Detail Novel Judul Penulis Penerbit : Laskar Pelangi : Andrea Hirata : Bentang

Kota Tempat Terbit : Jl. Pandega Padma 19, Yogyakarta Tahun Terbit Tebal halaman : Cetakan III, Juli 2007 : 533 halaman termasuk juga tentang penulis

SINOPSIS LASKAR PELANGI Ini adalah kisah heroik kenangan 11 anak Belitong yang tergabung dalam "Laskar Pelangi": Syahdan, Lintang, Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Mahar, Flo dan sang penutur cerita – Ikal. Andrea Hirata, yang tak lain adalah Ikal, dengan cerdas mengajak pembaca mengikuti tamasya nostalgia masa kanak-kanak di pedalaman Belitong yang berada dalam kehidupan kontras: kaya dengan tambang timah, tapi rakyatnya tetap miskin dalam kesehariannya. Ini adalah cerita tentang semangat juang menyala-nyala dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib melalui sekolah, yang harus mereka dapat dengan terengah-engah. Sebagian besar orang tua mereka lebih suka melihat anak-anaknya bekerja membantu orang tua di ladang, atau bekerja menjadi buruh kasar di PN Timah, daripada sekolah yang tak jelas masa depannya. Derita sekolah itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah di kampung miskin itu terancam tutup kalau murid baru sekolah itu tidak mencapai 10 orang. kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan suar pendidikan yang hampir redup digilas ekonomi. Kesebalas anak itu memiliki keunikan masing-masing. Diantara 11 anak Laskar Pelangi itu, Lintang dan Mahar adalah 2 diantara yang paling menonjol. Lintang jenius dalam bidang eksakta, Mahar ahli di bidang seni budaya. Mereka seolah mewakili otak kanan dan otak kiri manusia. Lintang memiliki semangat juang yang tiada tara dalam belajar. Dia rela menempuh perjalanan dengan kereta angin sejauh 80 km pergi pulang demi dapat memuaskan dahaga ilmu pegetahuan. Saking semangatnya hingga akan tercium karet terbakar dari sepatunya yang aus digerus pedal sepeda. Jika ada aral melintang di jalan dan terlambat sampai sekolah,

anak pemillik toko Sinar Harapan yang memiliki jari lentik dan kuku cantik. Lintang. Ikal menyaksikan perubahan nasib teman-temannya yang sungguh diluar dugaan. tapi nasib jugalah yang menentukan episode kehidupan mereka selanjutnya. Mereka adalah anak-anak harapan bangsa yang terpaksa harus tunduk oleh gilasan nasib yang semestinya bisa diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan pendidikan. . Sang nasib sungguh menjadi sebuah misteri yang maha gelap. Tapi siapa yang sanggup melawan sang nasib? Dua belas tahun kemudian. menjadi pengganti ayahnya. Kita akan dibuat tersenyum geli dari humor kecil yang dilontarkannya. kata-kata itu semakin menghancurkan hatinya. Tapi Lintang punya jawaban. Pohon itu pulalah yang menjadi saksi kerinduan Ikal pada gadis manis keturunan cina. asal dapat menyanyikan lagu "Padamu Negeri" pada akhir jam pelajaran. sang jenius itu misalnya kini harus terpuruk jadi sopir tronton karena harus menjadi tulang punggung keluarga. paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan…. kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. merancang karya untuk festival 17 Agustus. dan humaniora. terharu dan bahkan menangis ketika membaca kisah heroik kesebelas anak Laskar Pelangi. " jangan sedih Ikal. ia marah.tiada masalah baginya." Bagi Ikal. dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan. seni budaya. Filicium adalah pohon yang menjadi saksi seluruh drama kehidupan Laskar Pelangi. Anak-anak Laskar Pelangi itu hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk hari esok. Novel Laskar Pelangi penuh dengan taburan wawasan yang luas bak samudra dari penulisnya yang paham betul tentang ilmu eksakta. Pohon itu menaungi sekolah mereka yang hampir roboh. Sang nasib bisa jadi adalah ketiadaan kepedulian pemerintah akan bibit-bibit unggul mutiara anak bangsa yang harus terhempas oleh himpitan ekonomi. Ia mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri. atau tempat Lintang memberi kuliah tentang ilmu fisika. Anak-anak Laskar Pelangi itu boleh punya cita-cita setinggi langit. Pohon itu menjadi markas setiap pertemuan mereka: membicarakan soal-soal di sekolah.

2. ternyata jumlah pendaftar tidak lebih dari sembilan orang. Namun tema pendidikan lah yang lebih menonjol. Apabila calon siswa yang mendaftar kurang dari sepuluh anak. Puncak Konflik Puncak konfliknya ialah setelah ditunggu hingga siang. Sebuah daerah yang kaya akan sumber daya alamnya yaitu timah. kehidupan di sana seperti terpetak-petak antara yang kaya dan yang miskin. Pengenalan Situasi Cerita ` Cerita diawali dengan dibukanya penerimaan murid baru di SD Muhammadiyah yang ada di Desa Gantung. Tema Tema utama dalam novel “Laskar Pelangi” ini adalah pendidikan. Kabupaten Gantung. Tema pendidikan ini sendiri dipadukan dengan tema ekonomi. Meski pun begitu. Namun konflik awal yang pertama muncul adalah saat suasana mulai tegang karena ternyata pendaftar tidak mencukupi batas minimal siswa yang disyaratkan oleh Depdikbud Sumsel. Sampai pada akhirnya Pak Harfan memutuskan untuk .A. satu demi satu calon siswa yang didampingi oleh orang tuanya berdatangan mendaftarkan diri di sekolah yang hampir roboh dan mungkin sudah tidak layak untuk dipakai sebagai tempat belajar-mengajar. Menuju Adanya Konflik Dalam novel “Laskar Pelangi” ini. Namun uniknya tema pendidikan ini diselingi oleh kisah persahabatan yang erat antara anggota „Laskar Pelangi‟. Sumatera Selatan. Pagi itu. b. Hal ini tentu saja sangat mencemaskan Pak Harfan sang kepala sekolah dan Bu Muslimah sang guru. maka SD Muhammadiyah harus ditutup. c. banyak sekali bermunculan masalahmasalah atau konflik-konflik. Plot (alur) : alur maju a. Belitong merupakan daerah yang menjadi tempat penambangan timah terbesar dan menghasilkan banyak sekali keuntungan. Belitong Timur. Unsur Intrinsik 1. Jumlah ini tentu saja belum mencukupi persyaratan Depdikbud.

Ikal dan kawan-kawan sempat khawatir karena tak lama perlombaan akan dimulai namun ujung tombak tim mereka belum juga datang.memberikan pidato sekaligus mengumumkan bahwa penerimaan siswa baru dibatalkan. seorang ibu muncul untuk mendaftarkan anaknya (Harun) yang mengidap keterbelakangan mental. kemenangan. Untungnya meski hampir terlambat. Tentu saja kedatangan Harun dan ibunya ini memberikan napas lega kepada Pak Harfan. Tiba saatnya mengikuti karnaval antar sekolah. 3. Dengan ide cemerlang merebut dan piala kreativitasnya. Karena nilai keseniannya paling tinggi dan dianggap sebagai murid yang kreatif. . Kali ini adalah perlombaan cerdas cermat. berhasil menggiring teman-temannya SD Muhammadiyah kembali mengikuti perlombaan. akhirnya si cerdas itu pun datang (Lintang). Mahar pun ditunjuk sebagai ketua untuk mengurusi Mahar persiapan karnaval. Latar Cerita a. Bu Muslimah dan juga para calon siswa serta orang tuanya. Namun konflik selanjutnya yang secara garis besar melibatkan hampir semua tokoh ialah saat akan diadakannya lomba karnaval dan cerdas cermat antar sekolah. Harun telah menggenapi jumlah siswa untuk menghindarkan SD Muhammadiyah dari penutupan. Keikutsertaan SD Muhammadiyah sempat diperdebatkan karena ketidakadaan dana dan sikap pesimistis yang muncul. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan dalam novel ini adalah di sebuah sekolah bernama SD Muhammadiyah yang terletak di Desa Gantung. Bu Muslimah bersikeras mengikutkan murid-muridnya. Awalnya tim dari SD Muhammadiyah tertinggal angka melawan SD PN dan SD Negeri. Namun. d. Penyelesaian Sesaat hampir saja Pak Harfan memulai pidatonya untuk memberitahuakan bahwa penerimaan siswa baru di SD Muhammadiyah dibatalkan. Namun pada saat memasuki soal yang berbau angka SD Muhammadiyah mengejar ketertinggalan dan berhasil keluar sebagai juara. Bu Muslimah. Kabupaten Gantung. Selanjutnya konflik-konflik lain bermunculan dari masing-masing tokoh. Sekolah yang jika malam dipakai sebagai kandang ternak ini akhirnya memulai kegiatan belajar-mengajar meski dengan fasilitas yang seadanya.

Belitong Timur. maka latar waktu yang disampaikan pun jelas yaitu terjadi pada tahun 1974. 4. b. Latar Suasana Latar suasana yang ada dalam novel ini beragam dikarenakan konflik-konfik yang muncul juga beragam. Berikut beberapa penggalan kisah yang menjelaskan suasana dalam novel : · Suasana Sedih Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana sedih ialah saat Ikal. Latar Waktu Dikarenakan novel “Laskar Pelangi” ini merupakan novel yang menceritakan kisah nyata meski ada bumbu imajinasi. Namun. Bu Muslimah dan calon murid SD Muhammadiyah beserta orang tuanya menunggu untuk menggenapkan calon siswa yang mendaftar agar sekolah tidak ditutup. · Suasana Senang Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana senang ialah saat tim cerdas cermat SD Muhammadiyah berhasil memenangkan pertandingan. hingga cemas. Ada kalanya senang. sedih. tepi pantai. · Suasana Cemas Salah satu penggalan cerita yang menggambarkan suasana cemas ialah saat Pak Harfan. Penokohan Tokoh-tokoh yang berperan dalam novel „Laskar Pelangi‟ antara lain : . teman-temannya dan Bu Muslimah berpisah dari Lintang yang memutuskan berhenti sekolah karena harus mengurusi keluarga yang ditinggal mati ayahnya. Sumatera Selatan. pasar dan lain-lain tapi masih di kawasan Belitong. ada pula yang latarnya adalah di rumah. c. gua. pohon.

Ikal termasuk orang yang tidak mudah putus asa. Ikal begitu menyukai dunia sastra terutama puisi. Dalam novel ini dicritakan bahwa ia bertengkar dengan A Kiong yang tidak pernah sependapat atau satu pemikiran dengannya. Ikal adalah salah seorang anggota „Laskar Pelangi‟. A Kiong memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan suka menolong. Dalam novel ini. lumayan pintar. sangat berbakti kepada orang tua dan manja. selalu bersemangat melakukan hal yang ia sukai dan tegar. rapi. Ia sering kali bertengkar dengan Sahara. Meski pun ia adalah sosok yang perhatian. Ia sangat tergantung pada ibunya. susah diyakinkan dan tidak mudah terkesan. Ia paling tidak suka berbohong. . namun ia termasuk tipe orang yang temperamental. Sifatnya begitu polos dan selalu mempercayai apa yang dikatakan Mahar. Ia selalu menjadi pendukung sekaligus pengikut setia Mahar. Ia bercita-cita menjadi guru di daerah terpencil untuk memajukan pendidikan orang melayu pedalaman. b) Taprani Taprani merupakan sosok yang tampan. perfeksionis. Tubuhnya ramping dan selalu berjilbab rapi. namun kepandaiannya masih di bawah dari temannya yaitu Lintang. c) Sahara Sahara merupakan satu-satunya murid perempuan yang bersekolah di SD Muhammadiyah. Taprani selalu diperhatikan ibunya. Ia selalu berada di peringkat kedua di sekolah setelah Lintang.a) Ikal Ikal atau yang di dalam novel ini berperan sebagai „aku‟ merupakan tokoh utama. d) A Kiong A Kiong adalah satu-satunya murid keturunan Tionghoa yang bersekolah di SD Muhammadiyah. skeptis. santun. Ikal diceritakan menyukai seorang gadis keturunan Tionghoa bernama A Ling. Sahara Sangat menjujung tinggi nilai kejujuran. Di sekolah ia termasuk murid yang pintar. Di sekolah ia termasuk murid yang lumayan pandai. Apa pun yang akan dilakukannya harus selalu diketahui ibunya. Ia sering sekali mengirimkan puisi tentang luapan perasaannya kepada A Ling. bicara seperlunya (pendiam). ketus.

dan murah senyum. Syahdan merupakan saksi cinta pertama Ikal kepada A Ling. Di sekolah. Ia sangat terobsesi dengan body building dan tergila-gila dengan citra cowok macho. i) Lintang Lintang merupakan anak yang paling jenius dan gigih di antara temantemannya. h) Kucai Kucai adalah salah satu anggota „Laskar Pelangi‟ yang diamanahi sebagai ketua kelas. laki-laki yang menderita rabun jauh ini selalu terpilih menjadi ketua kelas dan pada akhirnya ia menerima keputusan itu. Setiap berangkat sekolah. Ia sempat frustrasi ketika menjadi ketua kelas karena kesulitan dalam mengatur teman-temannya. Laki-laki yang memiliki model rambut seperti Chairil Anwar ini hobi sekali mengunyah permen asam jawa. Ia memiliki cita-cita sebagai aktor. Lintang sangat suka membaca dan mempelajari berbagai ilmu . ia tetap semangat untuk pergi ke sekolah dan menjadi anak yang paling pagi datang. Lintang begitu serius belajar dan aktif. g) Syahdan Karakter Syahdan tidak begitu menonjol dalam novel ini. f) Borek Borek memilki tubuh yang tinggi tinggi dan besar. Meski pun jarak rumahnya dari sekolah sangat jauh (80 km). Ia pun selalu berpakaian rapi. pendiam.e) Harun Harun yang sudah mulai memasuki jenjang pendidikan Sekolah Dasar pada usia lima belas tahun ini mengidap keterbelakangan mental. Ia pun sering kali bercerita tentang kucing belang tiganya yang melahirkan tiga anak yang juga bebelang tiga secara berulangulang. Ayahnya adalah seorang nelayan miskin yang bertanggung jawab menafkahi empat belas nyawa yang tinggal di rumahnya. Meski begitu. Anak yang banyak bicara dan susah diatur ini berbakat menjadi seorang politikus. ia harus melalui jalan yang merupakan tempat buaya tinggal. Sifatnya santun. Ia adalah salah satu anggota „Laskar Pelangi‟ yang selalu setia menemani Ikal membeli kapur tulis di took Sinar Harapan milik orang tua A Ling. Otaknya yang jenius dan cermat membawa tim SD Muhammadiyah menjadi pemenang dalam lomba cerdas cermat. Di kelas. ia sama sekali tidak bisa menangkap pelajaran membaca atau pun menulis.

Sudut Pandang yang Digunakan Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama karena dalam penceritaan novel penulis menggunakan kata . Lucunya. Ia memiliki tubuh yang ramping dan tinggi. Lintang pun tak segan membagi ilmunya kepada temantemannya. Ia termasuk orang yang sabar dan baik hati. seni rupa dan lain sebagainya. Anak dari pemilik toko Sinar Harapan ini ternyata juga menyukai Ikal. Idenya sangat kreatif. Mahar sering kali diejek dan ditertawakan teman-temannya karena pemikirannya dianggap aneh. Pemikirannya imajinatif dan kreatif. Wanita cantik yang menyukai bunga ini memiliki pendirian yang progresif dan terbuka terhadap ide-ide baru. 5. Ia sangat berdedikasi terhadap dunia pendidikan dan dengan segenap jiwa mengajar murid-murid di SD Muhammadiyah. baik itu menyanyi.A. Anak tampan ini termasuk orang yang menggemari dongeng-dongeng yang tak masuk akal (mungkin karena ia terlalu imajinatif). kelihaiannya dalam berpikir tidak dibarengi dengan tulisan tangan yang indah. l) Pak Harfan Pria bernama lengkap K. ia tetap mempertahankan sekolah yang hamper ditutup karena kekurangan siswa. Muslimah Hafsari ini adalah guru di SD Muhammadiyah. j) Mahar Mahar memiliki bakat dalam bidang seni. Namun sayangnya ia pindah ke Jakarta. Gadis tomboi yang berasal dari keluarga kaya ini merupakan tokoh terakhir yang muncul sebagai anggota „Laskar Pelangi‟. k) Bu Muslimah Wanita bernama lengkap N. n) Flo Ia merupakan murid pindahan dari sekolah PN. Bersama Bu Muslimah.A Harfan Efendy Noor ini menjabat sebagai kepala SD Muhammadiyah. melukis.penngetahuan. Pak Harfan juga memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan. Ia sangat gigih dalam mengajar meski pun gajinya belum dibayar. m) A Ling Gadis keturunan Tiongoa ini merupakan cinta pertama Ikal.

6. tokoh-tokoh di dalamnya tidak menyerah dengan keadaan seperti itu. Unsur ekstrinsik yang ada dalam novel tidak lepas dari latar belakang kehidupan pengarang entah itu dari segi budaya yang dipegang. Diantaranya adalah : · Jangan mudah menyerah oleh keadaan (jangan putus asa) Keadaan boleh saja serba kekurangan. · Sebagai guru haruslah dengan ikhlas mengajar dan berdedikasi tinggi terhadap pendidikan. Justru jadikanlah kekurangan itu sebagai motivasi untuk bisa menutupinya. Amanat Banyak sekali amanat yang terkandung dalam novel “Laskar Pelangi” ini. Tokoh „aku‟ dalam novel ini diceritakan paling dominan sehingga si tokoh „aku‟ dapat dikatakan sebagai tokoh atau pelaku utama. Bu Muslimah merupakan sosok yang menjadi guru teladan yang dengan segenap kemampuannya berjuang untuk memajukan pendidikan di sebuah kampug kecil. Unsur Ekstrinsik Selain unsur intrinsik. B. Kita ada di bawah. namun kekurangan janganlah menjadi alasan untuk tidak berusaha. bukan berarti kita harus merasa kecil dan lemah di hadapan mereka. Guru diibaratkan kompas yang menunjukkan kemana murid- muridnya akan pergi. Dalam novel ini diceritakan seorang guru yang begitu tinggi dedikasinya terhadap pendidikan. Mereka tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar.„aku‟. · Jauhi sifat pesimis Saat menengadahkan perasaan kepada orang-orang yang ada di atas kita. Namun. Dalam novel ini diceritakan tentang kehidupan pendidikan yang keadaannya serba minim. Menengadahkan perasaan ke atas mestinya dijadikan cambuk semangat untuk bisa seperti orang itu atau bahkan bisa lebih baik lagi. Ada pun beberapa unsur ekstrinsik yang dibahas antara lain : . dalam novel “Laskar Pelangi” ini amat kental dengan pengaruh unsur ekstrinsik. Contonya pada novel ini yang menceritakan sebuah sekolah kampung (SD Muhammadiyah) biasa yang selalu optimis untuk bisa lebih baik dari sekolah yang dari awal memang sudah baik (SD PN). Kemiskinan bukan alasan untuk tidak belajar. bukan berarti kita tidak bisa seperti orang yang ada di atas. kepercayaan dan lain sebagainya.

Latar Belakang Ekonomi Sebagian masyarakat Belitong mengabdikan dirinya pada perusahaan-perusahaan timah. 4. kimia.1. Nuansa keislamannya begitu kental. 3. Dimana interaksi antara kedua komunitas ini memang ada dan saling ketergantungan. Padahal sumber daya alamnya tinggi. Dalam beberapa penggalan cerita. Pengarang gemar sekali memasukkan istilah-istilah asing ilmu pengetahuan yang tertuang dalam cerita. biologi. tapi juga menyajikan berbagai ilmu pengetahuan yang diselipkan di antara ceritanya. astronomi). Latar Belakang Sosial dan Budaya Pada novel ini banyak sekali unsur-unsur sosial dan budaya masyarakat yang bertempat tinggal di Belitong. sedang komunitas pengusaha memerlukan tenaga para buruh tambang untuk menjalankan usaha mereka. Namun tidak semua masyarakat Belitong bisa menikmati hasil bumi itu. Digambarkan dalam novel bahwa Belitong adalah pulau yang kaya akan sumber daya alam. Latar Belakang Religi (agama) Latar belakang religi atau agama si pengarang sangat terlihat seperti pantulan cermin dalam novel “Laskar Pelangi” ini. Komunitas buruh tambang memerlukan uang untuk melanjutkan kehidupan. Adanya perbedaan status antara komunitas buruh tambang dan komunitas pengusaha yang dibatasi oleh tembok tinggi merupakan latar belakang sosial. Pengarang tidak hanya bercerita. pengarang sering kali menyelipkan pelajaran-pelajaran mengenai keislaman. Latar belakang ekonomi dalam novel ini diambil dari kacamata masyarakat belitong kebanyakan yang tingkat ekonominya masih rendah. . Ini menandakan bahwa pengarangnya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Latar Belakang Pendidikan Dalam novel ini terkandung banyak sekali nilai-nilai edukasi yang disampaikan pengarang. Begitu banyak cabang ilmu pengetahuan yang diselipkan antara lain seperti sains (fisika. sementara masyarakat termarginalkan di tanah mereka sendiri. PN memonopoli hasil produksi. 2.

Bahkan kekuatan tadi "ditransfer" kedalam keris buatannya itu untuk menambah kemampuan dan kesaktiankeris. keris ini terlibat dalam perselisihan dan pembunuhan elit kerajaan Singhasari yakni: Terbunuhnya Tunggal Ametung Tunggul Ametung. atas pesanan Ken Arok. Ken Arok datang mengambil keris tersebut yang menurutnya sudah satu hari dan harus diambil. Tumapel sendiri adalah pecahan dari sebuah kerajaan besar yang dulunya adalah Kerajaan Jenggala yang dihancurkan Kadiri. Namun belum lagi sarung tersebut selesai dibuat. Setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan melebihi keris pusaka masa itu. kepala daerah Tumapel (cikal bakal Singhasari) yang saat itu adalah bawahan dari Kerajaan Kadiri yang saat itu diperintah oleh Kertajaya yang bergelar "Dandang Gendis" (raja terakhir kerajaan ini). dimana kedua-duanya awalnya adalah satu wilayah yang dipimpin oleh Airlangga. Mpu Gandring mengeluarkan kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok.Sinopsis hikayat keris gandring dan terbunuhnya tunggul ametung Keris ini dibuat oleh seorang pandai besi yang dikenal sangat sakti yang bernama Mpu Gandring. Namun Mpu Gandring menyanggupinya dengan kekuatan gaib yang dimilikinya. Ken Arok sendiri saat itu adalah pegawai kepercayaan dari Tunggul Ametung yang . Dalam perjalanannya. Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dan terakhir Keris tersebut ditusukkannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya tidak menepati janji (karena sarung keris itu belum selesai dibuat) selebihnya bahkan dikatakan untuk menguji kemampuan keris tersebut melawan kekuatan supranatural si pembuat keris (yang justru disimpan dalam keris itu untuk menambah kemampuannya). Ken Arok membunuh Tunggul Ametung untuk mendapatkan istrinya yang cantik. Dalam keadaan sekarat. Ken Dedes. Ken Arok memesan keris ini kepada Mpu Gandring dengan waktu satu malam saja. salah seorang tokoh penyamun yang menurut seorang brahmana bernama Lohgawe adalah titisan wisnu. yang merupakan pekerjaan hampir mustahil dilakukan oleh para "mpu" (gelar bagi seorang pandai logam yang sangat sakti) pada masa itu. Mpu Gandring menyelesaikan pekerjaannya membuat sarung keris tersebut.

mpu gandring : seorang pandai besi yang dikenal sangat sakti . Ken Arok yang saat itu adalah orang kepercayaan Tunggul Ametung langsung membunuh Kebo Ijo yang konon. yang bernama Kebo Ijo yang tertarik dengan keris itu dan selalu dibawa-bawanya kemana mana untuk menarik perhatian umum. Latar belakang pembunuhan ini adalah karena Ken Arok mendengar dari Brahmana Lohgawe bahwa "barang siapa yang memperistri Ken Dedes akan menjadi Raja Dunia". Konflik sedikit demi sedikit menurun sehingga setelah 18 tahun kemudian timbul konflik kembali yaitu Anusapati. Ken Arok tega membunuh Tunggul Ametung. Sebelum Ken Arok membunuh Tunggul Ametung. b. Tema : Seorang perampok yang ingin berkuasa 2. anak dari Ken Dedes dari Tunggul Ametung berencana membunuh Arok ayah tirinya yang telah membunuh ayah kandungnya. 3. peminjaman keris itu adalah sebagai siasat agar nanti yang dituduh oleh publik Tumapel adalah Kebo Ijo dalam kasus pembunuhan yang dirancang sendiri oleh Ken Arok. Tokoh : a. 4.sangat dipercaya. Hati Ken Arok memang jahat karena dia punya rencana lain. Alur : Campuran Penyebab terjadinya konflik yaitu ketika Ken Arok dibujuk untuk bertobat dan Ken Arok bersedia asalkan menjadi pengawal Tunggul Ametung. dan disinilah puncak konflik terjadi yaitu ketika Arok berhasil membunuh Akuwu Tumapel dan memperistri Ken Dedes. dengan keris pusaka itu. Unsur Intrinsik 1. kemudian menjadi raja Singasari. Bagi Ken Arok sendiri. Amanat : Amanat yang terkandung dalam cerita drama tersebut adalah bahwa sebagai manusia kita tidak boleh berbohong dan berkhianat. Ken Arok : penjahat. keris ini dipinjamkan kepada rekan kerjanya. Karena tertarik oleh istri tunggul Ametung. Selain itu Arok menjadi raja dan merubah Tumapel menjadi Singasari. Siasatnya berhasil dan hampir seluruh publik Tumapel termasuk beberapa pejabat percaya bahwa Kebo Ijo adalah tersangka pembunuhan Tunggul Ametung.

disini diungkapkan bagaiman seorang ken arok dapat menjadi penguasa singosari. . pantang menyerah dan berjuang sampai akhir. Tunggul Ametung : suami ken dedes. 6. Sudat Pandang Pengarang : Pengarang menempatkan dirinya sebagai orang ketiga karena dia menceritakan orang lain. Unsur Ekstrinsik: Nilai moral : Pada hikayat ini sangat kental dengan unsur keberanian dan rasa tanggung jawab yang besar serta rasa ingin memperjuangkan sesuatu yang sangat berharga. dan kaya akan unsure kutukan yang turun temurun serta pencitraan tentang hal hal magis yang masih kental. dan keinginan yang besar untuk mendapatkan nya.c. Ceritanya sendiri seputar kerajaan walaupun walaupun diselingi latar hutan belantara sebagai tempat Ken Arok sebelum menjadi raja. Latar yang diambil adalah kerajaan Jawa maka otomatis budaya yang ditampilkan adalah budaya Jawa dengan mengangkat kesenian Jawa pula seperti seni gamelan yang mendukung suasana kerajaan.. Nilai adat : Pada hikatyat ini kental kebiasaaan kebiasaan adat yang dipaercayai masyarakat sektar seperti unsure mistis dan magis. d. kemudian menjadi istri Ken Arok. serta hal hal yang berkaitan dengan karma dan kutukan. Seperti kahidupan raja dan permaisuri raja serta. Perjuangan itu harus di bayar dengan usaha yang keras. bagaimana situasi pemerintahan kerajaan tersebut Nilai sosial : Kental akan budaya kerajaan . yang menceritakan tentang asal usul kerjaan dan silsilah penguasa kerajaan tersebut. 5. tidak hanya itu disini juga diutarakan tentang adat istiadat yang ada disekitar istana. Ken Dedes : istri Tunggul Ametung. Latar : Drama ini lebih banyak menampilkan latar kerajaan.

Contoh : § Hikayat Aceh § Hikayat Amir Hamzah § Hikayat Andaken Penurat § Hikayat Bayan Budiman § Hikayat Djahidin § Hikayat Hang Tuah § Hikayat Iskandar Zulkarnain § Hikayat Kadirun § Hikayat Kalila dan Damina § Hikayat Masydulhak § Hikayat Pandawa Jaya § Hikayat Pandja Tanderan § Hikayat Putri Djohar Manikam § Hikayat Sri Rama § Hikayat Tjendera Hasan § Tsahibul Hikayat . 2. yaitu cerita kuno/cerita lama dalam prosa atau riwayat (sejarah). kata hikayat ini pun memiliki arti yang sama dengan yang dikemukakan Hava. 3. Unsur karya sastra hikayat ada yang terkesan mengandung unsur dongeng sehingga terkesan rekaan/fiksional. 5. Hikayat umumnya merupakan karangan yang berbentuk prosa dan tidak menutup kemungkinan unsur puisi ada di dalamnya. Pada Angkatan Pujangga lama. Ciri-ciri : 1.PERBANDINGAN ANTARA NOVEL DENGAN HIKAYAT Hikayat Secara etimologis kata hikayat diturunkan dari bahasa Arab hikayat yang berarti cerita. Isi hikayat menyingkap kehidupan raja dan keluarganya. dongeng-dongeng. hikayat merupakan salah satu karya sastra yang mendominasi pada saat itu. Sebagai suatu karya sastra mempunyai cara tersendiri dalam menceritakan realitas kehidupan. 7. 6. Isi hikayat sebahagian tidak logis. Jika ditinjau dari bahasa Melayu. Hikayat muncul pada Angkatan Pujangga Lama dan Sastra Melayu Lama. Motif hikayat ialah kesaktian dan keajaiban. Mediumnya bahasa. kisah. 4.

dengan struktur utamanya ialah plot. Contoh : Azab dan Sengsara(1920). 3. Dewasa ini istilah novella mengandung pengertian yang sama dengan istilah Indonesia novel(Inggris:novellet) yang berarti sebuah karya prosa fiksi yang panjangnya sedang. Contoh :  Novel terjemahan barat termasuk dalam karya sastra pada Angkatan Pujangga Lama. Rocambole. Contoh : Kerikil Tajam (1949). Novel-novel pada angkatan Pujangga Lama : Robinson Crusoe. Struktur tersebut tersusun secara kronologis. Siti Nurbaya(1922). 2. khayalan. dan peristiwa. tidak terlalu panjang. Mengelilingi Bumi dalam 80 hari. sehingga novel berkesan fiktif. Novel memiliki struktur. 5. . Graaf de Monte Cristo. tetapi juga tidak terlalu pendek Novel muncul pada Angkatan Balai Pustaka. Dari segi jenisnya novel lebih cenderung menampilkan karangan narasi karena novel lebih mengutamakan unsur penceritaan. Unsur utama dari novel adalah cerita/kisah. Kapten Flamberger. 4.  Novel Angkatan 1945. Ciri-ciri : 1. Dalam bahasa Itali disebut novella yang berarti „sebuah barang baru yang kecil‟ dan kemudian diartikan sebagai cerita pendek dalam bentuk prosa . Deru Campur Debu (1949).Novel Novel berasal dari bahasa Inggris. penokohan. Isi novel lebih mengetengahkan gambaran hidup dan kehidupan lahir dan batin tokohnya dalam mengarungi dunia dan masyarakatnya. Dari segi bentuk dapat diwujudkan dalam bentuk karangan prosa dan tidak menutup kemungkinan adanya unsur puitis.  Novel Angkatan Balai Pustaka.

.Kesimpulannya :  Novel merupakan bentuk kesusastraan baru sedangkan hikayat bentuk kesusastraan lama.  Novel dihiasi ilustrasi kehidupan yang realistis sedangkan hikayat dihiasi dongengan yang serba indah dan fantastis.   Novel lebih pendek daripada roman sedangkan hikayat sama dengan roman. Novel menceritakan kehidupan masyarakat sedangkan hikayat menceritakan kehidupan raja-raja atau dewa-dewa.

PERBANDINGAN ANTARA NOVEL DAN HIKAYAT ANDI NUR ALFIYYAH WILASTRI 04/2010019 XI IPA 5 SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 5 MAKASSAR 2011/2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful