksternal. paling tidak posisinya ditempatkan pada areal yang masih dapat diawasi dari jauh. harus jauh dari area pasien.Pertimbangkan dengan cermat mengenai geometri dan penempatan halaman sebagai titik orientasi dari massa bangunan. Diusahakan agar massa bangunan tidak mendapat sinar matahari secara langsung kecuali aktivitas terwadahi menuntutnya.Hindari areal halaman parkir yang sangat luas. 3.Menyesuaikan bangunan terhadap kontur lokasi.Menghindari penempatan pasien dan staf-staf pada tempat yang tidak nyaman karena adanya perluasan atau pembangunan sisi lain bangunan.3. 6. Tetapi beberapa rumah sakit dengan pertimbangan tertentu dibuat dengan volume besar dan berskala monumental bila diperbandingkan dengan tipologi umum bangunan. 5. 4. Pertimbangan Estetika dan Kenyamanan Kelompok bangunan yang terdiri dari beberapa massa bangunan lebih mudah diintegrasikan ke dalam batas visual komunitas. yang seringkali memberikan keuntungan operasional misalnya akses pada berbagai tingkatan. menghadirkan sebuah ruang yang memiliki pemandangan yang tidak membosankan. Keduanya dapat berintegrasi sepenuhnya pada hal-hal yang berada disekeliling lingkungan gedung rumah sakit dimana ukuran yang harus dipertimbangkan adalah skala manusia. 7. Belajar dari pengalaman telah menunjukkan bahwa ukuran rumah sakit yang optimal dapat memberikan kenyamanan. Beberapa faktor kunci : 1. 2. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 36 .Menghindari koridor-koridor panjang yang membosankan.

Prinsip dan Implementasi Rumah sakit harus memiliki fasilitas tetap yang menyediakan pelayanan medis baik infrastruktur off-site maupun infrastruktur on-site. 37 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .BAGIAN 2 I BAB 11 PERENCANAAN INFRASTRUKTUR RUMAH SAKIT prinsip dan implementasi Perencanaan infrastruktur 1.

Direkomendasikan memanfaatkan kombinasi sumber air bersih yaitu sumur dangkal.2. Oleh karena itu.Sistem jaringan direncanakan sesederhana mungkin. Peraturan dan standar diatas merupakan acuan yang harus dipatuhi dalam meraih kinerja infrastruktur yang baik. 38 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Pendekatan penghitungan kebutuhan air bersih untuk bangunan Rumah sakit adalah 700 liter per tempat tidur per hari. Bagan Langkah Perencanaan Infrastruktur A. Sistem jaringan terlindungi oleh shaft untuk pertimbangan pemeliharaan dan sistem kontrol. Dalam materi Masterplan. Beberapa asumsi dan dasar perencanaan sistem pengelolaan limbah cair di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : a. Sistem yang efisien dan efektif juga diperlukan agar ekonomis dalam pembangunan dan pengoperasian. b. memelihara dan atau mempertinggi derajat kesehatan. ataupun PAM. Target utama perencanaan sistem penyediaan air bersih ini adalah pemenuhan kebutuhan air bersih di Rumah sakit dalam kuantitas dan kualitas yang tepat. perencanaan infrastruktur berada dalam lingkup sistemik belum mengarah pada detil alat atau jaringan ataupun detil kapasitas. Selanjutnya perencanaan infrastruktur dilaksanakan seiring dengan perencanaan arsitektural terkait dengan bangunan serta keberadaan lahan.000 liter per hari atau 210 m³ per hari. Kata kunci sumber air adalah: Kontinuitas debit dan volume sehingga kombinasi keduanya akan menjaga kontinuitas pasokan disegala musim. untuk memelihara kualitas lingkungan atau mengendalikan faktor lingkungan yang dapat merugikan kesehatan harus ditunjang dengan peralatan serta sistem pengelolaan yang memadai sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang bersifat teknis kesehatan. Kuantitas yang tepat berarti debit air bersih yang disuplai dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit pada skala kapasitas maksimal. sedang kualitas yang tepat berarti air bersih yang disuplai telah memenuhi standar higienitas air siap minum. maka kapasitas teknis air bersih perhari yang harus disiapkan adalah 300 TT x 700 liter = 210. c. Kriteria Desain Umum Penyediaan Air Perencanaan sistem penyediaan air bersih di Rumah sakit berpedoman pada sistem yang optimal dan ketepatan pada pemenuhan kebutuhan pelayanan. Sehingga jika kapasitas maksimal layanan yang akan dikembangkan di Rumah sakit adalah 300 TT. Perencanaan Infrastruktur Penyediaan sarana prasarana pada fasilitas kesehatan utamanya ditujukan untuk melindungi. sumur dalam.

Untuk kepentingan kemudahan operasi dan pemeliharaan. Sistem yang paling efektif dipilih agar kemudahan dalam operasional dan pembangunan dapat tercapai. f.Seluruh kebutuhan air bersih di suplai dengan sistem perpipaan didukung roof dan ground tank set yang berfungsi pula sebagai reservoir dan water treatment set. Desain Umum Penyediaan Air Panas Perencanaan sistem suplai air panas berpedoman pada sistem yang ekonomis dengan konsentrasi suplai pada unit-unit yang paling membutuhkan. Ini berarti tidak ada distribusi saluran diagonal/ miring terhadap bangunan.Arah dan distribusi pipa mengikuti bangunan atau tegak lurusnya.Pengawasan kualitas air secara rutin sehingga suplai air bersih tetap aman dan tidak menimbulkan gangguan/bahaya terhadap kesehatan.d. g. maka direncanakan zona distribusi air bersih. Zona distribusi didasarkan pada kedekatan atau pengelompokan bangunan. Distribusi saluran tidak boleh melalui ruang fungsional kecuali dibawah ruang sirkulasi. optimalisasi distribusi serta sistem kontrol. h. Beberapa dasar perencanaan sistem penyediaan air panas di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . 39 Skema Sistem DistribusiAir Bersih Pada Bangunan B.Semua jaringan air bersih merupakan jaringan bawah tanah diluar bangunan. e.

d. c. Saat ini Rumah sakit belum memiliki sistem pengelolaan limbah cair yang sempurna dan paripurna. Sistem yang diterapkan menggunakan sistem boiler terpusat. Pendekatan penghitungan volume limbah cair pada bangunan rumah sakit adalah asumsi 80% konsumsi air bersih akan terbuang sebagai limbah cair. c. maka debit air panas yang harus disiapkan adalah 39. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Sistem penyediaan air panas diperoleh dengan memanaskan air dari energi diesel untuk perebusan. Pendekatan penghitungan kebutuhan air panas untuk bangunan Rumah sakit adalah sekitar 130 liter per tempat tidur per hari. Sistem pengelolaan limbah cair yang ada saat ini masih berupa sistem yang sederhana. Penempatan jaringan pipa distribusi air panas diletakkan diatas dengan mempertimbangkan tingkat keamanan dan tidak mengganggu aktivitas utama. b. C. Kapasitas maksimal pelayanan adalah 300 TT. Sehingga kapasitas pengelolaan limbah cair di Rumah sakit adalah 700 liter/hari/TT x 300 TT x 80% = 168.000 liter perhari. Hal penting lainnya adalah rekayasa tepat yang harus dilakukan pada bangunan dan lingkungan terhadap sistem pengelolaan limbah cair. Kriteria Desain Umum Pengelolaan Limbah Cair Perencanaan pengelolaan limbah cair berpedoman pada sistem yang optimal.a. Target utama adalah menurunkan zat pencemar organik dan angka kuman sehingga sifat air limbah cair memenuhi syarat baku mutu air limbah.000 liter/hari atau 168 m3. Jika kapasitas maksimal yang akan dilayani oleh sistem air panas di Rumah sakit maksimal adalah 300 TT. Penyediaan air panas diarahkan pasokan ke unit sterilisasi serta sebagian kecil untuk kepentingan laundry dan pengelolaan laundry Rumah sakit. 40 Skema Sistem Distribusi Pengolahan Air Limbah Beberapa asumsi dan dasar perencanaan sistem pengelolaan limbah cair di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : a. ekonomis dalam pembangunan dan pengoperasian. b.

Beberapa dasar perencanaan sistem drainase dan pengelolaan air hujan di lingkungan Rumah sakit adalah sebagai berikut : a. Ini berarti bahwa air hujan yang jatuh baik dari atap maupun yang langsung ke permukaan bumi langsung dimasukkan ke saluran air hujan. Saluran distribusi yang direncanakan berada pada sekeliling bangunan sehingga tidak ada saluran yang crossing terhadap bangunan. f. bau yang keluar dan getaran yang dihasilkan saat pengolahan. pemeliharaan dan pemantauan. Model distribusi saluran tersebut adalah tegak lurus dan searah saluran kota ataupun sungai. Jaringan saluran air hujan terpisah dengan saluran air limbah. Sampah Medis Bisa disebut pula sampah klinis yang berasal dari pelayanan medis. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari perletakan sistem jaringan dibawah bangunan atau ruang fungsional kecuali pada ruang sirkulasi. d. gigi. I. b. berbahaya atau bisa membahayakan kecuali jika dilakukan pengamanan tertentu. Komponen pendukung saluran drainase antara lain: gorong-gorong pada saluran menyilang terhadap jalan/selasar/sirkulasi dan sumur resapan air hujan (retaining well) dengan persyaratan struktur tanah tertentu. Selain itu bisa digunakan kombinasi material penutup yang ideal terhadap penyerapan air permukaan adalah grass block. Kriteria Desain Umum Pengelolaan Sampah Untuk kepentingan pengelolaan sampah secara garis besar dapat digolongkan dalam 2 (dua) jenis yaitu sampah medis dan non-medis. h. pengobatan. e. Untuk mengurangi akibat dari hal diatas serta gangguan visual maka disarankan menggunakan elemen lansekap berupa tanaman rapat setidaknya setinggi 120 cm mengelilingi zona instalasi pengolahan limbah cair. e. Penerapan hirarki pada sistem jaringan dengan perkiraan dimensi yaitu : 1) Saluran pengumpul dengan dimensi 30x40 merupakan saluran tegak lurus saluran assainering kota penerima run-off yang berfungsi sebagai pengumpul dari saluran-saluran penerima. g. Sistem distribusi saluran direncanakan sesederhana dan sejelas mungkin. 41 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . 2) Saluran penerima dengan dimensi 30x30 yang berfungsi menerima air hujan yang disalurkan talang dari atap tiap bangunan atau kelompok bangunan.d. Dimungkinkan ada saluran tertutup pada beberapa penggal yang ada dibawah bangunan. Pada prinsipnya semua saluran drainase direncanakan terbuka atau semi terbuka untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan. infeksius. perawatan. E. Limpasan yang dibuang keluar kawasan rumah sakit dialirkan ke assainering disekeliling site. Zona instalasi pengolahan limbah cair direncanakan terpisah dan berjarak dari ruang fungsional lain mengingat suhu yang dikeluarkan. farmasi atau yang sejenisnya. Permukaan jalan dan parkir menggunakan aspal dengan kemiringan memadai. Memaksimalkan area tangkapan air hujan (capturing areas) dengan koefisien pengaliran (run-off coefficient) sekecil mungkin. Tidak ada toleransi genangan yang diijinkan. c. 1. Ini berarti bahwa diluar bangunan beratap sebisa mungkin berupa taman atau kebun. sebaran dan keberadaan saluran drainase kota atau sungai (penerima run-off utama). D. j. Kriteria Desain Umum Sistem Drainase dan Pengelolaan Air Hujan Target utama dalam perencanaan sistem drainase dan pengelolaan air hujan adalah mengalirkan air hujan yang ada secepat mungkin di lahan Rumah sakit sehingga tidak ada genangan yang terjadi. untuk memudahkan perawatan. Sumur resapan dibangun di bagian bawah jalan sehingga terhindar dari bongkar pasang akibat pengembangan bangunan. f. dan perawatan yang menggunakan bahan beracun. Dalam hal ini hanya ada 2 (dua) model distribusi yang berorientasi terhadap konfigurasi bangunan.

2. sisa pembungkus. sistem penanggulangan kebakaran dapat diselesaikan dengan cara mekanis. yaitu menggunakan smoke/ heat detector. Umumnya sampah non-medis berasal dari: . Sistem Komunikasi G. Mempermudah aktivitas dan pelayanan b. debu . Sistem Pemadam Kebakaran b. Mendukung efisiensi waktu dan biaya Aspek tinjauan dalam pengelolaan mekanikal elektrikal adalah: a.Aktivitas laundry berupa pembungkus dan kemasan . Kriteria Desain Pengelolaan Mekanikal Elektrikal Secara umum pengelolaan mekanikal dan elektrikal di rumah sakit ditujukan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. sisa makanan/bahan makanan.Aktivitas dapur dan bagian gizi berupa sampah mudah busuk yang berasal dari penyiapan pengolahan dari penyajian makanan.Aktivitas umum berasal dari pengunjung berupa kemasan makanan-minuman. dapat digunakan tabung pemadam kebakaran yang diletakkan stasioner pada tempat tempat yang penting (kamar operasi. daun ranting. sisa makanan Secara sistematik. hydrant dan Iain Iain. karena pemikiran segi ekonomis. ruang diesel. laboratorium. Kamar Intensif) dan tempat yang sekiranya mengundang resiko kebakaran. misalnya: dapur.Aktivitas halaman/kebun berupa sisa pembungkus. Sampah Non-Medis Merupakan buangan padat (solid waste) diluar sampah medis atau klinis diatas. Sistem Gas Medik d. rawat inap. Namun. sistem pengelolaan yang direncanakan untuk Rumah sakit adalah sesuai dengan Gambar berikut ini: Non Medis Dapur Seleksi basah atau kering Bin Pengumpul Kontainer TPA Kota Malang Umum Seleksi basah atau kering Bak Sampah Medis Seleksi menurut potensi bahaya Alat pengumpul Incenerator Sanitary Landfill offsite Bagan Sistem Pengelolaan Sampah ARSITEKTUR RUMAH SAKIT F. Dalam format yang ideal. sayur dan lain-lain . Penanganan terhadap bahaya kebakaran secara dasar disajikan pada Gambar berikut ini: 42 . Sistem Elektrikal e. Sistem Tata Udara c. pengelolaan mekanikal dan elektrikal disasarkan untuk: a. Kriteria Sistem Pemadam Kebakaran Pada hakekatnya.Aktivitas kantor administrasi berupa kertas dan alat tulis . Mengamankan aktivitas dan pelayanan termasuk aset usaha c. fire estinguisher. IGD.

bila terjadi kebakaran. Karena peralatan bekerja secara otomatis. yang memberitahukan selain tanda adanya bahaya kebakaran. maka secara otomatis tanda bahaya kebakaran akan berfungsi. sedangkan tindakan selanjutnya adalah usaha mengatasi/memadamkan kebakaran tersebut yang masih dikerjakan dengan sistem manual. selain karena lebih cepat. yaitu mulai dari pengenalan adanya api sampai pemadamannya. maka dengan sendirinya pencegahan dan pengatasan bahaya kebakaran dapat berlangsung dengan cepat dan kemungkinan adanya perluasan area kebakaran dan akibat-akibatnya dapat dikurangi semaksimal mungkin. Automatic Pada sistem ini. 1. 43 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . 3. juga menjadi peringatan bagi orangorang yang berada dalam bangunan untuk melakukan usaha pemadaman. Manual Dalam sistem ini. cara kerjanya juga lebih efisien.Bagan Rencana Sistem Pemadam Kebakaran Yang dimaksud di sini adalah cara penanganan dan tindakan yang dilakukan dalam usaha-usaha perlindungan bangunan terhadap bahaya kebakaran. 2. Adapun usaha pemadaman itu sendiri juga dilakukan dengan peralatan yang serba manual. peralatannya bekerja secara otomatis. Satu tarikan manual tertentu dalam box akan menyalakan seluruh tanda bahaya atau alarm yang dapat terdengar dari seluruh penjuru bangunan. seseorang yang melihat atau mengetahuinya harus menuju ke signal box atau tempat-tempat umum lainnya. maupun dalam mengatasi/memadamkan kebakaran. Semi Automatic Sistem ini merupakan gabungan dari cara kerja Fire Protection sistem manual dengan Fire Protection sistem otomatis. Bangunan multi storey kebanyakan menggunakan sistem otomatis. baik dalam mendeteksi bahaya kebakaran yang kemudian langsung memberikan tanda bahaya. Bila suatu ketika terjadi kebakaran.

Pada instalasi rawat inap. Kriteria Sistem Telekomunikasi Di dalam menunjang kegiatan pelayanan di Rumah sakit. Pendistribusian oksigen dikendalikan pada ruang sentraI atau ruang kontrol gas medik. Pesawat telepon sentraI dengan sistem PABX. . fungsi pengkondisian udara bertujuan untuk mencapai kenyamanan pada suhu udara dan kelembaban yang terkontrol. sedangkan sebagai pemanas. (c) kemudahan perhitungan pemakaian oksigen. Line audio untuk pengumuman dan radio. dan Instalasi Rawat Inap Kelas) melalui outlet. Pengatur kelembaban 2 c. yaitu: ruang operasi.Sistem Back Ground Music. emergency. IGD. misalnya sebagai pendingin. J. Line interkom sebagai penghubung antar instalasi dan antar nurse station c.Sistem Keadaan Darurat dan Evakuasi. dan ruang Iain yang membutuhkan sterilitas. K. memindahkan kalor dari sistem pemanas ke dalam ruangan. fungsi utama AC adalah: a. perlu adanya hubungan telekomunikasi yang baik. Dalam sebuah bangunan. memindahkan kalor dari dalam ke luar ruangan. public adress). I.Kriteria Sistem Gas Medik Penggunaan sistem gas medik sentral ini memiliki beberapa keuntungan yaitu antara Iain: (a) efisiensi tenaga pengangkut tabung oksigen. melalui pipa bertekanan disalurkan ke ruang-ruang yang membutuhkannya (misalnya Ruang Operasi.Sistem Paging dan Announcement (seleksi paging. Sistem Tata Suara Lingkup Pekerjaan . Sebagai pengatur suhu (pendingin atau pemanas) b. b. agar mempunyai komposisi ideal bagi pernafasan Untuk efisiensi. yaitu dengan mengupayakan beberapa sistem telekomunikasi operasional : a. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 44 .Fungsi Ruang Ruang Rawat Inap VIP Ruang Rawat Inap Kelas I dan II Kantor Lobby / Ruang Tunggu Coridor/Hall/Staircase Central Room/Ruang Kontrol Kitchen/Canten Ruang Genset Detector Smoke Detector Rate of Rise Detector Rate of Rise Heat Detectoe Rate of Rise Heat Detector Rate of Rise heat Detector Smoke Detector Fixed Temperature Detector Fixed temperature Detector Jenis Detector H. Ruang Bersalin (VK). Prinsip AC yaitu memindahkan kalor dari satu tempat ke tempat yang lain. (b) kemudahan distribusi untuk bangunan berjangkauan jauh. maka pada skala pelayanan yang dituju Rumah sakit akan lebih optimal bila menggunakan AC split atau AC window. Kriteria Sistem Pengkondisian Udara Pengkondisian udara lebih ditekankan kepada fungsi pelayanan dengan tingkat sterilitas tinggi serta ruang dengan instrumen pendukung yang membutuhkan persyaratan suhu dan kelembapan tertentu. yaitu beberapa TBT yang dapat dipergunakan menjadi beberapa pesawat extension. . Ruang kontrol direncanakan perletakannya di antara bangunan medik sentral. khususnya ruang berkelas. Memperlancar distribusi O .

M.Ruang Ruang Pasien Kamar Rawat Hall & Coridor Ruang Operasi Umum Ruang Recovery Ruang X-Ray Toilet Gudang Utility Kantor Parkir Noise Level (dB) 40 – 60 40 – 60 35 – 45 40 – 60 40 – 60 40 – 60 40 – 60 40 . Oleh karenanya. distribusi dayanya sangat terbatas pada pemakaian maksimal yang diijinkan/ dilanggan. . Hal ini untuk memudahkan panggilan kepada Perawat apabila Pasien memerlukan tindakan medis. Sistem ini akan memonitor segala kegiatan yang terjangkau dengan kamera dan selanjutnya di tampilkan pada TV Monitor baik secara slide (kamera bergantian) maupun manual. Sistem CCTV (Closed Circuit Television) Lingkup Pekerjaan adalah CCTV (Closed Circuit Television System) digunakan untuk membantu pengawasan kegiatan operasi . . suara pasien ditangkap oleh speaker dan bisa didengar di pesawat nurse station. . pengunjung maupun karyawan ataupun ruangan serta lokasi lain melalui video kamera. Peralatan Utama ditempatkan pada Ruang Security c. . N. Aliran ini berasal dari jaringan yang dikelola oleh pemerintah.Nurse reset dipasang di pintu kamar dan dikoneksikan ke Ceiling Speaker. masing-masing kamar 1 lampu yang juga dikoneksikan dengan Ceiling Speaker. Misalnya jika jumlah speaker ada 20 buah (untuk 20 kamar) berarti kapasitas Nurse Station adalah 20 kamar.60 60 60 70 – 80 Asumsi Tingkat Kebisingan (Noice Level) pada ruangan L. 45 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Setiap lantai mempunyai sistem tersendiri yang terpisah dengan sistem yang berada di lantai lain.Corridor Lamp dipasang di depan kamar. CCTV Camera ditempatkan pada posisi sesuai dengan perencanaan (lampiran) b.Emergency pull cord dipasang di tiap toilet dan dikoneksikan ke Ceiling Speaker . yaitu : 1. Kriteria Sistem Elektrikal Tenaga listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di Rumah sakit dapat diperoleh dari tiga macam sumber tenaga. Dengan demikian bahaya gangguan dapat terdeteksi lebih dini sehingga dapat diambil tindakan – tindakan yang cepat dan tepat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. . dimana hasil gambar dapat diamati melalui TV Monitor Kriteria Perancangan dan Uraian Singkat Sistem a. Pasien dapat berkomunikasi 2 arah dengan perawat tanpa pasien harus menekan tombol (hands free). PLN (Perusahaan Listrik Negara).Kapasitas dari Nurse Station sesuai dengan jumlah Ceiling Speaker.Bed Side Call ditarik parallel ke Ceiling Speaker Sub .Dari masing-masing Ceiling Speaker Sub ditarik ke Nurse Station dengan 1 Ceiling Speaker Sub adalah satu tarikan menuju Nurse Station.Ceiling Speaker Sub juga bisa difungsikan sebagai microphone. Kriteria Perancangan dan Uraian Singkat Sistem .Nurse Station ditempatkan pada tiap lantai dimana masing-masing lantai menggunakan 1 nurse station . Pekerjaan Nurse Call Lingkup Pekerjaan Nurse Call digunakan untuk komunikasi antara pasien dengan perawat. suster juga bisa langsung menjawab permintaan pasien dengan langsung bebicara melalui handset nurse station.

Baterai Baterai sering digunakan untuk mensuplai kebutuhan tenaga listrik dalam keadaan emergency yang terbatas. .Lamanya terbatas .Dalam operasional tidak membutuhkan biaya perawatan yang berarti. Beberapa unit ditempatkan pada individual cabinet atau pada rak untuk instalasi yang lebih besar dan selalu dilengkapi dengan peralatan automatic charging.Memerlukan pemeliharaan yang konstan dan testing yang teratur. dan suara dari saluran pembuangan gas. terutama untuk penerangan dan server komputer.Biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah bila diperhitungkan dalam jangka waktu yang lama.Ruangan sebagai wadahnya.Tidak membutuhkan ruangan khusus untuk pengontrolan.Kesulitan penyimpanan bahan bakar. . No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Ruang Ruang Pasien Kamar Rawat Ruang Pemerikasaan Ruang Operasi Umum Meja Operasi Ruang Recovery Ruang X Ray Hall & Coridor Kamar Mandi dan WC Gudang Utility Tangga Ruang Kontrol Kantor Parkir Iluminasi (Lux) 100 100 300 300 30000 . . kebisingan dan lain-lain.Lamanya tenaga bekerja hanya dibatasi oleh ukuran tangki bahan bakar. .Mahal.Tidak memerlukan ruangan sendiri yang terpisah . Keuntungan pemakaian sumber tenaga baterai adalah : .Adapun keuntungan dari pemakaian sumber tenaga PLN adalah : . Kekurangan sumber tenaga baterai adalah : . . Kekurangan sumber tenaga generator set adalah : .Pengadaan awal lebih murah dibandingkan dengan sumber tenaga lainnya. Pada dasarnya. 3.Timbul akibat sampingan berupa kebisingan getaran. . yaitu: . .52000 300 75 – 100 100 100 100 200 50 400 300 50 – 100 Standar Intensitas Penerangan 46 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Sistem bahan bakar dan tempatnya. Keuntungan dari pemakaian sumber tenaga generator set adalah : . 2.Dapat dipasang pada sistem sentral dan didistribusikan melalui saluran dari baterai langsung melalui fasilitas yang ada. .Generator Set Sumber tenaga ini dikelola oleh pemilik bangunan dan merupakan fasilitas bangunan.Mesinnya sendiri dengan perlengkapannya. getaran.Tidak menimbulkan dampak yang merugikan seperti pencemaran. instalasi mesin generator terdiri dari tiga kelompok.

layanan. Tujuan dan Sasaran Perencanaan Fisik Tujuan perencanaan aset fisik rumah sakit secara umum adalah untuk: 1. sekaligus menjadi acuan bagi pengembangan unit-unit di dalam rumah sakit dalam mengemban program pengembangan pelayanan kesehatan jangka panjang.BAGIAN 2 I BAB 12 PERENCANAAN FISIK DAN STRATEGI RUMAH SAKIT 1. baik dalam kaitannya dengan lahan. selain masterplan. disadari bahwa masterplan yang komprehensif akan membutuhkan waktu yang lama dan sumberdaya yang banyak. baik yang ada sekarang. 2. Sasaran penyusunan rencana pengembangan fisik rumah sakit secara umum adalah untuk: 1. dikaitkan dengan pengembangan program pelayanan kesehatan maupun dengan manajemen rumah sakit secara keseluruhan. Serta terakhir bagi rumah sakit yang telah menemui berbagai masalah dalam pengembangannya. maupun infrastruktur. Di sisi lain. dimana diperlukan suatu rencana dari awal: masterplan. Memperoleh dasar bagi pentahapan pengembangan fisik. sekaligus sebagai kerangka dasar bagi pengembangan-pengembangan bangunan serta infrastruktur di lingkungan umahsakit 3. Memperoleh keterpaduan antara rencana pengembangan program pelayanan kesehatan dengan rencana pengembangan fisik. karena tidak adanya arahan pengembangan program-program serta fisik secara jelas. Karenanya. Kedua. Optimalisasi ruang untuk mengakomodasi fungsi yang ada sekarang maupun fungsi yang direncanakan mendatang ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 47 . 2. serta jangka pendek. Hal ini akan terkait secara erat dengan aktivitas. jangka menengah. bangunan. melainkan juga akan melihat rumah sakit sebagai sebuah asset properti. Arti Penting Manajemen Rumah Sakit Ketiadaan masterplan juga mengakibatkan banyak sumberdaya yang tidak teralokasikan secara efektif dan efisien. Pertama adalah pendekatan bagi rumah sakit yang belum ada atau belum beroperasi. dan justru terasa stagnan. yang dapat dijadikan arah pengembangan secara garis besar. adalah pendekatan bagi rumah sakit yang telah beroperasi dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut. serta program stratejik. yang dapat diandalkan baik dalam jangka panjang. Memperoleh arah pengembangan fisik. Optimalisasi fungsi. maupun yang direncanakan mendatang 2. Manajemen fisik tidak hanya berkaitan dengan arsitektur semata-mata. hingga rancangan detail. integrasi antara manajemen fisik rumah sakit degan manajemen strategis rumah sakit menjadi sangat penting. menengah. rencana fisik. yang kerap diperlukan adalah adanya suatu rencana pengembangan fisik jangka panjang. dengan kondisi fisik (dan bisa jadi mempengaruhi layanan) yang memburuk. Secara umum dapat dikatakan bahwa ada 3 pendekatan dalam manajemen fisik. maupun jangka pendek. Oleh karenanya.

Masterplan Fisik Rumah Sakit Mata Dr. Rencana Strategis yang saat ini sudah dimiliki biasanya akan dianalisis untuk penerjemahan menjadi program fisik. Menanggapi konteks dan lingkungan secara positif.3. Optimalisasi sirkulasi dengan mempertimbangkan jejalur sirkulasi yang telah ada.Yap. 48 Komitmen Perencanaan Strategis Tata Aktivitas Tata Ruang Tata Massa Tata Sirkulasi Tata Konteks Kinerja Meningkat Pengembangan Fisik Bagan diatas menggambarkan strategi rumah sakit kedepan sangat mempengaruhi konsep fisik yang akan dikembangkan. Global Rancang Selaras 3. Kerangka dan Konsep Kerja Dalam rangka pengembangan fisik rumah sakit untuk mencapai visi yang telah ditetapkan diperlukan suatu pendekatan komprehensif untuk menghubungkan berbagai strategi seperti terlihat dalam pendekatan berikut ini menurut kerangka yang dikembangkan dari diagram awal oleh Horak. kekuatan konstruksional. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Terjemahan Program dalam bentukan fisik . serta performansi fungsional yang disandang oleh massa dan bentuk bangunan 5. Meningkatkan kualitas estetika. maupun secara estetika-perancangan kawasan. baik dari sisi fungsional-higiene. Yogyakarta Copyright : PT. namun dengan upaya menghubungkan secara lebih efektif dan efisien fungsi-fungsi yang terkait dalam lingkungan Rumah sakit 4. 1999.

Penjabaran tersebut akan meliputi kegiatan-kegiatan sebagaimana berikut : . infrastruktur 49 Dalam pelaksanaannya. bangunan. penganggaran Tipe. dan distribusi sumberdaya lahan. intensitas.Secara lebih rinci. alur kerja yang lazim diterapkan adalah sebagai berikut : Strategis Fisik Kajian Performa RS saat ini Analisis Situasi Evaluasi Pasca Huni Gap antara performa dengan visi Benchmarking dengan Visi Analisis Optimalisasi fasilitas saat ini untuk mencapai visi Estimasi kapasitas dari rencana strategis yang ada Arahan rancangan fasilitas fisik Pemrograman Strategis untuk fisik Konsep pengembangan fasilitas fisik ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Prioritas pemrograman. kerangka ini akan dikembangkan bersama antara konsultan dengan para stakeholders yang terkait dalam pertemuan konsultatif di rumah sakit.

ekspresi) mampu mencapai target yang telah disepakati bersama. dalam hal ini kriteria perancangan menjadi alat ukur (benchmark). Kriteria perancangan dibutuhkan agar bangunan beserta lingkungannya secara guna (fungsional) dan citra (konsep estetika. kriteria-kriteria yang digunakan antara lain: ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Untuk mengakomodasi berbagai tuntutan aktivitas yang ada.50 4. Kriteria Umum Perancangan Kriteria perancangan merupakan pertimbangan umum termasuk normatif standar yang mendasari proses perencanaan dan perancangan rumah sakit.

Dapat berkembang sesuai kebutuhan . Global Rancang Selaras .Desain yang menekan biaya operasional . Fungsional Kriteria yang digunakan: .Mudah merespon perubahan penggunaan .Penggunaan ruang Masterplan Fisik Rumah Sakit Ngesti Waluyo.Standar dan hubungan ruang .Estetika 51 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Parakan Pertimbangan umum pada: Copyright : PT. Fleksibel .Kenyamanan . Arsitektur yang baik Kriteria yang digunakan: .1.Memenuhi persyaratan Panduan Bangunan Rumah sakit . Aspek Efisiensi Kriteria yang digunakan: . Arsitektur yang baik Kriteria yang digunakan: . tahap konstruksi atau pembangunan masa datang 5.Standar dan hubungan ruang .Pergerakan orang dan distribusi barang . Memenuhi standar bangunan kesehatan Kriteria yang digunakan: . Aspek Ekonomi dan Berkesinambungan Kriteria yang digunakan: . Fungsional Kriteria yang digunakan: Masterplan Fisik dan perancangan Rumah Sakit 'Asyiyah.Pemeliharaan murah Pertimbangan umum pada: .Sosial .Estetika 7.Biaya pemeliharaan .Kenyamanan .Memenuhi persyaratan standar teknis bangunan Rumah sakit 2.Privasi Pertimbangan umum pada: . Global Rancang Selaras . .Lingkungan pengobatan 8.Privasi Pertimbangan umum pada: .Hubungan antar fungsi .Pentahapan dalam perencanan.Taraf hidup .Bangunan ekonomis .Pemisahan .Penggunaan energi .Fleksibilitas untuk berubah 3.Bangunan terorganisasi dengan baik 4.Taraf hidup .Pemisahan .Berdasar standar ruang yang ada.Lingkungan pengobatan 6.Sosial . . Klaten Copyright : PT.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Selain itu perencanaan dan perancangan fisik fasilitas kesehatan juga perlu didasarkan pada kualifikasi fasilitas pelayanan kesehatan yang secara diagramatis disajikan pada diagram berikut ini : Rumah Posyandu Perawatan di rumah Farmasi Toko Obat Perawatan sendiri Pengawasan Perawatan Otomatis Informasi dan bimbingan Pengarahan Pelayanan Kesehatan Negara Pusat pelayanan kesehatan dan sosial 10 km dari rumah Balai Pengobatan RSIA. RSB Pusat Kesehatan Masyarakat Perawatan Sosial Perawatan Utama Perawatan Luar Jangkauan Informasi dan bimbingan Pusat pelayanan umum 100km dari pusat komunitas Rumah Sakit Rujukan Rumah Sakit Umum Daerah Pelayanan diagnosis awal Perawatan segera Kecelakaan kecil Perawatan pasien inap oleh perawat Rehabilitasi intensif Manajemen pelayanan kronis Pusat pelayanan khusus 250 km dari pusat kota Rumah Sakit Umum Pusat Perawatan Sekunder Perawatan Tersier Perawatan terencana Perawatan darurat Diagnosis kompleks Perawatan dan pengobatan pasien inap 52 Masterplan RSUD Tabanan. Tabanan. Bali.

Performansi Kuantitatif dan Kualitatif Bangunan B. Tata Massa Masterplan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Mataram Copyright : PT. produk masterplan fisik hingga pada rancangan yang dapat dilaksanakan/konstruksi akan meliputi hal-hal berikut: A. Program Kegiatan . Tata Aktivitas .Sistem Aktivitas .Analisis Aspek Behavioral c.Fasilitas Fisik dalam Perspektif Strategis dan Perspektif Bisnis . Rencana Kerja dan Syarat-syarat (Performance Spesification) 53 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Rencana Induk Pengembangan Fisik (Physical Masterplan) Terdiri dari : 1.Desain Pelaksanaan dan Gambar Kerja (Detailed Engineering Design dan Working Drawing).Jumlah dan Besaran Ruang .Karakteristik Ruang Masterplan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Lampung Copyright : PT.Karakteristik Pelaku .Kegiatan Non Medis b.Analisis Aspek Guna Lahan dan Zoning b.Pembiayaan dan Pentahapan .Sistem Ruang Terbuka Hijau d.Konsep Rancangan dan Prarancangan (Design Concept & Predesign) 2.Analisis Aspek Lokasi . Analisis Bangunan . Hasil Analisis Purna Huni (Post Occupancy Evaluation) a.Analisis Aspek Fungsional . Analisis Infrastruktur Masterplan Fisik Rumah Sakit Pendidikan Brawijaya Copyright : PT.Layanan Medis dan Penunjang Medis .Penempatan dan Pengelompokan Ruang . Global Rancang Selaras .Sirkulasi Internal c. Tata Sirkulasi .Pengembangan Rancangan (Design Development) 3.Sistem Ruang Fungsional .5.Analisis Aspek Transportasi dan Sirkulasi . Global Rancang Selaras .Analisis Aspek Teknikal .Analisis Infrastruktur Off-Site . Tata Ruang .Sirkulasi Eksternal dan Parkir .Sistem Intensitas Bangunan . Rancangan Rumah Sakit.Hubungan Antar Aktivitas b. Program Ruang . terdiri dari : 1.Program Pengelolaan . Produk Dalam pelaksanaannya. Global Rancang Selaras c.Rencana Pukal dan Pentahapan (Block Plan and Phasing Plan) a. Analisis Lahan . Rencana Anggaran Biaya (Cost Estimation).Analisis Infrastruktur On-Site 2.Program Fasilitas Fisik (Facility Program) a.Pengelolaan dan Kelembagaan 3.

Fleksibilitas ruang diarahkan pula terhadap terjadinya bencana masal sehingga memungkinkan ditampung di IGD . Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gawat Darurat Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. Ukuran Umum Jumlah bed pada unit ini tidak boleh melebihi 35 bed. meskipun maksimal yang dianjurkan adalah 30 bed.Adanya pemisahan antara tindakan untuk pasien bedah dan non bedah. Dimensi tempat tidur menjadi pertimbangan yang penting dalam merancang ukuran ruang. jarak minimal adalah 1.BAGIAN 2 I BAB 13 PERENCANAAN FASILITAS RUMAH SAKIT 1.Pada kasus ibu melahirkan. dan Kamar Bedah.4 meter. Tata letak dan persyaratan ruang: . Pelayanan Pasien Dalam Rumah Sakit / Inpatient A. Untuk alasan kesehatan. Paling tidak. 25% dari jumlah keseluruhan bed merupakan single bed.Adanya pemisahan akses antara pasien dengan perawat/ dokter. Diagnostik. Instalasi Gawat Darurat Fungsi Memberikan pelayanan kesehatan karena kondisi gawat darurat dan memerlukan penanganan cepat dan tepat. IGD mempunyai akses langsung dengan IKB .Mudah dicapai dan terlihat jelas dari area eksternal Rumah sakit . .ruangan dengan banyak bed jarak antar bed 2. serta kemudahan akses dengan Unit Rawat Inap. . anak dan syaraf).Secara fungsional mempunyai hubungan langsung dengan unit ICU. dengan tiap-tiap persyaratan fasilitas yang memadai. 2 meter. meliputi kasus bedah (traumatologi dan terkait dengan organ tubuh bagian dalam) dan non bedah (penyakit dalam. . 2008 54 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Pembentukan ruang-ruang yang dimungkinkan untuk digunakan sebagai ruang observasi dan ruang resusitasi. Berbeda dengan bagian Ibu dan rawat Anak dengan jumlah maksimal 20-25 bed.Keseluruhan ruang dan alat ditetapkan untuk digunakan selama 24 jam. .

sehingga kedua sisi di samping tempat tidur pasien memiliki lebar masing-masing 76.B.2 cm.9 cm x 121..Pemisahan penderita infeksius.Khusus rawat inap ibu-anak akan berada pada kelompok ruang yang terpadu dengan VK dan terpisah dengan rawat inap infeksius maupun penyakit dalam atau degeneratif. . .Setiap nurse station maksimum melayani 25 tempat tidur. Instalasi Rawat Inap Fungsi Disediakan untuk memfasilitasi pasien yang harus menginap di Rumah sakit dalam tahap kuratif dan rehabilitatif dengan perawatan intensif 24 jam. .Harus memenuhi ketentuan untuk akses orang cacat seperti pada bagian untuk komplemen dari batang pegangan dan rel pada area toilet dll. . . Sebuah kursi roda juga dapat digunakan dalam area 121. yaitu prosedur perawatan khusus untuk mengurangi penyebaran infeksi melalui kontak langsung/perawatan .Barrier nursing.4 cm untuk mengakomodasi pemakai kursi roda. Kualifikasi Ruang untuk Instalasi Rawat Inap .Kamar mandi untuk perawatan jangka panjang seharusnya dirancang untuk menggunakan peralatan yang dapat mengangkat pasien.4 cm x 152.Sinar matahari pagi diupayakan dapat masuk ke dalam ruangan.Pasien yang menderita penyakit menular. Penempatannya berada pada area dengan tingkat privasi dan ketenangan yang tinggi dan memiliki akses pencapaian yang mudah dengan zona bedah dan zona penunjang medis. dan dari koridor ke ruang rawat setiap saat .Ventilasi mekanik di ruang rawat inap isolasi. di lain kondisi penambahan peralatan unit servis perawatan akut. Tata letak dan persyaratan ruang: 1.8 – 121. dan terletak pada daerah yang mudah terjangkau dengan arah orientasi kepada kamar-kamar pasien.Memaksimalkan terhidarnya kontaminasi didalam ruang rawat inap infeksius dengan menjaga aliran udara dari anteroom menuju ke ruang pasien. Persyaratan Luas Ruang untuk Instalasi Rawat Inap -Standar luas ruangan sesuai ketentuan adalah : .Luas area depan pintu 152. . .Lebar pintu antara 116.Pasien atau penyakit dan pengobatan yang menimbulkan bau. 2.5 cm.9 cm .Pasien yang mengeluarkan suara gaduh .Luas ruang klas II : 12 m² / tt . handrails harus diberikan pada koridor. untuk mengurangi penyebaran melalui udara dengan cara mengeluarkan bakteri dari kamar penderita dan pada isolasi protektif yang membebaskan kamar penderita dari bakteri yang ada diluar kamar. .Luas ruang khusus bayi : 6 m² / tt . Lift hidrolik tempat mandi (bath up) merupakan pertimbangan investasi kesehatan yang baik.Tersedia tempat cuci tangan bagi perawat atau dokter didalam ruangan rawat inap infeksius (isolasi) dan fasilitas km/wc sendiri di dalam ruangan .9 cm adalah jarak standar untuk dapat mengakomodasi tempat tidur pasien standar (121 cm x 99 cm).Luas ruang klas III : 12 m² / tt . dengan tujuan agar lebih dapat memastikan tingkat penyampaian mutu pelayanan. 55 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Adanya pengelompokan ruang sesuai kelasnya. dirawat pada "single room" atau isolator plastik untuk mengurangi penyebaran melalui udara atau dari penderita .Luas ruang klas I : 24 m² / tt . .Ruang perawat terhadap ruang pasien harus sedekat mungkin sehingga memudahkan jangkauan .Lebar minimum area tempat tidur pasien 251.Khusus untuk pasien tertentu harus dipisahkan seperti : .

operasi . nurse station terutama bagian yang langsung berkaitan dengan keperawatan.Mutu udara memenuhi persyaratan untuk tidak berbau (terutama H2S dan Amoniak). terdiri dari fungsi-fungsi penunjang baik medik maupun non medik.Luka bakar dan spesialis atau penyakit khusus Pengembangan fasilitas perawatan intensif dapat berbeda dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. ..Perawatan serangan jantung (ccu = coronary care) . stop kontak bawah. . 2008 C.Angka kuman ruang perawatan isolasi kurang dari 700 koloni/m3 udara dan bebas kuman pathogen alpha streptococus haemolitius. Tingkat Kebersihan dan Mutu Udara untuk Instalasi Rawat Inap .) . rumahan untuk panggilan perawat.T. 3.Terakomodasi panel kontrol untuk ruang rawat pasien.Daerah steril yang terdiri dari ruang perawatan ICU / ICCU.U. . jam digital. Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gawat Darurat Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. Instalasi Rawat Intensif (ICU) Umum / fungsi ICU juga dikenal sebagai Intensive Therapy Unit ( I. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Tingkat kebersihan lantai untuk ruang perawatan isolasi 0-5 kuman/cm2. tombol tanda alarm. lampu atas tempat tidur dan lampu tarik-ulur. Panel-panel tersebut meliputi katub gas atau oksigen. papan monitor dengan perlengkapan outlet.Daerah non steril / ruangan umum yang tidak berkaitan langsung dengan perawatan intensif. dan bergantung pada apa yang disebut Statement of Function 56 Zonasi fungsi pada Instalasi rawat Intensif: Zonasi dibagi menjadi : a.Penyakit anak-anak dan neonatal . dalam menangani beragam tipe penyakit. Jenis utama yang ditangani sebagai berikut: .Kadar debu tidak melampaui 150 ug/m3 udara dalam pengukuran rata-rata 24 jam. b.

.Terisolasi dan mempunyai standar tertentu terhadap: a. Jika memakai partisi.Letaknya berdekatan dengan area unit bedah atau berada dalam satu zona Medik Sentral serta mempunyai hubungan langsung dengan radiologi. Bahaya api b. . Komunikasi g.Ruang Operasi.Akses.Patologi (pelayanan analisis darah). ditempatkan untuk dapat memastikan kondisi pasien tanpa halangan dari pos perawat.Harus ditunjang dengan jaringan gas medic . .Tata letak dan persyaratan ruang: . Ventilasi c.Penghawaan udara menggunakan penghawaan buatan berupa air conditioner (AC). AC d. .Fasilitas panggilan pelayanan staf ini harus tersedia pada setiap tempat tidur untuk penanganan cepat Persyaratan Pencahayaan. . Jarak dari tempat tidur pasien terhadap jendela tidak kurang dari 15 meter. jendela pengamatan. .Setiap tempat tidur harus mempunyai akses secara visual. Pipa air f.Pencahayaan yang cukup dan adekuat untuk observasi klinis dengan lampu TL day light 10 watt/m2. Exhausts fan e. terhadap lingkungan/ ruang luar yang tidak kurang dari satu jendela setiap ruangnya. Desain dari unit juga memperhatikan privasi pasien. seharusnya dapat disediakan. Semaksimal mungkin adalah 10.Aliran listrik tidak boleh terputus. .Direkomendasikan ketetapan minimum tempat tidur untuk ICU adalah 5. selain sinar matahari alami.Radiologi ( pelayanan sinar x). Jendela dan akses tempat tidur menjamin kenyamanan pasien dan personil. . .Gedung harus terletak pada daerah yang tenang. Kabel monitor . . Direkomendasikan maksimumnya hingga 15. pasien diharuskan melihat ruang luar tidak lebih dari dua panel kaca yang terpisah.Harus tersedia pengatur kelembaban udara.Mempunyai pendingin ruangan/AC yang dapat mengontrol suhu dan kelembaban sesuai dengan luas ruangan.Masing-masing area tempat tidur pasien akan mempunyai ketetapan untuk privasi visual dari pengamatan pasien dan pengunjung lain .Temperatur ruangan harus terjaga. 57 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . IGD dan rawat Inap .Harus bebas dari gelombang elektromagnetik dan kedap getaran.Untuk membantu staf pengamatan atas pasien di dalam ruang tidur atau pasien tunggal menginap. Suhu 22º–25º kelembaban 50–70%. Suhu dan Kelembaban pada Ruang perawatan intensif: . laboratorium. Bakteriologis h.Penempatan ICU/UGD akan memudahkan pengaksesan ke dan dari Penanganaan Kecelakaan. .

Pasien pediatrik yang kritis. . paling tidak 2 harus didalam kamar-kamar. Rasio antara pasien dan rasio tidak lebih dari 4:1. Instalasi Rawat Intensif Koroner/ ICCU Fungsi Pasien Cardiac punya kebutuhan khusus.unit perawatan yang berdiri sendiri atau unit perawatan yang berupa kelompok.sebagai tambahan pada standar ICU diatas. Tata letak dan persyaratan ruang: . . mempunyai kebutuhan fisik dan psikologi yang unik.unit perawatan yang berintegrasi di dalam sebuah rumah sakit umum. Open plan pada layout tempat tidur tidak dapat diterapkan. .Toilet Tiap pasien Cardiac harus dapat mengakses bagian dari WC. dari neonates sampai adolescent. E. Minimum 50% dari pasien ICCU harus diakomodasikan dalam pasien ruang singlebed.Ketentuan tempat tidur Jumlah tempat tidur pada ICCU akan sama dengan ICU pada umumnya.Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi rawat intensif Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. 2008 D. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 58 .Multiple equipment display Peralatan untuk memonitor pasien Cardiac harus mempunyai ketentuan untuk penglihatan visual pada tempat tidur dan pusat pelayanan. jarak tempuh tidak boleh lebih besar dari 15m dari tempat tidur sampai ke fasilitasnya. Dimana 5 tempat tidur dikombinasikan ICU/ICCU yang tersedia. kamar atau kamar berukuran kecil. Unit Penyakit jiwa Umum / Fungsi .beberapa dari ruangan pasien yang dijadikan ruangan tambahan untuk unit perawatan penyakit akut. . Ini adalah pilihan bahwa tiap pasien Cardiac punya kamar terpisah atau kamar berukuran kecil untuk privasi dari penglihatan dan pendengaran. walaupun 2 tempat tidur dalam 1 kamar diperbolehkan. bentuk perawatan segera dan kritis. berikut ini yang diperlukan dalam Coronary Care Unit (CCU). Tidak pada tiap Rumah Sakit dapat atau harus menerima Pediatric Intensive Care Unit yang terpisah.

. (seperti balkon.5 m2 c. pencahayaan yang tahan terhadap vandalisme. built in robes. atap. harus disediakan untuk situasi darurat. Keselamatan dan Hak-hak Pasien Mempertimbangkan hal-hal di bawah ini ketika menentukan level perlengkapan/syarat keamanan di dalam fasilitas penyakit jiwa: .Acoustic Privacy Akustik ruang harus dipertimbangkan dan diakomodasi dengan baik. Unit perawatan atau bagian unit perawatan yang aman. kamar-kamar eksklusif. Two bed room – 17. khususnya pada situasi darurat.hak-hak legal pasien . walaupun hanya terdapat satu Ruang Pengasingan per unit perawatan. lemari. Ukuran minimum kamar.Kamar Pasien Kamar pasien harus mengikuti standard berikut: a. seperti bahaya pada staf dan pasien lain (penyerangan) dan terhadap pasien sendiri (bunuh diri). Akses langsung bisa dipilih.keselamatan pasien dan staf . meja. Four bed room – 30 m2 . Fasilitas harus merupakan tempat isolasi aman yang bisa dikunci. peralatan mekanikal yang dipasang di lantai dan lain-lain adalah: b. dan lain-lain) harus dicegah.Jumlah Tempat Tidur Jumlah maksimum tempat tidur di dalam unit perawatan penyakit jiwa sebaiknya 30. . masing-masing dengan akses menuju fasilitas kamar pasien yang lain. Pertimbangan harus diberikan pada proses pengaktifan system alarm oleh staf. . Perlindungan earth leakage (kebocoran) terhadap sirkuit listrik dan temper proof outlets harus disediakan di dalam fasilitas penyakit jiwa. Ini untuk memastikan penahanan situasi bahaya yang potensial dengan beberapa pasien. bergantung pada level perlengkapan/syarat. seperti tombol tekan digital di lokasi darurat sebagai pengganti sistem pengaktifan dengan kunci. Pengaktifan bisa dari call points yang tersembunyi yang cocok atau transmitter personal yang bisa dipindah. dinding. Single bed room – 10. akses menuju ruang luar di atas ground level. tapi tidak diharuskan.status rumah sakit Unit perawatan penyakit jiwa harus mempunyai perlengkapan/syarat keamanan umum pada Unit Perawatan Penyakit Akut. konstruksi dan perabot harus menyediakan perlindungan dari self injury dan kerusakan properti seperti pergeseran door handles. dan lain-lain. plafond dan penetrations – pintu dan jendela) untuk memastikan penahanan yang disebutkan di atas.Security and Glazing Semua jendela dan panel-panel observasi harus dipasangi dengan kaca yang aman atau material alternatif lainnya yang sesuai. Ketika fasilitas penyakit jiwa terletak di dalam bangunan bertingkat tinggi. di dalam area demi area dan sebagai sebuah unit perawatan yang lengkap. harus mempunyai suatu kesatuan barrier yang tahan (lantai. seperti polycarbonate dan lain-lain. Pemilihan door hardware harus menyediakan jaminan keamanan pasien dengan penggunaan yang mudah oleh staf. Sekurangkurangnya 50% tempat tidur sebaiknya diletakkan di dalam single bed rooms. alcoves (ruang kecil di dalam suatu kamar). Untuk tambahan. 59 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .5 m2 d.Tata letak dan persyaratan ruang: Keamanan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari pasien merasa bahwa mereka 'selalu diawasi'.. Area tersebut ukurannya 3. · Pada Unit Perawatan Penyakit Akut. Elemenelemen estetis sebisa mungkin dikurangi pada bagian ini.Nurse Station Harus ada 'nurses station' sehingga staf yang bertugas dalam aktifitas rutin dapat mengawasi pasien secara berkala.Occupational Theraphy 2 Tiap unit psikiatri harus memiliki 1. work tops c. . sebuah pantry berdampingan dengan area makan juga harus disediakan. tiap pasien sebaiknya mempunyai akses menuju kamar pasien.Jendela Pada bagian jendela yang dapat dibuka.Group Therapy Ruang bagi kelompok terapi harus tersedia. Lokasi dalam unit psikiatri tidaklah esessial. Ruang tersebut harus menyediakan area untuk : a. satu ruang digunakan untuk 'quiet activities' . Tambahkan 1. harus disediakan. tapi harus dapat di akses dengan mudah ke unit tersebut.Koridor Variasi dari lebar minimum koridor bergantung pada : a. tetapi tidak diharuskan. displays 60 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .7 m2 untuk tiap pasien dan ukuran ruang minimal seluas 21 m2 . Kelengkapan peralatan untuk menggunakan fasilitas tersebut. kursi roda dan lain sebagainya. Ruangan ini dapat menggunakan fasilitas bersama dengan unit perawatan lainnya.Ruang sosial ( Ruang-ruang Harian ) Setidaknya terdapat 2 ruang sosial yang terpisah harus disediakan. Kaca-kaca harus dari kaca yang aman atau bahan lain yang cocok yang tahan dan konstruksi yang tahan pecah atau tidak mudah hancur. Bisa dilakukan. . . .Gudang Perlengkapan Ruang gudang untuk troli. Ruangan bagi kegiatan terapi membutuhkan penambahan ruang seluas 0.5 m2 per pasien untuk kebutuhan area makan. Ruang tersebut digunakan untuk ruang makan. Dalam hal ini. bahwa kamar pasien bisa diakses langsung dari kamar-kamar pasien yang lain dan tidak melalui area koridor umum.5 m ruangan terpisah bagi tiap pasien untuk kegiatan terapi 2 dengan minimum total area 20 m . Dilengkapi pula dengan kunci-kunci yang dikontrol oleh staf rumah sakit. . Jendela observasi diluar area pasien dapat digunakan jika pengaturannya tetap mengkondisikan file-file pasien tidak dapat dibaca dari luar 'charting space'. atau toilet terpisah dan kamar mandi. Fungsi yang diakomodir. Ruang ini dapat digabungkan dengan 'quite space' seperti disebutkan di atas. . .Pemeriksaan dan Perawatan Minimal 1 ruang pemeriksaan dan perawatan harus tersedia untuk setiap 30 bed unit rawat psikiatri. 'charting area' harus disediakan dengan persyaratan privasi akustik dan visual yang memadai. serta tertutup untuk kebutuhan privasi. handwashing b. gudang d. Kelengkapan tersebut akan dapat menunjang perlindungan dari perlukaan pada diri sendiri dan kerusakan properti. memiliki fitur keamanan/elemen-elemen pengamanan yang efektif seperti jendela-jendela sempit yang tidak memungkinkan pasien untuk lari. dan satu ruang lainnya digunakan untuk 'noisy activities'. dapat berada di luar unit psikiatri dengan catatan bahwa dibuat akses yang baik untuk perlengkapan tersebut sebagaimana dibutuhkan.75 m2 untuk tiap pasien dengan ukuran ruang minimal 12 m2 tiap ruang.Cermin. b. Ukuran dan kebutuhan pantry akan bergantung pada fasilitas yang direncanakan .

dibutuhkan 1 m2 tiap pasien tambahan pada total luas area. . Grafik dari rekam medik 3. Penentuan peralatan. Ukuran ini adalah ruangan tanpa jendela. dengan dimensi minimal 3900x4800mm. Akses untuk membantu berupa ensuite adjacent (ruang dalam ruangan tersebut yang berbatasan langsung dan merupakan fasilitas untuk pengguna ruangan tersebut) 61 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . peletakkan jendela dan perawatan jendela harus lebih diperhatikan dalam hubungannya dengan lokasi peralatan dan servis. dengan tetap menekankan optimalisasi. Fasilitas lengkap yang harus disediakan untuk Birth/Preparation Room (Ruang persiapan kelahiran) adalah sebagai berikut: 1. penyesuaian. Konstruksi dan perencanaan harus dilaksanakan dengan matang untuk mencegah adanya pasien yang sembunyi. Memerlukan tingkat ketenangan yang tinggi. Servis yang berada di ujung atas tempat tidur. Ketika unit perawatan psikiatri memiliki kurang dari 16 kamar. Pintu harus terbuka dan memungkinkan untuk perawat melakukan observasi terhadap pasien dengan tetap memperhatikan privasi dari pasien tersebut. Peletakan pembalut dan trolley pengobatan 4. ruang resusitasi bayi (neonatal) dan ruang penunjang lainnya. terluka maupun bunuh diri. serta mempunyai hubungan langsung dengan Instalasi Rawat Inap khususnya IRNA Kebidanan. Misalnya. Ruangan yang ada dapat difungsikan sebagai ruang harian ataupun ruangan bagi satu pasien saja. termasuk tempat tidur dan kursi kelahiran sangat tergantung pada berapa dimensi ruang tersebut.Birth Preparation Room Setiap Birth/Preparation Room (Ruang persiapan kelahiran) didesain untuk single occupancy (satu kepemilikan). . Dengan kata lain. melarikan diri. . dan konstruksi harus mengikuti kaedah ketentuan unit perawatan : Keamanan. Persiapan dan relaksasi pasien selama proses kelahiran labour 2. Meliputi ruang bersalin (VK). yaitu normal dan persalinan khusus. penggunaan ruang semaksimal mungkin. Jarak 3900 mm disini adalah jarak dari ujung atas tempat tidur sampai ke dinding seberangnya. fungsi area terapi dapat diwujudkan dalam area bagi aktivitas yang menyebabkan kebisingan. Seclusion rooms dimaksudkan untuk ditempati dalam jangka waktu pendek oleh pasien yang menjadi korban bunuh diri. ICU. sebaiknya dilakukan penambahan luas lantai. dan Kamar Bedah. Oleh karena itu. Penyelesaian. Keselamatan. Unit Kamar Bersalin (VK) Fungsi Memiliki akses langsung yang mudah dijangkau dan akses langsung ke zona penunjang medik serta rawat inap kebidanan.Ruang Terpisah (Seclusion Rooms) Di dalam unit perawatan kejiwaan harus ada ruangan terpisah untuk pasien yang membutuhkan keamanan atau perlindungan. menghindari adanya tirai yang panjang di jendela. dan Hak Pasien. Ruangan tersebut harus berlokasi di tempat yang memungkinkan adanya pemantauan secara langsung dari staf perawat.Ruang bersalin harus mengelompokkan pasien sesuai dengan jenis persalinannya. dan lain sebagainya.Kamar bersalin harus dekat dengan Instalasi Gawat Darurat.Area terapi dapat mengakomodasi lebih dari 1 unit perawatan. F. Ruang dengan ukuran 4000 x 5000 mm sangat direkomendasikan. dan peletakan pintu dimana pintu tersebut paling kecil pengaruhnya terhadap ruang. Jika ruangan tersebut memiliki jendela. Radiologi. baik elektrikal maupun mekanikal 5. Laboratorium. Tata letak dan persyaratan ruang: .

Patient's and Father's Lounge (Ruang tunggu pasien dan ayah) Terletak dengan nyaman menuju Control/Nursing Station (Pusat Kontrol dan Kerja Perawat) untuk komunikasi antara pasien. untuk menciptakan dekorasi yang 'home-like' atau senyaman rumah tinggal). Ruang Pendistribusian Obat (Drug Distribution Station) Sebaiknya dibuat untuk penyimpanan. Perlengkapan Kotor (Dirty Utility) Ruang kerja kotor dibutuhkan pada ruang kelahiran. Pembuangan linen kotor dan air kotor 15. fasilitas untuk membuat teh. power) yaitu saat dokter berusaha membuat bayi sadar atau agar bayi bisa bernafas lagi. Perlengkapan Bersih (Clean Utility) Sebuah ruang kerja yang bersih dibutuhkan pada ruang kelahiran. Sterile Supply Akses menuju suplai dari peralatan yang telah steril dan dapat langsung digunakan. Baby Resuscitation (Gases. dll. mobile infant overhead heater. Penggunaan telepon 9. Control/Nursing Station (Pusat Kontrol dan Kerja Perawat) Berlokasi di tempat dimana observasi lalu lintas rumah sakit terutama jalan masuk dan keluar Birth Suite (Ruang Kelahiran). Penggunaan intercom 10. Ruang untuk penambahan peralatan jika dibutuhkan (termasuk infant incubator. Ruang untuk suami/istri Perhatian pada level desain interior juga sangat penting. televisi. Sebuah ruang penyimpanan yang kecil sekalipun masih perlu yang dilengkapi dengan perlengkapan kebersihan. Setelah semua hal di atas tersebut. Sebuah jendela menghadap keluar juga sangat diharapkan. Prosedur waktu (jam) 16. 62 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Unit Kesehatan dari WA dapat membantu memberikan informasi tentang warna dinding dan lantai yang cocok.) 17. Task Lighting ( Examination/Minor Lighting) yaitu lampu untuk bekerja 13. Sebuah ruang kerja kotor. Akustik untuk privasi level tinggi 19. Sebuah ruang supplai bersih disediakan untuk keperluan penyimpanan dan distribusi dari supplai yang steril dan bersih. dapat di dibuat menyatu dengan fasilitas maupun perlengkapan yang lebih besar.· - - - - - 6. Clinical Hand washing (hands off scrub up basin) 18. sang ayah. Penggunaan Nurse Call 7. dan kursi yang nyaman. tempat sampah (salah satu alat untuk persiapan membuat teh). dan staf. Penggunaan Staff Assistant Call 8. persiapan. Pemberian Analgesics (Obat penahan sakit) 12. selain itu juga harus tahan terhadap detergen yang kuat. Area untuk pengantaran tempat tidur 11. yaitu ruang yang digunakan untuk pengumpulan maupun pembuangan dari material-material yang kotor. seperti di ruang perawat. tempat penjualan minuman. Fasilitas yang lebih besar sebaiknya memiliki akses langsung menuju unit ataupun ruang penyimpanan suplai steril(steril supply). Finishing harus dipilih agar dapat memberikan kemudahan dalam membersihkan. Warna-warna yang dipilih harus sedemikian rupa sehingga tidak timbul perubahan persepsi warna oleh pengamat. Tirai pada pintu masuk bisa dipertimbangkan. terutama jika dapat menghadirkan suasana yang 'home-like' –seperti rumah sendiri. telepon.. Toilet. harus disediakan. Hak pasien atas privasi dan penghargaan harus dihormati. atau di perlengkapan kebersihan (clean utility). dibutuhkan gas yang digunakan untuk operasi medis dan listrik 14. demi kenyamanan ruang tunggu tersebut. dan distribusi obat-obatan yang dapat dikontrol.

dengan akses menuju koridor luar untuk memudahkan pengangkutan tanpa melewati ruang kelahiran(birth room). suster. Alternative Birthing Unit Unit ini merupakan unit yang berbasis bidan (mid wife based) yang memungkinkan untuk memilih alternative dalam melahirkan tanpa ber suasana (clinical environment). Gudang Anestesi Ruang penyimpanan untuk tabung gas untuk keperluan medis sebaiknya disediakan.- - - - - - - - - - - - Ruang ini sebaiknya ditambahkan atau berada di dekat ruang perlengkapan kotor(dirty utility room). melakukan beberapa tes. Tempat/Ruang penyimpanan Peralatan Sebuah ruang untuk peralatan dan persediaan (supplies) dibutuhkan pada ruang melahirkan. pergantian staf (staf handover). Pada fasilitas yang lebih kecil. Ruang ini dapat berbagi atau dapat dikases juga dari ruang operasi. cukup menyediakan suatu area saja(spat dipisahkan dengan partisi). Ruang untuk Pembersih (Cleaner's Room) Ruang untuk pembersih yang secara eksklusif digunakan oleh ruang melahirkan sebaiknya disediakan. dan sebaiknya dilokasikan sedekat mungkin dengan ruang melahirkan. dan training untuk staf sebaiknya disediakan pada fasilitas yang lebih besar untuk digunakan oleh para personil dari Ruang kelahiran(teknisi. sebuah ruang terpisah sebaiknya disediakan untuk peralatan tersebut dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. tidak memerlukan ruang khusus. Ruang Kerja Anestesi Hanya pada ruang melahirkan yang berukuran besar. Ukuran unit hendaknya dapat memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan untuk pasien dan staf. Dan sebaiknya dilengkapi dengan meja kerja(work counter). sink. dan penyimpanan peraltan anestesi. interview. digunakan untuk membersihkan. Ruang Ganti Staf Sebaiknya dipisah antara ruang ganti pria dan wanita yang bekerja di ruang melahirkan. Intensive Care (Obstetric) Fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk penggunaan obstetric (obstetric use). dan perlengkapan untuk pergerakan/perpindahan lainnya. dokter). Minimal disediakan sebuah toilet di didalam maupun di dekat ruang melahirkan. Ruang-ruang berikut ini merupakan standar minimum yang perlu dipenuhi : 63 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Nursery (Ruang Bayi) Apabila lokasinya jauh dari ruang ibu (maternity ward). Formula Preparation Room Digunakan untuk melayani ruang bayi. Apabila perlatan anestesi yang digunakan mudah memiliki sifat terbakar. maka ruang bayi yang terpisah untuk observasi pasca kelahiran perlu ditambahkan pada ruang kelahiran. Ruang untuk konferensi. Conference/Handover Room Bergantung pada besar kecilnya ukuran dari ruang melahirkan. Stretcher/Trolley/Equipment Park Perlu disediakan suatu ruang untuk penyimpanan stretchers(tandu). dan area untuk memisahkan barang-barang yang bersih dan kotor. trolleys(tempat tidur yang disorong). Lounge dapat dijadikan satu dengan ruang ini apabila memungkinkan. Namun dapat juga berbagi fasilitas sentral. Staff Lounge Fasiltas lounge untuk staf obstetris sebaiknya disediakan pada fasilitas ruang kelahiran yang besar. dan juga diperlukan apabila ruang kelahiran jauh dari ruang ibu (maternity ward). tapi dilengkapi dengan peralatan medis yang memadai. Unit ini perlu diletakkan berdekatan dengan ruang melahirkan dan ruang operasi.

-

-

-

-

-

-

-

Birthing/Lounge Room Ruangan ini harus mempu mengakomodasi kegiatan-kegiatan berikut: 1. relaksasi di kursi lounge 2. keperluan untuk makan/ dinning facilities (meja, dan kursi makan) 3. keperluan pantry/dapur(termasuk kitchen sink dari bahan stainless steel) 4. keperluan melahirkan, tempat tidur untuk melahirkan, bangku untuk melahirkan, tikar, bean bag, dll 5. tempat penyimpanan peralatan 6. tempat penyimpanan stok-stok yang steril 7. gas untuk keperluan medis 8. privasi 9. clinical handwashing 10. dan akses langsung menuju halaman privat juga sebaiknya ada. Entry (Tempat Masuk) Tempat masuk/entry perlu tertutup/screened untuk privasi. Gudang Sebaiknya mudah diakses dari birthing/lounge room atau lobby tempat masuk. Ensuite/Bathroom Ruangan ini hendaknya dilengkapi dengan toilet, shower, tempat cuci tangan, dan merapikan diri (grooming). Fitout/Finishes (Perlengkapan) Perlengkapan yang ada sebaiknya menyesuaikan budaya taupun gaya setempat. Item-item medis perlu diletakkkan sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau. Untuk penutup lantai, sebaiknya diberi finishing dengan non-slip vinyl di bawah area tempat tidue dan penggunaan karpet sebagai keseluruahn penutup lantai lebih direkomendasikan. Penutup lantai kamar mandi sebaiknya dipilih yang non-slip material. Untuk fininshing dinding dan langit-langit disesuaikan dengan kondisi setempat. Penggunaan tirai dapat diterima dan direkomendasikan. Pencahayaan Pencahayaan sebaiknya lokal, walaupun pengecualian bisa dilakukan untuk lampu pemeriksaan yang bergerak. Pintu Keluar Darurat Lokasi dan ukuran pintu yang cocok sebaiknya disiapkan untuk pemindahan bed darurat ke tempat melahirkan/operasi. Penghawaan Udara Ruang-ruang sebaiknya dikondisikan udaranya dengan kontrol temperatur pada lounge. Hal ini perlu dipertimbangkan karena suhu badan ibu yang baru melahirkan cenderung bervariasi. Akustik Unit sebaiknya memiliki isolasi akustik yang baik dari area sekitarnya.

64

Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Kamar Bersalin
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

G. Unit Peranotologi Fungsi Unit Perinatologi adalah instalasi untuk perawatan bagi bayi yang baru lahir, dan membutuhkan perawatan lebih lanjut. Tata letak dan persyaratan ruang: Unit ini biasanya terletak satu lantai/ dekat/ ada akses langsung dengan unit VK dan IRNA. Unit ini minimal terdiri dari : 1. Adanya ruang intensive care (NICU) 2. Adanya ruang bayi medium care 3. Adanya ruang bayi high care 4. Adanya ruang laktasi 5. Adanya ruang intensif care (NICU, PICU) 6. Adanya ruang dokter 7. Adanya ruang pertemuan 8. Adanya nurse station 9. Adanya ruang pantry untuk staff 10. Adanya lounge untuk ibu

Hubungan Fungsional antar ruang pada Unit Perinatologi
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

64

H. Unit Haemodealisis Fungsi Adalah Unit Instalasi Cuci darah, yaitu tindakan mengeluarkan sisa metabolisme ( koreksi elektrolit darah ), dan cairan tubuh melalui proses pertukaran antara bahan yang ada dalam darah dan dialisat melewati membrane semipermiabel di dalam ginjal buatan. Tata letak dan persyaratan ruang Unit ini biasanya terletak berdekatan dengan Unit laboratorium. Unit ini minimal terdiri dari : 1. Ruang Cuci darah (dilengkapi lavatory) 7. Ruang konsultasi 2. Ruang Cuci darah Hepatitis (dilengkapi lavatory) 8. Ruang kepala HD 3. Ruang cuci darah HIV (dilengkapi lavatory) 9. Ruang CAPD 4. Ruang tungggu 5. Nurse station 6. Ruang dokter

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

2. Pelayanan Pasien Luar Rumah Sakit
A. Instalasi Unit Jalan Fungsi Merupakan fasilitas yang disediakan bagi pasien yang tidak tinggal di rumah sakit, hanya melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan non rawat inap. Fasilitas yang terakomodasi meliputi klinik umum dan spesialisas, dengan dilengkapi fasilitas penunjang medis seperti satelit farmasi dan penunjang non medis seperti fungsi administrasi dan komersial. Tata letak dan persyaratan ruang 1. Adanya pemisahan antara unit rawat jalan infeksius dan non-infeksius 2. Ruang tunggu dapat dipergunakan untuk semua poli, namun diupayakan adanya pemisahan ruang tunggu antara penyakit infeksius dan non infeksius. 3. Poliklinik direncanakan mewadahi ruang konsultasi dan ruang periksa pada tiap unit pelayanan klinik. 4. Pemisahan antara koridor paramedik dan koridor pasien. 5. Sistim sirkulasi dengan menggunakan satu zona yang sama untuk keluar dan masuk. 6. Poli yang ramai letaknya tidak saling berdekatan. 7. Merancang proses way-finding yang baik. Setiap pasien, pengunjung, dan semua staf perlu tahu posisi mereka berada, kemana mereka menuju, bagaimana mereka menuju dan kembali

Hubungan Fungsional antar ruang pada Unit Rawat Jalan
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

65

2. Pelayanan Penunjang Medik / Klinik Bantuan
A. Instalasi Bedah Fungsi Mudah dicapai dari setiap zona terutama dari ICU/ICCU dan CSSD. Memerlukan ketenangan dan privasi tinggi. Berada pada area sentral. Selain ruang bedah, ruang penunjang yang diperlukan adalah ruang anestesi, ruang sterilisasi, ruang penyimpanan alat dan ruang persiapan. Tata letak dan persyaratan ruang: 1. Kualifikasi Ruang Instalasi Kamar Operasi o Dinding terbuat dari porselen atau vinyl setinggi plafond, dengan corak warna bernuansa dingin. o Plafond terbuat dari bahan yang anti bocor dan aman dengan tinggi minimal 2,7 meter dari lantai.

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

untuk itu harus dibuat ruang antara. o Harus disediakan gantungan untuk lampu bedah dengan profil baja yang dipasang sebelum pemasangan plafond. Penentuan jumlah kamar operasi dalam sebuah rumah sakit ditentukan dengan perbandingan 1 : 50 yang artinya 1 kamar operasi digunakan untuk melayani 50 TT. 2. mudah dibersihkan dan tidak licin.ft) = 5. 2008 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .60 meter persegi ( 480 sq. 5. Kualifikasi Luasan Ruang Instalasi Kamar Operasi o Kamar operasi harusnya mempunyai luasan minimal 33. hubungan ke ruang steril dari bagian cleaning cukup dengan sebuah loket yang dapat dibuka-tutup. Pemasangan AC minimal 2 meter dari lantai dan aliran udara bersih yang masuk ke dalam kamar operasi berasal dari atas ke bawah. o Beberapa ahli bedah merekomendasikan untuk luasan kamar operasi adalah o 6.1 meter dan semua pintu harus selalu dalam keadaan tertutup.31 x 7.70 meter persegi ( 600 sq.10 x 7. o Tidak dibenarkan terdapat hubungan langsung dengan udara luar.2 meter dan tinggi minimal 2.62 meter ( 24 x 25 ft ) = 55. 66 Hubungan Fungsional antar ruang pada Unit Bedah Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. o Sedangkan untuk kamar operasi spesialis membutuhkan luasan minimum sebesar 7. kedap air. ft ). Lebar pintu minimal 1. o Dilengkapi dengan sebuah sarana komunikasi darurat dengan bagian kontrol dan laboratorium Unit Bedah Sentral.o Lantai terbuat dari bahan yang kuat.44 persegi (360 sq. o Pemasangan gas medis secara sentral diusahakan melalui bawah lantai atau diatas langit langit. o Ventilasi atau penghawaan sebaiknya digunakan AC tersendiri yang dilengkapi filter bakteri. o Hubungan dengan ruang scrub-up untuk melihat kedalam ruang operasi perlu dipasang jendela kaca mati.31 meter ( 20 x 24 ft )= 44. 4.10 meter ( 18 ft x 20 ft ) sudah termasuk ruang untuk peralatan operasi. o Tersedia rak dan lemari untuk menyimpan reagensia siap pakai. ft ).48 x 6. o Dilengkapi dengan sarana pengumpulan limbah medis.

Persyaratan Udara, Pencahayaan, Suhu, Kelembaban dan Indeks Kebisingan untuk Ruang Operasi: Standar Parameter Ruang Operasi

67

Hubungan Fungsional antar ruang pada Laboratorium
Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

B. Laboratorium Fungsi Memberikan pelayanan diagnostik untuk mendukung IGD, instalasi rawat jalan, radiologi, dan rawat inap. Tata letak dan persyaratan ruang: 1. Berdekatan dengan IGD dan radiologi. 2. Mudah dijangkau dari poliklinik dan IRNA. 3. Udara dalam laboratorium tidak boleh beredar pada satu tempat yang sama karena rentan akan kontaminasi zat-zat aditif, sehingga harus ada akses untuk dapat segera membuang udara. 4. Jika udara akan diedarkan kembali, dianjurkan sistem filtrasi yang sangat baik. 5. Sangat dianjurkan adanya exhaust, tetapi harus memilliki jalur tersendiri agar tidak mengkontaminasi ruang lain. 6. ingkup kerja laboratorium harus dapat menampung perlengkapan penting seperti vacum, gas medik, dan electrical services. 7. Ruang pengambilan/penerimaan spesimen harus terpisah dari ruangan pemeriksaan untuk menghindari kontaminasi. 8. Harus ada almari pendingin untuk menyimpan reagensia tertentu. 9. Ruang pengambilan hasil dapat disatukan dengan administrasi.

C. Radiologi Umum / Fungsi Peralatan & Ruang harus bisa mengakomodasi fungsi, prosedur khusus seperti terapi balok elektron, perawatan radiasi, penggambaran resonansi magnetik, tomografi komputer, unit scan, angiocardiografi, dll.bukanlah fasilitas yang biasanya ada, & tidak ada keterangan tentangnya di dokumen ini. Ketika peralatan di atas merupakan bagiang dari fasilitas maka fungsi & desainnya harus diberikan untuk kebutuhan spesifik untuk keefektifan operasi, aksesibilitas, keamanan & martabat pasien. Sonografi & Ultrasound adalah fasilitas yang biasanya dipakai, karena itu peralatan inilaha yang akan dijelaskan pada panduan ini. Tata letak dan persyaratan ruang: - Peraturan dan Undang-undang Regulasi ini berisi tentang panduan tentang bagaimana fasilitas & peralatan seharusnya digunakan, perlindungan radiasi yang diperlukan, siapa yang mengunakannya, dll. Seharusnya dikonsultasikan untuk memastikan bahwa tiap tahap telah diambil untuk menyediakan fasilitas perlindungan radiasi. Konsutasi ini harus dimulai pada tahap awal perencanaan. Dimensi dan Akses Kamar Ruang sebaiknya memiliki dimensi yang menunjang peralatan yang digunakan, untuk menunjang keamanan & gerak yang effektif dari para staf & pasien. Ketinggian langit–langit sebaiknya didasarkan juga pada peralatan, tetapi pada umumnya ketinggian minimum adalah 3000mm untuk pipa instalasi. Pertimbangan khusus juga harus diberikan pada lebar & tinggi pintu untuk memastikan bahwa pengantaran & pemindahan peralatan tidak terhalang & juga pergerakan trolley pasien tidak terhalang. Sonografi dan Ultrasound Fasilitas sebaiknya tersedia untuk : Peralatan Sonografi & Uasound (mobile) Pemeriksaan Pasien Privasi Pasien Pekerjaan Administrasi (meja & kursi) Tempat cuci tangan staf Tempat pembuangan Tempat penyimpanan (Lemari) - Lokasi Lokasi dari Fasilitas Radiologi dapat bervariasi. Harus diperhatikan kedekatannya dengan kasus kecelakaaan & darurat(jika tersedia), dan juga kamar Operasi , jika pada tidak tersedia theatre X-ray pada kamar Operasi. Fasilitas Staf Tergantung dari ukuran Ruang Fasilitas Radiologi, baik untuk sendiri ataupun berbagi dengan penghuni lain antara lain: · Ruang Makan · Ruang Ganti · Toilet - Fasilitas Umum/ Penunjang Fasilitas-fasilitas publik (dapat secara bersama-sama atau dikhususkan) yang sebaiknya disediakan antara lain : · Ruang tunggu · Kamar ganti (1 untuk penyandang cacat) · Telepon umum · Toilet umum (dapat dipakai untuk penyandang cacat) · Air minum bersih dalam suatu wadah

68

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

-

Persyaratan Penting lainnya Sebagai tambahan, perhatian khusus harus diberikan pada hal sebagai berikut : · Kemampuan daya dukung struktur untuk peralatan rumah sakit; · Perletakan peralatan pada tingkat lantai dan pergerakan yang aman bagi pasien · Ukuran diameter kabel elektrikal yang ber efek pada ruangan kamar (di lantai maupun plafond) · Ventilasi udara untuk peralatan · Perlindungan dengan timah (lead shielding) (grenjeng untuk anti radiasi) · Prosedur waktu (jadwal) · Pencahayaan untuk bekerja/dimmer (pengurangan cahaya); dan · Ruangan isolasi (untuk orang tak sadar, dsb)

D. Patologi Umum / Fungsi Sebagai dasar kebutuhan, sebuah rumah sakit menyediakan layanan bedah (surgical ) dan/ atau Kelahiran (obstetric) yang sebaiknya dapat di akses dan di layani selama 24 jam via telepon dengan layanan bedah termasuk : - Haematology (pengecekan darah) - Klinik kimia (apotik) - Analisis urin - Mikrobiologi (virus, bakteri, dll) - Anatomi patologi (urai bedah) - Cytology (bedah sel) - Bank darah
ARSITEKTUR RUMAH SAKIT

Prosedur prinsip yang harus di keluarkan dalam kontrak layanan termasuk : - Kadar darah (blood counts) - Glukosa darah - Elektrolit tubuh - Urea dan nitrogen dalam darah - Kekentalan darah (koagulasi) - Transfusi darah (jenis dan kecocokan pertukaran) Ruang Simpan Darah / Bank Darah Semua Rumah sakit yang menyediakan layanan bedah dan kebidanan sebaiknya menyediakan fasilitas ruangan simpan darah berpendingin untuk transfusi. Ruang tersebut sebainya dilengkapi dengan monitor pengatur suhu dan sinyal alarm. Hal ini demi kemudahan staf pengontrol dalam menjalankan tugasnya. Pertimbangan perletakan unit ini sebaiknya diberikan dalam hal hubungannya dengan akses setelah jam kerja dan keamanan. Layanan dasar Kapasitas layanan bedah dan kebidanan sebaiknya perlu menyediakan fasilitas pathology khusus di tempat (rumah sakit tersebut). Jika layanan pathology berbasis di rumah sakit, fasilitas berikut sebaiknya disediakan, sebagai kebutuhan minimum: - Laboratorium Pathology, Ruang-ruang terpisah, mampu mengisolasi secara aman, secara spesifik disediakan unutk layanan pathology. Tidak untuk dipakai secar bersamaan dengan layanan lain. Ukuran runag sebaiknya sesuai / cukup dengan fungsi didalamnya, dan menyediakan lingkungan kerja yang aman.

69

guna dilakukan peninjauan lebih lanjut terhadap jasad tersebut oleh pihak-pihak yang berwenang. 2. dan lain-lain. persediaan. dan lain-lain. Pernyataan dari fungsi sebaikya di deskripsikan dalam kontrak dan/atau layanan pathology. urin. Klasifikasi 1. analizer bahan kimia yang sesuai. dan feses). termsuk pendingin jika dibutuhkan. Area kerja dari tempat pengumpulan darah sebainya memiliki bangku untuk kerja. Jika material radio-aktif dipakai. Ketentuan standar keamanan untuk bahan-bahan kimia termasuk penyiram ketika keadaan darurat. Hospital autopsi Dilakukan berdasar permohonan dan oleh praktisi medik jika otopsi forensik tidak mendapatkan hasil. standard (penyangga). 70 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Bangku laboratorium yang menyediakan tempat untuk mikroskop. Fasilitas pengumpulan Spesimen/sampel (darah. E. dan kaca-kaca spesimen mikroskop. jika tergabung. Loker dan fasilitas toilet sebaiknya diletakkan untuk memudahkan bagi staf laboratorium pria dan wanita . seperti: ¾ Bunuh diri ¾ Kecelakaan lalu lintas ¾ Juga termasuk kedalamnya kematian dengan cara yang wajar namun belum diketahui penyebab kematiannya. dan ruang hampa. dan Bak dengan air Ruang simpan darah berpendingin Rak baskom/wadah air untuk para staf mencuci tangan. fasilitas rumah sakit membutuhkan pertimbangan untuk kemungkinan keamanan terhadap bahaya Radio aktif (Radiation Safety Act). incubator centrifugal. tempat simpan yang tepat untuk cairan yang mudah terbakar dan lain sebagainya. dapat diletakkan diluar area laboratorium dan dipakai bersama dengan unit lain. Otopsi forensik (koroner) Bila kematian dari seseorang disebabkan oleh hal-hal yang tidak wajar. Mortuary/ Otopsi Umum / Fungsi Unit mortuari atau otopsi adalah fasilitas untuk menempatkan jasad. Area administrasi meliputi kantor sebagus mungkin ruangan untuk penulisan administrasi. Pencahayaan alami menguntungkan bagi laboratorium jika di lakukan dengan baik. (terminal sterilisasi tidak diperlukan bagi spesimen yang dibakar ditempat). Fasilitas dan perlengkapan untuk terminal sterilisasi (clave otomatis atau oven elektrik) spesimen terkontaminasi sebelum di kirim/diangkut. dan wastafel. pengisian dan rekam perawatan Lounge. . Area kerja sebaiknya termasuk akses untuk menuju layanan elektrikal. gas. ruang bagi pasien untuk duduk. Rak bak air juga dapat dipakai sebagai tempat pembuangan cairan non-racun.- - - - - - - - Lokasi Fasilitas pathology. paling baik diletakkan berdekatan dengan area layanan yang sering dipakai. Fasilitas penyimpanan untuk reagen (bahan reaksi). antara lain ruang operasi dan ruang kelahiran. alat pembilas mata. Fasilitas pengumpulan Urin dan feses sebaiknya dilengkapi dengan WC dan bak cuci tangan.

Holding . Selain itu.Cahaya untuk tambal sintetis .Fasilitas pengembangan dental x-ray .Lemari untuk obat dan serba-serbi . peralatan sudah termasuk meja operasi. dll) . disinfektan dan sterilisasi.Terdapat mesin panel untuk gelas-gelas. Hal-hal yang direkomendasikan: .R.jasad diterima dan dilakuka otopsi namun lebih ke arah mengajari melakukan otopsi kepada calon praktisi.Pembersih ultrasonik . Endoscope . udara/air) c) Turbin udara.Minimal ada 6 titik tambahan power supply untuk darurat (total menjadi 10) .R.R. Level 4 . Endoscopy Umum Berikut adalah area yang harus dipertimbangkan ketika pembangunan pelayanan endoscopic: . Ruangan ini bisa berupa bangunan tunggal yang berdiri sendiri atau tergabung pada fasilitas umum bedah.Table dental dengan kotak untuk penyaringan air dan tambahan: a) Mesin elektrik berkecepatan rendah b) Tiga alat semprot (udara. Penyembuhan . handpiece berkecepatan tinggi .Unit cryotherapy G.jasad hanya diterima tanpa dilakukan otopsi. Level 2 . DENTAL (GIGI) Umum / Fungsi Fasillitas ruang bedah gigi dan mulut pusat seperti ruang operasi pada umumnya.Pembersih bur ultrasonik Semua langkah dilakukan untuk perlindungan radiasi. troli.Penyimpanan pakaian operasi (pasien. pompa tekanan udara . Level 1 . dsb. Prosedur umumnya adalah sebagai berikut : . F.Unit portable dental x-ray .Perlengkapan dental yang telah disebutkan di atas dengan tambahan: a) Penggerak udara berkecepatan rendah b) Alat semprot seperti disebut di atas c) Dua jalur untuk turbin udara berkecepatan tinggi dengan optik fiber .jasad diterima dan dilakukan otopsi.Unit operasi-electro . operator.jasad idterima dan diamati tanpa dilakukan otopsi.Peristirahatan penyembuhan . mesin anestesi. Kerja (kebersihan.Proses Otopsi Proses otopsi dibagi dalam 4 level.R. maupun peralatan elektrikal. Tunggu 71 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . dokter) untuk prosedur x-ray .Alat pencampur (amalgamator) untuk campuran dental . Level 3 .Ada fasilitas untuk dental X-ray Ruang tambahan yang dibutuhkan: . Ruang Operasi unit GIGI dan MULUT Peralatan pendukung/penunjang akan menentukan ukuran akhir dari ruangan tersebut. air.

penghawaan serta ventilasi yang memadai. pencahayaan. Serba guna R.Penggunaan peralatan video . Konsultasi R. Luasan yang lebih fleksibel sangat dianjurkan untuk mengadaptasi perkembangan di masa yang akan datang. Akses langsung ke workroom sangat disarankan. pengecekan dan pemeliharaan endoscope dan persiapan specimen.Aktivitas berbagai bidang . Dokter R.lemari dengan ventilasi untuk penyimpanan endoscope .pembuangan limbah cair dan feses (slophopper). Jika peralatan video digunakan.fasilitas cuci tangan klinis . ukuran luasan ruang endoscopy 4 x 5 m2. Dinding kedap air.Penelitian .Gudang obat 72 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Penggunaan sinar-X Aturan bakunya.- Resepsionis R. . Workroom Workroom wajib memiliki fasilitas .basin yang memiliki tingkat kecekungan yang dalam. maka ukuran minimal luasan ruang berkembang menjadi 5 x 6 m2.suplai air panas dan air dingin. Ganti (pasien&karyawan) Toilet/kamar mandi (pasien&karyawan) Rekam medik Kantor manajer R.area penyucihamaan untuk scope manual antara udara yang tersimpan dan terventilasi (pada level tinggi dan rendah) .7 meter atau lebih. Istirahat karyawan R. .Fluoroscopy . Ruang harus dilengkapi bedah minor yang lazimnya digunakan untuk tindakan anestesi umum dengan instalasi gas medis. . . Kerja karyawan Cleaning service Pembuangan Penyimpanan Workshop Ruang Endoscope Jumlah dan pengoperasian ruang endoscope harus ditetapkan dan ukuran ruang bervariasi tergantung dari: .pencahayaan yang tepat memperlihatkan warna . lantai.Pengobatan bedah laser .disinfektor otomatis endoscope .bangku/tempat duduk untuk aktivitas benchtop (dilakukan dalam posisi duduk) seperti pengeringan. dan perawatan langit-langit sangat penting untuk kemudahan pembersihan. Tinggi langit-langit harus 2. Lebar pintu masuk harus dipertimbangkan untuk akses troli. sistem pembangkit tenaga. dan pengering untuk endoscope prewashing.tempat pembuangan limbah umum dan infectious waste .

Terdapat ruang latihan terapi yang luas dan cenderung tanpa sekat. Storage untuk linen berminyak dan limbah Fasilitas untuk berpakaian bagi pasien. Satu fasilitas handwashing dapat melayani beberapa ruang treatment Sebuah exercise area dengan fasilitas yang tepat untuk level layanan tertentu. dan suction untuk pembersihan ruangan. terbuka. Tata letak dan persyaratan ruang instalasi rehab medik: Letaknya di zona yang mudah dijangkau dari instalasi rawat jalan dan rawat inap.· - Refrigerator/freezer Peralatan kebersihan ultrasonic (optional. Occupational Therapy Beberapa fasilitas yang harus diikutsertakan: handwashing facilities. Gudang umum untuk peralatan dan aksesoris ruangan lain. bebas. Tempat menyimpan linen yang bersih. Harus disediakan juga ruang konsultasi. misalnya kolam renang untuk water theraphy. Kebutuhan ini digunakan juga bagi outpatient dan dapat diakses oleh penyandang cacat. Pelayanan Kesehatan Terapi A. tempat menyimpan pakaian yang aman. dan akses untuk outpatient. Luas lantai yang cukup untuk dibiarkan bersih. Sumber listrik sesuai yang diperlukan di kebocoran bumi. Speech Pathology. Ice-making facilities tersedia di atau dekat fasilitas kesehatan ini. gudang untuk peralatan dan persediaan. akses toilet bagi diffabel.. speech pathology. Terdapat toilet khusus untuk penyandang cacat. Dietetics. dll. 73 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Dimungkinkan terdapat media terapi lain. area aktivitas bersama Lain-lain Beberapa layanan yang juga mungkin tersedia mencakup Pediatry. 4. Pergerakan staf dengan alat (untuk menghindari kerusakan). Terdapat ruang yang dapat menampung alat-alat rehabilitasi medik. Tempat menyimpan peralatan dan persediaan. dan Psychological Counselling harus memiliki acoustic untuk privasi dan kenyamanan. Instalasi Rehabilitasi Medik Fungsi Memberikan layanan terapi penyembuhan seperti fisiotherapy. Psychology and Social Work. ruang tunggu. tapi disarankan) Ventilasi Udara yang dipadatkan (compressed air). Dapat berupa lemari atau mobile storage trolley. Ruang konsultasi. shower dan fasilitas toilet. nyaman. Physiotherapy Layanan physiotherapy harus menyediakan fungsi atau fasilitas: Individual treatment area atau area untuk privasi pasien Staff handwashing facilities di ruang treatment.

Ruang rapat . . dengan akses yang tertentu (tertutup). jika diperlukan . fasilitas disediakan untuk mengakomodasikan aktivitas administrasi sebagai berikut: . tetapi dekat dengan entry point . dan lain-lain. Tata letak dan persyaratan ruang: Unit ini biasanya terletak dekat dengan zona administrasi dan poliklinik.Adanya ruang untuk mereview catatan medis pasien.Pengecekan ulang terhadap medical record dan laporan persiapan. . yang berisi data tingkat ketahanan konstruksi pelingkup bangunan. .Aktivitas administrasi dan clerical yang berhubungan dengan managemen medical record .Ijin masuk pasien .Gudang untuk perlengkapan kantor. alat tulis dan persediaan . peralatan kerja dan cadangan. suster.ruang tunggu .telepon umum Sebagai tambahan.toilet umum .Gudang penyimpanan yang tertutup (aman) untuk data seluruh pasien.Penyimpanan peralatan kantor.Recepsionis dan informasi pengunjung/pasien . . pengobatan.Ruang interview khusus yang mencakup prosedur perizinan . . account forms. administrasi.Hubungan Fungsional antar ruang Unit Rehab Medik Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras. sementara gudang penyimpanan tertutupnya terletak di level semi basement ataupun basement. voucher.Akomodasi ruang kantor untuk menunjang kepentingan administrasi. medis dan perawat baik secara umum dan/atau individu. termasuk gudang penyimpanan tersier dan sekunder. Termasuk gudang sekunder dan gudang tersier yang dibuat dengan konstruksi tahan api. 2008 5. jika diperlukan .Ruang penyimpanan yang aman untuk semua data pasien.Gudang untuk Ledgers. dan ruang konferensi serba guna 74 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Ruang yang cukup untuk kursi roda.Kantor individu/umum untuk mewadahi kegiatan kasir. dan .Ruang penyimpanan kursi roda. Fasilitas Administrasi Layanan ini harus ada.Unit ini terdiri dari : . diluar jalur untuk sirkulasi normal tetapi dekat dengan pintu masuk . di luar jalur sirkulasi utama. Rekam Medik / Administrasi Fungsi Sebagai tempat dimana data – data mengenai catatan medis pasien disimpan dan didata sebagai arsip. akses ke main entrance dan berhubungan dengan fungsi di bawah : .Adanya ruang untuk kegiatan administrasi catatan medis.

Fabrikasi .Poin(kounter) pengambilan dan penerimaan terkendali. . . Administrasi . jumlah pasien untuk dilayani.Ketetapan dari pembungkusan dan pemberikan label . B. . komunikasi. . jika bisa diterapkan) dan peralatan.Konter dan lemari bekerja untuk aktivitas berkenaan dengan farmasi. penyimpanan. dan tambahan dari service bersama atau dibeli. Gudang/ Penyimpanan .Penyimpanan limbah .Area pengendalian mutu C.Gudang/Penyimpanan dengan pendingin. A.Gudang/Penyimpanan yang aktif .Gudang/penyimpanan yang aman untuk narkotika dan obat/drugs yang dikontrol. . E.Gudang/Penyimpanan untuk peralatan dan persediaan umum yang tidak digunakan.Area pencampuran yang dilakukan tanpa persiapan.R.Ketetapan untuk cek silang dari pengobatan dan profil obat dari pasien individu. staf kontrol. Penyimanan Obat/ Farmasi Umum Ukuran dan jenis service untuk disajikan di apotik akan tergantung pada jenis sistem distribusi obat yang digunakan. Dispensing (pembagian) . .Ruang atau area terpisah untuk fungsi kantor yang mencakup meja tulis. Ruang atau deretan apotik ditempatkan untuk akses nyaman. dan referensi. .Area untuk tinjauan ulang dan perekaman dari order/pesanan.Disku si Hubungan Fungsional antar ruang Unit Rekam Medik Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras.Fasilitas handwashing harus tersedia di dalam tiap ruang terpisah di mana pengobatan terbuka ditangani. lain-lain . dan keamanan. 2008 6.Gudang/penyimpanan alkohol dan cairan yang mudah menguap dengan konstruksi seperti diperlukan oleh peraturan relevan untuk unsur dilibatkan. Fasilitas (mencakup satellit.Ruang untuk pendidikan dan pelatihan (mungkin di ruang multi tujuan bersama dengan unit yang lain). . D. .Ketentuan untuk konseling dan instruksi pasien (mungkin adalah di ruang terpisah dari apotik). 75 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Lemari atau rak penyimpanan untuk sistem pengembalian informasi obat.Area pencampuran obat .

Jika fasilitas ini terpisah dari bangunan pelayanan utama. Pengaturan dan konstruksi harus mematuhi persyaratan menurut undang-undang dan Standard yang relevan. maka sebaiknya tersedia jalur yang terlindung dari hujan dan panas.5 sampai 1 meter persegi per tempat tidur Bila berada dalam bangunan banyak lantai maka sebaiknya laundry ada di lantai paling bawah untuk mencegah gangguan suara. tempat dimana linen – linen kotor diproses. Linen . Loket Keluar Linen Bersih Pengaturan sirkulasi agar tidak bersinggungan antara linen bersih dan linen kotor Pada pembuangan ke IPAL diberi penangkap detergen Biasanya berdekatan dengan boiler house Disarankan pula berdekatan dengan ruang housekeeping Tidak ada bakuan luas minimal ruang laundry. tempat linen – linen bersih ditampung dan didistribusikan ke lantai . tersedia suatu area pekerjaan yang steril dengan bangku aliran berlapis dan kerudung. R Cucian Bersih. Gudang Textile. . Jalur sirkulasi dan distribusi yang terpisah dengan jalur sirkulasi pasien.linen yang kotor dibawa dan diproses pada instalasi laundry yang terletak pada area servis. dll. Kamar Jahit.Clean Linen Storage. R Cucian Kotor. Akses yang terpisah untuk linen kotor dan bersih Distribusi linen kotor ke instalasi laundry mungkin dilakukan dengan linen chute . R Setrika. kisaran 0. dan memproses linen dan lakan kotor rumah sakit. Ruang Laundry. 7. Kriteria Minimal perencanaan dan Tata letak dan persyaratan ruang : Sebuah ruang untuk menampung linen kotor yang akan diproses dilengkapi dengan fasilitas pencuci tangan.- - Menyediakan akses yang nyaman ke lemari karyawan. untuk menjaga kelayakan dan kebersihan pelayanan pasien. getaran serta kemudahan pengelolaan penyaluran air limbah. Terdapat R Ka-Unit. Pertimbangan untuk diberikan ke persyaratan phisik dari aktivitas spesialis seperti persiapan yang cytotoxic. Area ini harus memiliki kapasitas yang sesuai demi efisiensi operasi Rumah Sakit. laundry/ Pengolahan Linen Fungsi Fungsi laundry adalah Menerima. Loket Masuk Linen Kotor.lantai pelayanan medis. 76 Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Laundry ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . jika dilaksanakan. mensortir. Pada umumnya merupakan fasilitas bersama dengan staf rumah sakit yang lain. shower. Kemudian linen yang telah bersih dikirimkan untuk ditampung pada gudang linen bersih yang pada umumnya terletak di setiap lantai instalasi rawat inap. ruang bersantai/sofa. Jika solusi yang intravenous (kedalam pembuluh darah) disiapkan di apotik. R Kerja Cuci.

dinding.8. ICU. .Lokasinya harus jauh dari penglihatan dan jangkauan pengunjung. kisaran luas dapur utama minimal 0. Kelembaban penyimpanan dalam ruangan 80 -90 %. atau langit-langit dengan ketentuan sebagai berikut : a. minyak tanah) . IGD.layout dapur utama etidaknya adalah panjang ruang sama dengan dua kali lebar ruang . .6 meter persegi per tempat tidur 77 Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gizi ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . dan unit kandungan.tidak ada bakuan luas.Semua gudang bahan makanan hendaknya berada di bagian yang tinggi. Tata letak dan persyaratan ruang: . .Tidak diperbolehkan ada jaringan drainase disekitar gudang makanan. . .Semua bahan makanan disimpan pada rak-rak dengan ketinggian rak terbawah 15 cm – 25 cm.Penyimpanan bahan makanan tidak boleh menempel pada lantai.minimalisasi cross-traffic ataupun aliran maju mundur (back-tracking) . . ataupun bahan aman dan riskan flameable (misal tabung gas.terapkan organisasi ruang dalam aliran yang menerus mulai dari ruang penerimaan hingga penyajian .Bahan makanan tidak diletakkan di bawah saluran air bersih maupun air limbah untuk menghindari terkena bocoran. . rata.gudang penyimpanan terpisah antara basah dan kering. Instalasi Gizi (Dietary Service) Fungsi: Memberikan pelayanan konsumsi gizi bagi unit perawatan. Jarak bahan makanan dengan langit-langit 60 cm d.Permukaan dinding harus kuat. berwarna terang dan menggunakan cat yang tidak luntur serta tidak menggunakan cat yang mengandung logam berat.Memiliki pintu masuk dan keluar tersendiri.Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm b. .Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm c.pengamanan terhadap bahaya kebakaran menjadi poin penting dalam perencanaan unit gizi utamanya dapur .

2. Aktivitas utama yang diwadahi dalam unit adalah : . Standar dan ketentuan terkait dapat dilihat pada Ketentuan Fungsi. Tata letak dan persyaratan ruang: 1.workshop/bengkel kerja peralatan medik .penyimpanan alat dan gudang .workshop/bengkel kerja kendaraan . 78 Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi IPSRS 10. Tingkat efektivitas pengaturan sampah tergantung dari kewaspadaan staf kebersihan dalam meminimalisasi sampah dan tingkat ketelitian dalam pemisahan sampah dari sumbernya menurut jenisnya.9. dilengkapi dengan ruang-ruang kerja berupa bengkel dan workshop. Dalam kasus ini. Lokasinya di zona servis yang relatif jauh dari zona perawatan maupun zona penunjang medik. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Ruang dibuat relatif luas dan terbuka tanpa sekat untuk memudahkan aktivitas. tata letak lantai dan peletakan titik-titik pengumpul sampah menjadi sangat penting. terutama di ruang perbaikan alat.workshop/bengkel kerja pertukangan kayu . Pengelolaan dan Pembuangan Sampah Perlu adanya fasilitas yang memadai untuk penyimpanan dan pembuangan sampah yang aman.loker staf Fungsi: Merupakan instalasi yang melakukan pemeliharaan maupun perbaikan terhadap sarana dan prasarana rumah sakit. Bengkel dan Peralatan (IPSRS) Mengingat karakter aktivitasnya maka bengkel dan peralatan diletakkan terpisah dari kelompok unit lain. Pemisah bisa menggunakan ruang fungsional garasi atau deret gudang.administrasi/supervisor .

ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 79 . Pemeriksaan pada persetujuan yang penting mengenai standar. Tata Cara Pengaturan Sampah Standar dan ketentuan yang berlaku tergantung dari spesifikasi bangunan dan peraturan setempat mengenai tatacara pengolahan sampah. Fasilitas untuk membersihkan tangan harus diletakkan berdekatan dengan area pengumpulan sampah untuk material medis di mana material klinis ditangani. Kereta dorong tidak boleh terakses oleh publik dan sebaiknya tidak terlihat pada area yang diamankan. Uap yang terbentuk pada proses disinfeksi sampah cair masih harus distabilisasi sebelum dialirkan menuju pembuangan. Ukuran kereta pengangkut dan keranjang sampahnya ditentukan dari kuantitas sampah rumah sakit dan berapa titik pengumpul sampah yang mungkin diadakan. yang dinding dan lantainya dikeramik sehingga mudah dibersihkan. Aspek yang penting dalam manajemen sampah yang baik. Pada rumah sakit yang cukup mampu dapat dipasang sistem pembersih mekanikal. diharapkan ditangani oleh sub-konsultan yang relevan pada bidang tersebut. mencegah bau keluar. tetapi akan sangat bermanfaat pada sebuah institusi rumah sakit yang cukup besar. Sebagian besar lokasi kereta dorong pada area klinis harus diletakkan dalam ruang perawatan. serta penggantian kereta dorong. Troli-troli ini sebisa mungkin tidak dapat diakses oleh publik. Hal ini akan terasa agak sulit pada awalnya terutama pada rumah sakit dengan skala kecil. kode dan peraturan ini. Titik Pengumpulan Pada Ruang Kerja/ pos Kerja A. Dapat pula dipakai sistem terpadu di mana diterapkan biaya kebersihan sesuai kuantitas sampah yang dihasilkan. troli pengangkut. Peraturan manajemen rumah sakit memungkinkan sebagian besar proses daur ulang dilaksanakan pada tingkatan pengguna. tetapi tetap memungkinkan staf untuk membersihkan tempat sampah. Dengan alasan pemisahan sampah inilah maka sebaiknya pembuangan sampah pada area klinis ditempatkan dalam treatment area. Pada unit ini mungkin dapat diterapkan sistem penguapan dan pengeringan dengan udara. dan area itu sendiri. Area Klinis Luasan ruang yang efisien dan didesain berdasar kebutuhan sangat dibutuhkan untuk penyimpanan kereta dorong 240L di titik-titik yang stategis pada setiap sektor. Mungkin diperlukan pula ruangan kecil yang diperuntukkan bagi penyimpanan troli pengangkut. mengurangi dekomposisis organik. Area pembuangan sampah harus didesain sedemikian rupa sehingga dapat mengamankan material. di mana pengaturan sampah sudah cukup membutuhkan biaya yang tidak sedikit. adalah kemudahan bagi produsen sampah pada proses pemisahan sampah. Pengukuran minimalisasi sampah dapat dilakukan dengan sistem bar code atau penimbangan sampah. baik digunakan keranjang sampah dan kereta pengangkut sampah yang dibedakan menurut warnanya.Pada area lain mungkin membutuhkan ruang/ceruk untuk menyimpan kereta dorong. Peraturan standar lainnya akan diaplikasikan pada spesifikasi bangunan untuk area pembuangan sampah dan rute pembuangan limbah cair yang berhubungan dengan proses manajemen sampah. Dinding dan lantai pada daerah tersebut harus diberi penutup lantai untuk memudahkan dalam pembersihan. Titik-titik pengumpulan pos kerja harus mudah diakses oleh staf yang bertanggungjawab atas pembuangan dan pemindahan. Sedangkan pembedaan warna tersebut akan lebih memudahkan staf terutama saat pergantian shift kerja staf kebersihan. Pemisahan material-material yang dapat didaur ulang pada tingkat pengguna akan membutuhkan area penyimpanan yang lebih besar dibandingkan bila dicampur dengan metode pengumpulan daur ulang. dan bahkan dihindarkan sevara visual dengan menyediakan koridor servis khusus yang aman.Untuk membedakan jenis-jenis sampah.

Benda tajam harus ditampung dengan aman baik pada pembuangan ataupun wadah daur ulang. Penampungan sampah sebaiknya dipisahkan melalui jalur sampah medis yang disediakan dan disetujui kontraktor pembuangan. untuk selanjutnya mungikn dimasukkan dalam incinerator. Dalam kondisi ini. Hanya dibutuhkan wadah khusus untuk penampungan sementara jaringan tubuh manusia untuk secepatnya dibekukan segera setelah dibuang. Untuk keperluan ini dinding tempat penyimpanan benda tajam biasanya diberi perlakuan khusus. dan ke incinerator. Titik-titik pembuangan yang memadai dibutuhkan pada area perawatan. dan material radioaktif umumnya dihasilkan secara tak teratur dan dalam jumlah relatif kecil. Perkiraan jumlah kereta 240L yang dibutuhkan untuk tiap bagian rumah sakit harus didasarkan pada campuran pilihan pengumpulan material daur ulang.Pemisahan material yang dapat didaur ulang pada titik pengguna akan membutuhkan jumlah gudang yang lebih besar dibandingkan apabila material tersebut dicampur. Sampah berupa jaringan tubuh manusia. agar jarum dapat dikontrol dan terlihat saat sudah tiba waktunya untuk dibuang. Sedangkan bagi material tajam yang masih dapat digunakan. meterial-material ini umumnya tidak terlalu banyak mengambil tempat pada area pengolahan. kecuali rumah sakit tersebut memiliki fasilitas khusus yang menyebabkan produksi sampah jenis tadi di atas normal. dan zat radioaktif. Ruang penyimpanan bagi zat-zat tersebut tidak terlalu diperlukan di area perawatan. disediakan kontainer khusus yang terpisah. Buangan cytotoxic dan zat radioaktif harus diawasi oleh staf yang berpengalaman. Muatan kereta yang 240 liter tadi diasumsikan untuk metode campur ini. biasanya dibutuhkan bantalan/lapisan tambahan pada dinding kontainer. segera setelah diambil (dibekukan jika perlu). Tempat penyimpanan kecil harus disediakan di bagian yang membuang jaringan manusia. Dibandingkan sampah jenis lain. Pembuangan zat-zat ini umumnya tidak terlalu sering. cytotoxic. jaringan (tubuh manusia). mengingat cara terpisah akan tidak praktis diterapkan pada area seperti rawat inap. Kontainer pembuangan benda tajam dapat dibuang melalui saluran pembuangan klinis apabila jalur tersebut memang dirancang untuk itu. kecuali rumah sakit memiliki fasilitas khusus bagi sampah tersebut. Area Kantor Ruang dengan luasan yang memadai dan direncanakan sesuai kebutuhan harus dialokasikan untuk penyimpanan kereta dorong 240L pada tempat-tempat strategis di setiap area kantor. dan tidak memerlukan proses pemindahan kecuali oleh kontraktor. Jaringan ini harus dipindahkan ke bagian manajemen penanganan sampah. 80 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Kebutuhan ruang kereta dorong untuk material daur ulang tidak diperlukan untuk area bangsal. Penanganan sampah seperti ini rutinitasnya dapat lebih longgar. cytotoxic (racun pada jaringan tubuh) dan zat radioaktif sangat jarang terjadi dan jumlahnya kecil. racun sitotoksik. Beberapa tim manajemen rumah sakit membutuhkan incinerator meskipun tidak ada peraturan untuk menyediakan pengemasan secara benar. Jaringan pada manusia. Sedangkan racun sitotoksik dan bahan radioaktif membutuhkan penanganan khusus oleh tim yang ahli di bidang tersebut (biasanya ahli farmasi atau BATAN di Indonesia). Buangan wadah benda tajam yang didaur ulang umumnya disebabkan oleh suplai dari kontraktor. Prosedur penanganan sampah berbeda harus disediakan untuk benda tajam (jarum). Umumnya rumah sakit menyediakan pembakaran sampah (incinerator) untuk keperluan ini. B. Aspek yang penting dalam manajemen sampah yang baik tergantung pada produksi sampah dalam memenuhi proses pemisahan sampah. umumnya apoteker.

Area ini hanya digunakan untuk kebutuhan manajemen sampah. Titik-titik pengumpulan pos kerja harus mudah diakses oleh staff yang bertanggungjawab atas pembuangan dan pemindahan serta penggantian kereta dorong.ruang istirahat (lounge) 81 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . pertimbangan diberikan untuk : .ruang ganti (change room) . Kebijakan Manajemen Rumah Sakit memungkinkan untuk menghancurkan laporan-laporan penting dan rahasia sebelum dibawa ke area daur ulang (penanganan sampah).ruang shower (showering) .loker .snack bar/coffee shop . Penyediaan ruang-ruang berikut dibutuhkan dalam area penanganan manajemen sampah: A. BULK WASTE MOVEMENT Pergerakan cart disekitar lokasi dan selama proses pembuangan sangat diperlukan. Pengawalan yang ketat dibutuhkan dalam membawa dan membuang limbah medis. Limbah klinis diubah menjadi limbah dan diolah di lantai dasar. . Lokasi fasilitas penghancur dokumen sebaiknya diletakkan berdekatan dengan area penyimpanan kereta (yang digunakan untuk menyimpan dokumen rahasia yang akan dibuang tersebut). C.Kereta sampah biasa harus selalu diletakkan dekat dengan kereta kertas daur ulang untuk mengatasi pemisahan sampah biasa dengan material daur ulang yang tidak sistematis.grooming/handwashing .florist . cart juga harus dapat diakses dari berbagai level. memberikan pengamanan ekstra dalam pelaporannya. penyimpanan dan pemilahan sampah. Selain itu.farmasi bank .toilet .gift shop .Incineration Ketika incinerator dibutuhkan.Land Fill Penggunaan Land fill dalam pengolahan limbah medis membutuhkan negosiasi dengan pemerintah lokal.penata rambut. Area pembuangan sentral untuk benda-benda yang membutuhkan kerahasiaan.potensi untuk pemulihan panas yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah (konservasi energi) 11. B. Kereta dorong tidak boleh terakses publik dan sebaiknya tidak terlihat pada area yang diamankan.konstruksi dan instalasi (fasilitas yang tahan api etc) . Pelayanan Penunjang Fasilitas Fasilitas yang mungkin disediakan adalah: . dll kebutuhan Staff Fasilitas yang mungkin dapat disediakan untuk melengkapi kebutuhan staf: . Kebanyakan dari medical waste dapat diatur dengan menggunakan land fill. PENGOLAHAN SAMPAH/LIMBAH . Area Manajemen Penanganan Sampah Ruang dengan luasan yang cukup dan tertutup sebaiknya disediakan untuk pengumpulan.kapasitas (penyesuaian terhadap kapasitas muat incineratior) .

aman.pantry . Demonsrasi suatu metode baru dalam perawatan pasien juga akan menggunakan fasilitas ini. Fasilitas Pendukung Lainnya Fasilitas ini antara lain cleaning service. Fasilitas A. Selain itu. dan nyaman.tempat meyimpan mainan .percakapan Internal . pintu masuk dan keluar mobil ambulans harus memiliki jarak yang cukup jauh dengan pintu masuk utama dan jauh dari jarak pandang orang-orang di sekitarnya. Selain itu. Ukuran dan tempat menyesuaikan kebutuhan yang ada.view ke luar (bukan jalan raya) yang baik dan tenang beberapa area service yang mendukung dapat diletakkkan berdekatan dengan area ini. ruang ini juga akan berfungsi sebagai ruang rapat atau pertemuan antar staf di rumah sakit. 12. Perawatan Anak Perawat-perawat terbaik sangat direkomendasikan untuk fasilitas perawatan anak ini. atau workshop mengenai rumah sakit.tempat bermain outdoor yang aman . Fasilitas Pembelajaran/ Studi Ruang seminar Luas minimum = 28 m2. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Ruang Kuliah Ruang kuliah ini nantnya akan digunakan sebagai fasilitas belajar bagi para calon-calon perawat atau pegawai lainnya. Gudang Sebagai fasilitas penyimpan alat-alat pembelajaran. ruang ini perlu dilengkapi dengan fasilitas audio-visual.konsultasi bagi keluarga penderita . selain itu harus ada hubungan dengan akses pengangkutan dan penurunan pasien. janitor. RAMPS Ramp harus disesuaikan dengan standar yang ada.toilet anak dan staf . ANTAR JEMPUT AMBULANS Titik antar jemput mobil ambulans harus terlindungi dari hujan dan panas. dari mobil ambulans ke ruang UGD atau ruang penting lainnya harus dibuat seefisien mungkin.ruang ibadah dan Ruangan harus mudah diakses oleh penyandang cacat.loker tempat simpan jaket atau sepatu .kantor staf .Ruang Doa/ Ibadah Memisahkan ruang sebagai fungsi tunggal seperti : . sehingga ambulans dapat beroperasi dengan cepat.tempat tidur anak . Area perawatan anak meliputi: . akses ini tidak boleh melewati area publik. AKSES AMBULANS Akses utama keluar dan masuk mobil ambulans tidak boleh bergabung dengan akses lalu lintas yang padat. Selain itu. B. selain itu.tempat bermain anak . dan sebagainya. Akses jalan. Ruangan ini natinya akan digunakan untuk mengadakan seminar. C. 82 Perpustakaan Di sini nantinya akan dapat diletakkan berbagai literatur medis yang dapat digunakan untuk mencari data bagi para staf pegawai.

buklet info pasien) DPC registrasi pasien (review formulir. profil medis. PEMULIHAN (penyegaran.13. penjelasan) GANTI (gudang pakaian) RUANG PRA OPERASI (identifikasi. PEMULIHAN (observasi lanjutan. record) IZIN MASUK/ PENERIMAAN (record akhir. PEMULIHAN (Perawatan pasca operasi/penyadaran) TAHAP 2. akses pengunjung) 83 KEMUNGKINAN TAHAP 3. tagihan. GANTI (gudang pakaian) FORMULIR (pembebasan. recliners. pengecekan) BATAL (jika ditemukan ketidakpuasan) REVIEW HASIL PEMERIKSAAN RUANG ENDOSCOPY/TINDAKAN (anestetik/tindakan ) ARSITEKTUR RUMAH SAKIT PERHENTIAN AMBULAN TAHAP 1. Diagram Pergerakan Pasien PENJADWALAN ULANG DOKTER BEDAH (tindakan/pemilihan pasien) FORMULIR (perjanjian medis. petunjuk) RUMAH SAKIT (gawat darurat/rawat inap) RUMAH (follow up pasca operasi) . keuntungan. instruksi pasca operasi.

Persyaratan ruang sebagai berikut : Permukaan dinding rata dan berwarna terang Lantai terbuat dari bahan yang kuat.20 meter dan tinggi minimal 2. ruang ganti pakaian. 84 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . dapat dilengkapi dengan penghawaan mekanis (exhauster) . Di dalam ruang publik berlangsung aktivitas-aktivitas pelayanan rumahsakit kepada publik. ruang komputer.10 meter. mudah dibersihkan. mudah dibersihkan.00 meter dari lantai. Dinding ruang penginderaan medis berwarna gelap. Dinding ruang laboratorium dibuat dari porselin atau keramik setinggi 1. Publik dapat mengakses area ini namun terbatas. kerangka harus kuat. berwarna terang. dengan ketentuan dinding disesuaikan dengan pancaran sinar yang dihasilkan dari peralatan yang dipasang di ruangan tersebut. kedap air. ruang bedah mayat (autopsy). rawat jalan. ruang resepsionis. Zona dengan Risiko Tinggi Zona risiko tinggi meliputi: ruang isolasi.50 meter dari lantai dan sisanya dicat warna terang. Lebar pintu minimal 1. Zona dengan Risiko Sedang Zona risiko sedang meliputi : ruang rawat inap bukan penyakit menular. Ruang publik direncanakan berada di area yang sangat publik dengan tingkat pencapaian yang tinggi. Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggian minimal 1. bila ventilasi alamiah tidak menjamin adanya pergantian udara dengan baik. Penataan ruang bangunan dan penggunaannya harus sesuai dengan zonasi fungsi yang telah ditentukan sehingga dapat berkaitan dengan zonasi yang memenuhi persyaratan kesehatan yaitu dengan mengelompokkan fungsi ruangan berdasarkan tingkat risiko terjadinya penularan penyakit sebagai berikut : Zona dengan Risiko Rendah Zona risiko rendah meliputi : ruang administrasi. Zona 2 – wilayah ini berkarakter privat.14. dan ruang jenazah dengan ketentuan persyaratan sebagai berikut : Dinding permukaan rata dan berwarna terang.70 meter dari lantai. diantaranya instalasi gawat darurat. dan ruang pendidikan/pelatihan. warna terang. Ventilasi dapat menjamin aliran udara di dalam kamar/ruang dengan baik. Langit-langit harus terbuat dari bahan yang kuat. ruang penginderaan medis (medical imaging). Zona 3 – wilayah yang menyediakan dukungan bagi aktivitas rumahsakit: kantor pengelola rumah sakit dan ruang serbaguna. Wilayah ini menerima limpahan kerja dari zona luar dan membutuhkan akses khusus untuk mendukung pelayanan khusus: program ruang yang direncanakan pada zona ini adalah fasilitas rawat inap. dan ruang tunggu pasien. instalasi rawat jalan. Yang Perlu Diperhatikan dalam Desain A. dan tinggi minimal 2. dan ambang bawah jendela minimal 1. ruang perawatan intensif. Tata Fungsi Zona Fungsi Dalam Rumah Sakit Zona 1 – wilayah ini berkarakter publik. Persyaratan bangunan pada zona dengan risiko sedang sama dengan persyaratan pada zona risiko rendah. kebidanan.40 meter dari lantai. laboratorium. ruang pertemuan. dan pertemuan antara lantai dengan dinding harus berbentuk konus. ruang perpustakaan. farmasi dan diagnostik. tembok pembatas antara ruang Sinar X dengan kamar gelap dilengkapi dengan transfer cassette.

Tata Sirkulasi Sirkulasi Internal Sistem sirkulasi di dalam bangunan adalah pengaturan hubungan antar fungsi ruang yang saling terkait.5 meter. ruang bedah mulut. Fasilitas selasar/koridor penghubung antar ruang tindakan. yang terdiri dari beberapa fasilitas sirkulasi. kedap air. Khusus ruang operasi. b. atau dicat dengan cat tembok yang tidak luntur dan aman. warna terang. berwarna terang. untuk setiap ruang operasi yang terpisah dengan ruang lainnya.70 meter dari lantai. dan semua pintu kamar harus selalu dalam keadaan tertutup.40 meter dari lantai. Lebar pintu minimal 1. dan rawat inap intensif. dan tinggi minimal 2. Pemasangan gas media secara sentral diusahakan melalui bawah lantai atau di atas langit-langit. OK. ruang perawatan gigi.00 meter dari lantai. c. B. Zona dengan Risiko Sangat Tinggi Zona risiko tinggi meliputi : ruang operasi.20 meter dan tinggi minimal 2. Pemasangan AC minimal 2 meter dari lantai dan aliran udara bersih yang masuk ke dalam kamar operasi berasal dari atas ke bawah. yaitu : a. dan ambang bawah jendela minimal 1. untuk itu harus dibuat ruang antara. dengan lebar minimal 2.10 m. dan pertemuan antara lantai dengan dinding harus berbentuk konus. dan ruang patologi dengan ketentuan sebagai berikut : Dinding terbuat dari bahan porslin atau vinyl setinggi langit-langit. ruang gawat darurat.10 meter. kerangka harus kuat.- Lantai terbuat dari bahan yang kuat.70 meter dari lantai. emergency. Lebar pintu minimal 1. hubungan ke ruang steril dari bagian cleaning cukup dengan sebuah loket yang dapat dibuka dan ditutup. Hubungan dengan ruang scrub–up untuk melihat ke dalam ruang operasi perlu dipasang jendela kaca mati. Lantai terbuat dari bahan yang kuat. Penggunaan tangga atau elevator dan lift dilengkapi dengan sarana pencegahan kecelakaan seperti alarm suara dan petunjuk penggunaan yang mudah dipahami oleh pemakainya atau untuk lift 4 (empat) lantai harus dilengkapi ARD (Automatic Rexserve Divide) yaitu alat yang dapat mencari lantai terdekat bila listrik mati.20 meter dan tinggi minimal 2. Langit-langit terbuat dari bahan yang kuat. mudah dibersihkan. berwarna terang. Fasilitas tangga sebagai penghubung antar lantai maupun penggunaan alat bantu sirkulasi vertikal berupa ramp pada pengembangan bangunan berlantai banyak pada fungsi-fungsi yang bersifat emergency. kedap air. mudah dibersihkan. Langit-langit terbuat dari bahan yang kuat dan aman. dan tinggi minimal 2. 85 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . ruang bersalin. Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggian minimal 1. harus disediakan gelagar (gantungan) lampu bedah dengan profil baja double INP 20 yang dipasang sebelum pemasangan langit-langit Tersedia rak dan lemari untuk menyimpan reagensia siap pakai Ventilasi atau pengawasan sebaiknya digunakan AC tersendiri yang dilengkapi filter bakteri. seperti trauma center. Khusus untuk ruang bedah ortopedi atau transplantasi organ harus menggunakan pengaturan udara UCA (Ultra Clean Air) System Tidak dibenarkan terdapat hubungan langsung dengan udara luar. mudah dibersihkan dan berwarna terang. Dilengkapi dengan sarana pengumpulan limbah medis.

Meminimalkan himpitan dan tumpang tindih (overlaid) antara sirkulasi medik dengan services. yaitu sirkulasi oleh pengunjung umum dari luar menuju ke poliklinik. Dropping zone paling penting adalah naik turunnya pasien dari kendaraan pengangkut. Sirkulasi staf. yaitu sirkulasi yang digunakan oleh staf medik rumah sakit dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kesehatan. Sistem sirkulasi eksternal dipisahkan antara sirkulasi menuju Unit Gawat Darurat dan VK dengan sirkulasi menuju diagnostik. b. Sirkulasi barang dan servis. Sirkulasi dari dan ke gawat darurat mempunyai skala prioritas tertinggi dibanding sirkulasi lain. c. d. Fasilitas selasar/koridor penghubung antar massa bangunan g. terdiri dari drop-off bahan di instalasi gizi. Ada 4 zona dropping terpisah. Dilengkapi dengan pintu darurat yang dapat dijangkau dengan mudah bila terjadi kebakaran atau kejadian darurat lainnya. operasi pemeliharaan IPAL dan incenerator. yaitu akses karyawan medik maupun non-medik menuju zona aktivitas. Karakter sirkulasi ini cepat dan bebas hambatan. yaitu: a. sehingga memudahkan hubungan dan komunikasi antar ruangan serta menghindari risiko terjadinya kecelakaan dan kontaminasi f. Persyaratan ketat sirkulasi adalah: a. e. Sirkulasi eksternal rumah sakit dibedakan dalam pengelompokan yaitu: Sirkulasi gawat darurat. b. pusat diagnostik atau besuk ke rawat inap. Sirkulasi barang dan servis. Sirkulasi Eksternal Merupakan perencanaan sirkulasi diluar bangunan. 86 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .d. sirkulasi kendaraan pemadam kebakaran. dan fungsi-fungsi pemeliharaan. dengan penerangan cukup di malam hari dan dilengkapi signage yang jelas. c. Pembagian ruangan dan lalu lintas antar ruangan didisain sedemikian rupa dan dilengkapi dengan petunjuk letak ruangan. yaitu: a. administrasi. Sirkulasi umum. yaitu akses langsung menuju IGD. Fasilitas selasar/koridor services dan utilitas Kualitas sirkulasi dibedakan di dalam pengelompokan. b. Dalam kondisi luar biasa yaitu bila terjadi gawat darurat massal maka keempat area dropping tersebut bisa digunakan secara bersama-sama untuk menghindari terjadinya antrian panjang. c. Sirkulasi medik. Meminimalkan terjadinya himpitan tumpang tindih antara sirkulasi medik dengan kelompok sirkulasi lain. Direncanakan area tersebut terlindung dari hujan panas. yaitu sirkulasi yang digunakan oleh pengunjung umum dengan berbagai keperluan di dalam rumah sakit. yaitu sirkulasi yang digunakan untuk distribusi mobilisasi barang atau logistik. Pemisahan akses ini dibuat untuk memudahkan akses menuju ke Unit Gawat Darurat dan VK tanpa diganggu oleh sistem sirkulasi publik menuju ruang-ruang fungsional lain dalam rumah sakit Sirkulasi eksternal ditunjang oleh area parkir serta dropping zone. Sirkulasi eksternal memiliki prinsip mengoptimalkan akses dari jalan utama. Sirkulasi umum. rawat jalan dan rawat inap.

dan ruang-ruang yang memiliki fungsi sebagai ruang tindakan dan operasi. c. o Ruang pasien/bangsal harus disediakan penerangan umum dan penerangan untuk malam hari dan disediakan saklar dekat pintu masuk. pendaftaran. o Menghindari bahan-bahan yang dapat mengakibatkan silau (glare) pada pintu. Intensitas cahaya yang tinggi diberikan pada area-area yang aktivitasnya membutuhkan konsentrasi dan memiliki resiko bahaya yang lebih dibanding ruangan lainnya. o Lingkungan rumah sakit. sehingga kenyamanan dapat tercapai. konsep perencanaan pencahayaan adalah pengaturan efek sinar yang sesuai terangnya dan tidak menyilaukan. Pada hakikatnya. Oleh karena itu diperlukan ruang-ruang transisi untuk menuju ruangan dengan intensitas cahaya yang berbeda. Pada area-area publik yang penting seperti ruang receptionist. e. Penggunaan beberapa lampu dengan intensitas rendah lebih baik daripada satu lampu dengan intensitas tinggi. dan lobby direncanakan kuantitas pencahayaan yang lebih. Pencahayaan yang memadai pada area publik dapat meningkatkan rasa aman. yaitu: pencahayaan buatan dan pencahayaan alami. Aspek Fisika Bangunan Pencahayaan Secara teknis. latar belakang obyek dan kondisi fisiologis mata. atau penyinaran alam (daylight) dan penyinaran buatan (artificial illumination). Untuk mendukung fungsi keamanan. Untuk menciptakan Iingkungan yang sesuai dan menyenangkan. Untuk mendukung visual task dan kegiatan pengguna bangunan. Seperti pada ruang pemeriksaan dan pengolahan sampel di laboratorium. b. ruang racik instalasi farmasi. dinding. sekitar individu ditempatkan pada titik yang mudah dijangkau dan tidak menimbulkan berisik ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 87 . yaitu di atas 100 fc (footcandles). lantai dan funiture. o Sumber-sumber cahaya hendaknya dilindungi untuk meminimalisasi cahaya menyilaukan dan temperatur yang tinggi.a. jendela. d. o Semua ruang yang digunakan baik untuk bekerja ataupun untuk menyimpan barang/peralatan perlu diberikan penerangan. pencahayaan dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis. Dropping untuk fasilitas Kantor dan Pendidikan Dropping untuk fasilitas Gawat Darurat Dropping untuk fasilitas Poliklinik Dropping untuk fasilitas Rawat Inap Dropping untuk fasilitas Servis C. Beberapa prinsip mengenai pencahayaan buatan pada rumahsakit adalah sebagai berikut : o Intensitas cahaya pada tiap ruangan hendaknya dapat diatur dengan mudah o Perbedaan intensitas cahaya yang gradual akan sangat membantu pasien untuk beradaptasi terhadap ruang yang akan dituju. baik dalam maupun luar ruangan harus mendapat cahaya dengan intensitas yang cukup berdasarkan fungsinya. Sehingga dasar yang dijadikan konsep perencanaan pencahayaan adalah : 1. 2. Selain itu unsur luar yang turut mempengaruhi kenyamanan pandangan yang harus diselesaikan secara teknis adalah wujud obyek yang di pandang. 3. Dua faktor utama di dalam konsep perencanaan pencahayaan adalah (1) tingkat kekuatan penyinaran (quantity) dan (2) pengontrolan silau (quality).

Pergantian udara dalam ruang dikatakan baik apabila untuk ruangan dengan dimensi 5 m3 /orang. perlu mendapat perhatian yang khusus karena sifat pekerjaan yang terjadi di ruang-ruang tersebut. kecuali unit ruang individual.5%.50 meter dari exhauster atau perlengkapan pembakaran. ruang operasi.1-0. Ruangan dengan volume 100 m3 sekurang-kurangnya 1 (satu) fan dengan diameter 50 cm dengan debit udara 0. aliran udara.10 mbar) dibandingkan ruang-ruang lain di rumah sakit. perawatan bayi. Salah satu strategi untuk mengendalikan kelembaban udara dalam ruang yaitu dengan mempercepat proses penguapan. Hal ini dicapai dengan mengoptimalkan aliran sirkulasi udara (ventilasi). orientasi bangunan terhadap arah sinar matahari dan angin. 88 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . Bila menggunakan sistem pendingin. udara dalam ruang harus diganti 5 kali per jam.nan (exterior noise/airborne noise).5 m3/detik.50 cm dari lantai. Ventilasi ruang operasi harus dijaga pada tekanan lebih positif sedikit (minimum 0. hendaknya dipelihara dan dioperasikan sesuai buku petunjuk sehingga dapat menghasilkan suhu. dan perlu diupayakan sedemikian rupa sehingga mudah dalam perawatannya. diambil dekat langitlangit dan exhaust dekat lantai. Menggunakan pengatur udara (AC) sentral harus diperhatikan cooling tower-nya agar tidak menjadi perindukan bakteri legionella dan untuk AHU (Air Handling Unit) filter udara harus dibersihkan dari debu dan bakteri atau jamur. Kesegaran udara dalam ruang serta kesehatannya diukur dengan besarnya kadar zat asam (CO2) tidak melebihi 0. dan frekuensi pergantian udara per jam adalah 2 (dua) sampai dengan 12 kali. Penghawaan Konsep pengolahan dan pengendalian udara (penghawaan) pada ruang pada hakekatnya terdiri dari tiga hal yaitu: pengendalian kalor/panas dan suhu serta penggunaan bahan material bangunan (jenis. Kelembaban udara yang nyaman bagi tubuh adalah sekitar 40-70%. dan kelembaban nyaman bagi pasien dan karyawan. dan karena berbeda tekanan udaranya. Sistem hendaknya dibuat keseimbangan tekanan.Penggunaan sunshading dapat digunakan untuk mereduksi pencahayaan alami di sisi Barat dan Timur. pengendalian kelembaban udara. perawatan bayi. dan exhaust fan hendaknya diletakkan pada ujung sistem ventilasi. Suplai udara di atas lantai. frekuensi pergantian udara semakin tinggi. Semakin kecil rasio ruang perorang. tata hijau lingkungan mempengaruhi seberapa besar atau seberapa kecil panas/kalor yang diserap atau dikeluarkan untuk menciptakan suhu nyaman bagi pengguna yaitu berkisar 25º-26º C. hendaknya diletakkan sejauh mungkin. Pengambilan supply udara dari luar. laboratorium. minimal 7. hendaknya disediakan 2 (dua) buah exhaust fan dan diletakkan minimal 7.9 meter dari atap. Suplai udara dan exhaust hendaknya digerakkan secara mekanis. Sistem suhu dan kelembaban hendaknya didesain sedemikian rupa sehingga dapat menyediakan suhu dan kelembaban Penghawaan atau ventilasi di rumah sakit mendapat perhatian yang khusus. Pengendalian pertukaran udara. Suplai udara untuk daerah sensitif. Persyaratan penghawaan untuk masing-masing ruang atau unit seperti berikut : Ruang-ruang tertentu seperti ruang operasi. tekstur). Ventilasi diperoleh dengan memanfaatkan perbedaan bagian-bagian ruangan yang berbeda suhunya. zat pelapis/cat (warna). Tinggi intake minimal 0.

lubang ventilasi diupayakan sistem silang (cross ventilation) dan dijaga agar aliran udara tidak terhalang. Penghawaan alamiah. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Pengendalian Kebisingan Konsep pengendalian kebisingan ditujukan untuk mengatasi kebisingan dari dalam bangunan (interior noise/impact noise) dan dari luar bangu Indeks Kebisingan Menurut Jenis Ruangan atau Unit No Ruangan atau Unit Kebisingan Max (Waktu pemaparan 8 jam dalam satuan dBA) 1 Ruang Pasien: -saat tidak tidur -saat tidur 45 40 89 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Ruang Operasi umum Anestesi. dan tidak mengandung debu asbes. trietylin glikol). Penghawaan ruang operasi harus dijaga agar tekanannya lebih tinggi dibandingkan ruang-ruang lain dan menggunakan cara mekanis (air conditioner) Penghawaan mekanis dengan menggunakan exhaust fan atau air conditioner dipasang pada ketinggian minimum 2. Saringan I dipasang di bagian penerimaan udara dari luar dengan efisiensi 30 % dan saringan II (filter bakteri) dipasang 90 %.00 meter di atas lantai atau minimum 0. debu. pemulihan Endoscopy. atau disaring dengan elektron presipitator atau menggunakan penyinaran ultra violet. dan gas). Ventilasi ruang-ruang sensitif hendaknya dilengkapi dengan saringan 2 beds. Pemantauan kualitas udara ruang minimum 2 (dua) kali setahun dilakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan parameter kualitas udara (kuman.20 meter dari langitlangit. Kualitas Udara Ruang sebaiknya : Tidak berbau (terutana bebas dari H2S dan Amoniak) Kadar debu (particulate matter) berdiameter kurang dari 10 micron dengan rata-rata pengukuran 8 jam atau 24 jam tidak melebihi 150 ug/m3. gudang.- - - - Suplai udara koridor atau buangan exhaust fan dari tiap ruang hendaknya tidak digunakan sebagai suplai udara kecuali untuk suplai udara ke WC. toilet. Untuk mengurangi kadar kuman dalam udara ruang (indoor) 1 (satu) kali sebulan harus disinfeksi dengan menggunakan aerosol (resorcinol. Untuk mempelajari sistem ventilasi sentral dalam gedung hendaknya mempelajari khusus central air conditioning system. Lab Sinar X Koridor Tangga/Ramp Kantor / Lobby Ruang alat/Gudang Farmasi Dapur Ruang cuci Ruang Isolasi Ruang Poli gigi 45 45 65 40 40 45 45 45 45 78 78 40 80 .

sehingga modul mengikutinya. Bahan Bangunan Pemanfaatan material tetap mengutamakan segi ekonomis melalui penggunaan bahan bangunan yang umum dan mudah didapat. Keramik dengan tekstur atau berukuran kecil dengan banyak joint lebih baik dari pada keramik polos. Massa bangunan menerapkan sistem modulor dengan fleksibilitas yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan aktivitas yang diwadahi. Kebisingan juga dapat dihindari dengan tidak menggunakan bahan-bahan logam pada furniture D. Sistem Pondasi Sistem pondasi yang digunakan tergantung dari karakter dan kemampuan daya dukung tanah di lahan Rumah sakit yang direncanakan Dinding Interior Dinding ruang daIam diupayakan tetap mengutamakan segi kesehatan. pemilihan material bangunan serta finishing dinding sedemikian rupa yang dapat mendukung pengendalian kebisingan tersebut. 1985). tidak menyimpan debu atau kotoran dan warna yang dipilih adalah warna hangat untuk menunjang suasana penyembuhan. vinyl dapat digunakan sebagai bahan lantai yang sesuai untuk kursi roda dan stretcher.Ketentuan pemerintah melalui Permenkes telah menetapkan tingkat kebisingan yang diijinkan untuk sebuah pelayanan kesehatan seperti rumah sakit yaitu antara 35 dB sampai 45 dB. Pada ruang tertentu yang telah diatur sesuai dengan standar persyaratan maka kualitas dinding menuruti aturan dalam standar tersebut. kayu. yaitu menggunakan bahan finishing dinding dan sistem konstruksi yang mudah dibersihkan. terutama di toilet. Bahan Lantai Untuk menentukan bahan lantai perlu dihindari bahan-bahan yang licin untuk menghindari selip. karet. seperti keramik hendaknya dikombinasi dengan tekstur agar tidak terlalu licin. Bahan-bahan seperti keramik. Penggunaan ceiling yang tepat juga dapat mereduksi kebisingan terutama dari lantai ke lantai. Konsep yang digunakan untuk mengatasi masalah kebisingan adalah mengolah tata letak dan perencanaan interior. karena mempunyai daya tarik lebih besar sehingga menghindarkan selip 90 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . perencanaan tata massa bangunan juga berperan dalam pengendalian kebisingan. Bahan lantai dengan kandungan vinyl lebih tahan terhadap abrasi. Penggunaan material yang licin. sehingga penyelesaian pengendalian kebisingan diupayakan melalui elemen interior seperti dinding atau partisi di mana untuk rumah sakit paling tidak harus dapat meredam bunyi dengan frekuensi 40 dB . Di sisi lain. Struktur Bangunan Modul dan Ukuran Bangunan Ukuran bangunan menggunakan standar bangunan rumah sakit yang tergantung pada aktivitas (utama) kegiatannya. baik pada lantai maupun dinding dapat mereduksi kebisingan sampai 70%. Penggunaan material seperti karpet. Lantai dengan lapisan karet adalah bahan yang paling ideal untuk menghindari selip.45 dB (Sinha. namun diperoleh mutu konstruksi yang baik serta penyelesaian fasad arsitektural yang memadai untuk mewujudkan citra kelas pelayanan prima.

Ketiga hal tersebut saling terkait dalam membentuk karakter ruang yang diinginkan. Kombinasi material penutup atap dipakai laminated glass ataupun fiberglass untuk kepentingan memasukkan cahaya dalam ruang. Bagi pasien berkursi roda. dalam hal ini jendela geser lebih efisien.memeriksa kualitas genteng. Bahan karet dapat menghindarkan selip. Untuk keamanan. jenis jendela yang dianjurkan adalah jendela yang tidak mudah digerakkan oleh angin. Ceiling yang lebih rendah dapat membuat ruangan lebih cozy dan tidak formal. seperti ruang tunggu. dapat menggunakan warnawarna seperti krem. Lebar pintu ini untuk mengantisipasi masuk keluarnya stretcher. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kenyamanan privacy serta keselamatan bangunan. maka satu daun pintu minimal mempunyai lebar 80-90 cm. Prinsip yang digunakan dalam merencanakan interior ruang adalah dengan membedakan karakter ruang yang hangat dan dingin.Bahan-bahan yang dapat dikatakan anti selip adalah bahan-bahan yang mempunyai koefisien pergeseran minimal 0. sebaiknya pintu dapat berayun dari dua arah. sangat sulit untuk membuka dua daun pintu. Pada ruangan-ruangan yang penting. sehingga dapat dengan mudah dibuka tutup dari dua sisi ruangan.memeriksa akurasi bentuk satuan genteng . dan orang di kursi roda. lobby. dimensi. E. Lebar daun pintu harus dapat mengakomodasi perpindahan stretcher dan furnitur di dalam ruangan. tahan terhadap abrasi. 91 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT Pintu dan Jendela Lebar pintu dengan satu daun berkisar antara 80-90 cm agar kursi roda dapat masuk ke dalam ruangan. pasien dengan kursi roda lebih nyaman berada di ruangan yang memiliki ceiling rendah. Beberapa ruang dalam rumah sakit perlu mendapat perhatian mengingat penggunanya adalah pasien yang mengalami gangguan kesehatan. serta ruang-ruang yang digunakan sebagai area terapi dan penyembuhan. Penutup plafon sebagai komponen atap menggunakan bahan kedap suara dan mampu menjadi sekat api (fire proofing). Jendela harus dapat dibuka dan ditutup oleh anak-anak. akan tetapi bahan karet tidak direkomendasikan pada dapur dan ruang operasi. pintu yang digunakan adalah pintu dua daun dengan lebar bersih minimal 120 cm.8 untuk ramp) dalam keadaan basah maupun kering. disamping itu. Bahan yang memenuhi kriteria ini adalah karet. minyak dan alkali. Bahan Atap Hal Iain yang perlu diperhitungkan adalah penanggulangan masalah kebocoran pada waktu hujan. . Gagang pintu sebaiknya berada pada ketinggian 90 cm dari lantai sehingga mudah dicapai orang dari kursi roda maupun anak-anak.memperhitungkan kemiringan atap . Pertemuan lantai dengan dinding harus berbentuk konus/lengkung agar mudah dibersihkan. Lantai yang selalu kontak dengan air harus mempunyai kemiringan yang cukup ke arah saluran pembuangan air limbah. yaitu dengan cara: . Karakter ruang yang diciptakan juga harus mendukung usaha penyembuhan sang pasien.6 (0. orange pada unsur-unsur interior seperti dinding dan lantai. Ujung frame yang berbahaya hendaknya diberi pengaman semacam karet. Untuk memudahkan pengguna kursi roda. Untuk menciptakan karakter hangat dalam ruangan. Karakter hangat dapat diterapkan pada ruang-ruang yang bersifat publik. Aspek Tata Interior Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam tata interior adalah pencahayaan.memberi Iapisan plastik atau aluminium foiI pada bagian daIam atap . dan material.

Tekstur dan warna sangat mempengaruhi kesan pengguna ruangan terhadap ruangan. karakter dingin sangat sesuai digunakan pada ruang-ruang operasi. Perbedaan yang kontras antara dinding dan lantai dapat membantu mengidentifikasi batas. Karakter dingin dapat dibentuk dari warna lighting. Sistem keamanan aktif dapat menggunakan sistem monitor video (CCTV) yang diletakkan pada area-area yang kritis. yaitu aktif dan pasif. di dalam ruangan yang berkarakter dingin. Minimalkan penggunaan cermin. waktu seakan berjalan cukup cepat. Pembatasan tekstur dan warna perlu dilakukan untuk membantu pasien gangguan jiwa yang sensitif. Ruangan berkarakter hangat dapat membuat pengguna didalamnya merasa waktu berjalan lebih lambat. Oleh karena itu. Sistem keamanan pasif didapat penataan lansekap dan pencahayaan luar ruangan yang memadai pada areaarea yang kritis. Aspek Keamanan dan Evakuasi Sistem pengamanan pada rumah sakit direncanakan menggunakan dua sistem. Sistem ini memungkinkan petugas untuk memonitor segala sesuatu yang terjadi dalam waktu 24 jam. terutama pada malam hari. Sedangkan. F. 92 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . karena dapat memecah konsentrasi dan orientasi. warna material serta furnitur yang ada di dalamnya. Pintu hendaknya berwarna kontras untuk memudahkan way finding pada saat kebakaran. Sistem keamanan pada perencanaan fisik juga mencakup sistem pengamanan bahaya kebakaran yang terkait dengan usaha evakuasi.

1.Ruang pelayanan didasarkan pada persyaratan tertentu sehingga tidak semua ruang bisa mengalami alih fungsi. Namun secara langsung investasi pembangunan gedung menjadi salah satu komponen utama perhitungan biaya yang harus dikalkulasi dengan cermat tingkat pengembaliannya.Pentahapan struktur bangunan harus didasarkan pada perencanaan beban maksimal serta ketinggian struktur gedung tertentu. Isu tersebut muncul dalam relasi desakan strategis pertimbangan pengelolaan. Kesesuaian Besaran Fasilitas terhadap Okupansi Pelayanan Strategi penting adalah rumusan besaran dan jenis layanan dalam perspektif Renstra Rumah Sakit. konservasi lahan dan konservasi energi untuk kepentingan pelestarian dan keberlangsungan adalah sebagian isu-isu mutakhir yang mengemuka dasawarsa ini. Inefisiensi secara langsung akan menghasilkan biaya produksi tinggi yang lambat atau cepat akan menggulung lapangan bisnis kita. b. Bangunan gedung bisa diasumsikan sebagai alat produksi.Usia teknis bangunan dan infrastruktur diperhitungkan 25 tahun sesuai syarat dalam Keciptakaryaan. adanya tuntutan performa gedung sesuai dengan kelas layanan. Kapasitas alat produksi yang lebih besar dari pada penjualan akan mengakibatkan inefisiensi. Pada bab ini akan dibahas tentang pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan dalam menanggapi beberapa isu kontemporer. c. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 93 . Kapan harus memperluas bangunan sebagai tuntutan penambahan jenis atau kapasitas pelayanan dan sebaliknya kapan harus menunggu. Untuk itu sangat diperlukan penanda arah dan waktu. maka beberapa hal ini harus menjadi pertimbangan yaitu: a. tuntutan konservasi bangunan dalam status benda cagar budaya dengan adaptasi fungsi baru.Semua komponen struktur bangunan adalah tetap (fix) . Dalam rumusan tersebut telah mewadahi kebijakan manajerial terkait dengan pentahapan serta investasi. e. akibat pergeseran karakter pelayanan merespon dinamika teknologi medik. ataupun perkembangan dalam rekayasa teknik termasuk perkembangan bahan bangunan. Terkait dengan fasilitas. Secara prinsip gedung beserta infrastruktur penunjangnya sebagai aspek fisik akan mengikuti strategi non fisik.BAGIAN 3 ISU KONTEMPORER ARSITEKTUR RUMAH SAKIT pendekatan-pendekatan yang merespon isu kontemporer Perkembangan jasa layanan medis tidak dapat melepaskan diri dari perkembangan jaman dimana berbagai isu kontemporer muncul dari waktu ke waktu. d.Pentahapan pelaksanaan sistem infrastruktur harus didasarkan pada rancangan sistem keseluruhan yang matang. performa fisik bangunan beserta lingkungan terhadap kemudahan pemeliharaan dan biaya. Isu kontemporer misalnya besaran fasilitas sesuai tingkat okupansi yang memungkinkan pertumbuhan.

Kesesuaian besaran investasi fasilitas terhadap skenario aliran kas sehingga bisa diperoleh stabilitas kondisi keuangan secara umum. d. balok beton.Secara keuangan agenda pembangunan konstruksi baru bisa diagendakan setelah 6-7 bulan kecuali pertimbangan khusus. maka yang bisa dilaksanakan adalah: a. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT .Laksanakan pembangunan jika sarana prasarana penting telah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Selain itu didukung adanya produk khusus adukan. Secara prinsip seluruh beban diatas tanah akan disalurkan kebawah oleh sistem struktur serta dilandaskan ke tanah keras. Kenyataan yang terjadi adalah kondisi fasilitas sangat mempengaruhi calon pembeli dan keputusanya. Sehingga hindarkan penambahan beban struktur baru disemua sistem struktur lama kecuali ekstensi yang telah diperhitungkan dari awal. Jika prinsip prasyarat diatas belum ada.Konsolidasi keruangan dalam konsep renovasi atau rehabilitasi Rehabilitasi. kolom. Bahan yang tepat bahkan tidak saja menjadi penyekat ruang namun sekaligus sebagai peredam suara dengan fleksibilitas yang baik untuk dipasang vertikal sebagai komponen dinding atau horisontal sebagai komponen plafon. plat beton. Pondasi merupakan komponen bangunan terbawah yang meratakan dan atau menyalurkan beban. e.Laksanakan pembangunan gedung jika instalasi baru tersebut merupakan instalasi vital yang mempengaruhi kinerja unit pelayanan lain. Arsitektur Rumah Sakit yang Memiliki Kelas Layanan Isu ini lebih mengarah pada kepentingan bertemunya aspek perencanaan fasilitas terhadap strategi meraih segmen pasar bisnis. b.Rehabilitasi gedung termasuk sarana prasarananya b.Laksanakan pembangunan gedung jika okupansi telah tinggi (>70%). Maka sedikit banyak perlu memahami komponen utama struktur bangunan yaitu pondasi.Oleh karena itu hal apa yang bisa menjadi pertimbangan pengelola dan pembuat kebijakan untuk fasilitas kesehatan diantaranya adalah: a. c. Semakin banyak aspek positif ditemukan oleh pembeli dari produk layanan akan semakin baik bagi penyedia. Dalam ilustrasi tersebut diatas dituntut pemahaman teknis sebaik pertimbangan manajemen strategik. Sistem dan jenis pondasi sesuai dengan daya dukung tanah serta besar beban yang disalurkan. Oleh karena itu pahami dan putuskan secara strategis.Laksanakan perbaikan dalam kerangka pemeliharaan c. Dalam perkembangan bahan bangunan memungkinkan dipilih material dinding ringan permanen (hebel) sehingga bisa mengurangi beban yang harus didukung oleh struktur bangunan atas. Besaran beban yang melampaui daya dukung tanah dan pondasi akan menyebabkan rusaknya pondasi. renovasi dan perbaikan secara mutlak harus dengan anggaran belanja yang lebih rendah sekitar maksimal 2/5 biaya pembangunan konstruksi baru. 94 2. Masih banyak lagi dukungan kemajuan teknologi bahan yang mendukung kebutuhan di lapangan. acian. Misalnya Rawat Jalan akan membutuhkan mutlak sarana prasarana diagnostik seperti pula rawat inap memerlukan instalasi rawat darurat dalam kapasitas yang tepat.Rencanakan dan laksanakan pemeliharaan rutin. Implikasi jika okupansi terlalu tinggi maka kualitas pelayanan akan turun seiring dengan penurunan sanitasi dan daya dukung gedung. Selain itu adanya produk lapisan ringan dengan kemudahan aplikasi serta kekuatan untuk menjadi partisi ruangan sangat bermanfaat. dan spesi yang memiliki daya rekat baik dengan berat lebih ringan dengan nama dagang antara lain mortar utama.

Pertimbangan utama adalah: a. Dengan teknologi pembuatan yang baik dihasilkan keramik yang homogen. dan meski tidak terlalu vital yaitu keawetan warna dan kemenerusan produksi tiap tipe.Garis rancangan dan pembentuk kulit baru harus sesuai dengan pencitraan layanan (brand image). Homogenitas tersebut membuat lebih kuat dan hasil tanpa pori-pori.Tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan layanan dengan antisipasi terhadap kapasitas maksimal b. 95 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . kemampuan dukung. Secara teknis yang menjadi pertimbangan adalah ketebalan bahan. Dalam dinamika perkembangan rekayasa bangunan dan material. aman. Kebutuhan medik tertentu lebih bersifat mutlak dibanding pertimbangan lainnya. dan tidak menangkap debu. Lapisan permukaan anti gores dan anti bakteri menghindari cacat permukaan yang sering tidak dapat dicegah dalam penggunaan alat bergerak. Dukung kondisi bersih melalui rancangan warna dan cahaya. Sedang dari sisi pengelolaan ketidaksesuaian bisa berakibat unit biaya lebih besar dibanding pemasukan. Pencitraan yang berlebihan justru berakibat tidak menguntungkan. c. b. Perkembangan bahan yang mendukung diantaranya lapisan permukaan lantai tanpa celah berbahan vynil dengan ketebalan tertentu. Kemudahan pemeliharaan dan efisiensi bujet akan menjadi penyeimbang keputusan dalam perancangan bangunan Namun disisi lain secara bersamaan tim perancang fasilitas harus menyesuaikan dengan tuntutan meraih segmen pasar yang sesuai. ketebalan lapisan permukaan untuk keramik. Lembar material fleksibel memungkinkan dilengkungkan dalam sudut tertentu. Salah satu produk di pasaran menggunakan nama Indogress. bahan permukaan serapat mungkin tanpa celah meminimalkan sambungan. Sebagai contoh fasilitas gedung di unit Bedah telah memiliki standard clean room tertentu dengan syarat aliran ruang menyangkut sterilitas. Dari dua tuntutan dasar tersebut maka implikasi terhadap fasilitas antara lain: a. Kondisi tersebut mengakibatkan calon pembeli tidak berani observasi atau spekulasi membeli layanan sehingga berpindah pada alternatif yang sesuai dengan kemampuan dan harapan. Untuk menyesuaikan pencitraan bangunan terhadap layanan digunakan konsep mengangkat kulit wajah (face-lift). Aplikasi menggunakan bahan perata dan perekat berlapis menghasilkan permukaan datar. Salah satu komponen bangunan yang membentuk citra layanan adalah penutup lantai. Keragaman produk di lapangan memberi peluang banyak pilihan. menghindari sudut yang sulit dalam pemeliharaan sampai dengan dukungan kelengkapan infrastruktur yang baku.Rancang bahan yang awet. Penyiasatan beberapa kali berhasil dipraktekkan terutama pada fasilitas Rumah Sakit yang telah terbangun dan layanan telah berjalan.Hubungan antar unit layanan sesuai dengan kebutuhan kenyamanan pasien sepenting standar medik c. Bahan yang mendukung kebutuhan fasilitas yang bersih dan sehat antara lain plint lantai. tuntutan tersebut tidak sulit untuk diwujudkan. keseragaman dimensi. Bahan yang ada di pasaran penunjang kepentingan tersebut antara lain lembaran aluminium cladding dalam modul tertentu dengan keragaman warna serta teknik dan bahan penggantung rangka hollow. Pencitraan terhadap layanan yang tercipta dari fasilitas harus sesuai dengan kelas sasaran.Tuntutan dasar terhadap layanan kesehatan adalah profesional dan bersih. Selain itu pertimbangan keamanan pengguna adalah karakter anti selip.Bahan dan sistem kulit baru tidak boleh merusak atau membebani struktur yang telah ada.Kulit baru harus sesuai dengan tuntutan aktivitas ruang dalam dibaliknya. Sekaligus kepingan bahan tersebut menghindari munculnya kotor pada permukaan bawah dinding akibat pengepelan lantai. Di pasaran salah satunya dengan nama dagang tajima. Plint lantai merupakan penutup permukaan lengkung antara lantai dan dinding.

dan pemanfaatan. Perubahan suhu serta perbedaan kelembaban akan berpengaruh terhadap fisik bahan. Hal kecil yang perlu dipertimbangkan juga adalah efisiensi penggunaan bahan terhadap rancangan. Performa Fisik Bangunan dan Lingkungan Terhadap Kemudahan Pemeliharaan dan Biaya Kemudahan pemeliharaan merupakan faktor penting dalam pertimbangan desain. Salah satu yang mempengaruhi usia teknis bahan adalah ketepatan dalam pengkondisian seperti yang dipersyaratkan. Oleh karena semua bahan bangunan memiliki dimensi modul yang sama atau hampir sama disetiap jenisnya. Perkembangan teknologi dan bahan pembentuk cat memudahkan dalam memperoleh perlindungan dinding. Terkait dengan biaya. segmen tidak mudah lepas. Sebagai contoh dalam produk di pasaran dengan nama Jotun. Material didukung oleh kehandalan pantauan pabrik yang ketat dalam syarat kondisi bidang aplikasi membuat hasil pengecatan yang baik. anti jamur. lapisan tertentu yang menghambat kemenerusan pandangan. 3. Sangat penting untuk dipahami pembedaan tuntutan bagi ruang luar dan ruang dalam. Perlu secara pasti memahami ruang lingkup pelestarian. . Pada sebagian kota bahkan telah diterbitkan list gedung-gedung yang masuk dalam kategori Cagar Budaya. jangkauan pengamatan. perubahan warna cat dinding dalam komposisi yang baik akan menghasilkan perubahan citra bangunan. Apakah bangunan. lapisan dan teknik tertentu menghindari pecah serpih. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 96 4. bangunan dan lingkungan. anti jamur atau noda. Bahkan dalam rancangan yang ekonomis. Kualitas cat yang baik dengan kandungan anti lumut dan bakteri bisa mencegah turunnya kualitas permukaan dinding. Ataupun penggunaan batu alam dengan treatment tertentu untuk lapisan permukaan anti lumut. Bangunan yang merupakan benda cagar budaya secara status diikat oleh Undang-undang Cagar Budaya. Untuk itu secara fungsional perlu dipilih bahan yang tahan lama. pilihan material bangunan dipertimbangkan dalam aspek ketahanannya. serta mempunyai daya dukung tinggi. Namun teknik pengecatan tersebut masih memungkinkan diaplikasikan pada permukaan dinding luar bangunan untuk menghasilkan citra alami. Perbedaan tuntutan salah satunya disebabkan oleh skala. anti noda. lingkungan saja atau bahkan distrik hingga kawasan sekitar rumah sakit. Kemudahan pemeliharaan antara lain dengan pertimbangan ada tidaknya sistem yang bisa menjangkau komponen bangunan secara mudah. Sebagai contoh aplikasi pengecatan bertekstur pada ruang dalam sebaiknya dihindari karena permukaan tersebut menuntut bebas debu sehingga tidak tepat mengaplikasikan jendela hidup disisi lain. dengan demikian perlu pengkondisian udara buatan yang harus diperhitungkan dalam bujet konsumsi listrik.Atau bahan kaca dengan warna beragam yang terus mengalami peningkatan karakter antara lain tidak meneruskan sinar UV. Kesalahan dalam desain akan menjadi beban biaya seumur bangunan beroperasi. Arsitektur Rumah Sakit yang merespon Konservasi Cagar Budaya dan Beradaptasi dengan Fungsi Baru Beberapa bangunan memiliki status sebagai benda cagar budaya. Setelah itu perlu dirumuskan ketepatan tindakannya. maka penggunaan ukuran dengan perhitungan kelipatan akan tidak menyisakan bahan bangunan. lapisan anti bakteri. Pemeliharaan menyangkut rincian kualitas permukaan yang berhubungan dengan kondisi ruang. Sebagai contoh komponen atap bangunan pada gedung bertingkat sedang hingga tinggi.. penutupan pori-pori yang sempurna. Disisi lain pertimbangan kelengkapan alat pendukungnya.

Inventarisasikan secara lengkap seluruh aset bangunan. Namun dengan perkembangan bahan bangunan. Dengan demikian tidak menutup kemungkinkan dilaksanakan pembangunan gedung baru diantara aset cagar budaya dengan menjawab tolok ukur kesesuaian sebagai berikut: Gaya (style). Kegunaan (function). Misalnya tuntutan adaptasi detil pada pintu jendela termasuk teknik penggantungan berpeluang untuk diaplikasikan pada bahan baru. Kriya (workmanship). e. Jika kita kaji tindakan konservasi lahan secara prinsip erat berhubungan dengan upaya pelestarian energi karena secara langsung atau tidak akan mempengaruhi kondisi lingkungan. Berkelanjutan artinya tidak saja memikirkan keperluan saat ini namun mempertimbangkan lingkungan tempat hidup bagi generasi mendatang.Implementasi rencana Secara prinsip teknis yang harus dipahami adalah: a. membangun dan mencukupi kebutuhannya. Termasuk pula semaksimal mungkin mempertahankan profil muka tanah alami. Komponen bangunan rata-rata unik sulit bahkan tidak lagi diproduksi kecuali dalam pemesanan khusus. lahan dan infrastruktur b.Secara prinsip tindakan pelestarian lebih tepat untuk ditekankan pada keberlangsungan bangunan terkait dengan kehidupan. warna. Konversi Lahan dan Konversi Energi Pembangunan berkelanjutan merupakan semangat yang melekat di era ini. dan Kesinambungan (continuity). Artinya aset cagar budaya yang lestari tidak saja secara fisik namun juga pemanfaatan gedung tersebut dalam fungsi baru yang tanggap terhadap perkembangan dan sesuai dengan guna ruang dominan sekitarnya. adaptasi garis desain. Syarat keamanan lingkungan terpenuhi akan berakibat positif pada stok air tanah serta penjagaan kualitas lingkungan dari polusi. c. Bahan (materials). Tindakan dan metode dalam penanganan pelestarian bangunan dan lingkungan adalah: a.Kajian delineasi dan status bangunan beserta lingkungannya c. Salah satunya mengandung arti bagaimana pembangunan dapat berjalan tanpa melampaui ambang batas daya dukung lingkungan saat ini tanpa mengurangi hak generasi mendatang untuk hidup.Usia menyebabkan kemungkinan jaringan infrastruktur tidak layak digunakan lagi. Untuk itulah salah satunya kepatuhan dalam angka maksimal lahan boleh tertutup (building coverage) serta kepadatan terkait dengan total luas lantai menjadi harga mutlak. Untuk itu diperlukan kecerdasan dalam merancang hubungan antar fungsi serta distribusi fungsi yang efisien serta nyaman. 97 ARSITEKTUR RUMAH SAKIT . dimensi bisa dilaksanakan dengan bahan baru dan teknologi baru. Bisa dilaksanakan injeksi waterproofing secara merata pada dinding diatas lantai. sehingga semua komponen bangunan adalah bagian dari sistem struktur . .Rata-rata memiliki level plafon yang tinggi sehingga memungkinkan dilaksanakan penataan ruang dalam sesuai dengan adaptasi fungsi baru sekaligus memperoleh efisiensi volume ruang. Sebagian besar atau semua sistem struktur gedung cagar budaya tidak menggunakan beton rangka namun dinding penyangga beban.Susun rencana teknis dan detil perancangan e. Salah satu produk di pasaran yang melaksanakan hal tersebut adalah Fentura Windows. b. Rencanakan pemanfaatan lahan yang tepat dengan ruang terbuka yang memadai tertanami oleh pohon yang sekaligus memiliki peran neka guna.Konsultasikan rencana tindakan pelestarian ke Balai Pelestarian Bangunan Cagar Budaya yang ada di provinsi d. d. Selain itu sistem jaringan lama tidak lagi efisien terhadap beragam kepentingan baru.Akibat belum aplikasi teknik beton kedap air membuat sebagian dinding lembab akibat kapilerisasi air tanah. 5.

jumlah dan sebaran serta bahan bangunan yan tepat. Perhitungan pembebanan dalam perencanaan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) didukung kesempurnaan dalam pelaksanaan menjadi aspek metodologi yang dipersyaratkan. Berhubungan dengan konsumsi energi. teknik sambungan antar komponen balok-plat-kolompondasi. Keamanan lain yang harus diperhitungkan adalah keselamatan pengguna. Hal sederhana yang digunakan sebagai template pada penataan lay-out instalasi rawat jalan/poliklinik pada masterplan Rumah sakit adalah menempatkannya dalam sebuah jejalur paralel yang memungkinkan diletakkannya ruang tunggu di sisi luarnya sehingga ruang tunggu tersebut dapat memanfaatkan bantuan pencahayaan dan penghawaan alami (tidak secara total). Untuk itu rancangan bangunan beserta sistem penunjangnya diarahkan untuk pemanfaatan yang lestari. Dalam pedoman tersebut telah mengatur metode dan cara antara lain: penempatan dan pengaturan tulangan. ARSITEKTUR RUMAH SAKIT 98 . sehingga dapat memotong biaya operasional yang harus dikeluarkan. udara bersih. Selanjutnya dukungan terhadap keamanan dan keselamatan pengguna adalah bagian dari peran utilitas mekanikal dan elektrikal. Terkait dengan hal tersebut. Namun dengan perencanaan yang tepat dan cermat maka waktu kritis bisa terlampaui sebelum memasuki waktu luruh/rusak teknis bahan. tanah sehat. maka pertimbangan lokasi menjadi faktor penting. bangunan gedung rumah sakit harus tetap berdiri dan melaksanakan pelayanan apapun kondisi disekitarnya.Kondisi mutlak terhadap hasil aktivitas rumah sakit adalah pentingnya pengolahan sampah medik secara khusus. Pilih lahan yang tidak dekat dengan bahaya seperti misalnya perbukitan rawan longsor. rumah sakit merupakan salah satu fungsi yang membutuhkan dukungan energi tinggi. Arsitektur Rumah Sakit yang Tanggap Bencana Melihat adanya potensi gempa di tanah air maka dalam bangunan rumah sakit harus tanggap terhadap potensi yang ada dan kemungkinan terjadi. Hal tersebut menyangkut jalur evakuasi yang jelas. Semua material bangunan selalu mempunyai spesifikasi teknis yang tidak boleh dilanggar untuk mendapatkan keamanan struktur sehingga perencanaan dan pelaksanaan merupakan kunci utama yang tidak boleh ditinggalkan salah satu. lahan yang memiliki jenis tanah sensitif (tanah mengembang). memenuhi standar dimensi. air bersih. Rumah sakit adalah bangunan publik yang secara fungsional mempunyai peran sebagai muara evakuasi korban bencana. api serta suhu panas. Dengan kata lain. sistem penangkal petir yang aman. Hal tersebut antara lain: kinerja alat deteksi asap. ataupun tepi pantai terbuka. pengelolaan limbah cair sehingga faktor infeksi tidak mencemari lingkungan serta eksplorasi air tanah secara bijaksana. Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa telah dikeluarkan dan disosialisasikan oleh Departemen Pekerjaam Umum. Struktur serta bahan gedung harus mempunyai kelenturan atau daktilitas yang baik serta mempunyai daya tahan terhadap kerusakan. 6. Tidak ada satupun bahan dan sistem yang mengatakan dirinya aman terhadap bencana. kualitas tahan tekan beton minimum 175 kg/cm2 dan kekuatan tarik baja 2400 kg/cm2. Sumberdaya tersebut antara lain: listrik. Jika tidak dimungkinkan pemilihan lokasi yang lebih baik maka diperlukan sistem pengamanan dengan rekayasa teknis yang tepat. Rancangan struktur merupakan aspek penting terhadap keamanan bangunan. Dalam segala kondisi pelestarian sumberdaya merupakan hal yang tidak disangkal. hidran atau lain sebagai bagian dari sistem pengendalian kebakaran. bahan bakar untuk operasionalisasi alat catu daya cadangan listrik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful