P. 1
Modul Statistika

Modul Statistika

|Views: 1,414|Likes:
Published by Amalia Izzati

More info:

Published by: Amalia Izzati on Jun 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

Sections

STATISTIKA

Penyusun: Amalia Izzati NPM 11310158 PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS IKIP PGRI SEMARANG 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya penyusunan modul `STATISTIKA` ini. Modul ini penulis buat untuk media pembelajaran yang praktis agar siswa mampu memahaminya. Secara keseluruhan, modul ini berdasarkan kompetensi dasar Matematika sesuai standart yang ada. Setiap bab dalam modul ini dimulai dengan memberi gambaran mengenai materi yang akan dipelajari. Setelah itu, materi ini disajikan dengan contoh – contoh soal yang ditujukan untuk semua pembaca agar mampu memahami materi yang akan dipelajari. Pendekatan pemecahan dalam masalah ini menjadi bagian terpenting dalam materi yang dipelajari sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan peserta didik dalam memahami masalah, membuat model matematika, dan menyelesaikan masalah. Selain itu, diberikan pula latihan ulangan yang dapat membantu peserta didik dalam menguasai materi ini. Pada akhirnya, penulis menyadari sepenuhnya bahwa modul ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang ada relevansinya dengan penyempurnaan modul ini sangat penulis harapkan. Kritik dan saran sekecil apapun akan penulis perhatikan dan pertimbangkan guna penyempurnaan modul lainnya. Semoga modul tentang STATISTIKA ini mampu memberikan manfaat dan mampu memberikan segi positif bagi pembaca.

Semarang, Juni 2012

Penulis

S t a t i s t i k a

2

Daftar Isi
Kata Pengantar.............................................................................................. 2 Daftar Isi......................................................................................................... 3

BAB 1

STATISTIKA

A. Pengertian Dasar Statistika.......................................................................... 5 1. Statistik dan Statistika............................................................................. 7 2. Jenis-jenis Data...................................................................................... 8 B. Pengumpulan Data....................................................................................... 9 C. Penyajian Data Tunggal............................................................................... 10 1. Diagram Batang...................................................................................... 10 2. Diagram Garis......................................................................................... 12 3. Diagram Batang Daun............................................................................. 13 4. Diagram Lingkaran.................................................................................. 13 D. Penyajian Data Berkelompok........................................................................ 15 1. Pengertian Tabel Distribusi Frekuensi.................................................... 15 2. Jenis-jenis Tabel Distribusi Frekuensi..................................................... 19 a. Tabel Frekuensi Relatif...................................................................... 19 b. Tabel Frekuensi Kumulatif................................................................. 20 3. Menggambar Tabel Distribusi................................................................. 21 a. Histogram dan Poligon Frekuensi..................................................... 21 b. Ogive................................................................................................. 22 E. Ukuran Statistik Data.................................................................................... 23 1. Ukuran Pemusatan Data........................................................................ 23 a. Rata-rata.......................................................................................... 23 b. Median.............................................................................................. 29 c. Modus............................................................................................... 31 d. Hubungan Antara Rata-rata, Median, dan Modus ........................... 32 2. Ukuran Letak........................................................................................... 33 a. Kuartil................................................................................................ 34 b. Statistik Lima Serangkai.................................................................... 38 c. Rataan Kuartil dan Rataan Tiga........................................................ 38 d. Desil................................................................................................... 39

S t a t i s t i k a

3

e. Persentil............................................................................................. 41 3. Ukuran Penyebaran Data........................................................................ 43 a. Jangkauan......................................................................................... 43 b. Simpangan Rata-rata......................................................................... 44 c. Simpangan Baku............................................................................... 46 d. Simpangan Kuartil............................................................................. 48

RANGKUMAN ............................................................................................... 51 LATIHAN ULANGAN...................................................................................... 54 DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 57

S t a t i s t i k a

4

A. Pengertian Dasar Statistika
Perhatikan situasi sederhana berikut! David diminta Bu Guru mencatat tinggi badan semua siswa dikelasnya. Dia lalu mengedarkan secarik kertas dan meminta teman-temannya menuliskan warna favorit mereka di kertas tersebut. a. David mengumpulkan semua informasi yang diperoleh ke dalam sebuah daftar. put mer mer kun bi hi bi hi kun tam cok bi ung bi hi cok pu mer kun hi bi kun hi bi bi mer cok bi bi tam put ung kun mer hi bi ung mer tam bi Ket: bi = biru, hi = hijau, kun = kuning, mer = merah, cok = coklat, tam = hitam, put = putih, ung = ungu

b. David mengelompokkan informasi dan membuat sebuah tabel. Warna favorit Putih Merah Kuning Biru Hijau Ungu Hitam Coklat Total Banyak siswa 3 6 5 10 6 4 3 3 40

S t a t i s t i k a

5

c. David menyajikan informasi yang diperolehnya dengan menggunakan diagram.
12 10 8 6 4 2 0 Putih Merah Kuning Biru hijau ungu hitam coklat

d. David membuat tafsiran atas hasil yang diperoleh dan membuat kesimpulan sebagai berikut

  

Ada 40 siswa di kelas. Kebanyakan siswa menyukai warna biru. Secara umu selera warna siswa cukup beragam

Warna-warna yang menunjukkan informasi yang diperoleh disebut data statistik, atau secara singkat disebut data. Kita dapat melihat bahwa statistika berhubungan dengan empat hal, yaitu: a. Pengumpulan data b. Pengorganisasian data c. Penyajian data d. Penafsiran data

S t a t i s t i k a

6

1. Statistik dan statistika
1. Statistik
Perhatikan contoh data berikut ini! a. Produksi beras suatu desa pada tahun 2005-2007 1) Tahun 2005 : 162 kuintal 2) Tahun 2006 : 140 kuintal 3) Tahun 2007 : 175 kuintal b. Suhu badan pasien setiap 6 jam 1) Jam 06.00 : 380 C 2) Jam 12.00 : 390 C 3) Jam 18.00 : 37,50 C 4) Jam 24.00 : 400 C c. Data siswa suatu SMA adalah 1) Rata-rata nilai ulangan matematika siswa kelas X A adalah 8,0. 2) Siswa kelas XII yang lulus dan diterima di perguruan tinggi negri favorit adalah 40%. Dari contoh di atas maka statistik dapat diartikan sebagai berikut. a. Kumpulan angka-angka dari suatu permasalahan, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai masalah tersebut. b. Ukuran yang dihitung dari sekumpulan data dan merupakan wakil dari kumpulan data tersebut. Berdasarkan kebutuhan terhadap pengolahan data, statistik dibagi dua, yaitu: a. Statistik Deskriptif adalah statistik yang tingkat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpun, menyusun atau mengatur,mengolah,menyajikan,dan menganalisa data angka agar dapat memberikan gambaran yang teratur, ringkas, dan jelas,mengesuatu gejala, peristiwa,atau keadaan.

b. Statistik Inferensial adalah statistik yang dapat dipergunakan sebagai
alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum,dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah.

2. Statistika
Statistika adalah cara ilmiah yang mempelajari pengumpulan, pengaturan, perhitungan, penggambaran, dan penganalisaan data, serta penarikan kesimpulan yang valid berdasarkan penganalisisan yang dilakukan, dan pembuatan kesimpulan yang rasional. Contoh: Nilai rata-rata matematika siswa kelas XI IPA SMA angkasa adalah 41%. SMA Angkasa disebut populasi. Kelas XI IPA disebut sampel. Nilai matematika disebut variabel.

S t a t i s t i k a

7

Jadi dapat disimpulkan sebagai berikut.

  

Variabel adalah suatu yang akan diselidiki dan memiliki sejumlah nilai. Sampel adalah kelompok kecil yang memiliki keseluruhan subyek yang diselidiki. Populasi adalah keseluruhan obyek yang akan diteliti.

Taksiran yang salah terhadap populasi disebut sampel bias. Ada beberapa sebab sempel bias, yaitu : 1. Pertanyaan yang diajukan membingungkan, menyesatkan, atau kurang jelas. 2. Sampel tidak representatif. Misalnya : menyimpulkan tinggi anak SMA di Indonesia rata-rata 160 cm, dengan mengambil sampel hanya dari satu SMA. 3. Pertanyaan diajukan kepada orang yang salah. Variabel digolongkan ke dalam salah satu dari 2 jenis berikut. a. Variabel diskrit, yaitu variabel yang dapat dihitung atau pada variabel tersebut terdapat sekumpulan nilai yang pasti. Contoh: banyaknya siswa yang ada di tiap kelas di suatu SMA. b. Variabel kontinu, yaitu variabel yang dapat diukur dengan menggunakan suatu skala yang kontinu. Hasilnya tergantung pada ketelitian alat ukur dan keakuratan pengamat. Contoh: suhu udara dalam sehari berubah-ubah.

2. Jenis-jenis data
Menurut jenisnya, data dibagi menjadi dua, yaitu a. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari hasil mengukur atau menghitung. Contoh: data tinggi badan, umur dan sebagainya. b. Data kualitatif adalah data yang menyatakan keadaan atau karakteristik yang dimiliki objek yang diteliti. Biasanya data kualitatif tidak dapat dituliskan dalam bentuk bilangan. Contoh: data jenis kelamin, status perkawinan, warna dan sebagainya.

S t a t i s t i k a

8

B. Pengumpulan Data
Berbagai keterangan (informasi) mengenai suatu hal yang mungkin berbentuk angka, lambang atau sifat disebut datum. Kumpulan datum disebut data. Data yang baru dikumpulkan disebut data mentah, yaitu data yang belum mengalami pengolahan apapun. Berdasarkan cara pengumpulannya, pengumpulan data dibagi atas emapt cara, yaitu: 1. Pengamatan (observasi), yaitu cara pengumpulan data dengan mengamati secara langsung subjek yang diteliti. 2. Penelusuran literatur, yaitu cara pengumpulan data dengan menggunakan sebagian atau seluruh data yang telah ada dari peneliti sebelumnya. Penelusuran literatur disebut juga pengamatan tak langsung. 3. Survey, yaitu cara pengumpulan data dengan daftar pertanyaan dengan pilihan jawaban yang telah ditentukan atau terbuka yang diberikan kepada responden (objek yang diteliti). Survey dapat dilakukan secra tertulis (dinamakan kuesioner). 4. Wawancara (interviu), yaitu cara pengumpulan data dengan langsung mengadakan tanya jawab kepada subyek yang diteliti. Berdasarkan banyaknya data yang diambil, cara pengumpulan data dibagi atas dua cara, yaitu: 1. Sensus, yaitu cara pengumpulan data, dimana data diperoleh dari setiap anggota populasi. 2. Sampling, yaitu cara pengumpulan data, dimana hanya sebagian anggota populasi (sampel) saja yang diteliti. Akan tetapi, dari sebagian anggota populasi ini diharapkan dapat menggambarkan keadaan sebenarnya. Agar data kuantitatif dapat disajikan dalam bentuk yang paling sederhana maka digunakan aturan pembulatan berikut ini. 1. Aturan umum (pembulatan ke satuan terdekat) Apabila angka di belakang koma kurang dari 0,5 dihilangkan dan apabila lebih atau sama dengan 0,5 dibulatkan menjadi 1. 3,49 dibulatkan menjadi 3 4,5 dibulatkan menjadi 5 16,24539 dibulatkan menjadi 16,25 (sampai dua tempat desimal)

S t a t i s t i k a

9

2. Aturan genap terdekat Apabila angka di belakang koma kurang dari 0,5 dihilangkan, lebih dari 0,5 dibulatkan sama dengan 1, dan sama dengan 0,5 dihilangkan asal angaka yang mendahului merupakan bilangan genap atau dibulatkan menjadi 1 asalkan angka yang mendahului merupakan bilangan ganjil. 8,738 dibulatkan menjadi 8,7 (sampai satu tempat desimal) 23,52 dibulatkan menjadi 24,00 34,50 dibulatkan menjadi 34,00 75,50 dibulatkan menjadi 76,00

C. Penyajian Data Tunggal
Sebelum membuat diagram data, data terlebih dahulu ditampilkan dalam bentuk tabel. Dari data tabel dapat dibuat diagram data dan grafik, di antaranya adalah diagram batang, diagram garis, diagram batang daun, dan diagram lingkaran.

1. Diagram Batang
Diagram batang merupakan bentuk penyajian data dengan menggunakan batangbatang berbentuk persegi panjang dan dilengkapi dengan skala tertentu untuk menyatakan banyaknya tiap jenis data. Jenis datanya ditempatkan pada sumbu mendatar, sedangkan pada sumbu tegak disajikan angka untuk menyatakan kuantitas atau jumlah data yang bersangkutan.

Contoh Soal :
Produksi baja yang dihasilkan negara-negara penghasil baja pada tahun 2003 dan 2005 (dalam jutaan ton) sebagai berikut:

Negara Amerika Serikat Rusia Jerman Inggris Prancis Belgia

Banyak Baja (dalam jutaan ton) 2003 2004 28 89 17 76 22 36 10 21 6 17 2 7

S t a t i s t i k a

10

Penyelesaian: Langkah-langkah penyajian data ke dalam bentuk diagram batang adalah sebagai berikut. 1. Membuat sumbu datar dan tegak yang berpotongan tegak lurus. Sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama, demikian juga dengan sumbu tegaknya. 2. Menampilkan nama variabel data pada sumbu datar dan menuliskan angkaangka dengan skala tertentu pada sumbu tegak. Sumbu datar digunakan untuk menyatakan nama variabel data. Untuk contoh ini variabel datanya adalah negara yang terdiri dari Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Prancis, Belgia. 3. Menuliskan angka-angka yang menunjukkan produksi baja yang dihasilkan denagn skala 10 pada sumbu tegak, dimulai dengan angka nol pada perpotongan sumbu tegak dan sumbu datar. Jadi, diperoleh sumbu datar dan sumbu tegak dengan tampilan jenis data dan kuantitasnya. 4. Membuat grafik data berbentuk persegi panjang dengan lebar skala sama.dalam contoh ini dibuat dua persegi panjang yang berdekatan untuk masing-masing negara sebagai representasi dari banyaknya baja yang dihasilkan pada tahun 2003 dan 2007, dan diarsir agar berbeda. Data pada tabel dapat disajikan dalam bentuk diagram batang seperti berikut.

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Amerika Serikat Rusia Jerman Inggris Prancis Belgia 2003 2004

S t a t i s t i k a

11

2. Diagram Garis
Diagram garis merupakan bentuk penyajian data pada bidang Cartesius dengan menghubungkan titik-titik data pada bidang Cartesius (sumbu x dan sumbu y), sehingga diperoleh suatu grafik berupa garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk melihat perkembangan data yang berkesinambungan, seperti suhu badan pasien rumah sakit, curah hujan, tinggi permukaan air laut, dan populasi penduduk.

Contoh soal:
Berat badan seorang bayi dicatat setiap 3 minggu selama 21 minggu semenjak dilahirkan dan hasilnya sebagai berikut. Umur (Minggu) Berat (Kg) Penyelesaian: Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk diagram garis seperti gambar di bawah ini. 0 2,8 3 3 6 3,5 9 3,6 12 4 15 4,2 18 3,9 21 4,3

5 4.5 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 0 3 6 9 12 Berat (Kg) 15 18 21

S t a t i s t i k a

12

3. Diagram Batang Daun
Diagram batang daun (stem and leaf plot) adalah suatu metode penyajian daat statistik dalam kelompok batang dan kelompok daun dari suatu data.

Contoh Soal :
Sajikan data berikut ini dalam diagram batang daun. 1, 1, 2, 2, 3, 6, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 12, 14, 15, 15, 21, 22, 28. Penyelesaian : Batang 0 1 2 Daun 1 1 2 2 3 6 6 7 8 9 0 2 2 4 5 5 1 2 8

Keterangan : Lajur Batang menyatakan angka puluhan, lajur Daun menyatakan angka satuan.

Diagram batang daun di atas merupakan contoh pengelompokkan data dalam interval (skala) 10, yaitu; 0 – 9; 10 – 19; dan seterusnya. Berikut ini, contoh pengelompokkan data dalam skala 5. Batang 0(0) 0(5) 1(0) 1(5) 2(0) 2(5) Keterangan : 0(0) ≡ 0 – 4 0(5) ≡ 5 – 9 1(0) ≡ 10 – 14 dan seterusnya Daun 1 1 2 2 3 6 6 7 8 9 0 2 2 4 5 5 1 2 8

4. Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran merupakan bentuk penyajian data berupa daerah lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data yang bersangkutan. Diagram lingkaran sangat baik untuk menunjukkan perbandinagn antara dua objek yang satu dengan yang lain serta terhadap keseluruhan dalam suatu penyelidikan.

S t a t i s t i k a

13

Contoh soal :
Data berikut menunjukkan jumlah atlet beberapa cabang olahraga di SMA Sukajaya.

Jenis Olahraga Sepak bola Basket Voli Bulu tangkis Tenis meja Penyelesaian:

Jumlah Atlet (orang) 60 45 50 25 20

Data ini akan disajikan dalam diagram lingkaran. Untuk membuat diagram lingkaran ini, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Menentukan besarnya presentase tiap-tiap objek terhadap keseluruhan data. Dalam contoh ini misalnya jumlah untuk jenis olahraga sepak bola:

Dengan cara yang sama dapat ditentukan presentase untuk jenis olahraga yang lain. 2. Menentukan besarnya sudut pusat sektor lingkaran. Besarnya sudut pusat sektor lingkaran pada contoh soal ini ditentukan dengan membagi besar presentase tiap jenis olahraga dengan 100%, lalu mengalikannya dengan besarnya sudut satu putaran lingkaran (3600). Misalnya jenis olahraga sepak bola: Dengan cara yang sama dapat ditentukan besar sudut pusat sektor lingkaran untuk jenis olahraga yang lain. 3. Mempresentasikan hasil-hasil yang diperoleh pada langkah 1 dan 2 kedalam daerah lingkaran. Gambarkan sebuah lingkaran, kemudian daerahnya dibagi-bagi menjadi beberapa sektor dengan besar sudut pusat sesuai dengan yang telah diperoleh pada langkah 2. Tiap sektor melukiskan kategori data untuk rubik-rubik yang ada. Dari langkah-langkah di atas diperoleh data, jumlah data, presentase data, dan besar sudut pusat untuk masing-masing objek sebagai berikut Jenis Olahraga Sepak bola Basket Voli Bulu tangkis Tenis meja Total Jumlah Atlet (orang) 60 45 50 25 20 200 Persen 30% 22,5% 25% 12,5% 10% Sudut Pusat 1080 810 900 450 360

S t a t i s t i k a

14

Diagram lingkaran jumlah atlet beberapa cabang olahraga

10%

13%

30% Sepak bola Basket Voli Bulu tangkis Tenis meja

25% 22%

D. Penyajian Data Berkelompok
1. Pengertian Tabel Distribusi Frekuensi
Apabila data cukup banyak maka data dikelompokkan dalam beberapa kelompok. Kelompok-kelompok data disebut dengan kelas dan banyaknya data pada setiap kelas disebut frekuensi kelas. Selang yang memisahkan kelas yang satu dengan yang lain disebut interval kelas. Besarnya interval kelas untuk semua kelas harus sama. Jika datanya sedikit maka tidak perlu dikelompokkan dalam kelas-kelas. Suatu tabel yang menyajikan data yang telah dikelompokkan pada kelas-kelas beserta frekuensi kelasnya disebut tabel distribusi frekuensi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar suatu tabel distribusi frekuensi dapat memberikan informasi yang baik, antara lain sebagai berikut. 1. Jumlah kelas pada suatu tabel distribusi frekuensi jangan terlalu banyak atau jangan terlalu sedikit. 2. Hindari adanya suatu kelas yang tidak dapat menampung data (frekuensi kelas nol). 3. Semua data harus dapat ditampungke dalam tabel distribusi frekuensi tersebut, dan tiap kelas frekuensinya tidak boleh memuat data yang ada pada kelas frekuensi lain.

S t a t i s t i k a

15

Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut. 1. Urutkan data dari data terkecil ke data yang terbesar. 2. Tentukan banyak kelas pada tabel distribusi frekuensi. Dapat digunakan metode Sturges: keterangan : k : banyak kelas k = 1 + 3,3 log n n : banyak data 3. Tentukan interval kelas dengan rumus : keterangan : I : interval kelas R : range : jangkauan : data terbesar – data terkecil k : banyak kelas 4. Tentukan batas atas dan batas bawah kelas.

Contoh soal
Nilai ujian nasional bidang studi matematika pada suatu sekolah sebanyak 40 orang peserta tercatat sebagai berikut. 60 59 48 58 62 58 60 63 59 40 59 59 62 60 54 50 58 40 62 35 59 44 48 48 59 54 63 60 58 59 54 60 40 60 44 59 62 58 59 48

Penyelesaian : a. Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut. 1) Urutkan data dari data-data terkecil ke data terbesar. 35 40 40 40 44 44 48 48 48 50 54 54 54 58 58 58 58 58 59 59 59 59 59 59 59 59 60 60 60 60 60 62 62 62 62 63 2) Tentukan banyak kelas pada tabel distribusi frekuensi. Kita gunakan metode Sturges : k = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 40 = 1 + 5,29 = 6,29 3) Tentukann interval kelas (I) dengan rumus : (dibulatkan menjadi 5) 48 59 60 63

S t a t i s t i k a

16

4) Tetapkan batas bawah kelas pertama (diambil angka 35 untuk memudahkan menghitung interval kelas dan data terdekat dengan data terkecil). Jadi, tabel distribusi frekuensinya adalah sebagai berikut.

Nilai 35 – 39 40– 44 45– 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64

Frekuensi 1 5 4 4 14 12

b. Dari tabel distribusi frekuensi diperoleh informasi tentang jumlah anak yang memperoleh nilai antara 55 sampai dengan 59 sebanyak 14 anak. c. Dari tabel diperoleh informasi nilai tertinggi adalah antara 60 sampai dengan 65, yaitu sebanyak 14 anak. Pada suatu tabel distribusi frekuensi terdapat beberapa istilah atau beberapa nilai yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut.

1) Kelas (k)
Setiap kelompok data disebut kelas. Kelas ke-1 : 35 – 39 Kelas ke-2 : 40 – 44, dan seterusnya

2) Batas Kelas (Class Limit)
Batas kelas adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan yang lainnya. Batas kelas ada dua macam, yaitu a. Batas bawah kelas (Bb) adalah nilai ujung bawah (nilai terkecil dari kelas) pada suatu kelas. Pada tabel, batas bawah kelasnya : 35, 40, 45, 50, 55, dan 60. Batas bawah kelas adalah kelipatan dari interval kelas (I). Pada contoh soal di atas, 35, 40 adalah kelipatan 5 (interval kelas). b. Batas atas kelas (Ba) adalah nilai ujung atas (nilai terbesar dari kelas) pada suatu kelas. Pada tabel, batas atas kelasnya : 39, 44, 49, 54, 59, 64.

3) Tepi Kelas (Class Boundary)
Tepi kelas disebut juga batas nyata kelas, yaitu batas kelas yang tidak mempunyai lubang untuk angka tertentu antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Tepi kelas ada dua macam, yaitu

S t a t i s t i k a

17

a. Tepi bawah kelas (Tb) adalah batas bawah kelas dikurangi ukuran.

satuan

Contoh : untuk kelas ke-1 : b. Tepi atas kelas (Ta) adalah batas atas kelas ditambah satuan ukuran.

Contoh : untuk kelas ke-1 :

4) Interval Kelas = Lebar Kelas = Panjang Kelas (I)
Interval kelas adalah selang yang memisahkan kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. Lebar kelas yang dilambangkan dengan I dirumuskan dengan : I = tepi atas kelas – tepi bawah kelas

Perlu diingat bahwa lebar kelas pada distribusi frekuensi untuk semua kelas adalah sama. Pada contoh tabel, lebar kelasnya adalah ( ) ( ) ( )

5) Tititk Tengah Kelas (Mid Point atau Class Mark)
Titik tengah kelas adalah nilai yang mewakili kelas tersebut dan merupakan nilai tengah kelas atau rataan kelas, dirumuskan dengan : (tepi bawah kelas + tepi atas kelas) Titik tengah kelas ke-1 adalah ( )

S t a t i s t i k a

18

2. Jenis-jenis Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel distribusi frekuensi dapat dibedakan menjadi tabel distribusi frekuensi relatif dan tabel distribusi frekuensi kumulatif.

a. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Dari suatu tabel distribusi frekuensi dapat dibuat tabel baru yang disebut tabel distribusi frekuensi relatif. Tabel distribusi frekuensi relatif mempunyai frekuensi relatif dalam bentuk presentase (%). Besarnya frekuensi relatif dapat ditentukan dengan rumus : Keterangan : : frekuensi relatif ∑ : banyaknya frekuensi ∑ : jumlah seluruh frekuensi

Dari rumus tersebut, dapat dilihat bahwa tabel distribusi relatif merupakan tabel distribusi frekuensi yang berisikan nilai-nilai hasil bagi antara frekuensi kelas dan jumlah pengamatan yang terkandung dalam kumpulan data yang berdistribusi tertentu.

Contoh Soal :
Nilai 20 – 29 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 jumlah Frekuensi (f) 1 2 4 18 14 8 3 ∑ = 50 Frekuensi relatif (fr) persen rasio 2% 1/50 4% 1/25 8% 2/25 36% 9/25 28% 7/25 16% 4/25 6% 3/50

Dari tabel tersebut dapat dibuat suatu tabel distribusi frekuensi yang mencantumkan frekuensi relatif masing-masing kelasnya. Frekuensi relatif kelas ke-1 :

Frekuensi relatif kelas ke-2 : dan seterusnya

S t a t i s t i k a

19

b. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Frekuensi kumulatif adalah frekuensi yang dijumlahkan, yaitu frekuensi suatu kelas dijumlahkan dengan frekuensi kelas sebelumnya. Frekuensi kumulatif ada dua macam, yaitu frekuensi kumulatif kurang dari dan frekuensi kumulatif lebih dari.

Frekuensi kumulatif kurang dari untuk suatu kelas adalah jumlah frekuensi kelas itu dengan frekuensi kumulatif kelas sebelumnya. Frekuensi kumulatif lebih dari untuk suatu kelas adalah jumlah frekuensi kelas itu dengan frekuensi kumulatif kelas sesudahnya.

a. Tabel Distribusi Kumulatif Kurang Dari
Tabel ini dibuat dengan cara menjumlahkan frekuensi secara berurutan dari frekuensi pada kelas yang memuat data terkecil ke kelas yang memuat data terbesar. kelas ke-1 = 1 kelas ke-2 = 1 + 2 = 3 kelas ke-7 = 47 + 3 = 50 Nilai 20 – 29 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 Jumlah Frekuensi (f) 1 2 4 18 14 8 3 ∑ = 50 Frekuensi kumulatif (fk) 1 3 7 25 39 47 50

b. Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari
Tabel ini dibuat dengan cara mengurangkan frekuensi secara berurutan, mulai dengan mengurangkan total frekuensi dengan kelas yang memuat data terkecil dan seretusnya. kelas ke-1 = 50 kelas ke-2 = 50 + 1 = 49 kelas ke-7 = 11 + 8 = 3

S t a t i s t i k a

20

Nilai 20 – 29 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 Jumlah

Frekuensi (f) 1 2 4 18 14 8 3 ∑ = 50

Frekuensi kumulatif (fk) 50 49 47 43 25 11 3

3. Menggambar Tabel Distribusi Frekuensi
Data pada tabel distribusi frekuensi dapat digambarkan dalam bentuk grafik, yaitu histogram dan poligon. Sedangkan untuk tabel distribusi frekuensi kumulatif digambarkan dengan grafik dinamakan ogive.

a. Histogram dan Poligon Frekuensi
Histogram merupakan diagram kotak yang lebarnya menunjukkan interval kelas, sedangkan batas-batas tepi kotak merupakan tepi bawah dan tepi atas kelas, dan tingginya menunjukkan frekuensi pada kelas tersebut. Denagn kata lain, histogram adalah penyajian data yang dikelompokkan menurut distribusi frekuensi dapat dinyatakan dengan grafik. Apabila titik-titik tengah dari tiap kotak bagian atas pada histogram saling dihubungkan satu sama lain oleh ruas-ruas garis menyerupai poligon (segi banyak), sehingga diagram yang dihasilkan dinamakan poligon frekuensi.

Contoh Soal:
Dari tabel sebelumnya dapat dibuat histogram dan poligon frekuensi seperti pada gambar. Langkah-langkah dalam membuat histogram dan poligon frekuensi adalah sebagai berikut.

1) Membuat sumbu datar dan sumbu tegak yang saling berpotongan. Sumbu datar digunakan untuk menyatakan interval kelas, sedangkan sumbu tegak menyatakan frekuensi. 2) Menyajikan frekuensi pada tabel ke dalam bentuk diagram. Bentuk diagramnya seperti kotrak (digram batang) dengan sisi-sisi dengan batang-batang yang berdekatan harus berhimpitan. Pada tepi masing-masing kotak atau batang ditulis nilai tepi kelas yang diurutkan dari tepi bawah ke tepi atas kelas. (perhatikan bahwa tepi kelas terbawah adalah 19,5 dan 29,5). 3) Membuat poligon frekuensi

S t a t i s t i k a

21

Titik tengah setiap sisi atas yang berdekatan dihubungkan dengan suatu garis. Untuk batang pertama dan terakhir, titik tengah dihubungkan dengan setengah jarak interval kelas pada sumbu datar. Bentuk yang diperoleh dinamakan poligon frekuensi (poligon tertutup). 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2

9,5

19,5

29,5

39,5

49,5

59,5

69,5

79,5

89,5

99,5

b. Ogive
Ogive adalah grafik yang digambarkan berdasarkan data yang sudah disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif. Ogive terbagi atas dua macam. 1) Ogive positif  untuk data yang disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. 2) Ogive negatif  untuk data yang disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.

S t a t i s t i k a

22

60 50 40 30 20 10 0 19.5 29.5 39.5 ogive positif 49.5 59.5 ogive negatif 69.5 79.5

E. Ukuran Statistik Data
Untuk memperoleh gambaran atau informasi yang lebih lengkap dari sekumpulan data yang kita miliki, diantaranya ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukura penyebaran data (dispersi).

1. Ukuran Pemusatan Data (Ukuran Tendensi Sentral)
Ukuran pemusatan data (ukuran tendensi sentral) adalah suatu ukuran atau nilai yang diperoleh dari sekumpulan data dan mempunyai kecendurungan berada di tengah-tengah dari sekumpulan data tersebut. Oleh karena itu, nilai rataan (average) sering disebut ukuran kecenderungan memusat. Ukuran pemusatan data disebut juga ukuran gejala pusat atau ukuran tendensi sentral. Ada tiga macam ukuran tendensi sentral, yaitu rata-rata (mean), median, dan modus.

a. Rata- Rata (Mean)
Rata-rata merupakan salah satu dari ukuran gejala pusat yang sering dan banyak dipakai. Rata-rata merupakan wakil dari kumpulan data yang dapat memberikan gambaran yang jelas dan singkat. Secara umum,

S t a t i s t i k a

23

Rata-rata dari sekumpulan data adalah jumlah seluruh nilai-nilai data dibagi dengan banyaknya data.

1) Rata-rata untuk data tunggal (tidak berkelompok)
Misal adalah data dari nilai rataan hitung. Rata-ratanya ditentukan dengan rumus : keterangan : (eksbar) : rataan hitung (mean) : nilai data ke-i, i = 1, 2, 3, ..., n n : jumlah data

2) Rata-rata untuk data yang diboboti
Misal data diberi bobot adalah n buah data, dengan masing-masing . Rata-ratanya ditentukan dengan rumus : ∑ ∑ Keterangan : (eksbar) : rata-rata data : nilai data ke-i, i = 1, 2, 3, ..., n ∑ : bobot untuk nilai-nilai : jumlah semua bobot data

Contoh Soal :
a. Dalam suatu pekan olahraga nasional, tim suatu provinsi memperoleh 9 medali emas, 7 medali perak, dan 20 medali perunggu. Jika tiap medali emas bernilai 3, medali perak bernilai 2 dan medali perunggu bernilai 1, tentukan nilai rata-rata dan tim provinsi itu. Penyelesaian : Misal : medali emas medali perak medali perunggu

Jadi, nilai rata-rata provinsi tersebut adalah 10,17.

S t a t i s t i k a

24

b. Tentukan rata-rata dari data pada tabel berikut Nilai 4 5 6 7 8 9 10 Penyelesaian : Langkah-langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut a. Nyatakan nilai-nilai data ke dalam notasi dan untuk i = 1, 2, ..., n. b. Tabel ditambahkan dengan sebuah kolom yang menyatakan hasil kali antara frekuensi ( ) dan nilai data ( ). c. Tentukan jumlah frekuensi dan jumlah hasil kali antara dan . Nilai ( ) 4 5 6 7 8 9 10 frekuensi ( ) 3 8 12 15 7 3 2 ∑ = 50 ) Frekuensi 3 8 12 15 7 3 2

12 40 72 105 56 27 20 ∑ = 332

d. Tentukan rata-rata (
∑ ∑

Jadi, rata-ratanya adalah 6,4.

3) Rata-rata untuk data berkelompok
Untuk data yang telah dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval, rataratanya dapat ditentukan dengan rumus : keterangan : : titik tengah kelas ke-i ∑ ∑

S t a t i s t i k a

25

Contoh Soal :
Tentukan rata-rata dari data berikut. Nilai 20 – 29 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 Jumlah Penyelesaian : Langkah-langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut. a. Tentukan titik tengah kelas untuk i = 1, 2, ..., n Dari soal banyaknya kelas interval adalah 7 Titik tengah kelas adalah (batas bawah kelas – batas atas kelas) pada kelas ke-i Jadi, Frekuensi 1 2 4 18 14 8 3 ∑ = 50

b. Hasil kali antara frekuensi ( ) dan titik tengah ( ), dimasukkan ke dalam tabel. Tentukan juga hasil kali antara dan .

Nilai 20 – 29 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 Jumlah

Frekuensi (fi) 1 2 4 18 14 8 3 ∑ = 50

Titik tengah (xi) 24,5 34,5 44,5 54,5 64,5 74,5 84,5

(fixi) 24,5 69 178 981 903 596 253,5 ∑ = 3005

S t a t i s t i k a

26

c. Tentukan rata-rata (
∑ ∑

)

Jadi, rata-ratanya adalah 60,1.

4) Menghitung sementara

rata-rata

dengan

menggunakan

rata-rata

Kesulitan dalam menghitung rata-rata adalah apabila dijumpai bilangan yang besar atau tidak bulat. Untuk mengatasi hal ini, kita menyederhanakan data, yaitu dengan cara memperkirakan nilai rata-rata yang disebut rata-rata sementara. Caranya adalah sebagai berikut. (1) Tetapkan rata- rata sementara ( ), dipilih pada kelas yang mempunyai frekuensi tertinggi dan letaknya ditengah. (2) Tentukan simpangan (deviasi) terhadap rata-rata sementara, dengan rumus:

(3) Tentukan rata-rata sesungguhnya, dengan rumus : = rata-rata sementara ∑ d : simpangan ke-i ∑

(4) Atau jika dengan memfaktorkan interval kelasnya maka rumusnya menjadi : Keterangan : ∑ u : : faktor interval ( ) ∑ p : panjang interval (intreval kelas)

Contoh Soal
Tentukan rata-rata dari data berikut Tinggi 150 – 154 155 – 159 160 – 164 165 – 169 170 – 174 175 – 179 Frekuensi 3 5 10 13 7 2

S t a t i s t i k a

27

Penyelesaian : Langkah-langkah penyelesaian adalah sebagai berikut a) Tabel di atas harus dilengkapi dahulu dengan nilai yang diperlukan sehingga menjadi tabel seperti berikut.

Tinggi 150 – 154 155 – 159 160 – 164 165 – 169 170 – 174 175 – 179

Frekuensi (fi) 3 5 10 13 7 2 ∑ = 40

Titik Tengah (xi) 152 157 162 167 172 177

Simpangan ( ) -15 -10 -5 0 5 10 ∑ = -90

-45 -50 -50 0 35 20

-3 -2 -1 0 1 2 ∑

-9 -10 -10 0 7 4 = -18

b) Tentukan rata-rata (
∑ ∑

)

(

)

Atau

(

∑ ∑

) )

(

Jadi, rata-ratanya adalah 164,75.

Sifat rataan sebagai tingkat kecenderungan memusat Kelebihan Mudah dihitung Perhitungannya seluruh data Kekurangan Sangat peka terhadap nilai data yang ekstrim (terlalu besar atau terlalu kecil)

melibatkan

S t a t i s t i k a

28

b. Median (Me)
Median dari sekelompok data adalah nilai yang terletak di tengah deretan data setelah diurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar. Median merupakan wakil dari kumpulan data apabila ditinjau dari segi kedudukannya dalam urutan data.

Contoh soal :
Tentukan median dari data : 4, 7, 4, 8, 10, 12, 4, 5 Penyelesaian : Data diurutkan lebih dahulu, yaitu : 4, 4, 4, 5, 7, 8, 10, 12 Jadi mediannya adalah 6. Apabila banyaknya data besar, setelah data-data itu diurutkan maka untuk menentukan mediannya digunakan formula : Letak median (Md) adalah pada data urutan ke (n + 1)

Jika setelah menentukan urutan tempat median, ternyata nomor urut tersebut bukan bilangan cacah maka harus digunakan interpolasi.

Contoh soal :
Tentukan median dari data berikut. Nilai 4 5 6 7 8 9 10 Frekuensi 3 8 12 15 7 3 2

S t a t i s t i k a

29

Penyelesaian : Langkah-langkah penyelesaiannya sebagai berikut. a. Tabel di atas dilengkapi dengan nilai yang diperlukan sehingga menjadi tabel berikut. Nilai 4 5 6 7 8 9 10 Frekuensi (f) 3 8 12 15 7 3 2 ∑ = 50 Frekuensi Kumulatif (fk) 3 11 23 38 45 48 50

b. Tentukan letak median, yaitu pada data urutan ke (kerena 25,5 bukan bilangan cacah maka digunakan interpolasi). Jadi, mediannya (Md) = Y25 + 0,5 (Y26 - Y25) = 7 + 0,5 (7 – 7) =7 Y25 adalah data ke-25 dan Y26 adalah data ke-26, yaitu 7. Untuk data yang disajikan dalam tabel berkelompok distribusi frekuensi, median dapat dicari dengan rumus: Keterangan : ( ) Tb : tepi bawah kelas yang memuat median p : panjang kelas n : jumlah seluruh frekuensi fk : frekuensi kumulatif kurang dari bawah kelas yang memuat median f : frekuensi kelas median

Contoh soal :
Tentukanlah median berikut Beberapa cara untuk menentukan median dari data berkelpmpok 1) Menggunakan ogive 2) Menggunakan histogram 3) Menggunakan rumus

Tinggi 150 – 154 155 – 159 160 – 164 165 – 169 170 – 174 175 – 179

Frekuensi (f) 3 5 10 13 7 2

S t a t i s t i k a

30

Penyelesaian : Langkah-langkah penyelesaiannya sebagai berikut. a) Tabel tersebut dilengkapi dengan nilai yang diperlukan sehingga menjadi seperti tabel berikut.

Tinggi 150 – 154 155 – 159 160 – 164 165 – 169 170 – 174 175 – 179

Frekuensi (fi) 3 5 10 13 7 2 ∑ = 40

Frekuensi Kumulatif (fk) 3 8 18 31 38 40

b) Tentukan kelas yang memuat median, yaitu dngan menghitung nilai . Berarti, kelas median terletak pada kelas 165-169 Tb = 164,5 p=5 fk = 18 f = 13 ( ( ) )

c. Modus (Mo)
Modus sekumpulan data adalah data yang paling sering muncul atau yang mempunyai frekuensi terbanyak. Kemungkinan adanya modus dari sekumpulan data tunggal adalah tidak ada, data yang mempunyai satu modus (unimodal), yang mempunyai dua modus (bimodal), dan yang mempunyai lebih dari dua modus (multimodal). Menyusun data menurut urutannya, memang baik dan sangat membantu dalam menentukan modusnya. Menentukan modus pada tunggal dapat dilakukan secara langsung, menyusun data menurut urutannya. Namaun, untuk menentukan modus data berkelompok digunakan rumus : Keterangan : Tb : tepi bawah kelas yang memuat modus. Kelas yang memuat modus adalah kelas yang mempunyai frekuensi terbanyak. p : panjang kelas (interval kelas)

(

)

S t a t i s t i k a

31

d1 : selisih antara frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya. d2 : selisih antara frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya.

Contoh Soal :
Tentukan modus (Mo) data berikut.

Tinggi 150 – 154 155 – 159 160 – 164 165 – 169 170 – 174 175 – 179

Frekuensi (f) 3 5 10 13 7 2

Penyelesaian : Kelas yang memuat modus adalah kelas 165-169 (karena mempunyai frekuensi yang terbanyak). Tb = 164,5 p=5 d1 = 13 – 10 = 3 d2 = 13 – 7 = 6 Jadi, modusnya adalah 166,2  Kelebihan dan kelemahan sifat modus sebagai suatu ukuran kecenderungan memusat adalah sebagai berikut Kelebihan Dapat memberi nilai data yang paling sering berulang atau muncul Mudah diketahui dari data tanpa membuat perhitungan Kekurangan Kadang kala mempunyai lebih dari satu modus ( ( ) )

d. Hubungan Antara Rata-Rata ( Modus (Mo)

), Median (Md), dan

Terdapat hubungan empiris antara , Md, dan Mo, yaitu atau

S t a t i s t i k a

32

Contoh Soal:
Dari beberapa kali ujian pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan Kimia, seorang siswa mendapat nilai dalam bentuk distribusi seperti tabel berikut. Pada mata pelajaran apa siswa itu mendapatkan hasil yang terbaik? Pelajaran Matematika Bahasa Inggris Kimia Median 7,5 7,5 6,5 Modus 6,0 7,0 7,5

Penyelesaian : Hasil terbaik dilihat dari rata-rata hasil ujian. Pelajaran Matematika 6,0 = 3 (7,5) - 2 6,0 = 22,5 - 2 2 = 22,5 – 6,0 = 16,5 = 8,25 Pelajaran Bahasa Inggris 7,0 = 3 (7,5) - 2 7,0 = 22,5 - 2 2 = 22,5 – 7,0 = 15,5 = 7,75 Pelajaran Kimia 7,5 = 3 (6,5) - 2 7,5 = 19,5 – 2 2 = 19,5 – 7,5 = 12 =6 Rata-rata teringgi terdapat mata pelajaran Matematika. Jadi, nilai terbaik terdapat pada pelajaran Matematika.

2. Ukuran Letak
Sekumpulan data akan berarti apabila mengenal juga sifat-sifat dari data itu. Ukuran letak suatu data dapat dinyatakan dalam bentuk fraktil. Fraktil adalah nilai-nilai yang membagi seperangkat data yang telah berurutan menjadi beberapa bagian yang sama, yaitu kuartil, statistik lima serangkai, rataan kuartil dan rataan tiga, desil, dan persentil. Setelah data dikumpulkan, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah menyusun data itu dari datum terkecil ke datum terbesar. Data yang telah

S t a t i s t i k a

33

tersusun dari yang terkecil ke yang terbesar disebut statistik peringkat. Banyak datum pada pengamatan disebut ukuran data atau banyak data (n). Datum terkecil dan datum terbesar dalam statistik peringkat disebut statistik ekstrim.

Contoh Soal :
Tentukan statistik peringkat dan statistik ekstrim dari data berikut ini: 10, 4, 3, 2, 1, 9, 7, 2, 8, 4, 9, 6, 5, 5, 8, 4, 3, 9, 12. Penyelesaian :  Statistik peringkat dari data di atas adalah : 1, 2, 2, 3, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 6, 7, 8, 8, 9, 9, 9, 10, 12.  Statistik minimum (datum terkecil) = 1 Statistik maksimum (datum terbesar) = 12  Banyak data (n) = 19

a. Kuartil
Ukuran letak yang membagi sekumpulan data tersebut menjadi 4 bagian yang sama dinamakan kuartil. Oleh karena itu, masing-masing bagian mengandung 25% data. Pada sekumpulan data mempunyai 3 buah kuartil, yaitu kuartil bawah atau kuartil ke-1 (Q1), kuartil tengah atau kuartil ke-2 (Q2), dan kuartil atas atau kuartil ke3 (Q3).

Xmin

Q1

Q2

Q3

Xmax

Untuk menentukan nilai kuartil dari sekumpulan data yang tidak dikelompokkan, ditempuh langkah-langkah sebagai berikut.

S t a t i s t i k a

34

1) Urutkan data dari data terkecil ke data terbesar. 2) Tentukan letak kuartil-kuartilnya dengan rumus berikut. a) Q1 pada data urutan ke b) Q2 pada data urutan ke c) Q3 pada data urutan ke Jika nomor urutan tersebut bukan bilangan cacah maka harus digunakan interpolasi.

Contoh Soal :
1. Tentukan kuartil bawah (Q1), kuartil tengah (Q2), dan kuartil atas (Q3) dari sekumpulan data berikut: 70, 50, 50, 70, 40, 80, 50, 90, 60, 50, 40. Penyelesaian : Data diurutkan dari data terkecil ke data yang terbesar. 40 40 50 50 50 50 60 70 70 80 90

Q1

Q2

Q3

Tampak bahwa : Kuartil bawah (Q1) = 50, kuarti tengah (Q2) = 50, dan kuartil atas (Q3) = 70 membagi kelompok data ini atas 4 bagian yang sama. Amatilah bahwa Q2 membagi data atas 2 bagian, masing-masing memuat 5 data. Begitupun Q1 membagi lima data yang pertama atas dua bagian yang lain, masing-masing memuat dua data, demikian juga Q3. 2. Tentukan kuartil bawah, kuartil tengah, dan kuartil atas dari data berikut. Nilai 4 5 6 7 8 9 10 Frekuensi (f) 3 8 12 15 7 3 2 ∑ = 50 Frekuensi Kumulatif (fk) 3 11 23 38 45 48 50

S t a t i s t i k a

35

Penyelesaian: Letakkan kuartil bawah (Q1) pada data urutan ke ke ke Karena nomor urutan bukan bilangan cacah maka digunakan interpolasi. Sehingga diperoleh: Q1 = Y12 + 0,75(Y13 – Y12) = 5 + 0,75(6 – 5) = 5,75 Q2 = Y25 + 0,50(Y26 – Y25) = 6 + 0,50(7 – 6) = 6,5 Q3 = Y38 + 0,25(Y37 – Y38) = 7 + 0,25(8 – 7) = 7,25 Y12 adalah data pada urutan ke-12 setelah data disusun dari terkecil ke terbesar

Selanjutnya, untuk menentukan nilai kuartil data yang sudah dikelompokkan ke dalam distribusi frekuensi diunakan rumus : Keterangan : Qj = kuartil ke-j (j = 1, 2, 3) TbQj = tepi bawah kelas yang memuat Qj ( ) p = panjang kelas n = jumlah seluruh frekuensi fkQj = frekuensi kumulatif kurang dari di bawah kelas yang memuat Qj fQj = frekuensi kelas yang memuat Qj

Contoh Soal :
Nilai pelajaran Matematika dari 40 orang siswa dikelompokkan seperti berikut. Nilai 42 – 46 47 – 51 52 – 56 57 – 61 62 – 66 67 – 71 72 – 76 Frekuensi (fi) 1 5 5 15 8 4 2 ∑ = 40

Tentukan : a) Kuartil bawah b) Kuartil tengah c) Kuartil atas

S t a t i s t i k a

36

Penyelesaian : Tabel diatas dilengkapi ddengan nilai yang diperlukan sehingga menjadi seperti berikut. Nilai 42 – 46 47 – 51 52 – 56 57 – 61 62 – 66 67 – 71 72 – 76 Frekuensi (fi) 1 5 5 15 8 4 2 ∑ = 40 Frekuensi Kumulatif (fk) 1 6 11 26 34 38 40

a) Kuartil bawah atau kuartil ke-1 (Q1) Untuk menentukan Q1 maka kita cari dulu kelas yang memuat Q1, yaitu dengan menghitung nilai dari Berarti, kelas yang memuat Q1, adalah 52 – 56, (fk = 11) maka diperoleh = 51,5; =6; = 5; p = 5 Sehingga kuartil bawahnya :

(

)

(

)

= 51,5 + 4 = 55,5 Jadi, kuartil bawahnya adalah 55,5 b) Kuartil tengah atau kuartil ke-2 (Q2) Untuk menentukan Q2 maka kita cari dulu kelas yang memuat Q2, yaitu dengan menghitung nilai dari Berarti, kelas yang memuat Q1, adalah 57 – 61, (fk = 15) maka diperoleh = 56,5; =11; = 15; p = 5 Sehingga kuartil bawahnya :

(
= 56,5 + 3 = 59,5

)

(

)

Jadi, kuartil tengahnya adalah 59,5

S t a t i s t i k a

37

c) Kuartil atas atau kuartil ke-3 (Q3) Untuk menentukan Q3 maka kita cari dulu kelas yang memuat Q3, yaitu dengan menghitung nilai dari Berarti, kelas yang memuat Q3, adalah 62 – 66, (fk = 34) maka diperoleh = 61,5; =26; = 8; p = 5 Sehingga kuartil bawahnya :

(

)

(

)

= 61,5 + 2,5 = 64 Jadi, kuartil atasnya adalah 64

b. Statistik Lima Serangkai
Dari suatu data terurut x1, x2, x3, ..., xn dapat ditentukan: a. b. Data yang nilainya terkecil = xmin = x1, disebut juga statistik minimum. Data yang nilainya terbesar = xmax = xn, disebut juga statistik maximum. c. d. e. Median = Q2 Kuartil pertama = Q1 Kuartil ketiga = Q3

Gabungan dari kelima statistik diatas disebut statistik lima serangkai, yang biasa ditampilkan dalam tabel seperti berikut.

Q2 Q1 Q3 xmin xmax c. Rataan Kuartil dan Rataan Tiga
Apabila kuartil bawah (Q1), kuartil tengah atau median (Q2), dan kuartil atas (Q3) dari statistik peringkat telah ditentukan, maka rataan kuartil dan rataan tiga dapat ditentukan dengan rumus berikut ini.

Rataan kuartil (RK) = ½ (Q1 + Q3) Rataan tiga (RT) = ¼ (Q1 + 2 Q2 + Q3)

Contoh Soal :
Sebuah perusahaan mengadakan tes terhadap 14 orang yang melamar sebagai sekretaris perusahaan. Penilaian tes ini dilakukan dalam kemahiran mengetik. Kecepatan mengetik dihitung dari banyaknya kata per menit sebgai berikut : 36, 41, 58, 45, 47, 51, 42, 43, 41, 40, 43, 42, 48, 45.

S t a t i s t i k a

38

Hitunglah : a. Statistik lima serangkai b. Rataan kuartil (RK) c. Rataan tiga (RT) Penyelesaian : Statistik peringkat : 36, 40, 41, 41, 42, 42, 43, 43, 45, 45, 47, 48, 51, 58 Statistik minimum = 36 dan statistik maksimum = 58.

a. Jadi statistik 5 serangkai :

Q2 =43 Q1 = 41 Q3 = 47 xmin = 36 xmax = 58
b. Rataan kuartil (RK) = ½ (41 + 47) = 44 c. Rataan tiga (RT) = ¼ (41 + 2 . 43 + 47) = 43,5

d. Desil
Sekumpulan data yang sudah diurutkan dari data terkecil ke data terbesar dapat dibagi menjadi sepuluh bagian. Ukuran letak yang membagi sekumpulan data tersebut dinamakan desil. Masing-masing data mengandung 10% data. Dengan demikian suatu kumpulan data mempunyai 9 buah desil, yaitu D1, D2, D3, ... D9. Untuk menentukan desil dari data yang berkelompok, dilakukan langkahlangkah berikut. 1) Urutkan data dari data terkecil ke data terbesar. 2) Tentukan letak D1, D2, D3, ... D9 dengan rumus sebagai berikut.

D1 letaknya pada data urutan ke D2 letaknya pada data urutan ke D3 letaknya pada data urutan ke

D9 letaknya pada data urutan ke

S t a t i s t i k a

39

Jika nomor urutan suatu desil bukan bilangan cacah maka gunakan interpolasi. Untuk menentukan nilai desil data yang sudah dikelompokkan ke dalam distribusi frekuensi, digunakan rumus : Keterangan : Dj = desil ke-j (j = 1, 2, 3) TbDj = tepi bawah kelas yang memuat Dj ( ) p = panjang kelas n = jumlah seluruh frekuensi fkDj = frekuensi kumulatif kurang dari di bawah kelas yang memuat Dj fDj = frekuensi kelas yang memuat Dj

Contoh Soal :
Skor test 1000 siswa dari suatu uji coba tercatat seperti pada tabel berikut. Skor (x) 0–9 10 – 19 20 – 29 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Tentukan: a) Desil ke-3 (D3) b) Desil ke-6 (D6) Penyelesaian : Tabel di atas dilengkapi dengan nilai yang diperlukan sehingga menjadi tabel berikut. Skor (x) 0–9 10 – 19 20 – 29 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Frekuensi (fi) 3 67 205 245 213 147 77 34 8 1 ∑ = 1.000 Frekuensi Kumulatif (fk) 3 70 275 520 733 880 957 991 999 1000 Frekuensi (fi) 3 67 205 245 213 147 77 34 8 1

S t a t i s t i k a

40

a) Desil ke-3 (D3) Kita cari dulu kelas yang memuat D3, yaitu dengan menghitung nilai dari Berarti, kelas yang memuat D3 terletak pada kelas 30 – 39 maka diperoleh = 29,5; =275; = 245; p = 10 Sehingga desil ke-3 adalah ( ) ( )

= 29,5 + 1 = 30,5 Jadi, desil ke-3 adalah 30,5. b) Desil ke-6 (D6) Kita cari dulu kelas yang memuat D6, yaitu dengan menghitung nilai dari Berarti, kelas yang memuat D6 terletak pada kelas 40 – 49 maka diperoleh = 39,5; =520; = 213; p = 10 Sehingga desil ke-6 adalah ( ) ( )

= 39,5 + 3,7 = 43,2 Jadi, desil ke-6 adalah 43,2.

e. Persentil
Sekumpulan data yang sudah diurutkan dari data terkecil ke data terbesar dapat dibagi menjadi seartus bagian. Ukuran letak yang membagi sekumpulan data tersebut dinamakan persentil. Masing-masing data mengandung 1% data. Pada suatu kumpulan data mempunyai 99 buah persentil, yaitu P1, P2, P3, ... P99. Untuk menentukan persentil dari data yang tidak berkelompok adalah berikut. 1) Urutkan data dari data terkecil ke data terbesar. 2) Tentukan letak P1, P2, P3, ... P99 dengan rumus sebagai berikut. P1 letaknya pada data urutan ke P2 letaknya pada data urutan ke P3 letaknya pada data urutan ke

P99 letaknya pada data urutan ke

S t a t i s t i k a

41

Gunakan interpolasi jika urutan desil bukan bilangan cacah. Untuk menentukan nilai persentil data berkelompok yang sudah dikelompokkan ke dalam distribusi frekuensi, digunakan rumus : Keterangan : Pj = persentil ke-j (j = 1, 2, 3) ( ), TbPj = tepi bawah kelas yang memuat Pj p = panjang kelas n = jumlah seluruh frekuensi fkPj = frekuensi kumulatif kurang dari di bawah kelas yang memuat Pj fPj = frekuensi kelas yang memuat Pj

Contoh Soal :
Tentukan persentil ke-10 dan persentil ke-84 dari distribusi frekuensi berikut. Skor (x) 0–9 10 – 19 20 – 29 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Frekuensi (fi) 3 67 205 245 213 147 77 34 8 1 ∑ = 1.000 Frekuensi Kumulatif (fk) 3 70 275 520 733 880 957 991 999 1000

Penyelesaian : Tabel di atas dilengkapi dengan nilai yang diperlukan sehingga menjadi tabel berikut. a. Persentil ke-10 (P10), j = 10 Kita cari dulu kelas yang memuat P10, yaitu dengan menghitung nilai dari Berarti, kelas yang memuat P10 terletak pada kelas 20 – 29 maka diperoleh = 19,5; = 70; = 205; p = 10 Sehingga persentil ke-10 adalah ( ) ( )

= 19,5 + 1,5 = 21,0 Jadi, persentil ke-10 adalah 21,0

S t a t i s t i k a

42

b. Persentil ke-84 (P84) Kita cari dulu kelas yang memuat P84, yaitu dengan menghitung nilai dari Berarti, kelas yang memuat P84 terletak pada kelas 50 – 59 maka diperoleh = 49,5; = 733; = 147; p = 10 Sehingga persentil ke-84 adalah ( ) ( )

= 49,5 + 7,3 = 56,8 Jadi, persentil ke-84 adalah 56,8

3. Ukuran Penyebaran Data (Dispersi)
Ukuran penyebaran data (dispersi) adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh penyimpangan nilai-nilai data dari nilai-nilai pusatnya atau ukuran yang menyatakan seberapa banyak nilai-nilai data yang berbeda dengan pusatnya. Ada empat macam ukuran penyebaran data, yaitu a. Jangakauan (range) b. Simpangan rata-rata (deviasi rata-rata) c. Simpangan baku (standar deviasi atau deviasi standar) d. Simpangan kuartil (jangakauan semi interkuartil) Pengembangan dari jangkauan dan jangkauan antarkuartil dapat berupa pengertian tentang jangkauan semi interkuartil, langkah, pagar dalam, dan pagar luar.

a. Jangakauan (range)
Range merupakan ukuran penyebaran data yang paling sederhana. Range adalah selisih antara data yang terbesar dan data yang terkecil dan dirumuskan dengan : R = Xmax - Xmin

Untuk menentukan jangakauan (range) dari data berkelompok, dapat dilakukan dengan dua cara berikut. 1. Selisih titik tengah kelas tertinggi dengan tititk tengah kelas terendah. 2. Selisih tepi atas kelas tertinggi dengan tepi atas kelas terendah.

S t a t i s t i k a

43

Sifat jangkauan : Mudah ditentukan Hanya melibatkan nilai data terbesar dan terkecil Peka terhadap satu nilai data ekstrim

Contoh Soal :
1. Tentukanlah range dari data berikut. 2, 4, 3, 1, 5, 1, 9, 8, 5 Penyelesaian : Xmax = 9 Xmin = 1 Jadi, range (R) = 9 – 1 = 8

2. Tentukanlah range (jangkauan) dari data distribusi berikut. Nilai 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Frekuensi (fi) 4 6 10 4 4 2

Penyelesaian : Titik tengah kelas terendah = ½ (40 + 49) = 44,5 Titik tengah kelas tertinggi = ½ (90 + 99) = 94,5 R – I = 94,5 – 44,5 = 50 Jadi, range dari data tersebut adalah 50.

b. Simpangan Rata-Rata (SR)
Simpangan rata-rata atau disebut juga deviasi rata-rata adalah suatu ukuran yang menunjukkan rata-rata dari harga mutlak deviasi tiap data terhadap nilai rata-ratanya yang merupakan harga mutlak simpangan-simpangannya. Untuk data yang tidak berkelompok simpangan rata-rata dapat dihitung dengan rumus : ∑ | |

S t a t i s t i k a

44

Simpangan rata-rata untuk data yang berkelompok, dapat dihitung dengan rumus: Keterangan : ∑ | | SR : simpangan rata-rata (deviasi rata-rata) ∑ xi : nilai pengamatan ke-i : nilai rata-rata pengamatan n : banyaknya seluruh data pengamatan fi : frekuensi kelas ke-i

Contoh Soal :
1. Tentukan simpangan rata-rata dari data : 2, 1, 4, 2, 6. Penyelesaian : ̅

x 1 2 2 4 6

| -2 -1 -1 1 3 ∑|
∑ | |

| 2 1 1 1 3 |=8 Deviasi dari tiap nilai terhadap rataratanya dijumlahkan maka hasilnya 0 (nol). Oleh karena itu, simpangan rata-rata dihitung dengan menggunakan nilai mutlak terhadap deviasi

Jadi, simpangan rata-ratanya adalah 1,6.

2. Tentukan simpangan rata-rata dari distribusi frekuensi berikut. Nilai 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Frekuensi (fi) 4 6 10 4 4 2

Penyelesaian : Tabel diatas dilengkapi dahulu dengan nilai yang diperlukan sehingga menjadi seperti berikut. Rata-rata data ini telah dihitung, yaitu ̅ = 65,67.

S t a t i s t i k a

45

Nilai 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99

Frekuensi (fi) 4 6 10 4 4 2 ∑ = 30 = n ∑ ∑ | |

Titik Tengah (xi) 44,5 54,5 64,5 74,5 84,5 94,5

| 21,17 11,17 1,17 8,83 18,83 28,83

|

| f| 84,68 67,02 11,70 35,32 75,32 57,66 ∑ | | = 331,70

Jadi, simpangan rata-ratanya adalah 11,06.

c. Simpangan Baku (SD)
Simpangan baku atau disebut juga deviasi standar adalah suatu ukuran yang menunjukkan deviasi standar data pengamatan terhadap rata-ratanya. Dibandingkan dengan simpangan rata-rata maka deviasi standar merupakan ukuran penyebaran yang lebih baik karena ukuran ini tidak menggunakan asumsi nilai mutlak terhadap deviasi, melainkan dengan asumsi kuadrat dari deviasi. Deviasi standar untuk data yang tidak berkelompok dapat dihitung dengan menggunakan rumus : 1) Sampel yang berukuran besar (n > 30) √

2) Sampel yang berukuran kecil (n ≤ 30) √

Deviasi standar untuk data yang berkelompok dihitung dengan menggunakan rumus berikut : 1) Sampel yang berukuran besar (n > 30) √∑ 2) Sampel yang berukuran kecil (n ≤ 30) √∑ Keterangan : k : banyak kelas interval n : banyaknya data xi : nilai data pengamatan ke-i : nilai rata-rata pengamatan

S t a t i s t i k a

46

Apabila nilai standar deviasi dikuadratkan, akan didapatkan suatu nilai yang disebut ragam atau varians. Jadi, ragam dapat dirumuskan sebagai berikut. Ragam = (SD)2

Contoh Soal :
1. Tentukanlah besarnya standar deviasi dari data : 2, 1, 4, 2, 6. Penyelesaian : ̅

x 1 2 2 4 6

-2 -1 -1 1 3 ∑

4 1 1 1 9 = 16

Jadi, standar deviasinya adalah 2.

2. Tentukanlah besarnya standar deviasi dari distribusi frekuensi berikut. Berat 35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64 Frekuensi (fi) 1 5 4 7 19 14 ∑ = 50

S t a t i s t i k a

47

Penyelesaian : Tabel dilengkapi dengan nilai yang diperlukan sehingga menjadi seperti berikut. Berat Frekuensi (fi) 1 5 4 7 19 14 ∑ =n= 50
∑ ∑

35 – 39 40 – 44 45 – 49 50 – 54 55 – 59 60 – 64

Titik Tengah (xi) 37 42 47 52 57 62

fixi

fi

37 210 188 364 1083 868 ∑ = 2750

-18 -13 -8 -3 2 7

324 169 64 9 4 49 ∑

324 845 256 63 76 686 = 2.250

Sampel yang berukuran besar (n > 30) √∑ √ √

Jadi, standar deviasi adalah 6,71.

d. Simpangan Kuartil (Jangkauan Semi Interkuartil)
Seperti halnya dengan range (jangkauan), simpangan kuartil merupakan ukuran penyebaran dan ditentukan sebagai jarak antara nilai tertinggi dan nilai terendah dari sekumpulan data. Bedanya kalau range hanya dapat digunakan untuk mengukur jarak antara nilai tertinggi dan nilai terendah dari sekumpulan data saja, sedangkan simpangan kuartil dapat digunakan unutk mengukur jarak antara nilai tertinggi dengan nilai terendah dari setengah (50%) data. Simpangan kuartil adalah setengah selisih antara kuartil atas (Q3) dan kuartil bawah (Q1) yang dirumuskan sebagai berikut: Keterangan : Qd : simpangan kuartil Q3 : simpanagn atas Q1 : simpangan bawah Selisih antara kuartil atas (Q3) dan kuartil bawah (Q1) disebut jangkauan antar-kuartil atau hamparan (H), dan dirumuskan sebagai berikut. H = Q3 – Q1 Sifat jangakauan antar-kuartil : Tidak peka terhadap nilai data yang ekstrim Hanya melibatkan dua kuartil saja

S t a t i s t i k a

48

Contoh Soal :
Tentukan simpangan kuartil dari data berikut. Data 1–5 6 – 10 11 – 15 16 – 20 21 – 25 Frekuensi (fi) 4 15 7 3 1 ∑ = 30

Penyelesaian : Tabel diatas dilengkapi dahulu dengan nilai-nilai yang diperlukan sehingga menjadi seperti tabel berikut. Data Frekuensi (fi) Frekuensi Kumulatif (fk) 4 19 26 29 30

1–5 6 – 10 11 – 15 16 – 20 21 – 25

4 15 7 3 1 ∑ = 30

Kita tentukan besarnya kuartil pertama (Q1), yaitu ¼ n = ¼ (30) = 7,5

( ( )

)

Kita tentukan besarnya kuartil pertama (Q3), yaitu ¾ n = ¾ (30) = 22,5

( ( )

)

Satu langkah (step) didefinisikan sebagai satu setengah kali panjang satu hamparan dan ditulis sebagai : L = 1½ H = 1½ (Q3 – Q1) atau L = 3Qd

S t a t i s t i k a

49

Nilai satu langkah di bawah kuartil bawah disebut pagar dalam (PD) atau terkadang disebut batas pencilan bawah (BPB) dasn nilai satu langkah diatas kuartil atas disebut pagar luar (PL) atau terkadang disebut batas pencilan atas (BPA). Hal ini dapat ditulis sebagai berikut : PD = BPB = Q1 – L dan PL = BPA = Q3 + L

Semua nilai data yang terletak di antara batas pencilan bawah (BPB) dan batas pencilan atas (BPA) merupakan data normal, yaitu nilai data yang mempunyai median sebagai ukuran pemusatannya. Sedangkan semua nilai yang kurang dari BPB atau lebih dari BPA merupakan nilai data tak normal dan sering disebut pencilan. Dengan adanya pencilan ini merupakan petunjuk bagi pengamat bahwa data itu patut diamati lebih lanjut.

Contoh Soal :
Data ujian Matematika dari 25 siswa adalah sebagai berikut : 4,23 4,95 6,23 7,27 8,87 4,50 5,30 6,40 7,50 8,95 4,65 5,40 6,67 8,23 9,23 4,72 5,57 6,95 8,27 9,40 4,90 6,00 7,04 8,55 9,65 Hitunglah : a. Jangkauan semi antar kuartil b. Langkah c. Pagar dalam d. Pagar luar Penyelesaian : a. Jangkauan semi antar-kuartil dan Jadi, Qd = ½ (8,41 – 5,125) = 1,6425 b. Langkah (L) = 3Qd = 3.1,6425 = 4,9275 Pagar dalam (PD) = Q1 – L = 5,125 – 4,9275 = 0,1975 c. Pagar luar (PL) = Q3 + L = 8,41 + 4,9275 = 13,3375

S t a t i s t i k a

50

Rangkuman
1. Statistika adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari metode pengumpulan, pengolahan, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berupa angkaangka. Statistik adalah hasil analisis dari pengolahan suatu data. 2. Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi adalas sebagai berikut. a. Urutkan data dari data terkecil ke data terbesar. b. Tentukan jumlah kelas yang akan digunakan, ddengan rumus : k = 1 + 3,3 log n c. Tetapkan interval kelas, dengan rumus : d. Tetapkan batas bawah kelas pertama 3. Frekuensi relatif 4. Ukuran pemusatan data a. Rata-rata (Mean) 1) Rumus rata-rata data tunggal adalah
∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑

dengan R = range

2) Rumus rata-rata untuk data yang diboboti adalah 3) Rumus rata-rata dengan rata-rata sementara adalah

4) Rumus rata-rata dengan rata-rata semenstep-deviasi adalah (
∑ ∑

)

b. Median (Md) Median adalah data yang letaknya di tengah-tengah setelah data itu diurutkan. Rumus median data kelompok adalah ( )

c. Modus (Mo) Modus adalah data yang paling sering muncul atau yang mempunyai frekuensi terbanyak. Rumus modus data kelompok adalah 5. Hubungan empiris antara mean, median, modus. atau 6. Statistik peringkat adalah data yang telah tersusun dari yang terkecil ke yang terbesar. Ukuran data atau banyak data (n) adalah banyak datum pada pengamatan. Datum terkecil dan datum terbesar dalam statistika peringkat disebut statistik ekstrim. 7. Ukuran letak a. Kuartil Kuartil adalah letak yang membagi sekumpulan data yang telah diurutkan menjadi empat bagian yang sama. Terdapat tiga buah kuartil, yaitu 1) kuartil bawah (Q1). ( )

S t a t i s t i k a

51

2) kuartil tengah/median (Q2). 3) dan kuartil atas (Q3). Rumus umum kuartil data kelompok : ( ), untuk j = 1, 2, 3

b. Statistik lima serangkai Merupakan lima buah nilai datum yang memberikan gambaran tentang kecenderungan pemusatan data (tredensi sentral).

Q2 Q1 Q3 xmin xmax
c. Rataan kuartil (RK) = ½ (Q1 + Q3) Rataan tiga (RT) = ¼ (Q1 + 2 Q2 + Q3) d. Desil Desil adalah ukuran letak yang membagi sekumpulan data yang telah diurutkan menjadi 10 bagian yang sama. Ada 9 buah desil, yaitu D1, D2, D3, ..., D9. Rumus umum desil untuk data kelompok adalah ( ), untuk j = 1, 2, 3, ..., 9

e. Persentil Persentil adalah ukuran letak yang membagi sekumpulan data yang telah diurutkan menjadi 100 bagian yang sama. Ada 99 buah persentil, yaitu P1, P2, P3, ..., P99. Rumus umum persentil untuk data kelompok adalah ( ), untuk j = 1, 2, 3

8. Ukuran penyebaran (dispersi) Ada empat macam dispersi, yaitu 1) Jangkauan. 2) simpangan rata-rata. 3) simpangan baku (standar deviasi). 4) simpangan kuartil. Rumus-rumus ukuran penyebaran. a. Jangkauan (R) R = Xmax - Xmin b. Simpangan rata-rata (SR)
∑ | |

atau

∑ ∑

|

|

c. Simpangan baku (SD) 3) Sampel yang berukuran besar (n > 30) √

4) Sampel yang berukuran kecil (n ≤ 30) √

d. Simpangan kuartil (Qd)

S t a t i s t i k a

52

Hamparan (H) H = Q3 – Q1 Langkah (L) L = 1½ H = 1½ (Q3 – Q1) atau L = 3Qd Pagar Dalam (PD) PD = BPB = Q1 – L Pagar Luar (PL) PL = BPA = Q3 + L 9. Ragam (varians) ditentukan dengan rumus: Ragam = (SD)2

S t a t i s t i k a

53

Latihan Soal
1. Kelompokkan kedua set data berikut ini dengan menggunakan diagram batang daun. a. 22, 17, 18, 35, 50 dan 56 b. 32, 35, 8, 24, 49, dan 41 2. Diberikan data dari hasil pengukuran tinggi badan 50 siswa SMA. Pengukuran dicatat dalam satuan centimeter. 155 162 147 170 154 155 160 159 149 173 165 157 156 161 168 150 147 154 167 165 153 151 153 162 158 167 158 164 153 159 156 160 163 166 150 154 160 155 151 163 146 143 155 163 158 174 144 157 162 157 3. Hitunglah rataan hitung pada masing-masing data berikut ini. a. 11, 13, 16, 19, 15, 10 b. 8, 3, 5, 12, 10 4. Rata-rata nilai matematika dari 19 siswa adalah 6,5. Kemudian ditambahkan nilai seorang siswa sehingga rata-rata menjadi 6,6. Berapa nilai matematika siswa yang ditambahkan. 5. Perhatikan tabel berikut ini. Tinggi (cm) 140 – 144 145 – 149 150 – 154 155 – 159 160 – 164 165 – 169 170 – 174 Tentukan: a. Rataan b. Rataan sementara c. Rataan step-deviasi Frekuensi 2 4 10 14 12 5 3

S t a t i s t i k a

54

6. Hitunglah modus dari tabel distribusi frekuensi berikut ini. Nilai 1 – 20 21 – 40 41 – 60 61 – 80 81 – 100 Banyak siswa 66 130 33 15 4

7. Diberikan data dalam tabel frekuensi di bawah ini. Hitunglah: a. Kuartil bawah b. Kuartil tengah c. Kuartil atas

Kelas 20 – 29 30 – 39 40 – 49 50 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89

Frekuensi 3 7 8 12 9 6 3

8. Nilai ulangan matematika dari lima belas orang siswa adalah sebagai berikut: 9, 7, 6, 8, 9, 7, 4, 6, 5, 6, 8, 7, 7, 8, 5. Tentukan: a. Satistik lima serangkai b. Rataan kuartil (RK) c. Rataan tiga (RT) 9. Hitunglah nilai D2 dan D4 dari kelompok data berikut ini a. 3, 1, 2, 8, 6, 6, 2, 3, 7, 10, 1 b. 10, 11, 18, 19, 11, 17, 15, 14, 10, 11, 18, 19, 14, 18 10. Sekelompok data diberikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut ini. Hitunglah desil keenam.

S t a t i s t i k a

55

Nilai 31 – 40 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100

Frekuensi 3 5 5 7 8 9 3

11. Tentukan simpangan rata-rata untuk data 3, 2, 1, 2, 2, 1, 4, 5. 12. Hitunglah nilai rataan simpangan dari tabel berikut xi 61 64 67 70 73 fi 5 18 42 27 8 ∑ = 100

13. Tentukan ragam dari data 4, 5, 6, 7, 8, 6. 14. Hitunglah simpangan baku dari tabel berikut. xi 51 54 57 60 63 fi 5 42 18 27 8 ∑ = 100

15. Tentukan nilai jangkauan, jangkauan antar kuartil, dan simpangan kuartil dari data dibawah ini. 27 40 28 41 31 41 31 43 36 44 37 46 37 46 39 51 39 68

S t a t i s t i k a

56

DAFTAR PUSTAKA
    Sulistiyono dkk. 2005. Matematika: untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Gelora Aksara Pratama Sabandar, Jozua. 2009. Matematika SMA/MA. Jakarta: Bailmu Sukino. 2007. Matematika: untuk SMA kelas XI. Jakarta: penerbit Erlangga Noormandiri, B.K. 2007. Matematika: untuk SMA kelas XI. Jakarta: penerbit Erlangga

S t a t i s t i k a

57

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->