ELASTISITAS DAN GERAK HARMONIK SEDERHANA

A. Sifat Elastisitas Bahan
Pegas dan karet adalah contoh benda elastis. Sifat elastis atau elastisitas adalah kemampuan suatu benda unutk kembali kebentuk awalnya segera setelah gaya luar yang diberikan kepada benda itu dihilanghkan (dibebaskan). Ambillah segumpal tanah liat basah, lalu letakkan di atas meja horizontal dan tekanlah dengan telapak tangan Anda agar gumpalan tanah liat tersebut berubah bentuk. Apakah gumpalan tanah liat kembali ke bentuk awalnya ketika Anda menarik telapak tangan Anda? Tidak semua benda kembali kebentuknya semula jika ia diberi gaya dan kemudian gayanya dihilangkan. Benda-benda yang tidak kembali kebentuknya semula setelah diberi ‘gangguan’ dikatakan sebagai benda plastis (tak elastis). Tanah liat, timah hitam, adonan tepung kue, dan lilin mainan (plastisin) termasuk bahan-bahan plastis, karena dengan mudah kita dapat mengubah bentuknya secara permanen. Benda-benda yang elastis-pun sebenarnya mempunyai batas elastisitasnya. Jika gaya yang diberikan pada benda terlalu besar, maka benda itu tidak dapat kembali ke bentuknya semula, benda tersebut sudah berada pada daerah plastisnya. Dan jika gaya yang diberikan diperbesar lagi, benda akan patah. Untuk mengetahui suatu benda mempunyai elastisitas, maka kita harus mengetahui pengertian: 1. Tegangan 2. Regangan 3. Modulu Elastisitas

1

Tegangan
Pada gambar disamping seutas kawat dengan luas penampang A mengalami suatu gaya tarik F pada ujungujungnya. Akibat gaya tarik ini, kawat mengalami tegangan tarik σ, yang didefinisikan sebagai hasil bagi antara gaya tarik F yang dialami kawat dengan luas penampangnya (A).

Tegangan adalah besaran skalar dan memiliki satuan Nm-2

2. Regangan
Perhatikan gambar 1.1. gaya tarik yang dikerjakan pada batang berusaha meregangkan kawat hingga panjang kawat semula L bertambah panjang sabesar ∆L. Regangan (tarik) e didefinisikan sebagai hasil bagi antara pertambahan panjang ∆L dengan panjang awalnya L.

Atau

Karena pertambahan panajang ∆L dan panjang awal L adalah besaran yang sama, maka sesuai dengan Persamaan diatas, regangan e tidak memiliki satuan atau dimensi.

3. Modulus Elastis
2

melainkan secara permanen berubah bentuk.Kebanyakan benda adalah elastis sampai ke suatu gaya yang tertentu besarnya. 3 . Tetapi jika gaya yang diberikan melampaui batas elastis. Jika gaya yang dikerjakan pada benda lebih kecil dari batas elastisnya. benda tidak kembali ke bentuk semula. benda akan kembali ke bentuk semula jika gaya dihilangkan. dinamakan batas elatis.

perbandingan antara tegangan dengan regangan. kawat logam tidak akan kembali kebentuk semula. melainkan mengalami deformasi (perubahan bentuk) permanen (regangan X pada sumbu mendatar). Ini berarti jika tegangan dihilangkan. misalnya di titik D. Tegangn paling besar yang dapat kita berikan tepat sebelum kawat patah disebut tegangan maksimum (ultimate tensile stress). kawat akan kembali ke bentuk semula.e berbentuk garis lurus.Gambar 1. Di atas titik ini hanya dibutuhkan tambahan gaya tarik kecil untuk menghasilkan pertambahan panjang yang besar. Dari O ke B. Dengan demikian modulus elastis E suatu bahan didefinisikan sebgai perbandingan antara tegangan dan regangan yang dialami bahan: Atau Modulus elastis juga disebut modulus Young (diberi lambang Y) untuk menghargai Thomas Young. Jika tegangan yang kita berikan mencapai titik E maka kawat akan patah. deformasi (perubahan bentuk) kawat adalah elastis. Grafik menunjukkan bagaimana variasi tegangan terhadap regangan ketika seutas kawat logam (baja) diberi gaya tarik sampai kawat itu patah. yaitu OA.2. Dari O sampai A ini berlaku hukum Hooke. Diatas titik ini deformasi kawat adalah platis. E adalah titik patah. Perhatikan kembali Gambar 1. 4 . yaitu daerah dimana grafik σ. dalam daerah OA. yaitu ditunjukkan oleh kemiringan garis OA (tan θ) adalah konstan.2. B adalah batas elastis. Dalam daerah deformasi elastis terdapat daerah yang grafiknya linear (garis lurus). Jika tegangan dihilangkan dalam daerah deformasi plastis. C adalah titik tekuk (yield point). dan A disebut batas hukum Hooke. Konstanta ini disebut modulus elastis.

Pegas yang lebih fleksibel (misalnya pegas tembaga) memiliki angka pengali yang lebih kecil. Jadi. besar angka pengali bergantung pada pegas 5 . Ini berarti jika tidak ada gaya tarik. pertambahan panjang adalah nol. Zat Besi Baja Perunggu Aluminium Beton Batu bara Marmer Granit Kayu (Pinus) Nilon Tulang muda Modulus elastis E (N/m2) 100 x 109 200 x 109 100 x 109 70 x 109 20 x 109 14 x 109 50 x 109 45 x 109 10 x 109 5 x 109 15 x 109 Tabel 1.1 Modulus elastis berbagai zat 4. kita dapatkan bahwa titik-titik itu membentuk garis lurus. Hukum Hooke Selisih panjang pegas ketika diberi gaya tarik dengan panjang awalnya disebut pertambahan panjang. Jika kita membuat grafik gaya tarik terhadap pertambahan panjang.Jika kita substitusikan tegangan σ = F/A dan regangan e = ∆L/L kedalam persamaan diatas kita peroleh hubungan antara gaya tarik F dengan modulus elastis E.

5. oleh karena itu. pernyataan diatas dikenal sebagai hukum Hooke.2. Tetapan Gaya Benda Elastis Tetapan gaya k adalah tetapan umum yang berlaku untuk benda elastik jika diberi gaya yang tidak melampaui titik A (batas hukum Hooke) pada Gambar 1. seorang arsitek yang ditugaskan untuk membangun kembali gedung-gedung di London yang mengalami kebakaran pada tahun 1666. maka kita peroleh rumus umum untuk menghitung tetapan gaya k suatu benda elastis F = k ΔL Dengan menyamakan ruas kanan kedua persamaan diatas kita peroleh rumus umum tetapan gaya k untuk suatu benda elastis yaitu: 6 . Dengan catatan bahwa hukum Hooke ini hanya berlaku jika pertambahan panjang pegas masih berada dalam daerah elastisnya. perubahan pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya. Angka pengali ini kita sebut sebagai tetapan gaya.yang kita gunakan. Pernyataan ini dikemukakan pertama kali oleh Robert Hooke. dan diberi lambang k. Bagaimanakah kita menentukan tetapan gaya k dari suatu benda elastis? Jika persamaan diatas kita olah hingga diruas kiri hanya terdapat gaya tarik F. Untuk semua pegas berlaku rumus: F = kΔx Jika gaya tarik tidak elampaui batas elastis pegas. dan persamaan ini kita identikkan dengan hukum Hooke.Satuan SI untuk tetapan gaya k adalah N/m.

Gaya pemulih selalu menyebabkan benda bergerak bolak-balik disekitar titik keseimbangan (gerak harmonik sederhana).3 7 . 1. gaya pemulih juga selalu berlawanan dengan arah posisi (arah gerak) benda. Persamaan Simpangan Gerak Harmonik Sedehana Gambar 1. Gaya Pemulih Gaya yang besarnya sebanding dengan simpangan dan selalu berlawanan arah dengan arah simpangan (posisi) disebut sebagai gaya pemulih.Keterangan: A : Luas penampang (m2) E : Modulus elastis (Nm-2) L : Panjang bebas benda (panjang benda tanpa ditarik) B. Gerak Harmonik Sederhana gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak-balik benda di sekitar titik keseimbangannya. 2.

ma = -kx ma + kx = 0 dengan x sebagai posisi. sehingga persamaan di atas dapat ditulis sebagai: m Bagi kedua ruas dengan m. Misalkan kita memilih persamaan simpangan sebagai d 2x + kx dt 2 Persamaan simpangan x(t) = A sin (ωt + θ0) Sudut θ0 diperoleh dari kondisi awal x(t = 0) = A sin (ω . Ketika pegas teregang kekanan sejauh x atau tertekan ke kiri sejauh x. satu-satunya gaya yang bekerja pada benda m adalah F = -kx. telah diketahui bahwa percepatan a adalah turunan kedua dari x. Sedangkan menurut hukum II Newton. F = ma. 0 + θ0) atau Persamaan kondisi awal x(t = 0) = A sin θ0 3. yang diperoleh dari kondisi awal.Perhatikan Gambar 1. yaitu: x(t) = A sin (ωt + θ0) atau x(t) = A cos (ωt + θ0). d 2x k + x= 0 m dt 2 Secara matematis persamaan tersebut memiliki penyesaian yang berbentuk fungsi sinusoidal. Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah langsung menentukan sudut fase awal θ0. Dengan demikian. Periode Gerak Harmonik Sederhana 8 .3.

ma + kx = 0. paralel atau gabungan keduanya. Hukum Hooke untuk Susunan Pegas Beberapa resistor dapat disusun secara seri. Susunan resistor ini dapat kita ganti dengan sebuah resistor yang 9 . memberikan m (-ω2x) + kx = 0 k mω x = kx  ω = m 2 2 Frekuensi sudut Selanjutnya. periode gerak harmonik sederhana benda pada ujung pegas mendatar atau tegak yang bergetar dapat diturunkan dari : ω = 2π T= ω T= 2π k m 2π T Yaitu:  Periode T = 2π m k 4.Karena x(t) = A sin (ωt + θ0). maka d 2x = −ω2x dt 2 Percepatan harmonik a = -ω2x Substitusi a = -ω2x ke dalam persamaan.

Susunan Seri Pegas Prinsip susunan seri beberapa buah pegas adalah sebagai berikut: 1. maka gaya tarik pada pegas pengganti adalah F. “Pertambahan panjang pada pegas pengganti seri ∆x. Mari kita gunakan hukum Hooke untuk pegas pengganti dan tiap-tiap pegas F ks F k F k F = ks ∆x  ∆x = F1 = k ∆x1  F = k ∆x1  ∆x1 = F2 = k ∆x2  F = k ∆x2  ∆x2 = Dengan memasukkan nilai ∆.disebut resistor pengganti. F1 = F2 = F 2. sama dengan total pertambahan panjang tiap-tiap pegas” ∆x = ∆x1 = ∆x2 Dengan menggunakan hukum Hooke dan kedua prinsip susunan seri. Susunan pegas ini pun dapat kita ganti dengan sebuah pegas pengganti. ∆x1 dan ∆x2 di atas ke dalam persamaan ∆x = ∆x1 = ∆x2 kita peroleh ∆x = ∆x1 = ∆x2 10 . paralel atau gabungan keduanya. kita dapat menentukan antara tetapan pegas pengganti seri ks dengan tetapan tiap-tiap pegas (k1 dan k2). dan F2. dan gaya tarik ini sama dengan gaya tarik yang dialami pegas pengganti” Misalkan gaya traik yang dialami gaya pegas adalah F1. “Gaya tarik yang dialami tiap pegas sama besarnya. beberapa buah pegas pun dapat disusun seri. Mirip dengan ini.

tetapan pegas pengganti seri ks.F F F = + k s k1 k 2 1 1 1 = + k s k1 k 2 Dapatlah kita nyatakan bahwa kebalikan tetapan pegas pengganti seri sama dengan total dari kebalikan tiap-tiap tetapan pegas. 11 . tetapan pegas pengganti seri ks dapat dihitung dengan rumus Khusus untuk dua buah pegas dengan tetapan k1 dan k2 yang disusun seri. Untuk n buah pegas identik dengan tiap pegas memiliki tetapan k. dapat dihitung dengan rumus Jika dibandingkan antara susunan pegas dan susunan resistor tampak bahwa rumus-rumus untuk pegas seri mirip dengan rumus-rumus untuk resistor paralel.

5 Dua buah pegas masing-masing dengan tetapan gaya k1 dan k2 yang disusun secara seri (kiri) dapat diganti dengan sebuah pegas yang memiliki tetapan gaya ks. dan pertambahan panjang ini sama dengan pertambahan panjang pegas pengganti. “Gaya tarik pada pegas pengganti F sama dengan total gaya tarik pada tiap pegas (F1 dan F2).Gambar 1.” ∆x = ∆x1 = ∆x2 12 .” F1 = F2 + F 2. “Pertambahan panjang tiap pegas sama besarnya. Susunan Paralel Pegas Prinsip utama paralel beberapa buah pegas adalah sebagai berikut: 1.

a.Gambar 1. Neraca pegas 13 .4 Dua buah pegas masing-masing dengan tetapan gaya k1 dan k2 yang disusun paralel (kiri) dapat diganti dengan sebuah pegas yang memiliki tetapan gaya kp. dan pegas kemudi mobil. tetapan pegas pengganti paralel kpdapat dihitung dengan rumus kp = n . kita akan membahas tentang neraca pegas. C. Beberapa Manfaat Pegas Dalam Keseharian Seperti telah diktahui bahwa ika pada pegas dikerjakan gaya dari luar yang tidak melebihi batas elastisnya. dengan tiap pegas memiliki tetapan gaya k. Sifat elastis pegas inilah yang dimanfaatkan dalam produk pengembangan teknologi dalam keseharian. maka pegas akan kembali kebentuknya semula jika gaya tersebut dihilangkan. Sebagai tambahan pemanfaatan pegas. di antaranya pegas untuk melatih otot dada dan kasur pegas. k Jika kita bandingkan antara susunan pegas dan susunan resistor tampak bahwa rumus-rumus untuk pegas paralel mirip dengan rumus-rumus untuk resistor seri. sistem suspensi kendaraan bermotor. Untuk n buah pegas identik yang disusun paralel. yang memenuhi kp = k1 + k2.

Pengendara hanya akan merasakan sedikit ayunan dan akan merasa enak mengendarai motor. Skala ini dinyatakan dalam newton. khususnya untuk perjalanan jarak jauh. maka gaya berat benda mg akan menarik pegas sehingga pegas mulur. Ketika melalui jalan berlubang. Untuk meredam kejutan. Neraca ini umum digunakan oleh siswa untuk menyelidiki gaya-gaya pada suatu percobaan (misalnya menyelidiki gaya normal dan gaya gesekan). maka pegas digunakan pada sistem suspensi kendaraan bermotor. kendaraan mengalami kejutan. Jika suatu benda bermassa m digantung pada kiat neraca. Pegas pada setir kemudi 14 . b. Sistem suspensi kendaraan bermotor unuk meredam kejutan Jika kendaraan bermotor (sepeda motor atau mobil) melalui jalan berlubang atau jalan bergelombang. kejutan itu sangat tidak menyenangkan bagi pengendara. c. Pemuluran pegs menunjukan ukuran gaya. Ada sebuah neraca pegas yang disebut dinamometer. berat pengendara berikut berat motor akan menekan pegas sehingga pegas termampatkan. Neraca pegas yang akan digunakan sebelumnya telah dikalibrasi di pabrik sehingga pertambahan panjang pegas ketika ditarik atau ditekan oleh sebuah gaya telah dikonversikan ke skala gaya (satuan newton). Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Kadang-kadang neraca pegas memiliki gir (roda gigi) yang berfungsi untuk mengubahpertambahan panjang pegas menjadi gerakan sebuah jarum penunjuk. Begitu motor berada di jalan datar. Pengendara akan cepat lelah dan merasa tidak enak mengendarai kendaraan bermotor.Neraca pegas digunakan untuk mengukur besar gaya. Besar gaya ditunjukan oleh jarum penunjuk yang akan menunjuk angka tertentu pada skala yang terdapat disamping pegas. Jika bagian kendaraan itu tidak memiliki alat untuk meredam kejutan. pegas kembali ke panjang asalnya. Timbangan yang kita gunakan untuk mengukur berat badan kita sehari-hari termasuk neraca pegas.

Untuk mengurangi bahaya ini. Hitung tegangan. regangan dan modulus elastis Jawab: Luas penampang A = 4 mm2 = 4x 10-6 m2.04 cm. Kantong udara yang terletak antara setir kemudi dan pengendara. 04 cm Panjang awal L = 80 cm σ= e= E= F 3. Ketiga usaha itu adalah: • • • Bagian depan dan belakang mobil yang dapat menggumpal secara perlahan. Walaupun menggunakan sabuk keselamatan. pengemudi tetap dapat terlempar ke depan ketika terjadi tabrakan. Pemahaman rumus dasar σ. dan Sabuk keselamatan Di sini kita akan mempehatikan penggunaan pegas pada setir kemudi yang akan mengurangi kemungkinan dada pengemudi menabrak setir ketika terjadi tabrakan fatal. Pada tabrakan (keadaan darurat). dan jika ini terjadi. kolom setir tertekan. D. gaya F = 3. akan membahayakan jiwa pengemudi. dan E Seutas kawat dengan luas penampang 4 mm2 ditarik oleh gaya 3.10 −6 M 2 0.2 N Pertambahan panjang ∆L = 80.04 – 80 = 0.Ada tiga usaha untuk mendesain mobil yang memperhatikan faktor keselamatan pengemudi.6 × 10 9 nm −2 e 5 × 10 −4 15 . kolom setir diberi pegas.2 N = = 8 .2 N hingga panjangnya bertambah dari 80 cm menjadi 80. pega memendek dan setir kemudi bergeser miring untuk menghindari tabrakan dengan dada pengemudi. Ini menyebabakan bagian sekitar dada pengemudi dapat menumbuk setir. yang berkaitan dengan konsep impuls-momentum. e.04 cm ∆L = = 5 × 10 −4 80 cm L σ 8 × 10 5 Nm −2 = = 1. 105 Nm-2 A 4. Contoh Soal 1.

pertambahan panjang ∆x1 = 4 cm. luas penampang A = 0.12 m2.2 × 10 −3 = L 10.0 x 1011 N/m2 Jawab: Panjang awal L = 10. Dari data ini dapat dihitung tetapan gaya k dengan menggunakan hukum Hooke. Hukum Hooke pada pegas Sebuah pegas bertambah panjang 4 cm ketika dtarik oleh gaya 12 N (a) (b) Jawab: Gaya F1 = 12 N. Gaya-gaya yang terlibat dalam pemuaian termal dapat sangat besar. Besar gaya akibat pemuaian batang logam Sebuah balok yang digunakan dalam konstruksi sebuah jembatan memiliki panjang 10. Ketika suhu mengalami kenaikan 10oC.12 m2 Pertambahan panjang ∆L = 1. Berapa pertambahan panjang pegas jika ditarik oleh gaya 6 N? Berapa gaya tarik yang perlu dikerjakan untuk meregangkan pegas sejauh 3 cm? F1 = k ∆x1 → k = F1 12 N = = 3 N /m ∆x1 4 cm 16 .2 m dengan luas penampang 0.0 x 1011 N/m2 F ∆L =E⋅ A L F= E ⋅ A ⋅ ∆L 2.0 × 1011 0.12 ) 1.8 x 106 N Catatan: “Gaya ini dapat meretakan beton.2 x 10-3 m Modulus elastis E = 2.2.2 ( )( ( ) F = 2. balok ini akan memuai hingga panjangnya bertambah 1.2 mm = 1.” 4.2 mm jika balok bebas untuk memuai berapa besar gaya yang harus dikerjakan pada beton agar pemuaian ini tidak terjadi? Modulus elastis baja adalah 2. hingga sangatlah penting untuk memberi ruang pemuaian pada sambungan-sambungan dalam struktur-struktur besar seperti jembatan dan bangunan. balok itu dipasang diantara dua beton tanpa ruang untuk pemuaian.2 m.

Simpangan dan kecepatan pada gerak harmonik sederhana Sebuah benda menempuh gerak harmonik sederhana dengan amplitudo A dan periode T.6 × 10 9 Nm −2 e 5 × 10 −4 4 × 10 −6 1.6 × 10 9 AE = Nm −1 L 80 × 10 −2 Jadi. tetapan gaya dari k adalah k= ( )( ) = 8 × 10 3 Nm −1 6. Jawab: Terlebih dahulu kita harus mencari E E= σ 8 × 10 5 Nm −2 = = 1.04 cm. Hitung tetapan gaya k dari kawat ini.2 N hingga panjangnya bertambahnya dari 80 cm menjadi 80. (a) Berapakah waktu minimum yang diperlukan benda agar simpangannya sama dengan setengah amplitudonya? (b) Bberapakah simpangannya ketika kecepatannya setengah dari kecepatan maksimumnya? Jawab: (a) Persamaan simpangan adalah x = A sin θ dengan θ = ωt + θ0 Simpangan = setengah jarak amplitudo.(a) Gaya F2 = 6 N  Pertambahan panjang ∆x2 = ? F2 = k ∆x 2 → ∆x 2 = F2 6N = = 2 cm k 3 N / cm (b) Pertambahan panjang ∆x = 3 cm  gaya F = ? F = k∆x = ( 3 N / cm )( 3 cm ) = 9 N 5. Menentukan tetapan gaya benda elastis Seutas kawat dengan luas penampang 4 mm2 ditarik oleh gaya 3. artinya 17 .

maka v = v =ωA cos (ωt + θ0) dengan vmak = ωA Diberikan v = 1 v mak . jika massa beban yang digantung pada ujung bawah pegas 1 kg.θ = 2 6 Karena tidak diketahui. Karena posisi x = A sin (ωt + θ0).x = A sin θ = sin θ = 1 A 2 1 π . periode getarannya 2 sekon. Menentukan periode dan frekuensi pegas Pada getaran harmonik pegas. tentukan periode getarannya. t = 6 T  6 π T 1 × = T 6 2π 12 dx = A [ω cos ( ωt + θ 0 ) ] dt (b) Kecepatan adalah turunan pertama dari fungsi posisi. Jika massa beban ditambah sehingga menjadi 4 kg. simpangan x adalah x = A sin (ωt + θ0) 1 1  x = A 3 = A 2  2 3 7. Jawab: Massa m1 = 1 kg  periode T1 = 2 s Massa m2 = 4 kg  T2 = ? Hubungan periode pegas T dengan massa beban dinyatakan oleh persamaan: 18 . anggap sudut fase awal θ0 = 0. maka θ = ωt = t= π  2π  π . maka sin ( ωt + θ 0 ) 1 = 1−   = 2 2 3 1 = 3 4 2 Jadi. maka 2 1 2 ωA cos ( ωt + θ 0 ) = Dari rumus trigonometri sin2x + cos2x = 1.

dengan k = 18 000 N/m m 18 000 N / m 500 kg 36 19 . (b) waktu yang diperlukan untuk menempuh dua getaran Jawab: Massa mobil + penumpang = 1 800 kg + 200 kg = 2 000 kg.m2 T2 k = = T1 m1 2π k 2π T2 = T1 m2 m1 m2 m1 = ( 2 s) 4 kg =4s 1 kg 8. Menentukan periode dan frekuensi pegas sebuah mobil yang memiliki massa 1 800 kg ditopang oleh empat buah pegas yang memiliki tetapan gaya 18 000 N/m. Ketika mobil yang ditumpangi oleh tiga orang yang bermassa total 200 kg melewati sebuah lubang dijalan tentukan: (a) frekuensi getaran pegas mobil. Kita anggap berat total mobil merata pada keempat pegas tersebut sehingga tiap pegas mendukung beban bermassa: m= 2 000 kg = 500 kg 4 (a) frekuensi getaran pegas mobil dapat dihitung dengan menggunakan persamaan f = = = = 1 2π 1 2π 1 2π 6 2π k .

Sesuai dengan gambar disoal.= (b) 3 Hz π 1 f 1 Selang waktu 1 getaran sama dengan periode T. T= = 3 Hz π π = s 3 Waktu yang diperlukan pegas untuk menempuh 2 getaran adalah t = 2T π  = 2  3 2π = sekon 3 9. k2 dan diserikan k3 Kt = (k1 paralel k2) seri k3 = (k1 + k2 ) seri k3 = (k + k) seri k3 = 2k seri k = Kt = ( 2k ) ( k ) 2k + k 2 k 3 = 2k 2 3k (*) 20 . kt sama dengan k1. Jika beban m digantung pada pegas k3. pegas tersebutakan bertambah panjang 4 cm. Ketiga pegas dapat diganti dengan tetapan gaya kt. Jawab: Ketiga buah pegas identik artinya k1 = k2 = k3 = k. Susunan seri-paralel pegas Tiga buah pegas identik disusun seperti pada gambar disamping. Tentukan pertambahan panjang susunan pegas.

maka hukum Hooke pada susunann pegas memberikan F = kt ∆xt . 2000. Bandung: Ganeca. 2  mg =  k  ∆xt 3  mg = ∆xt = 2 3 substitusi F = mg dan Kt = 2 k (lihat *) 3  mg    4 cm  ∆xt    substitusi k dari (**) 3 × 4 cm = 6 cm 2 Jadi. Fisika SMA. Jakarta: Penerbit Erlangga. pegas k3 bertambah panjang ∆k3= 4 cm. yaitu mg. Marthen. Panduan Menguasai Fisika. K. Jakarta: Penerbit Erlangga. Perhatikan gambar soal. Kanginan. Dengan menggunakan hukum Hooke pada pegas k3 diperoleh F3 = k3 ∆x3 mg = k ( 4 cm ) → = mg 4 cm (**) Misalkan pertambahan panjang susunan pegas adalah ∆xt . pertambahan panjang susunan pegas adalah 6 cm DAFTAR PUSTAKA Kamajaya. gaya yang menarik susunan pegas adalah berat beban m.Jika beban m digantung pada pegas k3. _______________. 21 . 2006. Fisika SMA. 2004.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful