P. 1
Al Kafirun

Al Kafirun

|Views: 667|Likes:
Published by Ata Nasirul Umur

More info:

Published by: Ata Nasirul Umur on Jun 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3.

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. 4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 6. Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku." Surat ini adalah surat makkiyah, surat yang diturunkan pada periode Makkah, meskipun ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa, surat ini turun pada periode Madinah. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa, surat ini adalah surat penolakan (baraa‟) terhadap seluruh amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang musyrik, dan yang memerintahkan agar kita ikhlas dalam setiap amal ibadah kita kepada Allah, tanpa ada sedikitpun campuran, baik dalam niat, tujuan maupun bentuk dan tata caranya. Karena setiap bentuk percampuran disini adalah sebuah kesyirikan, yang tertolak secara tegas dalam konsep aqidah dan tauhid Islam yang murni. Meskipun kita diperbolehkan untuk berinteraksi dengan orang-orang kafir dalam berbagai bidang kehidupan umum (lihat QS Luqman [31]: 15, QS Al-Mumtahanah [60]: 8 dan yang lainnya), namun khusus dalam masalah agama yang meliputi aqidah, ritual ibadah, hukum, dan semacamnya, sebagaimana dinyatakan dalam surat ini, kita harus bersikap tegas kepada mereka, dengan arti kita harus bisa memurnikan dan tidak sedikitpun mencampuradukkan antara agama kita dan agama mereka. Disebutkan bahwa sebab turunnya (sababun nuzul) surat ini adalah bahwa, setelah melakukan berbagai upaya untuk menghalang-halangi dakwah Islam, orang-orang kafir Quraisy akhirnya mengajak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkompromi dengan mengajukan tawaran bahwa mereka bersedia menyembah Tuhan-nya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selama satu tahun jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersedia ikut menyembah tuhan-tuhan mereka selama satu tahun. Maka Allah sendiri yang langsung menjawab tawaran mereka itu dengan menurunkan surat ini (lihat atsar riwayat Ath-Thabrani, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas ra). Keutamaan Surat Ini Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa, nilai surat ini setara dengan seperempat Al-Qur‟an. Diantaranya riwayat dari Ibnu Umar yang menyebutkan bahwa, Rasulullah shallallahu ‟alaihi wasallam bersabda, ”Qul huwaLlahu ahad setara dengan sepertiga Al-Qur‟an, dan Qul yaa ayyuhal kaafiruun setara dengan seperempat Al-Qur‟an” (HR Ath-Thabrani). Dalam banyak riwayat, disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‟alaihi wasallam biasa membaca Surat AlKafirun dan Surat Al-Ikhlas dalam berbagai macam shalat, diantaranya dalam dua rakaat shalat sunnah fajar (HR Muslim dari Abu Hurairah ra), shalat sunnah ba‟diyah maghrib (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa-i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari Ibnu Umar ra), shalat sunnah thawaf (HR Muslim dari Jabir bin Abdillah ra), dan shalat witir (HR Al-Hakim dari Ubay bin Ka‟ab ra). Beberapa riwayat juga menyebutkan disunnahkannya membaca Surat Al-Kafirun sebelum tidur, diantaranya hadits riwayat Naufal bin Mu‟awiyah Al-Asyja‟i, dimana beliau meminta diajari sebuah bacaan yang sebaiknya dibaca sebelum tidur. Maka Rasulullah shallallahu ‟alaihi wasallam bersabda, ”Bacalah Qul yaa ayyuhal kaafirun sampai akhir surat, lalu langsung tidurlah sesudah itu, karena sesungguhnya surat tersebut adalah penolakan terhadap kesyirikan.” (HR Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan lain-lain) Kandungan Umum Secara umum, surat ini memiliki dua kandungan utama. Pertama, ikrar kemurnian tauhid, khususnya tauhid uluhiyah (tauhid ibadah). Kedua, ikrar penolakan terhadap semua bentuk dan praktek peribadatan kepada selain Allah, yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Dan karena kedua kandungan makna ini begitu urgen dan

Dimana semuanya berintikan pernyataan dan ikrar ketegasan sikap setiap orang beriman terhadap setiap orang kafir. Dimana hal ini bisa pula kita pahami sebagai larangan atas orang-orang kafir untuk ikut-ikutan melakukan praktek-praktek peribadatan kepada Allah sementara mereka masih berada dalam kekafirannya. berinteraksi dan bekerjasama dengan kaum kafirin dalam berbagai bidang kehidupan umum. Dan hal itu didukung oleh pernyataan yang menegaskan bahwa. Kedua. Allah lebih menegaskan hal kedua dan ketiga diatas dengan melakukan pengulangan ayat. yang akan datang dan selamanya). tidak boleh ada pemaksaan untuk masuk agama Islam. Ketiga.mendasar sekali. secara umum semakna dengan firman Allah yang lain dalam QS. dan mencakup seluruh bentuk dan macam peribadatan. yakni yang meliputi aspek aqidah. jelas dan terbuka kepada mereka. dan sama sekali bukan pengakuan pembenaran. padahal Al-Qur‟an tidak biasa memanggil mereka dengan cara yang vulgar semacam ini. Pertama. kini. dan mungkin juga QS. Kelima. pada ayat ke-3 dan ke-5 Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menegaskan juga dengan jelas dan terbuka bahwa. Keempat. yang mencakup seluruh waktu (yang lalu. pada ayat ke-2 dan ke-4 Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menyatakan secara tegas. Yunus [10]: 41. Dan hal itu lebih dikuatkan lagi dengan dibenarkannya kaum mukminin bergaul. Allah memungkasi dan menyempurnakan semua hal diatas dengan penegasan terakhir dalam firmanNya: ‟Lakum diinukum wa liya diin‟ (Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Namun demikian dari sisi yang lain. ritual ibadah dan hukum. bahwa beliau (begitu pula ummatnya) sama sekali tidak akan pernah (baca: tidak dibenarkan sama sekali) menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir. sehingga ditegaskan dengan berbagai bentuk penegasan yang tergambar secara jelas di bawah ini. berhubungan. Dimana kalimat penutup yang singkat ini memberikan sebuah penegasan sikap atas tidak bolehnya pencampuran antara agama Islam dan agama lainnya. sedang ayat ke-3 diulang dalam ayat ke-5 dengan redaksi nash yang sama persis. yakni dalam firman Allah: ”Laa ikraaha fiddiin” (QS. Yakni berupa sikap pengakuan terhadap eksistensi agama selain Islam dan keberadaan penganut-penganutnya. Ayat ini juga memupus harapan orang-orang kafir yang menginginkan kita untuk mengikuti dan terlibat dalam peribadatan-peribadatan mereka. ”Lakum Diinukum Waliya Diin” Ayat pamungkas yang merupakan ringkasan dan kesimpulan seluruh kandungan surat Al-Kaafiruun ini. Jika Islam ya Islam tanpa boleh dicampur dengan unsur-unsur agama lainnya dan demikian pula sebaliknya. surat inipun dari awal sampai akhir. Yang lebih umum digunakan dalam Al-Qur‟an adalah khitab semacam 'Yaa ayyuhan naas' (Wahai sekalian manusia) dan sebagainya. Allah memerintahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam untuk memanggil orang-orang kafir dengan khitab (panggilan) ‟Yaa ayyuhal kafirun‟ (Wahai orang-orang kafir). dimana kandungan makna ayat ke-2 diulang dalam ayat ke-4 dengan sedikit perubahan redaksi nash. Meskipun yang dimaksud tentulah sekadar pengakuan terhadap realita. orang-orang kafir pada hakikatnya tidak akan pernah benarbenar menyembah-Nya. Adanya pengulangan ini menunjukkan adanya penafian atas realitas sekaligus larangan yang bersifat total dan menyeluruh. sebenarnya juga mengandung makna sikap toleransi Islam dan kaum muslimin terhadap agama lain dan pemeluknya. seperti bidang sosial . tanpa adanya sedikitpun toleransi. jika terkait secara khusus tentang masalah dan urusan agama masing-masing. jika kita renungkan. Al-Qashash [28]: 55. Al-Baqarah [2]: 256). serta yang lainnya. Mereka baru boleh melakukan berbagai praktek peribadatan tersebut jika mereka sudah masuk ke dalam agama Islam. kompromi dan pencampuran. dan tentu sekaligus kepada setiap orang kafir sepanjang sejarah. apalagi agama yang lain.

Dan tidak ada satu pun perbedaan yang kontradiktif di kalangan ulama tafsir dalam menguraikan makna surat al-Kafirun. agar tidak terjadi kerancuan-kerancuan. 774H). dalam bidang-bidang kehidupan umum. yang berarti Islam mengakui adanya kebebasan beragama bagi setiap orang. mereka tidak menyerah. seraya berkata: "Wahai Muhammad! Ikutlah agama kami. ritual ibadah dan hukum agama mereka. Yakni bahwa. ritual ibadah dan ketentuan hukum agama mereka. (2) Dan karenanya. seperti yang telah dijelaskan diatas. 1270H). Sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun dan kami akan menyembah Tuhanmu dalam setahun". Rasulullah menjawab: "Aku berlindung kepada Allah dari perbuatan syirik. pemerintahan dan kenegaraan. ritual ibadah ataupun hukum. baik oleh kaum muslimin maupun juga oleh kaum non muslimin. al-Alusi (w. politik. niscaya kami pun akan mengikuti agamamu. seperti Tafsir imam Tabari (w. dan lain-lain. Akhirnya kaum Quraisy pun berputus asa. 310H). ritual ibadah dan hukum. Disamping dari kalimat "Lakum diinukum waliya diin". (3) Namun di saat yang sama Islam memberikan ketegasan sikap ideologis berupa baraa‟ atau penolakan total terhadap setiap bentuk kesyirikan aqidah. (7) Ummat Islam tidak dibenarkan melibatkan diri dan bekerja sama dengan penganut agama lain dalam bidang-bidang yang khusus terkait dengan keyakinan aqidah. al-Baghwi (w. mempermainkan atau merusak agama yang ada. ritual ibadah dan hukum. (6) Kaum muslimin dilarang keras ikut-ikutan penganut agama lain dalam keyakinan aqidah. atau pencampuran-pencampuran. Yang jelas semua bidang selain bidang khusus agama yang mencakup masalah aqidah. sikap tegaslah yang harus ditunjukkan. . niscaya kami akan beriman kepadamu dan menyembah Tuhanmu". haruslah dipahami secara benar dan proporsional. dibenarkan seorang mukmin bersikap toleransi dengan berinteraksi dan bahkan bekerjasama dengan anggota masyarakat non mukmin. bahkan meringankan penawaran dengan hanya meminta beliau mengakui keberadaan tuhan mereka: "Terimalah sebagian tuhantuhan kami. (5) Begitu pula antar ummat muslim dan ummat kafir tidak dibenarkan saling mencampuri urusan-urusan khusus agama lain. atau bahkan pembalikan-pembalikan sikap. lalu membacakan wahyu yang baru diterimanya. Keesokan harinya. Sebagai penutup. Mendengar jawaban ini. dan bukan kebebasan mengganggu. Namun khusus di bidang urusan agama yang terkait masalah aqidah. sekelompok pemuka kaum kafir Quraisy mendatangi Rasulullah saw. makna tersebut juga diambil firman Allah yang lain seperti "Laa ikraaha fid-diin". Peristiwa ini disebut dalam banyak kitab tafsir. berikut ini poin-poin kesimpulan umum dari kandungan makna surat Al-Kaafiruun. Alkisah. dsb. bisnis dan perdagangan. Nah bahwa ada dua sikap terkait pola hubungan antara ummat Islam dan ummat lain tersebut. khususnya kalimat pamungkasnya: ”Lakum diinukum waliya diin”: (1) Secara umum Islam memberikan pengakuan terhadap realita keberadaan agama-agama lain dan penganutpenganutnya. Islam membenarkan kaum muslimin untuk berinteraksi dengan ummat-ummat non muslim itu dalam bidang-bidang kehidupan umum. Ibnu Katsir (w. ritual ibadah dan hukum. yang terdapat di dalam agama-agama lain.kemasyarakatan. (4) Maka tidak boleh ada pencampuran antara Islam dan agama-agama lain dalam bidang-bidang aqidah. sebagaimana yang sering terjadi selama ini. beliau pergi ke Masjidil Haram. Lalu Rasulullah menghampiri dan berdiri di tengah-tengah mereka. Di sana para pemuka Quraisy sedang berkumpul. ekonomi. 516H). Lalu turunlah surat "alKafirun".

atau Hindu. bakhil dalam kondisi lapang. (www. 39:64) Al-Qur'an mengkategorikan pola pikir "arisan keyakinan" atau dalam istilah akademisnya dikenal dengan kesatuan transenden agama-agama sebagai tindakan orang jahil yang tidak berpengetahuan. (lihat tafsir Tabari dan Ma'alim Tanzil/al-Baghwi). Kita tidak boleh mengambil alih Tuhan untuk menyelesaikan perbedaan agama dengan cara apa pun. adanya kebenaran yang sama mutlaknya dengan kebenaran agama Allah. dst. Seperti marah pada sesuatu yang seharusnya direlakan dan merelakan padahal semestinya harus marah. Ibn al-Qayyim dalam kitabnya. para pemuka agama dipaksa membuktikan dirinya bersih dari label-label "tidak toleran" dan "berpikiran sempit". di mana setiap keyakinan harus didasarkan pada relativisme. maka pada hakekatnya setiap agama bisa dikatakan al-Islam". buku. Hindu.apologeticsindex. Kalau berakhlak mulia. Oleh karena itu. Islam. Yakni sebuah sikap yang menyakini adanya tuhan selain Allah. Bahkan ketika dia ditanya tentang siapa saja yang layak masuk surga. tapi juga mereka yang menyakini sesuatu yang keliru. dia menjawab: "Saya jadi tak peduli apakah dia Katolik. Nasrani. adanya keyakinan bahwa semua agama itu diibaratkan sebagai jalan yang sama-sama validnya menuju Tuhan yang sama. aplikasi kejahilan secara akademis justru digalakkan melalui artikel. kembalinya kpd Allah". Orang jahil bukan hanya mereka yang kosong dari ilmu pengetahuan. pluralis dan humanis" tentunya bukanlah hal mudah dan ringan. Mereka menyakinkan bahwa tawaran ini terdapat kebaikan (maslahat). saya akan berikan segala kemuliaan kepadanya". (www.” Lihat: Islam dan Pluralisme.” Lihat: Islam Pluralis: Wacana Kesetaraan kaum Beriman. saling menguntungkan dan menyenangkan semua pihak. namun dia sendiri sebenarnya juga sedang berfatwa dalam menyamakan semua agama. Agama Islam yang berlandaskan tauhid mempunyai karakteristik dan pandangan hidup sendiri yang tidak bisa disamakan dengan agama-agama lain. ia menunjukkan suatu keteguhan hati dalam mengemban Risalah Tuhan. Bahkan kajian kritis terhadap suatu agama atau menyakini bahwa agama yang dianutnya itu benar akan dipandang kaum pluralis sebagai tindakan yang tidak toleran dan menyebarkan kebencian. Sehingga mereka bisa diterima di dunia posmodern. Tradisi syirik seperti ini anehnya justru dijadikan tolak ukur bertoleransi dan tren beragama masyarakat modern. Budha. setiap klaim kebenaran berdasar kitab suci. (Wawancara 10/10/06. Di antara sebagai berikut: (a) "Kita tidak dapat mengatakan bahwa (agama) yang satu lebih baik dari yang lain. (Tafsir Inklusif Makna Islam).html).org/p14. mereka akan memberikan seluruh harta yang dimiliki dan menjadikan beliau orang terkaya di Makkah. hukum dan moral yang sudah kedaluwarsa harus dihindari. Sebaliknya. Di buku lain juga disebutkan: . menjelaskan bahwa kejahilan itu adalah memandang baik sesuatu yang mestinya buruk atau menganggap sempurna sesuatu yang mestinya kurang. Selanjutnya ditegaskan: "Adalah tugas dan wewenang Tuhan untuk menyelesaikan perbedaan di antara berbagai agama. "Katakanlah: "Maka apakah kepada selain Allah kamu menyuruhku menyembah. Ibn al-Qayyim menjelaskan bahwa kezaliman itu berarti meletakkan sesuatu secara tidak proporsional. "Tahzib Madarij al-Salikin". bersabar dalam kebodohan. Kristen. wahai orang-orang yang jahil?" (QS. Di samping itu. beramal saleh. Meskipun penulis buku tersebut melarang berfatwa tentang agama. seminar dan perkuliahan. Jika kejahilan ini dibiarkan terpelihara. Yahudi.allaboutreligion. Akhirnya banyak akademisi yang latah menyatakan: "Karena itu. mereka juga berjanji akan tunduk setia kepada aturan Rasulullah asalkan beliau mau mengakui tuhan mereka dan tidak mengusiknya.Sikap penolakan Rasulullah yang tidak "umum" terhadap tawaran kaum Quraisy yang sekilas nampak "adil. serta mempersilahkan beliau mengawini perempuan mana saja yang beliau maui. islamlib. berdasarkan hasil kajian dalam buku ini dari berbagai ayat al-Qur'an.com) Pluralisme agama sebenarnya adalah konsep yang dihasilkan dari kebijakan politik dalam menengahi konflik agama maupun konflik yang mengatasnamakan agama di Barat. Sebuah koran nasional 3/11/2007 pun menurunkan sebuah ulasan bedah buku yang bertema: "Sikap Tak Dukung Pluralisme Justru Ciptakan Teroris Baru" Sayangnya. Sedangkan kezaliman terbesar adalah perbuatan syirik. termasuk dengan fatwa. paradigma lintas keyakinan dikembangkan kedalam Islam. Maka Allah pun menguatkan hati beliau.htm) Di Indonesia. maka ia akan menghasilkan kezaliman. netral. Dengan konsep ini. Padahal jika saja Nabi Muhammad menerima tawaran mereka.org/religious-pluralism. (b) “Semua agama itu kembali kepada Allah.

Ini adalah ungkapan penegasan dari orang beriman. menyembah berhala-berhala tradisional mereka. jika ajaran Nabi benar. Oleh karena itu. mereka akan memperoleh keuntungan dari mengikuti ajaran Nabi. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. bermain sepak bola bersama dan berbuat baik kepada pemeluk agama lain. Surah ini mempakan jawaban dari mereka yang percaya dan beriman kepada mereka yang tidak beriman. menurut jalan pikiran kaum kafir. SURAH AL-KAFIRUN “PENYANGKAL KEBENARAN” Dengan Nama Allah. Surat ini terdiri atas 6 ayat dan termasuk surat Makkiyah. 1. serta melarang mencampuradukkan antara yang hak dan yang batil. Dalam hal ini. tetapi kami mempunyai agama dan pandangan hidup sendiri. termasuk Nabi dan kaum muslim. Prinsip tertinggi bertoleransi sudah ditawarkan Islam di penghujung surat al-Kafirun: lakum dinukum waliya din”. tidaklah terlalu tepat jika Islam dibatasi hanya untuk agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. dan tahun berikutnya mereka semua. Maha Pengasih."Sampai di sini. Rasulullah mengajarkan kita untuk senantiasa membacanya sebelum beranjak tidur. kaum Quraisy yang menentang Rasulullah SAW tak henti-hentinya mencari cara untuk menghentikan ancaman Islam terhadap kepercayaan nenek moyang mereka. Ataukah kita masih mau mencari lagi caracara bertoleransi untuk menandingi surat al-Kafirun? Surah Al-Kafirun (bahasa Arab:‫ )نورفاكلا‬adalah surah ke-109 dalam al-Qur'an. maka itu adalah urusan kalian. Pembedaan identitas ini tidak menghalangi umat Islam untuk menjalin muamalah. 6:108). Maha Penyayang. Nama Al Kaafiruun (orang-orang kafir) diambil dari kata yang muncul pada ayat pertama surat ini. mengikuti ajaran Nabi. Pokok isi surat ini adalah tidak diijinkannya kompromi dalam bentuk mencampuradukkan ajaran agama. tapi. tauhid dan syirik. yang percaya bahwa ia akan menerima dan merasakan rahmat dari Pencipta Yang Mahaesa. surat al-Kafirun merupakan perisai umat dari segala bentuk syirik dan ibaratkan setara dengan seperempat al-Qur'an. 'Aku tidak menyembah apa . Katakanlah: Wahai orang-orang yang menyangkal kebenaran (kafir)! 2. maka mereka dan kaum muslim akan mendapat keuntungan dari menyembah berhala-berhala. Surah ini mengenai sebuah peristiwa ketika beberapa orang kafir berusaha mengadakan dialog dengan Nabi dalam rangka menjatuhkan beliau agar kaum muslim kembali ke kebiasaan lamanya menyembah berhala. kalau itu kalian anggap sebagai “agama”. Mereka mengusulkan untuk menyembah Allah selama satu tahun. maka merekapun akan memuja Tuhan sebagaimana konsep Islam. di samping bacaan yang lain. [sunting]Latar Belakang Pada masa penyebaran Islam di Mekkah. Oleh karena itu ia memberitahu orang kafir. petunjuk dan kesesatan. sejatinya pengertian Islam harus dipahami dalam makna generiknya. Dengan demikian mereka akan berganti-ganti praktik ibadat sampai salah satu cara terbukti benar pada salah satu pihak. Pada salah satu upaya tersebut mereka berusaha mengajukan proposal kompromi kepada Rasulullah SAW dimana mereka menawarkan: jika Rasulullah mau memuja Tuhan mereka. Bahkan Islam secara tegas melarang umatnya mencaci maki keyakinan orang kafir (QS. Lebih lanjut. jika praktik kaum kafir benar. Maka. yaitu sikap pasrah dan tunduk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian surat ini diturunkan untuk mejawab hal itu." (Islam Mazhab HMI) Islam secara jelas membedakan antara mukmin dan kafir.

Rabb yang berhak disembah. dan pantai ini ada batas-batasnya. meskipun segala upaya dilakukan untuk menarik mereka ke dalam cahaya din. Semoga manfaat. menghormati atau memuja apa yang engkau sembah. sebagaimana berulang kali dikatakan dalam Alquran. Ibadah menjadikan perjalanannya mu'abbad (mudah. Inilah jalan orang mukmin.” (QS. keluarga dan sahabatnya. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Mereka berjalan sepanjang pantai lautan cahaya. Sumber tersebut menambah keimanannya melalui ' ubudiyah (ibadah)nya dan melindunginya dari segala bahaya. j'alan keyakinan yang sempurna egala puji bagi Allah. Ada orang yang telah diciptakan sebagai bahan bakar neraka. dan aku punya jalan sendiri!' Kemudian orang-orang yang beriman dan berkeyakinan teguh bergandengan tangan mengikuti metoda yang telah disempumakan dari model Muhammad. Dengan kata lain: Engkau tidak punya jalan menuju sumber yang aku sembah. dan untukkulah. 5. 6. Pada kesempatan kali ini. Di masa akan datang.' Orang yang beriman. agamaku. Mereka akan tetap begitu meskipun kita meminta agar mereka tidak melakukan itu. Untukmu agamamu dan untukku agamaku! Orang yang beriman berada dalam ketenangan hati yang sempuma dan orang yang tahu bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman Allah menyimpulkan. tidak ada perlawanan). 4. Untukmu agamamu. 'Engkau mempunyai jalan sendiri. Mereka tidak diterangi dari luar. setelah tercerahkan. setelah dibukakan. Tidak pernah akan. dan tidak pernah bisa. penerangan mereka ber-asal dari dalam. yang menjaga agar selamat dari kegelapan yang melingkupi orang lain dan yang memberinya cahaya dan pencerahan. lancar. jalan yang kau pilih untuk melengkapi lagi dirimu dan berinteraksi dengan orang lain.yang kamu sembah. malahan. Dan kamu tidak menyembah apa yang aku sembah. karena engkau tidak menyembah energi halus yang memancarkan semua Sifat. Dengan kerendahan hatinya ia diangkat semakin lama semakin dekat kepada sumber mata air. kita akan mempelajari tafsir surat Al Kafirun dan menarik faedah berharga di dalamnya. dan fakta ini tidak dapat diubah. dengan wujud apa pun yang kau anggap mutlak. Dan kamu pun tidak akan menyembah apa yang akn sembah. Ini merupakan ramalan yang menunjukkan bahwa orang-orang yang dalam kekufuran akan tetap dalam kekufuran. Al Kaafirun: 1-6) . menyembah langsung sumber makanan batinnya. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. 3. Allah Ta‟ala berfirman. setelah mengetahui Allah. engkau pun tidak akan pernah menyembah kebenaran yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. 6) “Katakanlah: "Hai orang-orang kafir. Dan aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad.

” (HR. Syaikh Syu. 726) Dari Ibnu „Umar. Yang beliau baca pada dua rakaat sebelum shalat subuh dan dua rakaat setelah maghrib adalah surat Qul Yaa Ayyuhal Kaafirun (Al Kaafirun) dan surat Qul Huwallahu Ahad (Al Ikhlas).” (HR. . “Saya melihat Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam shalat sebanyak dua puluh empat atau dua puluh lima kali. }. mereka mengajak Rasul shallallahu „alaihi wa sallam untuk beribadah kepada berhala mereka selama satu tahun. Mengenai surat ini. konteks ayat ini membicarakan tentang kafir Quraisy. ia berkata. Kebiasaan Nabi shallallahu „alaihi wa sallam Membaca Surat Al Kaafirun Dari Jabir bin „Abdillah. Surat ini berisi perintah untuk ikhlas dalam melakukan amalan (yaitu murni ditujukan pada Allah semata). 1218) Dari Abu Hurairah. Akhirnya Allah Ta‟ala pun menurunkan surat ini. Tafsir Surat Al Kaafirun Firman Allah Ta‟ala. ada ulama yang menyatakan bahwa karena kejahilan orang kafir Quraisy. Ayat ini sebenarnya ditujukan pada orang-orang kafir di muka bumi ini. Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk berlepas diri dari agama orang-orang musyrik tersebut secara total. lalu mereka akan bergantian beribadah kepada sesembahan Rasul shallallahu „alaihi wa sallam (yaitu Allah Ta‟ala) selama setahun pula.aib Al Arnauth mengatakan.Surat ini adalah surat Makkiyah (yang turun sebelum hijroh). ) “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam biasa membaca di dua raka‟at sunnah Fajr (Qobliyah Shubuh) yaitu surat Qul Yaa Ayyuhal Kaafirun (Al Kaafirun) dan surat Qul Huwallahu Ahad (Al Ikhlas). Akan tetapi. ) “Nabi shallallahu „alaihi wa sallam biasa membaca di shalat dua raka‟at thowaf yaitu surat Qul Huwallahu Ahad (Al Ikhlas) dan surat Qul Yaa Ayyuhal Kaafirun (Al Kaafirun). ia mengatakan. Muslim no. ia mengatakan.” (HR. Muslim no. Ahmad 2/95. sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim) Isi Surat Al Kaafirun Surat ini berisi ajaran berlepas diri dari amalan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik. “Katakanlah: "Hai orang-orang kafir”.

“Untukmu agamamu. Seorang hamba seharusnya memiliki sesembahan yang ia sembah. Muhammadur Rasulullah”. Oleh karena itu Rasul shallallahu „alaihi wa sallam mengatakan kepada mereka. aku hanya ingin beribadah kepada Allah dengan cara yang Allah cintai dan ridhoi. Allah Ta‟ala firmankan selanjutnya.” (QS. “Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah”. dan untukkulah. . yaitu yang aku sembah adalah Allah semata. An Najm: 23) Ayat-ayat ini secara jelas menunjukkan berlepas diri dari orang-orang musyrik dari seluruh bentuk sesembahan yang mereka lakukan.” Maksud ayat ini sebagaimana firman Allah. Oleh karena itu selanjutnya Allah Ta‟ala mengatakan kembali. yaitu berhala dan tandingan-tandingan selain Allah. “Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah”. agamaku. Hal ini sebagaimana Allah firmankan. tidak ada sekutu bagi-Nya. maksudnya adalah kalian tidak akan mengikuti perintah dan syari‟at Allah dalam melakukan ibadah.Yang dimaksud dengan ayat. Maksud firman Allah selanjutnya. Rasul shallallahu „alaihi wa sallam dan para pengikutnya menyembah Allah sesuai dengan apa yang Allah syariatkan. padahal tidak Allah izinkan. bahkan yang kalian lakukan adalah membuat-buat ibadah sendiri yang sesuai selera hati kalian. Maksud kalimat yang agung ini adalah “tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah. dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka. Ibadah yang ia lakukan tentu saja harus mengikuti apa yang diajarkan oleh sesembahannya. “Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan. Inilah konsekuensi dari kalimat Ikhlas “Laa ilaha illallah. maksudnya adalah aku tidak akan beribadah dengan mengikuti ibadah yang kalian lakukan. Orang-orang musyrik melakukan ibadah kepada selain Allah. “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”. dan jalan cara untuk melakukan ibadah tersebut adalah dengan mengikuti ajaran Rasul shallallahu „alaihi wa sallam”. “Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah”.

maksudnya bagi kami agama kami.“Jika mereka mendustakan kamu. Mengenai Ayat Yang Berulang dalam Surat Ini Mengenai firman Allah yang berulang dalam surat ini yaitu pada ayat. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dalam ayat ini tidak ). dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. maksudnya bagi kalian kekafiran yang kalian lakukan.” (QS. maksudnya adalah ak ). “Wa liya diin”. 5) “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Pendapat ini dinukil oleh Ibnu Jarir dari sebagian pakar bahasa. 6) “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Yunus: 41) “Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Mereka mengatakan. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. “Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Yang semisal dengan ini adalah firman Allah Ta‟ala.” Ada tiga pendapat dalam penafsiran ayat ini: Tafsiran pertama: Menyatakan bahwa maksud ayat tersebut adalah untuk penguatan makna (ta‟kid). maka katakanlah: "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu.” (QS. Alam Nasyroh: 5-6) Begitu pula firman Allah Ta‟ala. ) “Lakum diinukum”. Al Maidah: 64). Demikian yang disebutkan oleh Imam Al Bukhari.” (QS. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan. 7) . Asy Syura: 15) Imam Al Bukhari mengatakan. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

begitu pula dengan orang beriman. Sedangkan ayat. Ibadah yang bercampur kesyirikan (tidak ikhlas).” Ini untuk masa lampau. Faedah Berharga dari Surat Al Kafirun Dalam ayat ini dijelaskan adanya penetapan aqidah meyakini takdir Allah. Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat. Di sini bisa dimaksudkan secara total karena kalimat tersebut menggunakan jumlah ismiyah (kalimat yang diawali kata benda) dan ini menunjukkan ta‟kid (penguatan makna). “Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. yaitu orang kafir ada yang terus menerus dalam kekafirannya. bahwa yang dimaksud ayat.“Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim.” Yang dinafikan (ditiadakan di sini) adalah perbuatan (menyembah selain Allah) karena kalimat ini adalah jumlah fi‟liyah (kalimat yang diawali kata kerja). “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.” (QS. 5) “Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Tafsiran yang terakhir ini pula adalah tafsiran yang bagus. Maha Pengasih. Wallahu a‟lam. Yang dimaksud ayat ini pula adalah menafikan jika Nabi shallallahu „alaihi wa sallam tidak mungkin sama sekali menyembah selain Allah. dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. ??????? ??????? ??????????? ???????? Dengan Nama Allah.” Yang dimaksudkan di sini adalah penafian (peniadaan) menerima sesembahan selain Allah secara total. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. . Sehingga seakan-akan yang dinafikan dalam ayat tersebut adalah perbuatan (menyembah selain Allah) dan ditambahkan tidak menerima ajaran menyembah selain Allah secara total. Maha Penyayang. At Takatsur: 6-7) Tafsiran kedua: Sebagaimana yang dipilih oleh Imam Bukhari dan para pakar tafsir lainnya. Dalam menyambut bulan suci Romadhon. Tafsiran ketiga: Yang dimaksud dengan ayat. “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Adanya tingkatan yang berbeda antara orang yang beriman dan orang kafir atau musyrik. saya sengaja memberikan sebuah postingan. tidak dinamakan ibadah. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.” Ini untuk masa akan datang. yang berisi tentang “PENYANGKAL KEBENARAN” yang berada dalam surah Al-Kafirun. Kewajiban berlepas diri (baro‟) secara lahir dan batin dari orang kafir dan sesembahan mereka.

menyembah langsung sumber makanan batinnya. menyembah berhala-berhala tradisional mereka. Dengan demikian mereka akan berganti-ganti praktik ibadat sampai salah satu cara terbukti benar pada salah satu pihak. engkau pun tidak akan pernah menyembah kebenaran yang aku sembah. menghormati atau memuja apa yang engkau sembah. jika praktik kaum kafir benar. termasuk Nabi dan kaum muslim. tidak ada perlawanan). Katakanlah: Wahai orang-orang yang menyangkal kebenaran (kafir)! ??? ???????? ??? ??????????? 2. ????? ??????? ?????????? ??? ???????? 3.‟ Orang yang beriman. malahan. jika ajaran Nabi benar. ????? ??????? ?????????? ??? ???????? 5. mengikuti ajaran Nabi. „Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. setelah tercerahkan. Dan kamu pun tidak akan menyembah apa yang akn sembah. Dengan kata lain: Engkau tidak punya jalan menuju sumber yang aku sembah. setelah dibukakan. Ibadah menjadikan perjalanannya mu‟abbad (mudah. Ada orang yang telah diciptakan sebagai bahan bakar neraka. Mereka akan tetap begitu meskipun kita meminta agar mereka tidak melakukan itu. Dengan kerendahan hatinya ia diangkat semakin lama semakin dekat kepada sumber mata air. Maka. Untukmu agamamu dan untukku agamaku! Orang yang beriman berada dalam ketenangan hati yang sempuma dan orang yang tahu bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman Allah menyimpulkan. yang menjaga agar selamat dari kegelapan yang melingkupi orang lain dan yang memberinya cahaya dan pencerahan. dan tahun berikutnya mereka semua. „Engkau mempunyai jalan sendiri. Dan kamu tidak menyembah apa yang aku sembah. dan tidak pernah bisa. sebagaimana berulang kali dikatakan dalam Alquran. yang percaya bahwa ia akan menerima dan merasakan rahmat dari Pencipta Yang Mahaesa. Ini merupakan ramalan yang menunjukkan bahwa orang-orang yang dalam kekufuran akan tetap dalam kekufuran. ???? ??? ???????? ????????????? 1. Surah ini mempakan jawaban dari mereka yang percaya dan beriman kepada mereka yang tidak beriman. ?????? ????????? ?????? ????? 6. Sumber tersebut menambah keimanannya melalui „ ubudiyah (ibadah)nya dan melindunginya dari segala bahaya. Tidak pernah akan. Dan aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. dengan wujud apa pun yang kau anggap mutlak. Mereka mengusulkan untuk menyembah Allah selama satu tahun. Oleh karena itu ia memberitahu orang kafir. maka mereka dan kaum muslim akan mendapat keuntungan dari menyembah berhala-berhala. meskipun segala upaya dilakukan untuk menarik mereka ke dalam cahaya din. setelah mengetahui Allah. tapi.Surah ini mengenai sebuah peristiwa ketika beberapa orang kafir berusaha mengadakan dialog dengan Nabi dalam rangka menjatuhkan beliau agar kaum muslim kembali ke kebiasaan lamanya menyembah berhala. dan fakta ini tidak dapat diubah. karena engkau tidak menyembah energi halus yang memancarkan semua Sifat. ????? ????? ??????? ???? ?????????? 4. Ini adalah ungkapan penegasan dari orang beriman. menurut jalan pikiran kaum kafir. dan aku punya jalan sendiri!‟ Kemudian orang-orang yang beriman dan berkeyakinan teguh bergandengan tangan . lancar. jalan yang kau pilih untuk melengkapi lagi dirimu dan berinteraksi dengan orang lain. mereka akan memperoleh keuntungan dari mengikuti ajaran Nabi. Di masa akan datang.

yang bersih daripada segala macam persekutuan dan perkongsian dan mustahil menyatakan diriNya pada diri seseorang atau sesuatu benda. Sedang yang kamu sembah bukan .2." ialah rnenafikan perbuatan (nafyul fi'li) Artinya bahwa perbuatan begitu tidaklah pemah aku kerjakan. Surat ini diturunkan di Makkah dan yang dituju ialah kaum musyrikin. mencela berhala mereka. al-Ash bin Wail.1. Oleh sebab itu tidaklah dapat pegangan kita masingmasing ini didamaikan. Mereka bermaksud hendak mencari. Mereka berjalan sepanjang pantai lautan cahaya. Menurut tafsiran Ibnu Katsir yang disalinkannya dari Ibnu Taimiyah arti ayat yang kedua: "Aku tidaklah menyembah apa yang kamu sembah. Kalau seruan yang engkau bawa ini memang ada baiknya daripada apa yang ada pada kami." – olehmu hai utusanKu – kepada orang-orang yang tidak mau percaya itu: "Hai orang-orang kafir!" (ayat 1). "Dan kamu tidak mahu menyembah (Allah) Yang Aku sembah. al-Aswad bin alMuthalib dan Umaiyah bin Khalaf. penerangan mereka ber-asal dari dalam. "Katakanlah. sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampur-adukkan dengan syirik. yang sejak semula berkeras menantang Rasul dan sudah diketahui dalam ilmu Allah Ta'ala bahwa sampai saat terakhir pun mereka tidaklah akan mau menerima kebenaran." – Inilah usul yang mereka kemukakan. "Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara Aku beribadat." (ayat 5). Tidak satu dan tidak sama. di antara Tauhid Mengesakan Allah. artinya ialah kemenangan syirik. artinya tidak mau menerima seruan dan petunjuk kebenaran yang dibawakan Nabi kepada mereka. Syaikh Muhammad Abduh menjelaskan perbedaan ini di dalam tafsimya." (ayat 2). dan bagiku ugamaku". 4. "Dan tidak pula kamu menyembah apa yang aku sembah. turunlah ayat ini.HAMKA Surat 109: 6 ayat -di MAKKAH ‫ نورفاكلا :ةروس‬Tidak Ada Kompromi (Tolak Ansur) dalam Aqidah dan Ibadah Sudah jelas. pun tegas pula dalam sikapnya menantang penyembahan mereka kepada berhala. Maka selain dari yang kita sembah itu berlain. Mereka kemukakan suatu usul damai: "Ya Muhammad! Mari kita berdamai.mengikuti metoda yang telah disempumakan dari model Muhammad. Tegasnya yang disembah lain dan Cara menyembah pun lain. Hai orang-orang yang tidak mau percaya. 3. Allah. Maka pada satu waktu terasalah oleh mereka sakitnya pukulan-pukulan itu. sehingga timbullah suatu pertandingan siapakah yang lebih kuat semangatnya mempertahankan pendirian masing-masing. Menurut Ibnu Jarir panggilan seperti ini disuruh sampaikan Tuhan oleh NabiNya kepada orang-orang kafir itu. Sedang kamu menyembah berhala itu sangatlah berbeda dengan cara aku menyembah Allah. Yang aku sembah ialah Tuhan Yang Maha Esa. Katakanlah (Wahai Muhammad): "Hai orang-orang kafir! "Katakanlah. "damai". maka cara kita menyembah pun lain pula. kamu menyembah berhala aku menyembah Allah Yang Maha Esa. Yang mendatangi Nabi itu menurut riwayat Ibnu Ishaq dari Said bin Mina – ialah al-Walid bin al-Mughirah.a. Dan Maha Kuasa menarik ubun-ubun orang yang menolak kebenaranNya dan menghukum orang yang menyembah kepada yang lain. Maka bermuafakatlah pemuka-pemuka Quraisy musyrikin itu hendak menemui Nabi. supaya turutlah kami merasakannya dengan engkau. dan Nabi s. dan di dalam segala urusan di negeri kita ini. hai orang-orang yang kafir! "Aku tidaklah menyembah apa yang kamu sembah. Kami bersedia menyembah apa yang engkau sembah. 5. j‟alan keyakinan yang sempurna. "Bagi kamu ugama kamu. sama mengambil bahagian padanya. Soal akidah. engkau turut serta bersama kami. menyalahkan kepercayaan mereka. yang kafir. "Dan kamu bukanlah pula penyembah sebagaimana aku menyembah. "Dua jumlah kata yang pertama (ayat 2 dan 3) adalah menjelaskan perbedaan yang disembah. 6.w. dan pantai ini ada batas-batasnya. Tafsir Surat 109 AL-KAFIRUN Tafsir Al-Azhar Prof Dr." (ayat 4). Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik. "Dan Aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat. Inilah jalan orang mukmin. Dan jika pegangan kami ini yang lebih benar daripada apa yang engkau serukan itu maka engkau pun telah bersama merasakannya dengan kami. "Aku tidak akan menyembah apa Yang kamu sembah." (ayat 3). Artinya persembahan kita ini sekali-kali tidak dapat diperdamaikan atau digabungkan." (ayat 6). dan untuk akulah agamaku. Karena yang aku sembah hanya Allah kan kalian menyembah kepada benda. Tidak berapa lama setelah mereka mengemukakan usul ini. Dan isi dua ayat berikutnya (ayat 4 dan 5) ialah menjelaskan perbedaan cara beribadat. Mereka tidak diterangi dari luar. Kalau aku menyembah Allah maka aku melakukan shalat di dalam syarat rukun yang telah ditentukan. Mereka menantang. yang meratakan kurniaNya kepada siapa jua pun yang tulus ikhlas beribadat kepadaNya. "Untuk kamulah agama kamu. yaitu kayu atau batu yang kamu perbuat sendiri dan kamu besarkan sendiri. "Dan aku bukanlah penyembah sebagaimana kamu menyembah. tetapi engkau pun hendaknya bersedia pula menyembah yang kami sembah.

bahwa Nabi membaca kedua Surat ini dua rakaat Fajar dan dua rakaat sesudah Maghrib. Dan lain-lain sebagainya. Kalau yang hak hendak dipersatukan dengan yang batil. bahwa dia ini meminta pertunjuk kepada Nabi s. Dalam Shahih Muslim juga. Untuk kamulah agama kamu. "Bagi kamu agama kamu. Dan untuk akulah agamaku. membaca Surat al-Kafirun ini bersama Surat Qul Huwallaahu Ahad di dalam sembahyang sunnat dua rakaat sesudah tawaf. * * * Pelengkap Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya: Tersebut dalam Shahih Muslim. Aku tidak menyembah kepada Tuhanku sebagaimana kamu menyembah berhala. ibadatmu itu bukan ibadat dan tuhanmu itu pun bukan Tuhan. melainkan benda. menyembelih binatang guna pemuja hantu atau jin dengan membaca Bismillah.a. pakailah agama itu sendiri. kamu pun rupanya tidaklah mau menyembah kepada Allah saja sebagaimana yang aku lakukan dan serukan." Al-Qurthubi meringkaskan tafsir seluruh ayat ini begini: "Katakanlah olehmu wahai UtusanKu. sebab dia adalah satu pernyataan diri sendiri bersih dari syirik.a. Sedang Allah itu tidak dapat dipersyarikatkan dengan yang lain. Malahan kamu persekutukan berhala kamu itu dengan Allah. bahwa Rasulullah s. Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. bahwa Rasulullah s. dari Hadis Abu Hurairah. lebih dari dua puluh kali. Misalnya di antara animisme dengan Tauhid. membaca Surat ini dan Qul Huwallaahu Ahad pada sembahyang dua rakaat sunnat Fajar (sebelum sembahyang Subuh). Dan ibadat kita pun berlain. diterima dari Jabir bin Abdillah. jangan pula aku diajak menyembah yang bukan Tuhan itu. yang berarti menyesuai-nyesuaikan.w. apa yang baik dibaca sebelum tidur." Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan." Tinggilah dinding yang membatas. Surat ini mengandung larangan menyembah yang selain Allah. dalamlah jurang di antara kita. Oleh sebab itu maka Akidah Tauhid itu tidaklah mengenal apa yang dinamai Cynscritisme. sama dengan seperempat dari al-Quran.w. Dan telah kita jelaskan bahwa Qul Yaa Ayyuhal Kaafiruun. dan segala perbuatan hati.w. penyembahan berhala dengan sembahyang. kamu menyembah sesuatu selain Allah dan kamu persekutukan yang lain itu dengan Allah.a. mengandung pokok akidah. Oleh sebab itu agama kita tidaklah dapat diperdamaikan atau dipersatukan. karena kamu adalah musyrik. Insya Allah. Sebab itu maka menurut aku. Maka Nabi menasihatkan supaya setelah dia mulai berbaring bacalah Qul Yaa Ayyuhal Kaafiruun. maka yang batil jualah yang menang. bagiku adalah agamaku pula. bukan Allah. Dia setali dengan Qul Huwallaahu (Surat al-Ikhlas) yang akan kita tafsirkan kelak. bahwasanya aku tidaklah mau diajak menyembah berhala-berhala yang kamu sembah dan puja itu. Demikian juga menurut sebuah Hadis yang dirawikan oleh al-Imam Ahmad dari Ibnu Umar. perkataanmu itu bohong. Maka kalau kamu katakan bahwa kamu pun menyembah Allah jua. . Sebuah Hadis dirawikan oleh al-Imam Ahmad dari Farwah bin Naufal alAsyja'iy. kepada orang-orang kafir itu. Aku menyembah Allah sahaja. jangan sampai hendak kamu campur-adukkan dengan apa yang kamu sebut agama itu.itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->