BAB I PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang Yang dimaksud dengan hipertensi disertai kehamilan adalah hipertensi yang telah ada sebelum kehamilan, apabila dalam kehamilan disertai dengan proteinuria dan edema maka disebut preeklamsia yang tidak murni atau tidak superimposed pre-eklamsia Penyakit hipertensi menahun merupakan penyakit yang sudah ada sebelum wanita hamil dan yang terbanyak disebabkan oleh penyakit pembuluh darah (hipertensi esensial) dan penyakit ginjal Hipertensi kronik dideteksi sebelum usia kehamilan 20 minggu, jika tekanan darah sebelum kehamilan 20 minggu tidak diketahui sulit membedakan antara pre-eklamsia dan hipertensi kronik, dalam hal demikian tangani sebagai hipertensi karena kehamilan. 2. Tujuan Penulis a. Tujuan Umum Diharapkan mahasiswa akademi kebidanan mempunyai wawasan yang lebih dalam dari pengalaman yang nyata dalam melaksanakan manejemen kebidanan. b. 1. melaksanakan pengkajian data pada klien 2. membantu identifikasi masalah pada klien 3. 4. 5. pada klien Mahasiswa Mahasiswa Mahasiswa mampu diharapkan mampu membantu identifikasi masalah potensial pada klien mampu membantu identifikasi tindakan segera pada klien membuat rencana asuhan kebidanan disertai rasionalisasi dan intervensi Mahasiswa mampu Tujuan Khusus Mahasiswa mampu

1

6. 7. mengevaluasi pada klien 8. yang dilakukan

Mahasiswa Mahasiswa Mahasiswa

mampu mampu diharapkan

membuat intervensi yang telah ditentukan pada klien

mampu melakukan dokumentasi asuhan kebidanan terhadap tindakan

2

2 Konsep Dasar Hipertensi Kronis Dalam Kehamilan 3 . (Ilmu Kebidanan. ketrampilan dalam rangkaian/tahapan yang egois untuk pengambilan suatu keputusan yang berfokus pada klien. (Varney. lamanya hamil adalah 280 hari 140 minggu atau 9 bulan 7 hari di hitung dari hari pertama haid terakhir (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.1. 1997) 2.1 Konsep Dasar Kehamilan Adapaun batasan atau pengertian kehamilan normal multigravida dengan hipertensi kronis adalah : 2.1 Kehamilan Normal Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahinrya janin. 2002 : 3) Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah.BAB 2 TINJAUAN TEORI 2. penemuan-penemuan. Dan dapat merawat bayinya dengan baik guna tercapai keluarga kecil bahagia sejahtera. 2002 : 89) Asuhan kebidanan merupakan bagian dari pelayanan yang diarahkan untuk menjamin agar setiap wanita hamil dan menyusui bayinya dapat memlihara kesehatannya sesempurna-sempurnanya.

2.3 Klasifikasi Hipertensi Klasifikasi hipertensi adalah sebagai berikut : 2.1 Hipertensi Karena Kehamilan 4 . sulit membedakan antara preeklamsia dan hipertensi kronik.2. dalam hal demikian.1 Hipertensi Esensial Adalah penyakit hipertensi yang mungkin disebabkan oleh faktor heriditer serta dipengaruhi oleh faktor emosi dan lingkungan 2. tangani sebagai hipertensi karena kehamilan 2.2.2. 2. 2002) Hipertensi kronis jika tekanan darah sebelum kehamilan 20 minggu tidak diketahui.3.1 Hipertensi Kronis Dalam Kehamilan Hipertensi kronis adalah hipertensi yang dideteksi sebelum usia kehamilan 20 minggu (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Noenatal.2.2.2.2 Etiologi Penyebab utama dalam kehamilan adalah : 2.2.2.2 Penyakit Ginjal Dalam kehamilan terdapat perubahan-perubahan fungsional dan anatomik ginjal dan saluran kemih yang sering menimbulkan gejala-gejala dan kelainan fisik.

1.Masalah vaskuler 3. siomosis.Hipertensi protein atau edema .Preeklamsia ringan .Eklamsia 4.Protein urin ≥ 2 + . penyakit sering ditemukan tanpa gejala.Preeklamsia berat . 2. Resiko meningkat pada : .Diabetes militus .Oligo uria < 400 ml per 24 jam . kecuali meningkatnya tekanan darah 5.Masa trofoglas) . Hipertensi karena kehamilan .Faktor krediter . ronkhi 5 .Iso imunisasi rhesus . Sering pada primigravida. Preeklamsia berat diagnosis pada kasus dengan salah satu gejala berikut : .Edema paru: nafas pendek.Tekanan diastolik > 110 mmHg . Hipertensi karena kehamilan dan preeklamsia ringan placenta besar (pada gemeli. patologi telah terjadi akibat implantasi sehingga timbul iksemia plasenta yang diikuti sindrom inflamasi.

Kematian janin 3.2.. Pertumbuhan janin terhambat 2.3.Kome terjadi sesudah kejang dapat berlangsung lama (berjam-jam) 2.Nyeri kepala hebat tidak berkurang dengan analgesik biasa 6. Superimposed preeclansia adalah hipertensi kronik dengan preeklamsia 2.2 Hipertensi Kronik 1.Kejang terjadi tidak tergantung dari beratnya hipertensi . Eklamsia ditandai oleh gejala-gejala preeklamsia berat dan kejang .2. Hipertensi kronik dideteksi sebelum usia kehamilan 20 minggu 2. Persalinan prematur 4. Solutio placenta 6 .Gangguan pengliharan : skotama atau penglihatan berkabut .4 Pengaruh Hipertensi Terhadap Kehamilan 1.

5 1.1 Hipertensi Kehamilan Tanpa Protemania Jika kehamilan < 37 minggu tangani secara rawat jalan 7 . 2. Hipertensi kronik Tekanan darah adalah hipertensi Tanda : kehamilan < 20 minggu 2. 4. ginjal. hati Tromboembolisme Gangguan pembengkakan Diagnosa 2.2.1 Hipertensi Karena Kehamilan 1. nyeri epigastrium 4. Preeklamsia berat Tekanan darah yaitu tekanan diastolik > 110 mmHg Tanda : proteinuria 2 +. oliguria. Superimpossed preeklamsia Tekanan darah adalah hipertensi kronik Tanda : protein uria + tanda-tanda lain pre eklamsia Tanda : kejang 2.2.2. triperfleksia.2 Hipertensi Kronik 1. 2.2.6 Pengaruh Kehamilan Terhadap Hipertensi Perdarahan serebral Gagal jantung.7.2.2. gangguan penglihatan. 3. Preeklamsia ringan Tekanan darah yaitu kenaikan tekanan diastolik 15 mmHg atau > 90 mmHg dalam 2 pengukuran berjarak 1 jam atau tekanan diastolik sampai 110 mmHg Tanda : protein uria 1 + 3.2. Eklamsia Tekanan darah : yaitu hipertensi 2.7 Pencegahan 2.6. Hipertensi Tekanan darah yaitu kenaikan tekanan diastolik 15 mmHg atau > 90 mmHg dalam 2 pengukuran berjarak 1 jam atau tekanan diastolik sampai 110 mmHg 2.6.

Diet biasa . Jika 2. Tidak perlu diberi obat-obatan 5. refleks dan kondisi janin 2. Jika kondisi janin memburuk atau terjadi pertumbuhan janin terhambat rawat dan pertimbangkan terminasi kehamilan 2.2. Jika serviks matang. lakukan penilaian 2 kali seminggu secara rawat jalan 1.2 Pre-eklamsia Ringan Jika kehamilan < 37 minggu.Pantau tekanan darah 2 x sehari proteinurea 1 x sehari . pertimbangkan terminasi 1.Tidak perlu diureetik dll Jika kehamilan > 37 minggu. Pantau tekanan darah. kecuali bahwa persalinan harus berlangsung dalam 12 jam setelah timbulnya kejang pada eklampsia 2.4 Hipertensi Kronik 8 . Pantau tekanan darah.7. Jika rawat jalan tidak perlu rawat rumah sakit . tangani sebagai preeklamsia 3.3 serviks belum matang.7. Diet biasa 4.2. berikan prostaglandin musprostal Preeklamsi Berat dan Eklamsi Penanganan preeklamsi berat dan eklampsi sama.2.Tidak perlu obat-obatan . Lebih banyak istirahat 3. proteinuria dan kondisi jamiran setiap minggu 2. dan tidak ada tanda-tanda perbaikan.1.7. Jika tekanan darah meningkat. lakukan induksi dengan oksitosin SIV dalam 500 ml dektrose IV 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin 2. protein urine.

3 Konsep Asuhan Kebidanan Asuhan kebidanan adalah bantuan yang diberikan oleh bidan kepada individu pasien atau klien yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara: . Jika servik belum matnag berikan prostaglandin. pikirkan suporimpossed preeklamsia 4. atau supperimpossed prreklamsia 2. Untuk pengambilan suatu keputusan 9 . dan terkontrol dengan baik lanjutkan pengobatan tersebut 2. Jika terdapat proteinuria. aral kateter foloy 8. Jika tidak ada komplikasi tunggu sampai aterm 7. Jika pasien sebelum hamil sudah mendapat obat anti hipertensi.Melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan Manajemen Kebidanan menurut Varney. 1997 1.1. Jika tekanan diaslotik > 110 mmHg atau tekanan sistolik ≥ 160 mmHg berikan anti hpertensi 3. Pantau pertumbuhan dan kondisi janin 6. pertumbuhan janin terhambat atau gawat janin lakukan 2-5 IV dengan 50 ml dektrose perintus 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin. Jika terdapat preeklamsia. miso prostol. Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis.Bertahap dan sistematis . Istirahat 5. Observasi komplikasi seperti solusio placenta. Pengertian Proses pemecahan masalah Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah.

Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya. Langkah-langkah I. Data subjektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif. konsultasi. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. riwayat menstruasi. pengetahuan klien. Yang terdiri dari data subjektif data objektif. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien. Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. VII. 2. VI. III. V. IV. persalinan dan nifas. hasil pendokumentasian pemeriksaan mengidentifikasi diagnosa atau memulai laboratorium dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data 10 . Yang termasuk data subjektif antara lain biodata.Yang berfokus pada klien. Menginterpretasikan data untuk masalah. Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan. biopskologi spiritual. * Langkah 1: Tahap Pengumpulan Data Dasar Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. II. riwayat kehamilan. Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk keadaan klien secara keseluruhan. Data objektif hasil adalah yang fisik menggambarkan klien. riwayat kesehatan.

kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi. catatan baru dan sebelumnya). 11 . palpasi. untuk melakukan konsultasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi.fokus. * Langkah III: Mengidentifikasi Diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. auskultasi. perkusi). * Langkah II : Interpretasi Data Dasar Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. pemeriksaan khusus (inspeksi. bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi. * Langkah V : Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Data objektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital. pemeriksaan penunjang (laboratorium. * Langkah IV: Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera.

* Langkah VII: Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar tetap terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. 12 . Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya.* Langkah VI : pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya. Walau bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya.

Data Subyektif Anamnesa tanggal : 20 – 6 – 2007 1. Jawa Penghasilan : - Penghasilan : - 2.2 No. reg : Ny “N” : 25 tahun : Islam : SMA : IRT : Jl.4 Driyorejo-Sby Bangsa/suku : Indonesia. 3. Suami ke 1 1 UK 9 bln Jenis Persalinan Spt B Riwayat menstruasi : 28 hari : 7 hari : Merah segar : Anyir : Tidak ada Jenis Hidup/ kelamin mati ♀ H5. Jawa Jam : 11. A.5 th Mati Riwayat KB Suntik Menarche HPHT TP :13 tahun :13-12-2006 :20-09-2007 Riwayat kehamilan. Riwayat kebidanan 3.4 Driyorejo-Sby : 00567006 Nama Suami : Tn “W” Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : 36 tahun : Islam : SMA : TNI-AL : Jl.10 oleh : Ika PENGKAJIAN Bangsa/suku : Indonesia. 1. Keluhan utama Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya dan sakit kepala dan mengeluh kepala terasa pusing. Intan No. Intan No.BAB 3 TINJAUAN KASUS I. Identitas Nama klien Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat No.1 Siklus Lama Warna Bau Flour albus 3. persalinan dan nifas yang lalu Penolong Bidan BB/PB 3200/49 Meneteki 1 th HAMIL INI 13 . 2.

4. Perilaku kesehatan Ibu mengatakan tidak pernah merokok. the) Selama hamil : makan 2-3 kali sehari porsi sedang. gerak anak pertama kali sudah dirasakan pada usia kehamilan 5 bulan dan gerak anak dalam 24 jam terakhir tetap aktif. Pada trimester II ibu periksa di BPS 2 x dan di RS 1 x mendapat tablet Fe. Riwayat sosial/budaya Ibu mengatakan kehamilan yang kedua ini direncanakan dan sangat diharapkan oleh semua keluarga. b. Riwayat kehamilan yang pernah atau sedang diderita Riwayat penyakit keluarga/keturunan Ibu mengatakan sedang menderita asma sejak dulu Ibu mengatakan keluarga tidak ada yang menderita penyakit keturunan seperti DM.3. minum-minuman berakohol dan tidak minum jamu serta tidak memelihara binatang peliharaan 5. hipertensi dan tidak ada keturunan kembar c. fitamin dan juga mendapat imunisasi TT 1 x. menu nasi sayur buah. lauk dan buah 2. Pola nutrisi Sebelum hamil : makan 3 x sehari porsi sedang. suami dan ibu menerima kehamilan 1. menu : nasi sayur. Pola kehidupan sehari-hari 14 . Riwayat kesehatan a. Pola eliminasi Ibu mengatakan tidak ada pantangan makan 6.3 Riwayat kehamilan ini / ANC / TT Ibu mengatakan pada kehamilan yang lalu sudah pernah mendapatkan TT 3 x pada trimester I kehamilan ini diperiksa sebanyak 3 x dan mengalami mual muntah. pada akhir trimester II ibu mengalami hipertensi dan perut terasa kenceng-kenceng dengan mendapat tablet anti hipertensi. minum ± 7-8 gelas (air putih.

bau khas. memasak. memasak. tidur malam 7-8 jam Selama hamil 5. bau khas kencing) BAB ± 1 x sehari (warna kuning. tidak sakit) BAB ± 1 x sehari (warna kuning. konsistensi lunak) 3. bau khas. Pola seksual Sebelum hamil : Melakukan hubungan seksual 1 minggu 2 x Selama hamil : tidak pernah melakukan hubungan seksual 6. Pola aktivitas Sebelum hamil : Melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu. mengepel dan mencuci 4. Kesadaran KU BB : Composmentis : Baik : 73 : Tidur siang 1-2 Jam. b. bau khas. tidur malam 6-7 jam 15 . Pola hygiene Sebelum hamil : Ibu mencuci alat kelamin dengan sabun dan air bersih setiap BAK /BAB Ganti celana dalam 2 x /hari Selama hamil : Ibu mencuci alat kelamin dengan sabun dan air bersih setiap BAK /BAB Ganti celana dalam 2 x /hari B. c. mengepel dan mencuci Selama hamil : Melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu. Pola istirahat Sebelum hamil : Tidur siang 1-2 Jam.Sebelum hamil : BAK Lancar ± 5-6 kali sehari (warna kuning jernih. Pemeriksaan umum a. konsistensi lunak) Selama hamil : BAK Lancar ± 8-9 kali sehari (warna kuning jernih. Data Obyektif 1.

tidak varises 16 . tidak ada striae. tidak tampak flour albus. rambut bersih. Pemeriksaan khusus Ekstremitas Atas: Simetris. tidak varises 3. BB sebelum hamil : 66 TB TTV TD S : 156 : TD sebelum hamil : 110/70 mmHg : 140/90 : 365 oC RR Nadi : 84 x/menit : 20 x/menit 2. tidak tampak bartolintis : Ada bekas luka pada perineum : tidak ada hemoroid Bawah : Simetris. tidak ada secret : Tidak ada stomatitis. tidak ada gigi palsu. conjungtiva tidak anemis. tidak oedem. f. terdapat linea nigra Genetalia Perineum Anus : Vulva bersih. tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. kedua kaki tidak odem. tidak ada ketombe : Tidak ada cloasma gravidarum. tidak ada condilomalata. tidak ada odem : Sklera tidak icterus. payudara membesar. kedua tangan tidak odem. tidak ada bekas luka pada abdomen. tidak rontok. pendengaran baik : Tidak ada pmbesaran vena jugularis. colostrum belum keluar dan bersih Abdomen : Membesar kedepan. tidak ada kelenjar getah being Dada/payudara : Dada simetris.d. payudara simetris. tidak ada gigi caries. areola mamae hiperpigmentasi. dan tidak ada odem palpebra : Tidak ada pernafasan cuping hidung tidak ada polip. mukosa bibir lembab : Simetris. e. Pemeriksaan fisik Kepala Muka Mata Hidung Mulut/gigi Telinga Leher : Kulit kepala bersih. tidak ada serumen. putting susu menonjol. membesar sesuai usia kehamilan.

Albumin Reduksi II. c. Palpasi : TFU pertengahan Pst – Px (25cm). bagian terendah janin belum masuk PAP b. hidup. UK 27 minggu. DIAGNOSA POTENSIAL Darah : tidak dilakukan : Negative : Negative DIAGNOSA /MASALAH : G2P10001. Auskultasi Ukuran panggul : 25 (23-26 cm) : 27 (26-29 cm) : 19 (18-20 cm) : 95 (80-90 cm) : +/+ Djj 12 – 11 – 12 (140 x/menit) Distansia spinarum Distansia cristarum Bodeloque Lingkar panggul d. tunggal. dengan Urin 4. letli intra uterin. Dx PER Masalah : ibu cemas sehubungan dengan kehamilannya III. UK 27 minggu pada fundus uteri teraba kosong Leopold I Leopold II : Disebelah kiriuterus ibu teraba bagian lunak tidak melenting diperkirakan bokong Disebelah kanan uterus ibu teraba bulat keras. Perkusi Reflek patela a. b. diperkirakan kepala janin Leopold III : Pada perut ibu bagian bawah tidak teraba bagianbagian kecil janin Leopold IV : Kedua tangan konvergen.a. Pemeriksaan penunjang Hemoglobin 17 ‫ﻉ‬ .

IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi V. Berikan KIE tentang Tanda-tanda bahaya trimester II Tanda-tanda pre eklamsi Tanda-tanda janin hidup Anjurkan ibu untuk miring ke kanan 3. Agar ibu mengetahuai keadaannya saat ini 2.15 WIB Diagnosa G2P10001.PEB IV. Untuk mendapatkan Rasional 1. Tanggal : 20-6-2007 Tujuan Kriteria Intervensi Tgl/jam 20-6-2007 11. Agar ibu dapat menjaga kesehatannya dan janin Tensi dalam batas normal Gerakan janin baik Djj Normal 144 x/menit (12-12-12) Mencegah terjadinya pre-eklamsia INTERVENSI jam : 11. Jelaskan hasil pemeriksaan saat ini 2.15 WIB 18 . UK 27 minggu dengan hipertensi Intervensi 1.

Anjurkan ibu untuk istirahat cukup VI. Lakukan kolaborasi dengan ASI 4. Memberikan KIE tentang : Menjelaskan tanda-tanda bahaya dalam kehamilan Sakit kepala berat Mata kabur Nyeri perut yang hebat Perdarahan pervaginam Tidak ada gerakan janin Odem pada wajah dan tangan Menjelaskan tanda-tanda preeklamsia Berat badan yang berlebihan Edema Hipertensi 19 . 5.3. Menjelaskan hasil pemeriksaan saat ini TD sebelum hamil TD sekarang Suhu • • • • • • : 110/70 mmHg : 140/90 mmHg : 365 oC IMPLEMENTASI Jam : 11. Tanggal : 20 – 6 – 2007 1.30 Agar keadaan ibu janin lebih baik N : 84 x/mnt RR : 20 x/mnt 2. Untuk mengetahui perkembangan kondisi ibu dan janin dan mendeteksi secara dini adanya komplikasi 5. Anjurkan ibu memeriksakan kehamilannya secara teratur dokter untuk pemberian penanganan dan terapi yang tepat 4.

hidup. Mengajurkan ibu memeriksakan kehamilan secara teratur 5. letli P : Anjurkan Minum obat teratur Diet tinggi kalori. keadaan ibu dan janin baik. UK 27 minggu. Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup VII.• • - Protein urine ⊕ Sakit kepala di daerah frontal Penglihatan kabur nyeri di daerah prigastrium Mual atau muntah Menjelaskan tanda-tanda hidup janin Djj Normal (120-160 x/menit) Gerakan janin baik Menganjurkan ibu untuk tidur miring kekanan Aspilet 1 x 1 tablet Vitamin E 1 x 1 Lacta kalsium 1 x 1 tablet 3. Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi 4. dengan PER minggu lagi atau sewaktu-waktu bila ada keluhan 20 ‫ﻉ‬ . tunggal. ekspresi muka tampak lebih tenang A : G2 P10001. rendah gula Istirahat fisik / psikis Rencana pulang tanggal 20-6-2007 dan kontrol 1 intra uterin. tinggi protein. ukurang panggul luar normal. Tanggal : 20-6-2007 EVALUASI Jam : 12-10 WIB S : Ibu memahami tentang apa yang dijelaskan O : Keadaan ibu baik.

4. Bagi klien Untuk keberhasilan dalam asuhan kebidanan memerlukan kerjasama yang baik dalam usaha memecahkan masalah klien 21 . sehingga diagnosa masalah dapat teratasi dikarenakan adanya kerjasama yang baik dari ibu dan keluarga sehingga dapat mendukung keberhasilan program asuhan kebidanan. ibu sangat kooperatif atas tindakan dari petugas dan memberikan kepercayaan pada petugas serta mau mengungkapkan permasalah secara terbuka. sehingga diagnosa tersebut telah dilakukan intervensi dan implenetasi.BAB 4 PENUTUP 4. b.2 a. lebih meningkatkan mutu pelayanan dan dapat memberikan asuhan kebidanan secara optimal. Saran Bagi petugas Meningkatkan peranan bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana pelayanan kebidanan.1 Kesimpulan Selama dilakukan asuhan kebidanan pada Ny “H” ANC dengan hipertensi trimester II .

1983 Fisiole.DAFTAR PUSTAKA Prawiroharjo. Sarwono. Ilmu Kebidanan. YBPSP : Jakarta. FK Unpad : Bandung 22 . Prawiroharjo. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. FK Unpad. 2002. Sarwono. YBP-SP : Jakarta. 2002.

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “H” G2 P10001. RAMELAN SURABAYA Disusun Oleh : IKA ARIYANTI KUSUMANINGSIH 0530044 PRODI DIII KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ARTHA BODHI ISWARA SURABAYA 2007 23 . USIA KEHAMILAN 27 MINGGU DENGAN HIPERTENSI DI RUMKITAL Dr.

MM selaku Karumkital Dr Ramelan Surabaya. sehingga penyusunan dapat penyusunan dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan Pada Ny “H” Dengan Hipertensi di Rumkital Surabaya. Sulenti Widiastutik SST. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca untuk meningkatkan penyusunan laporan pendahuluan selanjutnya. M. selaku Pembimbing Prodi DIII Kebidanan STIKES ABI 8. Amd Keb selaku Pembimbing Poli Hamil Rumkital Dr. Surabaya. Juni 2007 dr. Prof. H. selaku Pembantu Ketua I 5. SKM. Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu dalam penyusunan 1. Ramelan Surabaya 4. Dr.. Soedibyo H. selaku ketua jurusan prodi D III 6. Hastuti. 2.R. Laksamana TNI drg. SST.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang dilimpahkan. Budhi Santoso. Lia Hartanti. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan tugas ini Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam penyusunan laporan pendahuluan ini.P. Penyusun asuhan kebidanan ini merupakan tugas berstruktur di Akademi STIKES ABI Surabaya untuk memenuhi target di tingkat II (dua). Kes. Mamik. DTM selaku Ketua STIKES ABI DAFTAR ISI ii 24 . Endang S. selaku Koordinator Praktek Klinik RS 7. Sri mekar SST. Surabaya 3. Hj.

...........2....................2............................................................................................................................................1 Kehamilan normal ...................................................................................................................................................... 6 2.5 Pengaruh kehamilan terhadap hipertensi ....... 4 2................................................1 Hipertensi krornis dalam kehamilan .......................3 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan ............Tujua n Penulis ..................... 4 2........................................................................................................... Pengkajian ............................Lembar Pengesahan ...................................2....................................................................................................................................................................................................2 Konsep Dasar Hipertensi Kronis Dalam Kehamilan ............................................................................................................. 19 BAB 4 PENUTUP . 13 II..................................................................... 4.................................................6 Diagnosa ........................................................ 13 I................................................Tujua n Khusus ........................................................................................................... 7 2............................................................... ii Daftar Isi ...................................2... 7 2............................................................... Diagnosa potensial ......... 1 2............................................................2..... 18 VII................................................. 4 2....................................................................................................................... Intervensi .......................................................................................... 3 2......... 1 b............ 1 c................................................................................... DAFTAR PUSTAKA 20 20 20 25 iii ..........2......................................................... i Kata Pengantar ................................................................................................................................................................................................................. 3 2.....................................Tujua n Umum ..........1.......................................................................................................................... Identifikasi tindakan segera .......... 18 IV.................. Diagnosa / Masalah .................. 17 III......................................1 Kesimpulan ... 9 BAB 3 TINJAUAN KASUS .......................... 18 V...............Latar Belakang .............................................................................. Implementasi ............ 1 1......... iii BAB 1 PENDAHULUAN ..............Batas an Masalah .........................................................................Evaluasi ...............................................2.............................................................. 2 BAB 2 TINJAUAN TEORI ....................................................7 Pencegahan ....................................... 1 a............... 3 2.......2 Saran ......................... 18 VI................4 Pengaruh hipertensi terhadap kehamilan .. 4..... 4 2................................................. 7 2..................3 Klasifikasi hipertensi ............2 Etiologi ...1 Konsep Dasar Kehamilan ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful