Nama ;

Kelas ;

sekolah ;




























FUNGSI INVERS
f(x) = ax+b ; a = 0 f
-1
(x) = (x-b)/a ; a = 0
f(x) = (ax+b)/(cx+d) ; x = -d/c f
-1
(x) = (-dx+b)/(cx-a) ; x = a/c
f(x) = ax² + bx + c ; a = 0 f
-1
(x) = (-b+\(b²-4a(c-x))/2a ; a = 0
f(x) =
a
log cx ; a > 0 = 1 ; cx>0 f
-1
(x) = a
x
/c ; c = 0
f(x) = a
cx
; a > 0 = 1 f
-1
(x) =
a
log x
1/c
= 1/c
a
log x ; c=0

(g o f)
-1
(x) = (f
-1
o g
-1
)(x)
contoh:
1. Tentukan diagram fungsi di bawah ini ada inversnya atau tidak



2. Tentukan grafik di bawah ini mempunyai invers/tidak !


CARA MENENTUKAN SUATU GRAFIK MEMPUNYAI INVERS/TIDAK
Tarik sembarang garis sejajar sumbu x, bila memotong grafik hanya di satu titik, maka grafik tersebut mempunyai invers. Bila tidak demikian, maka grafik tersebut tidak mempunyai invers
3. Diketahui f: R ÷ R
f(x) = 2x - 3

Tentukan f
-1
(x) !

Jawab:

f one one onto
sehingga f mempunyai invers
misalkan y = image dari x
y = f(x)
y = 2x-3 (yang berarti x = f
-1
(y))
x = (y+3)/2
f
-1
(x) = (x+3)/2
4. Diketahui f: A ÷ B
f(x) = (x - 2)/(x - 3)
dengan A = {R - {3}} dan B = {R - {-1}}
(baca: A adalah himpunan bilangan riil kecuali 33)

Tentukan f
-1
(x)

Jawab:

y = (x - 2)/(x - 3)
y(x - 3) = x - 2
yx - 3y = x - 2
x(y - 1) = 3y - 2
x = (3y - 2)/(y - 1) ÷ f
-1
(x) = (3x - 2)/(x - 1)






Keterangan : fungsi invers ini ada, jika syarat-syaratnya terpenuhi
Fungsi kuadrat secara umum tidak mempunyai invers, tetapi dapat mempunyai
invers jika daerah definisinya dibatasi.
f(x) = x² untuk X > 0 ÷ f
-1
(x) = \x untuk X > 0

Tempat kedudukan titik-titik (x,y) sehingga terdapat hubungan linier
ax + by + c = 0 merupakan suatu garis lurus
Bentuk ax + by +c = 0 (implisit) dapat ditulis dalam bentuk
y = mx + n (eksplisit)
dengan m = -a/b dan n = -c/b ; (b = 0)
Ket : nilai m dan n ini mempunyai arti penting dalam menentukan grafik garis lurus.
m disebut koefisien arah (gradien) garis

m = tan o , dimana a adalah sudut yang dibentuk garis dengan sumbu x positif (berlawanan
arah dengan jarum jam)
0° < o < 90° ÷ tan o = +
90° < o < 180° ÷ tan o = ÷

ukup dengan menentukan 2 buah titik sembarang yang terletak pada grafik tersebut,
kemudian dihubungkan (biasanya kedua titik ini adalah titik-titik potong dengan masing-
masing sumbu).

contoh:
Gambarkan grafik 2x + 3y - 6 = 0
1. Titik potong dengan sumbu x ÷ y = 0 ; 2x + 3(0) - 6 = 0 ÷ x = 3 ÷ (3,0)
2. Titik potong dengan sumby y ÷ x = 0 ; 2(0) + 3y - 6 = 0 ÷ y = 2 ÷ (0,2)



Ket:
Untuk mengetahui apakah suatu titik terletak pada suatu garis adalah dengan cara
mensubstitusi koordinat titik tersebut ke persamaan garis. Bila memenuhi
persamaan berarti titik tersebut terletak pada garis. Dengan perkataan lain bila
suatu titik terletak pada suatu garis, maka koordinat titik tersebut memenuhi
persamaan garis (dapat menggantikan variabelnya yang bersesuaian).
3. Kedudukan 2 buah garis ditentukan oleh kemungkinan sudut yang dibentuk oleh dua
garis tersebut.

g1 : y = m1x + n1 ÷ m1 = tan o
g2 : y = mx2 + n2 ÷ m2 = tan |

u : sudut yang dibentuk kedua garis
u = (o - |)

dengan menggunakan rumus tangens, didapat :
tan q = |(m1-m2)/(1+m1m2)|
4. Ket :
5. Sudut yang dibentuk antara dua buah garis yang berpotongan, selalu dimaksudkan
sebagai sudut lancip antara kedua garis tersebut. Karena tangens u harus bernilai
positif (sudut lancip) maka rumusnya menggunakan tanda mutlak.
6. Dari rumus di atas dapat ditentukan bahwa kedua garis akan :
Kedudukan Garis



Bentuk Eksplisit
y = m1x + n1
y = m2x + n2

Bentuk Implisit
ax + by + c = 0
px + qy + r = 0
Berpotongan m1 = m2 a/p = b/q
Sejajar m1 = m2 dan n1 = n2 a/p = b/q = c/r
Tegak lurus m1.m2 = -1
(ap/bq) = -1
Berimpit m1= m2 dan n1=n2 a/p = b/q = c/r

ax + by + c = 0 atau y = mx + n

2. Persamaan sumbu x ÷ y = 0
3. Persamaan sumbu y ÷ x = 0
4. Sejajar sumbu x ÷ y = k
5. Sejajar sumbu y ÷ x = k
6. Melalui titik asal dengan gradien m
y = mx

7. Melalui titik (x1,y1) dengan gradien m
y -y1 = m (x - x1)

8. Melalui potongan dengan sumbu di titik
(a,0) dan (0,b)
bx + ay = ab

9. Melalui titik (x1,y1) dan (x2,y2)
(y-y1)/(y2-y1) = (x-x1)/(x2-x1)
y-y1 = ((y2-y1)/(x2-x1))(x-x1)

7. ket :
8. Persamaan (9) didapat dari persamaan (7) dengan mengganti
m=(y2-y1)/(x2-x1)
Garis ini mempunyai gradien m = (y2-y1)/(x2-x1)
9.
Jarak Dua Buah Titik
Jarak antara titik A(x1,y1) dan titik B(x2,y2)

AB = \((x1-x2)²+(y1-y2)²)
Koordinat Titik Tengah
Koordinat titik tengah antara titik A(x1,y2) dan titik
B(x2,y2)
XT = (x1+x2)/2
YT = (y1+y2)/2
Jarak Titik Ke Garis
Jarak titik A(x1,y1) ke garis
g : ax + by + c = 0
d = |(ax1+by1+c)/\(a²+b²)|
10. Ket :
11. Untuk menentukan jarak antara dua buah garis sejajar, pertama tentukan
sembarang titik yang terletak pada salah satu garis, kemudian nyatakan jarak titik
ini ke garis yang lain.
12. Atau gunakan rumus jadi :
13. Jarak dua garis sejajar ax + by + c1 = 0 dan ax + by +c2 = 0 adalah
14. d = |(c1-c2)/\(a²+b²)|
15. Penggunaan :
16. Luas segitiga = ½ (alas X tinggi)
(alas = jarak 2 titik; tinggi = jarak titik ke garis
17. Luas bujur sangkar = sisi X sisi
(sisi = jarak 2 titik atau jarak titik ke garis
18. Luas Trapesium = ½ (jumlah sisi sejajar X tinggi)
(sisi sejajar = jarak 2 titik; tinggi = jarak titik ke garis)
19.
Garis Bagi Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan membagi sudutnya menjadi
2 bagian sama besar
Garis tinggi Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan tegak lurus sisi
dihadapannya
Garis berat Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan membagi sisi dihadapannya
menjadi dua bagian sama besar
Garis Sumbu Garis yang membagi suatu sisi menjadi dua bagian sama besar dan
tegak lurus pada sisi itu.
20.
21. PERGESERAN GRAFIK
22. Fungsi asal y = f(x)
Geser a satuan Fungsi Baru
Kekanan y = f(x-a)
Kekiri y = f(x+a)
Keatas (y-a) = f(x) ÷ y = f(x) + a
Kebawah (y+a) = f(x) ÷ y = f(x) -a
23. Ket : rumusan pergeseran ini berlaku untuk sembarang grafik, seperti : garis lurus,
parabola, lingkaran dsb.
contoh :
garis melalui (0,0) ÷ y = mx Parabola berpuncak di (0,0) ÷ y = x²
garis melalui (x1, y1) ÷ y-y1 = m(x-x1)
Parabola berpuncak di (xp,yp) ÷
y-yp = a(x-xp)²
y = a(x-xp)² + yp
24.
PROGRAM LINIER adalah suatu teknik optimalisasi dimana variabel-variabelnya linier.
Metode ini dipakai pada saat kita dihadapkan pada beberapa pilihan dengan batasan-
batasan tertentu, sedangkan di lain pihak kita menghendaki keputusan yang optimum
(maksimum/minimum).

DASAR MATEMATIS
Persamaan linier ax + by = c (x,y variabel ; a,b,c konstanta) membagi bidang atas 3 bagian
:
1. Titik-titik yang memenuhi persamaan ax + by = c
2. Titik-titik yang memenuhi pertidaksamaan ax + by < c
3. Titik-titik yang memenuhi pertidaksamaan ax + by > c
Ket :
÷ grafik ax + by = c merupakan garis lurus yang berfungsi sebagai garis batas
÷ Titik-titik yang memenuhi ax + by > c atau ax + by < c merupakan suatu daerah.
contoh :

1. Gambarkan tempat kedudukan (daerah) 2x-3y s -6
Langkah :
-gambarkan terlebih dahulu garis 2x- 3y = -6
-titik potong dengan sumbu x ÷ y = 0 dan x = -3 (-3,0)
-titik potong dengan sumbu y ÷ x =0 dan y = 2 (0,2)
Hubungkan kedua titik potong tersebut

÷ pilih sembarang titik yang tidak terletak pada garis, misalkan titik (0,0)
Kemudian uji apakah titik tersebut memenuhi syarat
2x - 3y = 2(0) - 3(0) = 0 < -6 (salah)
Ternyata tidak memenuhi syarat . Berarti titik -titik yang memenuhi syarat (yang
dimaksud) adalah di pihak lain dari titik (0,0) berada (seperti terlihat pada gambar
berikut)

Ket :
1. daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian atau
menggunakan tanda anak panah (persetujuan)
2. bila pertidaksamaan berbentuk 2x - 3y < -6 (tanpa =), maka
garis 2x - 3y = -6 dibuat putus-putus, untuk menunjukkan
bahwa titik titik pada garis bukan merupakan daerah
penyelesaian.
2. Gambarkan daerah yang memenuhi :
x + 3y s 12
3x + y s 12
x > 0 ; y > 0

Langkah :
÷ gambarkan garis x + 3y = 12 dan tentukan daerah x + 3y s 12...(1)
gambarkan garis 3x + y = 12 dan tentukan daerah 3x + y s12...(2)
syarat x > 0 ; y > 0 menunjukkan bahwa daerah yang dimaksud terletak di kuadran I
(x dan y positif)

÷ penyelesaiannya adalah daerah yang memenuhi keempat syarat di atas (merupakan
irisan dari penyelesaian persyaratan diatas).
daerah yang memenuhi adalah daerah yang
diarsir

POLIGONAL DAN TITIK EKSTRIM

Irisan dari sejumlah berhingga penyelesaian pertidaksamaan, membentuk suatu Poligonal.
Titik P disebut Titik Ekstrim dari poligonal, jika P adalah titik potong garis garis yang
membatasi poligonal tersebut.
Contoh :

Gambarkan TK x + 2y s 4 (1)
x - y s 4 (2)
x > 1 (3)
y > -1 (4)

Langkah:
÷ Gambarkan terlebih dahulu keempat garis batasnya dan masing- masing tentukan
daerahnya.
÷ Cari irisannya yang merupakan suatu poligonal.
÷Terakhir cari koordinat titik ekstrim poligonal tersebut.

- A adalah titik potong antara garis x = 1 dan y = -1

- B adalah titik potong antara garis y = -1 dan garis x-y =4

- C adalah titik potong antara garis x + 2y = 4 dan garis x-y=4
C (4, 0)

- D adalah titik potong antara x = 1 dan x + 2y = 4.
D (1, 3/2i )
Terbentuk poligonal ABCD dengan 4 titik ekstrimnya, yaitu :
A(1,-1) ; B(3,-1) ; C(4 , 0) ; D(1,3/2)

Kita bermaksud mencari nilai (khususnya maksimum/minimum) suatu fungsi Linier f (x,
y) = px + qy
dimana (x,y)', memenuhi syarat-syarat sebagai berikut

ax + by s c
dx + ey s f
px + qy s r

Hal di atas sama saja dengan mencari nilai maksimum/minimum suatu fungsi linier suatu
poligonal.

DALIL

Jika f adalah suatu fungsi linier yang didefinisikan di atas suatu poligonal terbatas, maka
nilai maksimum / minimumnya dicapai pada titik ekstrimnya (atau di sekitar titik
ekstrimnya).

Contoh :

Carilah nilai maksimum dan minimum dari f(x,y) = 2x + Sy
dengan syarat : x + 2y s 4
x- ys 4
x > 1
y > -1

Langkah :
÷ Buatlah poligonalnya dan tentukan titik ekstrimnya.
Sesuai dengan contoh sebelumnya titik ekstrimnya adalah
A(1,-1) ; B(3,-1) ; C(4,0) ; D(1, 3/2 )
÷Hitung nilai f(x,y) = 2x + 5y pada masing-masing titik ekstrimnya

f(A) = f(1,-1) = 2(1) + 5(-1) = -3
f(B) = f(3,-1) = 2(3) + 5(-1) = 1
f(C) = f (4, 0) = 2(4) + 5(0) = 8
f(D) = f (1, ; ) = 2(1) + 5( 3/2 ) = 9 1/2

Maka f(x,y) = 2x + Sy dengan batasan di atas mempunyai
- Nilai maksimum = 9 1/2 yang dicapai pada titik D (1, 3/2).
- Nilai minimum = -3 yang dicapai pada titik A (1,-1).

Masalah Program linier adalah mengenai optimalisasi dengan keterbatasan tertentu.
Keterbatasan dan optimalisasi ini harus dibentuk dahulu model matematikanya ;
yang secara garis besar dibagi 2 bagian :
- constraint ( Persyaratan )
- objective Function (Fungsi Tujuan / Sasaran)

Langkah
- Tentukan variabelnya (x=... ; y = ....)
- Buat model matematikanya dari : 1) Fungsi tujuan dan 2) Persyaratan
- Tentukan daerah yang memenuhi persyaratannya
- Tentukan titik esktrim daerah tersebut
- Substitusi koordinat titik ekstrim ke fungsi tujuan
- Bandingkan nilai yang didapat
- Jawaban disesuaikan dengan pertanyaan (maksimum/minimum)



contoh :

MASALAH MAKSIMUM

1. Seorang pedagang akan membuat kue A dan B. Kue A membutuhkan 150 gr tepung
dan 50 gr mentega. Kue B membutuhkan 75 gr tepung dan 75 gr mentega. Tepung yang
tersedia ada 2250 gr dan mentega yang tersedia ada 1750 gr. Jika kue A memberi
keuntungan Rp 100,00 dan kue B Rp 125,00 tiap unitnya. Berapa keuntungan maksimum
yang mungkin diperoleh pedagang itu ?

Tabel

Kue A Kue B Tersedia
Tepung
Mentega
150
50
75
75
2250
1750
KEUNTUNGAN 100 125

Misalkan banyaknya kue A yang dibuat x buah dan kue B yang dibuat y buah, maka
persoalan menjadi :

Maksimumkan :
f(x,y) = 100x + 125y (fungsi objektif/keuntungan)

dengan syarat (ds):
150x + 75y s 2250 ÷ 2x + y s 30 ...(1)
50 x + 75y s 1750 ÷ 2x + 3y s 70 ...(2)
x,y > 0
catatan : bentuk persyaratan s

Titik Ekstrim

A(0,23 1/3) ; B(15,0) ; (5,20)
f(x,y) = 100x + 125y
f(A) = 100(0) + 125(23) = 2875
(dalam hal ini roti tidak pecahan)
f(B) = 100(15) + 125(0) = 1500
f(C) = 100(5) + 125(20) = 3000

Jadi keuntungan maksimum pedagang itu adalah Rp 3.000,00 ; yaitu dengan membuat 5
unit kue A dan 20 unit kue B.
2. Seorang penjahit pakaian mernpunyai persediaan barang katun 16 m, sutera 11 m
dan wool 15 m.
Model pakaian I membutuhkan 2 m katun, 1 m sutera dan 1 m wool per unit. Model
pakaian II membutuhkan 1 m
katun, 2 m sutera dan 3 m wool per unit.Keuntungan pakaian model I Rp 3.000,00
dan model pakaian II Rp 5.000,00 per unit.
Tentukan berapa banyak masing-masing pakaian harus dibuat agar didapat
keuntungan yang sebesar-besarnya ?

Tabel

Model I Model II Tersedia
Katun
Sutera
Wool
2
1
1
1
2
3
16
11
15
KEUNTUNGAN 3000 5000


Misalkan : Banyaknya model I yang dibuat = x
model II yang dibuat = y


Maksimumkan f (x,y) = 3000x + 5000y

ds : 2x + y s 16 (1)
x + 2y s 11 (2)
x + 3y s 15 (3)
x;y > 0

Titik Ekstrim

A(8,0) ÷ TP antara garis (1) dengan sb-x
B(7,2) ÷ TP antara garis (1) dengan (2)
C(3,4) ÷ TP antara garis (2) dengan (3)
D(0,5) ÷ TP antara garis (3) dengan sb-y

f (x,y) = 3000x + 5000y

f(A) = f(8,0) = 3000(8) + 5000(0) = 24.000
f (B) = f(7,2) = 3000(7) + 5000(2) = 31.000
f(C) = f(3,4) = 3000(3) + 5000(4) = 29.000
f(D) = f(0,5) = 3000(0) + 5000(5) = 25.000

Jadi keuntungan maksimum adalah Rp 31.000; yaitu dengan membuat 7 buah model
pakaian I dan 2 buah model pakaian II.

MASALAH MINIMUM

3)Dalam satu minggu tiap orang membutuhkan paling sedikit 16 unit protein , 24 unit
karbohidrat dan 18 unit lemak Makanan A mengandung protein, karbohidrat dan lemak
berturut-turut 4, 12 dan 2 unit setiap kg. Makanan B mengandung protein, karbohidrat
dan lemak berturut turut 2 , 2 dan 6 unit setiap kg. Berapa kg masing- masing
makanan harus dibeli setiap minggunya, agar kebutuhan terpenuhi, tetapi dengan biaya
semurah-murahnya, bila 1 kg makanan A harganya Rp 1.700,00 dan 1 kg makanan B
harganya Rp 800,00 ?

Tabel

A B Kebutuhan
Protein
Karbohidrat
Lemak
4
12
2
2
2
6
16
24
15
HARGA 1700 800



Misalkan : Banyaknya makanan A yang dibeli adalah x kg
Banyaknya makanan B yang dibeli adalah y kg

Minimumkan f (xy) = 1700x + 800y
ds : 4x + 2y > 16 ÷ 2x + y > 8 (1)
12x + 2y > 24 ÷ 6x + y > 12 (2
2x + 6y > 18 ÷ x + 3y > 9 (3)
(Catatan : Bentuk persyaratan > )
Titik Ekstrim

A (0,12) adalah titik potong antara garis (2) dan sumbu y.
B (1, 6) adalah titik potong antara garis (1) dan garis (2).
C (3, 2) adalah titik potong antara garis (1) dan garis (3).
D (9, 0) adalah titik potong antara garis (3) dan sumbu y.

f (x,y) = 1700x + 800y

f(A) = f(0,12) = 1700(0) + 800(12) = 9600
f(B) = f(1, 6) = 1700 (1) + 800( 6 ) = 6500
f(C) = f(3, 2) = 1700(3) + 800( 2 ) = 6700
f(D) = f(9, 0) = 1700(9) + 800( 0 ) = 15300

Jadi biaya minimum adalah Rp 6.500; yaitu dengan membeli 1 kg makanan A dan 6 kg
makanan B.
Untuk menentukan nilai maksimum / minimum dari suatu fungsi dengan syarat tertentu
dapat juga dicari tanpa menguji nilai fungsi dari titik-titik ekstrimnya.
Cara lain ini adalah dengan menggunakan Garis Selidik. Garis Selidik yang dimaksud adalah
garis yang merupakan fungsi objektifnya.

Andaikan fungsi objektifnya f(x,y) = ax + by
Garis Selidik ax + by = k
Untuk suatu (x,y) tertentu, k adalah nilai dari fungsi objektif tersebut.
Kemungkinan-kemungkinan

1) k=0 ÷ ax +by=0
Garis melalui titik pangkal (0,0) memberikan nilai minimum = 0.

2)Garis tersebut digeser sejajar ke kanan (masalah maksimum) / ke kiri (masalah
minimum) sehingga menyentuh titik ekstrim terakhir dari poligon yang terbentuk. Pada
titik itulah, nilai maksimum / minimum dari fungsi didapat.

contoh :

Maksimumkan f(x,y) = x + 2y

ds : x + 3y s 9...(1)
2x + y s 8...(2)
x ; y > 0

Garis putus-putus menunjukkan garis selidik x + 2y = 0 yang bergeser ke kanan dan
terakhir mencapai titik ekstrim E.

Maksimum dicapai pada titik E, yaitu f(E) = f(3,2) = 1(3) + 2(2) = 7

Keterangan :
Cara ini baik dilakukan, bila poligonal yang terbentuk banyak terdapat titik ekstrimnya.
Tetapi diperlukan ketelitian pada saat menggeser garis fungsi tujuan, terutama jika terdapat
titik-titik ekstrim yang saling berdekatan.

BENTUK UMUM

y = f(x) = ax
2
+ bx + c

x variabel bebas; y variabel tak bebas;
a,b,c konstanta ; a = 0


NILAI EKSTRIM

Bentuk y = ax² + bx + c dapat ditulis menjadi y = a(x+b/2a)² - D/4a

Dapat disimpulkan : y
ekstrim
= -D/4a yang dicapai bila x = -b/2a

Dapat disimpulkan :

y = a(x - x
ekstrim
)² + y
ekstrim

Ket: : Fungsi kuadrat mempunyai nilai ekstrim, maksimum atau minimum tergantung
dari nilai a.

Tanda dari a
a Parabola Terbuka Grafik
a > 0
Ke atas
Mempunyai nilai minimum

a < 0
Ke bawah
Mempunyai nilai maksimum

GRAFIK

Grafik fungsi kuadrat adalah sebuah PARABOLA.
Untuk melukiskannya harus diperhatikan

1) TITIK POTONG DENGAN SUMBU-X

y=O ÷ ax²+ bx + c = 0 (bentuk Persamaan Kuadrat)

KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN
Diskriminan PK Akar PK Titik Potong Dengan Sumbu x Grafik
D > 0 2 akar berlainan 2 titik potong

D = 0 akar kembar 1 titik potong (titik singgung)
D < 0 tidak ada akar Tidak ada titik potong

2) TITIK POTONG DENGAN SUMBU-Y

x=0 ÷ y=c ÷ (0, c)

KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN
c > 0 c < 0 c = 0



memotong sumbu y di atas memotong sumbu y di bawah melalui titik (0,0)

3. SUMBU SIMETRI

(Garis sejajar sumbu-y yang menjadikan parabola simetris).

Persamaan sumbu simetri x = -b/2a

Ket. : Dari sumbu simetri ini dapat ditentukan tanda dari b.

4. TITIK PUNCAK

Puncak (-b/2a , -D/4a)

5. UNTUK MELENGKAPI GRAFIK, DIAMBIL BEBERAPA NILAI X DAN Y
SECUKUPNYA
KOMBINASI TANDA a dan D
a>0

a<0

Ket :
Untuk D < 0 dan a > 0 Grafik selalu berada di atas sumbu x.
(fungsi selalu bernilai positip / DEFINIT POSITIF).

Untuk D < 0 dan a < 0 Grafik selalu berada di bawah sumbu x.
(fungsi selalu bernilai negatip l DEFINIT NEGATIP).

Pada umumnya grafik suatu fungsi kuadrat y = ax² + bx + c akan tertentu jika diketahui 3
titik yang dilaluinya. Hal khusus jika melalui titik puncak, cukup diketahui melalui 2 titik
saja.

diketahui melalui misalkan fungsi
1)Tiga titik sembarang (x1,y1) ; (x2,y2) dan
(x3,y3)
y = ax² + bx + c
(a = ? ; b=? ; c = ?)
2) Titik potong dengan sumbu x
(x1,0) ; (x2,0) serta sebuah titik sembarang
(x3,y3)
y = a (x - x1) (x - X2)
( a = ? )
3) Titik Puncak (xp, yp)
dan sebuah titik sembarang (X2,Y2)
Y = a (x - xp)² + yp
( a = ? )

Ket:
Dengan mensubstitusi titik-titik yang dilalui dan menyelesaikan persamaannya maka nilai a,
b dan c yang dibutuhkan dapat dicari, sehingga fungsi kuadrat yang dimaksud dapat
ditentukan.

Misalkan :
Garis lurus : y = mx + n ...(1)
Parabola : y = ax² + bx + c ... (2)

Koordinat titik potong garis lurus dan parabola di atas merupakan nilai x dan y yang
memenuhi persamaan (1) dan (2).

Didapat : mx + n = ax² + bx + c
ax² + (b - m)x + ( c - n ) = 0 ÷ merupakan Persamaan Kuadrat dalam x.


KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN
Diskriminan Akar PK Garis dan Parabola
D > 0
2 akar
berlainan
Berpotongan di 2 titik

D = 0 Akar kembar bersinggungan

D < 0
Tidak ada
akar riil
Tidak ada titik potong


Untuk menentukan koefisien arah garis singgung (gradien) di titik (x1,y1) pada grafik y = f
(x)

m= f'(x1)
f'(x1) berarti nilai turunan f(x) pada titik dengan absis x = x1

Persamaan garis singgung y - f(x1) = f '(x1) (x - x1)

Keterangan : Untuk titik yang tidak terletak pada parabola.


Ada dua persamaan garis singgung
Bila titiknya tidak terletak pada parabola, maka gradiennya dimisalkan dengan m dan
persamaan garisnya : y - y1 = m (x - x1 ) disinggungkan dengan parabola y = aX² + bx +
c dengan syarat D = 0
Anggap f : A ÷ B dan g : B ÷ C

Didapat fungsi baru (g o f) : A ÷ C
yang disebut komposisi fungsi dari f dan g

h = g o f
(g o f) (x) = g (f (x))
÷ yaitu dengan mengerjakan f(x) terlebih dahulu
ket : image f merupakan domain bagi g.
contoh:
1. f:A ÷ B; g:B ÷ C
(g o f)(a) = g (f(a)) = g(y) = t
(g o f)(b) = g (f(b)) = g(z) = r
(g o f)(c) = g (f(c)) = g(y) = t


2. f: R ÷ R ; f(x) = x²
g: R ÷ R ; g(x) = x + 3 R=riil

maka
(f o g)(x) = f(g(x)) = f(x+3) = (x+3)² = x² + 6x + 9
(g o f)(x) = g(f(x)) = g(x²) = x² + 3

Bila x=2, maka
(f o g)(2) = f(g(2)) = f(5) = 25
(g o f)(2) = g(f(2)) = g(4) = 7

3. Diketahui [rumus]
jika (f o g)(x) = x²
Tentukan g(x) !
jawab:
[rumus]
SIFAT
Bila f : A ÷ B; g : B ÷ C ; h : C ÷ D
maka
(f o g) = (g o f) : tidak komutatif
(h o g) o f = h o (g o f) : asosiatif
f : A ÷ B
Bila b e B, maka invers dari elemen b (dinyatakan dengan f
-1
(b)) adalah elemen A yang
mempunyai pasangan b, atau
f
-1
(b) = {x | x e A, f(x) = b}
Jika f adalah fungsi dari A ÷ B, maka f mempunyai fungsi invers f
-1
:A ÷ B jika dan hanya
jika f adalah one one onto / bijektif / korespondensi 1-1

ket :
f : y = f(x)
cara mencari fungsi invers
f
-1
: x = f(y) ÷ nyatakan x dalam y
TEOREMA
f : A ÷ B dan f
-1
: B ÷ A
f
-1
o f : A ÷ A : fungsi indentitas di A
f f
-1

A ÷ B ÷ A
(f
-1
o f)
f o f
-1
: B ÷ B : fungsi identitas di B
f
-1 f

B ÷ A ÷ B
(f o f
-1
)


(g o f)
-1
(x) = (f
-1
o g
-1
)(x)
contoh:
1. Tentukan diagram fungsi di bawah ini ada inversnya atau tidak



2. Tentukan grafik di bawah ini mempunyai invers/tidak !


CARA MENENTUKAN SUATU GRAFIK MEMPUNYAI INVERS/TIDAK
Tarik sembarang garis sejajar sumbu x, bila memotong grafik hanya di satu titik,
maka grafik tersebut mempunyai invers. Bila tidak demikian, maka grafik tersebut
tidak mempunyai invers
3. Diketahui f: R ÷ R
f(x) = 2x - 3

Tentukan f
-1
(x) !

Jawab:

f one one onto
sehingga f mempunyai invers
misalkan y = image dari x
y = f(x)
y = 2x-3 (yang berarti x = f
-1
(y))
x = (y+3)/2
f
-1
(x) = (x+3)/2
4. Diketahui f: A ÷ B
f(x) = (x - 2)/(x - 3)
dengan A = {R - {3}} dan B = {R - {-1}}
(baca: A adalah himpunan bilangan riil kecuali 33)

Tentukan f
-1
(x)

Jawab:

y = (x - 2)/(x - 3)
y(x - 3) = x - 2
yx - 3y = x - 2
x(y - 1) = 3y - 2
x = (3y - 2)/(y - 1) ÷ f
-1
(x) = (3x - 2)/(x - 1)

FUNGSI ASAL FUNGSI INVERS
f(x) = ax+b ; a = 0 f
-1
(x) = (x-b)/a ; a = 0
f(x) = (ax+b)/(cx+d) ; x = -d/c f
-1
(x) = (-dx+b)/(cx-a) ; x = a/c
f(x) = ax² + bx + c ; a = 0 f
-1
(x) = (-b+\(b²-4a(c-x))/2a ; a = 0
f(x) =
a
log cx ; a > 0 = 1 ; cx>0 f
-1
(x) = a
x
/c ; c = 0
f(x) = a
cx
; a > 0 = 1 f
-1
(x) =
a
log x
1/c
= 1/c
a
log x ; c=0
Keterangan : fungsi invers ini ada, jika syarat-syaratnya terpenuhi
Fungsi kuadrat secara umum tidak mempunyai invers, tetapi dapat mempunyai
invers jika daerah definisinya dibatasi.
f(x) = x² untuk X > 0 ÷ f
-1
(x) = \x untuk X > 0

Tempat kedudukan titik-titik (x,y) sehingga terdapat hubungan linier
ax + by + c = 0 merupakan suatu garis lurus
Bentuk ax + by +c = 0 (implisit) dapat ditulis dalam bentuk
y = mx + n (eksplisit)
dengan m = -a/b dan n = -c/b ; (b = 0)
Ket : nilai m dan n ini mempunyai arti penting dalam menentukan grafik garis lurus.
m disebut koefisien arah (gradien) garis

m = tan o , dimana a adalah sudut yang dibentuk garis dengan sumbu x positif (berlawanan
arah dengan jarum jam)
0° < o < 90° ÷ tan o = +
90° < o < 180° ÷ tan o = ÷
n = panjangan potongan terhadap sumbu y dihitung dari pusat sumbu koordinat
y = mx + n
m > 0 m < 0 m = 0

arah ke kanan
membentuk
arah ke kiri
membentuk sudut tumpul
sejajar sumbu x
n > 0 n < 0 n = 0


memotong sumbu y di atas memotong sumbu y di bawah melalui (0,0)


Cukup dengan menentukan 2 buah titik sembarang yang terletak pada grafik tersebut,
kemudian dihubungkan (biasanya kedua titik ini adalah titik-titik potong dengan masing-
masing sumbu).

contoh:
Gambarkan grafik 2x + 3y - 6 = 0
1. Titik potong dengan sumbu x ÷ y = 0 ; 2x + 3(0) - 6 = 0 ÷ x = 3 ÷ (3,0)
2. Titik potong dengan sumby y ÷ x = 0 ; 2(0) + 3y - 6 = 0 ÷ y = 2 ÷ (0,2)



Ket:
Untuk mengetahui apakah suatu titik terletak pada suatu garis adalah dengan cara
mensubstitusi koordinat titik tersebut ke persamaan garis. Bila memenuhi
persamaan berarti titik tersebut terletak pada garis. Dengan perkataan lain bila
suatu titik terletak pada suatu garis, maka koordinat titik tersebut memenuhi
persamaan garis (dapat menggantikan variabelnya yang bersesuaian).

Kedudukan 2 buah garis ditentukan oleh kemungkinan sudut yang dibentuk oleh dua garis
tersebut.

g1 : y = m1x + n1 ÷ m1 = tan o
g2 : y = mx2 + n2 ÷ m2 = tan |

u : sudut yang dibentuk kedua garis
u = (o - |)

dengan menggunakan rumus tangens, didapat :
tan q = |(m1-m2)/(1+m1m2)|
Ket :
Sudut yang dibentuk antara dua buah garis yang berpotongan, selalu dimaksudkan sebagai
sudut lancip antara kedua garis tersebut. Karena tangens u harus bernilai positif (sudut
lancip) maka rumusnya menggunakan tanda mutlak.
Dari rumus di atas dapat ditentukan bahwa kedua garis akan :
Kedudukan Garis



Bentuk Eksplisit
y = m1x + n1
y = m2x + n2

Bentuk Implisit
ax + by + c = 0
px + qy + r = 0
Berpotongan m1 = m2 a/p = b/q
Sejajar m1 = m2 dan n1 = n2 a/p = b/q = c/r
Tegak lurus m1.m2 = -1
(ap/bq) = -1
Berimpit m1= m2 dan n1=n2 a/p = b/q = c/r
strlen()
Digunakan untuk menghitung jumlah karakter dalam suatu variable, syantax-nya sebagai berikut
: strlen($namavariable)
contoh:
<?php
$kalimat="Belajar PHP";
$jumlah=strlen($kalimat);
print "variable string \$kalimat=$kalimat <br>";
print "Kalimat '$kalimat' diatas jumlah karakternya adalah $jumlah";
?>
strpos()
Berguna untuk mengetahui posisi suatu karakter pada sebuah variable string, Anda bisa
menuliskannya dengan syntax berikut : strpos($namavariable_string, $karakter)
contoh:
<?php
$kalimat="Pemograman PHP";
$karakter="m";
$posisi=strpos($kalimat,$karakter);

print "Karakter '$karakter' berada pada posisi ke $posisi dalam kalimat '$kalimat' <br>";
?>

Fungsi untuk merubah huruf kapital
Untuk merubah huruf pada variable string menjadi besar semua, Anda dapat menggunakan
fungsi: strtoupper("datastring)
Sedangkan unuk mengubah menjadi huruf kecil semua dapat mengunakan fungsi :
strtolower("datastring")
contoh
<?php
$kalimat="Juara liga Indonesia 2006 adalah persik Kediri";
print "Kalimat awal adalah : <br>";
print "$kalimat <br><br>";
$ubah1=strtoupper($kalimat);
print "Kalimat diatas diubah menjadi huruf besar semua menjadi :<br>";
print "$ubah1 <br><br>";
$ubah2 = strtolower($kalimat);
print "Kalimat diatas diubah menjadi huruf kecil semua menjadi : <br>";
print "$ubah2 <br>";
?>

Jika Anda ingin merubah huruf peratama saja dalam suatu string maka bisa menggunakan fungsi
berikut : ucfirst("data_string")
Untuk merubah huruf pertama saja dalam suatu kata dalam suatu string dapat menggunakan
fungsi berikut : ucwords("data_string")
contoh
<?php
$kalimat= "belajar pemograman web dengan PHP";
print "Kalimat awal adalah '$kalimat' <br><br>";
$ubah1 =ucfirst($kalimat);
print "Setelah dirubah kapital huruf awalnya saja menjadi : <br> ";
print $ubah1 ."<br><br>";
$ubah2 = ucwords($kalimat);
print "Setelah dirubah menjadi kapital perkata menjadi : <br>";
print $ubah2 ;
?>
Cara menghilangkan spasi dalam variable string
Jika Anda ingin mengubah posisi spasi pada suatu variable string, Anda dapat menggunakan
fungsi-fungis berikut
1. rtrim("data_string"), untuk menghilangkan spasi yang ada di kanan string
2. ltrim("data_string"), untuk menghilangkan spasi yang ada di kiri string
3. trim(("data_string"), untuk menghilangkan spasi yang ada di kanan dan kiri string

Contoh penggunaan fungsi-fungsi diatas adalah sebagai berikut
<?php
$kata=" Program PHP "; // Perhatikan pada bagian awal dan akhir mengandung spasi satu
ketuk
print "Kata '$kata' dengan spasi didepan dan dibelakang <br>";
$hilang1=ltrim($kata);
print "Dihilangkan spasi didepan menjadi : <br>";
print "'$hilang1' <br><br>";
$hilang2=rtrim($kata);
print "Dilihlangkan spasi dibelakang menjadi : <br>";
print "'$hilang2' <br><br>";
$hilang3=trim($kata);
print "Dilihlangkan spasi didepan dan dibelakang menjadi : <br>";
print "'$hilang3' <br><br>";

?>

Cara merubah variable string menjadi variable string baru yang diinginkan
Gunakan fungsi substr() untuk merubah variable string sesuai keinginan Anda
syntax-nya substr("data_string", posisi_awal, banyaknya_karakter)
Keterangan paramater dalam syntax substr():
data_string = adalah string kata atau kalimat atau karakter apapun berupa string yang ingin Anda
rubah
posisi_awal = adalah angka(bukan huruf) yang menunjukkan pada posisi keberapa Anda ingin
merubah string
banyaknya_karakter = adalah angka(bukan huruf) yang menunjukkan banyaknya karakter yang
ingin Anda rubah
contoh:
<?php
$kata="abcdefgh";
print "Variable \$kata = '$kata' dirubah menjadi string baru sebagai berikut : <br><br>";
echo substr($kata, 2) . " --> menggunakan fungsi substr(\$kata, 2) <br>";
echo substr($kata, 3,2) . " --> menggunakan fungsi substr(\$kata, 3,2) <br>";
echo substr($kata, 0,6) . " --> menggunakan fungsi substr(\$kata, 0,6) <br>";
echo substr($kata, -3,2) . " --> menggunakan fungsi substr(\$kata, -3,2) <br>";
?>
Fungsi substring_count()
Berguna untuk menghitung jumlah kata(atau beberapa karakter) dalam sebuah string, syntax-nya
sebagai berikut : substr_count("data_string", "karakter_yg_dicari")
untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini :
<?php
$kalimat = "PHP merupakan bahasa pemograman web dinamis. Bahasa PHP cukup mudah
dipelajari, dan PHP free";
$jumlah = substr_count($kalimat, "PHP");
print "Kalimat berikut ini <br> '$kalimat' <br><br>";
print "Jumlah kata 'PHP' dalam kalimat diatas adalah : $jumlah";
?>
untuk tambah lebih jelasnya lagi perhatikan contoh berikut ini:
<?php
$kata2=array("ex","te","xt","ek");
$lihat= "text text text text text text text text";
foreach($kata2 as $kw){
echo "Kata $kw terlihat ". substr_count($lihat,$kw) . "<br>";
}
?>

Membuat String Berulang
Untuk membuat string berulang, Anda bisa menggunakan fungsi berikut
:str_repeat("yang_akan_ulang", banyaknya_pengulangan)
Contoh :
<?php
$ulang = str_repeat("selamat", 4);
print "Anda telah berhasil belajar PHP, $ulang";
?>
Mengganti Bagian Dari String
Untuk mamnipulasi data string kadang Anda perlu untu mengganti bagian tertentu dari string
dengan nilai string lainnya. Anda dapat menggunakan fungsi berikut : str_replace("yg_diganti",
"pengganti", "kalimat")
parameter yg_diganti adalah string yang akan digantikan oleh string yang menggantikan
parameter pengganti adalah string yang akan menggantikan string yang digantikan
parameter kalimat adalah string awal yang berisi kalimat asli yang nantinya akan digantikan
contoh:
<?php
$kata1="Belajar PHP sangat susah yaaa !";
$ubah= str_replace("susah", "mudah", $kata1);
print "Kalimat '$kata1' <br>akan diganti menjadi : <br> ";
print $ubah;
?>

Memecah String
String dapat dipecah menjadi beberapa bagian, untuk memecah string perkata Anda dapat
menggukanan fungsi berikut : strtok("string_yg_akan_dipecah", "karakter_pemisah")
parameter karakter_pemisah bisa diisi dengan spasi kosong atau karakter apapun
contoh
<?php
$kalimat = "di wwww.agiptek.com ada tutorial PHP yang cukup lengkap untuk jadi rujukan
bagi pemula programmer PHP";
$pecah = strtok($kalimat, " ");
while ($pecah){
print "$pecah <br>";
$pecah = strtok(" ");
}
?>
Variable sering dijumpai dalam bahasa pemogramanm variable ini digunakan untuk menyimpan data
yang bersifat sementara baik jenis string, integer, array dll. Variable dalam script PHP dinyatakan dengan
tanda $ didepan nama variable.
Nama variable dapat berupa huruf, angka maupun garis bawah. Namun dalam penulisannya, variable
harus harus diawali dengan huruf atau (_) garis bawah, kemudian diikuti huruf atau angka. Penulisan
variable dengan karakter awal angka tidak diperbolehkan. Contoh penulisan variable yang benar adalah :

$data="variable";
$_data="data variable";
$data012="ini data varibale yang ada angkanya";
$nama_belakang="contoh lain penulisan variable";

Pendeklarasian variable selalu diikuti denga suatu nilai variable tersebut, baik nilai variable berupa
teks/string, maupun angka. Apabila variable itu belum memiliki nilai, maka tidak perlu dideklarasikan.
Perlu diperhatikan bahwa variable bersifat case sensitive, artinya penulisan nama variable membedakan
bentuk penulisan antara huruf kecil dan besar.

Pemberian nilai pada suatu variable juga dapat merujuk pada variable yang lain, pemberian nilai
referensi ini dinyatakan dengan memberikan tanda & di depan sebuah variable sebagai nilainya.
Perhatikan contoh berikut

<?php
//===================================================================
//Script: Contoh Sederhana Penggunaan Variabel.
//===================================================================

//Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.
$nama_depan="Muhammad";
$nama_depan2=&$nama_depan;
echo() berfungsi untuk menampilkan satu atau lebih data string kedalam internet browser. Fungsi echo()
ini sering digunakan oleh programmer karena penggunaannya yang sangat dibutuhkan dalam
pemograman, dan juga karena sangat mudah digunakan.
Fungsi echo() memiliki keunikan tersendiri, dimana bisa menyediakan lebih dari satu buah parameter,
dengan parameter dasarnya adalah: $arg1
Semua data di Parameter yang ada bisa Anda masukkan secara langsung ke dalam fungsi echo(), atau
dengan bantuan variable terlebih dahulu. Silahkan masukkan data yang Anda inginkan berdasarkan
kebutuhan yang sedang Anda hadapi, atau dengan menggunakan metode gaya penulisan favorit Anda.

berikut ini contoh sederhana penggunaan fungsi echo()

<?php
//===================================================================
//Script: Contoh Sederhana penggunaan fungsi echo()
//===================================================================

//Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.
$Data1 ="Provinsi Kalimantan Barat";
$Data2 ="Kota Pontianak";

echo ("$Data1");
echo ("<BR>\n");
echo ("$Data1");
?>

Perbedaan fungsi echo() ketika menggunakan tanda kutip ganda (") dengan ketika menggunakan tanda
kutip tunggal(')
Ketika menggunakan tanda kutip ganda, maka semua variable yang terdapat di dalam data string yang
akan diproses oleh echo(), seluruh data akan diproses terlebih dahulu sehingga semua data dalam
variable akan dimasukkan ke dalam hasil keluarannya, contoh

<?php
//===================================================================
//Script: Contoh Sederhana penggunaan fungsi echo() menggunakan tanda petik ganda (")
//===================================================================

//Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.
$Data1 ="Provinsi Kalimantan Barat";
$Data2 ="Kota Pontianak";

echo ("$Data1");
echo ("<BR>\n");
echo ("$Data2");
/*
maka hasilnya adalah
Provinsi Kalimantan Barat
Kota Pontianak
*/

?>


Sedangkan fungsi echo() jika menggunakan tanda petik tunggal ('), semua isi variable tidak akan di
proses lebih lanjut sehingga hasil keluarannya hanya menampilkan nama variablenya saja (jika
didalamnya ada nama variable)

<?php
//===================================================================
//Script: Contoh Sederhana penggunaan fungsi echo() menggunakan tanda petik ganda (")
//===================================================================

//Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.
$Data1 ="Provinsi Kalimantan Barat";
$Data2 ="Kota Pontianak";

echo ('$Data1');
echo ("<BR>\n");
echo ('$Data2');
/*
maka hasilnya adalah
$Data1
$Data2
*/

?>

Terlihat didalam hasil akhirnya, semua variable yan ada di data string tidak diproses isi variable-nya.
Dalam artian, isi data dalam variable tidak akan ditampilkan pada hasil akhir, sehingga echo() akan
mentah-mentah mengambil nama variable-nya saja untuk dimasukkan kehasil akhir.
Fungsi chr() untuk menhasilkan satu buah karakter string yang berisikan karakter, dimana nilai dari
karakter tersebut telah ditentukan oleh ASCII. Contoh sederhananya adalah karakter angka, seperti 82
Jika Anda menginginkan karakter tersebut diubah menjadi karakter yang telah ditentukan nilai ASCII-
nya, dengan fungsi chr() maka data string yang asli milik Anda akan diproses dan akan berubah menjadi :
R
Berikut ini adalah tabel nilai ASCII

Dari table diatas terlihat daftar nilai ASCII beserta karakter perwakilannya dan karakter-karakter lainnya
yang sering digunakan dalam keseharian. Dari tabel tersebut, ada beberapa hal penting yang perlu Anda
perhatikan, yaitu
1. Kode ASCII dari 33 sampai 12, merupakan karakter-karakter yang dapat dicetak (printable characters),
dapat berupa huruf, angka, tanda baca dan berbagai simbol-simbol
2. Kode dari 0 sampai 31 dikenal sebagai karakter kontrol (control characters)
3. Kode 32 dikhususkan untuk karakter spasi (space)
4. Kode 127 untuk karakter delete

Penjabaran singkat komposisi kode ASCII dapat dibuat sebagai berikut
0-31
32
33-126
127

Fungsi chr() akan melengkapi fungsi ord(), dimana fungsi ord() akan menghasilkan nilai ASCII sedangkan
fungsi chr() akan mengubah nilai ASCII menjadi karakter biasa

Fungsi chr() menyediakan satu buah parameter, yaitu $ascii
parameter $ascii atau disebut sebagai Parameter A, adalah kode ASCII yang akan Anda olah. Anda bisa
memasukkan secara lansung ke dalam fungsi atau bisa juga dengan menggunakan bantuan variabel
terlebih dahulu.

Tipe data yang digunakan oleh Parameter A ini adalah tipe integer atau int, yang berarti kode ASCII
adalah data yang berupa data angka. Berikut ini adalah sintaks dari fungsi chr() dengan menggunakan
Parameter A: chr($ascii)
Jika dilengkapi dengan tipe data maka dapat ditampilkan sebagai berikut : string chr(int $ascii)
Selain tipe data string, PHP juga memiliki banyak tipe data lainnya. Tipe-tipe data selain string
antara lain Boolean, Integer, Floating/Double, Array, Object, Resource dan Null. Contoh
perbedaan dalam penandaan tipe-tipe data tersebut dengan String dapat kita lihat pada seperti
dibawah ini
Tipe data Boolean contoh $A=TRUE;
Tipe data Integer contoh $B=9;
Tipe data Floating contoh $C=77.7;
Tipe data Array contoh $D=array(2008,2009,2010,2011);
Tipe data Array contoh $D[0]="contoh";
Tipe data Object contoh $E=mysql_connect($host,$user,$password);
Tipe data Null contoh $F=NULL;

Sebuah data string, baik berupa huruf, angka maupun simbol akan selalu dianggap oleh PHP
sebagai data bertipekan String, sepanjang didalam variable tersebut mempunyai tanda-tanda
sebagai berikut
1. Tanda petik tunggal/single quote (') yang berpasangan
2. Tanda petik ganda/double quote (") yang berpasangan
3. Sintaks heredoc (Heredoc Syntax)
4. Sintaks nowdoc (Nowdoc Syntax)

Bila tidak ditemukan tanda-tanda tersebut diatas maka variable itu akan langsung dianggap
sebagai variabel yang bertipekan data lainnya. Kita harus selalu melakukan pengecekan tipe
suatu data yang kemungkinan besar kita meragukan kebenaran tipe data yang sedang
dipergunakan.

Bila ada script yang berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan , bisa saja kesalahan yang
telah kita lakukan berasal dari kesalahan tipe data yang dipergunakan. Dengan mengetahui hal
tersebut, kita akan dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diduga nantinya.

Contoh penulisan tanda petik ganda maupun yang tidak ada tanda petik adalah sebagai berikut
<?php
//========================================================
===========
//Script: Contoh Sederhana Penandaan Variabel string
//========================================================
===========

//Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.
$Contoh1 = "1";
$Contoh2 = 1;
var_dump($Contoh1); //Hasilnya : String(1) "1"
var_dump($Contoh2); //Hasilnya : int(1)

?>

Tipe data string bisa dimodifikasi agar tampilannya didalam sebuah variable akan terlihat seperti
baris baru. Akan tetapi PHP tidak akan menggantikannya dengan baris baru, melainkan diberikan
sebuah spasi agar karakter-karakter yang terpisah itu tetap tersambung. Walaupun demikian, jika
kita lihat dalam source code (code dalam browser) maka baris baru tersebut akan tetap terbentuk.
Berikut contoh baris baru dalam data String

<?php
//========================================================
===========
//Script: Contoh Tampilan baris baru
//===
//Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.
$Data = "Burung
Merak
Kaswari
Dara";

//Sekarang kita tampilkan kedalam internet browser
echo ("$Data");
/*
===Hasil didalam internet browser
---------------------------------------------------------------------
Burung Merak Kaswari Dara
---------------------------------------------------------------------
*/

/*
===Hasil didalam source code browser
---------------------------------------------------------------------
Burung
Merak
Kaswari
Dara
---------------------------------------------------------------------
*/
?>

Bila data string mempunyai satu atau lebih spasi kosong(empty space/white space) di awal data
atau di akhir data, maka PHP tidak akan menampilkan semua spasi koson tersebut dan hanya
menampilkan 1 buah spasi kosong saja saat manampilkannya didalam internet browser. Akan
tetapi didalam source code html (dalam broser), semua spasi kosong tersebut akan tetap
terbentuk. Berikut contoh penggambaran dari spasi kosong

<?php
//========================================================
===========
//Script: Contoh Tampilan spasi dalam PHP
//===
//Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.
//Ada dua spasi kosong pada variable $A
$A = " Burung merak";
//Ada lima spasi kosong pada akhir variable $B
$A = "Burung merak ";
//Cek dengan fungis var_dump()
var_dump($A);
echo ("<BR>");
var_dump($B);
?>
Dalama bahasa pemograman PHP nda dapat merubah tipe data dalam sebuah variable menjadi
tipe lain.
Sebagai contoh, variable bertipe integer, tipe datanya dapat dirubah menjadi string. Fungsi yang
digunakan untuk merubah tipe data ini :
settype($Variable, $TipeData)
Keterangan :
* $Variable : adalah variable yang ingin Anda ubah tipe datanya
* $TipeData : adalah tipe data yang diinginkan untuk variable baru
Tipe data yang mendukung $TipeData adalah :
# Boolean atau Bool
# Integer atau Int
# Float atau Double
# String
# Array
# Object
# Null

Hasilnya akan berupa
* True jika proses perubahan berhasil dengan baik
* False jika proses perubahan gagal

Contoh sederhana penggunaan fungsi settype
<?php
//===================================================================
//Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi settype().
//===================================================================

//Data dimasukkan ke dalam Variabel.
$Data=9.99;
echo "Data lama:<BR>\n";
var_dump($Data);
echo ("<BR><BR>\n");
//Set tipe baru pada variable lama
//Tipe baru adalah string
$Hasil = settype($Data,"String");
//Lihat informasi sukses atau tidak perubahan data tersebut
echo "Hasil perubahan:<BR>\n";
var_dump($Hasil);
echo ("<BR><BR>\n");
Fungsi string gettype() menghasilkan nilai kembalian berupa type variable (bisa berupa string,
integer, boolean, array dll), dan pada fungsi is_string kali ini kita mendapatkan nilai kembalian
berupa true (benar) atau false(salah), sederhananya fungsi is_string ini adalah menanyakan
apakah ini string atau bukan ? dan kita mendapatkan respon jawaban ya (true) atau tidak(false)
berikut contoh pemakaian fungsi is_string()
<?php
//========================================================
===========
//Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi is_string().
//========================================================
===========

//Data dimasukkan ke dalam Variabel.

$Data1 = "0123456789" ;
$Data2 = 7 ;
$Data3 = 9.99 ;
$Data4 = True;
$Data5 = array(1,2,3);
echo is_string($Data1); //Hasilnya true
echo is_string($Data2); //Hasilnya false
echo is_string($Data3); //Hasilnya false
echo is_string($Data4); //Hasilnya false
echo is_string($Data5); //Hasilnya false
*/

?>

Pada tulisan yang lalu kita membahas var_dump(), telah kita ketahui var_dump() adalah fungsi
untuk mengetahui type suatu variable, sekarang kita membahas fungsi berikutnya yang mirip
yaitu gettype(), gettype juga berfungsi untuk mengetahui type variable apakah string atau bukan,
tetapi pada fungsi var_dump() selain mendapatkan nama suatu variable (string, integer atau
array) var_dump juga mengembalikan isi/nilai dalam variable, sedangkan gettype hanya
mengembalikan type variable nya saja syntax-nya sebagai berikut
gettype($NamaVariableAnda)
Berikut ini adalah contoh sederhana penggunaan fungsi gettype()

<?php
//========================================================
===========
//Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi gettype().
//========================================================
===========

//Data dimasukkan ke dalam Variabel.

$Data1 = "0123456789" ;
$Data2 = 7 ;
$Data3 = 9.99 ;
$Data4 = True;
$Data5 = array(1,2,3);

echo gettype($Data1); //Hasilnya string
echo gettype($Data2); //Hasilnya integer
echo gettype($Data3); //Hasilnya double
echo gettype($Data4); //Hasilnya boolean
echo gettype($Data5); //Hasilnya array
*/

?>
Pada pembahasan yang lalu kita membahas tentang "varible string dalam php"
Sekarang kita mulai membahas fungsi-fungsi string php, kita mulai dengan fungsi var_dump()
Pada bahasan yang lalu kita mempelajari tentang variable string, sekarang kita akan mempelajari
bagaimana mengetahui tipe suatu variable apakah datanya termasuk tipe data string atau bukan,
dan caranya sangatlah mudah. Kita bisa mengetahuinya dengan menuliskan fungsi di dalam
script berupa
var_dump($NamaVariableAnda) Fungsi ini akan menghasilkan nama tipe data yang dimiliki
oleh suatu variable yang telah dites dan juga beberapa tambahan informasi yang terkandung di
dalam suatu variable. Setiap jenis data akan menghasilkan informasi yang berbeda-beda. Berikut
ini contoh penggunaan fungsi var_dump()

<?php
//========================================================
===========
//Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi var_dump().
//========================================================
===========

//Data dimasukkan ke dalam Variabel.
$Warna="Hijau";

//Tampilkan informasi tentang data.
var_dump($Warna);

/*
===Hasil di Internet Browser:
-----------------------------------------------
string(5) "Hijau"
-----------------------------------------------
*/

/*
===Hasil di Source Code:
-----------------------------------------------
string(5) "Hijau"
-----------------------------------------------
*/

?>

Seperti kita lihat pada contoh diatas, sebuah variabel yang memiliki data string akan
menghasilkan kata "string", yang artinya datanya bertipe string dan diikuti oleh informasi
panjang karakternya yan berjumlah 5 karakter (h,i,j,a dan u)

Berikut ini contoh lainnya dari penggunaan fungsi var_dump()
<?php
//========================================================
===========
//Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi var_dump().
//===
//Data dimasukkan kedalam variabel
$Data1 = "0123456789" ;
$Data2 = 7 ;
$Data3 = 9.99 ;
$Data4 = True;
$Data5 = array(1,2,3);

var_dump($Data1) //Hasilnya: string(10) "0123456789"
var_dump($Data2) //Hasilnya: int(7)
var_dump($Data3) //Hasilnya: float(9.99)
var_dump($Data4) //Hasilnya: bool(true)
var_dump($Data5) //Hasilnya: array(3) {[0]=>int(1) [1]=>int(2) [2]=>int(3) }
*/

?> Bahasa pemograman PHP mempunyai banyak sekali fungsi string. Semoga tulisan ini bisa
membantu saya dan teman-teman yang ingin mempelajari fungsi string dalam PHP
Data string adalah data yang terdiri dari satu ataupun gabungan dari berbagai macam karakter.
Karakter tersebut dapat berupa huruf, angka, tanda baca, symbol, ataupun gabungan dari semua
jenis karakter.

Semua karakter ini berkolaborasi menjadi satu kesatuan yan membentuk suatu arti, yang
nantinya bisa dengan mudah diterjemahkan dan juga difahamioleh manusia maupun komputer.

Hasil keluaran (output) dari sebuah data atau berbagai macam gabungan data, biasanya selalu
disajikan dalam bentuk hasil sementara ataupun disajikan sebagai hasil akhir.

Nilai data string bisa dimasukkan ke sebuah variabel. Variabel adalah gabungan karakter tertentu
yang bisa menampung data, baik hasil output data script lain maupun input baru dari user.
Variabel ini dapat terus menerus menyimpan nilai data string sampai halaman situs selesai
diproses. Isi data di variabel bisa tetap disimpan dan juga bisa dihilangkan dengan pemograman
tertentu tergantung kebijakan programmer.

Fungsi dari variable sangat beragam. Contohnya, bisa ingin menampilkan isi dari sebuah variable
di 100 titik tertentu maka kita cukup menuliskan variable saja, tidak perlu menulis ulang semua
isi dari variable tersebut
Berikut ini contoh penggunaan data String dalam variable

<?php
//========================================================
===========
//Script: Contoh Sederhana Penggunaan Variabel.
//========================================================
===========

//Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.
//Variabel A
$A="Burung Merak";

//Variabel B
$B="Burung Cendrawasih";

//Gabungkan kedua Variabel ini.
$C="$A dan $A";
$D="$B dan $A";
$E="$A dan $A";
$F="$B dan $B";
$G="$A, $A";

//Tampilkan ke dalam Internet Browser.
//Fungsi echo(),
//digunakan untuk mencetak data ke dalam Internet Browser.
//Kode \n,
//digunakan untuk mencetak baris baru (Lihat di Source Code).
//Kode <BR>,
//digunakan untuk mencetak baris baru (Lihat di Internet Browser).

echo("$C");
echo("<BR>\n");

echo("$D");
echo("<BR>\n");

echo("$E");
echo("<BR>\n");

echo("$F");
echo("<BR>\n");

echo("$G");
echo("<BR>\n");

/*
===Hasil di Internet Browser:
-----------------------------------------------
Burung Merak dan Burung Merak
Burung Cendrawasih dan Burung Merak
Burung Merak dan Burung Merak
Burung Cendrawasih dan Burung Cendrawasih
Burung Merak, Burung Merak
-----------------------------------------------
*/

/*
===Hasil di Source Code:
===Gambar 1.16
-----------------------------------------------
Burung Merak dan Burung Merak<BR>
Burung Cendrawasih dan Burung Merak<BR>
Burung Merak dan Burung Merak<BR>
Burung Cendrawasih dan Burung Cendrawasih<BR>
Burung Merak, Burung Merak<BR>
-----------------------------------------------
*/
?>
Demikian bagian pertama tulisan ini, selesai perkenalan singkat kita dengan arti kata string
dalam bahasa pemograman php
Kita lanjut kepembahasan berikutnya berupa fungsi-fungsi string dalam bahasa pemograman php




KETENTUAN

Untuk x <<< ( x ÷ 0 ) maka sin x ~ x
(x <<< kecil sekali ; ~ setara )

l i m sin x = 1 l i m tg x = 1
x ÷ 0 x x ÷ 0 x
l i m x = 1 l i m x = 1
x ÷ 0 sin x x ÷ 0 tg x
PERLUASAN
l i m sin ax = a/b l i m tg ax = a/b
x ÷ 0 bx x ÷ 0 bx

l i m ax = a/b l i m ax = a/b
x ÷ 0 sin bx x ÷ 0 tg bx

l i m sin ax = a/b l i m tg ax = a/b
x ÷ 0 sin bx x ÷ 0 tg bx


l i m sin ax = a/b l i m tg ax = a/b
x ÷ 0 tg bx x ÷ 0 sin bx
Rumus-rumus trigonometri yang sering digunakan untuk merubah fungsi:

cos x = sin (90° - x)
ctg x = tg (90° - x)
sin ax = 2 sin ½ax cos ½ax
cos ax = 1- 2 sin² ½ax
cos²x = 1 - sin²x


HAL-HAL KHUSUS
l i m ax
m
+ bx
m-1
+ .... =
x ÷ · px
n
+ qx
n-1
+ ...
· untuk m > n ;
a/p untuk m =n ;
0 untuk m < n

l i m \ax
2
+ bx + c - \dx
2
+ ex + f
x ÷ ·
· untuk a > d ;
b-e untuk m =n ;
2\a
-· untuk a < d
Bila salah satu suku belum berbentuk tanda akar maka dibentuk dengan cara
mengkuadratkan kemudian menarik tanda akar.


DALIL L'HOSPITAL

Jika fungsi f dan g masing-masing terdifferensir pada titik x= a
dan f(a) = g(a) = 0 atau f(a) = g(a) = · maka

l i m f(x) = l i m f(x)
x ÷ · g(x) x ÷ a g(x)


CONTOH LIMIT FUNGSI ALJABAR

1. l i m x
2
- 5x + 6 = (3)
2
- 5(3) + 6 = 0
x ÷ 3

2. l i m 3x - 2 = · (*) Uraikan
x ÷ · 2x + 1 ·

x(3 - 2/x) = 3 - 2/x = 3 - 0 = 3
x(2 - 1/x) 2 + 1/x 2 - 0 2

atau langsung gunakan hal khusus

3. l i m x
2
- x - 1 = · (*) Uraikan
x ÷ · 10x + 9 ·

x(x - 1 - 1/x) = x - 1 - 1/x = · - 1 - 0 = · =·
x(10 - 9/x) 10 + 9/x 10 + 0 10

atau langsung gunakan hal khusus


4. l i m x
2
- 3x + 2 = 0 (*) Uraikan
x ÷ 2 x
2
- 5x + 6 0

(x - 1)(x - 2) = (x - 1) = 2 - 1 = -1
(x - 3)(x - 2) = (x - 3) = 2 - 3

atau langsung gunakan hal khusus ÷ Differensial


5. l i m x
3
- 3x
2
+ 3x - 1 = 0 (*) Uraikan
x ÷ 1 x
2
- 5x + 6 0

(x - 1)
3
= (x - 1)
2
= (1 - 1)
2
= 0
(x - 1) (x - 5) (x + 5) (1 + 5) 6

atau langsung gunakan hal khusus ÷ Differensial



6. l i m \
2
+ x - \2x = 0 (*) Hilangkan tanda akar dengan
x ÷ 2 x - 2 0 mengalikan bentuk sekawan

(x - 1)
3
= (x - 1)
2
= (1 - 1)
2
= 0 = 0
(x - 1) (x - 5) (x + 5) (1 + 5) 6

atau langsung gunakan hal khusus ÷ Differensial



7. l i m (
3x
- \9x
2
+ 4x) = · - · (*) Hilangkan tanda akar
x ÷ ·

l i m (
3x
- \9x
2
+ 4x ) =
3x
- \9x
2
+ 4x ( = (*) Hilangkan tanda
x ÷ · ¸
3x
- \9x
2
+ 4x ¸ akar
l i m (
9x2
- (9x
2
+ 4x) = l i m -4x =
x ÷ · 3x + \(9x
2
+ 4x) x ÷ · 3x + 3x \[1+(a/9x)]

l i m -4 = -4 = -2
x ÷ · 3 + 3\
(1
+ 0) 6 3

atau langsung gunakan hal khusus

CONTOH LIMIT FUNGSI TRIGONOMETRI
1. l i m sin 2x = 0 (*)
x ÷ 0 tg 3x 0
sin 2x = 3x 2 = 1 . 1 . 2 = 2
2x tg 3x 3 3 3
2. l i m 1 - cos 2x = 0
x ÷ 0 sin 2x 0
1 - (1 - 2 sin² 2x) = 2 sin² x = sin x = tg x = 0
2 sin x cos x 2 sin x cos cos x
3. l i m 1 - cos x = 0
x ÷ 0 3x² 0
2 sin² (½x) = sin (½x) . sin (½x) = 1 . 1 . 1 = 1
3 . 4 . (½x) 6 (½x) (½x) 6 6
atau langsung gunakan hal khusus ÷ Differensial
4. l i m sin x - sin a = 0 (*)
x ÷ 0 x - a 0
2 cos ½(x+a) sin ½(x-a) = cos ½(x+a) . sin ½(x-a) =
x - a ½ (x - a )
cos ½(x+a) . 1 = cos ½(a+a) . 1 = cos a


Differensial (turunan) fungsi y = f(x) terhadap x didefinisikan sebagai :

dy = l i m f(x + Ax) - f(x)
dx Ax ¬ 0 Ax

(Perbandingan perubahan y yang disebabkan karena perubahan x, untuk perubahan x yang
kecil sekali)

Notasi lain : df/dx = f`(x) ; y`

RUMUS - RUMUS
1. FUNGSI ALJABAR
y = x
n
¬ dy/dx = nx
n-1

2. FUNGSI TRIGONOMETRI
y = sin x ¬ dy/dx = cos x
y = cos x ¬ dy/dx = - sin x
y = sin x ¬ dy/dx = sec²x
Sifat - sifat :

1. y = c (c=konstanta) ¬ dy/dx = 0

2. y = c U(x) ¬ dy /dx = c . U`(x)

3. y = U(x) ± V(x) ¬ dy /dx = U`(x) ± V`(x)

4. Bentuk perkalian
y = U(x) . V(x) ¬ dy/dx = U`(x).V(x) + U(x).V`(x)

5. Bentuk pembagian
y = U(x) ¬ dy = U`(x).V(x) - U(x).V`(x)
V(x) dx (V(x))²

6. Bentuk rantai
y = f(U) dan U = g(x) ¬ dy/dx = dy/du .du/dx

y = (ax + b)
n

dy/dx = n(ax+b)
n-1
(a)

y = sin (ax + b)
dy/dx = (a) cos (ax+b)

y = sin
n
(ax + b)
dy/dx = n sin
n-1
(ax+b) [a cos (ax+b)]

Ket : Untuk menyelesaikan persoalan, sifat dan rumus-rumus ini dikombinasikan
1. MENENTUKAN KOEFISIEN ARAN GARIS SINGGUNG
(Gradien) di titik (x1y1) pada kurva y = f(x)

m = f`(x1)

f`(x1) berarti nilai turunan f(x) pada titik dengan absis x = x1,

Ket :
Khusus untuk jenis fungsi kuadrat. Jika titik tidak terletak pada grafik, maka gradien garis
singgungnya dimisalkan dengan m yang dicari dengan menggunakan persamaan garis y -
y1 = m (x - x1) disinggungkan dengan persamaan kurva y = f(x) dengan syarat D = 0 (D =
diskriminan dari hasil eliminasi kedua persamaan)
2. MENENTUKAN MONOTON FUNGSI

• Fungsi y = f(x) monoton naik pada suatu interval,
jika pada interval itu berlaku f'(x) > 0

• Fungsi y = f(x) monoton turun pada suatu interval,
jika pada interval itu berlaku f'(x) < 0
3. MENENTUKAN TITIK STASIONER

Fungsi y = f(x) ÷ Syarat stasioner f'(x) = 0

JENIS - JENISNYA

STASIONER :

MAKSIMUM
Syarat : f`(x) = 0 ÷ x = x0; f'' (x0) < 0 ÷ Titik maksimum (xo, f(xo))

MINIMUM
Syarat : f '(x) = 0 ÷ x = x0; f'' (x0) > 0 ÷ Titik Minimum (xo, f(xo))

BELOK
Syarat : f '(x) = 0 ÷ x = x0; f'' (x0) = 0 ÷ Titik belok (xo, f(xo))

Nilai Stasioner adalah nilai fungsi di absis titik stasioner

Keterangan :
1. Untuk menentukan jenis jenis titik stasioner dapat juga dicari dengan melihat
perubahan tanda disekitar titik stasioner.
Langkah :
a. Tentukan absis titik stasioner dengan syarat f '(x) = 0 ÷ x = xo
b. Buat garis bilangan f '(x)
c. Tentukan tanda-tanda disekitar titik stasioner dengan mensubstitusi sembarang
titik pada f '(x)
d. Jenis titik stasioner ditentukan oleh perubahan tanda di sekitar
titik stasioner.

ket : f`(x) > 0 grafik naik
f`(x) > 0 grafik turun

2. Nilai maksimum/minimum suatu fungsi dalam interval tertutup didapat dari nilai
stasioner fungsi dalam interval itu atau dari nilai fungsi pada ujung - ujung interval
4. MASALAH FISIKA

Jika S(t) = Jarak (fungsi waktu)
V(t) = Kecepatan (fungsi waktu)
a(t) = Percepatan (fungsi waktu)
t = waktu

maka V = dS/dt dan a = dV/dt

5. MENYELESAIKAN MASALAH LIMIT

DALIL L'Hospital

Jika fungsi-fungsi f dan g masing-masing terdifferensir pada x = a dan f(a) = g(a) = 0 atau
f(a) = g(a) = · sehingga :

lim f(x) = 0 atau lim f(x) = ·, maka
x÷a g(x) 0 x÷a g(x) ·

lim f(x) = lim f`(x) = ·, maka
x÷a g(x) x÷a g`(x) ·


INTEGRAL merupakan kebalikan dari differensial (anti differensial).
Jika turunan dari F(x) adalah f(x), maka :
} f(x) dx = F(x) + c ¬ (c = konstanta)
Integral dapat digolongkan atas :

A. Integral tak tentu (Tanpa batas)
B. Integral tertentu (Dengan batas)
Integral Tak Tentu
Matematika Kelas 3 > Integral
437
< Sebelum Sesudah >
1. RUMUS

FUNGSI ALJABAR
} x
n
dx =
1
/
n+1
x
n+1
+ c ; n = -1

FUNGSI TRIGONOMETRI
} sin x dx = - cos x + c
} cos x dx = sin x + c

sifat-sifat:
a. } c f(x) dx = c } f(x) dx
b. } ( f(x) ± g(x) ) dx = } f(x) dx ± } g(x) dx
c. jika } f(x) dx = F(x) + c
maka } f(ax) dx = 1/a F(ax) + c
} f(ax+b) dx = 1/a F(ax+b) + c

Perluasan :
} (ax + b)
n
dx = 1/a 1/(n+1) (ax + b)
n+1
+ c
} sin (ax + b) dx = -1/a cos (ax + b) + c
} cos (ax + b) dx = 1/a sin (ax + b) + c
CARA MENGINTEGRIR

a. SUBSTITUSI

I = } f(x) dx
substitusi : x = Q(u) ; dx = Q`(u) du
I = } f(Q(u)) Q`(u) du
jika ruas kanan telah diintegrir, subtitusi kembali dengan fungsi invers dari x = Q(u)
(ket : Prinsipnya adalah merubah variabel sehingga rumus dapat digunakan)

b. SUBSTITUSI TRIGONOMETRI

1. Bentuk \ a
2
- x
2

misalkan x = a sin u ÷ u = arc sin x/a
dx = a cos u du


} \ a2 - x2 dx = a } \ 1 - sin
2
u (a cos u du)
= a
2
} cos
2
u du
= ½a
2
} (1 + cos
2
u) du
= ½a
2
(u + sinu cosu) + c

= ½a
2
} [arc sin x + x \a
2
- x
2
] + c
a a a

} \ a
2
- x
2
dx = ½ a
2
arc sin x/a + ½ x \ a
2
- x
2
+ c

2. Bentuk } \a
2
+ b
2
x
2

Gunakan substitusi : x = a/b tgu
dx = a/b sec
2
u du

3. Bentuk } \b
2x2
- a
2

Gunakan substitusi : x = a/b secu
dx = a/b tgu sec
2
u


c. PARSIIL

Yaitu mengenai integral dari suatu bentuk yang merupakan hasil perkalian antara suatu
fungsi x dengan turunan dari suatu fungsi x yang lain.

I = } f(x) g(x) dx
Misalkan : u = f(x) ; dv = g(x) dx
du = ..... dx ; v = } g(x) dx = ..... maka :

} u du = u v - } v du

Pemisalan dibuat sedemikian sehingga bentuk } v du jadi lebih mudah
Untuk hal-hal khusus dapat digunakan cara TABULASI
1. Pengertian

Bila suatu fungsi F(x) mempunyai turunan f(x), maka bila f(x) diintegrasikan pada selang
(a, b) menjadi
a a
} c dx = c(x) ¦= F(b) - F(a)
b b
2. Sifat

b b
a. } c dx = c(x) ¦ = c(b - c) c = konstanta
a a

b a
b. } f(x) dx = - } f(x) dx c = batas ditukar
a b

a
c. } f(x) dx = 0 c = batas sama
a

b a b
d. } f(x) dx = } f(x) dx + } f(x) dx c = ( a < c < b)
a b c
1. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva

y = f(x) > 0 (grafik di atas sumbu-x) ;
sumbu -x
garis x = a ; garis x = b
b
Luas = } f(x) dx = 0
a
2. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva

x = g(y) > 0 (grafik di kanan sumbu-y)
sumbu -y ;
garis y = c ; garis y = d
d
Luas = } g(y) dy = 0
c
b
3. Untuk y = f (x) < 0, maka } f(x) dx < 0
a
menyatakan luas daerah yang terletak di bawah sumbu x dibatasi oleh garis x = a ; a = b.
Karena luas selalu positif, maka :

b b
Luas = - } f(x) dx = } f(x) dx
a a
4. Jika y = f (x) pada interval a < x < b grafiknya memotong sumbu-x, maka luasnya
merupakan jumlah dari beberapa integral tertentu.

y = f(x) memotong sumbu x di c ; a < c < b
sumbu-x ;
garis x = a ; garis x = b
c b
Luas = } f(x) dx + } f(x) dx
a c
5. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva

y= f1(x) ; y=f2(x)
garis x = a ; garis x = b
b
Luas = } [f1(x) - f2(x)] dx a
6. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva

Y = f1(x) Y = f2(x) yang berpotongan pada
titik-titik yang berabsis c dan d
d
Luas = } [f1(x) - f2(x)] dx c
HAL KHUSUS

1. Untuk luas antara dua kurva (fungsi kuadrat dengan sumbu-x ; fungsi kuadrat dengan
fungsi kuadrat atau fungsi kuadrat dengan fungsi linier dapat digunakan rumus:
Luas = D\D atau Luas = a x1 - x2
3

6a
2
6
Ket. :
D = Diskriminan hasil eliminasi kedua persamaan (yang tidak disederhanakan)
a adalah koefisien a² hasil eliminasi kedua persamaan.
x1 dan x2 adalah absis titik potong kedua kurva.

2. Luas antara parabola dengan sumbu-x.

Luas = 2/3 luas persegi panjang terkecil
yang melingkupinya
= 2/3 (b-a)(c)

1. Volume benda putar yang mengelilingi sumbu x

y = f(x) ;
garis x =a ; garis x = b ;
diputar mengelilingi sumbu -x
b
Volume = t } (f(x))
2
dx
a
2. Volume benda putar mengelilingi sumbu y

x = f(y)
garis y = c ; garis y = d ; diputar
mengelilingi sumbu-y
d
Volume = t } (f(x))
2
dy
c
3. Daerah antara dua kurva diputar mengelilingi sumbu -x

y = f1(x) ; y = f2(x)
garis x = a ; garis x = b ; diputar mengelilingi
sumbu -x
b
Volume = t } {[f1(x)]
2 -
[f2(x)]
2
} dx
a
4. Daerah antar dua kurva yang berpotongan pada titik-titik dengan absis a dan b diputar
mengelilingi surnbu x

y = f1(x) ; y=f2(cx)
diputar mengelilingi sumbu-x
b
Volume = t } {[f1(x)]
2 -
[f2(x)]
2
} dx
a
1. Panjang busur kurva y = f(x) dari a = a sampai a = b
b
S = t } \ 1 + (dy/dx)
2
dx
a

2. Panjang busur kurva x = f(y) dari y = c sampai y = d
d
S = t } \ 1 + (dx/dy)
2
dy
c


Kubus Tabung
rusuk kubus = a
volume = a³ panjang diagonal bidang = a\2
luas = 6a² panjang diagonal ruang = a\3
r = jari-jari
t = tinggi
volume = t r² t luas = 2trt
Prisma Kerucut
LA = luas alas
t = tinggi
volume = LA.t
r = jari-jari
t= tinggi
g = garis pelukis
volume = 1/3 tr²t luas = trs
Limas Bola
LA = luas alas
t = tinggi
volume = 1/3 LA t
r =jari-jari
volume = 4/3 tr³
luas =

BIDANG EMPAT TEGAK

Bidang empat tegak adalah bidang empat
yang salah satu rusuknya tegak lurus
pada bidang alas atau proyeksi titik
puncaknya tepat pada salah satu titik sudut
bidang alas..

BIDANG EMPAT BERATURAN
- Bidang yang batasnya terdiri dari
dari empat buah segitiga sama sisi
yang kongruen
- Titik sudutnya merupakan
pertemuan dari tiga buah bidang
batas dan tiga buah rusuk
- Karena masing-masing bidang batas
merupakan segitiga sama sisi yang
kongruen, maka titik berat masing-
masing bidang batas tepat berimpit
dengan titik tingginya. Sehingga titik
berat bidang empat beraturan juga
tepat berimpit dengan titik tingginya.

AM = 2/3 AD
BM = 2/3 BE
CM = 2/3 CF
BIDANG EMPAT SIKU-SIKU
Bidang empat siku-siku adalah bidang empat
dengan ketiga buah rusuknya bertemu pada
satu titik yang saling tegak lurus sesamanya.



• Bujur sangkar ABCD (segi-empat beraturan) merupakan bidang alas limas. Titik O
adalah titik pusat bidang alas.
• Titik T merupakan titik puncak limas
• Segitiga TAB, TBC, TCD, TAD merupakan bidang sisi tegak
• Garis TA, TB, TC, TD merupakan rusuk-rusuk tegak
• Garis AB, BC, CD, DA, merupakan rusuk-rusuk alas
• TO tegak lurus bidang alas (ABCD)
• Titik O merupakan proyeksi titik T pada bidang alas ABCD (O pusat
bidang alas). TO merupakan tinggi limas.
PROYEKSI TITIK PADA GARIS
Proyeksi sebuah titik P pada sebuah garis g dapat diperoleh dengan menarik garis tegak
lurus dari titik P terhadap garis g. Perpotongan garis tegak lurus dari titik P dengan dengan
garis g yaitu titik P' , disebut proyeksi titik P pada garis g.

P = titik yang diproyeksikan (proyektum)
P' = titik hasil proyeksi
PP' = garis yang memproyeksikan
g = garis yang menerima proyeksi (garis
proyeksi) dan PP' g
PROYEKSI TITIK PADA BIDANG
Proyeksi sebuah titik P pada bidang V dapat diperoleh dengan menarik garis tegak lurus dari
P ke bidang V. Perpotongan garis lurus dari P dengan bidang V, yaitu titik P' disebut sebagai
proyeksi titik P pada bidang V.

P = titik yang diproyeksikan (proyektum)
P' = titik hasil proyeksi
PP' = garis yang memproyeksikan (proyektor)
V = bidang yang menerima proyeksi (bidang
proyeksikan) dan PP' V)
PROYEKSI GARIS PADA BIDANG
Proyeksi sebuah garis g pada bidang V dapat diperoleh dengan membuat proyeksi titik-titik
yang terletak pada garis g ke bidang V. Selanjutnya titik-titik proyeksi ini kita hubungkan,
maka diperoleh proyeksi dari garis g, yaitu g'

Garis g = garis yang diproyeksikan
(proyektum)

Bidang v = bidang yang menerima
proyeksi (bidang proyeksi)

AA', BB', CC' = garis yang memproyeksi-
kan (proyektor)

Garis g' = proyeksi garis g pada bidang V

Bidang yang dibentuk oleh garis-garis proyektor
yaitu bidang a disebut bidang proyektor.
GARIS TEGAK LURUS PADA SEBUAH BIDANG

• Sebuah garis tegak lurus bidang, jika garis tersebut tegak lurus dua
garis yang berpotongan pada bidang tersebut.
• Garis g tegak lurus bidang V, berarti garis g tegak lurus pada setiap
garis yang terletak pada bidang V.
FAKTA - FAKTA
1. Jika garis a tegak lurus pada garis g dan h yang berpotongan maka garis a tegak
lurus pada bidang yang melalui kedua garis g dan h itu.
2. Jika dari sebuah titik P yang terletak pada garis g dibuat garis-garis k, l, m,...... yang
masing-masing tegak lurus pada garis g maka garis k, l, m,.... terletak pada sebuah
bidang datar yang tegak lurus pada garis g.
3. Jika salah satu dari dua garis (g atau h) yang sejajar, berdiri tegak lurus pada bidang
a, maka garis yang lain (g tau h) akan tegak lurus pada bidang a
4. Jika garis g dan h masing-masing tegak lurus pada bidang a, maka garis g dan h itu
adalah sejajar.
5. Melalui sebuah titik P yang terletak pada garis g hanya dapat dibuat sebuah bidang a
yang tegak lurus pada garis g.
6. Melalui sebuah titik P diluar garis g, hanya dapat dibuat sebuah bidang a yang tegak
lurus pada garis g.
7. Melalui sebuah titik P pada sebuah bidang a, hanya dapat ditarik sebuah garis g yang
tegak lurus pada bidang a

Garis Terletak Pada Bidang


Garis dengan bidang mempunyai dua titik persekutuan

Garis menembus bidang


Garis dengan bidang mempunyai satu titik persekutuan

Garis sejajar bidang


Garis dan bidang tidak mempunyai titik persekutuan

Titik ke Garis

Panjang garis tegak lurus dari titik ke garis tersebut

Titik ke Bidang

Panjang garis tegak lurus dari titik ke bidang tersebut

Antara Dua Garis Yang Bersilangan Antara Dua Bidang


Sudut antara garis m dan n yang bersilangan
adalah sudut yang dibentuk antara garis m' dan
n' yang ditarik melalui sebuah titik p di dalam
ruang, searah dan sejajar dengan m dan n.
Sudut antara dua garis yang terletak pada
masing-masing bidang tersebut. Dimana
garis-garis ini tegak lurus pada garis
potong dua bidang (garis tumpuan) itu;
dan berpotongan di garis potong kedua
bidang.
Antara Garis dan Bidang


Sudut antara garis tersebut dengan proyeksinya
pada bidang itu.


Persamaan diferensial parsial
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Persamaan diferensial parsial (PDP) adalah persamaan yang di dalamnya terdapat suku-suku
diferensial parsial, yang dalam matematika diartikan sebagai suatu hubungan yang mengaitkan
suatu fungsi yang tidak diketahui, yang merupakan fungsi dari beberapa variabel bebas, dengan
turunan-turunannya melalui variabel-variabel yang dimaksud. PDP digunakan untuk melakukan
formulasi dan menyelesaikan permasalahan yang melibatkan fungsi-fungsi yang tidak diketahui,
yang merupakan dibentuk oleh beberapa variabel, seperti penjalaran suara dan panas,
elektrostatika, elektrodinamika, aliran fluida, elastisitas, atau lebih umum segala macam proses
yang terdistribusi dalam ruang, atau terdistribusi dalam ruang dan waktu. Kadang beberapa
permasalahan fisis yang amat berbeda memiliki formulasi matematika yang mirip satu sama lain.
[sunting] Pengantar
Bentuk paling sederhana dari persamaan diferensial adalah

di mana u suatu fungsi tak diketahui dari x dan y. Hubungan ini mengisyaratkan bahwa nilai-nilai
u(x,y) adalah tidak bergantung dari x. Oleh karena itu solusi umum dari persamaan ini adalah

di mana f adalah suatu fungsi sembarang dari variabel y. Analogi dari persamaan diferensial
biasa untuk persamaan ini adalah

yang memiliki solusi

di mana c bernilai konstan (tidak bergantung dari nilai x). Kedua contoh di atas menggambarkan
bahwa solusi umum dari persamaan diferensial biasa melibatkan suatu kostanta sembarang, akan
tetapi solusi dari persamaan diferensial parsial melibatkan suatu fungsi sembarang. Sebuah solusi
dari persamaan diferensial parsial secara umum tidak unik; kondisi tambahan harus disertakan
lebih lanjut pada syarat batas dari daerah di mana solusi didefinisikan. Sebagai gambaran dalam
contoh sederhana di atas, fungsi dapat ditentukan jika dispesifikasikan pada sebuah garis
.


1. Kedua akar nyata berlawanan

Maksudnya : X1 = -X2

syarat : D > 0
X1 + X2 = 0 ÷ b = 0

Ket: X1 + X2 = 0 ÷ -b/a = 0 ÷ b = 0

2. Kedua akar nyata berkebalikan

Maksudnya : X1 = 1/X2

syarat : D > 0
X1 . X2 = 1 ÷ a = c

Ket: X1 . X2 = 1 ÷ c/a = 1 ÷ a = c

3. Kedua akar nyata positif

Maksudnya : X1 > 0 ; X2 > 0

syarat : D > 0
X1 + X2 > 0
X1 . X2 > 0

4. Kedua akar nyata negatif

maksudnya : X1 < 0 ; X2 < 0

syarat: D > 0
X1 + X2 < 0
X1 . X2 > 0

5. Kedua akar nyata berlainan tanda

Maksudnya : X1 > 0 ; X2 < 0

syarat : D > 0
X1 . X2 < 0

Ket: bentuk X1 + X2 bukan merupakan syarat karena hasil dari X1 + X2 tandanya
tidak pasti

6. Kedua akar rasional

Maksudnya : X1 dan X2 bukan berbentuk \

syarat : D = bentuk kuadrat
D = (0,1,4,9,16,25...)

Ket: D= bentuk kuadrat akan menghilangkan tanda \ , sehingga X1 dan X2 rasional
7. Suatu bentuk aljabar disebut simetris, seperti x² + y², jika x dan y dipertukarkan
tempatnya menjadi y² + x², maka nilainya sama dengan bentuk semula.
8. Dalam hal ini kita merubah bentuk yang diberikan menjadi bentuk (X1+X2) atau
(X1.X2)
1. X1² + X2² = (X1 + X2)² - 2X1.X2
= (-b/a)² + 2(c/a)

2. X1³ + X2³ = (X1+X2)³ - 3X1X2(X1+X2)
= (-b/a)³ - 3(c/a)(-b/a)

3. X1
4
+ X2
4
= (X1²+X2²)² -(X1²X2²)
= [(X1+X2)² - 2X1X2]² - 2(X1X2)²
= [(-b/a)² - 2(c/a)]² - 2(c/a)²

4. X1²X2 + X1X2² = X1X2(X1+X2)
= c/a (-b/c)

5. 1/X1 + 1/X2 = (X1+X2)/X1+X2
= (-b/a)/(c/a)
= -b/c

6. X1/X2 + X2/X1 = (X1²+X2²)/X1X2
= ((X1+X2)²-2X1X2)/X1X2

7. (X1-X2)² = (X1+X2)² - 4X1X2 atau [\D/a]² = D/a²

8. X1² - X1² = (X1+X2)(X1-X2)
= (-b/a)(\D/a)
9.
10. Bedakan Istilah
11. Jumlah Kuadrat : (X1²+X2²)
12. dengan
13. Kuadrat Jumlah (X1+X2)²
14.
KEDUA AKARNYA KUADRAT
Andaikan akar-akarnya X1 dan X2

1. Mengisikan akar-akarnya kedalam bentuk (X - X1)(X - X2) = 0
2. Menggunakan sifat akar X² - (X1+X2)X + X1 . X2 = 0

KEDUA AKARNYA MEMPUNYAI HUBUNGAN DENGAN AKAR-AKAR PERSAMAAN
KUADRAT YANG DIKETAHUI
Andaikan X1 dan X2 adalah akar-akar persamaan kuadrat aX²+bX+c=0 yang diketahui
1. Hubungan tidak beraturan [y1 = f(X1,X2) dan y2 = f(X1,X2)]

Andaikan y1 dan y2 adalah akar-akar persamaan kuadrat baru.

Langkah:

Cari terlebih dahulu nilai dari (y1 + y2) dan (y1 . y2) yang masing-masing
merupakan fungsi dari (X1 + X2) atau (X1 . X2) dimana nilai dari (X1 + X2) dan (X1
. X2) didapat dari persamaan kuadrat yang diketahui.

Persamaan Kuadrat baru : y² - (y1 + y2)y + (y1 . y2) = 0

2. Hubungan beraturan (hal khusus)
Akar-akar baru Hubungan PK Baru
p lebihnya
(X1+p) dan (X2+p)
y = X + p
÷ X = y-p

a(y-p)² + b(y-p) + c =0

p kurangnya
(X1-p) dan (X2-p)
y = X - p
÷ X = y + p

a(y+p)² + b(y+p) + c = 0

p kali
pX1 dan pX2

y = pX
÷ X = y/p

a(y/p)²+b(y/p)+c=0

kebalikannya
1/X1 dan 1/X2

y=1/X
X= 1/y

a(y/p)² + b(1/y) + c = 0
atau
cy²+by+a = 0

kuadratnya
X1² dan X2²

y = X²
÷ X = \y

a(\y)² + b(\y) + c = 0
atau
a²y + (2ay-b²)y + c² = 0


Antara dua bilangan a dan b terdapat hubungan :
a > b ; a = b atau a < b

1. a > b ÷ a - b > 0
a = b ÷ a - b = 0
a < b ÷ a - b < 0

prinsip: nilai bilangan harus jelas positif, nol atau negatif

2. a + b < c ÷ a + b - c < 0

atau

c-a-b>0

3. Ditambah/Dikurangi dengan bilangan yang sama
a < b ÷
{
a + c < b + c
a - c < b - c
4.
5. Dikali/Dibagi dengan bilangan positif yang sama
a < b
}
÷
{
ac < bc
c > 0 a/c < b/c
6.
Tanda tetap

7. Dikali/dibagi dengan bilangan negatif yang sama
a < b
}
÷
{
ad > bd
TANDA
BERUBAH
d < 0 a/d > b/d
8.
9. Pangkat Genap
a > 0 ; b > 0
}
÷ a² < b² TANDA TETAP
a < b
10.
a < 0 ; b < 0
}
÷ a² > b² TANDA BERUBAH
a < b
11.
12. Pangkat Ganjil
a < b ÷
{
a³ < b³
÷ TANDA TETAP a
5
< b
5

a
7
< b
7

13.
14. Kebalikan
a > 0 ; b > 0
}
÷ 1/a > 1/b TANDA BERUBAH
a < b
15.
a < 0 ; b < 0
}
÷ 1/a > 1/b TANDA BERUBAH
a < b

Dipergunakan untuk mengetahui nilai (+/-) suatu fungsi pada interval tertentu.
Batas pada garis bilangan didapat dari harga nol fungsi (angka yang menjadikan fungsi
bernilai 0), sehingga fungsi bernilai nol pada batas tersebut, dan bernilai (+/-) pada interval
lainnya.
Untuk menentukan nilai (+/-) suatu fungsi dalam suatu interval, langkah pertama adalah
mencari nilai nolnya sebagai batas interval pada garis bilangan, kemudian substitusi
sembarang bilangan yang mewakili suatu interval.
Untuk memudahkan mengetahui daerah (+/-) biasanya dicek angka 0 atau daerah yang
diuji adalah daerah paling kanan (bilangan besar sekali) sehingga tanda (+/-)
cukup dengan melihat hasil perkalian/pembagian tanda dari koefisien variabel.
Bila hasil substitusi tersebut bernilai positif maka interval di mana bilangan itu berada
adalah juga bernilai positif, bila hasil substitusi tersebut bernilai negatif maka interval di
mana bilangan itu berada juga bernilai negatif.


Andaikan a < b

Ambil yang paling kanan

Ambil yang paling kiri
Ambil yang berada diantaranya
contoh :
1. UNTUK BATAS TUNGGAL
f(x) = (x - a) (x - b)
f(x) < 0 untuk a < x < b
f(x) > 0 untuk x < a atau x > b
HAL KHUSUS
Bila koefisien x² adalah (+), dan dapat
difaktorkan, maka perubahan tanda adalah
sebagai berikut:
(+) | (-) | (+)
Bila koefisien x² adalah (-), dan dapat
difaktorkan, maka perubahan tanda adalah
sebagai berikut :
(-) | (+) | (-)


2. UNTUK BATAS RANGKAP
f(x) = (x - a)² (x - b) f(x) = (x - a) (x - b)²
(-) || - | (+)
a b
(-) | - || (+)
a b
f(x) < 0 untuk x < b ; x = a
f(x) > 0 untuk x > b
f(x) < 0 untuk x < a
f(x) untuk x > a ; x = b
Ket :
bila melewati batas tunggal (rangkap ganjil) maka tanda pada interval berikutnya berubah,
bila melewati batas rangkap genap maka tanda pada interval berikutnya tetap.

A. PERTIDAKSAMAAN LINIER (PANGKAT SATU)
Adalah pertidaksamaan yang salah satu atau kedua ruasnya mengandung bentuk linier
dalam x.
Penyelesaian:
Letakkan variabel x di ruas tersendiri terpisah dari konstanta-konstanta.
Contoh :
2x - 3 > 5 ÷ 2x > 5 + 3
ijgeiirjirijrigir j 2x > 8
gehghhejehh2x > 2

gambar

B. PERTIDAKSAMAAN IRASIONAL (BENTUK AKAR)
Adalah pertidaksamaan yang variabelnya ada di dalam tanda akar.
Penyelesaian:
- Susunlah dahulu bila kedua ruas seimbang.
(Bila ada dua tanda akar letakkan satu di ruas kiri, satu di ruas kanan; bila ada tiga
tanda akar letakkan satu di ruas kiri, dua di ruas kanan atau sebaliknya).
- Kuadratkan kedua ruasnya.
(tanda tidak berubah karena yang dikuadratkan adalah bilangan positif).
- Selesaikan pertidaksamaannya ................. (1)
syarat: bilangan di bawah tanda akar harus non negatif (> 0)...(2)
(pembicaraan adalah mengenai bilangan riil)
- Jawabannya adalah yang memenuhi syarat (1) dan (2) di atas.
Contoh:
1. \(x-2) < 2
÷ kuadratkan
x - 2 < 4
x < 6
÷ syarat :
x - 2 > 0
x > 2

2 s x < 6
2. \(-x + 3) - \(2x + 1) > 0

seimbangkan

\(-x+3) > \(2x+1)

÷ kuadratkan
-x + 3 > 2x + 1
3x < 2
x < 2/3

÷ syarat :
-x + 3 > 0 ÷ x s 3
dan
2x + 1 > 0 ÷ x > -1/2

-1/2 s x < 2/3

C. PERTIDAKSAMAAN KUADRAT (PANGKAT DUA)
Yaitu pertidaksamaan dalam x yang bentuk umumnya :
ax² + bx + c > 0 dengan a, b, c konstanta; a = 0.
Penyelesaian:
- Jadikan ruas kanan = 0
- Jadikan koefisien x² positif (untuk memudahkan pemfaktoran)
- Uraikan ruas kiri atas faktor-faktor linier.
- Tetapkan nilai-nilai nolnya
- Tetapkan tanda-tanda pada garis bilangan
- Jawaban didapatkan dari hal-hal yang ditanyakan dan terlukiskan pada garis
bilangan
(bila ditanyakan > 0, maka yang dimaksud adalah daerah +,
bila ditanyakan < 0, maka yang dimaksud adalah daerah -).
contoh:
x² + x - 2 > 0
(x + 2) (x - 1) > 0

x < -2 atau x > 1

D. PERTIDAKSAMAAN PECAHAN
Yaitu pertidaksamaan dalam x yang penyebutnya mengandung variabel x.
Penyelesaian:
- Pindahkan semua bilangan keruas kiri, jadikan ruas kanan = 0
(ingat! tidak diperkenankan mengali silang, karena tanda pertidaksamaan tidak
dapat ditentukan berubah/tidak)
- Samakan penyebutnya sehingga pecahan dapat disederhanakan.
- Selanjutnya, sama seperti penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. Syarat: penyebut
pecahan = 0
contoh :

-8 s x <1
(2x + 7)/(x - 1) s 1
(2x + 7)/(x - 1) - 1 s 0
(2x + 7)/(x - 1) - (x - 1)/(x - 1) s 0 ÷ (x + 8)/(x - 1) s 0
syarat : penyebut (x-1) = 0
x = 1

E. PERTIDAKSAMAAN DERAJAT TINGGI (Derajat > 3)
Penyelesaian:
- Terlebih dahulu usahakan disederhanakan. Bila ada bentuk kuadrat yang definit
(selalu) bernilai positif ( D < 0 ; a > 0) langsung dapat dihilangkan.Tanda
pertidaksamaan tetap.
Bila ada bentuk kuadrat yang definit negatif ( D < 0 ; a < 0) dapat dihilangkan asal
tanda pertidaksamaannya berubah.
- Selanjutnya sama seperti penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. Dengan catatan,
tanda pada garis bilangan akan berubah jika melewati harga nol yang tunggal
(rangkap ganjil) dan tanda akan tetap jika melewati harga nol yang rangkap genap.
contoh:
1. (x - 1/2) (x² - 3x - 4) (x² - 6x + 9) < 0
(x -1/2) (x - 4) (x - 1) (x - 3)² < 0



x < 1 atau 1/2 < x < 3 atau 3 < x < 4

2. (3x² + x + 2)/(x² + 4x - 12) > 0
Bentuk (3X² + X + 2) adalah definit (selalu bernilai) positif, karena:
D = (1)² - 4(3)(2) = -23 dan a = 3
D < 0 dan a > 0
Sehingga (3x² + x + 2) dapat dihilangkan, soal menjadi

(+)/(X² + 4X - 12) > 0 ® (+)/(X + 6) (X - 2) > 0

X < -6 atau X > 2
F. PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK
Yaitu pertidaksamaan dimana variabelnya berada di dalam tanda mutlak.

Batasan : |x| = x jika x > 0
0 jika x = 0
-x jika x < 0 keterangan : |x| > 0

masalah : menghilangkan tanda mutlak.

Penyelesaian:
Untuk a > 0
|x|< a ÷ -a < x < a |x| > a ÷ x < -a atau x > a |x| = a ÷ x = ±a
secara umum:
menghilangkan tanda mutlak adalah dengan mengkuadratkan kedua ruas
atau
|x| < a ÷ x² < a² ÷ x² - a² < 0 ÷ (x-a)(x+a) < 0 ÷ -a < x < a
|x| > a ÷ x² > a² ÷ x² - a² > 0 ÷ (x-a)(x+a) > 0 ÷ x<-a atau x>a
keterangan:
|x| < -a TM
|x| > -a ¬x

|a/b| < c ÷ |a| < c|b|
Hubungan/relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu pemasangan anggota-
anggota A dengan anggota-anggota B.
A. SEBUAH RELASI R TERDIRI DARI:
1. Himpunan A
2. Himpunan B
3. Sebuah kalimat terbuka P(x,y) yang menyatakan hubungan antara himpunan A
dengan himpunan B.
Dimana x bersesuaian dengan a e A dengan y bersesuaian dengan b e B.
÷ Bila P(a,b) betul maka a berelasi dengan b. Ditulis a R b
÷ Bila tidak demikian maka a R b
B. SEBUAH RELASI DAPAT DINYATAKAN DENGAN:
1. Himpunan Pasangan Berurutan (a,b)
2. Kalimat terbuka P(x,y)
3. Diagram cartesius ( diagram A x B )
4. Diagram panah

÷ bila R adalah sebuah relasi, maka himpunan dari relasi ini adalah:

R = {(a,b) | a e A; b e B; P(a,b) adalah betul}

Ket: Jika A=B, maka P(x,y) mendefinisikan sebuah relasi di dalam A.

contoh :

R = (A,B, P(x,y))
A = {2,3,4}
B = {3,4,5,6}
P(x,y) menyatakan x pembagi y

Himpunan penyelesaian relasi ini adalah

a. Himpunan pasangan berurutan

R = {(2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4)}


b. Diagram cartesius




c. Diagram panah


RELASI INVERS
Setiap Relasi dari A ke B, mempunyai relasi R-1 dari B ke A yang didefinisikan sebagai
R
-1
= {(b,a) | (a,b) e R}
contoh:
A = {1,2,3}; B = {a,b}
R = {(1,a), (1,b), (3,a)} relasi dari A ke B
R
-1
= {(a,1), (b,1), (a,3)} relasi invers dari B ke A
DOMAIN DAN RANGE
Domain (daerah asal) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen pertama dari pasangan
berurutan elemen R.
Domain = { a | a e A, (a,b) e R }
Range (daerah hasil) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen kedua dari pasangan
berurutan elemen R.
Range = {b | b e B, (a,b) e R}
contoh:
A = {1,2,3,4} ; B = {a,b,c}
R = {(2,a) ; (4,a) ; (4,c)}
Domain = {2,4}
Range = {a,c}

Suatu pemetaan / fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi khusus
sedemikian rupa sehingga, setiap anggota A dipasangkan dengan tepat satu anggota B.
ditulis f : A ÷ B
1. Himpunan A disebut DOMAIN fungsi, dan himpunan B disebut CODOMAIN fungsi.
2. Bila a e A, maka b e B yang menyatakan pasangan dari A, disebut image (peta) dari
A.

ditulis f(a) = b
3. Kumpulan dari image-image a e A di B, membentuk range fungsi.

range = f(A)

Jenis-Jenis Fungsi
Matematika Kelas 1 >Relasi Fungsi / Komposisi Fungsi-Fungsi Invers
373
< Sebelum Sesudah >
f : A ÷ B
ONE ONE (INJEKTIF)
Tidak ada dua elemen yang berlainan di A, yang mempunyai
pasangan yang sama di B.

ONTO (SURJEKTIF)
Semua elemen di B merupakan peta dari elemen-elemen A
(Range A = B atau f(A) = B)

ONE-ONE (BIJEKTIF)/KORESPONDENSI 1-1

contoh:
1. Nyatakan diagram di bawah ini, menyatakan fungsi/bukan !
A = {a,b,c} dan B = {x,y,z}


bukan bukan fungsi fungsi
2. Nyatakan diagram di bawah ini, menyatakan fungsi atau bukan !

a. y = 3 - x b. y = x² c. y = x


a. Fungsi b. Fungsi c. Fungsi

d. x = y² e. y = sin x f. x² + y² = 25



CARA MENENTUKAN SUATU GRAFIK ADALAH FUNGSI ATAU BUKAN

Tarik sembarang garis lurus sejajar sumbu y. Bila hanya memotong di satu titik
pada grafik, maka grafik tersebut merupakan fungsi. Bila tidak demikian maka
grafik tersebut bukan merupakan fungsi.
3. Bila V = {-2,-1,0,1,2}
g : V ÷ R; R = riil
g(x) = x² + 1
Tentukan range !!!

Jawab:

Domain = {-2, -1, 0, 1, 2}
Image dari g adalah :
g(-2) = 5
g(-1) = 2
g(0) = 1
g(1) = 2
g(2) = 5

maka range = {1, 2, 5}
4. Tentukan domain dan range dari y = \(x - 1)
syarat : (x - 1) > 0

Jawab :

D = { x | x > 1}
R = { y | y > 0}
5. Tentukan range dari f(x) = x² pada domain [1, -4]

Jawab:

Domain : f(x) = x²
-1 s x s 4
0 s x s 16
0 s y s 16
Range : [0, 16]
Anggap f : A ÷ B dan g : B ÷ C

Didapat fungsi baru (g o f) : A ÷ C
yang disebut komposisi fungsi dari f dan g

h = g o f
(g o f) (x) = g (f (x))
÷ yaitu dengan mengerjakan f(x) terlebih dahulu
ket : image f merupakan domain bagi g.
contoh:
1. f:A ÷ B; g:B ÷ C
(g o f)(a) = g (f(a)) = g(y) = t
(g o f)(b) = g (f(b)) = g(z) = r
(g o f)(c) = g (f(c)) = g(y) = t


2. f: R ÷ R ; f(x) = x²
g: R ÷ R ; g(x) = x + 3 R=riil

maka
(f o g)(x) = f(g(x)) = f(x+3) = (x+3)² = x² + 6x + 9
(g o f)(x) = g(f(x)) = g(x²) = x² + 3

Bila x=2, maka
(f o g)(2) = f(g(2)) = f(5) = 25
(g o f)(2) = g(f(2)) = g(4) = 7

3. Diketahui [rumus]
jika (f o g)(x) = x²
Tentukan g(x) !
jawab:
[rumus]
SIFAT
Bila f : A ÷ B; g : B ÷ C ; h : C ÷ D
maka
(f o g) = (g o f) : tidak komutatif
(h o g) o f = h o (g o f) : asosiatif
f : A ÷ B
Bila b e B, maka invers dari elemen b (dinyatakan dengan f
-1
(b)) adalah elemen A yang
mempunyai pasangan b, atau
f
-1
(b) = {x | x e A, f(x) = b}
Jika f adalah fungsi dari A ÷ B, maka f mempunyai fungsi invers f
-1
:A ÷ B jika dan hanya
jika f adalah one one onto / bijektif / korespondensi 1-1

ket :
f : y = f(x)
cara mencari fungsi invers
f
-1
: x = f(y) ÷ nyatakan x dalam y
TEOREMA
f : A ÷ B dan f
-1
: B ÷ A
f
-1
o f : A ÷ A : fungsi indentitas di A
f f
-1

A ÷ B ÷ A
(f
-1
o f)
f o f
-1
: B ÷ B : fungsi identitas di B
f
-1 f

B ÷ A ÷ B
(f o f
-1
)

(g o f)
-1
(x) = (f
-1
o g
-1
)(x)
contoh:
1. Tentukan diagram fungsi di bawah ini ada inversnya atau tidak



2. Tentukan grafik di bawah ini mempunyai invers/tidak !


CARA MENENTUKAN SUATU GRAFIK MEMPUNYAI INVERS/TIDAK
Tarik sembarang garis sejajar sumbu x, bila memotong grafik hanya di satu titik,
maka grafik tersebut mempunyai invers. Bila tidak demikian, maka grafik tersebut
tidak mempunyai invers
3. Diketahui f: R ÷ R
f(x) = 2x - 3

Tentukan f
-1
(x) !

Jawab:

f one one onto
sehingga f mempunyai invers
misalkan y = image dari x
y = f(x)
y = 2x-3 (yang berarti x = f
-1
(y))
x = (y+3)/2
f
-1
(x) = (x+3)/2
4. Diketahui f: A ÷ B
f(x) = (x - 2)/(x - 3)
dengan A = {R - {3}} dan B = {R - {-1}}
(baca: A adalah himpunan bilangan riil kecuali 33)

Tentukan f
-1
(x)

Jawab:

y = (x - 2)/(x - 3)
y(x - 3) = x - 2
yx - 3y = x - 2
x(y - 1) = 3y - 2
x = (3y - 2)/(y - 1) ÷ f
-1
(x) = (3x - 2)/(x - 1)
FUNGSI ASAL FUNGSI INVERS
f(x) = ax+b ; a = 0 f
-1
(x) = (x-b)/a ; a = 0
f(x) = (ax+b)/(cx+d) ; x = -d/c f
-1
(x) = (-dx+b)/(cx-a) ; x = a/c
f(x) = ax² + bx + c ; a = 0 f
-1
(x) = (-b+\(b²-4a(c-x))/2a ; a = 0
f(x) =
a
log cx ; a > 0 = 1 ; cx>0 f
-1
(x) = a
x
/c ; c = 0
f(x) = a
cx
; a > 0 = 1 f
-1
(x) =
a
log x
1/c
= 1/c
a
log x ; c=0
5. Keterangan : fungsi invers ini ada, jika syarat-syaratnya terpenuhi
6. Fungsi kuadrat secara umum tidak mempunyai invers, tetapi dapat
mempunyai invers jika daerah definisinya dibatasi.
7. f(x) = x² untuk X > 0 ÷ f
-1
(x) = \x untuk X > 0
8.
FUNGSI ASAL FUNGSI INVERS
f(x) = ax+b ; a = 0 f
-1
(x) = (x-b)/a ; a = 0
f(x) = (ax+b)/(cx+d) ; x = -d/c f
-1
(x) = (-dx+b)/(cx-a) ; x = a/c
f(x) = ax² + bx + c ; a = 0 f
-1
(x) = (-b+\(b²-4a(c-x))/2a ; a = 0
f(x) =
a
log cx ; a > 0 = 1 ; cx>0 f
-1
(x) = a
x
/c ; c = 0
f(x) = a
cx
; a > 0 = 1 f
-1
(x) =
a
log x
1/c
= 1/c
a
log x ; c=0
9. Keterangan : fungsi invers ini ada, jika syarat-syaratnya terpenuhi
10. Fungsi kuadrat secara umum tidak mempunyai invers, tetapi dapat
mempunyai invers jika daerah definisinya dibatasi.
11. f(x) = x² untuk X > 0 ÷ f
-1
(x) = \x untuk X > 0
12.

Tempat kedudukan titik-titik (x,y) sehingga terdapat hubungan linier
ax + by + c = 0 merupakan suatu garis lurus
Bentuk ax + by +c = 0 (implisit) dapat ditulis dalam bentuk
y = mx + n (eksplisit)
dengan m = -a/b dan n = -c/b ; (b = 0)
Ket : nilai m dan n ini mempunyai arti penting dalam menentukan grafik garis lurus.
m disebut koefisien arah (gradien) garis

m = tan o , dimana a adalah sudut yang dibentuk garis dengan sumbu x positif (berlawanan
arah dengan jarum jam)
0° < o < 90° ÷ tan o = +
90° < o < 180° ÷ tan o = ÷
n = panjangan potongan terhadap sumbu y dihitung dari pusat sumbu koordinat
y = mx + n
m > 0 m < 0 m = 0

arah ke kanan
membentuk
arah ke kiri
membentuk sudut tumpul
sejajar sumbu x
n > 0 n < 0 n = 0


memotong sumbu y di atas memotong sumbu y di bawah melalui (0,0)

Cukup dengan menentukan 2 buah titik sembarang yang terletak pada grafik tersebut,
kemudian dihubungkan (biasanya kedua titik ini adalah titik-titik potong dengan masing-
masing sumbu).

contoh:
Gambarkan grafik 2x + 3y - 6 = 0
1. Titik potong dengan sumbu x ÷ y = 0 ; 2x + 3(0) - 6 = 0 ÷ x = 3 ÷ (3,0)
2. Titik potong dengan sumby y ÷ x = 0 ; 2(0) + 3y - 6 = 0 ÷ y = 2 ÷ (0,2)



Ket:
Untuk mengetahui apakah suatu titik terletak pada suatu garis adalah dengan cara
mensubstitusi koordinat titik tersebut ke persamaan garis. Bila memenuhi
persamaan berarti titik tersebut terletak pada garis. Dengan perkataan lain bila
suatu titik terletak pada suatu garis, maka koordinat titik tersebut memenuhi
persamaan garis (dapat menggantikan variabelnya yang bersesuaian).

Kedudukan 2 buah garis ditentukan oleh kemungkinan sudut yang dibentuk oleh dua garis
tersebut.

g1 : y = m1x + n1 ÷ m1 = tan o
g2 : y = mx2 + n2 ÷ m2 = tan |

u : sudut yang dibentuk kedua garis
u = (o - |)

dengan menggunakan rumus tangens, didapat :
tan q = |(m1-m2)/(1+m1m2)|
Ket :
Sudut yang dibentuk antara dua buah garis yang berpotongan, selalu dimaksudkan sebagai
sudut lancip antara kedua garis tersebut. Karena tangens u harus bernilai positif (sudut
lancip) maka rumusnya menggunakan tanda mutlak.
Dari rumus di atas dapat ditentukan bahwa kedua garis akan :
Kedudukan Garis



Bentuk Eksplisit
y = m1x + n1
y = m2x + n2

Bentuk Implisit
ax + by + c = 0
px + qy + r = 0
Berpotongan m1 = m2 a/p = b/q
Sejajar m1 = m2 dan n1 = n2 a/p = b/q = c/r
Tegak lurus m1.m2 = -1
(ap/bq) = -1
Berimpit m1= m2 dan n1=n2 a/p = b/q = c/r



1.Bentuk umum
ax + by + c = 0 atau y = mx + n

2. Persamaan sumbu x ÷ y = 0
3. Persamaan sumbu y ÷ x = 0
4. Sejajar sumbu x ÷ y = k
5. Sejajar sumbu y ÷ x = k
6. Melalui titik asal dengan gradien m
y = mx

7. Melalui titik (x1,y1) dengan gradien m
y -y1 = m (x - x1)

8. Melalui potongan dengan sumbu di titik (a,0)
dan (0,b)
bx + ay = ab

9. Melalui titik (x1,y1) dan (x2,y2)
(y-y1)/(y2-y1) = (x-x1)/(x2-x1)
y-y1 = ((y2-y1)/(x2-x1))(x-x1)

ket :
Persamaan (9) didapat dari persamaan (7) dengan mengganti
m=(y2-y1)/(x2-x1)
Garis ini mempunyai gradien m = (y2-y1)/(x2-x1)

Jarak Dua Buah Titik
Jarak antara titik A(x1,y1) dan titik B(x2,y2)

AB = \((x1-x2)²+(y1-y2)²)
Koordinat Titik Tengah
Koordinat titik tengah antara titik A(x1,y2) dan titik
B(x2,y2)
XT = (x1+x2)/2
YT = (y1+y2)/2
Jarak Titik Ke Garis
Jarak titik A(x1,y1) ke garis
g : ax + by + c = 0
d = |(ax1+by1+c)/\(a²+b²)|
Ket :
Untuk menentukan jarak antara dua buah garis sejajar, pertama tentukan sembarang titik
yang terletak pada salah satu garis, kemudian nyatakan jarak titik ini ke garis yang lain.
Atau gunakan rumus jadi :
Jarak dua garis sejajar ax + by + c1 = 0 dan ax + by +c2 = 0 adalah
d = |(c1-c2)/\(a²+b²)|
Penggunaan :
Luas segitiga = ½ (alas X tinggi)
(alas = jarak 2 titik; tinggi = jarak titik ke garis
Luas bujur sangkar = sisi X sisi
(sisi = jarak 2 titik atau jarak titik ke garis
Luas Trapesium = ½ (jumlah sisi sejajar X tinggi)
(sisi sejajar = jarak 2 titik; tinggi = jarak titik ke garis)
Garis Bagi Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan membagi sudutnya menjadi
2 bagian sama besar
Garis tinggi Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan tegak lurus sisi
dihadapannya
Garis berat Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan membagi sisi dihadapannya
menjadi dua bagian sama besar
Garis Sumbu Garis yang membagi suatu sisi menjadi dua bagian sama besar dan
tegak lurus pada sisi itu.

PERGESERAN GRAFIK
Fungsi asal y = f(x)
Geser a satuan Fungsi Baru
Kekanan y = f(x-a)
Kekiri y = f(x+a)
Keatas (y-a) = f(x) ÷ y = f(x) + a
Kebawah (y+a) = f(x) ÷ y = f(x) -a
Ket : rumusan pergeseran ini berlaku untuk sembarang grafik, seperti : garis lurus,
parabola, lingkaran dsb.




contoh :
garis melalui (0,0) ÷ y = mx Parabola berpuncak di (0,0) ÷ y = x²
garis melalui (x1, y1) ÷ y-y1 = m(x-x1)
Parabola berpuncak di (xp,yp) ÷
y-yp = a(x-xp)²
y = a(x-xp)² + yp

PROGRAM LINIER adalah suatu teknik optimalisasi dimana variabel-variabelnya linier.
Metode ini dipakai pada saat kita dihadapkan pada beberapa pilihan dengan batasan-
batasan tertentu, sedangkan di lain pihak kita menghendaki keputusan yang optimum
(maksimum/minimum).

DASAR MATEMATIS
Persamaan linier ax + by = c (x,y variabel ; a,b,c konstanta) membagi bidang atas 3 bagian
:
1. Titik-titik yang memenuhi persamaan ax + by = c
2. Titik-titik yang memenuhi pertidaksamaan ax + by < c
3. Titik-titik yang memenuhi pertidaksamaan ax + by > c
Ket :
÷ grafik ax + by = c merupakan garis lurus yang berfungsi sebagai garis batas
÷ Titik-titik yang memenuhi ax + by > c atau ax + by < c merupakan suatu daerah.
contoh :

1. Gambarkan tempat kedudukan (daerah) 2x-3y s -6
Langkah :
-gambarkan terlebih dahulu garis 2x- 3y = -6
-titik potong dengan sumbu x ÷ y = 0 dan x = -3 (-3,0)
-titik potong dengan sumbu y ÷ x =0 dan y = 2 (0,2)
Hubungkan kedua titik potong tersebut

÷ pilih sembarang titik yang tidak terletak pada garis, misalkan titik (0,0)
Kemudian uji apakah titik tersebut memenuhi syarat
2x - 3y = 2(0) - 3(0) = 0 < -6 (salah)
Ternyata tidak memenuhi syarat . Berarti titik -titik yang memenuhi syarat (yang
dimaksud) adalah di pihak lain dari titik (0,0) berada (seperti terlihat pada gambar
berikut)

Ket :
1. daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian atau
menggunakan tanda anak panah (persetujuan)
2. bila pertidaksamaan berbentuk 2x - 3y < -6 (tanpa =), maka
garis 2x - 3y = -6 dibuat putus-putus, untuk menunjukkan
bahwa titik titik pada garis bukan merupakan daerah
penyelesaian.
2. Gambarkan daerah yang memenuhi :
x + 3y s 12
3x + y s 12
x > 0 ; y > 0

Langkah :
÷ gambarkan garis x + 3y = 12 dan tentukan daerah x + 3y s 12...(1)
gambarkan garis 3x + y = 12 dan tentukan daerah 3x + y s12...(2)
syarat x > 0 ; y > 0 menunjukkan bahwa daerah yang dimaksud terletak di kuadran I
(x dan y positif)

÷ penyelesaiannya adalah daerah yang memenuhi keempat syarat di atas (merupakan
irisan dari penyelesaian persyaratan diatas).
daerah yang memenuhi adalah daerah yang
diarsir

POLIGONAL DAN TITIK EKSTRIM

Irisan dari sejumlah berhingga penyelesaian pertidaksamaan, membentuk suatu Poligonal.
Titik P disebut Titik Ekstrim dari poligonal, jika P adalah titik potong garis garis yang
membatasi poligonal tersebut.
Contoh :

Gambarkan TK x + 2y s 4 (1)
x - y s 4 (2)
x > 1 (3)
y > -1 (4)

Langkah:
÷ Gambarkan terlebih dahulu keempat garis batasnya dan masing- masing tentukan
daerahnya.
÷ Cari irisannya yang merupakan suatu poligonal.
÷Terakhir cari koordinat titik ekstrim poligonal tersebut.

- A adalah titik potong antara garis x = 1 dan y = -1

- B adalah titik potong antara garis y = -1 dan garis x-y =4

- C adalah titik potong antara garis x + 2y = 4 dan garis x-y=4
C (4, 0)

- D adalah titik potong antara x = 1 dan x + 2y = 4.
D (1, 3/2i )
Terbentuk poligonal ABCD dengan 4 titik ekstrimnya, yaitu :
A(1,-1) ; B(3,-1) ; C(4 , 0) ; D(1,3/2)

Kita bermaksud mencari nilai (khususnya maksimum/minimum) suatu fungsi Linier f (x,
y) = px + qy
dimana (x,y)', memenuhi syarat-syarat sebagai berikut

ax + by s c
dx + ey s f
px + qy s r

Hal di atas sama saja dengan mencari nilai maksimum/minimum suatu fungsi linier suatu
poligonal.

DALIL

Jika f adalah suatu fungsi linier yang didefinisikan di atas suatu poligonal terbatas, maka
nilai maksimum / minimumnya dicapai pada titik ekstrimnya (atau di sekitar titik
ekstrimnya).

Contoh :

Carilah nilai maksimum dan minimum dari f(x,y) = 2x + Sy
dengan syarat : x + 2y s 4
x- ys 4
x > 1
y > -1

Langkah :
÷ Buatlah poligonalnya dan tentukan titik ekstrimnya.
Sesuai dengan contoh sebelumnya titik ekstrimnya adalah
A(1,-1) ; B(3,-1) ; C(4,0) ; D(1, 3/2 )
÷Hitung nilai f(x,y) = 2x + 5y pada masing-masing titik ekstrimnya

f(A) = f(1,-1) = 2(1) + 5(-1) = -3
f(B) = f(3,-1) = 2(3) + 5(-1) = 1
f(C) = f (4, 0) = 2(4) + 5(0) = 8
f(D) = f (1, ; ) = 2(1) + 5( 3/2 ) = 9 1/2

Maka f(x,y) = 2x + Sy dengan batasan di atas mempunyai
- Nilai maksimum = 9 1/2 yang dicapai pada titik D (1, 3/2).
- Nilai minimum = -3 yang dicapai pada titik A (1,-1).

Masalah Program linier adalah mengenai optimalisasi dengan keterbatasan tertentu.
Keterbatasan dan optimalisasi ini harus dibentuk dahulu model matematikanya ;
yang secara garis besar dibagi 2 bagian :
- constraint ( Persyaratan )
- objective Function (Fungsi Tujuan / Sasaran)

Langkah
- Tentukan variabelnya (x=... ; y = ....)
- Buat model matematikanya dari : 1) Fungsi tujuan dan 2) Persyaratan
- Tentukan daerah yang memenuhi persyaratannya
- Tentukan titik esktrim daerah tersebut
- Substitusi koordinat titik ekstrim ke fungsi tujuan
- Bandingkan nilai yang didapat
- Jawaban disesuaikan dengan pertanyaan (maksimum/minimum)



contoh :

MASALAH MAKSIMUM

1. Seorang pedagang akan membuat kue A dan B. Kue A membutuhkan 150 gr tepung
dan 50 gr mentega. Kue B membutuhkan 75 gr tepung dan 75 gr mentega. Tepung yang
tersedia ada 2250 gr dan mentega yang tersedia ada 1750 gr. Jika kue A memberi
keuntungan Rp 100,00 dan kue B Rp 125,00 tiap unitnya. Berapa keuntungan maksimum
yang mungkin diperoleh pedagang itu ?

Tabel

Kue A Kue B Tersedia
Tepung
Mentega
150
50
75
75
2250
1750
KEUNTUNGAN 100 125

Misalkan banyaknya kue A yang dibuat x buah dan kue B yang dibuat y buah, maka
persoalan menjadi :

Maksimumkan :
f(x,y) = 100x + 125y (fungsi objektif/keuntungan)

dengan syarat (ds):
150x + 75y s 2250 ÷ 2x + y s 30 ...(1)
50 x + 75y s 1750 ÷ 2x + 3y s 70 ...(2)
x,y > 0
catatan : bentuk persyaratan s

Titik Ekstrim

A(0,23 1/3) ; B(15,0) ; (5,20)
f(x,y) = 100x + 125y
f(A) = 100(0) + 125(23) = 2875
(dalam hal ini roti tidak pecahan)
f(B) = 100(15) + 125(0) = 1500
f(C) = 100(5) + 125(20) = 3000

Jadi keuntungan maksimum pedagang itu adalah Rp 3.000,00 ; yaitu dengan membuat 5
unit kue A dan 20 unit kue B.
2. Seorang penjahit pakaian mernpunyai persediaan barang katun 16 m, sutera 11 m
dan wool 15 m.
Model pakaian I membutuhkan 2 m katun, 1 m sutera dan 1 m wool per unit. Model
pakaian II membutuhkan 1 m
katun, 2 m sutera dan 3 m wool per unit.Keuntungan pakaian model I Rp 3.000,00
dan model pakaian II Rp 5.000,00 per unit.
Tentukan berapa banyak masing-masing pakaian harus dibuat agar didapat
keuntungan yang sebesar-besarnya ?

Tabel

Model I Model II Tersedia
Katun
Sutera
Wool
2
1
1
1
2
3
16
11
15
KEUNTUNGAN 3000 5000


Misalkan : Banyaknya model I yang dibuat = x
model II yang dibuat = y


Maksimumkan f (x,y) = 3000x + 5000y

ds : 2x + y s 16 (1)
x + 2y s 11 (2)
x + 3y s 15 (3)
x;y > 0

Titik Ekstrim

A(8,0) ÷ TP antara garis (1) dengan sb-x
B(7,2) ÷ TP antara garis (1) dengan (2)
C(3,4) ÷ TP antara garis (2) dengan (3)
D(0,5) ÷ TP antara garis (3) dengan sb-y

f (x,y) = 3000x + 5000y

f(A) = f(8,0) = 3000(8) + 5000(0) = 24.000
f (B) = f(7,2) = 3000(7) + 5000(2) = 31.000
f(C) = f(3,4) = 3000(3) + 5000(4) = 29.000
f(D) = f(0,5) = 3000(0) + 5000(5) = 25.000

Jadi keuntungan maksimum adalah Rp 31.000; yaitu dengan membuat 7 buah model
pakaian I dan 2 buah model pakaian II.

MASALAH MINIMUM

3)Dalam satu minggu tiap orang membutuhkan paling sedikit 16 unit protein , 24 unit
karbohidrat dan 18 unit lemak Makanan A mengandung protein, karbohidrat dan lemak
berturut-turut 4, 12 dan 2 unit setiap kg. Makanan B mengandung protein, karbohidrat
dan lemak berturut turut 2 , 2 dan 6 unit setiap kg. Berapa kg masing- masing
makanan harus dibeli setiap minggunya, agar kebutuhan terpenuhi, tetapi dengan biaya
semurah-murahnya, bila 1 kg makanan A harganya Rp 1.700,00 dan 1 kg makanan B
harganya Rp 800,00 ?

Tabel

A B Kebutuhan
Protein
Karbohidrat
Lemak
4
12
2
2
2
6
16
24
15
HARGA 1700 800



Misalkan : Banyaknya makanan A yang dibeli adalah x kg
Banyaknya makanan B yang dibeli adalah y kg

Minimumkan f (xy) = 1700x + 800y
ds : 4x + 2y > 16 ÷ 2x + y > 8 (1)
12x + 2y > 24 ÷ 6x + y > 12 (2
2x + 6y > 18 ÷ x + 3y > 9 (3)
(Catatan : Bentuk persyaratan > )
Titik Ekstrim

A (0,12) adalah titik potong antara garis (2) dan sumbu y.
B (1, 6) adalah titik potong antara garis (1) dan garis (2).
C (3, 2) adalah titik potong antara garis (1) dan garis (3).
D (9, 0) adalah titik potong antara garis (3) dan sumbu y.

f (x,y) = 1700x + 800y

f(A) = f(0,12) = 1700(0) + 800(12) = 9600
f(B) = f(1, 6) = 1700 (1) + 800( 6 ) = 6500
f(C) = f(3, 2) = 1700(3) + 800( 2 ) = 6700
f(D) = f(9, 0) = 1700(9) + 800( 0 ) = 15300

Jadi biaya minimum adalah Rp 6.500; yaitu dengan membeli 1 kg makanan A dan 6 kg
makanan B.
Untuk menentukan nilai maksimum / minimum dari suatu fungsi dengan syarat tertentu
dapat juga dicari tanpa menguji nilai fungsi dari titik-titik ekstrimnya.
Cara lain ini adalah dengan menggunakan Garis Selidik. Garis Selidik yang dimaksud adalah
garis yang merupakan fungsi objektifnya.

Andaikan fungsi objektifnya f(x,y) = ax + by
Garis Selidik ax + by = k
Untuk suatu (x,y) tertentu, k adalah nilai dari fungsi objektif tersebut.
Kemungkinan-kemungkinan

1) k=0 ÷ ax +by=0
Garis melalui titik pangkal (0,0) memberikan nilai minimum = 0.

2)Garis tersebut digeser sejajar ke kanan (masalah maksimum) / ke kiri (masalah
minimum) sehingga menyentuh titik ekstrim terakhir dari poligon yang terbentuk. Pada
titik itulah, nilai maksimum / minimum dari fungsi didapat.

contoh :

Maksimumkan f(x,y) = x + 2y

ds : x + 3y s 9...(1)
2x + y s 8...(2)
x ; y > 0

Garis putus-putus menunjukkan garis selidik x + 2y = 0 yang bergeser ke kanan dan
terakhir mencapai titik ekstrim E.

Maksimum dicapai pada titik E, yaitu f(E) = f(3,2) = 1(3) + 2(2) = 7

Keterangan :
Cara ini baik dilakukan, bila poligonal yang terbentuk banyak terdapat titik ekstrimnya.
Tetapi diperlukan ketelitian pada saat menggeser garis fungsi tujuan, terutama jika terdapat
titik-titik ekstrim yang saling berdekatan.
BENTUK UMUM

y = f(x) = ax
2
+ bx + c

x variabel bebas; y variabel tak bebas;
a,b,c konstanta ; a = 0


NILAI EKSTRIM

Bentuk y = ax² + bx + c dapat ditulis menjadi y = a(x+b/2a)² - D/4a

Dapat disimpulkan : y
ekstrim
= -D/4a yang dicapai bila x = -b/2a

Dapat disimpulkan :

y = a(x - x
ekstrim
)² + y
ekstrim

Ket: : Fungsi kuadrat mempunyai nilai ekstrim, maksimum atau minimum tergantung
dari nilai a.

Tanda dari a
a Parabola Terbuka Grafik
a > 0
Ke atas
Mempunyai nilai minimum

a < 0
Ke bawah
Mempunyai nilai maksimum

GRAFIK

Grafik fungsi kuadrat adalah sebuah PARABOLA.
Untuk melukiskannya harus diperhatikan

1) TITIK POTONG DENGAN SUMBU-X

y=O ÷ ax²+ bx + c = 0 (bentuk Persamaan Kuadrat)

KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN
Diskriminan PK Akar PK Titik Potong Dengan Sumbu x Grafik
D > 0 2 akar berlainan 2 titik potong

D = 0 akar kembar 1 titik potong (titik singgung)
D < 0 tidak ada akar Tidak ada titik potong

2) TITIK POTONG DENGAN SUMBU-Y

x=0 ÷ y=c ÷ (0, c)

KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN
c > 0 c < 0 c = 0



memotong sumbu y di atas memotong sumbu y di bawah melalui titik (0,0)

3. SUMBU SIMETRI

(Garis sejajar sumbu-y yang menjadikan parabola simetris).

Persamaan sumbu simetri x = -b/2a

Ket. : Dari sumbu simetri ini dapat ditentukan tanda dari b.

4. TITIK PUNCAK

Puncak (-b/2a , -D/4a)

5. UNTUK MELENGKAPI GRAFIK, DIAMBIL BEBERAPA NILAI X DAN Y
SECUKUPNYA
KOMBINASI TANDA a dan D
a>0

a<0

Ket :
Untuk D < 0 dan a > 0 Grafik selalu berada di atas sumbu x.
(fungsi selalu bernilai positip / DEFINIT POSITIF).

Untuk D < 0 dan a < 0 Grafik selalu berada di bawah sumbu x.
(fungsi selalu bernilai negatip l DEFINIT NEGATIP).
Pada umumnya grafik suatu fungsi kuadrat y = ax² + bx + c akan tertentu jika diketahui 3
titik yang dilaluinya. Hal khusus jika melalui titik puncak, cukup diketahui melalui 2 titik
saja.

diketahui melalui misalkan fungsi
1)Tiga titik sembarang (x1,y1) ; (x2,y2) dan
(x3,y3)
y = ax² + bx + c
(a = ? ; b=? ; c = ?)
2) Titik potong dengan sumbu x
(x1,0) ; (x2,0) serta sebuah titik sembarang
y = a (x - x1) (x - X2)
( a = ? )
(x3,y3)
3) Titik Puncak (xp, yp)
dan sebuah titik sembarang (X2,Y2)
Y = a (x - xp)² + yp
( a = ? )

Ket:
Dengan mensubstitusi titik-titik yang dilalui dan menyelesaikan persamaannya maka nilai a,
b dan c yang dibutuhkan dapat dicari, sehingga fungsi kuadrat yang dimaksud dapat
ditentukan.
Misalkan :
Garis lurus : y = mx + n ...(1)
Parabola : y = ax² + bx + c ... (2)

Koordinat titik potong garis lurus dan parabola di atas merupakan nilai x dan y yang
memenuhi persamaan (1) dan (2).

Didapat : mx + n = ax² + bx + c
ax² + (b - m)x + ( c - n ) = 0 ÷ merupakan Persamaan Kuadrat dalam x.


KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN
Diskriminan Akar PK Garis dan Parabola
D > 0
2 akar
berlainan
Berpotongan di 2 titik

D = 0 Akar kembar bersinggungan

D < 0
Tidak ada
akar riil
Tidak ada titik potong


Untuk menentukan koefisien arah garis singgung (gradien) di titik (x1,y1) pada grafik y = f
(x)

m= f'(x1)
f'(x1) berarti nilai turunan f(x) pada titik dengan absis x = x1

Persamaan garis singgung y - f(x1) = f '(x1) (x - x1)

Keterangan : Untuk titik yang tidak terletak pada parabola.


Ada dua persamaan garis singgung
Bila titiknya tidak terletak pada parabola, maka gradiennya dimisalkan dengan m dan
persamaan garisnya : y - y1 = m (x - x1 ) disinggungkan dengan parabola y = aX² + bx +
c dengan syarat D = 0

f(x) = ax+b ; a 0 f(x) = (ax+b)/(cx+d) ; x  -d/c f(x) = ax² + bx + c ; a  0 f(x) =
a

f-1(x) = (x-b)/

f-1(x) = (-dx+

f-1(x) = (-b+

log cx ; a > 0  ; cx>0

f-1(x) = ax/c ;

f(x) = acx ; a > 0 

f-1(x) = alog x

(g o f)-1 (x) = (fcontoh: 1. Tentukan diagram fungsi di bawah ini ada inversnya atau tidak

3y = x .2 yx .2)/(x . Diketahui f: R R f(x) = 2x .{3}} dan B = {R . Tentukan grafik di bawah ini mempunyai invers/tidak ! CARA MENENTUKAN SUATU GRAFIK MEMPUNYAI INVERS/TIDAK Tarik sembarang garis sejajar sumbu x.1)  f-1(x) = (3x .3) = x .2)/(y .1) . Diketahui f: A B f(x) = (x .2 x = (3y .2.2 x(y .3) dengan A = {R .{-1}} (baca: A adalah himpunan bilangan riil kecuali 33) Tentukan f-1(x) Jawab: y = (x .3) y(x .1) = 3y .3 Tentukan f-1 (x) ! Jawab: f one one onto sehingga f mempunyai invers misalkan y = image dari x y = f(x) y = 2x-3 (yang berarti x = f-1(y)) x = (y+3)/2 f-1(x) = (x+3)/2 4.2)/(x . maka grafik ters 3.2)/(x . bila memotong grafik hanya di satu titik.

dimana a adalah sudut yang dibentuk garis dengan sumbu x positif (berlawanan arah dengan jarum jam) 0° 90° garis lurus.Keterangan : fungsi invers ini ada.y) sehingga terdapat hubungan linier ax + by + c = 0 merupakan suatu garis lurus Bentuk ax + by +c = 0 (implisit) dapat ditulis dalam bentuk y = mx + n (eksplisit) dengan m = -a/b dan n = -c/b . jika syarat-syaratnya terpenuhi Fungsi kuadrat secara umum tidak mempunyai invers. (b  0) Ket : nilai m dan n ini mempunyai arti penting dalam menentukan grafik m disebut koefisien arah (gradien) garis m = tan  . f(x) = x² untuk X > 0  f-1(x) =x untuk X > 0 Tempat kedudukan titik-titik (x. <  < 90°  tan  <  < 180°  tan  . tetapi dapat mempunyai invers jika daerah definisinya dibatasi.

Sudut yang dibentuk antara dua buah garis yang berpotongan.ukup dengan menentukan 2 buah titik sembarang yang terletak pada grafik tersebut.6 = 0 y = 2 (0.2)  3. selalu dimaksudkan 6. Kedudukan 2 buah garis ditentukan oleh kemungkinan sudut yang dibentuk oleh dua garis tersebut. kemudian dihubungkan (biasanya kedua titik ini adalah titik-titik potong dengan masingmasing sumbu).0) 2.6 = 0 x = 3 (3. Bila memenuhi persamaan berarti titik tersebut terletak pada garis. Ket : 5. g1 : y = m1x + n1 m1 = tan  g2 : y = mx2 + n2  m2 = tan  : sudut yang dibentuk kedua garis  = (.6 = 0 1. Karena tangens  harus bernilai positif (sudut lancip) maka rumusnya menggunakan tanda mutlak. contoh: Gambarkan grafik 2x + 3y . Ket: Untuk mengetahui apakah suatu titik terletak pada suatu garis adalah dengan cara mensubstitusi koordinat titik tersebut ke persamaan garis. Dengan perkataan lain bila suatu titik terletak pada suatu garis. Dari rumus di atas dapat ditentukan bahwa kedua garis akan : Bentuk Eksplisit y = m1x + n1 y = m2x + n2 Bentuk Implisit ax + by + c = 0 px + qy + r = 0 Kedudukan Garis . sebagai sudut lancip antara kedua garis tersebut. 2(0) + 3y . maka koordinat titik tersebut memenuhi persamaan garis (dapat menggantikan variabelnya yang bersesuaian). Titik potong dengan sumby y x = 0 . 2x + 3(0) . Titik potong dengan sumbu x y = 0 . didapat : tan q = |(m1-m2)/(1+m1m2)| 4.) dengan menggunakan rumus tangens.

Persamaan sumbu y  x = 0 4.b) bx + ay = ab di titik 9. Persamaan (9) didapat dari persamaan (7) dengan mengganti m=(y2-y1)/(x2-x1) Garis ini mempunyai gradien m = (y2-y1)/(x2-x1) 9. Sejajar sumbu y  x = k 2. Melalui titik (x1. Melalui potongan dengan sumbu (a.0) dan (0. . Persamaan sumbu x 6.m2 = -1 m1= m2 dan n1=n2 a/p  b/q a/p = b/q c/r (ap/bq) = -1 a/p = b/q = c/r ax + by + c = 0 atau y = mx + n  y = 0 3.y1) dan (x2.y2) (y-y1)/(y2-y1) = (x-x1)/(x2-x1) y-y1 = ((y2-y1)/(x2-x1))(x-x1) 7. Melalui titik (x1.Berpotongan Sejajar Tegak lurus Berimpit m1  m2 m1 = m2 dan n1  n2 m1. ket : 8.y1) dengan y -y1 = m (x . Melalui titik asal dengan gradien m y = mx 7. Sejajar sumbu x  y = k 5.x1) gradien m 8.

tinggi = jarak titik ke garis Luas bujur sangkar = sisi X sisi (sisi = jarak 2 titik atau jarak titik ke garis Luas Trapesium = ½ (jumlah sisi sejajar X tinggi) (sisi sejajar = jarak 2 titik.y2) XT = (x1+x2)/2 YT = (y1+y2)/2 Jarak Titik Ke Garis Jarak titik A(x1. 15. 19.y1) dan titik B(x2. 21. PERGESERAN GRAFIK 22. pertama tentukan 12. 20. Untuk menentukan jarak antara dua buah garis sejajar. 18. Fungsi asal y = f(x) Geser a satuan Kekanan Fungsi Baru y = f(x-a) . 16.y1) ke garis g : ax + by + c = 0 d = |(ax1+by1+c)/(a²+b²)| 10. 14. kemudian nyatakan jarak titik ini ke garis yang lain. Atau gunakan rumus jadi : Jarak dua garis sejajar ax + by + c1 = 0 dan ax + by +c2 = 0 adalah d = |(c1-c2)/(a²+b²)| Penggunaan : Luas segitiga = ½ (alas X tinggi) (alas = jarak 2 titik. tinggi = jarak titik ke garis) Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan membagi sudutnya menjadi 2 bagian sama besar Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan tegak lurus sisi dihadapannya Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan membagi sisi dihadapannya menjadi dua bagian sama besar Garis yang membagi suatu sisi menjadi dua bagian sama besar dan tegak lurus pada sisi itu. Ket : 11.y2) dan titik B(x2.y2) AB =((x1-x2)²+(y1-y2)²) Koordinat Titik Tengah Koordinat titik tengah antara titik A(x1. Garis Bagi Garis tinggi Garis berat Garis Sumbu sembarang titik yang terletak pada salah satu garis.Jarak Dua Buah Titik Jarak antara titik A(x1. 13. 17.

3y = -6 -titik potong dengan sumbu x  y = 0 dan x = -3 (-3.0) -titik potong dengan sumbu y  x =0 dan y = 2 (0. DASAR MATEMATIS Persamaan linier ax + by = c (x. parabola. seperti : garis lurus. lingkaran dsb. contoh : 1.0) Kemudian uji apakah titik tersebut memenuhi syarat 2x . misalkan titik (0. a.Kekiri Keatas Kebawah y = f(x+a) (y-a) = f(x)  y = f(x) + a (y+a) = f(x)  y = f(x) -a 23. sedangkan di lain pihak kita menghendaki keputusan yang optimum (maksimum/minimum). y1)  y-y1 = m(x-x1) Parabola berpuncak di (0.3y = 2(0) . Gambarkan tempat kedudukan (daerah) 2x-3y -6 Langkah : -gambarkan terlebih dahulu garis 2x.2) Hubungkan kedua titik potong tersebut  pilih sembarang titik yang tidak terletak pada garis. PROGRAM LINIER adalah suatu teknik optimalisasi dimana variabel-variabelnya linier. contoh : garis melalui (0.y variabel . Ket : rumusan pergeseran ini berlaku untuk sembarang grafik.0)  y = x² Parabola berpuncak di (xp.b. Berarti titik -titik yang memenuhi syarat (yang dimaksud) adalah di pihak lain dari titik (0.c konstanta) membagi bidang atas 3 bagian : 1. Titik-titik yang memenuhi persamaan ax + by = c 2.yp)  y-yp = a(x-xp)² y = a(x-xp)² + yp 24.0)  y = mx garis melalui (x1. Titik-titik yang memenuhi pertidaksamaan ax + by > c Ket :  grafik ax + by = c merupakan garis lurus yang berfungsi sebagai garis batas  Titik-titik yang memenuhi ax + by > c atau ax + by < c merupakan suatu daerah. Titik-titik yang memenuhi pertidaksamaan ax + by < c 3.3(0) = 0 < -6 (salah) Ternyata tidak memenuhi syarat .0) berada (seperti terlihat pada gambar berikut) . Metode ini dipakai pada saat kita dihadapkan pada beberapa pilihan dengan batasanbatasan tertentu.

masing. daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian atau 2. jika P adalah titik potong garis garis yang membatasi poligonal tersebut. atas (merupakan daerah yang memenuhi adalah daerah yang diarsir POLIGONAL DAN TITIK EKSTRIM Irisan dari sejumlah berhingga penyelesaian pertidaksamaan. 2. maka garis 2x ..(2) syarat x  0 . Titik P disebut Titik Ekstrim dari poligonal.. untuk menunjukkan bahwa titik titik pada garis bukan merupakan daerah penyelesaian.Ket : 1. menggunakan tanda anak panah (persetujuan) bila pertidaksamaan berbentuk 2x .. y  0 menunjukkan bahwa daerah yang dimaksud terletak di kuadran I (x dan y positif)  penyelesaiannya adalah daerah yang memenuhi keempat syarat di irisan dari penyelesaian persyaratan diatas).y0 Langkah :  gambarkan garis x + 3y = 12 dan tentukan daerah x + 3y  12.3y = -6 dibuat putus-putus.y  4 (2) x 1 (3) y  -1 (4) Langkah:  Gambarkan terlebih dahulu keempat garis batasnya dan daerahnya..3y < -6 (tanpa =). Contoh : Gambarkan TK x + 2y  4 (1) x .(1) gambarkan garis 3x + y = 12 dan tentukan daerah 3x + y 12.masing tentukan . membentuk suatu Poligonal. Gambarkan daerah yang memenuhi : x + 3y  12 3x + y 12 x0.

0) .-1) . DALIL Jika f adalah suatu fungsi linier yang didefinisikan di atas suatu poligonal terbatas. D(1.D adalah titik potong antara x = 1 dan x + 2y = 4.Cari irisannya yang merupakan suatu poligonal. .y 4 x1 y  -1 . Terakhir cari koordinat titik ekstrim poligonal tersebut. D (1. y) = px + qy dimana (x.y)'.-1) . 0) .C adalah titik potong antara garis x + 2y = 4 dan garis x-y=4 C (4. 3/2i ) Terbentuk poligonal ABCD dengan 4 titik ekstrimnya.A adalah titik potong antara garis x = 1 dan y = -1 .y) = 2x + Sy dengan syarat : x + 2y  4 x. yaitu : A(1. C(4 . memenuhi syarat-syarat sebagai berikut ax + by  c dx + ey  f px + qy  r Hal di atas sama saja dengan mencari nilai maksimum/minimum suatu fungsi linier suatu poligonal. maka nilai maksimum / minimumnya dicapai pada titik ekstrimnya (atau di sekitar titik ekstrimnya). Contoh : Carilah nilai maksimum dan minimum dari f(x.3/2) Kita bermaksud mencari nilai (khususnya maksimum/minimum) suatu fungsi Linier f (x. B(3.B adalah titik potong antara garis y = -1 dan garis x-y =4 .

-1) = 2(1) + 5(-1) = -3 f(B) = f(3. . Kue A membutuhkan 150 gr tepung dan 50 gr mentega.-1).Nilai minimum = -3 yang dicapai pada titik A (1.Bandingkan nilai yang didapat . y = . Seorang pedagang akan membuat kue A dan B. Tepung yang tersedia ada 2250 gr dan mentega yang tersedia ada 1750 gr.y) = 2x + 5y pada masing-masing titik ekstrimnya f(A) = f(1.00 tiap unitnya.) .Tentukan variabelnya (x=. C(4.Tentukan daerah yang memenuhi persyaratannya .Nilai maksimum = 9 1/2 yang dicapai pada titik D (1. Kue B membutuhkan 75 gr tepung dan 75 gr mentega. 3/2). ..0) . B(3.Jawaban disesuaikan dengan pertanyaan (maksimum/minimum) contoh : MASALAH MAKSIMUM 1.. yang secara garis besar dibagi 2 bagian : .-1) = 2(3) + 5(-1) = 1 f(C) = f (4. 3/2 ) Hitung nilai f(x.constraint ( Persyaratan ) . .. Masalah Program linier adalah mengenai optimalisasi dengan keterbatasan tertentu.Buat model matematikanya dari : 1) Fungsi tujuan dan 2) Persyaratan .-1) . D(1. Jika kue A memberi keuntungan Rp 100..y) = 2x + Sy dengan batasan di atas mempunyai . Keterbatasan dan optimalisasi ini harus dibentuk dahulu model matematikanya .Substitusi koordinat titik ekstrim ke fungsi tujuan . Berapa keuntungan maksimum yang mungkin diperoleh pedagang itu ? Tabel Kue A Tepung Mentega KEUNTUNGAN 150 50 100 Kue B 75 75 125 Tersedia 2250 1750 . 0) = 2(4) + 5(0) = 8 f(D) = f (1.Tentukan titik esktrim daerah tersebut ..Langkah :  Buatlah poligonalnya dan tentukan titik ekstrimnya.objective Function (Fungsi Tujuan / Sasaran) Langkah . Sesuai dengan contoh sebelumnya titik ekstrimnya adalah A(1.00 dan kue B Rp 125.-1) . ) = 2(1) + 5( 3/2 ) = 9 1/2 Maka f(x.

. yaitu dengan membuat 5 unit kue A dan 20 unit kue B..00 per unit. 2 m sutera dan 3 m wool per unit. sutera 11 m dan wool 15 m.000.(1) 50 x + 75y  1750  2x + 3y  70 .y) = 100x + 125y (fungsi objektif/keuntungan) dengan syarat (ds): 150x + 75y  2250  2x + y  30 .00 dan model pakaian II Rp 5.000.(2) x.. (5.Keuntungan pakaian model I Rp 3.0) . 2..23 1/3) . maka Titik Ekstrim A(0. B(15. Tentukan berapa banyak masing-masing pakaian harus dibuat agar didapat keuntungan yang sebesar-besarnya ? Tabel Model I Katun Sutera Wool KEUNTUNGAN 2 1 1 3000 Model II 1 2 3 5000 Tersedia 16 11 15 . Model pakaian I membutuhkan 2 m katun.20) f(x.y) = 100x + 125y f(A) = 100(0) + 125(23) = 2875 (dalam hal ini roti tidak pecahan) f(B) = 100(15) + 125(0) = 1500 f(C) = 100(5) + 125(20) = 3000 Jadi keuntungan maksimum pedagang itu adalah Rp 3. 1 m sutera dan 1 m wool per unit.000.Misalkan banyaknya kue A yang dibuat x buah dan kue B yang dibuat persoalan menjadi : Maksimumkan : f(x. Model pakaian II membutuhkan 1 m katun. Seorang penjahit pakaian mernpunyai persediaan barang katun 16 m.00 .y  0 catatan : bentuk persyaratan  y buah.

12 dan 2 unit setiap kg. karbohidrat dan lemak berturut-turut 4.0)  TP antara garis (1) dengan sb-x B(7.000 Jadi keuntungan maksimum adalah Rp 31. MASALAH MINIMUM 3)Dalam satu minggu tiap orang membutuhkan paling sedikit 16 unit protein .00 ? Tabel A B Kebutuhan .000 f (B) = f(7.y) = 3000x + 5000y f(A) = f(8.y  0 Titik Ekstrim A(8. Makanan B mengandung protein. bila 1 kg makanan A harganya Rp 1.000 f(D) = f(0.2)  TP antara garis (1) dengan (2) C(3.y) = 3000x + 5000y ds : 2x + y  16 (1) x + 2y  11 (2) x + 3y  15 (3) x. agar kebutuhan terpenuhi. karbohidrat dan lemak berturut turut 2 . yaitu dengan membuat 7 buah model pakaian I dan 2 buah model pakaian II. tetapi dengan biaya semurah-murahnya. 24 unit karbohidrat dan 18 unit lemak Makanan A mengandung protein. 2 dan 6 unit setiap kg.00 dan 1 kg makanan B harganya Rp 800.masing makanan harus dibeli setiap minggunya.2) = 3000(7) + 5000(2) = 31.000 f(C) = f(3.0) = 3000(8) + 5000(0) = 24.700.Misalkan : Banyaknya model I yang dibuat = x model II yang dibuat = y Maksimumkan f (x.5) = 3000(0) + 5000(5) = 25. Berapa kg masing.5)  TP antara garis (3) dengan sb-y f (x.4) TP antara garis (2) dengan (3) D(0.000.4) = 3000(3) + 5000(4) = 29.

Untuk menentukan nilai maksimum / minimum dari suatu fungsi dengan syarat tertentu dapat juga dicari tanpa menguji nilai fungsi dari titik-titik ekstrimnya. 0) = 1700(9) + 800( 0 ) = 15300 Jadi biaya minimum adalah Rp 6. Andaikan fungsi objektifnya f(x. f (x. C (3.12) adalah titik potong antara garis (2) dan sumbu y. 6) = 1700 (1) + 800( 6 ) = 6500 f(C) = f(3. 2) adalah titik potong antara garis (1) dan garis (3).y) = ax + by .Protein Karbohidrat Lemak HARGA 4 12 2 1700 2 2 6 800 16 24 15 Misalkan : Banyaknya makanan A yang dibeli adalah x kg Banyaknya makanan B yang dibeli adalah y kg Minimumkan f (xy) = 1700x + 800y ds : 4x + 2y  16  2x + y  8 (1) 12x + 2y  24  6x + y  12 (2 2x + 6y  18 (Catatan : Bentuk persyaratan  ) Titik Ekstrim x + 3y  9 (3) A (0. D (9. B (1.y) = 1700x + 800y f(A) = f(0.500. 0) adalah titik potong antara garis (3) dan sumbu y. Cara lain ini adalah dengan menggunakan Garis Selidik.12) = 1700(0) + 800(12) = 9600 f(B) = f(1. Garis Selidik yang dimaksud adalah garis yang merupakan fungsi objektifnya. yaitu dengan membeli 1 kg makanan A dan 6 kg makanan B. 2) = 1700(3) + 800( 2 ) = 6700 f(D) = f(9. 6) adalah titik potong antara garis (1) dan garis (2).

terutama jika terdapat titik-titik ekstrim yang saling berdekatan.(2) x . yaitu f(E) = f(3.y) = x + 2y ds : x + 3y  9..(1) 2x + y  8. bila poligonal yang terbentuk banyak terdapat titik ekstrimnya... BENTUK UMUM y = f(x) = ax2 + bx + c x variabel bebas. nilai maksimum / minimum dari fungsi didapat.2) = 1(3) + 2(2) = 7 Keterangan : Cara ini baik dilakukan.Garis Selidik ax + by = k Untuk suatu (x. Pada titik itulah. 2)Garis tersebut digeser sejajar ke kanan (masalah maksimum) / ke kiri (masalah minimum) sehingga menyentuh titik ekstrim terakhir dari poligon yang terbentuk. a 0 NILAI EKSTRIM . k adalah nilai dari fungsi objektif tersebut.b.c konstanta . Tetapi diperlukan ketelitian pada saat menggeser garis fungsi tujuan.y) tertentu. Kemungkinan-kemungkinan 1) k=0  ax +by=0 Garis melalui titik pangkal (0. contoh : Maksimumkan f(x. y variabel tak bebas. Maksimum dicapai pada titik E..0) memberikan nilai minimum = 0. a. y 0 Garis putus-putus menunjukkan garis selidik x + 2y = 0 yang bergeser ke kanan dan terakhir mencapai titik ekstrim E.

Bentuk y = ax² + bx + c dapat ditulis menjadi y = a(x+b/2a)² .x ekstrim)² ekstrim = -D/4a yang dicapai bila x = -b/2a +y ekstrim Ket: : Fungsi kuadrat mempunyai nilai ekstrim. Untuk melukiskannya harus diperhatikan 1) TITIK POTONG DENGAN SUMBU-X y=O ax²+ bx + c = 0 (bentuk Persamaan Kuadrat) KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN Diskriminan PK D>0 D=0 Akar PK 2 akar berlainan akar kembar Titik Potong Dengan Sumbu x 2 titik potong 1 titik potong (titik singgung) Grafik D<0 tidak ada akar Tidak ada titik potong .D/4a Dapat disimpulkan : y Dapat disimpulkan : y = a(x . Tanda dari a a a>0 Parabola Terbuka Ke atas Mempunyai nilai minimum Ke bawah Mempunyai nilai maksimum tergantung Grafik a<0 GRAFIK Grafik fungsi kuadrat adalah sebuah PARABOLA. maksimum atau minimum dari nilai a.

DIAMBIL BEBERAPA NILAI X DAN Y SECUKUPNYA KOMBINASI TANDA a dan D a>0 a<0 . Persamaan sumbu simetri x = -b/2a Ket. -D/4a) 5. 4. TITIK PUNCAK Puncak (-b/2a . UNTUK MELENGKAPI GRAFIK.0) 3.2) TITIK POTONG DENGAN SUMBU-Y x=0  y=c  (0. c) KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN c>0 c<0 c=0 memotong sumbu y di atas memotong sumbu y di bawah melalui titik (0. : Dari sumbu simetri ini dapat ditentukan tanda dari b. SUMBU SIMETRI (Garis sejajar sumbu-y yang menjadikan parabola simetris).

Hal khusus jika melalui titik puncak.Y2) misalkan fungsi y = ax² + bx + c (a = ? ..y2) dan (x3. (fungsi selalu bernilai negatip l DEFINIT NEGATIP).n ) = 0  merupakan Persamaan KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN Diskriminan D>0 Akar PK 2 akar berlainan Garis dan Parabola Berpotongan di 2 titik Kuadrat dalam x.y1) ..xp)² + yp (a=?) Ket: Dengan mensubstitusi titik-titik yang dilalui dan menyelesaikan persamaannya maka nilai a.m)x + ( c ... Misalkan : Garis lurus : y = mx + n .x1) (x . (x2. . (x2.Ket : Untuk D < 0 dan a > 0 Grafik selalu berada di atas sumbu x. b=? .(1) Parabola : y = ax² + bx + c .y3) 3) Titik Puncak (xp. diketahui melalui 1)Tiga titik sembarang (x1. b dan c yang dibutuhkan dapat dicari.y3) 2) Titik potong dengan sumbu x (x1. c = ?) y = a (x .X2) (a=?) Y = a (x .0) serta sebuah titik sembarang (x3. cukup diketahui melalui 2 titik saja.0) . Untuk D < 0 dan a < 0 Grafik selalu berada di bawah sumbu x. (2) Koordinat titik potong garis lurus dan parabola di atas merupakan nilai x dan y yang memenuhi persamaan (1) dan (2). Didapat : mx + n = ax² + bx + c ax² + (b . (fungsi selalu bernilai positip / DEFINIT POSITIF). Pada umumnya grafik suatu fungsi kuadrat y = ax² + bx + c akan tertentu jika diketahui 3 titik yang dilaluinya. sehingga fungsi kuadrat yang dimaksud dapat ditentukan. yp) dan sebuah titik sembarang (X2.

y1) pada grafik y = f (x) m= f'(x1) f'(x1) berarti nilai turunan f(x) pada titik dengan absis x = x1 Persamaan garis singgung y . Ada dua persamaan garis singgung Bila titiknya tidak terletak pada parabola.D=0 Akar kembar bersinggungan D<0 Tidak ada akar riil Tidak ada titik potong Untuk menentukan koefisien arah garis singgung (gradien) di titik (x1.x1) Keterangan : Untuk titik yang tidak terletak pada parabola. maka gradiennya dimisalkan dengan m dan persamaan garisnya : y .f(x1) = f '(x1) (x .y1 = m (x .x1 ) disinggungkan dengan parabola y = aX² + bx + c dengan syarat D = 0 Anggap f : A  B dan g : B  C .

Didapat fungsi baru (g o f) : A  C yang disebut komposisi fungsi dari f dan g h=gof (g o f) (x) = g (f (x))  yaitu dengan mengerjakan f(x) terlebih dahulu ket : image f merupakan domain bagi g. f:A  B. maka (f o g)(2) = f(g(2)) = f(5) = 25 (g o f)(2) = g(f(2)) = g(4) = 7 3. h : C  D . contoh: 1. g(x) = x + 3 R=riil maka (f o g)(x) = f(g(x)) = f(x+3) = (x+3)² = x² + 6x + 9 (g o f)(x) = g(f(x)) = g(x²) = x² + 3 Bila x=2. Diketahui [rumus] jika (f o g)(x) = x² Tentukan g(x) ! jawab: [rumus] SIFAT Bila f : A  B. f: R  R . g : B  C . f(x) = x² g: R  R . g:B  C (g o f)(a) = g (f(a)) = g(y) = t (g o f)(b) = g (f(b)) = g(z) = r (g o f)(c) = g (f(c)) = g(y) = t 2.

atau f-1 (b) = {x  x A. f(x) = b} Jika f adalah fungsi dari A  B.maka (f o g)  (g o f) (h o g) o f = h o (g o f) f:AB Bila b  B. maka invers dari elemen b (dinyatakan dengan f-1 (b)) adalah elemen A yang mempunyai pasangan b. maka f mempunyai fungsi invers f-1 :A  B jika dan hanya jika f adalah one one onto / bijektif / korespondensi 1-1 ket : f : y = f(x) cara mencari fungsi invers f-1 : x = f(y)  nyatakan x dalam y TEOREMA f : A  B dan f-1 : B  A f-1 o f : A  A : fungsi indentitas di A f f-1 ABA (f-1 o f) f o f-1 : B  B : fungsi identitas di B f-1 f BAB (f o f-1) : tidak komutatif : asosiatif .

Diketahui f: R R f(x) = 2x . Bila tidak demikian.3 Tentukan f-1 (x) ! .(g o f)-1 (x) = (f-1 o g-1)(x) contoh: 1. Tentukan diagram fungsi di bawah ini ada inversnya atau tidak 2. maka grafik tersebut mempunyai invers. Tentukan grafik di bawah ini mempunyai invers/tidak ! CARA MENENTUKAN SUATU GRAFIK MEMPUNYAI INVERS/TIDAK Tarik sembarang garis sejajar sumbu x. maka grafik tersebut tidak mempunyai invers 3. bila memotong grafik hanya di satu titik.

3) = x . x  a/c f-1(x) = (-b+(b²-4a(c-x))/2a . Diketahui f: A B f(x) = (x . tetapi dapat mempunyai invers jika daerah definisinya dibatasi.2 x(y .2)/(x . a  0 f-1(x) = ax/c . a > 0  . a  0 f-1(x) = (-dx+b)/(cx-a) .1) FUNGSI ASAL f(x) = ax+b .2)/(x . a > 0  Keterangan : fungsi invers ini ada. c0 log cx .3y = x . jika syarat-syaratnya terpenuhi Fungsi kuadrat secara umum tidak mempunyai invers.3) dengan A = {R .2)/(x .{3}} dan B = {R . a 0 f(x) = (ax+b)/(cx+d) .2)/(y .1)  f-1(x) = (3x .{-1}} (baca: A adalah himpunan bilangan riil kecuali 33) Tentukan f-1(x) Jawab: y = (x .1) = 3y . a  0 f(x) = a FUNGSI INVERS f-1(x) = (x-b)/a .3) y(x . f(x) = x² untuk X > 0  f-1(x) =x untuk X > 0 .2 x = (3y .Jawab: f one one onto sehingga f mempunyai invers misalkan y = image dari x y = f(x) y = 2x-3 (yang berarti x = f-1(y)) x = (y+3)/2 f-1(x) = (x+3)/2 4.2 yx . cx>0 f(x) = acx . c  0 f-1(x) = alog x1/c = 1/c alog x . x  -d/c f(x) = ax² + bx + c .

(b  0) Ket : nilai m dan n ini mempunyai arti penting dalam menentukan grafik m disebut koefisien arah (gradien) garis m = tan  . dimana a adalah sudut yang dibentuk garis dengan sumbu x positif (berlawanan arah dengan jarum jam) 0° 90° garis lurus.Tempat kedudukan titik-titik (x.y) sehingga terdapat hubungan linier ax + by + c = 0 merupakan suatu garis lurus Bentuk ax + by +c = 0 (implisit) dapat ditulis dalam bentuk y = mx + n (eksplisit) dengan m = -a/b dan n = -c/b .0) . <  < 90°  tan  <  < 180°  tan  n = panjangan potongan terhadap sumbu y dihitung dari pusat sumbu koordinat y = mx + n m>0 m<0 m=0 arah ke kanan membentuk n>0 arah ke kiri membentuk sudut tumpul n<0 sejajar sumbu x n=0 memotong sumbu y di atas memotong sumbu y di bawah melalui (0.

Kedudukan 2 buah garis ditentukan oleh kemungkinan sudut yang dibentuk oleh dua garis tersebut. contoh: Gambarkan grafik 2x + 3y . Dengan perkataan lain bila suatu titik terletak pada suatu garis. didapat : tan q = |(m1-m2)/(1+m1m2)| Ket : Sudut yang dibentuk antara dua buah garis yang berpotongan. 2x + 3(0) .6 = 0 1. kemudian dihubungkan (biasanya kedua titik ini adalah titik-titik potong dengan masingmasing sumbu). Titik potong dengan sumby y x = 0 . 2(0) + 3y . maka koordinat titik tersebut memenuhi persamaan garis (dapat menggantikan variabelnya yang bersesuaian). Karena tangens  harus bernilai positif (sudut lancip) maka rumusnya menggunakan tanda mutlak. Bila memenuhi persamaan berarti titik tersebut terletak pada garis. Dari rumus di atas dapat ditentukan bahwa kedua garis akan : . Titik potong dengan sumbu x y = 0 .0) 2.) dengan menggunakan rumus tangens.6 = 0 y = 2 (0. g1 : y = m1x + n1 m1 = tan  g2 : y = mx2 + n2  m2 = tan  : sudut yang dibentuk kedua garis  = (.2)  Ket: Untuk mengetahui apakah suatu titik terletak pada suatu garis adalah dengan cara mensubstitusi koordinat titik tersebut ke persamaan garis. selalu dimaksudkan sebagai sudut lancip antara kedua garis tersebut.Cukup dengan menentukan 2 buah titik sembarang yang terletak pada grafik tersebut.6 = 0 x = 3 (3.

$ubah1=strtoupper($kalimat). print "Kalimat awal adalah : <br>". $jumlah=strlen($kalimat). ?> Fungsi untuk merubah huruf kapital Untuk merubah huruf pada variable string menjadi besar semua. $karakter="m". . print "$kalimat <br><br>".m2 = -1 m1= m2 dan n1=n2 strlen() Digunakan untuk menghitung jumlah karakter dalam suatu variable. print "Kalimat diatas diubah menjadi huruf besar semua menjadi :<br>".Kedudukan Garis Bentuk Eksplisit y = m1x + n1 y = m2x + n2 Bentuk Implisit ax + by + c = 0 px + qy + r = 0 a/p  b/q a/p = b/q c/r (ap/bq) = -1 a/p = b/q = c/r Berpotongan Sejajar Tegak lurus Berimpit m1  m2 m1 = m2 dan n1  n2 m1. $karakter) contoh: <?php $kalimat="Pemograman PHP". print "Kalimat '$kalimat' diatas jumlah karakternya adalah $jumlah". $posisi=strpos($kalimat. ?> strpos() Berguna untuk mengetahui posisi suatu karakter pada sebuah variable string. print "variable string \$kalimat=$kalimat <br>". Anda bisa menuliskannya dengan syntax berikut : strpos($namavariable_string. syantax-nya sebagai berikut : strlen($namavariable) contoh: <?php $kalimat="Belajar PHP". Anda dapat menggunakan fungsi: strtoupper("datastring) Sedangkan unuk mengubah menjadi huruf kecil semua dapat mengunakan fungsi : strtolower("datastring") contoh <?php $kalimat="Juara liga Indonesia 2006 adalah persik Kediri". print "Karakter '$karakter' berada pada posisi ke $posisi dalam kalimat '$kalimat' <br>".$karakter).

print $ubah1 . untuk menghilangkan spasi yang ada di kanan string 2. $hilang3=trim($kata). // Perhatikan pada bagian awal dan akhir mengandung spasi satu ketuk print "Kata '$kata' dengan spasi didepan dan dibelakang <br>". print "$ubah2 <br>". $ubah2 = strtolower($kalimat). print "Dilihlangkan spasi dibelakang menjadi : <br>". print "Dilihlangkan spasi didepan dan dibelakang menjadi : <br>". print "Kalimat awal adalah '$kalimat' <br><br>". print "'$hilang3' <br><br>". ?> Jika Anda ingin merubah huruf peratama saja dalam suatu string maka bisa menggunakan fungsi berikut : ucfirst("data_string") Untuk merubah huruf pertama saja dalam suatu kata dalam suatu string dapat menggunakan fungsi berikut : ucwords("data_string") contoh <?php $kalimat= "belajar pemograman web dengan PHP". print "Setelah dirubah menjadi kapital perkata menjadi : <br>". untuk menghilangkan spasi yang ada di kiri string 3. trim(("data_string"). ltrim("data_string"). Anda dapat menggunakan fungsi-fungis berikut 1. . print "'$hilang2' <br><br>". print "'$hilang1' <br><br>". $ubah2 = ucwords($kalimat). $hilang2=rtrim($kata). print "Kalimat diatas diubah menjadi huruf kecil semua menjadi : <br>". print $ubah2 . $ubah1 =ucfirst($kalimat). $hilang1=ltrim($kata)."<br><br>". untuk menghilangkan spasi yang ada di kanan dan kiri string Contoh penggunaan fungsi-fungsi diatas adalah sebagai berikut <?php $kata=" Program PHP ". rtrim("data_string"). ?> Cara menghilangkan spasi dalam variable string Jika Anda ingin mengubah posisi spasi pada suatu variable string. print "Setelah dirubah kapital huruf awalnya saja menjadi : <br> ".print "$ubah1 <br><br>". print "Dihilangkan spasi didepan menjadi : <br>".

-3. -3. substr_count($lihat. "PHP").2) . } ?> Membuat String Berulang Untuk membuat string berulang. 0. 2) . $lihat= "text text text text text text text text". echo substr($kata."xt". $jumlah = substr_count($kalimat. banyaknya_karakter) Keterangan paramater dalam syntax substr(): data_string = adalah string kata atau kalimat atau karakter apapun berupa string yang ingin Anda rubah posisi_awal = adalah angka(bukan huruf) yang menunjukkan pada posisi keberapa Anda ingin merubah string banyaknya_karakter = adalah angka(bukan huruf) yang menunjukkan banyaknya karakter yang ingin Anda rubah contoh: <?php $kata="abcdefgh". " --> menggunakan fungsi substr(\$kata. " --> menggunakan fungsi substr(\$kata.2) . dan PHP free". "karakter_yg_dicari") untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini : <?php $kalimat = "PHP merupakan bahasa pemograman web dinamis. " --> menggunakan fungsi substr(\$kata.$kw) . Bahasa PHP cukup mudah dipelajari. banyaknya_pengulangan) Contoh : . 3. ?> Fungsi substring_count() Berguna untuk menghitung jumlah kata(atau beberapa karakter) dalam sebuah string. "<br>". echo substr($kata."ek").2) <br>". print "Variable \$kata = '$kata' dirubah menjadi string baru sebagai berikut : <br><br>". foreach($kata2 as $kw){ echo "Kata $kw terlihat ". " --> menggunakan fungsi substr(\$kata. syntax-nya sebagai berikut : substr_count("data_string". posisi_awal. 3. echo substr($kata."te". 2) <br>". echo substr($kata.6) <br>". Anda bisa menggunakan fungsi berikut :str_repeat("yang_akan_ulang". ?> untuk tambah lebih jelasnya lagi perhatikan contoh berikut ini: <?php $kata2=array("ex". 0.6) .?> Cara merubah variable string menjadi variable string baru yang diinginkan Gunakan fungsi substr() untuk merubah variable string sesuai keinginan Anda syntax-nya substr("data_string". print "Kalimat berikut ini <br> '$kalimat' <br><br>". print "Jumlah kata 'PHP' dalam kalimat diatas adalah : $jumlah".2) <br>".

Nama variable dapat berupa huruf. array dll. $kata1). "kalimat") parameter yg_diganti adalah string yang akan digantikan oleh string yang menggantikan parameter pengganti adalah string yang akan menggantikan string yang digantikan parameter kalimat adalah string awal yang berisi kalimat asli yang nantinya akan digantikan contoh: <?php $kata1="Belajar PHP sangat susah yaaa !". print "Anda telah berhasil belajar PHP. untuk memecah string perkata Anda dapat menggukanan fungsi berikut : strtok("string_yg_akan_dipecah".com ada tutorial PHP yang cukup lengkap untuk jadi rujukan bagi pemula programmer PHP". while ($pecah){ print "$pecah <br>". print $ubah. Penulisan variable dengan karakter awal angka tidak diperbolehkan.<?php $ulang = str_repeat("selamat". angka maupun garis bawah. 4). "pengganti". $data012="ini data varibale yang ada angkanya". Namun dalam penulisannya. $ulang". $pecah = strtok($kalimat. $_data="data variable". "karakter_pemisah") parameter karakter_pemisah bisa diisi dengan spasi kosong atau karakter apapun contoh <?php $kalimat = "di wwww. $ubah= str_replace("susah".agiptek. ?> Mengganti Bagian Dari String Untuk mamnipulasi data string kadang Anda perlu untu mengganti bagian tertentu dari string dengan nilai string lainnya. "mudah". " "). ?> Memecah String String dapat dipecah menjadi beberapa bagian. kemudian diikuti huruf atau angka. integer. print "Kalimat '$kata1' <br>akan diganti menjadi : <br> ". variable harus harus diawali dengan huruf atau (_) garis bawah. Contoh penulisan variable yang benar adalah : $data="variable". Variable dalam script PHP dinyatakan dengan tanda $ didepan nama variable. Anda dapat menggunakan fungsi berikut : str_replace("yg_diganti". $pecah = strtok(" "). } ?> Variable sering dijumpai dalam bahasa pemogramanm variable ini digunakan untuk menyimpan data yang bersifat sementara baik jenis string. .

echo ("$Data1"). $Data2 ="Kota Pontianak". berikut ini contoh sederhana penggunaan fungsi echo() <?php //=================================================================== //Script: Contoh Sederhana penggunaan fungsi echo() //=================================================================== //Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel. Perhatikan contoh berikut <?php //=================================================================== //Script: Contoh Sederhana Penggunaan Variabel. Fungsi echo() memiliki keunikan tersendiri. echo() berfungsi untuk menampilkan satu atau lebih data string kedalam internet browser. echo ("$Data1"). $nama_depan2=&$nama_depan. maupun angka. pemberian nilai referensi ini dinyatakan dengan memberikan tanda & di depan sebuah variable sebagai nilainya. Perlu diperhatikan bahwa variable bersifat case sensitive. echo ("<BR>\n"). dan juga karena sangat mudah digunakan. Silahkan masukkan data yang Anda inginkan berdasarkan kebutuhan yang sedang Anda hadapi. atau dengan bantuan variable terlebih dahulu. artinya penulisan nama variable membedakan bentuk penulisan antara huruf kecil dan besar. atau dengan menggunakan metode gaya penulisan favorit Anda. $nama_depan="Muhammad". Fungsi echo() ini sering digunakan oleh programmer karena penggunaannya yang sangat dibutuhkan dalam pemograman. dengan parameter dasarnya adalah: $arg1 Semua data di Parameter yang ada bisa Anda masukkan secara langsung ke dalam fungsi echo(). maka tidak perlu dideklarasikan. //=================================================================== //Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel. Pemberian nilai pada suatu variable juga dapat merujuk pada variable yang lain. baik nilai variable berupa teks/string. ?> . dimana bisa menyediakan lebih dari satu buah parameter.$nama_belakang="contoh lain penulisan variable". $Data1 ="Provinsi Kalimantan Barat". Pendeklarasian variable selalu diikuti denga suatu nilai variable tersebut. Apabila variable itu belum memiliki nilai.

/* maka hasilnya adalah Provinsi Kalimantan Barat Kota Pontianak */ ?> Sedangkan fungsi echo() jika menggunakan tanda petik tunggal ('). semua isi variable tidak akan di proses lebih lanjut sehingga hasil keluarannya hanya menampilkan nama variablenya saja (jika didalamnya ada nama variable) <?php //=================================================================== //Script: Contoh Sederhana penggunaan fungsi echo() menggunakan tanda petik ganda (") //=================================================================== //Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel. . echo ("$Data2"). $Data1 ="Provinsi Kalimantan Barat". echo ("<BR>\n").Perbedaan fungsi echo() ketika menggunakan tanda kutip ganda (") dengan ketika menggunakan tanda kutip tunggal(') Ketika menggunakan tanda kutip ganda. $Data2 ="Kota Pontianak". maka semua variable yang terdapat di dalam data string yang akan diproses oleh echo(). contoh <?php //=================================================================== //Script: Contoh Sederhana penggunaan fungsi echo() menggunakan tanda petik ganda (") //=================================================================== //Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel. $Data2 ="Kota Pontianak". $Data1 ="Provinsi Kalimantan Barat". echo ('$Data1'). seluruh data akan diproses terlebih dahulu sehingga semua data dalam variable akan dimasukkan ke dalam hasil keluarannya. echo ("$Data1").

Contoh sederhananya adalah karakter angka. semua variable yan ada di data string tidak diproses isi variable-nya. dimana nilai dari karakter tersebut telah ditentukan oleh ASCII. Fungsi chr() untuk menhasilkan satu buah karakter string yang berisikan karakter. seperti 82 Jika Anda menginginkan karakter tersebut diubah menjadi karakter yang telah ditentukan nilai ASCIInya. sehingga echo() akan mentah-mentah mengambil nama variable-nya saja untuk dimasukkan kehasil akhir. echo ('$Data2'). Dalam artian.echo ("<BR>\n"). /* maka hasilnya adalah $Data1 $Data2 */ ?> Terlihat didalam hasil akhirnya. dengan fungsi chr() maka data string yang asli milik Anda akan diproses dan akan berubah menjadi : R Berikut ini adalah tabel nilai ASCII . isi data dalam variable tidak akan ditampilkan pada hasil akhir.

merupakan karakter-karakter yang dapat dicetak (printable characters). Kode 127 untuk karakter delete Penjabaran singkat komposisi kode ASCII dapat dibuat sebagai berikut 0-31 32 33-126 127 Fungsi chr() akan melengkapi fungsi ord(). dapat berupa huruf. dimana fungsi ord() akan menghasilkan nilai ASCII sedangkan fungsi chr() akan mengubah nilai ASCII menjadi karakter biasa . tanda baca dan berbagai simbol-simbol 2. Kode dari 0 sampai 31 dikenal sebagai karakter kontrol (control characters) 3. angka. Kode ASCII dari 33 sampai 12. ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan. yaitu 1. Dari tabel tersebut. Kode 32 dikhususkan untuk karakter spasi (space) 4.Dari table diatas terlihat daftar nilai ASCII beserta karakter perwakilannya dan karakter-karakter lainnya yang sering digunakan dalam keseharian.

Sintaks heredoc (Heredoc Syntax) 4. yang berarti kode ASCII adalah data yang berupa data angka. contoh $F=NULL. Array. sepanjang didalam variable tersebut mempunyai tanda-tanda sebagai berikut 1. Kita harus selalu melakukan pengecekan tipe suatu data yang kemungkinan besar kita meragukan kebenaran tipe data yang sedang dipergunakan.7. kita akan dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diduga nantinya. contoh $D=array(2008.$user. Anda bisa memasukkan secara lansung ke dalam fungsi atau bisa juga dengan menggunakan bantuan variabel terlebih dahulu.$password). Object. Berikut ini adalah sintaks dari fungsi chr() dengan menggunakan Parameter A: chr($ascii) Jika dilengkapi dengan tipe data maka dapat ditampilkan sebagai berikut : string chr(int $ascii) Selain tipe data string. Sintaks nowdoc (Nowdoc Syntax) Bila tidak ditemukan tanda-tanda tersebut diatas maka variable itu akan langsung dianggap sebagai variabel yang bertipekan data lainnya. Tipe-tipe data selain string antara lain Boolean. Contoh penulisan tanda petik ganda maupun yang tidak ada tanda petik adalah sebagai berikut <?php //======================================================== =========== .2010. contoh $C=77. Dengan mengetahui hal tersebut. contoh $B=9. Resource dan Null.2009.Fungsi chr() menyediakan satu buah parameter. PHP juga memiliki banyak tipe data lainnya. Tanda petik tunggal/single quote (') yang berpasangan 2. contoh $E=mysql_connect($host. Sebuah data string. Tanda petik ganda/double quote (") yang berpasangan 3. Contoh perbedaan dalam penandaan tipe-tipe data tersebut dengan String dapat kita lihat pada seperti dibawah ini Tipe data Boolean Tipe data Integer Tipe data Floating Tipe data Array Tipe data Array Tipe data Object Tipe data Null contoh $A=TRUE. angka maupun simbol akan selalu dianggap oleh PHP sebagai data bertipekan String. yaitu $ascii parameter $ascii atau disebut sebagai Parameter A. Bila ada script yang berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan . Tipe data yang digunakan oleh Parameter A ini adalah tipe integer atau int. adalah kode ASCII yang akan Anda olah. bisa saja kesalahan yang telah kita lakukan berasal dari kesalahan tipe data yang dipergunakan.2011). Integer. Floating/Double. contoh $D[0]="contoh". baik berupa huruf.

Berikut contoh baris baru dalam data String <?php //======================================================== =========== //Script: Contoh Tampilan baris baru //=== //Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.//Script: Contoh Sederhana Penandaan Variabel string //======================================================== =========== //Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel. //Sekarang kita tampilkan kedalam internet browser echo ("$Data"). melainkan diberikan sebuah spasi agar karakter-karakter yang terpisah itu tetap tersambung. //Hasilnya : String(1) "1" var_dump($Contoh2). Walaupun demikian. Akan tetapi PHP tidak akan menggantikannya dengan baris baru. $Contoh2 = 1. $Contoh1 = "1". jika kita lihat dalam source code (code dalam browser) maka baris baru tersebut akan tetap terbentuk. var_dump($Contoh1). $Data = "Burung Merak Kaswari Dara". /* ===Hasil didalam internet browser --------------------------------------------------------------------Burung Merak Kaswari Dara --------------------------------------------------------------------*/ /* ===Hasil didalam source code browser --------------------------------------------------------------------Burung Merak Kaswari Dara --------------------------------------------------------------------- . //Hasilnya : int(1) ?> Tipe data string bisa dimodifikasi agar tampilannya didalam sebuah variable akan terlihat seperti baris baru.

maka PHP tidak akan menampilkan semua spasi koson tersebut dan hanya menampilkan 1 buah spasi kosong saja saat manampilkannya didalam internet browser. Berikut contoh penggambaran dari spasi kosong <?php //======================================================== =========== //Script: Contoh Tampilan spasi dalam PHP //=== //Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel.*/ ?> Bila data string mempunyai satu atau lebih spasi kosong(empty space/white space) di awal data atau di akhir data. var_dump($B). echo ("<BR>"). semua spasi kosong tersebut akan tetap terbentuk. tipe datanya dapat dirubah menjadi string. //Cek dengan fungis var_dump() var_dump($A). Fungsi yang digunakan untuk merubah tipe data ini : settype($Variable. //Ada lima spasi kosong pada akhir variable $B $A = "Burung merak ". $TipeData) Keterangan : * $Variable : adalah variable yang ingin Anda ubah tipe datanya * $TipeData : adalah tipe data yang diinginkan untuk variable baru Tipe data yang mendukung $TipeData adalah : # Boolean atau Bool # Integer atau Int # Float atau Double # String # Array # Object # Null Hasilnya akan berupa * True jika proses perubahan berhasil dengan baik . ?> Dalama bahasa pemograman PHP nda dapat merubah tipe data dalam sebuah variable menjadi tipe lain. Akan tetapi didalam source code html (dalam broser). //Ada dua spasi kosong pada variable $A $A = " Burung merak". variable bertipe integer. Sebagai contoh.

dan pada fungsi is_string kali ini kita mendapatkan nilai kembalian berupa true (benar) atau false(salah).* False jika proses perubahan gagal Contoh sederhana penggunaan fungsi settype <?php //=================================================================== //Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi settype(). echo is_string($Data1). //Hasilnya false . //======================================================== =========== //Data dimasukkan ke dalam Variabel. //Lihat informasi sukses atau tidak perubahan data tersebut echo "Hasil perubahan:<BR>\n". Fungsi string gettype() menghasilkan nilai kembalian berupa type variable (bisa berupa string.2. sederhananya fungsi is_string ini adalah menanyakan apakah ini string atau bukan ? dan kita mendapatkan respon jawaban ya (true) atau tidak(false) berikut contoh pemakaian fungsi is_string() <?php //======================================================== =========== //Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi is_string(). echo ("<BR><BR>\n"). //=================================================================== //Data dimasukkan ke dalam Variabel. boolean."String"). =7.99. = array(1. integer. = 9. $Data1 $Data2 $Data3 $Data4 $Data5 = "0123456789" . echo ("<BR><BR>\n"). var_dump($Data). var_dump($Hasil). //Hasilnya false echo is_string($Data3). $Data=9. //Set tipe baru pada variable lama //Tipe baru adalah string $Hasil = settype($Data. array dll). //Hasilnya true echo is_string($Data2). echo "Data lama:<BR>\n".3).99 . = True.

gettype juga berfungsi untuk mengetahui type variable apakah string atau bukan.echo is_string($Data4). //Hasilnya double echo gettype($Data4). sekarang kita membahas fungsi berikutnya yang mirip yaitu gettype(). //Hasilnya array */ ?> Pada pembahasan yang lalu kita membahas tentang "varible string dalam php" Sekarang kita mulai membahas fungsi-fungsi string php. //Hasilnya integer echo gettype($Data3). kita mulai dengan fungsi var_dump() . $Data1 $Data2 $Data3 $Data4 $Data5 = "0123456789" . //Hasilnya string echo gettype($Data2). //======================================================== =========== //Data dimasukkan ke dalam Variabel. echo gettype($Data1). integer atau array) var_dump juga mengembalikan isi/nilai dalam variable. //Hasilnya false */ ?> Pada tulisan yang lalu kita membahas var_dump(). = array(1.99 . =7. tetapi pada fungsi var_dump() selain mendapatkan nama suatu variable (string.2. sedangkan gettype hanya mengembalikan type variable nya saja syntax-nya sebagai berikut gettype($NamaVariableAnda) Berikut ini adalah contoh sederhana penggunaan fungsi gettype() <?php //======================================================== =========== //Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi gettype(). telah kita ketahui var_dump() adalah fungsi untuk mengetahui type suatu variable.3). = 9. //Hasilnya boolean echo gettype($Data5). //Hasilnya false echo is_string($Data5). = True.

Kita bisa mengetahuinya dengan menuliskan fungsi di dalam script berupa var_dump($NamaVariableAnda) Fungsi ini akan menghasilkan nama tipe data yang dimiliki oleh suatu variable yang telah dites dan juga beberapa tambahan informasi yang terkandung di dalam suatu variable. $Warna="Hijau". Setiap jenis data akan menghasilkan informasi yang berbeda-beda. var_dump($Warna).a dan u) Berikut ini contoh lainnya dari penggunaan fungsi var_dump() <?php //======================================================== =========== .j. Berikut ini contoh penggunaan fungsi var_dump() <?php //======================================================== =========== //Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi var_dump(). /* ===Hasil di Internet Browser: ----------------------------------------------string(5) "Hijau" ----------------------------------------------*/ /* ===Hasil di Source Code: ----------------------------------------------string(5) "Hijau" ----------------------------------------------*/ ?> Seperti kita lihat pada contoh diatas.Pada bahasan yang lalu kita mempelajari tentang variable string. //======================================================== =========== //Data dimasukkan ke dalam Variabel.i. //Tampilkan informasi tentang data. sebuah variabel yang memiliki data string akan menghasilkan kata "string". sekarang kita akan mempelajari bagaimana mengetahui tipe suatu variable apakah datanya termasuk tipe data string atau bukan. dan caranya sangatlah mudah. yang artinya datanya bertipe string dan diikuti oleh informasi panjang karakternya yan berjumlah 5 karakter (h.

Fungsi dari variable sangat beragam. tanda baca. //=== //Data dimasukkan kedalam variabel $Data1 = "0123456789" . Nilai data string bisa dimasukkan ke sebuah variabel. Karakter tersebut dapat berupa huruf. Hasil keluaran (output) dari sebuah data atau berbagai macam gabungan data. //======================================================== =========== . symbol. $Data5 = array(1. Variabel ini dapat terus menerus menyimpan nilai data string sampai halaman situs selesai diproses. tidak perlu menulis ulang semua isi dari variable tersebut Berikut ini contoh penggunaan data String dalam variable <?php //======================================================== =========== //Script: Contoh Sederhana Penggunaan Variabel. ataupun gabungan dari semua jenis karakter.99 . $Data4 = True. Semua karakter ini berkolaborasi menjadi satu kesatuan yan membentuk suatu arti.3). $Data2 = 7 . Variabel adalah gabungan karakter tertentu yang bisa menampung data. biasanya selalu disajikan dalam bentuk hasil sementara ataupun disajikan sebagai hasil akhir.99) //Hasilnya: bool(true) //Hasilnya: array(3) {[0]=>int(1) [1]=>int(2) [2]=>int(3) } ?> Bahasa pemograman PHP mempunyai banyak sekali fungsi string. Contohnya. baik hasil output data script lain maupun input baru dari user. $Data3 = 9. Isi data di variabel bisa tetap disimpan dan juga bisa dihilangkan dengan pemograman tertentu tergantung kebijakan programmer. angka. var_dump($Data1) var_dump($Data2) var_dump($Data3) var_dump($Data4) var_dump($Data5) */ //Hasilnya: string(10) "0123456789" //Hasilnya: int(7) //Hasilnya: float(9.2.//Script: Contoh Sederhana Penggunaan Fungsi var_dump(). bisa ingin menampilkan isi dari sebuah variable di 100 titik tertentu maka kita cukup menuliskan variable saja. Semoga tulisan ini bisa membantu saya dan teman-teman yang ingin mempelajari fungsi string dalam PHP Data string adalah data yang terdiri dari satu ataupun gabungan dari berbagai macam karakter. yang nantinya bisa dengan mudah diterjemahkan dan juga difahamioleh manusia maupun komputer.

//Data dimasukkan ke dalam Variabel-Variabel. //Variabel A $A="Burung Merak"; //Variabel B $B="Burung Cendrawasih"; //Gabungkan kedua Variabel ini. $C="$A dan $A"; $D="$B dan $A"; $E="$A dan $A"; $F="$B dan $B"; $G="$A, $A"; //Tampilkan ke dalam Internet Browser. //Fungsi echo(), //digunakan untuk mencetak data ke dalam Internet Browser. //Kode \n, //digunakan untuk mencetak baris baru (Lihat di Source Code). //Kode <BR>, //digunakan untuk mencetak baris baru (Lihat di Internet Browser). echo("$C"); echo("<BR>\n"); echo("$D"); echo("<BR>\n"); echo("$E"); echo("<BR>\n"); echo("$F"); echo("<BR>\n"); echo("$G"); echo("<BR>\n"); /* ===Hasil di Internet Browser: ----------------------------------------------Burung Merak dan Burung Merak Burung Cendrawasih dan Burung Merak Burung Merak dan Burung Merak Burung Cendrawasih dan Burung Cendrawasih Burung Merak, Burung Merak -----------------------------------------------

*/ /* ===Hasil di Source Code: ===Gambar 1.16 ----------------------------------------------Burung Merak dan Burung Merak<BR> Burung Cendrawasih dan Burung Merak<BR> Burung Merak dan Burung Merak<BR> Burung Cendrawasih dan Burung Cendrawasih<BR> Burung Merak, Burung Merak<BR> ----------------------------------------------*/ ?> Demikian bagian pertama tulisan ini, selesai perkenalan singkat kita dengan arti kata string dalam bahasa pemograman php Kita lanjut kepembahasan berikutnya berupa fungsi-fungsi string dalam bahasa pemograman php

KETENTUAN Untuk x <<< ( x  0 ) maka sin x x (x <<< kecil sekali ;  setara ) lim x0 lim x0 sin x = 1 x x =1 sin x lim x0 lim x0 tg x = 1 x x =1 tg x

PERLUASAN lim x0 lim x0 sin ax = a/b bx ax = a/b sin bx lim x0 tg ax = a/b bx

lim ax = a/b x  0 tg bx

lim x0

sin ax = a/b sin bx

lim tg ax = a/b x  0 tg bx

lim x0

sin ax = a/b tg bx

lim x0

tg ax = a/b sin bx

Rumus-rumus trigonometri yang sering digunakan untuk merubah fungsi : cos x = sin (90° - x) ctg x = tg (90° - x) sin ax = 2 sin ½ax cos ½ax cos ax = 1- 2 sin² ½ax cos²x = 1 - sin²x

HAL-HAL KHUSUS l i m axm + bxm-1 + .... x  pxn + qxn-1 + ... =

 

untuk m > n ; a/p untuk m =n ; 0 untuk m < n untuk a > d ; b-e untuk m =n ; 2a - untuk a < d

l i m ax2 + bx + c - dx2 + ex + f x 

Bila salah satu suku belum berbentuk tanda akar maka dibentuk dengan cara mengkuadratkan kemudian menarik tanda akar. DALIL L'HOSPITAL Jika fungsi f dan g masing-masing terdifferensir pada titik x= a dan f(a) = g(a) = 0 atau f(a) = g(a) =  maka l i m f(x) x  g(x) =lim x a f(x) g(x)

CONTOH LIMIT FUNGSI ALJABAR 1. l i m x2 - 5x + 6 = (3)2 - 5(3) + 6 = 0 x 3 2. l i m 3x - 2 = x  2x + 1

 (*) Uraikan 

x(3 - 2/x) = 3 - 2/x = 3 - 0 = 3

2x x-2 = 0 0 (*) Hilangkan tanda akar dengan mengalikan bentuk sekawan (x . l i m x 2 2 + x .1) = 2 .1)3 = (x .1)2 = (1 .3) = 2 .3)(x .9x2 + 4x) = x   .1)2 = (1 .1)2 = 0 (x .2) = (x . l i m x 1 x3 .2) = (x .5) (x + 5) (1 + 5) 6 atau langsung gunakan hal khusus  Differensial 7.1 = -1 (x .1/x =  .9x2 + 4x  akar l i m (9x2 .9/x) 10 + 9/x 10 + 0 10 atau langsung gunakan hal khusus 4.x(2 .x .(9x2 + 4x) = l i m -4x = x  3x + (9x2 + 4x) x  3x + 3x [1+(a/9x)] .1 x2 .1)(x .3 atau langsung gunakan hal khusus  Differensial 5.1 .3x2 + 3x .1 . l i m x 2 x2 .5) (x + 5) (1 + 5) 6 atau langsung gunakan hal khusus  Differensial 6.9x2 + 4x  = (*) Hilangkan tanda  3x .5x + 6 = 0 0 (*) Uraikan (x .1) (x .1) (x .1)2 = 0 = 0 (x .0 =  = x(10 .5x + 6 = 0 0 (*) Uraikan (x .3x + 2 x2 .1 x  10x + 9 =  (*) Uraikan  x(x .9x2 + 4x ) =  x  . l i m (3x .1/x) = x . l i m x2 .1 . (*) Hilangkan tanda akar 3x l i m (3x .1)3 = (x .1/x) 2 + 1/x 2-0 2 atau langsung gunakan hal khusus 3.

1 .f(x) dx x  0 x (Perbandingan perubahan y yang disebabkan karena perubahan x.(1 .cos x = 0 x 0 3x² 0 2 sin² (½x) = sin (½x) . l i m 1 . l i m 1 .sin a = 0 (*) x 0 x-a 0 2 cos ½(x+a) sin ½(x-a) = cos ½(x+a) . 1 . sin (½x) = 1 . 1 = 1 3 .2 sin² 2x) = 2 sin² x 2 sin x cos x 2 sin x cos 3. 4 . sin ½(x-a) = x-a ½ (x .lim -4 = -4 = -2 (1 x  3 + 3 + 0) 6 3 atau langsung gunakan hal khusus CONTOH LIMIT FUNGSI TRIGONOMETRI 1. (½x) 6 (½x) (½x) 6 6 atau langsung gunakan hal khusus  Differensial 4.cos 2x = 0 x 0 sin 2x 0 1 . l i m sin x . 1 = cos a = sin x = tg x = 0 cos x Differensial (turunan) fungsi y = f(x) terhadap x didefinisikan sebagai : dy = l i m f(x + x) .a ) cos ½(x+a) . untuk perubahan x yang . 2 = 2 2x tg 3x 3 3 3 2. 1 = cos ½(a+a) . l i m sin 2x = 0 (*) x 0 tg 3x 0 sin 2x = 3x 2 = 1 .

Bentuk pembagian y = U(x)  dy = U`(x).V`(x) V(x) dx (V(x))² 6. y = c (c=konstanta)  dy/dx = 0 2.V(x) .RUMUS 1.sifat : 1.V`(x) 5.kecil sekali) Notasi lain : df/dx = f`(x) .U(x). FUNGSI TRIGONOMETRI y = sin x  dy/dx = cos x y = cos x  dy/dx = . V(x)  dy/dx = U`(x).du/dx y = (ax + b)n dy/dx = n(ax+b)n-1(a) y = sin (ax + b) dy/dx = (a) cos (ax+b) y = sinn (ax + b) dy/dx = n sinn-1(ax+b) [a cos (ax+b)] Ket : Untuk menyelesaikan persoalan.sin x y = sin x  dy/dx = sec²x Sifat . Bentuk perkalian y = U(x) . y` RUMUS . U`(x) 3. y = U(x) ± V(x)  dy /dx = U`(x) ± V`(x) 4. MENENTUKAN KOEFISIEN ARAN GARIS SINGGUNG (Gradien) di titik (x1y1) pada kurva y = f(x) dikombinasikan m = f`(x1) . Bentuk rantai y = f(U) dan U = g(x)  dy/dx = dy/du .V(x) + U(x). FUNGSI ALJABAR y = xn  dy/dx = nxn-1 2. y = c U(x)  dy /dx = c . sifat dan rumus-rumus ini 1.

Untuk menentukan jenis jenis titik stasioner dapat juga dicari dengan melihat perubahan tanda disekitar titik stasioner. f(xo)) MINIMUM Syarat : f '(x) = 0  x = x0.x1) disinggungkan dengan persamaan kurva y = f(x) dengan syarat D = 0 (D = diskriminan dari hasil eliminasi kedua persamaan) 2. Jenis titik stasioner ditentukan oleh perubahan tanda di sekitar titik stasioner.JENISNYA STASIONER : MAKSIMUM Syarat : f`(x) = 0  x = x0. f'' (x0) > 0 Titik Minimum (xo. jika pada interval itu berlaku f'(x) > 0 • Fungsi y = f(x) monoton turun pada suatu interval. maka gradien garis singgungnya dimisalkan dengan m yang dicari dengan menggunakan persamaan garis y y1 = m (x . MENENTUKAN MONOTON FUNGSI • Fungsi y = f(x) monoton naik pada suatu interval. Ket : Khusus untuk jenis fungsi kuadrat. Tentukan absis titik stasioner dengan syarat f '(x) = 0 x = xo b. f(xo)) Nilai Stasioner adalah nilai fungsi di absis titik stasioner Keterangan : 1.f`(x1) berarti nilai turunan f(x) pada titik dengan absis x = x1. Jika titik tidak terletak pada grafik. f'' (x0) < 0  Titik maksimum (xo. f'' (x0) = 0 Titik belok (xo. jika pada interval itu berlaku f'(x) < 0 3. MENENTUKAN TITIK STASIONER Fungsi y = f(x)  Syarat stasioner f'(x) = 0 JENIS . f(xo)) BELOK Syarat : f '(x) = 0  x = x0. Tentukan tanda-tanda disekitar titik stasioner dengan mensubstitusi sembarang titik pada f '(x) d. . Buat garis bilangan f '(x) c. Langkah : a.

MASALAH FISIKA Jika S(t) = Jarak (fungsi waktu) V(t) = Kecepatan (fungsi waktu) a(t) = Percepatan (fungsi waktu) t = waktu maka V = dS/dt dan a = dV/dt 5.ujung interval 4. Integral tak tentu (Tanpa batas) B. maka g(x) 0 xa g(x)  f(x) = lim f`(x) = . Integral tertentu (Dengan batas) Integral Tak Tentu Matematika Kelas 3 > Integral < Sebelum Sesudah > 437 1. maka g(x) xa g`(x)  INTEGRAL merupakan kebalikan dari differensial (anti differensial). maka :  f(x) dx = F(x) + c  (c = konstanta) Integral dapat digolongkan atas : A.ket : f`(x) > 0 grafik naik f`(x) > 0 grafik turun 2. RUMUS FUNGSI ALJABAR . Nilai maksimum/minimum suatu fungsi dalam interval tertutup didapat dari nilai stasioner fungsi dalam interval itu atau dari nilai fungsi pada ujung . MENYELESAIKAN MASALAH LIMIT DALIL L'Hospital Jika fungsi-fungsi f dan g masing-masing terdifferensir pada x = a dan f(a) = g(a) = 0 atau f(a) = g(a) =  sehingga : lim xa lim xa f(x) = 0 atau lim f(x) = . Jika turunan dari F(x) adalah f(x).

cos x + c cos x dx = sin x + c sifat-sifat: a.x2 ] + c a a a .x2 dx = a  1 . xn dx = 1/n+1 xn+1 + c . dx = Q`(u) du I = f(Q(u)) Q`(u) du jika ruas kanan telah diintegrir. Bentuk  a2 . c f(x) dx = c f(x) dx b.x2 misalkan x = a sin  = arc sin x/a dx = a cos  d  a2 . n  -1 FUNGSI TRIGONOMETRI  sin x dx = . jika f(x) dx = F(x) + c maka f(ax) dx=1/a F(ax) + c f(ax+b) dx=1/a F(ax+b) + c Perluasan : (ax + b)n dx = 1/a 1/(n+1) (ax + b)n+1 + c sin (ax + b) dx = -1/a cos (ax + b) + c cos (ax + b) dx = 1/a sin (ax + b) + c CARA MENGINTEGRIR a. ( f(x) ± g(x) ) dx = f(x) dx ± g(x) dx c.sin2 (a cos  d) 2 = a2 cos  d 2 = ½a (1 + cos2) d = ½a2 ( + sin cos) + c = ½a2 [arc sin x + x a2 . SUBSTITUSI TRIGONOMETRI 1. subtitusi kembali dengan fungsi invers dari x = Q(u) (ket : Prinsipnya adalah merubah variabel sehingga rumus dapat digunakan) b. SUBSTITUSI I = f(x) dx substitusi : x = Q(u) .

.. f(x) dx a a a b a b b b c = batas ditukar c.. dv = g(x) dx du = .a2 Gunakan substitusi : x = a/b sec dx = a/b tg sec2 c. Pengertian Bila suatu fungsi F(x) mempunyai turunan f(x).  c dx = c(x) = c(b . dx . I = f(x) g(x) dx Misalkan : u = f(x) .v du Pemisalan dibuat sedemikian sehingga bentukv du jadi lebih mudah Untuk hal-hal khusus dapat digunakan cara TABULASI 1. v = g(x) dx = . b) menjadi a b a b  c dx = c(x) = F(b) .c) a b a a c = konstanta b. PARSIIL Yaitu mengenai integral dari suatu bentuk yang merupakan hasil perkalian antara suatu fungsi x dengan turunan dari suatu fungsi x yang lain. Bentuk a2 + b2x2 Gunakan substitusi : x = a/b tg dx = a/b sec2 d 3.  f(x) dx =  f(x) dx +  f(x) dx a c c = ( a < c < b) .. maka : u du = u v ..  f(x) dx = 0 c = batas sama d..x2 + c 2...  a2 . Sifat b b a. Bentuk b2x2 .  f(x) dx = .x2 dx = ½ a2 arc sin x/a + ½ x  a2 .F(a) 2. maka bila f(x) diintegrasikan pada selang (a.

a < c < b sumbu-x . Jika y = f (x) pada interval a < x < b grafiknya memotong sumbu-x. garis y = c . maka : b b a Luas = -  f(x) dx = f(x) dx  a 4. a = b. Karena luas selalu positif. garis x = b c b c Luas =   f(x) dx + f(x) dx a 5. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva . Untuk y = f (x) < 0. maka  f(x) dx < 0 a menyatakan luas daerah yang terletak di bawah sumbu x dibatasi oleh garis x = a . y = f(x) memotong sumbu x di c . garis x = b b a Luas =  f(x) dx = 0 2. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva x = g(y)  0 (grafik di kanan sumbu-y) sumbu -y . sumbu -x garis x = a . garis x = a .1. garis y = d Luas =  g(y) dy = 0 c d b 3. Luas daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x)  0 (grafik di atas sumbu-x) . maka luasnya merupakan jumlah dari beberapa integral tertentu.

Luas daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva Y = f1(x) Y = f2(x) yang berpotongan pada titik-titik yang berabsis c dan d d Luas =  [f1(x) . fungsi kuadrat dengan fungsi kuadrat atau fungsi kuadrat dengan fungsi linier dapat digunakan rumus: Luas = DD atau Luas = ax1 . garis x =a . garis x = b b Luas =  [f1(x) . Volume benda putar mengelilingi sumbu y . Volume benda putar yang mengelilingi sumbu x y = f(x) . Luas antara parabola dengan sumbu-x.f2(x)] dx c HAL KHUSUS 1. Luas = 2/3 luas persegi panjang yang melingkupinya = 2/3 (b-a)(c) terkecil 1. diputar mengelilingi sumbu -x b Volume =   (f(x))2 dx a 2. : D = Diskriminan hasil eliminasi kedua persamaan (yang tidak disederhanakan) a adalah koefisien a² hasil eliminasi kedua persamaan. garis x = b . x1 dan x2 adalah absis titik potong kedua kurva.f2(x)] dx a 6.y= f1(x) . 2. Untuk luas antara dua kurva (fungsi kuadrat dengan sumbu-x .x2  3 2 6a 6 Ket. y=f2(x) garis x = a .

Daerah antara dua kurva diputar mengelilingi sumbu -x y = f1(x) . garis x = b .[f2(x)]2} dx a 4. y = f2(x) garis x = a . diputar mengelilingi sumbu-y d Volume =   (f(x))2 dy c 3. y=f2(cx) diputar mengelilingi sumbu-x b Volume =   {[f1(x)]2 . Panjang busur kurva x = f(y) dari y = c sampai y = d d S=   1 + (dx/dy)2 dy c .[f2(x)]2} dx a 1.x = f(y) garis y = c . garis y = d . Panjang busur kurva y = f(x) dari a = a sampai a = b b S=   1 + (dy/dx)2 dx a 2. Daerah antar dua kurva yang berpotongan pada titik-titik dengan mengelilingi surnbu x absis a dan b diputar y = f1(x) . diputar mengelilingi sumbu -x b Volume =   {[f1(x)]2 .

Kubus Tabung rusuk kubus = a panjang diagonal bidang = a2 panjang diagonal ruang = a3 volume = a³ luas = 6a² r = jari-jari t = tinggi volume =  r² t luas = 2rt Prisma Kerucut LA = luas alas t = tinggi volume = LA.t r = jari-jari t= tinggi g = garis pelukis volume = 1/3 r²t luas = rs Limas Bola LA = luas alas t = tinggi volume = 1/3 LA t r =jari-jari volume = 4/3 r³ luas = BIDANG EMPAT TEGAK .

TC.   AM = 2/3 AD BM = 2/3 BE CM = 2/3 CF BIDANG EMPAT SIKU-SIKU Bidang empat siku-siku adalah bidang empat dengan ketiga buah rusuknya bertemu pada satu titik yang saling tegak lurus sesamanya. Titik O . • Bujur sangkar ABCD (segi-empat beraturan) merupakan bidang alas adalah titik pusat bidang alas. BIDANG EMPAT BERATURAN  Bidang yang batasnya terdiri dari dari empat buah segitiga sama sisi yang kongruen Titik sudutnya merupakan pertemuan dari tiga buah bidang batas dan tiga buah rusuk Karena masing-masing bidang batas merupakan segitiga sama sisi yang kongruen. TCD. TAD merupakan bidang sisi tegak • Garis TA. TBC. • Titik T merupakan titik puncak limas • Segitiga TAB. Sehingga titik berat bidang empat beraturan juga tepat berimpit dengan titik tingginya.Bidang empat tegak adalah bidang empat yang salah satu rusuknya tegak lurus pada bidang alas atau proyeksi titik puncaknya tepat pada salah satu titik sudut bidang alas.. TD merupakan rusuk-rusuk tegak limas. TB. maka titik berat masingmasing bidang batas tepat berimpit dengan titik tingginya.

P = titik yang diproyeksikan (proyektum) P' = titik hasil proyeksi PP' = garis yang memproyeksikan g = garis yang menerima proyeksi (garis proyeksi) dan PP' g PROYEKSI TITIK PADA BIDANG Proyeksi sebuah titik P pada bidang V dapat diperoleh dengan menarik garis tegak lurus dari P ke bidang V. GARIS TEGAK LURUS PADA SEBUAH BIDANG • Sebuah garis tegak lurus bidang. CC' = garis yang memproyeksikan (proyektor) Garis g' = proyeksi garis g pada bidang V Bidang yang dibentuk oleh garis-garis proyektor yaitu bidang a disebut bidang proyektor. Perpotongan garis tegak lurus dari titik P dengan dengan garis g yaitu titik P' . . CD. yaitu titik P' disebut sebagai proyeksi titik P pada bidang V. yaitu g' Garis g = garis yang diproyeksikan (proyektum) Bidang v = bidang yang menerima proyeksi (bidang proyeksi) AA'. Perpotongan garis lurus dari P dengan bidang V. BB'. jika garis tersebut tegak lurus dua garis yang berpotongan pada bidang tersebut. merupakan rusuk-rusuk alas • TO tegak lurus bidang alas (ABCD) • Titik O merupakan proyeksi titik T pada bidang alas ABCD (O pusat bidang alas).• Garis AB. maka diperoleh proyeksi dari garis g. DA. TO merupakan tinggi limas. P = titik yang diproyeksikan (proyektum) P' = titik hasil proyeksi PP' = garis yang memproyeksikan (proyektor) V = bidang yang menerima proyeksi (bidang proyeksikan) dan PP' V) PROYEKSI GARIS PADA BIDANG Proyeksi sebuah garis g pada bidang V dapat diperoleh dengan membuat proyeksi titik-titik yang terletak pada garis g ke bidang V. PROYEKSI TITIK PADA GARIS Proyeksi sebuah titik P pada sebuah garis g dapat diperoleh dengan menarik garis tegak lurus dari titik P terhadap garis g. BC. Selanjutnya titik-titik proyeksi ini kita hubungkan. disebut proyeksi titik P pada garis g.

.. hanya dapat dibuat sebuah bidang a yang tegak lurus pada garis g. l.• Garis g tegak lurus bidang V.. berarti garis g tegak lurus pada setiap garis yang terletak pada bidang V.. yang masing-masing tegak lurus pada garis g maka garis k. 7. maka garis g dan h itu adalah sejajar. Melalui sebuah titik P yang terletak pada garis g hanya dapat dibuat sebuah bidang a yang tegak lurus pada garis g. Jika garis g dan h masing-masing tegak lurus pada bidang a.. Jika garis a tegak lurus pada garis g dan h yang berpotongan maka garis a tegak lurus pada bidang yang melalui kedua garis g dan h itu.FAKTA 1. Melalui sebuah titik P diluar garis g. 3. maka garis yang lain (g tau h) akan tegak lurus pada bidang a 4.. Melalui sebuah titik P pada sebuah bidang a. 2. terletak pada sebuah bidang datar yang tegak lurus pada garis g. 6. m. FAKTA ... hanya dapat ditarik sebuah garis g yang tegak lurus pada bidang a Garis Terletak Pada Bidang Garis dengan bidang mempunyai dua titik persekutuan Garis menembus bidang Garis dengan bidang mempunyai satu titik persekutuan Garis sejajar bidang Garis dan bidang tidak mempunyai titik persekutuan .. m. berdiri tegak lurus pada bidang a. Jika dari sebuah titik P yang terletak pada garis g dibuat garis-garis k. Jika salah satu dari dua garis (g atau h) yang sejajar.. l. 5.

. dan berpotongan di garis potong kedua bidang. searah dan sejajar dengan m dan n. Antara Garis dan Bidang Sudut antara garis tersebut dengan proyeksinya pada bidang itu. Dimana garis-garis ini tegak lurus pada garis potong dua bidang (garis tumpuan) itu. Sudut antara dua garis yang terletak pada masing-masing bidang tersebut.Titik ke Garis Panjang garis tegak lurus dari titik ke garis tersebut Titik ke Bidang Panjang garis tegak lurus dari titik ke bidang tersebut Antara Dua Garis Yang Bersilangan Antara Dua Bidang Sudut antara garis m dan n yang bersilangan adalah sudut yang dibentuk antara garis m' dan n' yang ditarik melalui sebuah titik p di dalam ruang.

Kadang beberapa permasalahan fisis yang amat berbeda memiliki formulasi matematika yang mirip satu sama lain. seperti penjalaran suara dan panas. yang merupakan fungsi dari beberapa variabel bebas. elektrostatika. Kedua contoh di atas menggambarkan bahwa solusi umum dari persamaan diferensial biasa melibatkan suatu kostanta sembarang. atau terdistribusi dalam ruang dan waktu. [sunting] Pengantar Bentuk paling sederhana dari persamaan diferensial adalah di mana u suatu fungsi tak diketahui dari x dan y. Sebuah solusi dari persamaan diferensial parsial secara umum tidak unik. .y) adalah tidak bergantung dari x.Persamaan diferensial parsial Dari Wikipedia bahasa Indonesia. elastisitas. PDP digunakan untuk melakukan formulasi dan menyelesaikan permasalahan yang melibatkan fungsi-fungsi yang tidak diketahui. Analogi dari persamaan diferensial biasa untuk persamaan ini adalah yang memiliki solusi di mana c bernilai konstan (tidak bergantung dari nilai x). Hubungan ini mengisyaratkan bahwa nilai-nilai u(x. atau lebih umum segala macam proses yang terdistribusi dalam ruang. yang merupakan dibentuk oleh beberapa variabel. aliran fluida. kondisi tambahan harus disertakan lebih lanjut pada syarat batas dari daerah di mana solusi didefinisikan. dengan turunan-turunannya melalui variabel-variabel yang dimaksud. Oleh karena itu solusi umum dari persamaan ini adalah di mana f adalah suatu fungsi sembarang dari variabel y. elektrodinamika. fungsi dapat ditentukan jika dispesifikasikan pada sebuah garis . Sebagai gambaran dalam contoh sederhana di atas. akan tetapi solusi dari persamaan diferensial parsial melibatkan suatu fungsi sembarang. yang dalam matematika diartikan sebagai suatu hubungan yang mengaitkan suatu fungsi yang tidak diketahui. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Persamaan diferensial parsial (PDP) adalah persamaan yang di dalamnya terdapat suku-suku diferensial parsial.

Kedua akar nyata negatif maksudnya : X1 < 0 . X2 < 0 syarat : D > 0 X1 . X2 = 1  a = c Ket: X1 . X2 = 1  c/a = 1  a = c 3. X2 < 0 Ket: bentuk X1 + X2 bukan merupakan syarat karena hasil dari X1 + X2 tandanya tidak pasti . X2 > 0 4. X2 < 0 syarat: D  0 X1 + X2 < 0 X1 .1. Kedua akar nyata positif Maksudnya : X1 > 0 . X2 > 0 syarat : D  0 X1 + X2 > 0 X1 . Kedua akar nyata berlawanan Maksudnya : X1 = -X2 syarat : D > 0 X1 + X2 = 0  b = 0 Ket: X1 + X2 = 0  -b/a = 0  b = 0 2. Kedua akar nyata berkebalikan Maksudnya : X1 = 1/X2 syarat : D  0 X1 . Kedua akar nyata berlainan tanda Maksudnya : X1 > 0 . X2 > 0 5.

.2(X1X2)² = [(-b/a)² .2X1. Bedakan Istilah 11.X1² = (X1+X2)(X1-X2) = (-b/a)(D/a) 9. 8. X1² + X2² 2. X14 + X24 = (X1²+X2²)² -(X1²X2²) = [(X1+X2)² .9. X1² .6.X2) = (X1 + X2)² . jika x dan y dipertukarkan tempatnya menjadi y² + x². Kedua akar rasional Maksudnya : X1 dan X2 bukan berbentuk  syarat : D = bentuk kuadrat D = (0. (X1-X2)² = (X1+X2)² .16.2(c/a)]² ..2X1X2]² . 1/X1 + 1/X2 = (X1+X2)/X1+X2 = (-b/a)/(c/a) = -b/c 6. maka nilainya sama dengan bentuk semula.3X1X2(X1+X2) = (-b/a)³ .X2 = (-b/a)² + 2(c/a) 7. 1.3(c/a)(-b/a) 3. 10.4X1X2 atau [D/a]² = D/a² 8. seperti x² + y². Jumlah Kuadrat : (X1²+X2²) . X1²X2 + X1X2² = X1X2(X1+X2) = c/a (-b/c) 5.2(c/a)² 4.1. sehingga X1 dan X2 rasional Suatu bentuk aljabar disebut simetris. X1³ + X2³ = (X1+X2)³ .4.25. Dalam hal ini kita merubah bentuk yang diberikan menjadi bentuk (X 1+X2) atau (X1.) Ket: D= bentuk kuadrat akan menghilangkan tanda  . X1/X2 + X2/X1 = (X1²+X2²)/X1X2 = ((X1+X2)²-2X1X2)/X1X2 7.

(X1+X2)X + X1 .X2) dan y2 = f(X1.X1)(X . Kuadrat Jumlah (X1+X2)² 14.(y1 + y2)y + (y1 . Langkah: Cari terlebih dahulu nilai dari (y1 + y2) dan (y1 . Hubungan tidak beraturan [y1 = f(X1. dengan 13.X2)] Andaikan y1 dan y2 adalah akar-akar persamaan kuadrat baru. X2) didapat dari persamaan kuadrat yang diketahui. Mengisikan akar-akarnya kedalam bentuk (X . y2) = 0 2. KEDUA AKARNYA KUADRAT Andaikan akar-akarnya X1 dan X2 1. X2) dimana nilai dari (X1 + X2) dan (X1 .X2) = 0 2. y2) yang masing-masing merupakan fungsi dari (X1 + X2) atau (X1 . Menggunakan sifat akar X² . Hubungan beraturan (hal khusus) Akar-akar baru p lebihnya (X1+p) dan (X2+p) Hubungan y=X+p  X = y-p PK Baru a(y-p)² + b(y-p) + c =0 p kurangnya (X1-p) dan (X2-p) y=X-p X=y+p a(y+p)² + b(y+p) + c = 0 p kali pX1 dan pX2 y = pX X = y/p a(y/p)²+b(y/p)+c=0 .12. X2 = 0 KEDUA AKARNYA MEMPUNYAI HUBUNGAN DENGAN AKAR-AKAR PERSAMAAN KUADRAT YANG DIKETAHUI Andaikan X1 dan X2 adalah akar-akar persamaan kuadrat aX²+bX+c=0 yang diketahui 1. Persamaan Kuadrat baru : y² .

b > 0 a=ba-b=0 a<ba-b<0 prinsip: nilai bilangan harus jelas positif. Dikali/Dibagi dengan bilangan positif yang sama a<b c>0  a+c<b+c a-c<b-c    ac < bc a/c < b/c .kebalikannya 1/X1 dan 1/X2 y=1/X X= 1/y a(y/p)² + b(1/y) + c = 0 atau cy²+by+a = 0 kuadratnya X1² dan X2² y = X²  X = y a(y)² + b(y) + c = 0 atau a²y + (2ay-b²)y + c² = 0 Antara dua bilangan a dan b terdapat hubungan : a > b . a = b atau a < b 1. nol atau negatif 2. a > b  a . Ditambah/Dikurangi dengan bilangan yang sama a < b  4. a + b < c  a + b .c < 0 atau c-a-b>0 3. 5.

Pangkat Ganjil      ad > bd a/d > b/d TANDA BERUBAH  a² < b² TANDA TETAP  a² > b² TANDA BERUBAH a<b  a³ < b³ a5 < b5 a <b 7 7  TANDA TETAP 13.b<0 a<b    1/a > 1/b TANDA BERUBAH  1/a > 1/b TANDA BERUBAH Dipergunakan untuk mengetahui nilai (+/-) suatu fungsi pada interval tertentu.6. a<0.b>0 a<b 10. Pangkat Genap a>0. Kebalikan a>0. a<0. 12.b>0 a<b 15. 9. Dikali/dibagi dengan bilangan negatif yang sama a<b d<0 8. 14. Tanda tetap 7. .b<0 a<b 11.

dan dapat difaktorkan.a) (x . kemudian substitusi sembarang bilangan yang mewakili suatu interval.b) f(x) < 0 untuk a < x < b f(x) > 0 untuk x < a atau x > b HAL KHUSUS Bila koefisien x² adalah (+). Untuk menentukan nilai (+/-) suatu fungsi dalam suatu interval. Bila hasil substitusi tersebut bernilai positif maka interval di mana bilangan itu berada adalah juga bernilai positif. UNTUK BATAS TUNGGAL f(x) = (x . maka perubahan tanda adalah sebagai berikut: Bila koefisien x² adalah (-). dan bernilai (+/-) pada interval lainnya. maka perubahan tanda adalah sebagai berikut : (+) | (-) | (+) (-) | (+) | (-) . Untuk memudahkan mengetahui daerah (+/-) biasanya dicek angka 0 atau daerah yang diuji adalah daerah paling kanan (bilangan besar sekali) sehingga tanda (+/-) cukup dengan melihat hasil perkalian/pembagian tanda dari koefisien variabel. bila hasil substitusi tersebut bernilai negatif maka interval di mana bilangan itu berada juga bernilai negatif.Batas pada garis bilangan didapat dari harga nol fungsi (angka yang menjadikan fungsi bernilai 0). langkah pertama adalah mencari nilai nolnya sebagai batas interval pada garis bilangan. Andaikan a < b Ambil yang paling kiri Ambil yang paling kanan Ambil yang berada diantaranya contoh : 1. dan dapat difaktorkan. sehingga fungsi bernilai nol pada batas tersebut.

x f(x) > 0 untuk x > b Ket : a f(x) < 0 untuk x < a f(x) untuk x > a . bila melewati batas rangkap genap maka tanda pada interval berikutnya tetap. dua di ruas kanan atau sebaliknya). PERTIDAKSAMAAN LINIER (PANGKAT SATU) Adalah pertidaksamaan yang salah satu atau kedua ruasnya mengandung bentuk linier dalam x. Contoh : 2x .3 > 5  2x > 5 + 3 ijgeiirjirijrigir j 2x > 8 gehghhejehh2x > 2 gambar B. . UNTUK BATAS RANGKAP f(x) = (x . x b bila melewati batas tunggal (rangkap ganjil) maka tanda pada interval berikutnya berubah. (Bila ada dua tanda akar letakkan satu di ruas kiri. Penyelesaian:  Susunlah dahulu bila kedua ruas seimbang.b)² (-) || a - | (+) b (-) | a || b (+) f(x) < 0 untuk x < b .a) (x .a)² (x . PERTIDAKSAMAAN IRASIONAL (BENTUK AKAR) Adalah pertidaksamaan yang variabelnya ada di dalam tanda akar. Penyelesaian: Letakkan variabel x di ruas tersendiri terpisah dari konstanta-konstanta.2. satu di ruas kanan.b) f(x) = (x . A. bila ada tiga tanda akar letakkan satu di ruas kiri.

...(2) (pembicaraan adalah mengenai bilangan riil) Jawabannya adalah yang memenuhi syarat (1) dan (2) di atas... c konstanta.  Kuadratkan kedua ruasnya. Tetapkan nilai-nilai nolnya Tetapkan tanda-tanda pada garis bilangan Jawaban didapatkan dari hal-hal yang ditanyakan dan terlukiskan pada garis bilangan  0.  Contoh: 1. .. Selesaikan pertidaksamaannya . (x-2) < 2  kuadratkan x-2<4 x<6  syarat : x-20 x2 2... PERTIDAKSAMAAN KUADRAT (PANGKAT DUA) Yaitu pertidaksamaan dalam x yang bentuk umumnya : ax² + bx + c > 0 dengan a. (tanda tidak berubah karena yang dikuadratkan adalah bilangan positif).. (1) syarat: bilangan di bawah tanda akar harus non negatif (0)..... a Penyelesaian:       Jadikan ruas kanan = 0 Jadikan koefisien x² positif (untuk memudahkan pemfaktoran) Uraikan ruas kiri atas faktor-faktor linier...(2x + 1) > 0 seimbangkan  (-x+3) > (2x+1)   kuadratkan -x + 3 > 2x + 1 3x < 2 x < 2/3  syarat : -x + 3  0  x  3 dan 2x + 1  0 x  -1/2 2x<6 -1/2  x < 2/3 C...(-x + 3) . b..

(bila ditanyakan > 0.1)  0 syarat : penyebut (x-1)  0 x1 E. karena tanda pertidaksamaan tidak dapat ditentukan berubah/tidak) Samakan penyebutnya sehingga pecahan dapat disederhanakan.1)  1 (2x + 7)/(x . a > 0) langsung dapat dihilangkan.1)  0  (x + 8)/(x .(x .1) > 0 x < -2 atau x > 1 D.1) . bila ditanyakan < 0.2 > 0 (x + 2) (x . contoh: x² + x . Bila ada bentuk kuadrat yang definit (selalu) bernilai positif ( D < 0 .1) . Syarat: penyebut pecahan  0 contoh : -8  x <1 (2x + 7)/(x .Tanda . Penyelesaian:    Pindahkan semua bilangan keruas kiri. maka yang dimaksud adalah daerah +. sama seperti penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. maka yang dimaksud adalah daerah -). Selanjutnya. PERTIDAKSAMAAN DERAJAT TINGGI (Derajat > 3) Penyelesaian:  Terlebih dahulu usahakan disederhanakan.1  0 (2x + 7)/(x . jadikan ruas kanan = 0 (ingat! tidak diperkenankan mengali silang. PERTIDAKSAMAAN PECAHAN Yaitu pertidaksamaan dalam x yang penyebutnya mengandung variabel x.1)/(x .

Batasan : |x| = x jika x > 0 0 jika x = 0 -x jika x < 0 keterangan : |x|  0 masalah : menghilangkan tanda mutlak.4(3)(2) = -23 dan a = 3 D < 0 dan a > 0 Sehingga (3x² + x + 2) dapat dihilangkan. Dengan catatan.12) > 0 Bentuk (3X² + X + 2) adalah definit (selalu bernilai) positif. Bila ada bentuk kuadrat yang definit negatif ( D < 0 .1) (x .2) > 0 X < -6 atau X > 2 F. (3x² + x + 2)/(x² + 4x . PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK Yaitu pertidaksamaan dimana variabelnya berada di dalam tanda mutlak.12) > 0 ® (+)/(X + 6) (X .4) (x² .1/2) (x² . a < 0) dapat dihilangkan asal tanda pertidaksamaannya berubah.3)² < 0 x < 1 atau 1/2 < x < 3 atau 3 < x < 4 2.pertidaksamaan tetap. soal menjadi (+)/(X² + 4X .  Selanjutnya sama seperti penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. tanda pada garis bilangan akan berubah jika melewati harga nol yang tunggal (rangkap ganjil) dan tanda akan tetap jika melewati harga nol yang rangkap genap. contoh: 1.3x . Penyelesaian: Untuk a > 0 xa  x = xa  -a < x < a x > a  x < -a atau x > a a secara umum: . karena: D = (1)² .6x + 9) < 0 (x -1/2) (x .4) (x . (x .

y) Diagram cartesius ( diagram A x B ) Diagram panah  bila R adalah sebuah relasi. Sebuah kalimat terbuka P(x. A. Himpunan Pasangan Berurutan (a.b) Kalimat terbuka P(x.a² < 0  (x-a)(x+a) < 0  -a < x < a |x| > a  x² > a²  x² . 3.4} B = {3. SEBUAH RELASI DAPAT DINYATAKAN DENGAN: 1.  Bila P(a.b) adalah betul} Ket: Jika A=B.4. SEBUAH RELASI R TERDIRI DARI: 1. Himpunan A 2.B. maka himpunan dari relasi ini adalah: R = {(a. Himpunan pasangan berurutan . 4.3. Ditulis a R b  Bila tidak demikian maka a R b B.y) yang menyatakan hubungan antara himpunan A dengan himpunan B.menghilangkan tanda mutlak adalah dengan mengkuadratkan kedua ruas atau |x| < a  x² < a²  x² .y) menyatakan x pembagi y Himpunan penyelesaian relasi ini adalah a. b  B. maka P(x.6} P(x.a² > 0  (x-a)(x+a) > 0  x<-a atau x>a keterangan: |x| < -a TM |x| > -a x |a/b| < c |a| < c|b| Hubungan/relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu pemasangan anggotaanggota A dengan anggota-anggota B.5. P(x.b) a  A.y) mendefinisikan sebuah relasi di dalam A. P(a.b) betul maka a berelasi dengan b.y)) A = {2. contoh : R = (A. Dimana x bersesuaian dengan a  A dengan y bersesuaian dengan b  B. 2. Himpunan B 3.

(4.b)  R} .a). Domain = { a  a  A. (a.2. B = {a. (3. (1.4)} b.1).3)} relasi invers dari B ke A DOMAIN DAN RANGE Domain (daerah asal) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen pertama dari pasangan berurutan elemen R. (3. (a.b) R} contoh: A = {1.3).1).a)} relasi dari A ke B R-1 = {(a. Diagram cartesius c.b). Diagram panah RELASI INVERS Setiap Relasi dari A ke B. (a. (b. (2. mempunyai relasi R-1 dari B ke A yang didefinisikan sebagai R-1 = {(b.6).4).R = {(2. (3.6).a)  (a.b} R = {(1. Range = {b  b  B.b)  R } Range (daerah hasil) dari suatu relasi R adalah himpunan elemen kedua dari pasangan berurutan elemen R.3}.

a) .c} Suatu pemetaan / fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi khusus sedemikian rupa sehingga. (4.c} R = {(2. ditulis f : A  B 1.c)} Domain = {2.4} . Himpunan A disebut DOMAIN fungsi.a) .b. dan himpunan B disebut CODOMAIN fungsi. yang mempunyai pasangan yang sama di B. range = f(A) Jenis-Jenis Fungsi Matematika Kelas 1 >Relasi Fungsi / Komposisi Fungsi-Fungsi Invers < Sebelum Sesudah > 373 f:AB ONE ONE (INJEKTIF) Tidak ada dua elemen yang berlainan di A. ditulis f(a) = b 3.2. membentuk range fungsi. Kumpulan dari image-image a  A di B. disebut image (peta) dari A. maka b  B yang menyatakan pasangan dari A.contoh: A = {1. setiap anggota A dipasangkan dengan tepat satu anggota B. B = {a. 2. Bila a  A.4} Range = {a. (4. ONTO (SURJEKTIF) Semua elemen di B merupakan peta dari elemen-elemen A (Range A = B atau f(A) = B) ONE-ONE (BIJEKTIF)/KORESPONDENSI 1-1 .3.

1. x = y² b. x² + y² = 25 CARA MENENTUKAN SUATU GRAFIK ADALAH FUNGSI ATAU BUKAN Tarik sembarang garis lurus sejajar sumbu y.0. Bila hanya memotong di satu titik pada grafik. y = x a. Fungsi f. y = sin x c. Bila tidak demikian maka grafik tersebut bukan merupakan fungsi.y.b. Bila V = {-2. y = x² c. menyatakan fungsi/bukan ! A = {a. Nyatakan diagram di bawah ini.1.z} bukan bukan fungsi fungsi 2. maka grafik tersebut merupakan fungsi. menyatakan fungsi atau bukan ! a. -1.c} dan B = {x. 2} Image dari g adalah : g(-2) = 5 g(-1) = 2 g(0) = 1 g(1) = 2 .-1. 0. 3. Fungsi d.2} g : V  R. R = riil g(x) = x² + 1 Tentukan range !!! Jawab: Domain = {-2. Fungsi e. Nyatakan diagram di bawah ini.x b. y = 3 .contoh: 1.

Tentukan range dari f(x) = x² pada domain [1. contoh: 1.g(2) = 5 maka range = {1. 5} 4. 16] Anggap f : A  B dan g : B  C Didapat fungsi baru (g o f) : A  C yang disebut komposisi fungsi dari f dan g h=gof (g o f) (x) = g (f (x))  yaitu dengan mengerjakan f(x) terlebih dahulu ket : image f merupakan domain bagi g. Tentukan domain dan range dari y = (x . f:A  B.1)  0 Jawab : D = { x  x  1} R = { y  y  0} 5. g:B  C (g o f)(a) = g (f(a)) = g(y) = t (g o f)(b) = g (f(b)) = g(z) = r (g o f)(c) = g (f(c)) = g(y) = t . -4] Jawab: Domain : f(x) = x² -1 x  4 0  x  16 0  y  16 Range : [0.1) syarat : (x . 2.

f(x) = b} Jika f adalah fungsi dari A  B. Diketahui [rumus] jika (f o g)(x) = x² Tentukan g(x) ! jawab: [rumus] SIFAT Bila f : A  B. atau f-1 (b) = {x  x A. f: R  R .2. g(x) = x + 3 R=riil maka (f o g)(x) = f(g(x)) = f(x+3) = (x+3)² = x² + 6x + 9 (g o f)(x) = g(f(x)) = g(x²) = x² + 3 Bila x=2. h : C  D maka (f o g)  (g o f) (h o g) o f = h o (g o f) f:AB Bila b  B. maka f mempunyai fungsi invers f-1 :A  B jika dan hanya jika f adalah one one onto / bijektif / korespondensi 1-1 ket : f : y = f(x) cara mencari fungsi invers f-1 : x = f(y)  nyatakan x dalam y : tidak komutatif : asosiatif . maka invers dari elemen b (dinyatakan dengan f-1 (b)) adalah elemen A yang mempunyai pasangan b. maka (f o g)(2) = f(g(2)) = f(5) = 25 (g o f)(2) = g(f(2)) = g(4) = 7 3. g : B  C . f(x) = x² g: R  R .

Tentukan diagram fungsi di bawah ini ada inversnya atau tidak 2.TEOREMA f : A  B dan f-1 : B  A f-1 o f : A  A : fungsi indentitas di A f f-1 ABA (f-1 o f) f o f-1 : B  B : fungsi identitas di B f-1 f BAB (f o f-1) (g o f)-1 (x) = (f-1 o g-1)(x) contoh: 1. Tentukan grafik di bawah ini mempunyai invers/tidak ! .

a  0 f-1(x) = ax/c .3 Tentukan f-1 (x) ! Jawab: f one one onto sehingga f mempunyai invers misalkan y = image dari x y = f(x) y = 2x-3 (yang berarti x = f-1(y)) x = (y+3)/2 f-1(x) = (x+3)/2 4.3) = x . a  0 f(x) = a FUNGSI INVERS f-1(x) = (x-b)/a .2)/(x .3y = x . maka grafik tersebut tidak mempunyai invers 3. x  -d/c f(x) = ax² + bx + c . bila memotong grafik hanya di satu titik. x  a/c f-1(x) = (-b+(b²-4a(c-x))/2a .1)  f-1(x) = (3x .2 x = (3y .{3}} dan B = {R . Diketahui f: R R f(x) = 2x . c  0 log cx . a > 0  .2)/(y .CARA MENENTUKAN SUATU GRAFIK MEMPUNYAI INVERS/TIDAK Tarik sembarang garis sejajar sumbu x.1) = 3y .2)/(x . Bila tidak demikian.{-1}} (baca: A adalah himpunan bilangan riil kecuali 33) Tentukan f-1(x) Jawab: y = (x . cx>0 .3) y(x . a 0 f(x) = (ax+b)/(cx+d) .3) dengan A = {R .1) FUNGSI ASAL f(x) = ax+b . maka grafik tersebut mempunyai invers. Diketahui f: A B f(x) = (x .2 x(y .2)/(x .2 yx . a  0 f-1(x) = (-dx+b)/(cx-a) .

c  0 f-1(x) = alog x1/c = 1/c alog x . c0 f(x) = (ax+b)/(cx+d) . Fungsi kuadrat secara umum tidak mempunyai invers. a  0 f-1(x) = (-dx+b)/(cx-a) . 12. a  0 f(x) = a log cx . 7. a > 0  f-1(x) = alog x1/c = 1/c alog x . 11. a 0 f(x) = x² untuk X > 0  f-1(x) =x untuk X > 0 FUNGSI INVERS f-1(x) = (x-b)/a . a  0 f-1(x) = ax/c . x  a/c f-1(x) = (-b+(b²-4a(c-x))/2a . c0 5. jika syarat-syaratnya terpenuhi 10. (b  0) Ket : nilai m dan n ini mempunyai arti penting dalam menentukan grafik garis lurus. Keterangan : fungsi invers ini ada. . x  -d/c f(x) = ax² + bx + c .y) sehingga terdapat hubungan linier ax + by + c = 0 merupakan suatu garis lurus Bentuk ax + by +c = 0 (implisit) dapat ditulis dalam bentuk y = mx + n (eksplisit) dengan m = -a/b dan n = -c/b . 8.f(x) = acx . f(x) = x² untuk X > 0  f-1(x) =x untuk X > 0 Tempat kedudukan titik-titik (x. Keterangan : fungsi invers ini ada. tetapi dapat mempunyai invers jika daerah definisinya dibatasi. cx>0 f(x) = acx . a > 0  9. a > 0  . Fungsi kuadrat secara umum tidak mempunyai invers. jika syarat-syaratnya terpenuhi 6. FUNGSI ASAL f(x) = ax+b . tetapi dapat mempunyai invers jika daerah definisinya dibatasi.

kemudian dihubungkan (biasanya kedua titik ini adalah titik-titik potong dengan masingmasing sumbu).6 = 0 1. 2(0) + 3y . Titik potong dengan sumbu x y = 0 .2)  . 2x + 3(0) .0) 2. dimana a adalah sudut yang dibentuk garis dengan sumbu x positif (berlawanan arah dengan jarum jam) 0° 90° <  < 90°  tan  <  < 180°  tan  n = panjangan potongan terhadap sumbu y dihitung dari pusat sumbu koordinat y = mx + n m>0 m<0 m=0 arah ke kanan membentuk n>0 arah ke kiri membentuk sudut tumpul n<0 sejajar sumbu x n=0 memotong sumbu y di atas memotong sumbu y di bawah melalui (0.6 = 0 x = 3 (3.6 = 0 y = 2 (0. contoh: Gambarkan grafik 2x + 3y .0) Cukup dengan menentukan 2 buah titik sembarang yang terletak pada grafik tersebut.m disebut koefisien arah (gradien) garis m = tan  . Titik potong dengan sumby y x = 0 .

Dari rumus di atas dapat ditentukan bahwa kedua garis akan : Kedudukan Garis Bentuk Eksplisit y = m1x + n1 y = m2x + n2 Bentuk Implisit ax + by + c = 0 px + qy + r = 0 a/p  b/q a/p = b/q c/r (ap/bq) = -1 a/p = b/q = c/r Berpotongan Sejajar Tegak lurus Berimpit m1  m2 m1 = m2 dan n1  n2 m1. Dengan perkataan lain bila suatu titik terletak pada suatu garis. maka koordinat titik tersebut memenuhi persamaan garis (dapat menggantikan variabelnya yang bersesuaian). g1 : y = m1x + n1 m1 = tan  g2 : y = mx2 + n2  m2 = tan  : sudut yang dibentuk kedua garis  = (. didapat : tan q = |(m1-m2)/(1+m1m2)| Ket : Sudut yang dibentuk antara dua buah garis yang berpotongan.Ket: Untuk mengetahui apakah suatu titik terletak pada suatu garis adalah dengan cara mensubstitusi koordinat titik tersebut ke persamaan garis. Karena tangens  harus bernilai positif (sudut lancip) maka rumusnya menggunakan tanda mutlak. selalu dimaksudkan sebagai sudut lancip antara kedua garis tersebut.m2 = -1 m1= m2 dan n1=n2 . Bila memenuhi persamaan berarti titik tersebut terletak pada garis. Kedudukan 2 buah garis ditentukan oleh kemungkinan sudut yang dibentuk oleh dua garis tersebut.) dengan menggunakan rumus tangens.

Melalui potongan dengan sumbu dan (0. Persamaan sumbu y  x = 0 4. Persamaan sumbu x 6.y1) dengan y -y1 = m (x .y2) .1.b) bx + ay = ab di titik (a. Sejajar sumbu y  x = k 2.y2) (y-y1)/(y2-y1) = (x-x1)/(x2-x1) y-y1 = ((y2-y1)/(x2-x1))(x-x1) ket : Persamaan (9) didapat dari persamaan (7) dengan mengganti m=(y2-y1)/(x2-x1) Garis ini mempunyai gradien m = (y2-y1)/(x2-x1) Jarak Dua Buah Titik Jarak antara titik A(x1. Melalui titik (x1.y1) dan (x2.Bentuk umum ax + by + c = 0 atau y = mx + n  y = 0 3. Melalui titik asal dengan gradien m y = mx 7.x1) gradien m 8.0) 9.y1) dan titik B(x2. Melalui titik (x1. Sejajar sumbu x  y = k 5.

y1) ke garis g : ax + by + c = 0 d = |(ax1+by1+c)/(a²+b²)| Ket : Untuk menentukan jarak antara dua buah garis sejajar. Atau gunakan rumus jadi : Jarak dua garis sejajar ax + by + c1 = 0 dan ax + by +c2 = 0 adalah d = |(c1-c2)/(a²+b²)| Penggunaan : Luas segitiga = ½ (alas X tinggi) (alas = jarak 2 titik.AB =((x1-x2)²+(y1-y2)²) Koordinat Titik Tengah Koordinat titik tengah antara titik A(x1. tinggi = jarak titik ke garis) Garis Bagi Garis tinggi Garis berat Garis Sumbu Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan membagi sudutnya menjadi 2 bagian sama besar Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan tegak lurus sisi dihadapannya Garis yang ditarik dari suatu titik sudut dan membagi sisi dihadapannya menjadi dua bagian sama besar Garis yang membagi suatu sisi menjadi dua bagian sama besar dan tegak lurus pada sisi itu.y2) XT = (x1+x2)/2 YT = (y1+y2)/2 Jarak Titik Ke Garis Jarak titik A(x1. kemudian nyatakan jarak titik ini ke garis yang lain.y2) dan titik B(x2. tinggi = jarak titik ke garis Luas bujur sangkar = sisi X sisi (sisi = jarak 2 titik atau jarak titik ke garis Luas Trapesium = ½ (jumlah sisi sejajar X tinggi) (sisi sejajar = jarak 2 titik. PERGESERAN GRAFIK Fungsi asal y = f(x) . pertama tentukan sembarang titik yang terletak pada salah satu garis.

Titik-titik yang memenuhi persamaan ax + by = c . lingkaran dsb. DASAR MATEMATIS Persamaan linier ax + by = c (x.c konstanta) membagi bidang atas 3 bagian : 1.y variabel . contoh : garis melalui (0. parabola. y1)  y-y1 = m(x-x1) Parabola berpuncak di (0.0)  y = x² Parabola berpuncak di (xp. sedangkan di lain pihak kita menghendaki keputusan yang optimum (maksimum/minimum).0)  y = mx garis melalui (x1. seperti : garis lurus. a. Metode ini dipakai pada saat kita dihadapkan pada beberapa pilihan dengan batasanbatasan tertentu.b.Geser a satuan Kekanan Kekiri Keatas Kebawah Fungsi Baru y = f(x-a) y = f(x+a) (y-a) = f(x)  y = f(x) + a (y+a) = f(x)  y = f(x) -a Ket : rumusan pergeseran ini berlaku untuk sembarang grafik.yp)  y-yp = a(x-xp)² y = a(x-xp)² + yp PROGRAM LINIER adalah suatu teknik optimalisasi dimana variabel-variabelnya linier.

0) Kemudian uji apakah titik tersebut memenuhi syarat 2x . Gambarkan tempat kedudukan (daerah) 2x-3y -6 Langkah : -gambarkan terlebih dahulu garis 2x. maka garis 2x ..(1) gambarkan garis 3x + y = 12 dan tentukan daerah 3x + y 12.3(0) = 0 < -6 (salah) Ternyata tidak memenuhi syarat . contoh : 1.3y = -6 -titik potong dengan sumbu x  y = 0 dan x = -3 (-3. Berarti titik -titik yang memenuhi syarat (yang dimaksud) adalah di pihak lain dari titik (0.0) -titik potong dengan sumbu y  x =0 dan y = 2 (0. Titik-titik yang memenuhi pertidaksamaan ax + by > c Ket :  grafik ax + by = c merupakan garis lurus yang berfungsi sebagai garis batas  Titik-titik yang memenuhi ax + by > c atau ax + by < c merupakan suatu daerah.3y = 2(0) ..2) Hubungkan kedua titik potong tersebut  pilih sembarang titik yang tidak terletak pada garis. 2. misalkan titik (0.0) berada (seperti terlihat pada gambar berikut) Ket : 1. y  0 menunjukkan bahwa daerah yang dimaksud terletak di kuadran I (x dan y positif)  penyelesaiannya adalah daerah yang memenuhi keempat syarat di irisan dari penyelesaian persyaratan diatas)..3y = -6 dibuat putus-putus. Titik-titik yang memenuhi pertidaksamaan ax + by < c 3.3y < -6 (tanpa =). bila pertidaksamaan berbentuk 2x .y0 Langkah :  gambarkan garis x + 3y = 12 dan tentukan daerah x + 3y  12.2. Gambarkan daerah yang memenuhi : x + 3y  12 3x + y 12 x0.. daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian atau menggunakan tanda anak panah (persetujuan) 2. atas (merupakan . untuk menunjukkan bahwa titik titik pada garis bukan merupakan daerah penyelesaian.(2) syarat x  0 .

0) .C adalah titik potong antara garis x + 2y = 4 dan garis x-y=4 C (4. Terakhir cari koordinat titik ekstrim poligonal tersebut. D(1. D (1.A adalah titik potong antara garis x = 1 dan y = -1 . 0) .-1) . C(4 .B adalah titik potong antara garis y = -1 dan garis x-y =4 .-1) . Titik P disebut Titik Ekstrim dari poligonal. membentuk suatu Poligonal. masing. yaitu : A(1.3/2) .D adalah titik potong antara x = 1 dan x + 2y = 4. B(3. Cari irisannya yang merupakan suatu poligonal. 3/2i ) Terbentuk poligonal ABCD dengan 4 titik ekstrimnya.daerah yang memenuhi adalah daerah yang diarsir POLIGONAL DAN TITIK EKSTRIM Irisan dari sejumlah berhingga penyelesaian pertidaksamaan. jika P adalah titik potong garis garis yang membatasi poligonal tersebut.y  4 (2) x 1 (3) y  -1 (4) Langkah:  Gambarkan terlebih dahulu keempat garis batasnya dan daerahnya.masing tentukan . Contoh : Gambarkan TK x + 2y  4 (1) x .

constraint ( Persyaratan ) .-1) = 2(1) + 5(-1) = -3 f(B) = f(3. D(1.y)'. . Contoh : Carilah nilai maksimum dan minimum dari f(x.-1).Buat model matematikanya dari : 1) Fungsi tujuan dan 2) Persyaratan .Nilai minimum = -3 yang dicapai pada titik A (1.-1) = 2(3) + 5(-1) = 1 f(C) = f (4.. Keterbatasan dan optimalisasi ini harus dibentuk dahulu model matematikanya . . yang secara garis besar dibagi 2 bagian : . 3/2 ) Hitung nilai f(x.y) = 2x + 5y pada masing-masing titik ekstrimnya f(A) = f(1.) . C(4.y) = 2x + Sy dengan syarat : x + 2y  4 x.y) = 2x + Sy dengan batasan di atas mempunyai . B(3. memenuhi syarat-syarat sebagai berikut ax + by  c dx + ey  f px + qy  r Hal di atas sama saja dengan mencari nilai maksimum/minimum suatu fungsi linier suatu poligonal. 3/2). DALIL Jika f adalah suatu fungsi linier yang didefinisikan di atas suatu poligonal terbatas. Sesuai dengan contoh sebelumnya titik ekstrimnya adalah A(1.-1) . ) = 2(1) + 5( 3/2 ) = 9 1/2 Maka f(x.Nilai maksimum = 9 1/2 yang dicapai pada titik D (1.Kita bermaksud mencari nilai (khususnya maksimum/minimum) suatu fungsi Linier f (x.-1) ..Tentukan variabelnya (x=. y = ..0) .. y) = px + qy dimana (x.objective Function (Fungsi Tujuan / Sasaran) Langkah . 0) = 2(4) + 5(0) = 8 f(D) = f (1.Tentukan daerah yang memenuhi persyaratannya ..y 4 x1 y  -1 Langkah :  Buatlah poligonalnya dan tentukan titik ekstrimnya. maka nilai maksimum / minimumnya dicapai pada titik ekstrimnya (atau di sekitar titik ekstrimnya). Masalah Program linier adalah mengenai optimalisasi dengan keterbatasan tertentu. .

-

Tentukan titik esktrim daerah tersebut Substitusi koordinat titik ekstrim ke fungsi tujuan Bandingkan nilai yang didapat Jawaban disesuaikan dengan pertanyaan (maksimum/minimum)

contoh : MASALAH MAKSIMUM 1. Seorang pedagang akan membuat kue A dan B. Kue A membutuhkan 150 gr tepung dan 50 gr mentega. Kue B membutuhkan 75 gr tepung dan 75 gr mentega. Tepung yang tersedia ada 2250 gr dan mentega yang tersedia ada 1750 gr. Jika kue A memberi keuntungan Rp 100,00 dan kue B Rp 125,00 tiap unitnya. Berapa keuntungan maksimum yang mungkin diperoleh pedagang itu ? Tabel Kue A Tepung Mentega KEUNTUNGAN 150 50 100 Kue B 75 75 125 y buah, maka Tersedia 2250 1750

Misalkan banyaknya kue A yang dibuat x buah dan kue B yang dibuat persoalan menjadi : Maksimumkan : f(x,y) = 100x + 125y (fungsi objektif/keuntungan) dengan syarat (ds): 150x + 75y  2250  2x + y  30 ...(1) 50 x + 75y  1750  2x + 3y  70 ...(2) x,y  0 catatan : bentuk persyaratan 

Titik Ekstrim A(0,23 1/3) ; B(15,0) ; (5,20) f(x,y) = 100x + 125y f(A) = 100(0) + 125(23) = 2875

(dalam hal ini roti tidak pecahan) f(B) = 100(15) + 125(0) = 1500 f(C) = 100(5) + 125(20) = 3000 Jadi keuntungan maksimum pedagang itu adalah Rp 3.000,00 ; yaitu dengan membuat 5 unit kue A dan 20 unit kue B. 2. Seorang penjahit pakaian mernpunyai persediaan barang katun 16 m, sutera 11 m dan wool 15 m. Model pakaian I membutuhkan 2 m katun, 1 m sutera dan 1 m wool per unit. Model pakaian II membutuhkan 1 m katun, 2 m sutera dan 3 m wool per unit.Keuntungan pakaian model I Rp 3.000,00 dan model pakaian II Rp 5.000,00 per unit. Tentukan berapa banyak masing-masing pakaian harus dibuat agar didapat keuntungan yang sebesar-besarnya ? Tabel Model I Katun Sutera Wool KEUNTUNGAN 2 1 1 3000 Model II 1 2 3 5000 Tersedia 16 11 15

Misalkan : Banyaknya model I yang dibuat = x model II yang dibuat = y Maksimumkan f (x,y) = 3000x + 5000y ds : 2x + y  16 (1) x + 2y  11 (2) x + 3y  15 (3) x;y  0 Titik Ekstrim

A(8,0)  TP antara garis (1) dengan sb-x B(7,2)  TP antara garis (1) dengan (2) C(3,4) TP antara garis (2) dengan (3)

D(0,5)  TP antara garis (3) dengan sb-y f (x,y) = 3000x + 5000y f(A) = f(8,0) = 3000(8) + 5000(0) = 24.000 f (B) = f(7,2) = 3000(7) + 5000(2) = 31.000 f(C) = f(3,4) = 3000(3) + 5000(4) = 29.000 f(D) = f(0,5) = 3000(0) + 5000(5) = 25.000 Jadi keuntungan maksimum adalah Rp 31.000; yaitu dengan membuat 7 buah model pakaian I dan 2 buah model pakaian II. MASALAH MINIMUM 3)Dalam satu minggu tiap orang membutuhkan paling sedikit 16 unit protein , 24 unit karbohidrat dan 18 unit lemak Makanan A mengandung protein, karbohidrat dan lemak berturut-turut 4, 12 dan 2 unit setiap kg. Makanan B mengandung protein, karbohidrat dan lemak berturut turut 2 , 2 dan 6 unit setiap kg. Berapa kg masing- masing makanan harus dibeli setiap minggunya, agar kebutuhan terpenuhi, tetapi dengan biaya semurah-murahnya, bila 1 kg makanan A harganya Rp 1.700,00 dan 1 kg makanan B harganya Rp 800,00 ? Tabel A Protein Karbohidrat Lemak HARGA 4 12 2 1700 B 2 2 6 800 Kebutuhan 16 24 15

Misalkan : Banyaknya makanan A yang dibeli adalah x kg Banyaknya makanan B yang dibeli adalah y kg Minimumkan f (xy) = 1700x + 800y ds : 4x + 2y  16  2x + y  8 (1) 12x + 2y  24  6x + y  12 (2 2x + 6y  18 (Catatan : Bentuk persyaratan  ) Titik Ekstrim

x + 3y  9 (3)

Untuk menentukan nilai maksimum / minimum dari suatu fungsi dengan syarat tertentu dapat juga dicari tanpa menguji nilai fungsi dari titik-titik ekstrimnya.500. 2) = 1700(3) + 800( 2 ) = 6700 f(D) = f(9. 6) = 1700 (1) + 800( 6 ) = 6500 f(C) = f(3.12) adalah titik potong antara garis (2) dan sumbu y. C (3.12) = 1700(0) + 800(12) = 9600 f(B) = f(1.A (0. 6) adalah titik potong antara garis (1) dan garis (2). 0) = 1700(9) + 800( 0 ) = 15300 Jadi biaya minimum adalah Rp 6. contoh : . Kemungkinan-kemungkinan 1) k=0  ax +by=0 Garis melalui titik pangkal (0. 0) adalah titik potong antara garis (3) dan sumbu y. f (x. B (1.0) memberikan nilai minimum = 0. 2) adalah titik potong antara garis (1) dan garis (3). Pada titik itulah.y) = ax + by Garis Selidik ax + by = k Untuk suatu (x.y) tertentu. Garis Selidik yang dimaksud adalah garis yang merupakan fungsi objektifnya. Cara lain ini adalah dengan menggunakan Garis Selidik. nilai maksimum / minimum dari fungsi didapat. yaitu dengan membeli 1 kg makanan A dan 6 kg makanan B. Andaikan fungsi objektifnya f(x. 2)Garis tersebut digeser sejajar ke kanan (masalah maksimum) / ke kiri (masalah minimum) sehingga menyentuh titik ekstrim terakhir dari poligon yang terbentuk. k adalah nilai dari fungsi objektif tersebut. D (9.y) = 1700x + 800y f(A) = f(0.

Maksimum dicapai pada titik E.(1) 2x + y  8. a 0 NILAI EKSTRIM Bentuk y = ax² + bx + c dapat ditulis menjadi y = a(x+b/2a)² .y) = x + 2y ds : x + 3y  9. bila poligonal yang terbentuk banyak terdapat titik ekstrimnya. Tetapi diperlukan ketelitian pada saat menggeser garis fungsi tujuan.c konstanta .2) = 1(3) + 2(2) = 7 Keterangan : Cara ini baik dilakukan.. terutama jika terdapat titik-titik ekstrim yang saling berdekatan...D/4a Dapat disimpulkan : y Dapat disimpulkan : y = a(x . maksimum atau minimum dari nilai a.b. y variabel tak bebas. Tanda dari a a Parabola Terbuka tergantung Grafik .Maksimumkan f(x.(2) x .x ekstrim)² ekstrim = -D/4a yang dicapai bila x = -b/2a +y ekstrim Ket: : Fungsi kuadrat mempunyai nilai ekstrim. a. yaitu f(E) = f(3. y 0 Garis putus-putus menunjukkan garis selidik x + 2y = 0 yang bergeser ke kanan dan terakhir mencapai titik ekstrim E. BENTUK UMUM y = f(x) = ax2 + bx + c x variabel bebas..

Untuk melukiskannya harus diperhatikan 1) TITIK POTONG DENGAN SUMBU-X y=O ax²+ bx + c = 0 (bentuk Persamaan Kuadrat) KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN Diskriminan PK D>0 D=0 Akar PK 2 akar berlainan akar kembar Titik Potong Dengan Sumbu x 2 titik potong 1 titik potong (titik singgung) Grafik D<0 tidak ada akar Tidak ada titik potong 2) TITIK POTONG DENGAN SUMBU-Y x=0  y=c  (0.a>0 Ke atas Mempunyai nilai minimum Ke bawah Mempunyai nilai maksimum a<0 GRAFIK Grafik fungsi kuadrat adalah sebuah PARABOLA.0) . c) KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN c>0 c<0 c=0 memotong sumbu y di atas memotong sumbu y di bawah melalui titik (0.

3. c = ?) y = a (x .y2) dan (x3. (x2.0) . TITIK PUNCAK Puncak (-b/2a .y3) 2) Titik potong dengan sumbu x (x1.0) serta sebuah titik sembarang misalkan fungsi y = ax² + bx + c (a = ? . : Dari sumbu simetri ini dapat ditentukan tanda dari b. (fungsi selalu bernilai negatip l DEFINIT NEGATIP). cukup diketahui melalui 2 titik saja.y1) . -D/4a) 5.X2) (a=?) . 4. SUMBU SIMETRI (Garis sejajar sumbu-y yang menjadikan parabola simetris). b=? . Untuk D < 0 dan a < 0 Grafik selalu berada di bawah sumbu x. Pada umumnya grafik suatu fungsi kuadrat y = ax² + bx + c akan tertentu jika diketahui 3 titik yang dilaluinya. DIAMBIL BEBERAPA NILAI X DAN Y SECUKUPNYA KOMBINASI TANDA a dan D a>0 a<0 Ket : Untuk D < 0 dan a > 0 Grafik selalu berada di atas sumbu x. UNTUK MELENGKAPI GRAFIK. (x2. Persamaan sumbu simetri x = -b/2a Ket. Hal khusus jika melalui titik puncak. (fungsi selalu bernilai positip / DEFINIT POSITIF). diketahui melalui 1)Tiga titik sembarang (x1.x1) (x .

n ) = 0  merupakan Persamaan KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN Diskriminan D>0 Akar PK 2 akar berlainan Garis dan Parabola Berpotongan di 2 titik Kuadrat dalam x.(1) Parabola : y = ax² + bx + c ... b dan c yang dibutuhkan dapat dicari. Misalkan : Garis lurus : y = mx + n .y3) 3) Titik Puncak (xp. (2) Koordinat titik potong garis lurus dan parabola di atas merupakan nilai x dan y yang memenuhi persamaan (1) dan (2)..m)x + ( c .(x3.Y2) Y = a (x . D=0 Akar kembar bersinggungan D<0 Tidak ada akar riil Tidak ada titik potong Untuk menentukan koefisien arah garis singgung (gradien) di titik (x1.. sehingga fungsi kuadrat yang dimaksud dapat ditentukan. Didapat : mx + n = ax² + bx + c ax² + (b . yp) dan sebuah titik sembarang (X2.y1) pada grafik y = f (x) .xp)² + yp (a=?) Ket: Dengan mensubstitusi titik-titik yang dilalui dan menyelesaikan persamaannya maka nilai a.

y1 = m (x . maka gradiennya dimisalkan dengan m dan persamaan garisnya : y .x1) Keterangan : Untuk titik yang tidak terletak pada parabola.m= f'(x1) f'(x1) berarti nilai turunan f(x) pada titik dengan absis x = x1 Persamaan garis singgung y .f(x1) = f '(x1) (x .x1 ) disinggungkan dengan parabola y = aX² + bx + c dengan syarat D = 0 . Ada dua persamaan garis singgung Bila titiknya tidak terletak pada parabola.